Issuu on Google+

IDENTITAS Group mengucapkan

Selamat dan Sukses atas terselenggaranya

TOMOHON INTERNATIONAL FLOWER FESTIVAL (TIFF) 8-12 Agustus 2012

k a j Se hun Ta 006 2

EDISI 91, BULAN AGUSTUS 2012, Harga Rp. 5.000,-

WomenÂ’s Image Of Minahasa Baca Halaman 2

Kabasaran Dance Baca Halaman 9

Jang LUPA KLIK ! LIPUTAN LENGKAP TIFF 2012

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman, SE,Ak

www.identitasnews.com

Say it With

Flowers Jangan Lewatkan B e r i t a T e r b a r u , T e r c e p a t , T e r p e r c a y a

www.identitasnews.com

EDITORIAL EDISI 91, AGUSTUS 2012

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Up Lips Manado

Antara Peranan KB dan Kasus Aborsi ADA beberapa derah yang mendapat penghargaan karena program KB dianggap berhasil salah satunya adalah kabupaten Minahasa Selatan. Di daerah lain seperti Situbondo misalnya, Pemkab setempat dengan dukungan TP PKK Jatim, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Jatim, dan BKKBN Jatim berhasil memecahkan rekor MURI karena mampu mencapai akseptor untuk jenis KB dengan vasektomi. Penghargaan serupa juga di terima kabupaten Mojokerto karena berhasil mencapai akseptor KB baru sebanyak 8.276 dalam sehari. Dan atas keberhasilan tersebut kedua kepala daerah mendapat penghargaan dari Presiden berupa Manggala Karya kencana seperti di Minahasa Selatan dari tahun 2008 hingga 2009, pencapaiannya lebih tinggi dari Kabupaten kota lainnya si Sulut. Apa Maknanya? tidak lain untuk memacu gairah daerah untuk peduli dengan persoalan pertumbuhan penduduk. Beberapa daerah yang sebelumnya mengabaikan angka pertumbuhan penduduk yang tinggi kini mulai melirik masalah tersebut. Selanjutnya program KB yang di pilih dan di tempatkan pada posisi stategis dalam scenario pembangunan di daerah utamanya, dalam rangka mendukung program pengetasan kemiskinan yang berkaitan erat dengan meledaknya dengan jumlah populasi penduduk. Kreativitas daerah untuk memacu angka kepesertaan KB sebagaimana dipaparkan Dr Louis Pongjow tentu saja melegakan. Jika semua daerah mempunya kepedulian dan kesungguhan untuk ikut serta terlibat dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di daerah masingmasing, maka pertumbuhan penduduk saat ini tidak berimbang dengan pertumbuhan ekonomi akan bisa ditekan. Dan tentu upaya untuk mewujudkan kesejahtraan masyarakat akan lebih mudah untuk dicapai. Pergaulan diluar adat ketimuran Diluar Kelegaan hati, mendengar dan menyimak begitu gairahnya beberapa daerah untuk ikut serta dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, ada “kejutan lagi” meski sebenarnya sudah semarak terdengar, yaitu terungkapnya kasus siswi kelas X SMA 12 Surabaya yang membunuh bayi yang baru saja dilahirkan. Dari publikasi media orang orang juga bisa membayangkan betapa “kejamnya” siswi tersebut yang tega mencekik bayinya sendiri. Kasusnya terungkap setelah pelaku membuang bayi di lingkungan sekolah. Gerak cepat pihak kepolisian dan sekolah, akhirnya berhasil menemukan ibu yang membuang bayi tersebut yang tak lain adalah siswi di sekolah yang bersangkutan. Di lain pihak berdasarkan sosiali LSM Manasye Sulawesi Utara beberapa waktu lalu ternyata terungkap beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sulut, setidaknya kurang lebih 2 kasus ditemukan siswi sekolah telah melakukan hubungan seks yang terungkap. Lantas, muncul pertanyaan apa hubungannya antara program KB yang disodorkan pada awal tulisan ini dengan kasus aborsi yang dilakukan oleh siswi SMA 12 Surabaya tersebut? Kalau dilihat sepintas barangkali tidak ada korelasinya, namun bila dicermati lebih dalam maka sesungguhnya kasus aborsi teleh mengirim pesan kepada warga, khususnya para pegiat program KB bahwa ada aspek yang terlupakan dalam dalam kampanye program program KB. Salah satunya adalah minimnya perhatian dan energi untuk menggarap sektor remaja dan pelajar untuk meletakan mindset tentang program KB. Pada suatu sisi, sebagaimana diulas pada awal tulisan ini tentu bersepakat bila gairah dan kepedulian daerah untuk ikut menggelorakan kembali program KB layak untuk diaperesiasi positif. Dan untuk itu perlu mencontoh pengalaman baik yang dilakukan Pemkab Situbondo maupun Pemkab malang serta Pemkab Minahasa Selatan dalam memacu angka akseptor KB di wilayahnya. Namun, fakta terungkap pada fase usia sekolah sesungguhnya telah membuktikan bahwa lalai menggarap sektor ini secara lebih serius. Program KB seolah hanya difokuskan sebagaimana menggarap pasangan suami-istri yang telah sah menikah untuk diberi pemahaman dan pengertian tentang pentingnya membangun keluarga kecil yang bahagia dan sejahtra. Sementara bagaimana menanamkan nilai-nilai untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtra yang harus disamaikan sejak dini malah tidak dilakukan. Program KB seolah hanya mengajarkan kontrasepsi dan bagaimna memakainya, dan lupa bahwa anak-anak sekolah juga perlu diberi pemahaman, bagaimana menjaga dirinya agar kelak bisa membangun keluarga yang bahagia. Kasus “perkawinan karena kecelakaan” atau aborsi akibat hubungan diluar pernikahan yang banyak menimpa pelajar, sejatinya telah mengingatkan bahwa masa remaja bisa menjadi awal persoalan bagi masa depan mereka sendiri. Dari pemberitaan di media juga menjelaskan bahwa mayoritas siswi pelaku aborsi adalah berasal dari keluarga yang tengah dilanda konflik. Fakta ini member pesan bahwa dalam struktur keluarga yang dilanda konflik atau dalam tekanan ekomomi akan berdampak kurang baik dalam perkembangan kejiwaan anak. Selain itu penerapan akan pentingnya seks education bagi anak masih kurang diperhatikan karena masih dilirik sebelah mata karena dianggap tabu. Imbas paling mudah dirasakan adalah minimnya perhatian dan pengawasandan pemenuhan kebutuhan ekonomi akan lebih memungkinkan tercapai. Selanjutnya Bagaimana? Terungkapnya kasus kelahiran diluar pernikahan hanyalah puncak gunung es dari masalah remaja. Fakta tersebut seharusnya tidak mengagetkan karena banyak hasil penilitian yang mengungkap gaya pergaulan pelajar dan remaja utamanya di kotakota besar. Diluar factor tersebut, persoalan yang harus dipikirkan juga adalah menyangkut sikap terhadap siswi atau pelajar yang melakukannya? Dalam perspektif tertentu, apa yang dilakukan pelajar tersebut merupakan pelanggaran etika, norma, juga hukum. Dengan demikian, membiarkan hal itu terjadi dengan dalih masih anak-anak dan menganggapnya tidak ada masalah jelas bukan penyelesaian yang bijak. Namun, pada sisi lain memberi hukumam tegas dan mempidanakan juga bukan penyelesaian yang adil karena mematikan masa depannya. Negeri ini memang memiliki lembaga pemasyarakatan untuk anak-anak tetapi adakah yang mau memikirkan bagaimana kelanjutan dan nasib study mereka. Kasus hukum yang menimpa anak-anak hendaknya tidak sampai ikut mencabut hak mereka untuk menikmati dan menyelesaikan pendidikanya. Jawaban adalah peran serta kita dan orang tua bersama steak holder.(glorya)

I DENTITAS TA BL OID

2

Women’s image of Minahasa M

INAHASA started with the Lingkanbene role as the guardian birth of the human creation of goddess of birth and the source a woman named Lumimuut. of origin of agricultural tradition Apart from the many connotations by: in Minahasa, which is generally Lumimuut story which then has a son Efraim Lengkong controlled by women. For exnamed Toar. As adults Toar fell in love ample, in a vegetable farm in with her . This story almost has in comModoinding, usually done by mon with Oedipus in Greek mythology women. While the descendants and the story Sangkuriang in western Lingkanbene and Crito, a source Java. of agriculture in Tonsea (North Minahasa). Lumimuut Toar legend and a source of authentic Margaretha Augustin Liwoso Carle, the doctoral study keasalan the Minahasa people who have a tradition of (2005), women born Romboken been investigating in having an affair with collateral. Toar descent and depth, how the discourse of women associated with the Lumimuut explain how humans Minahasa put descenMinahasa traditional values and modernization today. dants to have close biological properties coupled with Liwoso Carle in discourse analysis of women’s image strong kealaman. in connection with the Minahasa traditional values and Toar and Lumimuut marriage occurred after they were modernization, an approach onterdisipliner, replied that separated Karema, carrying a stick of stem Tuis. Both the role of women in the history of this region (Minahasa) cane rod tuis was given by “Karema, known as the godhas undergone emancipation was initiated long before dess of heaven. Karema provide tuis halves, it does not what Kartini in Java as the women’s movement. consider that it is a plant stem tuis living. But specifically the development of women’s emanLumimuut Toar next meeting and embodied in a marcipation Minahasa not solely demand for Rights and riage on the grounds that had the same tuis rod, now Equality mere similarity. There is a place of discourse has different lengths. In psychological processes, crethat highlighted women’s role in exploring Minahasa, ation, and the meeting between mother and child marsuch as the traditional discourse related to cultural views riage, is a cultural product of an affair or get married that took place in the community Minahasa. Specifically with their own offspring. regarding the mythology that lived in Minahasa commuIn their marriage, childbirth nity. Lumimuut approximately 27 offMythology discourse explains the origin of the ancesspring, one of their daughters, tors of Minahasa from “Karema - Lumimuut”. Signifinamed Lingkanbene. In a trip to cantly the traditional discourse has presented female Wenang (Manado), Toar Lingcharacters Minahasa, Such as: Walanda Maramis, kanbene brought her daughter Anneke Lapaian Pangkey, Sopie Pandean Cornelia, and to the port of Manado, that’s leaders of Minahasa other women. where a meeting was held Strong role of women in those days gave to underbetween Lingkanbene stand that the Minahasa first adopts a “matriarchal”. with Italian seamen The system is hardly changed shape during the named “Aruns Crito, reign of the Netherlands until the modern and people called women’s Minahasa current phase. him Arrorz TomOn the other hand in the developbulu Kerito. ment of technology and rapid globalBrief stories ization, women’s Minahasa a negative trend that is often spoofed by the name “Lip Manado”. This streotipe picture was contained in the novel “Imipramini” (2004) Jusuf Novarianti work, which depicts a young woman is sexually permissive Manado. Yet it is not just limited to that. Often sensual and permissive context is defined in the uncomfortable logic. Because it means receptive female sensuality Minahasa plus easily purchased to do anything. This general picture needs to reviewed from various perspectives and local governments are expected to play an important role in restoring the image, figure, female behavior Minahasa, so that women’s moral culture and Minahasa in North Sulawesi has a generally positive picture and objective. Because the broad perspective elaborated Lumimuut will show that the offspring is the figure of an intelligent, aggressive, bold and full kelugasan argued. Not surprisingly, when the world was the attraction’s emancipation, women Minahasa is described first. (*)

Prof.DR. Margaretha Liwoso Carle

Jangan Lewatkan B e r i t a T e r b a r u , T e r c e p a t , T e r p e r c a y a

www.identitasnews.com

LIPUTAN KHUSUS EDISI 91, AGUSTUS 2012

I DENTITAS TA BL OID

3

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Tondano Melawan Sebuah kisah pada 1801, sebuah perlawanan yang dilakukan pemimpin Tondano Gerrit Wuisang terhadap kolonisasi Belanda. Sang Tona’as membeli senapan, mesiu dan meriam dari Inggris setelah sejak lama menolak ikut membayar pajak dan sistem upeti lainnya yang dikembangkan penjajah.

P

ERLAWANAN Tondano dipicu ketika Negeri Atep-Kapataran diserang serdadu Kora-kora Ternate atas suruhan Belanda. Perlawanan diteruskan Tewu (Touliang) dan Ma’alengen (Toulimambot). Orang Tondano merasa yakin bahwa pemukiman mereka di atas air muara tepi danau sulit diserang Belanda, tidak seperti pemukiman walak-walak Minahasa lainnya. 5 tahun kemudian, dimulailah kisah Benteng Moraya. Tondano di bawah pimpinan Kilapong, Sarapung dan Korengkeng mengikat perjanjian dengan walak-walak lainnya untuk angkat senjata serta menyuplai perbekalan ke dalam benteng. Sementara pihak lawan bersekutu dengan sedadu dari Gorontalo, Sangihe, Tidore, Ternate, Jawa dan Ambon mendirikan tenda-tenda di Tataaran. Kemenangan penting diraih pasukan Jacob Korompis yang menyerang tenda-tenda Belanda di Koya pada malam hari. Jacob berhasil merebut amunisi dan senjata milik Belanda. 2 Juni 1809, Belanda melakukan perjanjian dengan kepala-kepala walak Minahasa lainnya. Kemudian pasukan–pasukan yang bukan orang Tondano mulai meninggalkan Benteng Moraya karena bahan makanan terus berkurang. Dan yang tertinggal adalah pasukan dari Tomohon dan Kalabat. Kendati pada akhirnya Benteng Moraya rata tanah, namun Tewu (Touliang), Mamahit (Remboken), Matulandi (Telap) dan Theodorus Lumingkewas (Touliang) —para Tona’as perang Tondano, tetap dikenang. Keberanian memang mengalir dalam darah orang-orang yang tinggal di pesisir danau itu. Pasrah pada penindasan bukan pilihan.Kini memang musuh warga Tondano bukan lagi Belanda. Ancaman yang dihadapi bisa disebut kondisi tanpa perubahan, semacam status quo yang terus merongrong pola hidup warganya. Namun yang aneh, orang Tondano seperti terkungkung pada keadaan itu. Seperti tak peduli dan tak peka, sehingga tidak pernah bertanya mengapa daerahnya tetap tua dan terhisap waktu, sementara daerahdaerah lainnya berjalan maju. Seperti tidak ada lagi terbersit seperti dulu untuk melawan rezim penjajah, padahal darah perlawanan untuk melakukan perubahan sebenarnya sudah ada dan tetap mengalir.

Jangan Lewatkan B e r i t a T e r b a r u , T e r c e p a t , T e r p e r c a y a

Lihat saja kota tua Tondano yang tetap tua di sekeliling daerah maju akibat dipenuhi investasi. Karena keuzurannya, semestinya Tondano pusat pemerintahan Minahasa itu menjadi yang paling matang. Namun kenyataannya tidak. Jalan-jalan di pusat kotanya hanya berhias bangunan yang sama, itu-itu saja dan tentu saja, tua. Untuk membangunkan mereka dari proses tidur panjang agar benar-benar terjaga dan kemudian berdiri dan mulai berjalan lagi, memang membutuhkan efek kejut yang kuat. Momentum Pemilukada Desember nanti membuka peluang untuk hal ini. Warga Tondano perlu menelisik proses suksesi ibukota Jakarta yang hasilnya cukup mengejutkan. Warga di sana yang memang membutuhkan perubahan sehingga mengambil sikap terbuka. Pilihan mereka cuma siapa yang bisa menteralisir masalah sosial yang selama ini mengkungkung, maka dialah yang dipilih. Sehingga mayoritasnya berani membuka ruang untuk calon yang “tidak ideal” demi menjangkau perubahan itu sendiri. Karakteristik berani milik orang Tondano harusnya bisa mencetuskan sikap seperti itu. Keberanian seperti itu tentu perlu dibarengi sikap mental yang baik. Saling mendukung untuk mengejar tujuan perubahan, bukan saling memakan sesama. Harus mau menerima kehadiran orang luar, asal tujuannya satu, memberikan kesejahteraan. Momen suksesi akhir tahun ini menjadi penanda bagi Tondano

dengan pilihannya, apakah tetap tidur, atau berani untuk bangun. (**)

www.identitasnews.com

I DENTITAS TA BL OID

MANADO

4

EDISI 91, AGUSTUS 2012

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Empat Akun Facebook Wawali Manado Ternyata Palsu MANADO,ID- Facebook merupakan salah satu sarana dari sekian banyak jejaring sosial yang ada di dunia maya. Jika dilihat dari kebutuhan masyarakat pada umumnya, facebook sudah menjadi kebutuhan dalam menyalurkan dan berbagai cerita dalam ruang lingkup sosialnya. Tak sedikit pengguna layanan jejaring sosial ini diuntungkan dengan berbagai layanan yang ditawarkan. Namun sangat disayangkan, jika jejaring sosial sekelas facebook disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung

Heboh, Rumondor Blak-Blakan Soal Aib Anggota Komisi C MANADO,ID-Dongkol dan kesal, terlihat jelas dari raut wajah seorang Conny Rumondor, Sekretaris Komisi C Dekot Manado, saat ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu. Berawal dari bertemunya kedua legislator ini diruang Sekretaris Dewan Kota Manado. Entah mengapa, sentak saja Benny Pasaran langsung melontarkan pernyataanpernyataan yang menurut Rumondor tidak pernah dilakukannya. Pernyataan pedas dan terkesan menjustivikasi yang dilontarkan koleganya Benny Parasan, menjurus kepada soal pemerasan dan mencari untung kepada sejumlah pengusaha, yang membuatnya naik pitam. Akhirnya dengan nada kesal Rumondor pun membeberkan sejumlah tindak-tanduk dari rekan-rekannya yang diduga memeras pejabat dan pengusaha. Rumondor mengungkapkan, dari sejumlah pengusaha ada

Bangun PJ (Paniki Jaya) di Paniki Bawah, itu sebetulnya bermasalah. Namun oknum anggota Komisi C memuluskan dengan meminta uang 65 juta Conny Rumondor oknum anggota Komisi C Dekot Manado, ternyata bersikap seperti rentenir dan meminta uang dengan imbalan untuk meredam atau memuluskan sejumlah pembangunan yang salah aturan di sejumlah tempat di Kota Manado. “Bangun PJ (Paniki Jaya) di Pa-

niki Bawah, itu sebetulnya bermasalah. Namun oknum anggota Komisi C memuluskan dengan meminta uang 65 juta. Sehingga persoalan itu didiamkan hingga kini,” ungkapnya didepan sejumlah wartawan, (Senin, 30/7). Tidak hanya itu, persoalan bangunan ruko yang sudah melewati batas garis sipadan sungai di Kombos juga oknum tersebut mencari untung dengan meminta sejumlah uang agar dekot tidak mempersoalkan. “Coba kalian tanya ke pengusaha-pengusah dan dinas-dinas di Kota Manado, sudah berapa banyak uang dan proposal yang dia masukkan untuk mendapatkan keuntungan. Ehh mala kini sok suci,” kesalnya.Rumondor pun berjanji akan membongkar seluruh aib yang pernah dilakukan oleh sejumlah anggota di komisinya yang tidak terekspos. “Saya punya bukti,” singkatnya. (dm)

Ranperda Pemekaran Disetujui DPRD Kota Manado MANADO,ID-Rapat Paripurna Tingkat II terhadap Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2000 tentang Pemekaran Kelurahan dan Kecamatan Kota Manado, berakhir dengan disetujuinya ranperda ini oleh DPRD Kota Manado, kemarin (Senin, 30/7) 2012. Walikota Manado, DR. G. S. Vicky Lumentut yang didampingi Wakil Walikota Manado, Harley A. B. Mangindaan dan Sekretaris Kota, Ir. Haefrey Sendoh beserta jajaran kepala-kepala SKPD, Camat dan Lurah dilingkungan Pemerintah Kota Manado. Dalam sambutannya, Walikota meyakini bahwa proses penetapan ranperda ini sudah

melewati kajian dan pembahasan yang komprehensif, sehingga berbagai perbedaan mampu disinergikan dalam suatu pemahaman dan komitmen untuk melayani masyarakat lebih optimal, "semoga apa yang dihasilkan malam ini lebih memacu semangat kita untuk memberikan yang terbaik bagi kota Manado yang kita cintai bersama,” ujarnya Tak lupa juga, Walikota mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama yang baik serta kesungguhan pimpinan dewan dan seluruh anggota dewan yang bekerja keras membahas, mengkaji dan mengkritisi ranperda ini.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati kerja dan karya kita dalam membangun kota Manado tercinta,” ucapnya mengakhiri sambutannya. Sementara itu, anggota Komisi A Kota Manado, Frany Parasan yang ditemui secara terpisah, mengatakan bahwa pemekaran yang akan dilakukan pemerintah kota Manado, khususnya di kecamatan Bunaken tinggal menunggu persetujuan Gubernur, "ranperda ini telah disetuji oleh dewan kota Manado, kurang tinggal mununggu persetujuan dari Gubernur," tutupnya. (Selasa, 31/7) 2012. (dm)

jawab. Hal ini dialami oleh Wakil Walikota Manado, dimana 4 (empat) Akun Facebook yang memiliki nama Mangindaan Harley, Mangindaan Harley (Ai), Harley Mangindaan dan Harley A.B. Mangindaan ternyata palsu. Secara kasat mata memang tidak ada yang mencurigakan dalam akun FB tersebut karena akun-akun tersebut juga menyimpan album foto kegiatan Wawali dan acaraacara Keluarga. Ketika dikonfirmasi terkiat menjamurnya akun fb ini, Wakil

Walikota Manado, Harley A. B. Mangindaan pun angkat bicara, ”Akun asli FB yang saya miliki hanya WawaliMangindaan dan Manado serta Harley Bang Ai Mangindaan,” bantahnya. Kamis, (2/8) 2012 “Masyarakat diminta berhatihati agar tidak ada yang dirugikan dan jangan percaya jika ada yang membawa-bawa nama saya. Bukan tidak mungkin ada juga beberapa nama akun FB yang tidak terlacak yang membawabawa nama saya.” pungkasnya. (dm)

Lumentut: Tindak Tegas Bentuk Penyimpangan

Vicky Lumentut MANADO,ID-Pengawasan harus mampu memberi makna dan dapat memainkan peran dengan baik sehingga pihak yang diawasi merasa dibantu. Juga hendaknya dapat menciptakan suasana keterbukaan, kejujuran, partisipasi dan akuntabilitas, sehingga dapat menimbulkan suasana saling percaya di dalam dan di luar organisasi, dan dapat mendorong terwujudnya good governance. Hal itu disampaikan oleh Walikota Manado, DR. G. S. Vicky Lumentut saat membuka Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) Tahun 2012, didampingi oleh Wakil Walikota Manado, Harley A. B. Mangindaan, Sekretaris Kota,

Ir. Haefrey Sendoh di Hotel Aston Manado, Senin, (30/7) lalu. Pembawa Materi kegiatan kali ini ialah Kepala Perwakilan BPKP Sulut, Adil Hamongan Pangihutan; BPK RI Sulut, Amri Lewa dan Inspektorat Manado, Drs. Noldy Kewas. Tak ketinggalan juga melibatkan seluruh peserta kepala SKPD, Sekretaris SKPD dan staf khusus Pemerintah Kota Manado. Lebih lanjut, Lumentut mengatakan bahwa, tindak lanjut bukan hanya sekedar formalitas belaka, tetapi merupakan tekad dan itikad untuk memperbaiki kelemahan atau kesalahan. “Kepala-kepala SKPD agar mencermati setiap gejala penyimpangan, pemborosan dan kebocoran keuangan secara dini agar dapat diambil tindakan secara tegas, cepat dan tepat." tegasnya Mengakhiri sambutannya Lumentut meminta kepada seluruh kepala-kepala SKPD yang ada untuk menunjukkan komitmennya, "Saya minta dengan hormat agar semua kepala SKPD menunjukkan komitmen yang tinggi dalam membangun kota Manado dengan cara sederhana, yaitu tuntas menyelesaikan TLHP,” pungkas Lumentut. (dm)

Komisi A DPRD Manado, Geram Status FB MANADO,ID-Komisi A akan melakukan somasi terkait status di akun jejaring sosial (facebook) salah satu pengusaha sukses di Kota Manado berinisial JA, yang mengatakan bahwa anggota dewan kota terkesan tukang minta-minta. Senin, (30/7) 2012 Selain itu, status pengusaha sukses ini menuliskan bahwa anggota dewan kota Manado sengaja memperlambat percepatan pertumbuhan ekonomi di kota Manado. Reaksi keras pun dikeluarkan Ketua Komisi A, Sultan Udin Musa, di mana menurutnya hal itu sudah menyangkut kredibilitas anggota dewan, "Saya dan teman-teman dari komisi A DPRD Manado, segera melayangkan surat somasi kepada oknum ini," tegasnya Anggota Komisi A DPRD Kota Manado, F. Parasan juga mengiyakan hal tersebut. Menurutnya hal ini, sudah jauh melewati batas. "Kami sebagai wakil rakyat tidak pernah menghambat pertumbuhan ekonomi di Kota Manado, asalkan sesuai dari segi aturan dan mekanisme yang ada,"tuturnya sambil menambahkan jangan ada pembohongan publik, apalagi sudah menyinggung konstitusi anggota dewan, akibatnya akan sangat fatal jika hal itu tidak terbukti akhirnya.(dm)

Jangan Lewatkan B e r i t a T e r b a r u , T e r c e p a t , T e r p e r c a y a

www.identitasnews.com

I DENTITAS TA BL OID

BITUNG

5

EDISI 91, AGUSTUS 2012

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Sondakh: Jadikan Lahan Tidur Sebagai City Farming

Hanny Sondakh

BITUNG,ID-Mengantisipasi kegersangan di kota Bitung, Walikota Bitung Hanny Sondakh beberapa waktu yang lalu menginstruksikan kepada seluruh SKPD di lingkungan pemerintah kota dan berlanjut kepada siswa yang ada di wilayah kota Bitung untuk memanfaatkan lahan tidur seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah kota. Pencanangan ini bertujuan untuk menunjang stok pangan daerah dengan menanam berbagai produk pertanian dan perkebunan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Bitung, se-

kaligus dapat menunjang pangan nasional. “Untuk itu, Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat terlebih kepada guru untuk membuat kebun di sekolah masing-masing agar siswa secara dini telah diajarkan untuk tahu menanam dan mengetahui tentang cara bertani,” imbau Sondakh. Seperti diketahui, Kota Bitung yang memiliki banyak lahan tidur memang perlu dimanfaatkan karena penggunaan lahan tidur di dalam kota dapat membuahkan pendapatan sampingan dari City Farming (Pertanian Kota).(efl)

Harga Pembebasan Tanah Jalan Tol, NJOP Plus Harga Pasar Dibagi Dua BITUNG,ID-Walikota Bitung Hanny Sondakh, Senin (30/7) melakukan rapat evaluasi dengan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dipemerintahan kota Bitung. Dalam rapat evaluasi tersebut Sondakh meminta pada seluruh SKPD untuk meningkatkan kinerja mereka. Menurut Sondakh, prestasi yang diperoleh pemkot Bitung membuat kota Bitung menjadi salah satu Barometer dari kotakota lain di Indonesia. Saat mengevaluasi capaian realisasi belanja barang dan modal, Sondakh meminta dengan tegas agar setiap SKPD sudah harus mencapainya diatas 50 %. “Kepala SKPD harus memeriksa kontrak pekerjaan dan keadaan fisiknya, periksa juga pencapaian kerja maupun realisasi keuangan dan evaluasi apa yang menjadi penyebab keterlambatan realisasi”, tegas Sondakh. Dalam rapat evaluasi juga

dibicarakan soal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Jalan Bebas Hambatan (TOL), walikota Bitung menginstruksikan kepada tim 9 yang menangani pembebasan lahan jalan TOL untuk secepatnya menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Gubernur pada beberapa hari yang lalu. “Tim yang menangani pembebasan lahan secepatnya meminta data kepada Kadis PU Prov. Sulut tentang titik-titik koordinat lahan yang akan dibebaskan. Saya minta tim ini bekerja sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku dan jangan bermain harga soal masalah tanah, ikuti saja petunjuk Gubernur minggu yang lalu yaitu NJOP ditambah harga pasar kemudian dibagi 2”, kata Sondakh. Sondakh didampingi Sekretaris Kota Drs. Edison Humiang MSi saat memimpin rapat dan dihadiri seluruh kepala SKPD. (efl)

Hanny Sondakh Terima Penghargaan Dari Wapres RI

PENGHARGAAN tertinggi di bidang Keluarga Berencana (KB),"Satya Lencana Wira Karya" diberikan Wakil Presiden RI Boediono kepada 20 pejabat di Indonesia termasuk Walikota Bitung Hanny Sondakh, di acara puncak Hari Keluarga Tingkat Nasional ke-19 yang dipusatkan di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat,Sabtu, (30/6) 2012. Penghargaan ini diberikan Wapres sebagai bentuk keberhasilan dan kesuksesan Walikota dan jajarannya

menyediakan dukungan dana dan sarana prasarana sehingga Pembangunan Keluarga Sejahtera di Kota Bitung berjalan dengan sukses serta mampu menekan jumlah penduduk melalui program KB Bitung. Menariknya, saat Wapres menyematkan penghargaan ini kepada Sondakh terlihat keduanya berbincangbincang cukup lama dan sangat akrab. Bahkan keduanya saling menyebar senyum dan berjabat tangan dengan erat ibarat dua sahabat lama yang baru

ketemu kembali. Otomatis saja pemandangan ini, menjadi hal yang menarik bagi ribuan peserta yang hadir, apalagi bagi awak media yang menyaksikan kejadian unik dan tergolong langka. Pasalnya, dari 20 pejabat daerah seIndonesia yang mendapatkan penghargaan tersebut, Boediono hanya terlihat berbincang cukup lama dengan Sondakh dalam proses penyematan penghargaan. “Itu kepala dari mana ya, kok akrab benar sama

Jangan Lewatkan B e r i t a T e r b a r u , T e r c e p a t , T e r p e r c a y a

Wapres,” kata sejumlah awak media yang meliput acara tersebut. Selesai menerima penghargaan, Sondakh yang didampingi Ketua DPRD Santy Luntungan, ST dan beberapa kepala SKPD kembali menemui Wapres RI Boediono yang bersama Ibu Herawati Boediono, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri Sosial Salim Segaf Al Djufri, Mendagri Gamawan Fauzi, Ketua Umum TP PKK Pusat Vita Gamawan Fauzi dan Kepala BKKBN Sugiri Syarief. (*)

www.identitasnews.com

I DENTITAS

PARLEMEN

TA BL OID

6

EDISI 91, AGUSTUS 2012

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Euforia Kemenangan Jokowi-Ahok Menjadi Lesson Learning Pilkada di Sulut

Manado, ID - Euforia kemenangan pasangan calon Gubernur Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di pu-

taran pertama Pilkada DKI Jakarta bukan cuma dirasakan di Jakarta. Namun sejumlah daerah di Indonesia termasuk Provinsi Sulawesi

PAW Berproses, Wisye Segera Digantikan Budi Budiman Manado, ID Menindaklanjuti usulan Pergantian Antar Waktu (PAW) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di mana sudah diajukan kepada DPRD Sulut untuk diadakan penindaklanjutan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Ketua DPRD Sulut Meiva Salindeho Lintang mengatakan bahwa sementara ini, proses sudah berjalan dan usulan tersebut sudah berada di DPRD Sulut.”kalau proses pengusulan PAW-nya, prosedurnya ada di PDIP,” ungkap Lintang, selasa (31/7) 2012 di Ruang Ketua DPRD Sulut. Pada kesempatan itu, James Sumendap ungkapkan bahwa anggota DPRD Sulut Wisye akan digantikan Ir.Budi Budiman, “Jadi yang mau mengganti Pak Budi Budiman,”tegas Sumendap. Sementara proses pengusulan tersebut, menurut Sumendap didasari oleh perintah partai karena yang bersangkutan telah membuat surat pengunduran diri. “Jadi begini, ada perintah partai kepada fraksi, dalam hal ini sesuai dengan perintah partai (DPD), dan kita melakukan pertemuan dengan pimpinan dewan karena ada

salah anggota fraksi Ibu Wisye membuat surat pengunduran diri yang akan digantikan saudara Ir. Budi Budiman,” jelasnya. “Untuk itu, kami berterima kasih kepada pimpinan dewan karena telah menandatangani proses itu. Kemudian kami akan laporkan kepada partai,” tandas Sumendap. Budi Budiman yang juga hadir pada kesempatan itu, masih enggan untuk berkomentar dan lebih menghargai dan mengedepankan proses yang sedang berlangsung sesuai dengan tata cara dan prosedur yang berlaku. (cpnk)

Utara memberi perhatian khusus dalam Pilkada DKI Jakarta kali ini. Ketua Komisi A DPRD Kota Tomohon Paulus Adrian Sembel turut merasakan bahwa rekam jejak yang baik terhadap Jokowi-Ahok ditambah image building yang dilakukan media massa telah sukses mendongkrak elektabilitas Jokowi-Ahok pada Pilgub DKI Jakarta putaran pertama. “Ini bukti bahwa media massa benar-benar “the fourth estate” (selain eksekutif, legislatif, yudikatif) dan memiliki peranan yang luar biasa besar bagi pelaksanaan demokrasi. Makanya media massa juga harus turut bertanggungjawab terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia,” ujar Sembel lewat group facebook IDENTITAS. Menurut Sembel bahwa, hal

ini menjadi fenomena politik dan bukti mulai meretasnya kesadaran tradisional masyarakat di Indonesia, “bahwa seorang pemimpin sedang berproses untuk dimunculkan tanpa harus melihat dari perbedaan agama, suku, ras, kedaerahan dan lainnya. Artinya rakyat butuh pemimpin yang mengerti jeritan rakyat, siapapun dia!,” tandasnya. Senada dengan itu, John F.E Suoth merasa bahwa apa yang telah dilakukan pasangan JokowiAhok merupakan cara yang terbaik dalam memenangkan Pilgub DKI Jakarta. “Hal ini juga patut dicontoh oleh daerah lainnya di Indonesia bahwa untuk proses pemenangan pilkada bisa tercapai tanpa harus mengedepankan politik uang. Jokowi’s way is the best way,” ungkap Suoth.

Berbagai pemberitaan dan kabar tidak henti-hentinya berhembus di Jakarta. Ada yang berpendapat “Jokowi-Ahok jangan terlena Euforia Kemenangan”, ada juga menganggap kemenangan Jakowi-Ahok Belum tentu berlanjut. Sementara itu dari partai Gerindra yakin Jokowi Ahok menang di putaran kedua. Begitu pula PDIP menilai Jokowi-Ahok dalam trek yang benar. Seperti diketahui bahwa kemenangan Jokowi-Ahok di putaran pertama merupakan keberhasilan mengelola kegagalan konsep pasangan lain. Keduanya mampu membawakan diri sebagai calon underdog yang lahir dari rakyat. Selain itu, keduanya mampu menarik dukungan dari pemilih mengambang atau swing voters. (*)

Tilaar: Ada Baiknya Dipublikasikan Setelah Final Hasil Test Urine Legislator DPRD Sulut

MIKSON Tilaar Diapit Dokter Glorya Stephanie Lengkong, Dokter Wulan dan Taufik Tumbelaka

Wisye Rompis

Manado, ID - Hari terakhir pelaksanaan tes urine di DPRD Sulut, Kamis (26/7)lalu ditutup dengan pemeriksaan urine dari anggota DPRD Sulut, Mikson Tilaar, setelah 1 anggota DPRD Sulut yang tersisa tidak bisa melakukan tes karena Wisye Abigail Rompis berada di daerah kepulauan. Kepada sejumlah media, Tilaar dalam keterangannya menyesalkan publikasi yang terlalu cepat ke media terkait 3 sampel yang dikatakan terindikasi (ditinjak lanjuti di Jakarta). Karena hal ini tentunya akan memberi dampak tertentu pada masyarakat. “Dengan menyebarnya berita ada 3 sampel yang terindikasi, sehingga masyarakat bisa saja mem-vonis 45 anggota dewan ini. Karena bisa siapa saja, boleh saya, ketua dewan dan lainnya. Jadi bisa saja semua menjadi teridentifikasi,” ungkapnya.

Untuk itu, Tilaar menghimbau agar,”lebih bagus lagi kalau prosesnya sudah final, baru di publikasikan,” imbaunya. Terkait adanya anggota dewan yang belum melakukan tes urine memang perlu dipublish agar anggota dewan yang lain segera melakukan tes urin,”itu bagus..,” ujarnya yang mengaku setelah mendengar bahwa tinggal 9 orang yang belum di tes urine membuat dirinya segera datang. Namun pada dasarnya Tilaar menilai kegiatan ini, benar-benar positif, “ karena sejauh mana calon-calon yang dipilih rakyat kemarin itu, bersih dari prasangkaprasangka yang telah mencoreng nama lembaga ini. karena bagaimana kita (dewan) memberikan saran untuk mencegah narkoba sementara kita pengguna narkoba. ini khan jadi enggak enak.

Jangan Lewatkan B e r i t a T e r b a r u , T e r c e p a t , T e r p e r c a y a

Karena sebagai anggota dewan seharusnya memberikan contoh kepada masyarakat,” tutur Tilaar yang telah melakukan tes untuk ketiga kalinya, dan dua kali sebelumnya dinyatakan negatif. Tilaar juga tidak menampik bahwa kegiatan yang sama perlu dilakukan terhadap eksekutif termasuk pimpinan organisasi kepemudaan,” Karena untuk menuju Indonesia bebas narkoba, maka bukan cuma legislatif, eksekutif dan pemuda namun semua strata yang memegang kepemimpinan yang menjadi panutan masyarakat,” tegasnya sembari menambahkan bahwa BNNP juga perlu melakukan pencegahan secara dini termasuk di sekolah-sekolah (dunia pendidikan), “karena cikal bakal pejabat akan datang dari sini,” tandasnya. (cpnk)

www.identitasnews.com

I DENTITAS TA BL OID

PARLEMEN

7

EDISI 91, AGUSTUS 2012

Terkait Tes Urine

Rhamdani: Kita Hidup Didunia Politik

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Anggaran Atlet PON Sulut Ngambang Komisi IV Segera Menghadap Gubernur

Anggota DPRD Sulut terlihat asyik berdiskusi Manado, ID - Pembicaraan topik tes urine terhadap anggota DPRD Sulut santer menjadi pembicaraan berbagai kalangan yang ada di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), tidak terkecuali bagi para anggota DPRD Sulut yang telah melakukan tes urine. Tiga anggota DPRD Sulut Viktor Mailangkay, Benny Ramdhani dan Elisabeth Agustina Lihiang beserta para awak media, terlihat bercengkrama dan asyik berdiskusi seputar proses tes urine, kamis (26/7) 2012, di lantai II Gedung Kantor DPRD Sulut. Menariknya dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa semua anggota DPRD belum tentu aman, walaupun secara pribadi

mengetahui bahwa dirinya 100 persen tidak pernah menggunakan narkoba. Hal ini diungkapkan Benny Ramdhani setelah Viktor Mailangkay mengatakan bahwa hasil tes urine bisa langsung diprediksikan negatif apabila secara pribadi para legislator sulut mengetahui bahwa dirinya 100 % tidak menggunakan narkoba. “Akan tetapi jangan lupa!, kita ini hidup di dunia politik, Apa saja bisa terjadi. Karena bisa saja ada jebajebakan seperti ada oknum yang sengaja menyuguhkan minuman yang mengandung narkoba,” timpal Bang Benny yang langsung diamini Viktor Mailangkay dengan anggukan sambil tertawa. (cpnk)

RTRW Pertambangan Ciut 60 Persen Manado, ID - Rapat pembahasan Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terkait kontrak karya bersama Pansus RTRW DPRD Sulut, mewakili kontrak karya serta dinas pertambangan dan energi Sulawesi Utara, diselenggarakan Kamis, (12/7) 2012 di Ruang Paripurna DPRD Sulut. Dalam rapat pembahasan yang dipimpim oleh Ketua Pansus RTRW Sulut, Tony Kaunang, ditemui ada tumpang tindih aturan yang perlu diselesaikan dalam kontrak karya. “ Kontrak karya ini, ada klausul yang mengatakan harus mengikuti aturan lainnya. Salah satunya adalah aturan RTRWP yang intinya menjaga keseimbangan dua ruang, yakni ruang konservasi dan ruang budidaya “ ungkap Kaunang. Pembahasan kemudian berkembang kepada pembahasan masalah ruang wilayah pertanian untuk masyarakat pedesaan termasuk mempertanyakan aspek-aspek AMDAL, sosial dan budaya. Hingga pembahasan fokus pada penampilan (display) peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) dengan skala 1 : 50.000, untuk mencoba melakukan pengurangan areal pertambangan (yang mana yang boleh dan mana yang tidak). Tersirat dalam pembahasan ini ada 4 areal yang tidak diper-

bolehkan untuk kegiatan pertambangan yang diantaranya : kawasan perkebunan/pertanian tanaman kehidupan (lahan basah), Daerah Aliran Sungai (DAS), Kawasan Pemukiman dan wilayah infrastruktur. Setelah diadakan pengurangan wilayah melalui tayangan display maka didapati lahan yang diperbolehkan untuk pertambangan tinggal sekitar 40 % dari total areal yang ada saat ini. Sementara itu yang mewakili kontrak karya pertambangan PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), Jacky Sumampouw menjelaskan bahwa saat ini untuk pertambangan tidak menggunakan sepenuhnya lahan yang ada untuk titik ekploitasi. “Untuk sarana tambang tidak digunakan semua untuk titik ekploitasi,” jelas Sumampouw yang mengaku bahwa selama ini pihaknya menjalankan berdasarkan UU no. 1 tahun 2007 dan munculny UU No.4 tahun 2009 (UU baru) sehingga pihaknya mengajukan permohonan pinjam pakai hak penggunaan hutan. Hadir dalam Pertemuan tersebut Sus Pangemanan, Tony Kaunang, Herry Tombeng, Farid Lauma, Nikson Tilaar, Viktor Mailangkay, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sulut dan yang mewakili kontrak karya. (cpnk)

Manado, ID - Anggaran sebesar 11 M yang diperuntukkan untuk dana kontingen atlit Sulut mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau sepertinya masih ngambang. Pasalnya dari total anggaran yang nantinya akan diusulkan dalam APBDP belum bisa sepenuhnya diakomodir (ketersediaan anggaran terbatas). Kenyataan ini, terungkap saat hearing (dengar pendapat) Komisi IV DPRD Sulut, Dinas Pemuda dan Olahraga Sulut serta KONI Sulut, selasa (31/7) 2012 di Ruang Rapat II Gedung DPRD Sulut. Beberapa solusi yang ditempuh, diutarakan oleh Benny Ramdhani dan Paul Tirayoh bahwa anggaran yang ada diurutkan berdasarkan

skala prioritas,” sehingga dari hasil list ini, kita bisa melihat yang mana paling dibutuhkan untuk persiapan dan pada saat penyelenggaraan PON nanti. Anggaran tersebut bisa kita cari dengan cara meminjam melalui jaminan APBD Perubahan,” ujar Tirayoh. Lain halnya yang diutarakan James Sumendap yang menyarankan agar kondisi ini bisa diketahui oleh Gubernur, mengingat kebutuhan anggaran untuk PON 2012 sudah sangat mendesak dan urgent. “Saya mengajak komisi IV untuk dapat mengkonsultasikan kejadian ini bersama dengan gubernur Sulawesi Utara,” imbau Sumendap yang diakui Paul Tirayoh, bahwa hal ter-

sebut perlu dilakukan karena menyangkut hal ini Sekprov sudah Hands Up, “ jadi yang paling berkompeten adalah Gubernur,”ungkapnya. Untuk itu, Komisi IV mengeluarkan rekomendasi yang dibacakan Wakil Ketua Komisi IV, Idrus Mokodompit yang didampingi Sekretaris Ivone Bentelu, yang diantaranya : Dinas Pemuda dan Olahraga melengkapi administrasi terkait dengan anggaran berdasarkan skala prioritas dan melaporkan kepada Gubernur. Selanjutnya Komisi IV akan segera mengundang Gubernur untuk konsultasi terkait PON bersama-sama dengan DPRD Sulut, Dispora dan KONI Sulut. (cpnk)

Paripurna Prolegda dan Hasil Reses DPRD Sulut Manado, ID - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara, Meiva Salindeho Lintang S.Th memimpin Rapat Paripurna DPRD Sulawesi Utara, Kamis (19/7) 2012 di ruang paripurna Kantor DPRD Sulut. Meiva Salindeho Lintang, STh. yang didampingi para wakil ketua masing-masing Sus Sualang Pangemanan, Arthur Kotambunan dan Joudie Watung bersama dengan 26 anggota legislator lainnya, melaporkan dan menetapkan hasil reses, pengesahan Program Legislasi Daerah (Prolegda) dan pertanggung-jawaban dana APBD tahun 2011. Turut hadir dalam Paripurna ini, diantaranya Gubernur Dr. SH. Sarundajang, Kapolda Sulut, Komandan Korem, Danlantamal, Danlanudsri, Kepala Bank Indonesia Sulut, Sekretaris Provinsi, para pimpinan SKPD di jajaran pemerintah daerah provinsi Sulut. Dari Hasil reses yang dilakukan anggota DPRD Sulut di dapil dari enam daerah pemilihan menyoroti masalah infrastruktur jalan, pertanian dan pendidikan serta kesehatan yang menjadi fokus aspirasi masyarakat. Hasil reses yang merupakan aspirasi masyarakat yang terserap oleh anggota DPRD Sulut dipastikan akan direaslisasikan di tahun 2013 mendatang, dan akan diakomodir baik dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2012, maupun APBD induk tahun 2013. Sementara itu, untuk Prolegda, ketua DPRD Sulut Pdt Meiva Salindeho-Lintang,STh dihadapan gubernur Sulut Dr SH Sarundajang, menetapkan 11 Rancangan Peraturan Daerah (ranper-

da) yang bersifat usulan lembaga legislatif dewan dan usulan lembaga eksekutif, akan ditutaskan sepanjang tahun ini. Itu ter-

Jangan Lewatkan B e r i t a T e r b a r u , T e r c e p a t , T e r p e r c a y a

diri dari 6 ranperda usulan legislatif dan tiga usulan dari eksekutif serta dua lainnya yang merupakan warisan tahun 2011. (cpnk)

www.identitasnews.com

LIPUTAN

EDISI 91, AGUSTUS 2012

Say it With Flowers

Bunga memang punya banyak makna. Menyebut cinta pakai bunga, menjenguk yang sakit pun orang membawa kembang. Bunga kemudian ditasbihkan sebagai lambang kasih. Sehingga sering tak perlu dengan bahasa verbal, cukup katakan saja dengan bunga langsung diartikan cinta kasih antar sesama. Say it with flower BAGI Kota Tomohon, bunga punya makna yang lebih luas lagi. Dengan tanaman itu, kawasan yang terletak di kaki Gunung Lokon jadi mendunia. Turnamen dwi tahunan bertajuk Tournament of Flower (ToF)—kini Tomohon International Flower Festival (TIFF)— mengangkat tema pameran bunga yang digagas Pemkot Tomohon, sering mengingatkan iven sama yang digelar Kota Pasadena di negeri Paman Sam. Idenya memang sama. Di puncak pelaksanaan TIFF kendaraan hias ditaburi aneka macam bunga dengan warna-warninya yang semarak, melintas di sepanjang jalan protokol kota tersebut. Bulan ini, 8-12 Agustus, pemandangan yang sama akan kembali tersaji. Bagi penikmat bunga, TIFF menjadi hal wajib yang harus disaksikan. Keistimewaannya tahun ini, pelaksanaan turnamen akan dimeriahkan tamu dari negara luar, termasuk sejumlah daerah kabupaten/ kota lain di Tanah Air. Thailand, Korea Utara, Filipina, Belanda, Prancis bahkan Amerika dipastikan mengirimkan perwakilannya. Itu artinya, masyarakat Sulut bisa langsung melihat tulip segar yang ditanam dari kawasan-kawasan sekitar Amsterdam. Jangan heran pula bila wakil Prancis menyajikan pesona tanaman anggur dalam penampilannya. Bunga ikut bermulti efek pada perekonomian masyarakat. Iven

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman, SE,Ak bersama Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Gerardus Mogi saat launching TIFF di Jakarta

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman, SE,Ak saat memantau kesiapan petani bunga TIFF sudah pasti menyedot perhatian turis asing hingga mancanegara. Puluhan turis dari Cina, aku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tomohon, Gerardus Mogi, dinyatakan akan menikmati langsung pesta bunga di Tomohon. Sementara Kabupaten Banjarnegara, meski tak mengirimkan wakil ikut serta, tapi ada masyarakatnya yang akan datang untuk menyaksikan langsung. “Pemerintahnya sudah berkoordinas akan memboyong sejumlah warga untuk menyaksikan momen ini,” ujar Mogi. Kedatangan banyak orang ke kota berhawa sejuk itu sudah pasti akan membuat perputaran uang meningkat. Warga juga akhirnya yang akan menikmati hal tersebut. ToF turut menarik minat wartawan asing untuk melakukan peliputan. Beberapa jurnalis Filipina akan merekam langsung proses ToF, termasuk mengeksplorasi berbagai potensi alam dan budaya Tomohon. “Follow up-nya harus dikejar lewat promosi wisata

Jangan Lewatkan B e r i t a T e r b a r u , T e r c e p a t , T e r p e r c a y a

yang lebih intensif,” terang Mogi. Promosi menurut Mogi, memang penting untuk membangkitkan rasa penasaran masyarakat dalam dan luar negeri terhadap pesona TIFF. Semakin sering dilakukan, orang akan kian mengenal rupa Kota Tomohon, termasuk turnamen itu. Semakin banyak yang berkunjung, artinya Tomohon dikenal sebagai kota aman dan nyaman. “Apalagi kita kaya dengan potensi sumber daya alam,” tambahnya. Walikota Tomohon Jimmy F Eman, SE.Ak punya target berbeda. Minat kontingen tamu untuk berpartisipasi dalam TIFF kini ikut mendongkar pemasukan daerah. Ke depannya dia berharap TIFF akan dikategorikan iven dunia sekelas Tournament of Roses-nya Pasadena. Bila sebelumnya TIFF dilangsungkan 2 kali setahun, ke depan bakal setahun sekali. Hal itu bukan tanpa dasar. Kwantitas produksi kembang-kembangan di kawasan itu memang melampaui daerah lain. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan kali ini stok bunga yang akan digunakan telah disiapkan petani lokal. Untuk hal itu, Pihak Dinas Pariwisata telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan serta Badan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K) Kota Tomohon. Di bawah pengawasan langsung pemerintah, petani bunga diajarkan cara tepat meningkatkan produksi. Mulai dari musim tanam, jenis, cara tanam, pemupukan hingga harga semuanya dikoordinasikan. Kata Mogi, hal tersebut dimaksud agar petani bisa menghasilkan produk yang memenuhi standar. Sistem yang matang tersebut memacu produksi Krisan, Aster dan Marrygold. Bahkan petani sukses mengasimilasi Krisan Lokon Yellow dan Lokon White sebagai varian baru, kedua jenisnya cuma bisa ditemukan Tomohon, tak ada di belahan benua lain. Tiga kali pelaksanaan turnamen membuat Tomohon semakin matang. Sebentar lagi, dan seterusnya, mata dunia akan tertuju ke Kota Sejuk. Dan dari sana, bunga tak hanya simbolisasi penegas bahasa kasih, tapi juga bagian gaya hidup. Just say Anda do it with flowers.(*)

www.identitasnews.com

I DENTITAS TAB LOID

KHUSUS

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Kabasaran Dance

K

ABASARAN dance is a traditional dance of Minahasa military, who are appointed from the word: Wasal, which means rooster comb is cut so that the chickens become more ferocious in battle. This dance is accompanied by the sound of drums or a small gong. Percussion instruments like Gong, Tambour or Kolintang called ‘Pa’ Wasalen “and the dancers are called “Kawasalan” which means to dance by imitating the motion of the two cocks that are fighting. “Kawasalan” word was later developed into “Kabasaran” which is a combination of two words “ Kawasal ni Sarian”. “Kawasal” meant to accompany and follow the movements of dance, while the “Sarian” is a war leader who led the Minahasa traditional military dance. Manado Malay language development and then change the letter “W” to “B” so the word was transformed into the actual Kabasaran not have any connection with the word “big” in Indonesian, but eventually became a dance for the guests special pickup. In ancient times the dancers Kabasaran, just as a dancer in traditional ceremonies. However, in their daily lives they are farmers and ordinary people. If Minahasa are in a state of war, then the dancers’ Kabasaran “to” Waraney “. FORMS OF MOVEMENT This dance movements of nine sword (santi) or nine spear (wengkouw) with horses step 4/4 which consists of two steps to the left, and two steps to the right. Each dancer kabasaran have one weapon that is the legacy of his ancestors, because the dancers are dancers who kabasaran hereditary. This dance is generally composed of three parts: 1. Cakalele derived from the word “pillars”, which means competing, and “catfish” means

LINAUW LAKE

chasing hopping. This used to be danced round when the soldiers would go to war or returning from war. Alternatively, it suggests malignancy round fight in the great room, to give a sense of security to the guests who come to visit that great setanpun great fear of disturbing guests Kabasaran escort dancers. 2. The second half is called Kumoyak, which comes from the word “torn” means swinging a sword or spear weapon up and down, forward and backward to reassure ourselves of anger when fighting. The word “torn” means to persuade the spirit of the enemy or opponent who had been killed in battle. 3. Lalaya’an. In this section free and delighted the dancers break away from the angry feelings like dancing “Lionda” with his hands on his waist and the other dances of delight. This whole dance is based on cue or command of the leader of a dance called “Tumu-tuzuk” (Tombulu) or “Sarian” (Tonsea).

Cue provided in ethnic languages Tombulu, Tonsea, Tondano, Totemboan, Ratahan, Tombatu and Bantik. At this dance, all dancers must be smiling expression without Garang, except in the last lalayaan, where the dancers are allowed a smile happily. Clothing is used in this dance is made of woven fabric and fabric original Minahasa “Patola” ie: red woven fabric of Tombulu and not found in other regions Minahasa. As written in the book Alfoersche Legenden written by PN. Wilken in 1830, when kabasaran Minahasa had been wearing dress pants and a shirt and a red base, then wrapped woven fabric ties. In this case each ethnic Minahasa had a special way of weaving cloth. Special Kabasaran of Remboken and Pareipei, they preferred war clothes and clothing instead of traditional ceremonies, namely by means of tree moss as war camouflage. Since the 1950’s, the original fabric started to disappear so Kabasaran Minahasa finally wore woven cloth Kalimantan and East because of the shape, color and motive similar to woven cloth Minahasa, such as: Kokerah, Tinonton, Pasolongan and Bentenan. The original Kabasaran hat made of fabric headbands adorned yag rooster feathers, feathers and birds of Paradise Taong. There are also decorative flower-canoe or Tiwoho Kano. Ornaments used were “lei-lei” or necklace, “wongkur” closing leg calf, “rerenge’en” or bell (bell brass). Kabasaran contemporary dance, on the anniversary of Indonesia August 17, 2006 in Manado In the past the Dutch colonial era,

there are local regulations regarding Kabasaran contained in the Staatsblad No. 104 B, in 1859, which stipulates that: 1. Funeral ceremony the leaders of the country (Law Basar, Kadua Law, Old Law) and community leaders, under guard Kabasaran. Also on the family marriage domestic leader. 2. Traditional festivities, ceremonial great pick-up high-ranking guests Dutch Resident, are controlled by Kabasaran. 3. Kabasaran served as ‘OPAS’ (Police Village). 4. Kabasaran a duty to maintain the security checkpoint for 24 days a year. Kabasaran which has been designated a village policeman in the Staatsblad of the above, eventually be forced by the Dutch should be abolished in 1901 because at that time 28 prisoners who escaped from prison Manado. To recapture all the prisoners who escaped, the Dutch ordered OPAS, in this case Kabasaran to capture those prisoners. But the unfortunate fate of these prisoners, because they were not captured alive but dead, chopped up by Kabasaran. The Kabasaran at that time located in a village organization led by the Old Law. Each country or village had ten Kabasaran, one of which is the team leader called “Pa’impulu’an Kabasaran ne”. With status as an employee of the village, they received an allowance of rice, white sugar, and cloth. It was horrible the Kabasaran at the time, because although only paid with rice, white sugar, and cloth, they are able to slaughter 28 people who all died with terrible injuries.

PAGODA TOMOHON BUILDINGS towering sky with typical Chinese architecture as bewitching eyes. 9 stories tall pagoda brings imagination into the films Sun Go Kong, the story of the Chinese legend of magic monkey. Ekayana monastery located in Tomohon, North Sulawesi, is very easy to find. Only by following these towering pagodas. Entry into the monastery, the Buddha statues appear lined up to welcome you. Each statue has a certain meaning and philosophy. Uniquely, you can find a statue of Buddha is India. Bodhidharma was a portrait statue of Buddha with a distinctive beard India, not China. After meeting with a row of statues of Buddha, you will find Ekayana Pagoda used to worship place. Moved from the pagoda, you can get into the Palace Kwam Im. Do not forget to remove your shoes. Singing hymns of praise in the sanctuary. You may only enter, but remember to be polite. Here, you can perform an ancient prophecy Ciam Si. Ciam The forecast is based on the poems of ancient China. Some like chopstick width of bamboo placed in a round bamboo con-

tainer, and each contains a number of bamboo. Bamboo container then shaken to remove a bamboo rod. Then the number on a bamboo rod matched with a box on the left side wall. In the box there is a paper containing the forecast. Forecasts contained in a typical starch-starch Chinese writing. But take it easy, because it is available in Indonesian translation. The actual ritual of doing Ciam not as simple as that. Before the beating, one should say the prayer to the Goddess first Kwam Im. Then two pieces of wood to obtain

permission from the Goddess. Want a simpler way? Move on to the back of the monastery. You will get acquainted with the frog that carries coins, a symbol of good luck. In front there is a giant statue of a frog pond water. In the middle of the pond there is a bell. Interestingly, visitors are welcome to throw a coin into the bell. If the coin hit the bell, said his prayers would come true. Sounds easy? In fact, there is a replica Chinese coins, ancient coins that have holes in the middle, blocking this bell. The giant replica coins around and around the bell. While the bells are in the middle of the hole coin. Before tossing the coin, first choose the position of throwing. In the pool there are 5 parts, the “Happy”, “Treasure”, “Long Life”, “The position or rank”, and “Luck”. Stand according to the application you want, then throw a coin into the bell. Ekayana monastery was so unique. As a place of worship, it offers interesting visit for tourists. No wonder, if the holidays, tourists and people thronged the place. They seemed drawn pagoda charm that greets from afar.

BEAUTIFUL PLANTATION OF RURUKAN VILLAGE

ONE of the natural attractions must visit when in Manado is located in Lake Linauw Tomohon, with the distance of approximately 45 minutes from Galway city center. Exotic lakes and attract attention because they have the characteristic color of water that could change based on sulfur content contained at that time. The lake holds tremendous potential for the tourists who want to enjoy the peace and for the photographer. Became famous since 5 years ago, the lake is located in the Lahendong village, Tomohon turned into a beautiful area and attract tourists both domestic and foreign.

TOMOHON visited the city, is incomplete if it did not come to Rurukan. Rurukan consists of two villages, the Village Rurukan and Rurukan One, which is included in the administrative district of East Tomohon. With an area of more than 500 km2, is famous for its plantations Rurukan mayurnya vegetables. Situated in the heights, the foot of Mount Mahawu, Rurukan very cool air. No wonder, at times a thick mist came suddenly enveloped all areas. If you want to come to enjoy the sun rises, do not forget to wear heavy clothing or jacket. Biting cold welcoming. Rurukan very easily reached from Manado. Is only about 1 hour travel time by motor vehicles. Once entering Rurukan, we have been greeted with a stretch of garden traditionally managed

farms. Were in-road to the summit of Mount Mahawu, we can take a break while enjoying the activities of local residents who are processing the crop plantation. In addition to vegetable crops, there is also a colorful flower plantations. As known, the city is the main distributor of commodities Tomohon interest in North Sulawesi. TEMBOAN MOUNTAINT Enjoying ecotourism in Rurukan, is incomplete if it did not continue the journey to Mount Temboan. Come to this hill before dawn, and enjoy the sun rises from behind the mountain. Temboan hill at an altitude, we can see very clearly Tondano the lake, Bitung the harbor, Mount Klabat even Lembeh Strait.

Jangan Lewatkan B e r i t a T e r b a r u , T e r c e p a t , T e r p e r c a y a

www.identitasnews.com

I DENTITAS TA BL OID

TOMOHON

10

EDISI 91, AGUSTUS 2012

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Tomohon Canangkan Kota Sehat TOMOHON,ID-Usai menjalankan jalan sehat bersama jajarannya, Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman, SE,Ak didampingi Sekretaris Daerah Kota Tomohon DR Arnold Poli, SH, MAP, Jumat (27/7) lalu, mencanangkan Kota Tomohon sebagai Kota Sehat. Dalam sambutannya walikota menegaskan, ada beberapa tatanan serta aspek dalam komitmen mewujudkan Tomohon sebagai kota sehat, seperti mengadakan dan memperhatikan pemukiman yang sehat, pelayanan transportasi dan lalulintas yang tertib, lokasi Pariwisata, kawasan Hutan, sarana Perkantoran, perilaku hidup yang bersih, kehidupan sosial yang sehat dan bersih, serta peningkatan mutu pangan dan gizi “Kedelapan tatanan aspek ter-

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman, SE,Ak saat melakukan pencanangan Kota Sehat

Sembel: Pemkot Masih Abaikan Tanggung Jawab Entitas perundangTOMOundangan HON,IDyang Belum berlaku. maksimalnya “Bagi saya, kinerja pemkot Pemkot masih Tomohon mengabaikan dalam apa yg pengelolaan dinamakan keuangan tanggung dan jawab entitas penataan yaitu aset daerah, membuat pengelolaan keuangan Badan yang tertib, Pemeriksa Paulus A Sembel - Harold Lolowang Keuangan efisien, ekonomis, efektif, transparan dan (BPK) RI perwakilan Sulawesi Utara bertanggungjawab,”tegas Sembel. memberikan opini disclaimer, Kamis Ia kembali menambahkan, raihan (12/7) beberapa waktu lalu. disclaimer ini merupakan tanda awas Menurut Ketua Komisi A DPRD Tomohon Paulus Adrian Sembel, agar kedepannya Pemkot Tomohon harus lebih berhati-hati dalam pengelolaan keuangan Pemkot Tomohon belum taat aturan dan pengelolaan keuangan dan taat pada hukum maupun perda yang sudah masih keluar dari prinsip-prinsip

ditetapkan. ”Dari pengamatan saya, ada sikap ke hati-hatian pemkot dalam pengelolaan keuangan, namun opini disclaimer tetap saja diperoleh,”tegas Legislator PDIP ini. Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Tomohon Harold Lolowong kepada kepada sejumlah wartawan Jumat (13/7) lalu menegaskan, ada beberapa point yang dijadikan acuan BPK dalam memberikan penilaian opini disclaimer, seperti masalah aset, hutang ke pihak ketiga dan Silpa. ”Contohnya, saat ini masih ada sekitar 206 bidang lahan aset milik pemkot yang hingga kini belum memiliki sertifikat,”beber Lolowang sembari menjelaskan kalau sejumlah lahan tersebut belum juga memiliki sertifikat hingga tahun depan, saya pastikan itu akan menjadi catatan buruk lagi bagi BPK RI dalam memberikan penilaian LHP 2012.(edi)

sebut harus tetap diperhatikan dan saya juga menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat agar menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan dan keindahan lingkungan,”ujar Eman Selain itu, untuk mewujudkan Tomohon sebagai kota sehat, ada beberapa indikator pokok yang harus dipenuhi dan perhatikan seperti, wajib belajar 9 tahun, angka melek huruf yang meningkat, pendapatan perkapita domestik yang meningkat, angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup yang menurun, angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup yang menurun, adanya RTRW (rencana tata ruang wilayah) serta program dana sehat dan jaminan sosial nasional bagi masyarakat miskin.(edi)

Beras Petani Belum Bisa Dibeli Bulog TOMOHON,ID-Tahun ini, Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sulut belum bisa membeli gabah maupun beras hasil panen dari petani yang ada di Kota Tomohon. Hal tersebut seperti dikatakan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Distanakan) Kota Tomohon, Jemmy Matindas SP kepada wartawan Senin (30/7) 2012. “Dari tahun kemarin sampai sekarang, Bulog belum membeli hasil panen petani sawah. Ini dikarenakan hasil produksi padi sawah di Tomohon belum memadai karena masih termasuk untuk konsumsi lokal,” ujar Matindas. Disinggung apakah petani enggan menjual hasil panen karena harga jual yang rendah dari Bulog, Matindas pun membantah. Menurutnya, harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditawarkan Bulog sudah sangat membantu petani. “Bukan karena masalah harga yang akan dibeli oleh Bulog. Tapi memang hanya karena kita belum surplus beras,” tandasnya. Meskipun demikian, dikatakan Matindas, pihaknya akan berupaya untuk meningkat hasil produksi beras agar kelak bisa dibeli oleh Bulog. Untuk itu, target swasembada beras sebanyak 10 ribu ton tahun ini akan digenjot oleh pemerintah. “Kalau kita sudah bisa swasembada beras sesuai dengan program pemerintah nasional, maka hasil yang melimpah itu akan dibeli oleh Bulog. Sejauh ini baru beberapa daerah di Sulut yang hasil panen beras dibeli oleh Bulog seperti di Bolmong dan Minahasa,” tambah Matindas. Diketahui, Bulog selama ini berpegang kepada HPP lama sesuai Instruksi Presiden No 7 Tahun 2009 tentang Kebijakan Perberasan. Dalam Inpres tersebut harga gabah kering panen (GKP) ialah Rp2.640 per kg, gabah kering giling (GKG) Rp3.300 per kg, dan beras Rp5.060 per kg. Sementara pada awal tahun 2012 ini, Bulog telah dibekali HPP baru dengan pembelian beras Rp6.600 per kg.(edi)

PT PGE Area Lahendong Salurkan Beasiswa TOMOHON,ID-Kepedulian PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) area Lahendong khususnya bagi masyarakat di sekitar area operasi dilakukan dengan menyerahkan sejumlah bantuan yang bersumber dari dana Community Social Development (CSR) Pertamina. General Manager PT PGE Area Lahendong Kairul Rozaq kepada sejumlah wartawan Senin (30/7) lalu, bantuan dana CSR tahun ini berjumlah Rp1,6 miliar dimana peruntukkannya untuk periode Januari-Juli 2012 berjumlah Rp500 juta yang

digunakan untuk kemandirian masyarakat di bidang pertanian, Rp80 Juta untuk infrastruktur dan Rp 83 Juta bagi pengembangan perlengkapan kesehatan ibu dan anak. Selain itu, PT PGE juga memberikan beasiswa bagi 424 orang siswa, dengan rincian 215 siswa SD, 100 siswa SMP, 80 siswa SMA, 2 mahasiswa D3, dan 25 mahasiswa S1.”Semua dana yang kami berikan berasal dari Pertamina pusat dan pada tahun ini nilai yang disalurkan untuk beasiswa mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya

yang mencapai Rp500 juta,”ujar Rozag sembari berharap, mudahmudahan tahun 2013 mendatang akan lebih meningkat. Menurut Humas PT PGE area Lahendong Arie Turangan menjelaskan, bantuan yang diberikan tersebut sebagai bentuk kepedulian Pertamina, terhadap kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat di sekitar area operasi. “Selain beasiswa, ada juga bantuan untuk peningkatan infrastruktur dan kesehatan, jadi mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dengan benar,”pungkas Turangan.(edi)

GM PT PGE Area Lahendong Kairul Rozaq

Jangan Lewatkan B e r i t a T e r b a r u , T e r c e p a t , T e r p e r c a y a

www.identitasnews.com

I DENTITAS TA BL OID

MINUT

11

EDISI 91, AGUSTUS 2012

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Silinaung Singa Panggung Lomba Pidato

Max Silinaung

Pemkab Gelar Lomba Gerak Jalan

MINUT,ID-Dalam rangka memeriahkan HUT ke-67 Proklamasi Kemerdekaan RI, Jumat 3/8 Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menggelar lomba gerak jalan antar SKPD, kecamatan, pelajar, LSM dan tak ketinggalan juga kelompok masyarakat, dengan mengambil garis Start mulai dari perampatan Sukur-Matungkas dan finis di depan kantor camat dimembe. Menurut Kabag Humas Minut Revino Dondokambey kegiatan ini dalam rangka memeriahkan kemerdekaan RI. Bupati juga mengajak masyarakat untuk dapat menjaga persatuan dan keamanan jelang peringatan 17 Agustus. Disamping lomba gerak jalan juga di gelar lomba pidato antar kepala SKPD dan paduan suara dengan mengambil lagu wajib Mars Korpri yang di gelar di aula kantor bupati Minut.(efl) Penerbit : CV. Lentera Wangun Lestari Pemimpin Umum: Efraim Lengkong Pemimpin Perusahaan: Juliana CL Wongkai SE, Advisor Hukum: Dantje Katuuk,SH Pemimpin Redaksi: Efraim Lengkong Redaktur Pelaksana: Djamal Kerubim Sassoeng, SE, Redaktur Eksekutif: dr Glorya Stephanie, Reporter : Mustika Tarigan, Daniel Machmud Layout: Allan Rotikan, Minahasa: Ady Putong, Tomohon: Fredi Tumbo, Nusa Utara:Gunfanus Takalawangeng, Minahasa Tenggara :Fredy Kawombon, Bolaang Mongondow Raya, Kepala Biro : Jhon A. Waluyan, Koresponden: Arman Muno, Iceg Lamusu, Ade Muno, Ferra Koho, Meiske Datu, Noval Nurhamidin, Koresponden Jakarta: Gideon Jahja,Minahasa Utara/Bitung: -, Minahasa Selatan : Alamat Redaksi: Jln.Sea Satu Blok S No.7 Phone: 0431-832746, 0431- 3432864 E-mail: tabloididentitas@yahoo.co.id No Rekening Bank Sulut (0170211019380-8)-(001.02.11.059652-1 Redaksi juga menerima tulisan Opini dengan jumlah maximal 1100 karakter + foto dan dikirim langsung ke: E-mail: tabloididentitas@yahoo.co.id, identitasnews@yahoo.com Wartawan Identitas dilengkapi tanda pengenal serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, serta dilindungi Undang-undang Pers No. 40 tahun 1999.

MINUT,ID-Dalam rangka menyongsong HUT Proklamasi RI ke-67, pemerintah kabupaten Minahasa Utara (Minut) melakukan lomba pidato. Lomba tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Asisten II Setdakab Minut Dra Wihelmina Dimpudus menegaskan, "keikutsertaan kepala SKPD (kadis) berlaku mutlak. Lomba pidato tersebut, langsung merupakan uji kompetensi bagi kemampuan bagi kepala dinas," tegas Dimpudus, Rabu (1/8) 2012, di Aula kantor Bupati Minut. Yang paling mendapat aplaus dari penonton yang hadir saat itu adalah peserta dari KesbangpolLinmas Minut Drs.Max Silinaung, yang dalam pidatonya mengulas

tentang Indonesia dalam 3 masa. masa lalu, masa sekarang dan yang akan datang. Di masa lalu Indonesia pernah jaya melalui kerajaan Sriwijaya abad ke 7, dan Majapahit abad ke 13. Kemudian datang penjajah, rakyat Indonesia berjuang tapi bersifat kedaerahan nanti pada tahun 1908 muncul kebangkitan nasional, 1928 sumpah pemuda dan pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka dengan semboyan merdeka atau mati. "Mari kita mengisi Indonesia ke depan dengan menuju masyarakat adil makmur dengan modal kerja keras, cerdas, berkualitas, puas, ikhlas di tambah 4 hal rencana, usaha, tujuan dan harapan," tegas Silinaung.

Di tempat terpisah, Hukum Tua desa Laikit, kecamatan Dimembe Paulus Sundalangi mengatakan, "memang perlu lomba-lomba seperti ini dilaksanakan, karena seorang kepala dinas harus mampu berpidato termasuk mensosialisasikan programprogram pemerintah kabupaten di lingkup SKPD-nya," ungkap Sundalangi. Sundalangi juga menambahkan, "alangkah lebih baik, apabila diadakan lomba penggunaan Informasi dan Teknologi (IT), karena di era modern sekarang ini, seorang birokrat dituntut menguasai teknologi informasi," pungkas Hukum Tua yang hobbi mencari informasi lewat internet ini. (efl)

Minut Terima Kunker Watimpres MINUT,ID-Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Pemerintahan Birokrasi dan Reformasi DR. Hyronimus Rowah M.Si beserta rombongan mengunjungi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan langsung diterima oleh Bupati Drs. Sompie Singal, Jumat (3/8) lalu. Menurut Hyronimus kunjungan mereka ke kabupaten Minut untuk memotret dan mencari informasi tentang penyelenggaraan pemerintah daerah,serta meminta pengalaman dan masukan mengenai pengangkatan pejabat struktural, pengangkatan Sekda, Eselon II non Sekda. Termasuk juga regulasi bidang kepegawaian, proses pengadaaan barang dan jasa. Bupati Minut Sompie Singal dalam sambutannya mengatakan pihaknya menyambut positif kunjungan Wantimpres dan pihaknya memberikan apresiasi atas kunjungan ini yang tentunya akan memberikan faedah kepada daerah karena tim bisa mendengar dan melihat langsung kegiatan birokrasi pemerintahan di daerah. Untuk itu pihaknya akan berdialog dan memberikan

Bupati Minut Drs Sompie Singal ketika menerima kunjungan Wantimpres Bidang Pemerintahan Birokrasi dan Reformasi penjelasan terhadap potensi maupun fenomenah yang ada di Minut. Bupati juga menambahkan aspirasi mengenai pemerintahan daerah maupun reformasi birokrasi sekiranya menjadi masukan bagi Watimpres untuk disampaikan kepemerintahan pusat demi kemajuan daerah. Rombongan tim Watimpres da-

lam kunjungannya disertai dengan Ny. Andi Selfi Batariani, Muhamad Faried SIP DEA, Drs. James R. Pualilin M.si, Muh Arfan Sali K. SE dan Crisbiantoro. Dan dalam pertemuan tersebut ikut dihadiri oleh Sekda, kepala SKPD, Kepala Bagian maupun Kepala kantor dijajaran Pemkab Minut serta DPRD. (elf)

Puasa, Umat Muslim Diharapkan Jadi Pelopor Nomor Satu Bangsa MINUT,ID-Bupati Minahasa Utara Drs. Sompie Singal bersama ketua tim PKK Minut dan rombongan senin (30/7) berbuka puasa dengan umat muslim yang ada di desa Teremaal Kecamatan Likupang Barat, buka puasa yang dilaksanakan di Mesjid AlManaar. Bupati dalam sambutanya mengatakan "Kuasa adalah salah satu diantara Hukum Islam yang harus dilaksanakan dengan

Jangan Lewatkan B e r i t a T e r b a r u , T e r c e p a t , T e r p e r c a y a

cara benar dan akan memperoleh ketagwaan sehingga ibadah puasa merupakan kewajiban yang mutlak dilaksanakan dan bagi umat muslim diharapkan tampil terdepan menjadi figur pelopor nomor 1 bangsa yang membentengi diri dengan keyakinan iman yang kokoh dan dipenuhi nilai-nilai religius, saling mendoakan dalam ketulusan, menghormati dan menghargai perbedaan".(efl)

www.identitasnews.com

EDISI 91, AGUSTUS 2012

Penyaluran Dana Hibah Dipastikan Bulan September Ratahan,IDPemerintah Kabupaten Minahasa Te n g ga r a (Mitra) kini boleh bernafas dengan lega. Pasalnya sisa dana hibah dari Minsel yang merupakan ibu dari KabupaTety Paruntu ten Mitra, akhirnya mengucurkan dana tersebut untuk kepentingan pembangunan Mitra. Hal ini dibenarkan oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Mitra, melalui Sekretaris PPKAD Aswin Rogahang ketika bertatap muka langsung dengan Bupati Minsel Tety Paruntu dan membahas mengenai hal ini. “Ya puji syukur hal ini bisa terselesaikan dengan baik. Dan pihak dari Pemkab Minsel melalui Bupati berjanji akan menyerahkan sisa dana hibah tersebut kepada Kabupaten Mitra,”kepada sejumlah warta-

I DENTITAS

MITRA

TA BL OID

12

wan belum lama ini. Dijelaskannya, bahwa dana Hibah yang akan diberikan oleh Pemkab Minsel itu, akan diserahkan secara bertahap. “Jadi dipastikan mulai dari awal bulan September diT Tjanggulung tahun yang berjalan ini, dananya sudah mulai dikucurkan ke pemkab Mitra,”katanya kembali. Tambahnya, dana tersebut akan dipakai untuk kepentingan pembangunan sarana dan prasarana yang ada dipemkab Mitra, sehingga lebih memudahkan untuk melayani masyarakat. “Yang penting disini pemkab Minsel telah bersedia memberikan dana tersebut. Selain akan membangun sarana yang memadai, dana ini juga nantinya akan sangat membantu untuk menutupi anggaran pembangunan daerah,”pungkasnya. (Fre)

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Data pembayaran PBB per Kecamatan Hingga 2 Agustus 2012 Kecamatan Ratahan Ratahan Timur Pasan Belang Touluaan Touluaan Selatan Silian Raya Tombatu Tombatu Utara Tombatu Timur Posumaen Ratatotok

Realisasi 430.000.438 43.776.687 41.799.451 21.620798,00 6.288.365.00 27.000,00 17.432.221,00 11.934.547,00 39.193.461 5.321.400,00 18.291.746,00 101.523.919,00

Target 107.380.496,00 66.289.719,00 84.778.803,00 103.962,705 48.037.002,00 26.840.893,00 30.261.944 62.733.508,00 70.482.702,00 58.025.257,0 36.535.771,00 106.839.664,00

Prosentase 40.04% 66.04% 49.30% 20.80% 13.09% 0.10% 57.60% 19.02% 55.61% 9.17% 50.07% 95.02%

Sumber: PPKAD Kabupaten Mitra

Realisasi PBB Belum Capai Target MITRA,ID-Memasuki Bulan Agustus ini, realisasi Pendapatan Asli daerah sektor PBB dari Dua Belas Kecamatan yang ada di kabupaten Mitra, hingga saat ini, baru berkisar Empat Ratus Tiga Puluh Juta Lima Ratus Enam Belas Ribu Seratus Tujuh Rupiah (Rp.430.516.107,00) atau sekitar 43 persen dari target PBB yang berjumlah 802.168,464,00. Kepala Dinas PPKAD Mitra Arie Wua SE ME melalui Sekretaris PPKAD Aswin Rogahang SE, Msi di ruang kerjanya, (Kamis 2/8) 2012. Semestinya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masing masing kecamatan hingga akhir Bulan Juli harus di atas 60 persen. Tetapi hingga saat ini data yang diperoleh

Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara Telly Tjanggulung mengajak warga yang ada di kabupaten Minahasa Tenggara agar senantiasa menghargai Umat Muslim yang menjalankan ibadah Puasa. Hal ini dikatakan Tjanggulung saat melakukan kegiatan Safari Ramadhan di Kabupaten Mitra. Menurut Bupati dalam bulan yang penuh hikmat dan suci ini marilah kita saling

baru 43 persen. ”Kami tidak tahu apakah sosialisasi masing masing Kecamatan tentang PBB ini jalan atau tidak,” ungkap Rogahang. Bahkan, ada Kecamatan yang hingga saat ini baru realisasi 0,10 persen dari jumlah pajak terhutang berjumlah Rp.26.840893,00. Jika di dirupiahkan Kecamatan tersebut baru menyetor berjumlah 27 Ribu, ungkap Rogahang. "Batas waktu pelunasan tinggal beberapa bulan lagi. Untuk itu, kami berharap kepada masing–masing kecamatan atau desa agar supaya segera melunasi PBB agar kita tidak telat pelunasan Pajak. Bayarlah Pajak seebelum jatuh Tempo," ajak Rogahang. (Fre)

menghormati dan menghargai serta saling memaafkan agar bulan yang penuh rahmat ini membuat kita saling mengasihi dan menghormati. Di bulan Suci ini marilah kita sucikan hati kita,”ungkap T2.“ Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara mengucapkan Selamat Berpuasa, semoga amal puasa kita diterima oleh Allah SWT,” ungkap Tjanggulung.(adv)

Bupati Minahasa Tenggara Telly Tjanggulung

Jangan Lewatkan B e r i t a T e r b a r u , T e r c e p a t , T e r p e r c a y a

www.identitasnews.com

I DENTITAS TA BL OID

SANGIHE

13

EDISI 91, AGUSTUS 2012

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Sarundajang Lantik Kumentas Jabat Sekda Sangihe TAHUNA, ID- Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Dr Sinyo H Sarundajang melantik Ir Willy E.C Kumentas sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Sangihe di aula Mapaluse Kantor Gubernur Sulut, Kamis (19/7) lalu. Dalam acara pelantikan tersebut, turut pula disaksikan Wagub Dr Djouhari Kansil, MPd, Sekprov Ir Siswa R. Mokodongan, Bupati Sangihe Drs HR Makagansa, MSi dan Bupati Bolmong Salihi B Mokodongan dan wakilnya Janny Tuuk, serta para pejabat teras dan anggota dewan kedua Kabupaten tersebut. Dalam sambutannya Sarundajang mengatakan, jabatan sekretaris daerah Kabupaten kedudukannnya sangat penting dan strategis. Karena sebagai seorang pembantu utama Bupati, Ia harus memiliki kemampuan leadership yang tangguh dan ulet serta disiplin dan loyal kepada pejabat yang lebih tinggi dalam menjalankan tugas dan fungsinya sehari-hari.

“Karena sumpah jabatan sekda lebih panjang dari sumpah jabatan gubernur dan bupati, karena kedudukannya sangat strategis maka seorang sekda disebut juga sebagai kepala staf dalam suatu organisasi,” kata Sarundajang dalam sambutannya seraya mengingatkan, dalam bangunan organisasi Pemda, seorang Sekda harus berani, cerdas, sekaligus mampu menjadi jembatan sebagai fasilitator dari berbagai unsur organisasi yang ada baik koordinasi keatas kesamping maupun kebawah, karena Sekda sebagai urat nadi dan nafas dari organisasi, jelas Gubernur Sulut. Sementara itu, Kumentas usai pelantikannya mengatakan berterima kasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Sangihe yang sudah memilih dirinya untuk menduduki jabatan tersebut sehingga ia berjanji akan melaksanakan dan bekerja sebaik mungkin demi kemajuan Kabupaten Sangihe. “Saya berterima kasih kepada

Sangihe Raih Disclaimer

Pengelolaan Keuangan dan Aset Pemkab Amburadul

HR Makagansa TAHUNA,ID-Sungguh prestasi yang sangat memiriskan diraih Heronimus R Makagansa dalam tahun pertamanya memimpin Kabupaten Kepulauan Sangihe. Selang empat tahun terakhir ini, hasil audit BPK RI terhadap laporan hasil pemerikasaan (LHP), daerah kepulauan ini harus menerima prestasi yang sangat buruk. Tidak mengherankan berbagai kalangan menyebutkan pengelolaan keuangan dan aset Pemkab Sangihe dinilai paling amburadul di Provinsi Sulut bahkan se-Indonesia. Ketua LP3ST Sangihe Very Bawoleh menegaskan, sejak TA 2008 LHP Sangihe mendapatkan penilaian disclaimer kumudian disusul 2009, 2010 dan 2011 kembali harus menerima kenyataan dengan penilaian disclaimer. “Pemerintahan Makagansa dan Gaghana harus menyikapi dengan serius masalah ini, sebab hasil LHP setiap tahun anggaran akan menjadi ujung tombak kemajuan daerah ini sekali-

gus menjadi perhatian pemerintah pusat,”tegas Bawoleh. Lebih lanjut aktifis Sangihe ini menegaskan, tanggungjawab yang terbesar terhadap penyajian LHP adalah dari instansi teknis pengelola keuangan dan asset daerah. “Dengan torehan prestasi bobrok seperti ini, baiknya ada tindaklanjut yang sangat serius dari pemimpin daerah sekarang ini. Jangan mempertahankan pejabat yang tidak mampu bertanggungjawab, sebab pejabat-pejabat seperti itu akan menjadi duri dalam daging untuk kemajuan daerah ini,”beber Bawoleh kembali. Sementara itu salah satu personel dekab Sangihe Christian Nantingkaseh menyatakan menyikapi berbagai alasan perihal persoalan asset yang selalu menjadi kendala, baiknya Pemkab Sangihe segera mencarikan solusi untuk pengelola aaset daerah.”Kalau bisa sesuaikan dengan aturan yang ada, untuk penanganan aset daerah segera dibentuk lembaga sendiri sehinigga bisa berjalan secara maksimal,” singkat anggota Dekab dari Fraksi Demokrat ini. Secara terpisah Wakil Bupati Sangihe Jabes E Gaghana ketika dikonfirmasi IDENTITAS menyatakan dengan tegas bahwa instansi teknis terkait punya tanggungjawab terhadap capaian LHP untuk beberapa tahun terakhir yang dinilai sangat buruk. “Pimpinan daerah sudah menyiapkan langkah kongkrit terhadap tindak lanjut dari hasil LHP tahun anggaran 2011 ini dan itu pasti akan dilakukan,” ujar Gaghana.(gun)

Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Dr Sinyo H Sarundajang saat mengambil sumpah Ir Willy E.C Kumentas sebagai Sekda Kabupaten Sangihe Pemkab Sangihe yang sudah mengakomodir saya sehingga terpilih menjadi Sekda dan

tentunya saya akan bekerja sebaik mungkin dalam menujang program bupati dan wakil bupati

demi kemajuan Kabupaten Sangihe kedepan.”ujar kumentas kepada sejumlah wartawan.(gun)

Astaga, Dana Perjalanan Dinas Sekda Sangihe Tinggal Rp4 Juta? TAHUNA, ID – Anggaran sekretariat daerah yang didalamnya termasuk dana perjalanan dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Sangihe hingga akhir Juli 2012 senilai Rp291.480.000, dikabarkan sudah “sandar” termasuk dana perjalanan dinas Sekda yang tinggal Rp4 juta. Menurut Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Olden Lahamendu ketika dikonfirmasi

IDENTITAS beberapa waktu lalu terkait masalah dana perjalanan dinas tersebut, dirinya memang mengakui kalau dana yang tersisa perjalanan dinas Sekda tinggal Rp4 juta namun dirinya masih akan mempelajari mekanisme penggunaannya.”Saya belum tahu itu, karena saya baru empat hari dilantik menjadi Kadis PPKAD. Tetapi hal itu akan kami pelajari, jika penggunaanya sesuai mekanisme dan bisa dipertang-

gungjawabkan, tidak akan jadi masalah,” ujar mantan Assisten II Pemkot Bitung itu. Disisi lain, Sekda Sangihe Ir Welly Kumentas, ketika dimintai tanggapannya soal sisa dana tersebut, mengatakan jika dirinya tidak tahu soal itu. ”Kalian tahu dari mana itu, saya justru baru dengar dari teman-teman(wartawan,Red) soal dana itu,”ujar Kumentas sambil tersenyum.(gun)

Pemkab Segera Lakukan Penertiban Aset TAHUNA, ID-Predikat disclaimer dari BPK RI yang didapatkan Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam pengelolaan keuangan daerah dan aset tahun anggaran 2011 lalu, membuat Bupati Sangihe Hironimus R Makagansa dan Wakil Bupati Jabes E Gaghana melakukan pembenahan terhadap manajemen pengelolaan keuangan sekaligus penataan aset. Wakil Bupati Jabes E Gaghana menyatakan, persoalan aset milik daerah sekarang ini dalam penataaanya belum dilakukan secara profesional dan maksimal.”Sebab dari data yang ada di Sistim Infor-

masi Manajemen Daerah (SIMDA) justru tidak terdaftar di masing-masing SKPD, demikian juga sebaliknya, sehingga ketidaksamaan data yang dimiliki membuat penataan asset amburadul,” jelas Gaghana. Menyikapi target untuk melakukan perubahan dalam pengelolaan keuangan dan aset tahun anggaran 2012 untuk merebut opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), pembenahannya harus dilakukan mulai dari sekarang.”Olehnya setiap SKPD tetap punya tanggungjawab untuk melakukan croschek terkait dengan adanya asset yang belum

Jangan Lewatkan B e r i t a T e r b a r u , T e r c e p a t , T e r p e r c a y a

terdaftar di SIMDA, sehingga sinkronisasi pendataan asset baik di SIMDA maupun di setiap SKPD akan terlihat,”tegas Gaghana kembali. Lanjut Gaghana menjelaskan, perihal usulan dari berbagai pihak terkait adanya pembentukan lembaga sendiri untuk pengelolaan aset daerah akan segera ditindaklanjuti. “Saat ini untuk menindaklanjuti usulan pembentukan lembaga sendiri untuk mengelola asset akan kita kaji mellaui peraturan yang ada. Kalau dalam aturan memungkinkan, maka lembaga pengelola asset milik daerah akan kita bentuk,” imbuhnya.(gun)

www.identitasnews.com

I DENTITAS

TOTABUAN RAYA

TA BL OID

14

EDISI 91, AGUSTUS 2012

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Bolmong Tengah Terbuka Lebar Menyusul Pembentukan Tiga Kecamatan Baru LOLAK, ID– DPRD kabupaten Bolaang Mongondow akhirnya menetapkan 3 kecamatan baru melalui Peraturan Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, tentang pemekaran 3 kecamatan baru melalui sidang paripurna pada Senin (30/7) lalu. 3 kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Dumoga pecahan dari kecamatan Dumoga Timur, Kecamatan Dumoga Tenggara pecahan dari Dumoga Utara, dan Kecamatan Dumoga Tengah pecahan dari kecamatan Dumoga Barat. Pemekaran ini sendiri tentunya bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, dimana wilayah dumoga raya cukup luas dan mempunyai potensi alam yang besar bagi kesejahteraan rakyat. Selain itu aspirasi murni masyarakat Dumoga Raya untuk mewujudkan Kabupaten Bolaang Mongondow Tengah atau Bolteng akan lebih terbuka lebar. Dalam pandangan akhir seluruh fraksi DPRD menerima Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pemekaran dan Pembentukan Kecamatan dijadikan Peraturan Daerah. Dengan penetapan

Penyerahan Surat Persetujuan Perda pemekaran Kecamatan di dumoga raya oleh ketua DPRD Hi A. K Mangkat SE kepada Bupati BM Hi Salihi B Mokodongan.

Segera ke Satlantas

Belum Punya Sim? KOTAMOBAGU, ID — Surat Ijin Mengemudi (SIM) menjadi kelengkapan wajib bagi setiap pengendara kendaraan bemotor. Bila SIM belum dikantongi, pengendara diajak melakukan pengurusan di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bolmong. “Bagi pengemudi yang belum memiliki SIM agar dapat mengurus di kantor Satlantas Bolmong, tepatnya di depan Lapangan Kotamobagu,” ungkap Kasat Lantas AKP Muhamad Islam SIK, baru-baru. Terkait tugas, Satlantas tak henti-hentinya melaksanakan operasi kendaraan bermotor, khususnya di wilayah Kota Kotamobagu. Apalagi daerah tersebut merupakan kawasan teramai di Totabuan, menjadi. Kelengkapan surat menjadi salah satu hal utama dalam pemeriksaan yang rutin digelar. Selain SIM dan surat pajak, Satlantas juga mengingatkan ketertiban dalam berkendara. “Jangan ugal-ugalan membawa motor dan mobil di jalan raya,” pesan M. Islam.(jhon w)

perda kecamatan ini, secara otomatis jumlah kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow kini mencapai 15 kecamatan, 228 desa dan 2 kelurahan. Bupati Hi Salihi B Mokodongan mengucapkan terimakasih atas dukungan dari pihak legislatif terhadap penetapan tiga kecamatan baru ini. “Tentunya pemekaran kecamatan baru ini akan ditindaklanjuti dengan pemenuhan prasarana dan sarana, personil dan pembiayaan, namun tentunya hal tersebut juga membutuhkan dukungan penuh dari pihak legislatif, sehingga pelayanan yang optimal kepada masyarakat dapat berjalan sesuai dengan harapan bersama,” ungkap bupati. Paripurna dipimpin Ketua DPRD Bolmong Hi Abdul Kadir Mangkat SE, didampingi Wakil Ketua Hi Jacobus Jemmy Tjia dan Vonny Poppy Pandeiroth SPd. Selain Salihi, turut hadir unsur Forum Koordinasi Muspida Bolmong, Wakil Bupati Yanny R Tuuk STh, Sekda Bolmong Drs Hi Farid Asimin MAP, jajaran Asisten Sekdakab Bolmong serta seluruh pimpinan SKPD.(jhon w)

Puasa dan Idul Fitri, Polres Jaga Rumah Ibadah KOTAMOBAGU, ID-Polres Bolmong menegaskan akan menjaga seluruh rumah ibadah di wilayah hukumnya, sepanjang pelaksanaan bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri. “Hal ini sudah menjadi tanggung jawab bagi kami sebagai pengayom masyarakat yang ada di Bolaang Mongondow Raya,” cetus Kapolres Bolmong, AKBP Enggar Brotoseno SIK, kepada ID belum lama. “Selama pelaksanaan ibadah puasa dan Idul Fitri dengan pola pengamanan giat rutin dilaksanakan dengan sasaran utama pengamanan di tempat-tempat rawan konflik,” ungkap Enggar. Fakta di lapangan, Polres telah menempatkan anggotanya ke rumah-rumah ibadah dalam rangka pengamanan lapangan. Lalu lintas di depan mesjid turut ditata, sehingga menimbulkan kesan kerapian. “Ini juga maksudnya dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pada umumnya, terutama yang menjalankan ibadah puasa,” terangnya. Dia berharap agar keamanan terus ditingkatkan dan menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. (jhon)

Rumah ibadah yang menjadi target penjagaan kepolisian

Dilengkapi 8 Dokter dan 107 Staf Medis

Razia surat ijin mengemudi

KOTAMOBAGU, ID – Untuk saat ini Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Kotamobagu (KK) telah memiliki 8 dokter dan 107 staf medis. Kepala Dinas Kesehatan KK, dr Salmon Helweldery MA menyebut fasilitas itu juga memiliki infrastruktur penunjang yang sangat memadai. “Dilengkapi ruang rawat inap, unit gawat darurat hingga kamar bersalin, tenaga medis stand by satu kali dua puluh empat jam melayani pasien yang masuk,” ulas Salmon pada ID, baru-baru. Pelayanan yang dimaksimalkan pihak rumah

sakit semakin prima setiap harinya. Dengar saja pengakuan Salma Lomban, salah satu ibu rumah tangga dari Poyowa Besar. Menurutnya, rumah sakit yang berada di Kelurahan Pobundayan Kecamatan Kotamobagu Selatan ini merupakan salah satu program pemerintah yang sangat membantu warga masyarakat dalam berobat, ataupaun yang mendadak sakit, "Pasien yang masuk langsung mendapatkan penanganan dan pelayanan yang optimal,” katanya. (tim)

Jangan Lewatkan B e r i t a T e r b a r u , T e r c e p a t , T e r p e r c a y a

www.identitasnews.com

TOTABUAN RAYA EDISI 91, AGUSTUS 2012

Pekerja Proyek Mengaku tak Tahu Siapa Pemilik Usaha

CV Keter Cuma Siluman? KOTAMOBAGU, ID – Aneh bin ajaib, sejumlah pekerja galian jaringan pipa SPAM di Kelurahan Gogagoman Kota Kotamobagu, mengaku tak tahu siapa pimpinan ataupun pemilik CV Keter, perusahan kontraktor pelaksana proyek tersebut. Terungkap dari penyataan Sam, pengawas lapangan, pada ID baru-baru. Kendati sudah bekerja dia tidak mengetahui siapa pemilik proyek berbandrol Rp 245,500 juta dari APBN itu. Sam kemudian menyebut nama Lucky Sugeha sebagai pihak yang menyuruhnya untuk melakukan pengawasan. ID kemudian menemui Lucky. Jawaban sama keluar dari mulut pria ini. Dia pun menyatakan tak tahu siapa oknum yang memenej CV Keter, termasuk proyek galian yang berjalan itu. Padahal me-

I DENTITAS TA BL OID

15

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Enam Puluh Desa Sasaran PPIP

nurut Sam, yang bersangkutan diketahuinya selakukontraktor pelaksana. “Saya cuma disuruh mengawas oleh seorang teman,” tandasnya. Namun yang pasti, berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah kejanggalan bermunculan pada pekerjaan tersebut. Misalnya galian lobang untuk penanaman pipa bervariasi dalam ukurannya, ada yg 30 cm sampai dengan 50 cm. Padahal dalam kontrak seharusnya kedalamannya harus mencapai 80 cm, sehingga tidak sesuai kontrak. Apalagi di beberapa bagian lobang tidak menggunakan pasir sebagai salah satu penahan pipa dari getaran beban. Soal ini Sam menjelaskan penyebabnya adalah di lokasi tersebut banyak pipa-pipa air penduduk, makannya galiannya dibuat bervariasi 30-70 cm. (jhon w/iceg)

Mutu Pendidikan Prioritas SMPN 4 KK KOTAMOBAGU, ID – Berstatus sekolah primadona, SMPN 4 Kota Kotamobagu (KK) yang dipimpin Kepsek Sande Makalalag terus mengejar peningkatan mutu pendidikan. Penerapannya lewat bimbingan ekstra yang dilakukan jajaran tenaga pendidik. SMPN 4 merasa wajib untuk terus mencetak putra-putri bangsa yang berkwalitas dan punya kompetensi. Sande yang ditemui ID baru-baru menyebut, hal lain yang diterapkan adalah disiplin kebersamaan, tanggung jawab dan profesionalis bagi seluruh jajaran keluarga besar rintisan sekolah bertaraf lnternasional (RSBI) ini, "Juga perlu diketahui sekolah ini sudah banyak meraih prestasi dari bidang seni budaya dan olahraga yang sudah berlaga di antara sekolah hingga ke provinsi,” tandasnya. Soal prestasi itu, lebih jauh lagi dijabarkan Sande, anak didiknya memiliki SDM luar biasa. Apalagi penerapan ilmu pendidikan terus dipacu secara maksimal. “Tujuan kami adalah bersaing dengan sekolah lain bertaraf nasional bahkan internasional,” tutupnya. (ade/arman)

Infrastruktur desa terus meningkat terlebih saat ada program PPIP. LOLAK,ID – Terkait upaya penanggulangan kemiskinan di wilayah pedesaan, Kementrian PU sejak tahun 2007 telah melaksanakan Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP). Tujuan PPIP adalah untuk mewujudkan peningkatan akses masyarakat miskin, hampir miskin, dan kaum perempuan serta kaum minoritas ke pelayanan infrastruktur dasar perdesaan, dengan berbasis pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik. Untuk tahun 2012 di kabupaten Bolaang Mongondow terdapat 60 desa yang telah ditetapkan sebagai desa sasaran atau dialokasikan sebagai desa penerima dana PPIP. Terkait hal tersebut pemerintah daerah melaksanakan sosialisasi Program Pembangunan infrastruktur Perdesaan (PPIP) tingkat kabupaten tahun anggaran 2012, yang berlangsung di Wisma Molosing Desa Motabang Kota Lolak pada Kamis 26 Juli 2012. Sosialisasi ini dibuka Bupati Hi Salihi B Mokodongan, dihadiri beberapa anggota DPRD Bolmong, Kepala Satuan Kerja dan Tim PPIP Propinsi Sulut, Sekertaris Daerah, Para assisten, Kadis PU dan SDA,

Proses perencanaan dan pengang-garan kegiatan harus benar benar melibatkan masyarakat dan harus me-nerima setiap masukan dari masyarakat. Karena masyarakatlah yang paling mengetahui apa yang menjadi kebutuhan yang paling penting di desa. Salihi B Mokodongan SKPD terkait, Para camat dan Sangadi penerima dana alokasi PPIP, LSM, fasilitator desa serta undangan lainnya. Bupati dalam sambutannya mengatakan bahwa semua pelaku yang terkait program ini harus

Jangan Lewatkan B e r i t a T e r b a r u , T e r c e p a t , T e r p e r c a y a

paham dan melaksanakannya dengan prinsip keterbukaan dan dapat dipertanggungjawabkan. “Proses perencanaan dan pengang-garan kegiatan harus benar benar melibatkan masyarakat dan harus me-nerima setiap masukan dari masyarakat. Karena masyarakatlah yang paling mengetahui apa yang menjadi kebutuhan yang paling penting di desa,” terangnya. Lebih jauh Bupati menegaskan agar para sangadi, sekdes dan BPD agar mengawal seluruh tahapan program serta mendorong keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pelaksanaan program PPIP. Perlu dilakukan percepatan pelaksanaan program tanpa melangar aturan dan ketentuan serta kualitas harus tetap diutamakan. Pemilihan sarana dan prasarana yang akan didanai oleh program PPIP selayaknya dilakukan dengan selektif dan seksama, agar benar benar tepat sasaran dan asetnya dapat dimanfaatkan secara optimal.Pada kesempatan ini Bupati menyerahkan secara simbolis SK Mentri PU nomor 131/ PPIP/ M- 2012 kepada perwakilan desa dari 12 kecamatan yang mendapat alokasi dana PPIP tahun anggaran 2012.(jhon w)

www.identitasnews.com

I DENTITAS TAB LOI D

ADVETORIAL

EDISI 91, AGUSTUS 2012

MEMPERBAIKI YANG SALAH MEMBENARKAN YANG BENAR

Wamen Parekraf Minta, Tomohon Harus Bisa Menyamai Pasadena Tomohon Harus Bisa Menyamai Pasadena

BERTEMPAT di kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Rabu (18/7) 2012 lalu, Wamen Parekraf DR Sapta Mirwandar bersama Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman, SE.Ak melaunching sekaligus meluncurkan Tomohon International Flower Festival (TIFF) yang penyelengggaraannya akan dilangsungkan pada 8-12 Agustus 2012 mendatang. Dengan mengangkat tema "Wonderful Tomohon", event dua tahunan yang pertama kali diadakan 2008 lalu ini, bertujuan

sebagai wadah mengangkat pariwisata dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sulut terlebih khusus Kota Tomohon. "Penyelenggaraan TIFF ini, untuk lebih mempromosikan pariwisata terlebih khusus untuk mengangkat ikon Kota Tomohon sebagai kota bunga,"ujar Sapta seraya berharap agar kedepannya TIFF bisa menyamai Tournament of Flower yang diselenggarakan di Pasadena, Amerika Serikat yang mampu menarik jutaan wisatawan di seluruh dunia.(adv)

Walikota Tomohon Terima Penghargaan Bakhti Koperasi Dari Presiden SBY

Jangan Lewatkan B e r i t a T e r b a r u , T e r c e p a t , T e r p e r c a y a

BERTEMPAT di Lapangan Temanggung Tilung Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah Kamis (12/7) 2012, Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman, SE.Ak menerima penghargaan Bakti Koperasi dari Presiden RI Susilo B Yudhoyono, lewat surat keputusan No. 353/SM/VII/2012 tanggal 9 Juli 2012 dan disematkan langsung oleh Wakil Presiden RI Boediono. Kegiatan dalam rangka memperingati Puncak Peringatan HUT Koperasi ke-65 ini, Presiden SBY juga memberikan penghargaan kehormatan Satya Lencana Pembangunan, Satya Lencana Wirakarya dan Bakti Koperasi kepada 68 orang yang dinilai mampu membangun koperasi dan UKM di tanah air. Menurut Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Tomohon Ruddie A Lengkong, SSTP melalui pesan selulernya, selain menerima penghargaan Bakti Koperasi, Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman, SE.Ak juga mendapat kehormatan simbolis untuk mewakili 68 orang penerima penghargaan Bakti Koperasi. "Ada 10 orang yang mendapat penyematan penghargaan dari wapres dan wali kota tomohon ditunjuk mewakili 68 peserta peraih penghargaan lainnya,"ujar Lengkong. Selain Wapres Boediono dan ibu, acara ini turut pula dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddi Hasan dan beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu lainnya.(adv)

www.identitasnews.com


agustus 2012