Issuu on Google+

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) I PENYULUH PERTANIAN PELAKSANA DI DESA TELAGA KECAMATAN PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

PROPOSAL

MUHAMMAD NASRI NIRM. 04.2.11.0506

PROGRAM STUDI PENYULUHAN PETERNAKAN

JURUSAN PENYULUHAN PETERNAKAN SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN (STPP) BOGOR 2012

Judul Proposal

:

Praktek Kerja Lapangan (PKL) I Penyuluh Pertanian Pelaksana di Desa Telaga Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan

Nama

:

Muhammad Nasri

NIRM

:

04.2.11.0506

Program Studi

:

Penyuluhan Peternakan

Jurusan

:

Penyuluhan Peternakan

Disetujui :

Pembimbing I

Pembimbing II

Wahyudi Purnomo, A.Pt NIP. 19511114 197307 1 001

Dr. drh. Endang Endrakasih, MS NIP. 19590718 198503 2 001

Diketahui :

Ketua Jurusan/Ketua Program Studi

Ir. Kenedy Putra, M.Si NIP 19610529 198903 1 001

iii

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Proposal Praktek Kerja Lapangan (PKL) I ini dengan lancar. Dalam penulisan proposal ini penulis banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan dari semua pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya kepada yang terhormat : 1.

Bapak Ir. Maspur Makhmudi, MM, Ketua Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor

2.

Bapak Ir. Kenedy Putra M.Si, Ketua Jurusan/Ketua Program Studi Penyuluhan Peternakan

3.

Bapak Wahyudi Purnomo, A.Pt, pembimbing I

4.

Ibu Dr. drh. Endang Endrakasih, MS, pembimbing II

5.

Serta semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan proposal ini. Penulis menyadari, penulisan proposal ini jauh dari sempurna. Untuk itu

kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Demikianlah Proposal Praktek ini saya buat semoga dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya.

Bogor,

Maret 2012

Penulis

iv

DAFTAR ISI

Halaman KATA PENGANTAR .....................................................................................

iii

DAFTAR ISI ..................................................................................................

iv

PENDAHULUAN...........................................................................................

1

Latar Belakang .........................................................................................

1

Tujuan .....................................................................................................

2

TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................................

3

Mengumpulkan Data Primer dan Sekunder Tingkat Desa ......................

3

Programa Penyuluhan Desa ...................................................................

5

Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian ..........................................

8

Kunjungan pada Petani Perorangan, Kelompok dan Massal ...................

9

Demonstrasi Cara ....................................................................................

9

Demonstrasi Plot (Demplot) .....................................................................

10

Demonstrasi Usahatani (Demfarm) .........................................................

10

Sekolah Lapang ......................................................................................

10

Pameran .................................................................................................

13

Kursus Tani .............................................................................................

15

Kelompoktani ..........................................................................................

15

Mengembangkan Kelompok dari Pemula ke Lanjut .................................

18

RENCANA KEGIATAN .................................................................................

23

Waktu dan Tempat ...................................................................................

23

Materi dan Jadwal ....................................................................................

23

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................

25

LAMPIRAN ..................................................................................................

26

PENDAHULUAN Latar Belakang Agar Revitalisasi Penyuluhan Pertanian yang meliputi aspek-aspek penataan kelembagaan, ketenagaan, penyelenggaraan, sarana dan prasarana, serta pembiayaan penyuluhan dapat berjalan secara produktif, efektif dan efisien, perlu dilakukan identifikasi sumberdaya dan program-program pembangunan pertanian, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat. Hal tersebut diperlukan dalam rangka penyusunan rencana penyelenggaraan penyuluhan

pertanian

yang

komprehensif

dengan

memadukan

seluruh

sumberdaya yang tersedia (Deptan, 2009a). Programa penyuluhan pertanian dimaksudkan untuk memberikan arahan, pedoman, dan sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Proses penyusunan programa penyuluhan pertanian dilakukan

secara

sinergis

dan

terpadu

dengan

proses

perencanaan

pembangunan pertanian. Programa penyuluhan pertanian yang disusun setiap tahun memuat rencana penyuluhan tahun berikutnya dengan memperhatikan siklus

anggaran

pada

masing-masing

tingkatan

dengan

cakupan

pengorganisasian, pengelolaan sumberdaya sebagai pelaksanaan penyuluhan. Programa penyuluhan pertanian diharapkan dapat menghasilkan kegiatan penyuluhan pertanian spesifik lokalita yang strategis dan mempunyai daya ungkit yang tinggi terhadap peningkatan produktivitas komoditas unggulan daerah dan pendapatan petani (Deptan, 2009a). Tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : Per/02/MENPAN/2008 bahwa tugas pokok penyuluh pertanian adalah melakukan kegiatan persiapan penyuluhan pertanian, pelaksanaan penyuluhan pertanian, evaluasi dan pelaporan, serta pengembangan penyuluhan pertanian (Kemeneg PAN, 2008). Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor merupakan perguruan tinggi kedinasan di lingkungan Kementerian Pertanian, yang menyelenggarakan pendidikan profesional bagi penyuluh dan calon penyuluh pertanian. STPP Bogor bertugas

menghasilkan

penyuluh

pertanian

yang

menguasai

teknologi,

berwawasan global, inovatif, memiliki etos kerja yang tinggi dan profesional mengelola kegiatan penyuluhan pertanian yang berkelanjutan. Agar profil lulusan tersebut bisa dicapai, diperlukan suatu proses pembelajaran yang secara optimal

2

mendukung pencapaian kompetensi dimaksud. Proses pembelajaran ini tidak hanya dilakukan dalam lingkungan kampus, tetapi memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi mahasiswa STPP Bogor untuk dapat menerapkan pengetahuan teoritis yang telah diperoleh di kampus dalam kehidupan nyata sebagai penyuluh pertanian melalui Program Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan setiap semester genap. Materi yang akan dilaksanakan dalam Praktek Kerja Lapangan (PKL) I untuk mahasiswa semester II adalah sebagai berikut : 1.

Mengumpulkan data primer dan sekunder tingkat desa

2.

Memandu penyusunan Programa Penyuluhan Desa

3.

Menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian

4.

Melakukan kunjungan pada petani perorangan, kelompok dan massal

5.

Melaksanakan demonstrasi cara

6.

Merencanakan demostrasi usaha tani melalui demplot

7.

Memandu pelaksanaan demonstrasi usaha tani melalui dem farm

8.

Memandu pelaksanaan sekolah lapang

9.

Menjadi pramuwicara dalam perencanaan dan pelaksanaan pameran

10. Mengajar kursus tani 11. Menumbuhkan kelompok tani 12. Mengembangkan kelompok dari pemula ke lanjut

Tujuan Tujuan pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) I adalah : 1.

Mengumpulkan data primer dan sekunder tingkat desa

2.

Memandu penyusunan Programa Penyuluhan Desa

3.

Menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian

4.

Melakukan kunjungan pada petani perorangan, kelompok dan massal

5.

Melaksanakan demonstrasi cara

6.

Merencanakan demostrasi usaha tani melalui demplot

7.

Memandu pelaksanaan demonstrasi usaha tani melalui dem farm

8.

Memandu pelaksanaan sekolah lapang

9.

Menjadi pramuwicara dalam perencanaan dan pelaksanaan pameran

10. Mengajar kursus tani 11. Menumbuhkan kelompok tani 12. Mengembangkan kelompok dari pemula ke lanjut

TINJAUAN PUSTAKA Mengumpulkan Data Primer Dan Sekunder Tingkat Desa Pengumpulan data primer dan sekunder atau Identifikasi Potensi Wilayah adalah kegiatan penggalian data dan informasi potensi yang dilakukan secara partisipatif yang dilakukan dengan mengkaji data primer yang diperoleh di lapangan baik dari petani maupun masyarakat yang terkait, dan data sekunder yang diperoleh dari monografi desa/kecamatan/BPP dan atau dari sumbersumber lain yang relevan. Potensi adalah semua sumberdaya yang ada atau tersedia dan yang dapat digunakan dalam upaya mengatasi masalah yang ada ataupun digunakan dalam upaya mencapai tujuan. Potensi bukan hanya yang bersifat fisik seperti tersedianya lahan yang masih luas, atau adanya sumber air yang besar, tetapi juga yang bersifat non fisik seperti besarnya minat, pengetahuan petani tentang sesuatu, yang memadai dan tingginya kebiasaan gotong royong (BPSDMP, 2009). Dilakukannya identifikasi potensi wilayah adalah agar tersedia data dan informasi yang memberikan gambaran akurat mengenai potensi wilayah yang sangat diperlukan dalam proses pengambilan keputusan bagi petani untuk mengembangkan usahataninya. Bagi penyuluh data hasil identifikasi potensi ini berguna untuk merancang kegiatan. Bagi pihak lain data hasil identifikasi berguna untuk meraih peluang-peluang yang terkandung pada suatu wilayah tersebut. Identifikasi

data

primer

menggunakan

pendekatan

partisipatif

dan

wawancara semi terstruktur menggunakan teknik PRA (Participatory Rural Appraisal). Instrument PRA yang digunakan antara lain sebagai berikut : 1.

Peta Potensi Desa (Peta Sumberdaya) Memuat peta potensi fisik dari wilayah desa atau kecamatan yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Peta potensi ini memuat seluruh potensi yang dimiliki; baik potensi SDA,SDM, dan potensi lainnya. Peta ini harus mewakili keadaan sesungguhnya dan mewakili kondisi permasalahan yang dihadapi.

4

2.

Bagan Transek Bagan transek adalah teknik penelusuran wilayah desa untuk melakukan pengamatan langsung secara cermat (observasi) terhadap lingkungan dan sumberdaya (alam, buatan) masyarakat dengan cara berjalan menelusuri wilayah/desa mengikuti suatu lintasan tertentu yang disepakati. Jalur lintasan (garis lurus, zigzag dll) mewakili setiap sistem usahatani yang ada ataupun lokasi-lokasi penting yang dianggap perlu. Hasil pengamatan dan lintasan dituangkan dalam bentuk gambar irisan muka bumi sebagai bahan diskusi lebih lanjut. Informasi yang dikaji adalah Vegetasi alam, keanekaragaman hayati, jenis tanah, kesuburan tanah, ketinggian tempat, lahan kritis, lahan tidur, sumber air, kualitas air untuk irigasi, penggunaan lahan, pola usahatani, komoditi unggulan, teknik-teknik pertanian, penggunaan teknologi tepat guna, produktivitas, hama penyakit dan pengendaliannya, pengolahan hasil usahatani, pentingnya jenis usaha pertanian dan non pertanian, hasil hutan, cara pengambilan hasil hutan, cara pengambilan hasil dan perburuan, kesejahteraan masyarakat, fasilitas pendukung, kondisi prasarana antar desa, perumahan, irigasi, lokasi pasar, dll.

3.

Kalender Musiman Kalender musim adalah kegiatan yang membahas keadaaan yang terjadi berulang-ulang dalam satu kurun waktu tertentu (musiman/tahunan) dalam kehidupan masyarakat pada

suatu

wilayah/desa.

Keadaan tersebut

digambarkan dalam bentuk suatu bagan kalender musim. 4.

Kalender Harian Menggambarkan aktivitas harian dari seluruh petani yang ada di daerah tersebut. Dibuat selengkap mungkin dengan memuat seluruh jenis aktivitas dan urutan waktu yang dilaksanakan secara harian. Kalender ini dibuat dengan diagram lingkaran.

5.

Diagram Venn Bagan Kelembagaan (diagram Venn) adalah teknik untuk memfasilitasi pemahaman/kajian besarnya manfaat, pengaruh dan dekatnya hubungan suatu lembaga baik lembaga pemerintah maupun lembaga non pemerintah dengan masyarakat di suatu wilayah. Informasi yang dikaji adalah : Fungsi, kegiatan-kegiatan, dan manfaat bagi kehidupan masyarakat dari lembaga, kelompok formal, maupun informal serta individu yang ada di wilayah/desa),

5

misalnya peluang pasar, fasilitas pendukung (kredit, saprodi, pendidikan, informasi pertanian, partisipasi anggota masyarakat baik laki-laki maupun perempuan, dalam mengelola sumberdaya alam, manusia, maupun buatan. 6.

Diagram Alir Menggambarkan alur suatu sistem tertentu misalnya alur produksi pertanian, pemasaran, sistem pengelolaan usaha, teknologi lokal.

7.

Alur Sejarah Mendeskripsikan secara singkat kronologis daerah tersebut dari tinjauan historis. Menceritakan asal usul dan sejarah daerah serta perkembangan masyarakatnya.

8.

Peta Mobilitas Diketahuinya gambaran kelompok masyarakat dalam hubungannya dengan pihak lain di luar lingkungannya. Informasi yang diperoleh antara lain lokasi, jarak, frekuensi perjalanan, pelaku kegiatan (laki-laki/perempuan), alat, biaya transportasi dan lain-lain.

9.

Bagan Kecenderungan dan perubahan Adalah teknik yang dapat menggambarkan perubahan-perubahan berbagai keadaan, kejadian, serta kegiatan-kegiatan masyarakat dari waktu ke waktu. Perubahan yang diamati dapat berarti bertambah, tetap, atau berkurang. Kita bisa mendapatkan gambaran adanya kecenderungan umum perubahan yang akan berlanjut di masa datang.

10. Diagram peringkat Menjelaskan skala prioritas dari permasalahan usaha tani yang dihadapi lengkap dengan alternatif solusi yang akan dilaksanakan. Bagan ini dibuat secara tabulasi

Programa Penyuluhan Desa Programa Penyuluhan Pertanian adalah rencana yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Programa penyuluhan pertanian yang disusun setiap

tahun

memuat

rencana

penyuluhan

tahun

berikutnya

dengan

memperhatikan siklus anggaran pada masing-masing tingkatan dengan cakupan pengorganisasian, pengelolaan sumberdaya sebagai pelaksanaan penyuluhan (Deptan, 2009a).

6

Adapun maksud dan tujuan penyusunan programa antara lain : 1. Menyediakan acuan dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian bagi para penyelenggara. 2. Memberikan acuan bagi penyuluh pertanian dalam menyusun rencana kegiatan penyuluhan pertanian. 3. Menyediakan

bahan

penyusunan

perencanaan

penyuluhan

untuk

disampaikan dalam forum musrenbangtan tahun berikutnya. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K) juga mengamanatkan bahwa programa

penyuluhan

pertanian

terdiri

atas

programa

penyuluhan

desa/kelurahan atau unit kerja lapangan, programa penyuluhan kecamatan, programa penyuluhan kabupaten/kota, programa penyuluhan provinsi dan programa penyuluhan nasional. Agar programa penyuluhan ini dapat merespon secara lebih baik aspirasi pelaku utama dan pelaku usaha di perdesaan, penyusunan programa penyuluhan diawali dari tingkat desa/kelurahan (Deptan, 2006). Matriks Programa Penyuluhan Pertanian seperti tercantum pada Lampiran 1. Menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 25 Tahun 2009, proses penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian tingkat Desa/Kelurahan adalah sebagai berikut : 1. Penyuluh pertanian yang bertugas di desa/kelurahan memfasilitasi proses penyusunan programa penyuluhan pertanian tingkat desa/kelurahan. 2. Apabila di satu desa belum ada penyuluh yang ditugaskan, maka penyusunan programa penyuluhan pertanian di desa/kelurahan tersebut difasilitasi oleh penyuluh pertanian yang wilayah kerjanya meliputi desa/kelurahan. 3. Penyusunan programa desa/kelurahan dimulai dengan penggalian data dan informasi mengenai potensi desa, monografi desa, jenis komoditas unggulan desa

dan

tingkat

(POKTAN)/Gabungan

produktivitasnya, Kelompok

Tani

keberadaan

Kelompok

(GAPOKTAN),

Tani

keberadaan

kelembagaan agribisnis desa, masalah-masalah yang dihadapi oleh pelaku utama dan pelaku usaha. Penggalian data dan informasi ini dilakukan bersama-sama dengan tokoh dan anggota masyarakat guna menjaring kebutuhan nyata, harapan dan aspirasi pelaku utama dan pelaku usaha, antara lain dengan menggunakan metode dan instrumen Participatory Rural Appraisal (PRA) atau teknik identifikasi keadaan wilayah lainnya.

7

4. Hasil penggalian data informasi tersebut merupakan masukan untuk menyusun

rencana

mencerminkan

kegiatan

upaya

poktan/gapoktan

perbaikan

dalam

produktivitas

setahun

usaha

di

yang tingkat

kelompoktani/gabungan kelompoktani (Rencana Definitif Kelompok/RDK), yang dilengkapi dengan rincian kebutuhan sarana produksi/usaha yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan rencana tersebut (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok/RDKK). Hal ini sekaligus dimaksudkan guna memudahkan penyuluh dalam merekapitulasi kebutuhan sarana produksi dan mengupayakan pemenuhannya secara tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat sasaran, tepat harga. 5. Selanjutnya hasil rekapitulasi RDK dan RDKK seluruh poktan/gapoktan di desa akan disintesakan dengan kegiatan-kegiatan dinas/instansi lingkup pertanian yang dialokasikan di desa tersebut. 6. Sintesa kegiatan POKTAN/GAPOKTAN di tingkat desa dengan kegiatankegiatan dinas/instansi lingkup pertanian di desa, sesuai dengan tahapan proses, dilakukan melalui serangkaian pertemuan-pertemuan yang dimotori oleh para penyuluh pertanian di desa/kelurahan dan dihadiri kepala desa, pengurus kelembagaan pelaku usaha, penyuluh swasta dan penyuluh swadaya yang bertugas di desa. 7. Programa

Penyuluhan

Pertanian

Desa/Kelurahan

yang

sudah

final

ditandatangani oleh para penyusun (perwakilan pelaku utama dan pelaku usaha serta penyuluh pertanian), kemudian ditandatangani oleh kepala desa/kelurahan, sebagai tanda mengetahui. 8. Programa Penyuluhan Pertanian Desa/Kelurahan diharapkan telah selesai disusun paling lambat bulan September tahun berjalan, untuk dilaksanakan pada tahun berikutnya. 9. Programa

Penyuluhan

Pertanian

Desa/Kelurahan

yang

sudah

final

disampaikan kepada Balai Penyuluhan di kecamatan sebagai bahan penyusunan

programa

penyuluhan

pertanian

kecamatan,

dan

untuk

disampaikan di dalam Forum Musrenbangdes (Musyawarah Perencanaan Pembangunan

Desa)

sebagai

bahan

penyusunan

perencanaan

a

pembangunan desa (Deptan, 2009 ). Selanjutnya, Programa perlu dijabarkan dalam Rencana Kerja Tahunan Penyuluh (RKTP), agar dapat dilaksanakan oleh penyuluh pada masing-masing wilayah binaan.

8

Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian Rencana Kerja Tahunan Penyuluh (RKTP) adalah jadwal kegiatan yang disusun oleh penyuluh berdasarkan programa penyuluhan setempat yang dilengkapi dengan hal-hal yang dianggap perlu untuk berinteraksi dengan pelaku utama dan pelaku usaha. Rencana Kerja Tahunan Penyuluh (RKTP) merupakan rencana kegiatan penyuluh dalam kurun waktu setahun yang dijabarkan dari programa penyuluhan (pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, atau desa/kelurahan). Rencana Kerja Tahunan Penyuluh (RKTP) dibuat secara tertulis dari serangkaian kegiatan yang terukur, realistis, bermanfaat dan dapat dilaksanakan oleh seorang penyuluh di wilayah kerja masing-masing pada tahun yang berjalan (Deptan, 2009a). Rencana Kerja Tahunan Penyuluh (RKTP) tersebut dituangkan dalam bentuk matriks yang berisi tujuan, masalah, sasaran, kegiatan/metoda, materi, volume, lokasi, waktu, sumber biaya, pelaksana dan penanggung jawab seperti tercantum pada Lampiran 2. Secara garis besar Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian terdiri dari : 1. Jadwal Kegiatan Jenis kegiatan terdiri atas: waktu pelaksanaan, lokasi dan volume kegiatan. 2. Jenis Kegiatan Jenis kegiatan didasarkan pada: a. Tugas pokok dan bidang kegiatan penyuluhan; dan b. Programa penyuluhan setempat. 3. Indikator kinerja dari setiap kegiatan Indikator kinerja kegiatan digunakan sebagai standar penilaian keberhasilan penyuluhan bagi pelaku utama dan pelaku usaha dan penggunaan anggarannya; 4. Hal-hal atau bahan-bahan lain yang perlu dipersiapkan dalam rangka memfasilitasi dengan pelaku utama dan pelaku usaha. Tujuan penyusunan Rencana Kerja Tahunan Penyuluh (RKTP) adalah : 1. Sebagai dasar pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada tahun sedang berjalan atau tahun yang bersangkutan di wilayah binaan penyuluh bersangkutan. 2. Menjadi alat kendali dalam pelaksanaan evaluasi pencapaian kinerja penyuluh pertanian yang bersangkutan. 3. Indikator keberhasilan seorang Penyuluh Pertanian

9

Langkah-langkah penyusunan Rencana kerja Tahunan Penyuluh (RKTP) Pertanian sebagai berikut : 1. Dengan dipimpin oleh Koordinator Penyuluh setempat, dilakukan musyawarah diantara seluruh penyuluh disetiap tingkatan untuk membagi habis kegiatan yang tercantum dalam programa penyuluhan pertanian masing-masing penyuluh. Pembagian ini dilakukan dengan mempertimbangkan latar belakang keahlian/keterampilan penyuluh pertanian yang ada, penugasan yang diberikan, ketersediaan waktu dan kebutuhan petani/kelompok tani. 2. Masing-masing penyuluh menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) Penyuluh Pertanian yang menjadi tugasnya dan menjabarkannya lebih rinci kedalam Rencana Kegiatan Bulanan.

Kunjungan pada Petani Perorangan, Kelompok dan Massal Kunjungan merupakan teknik komunikasi dan metode penyuluhan langsung atau pendekatan yang dilakukan melalui tatap muka dan dialog antara penyuluh pertanian dengan pelaku utama dan pelaku usaha. Dilihat dari jumlah sasaran metode kunjungan dibagi tiga pendekatan: a) pendekatan perorangan; b) pendekatan kelompok dan c) pendekatan massal . Penyuluhan Pertanian yang dilakukan secara perorangan, antara lain: kunjungan rumah/lokasi usahatani, surat-menyurat dan hubungan telepon. Penyuluhan Pertanian yang dilakukan secara berkelompok, antara lain: diskusi, karya wisata, kursus tani, demonstrasi cara dan pertemuan kelompok. Penyuluhan Pertanian yang dilakukan secara massal, antara lain: siaran radio, siaran televisi, pemasangan poster/spanduk dan kampanye (Deptan, 2009b).

Demonstrasi Cara Demonstrasi cara adalah teknik penyuluhan pertanian berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang cara kerja suatu teknologi pertanian yang telah terbukti menguntungkan bagi pelaku utama dan/atau pelaku usaha, antara lain: demonstrasi cara pemupukan, demonstrasi cara penggunaan alat perontok (Deptan, 2009b). Metode demonstrasi cara tidak mempersoalkan mengenai hasilnya, tetapi bagaimana melakukan suatu cara kerja suat teknologi. Tujuan dari demonstrasi cara adalah untuk meyakinkan orang bahwa suatu cara

10

kerja tertentu yang dianjurkan itu bermanfaat dan mudah dilakukan, selain itu juga meningkatkan kecakapan dan keterampilan dari para sasarannya.

Demonstrasi Plot (Demplot) Demonstrasi plot (Demplot) adalah peragaan penerapan teknologi oleh petani perorangan di lahan usahataninya (Deptan, 2009b), dengan komoditi tertentu (tanaman pangan, perkebunan, ternak, ikan, dan penghijauan). Luas lahan yg digunakan 0,1 ha. Tujuan pelaksanaan Demplot adalah untuk memberikan contoh bagi petani-nelayan disekitarnya untuk menerapkan teknologi baru di bidang usaha tani secara baik.

Demonstrasi Usahatani (Demfarm) Demonstrasi usahatani (Demfarm) adalah peragaan penerapan teknologi oleh kelompoktani dalam hamparan usahatani anggotanya (Deptan, 2009b). Luas lahan yang digunakan 1 - 5 ha. Tujuan pelaksanaan Demfarm adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompoktani serta memberi contoh petani di sekitarnya menerapkan teknologi baru melalui kerjasama kelompok. Demfarm merupakan upaya fasilitasi pembelajaran bagi kelompoktani melalui penerapan teknologi yang sudah teruji agar mereka mampu menggunakan potensi yang dimilikinya.

Sekolah Lapang Sekolah lapang merupakan kegiatan belajar-mengajar atau pertemuan berkala yang dilakukan oleh sekelompok petani pada hamparan tertentu bersama pemandu lapang (PL) untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan penghayatan tentang pengelolaan usaha tani, diawali dengan membahas masalah yang sedang dihadapi, kemudian diikuti dengan curah pendapat, berbagi pengalaman tentang alternatif dan pemilihan cara pemecahan masalah yang paling efektif dan efisien sesuai dengan sumberdaya yang dimiliki. Sekolah Lapang seluruh proses belajar-mengajarnya dilakukan di lapangan. Tujuan Sekolah Lapang antara lain : 1. Petani

memiliki

kesempatan

mengidentifikasi

keterampilan dalam melaksanakan usahataninya

kebutuhan

ilmu

dan

11

2. Petani belajar untuk menambah ilmu dan keterampilan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya ditempat yang sesuai dengan keadaan dan masalah yang dihadapi sehari-hari. 3. Petani mampu menganalisis dan mengambil keputusan yang rasional tentang tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah dan memperbaiki usahataninya berdasarkan hasil lapangan. 4. Para petani mampu bekerjasama dalam proses belajar untuk meningkatkan produktivitas usahataninya secara berkelanjutan. Lahirnya pola pendekatan Sekolah Lapang didasari oleh dua tantangan pokok yang saling terkait, yaitu keanekaragaman ekologi lokal dan peranan petani yang harus menjadi “ahli� di lahannya sendiri. Pola Sekolah Lapang dirancang sedemikian rupa sehingga kesempatan belajar petani terbuka selebarlebarnya agar para petani berinteraksi dengan realita mereka secara langsung, serta menemukan sendiri ilmu dan prinsip yang terkandung di dalamnya (FIELD, 2011). Ciri-ciri Sekolah Lapang secara umum, antara lain sebagai berikut : 1. Lokasi Usahatani sebagai Sarana Belajar Utama Sekolah Lapang. Keterampilan budidaya pertanian adalah keterampilan terapan. Oleh karena itu hampir 80% dari waktu keseluruhan digunakan langsung di lokasi usahatani (sawah/kebun), bukan di kelas. 2. Cara Belajar Lewat Pengalaman. Setiap kegiatan dimulai dengan penghayatan atau pengamatan langsung, kemudian pengungkapan pengalaman, pengkajian hasil, dan penyimpulan hasil. Siklus belajar ini diusahakan dalam setiap kegiatan sekolah lapangan. 3. Pengkajian Agro-ekosistem. Sekolah lapang terpola dalam siklus mingguan dimana setiap unsur agroekosistem dikaji secara sistematis dan mendalam. 4. Metode serta Bahan yang Praktis dan Tepat Guna. Setiap kegiatan sekolah lapang, beserta bahan penunjangnya, dirancang sedemikian rupa agar dapat diterapkan langsung oleh para petani di desa, dengan demikian keterampilan dan pengalaman yang diperoleh peserta akan menjadi bekal yang terkuasai, yang mudah dialihkan ke dalam tugas seharihari di tingkat desa.

12

5. Kurikulum Berdasarkan Keterampilan yang Dibutuhkan. Kurikulum dirancang atas dasar analisis keterampilan lapangan yang perlu dimiliki oleh seorang petani untuk menjadi ahli dalam pertanian, agar ia sungguh-sungguh paham dan mampu menerapkannya di lahannya sendiri, serta meneruskannya kepada para petani lainnya. Selain keterampilan dan pengetahuan teknis pertanian, peserta memperoleh pula kecakapan dalam perencanaan kegiatan, kerjasama, dinamika kelompok, pengembangan bahan belajar, serta komunikasi, agar ia dapat menjadi fasilitator yang mampu merangsang dan membantu kelompok-kelompok tani secara efektif. Sekolah lapang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan yang memanusiawikan warga belajarnya. Untuk ini, pendidikan haruslah berkenaan dengan semua hal yang penting bagi orang yang bersangkutan, tidak hanya sekedar "keterampilan". Pada setiap orang terdapat tiga bidang yang penting, yaitu: a. Bidang Teknik : Keterampilan dan Pengetahuan. Dalam sekolah lapang, peserta belajar keterampilan dan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk menjadi seorang manajer atas lahannya sendiri, seperti: melakukan pengamatan, menghitung populasi hama dan musuh alami, dan sebagainya. b. Bidang Hubungan antara Sesama : Interaksi, Komunikasi, dan sebagainya. Dalam sekolah lapang, peserta melakukan kerjasama, diskusi, menganalisis masalah bersama-sama, dan berkomunikasi. c. Bidang Pengelolaan : Menjadi Manajer atas Lahannya Sendiri. Dalam sekolah lapang, peserta menganalisis masalah dan membuat keputusan tentang tindakan yang diperlukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Dalam

kegiatan

belajar,

apabila

seseorang

dihargai

harkat

kemanusiaannya, dia akan lebih tertarik dengan proses belajarnya, akan lebih terdorong kemauan belajarnya, dan akan menerapkan hasil belajarnya dengan baik, dia akan mandiri. Proses belajar dalam sekolah lapang mengikuti daur belajar melalui pengalaman, yaitu: melakukan (mengalami), mengungkapkan, menganalisis, menyimpulkan, dan menerapkan (kembali melakukan). Dengan proses ini tidak ada orang yang mengajar orang lain. Setiap peserta adalah sekaligus murid dan guru. Bagi orang dewasa, proses ini paling tepat karena dia belajar dari dirinya sendiri. Pemandu Lapangan (penyuluh/petani pemandu) hanya membantu agar proses tersebut berjalan dengan baik.

13

Tahap-tahap pelaksanaan Sekolah Lapang antara lain sebagai berikut : 1. Tahap Persiapan Kegiatan persiapan meliputi pemilihan desa lokasi kegiatan untuk menentukan desa yang tepat untuk pelaksanaan sekolah lapang, penentuan kelompok tani untuk menentukan kelompok tani yang akan melaksanakan kegiatan sekolah lapang dan pertemuan tingkat kelompok tani untuk memperoleh sejumlah calon peserta aktif dan kesepakatan tentang waktu dimulainya pelaksanaan, hari kegiatan, lokasi lahan belajar, tempat belajar, materi pelajaran, dan lainlain yang berkaitan dengan pelaksanaan Sekolah Lapang. 2. Tahap Pelaksanaan Tahap ini merupakan proses belajar peserta yang berlangsung secara periodik

(mingguan) sesuai dengan situasi dan kondisi lahan. Setiap

pertemuan dijadwalkan sesuai kesepakatan. Pada tahap pelaksanaan dilakukan berbagai kegiatan antara lain kerja lapangan dan pengamatan, diskusi kelompok, dinamika kelompok dan lain-lain. 3. Tahap Penyebaran Gagasan dan Promosi Pada akhir kegiatan sekolah lapang, peserta menyelenggarakan kegiatan hari temu lapangan (field day) selama sehari. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyebarkan hasil-hasil belajar peserta sekolah lapang kepada petani-petani lain di desanya dan para pihak lain seperti dari pemerintahan desa, kecamatan, atau kabupaten. Agenda utamanya adalah penyampaian hasilhasil belajar dan pengalaman, diskusi, pameran hasil belajar, dan acara lain yang dapat mendukung forum ini seperti acara kesenian, perlombaan, dan sebagainya.

Pameran Pameran adalah untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang, peta, grafik, gambar, poster, benda hidup dan sebagainya secara sistematik pada suatu tempat tertentu. (Deptan, 2009b). Pameran merupakan metode penyuluhan pertanian dengan pendekatan massal. Sifat pengunjungnya heterogen, tidak terbatas hanya pada petani tetapi juga orang yang bukan petani. Tujuan pameran pertanian, yaitu: a) memperlihatkan fakta, dan memberi informasi kepada pengunjung, b) memperlihatkan suatu cara, misalnya cara mengetahui benih yang baik, cara memproses bibit dengan kultur jaringan, c)

14

memajukan usaha, artinya mengajak para pengunjung untuk ikut melaksanakan atau mencontoh apa yang dilihatnya, dan d) memperkenalkan hasil-hasil usaha, memperlihatkan hasil yang dicapai dengan kuantitas dan kualitas yang baik. Berdasarkan waktu dan model pelaksanaan maka pameran dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis, antara lain: 1. Pameran Tetap (Permanent Exhibition) Pameran yang disajikan secara periodik yang ditata berdasarkan konsep yang telah ditetapkan oleh pengurus pameran. Waktu penyelenggraan pameran tetap berlangsung minimal 1 kali dalam satu tahun. 2. Pameran Temporer (Temporary Exhibition) Pameran tunggal atau pameran bersama yang menyajikan hasil karya dalam jangka

waktu

tertentu.

Waktu

penyelenggaraan

pameran

temporer

berlangsung minimal selama 10 hari dan maksimal selama 30 hari. 3. Pameran Keliling (Traveling Exhibition) Pameran yang menyajikan hasil karya seseorang atau gabungan ke berbagai daerah di Indonesia dan atau di luar negeri. Waktu penyelenggaraan pameran keliling minimal berlangsung selama 10 hari. Teknik pelaksanaan kegiatan pameran secara umum harus memperhatikan hal-hal berikut : a. Sebaiknya diselenggarakan bersamaan dengan peristiwa-peristiwa khusus atau hari-hari besar. b. Mempunyai tema, pusat perhatian. c. Dalam skala kecil harus menyajikan secara lengkap hal-hal yang tercakup dalam suatu kegiatan. d. Materi/barang yang disajikan harus jelas, sederhana dan mudah dipahami. e. Harus ada susunan yang sistematis dan berkelanjutan. f. Pergunakan jumlah obyek secukupnya, tidak berlebihan. g. Tata ruang di atur sedemikian rupa sehingga menarik perhatian pengunjung. h. Gunakan dekorasi dari bahan-bahan yang erat hubungannya dengan yang dipamerkan. i. Obyek-obyek yang menarik perhatian ditonjolkan atau ditempatkan pada tempat yang strategis. j. Penjaga pameran dibekali dengan informasi yang cukup. k. Dianjurkan untuk menyelenggarakan sayembara/pameran.

15

l. Buat penilaian efektivitas pameran dengan jalan menganalisa jumlah pertanyaan yang diajukan serta saran-saran yang terdapat dalam buku saran.

Kursus Tani Kursus Tani adalah Proses belajar-mengajar yang diperuntukkan bagi para pelaku utama beserta keluarganya yang diselenggarakan secara sistematis, teratur dan dalam jangka waktu tertentu (Deptan, 2009b). Tujuan Kursus Tani adalah : a. Meningkatkan pengetahuan dan kecakapan para petani dan atau keluarganya dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam usahataninya. b. Meningkatkan pengetahuan, kecakapan dan keterampilan petani dalam menerapkan teknolog yang lebih menguntungkan. c. Meningkatkan pengetahuan dan kecakapan wanita tani dalam membentu memecahkan masalah-masalah usahatani yang dihadapi keluarganya. d. Menyiapkan pemuda-pemudi tani sebagai petani-petani yang dinamis dan terampil dimasa akan datang. e. Menumbuhkan calon-calon kontaktani-nelayan yang bersedia dan mampu menyebarluaskan teknologi pertanian yang lebih menguntungkan. f. Menggugah dan mengembangkan kesadaran dalam keluarga tani. g. Menumbuh-kembangkan kepemimpinan keluarga tani.

Kelompoktani Menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 273/Kpts/OT.160/4/2007 tanggal 13 April 2007, Kelompoktani adalah kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumberdaya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Keanggotaan kelompoktani berjumlah 20-25 orang dan atau disesuaikan dengan kondisi lingkungan masyarakat dan usahataninya (Deptan, 2007). Kelompoktani pada dasarnya adalah organisasi non formal di perdesaan yang ditumbuhkembangkan “dari, oleh dan untuk petani “, memiliki karakteristik sebagai berikut :

16

1. Ciri Kelompoktani a. Saling mengenal, akrab dan saling percaya diantara sesama anggota, b. Mempunyai pandangan dan kepentingan yang sama dalam berusaha tani, c. Memiliki kesamaan dalam tradisi dan atau pemukiman, hamparan usaha, jenis usaha, status ekonomi maupun sosial, bahasa, pendidikan dan ekologi. d. Ada pembagian tugas dan tanggung jawab sesama anggota berdasarkan kesepakatan bersama. 2. Unsur Pengikat Kelompoktani a. Adanya kepentingan yang sama diantara para anggotanya. b. Adanya kawasan usaha tani yang menjadi tanggung jawab bersama diantara para anggotanya. c. Adanya kader tani yang berdedikasi untuk menggerakkan para petani dan kepemimpinannya diterima oleh sesama petani lainnya. d. Adanya kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh sekurang kurangnya sebagian besar anggotanya. e. Adanya dorongan atau motivasi dari tokoh masyarakat setempat untuk menunjang program yang telah ditentukan. 3. Fungsi Kelompoktani a. Kelas Belajar; Kelompoktani merupakan wadah belajar mengajar bagi anggotanya guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap (PKS) serta tumbuh dan berkembangnya kemandirian dalam berusaha tani sehingga produktivitasnya meningkat, pendapatannya bertambah serta kehidupan yang lebih sejahtera. b. Wahana Kerjasama; Kelompok tani merupakan tempat untuk memperkuat kerjasama diantara sesama petani dalam kelompoktani dan antar kelompoktani serta dengan pihak lain. Melalui kerjasama ini diharapkan usaha taninya akan lebih efisien serta lebih mampu menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan, c. Unit Produksi; Usahatani yang dilaksanakan oleh masing masing anggota kelompoktani, secara keseluruhan harus dipandang sebagai satu kesatuan usaha yang dapat dikembangkan untuk mencapai skala ekonomi, baik dipandang dari segi kuantitas, kualitas maupun kontinuitas. Penumbuhan

kelompoktani

dapat

dimulai

dari

kelompok-kelompok/

organisasi sosial yang sudah ada dimasyarakat yang selanjutnya melalui

17

kegiatan penyuluhan pertanian diarahkan menuju bentuk kelompoktani yang semakin terikat oleh kepentingan dan tujuan bersama dalam meningkatkan produksi dan pendapatan dari usaha taninya. Dalam penumbuhan kelompoktani tersebut perlu diperhatikan kondisi-kondisi kesamaan kepentingan, sumber daya alam, sosial ekonomi, keakraban, saling mempercayai, dan keserasian hubungan antar petani, sehingga dapat merupakan faktor pengikat untuk kelestarian kehidupan berkelompok, di mana setiap anggota kelompok dapat merasa memiliki dan menikmati manfaat sebesar-besarnya dari apa yang ada dalam kelompoktani. Penumbuhan kelompoktani juga didasarkan kepada prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Kebebasan, artinya menghargai kepada para individu para petani untuk berkelompok sesuai keinginan dan kepentingannya. Setiap individu memiliki kebebasan untuk menentukan serta memilih kelompoktani yang mereka kehendaki sesuai dengan kepentingannya. Setiap individu bisa tanpa atau menjadi anggota satu atau lebih kelompok tani; 2. Keterbukaan, artinya penyelenggaraan penyuluhan dilakukan secara terbuka antara penyuluh dan pelaku utama serta pelaku usaha; 3. Partisipatif, artinya semua anggota terlibat dan memiliki hak serta kewajiban yang sama dalam mengembangkan serta mengelola (merencanakan, melaksanakan serta melakukan penilaian kinerja) kelompoktani; 4. Keswadayaan artinya mengembangkan kemampuan penggalian potensi diri sendiri

para

anggota

dalam

penyediaan

dana

dan

sarana

serta

pendayagunaan sumber daya guna terwujudnya kemandirian kelompoktani; 5. Kesetaraan artinya hubungan antara penyuluh, pelaku utama dan pelaku usaha yang harus merupakan mitra sejajar; 6. Kemitraan

artinya

penyelenggaraan

penyuluhan

yang

dilaksanakan

berdasarkan prinsip saling menghargai, saling menguntungkan, saling memperkuat, dan saling membutuhkan antara pelaku utama dan pelaku usaha yang difasilitasi oleh penyuluh. Proses penumbuhan/pembentukan kelompoktani melalui langkah-langkah sebagai berikut : 1. Pengumpulan data dan informasi, yang meliputi antara lain : a. Tingkat pemahaman tentang organisasi petani; b. Keadaan petani dan keluarganya;

18

c. Keadaan usaha tani yang ada; d. Keadaan sebaran, domisili dan jenis usaha tani; e. Keadaan kelembagaan masyarakat yang ada. 2. Advokasi (saran dan pendapat) kepada para petani khususnya tokoh-tokoh petani setempat serta informasi dan penjelasan mengenai : a. Pengertian tentang kelompoktani, antara lain mengenai; apa kelompoktani, tujuan serta manfaat berkelompok untuk kepentingan usaha tani serta hidup bermasyarakat yang lebih baik lagi. b. Proses

atau

langkah-langkah

dalam

menumbuhkan/membentuk

kelompoktani. c. Kewajiban dan hak setiap petani yang menjadi anggota kelompok serta para pengurusnya. d. Penyusunan rencana kerja serta cara kerja kelompok. Penumbuhan/pembentukan kelompoktani dilakukan dalam pertemuan atau musyawarah petani yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, pamong desa, penyuluh pertanian sebagai mitra kerja petani dan instansi terkait, selanjutnya kesepakatan

membentuk

kelompoktani

dituangkan

dalam

berita

acara

pembentukan kelompoktani. Pemilihan pengurus Kelompok dilakukan secara musyawarah-mufakat

dari anggota oleh seluruh

anggotanya.

Perangkat

kepengurusan kelompoktani sekurang kurangnya terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Sebagai tindak lanjut dari penumbuhan/pembentukan kelompoktani dan pemilihan pengurus maka diadakan pertemuan lanjutan yang dihadiri seluruh anggota untuk menyusun dan atau menetapkan rencana kerja kelompok.

Mengembangkan Kelompok dari Pemula ke Lanjut Penumbuhan dan pembinaan kelompoktani yang dilaksanakan secara berkesinambungan

diarahkan

pada

upaya

peningkatan

kemampuan

kelompoktani dalam melaksanakan fungsinya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi sehingga mampu mengembangkan usaha agribisnis dan menjadi organisasi petani yang kuat dan mandiri. Salah satu upaya untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kemajuan kelompoktani dalam melaksanakan fungsinya adalah melakukan penilaian kemampuan kelompoktani sesuai klasifikasi kelompoktani (BPPSDMP, 2011).

19

Klasifikasi kemampuan kelompoktani adalah pemeringkatan kemampuan kelompoktani ke dalam 4 (empat) kategori yang terdiri dari kelas pemula, kelas lanjut, kelas madya dan kelas utama yang penilaiannya berdasarkan kemampuan kelompoktani. Prinsip penilaian kemampuan kelompok tani adalah : 1. Sahih (valid), yaitu kemampuan yang akan diukur harus sesuai dengan pelaksanaan fungsi kelompoktani; 2. Objektif, yaitu diukur secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan; 3. Keterandalan (reliable), yaitu siapapun, kapanpun, dimanapun dilakukan penilaian akan memberikan hasil yang sama; 4. Relevan, yaitu penilaian harus terkait dengan fungsi kelompoktani; 5. Efisien, yaitu dapat dilaksanakan dengan tertib dan teratur sesuai waktu yang ditetapkan. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Nomor 168/Per/SM.170/J/11/11 tanggal 18 Nopember 2011, pendekatan penilaian kemampuan kelompoktani dirumuskan dan disusun dengan pendekatan aspek manajemen dan aspek kepemimpinan yang meliputi: (a) perencanaan, (b) pengorganisasian, (c) pelaksanaan, (d) pengendalian dan pelaporan, (e) pengembangan kepemimpinan kelompoktani (Panca

Kemampuan

Kelompoktani/PAKEM

POKTAN)

dari

fungsi-fungsi

kelompoktani sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. Sehubungan dengan hal tersebut, maka klasifikasi kemampuan kelompoktani diarahkan untuk memiliki kemampuan sebagai berikut : 1. Kemampuan merencanakan, meliputi kegiatan : a. Kelas Belajar 1) Merencanakan kebutuhan belajar; 2) Merencanakan pertemuan/musyawarah. b. Wahana Kerjasama 1) Merencanakan pemanfaatan sumberdaya (pelaksanaan rekomendasi teknologi); 2) Merencanakan kegiatan pelestarian lingkungan. c. Unit Produksi 1) Menyusun Rencana Definitif Kelompok (RDK), Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan rencana kegiatan kelompok lainnya;

20

2) Merencanakan kegiatan usaha (usahatani berdasarkan analisa usaha, peningkatan usaha kelompok, produk sesuai permintaan pasar, pengolahan dan pemasaran hasil, penyediaan jasa). 2. Kemampuan mengorganisasikan, meliputi kegiatan : a. Kelas Belajar 1) Menumbuhkembangkan kedisiplinan kelompok; 2) Menumbuhkembangkan kemauan/motivasi belajar anggota. b. Wahana Kerjasama Mengembangkan aturan organisasi kelompok. c. Unit Produksi Mengorganisasikan pembagian tugas anggota dan pengurus kelompoktani. 3. Kemampuan melaksanakan, meliputi kegiatan : a. Kelas belajar 1) Melaksanakan proses pembelajaran secara kondusif; 2) Melaksanakan pertemuan dengan tertib. b. Wahana Kerjasama 1) Melaksanakan kerjasama penyediaan jasa pertanian; 2) Melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan; 3) Melaksanakan pembagian tugas; 4) Menerapkan kedisiplinan kelompok secara taat azas; 5) Melaksanakan dan mentaati kesepakatan anggota; 6) Melaksanakan dan mentaati peraturan/perundangan yang berlaku; 7) Melaksanakan pengadministrasian/pencatatan kegiatan kelompok. c. Unit Produksi 1) Melaksanakan pemanfaatan sumberdaya secara optimal; 2) Melaksanakan RDK dan RDKK; 3) Melaksanakan kegiatan usahatani bersama; 4) Melaksanakan penerapan teknologi; 5) Melaksanakan pemupukan dan penguatan modal usahatani; 6) Melaksanakan pengembangan fasilitas dan sarana kerja; 7) Melaksanakan dan mempertahankan kesinambungan produktivitas. 4. Kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan, meliputi kegiatan : a. Mengevaluasi kegiatan perencanaan; b. Mengevaluasi kinerja organisasi/kelembagaan;

21

c. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan kelompoktani; d. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan. 5. Kemampuan

mengembangkan

kepemimpinan

kelompoktani,

meliputi

kegiatan: a. Kelas Belajar 1) Mengembangkan keterampilan dan keahlian anggota dan pengurus kelompoktani; 2) Mengembangkan kader-kader pemimpin; 3) Meningkatkan kemampuan anggota untuk melaksanakan hak dan kewajiban. b. Wahana Kerjasama 1) Meningkatkan hubungan kerjasama dalam pengembangan organisasi; 2) Meningkatkan hubungan kerjasama dalam pengembangan usahatani. c. Unit Produksi 1) Mengembangkan usaha kelompok; 2) Meningkatkan hubungan kerjasama dengan mitra usaha. Instrumen Penilaian Kemampuan Kelompoktani disusun berdasarkan kriteria spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dalam batasan waktu yang jelas untuk mencapai tujuan penilaian dan manfaat dari hasil penilaian kemampuan kelompoktani (BPPSDMP, 2011). Instrumen penilaian dirumuskan dan disusun sesuai format seperti yang tercantum pada Lampiran 3. Tahapan pelaksanaan penilaian kelompoktani adalah sebagai berikut : a. Penetapan Tim Penilai Tim

penilai

kemampuan

kelompoktani

ditetapkan

berdasarkan

Surat

Keputusan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian di tingkat pusat, Kepala Sekretariat Bakorluh/kelembagaan yang menangani penyuluhan di tingkat provinsi dan Kepala Bapeluh/kelembagaan yang menangani penyuluhan di tingkat kabupaten/kota dan kecamatan. b. Pembekalan Tim Penilai Pembekalan bagi anggota tim penilai ditujukan untuk meningkatkan pemahaman terhadap instrumen, cara penggunaannya, metode pengumpulan data di lapangan dan mekanisme penyampaian laporan. Pembekalan tim penilai dilakukan oleh masing-masing kepala unit kerja penyelenggara penyuluhan di pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

22

c. Pengumpulan data, pengolahan dan analisis data; 1) Pengumpulan Data a) Data diperoleh dari anggota dan pengurus kelompoktani; b) Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui pengamatan (observasi), wawancara, angket (kuesioner), dan surat menyurat tercetak dan elektronik. 2) Pengolahan dan Analisis Data a) Sebelum dilakukan pengolahan data terlebih dahulu dilakukan verifikasi data hasil penilaian kemampuan kelompoktani berdasarkan klasifikasi. b) Analisis data dilakukan berdasarkan instrumen penilaian kemampuan kelompoktani untuk selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam penetapan klasifikasi berdasarkan kelas pemula, lanjut, madya dan utama. c) Nilai kemampuan kelompoktani berdasarkan hasil klasifikasi sebagai berikut: - kelas pemula dengan nilai 0-250; (kelas belajar) - kelas lanjut dengan nilai 251-500; (kelas usaha) - kelas madya dengan nilai 501-750; (kelas bisnis) - kelas utama dengan nilai 751-1000. (kelas mitra) d. Pengukuhan kelas kelompoktani Klasifikasi yang dilakukan berdasarkan kemampuan kelompoktani dikukuhkan dengan pemberian sertifikat yang ditandatangani oleh : 1) Kepala Desa untuk sertifikat kelompoktani kelas pemula; 2) Camat untuk sertifikat kelompoktani kelas lanjut; 3) Bupati/Walikota untuk sertifikat kelompoktani kelas madya;

RENCANA KEGIATAN Waktu dan Tempat Praktek Kerja Lapangan (PKL) I dilaksanakan mulai tanggal 15 Mei sampai 11 Agustus 2012, di Desa Telaga Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan.

Materi dan Jadwal 1.

Mengumpulkan Data Primer Dan Sekunder Tingkat Desa Kegiatan mengumpulkan data primer dan sekunder di Desa Telaga Kecamatan Pelaihari direncanakan pada minggu pertama PKL atau minggu ketiga pada bulan Mei 2012. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh data keadaan wilayah dan agroekosistem dengan menggunakan data primer yang diperoleh di lapangan baik dari petani maupun masyarakat yang terkait, maupun data sekunder yang diperoleh dari monografi desa/kecamatan/BPP dan atau dari sumber-sumber lain yang relevan.

2.

Memandu Penyusunan Programa Penyuluhan Desa Kegiatan memandu penyusunan Programa Penyuluhan di Desa Telaga Kecamatan Pelaihari akan dilaksanakan pada minggu pertama bulan Juni 2012.

Penyusunan

Programa

Penyuluhan

Desa

dilakukan

setelah

melakukan identifikasi potensi wilayah dan identifikasi masalah. 3.

Menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian Kegiatan penyusunan Rencana Kerja Tahunan Penyuluh (RKTP) di Desa Telaga Kecamatan Pelaihari akan dilaksanakan pada minggu pertama bulan Juni 2012. Rencana Kerja Tahunan Penyuluh (RKTP) merupakan rencana kegiatan penyuluh dalam kurun waktu setahun yang dijabarkan dari programa penyuluhan yang telah dibuat.

4.

Melakukan Kunjungan pada Petani Perorangan dan Kelompok Kunjungan pada Petani Perorangan dan Kelompok di Desa Telaga Kecamatan Pelaihari akan dilaksanakan selama kegiatan PKL I. Kunjungan pada petani perorangan dilakukan dengan mendatangi rumah atau tempat usaha petani secara perorangan (anjangsana) sedangkan kunjungan pada sasaran kelompok bisa dilakukan dengan mendatangi pertemuan kelompok

24

baik yang rutin maupun yang insidentil dalam rangka memberdayakan kelompok tersebut. 5.

Melaksanakan Demonstrasi Cara Kegiatan Demonstrasi cara mengenai masalah peternakan di Desa Telaga Kecamatan Pelaihari akan dilaksanakan pada minggu kedua bulan Juni 2012. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kecakapan dan keterampilan dari sasaran.

6.

Merencanakan Demonstrasi Usaha Tani melalui Demplot Kegiatan merencanakan demonstrasi usaha tani melalui demplot peternakan di Desa Telaga Kecamatan Pelaihari akan dilakukan selama kegiatan PKL I.

7.

Menjadi Pramuwicara dalam Perencanaan dan Pelaksanaaan Pameran Kegiatan ini dilaksanakan pada saat Dies Natalis STPP Bogor pada tanggal 18-19 April 2012.

8.

Mengajar Kursus Tani Kegiatan mengajar Kursus Tani di Desa Telaga Kecamatan Pelaihari akan dilaksanakan pada Minggu ketiga bulan Juni 2012.

9.

Menumbuhkan Kelompoktani Kegiatan ini akan dilaksanakan di Desa Telaga Kecamatan Pelaihari selama PKL I.

10. Mengembangkan Kelompok dari Pemula ke Lanjut Kegiatan ini akan dilaksanakan di Desa Telaga Kecamatan Pelaihari selama PKL I.

Tabel jadwal kegiatan PKL I bisa dilihat pada Lampiran 4.

25

DAFTAR PUSTAKA

[BPSDMP]. Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. 2009. Modul Pelatihan 1: Identifikasi Potensi Wilayah (PRA dari aspek potensi usaha mikro pertanian baik on farm atau off farm). Jakarta: Departemen Pertanian [BPPSDMP]. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian.

2011.

Pengembangan

Peraturan

Kepala

Sumberdaya

168/Per/SM.170/J/11/11

tentang

Badan

Manusia Petunjuk

Penyuluhan

dan

Pertanian

Nomor

Pelaksanaan

Penilaian

Kemampuan Kelompoktani. Jakarta: Kementerian Pertanian [Deptan]. Departemen Pertanian. 2006. Undang-Undang No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan. Jakarta: Departemen Pertanian [Deptan]. Departemen Pertanian. 2007. Peraturam Menteri Pertanian Nomor 273/Kpts/OT.160/4/2007

Tentang

Pedoman

penumbuhan

dan

pengembangan kelompoktani dan gabungan kelompoktani. Jakarta: Departemen Pertanian. [Deptan]. Departemen Pertanian. 2009a. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 25/Permentan/OT.140/5/2009 tentang Pedoman Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian. Jakarta: Departemen Pertanian. [Deptan]. Departemen Pertanian. 2009b. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 52/Permentan/OT.140/12/2009 tentang Metode Penyuluhan Pertanian. Jakarta: Departemen Pertanian. [FIELD]. FIELD Indonesia (Farmer Initiatives for Ecological Livelihoods and Democracy-Prakarsa petani untuk perikehidupan yang ekologis dan demokratis).

2011.

Sekolah

Lapangan.

http://www.field-

indonesia.org/index.php?option=com_content&view=article&id=27&Itemi d=63&lang=id [27 April 2012]. [Kemeneg PAN]. Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. 2008. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/02/MENPAN/2/2008 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya. Jakarta: Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.

26

Lampiran 1 MATRIKS PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN TAHUN : ……………….

No Keadaan

1

2

Tujuan

Masalah

3

4

Sasaran KEGIATAN PENYULUH AN Keterangan Pelaku Utama Pelaku Petuga Wanita Taruna Petani L P L s P Materi Kegiatan/ Vol. Lokasi Waktu Sumber Penanggung Pelaksana U saha tani tani dewas Metoda Biaya jawab a 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Ke t. : Disahkan oleh Kepala BPP, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Kab/Kota, Ketua Bakor Penyuluhan Provinsi atau Badan Pelaksana sesuai tingkat administrasi pemerintahan.

27

Lampiran 2 RENCANA KERJA TAHUNAN PENYULUH (RKTP) TAHUN : ………………. Nama Tahun Wilayah Kerja

: : : KEGIATAN PENYULUHAN

No.

Tujuan

Masalah

Sasaran

Materi

Kegiatan/ Volume Lokasi Metoda

Waktu

Sumber Biaya

Keterangan Penanggung Pelaksana Jawab

Ket. : Disahkan oleh Kepala BPP, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Kab/Kota, Ketua Bakor Penyuluhan Provinsi atau Badan Pelaksana sesuai tingkat administrasi pe merintahan.

28

Lampiran 3

INSTRUMEN PENILAIAN KEMAMPUAN KELOMPOKTANI (POKTAN)

No.

Aspek dan Indikator Penilaian Kemampuan

I MERENCANAKAN KEGIATAN A Kelas Belajar 1 Kebutuhan belajar a Rencana kegiatan belajar kelompoktani 3 tahun terakhir 1) Ada, • 3 rencana 2) Ada, 2 rencana 3) Ada, 1 rencana 4) Tidak ada b Isi rencana kegiatan belajar kelompoktani 1) Ada, lengkap (lihat bukti fisik) 2) Ada, 3-5 materi 3) Ada, 1-2 materi 4) Tidak ada 2

Pertemuan/musyawarah kelompoktani a Rencana pertemuan/musyawarah kelompoktani 3 tahun terakhir 1) Ada, 3 tahun 2) Ada, 2 tahun berturut-turut 3) Ada, 1 tahun 4) Tidak ada b Rencana frekuensi pertemuan/musyawarah kelompoktani 1) Rencana pertemuan, 2 kali/bulan 2) Rencana pertemuan, 1 kali/bulan (selapanan/35hari) 3) Rencana pertemuan, 1 kali > sebulan (selapanan/35 hari) 4) Tidak ada c Isi rencana pertemuan/musyawarah kelompoktani 1) Ada, lengkap (lihat bukti fisik) 2) Ada, 4-6 topik 3) Ada, 1-3 topik 4) Tidak ada

B Wahana Kerjasama 3 Rencana pemanfaatan sumberdaya a Rencana pemanfaatan sumberdaya (tenaga, sarana, teknologi, modal, pemasaran) 31)tahun Ada,terakhir 3 tahun 2) Ada, 2 tahun berturut-turut 3) Ada, 1 tahun 4) Tidak ada b Isi rencana pemanfaatan sumberdaya 1) Ada, • 5 unsur (lihat bukti fisik) 2) Ada, 3-4 unsur 3) Ada, 1-2 unsur c

4

4) Tidak ada Rencana pemanfaatan sumberdaya dalam pelaksanaan rekomendasi teknologi 3 tahun terakhir 1) Ada, 3 tahun 2) Ada, 2 tahun berturut-turut 3) Ada, 1 tahun 4) Tidak ada

Nilai Maks Aspek

Ada, 3 tahun Ada, 2 tahun berturut-turut Ada, 1 tahun Tidak ada rencana pelestarian lingkungan

1) Ada, • 4 unsur (lihat bukti fisik) 2) Ada, 2-3 unsur 3) Ada, 1 unsur 4) Tidak ada

Bukti Fisik

200 30 15 15 7 2 0 15 15 7 2 0

Rencana kegiatan belajar berisi waktu, materi, fasilitator, peserta, sarana , tempat.

50 20 20 10 3 0 15 15 7 2 0 15 15 7 2 0

Rencana pertemuan/ musyawarah berisi waktu, acara (penggalian dan pemecahan masalah), peserta, sarana , tempat, petugas/penyuluh pertanian, pembiayaan.

30

10 5 1 0

10

10 10 5 1 0

Merencanakan pemanfaatan sumberdaya meliputi: tenaga, sarana, teknologi, modal/kredit, pemasaran, pengolahan hasil.

10 10 5 1 0 30

Rencana pelestarian lingkungan a Rencana pelestarian lingkungan selama 3 tahun terakhir (pemanfaatan limbah pertanian, pengendalian organisme pengganggu tanaman, melaksanakan pertanian organik, pemanfaatan sumberdaya air secara efisien) 1) 2) 3) 4) b Isi

Nilai Maks Indikator

15

15 8 3 15 15 7 2 0

Rencana pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah pertanian, pengendalian organisme pengganggu tanaman, melaksanakan pertanian organik, pemanfaatan sumberdaya air secara efisien.

29

Aspek dan Indikator Penilaian Kemampuan

No.

C Unit Produksi Rencana kebutuhan definitive kegiatan selama 3 tahun terakhir 5 a Rencana Definitif Kelompok (RDK) 1) Ada, 3 tahun 2) Ada, 2 tahun berturut-turut 3) Ada, 1 tahun 4) Tidak ada b Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) 1) Ada, 3 tahun 2) Ada, 2 tahun berturut-turut 3) Ada, 1 tahun 4) Tidak ada 6

Rencana kegiatan usaha kelompoktani 3 tahun terakhir a Rencana kegiatan usaha (3 tahun terakhir) 1) Ada, 3 tahun terakhir 2) Ada, 2 tahun terakhir 3) Ada, 1 tahun terakhir 4) tidak ada b Rencana kegiatan usaha (usahatani berdasarkan analisa usaha, peningkatan usaha kelompok, produk sesuai permintaan pasar, pengolahan dan pemasaran hasil, penyediaan jasa) 1) Rencana • 5 unsur 2) Rencana • 3 unsur 3) Rencana • 1 unsur 4) Tidak ada

II MENGORGANISASIKAN KEGIATAN A Kelas Belajar 1 Menumbuhkembangkan kedisiplinan kelompok a Kehadiran anggota dalam pertemuan/musyawarah 1) > 75 % hadir 2) 50 - 75% hadir 3) < 50% hadir b Kehadiran anggota dalam kegiatan kelompok 1) > 75 % hadir 2) 50 - 75% hadir 3) < 50% hadir c Kemauan/motivasi belajar anggota kelompok 1) > 75 % anggota aktif 2) 50 - 75% anggota aktif 3) < 50% anggota aktif B Wahana Kerjasama Mengembangkan aturan tertulis organisasi kelompok 2 (pertemuan, keuangan, keikutsertaan dalam kegiatan, perjanjian dengan pihak lain) a Pengorganisasian kelompoktani 1) Ada, • 4 unsur (lihat bukti fisik) 2) Ada, 2-3 unsur 3) Ada, 1 unsur 4) Tidak ada b Isi aturan kelompok 1) Ada, • 3 unsur (lihat bukti fisik) 2) Ada, 2 unsur 3) Ada, 1 unsur 4) Tidak ada c Mentaati Kesepakatan(Interaksi dengan kelompok lain) 1) > 75 % kesepakatan dilaksanakan 2) 50 - 75% kesepakatan dilaksanakan 3) < 50% kesepakatan dilaksanakan d Mentaati Peraturan 1) > 75 % mentaati peraturan 2) 50 - 75% mentaati peraturan 3) < 50% mentaati peraturan C Unit Produksi 3 Mengembangkan usahatani kelompok a Pengorganisasian pembagian tugas anggota dan pengurus kelompoktani 1) > 75 % anggota menyatakan sudah ada pembagian tugas 2) 50 - 75% anggota menyatakan sudah ada pembagian tugas 3) < 50% anggota menyatakan sudah ada pembagian tugas

Nilai Nilai Maks Maks Aspek Indikator

Bukti Fisik

30 15 15 8 3 0

15 15 7 2 0 30 15

Rencana usaha tertulis

15 7 2 0

15 7 2 0

15

100 30 10 10 5 1

Unsur-unsur pengorganisasian kelompoktani meliputi: pengukuhan kelompoktani, struktur organisasi, uraian tugas, aturan kelompok/ADART

10 10 5 1 10 10 5 1

50 15 15 7 2 0 15 15 7 2 0 10 10 5 1 10 10 5 1

20 10 10 5 1

Aturan kelompoktani meliputi aturan-aturan: pertemuan, keuangan, keikutsertaan dalam kegiatan.

30

No.

Aspek dan Indikator Penilaian Kemampuan b Pengorganisasian pengembangan usahatani kelompok (unit saprodi, unit pemasaran, unit produksi, unit 1) Ada, â&#x20AC;˘ 3 unsur panen, unit permodalan pengolahan/pasca 2) Ada, 2 unsur 3) Ada, 1 unsur 4) Tidak ada

III KEMAMPUAN MELAKSANAKAN KEGIATAN A Kelas belajar 1 Melaksanakan proses pembelajaran a Frekuensi pembelajaran 1) > 75 % rencana pembelajaran dilaksanakan 2) 50% - 75% rencana pembelajaran dilaksanakan 3) 10% - 50% rencana pembelajaran dilaksanakan 4) Tidak dilaksanakan b Rata-rata kehadiran anggota dalam pembelajaran 1 tahun terakhir 1) > 75 % anggota kelompoktani hadir 2) 50% - 75% anggota kelompoktani hadir 3) 25% - 50% anggota kelompoktani hadir 4) < 25% anggota kelompoktani hadir c Manfaat pembelajaran kelompoktani untuk anggota 1) > 75 % anggota merasakan manfaat 2) 50 - 75% anggota merasakan manfaat 3) < 50% anggota merasakan manfaat 4) 100% anggota tidak merasakan manfaat 2

Melaksanaan pertemuan dengan tertib a Pelaksanaan pertemuan kelompoktani 3 tahun terakhir 1) Ada, 3 tahun 2) Ada, 2 tahun berturut-turut 3) Ada, 1 tahun 4) Tidak ada b Frekuensi pertemuan kelompoktani 1) Pelaksanaan pertemuan, 2 kali/bulan 2) Pelaksanaan pertemuan, 1 kali/bulan 3) Pelaksanaan pertemuan, 1 kali > sebulan 4) Tidak ada c Materi pertemuan kelompoktani 1) Ada, lengkap 2) Ada, 4-8 unsur 3) Ada, 1-3 unsur 4) Tidak ada

B Wahana Kerjasama 3 Melaksanakan kerjasama penyediaan jasa pertanian a Ada, â&#x20AC;˘ 5 unsur yang dilaksanakan b Ada, 2-4 unsur yang dilaksanakan c Ada, 1 unsur yang dilaksanakan d Tidak ada 4

5

6

Pelestarian lingkungan a Pelaksanaan pelestarian lingkungan selama 3 tahun terakhir 1) Ada, 3 tahun 2) Ada, 2 tahun berturut-turut 3) Ada, 1 tahun 4) Tidak ada b Ruang lingkup pelestarian lingkungan 1) Ada, â&#x20AC;˘ 4 unsur (lihat bukti fisik) 2) Ada, 2-3 unsur 3) Ada, 1 unsur 4) Tidak ada Menerapkan kedisiplinan kelompok secara taat azas a > 75 % anggota disiplin dan tanggung jawab b 50% - 75% anggota disiplin dan tanggung jawab c 10% - 50% anggota disiplin dan tanggung jawab d < 10% anggota disiplin dan tanggung jawab Melaksanakan pembagian tugas anggota a Sudah ada kepengurusan (ketua, sekretaris, bendahara dan seksi) dan aktif dalam organisasi b Sudah ada kepengurusan (ketua, sekretaris, bendahara) dan aktif dalam organisasi c Sudah ada kepengurusan (ketua, sekretaris, bendahara dan seksi) tetapi tidak aktif dalam organisasi d Sudah ada kepengurusan (ketua, sekretaris, bendahara) tetapi tidak aktif dalam organisasi

Nilai Maks Aspek

Nilai Maks Indikator

Bukti Fisik

10 10 5 1 0 400

Laporan pelaksanaan pembelajaran, modul,

45 15 15 7 2 0 15

Daftar hadir peserta,

15

Penerapan oleh anggota

15 7 2 0 15 7 2 0 45 15 15 7 2 0 15

Daftar hadir, laporan pelaksanaan/notulen, dokumentasi

15

Materi pertemuan/musyawarah antara lain masalah dan pemecahan masalah, evaluasi pelaksanaan kegiatan, penyalura sarana produksi, penyaluran modal, pelaksanaan kemitraan, analisa usaha, pelestarian lingkungan, pembinaan administrasi dan manajemen kelembagaan, antsipasi perubahan iklim.

15 7 2 0 15 7 2 0

15 15 7 2 0

15 7 2 0 15 15 7 2 0

2 0

Laporan, dokumentasi, Pelaksanaan pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah pertanian, pengendalian organisme pengganggu tanaman, melaksanakan pertanian organik, pemanfaatan sumberdaya air secara efisien

15

Daftar hadir, buku simpan pinjam, laporan keuangan

15

Daftar hadir kegiatan

15 7 2 0

7

Unsur kerjasama meliputi: sarana produksi, pengolahan, pemasaran, sumber informasi dan sumber permodalan

Bukti fisik: Mou dan laporan kerjasama

30 15

15

Daftar hadir, laporan pelaksanaan/notulen, dokumentasi

31

Aspek dan Indikator Penilaian Kemampuan

No. 7

8

9

Nilai Maks Aspek

15

Melaksanakan dan mentaati kesepakatan anggota a > 75 % kesepakatan dilaksanakan anggota b 50% - 75%kesepakatan dilaksanakan anggota c 10% - 50% kesepakatan dilaksanakan anggota d < 10% kewajiban kelompok dilaksanakan sesuai perjanjian

15 7 2 0

Melaksanakan dan mentaati peraturan/perundangan yang berlaku a > 75 % anggota mentaati peraturan/perundangan b 50% - 75% anggota mentaati peraturan/perundangan c 10% - 50% anggota mentaati peraturan/perundangan d < 10% anggota mentaati peraturan/perundangan

15 7 2 0

Melaksanakan pencatatan kegiatan kelompok a Dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti b Dilakukan evaluasi dan tidak ditindaklanjuti c Tidak dilakukan evaluasi

15 7 2

C Unit Produksi 10 Pemanfaatan sumberdaya a Pelaksanaan pemanfaatan sumberdaya 3 tahun terakhir 1) Ada, 3 tahun 2) Ada, 2 tahun berturut-turut 3) Ada, 1 tahun 4) Tidak ada b Pemanfaatan sumberdaya 1) Ada, â&#x20AC;˘ 4 unsur 2) Ada, 2-3 unsur 3) Ada, 1 unsur 4) Tidak ada Realisasi RDK dan RDKK a Realisasi Rencana Definitif Kelompok (RDK) 1) > 75 % RDK dilaksanakan 2) 50% - 75% RDK dilaksanakan 3) 10% - 50% RDK dilaksanakan 4) Tidak dilaksanakan b Realisasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) 1) > 75 % RDK dilaksanakan 2) 50% - 75% RDK dilaksanakan 3) 10% - 50% RDK dilaksanakan 4) Tidak dilaksanakan 12 Melaksanakan kegiatan usahatani bersama a Ada, â&#x20AC;˘ 4 unsur yang dilaksanakan

13 Penerapan teknologi yang direkomendasikan a > 75 % telah menerapkan rekomendasi teknologi b 50 - 75% telah menerapkan rekomendasi teknologi c < 50% telah menerapkan rekomendasi teknologi d Tidak ada 14 Pemupukan dan penguatan modal usaha a Mampu memupuk modal 1) Mampu memupuk modal, baik melalui perbankan, tabungan anggota, penyisihan hasil usaha/simpan 2) pinjam/pendapatan Mampu memupuk modal baik melalui tabungan anggota/ penyisihan dari usaha kelompok hasil usaha/ simpan pinjam/ pendapatan dari usaha kelompok 3) Bantuan pemerintah 4) Tidak ada pemupukan modal b Mampu mengembangkan modal usaha 1) Penambahan modal > 50% per tahun 2) Penambahan modal 20% - 50% per tahun 3) Penambahan modal kurang dari 20% per tahun 4) Tidak ada pemupukan modal c Penguatan Modal Kelompok 1) Swadaya kelompok a). > 75 % modal kelompok b). 50 - 75% modal kelompok c). < 50% modal kelompok 2) Pihak lain a). > 75 % modal kelompok b). 50 - 75% modal kelompok

Bukti Fisik MOU kelompok dan laporan pelaksanaan

15

15

30 15 15 7 2 0

Unsur terdiri dari tenaga kerja, sarana, teknologi, modal dari kelompok. Bukti fisik dari laporan keuangan, laporan kegiatan, sarana produksi yang dimanfaatkan.

15 15 7 2 0

11

b Ada, 2-3 unsur yang dilaksanakan c Ada, 1 unsur yang dilaksanakan d Tidak ada

Nilai Maks Indikator

30 15 15 7 2 0 15

Bukti penyaluran pupuk, benih, dan saprodi lainnya

15

Unsur meliputi: pembenihan/penangkaran, penanaman, pengolahan dan pemasaran

15 7 2 0 15 7 2 0

Bukti fisik: Observasi lapangan, laporan usaha tani, laporan keuangan

15 15 7 2 0

15 7 2 0 15 15 7 2

35 15

15 7 1 10 10 5

Unsur: rekomendasi pupuk berimbang, PHT, alat mesin pertanian, pupuk organik Bukti fisik: laporan pelaksanaan kegiatan, observasi lapangan, dokumentasi

65 15

0

Bukti penyaluran pupuk, benih, dan saprodi lainnya

Laporan keuangan

32

No.

Aspek dan Indikator Penilaian Kemampuan c). < 50% modal kelompok d). Tidak ada 3) Bantuan pemerintah a). > 75 % modal kelompok b). 50 - 75% modal kelompok c). < 50% modal kelompok d). Tidak ada 15

16

Pengembangan Fasilitas/Sarana Kerja a Tersedia sesuai kebutuhan anggota dan dimanfaatkan pihak lain b Tersedia sesuai kebutuhan anggota c Tersedia tidak sesuai kebutuhan d Tidak tersedia

Ada peningkatan produktivitas > 5% Ada peningkatan produktivitas 3-5% Ada peningkatan produktivitas 1-3% Tidak ada peningkatan produktivitas

IV KEMAMPUAN MELAKUKAN PENGENDALIAN DAN PELAPORAN KEGIATA 1 Mengevaluasi Kegiatan Perencanaan a Evaluasi RDK 1) Dilakukan evaluasi 3 tahun berturut-turut dan hasilnya untuk bahan perencanaan periode selanjutnya 2) Dilakukan evaluasi 2 tahun berturut-turut dan hasilnya digunakan untuk bahan perencanaanperiode selanjutnya 3) Dilakukan evaluasi tetapi tidak ditindaklanjuti 4) Tidak dilakukan evaluasi b Evaluasi RDKK 1) Dilakukan evaluasi 3 tahun berturut-turut dan hasilnya untuk bahan perencanaan periode selanjutnya 2) Dilakukan evaluasi 2 tahun berturut-turut dan hasilnya digunakan untuk perencanaan selanjutnya 3) bahan Dilakukan evaluasi periode tetapi tidak ditindaklanjuti 4) Tidak dilakukan evaluasi c Evaluasi kegiatan kelompok 1) Dilakukan evaluasi selama 3 tahun berturut-turut dan hasilnya untuk bahan selanjutnya 2) perencanaan Dilakukan evaluasi selama 2 tahun berturut-turut dan hasilnya digunakan untuk bahan perencanaan selanjutnya 3) Dilakukan evaluasi tetapi tidak ditindaklanjuti 4) Tidak dilakukan evaluasi d Evaluasi Produktivitas Kelompok 1) Dilakukan evaluasi dan hasilnya sebagai bahan rencana usaha tani selanjutnya 2) Dilakukan evaluasi dan tidak sebagai bahan rencana usaha tani selanjutnya 3) Tidak dilakukan evaluasi e Evaluasi Pendapatan Usahatani 1) Dilakukan evaluasi dan hasilnya sebagai bahan rencana usaha tani selanjutnya 2) Dilakukan evaluasi dan tidak sebagai bahan rencana usaha tani selanjutnya 3) Tidak dilakukan evaluasi

3

Menevaluasi kinerja organisasi/kelembagaan a Dilakukan evaluasi berturut-turut selama 3 tahun dan ditindaklanjut b Dilakukan evaluasin selama 2 tahun dan tidak ditindaklanjuti c Dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti d Tidak dilakukan evaluasi Mengevaluasi Pelaksanaan Kegiatan Kelompoktani a Melaksanakan kesepakatan kelompok tani 1) Dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti 2) Dilakukan evaluasi dan tidak ditindaklanjuti 3) Tidak dilakukan evaluasi b Melaksanakan kerjasama penyediaan jasa pertanian (sarana produksi, pengolahan, pemasaran, sumber 1) Dilakukan dan ditindaklanjuti informasi, dan evaluasi sumber permodalan) 2) Dilakukan evaluasi dan tidak ditindaklanjuti 3) Tidak dilakukan evaluasi c Melaksanakan usaha bersama (penangkaran benih, penanaman, pengolahan dan pemasasaran) 1) Dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti 2) Dilakukan evaluasi dan tidak ditindaklanjuti 3) Tidak dilakukan evaluasi d Melaksanakan penerapan teknologi 1) Dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti 2) Dilakukan evaluasi dan tidak ditindaklanjuti 3) Tidak dilakukan evaluasi

Nilai Maks Indikator

Bukti Fisik

1 0 10 10 5 1 0 15 15 7 2 0 20

Melaksanakan dan mempertahankan kesinambungan produktivitas a b c d

2

Nilai Maks Aspek

20 10 3 0

Ada surat keterangan dari Bupati/Walikota/instansi kabupaten/kota

150 50 Unsur evaluasi 10 perencanaan:RDK/RDKK, peningkatan kegiatan usaha, kinerja

pengurus, pelaksanaan kegiatan, penyediaan jasa pertanian, penerapan teknologi, pemupukan/penguatan modal,

1 5 0 10

Laporan evaluasi RDKK

10

Laporan evaluasi kegiatan kelompok

10 1 5 0

10 1 5 0 10 5 1 2

10

10 10 5 1 15

Laporan evaluasi

15 7 2 0 70 10 10 5 1 Laporan evaluasi

10 5 1

10

10 5 1

10

10 10 5 1

Laporan evaluasi

33

No.

Aspek dan Indikator Penilaian Kemampuan

4

e Melaksanakan pemupukan modal usaha tani 1) Dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti 2) Dilakukan evaluasi dan tidak ditindaklanjuti 3) Tidak dilakukan evaluasi f Melaksanakan penguatan modal kelompok 1) Dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti 2) Dilakukan evaluasi dan tidak ditindaklanjuti 3) Tidak dilakukan evaluasi g Melaksanakan pengembangan fasilitas/sarana kerja 1) Dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti 2) Dilakukan evaluasi dan tidak ditindaklanjuti 3) Tidak dilakukan evaluasi Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan secara tertib a Membuat laporan bulanan, triwulan, dan tahunan b Membuat laporan triwulan, dan tahunan c Membuat laporan tahunan d Tidak membuat laporan

V KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN KEPEMIMPINAN KELOMPOK A Kelas Belajar 1 Mengembangkan keterampilan dan keahlian anggota dan pengurus kelompoktani a > 75 % anggota menyatakan adanya pengembangan keterampilan dan keahlian b 50 - 75% anggota menyatakan adanya pengembangan keterampilan dan c <keahlian 50% anggota menyatakan adanya pengembangan keterampilan dan keahlian d Tidak ada 2

Pengembangan kader Kepemimpinan a adanya rotasi kepengurusan setiap 5 tahun sekali b adanya rotasi kepengurusan setiap 10 tahun sekali c adanya rotasi kepengurusan 15 tahun sekali d adanya rotasi kepengurusan > 15 tahun sekali

3 Meningkatkan Kemampuan Anggota untuk Memperoleh Hak dan Kewajiban a Anggota memperoleh hak 1) > 75 % anggota memperoleh hak sesuai aturan yang telah ditetapkan 2) 50 - 75% anggota memperoleh hak sesuai aturan yang telah ditetapkan 3) < 50% anggota memperoleh hak sesuai aturan yang telah ditetapkan 4) Tidak ada b Melaksanakan Kewajiban 1) > 75 % anggota telah melaksanakan kewajiban sesuai aturan yang telah50 - 75% anggota telah melaksanakan kewajiban sesuai aturan yang 2) telah 3) < 50% anggota telah melaksanakan kewajiban sesuai aturan yang telahTidak ada 4) B Wahana Kerjasama 4 Pengembangan organisasi antar unit otonom (unit produksi, unit saprodi, unit pengolahan, unit pemasaran, unit a Hubungan antarkelompok unit otonom berjalan sangat baik permodalan)dalam b Hubungan antar unit otonom berjalan cukup baik c Hubungan antar unit otonom berjalan kurang baik d Tidak ada hubungan 5

Hubungan Kerjasama dengan Mitra a Bermitra dan ada MOU b Bermitra dan tidak ada MOU c Tidak bermitra

C Unit Produksi 5 Pengembangan usaha kelompok a Usaha kelompok tani dikembangkan melalui perhimpunan/Badan Usaha Milik Petani (BUMP) b Usaha kelompok tani dikembangkan melalui Gapoktan/asosiasi c Usaha kelompok tani dikembangkan dalam kelompok sendiri 6

Meningkatkan hubungan kerjasama dengan mitra usaha a Adanya hubungan kerjasama dengan pengusaha b Adanya hubungan kerjasama antar kelompok diluar desa c Adanya hubungan kerjasama antar kelompok didalam

Nilai Maks Aspek

Nilai Maks Indikator

Bukti Fisik

10 10 5 1 10 10 5 1 10 10 5 1 15 15 7 2

150 20 20 10 3

20 20 10 3

30 15 15 7 2 20 20 10 3

20 20 10 3

20 20 10 3

20

10 20 3 20 10 3

20 1,000

Kelas Kelas Kelas Kelas

pemula lanjut madya utama

0 - 250 251-500 501-750 751-1000

34

Lampiran 4

Tabel Jadwal Kegiatan Bulan No

Kegiatan

Mei

Juni

Juli

Agustus

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1.

Mengumpulkan Data Primer dan Sekunder Tingkat Desa

2.

Memandu Penyusunan Programa Penyuluhan Desa

3.

Menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluh

4.

Melakukan Kunjungan Pada Petani Perorangan dan Kelompok

5.

Melaksanakan Demonstrasi Cara

6.

Merencanakan Demonstrasi Usaha Tani melalui Demplot

7.

Menjadi Pramuwicara dalam Perencanaan dan Pelaksanaaan Pameran

8.

Mengajar Kursus Tani

9.

Menumbuhkan Kelompoktani

10.

Mengembangkan Kelompok dari Pemula ke Lanjut

Dilaksanakan pada saat Dies Natalis STPP Bogor


Proposal PKL I