Issuu on Google+

cover

1

crystaleye mimpi, jalan dan hari depanku

Crystal eye Fotografer Bunut Hilir : Usni Manjalani, Sofyan |Bunut Hulu : Muslim, Syarifudin |Bunut Tengah : Wasol, Edhu Empangau : Ermawati, Jamli, Jumandi, Marzuki, Nuraini, Susanto |Entibab : Hamzan Wadi, Sudarso |Kapuas Raya : Adam M. Akip, Edy Supandi, Isnaini, Mulyadi, Syahrin |SMAN 1 Bunut Hilir : Arif Sucipto, Khairush Shalihin, Putri Utami |Teluk Aur : Arifin, Alin, Ardiansyah, Bakat, Gama, Giman, H. Ibrahim, Jabu, Nur Asiah, Nur Halimah, Raden, Rimau, Rudi, Siyang, Syarifah Aini, Tajima, Yohanes. Tim Editorial M. Hermayani Putera | Editor Abroorza Ahmad Yusra, Andi Fachrizal, Syamsuni Arman |Co- Editor Albertus Tjiu, Stephan Wulffraat | Editor Scientific Ismu Widjaya, Jimmy Syahirsyah, Sugeng Hendratno | Kurator Foto Penulis Abroorza Ahmad Yusra Andi Fachrizal Mario Antonius Birowo Muhlis Suhaeri Syamsuni Arman

Dicetak diatas kertas:

Tim Panda CLICK! Jimmy Syahirsyah | Koordinator, Pelatih Foto Ismu Widjaya, Sugeng Hendrato | Pelatih Foto Andi Fachrizal, Lia Syafitri | Fasilitator Jurnalisme Warga Dita Ramadhani | Admin Website & Publikasi Edi Suhadi, Masdayat, Zulkarnain | Fasilitator Lokal Foto sampul depan, belakang, halaman publikasi, dan daftar isi Zulkarnain Desain Buku Muhammad Bernardi Diterbitkan oleh: WWF-Indonesia, Februari 2013. Setiap reproduksi secara penuh atau sebagian harus menyebutkan judul dan kredit penerbit yang disebutkan di atas sebagai pemilik hak cipta. Didukung oleh: Program Heart of Borneo, WWF-Indonesia dan WWF-Switzerland. ISBN: 978-979-1461-31-3 Š Text 2013 WWF-Indonesia WWF-Indonesia terus melaksanakan komitmennya dalam pendidikan konservasi dan kampanye peningkatan kesadartahuan masyarakat di wilayah prioritas program WWF-Indonesia. Panda CLICK! (Communication Learning toward Innovative Change and Knowledge) adalah sebuah pendekatan komunikasi partisipatif berbasis masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam, konservasi satwa langka, khususnya orangutan, dan membantu memperkuat serta melindungi budaya lokal dan habitat satwa melalui kegiatan pendokumentasian. 4

5

daftar isi 8

Kata Pengantar

12

Sekilas tentang Panda CLICK!

18

Peta Wilayah

20

Membingkai Rumah Sendiri

40

Rakyat Memotret

50

Kehidupan Komunitas di Bunut Hilir

51

Dusun Puring

51

Komunitas Melayu di Dusun Puring

52

Permukiman Melayu

70

Rumah Orang Melayu

71

Dusun Jaung

71

Orang Iban di Dusun Jaung I dan Dusun Jaung II

74

Permukiman Orang Iban di Dusun Jaung I

75

Permukiman Orang Iban di Dusun Jaung II

84

Seni

92

Ritual dan Tradisi

114

Pembangunan

114

Ekonomi

158

Kesehatan

164

Pendidikan

168

Infrastruktur

178

Alam dan Masyarakat Bunut

216

Konservasi

216

Kearifan Lokal

224

Danau Lindung Pengelang dan Pelestarian Spesies Ikan Konsumsi

235

Kata Penutup

236

Daftar Istilah

Kata Pengantar

WWF - Indonesia

Mata merupakan bagian anatomi tubuh yang ajaib –dengan tidak mengabaikan kemampuan indra yang lain-. Dalam sepersekian detik, dia membedakan gradasi warna, jauh-dekat jarak, sempit-luas ruang, dan macam-macam lagi komposisi dimensi dan elemen. Dan pandangan mata, ternyata bukan sekadar penilaian bentuk fisik. Ada substansi. Ada makna. Mata akhirnya tidak sebatas organ pengamat visual. Ia juga menjadi kesadaran akan eksistensi diri, benda-benda, dan macam-macam hal. Kamera, dalam anggapan Weege (1899-1968), adalah “lampu Aladin modern.” Dengan lampu Aladin tersebut, ada berbagai kemungkinan yang dapat muncul melebihi perkiraan. Berbagai kemungkinan tersebut dapat dihasilkan lewat tindakan memotret. Tindakan memotret pun menjadi bukan sekadar “momen pengabadian,” namun juga “usaha menyatakan,” tepatnya “menyatakan sebuah keberadaan.” Bila semua itu, mata, kamera, dan tindakan memotret, dikombinasikan, maka akan lahir sebuah konsep; tindakan pemaknaan. Tindakan pemaknaan itulah yang coba diraih oleh masyarakat Bunut, sekelompok masyarakat yang bermukim di sisi Sungai Kapuas, bagian Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Mereka mencoba memaknai keberadaan mereka –sebab, yang ada adalah yang bermakna-, kali ini lewat lampu Aladin modern. Tindakan ini, kelak mungkin dapat menjadi pemenuhan kemungkinan-kemungkinan positif dalam pemberdayaan diri, khususnya bagi mereka sendiri. Dengan foto, mereka dapat bercerita kepada dunia luar, menghubungkan diri mereka secara lebih intens kepada pihak pemerintah dan para pihak lainnya, serta yang lebih utama, dapat menjadi bahan bercermin. Ada kesadaran kolektif yang muncul saat itu terjadi. Hasil-hasil foto menjadikan mereka mengingat tentang seni, budaya, dan potensi alam, yang saat ini cenderung terdegradasi. Mereka lantas 8

membicarakannya, mendiskusikannya, dan mulai mengira-ngira langkah antisipasi. Dengan demikian, harapan program Panda CLICK! yang diprakarsai WWF-Indonesia dapat mendekati sasaran. Dengan mengenal diri sendiri, masyarakat diharapkan mampu memberdayakan potensi mereka, tanpa perlu bergantung pada pihak luar. Masyarakat menjadi mandiri. Agar tahapan ini berlanjut pada tahap yang lebih baik, WWF-Indonesia kemudian mencoba mendokumentasikan hasil karya mereka lewat lembar demi lembar buku ini. Melalui buku, langkah kemajuan tidak akan berhenti di hari ini. Diharapkan akan ada langkah-langkah ke depan yang membuka jalur sebuah perkembangan positif bagi masyarakat Bunut. Program Panda CLICK! di Kecamatan Bunut Hilir ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, tepatnya di koridor yang menghubungkan Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum. Ke depan, program ini akan terus diupayakan mengingat sebuah foto selalu bisa menghadirkan banyak hal. Mata masyarakat dan foto-foto mereka, sering menjadi sebuah dunia baru yang lebih dari sekadar momen yang terpotong, dari sekadar deskripsi identitas, dan dari sekadar perekam. Upaya pemaknaan diri masyarakat lokal berkaitan erat dengan pemaknaan diri masyarakat global. Untuk itu, sudah sepantasnya tindakan pemaknaan mereka dilihat dengan tanpa jarak yang berjurang. Selamat menikmati. Selamat mengapresiasi. Terima kasih.

CEO WWF-Indonesia, Dr. Efransjah

9

Strategi Kegiatan

Panda CLICK!

Sosialisasi Kegiatan | Penandatanganan Perjanjian | Pemilihan Fotografer Lokal | Pelatihan Fotografi Intensif | Pengawasan dan Pengumpulan Data | Lokakarya dan Pameran Foto

Foto (dok. WWF - Indonesia Program Kalimantan Barat)

14 | SEKILAS TENTANG PANDACLICK!

Karya: ZULKARNAEN - Lokasi: Dusun Puring, Teluk Aur Proses mengajar-belajar fotografi dilakukan dalam tahap awal. Tujuannya, agar masyarakat mampu memaksimalkan kamera sebagai bahasa penyampai, bukan sekadar perekam.

15

| SEKILAS TENTANG PANDACLICK!

16 | SEKILAS TENTANG PANDACLICK!

18 | SEKILAS TENTANG PANDACLICK!

Karya: ZULKARNAEN - Lokasi: Dusun Puring, Teluk Aur Ibu Imung, warga Desa Teluk Aur sedang mengangkat pukat. Keseharian dirinya sama dengan umumnya keseharian warga Teluk Aur lain. Mencari ikan, berladang, dan menoreh. Dalam bingkai kamera, semua itu menjadi rentetan warna-warni yang sangat berharga. 19

| SEKILAS TENTANG PANDACLICK!

Karya: MASDAYAT - Lokasi: Dusun Puring, Teluk Aur Pekerjaan membuat atau memperbaiki motor aik kerap dilaksanakan bersama-sama, dari tahap pencarian bahan hingga tahap akhir. Kapal milik siapapun. Masyarakat Teluk Aur mencoba selalu mempertahankan sistem kekeluargaan dan gotong royong.

25 | MEMBINGKAI RUMAH SENDIRI

32 | MEMBINGKAI RUMAH SENDIRI

Karya EDI SUHADI - Lokasi: Dusun Puring, Teluk Aur Sampan bukan sekadar sarana transportasi. Ia juga merupakan simbol berbagai perihal: ketekunan, budaya masyarakat, dan termasuk pula, kebahagiaan dalam persahabatan anak-anak Bunut.

33 | MEMBINGKAI RUMAH SENDIRI

Karya: EDI SUHADI - Lokasi: Desa Entibab Pekaka Emas (Pelargopsis capensis) termasuk jenis burung yang mudah dilihat di dekat bubu warin dan mereka terbiasa dengan kehadiran manuia. Karena itu, warga sering menjadikannya objek latihan memotret. (ATAS) Karya: SUDARSO - Lokasi: Desa Entibab Takur Tutut (Megalaima rafflesii) merupakan satu di antara beberapa jenis burung liar yang kerap dijadikan peliharaan. Pakannya adalah belalang. Di alam liar, kicauannya menyenangkan untuk didengar. (KANAN)

44 | RAKYAT MEMOTRET

45 | RAKYAT MEMOTRET

Se

Adat Berangkat Adat Butang Akil baligh Aur Ayun Cokai Bandong Banjar Barzanji

Egalitarian Embang Gansai Gawai Gawai Benih Gawai Kenyalang Gawai Kenyalang Burong Gertak Hadrah Ikan Bauk Ikan Baung Ikan Belidak Ikan Biawan

236

daftar istilah

Batara Bebah Bedol Desa Bejalai Bekain Bekam Besampi Buah Angkala Bubu Bubu Temilar Buko Buluh Capan Cihirang Cluster Daun Purik

Denda adat bila seorang suami menikahi wanita lain. Istri berhak untuk menuntut. Denda adat bila seorang suami selingkuh. Istri berhak untuk menuntut. Fase seorang anak memasuki usia remaja. Bambu. Ayunan khas Melayu Bunut yang memposisikan anak tidur dalam keadaan duduk. Rumah perahu yang terbuat dari kayu dan berfungsi untuk mengangkut barang antar kabupaten. Suku melayu yang memiliki asal usul kerajaan Banjar, Kalimantan Selatan. Doa-doa, puji-pujian, dan pengisahan riwayat Nabi Muhammad yang dilafalkan dengan suatu bentuk irama. Biasanya dilantunkan dalam acara-acara keagamaan ataupun prosesi adat. Tuhan, Penguasa tertinggi (Iban). Prosesi adat yang bertujuan untuk melancarkan Air Susu Ibu (ASI). Proses kepindahan seluruh warga beserta perangkat desanya dari satu tempat ke tempat yang lain. Merantau ke luar daerah (Iban). Persembahan mempelai pria kepada kakek nenek mempelai wanita. Pengobatan tradisional yang berfungsi mengeluarkan darah kotor di dalam tubuh. Prosesi adat yang bertujuan untuk mengusir bala. Litsea garciae. Termasuk famili avocado. Sejenis buah hutan yang berbentuk bulat kecil dan berwarna hitam. Alat tangkap ikan berbentuk silinder yang terbuat dari rotan atau jaring. Alat tangkap ikan berbentuk kubus yang terbuat dari jaring. Mangkuk besar yang terbuat dari kaca bening. Digunakan dalam prosesi pernikahan (Melayu) Bambu (sinonim). Alat untuk memisahkan beras dari ampas kulitnya. Varietas padi unggulan. Pengelompokan. Mytragina speciosa. Daun yang sering digunakan untuk pengobatan tradisional. Biasa ditemukan di hutan atau pinggir sungai. Sistem kepemimpinan yang menentukan pemimpin berdasarkan dari kecakapan individu, bukan keturunan. Alat tangkap udang yang terbuat dari jaring. Perlengkapan adat yang terdiri dari tombak dan kelapa. Dihadirkan saat ritual pernikahan. Acara adat Iban. Dilaksanakan saat seusai panen. Ritual memanggil roh-roh padi yang masih tertinggal di ladang dan mendoakan benih agar hasil panen lebih baik dari tahun sebelumnya. Biasanya dilakukan setelah panen. Gawai yang dilaksanakan berdasarkan mimpi seseorang. Wajib dilaksanakan agar terhindar dari malapetaka. Gawai kenyalang yang melibatkan banyak tamu undangan. Jembatan kayu. Berdoa dengan nyanyian yang diiringi dengan irama dan tempo tar. Labiobarbus spp. Sering diolah menjadi ikan asin dan kerupuk basah. Saat ini sudah sulit dijumpai. Hemibagrus nemurus. Habitat baung adalah sepanjang sungai, dari muara hingga hulu. Chitala chitala. Belidak tergolong dalam suku Notopteridae (ikan berpunggung pisau). Dagingnya tergolong enak sehingga benilai ekonomis tinggi. Sering dijadikan bahan bahan baku untuk kerupuk basah maupun kerupuk kering. Hellostoma temincki. Ikan Biawan termasuk jenis gurame. Banyak ditemui di rawa dan anak sungai saat musim

Ikan Nuayang Ikan Patik Ikan Seladang Ikan Seluang Ikan Tapah Ikan Tebirin Ikan Toman Jermal Kapar Keramba Kerupuk Basah Kulat Kuntilanak Lalau Lempok Lesung Liak Lobak Longbot Menyiluk Motor aik Nganjat Ngerinan

kemarau. Rasa daging dan telurnya gurih sehingga menjadi salah satu ikan favorit masyarakat. Mystacoleucus sp. Jenis ikan kecil yang sering diolah menjadi penganan. Macrochiricthys macrocirus. Berbentuk pipih dan sedap disantap. Ukuran tubuh ikan ini dapat mencapai 100 cm. Ikan gabus. Thinnichthyes thynnoides. Dikenal sebagai ikan bandeng air tawar. Channa striata. Ikan pemangsa Leptobardus hoevenii. Osphronemus septemfasciastus atau ikan gurami. Mystus Nemurus. Ikan lele. Luciosoma sp. Berbentuk mirip ikan arwana namun tanpa sungut. Cryptopterus sp. Badannya panjang dan pipih, mulutnya lebar, bersungut, dan bergigi tajam. Termasuk ikan pemakan segala sehingga tidak sulit untuk dipancing. Pseudeutropius moolenburghae. Ukuran nuayang cukup kecil. Warga sering mengolahnya sebagai ikan asin. Di alam, ia menjadi indikator pasang surutnya permukaan air sungai. Istilah untuk menyebut anak Baung. Sungai kapuas menyimpan dua jenis seladang, yaitu Pangasius humeralis (seladang hitam) dan Pangasius lithostoma (seladang putih). Jarang ditemukan sehingga nilai ekonomisnya tinggi.  Rasbora spp. Berukuran sebesar jari kelingking, dan rasanya gurih. Bentuknya sedikit pipih memanjang. Wallago attu. Merupakan ikan air tawar yang termasuk dalam famili Siluridae. Hidup di dasar sungai dan danau yang cenderung berlumpur. Ia merupakan predator utama sebab ukurannya yang besar. Belodontichthys dinema. Mirip ikan Lais tetapi berukuran besar. Merupakan ikan predator yang menyerang ikan kecil dan udang. Channa micropeltes. Sejenis ikan Gabus dan banyak dibudidayakan masyarakat lokal. Jala berukuran besar. Sampah kayu yang hanyut di sungai. Kolam ikan buatan. Jenis makanan khas Kapuas Hulu berbahan dasar ikan. Berbentuk seperti dodol dan dimakan dengan sambal kacang. Jamur. Hantu perempuan berambut panjang. Merupakan sarang yang terdapat pada pohon hutan yang besar, dimiliki oleh penduduk secara turun temurun menurut adat. Dodol durian. Alat yang digunakan untuk menumbuk padi (Iban dan Melayu). Jahe. Kolam kecil yang terbentuk secara alami saat musim hujan. Sampan bermesin tempel. Menangkap anakan ikan arwana dengan menggunakan serokan. Motor air. Menari (Iban). Kegiatan menangkap ikan di dalam genangan pada musim kemarau.

237

daftar istilah

Ikan Bilis Ikan Blantau Ikan Dolak Ikan Entukan Ikan Gabus Ikan Kelawat Ikan Kaloi Ikan Kelik Ikan Kenyuar Ikan Lais

Ngirit padi Ngontak tiang Nimang

Pulut Pansu Ragak Rawai Renyung Rotan Tapah Ruai Rumah Panjang Semagat Sauk Semotet Seropang Seruak Setegal Sikin Subsisten Tajung Tajung Bersinsin Tar Tari Jepin

238

daftar istilah

Nimang Batu Nimang Moja Nyermal Pandan wangi Patung Kenyalang Pawai Gerobak Taaruf Pedarak Pekain Pelancar Pembosah Pengarok Pering Pesahin Dara Piran PK PNPM Posat

Menginjak padi untuk melepaskan biji padi dari tangkainya. Menanam tiang atau tonggak untuk pondasi awal rumah atau jembatan. Sastra lisan Dayak yang bertujuan untuk menyampaikan doa atau memanggil arwah dan roh. Biasa dilakukan saat acara adat. Seorang penimang biasanya mesti dukun adat (Iban). Sastra lisan yang dituturkan saat ritual mendoakan benih. Sastra lisan yang dituturkan saat ritual mendoakan lahan yang akan ditanami Kegiatan panen ikan menggunakan jermal. Varietas padi unggulan. Patung yang digunakan dalam Gawai Kenyalang. Berbentuk burung enggang. Kegiatan tahunan yang dilaksanakan Masyarakat Melayu pada malam Idul Fitri. Tempat menaruh sesajen atau persembahan yang ditujukan kepada roh atau arwah. Uang penangkal. Harta yang mesti dikorbankan agar terhindar dari malapetaka. Perahu tempel berbodi ringan. Terbuat dari fiber glass. Pemberian bagi saudara kandung yang lebih tua dan belum menikah saat acara pernikahan. Jimat Iban yang terdiri dari taring babi hutan dan rotan. Bambu. Tanda pelangkah pada saat pernikahan. Pisau. Singkatan dari “Paarden Kracht� (bahasa Belanda). Satuan daya mesin yang setara dengan tenaga kuda. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat. Alat tangkap berbentuk segi empat berbahan jaring. Khusus digunakan untuk menangkap ikan permukaan yang berukuran kecil. Beras ketan yang dimasak didalam bambu. Keranjang yang terbuat dari anyaman rotan. Pancing dalam jumlah besar yang dipasang di sepanjang pinggiran sungai. Tempat menampung padi saat panen. Jenis rotan yang sering digunakan sebagai bahan kerajinan tangan. Dijumpai di rawa. Ruang tamu khas Rumah Panjang. Rumah panggung khas Dayak. Bangsawan. Jaring ikan bertangkai. Alat tangkap khusus untuk labi-labi Tombak bermata tiga untuk menangkap ikan. Bubu ikan yang terbuat dari bambu. Sebentar. Pisau. Hanya digunakan untuk keperluan pribadi. Tidak untuk diperdagangkan. Sarung. Pakaian adat Melayu, untuk kaum lelaki. Alat musik pukul Melayu yang serupa dengan gendang berukuran medium. Jenis tarian Melayu. Ditarikan dua orang atau lebih dan diiringi dengan dendang gendang atau rebana atau tar.

Tarian gigit lesung Teluk Belanga Temet Tempayan Penyawak

239

daftar istilah

Tempoyak Temuni Tepung tawar Tuai Rumah Tutup Uban Warin

Salah satu jenis tarian Iban. Para penari menari sambil menggigit lesung yang berbobot sekitar 20 kg. Pakaian adat Melayu, untuk kaum lelaki. Kerupuk basah. Tempayan yang berisi beras, mangkuk, dan diikati cincin. Digunakan dalam prosesi pernikahan. Tanda bahwa pasangan mempelai telah sah menikah. Sambal hasil fermentasi durian. Plasenta. Ritual adat masyarakat Melayu yang berisikan pemberkatan dan doa. Pimpinan rumah panjang (Iban). Pemberian mempelai lelaki kepada kakek-nenek mempelai perempuan apabila mereka masih hidup. Jaring.

240


Crystal Eye in brief (Bahasa Indonesia)