Issuu on Google+

KHUSUS BAGI INTERCESSOR (PENDOA SYAFAAT)

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” (Roma 8: 26)

FGBMFI INDONESIA

SAMBUTAN NATIONAL PRESIDENT

Salam Sejahtera! Kami menyambut dengan sukacita terbitnya Buku Manual DOA bagi Pendoa Syafaat (Intercessors) FGBMFI Indonesia ini. Untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada: 

Bpk. Tan Sriadhi Sudono, National Director of Prayer

Bpk. Dr. Eliezer H. Hardjo P.D., National General Secretary

Yang dengan pertolongan Roh Kudus telah berhasil menyusun dan menyelesaikannya Sebagaimana ditulis dalam buku “The Vision Intensified,” Bpk. Demos Shakarian berdoa dan berpuasa mencari wajah TUHAN dan TUHAN memberikan Pewahyuan bahwa “Gelombang Baru Kebangunan Rohani (A New Wave of Revival)” akan segera terjadi, yaitu: o Gelombang Baru Kekudusan o Gelombang Baru Pertobatan o Gelombang Baru Pencurahan Kuasa Roh Kudus (Signs and Wonders) Beliau mengatakan bahwa Gelombang Baru Kebangunan Rohani ini akan digenapi hanya dengan Kuasa TUHAN melalui DOA, karena kekuatan rohani kita, kebangunan rohani kita, dimulai dan diakhiri dengan DOA (The Vision Intensified, hal. 37) Harapn dan doa kami kiranya buku Manual DOA ini bermanfaat untuk memperlengkapi setiap Pendoa Syafaat FGBMFI Indonesia sehingga Kemuliaan TUHAN dinyatakan! Tuhan Yesus memberkati kita sekalian!

Ir. Bernard Njotorahardjo National President FGBMFI Indonesia

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 1

KATA PENGANTAR DOA adalah nafas orang percaya, berarti hidup tanpa doa bagi orang percaya adalah hidup tanpa nafas dan itu akan membuatnya mati. Bahkan mati kering! DOA satu-satunya cara berbicara kepada TUHAN, namun bukan hanya berbicara kepada namun yang benar adalah berbicara dengan TUHAN, artinya bukan monolog namun dialog. Anda berbicara kepada TUHAN dan TUHAN berbicara kepada anda. DOA sangat penting karena itu yang menjadi dasar dari semua kegerakan khususnya dalam tubuh FGBMFI Indonesia dan menjadi salah satu pilar dari 4(empat) pilar, dan DOA pula yang memayungi semua aktifitas sehingga senantiasa berada dalam jalur TUHAN dan menuju sasaran yang telah ditetapkan dengan pertolongan Roh Kudus. Tuhan Yesus ketika berada di dunia bersama-sama dengan para murid-nya dua ribu tahun yang lalu sangat menekankan pentingnya Doa dan banyak sekali yang DIA katakan dan bicarakan tentang DOA. Bahkan Tuhan Yesus sendiri menjadi contoh keteladanan dalam berdoa. DIA adalah seorang Pendoa Syafaat (intercessor) yang tekun, konsisten dan dinamis. DIA juga banyak mengajar para murid tentang DOA dan itu pulalah yang akan kita pelajari dalam Manual DOA ini. Manual DOA ini disusun khusus bagi para FGB-man yang terpanggil untuk menjadi intercessors (pendoa-pendoa syafaat). Ini semacam buku panduan bagi Pasukan Khusus Doa (PKD) yang akan melakukan doa peperangan rohani; bukan sekedar doa biasa. Manual ini tidak sempurna mungkin anda masih menemukan kekurangan disana sini, dan untuk itulah kita akan memperbaiki dan melengkapinya sambil berjalan. Anda tentunya pernah mengikuti training dengan menggunakan satu atau lebih Manual seri “Called to...� Isi Manual DOA ini tidak bertentangan dengan topik Doa yang pernah anda pelajari namun sebaliknya lebih melengkapi sehingga memungkinkan anda menjadi pendoapendoa syafaat yang setiap saat siaga; siap sedia bertempur dalam alam roh kapan saja dan dimana saja. Melalui DOA kita mengubah diri kita, keluarga kita, gereja kita, bangsa kita dan bahkan dunia! Selamat melakukan perkara-perkara besar melalui kehidupan DOA anda! Jakarta, Juni 2009 Tan Sriadhi Sudono National Director of Prayer

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 2

Daftar Isi Hal.

Sambutan National President

…………………………………………………….

1

………………………………………………………………………….

2

…………………………………………………………………………………….

3

Kata Pengantar Daftar Isi

I. PENTINGNYA DOA

……………………………………………………………….

4

II. BAGAIMANA SEHARUSNYA KITA BERDOA ……………………………….

10

III. MENGETAHUI TINGKAT DOA KITA ………………………………………….

12

IV. DOA SYAFAAT

……………………………………………………………….

16

V. DOA PENGINJILAN

……………………………………………………………….

22

VI. DOA PEPERANGAN ROHANI

…………………………………………

20

VII.

DOA PENGURAPAN – IMPARTASI

………………………………

32

VIII.

DOA MEMAKAI FIRMAN TUHAN

………………………………

37

………………………………………………………………………….

42

……………………………………………………………….

49

IX. PUASA Daftar Kepustakaan

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 3

I.

PENTINGNYA DOA

A. MENGAPA DOA SANGAT PENTING? Ada dua hal yang akan membuat kita bertumbuh di dalam hidup Kristiani kita. Yang pertama adalah ―Mempelajari Alkitab‖ – Cara TUHAN berbicara kepada kita dan yang kedua adalah ―Berdoa‖ – cara kita berbicara kepada TUHAN. Ketika kita mempelajari Alkitab kita akan dibimbing dan menanggapi-Nya dengan berdoa kepada-Nya. Ketika kita berdoa maka Roh Kudus akan menuntun kita ke ayat-ayat Firman TUHAN dan TUHAN berbicara kepada kita melalui Firman-Nya. Begitulah hubungan dan keterkaitan antara Membaca Alkitab dengan Berdoa Reuben A. Torey dalam bukunya Bagaimana Berdoa - How to Pray (New York, Revel, 1900) mendaftar sebelas alasan mengapa doa itu sangat penting: 1. Oleh karena adanya Iblis dan roh-roh jahat dan DOA adalah satu senjata untuk melawan mereka (Efesus 6: 12 – 13) 2. Oleh karena DOA adalah cara TUHAN bagi kita untuk memperoleh apa yang kita butuhkan dari-Nya (Yohanes 16: 24, Yakobus 4: 2) 3. Oleh karena TUHAN memberikan sebuah pola dalam kehidupan para rasul yang mengakui bahwa DOA adalah salah satu hal yang terpenting dalam tugas pelayanan mereka (Kisah 6: 1 – 4) 4. Oleh karena DOA mengambil tempat utama dalam kehidupan Tuhan Yesus (Markus 1: 35, Lukas 6: 12) 5. Oleh karena DOA merupakan pelayanan Tuhan Yesus yang sekarangpun berdoa syafaat bagi kita (Roma 8: 34, Ibrani 7: 35) 6. Oleh karena DOA merupakan satu cara yang diambil TUHAN bagi kita menerima kasih karunia dari-Nya dan dalam memperoleh pertolongan pada waktu kita memerlukannya (Ibrani 4: 16) 7. Oleh karena DOA suatu cara untuk memperoleh sukacita TUHAN yang penuh

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 4

8. Oleh karena DOA dengan ucapan syukur adalah suatu cara untuk memperoleh kemerdekaan dari kekhawatiran hidup dan ketika kita mengalaminya kita akan mengalami damai sejahtera yang melampaui segala akal (Filipi 4: 6 – 7) 9. Oleh karena DOA suatu cara untuk memperoleh kepenuhan dalam Roh Kudus (Lukas 11: 3) 10. Oleh karena DOA membuat kita terus-menerus waspada dan memperhatikan kedatangan Tuhan Yesus (Lukas 21: 24 – 26) 11. Oleh karena DOA dipakai oleh TUHAN untuk mendorong pertumbuhan rohani kita, membawa kuasa ke dalam kehidupan bekerja kita, memimpin orang lain kepada Kristus, dan membawa berbagai berkat lainnya bagi gereja TUHAN (Mazmur 139: 23 – 24, Matius 7: 7 – 8) DOA membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang mustahil menjadi kenyataan dengan kuasa TUHAN. B. MAKSUD DAN TUJUAN DOA (sumber intern FGBMFI) DOA adalah tanggung jawab semua orang Kristen. 1. DOA merupakan prioritas. Doa merupakan prioritas dalam hidup Yesus, berada diatas istirahat fisik, kehidupan sosial dan bahkan makanan. Doa adalah komunikasi utama antara Tuhan Yesus dengan BAPA-Nya di sorga, demikian juga seharusnya dengan kita (Matius 14: 23 & Lukas 6: 12). Yesus adalah Pendoa Syafaat Agung kita yang memberi kita contoh sempurna sebuah kehidupan yang penuh doa. Tidak mementingkan diri, dan biasanya tidak dilihat bahkan seringkali tidak dihargai sama sekali oleh orang lain sekalipun mereka ―menikmati hasilnya‖ langsung maupun tidak langsung. Namun kita bukan untuk dilihat orang, namun untuk berada di hadirat dan kesukaan TUHAN. 2. DOA merupakan pelayanan terhadap TUHAN! Kita dipanggil menjadi imam-imamNya. Pelayanan terhadap TUHAN harus terlebih dahulu sebelum pelayanan terhadap manusia.

Selaku

anak-anak

TUHAN,

kita

melayani-Nya

melalui

pujian

dan

penyembahan, dan berkomuni (bersekutu) melalui Doa dan meditasi. NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 5

Darah-Nya telah membenarkan dan menguduskan kita sehingga kita dapat masuk di Ruang Maha Kudus. Oleh karena itu datanglah dengan penuh keberanian dan keyakinan masuk dalam hadirat-Nya (Efesus 1: 4 – 5, 1 Petrus 2: 9) 3. DOA merupakan saluran dialog yang unik antara kita dengan BAPA di Sorga. Kita menyediakan dan menghabiskan waktu bersama-Nya oleh karena kita mengasihi-Nya. Pembicaraan anda akan mendalam menjadi sebuah komuni (persekutuan) pada waktu anda ―curhat‖ kepada-Nya. Ketika anda mengadakan persekutuan pribadi dengan TUHAN, anda akan mengalami kepenuhan Roh Kudus; dipenuhi dan dipenuhi lagi, seperti halnya ketika DIA menunjukkan jalan kepada Musa dan memimpin umat Israel (Keluaran 33: 11 – 14, 21) 4. DOA menyebabkan mata rohani kita terbuka agar kita melihat ke dalam alam roh. Ketajaman rohani dalam Roh Kudus datang ketika anda berdisiplin dalam Doa, pujian, puasa

dan

pembaharuan

budi

oleh

Firman

TUHAN.

Minta

TUHAN

untuk

memperlihatkan kenyataan alam roh kepada anda seperti halnya Elisa lakukan ketika meminta TUHAN membuka mata pelayan-nya untuk melihat pasukan malaikat berkereta yang mengelilingi mereka. 2 Raja-Raja 6: 16 – 17. 5. DOA merupakan tanggapan penuh kasih atas beban yang sedang ditanggung orang lain. Kita diberi hak istimewa berdoa syafaat bagi orang lain. Anda akan merasakan denyut jantung TUHAN dan ikut merasakan hati-Nya yang terluka bagi anak-anak-Nya (Filipi 1: 3 – 4, 7, 2:3 – 4, Efesus 1: 15 – 16) 6. DOA adalah kata-kata TUHAN sendiri yang hidup di mulut anda. Mengucapkan dan memperkatakan

Firman

TUHAN

membawa

hasil

dan

jawaban.

Anda

harus

mengucapkan Firman TUHAN dengan iman, bukan kata-kata yang sama diucapkan berulang-ulang dan menjadi mantera. Firman TUHAN diteguhkan oleh Roh Kudus, sehingga ketika anda mengucapkannya, penuh dengan urapan. TUHAN menginginkan anda datang kepada-Nya dengan iman, mempercayai-Nya. DIA berjanji akan bekerjasama dengan kita (Ibrani 11: 6, Yesaya 55: 11) 7. DOA membawa BUAH bagi Kerajaan TUHAN dan menyenangkan hati-Nya. Ketika anda berdoa dan berkomunikasi dengan-Nya, DIA berbicara kepada kita dan memberi NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 6

kita arahan, hikmat, pengetahuan, kekuatan dan perlindungan (Kolose 1: 9 – 11, Mazmur 40: 1 – 2, Yohanes 15: 7 – 8) 8. DOA membuka jalan bagi TUHAN untuk bertindak bagi dunia. Tuhan Yesus mengajar berdoa “Kehendakmu jadi di bumi seperti juga di sorga.” (Matius 6: 10). DIA juga berkata: “Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Matius 18: 18). TUHAN membatasi diri-Nya untuk hal-hal tertentu sebatas Doa anak-anak-Nya saja. Sorga menunggu kita yang berada di bumi untuk berdoa agar dapat bertindak dan sesuatu terjadi. Kita menyelaraskan diri dengan kehendak dan kuasa TUHAN dan DIA sanggup melakukan segala perkara melalui kita sesuai dengan Doa kita. Kecuali kita berdoa, DIA tidak akan bertindak. TUHAN mencari orang-orang untuk menjadi pendoa syafaat, untuk mengajukan permintaan kepada-Nya agar kehendak-Nya terjadi di bumi seperti di Sorga. (Yesaya 43: 26, Yeremia 1: 12) 9. Melalui DOA kita menerima wahyu dan pikiran TUHAN. Tuhan akan menyatakan kepada kita apa yang DIA ingin kita berdoa untuk hal tersebut, dan menunjukkan permasalahan yang sedang di hadapi oleh seseorang atau situasi tertentu. DIA mengijinkan anda untuk melihat seperti yang DIA lihat, namun seorang pendoa syafaat harus menjaga baik-baik rahasia yang TUHAN wahyukan pada waktu dia sedang berdoa. Minta tuntunan TUHAN bagi langkah-langkah yang harus ditempuh selanjutnya dalam menindak-lanjuti wahyu yang dinyatakan-Nya kepada kita (Matius 11: 25 – 26,Lukas 10: 22, Filipi 3: 15) 10. Oleh karena DOA, Kerajaan TUHAN menjadi nyata melalui mujizat-mujizat yang kita alami dalam hidup kita. Kita akan melihat dan mengalami manifestasi kuasa TUHAN terjadi dalam hidup kita ketika kita berjalan bersama-Nya (Lukas 5: 15 – 16, Markus 16: 17 – 18, 20) 11. Melalui DOA kita dipanggil untuk melakukan peperangan rohani melawan kubukubu setan sampai kita memenangkannya.Yesus sendiri harus berperang dengan setan melalui Doa bagi pelayanan-Nya dan dalam berbagai situasi. Salah satu contoh nyata adalah pengalaman-Nya menghadapi cobaan dan godaan Iblis di padang gurun ketika berpuasa empat puluh hari lamanya sebelum memulai pelayanan-Nya. NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 7

DIA mengalami peperangan rohani dan memenangkannya sebelum DIA tampil dalam pelayanan di masyarakat umum. Kita juga harus menguasai tanah (wilayah) sebelum kita berfungsi dalam panggilan kita. Keberhasilan Yesus dan kita tergantung kepada kemenangan ... di dalam peperangan rohani melalui DOA kita (Markus 3: 27, Daniel 10: 12 – 13) 12. DOA adalah undangan bagi kita untuk merasakan ketenangan di dalam TUHAN. TUHAN mengundang kita untuk menyerahkan kepada-Nya masalah hidup kita, pemeliharaan hidup kita, keprihatinan kita dan kekhawatiran kita (1 Petrus 5: 7, Matius 6: 25 -26, Mazmur 55: 22, Filipi 4: 6 – 7)

C. DOA MENGUBAH NIAT TUHAN, MENGUBAH DIRI KITA DAN MENGUBAH ORANG LAIN Cerita tentang Niniweh yang siap dihancurkan oleh TUHAN namun tidak jadi oleh karena Yunus berdoa bagi bangsa itu dan raja beserta seluruh keluarga dan rakyatnya menaggapinya dengan merendahkan diri meminta ampun, berdoa dan berpuasa termasuk anak-anak dan binatang. Contoh lain adalah raja Hizkia yang divonis mati, dan ketika ia menangis dan merendahkan diri meminta perpanjangan umur, TUHAN mengabulkannya dan memperpanjang umurnya dengan lima belas tahun (2 Raja-Raja 20) TUHAN adalah penggagas dan pendorong adanya DOA sebagai alat komunikasi yang paling ampuh bagi manusia untuk berhubungan tanpa batas dengan-Nya. Beberapa ayat Firman Tuhan ini membuktikan bahwa Tuhan Yesus sendiri yang mendorong untuk kita berdoa bagi diri sendiri, bagi orang lain dan memberikan janji dan jaminan pengabulan atas Doa kita, jika kita tidak memanfaatkannya adalah kesalahan kita, bukan kesalahan TUHAN Doa bagi diri sendiri 

Matius 7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 8

Lukas 11:9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Yohanes 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Yohanes 16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.

Matius 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Markus 14:38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Doa Bagi Orang Lain 

Matius 9:38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Lukas 10:2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerjapekerja untuk tuaian itu.

Lukas 6:28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

Efesus 6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Doa Dalam Skala Besar - Bagi Bangsa ���

Mazmur 2:8 Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.

Mazmur 122:6 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa.

Yeremia 29:7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 9

Dengan mengetahui alasan pentingnya DOA bukan berarti kita telah menguasai segalasesuatu tentang DOA. DOA akan tetap merupakan misteri bagi manusia, dan sampai kapan-pun manusia tidak akan dapat menyelami sepenuhnya. Tugas kita adalah BERDOA dan itu merupakan perintah-Nya, bukan menganalisa dengan akal pikiran dan nalar kita yang terbatas.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 10

II.

BAGAIMANA SEHARUSNYA KITA BERDOA?

A. POSISI BERDOA Tidak ada satu pola baku bagaimana seharusnya kita berdoa, apakah harus berdiri, duduk, berlutut, atau telungkup, yang penting sikap hati kita yang dilihat TUHAN. Walaupun demikian jika anda ingin mempraktekkannya, inilah posisi-posisi tubuh kita ketika berdoa: 1) Duduk (1 Tawarikh 17: 16 – 27) 2) Berlutut (1 Raja-Raja 8: 54, Ezra 9: 5, Lukas 22: 41, Kisah 9: 40) 3) Berlutut sambil tangan menempel di lantai (Keluaran 34: 8, Mazmur 72: 11, Yesaya 45: 11) 4) Berdiri (Nehemia 9: 5, Markus 11: 25, Lukas 18: 13) 5) Berdiri dengan tangan diangkat keatas (2 Tawarikh 6: 12 – 13, Mazmur 63: 4, 1 Timotius 2: 8) 6) Sambil berjalan ( 2 Raja-Raja 4: 35) 7) Telungkup (Yosua 7: 6, Ezra 9: 10 – 11, Matius 26: 39, Markus 14: 35) B. HAKEKAT BERDOA Ada 4 (empat) hakekat berdoa terlepas dalam posisi yang kita lakukan pada waktu berdoa. 1. Kita harus berdoa secara teratur dan terus menerus (Lukas 18: 1, I Tesalonika 5: 17). Jangan kita berdoa hanya sesekali kalau ingat atau jika memerlukan pertolongan TUHAN - dengan alasan tidak mau mengganggu TUHAN yang sedang sibuk. Kita harus berdoa setiap hari, entah pagi hari, siang ataupun malam hari. Pilihlah bagi diri sendiri kapan yang paling nyaman dalam kesendirian berdua dengan TUHAN NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 11

2. Kita harus berdoa dengan tulus, jujur, tidak munafik. TUHAN tahu semua kelakuan kita, namun DIA ingin mendengar sendiri dari mulut kita apa yang sesungguhnya terjadi. Ketika kita datang dengan pengakuan dosa, datang dalam kelemahan dan datang dengan kebutuhan kita. TUHAN akan selalu mendengarkan DOA anak-anak-Nya karena DIA panjang sabar, berlimpah Kasih dan setia-Nya (Keluaran 34: 6) 3. Kita harus berdoa dengan penuh keyakinan, penuh iman dan penuh penyerahan, jangan ada keraguan sedikitpun (Yakobus 1: 6 - 8). TUHAN menghargai iman dan keyakinan kita dan karenanya DIA akan turun tangan untuk menolong kita. Seperti halnya diri kita jika ada seseorang yang datang kepada kita, kemudian berkata: ―Saya ragu apakah anda dapat dan mau melakukannya.‖ Maka kitapun akan malas dan tidak berminat lagi menolongnya. Namun ketika seseorang datang kepada kita dan mengatakan: ―Tolonglah saya, karena hanya anda yang saya yakini dapat menolong saya.‖ Maka kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menolongnya. Demikian pula BAPA kita, IA pasti menolong kita (Lukas 11: 9 – 12) 4. Kita harus berdoa dalam Nama Yesus. BAPA di sorga hanya mau tahu satu Nama yang kita sebut dalam DOA kita. Dan tidak ada seorangpun sampai kepada-Nya tanpa melalui Yesus (Yohanes 14: 6). Betapapun indahnya kata-kata dan panjangnya Doa kita percuma saja jika kita tidak bawa dalam Nama Yesus, Nama diatas segala nama (Filipi 2: 9) Philip Yancey (2006), dalam bukunya, Prayer, Does It Make It Any Difference? menegaskan bahwa siapapun yang berdoa harus berkeyakinan atau beriman: (1) Bahwa TUHAN itu ada (2) Bahwa TUHAN mampu dan mau mendengar doa kita (3) Bahwa TUHAN memperhatikan dan mengabulkan doa kita. Sebagian orang memperdebatkan apakah ketiganya dapat atau tidak dibuktikan, tetapi sesungguhnya bukan itu yang penting, namun apakah percaya atau tidak percaya akan ketiga hal itu. Jika percaya kita melihat dan menerima; jika tidak untuk apa berdoa.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 12

III.

MENGETAHUI TINGKAT DOA KITA

A. LIMA TINGKAT DOA Disadari atau tidak, tiap-tiap orang dengan kebiasaan berdoanya akan terbiasa dengan doa tertentu. Dr. Larry Lea, Pendeta San Diego Lighthouse Church di California, penulis buku terkenal, Could You not Tarry One Hour?, menulis dalam bukunya yang lain, Releasing The Prayer Anointing (Thomas Nelson Publishers: 1996) mengatakan ada 5(lima) tingkat Doa pribadi (Seseorang mungkin saja terbiasa dengan lebih dari satu tingkat doa): 1. Doa Putus-asa. Banyak orang termasuk anak-anak TUHAN berdoa ketika menghadapi masalah, kepepet, sudah tidak melihat lagi jalan keluar. Doa seperti ini merupakan doa biasa yang seorang ateis-pun akan lakukan ketika pesawat terbang yang ditumpanginya menukik terjun ke lautan karena mesinnya mati. Anda tidak akan pernah belajar berjalan bersama Roh sepanjang doa anda hanya pada tingkat doa ini. Anda harus melangkah lebih jauh selaku orang-orang percaya. 2. Doa Pemeliharaan. Ini adalah Doa yang anda panjatkan secara teratur setiap hari bagi pemeliharaan TUHAN dalam hidup anda, keluarga anda dan bisnis atau pekerjaan anda. Doa BAPA KAMI adalah Doa Pemeliharaan. Namun jika disimak lebih jauh doa ini terpusat kepada diri anda atau segala sesuatu yang terkait dan menjadi kebutuhan anda 3. Doa Syafaat Dasar / Umum. Ini sudah lebih jauh dari Doa Pemeliharaan karena terfokus selain kepada diri anda juga orang lain. Setiap orang percaya harus tiba pada tingkat ini, jangan hanya tinggal di Doa Putus-Asa dan Doa Pemeliharaan. Tingkat kematangan rohani seseorang juga berkaitan dengan tingkat Doa, semakin dewasa rohani yang bersangkutan, akan semakin sadar perlunya berdoa teratur dan terfokus bukan pada diri sendiri tetapi juga terhadap orang lain. 4. Doa Peperangan. Dalam Doa peperangan fokus terhadap diri dilupakan, namun fokus terhadap kepentingan orang lain bahkan suatu kelompok besar termasuk bangsa dengan tujuan membebaskan mereka dari cengkeraman kuasa si jahat.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 13

5. Doa Keintiman. Doa pada tingkat ini tidak lagi terfokus terhadap diri kita (aku) ataupun orang lain, namun terfokus kepada DIA. Ini adalah Doa yang paling tinggi tingkatnya karena anda datang dengan Doa anda hanya untuk TUHAN. Anda tidak menginginkan yang lain kecuali bersama TUHAN seakan untuk selamalamanya. Anda menikmati hadirat TUHAN menyelimuti diri anda. Raja Daud yang sering melakukan Doa Keintiman ini (Mazmur 62 & 63)

B. MENGETAHUI TAHAP OPTIMUM TINGKAT DOA ANDA Ada 5(lima) faktor yang perlu mengkonfirm dimana tahap optimum Tingkat Doa anda: 1. Ada perasaan damai sejahtera di dalam hati anda. Doa yang sungguh-sungguh keluar dari lubuk hati akan memberikan rasa damai sejahtera ketika kita membawakannya maupun sesudahnya. Sebaliknya anda akan merasakan kegelisahan jika Doa anda tidak mengena; mungkin karena anda tidak sungguh-sungguh ataupun mendoakan sesuatu yang tidak pada tempatnya. Atau anda merasakan hambar; Doa hanya sekedar basa-basi keluar dari mulut anda. 2. Kebingungan akan diganti dengan Pewahyuan. TUHAN tidak menginginkan anda berada dalam kebingungan. Jika anda masih merasa bingung dengan Doa anda berarti anda belum mencapai tahap optimum dalam Doa anda. Ketika anda mencapai tahap yang TUHAN inginkan, anda mencapai tahap optimum Doa anda, maka kebingungan anda akan hilang dan DIA akan berbicara kepada anda. Anda akan merasakan atau mengalami sebuah kehidupan dengan mengetahui kehendak TUHAN, tidak lagi anda mengira-ngira. 3. TUHAN menjadi sahabat anda. Pada tahap ini anda akan merasakan TUHAN bukan lagi seseorang yang jauh, yang asing, melainkan akan merasakan DIA sebagai seorang sahabat di kala suka dan duka, sepertinya tidak ada batas lagi antara anda dengan DIA.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 14

4. DOA anda mulai dijawab TUHAN. Pada tahap ini anda mulai akan melihat ‗kemudahan‘ dimana doa-doa anda dijawab TUHAN seperti yang dijanjikan-Nya, ‗mintalah maka kamu akan mendapat‘ bukan sesekali, namun sering kali, bahkan setiap kali. Walaupun bentuk jawaban bisa beragam: a. langsung, b. nanti atau c. tidak persis yang diminta namun dalam bentuk lain demi kebaikan kita atau orang atau orang-orang yang kita doakan. 5. Pujian dan Penyembahan. Pada tahap ini keinginan anda tidak lagi meminta ini dan itu, bagi diri anda maupun bagi orang lain, namun anda hanya menginginkan berada bersama-sama dengan TUHAN, memuji dan menyembah-Nya. Merasakan jamahan Kasih dalam Hadirat-Nya yang Mulia. Semua rasa cemas, khawatir, tertekan, gelisah akan lenyap diganti dengan rasa sukacita, damai sejahtera dan perasaan nyaman yang tak dapat dibayangkan atau diuraikan dengan kata-kata. Ada 7(tujuh) tingkat Pujian yang direfleksikan dengan 7(tujuh) kata Ibrani dalam Perjanjian Lama: i.

TODAH – persembahan Ucapan Syukur atau Pujian (Mazmur 42: 4, 100: 4)

ii.

YADAH – Melemparkan, mengangkat tangan keatas (Mazmur 67: 3, 107: 8, 15, 21, 31)

iii.

BARAK – Memberkati, menyampaikan ucapan syukur dan terimakasih oleh karena TUHAN telah memberikan kepada kita dari Kelimpahan-Nya, memberkati sebagai tindakan pemujaan, dengan berlutut (Mazmur 31: 21, 63: 4, 95: 6)

iv.

HALAL – Untuk mempertunjukkan hal-hal yang bahkan dianggap aneh dan bodoh oleh dunia, seperti dansa, umumnya ketika sedang merayakan, misal panen (Mazmur 56: 4, 150: 1 – 2)

v.

ZAMAR – Merayakan dengan instrumen, memuji TUHAN dengan keahlian memainkan alat music dengan jari-jari tangan kita (Mazmur 21: 13, 33: 2, 98: 4)

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 15

vi.

TEHILLAH – perintah wajib untuk memuji Yehovah. Mazmur, nyanyian, paduan suara dengan dansa dan perkataan, dan sorak sorai (Mazmur 22: 3, 25, 33: 1, 35: 28)

vii.

SHABACH – Pujian, komentar, kata-kata syahdu, berdiam-diri, memuja atas kuasa, kemuliaan dan kekudusan TUHAN. Memuji TUHAN atas kuasaNya yang dahsyat. Untuk meneriakkan kata-kata kemenangan dengar suara keras (Mazmur 63: 43, 117: 1, 147: 12)

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 16

IV.

DOA SYAFAAT

A. APA ITU DOA SYAFAAT? C. Peter Wagner dalam bukunya, Prayer Shield (Regal Books, 1992), memberikan penjelasan bahwa kebanyakan orang meng-identik-kan bersyafaat dengan DOA. DOA adalah berbicara kepada atau berdialog dengan TUHAN, namun pengertian ―intercession‖ (doa syafaat) berbeda dengan doa biasa. Doa syafaat adalah datang kepada TUHAN untuk atau bagi orang lain, bukan untuk diri kita. Semua Doa syafaat adalah DOA, namun tidak semua DOA adalah Doa Syafaat. ―Intercession‖ berasal dari bahasa Latin inter yang berarti ―diantara‖ dan cedere yang berarti ―pergi‖ jadi ―intercession‖ mengandung arti “pergi diantara” atau dalam istilah lain ―standing in the gap‖ (berdiri di ruang pemisah) Contoh yang jelas adalah yang dikatakan TUHAN kepada Nabi Yehezkiel: “Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya. Maka Aku mencurahkan geram-Ku atas mereka dan membinasakan mereka dengan api kemurkaan-Ku; kelakuan mereka Kutimpakan atas kepala mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” (Yehezkiel 22: 30) TUHAN memerlukan orang-orang yang mau pergi kepada-Nya (menemui-Nya dalam DOA) bagi kepentingan orang lain.

B. PENDOA SYAFAAT Abraham menjadi pendoa syafaat ketika ia datang kepada TUHAN untuk meminta TUHAN mengampuni Sodom dan Gomora (Kejadian 18 – 19). Sepertinya doa-syafaat ini tidak dijawab oleh TUHAN; bukan karena salah Abraham maupun TUHAN, namun karena dosa Sodom dan Gomora sudah terlalu besar (termasuk homoseksual) dan tidak mau bertobat; bahkan sepuluh orang sajapun tidak ditemui yang dianggap benar sebagai syarat minimal pengampunan.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 17

Lot, keponakan Abraham memang sempat ditolong oleh karena sebelumnya ia memberikan pertolongan kepada dua malaikat yang datang untuk memusnahkan kedua kota itu dan kemudian dikejar ke rumah Lot oleh orang-orang disitu untuk disetubuhi. Namun ternyata tidak seluruh keluarga Lot diselamatkan, hanya ia dan dua orang puterinya. Sangat disayangkan setelah itu terjadi incest, pemerkosaan dua puteri terhadap ayahnya yang akhirnya melahirkan bani Moab dan Amon yang sepanjang sejarah menjadi musuh turun temurun bagi bangsa Israel! Dari contoh yang terjadi pada Abraham, maka seorang pendoa syafaat harus gigih berdoa bagi kepentingan orang lain yang didoakannya, namun harus juga mengerti jika doa syafaatnya tidak dikabulkan TUHAN. Ia harus dapat menerima karena ada hal-hal yang mungkin tidak diketahuinya yang menyebabkan TUHAN menjawab doa dengan cara lain atau ―tidak‖ (merupakan sebuah jawaban, oleh karena tidak semua jawaban TUHAN harus ―ya‖ dan TUHAN berdaulat penuh melakukan apapun yang dikehendaki-Nya). Tuhan Yesus adalah pendoa syafaat bagi murid-murid-Nya (Yohanes 17) dan sampai sekarang DIA-pun masih terus berdoa bagi kita semua (Ibrani 7: 25) Yakobus menganjurkan agar kita saling mendoakan (berdoa-syafaat) bagi kepentingan sesama, satu sama lain:

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling

mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5: 16) Kebanyakan Doa syafaat bersifat peperangan rohani yang akan kita bahas lebih mendalam dalam bab VI. Walaupun berdoa syafaat merupakan kewajiban semua orang percaya, namun dalam kenyataannya tidak semua orang dapat dan mau melakukannya, dan karenanya ini menjadi panggilan tersendiri bagi orang-orang yang merasa terpanggil menjadi pendoa syafaat. Dari bentuknya panggilan akhirnya berdoa syafaat menjadi ―Hak istimewa‖ yang TUHAN berikan untuk memperlengkapi umat-Nya.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 18

C. CIRI-CIRI PENDOA SYAFAAT Apakah seseorang cocok atau tidak menjadi pendoa syafaat dapat dilakukan semacam test-case (ujian) yang menjadi ciri-ciri dari seorang pendoa syafaat: a) Terbiasa berdoa lebih lama dari orang berdoa umum. Minimum satu jam sehari dan bisa lebih dari satu kali dalam sehari b) Berdoa secara lebih intensip; sungguh-sungguh bertekun c) Menyukai berdoa syafaat selain menerimanya sebagai panggilan d) Dapat melihat lebih banyak dan lebih cepat hasil atas doa mereka e) Lebih peka akan kehendak TUHAN f) Sebagian diperlengkapi dengan karunia bernubuat Faktor ketekunan menjadi satu dasar penting bagi seorang pendoa syafaat dan kalangan wanita sangat cocok dengan kondisi ini, oleh karena itu tidaklah heran sebagian besar pendoa syafaat adalah wanita yang tidak mudah cepat bosan. Seorang pendoa syafaat harus selalu memelihara hubungan intim dengan TUHAN, menjaga kekudusan, rendah hati dan tekun, tidak mudah bosan dan gampang menyerah. D. BAGAIMANA ANDA MEMULAI SEBAGAI PENDOA SYAFAAT a) Bergabung dengan pendoa syafaat lainnya b) Mencari pengalaman dengan berbagai jenis doa syafaat c) Memeriksa perasaan anda apakah memperoleh perasaan damai sejahtera, sukacita dan puas dengan tugas dan kewajiban sebagai pendoa syfaat d) Apakah anda merasakan urapan dan kuasa Roh Kudus ketika anda berdoa syafaat e) Evaluasi apakah doa-doa anda dijawab TUHAN f) Apa tanggapan orang lain terhadap anda selaku pendoa syafaat

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 19

E. BEBERAPA JENIS DOA SYAFAAT 1. General Intercession – Doa Syafaat secara Umum. Berdoa syafaatr secara umum, biasanya disertai dengan daftar apa yang harus / akan didoakan 2. Crisis Intercession – Doa Syafaat Masa Krisis. Contoh ketika terjadi bencana alam atau wabah 3. Personal Intercession – Doa Syafaat bagi seseorang. Contoh berdoa bagi seorang pemimpin gereja, kelompok, organisasi ataupun bangsa (Kepala Negara) 4. Warfare Intercession – Doa Syafaat Peperangan. Melawan kuasa kegelapan.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 20

V.

DOA PENGINJILAN

EMPAT LANGKAH PENGINJILAN DISERTAI DENGAN DOA Ed Silvoso, seorang tokoh Penginjilan terkenal dewasa ini dalam bukunya, Power Evangelism dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Penginjilan Dengan Doa, diterbitkan oleh Metanoia, merumuskan ada 4(empat) langkah Penginjilan disertai dengan Doa yang terangkum dalam Lukas 10: 5, 8 – 9): “Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindahpindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.� 1. Mengucapkan Damai Sejahtera kepada mereka a. Kita harus menyampaikan damai sejahtera kepada siapa TUHAN perintahkan kita untuk menginjil, tanpa kita sadari kita memusuhi mereka yang terhilang dengan cara menganggap najis, menganggap kelas dua dan sikap merendahkan lainnya b. Dengan menyampaikan damai sejahtera kita memberkati mereka dan tidak mengutuki c. Damai sejahtera dari TUHAN akan mengusir roh jahat yang menguasai seseorang 2. Bersekutu dengan mereka a. Bersekutu bukan dalam pengertian kita mentolerir dan mengikuti untuk menjadi orang yang tidak percaya, namun dalam pengertian kita membina persahabatan untuk dapat membawanya kepada Kristus. b. Biarkan melalui pertemanan dan kemudian persahabatan kita, yang bersangkutan merasakan Kasih Tuhan Yesus melalui diri kita NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 21

3. Peduli akan kebutuhan-kebutuhan mereka. a. Ulurkan bantuan yang diperlukan, tidak selamanya harus berbentuk materi, bukankah kita menginjil tidak selalu kepada orang miskin? Contohnya orang kaya yang sedang berduka karena kematian orang yang dicintai, atau sedang sakit berkepanjangan di rumah sakit, ruang ICU atau ICCU. 4. Menyampaikan Injil - Kabar Baik a. Tugas kita adalah membawa Kabar Baik, memperkenalkan Kerajaan TUHAN kepada orang-orang, jadi kita harus proaktip dan kita yang pergi kepada mereka bukan mereka yang harus datang kepada kita (Matius 28: 18 – 20, Markus 16: 15 – 18, Kisah 1: 8, Roma 10: 15) Penginjilan adalah aktivitas secara fisikal, kita melakukan aksi dengan tubuh jasmani kita - menggunakan semua indra yang ada pada kita, namun juga merupakan aktivitas spiritual – peperangan rohani; keduanya tidak dapat dipisahkan. Kita bekerja sementara atau sambil berdoa dan berdoa sambil bekerja. Kerjasama yang diharapkan dan perintah terbesar Tuhan Yesus bagi semua muridmurid atau umat tebusan-Nya adalah menginjil, melaksanakan Amanat Agung. Oleh karena itu adalah mustahil kita menjadi murid-Nya yang baik tanpa kita pernah melakukan tugas dan misi penginjilan.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 22

VI.

DOA PEPERANGAN ROHANI

A. DUA KERAJAAN YANG BERPERANG Doa peperangan rohani adalah peperangan di alam roh dalam bentuk doa melawan kuasa-kuasa roh-roh jahat seperti diungkapkan dalam Efesus 6: 11 – 18: “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.� Peperangan rohani pada dasarnya adalah peperangan antara Kerajaan Terang dengan kerajaan kegelapan Kerajaan Terang terdiri dari: 1. BAPA 2. Yesus Kristus, ANAK 3. Roh Kudus 4. Malaikat Tuhan 5. Gereja TUHAN Sedangkan kerajaan kegelapan terdiri dari: 1. Iblis 2. Pemerintah-pemerintah dalam alam roh 3. Penguasa-penguasa dalam alam roh 4. Penghulu-penghulu dunia yang gelap 5. Roh-roh jahat di udara NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 23

Setiap orang percaya adalah umat TUHAN yang telah ditebus oleh darah Kristus, dan karenanya kita adalah milik Kristus, berada di pihak Kristus. 

Roma 1:6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.

Roma 8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.

1 Korintus 3:23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

2 Korintus 10:7 Tengoklah yang nyata di depan mata kamu! Kalau ada seorang benarbenar yakin, bahwa ia adalah milik Kristus, hendaklah ia berpikir di dalam hatinya, bahwa kami juga adalah milik Kristus sama seperti dia.

Galatia 3:29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Galatia 5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Oleh karena kita berada di pihak Kristus; dipihak TUHAN, target dari Iblis dan pasukannya yaitu

otomatis kita menjadi

pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-

penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara, khususnya ketika kita sedang menjalankan tugas misi Amanat Agung. Oleh karena itu kita harus melakukan perlawanan atau peperangan yang terus menerus selama kita berada di dunia. Iblis telah dikalahkan oleh TUHAN oleh karena itu sesungguhnya ia tidak lagi mempunyai sengat untuk melumpuhkan kita, namun kedagingan kita yang lemah tidak kuat untuk melawan sehingga kita dikuasai oleh Iblis dan pengikutnya jika kita membiarkan diri. Tuhan membiarkan Iblis dan pengikutnya menggoda dan juga melakukan pencobaan untuk menguji kesetiaan umat tebusan-Nya. Namun Tuhan Yesus juga tidak membiarkan kita, umat-Nya berperang sendiri dengan kekuatan kita, ia telah memberikan otoritas agar didalam nama-Nya kita bisa mengalahkan (mengusir) kuasa-kuasa si jahat:

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 24

“Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." (Markus 16: 15 – 18) Selain kita diberikan otoritas dalam nama Yesus Kristus, sesungguhnya yang berperang adalah Tuhan sendiri (Ulangan 1: 30, Yosua 23: 3, 10) karena TUHAN yang berperang maka kemenangan sudah di tangan. Peperangan memerlukan strategi. Dalam peperangan rohani strategi itu juga diperlukan dan secara garis besar dibagi dua, pertama, strategi memperkuat diri mempertahankan, kedua, strategi menyerang, menyerbu dan menguasai kubu-kubu musuh. Kita akan belajar dari beberapa orang yang telah mendalami peperangan rohani ini yaitu: C. Peter Wagner, Tony Evans dan Cindy Jacobs.

B. STRATEGI MEMPERKUAT DIRI DAN MEMPERTAHANKAN Sebelum seseorang melakukan peperangan rohani yang akan menghantarnya ke sebuah pengalaman yang mungkin membuatnya tidak enak, lelah dan putus asa, maka ia harus melindungi dirinya dan keluarganya dari kemungkinan serangan balik musuh a. Menjaga kesehatan, dengan makan bergizi teratur, oleh karena keadaan fisik yang lemah akan ikut mempengaruhi situasi dan kondisi spiritual-nya b. Namun biasakan juga untuk berpuasa secara teratur katakanlah setiap minggu satu atau dua kali, sebagaimana Roh Kudus dorong untuk memperkuat kesehatan rohani c. Membungkus dirinya dan keluarganya dengan darah Kristus (Ibrani 9: 14) d. Mematahkan dan mengusir terlebih dahulu kubu-kubu musuh yang ada pada diri kita dan keluarga kita, jangan sampai kita megusir musuh di tempat lain sementara keluarga kita digempur oleh musuh yang sama NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 25

e. Tetap rendah hati (1 Petrus 5: 6). Dengan tetap rendah hati TUHAN akan semakin penuh dalam dirinya dan mendorong sikap penyerahan diri sepenuhnyan kepada TUHAN. Kesombongan adalah sifat Iblis (Lucifer) yang paling menonjol f. Memelihara kekudusan (1 Petrus 1: 15 -16) g. Banyak memuji dan menyembah TUHAN dalam saat teduh pribadi; mengundang hadirat dan damai sejahtera TUHAN

C. STRATEGI MENYERANG, MENYERBU DAN MENGUASAI KUBU-KUBU MUSUH 1) Spiritual Mapping – Pemetaan Rohani. Diperlukan untuk memetakan apa yang ada dibawah permukaan yang kita lihat dalam lingkungan dan kehidupan orang atau orangorang di wilayah atau area atau kota tertentu. Apabila di suatu area mayoritas orangorangnya berkelakuan atau berbudaya tertentu yang bertentangan dengan Firman Tuhan biasanya disana ada kuasa kegelapan, roh-roh jahat yang menguasai dan tidak jarang telah berjalan lama dari generasi ke generasi. Iblis dan pengikutnya menerapkan penguasaan teritori. Oleh karena itu pendoa syafaat harus tahu betul ―orang kuat‖ atau ―penguasa‖ mana atau ―siapa‖ yang menguasai teritori disitu. 2) Diagnosa kubu-kubu apa yang menguasai. Ketika seseorang secara berlebihan berlaku aneh secara terus menerus dan bertambah intens, maka kemungkinan besar ia telah dikuasai oleh roh-roh jahat atau kuasa kegelapan. Kubu-Kubu atau bentengbenteng tersebut dibedakan sebagai berikut: a. Personal strongholds – Kubu-kubu pribadi contoh sombong, pemarah tanpa sebab secara berlebihan b. Mind strongholds – Kubu-kubu seperti pikiran negatip, putus asa c. Ideological strongholds – Kubu-kubu ideologi yang bertentangan dengan Firman TUHAN, contoh komunisme d. Occultic strongholds – Kubu-kubu okultisme e. Social strongholds- Kubu-kubu sosial - masyarakat (contoh rasisme, kemiskinan) NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 26

f. Strongholds between Church and City – Kubu-kubu yang terbangun antara pemerintah setempat dengan gereja, saling membentengi diri dan curiga g. Sectarian strongholds – Kubu-kubu yang terbangun yang memecah belah gereja dengan doktrin-doktrin, denominasi, kesombongan tertentu atas gereja atau denominasinya h. Iniquities strongholds – Kubu-kubu warisan keluarga yang menyebabkan kelemahan sifat atau tubuh, misal sakit keturunan i. Seats of Satan – Tempat setan bercokol. Ada kota-kota tertentu yang sebelumnya dipersembahkan atau didedikasikan kepada setan dan karenanya setan tidak mau melepaskannya, siapapun yang hidup di kota itu akan terkena pengaruhnya 3) Tujuh pertanyaan dalam membuat spiritual mapping a. Apa dewa atau ilah utama di kota atau Negara itu? (Contoh di Yunani – dewa Hermes yang menguasai bisnis dan ekonomi) b. Apa dan dimana altar-altar penyembahan dewa berada? (Ini menjadi pusat kekuasaan dan kekuatan dari roh-roh dewa yang disembah) c. Apakah para pemimpin kota atau Negara mendedikasikan diri mereka kepada dewa-dewa atau ilah-ilah itu? (Jika ya biasanya rakyat akan ‗dipaksa‘ untuk mengikuti mereka) d. Apakah biasa dilakukan pengorbanan / penumpahan darah manusia atau hewan sebagai persembahan? (Darah adalah kehidupan, setan merampas kehidupan manusia dan akan menikmati persembahan darah sehingga akan terus menerus menuntut korban persembahan manusia / hewan hidup) e. Apakah diadakan pengorbanan sebagai fondasi dalam membangun kota? (Contoh di Indonesia memotong dan menaruh kepala kerbau)

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 27

f. Bagaimana penerimaan orang-orangterhadap pembawa Kabar Baik? (Biasa atau menolak keras, jika ada penolakan keras biasanya orang-orang telah terkuasa dan terikat kepada dewa-dewa atau ilah-ilahyang mereka sembah) g. Kursi-Kursi kedudukan yang diduduki dewa-dewa atau ilah-ilah. (Contoh di Afrika ketika banyak orang beralih menerima Kristus, tidak serta merta kedudukan-kedudukan di pemerintahan langsung diberikan kepada orang Kristen, ternyata kursi-kursi kedudukan itu sudah dikuasai oleh dewa-dewa dan ilah-ilah yang disembah orang yang duduk disitu)

D. DUA TINDAKAN YANG HARUS DILAKUKAN Setelah kita mengetahui musuh yang kita hadapi dengan spiritual mapping maka kita harus melakukan: 1. Tahap pertama, Kita mematahkan kuasa kegelapan yang ada ditempat itu dengan Firman Tuhan dan Nama Yesus, mengikat dan mengusirnya 2. Tahap kedua, Kita memproklamasikan Injil dan membawa penduduk disitu untuk mengenal dan menerima Kristus. Jadi tidak cukup berhanti pada tindakan pertama, membebaskan orang-orang dari kuasa kegelapan, namun harus membawa mereka menerima Yesus sebagai TUHAN dan Juruselamat, sehingga untuk selanjutnya mereka dapat membentengi diri dan memiliki otoritas untuk menolak kuasa-kuasa kegelapan yang setiap saat dapat datang lagi bahkan dengan kekuatan lebih besar.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 28

C. Peter Wagner menganjurkan kita membuat Master Plan untuk peperangan rohani bagi suatu bangsa:

Master Plan I.

VISI: Penginjilan bagi bangsa

II.

Sasaran spesifik: 1. Memasuki peperangan rohani dengan tujuan untukmemerangi secara spiritual bagi Negara kita sampai kita dapat memenangkannya 2. Membuat spiritual mapping (pemetaan rohani) untuk mengetahui jelas rencana, strategi dan komplotan musuh sehingga kita dapat mengalahkan mereka dalam waktu sesingkat-singkatnya dan resiko sekecil-kecilnya 3. Jika berhasil maka kemenangan rohani akan mempengaruhi bangsa kita melalui kebangunan rohani, reformasi dan keadilan masyarakat, yang terjadi karena Roh Kudus bebas bergerak di bangsa kita

III.

Prosedur Prosedur mencakup pembagian wilayah peperangan menjadi teritori geografis, kemudian menggempurnya secara serentak 1. Membagi teritori secara tepat 2. Bentuk team dan tetapkan para pemimpinnya 3. Membuat spiritual mapping (historis, fisikal dan spiritual) 4. Perhatikan dan identifikasi musuh-musuh di teritori yang akan digempur 5. Evaluasi, atur dan komunikasikan informasi-informasi yang diperlukan untuk peperangan rohani kepada seluruh team

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 29

E. SENJATA UNTUK PEPERANGAN ROHANI (SUMBER INTERN FGBMFI) “Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.” (2 Korintus 10: 3 – 6) Ketika kita datang kepada TUHAN atas nama orang lain (berdoa syafaat), ada waktunya kita harus bertempur melawan kuasa-kuasa kegelapan. Adalah keinginan TUHAN agar kita mencabik-cabik dan menghancurkan kubu-kubu yang ada dalam diri orang yang kita doakan dan melepaskan mereka dari kubu-kubu tersebut. Ini adalah maksud dan tujuan utama TUHAN memperlengkapi kita dengan senjata untuk peperangan rohani. Ketika kita bertempur dengan musuh di bumi, maka kita menyulut intervensi pertolongan dari sorga. Dalam halaman 31 anda akan melihat diagram yang merangkum senjata peperangan rohani. Kita lihat satu persatu: Sebagai pilar ada 2(dua): 1. Pilar pertama – komunikasi dan kuasa: Doa dan Doa Syafaat (Yehezkiel 22: 30,Roma 8: 26, 1 Korintus 14: 15, Efesus 6: 18) 2. Pilar kedua - kemenangan: Iman dan kepatuhan (Ulangan 28: 1, 7, 2 Timotius 2: 4, 7 - 8, Ibrani 5: 8 – 9, 11: 6) Sedangkan bangunan didalamnya ada 7(tujuh) blok dengan urutan dari atas ke bawah: 1. Nama Yesus – otoritas kita: Mazmur 44: 5 – 6, Markus 16: 17, Lukas 9: 1 – 2, Yohanes 14: 13 – 14, Filipi 2: 9 – 10,

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 30

2. Darah Yesus – Membungkus kita: Ibrani 9: 12 – 14, Keselamatan: Yohanes 3: 3, 17, Markus 16: 16. Penghapusan dosa: Imamat 17: 11, Roma 5: 11. Penebusan: Mazmur 107: 2, Efesus 1: 7, Wahyu 5: 9, Ibrani 9: 12. Pembenaran: Roma 5: 9, Kisah 13: 38 – 39. Pengembalian hak: Yesaya 59: 2, 1 Yohanes 1: 9, Roma 32: 22 – 23, 25. Pengudusan: 1 Korintus 1: 30, Ibrani 9: 10, 12 – 14, 13: 20. Pembatalan atas akibat dosa: Roma 3: 24 – 25, Ibrani 9: 22. Rekonsiliasi: Kolose 1: 20, 2: 14 – 15, Roma 5: 10. Kuasa: Lukas 10: 19, Wahyu 12: 11. Kelepasan: 2 Korintus 2: 14, Wahyu 12: 11. Pengampunan: Kolose 1: 14, 1 Yohanes 1: 9. Perjanjian Baru: Ibrani 7: 22, 12: 24, 8: 13, 9: 15, 10: 9. Menyucikan kita dari segala dosa: 1 Yohanes 1:7. 3. Kesepakatan – ikatan kita: Matius 18: 19 – 20 4. Mengikat dan Melepaskan – Kunci: Matius 16: 19, 12: 29 5. Puasa - Memperkuat Doa, Membawa terobosan: 1 Samuel 7: 5 – 6, 2 Samuel 1: 12, 12: 16, Ezra 8: 21, Ester 4: 3, 16, Daniel 9: 3, Yoel 2: 12 – 14, Yunus 3: 5 – 8, Matius 6: 16 – 18, Matius 4: 1 – 11, Matius 9: 15, Markus 2: 18 – 20, Lukas 2: 36 – 37, 4: 2, 5: 33 – 35, Kisah 10: 30 – 31, 14: 23, 1 Korintus 9: 26 – 27. Lihat juga di Bab IX tentang PUASA. 6. Pujian – Bendera kita: Kisah 16: 23 – 26, Wahyu 19: 5, Mazmur 71: 8, 150: 6. 7. Firman TUHAN & Kesaksian kita – dasar fondasi kita: Efesus 6: 17, Ibrani 4: 12, Yehezkiel 24: 1 – 2, Habakuk 2: 2 – 3

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 31

Gambar grafik (dicopy dari sumber intern FGBMFI)

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 32

VII.

DOA PENGURAPAN – IMPARTASI

A. ARTI PENGURAPAN ―Mengurapi‖ berarti menuangkan atau mengoleskan minyak terhadap orang atau benda. Mengurapi berarti mendedikasikan atau menguduskan seseorang atau sesuatu benda dengan mengoleskan minyak yang melambangkan Roh Kudus, dengan menuangkan atau mengoleskan minyak berarti memindahkan atau mentransfer urapan. Kuasa dari pengurapan bukan pada minyak urapan maupun orang yang mengurapi, ataupun kemampuan atau status orang yang menerima pengurapan. Kuasa atas urapan mengalir dari Sumbernya; BAPA di Sorga. Sumber DOA pengurapan adalah TUHAN sendiri, bukan manusia, bukan organisasi dan bukan denominasi gereja. Tuhan Yesus berkata: “Roh TUHAN ada pada-Ku, oleh karena IA mengurapi-Ku (Lukas 4: 18) Sekalipun para pria maupun wanita secara simbolis diurapi dengan minyak oleh orang lain, urapan yang sesungguhnya berasal dari TUHAN. Nabi Samuel mengurapi Raja Daud, namun TUHAN menyatakan, “Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, maka tangan-Ku tetap dengan dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.” (Mazmur 89: 20 – 21) B. TUJUAN DARI DOA PENGURAPAN Doa pengurapan akan membuat anda bergerak sebagai pelaku bukan lagi sebagai penonton yang duduk di belakang menonton pertunjukan yang dimainkan oleh orang lain. Ada 5(lima) tujuan dari Doa Pengurapan 1. Pelayanan. Lukas 4: 18 – 19 dan Kisah 10: 38 memberikan daftar pelayanan yang memperoleh pengurapan. Pengurapan menungkinkan anda untuk menjalankan tugas pelayanan memberitakan kabar baik, melayani orang-orang miskin, menyembuhkan yang hancur hati, menyembuhkan yang menderita sakit jasmani, membebaskan yang terbelenggu rohaninya, mencelikkan mata yang buta, membebaskan mereka yang disiksa dan terluka oleh musuh, memberitakan tahun rahmat TUHAN, pergi melakukan hal-hal yang baik dan membebaskan mereka yang ditindas oleh si jahat.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 33

2. Instruksi atau Perintah. Doa Pengurapan juga merupakan perintah dari TUHAN untuk melakukan tugas spesifik. Orang yang diurapi harus melaksanakan tugas yang diterimanya baik sebagai rasul, nabi, pemberita Injil, gembala maupun pengajar (Efesus 4: 11) 3. Keamanan atau Perlindungan Ilahi. Doa Pengurapan merekatkan dan melekatkan anda dengan TUHAN (1 Yohanes 2: 27) dan karena anda merekat dan melekat kepada TUHAN maka anda berada dalam perlindungan-Nya seperti anak dilindungi bapaknya. 4. Kemampuan untuk bersyafaat. Melalui pengurapan anda dapat berdoa syafaat bagi orang lain dan didengar TUHAN. Anda dengan penuh keberanian datang kepada TUHAN dengan membawa doa kemenangan dan menagih janji TUHAN. 5. Membebaskan. Kuk atau belenggu karena dosa tidak dapat dilepaskan begitu saja melalui pengajaran yang dalam, pendidikan, konseling, atau berorganisasi. Kuk ini harus dipatahkan dan dihancurkan agar yang bersangkutan dibebaskan, melalui pengurapan dari TUHAN yang dilakukan oleh pemimpin rohani yang telah mencapai tahap yang optimum seperti diuraikan diatas C. TIGA JENIS DOA PENGURAPAN Tuhan Yesus memperlihatkan ada tiga model doa yang dilakukannya, pertama, Doa pribadi (Matius 6), Kedua, Doa Kuasa bagi para murid-Nya (Yohanes 17) dan Ketiga, Doa Kemenangan, pada waktu IA berdoa di Taman Gestemani. Ketiga Doa tersebut dihubungkan dengan Pengurapan Kita harus mengalami hal yang serupa oleh karena itu perlu kita pahami lebih jauh contoh dan tujuan masing-masing doa ini: 1. Urapan Penderita Kusta – Doa Pribadi. Ini adalah Urapan Pentahiran dari dosa. Seperti halnya penderita kusta ketika mereka dinyatakan sembuh harus melakukan upacara penyembelihan burung merpati, kemudian burung lain dilepaskan setelah dicelupkan ke dalam darah merpati yang disembelih. Setelah itu ia diurapi dengan minyak pada telinga, jempol tangan dan tumit, agar ia dapat mendengar suara TUHAN, melakukan tugas pekerjaan TUHAN, dan berjalan dalam jalan TUHAN. NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 34

2. Demikianlah dengan Doa Pribadi kita yang mentahirkan kita dari semua dosa dengan mengakui dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dengan mengimani dan mengamini darah-Nya yang Kudus membasuh dosa-dosa kita, sehingga kita terbebas dari penyakit dosa dan dinyatakan sembuh dalam Kristus. 3. Urapan Pemimpin – Doa Kuasa. Ini adalah DOA bagi calon atau para pemimpin, yaitu mereka yang dikhususkan untuk melayani sebagai raja, nabi, kapten, dan sebagainya. Contoh Saul yang diurapi sebagai kapten bagi umat Israel (1 Samuel 10: 1) dan pengurapan Daud sebagai raja (1 Samuel 16: 12 – 13). Doa Kuasa mengimpartasikan posisi, kuasa dan otoritas yang berkaitan dengan jabatan dan tanggung jawab yang akan diemban. Melalui pengurapan ini Roh Kudus turun dan memberikan kuasa khusus untuk memenuhi tugas orang yang menerima pengurapan (Kisah 1: 8 dan 2). Bagi yang menerima pengurapan ini, ia akan berani melakukan peperangan rohani, melucuti musuh dan melawan semua penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia dan roh-roh jahat di udara (Efesus 6: 12) 4. Urapan Imam – Doa Kemenangan. Dalam Perjanjian Lama diceritakan dengan rinci pengurapan atas imam (Keluaran 29 & 30, Imamat 8). Imam diurapi untuk berada di depan hadirat TUHAN dalam Kemah atau Bait Suci, menyembah, memuji dan bersyafaat bagi umat Israel. Ini adalah model Doa Kemenangan yang terus menerus dan efektip. Umat Tuhan dalam Perjanjian Baru adalah Imamat yang Rajani (I Petrus 2: 9) sama halnya dengan imam dalam Perjanjian Lama.

D. HASIL ATAU EFEK DARI DOA PENGURAPAN Doa Pengurapan merupakan pengurapan terbesar Roh Kudus yang terakhir sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Beberapa hasil dari Doa Pengurapan ini akan anda alami: 1. Percepatan. Dengan menerima Doa Pengurapan maka Roh Kudus akan terus menerus menuntun anda untuk rajin berdoa, dan berdoa tepat waktu. NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 35

DIA akan mengingatkan kapan dan apa yang harus anda doakan. Anda akan mengatasi perasaan dan pikiran anda dan mengikuti perintah Roh Kudus 2. Pewahyuan. Doa syafaat melahirkan pewahyuan. Dengan semakin seringnya anda berdoa maka anda akan semakin intim dengan TUHAN dan TUHAN akan semakin sering berbicara kepada anda 3. Interupsi. Jadwal rutin anda akan berubah, Roh Kudus akan mengontrol sepenuhnya dan membimbing anda bagaimana mengalokasikan waktu anda. DIA yang paling tahu apa yang harus anda lakukan. Anda harus peka dan berserah kepada-Nya. Sekalipun mungkin kadang terasa aneh bagi anda namun dengan anda berserah penuh kepadaNya maka anda akan melihat hasil yang tak pernah anda bayangkan dan impikan sekalipun. 4. Mengekang/ Menekan. Terang akan semakin nyata dalam hidup anda ketika anda semakin intensip berdoa, suara-suara dan pemikiran negatip, pengaruh dan kelakuan buruk akan terusir karena batin, hati dan pikiran anda diterangi Terang Kristus. Kegelapan enyah ketika Terang datang! 5. Resolusi – Pemecahan masalah. TUHAN akan menolong anda untuk menyesaikan masalah yang anda hadapi. Kita tidak bisa konsentrasi berdoa jika pikiran dan hati kita dipenuhi dengan permasalahan hidup apalagi yang menekan kita. TUHAN tidak menginginkan kita dirampas dari-Nya, oleh karena itu DIA akan campur tangan untuk menyelesaikan masalah kita agar kita bisa terus bersama-Nya dan DIA bersama dengan kita. 6. Pengagungan. Hasil terakhir dari Doa Pengurapan yang anda terima adalah bahwa anda sekarang dapat memuliakan, meninggikan dan mengagungkan TUHAN yang mendengar dan mengabulkan Doa anda. Anda akan bangkit dan menyerukan: ―Bagi TUHAN-lah segala kemuliaan, Perkara-perkara besar yang telah dilakukan-Nya dalam hidupku.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 36

E. MELEPASKAN DOA PENGURAPAN TUHAN tidak mengurapi anda berdasarkan kepandaian, kekayaan, pengalaman, status dan kekuasaan anda, juga bukan karena organisasi dan denominasi anda. TUHAN mengurapi anda karena melihat sikap hati anda! Anda tentu masih ingat bagaimana Nabi Samuel memilih raja pengganti raja Saul. Ia sendiri hampir terjebak dengan penampilan anak-anak Isai yang secara manusia patut dipilih. Namun TUHAN tidak memilih mereka semua; kakak-kakak Daud, namun memilih Daud yang paling kecil, masih remaja, kemerah-merahan, anak kencur, karena TUHAN tahu persis sikap hati Daud yang melekat kepada-Nya. Untuk dapat menerima dan melepaskan Doa Pengurapan, anda tidak boleh melihat kekurangan-kekurangan anda secara jasmani maupun rohani. Murid-murid Yesus adalah orang-orang yang sederhana, penakut dan tidak bersekolah tinggi (kecuali Paulus), namun Tuhan Yesus melihat hati mereka dan melepaskan Doa Pengurapan atas mereka dan selanjutnya para murid juga melepaskan Doa Pengurapan kepada para murid-murid lainnya; demikian terjadi generasi demi generasi. Jika anda memberikan komitmen anda untuk berdoa, bersyafaat, dan melakukan Doa sehingga mencapai tahap optimum, maka Pengurapan itu akan terus menerus mengalir mengisi buli-buli yang kosong, seperti halnya kisah janda isteri seorang nabi bersama dengan Elisa (2 Raja-raja 4: 1 – 7). Minyak berhenti mengalir karena tidak ada lagi bulibuli kosong yang bisa diisi!

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 37

VIII.

DOA MEMAKAI FIRMAN TUHAN

Ketika berhadapan dengan godaan Iblis pada waktu berada di padang gurun selama empat puluh hari, Tuhan Yesus memakai Firman TUHAN untuk melawannya (Matius 4: 1 – 11) yang perlu kita baca dan renungkan berkali-kali: “ Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. “ Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batubatu ini menjadi roti." Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." 10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.” Ketiga godaan atau cobaan yang berkaitan dengan tubuh, jiwa dan roh disodorkan oleh Iblis dan Yesus menimpalinya dengan Firman TUHAN. Ingat bahwa keberadaan Yesus pada waktu itu adalah sebagai manusia yang lemah apalagi sedang berpuasa yang panjang. Secara jasmani IA dalam keadaan lemah Oleh karena itu sesungguhnya akan mudah sekali tergoda. Yesus sangat menyadari akan hal itu, dan dalam keadaannya sebagai manusia Yesus tidak akan sanggup melawan Iblis. Maka Yesus-pun memakai Firman TUHAN untuk melawan Iblis.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 38

Anda tentu masih ingat bahwa Firman TUHAN adalah – pedang ROH. Dan dengan pedang ROH itulah Iblis dapat dikalahkan. Kita tidak akan sanggup melawan Iblis dengan kekuatan kita sendiri sebagai manusia. Anda memerlukan Pedang Roh – Firman TUHAN untuk mengalahkan Iblis. Ingat Iblis datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan (Yohanes 10a) dengan berbagai cara dari mulai bujukan, godaan, jebakan sampai menakut-nakuti atau menteror. Berdoa dengan memakai Firman TUHAN adalah mengutip Firman TUHAN kemudian membawa dalam DOA kepada TUHAN dan setelah itu dengan Pengurapan dan Kuasa TUHAN kita memakai ayat Firman TUHAN berbicara terhadap Iblis atau cengkeraman Iblis dalam suatu keadaan. Anda mungkin harus melakukannya berkali-kali sampai anda atau siapa yang anda doakan terbebas.

Beth More, dalam bukunya, Praying God’s Words (Broadman & Holman Publsihers, 2000) dalam bukunya membuat Daftar ayat-ayat Firman TUHAN untuk melawan Iblis dalam berbagai keadaan a.l. 1. Penyembahan Berhala. (Keluaran 20: 2 – 5, Neh 9: 6, 1 Tawarikh 29: 11, Ayub 36: 26 – 29, Mazmur 14: 1, 95: 3 – 5, 113: 5 – 6, 145: 3 - 7, 13, 17, Yesaya 40: 22, 26, 28 – 31, Yeremia 32: 17, Kisah 17: 24 – 28, Roma 1: 25, 1 Korintus 8: 6, Kolose 1: 15 - 17) 2. Ketidak-percayaan. (Matius 15: 28, 17: 20, 21: 22, Markus 5: 35 – 36, 11: 24, Lukas 8: 12, 13, 18: 8, Yohanes 5: 38, 6: 29, 10: 26 – 30, 12: 44, 20: 27, Roma 10: 17, Efesus 1: 18 – 19, Ibrani 3: 19, 11: 1, 6, 8. Yakobus 2: 22, 1 Yohanes 5: 4 – 5) 3. Kesombongan. (Imamat 26: 19, 2 Raja-raja 19: 22, Amsal 8: 13, 11: 2, 16: 18, 29: 23, Daniel 4: 37, 2 Tawarikh 7: 14, Amsal 18: 12, 22: 4, Yesaya 58: 5, 66: 2, Lukas 1: 52, Kisah 20: 19, Filipi 2: 4 – 5, Kolose 2: 18, 23, 3: 5, 1 Petrus 3: 8, 5: 5 – 6)

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 39

4. Tipu muslihat. Mazmur 25: 4 – 5, 26: 2 – 3, 43: 3, 51: 6, 86: 11, Yesaya 45: 19, 65: 16, Yohanes 8: 31 – 32, 44, 15: 26, 16: 13, 17: 17, Roma 2 : 8, 1 Korintus 13: 6, Efesus 4: 13 – 15, 21, 5: 8 – 10, I Timotius 4: 1, Titus 1: 1, 3: 3, 1 Petrus 1: 22,1 Yohanes 3: 19, 2 Yohanes 2, 3, 4) 5. Perasaan tidak aman dan tidak dicintai. (Mazmur 13: 5 – 6, 17: 6 – 8, 25: 4 – 7, 48:9, 100: 5, 119: 64, 76, 136: 1 – 8, 23 – 26, 147: 10 – 11, Yesaya 43: 1 - 4, Lukas 12: 6 – 7, Yohanes 3: 16 – 17, 15: 9 - 11, 13, 16: 27, 1 Korintus 2: 9, Efesus 2: 4 – 7, 1 Yohanes 3: 1, Roma 8: 38 – 39, 1 Petrus 5: 10, 1 Yohanes 4: 9 – 10, Wahyu 1: 5 – 6) 6. Perasaan ditolak. (1 Samuel 12: 22, Mazmur 23: 1 – 6, 68: 6, 89: 33 - 34, 94: 14, 103: 2 – 6, Yesaya 42: 16, 49: 15 – 16, 50: 7 – 9, Lukas 6: 22 – 23, Yohanes 14: 15 – 20, 23, 26 – 27, 15: 18 – 20, 17: 24 – 26, Roma 8: 1 – 2, 16 – 18, Galatia 2: 20, Efesus 2: 17 22, 1 Petrus 2: 9, 4: 12 – 14) 7. Kecanduan. (Mazmur 139: 1 – 6, 14, 23 – 24, Amsal 25: 28, 27: 5 – 7, 28: 13- 14, Yesaya 28: 20, Yeremia 32: 17, Roma 6: 14, 16, 19, 22, 7: 4, 18, 8: 1 – 2, 9 - 11, 15, 18, 10: 11, 12: 1 – 2, 21, 1 Korintus 6: 11 - 12, 19 – 20, 10: 4 – 5, Galatia 2: 19 – 20, 4: 4 – 9, 5: 1, 5, 13, 24 – 25, 2 Korintus 4: 7, Efesus 2: 4 – 5, 12 – 13, 3: 16 – 19, 4: 31, 5: 8, Filipi 3: 8, 20 – 21, 4: 13, Kolose 1: 10 – 12, 21 – 22, 3: 2, 2 Timotius 1: 7, 1 Yohanes 1: 8) 8. Keterikatan dengan makanan. (Mazmur 9: 10, 20: 4, 62: 5 – 8, 139: 23 – 24, Yeremia 33: 3, Lukas 9: 23, Roma 8: 1, 12: 1 – 2, 1 Korintus 6: 12, Galatia 2: 20, 5: 1, 13,6: 9, Efesus 2: 14 – 15, 3: 20 – 21, 4: 22 – 24, 6: 12, Filipi 4: 12 - 13, Ibrani 12: 1 – 2, 15, 2 Petrus 1: 3, 5: 9, 1 Yohanes 4: 4, 5: 4 – 5, 9. Perasaan bersalah terus menerus. (Ratapan 1: 20, 3: 20, Mazmur 32: 5, 40: 2 – 4, 11 – 12, 51: 1 – 2, 7 – 8, 10, 17, 102: 19 – 20, 126: 5 – 6, 130: 3 – 8, 139: 23 – 24, Yesaya 53: 4 – 5, Yeremia 14: 7, 20, 24: 7, 25: 5, 31: 9, Maleakhi 3: 7, Kisah 5: 31, 10: 43, Lukas 5: 24, 15: 7, 13, 20 – 23, 32, Roma 3: 22 – 23, 4: 7 – 8, 8: 31, 34, 37, 2 Korintus 7: 9 – 10, 2 Timotius 2: 13, 1 Yohanes 1: 8 – 10)

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 40

10.

Putus-asa karena kehilangan keluarga maupun benda. (Mazmur 23, 57: 2 – 3, 34:

18, 37: 46: 1 – 2, 10 – 11, 55: 22, 57: 2 - 3, 68: 5, 71: 3, 73: 23 – 26, 28, 107: 13, 116: 1 – 7, 138: 7 – 8, 139: 1 – 4, Amsal 3: 5 – 6, Ratapan 3: 22 25, Yesaya 46: 4, 9, Yeremia 29: 11, Habakuk 3: 17 – 19, Yohanes 14: 1 – 3, Roma 4: 20 22, 5: 3, 8: 18, 26 - 28, 38 – 39, 11: 33 – 36, 1 Korintus 2: 9, 2 Korintus 12: 9, Filipi 1: 12 – 14, 4: 6 – 7, 2 Timotius 1: 12, Ibrani: 13: 5, 1 Petrus 4: 19) 11.

Tidak bisa mengampuni. (Matius 5: 43 – 44, 6: 12, 14, 7: 1 – 2, 18: 21 – 22, Markus

11: 25, Lukas 6: 22 – 23, 11: 4, 17: 4, 23: 34, Roma 12: 17 – 21, 14: 10 – 13, 1 Korintus 4: 4 – 5, 12: 31, 13: 1 – 3, 2 Korintus 2: 7, 11, 5: 14, Efesus 4: 30 – 32, 5: 1, Yakobus 4: 6, Ibrani 8: 12, 12: 14 – 15, 1 Petrus 3: 8 – 9, 1 Yohanes 1: 8) 12.

Depresi. (Ayub 5: 17, 7: 16, 23: 17, 34: 22, Mazmur 4: 1, 16: 11, 18: 6, 21: 6, 23: 4,

42: 5 – 6, 55: 2, 51: 8, 12, 71: 14, 90: 8, 105: 43 – 44, 112: 4, 116: 3, 8, 119: 105, 126: 5 – 6, 139: 12, 142: 6, 143: 4, 147: 11, Ratapan 1: 20, Yesaya 9: 2, 16: 4, 40: 31, 41: 10, 53: 3, 58: 14, 63: 9, Yeremia 17: 16, Nehemia 8: 12, Matius 6: 23, Lukas 1: 46 – 48, Yohanes 1: 5, 3: 19, 12: 46, 16: 22 – 24, 17: 13, Roma 5: 5, 15: 13, 2 Korintus 1: 10, 4: 6, 8, 7: 6, Efesus 1: 18 – 19, 6: 12, 1 Timotius 6: 16, Ibrani 10: 23, 1 Petrus 2: 9, 13.

Cengkeraman kebiasaan buruk seksual. (Mazmur 3: 32 - 33, Mazmur 51: 10, 12,

119: 9 – 11, 37, 39, 66 – 68, 139: 1 – 5, 13 – 14, Amsal 4: 23 – 24, Yeremia 32: 17, Markus 12: 30 – 31, Roma 1: 24 – 25, 5: 8, 6: 11 – 14, 16 - 19, 21 – 23, 8: 5 - 6, 8: 33 – 34, 37, 17: 15 – 21, 22 – 25, 1 Korintus 2: 9, 16, 3: 1, 5: 5, 6: 9 – 11, 13 – 15, 19 – 20, 10: 13, 2 Korintus 5: 21, 11: 2- 3, Galatia 2: 20, Kolose 2: 13 – 15, 3: 1, 5, Ibrani 10: 10, 21 – 23, 4: 14 – 16, 1 Petrus 2: 1 – 2, 9 – 11, 1 Yohanes 1: 9, 3: 9, 19, 14.

Melawan musuh. (Keluaran 3: 7 – 8, 15, 15: 1 – 3, 15: 6 -7, 9 – 10, 15: 11 – 12,

Ulangan 28: 13 – 14, 33: 26 – 27, 29, Yosua 7: 13, Mazmur 17: 7 – 9, 11 – 13, 18: 1 – 3, 18: 4 – 6, 8 – 10, 14, 18: 16 – 19, 28 – 30, 31 – 34, 35 – 36, 39 – 40, 46 – 50, 20: 5, 7 – 8, 21: 9, 11 – 13, 22: 8, 11,13, 25: 1 – 2, 20 – 21, 27: 1 – 4, 5 – 6, 31: 2 – 3, 31: 4, 8, 14 – 17, 32: 6 – 7, 35: 1 – 3, 10, 22 – 24, 37: 32 – 33, 39 – 40, 40: 11 – 13, 41: 1 – 2, 45: 3 – 4, 46: 10 – 11, 47: 5 – 8, 61: 2 – 3, 66: 8 – 10, 68: 1, 4, 17, 19 – 20, 69: 13 – 17, 71: 3, 23 – 26, 81: 13 – 14, 91: 9 – 11, 92: 14 – 15, 93: 1- 2,4, 97: 1, 3 - 6, 138:7 – 8, 143: 8 – 12, 144: 1 – 2, 5 – 7, Yesaya 54: 17, Habakuk 3: 2, Matius 6: 13, 24: 12, Lukas 22: NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 41

31,Yohanes 10: 10, 27 – 29, 14: 30, 16: 33, 17: 15, Kisah 13: 10, Roma 16: 20, 1 Korintus 7: 5, 16: 13, 2 Korintus 3: 16, 11: 14, 6: 15, Efesus 6: 10 – 13, 6: 14 – 18, Filipi 4: 5 – 7, Kolose 1: 12 – 14, 2: 13 – 15, 2 Timotius 4: 17 – 18, 1 Petrus 5: 8 – 9, 1 Yohanes 3: 8 – 9, 4: 4, 5: 19, Wahyu 12: 11 – 12, 19: 11 – 16, 20: 10, 22: 3 – 5) Selain ayat-ayat diatas, Roh Kudus juga akan mengingatkan anda ayat-ayat lain yang jitu untuk dipakai terhadap situasi yang anda hadapi baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Anda akan menemukan satu ayat berlaku / dapat diterapkan terhadap beberapa masalah, namun sebaliknya bisa juga diperlukan beberapa ayat untuk menghadapi suatu masalah. Lagi-lagi HARUS sepenuhnya bergantung kepada dan bagaimana Roh Kudus menuntun anda pada saat itu.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 42

IX.

PUASA

A. APA ITU PUASA? Dalam bukunya, Puasa, Jentezen Franklin (2009) menjelaskan arti puasa Alkitabiah. Puasa bukanlah sekedar melewati suatu kurun waktu tanpa makan. Itu adalah diet— bahkan mungkin terjadi terpaksa yang menyebabkan kelaparan — dan itu bukan puasa. Puasa juga bukanlah sesuatu yang hanya dilakukan oleh orang-orang suci seperti biarawan dalam sebuah gua yang terpencil. Praktek puasa tidak terbatas bagi para pelayan TUHAN atau untuk acara-acara tertentu. Secara sederhana puasa Alkitabiah adalah menjauhkan diri dari makanan demi maksud rohani. Puasa selalu merupakan bagian yang normal dari hubungan kita dengan TUHAN. Puasa membawa seseorang ke dalam hubungan yang lebih dalam, lebih akrab dan lebih berpengaruh dengan TUHAN (Mazmur 42). Saat anda berpuasa, roh anda dijauhkan dari hal-hal duniawi dan menjadi lebih peka terhadap suara dan hal-hal dari TUHAN. Puasa mendorong terjadinya kuasa yang lebih dahsyat. Anda ingat ketika para murid gagal menyembuhkan seorang anak yang sakit ayan dikuasai oleh roh jahat, sekalipun telah berdoa semalaman. Tuhan Yesus mengatakan bahwa jenis itu hanya bisa diusir dengan berdoa dan berpuasa (Matius 17: 20 – 21), jadi tidak cukup hanya dengan berdoa namun harus ditambah dengan puasa. Puasa membawa terobosan terhadap penghalang-penghalang yang tidak dapat ditembus hanya dengan berdoa. Puasa membawa kuasa perubahan, contoh Ratu Ester dan Mordekhai ketika berdoa dan berpuasa untuk menyelamatkan umat Israel dari gerakan pemusnahan yang dirancang Haman. Yang kemudian terjadi setelah dilakukan doa dan puasa berhari-hari keadaan menjadi terbalik, bukan saja umat Israel selamat akan tetapi juga menghantarkan Mordekhai menjadi Perdana Menteri dan sebaliknya pada saat yang sama menghantar Haman ke tiang gantungan yang dirancangnya sendiri yang sebenarnya diperuntukkan bagi Mordekhai. Tuhan Yesus memberikan contoh dimana DIA tidak lepas dari berdoa dan berpuasa, bahkan ketika akan memulai pelayanannya DIA terlebih dahulu berpuasa empat puluh hari tanpa makan (Lukas 4: 1 – 2). NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 43

B. PUASA MENGALAHKAN (KEDAGINGAN) DIRI SENDIRI Kuasa yang pertama dari puasa adalah mengalahkan diri sendiri, mengalahkan kedagingan kita. Perut yang lapar menagih makanan, pikiran yang melayang-layang membayangkan kenikmatan, semuanya dipatahkan. Daging kita disalibkan dan tunduk terhadap dorongan kemauan ilahi. Roh sekarang yang menguasai tubuh jasmani kita. Anda tentu masih ingat bagaimana tunduknya Esau terhadap keinginan daging sehingga ia rela menjual hak kesulungannya dengan semangkok kacang merah. Ketika daging kita biarkan menguasai hidup kita maka kita tidak mempunyai kekuatan untuk melawan dan dari situlah timbul berbagai kejahatan di dunia ini. Puasa akan menolong anda untuk mengontrol kedagingan anda. Ketika anda berpuasa bukan saja keinginan akan makanan dan minuman yang disalibkan namun keinginan daging lainnya juga seperti amarah, hawa nafsu seksual, pornografi, kecanduan. Akan terasa lebih mudah bagi anda dalam mengendalikan hawa nafsu anda yang biasanya menguasai anda sehari-hari. Namun sebaliknya pada saat bersamaan timbul rasa lapar akan Firman TUHAN, dan dahaga akan kehadiran dan hadirat TUHAN, itu semua yang akan memenuhi hati anda. Akan datang kerinduan yang sangat besar untuk memuji dan menyembah TUHAN, karena anda akan merasa begitu dekatnya diri anda dengan TUHAN. C. TIGA JENIS PUASA Di Alkitab diberikan contoh ada tiga jenis Puasa: a. Puasa mutlak, tidak makan dan tidak minum, biasanya dalam jangka yang lebih pendek hitungan hari. b. Puasa normal, tidak makan namun minum air ataupun jus buah-buahan tanpa gula, biasanya dalam jangka yang lebih panjang dalam hitungan minggu atau bulan.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 44

c. Puasa tarak, bervariasi, ada jumlah jam singkat contoh hanya 12 atau 24 jam, tidak makan dan tidak minum. Ada dalam bentuk tidak makan daging, hanya buahbuahan dan sayur namun bisa seumur hidup. Contoh Daniel dkk, hanya makan sayur tidak makan daging. Jenis puasa yang mana biasanya dikaitkan juga dengan berat tidaknya permasalahan yang sedang dihadapi.

D. LAMANYA PUASA a. Lamanya puasa beragam dari mulai 1 hari, 3 hari, 7 hari, 21 hari, 40 hari b. Berbagai contoh di Alkitab menyebutkan 40 hari khususnya bagi mereka yang terpanggil ke dalam pelayanan yang luar biasa (Musa, Yosua, Yesus). Empat puluh hari diyakini menyiratkan jumlah waktu yang diperlukan untuk membersihkan, menyucikan dan memurnikan. Anda ingat Air Bah di zaman Nuh, selama 40 hari? Tuhan memakainya untuk membersihkan bumi dari semua anasir jahat sehingga tertinggal keluarga Nuh saja. c. Sebelum berpuasa anda perlu berdoa dahulu, dan biasanya Roh Kudus akan memberikan indikasi puasa jenis apa dan berapa lama. Ketika anda telah memperoleh kepastian, maka pada waktu anda menjalani puasa anda, anda akan merasakan di hati penuh damai sejahtera dan memperoleh kekuatan ekstra menahan lapar atau haus. d. Pada awal-awalnya mungkin anda akan merasakan semacam siksaan atau penderitaan, kepala pusing berdenyut-denyut dan badan seperti melayang, mata berkunang-kunang karena tubuh tidak terbiasa (dan mungkin saja Iblis menggoda, supaya puasa anda batal), namun lama kelamaan anda akan terbiasa dan anda akan merasakan tubuh jasmani yang lebih segar dan keadaan rohani yang lebih kuat. Setelah anda terbiasa berpuasa, tidak jarang kemudian anda justeru menjadi ketagihan. Ketika anda terbiasa, maka anda dapat berpuasa secara teratur sepanjang hidup anda misal satu atau dua kali dalam satu minggu.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 45

E. PUASA KOLEKTIP Puasa yang dilakukan bersama-sama demi kepentingan keluarga, organisasi dan bangsa 1. Mereka yang akan berpuasa bersama harus sepakat terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai atau alasan mengapa diperlukan berpuasa bersama 2. Bersepakat terlebih dahulu dengan jenis dan lamanya waktu berpuasa 3. Sebaiknya secara bersama membaca Alkitab dan Berdoa sambil melewati waktu berpuasa 4. Juga dalam berbuka yang terbaik adalah bersama-sama di suatu tempat yang telah disetujui, Cara ini akan memberikan sukacita dan kekuatan serta kesatuan yang lebih erat diantara mereka yang berpuasa. Jika tidak memungkinkan karena berada di tempat / kota yang berlainan dan jauh jaraknya, setidaknya mengambil waktu buka yang bersamaan.

F. PUASA & DOA MEMBAWA PERUBAHAN BAGI BANGSA Derek Prince, dalam bukunya Prayer & Fasting (1973) mengajar kita tentang Puasa yang membawa perubahan bagi bangsa: 1) PUASA mendorong dan memberi bobot terhadap DOA Ketika anda berpuasa ada suatu kekuatan besar yang mendorong DOA anda ke hadapan TUHAN, karena anda sedang berada dalam kepekaan rohani yang tinggi. Dapat diibaratkan, Puasa seperti sebuah peluncur roket sedangkan DOA adalah roket-nya. Selain Tuhan Yesus pada waktu berada di dunia, juga para murid dalam berbagai kesempatan selalu mengkombinasikan DOA dengan Puasa (Kisah 13, 14) Puasa adalah sebuah sikap kepatuhan dan merendahkan diri di hadapan TUHAN, oleh karena itu TUHAN berkenan dan justeru meninggikan kita karenanya (Matius 23: 12, Lukas 14: 11, 18: 14, Yakobus 4: 10, I Petrus 5: 6) NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 46

2) PUASA membawa Kebebasan dan Kemenangan Dalam 2 Tawarikh 20: 1 – 30, kita membaca suku Yehuda ketika itu dikepung oleh Bani Moab, Amon dan penduduk Gunung Seir, pasukan yang begitu besar dan terlatih akan menghabisi suku Yehuda. Dalam situasi genting seperti itu apa yang diperbuat Yosafat, Raja Yehuda waktu itu? “Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa(3).“ dan semua orang termasuk wanita dan anak-anak ikut berpuasa (13). Akhir kisah cerita akhirnya bangsa Amon bergabung dengan Moab meghancurkan penduduk Gunung Seir, dan mereka sendiri akhirnya berkelahi satu sama lain, dan kacau balau meninggalkan barang-barang mereka. Memerlukan waktu tiga hari bagi orang-orang Yehuda mengangkutnya (ayat 25). Ketika penduduk lain di sekitar mereka mendengar cerita kekalahan Amon, Moab dan Gunung Seir, merekapun menjadi jeri dan tidak berani memusuhi dan mencoba-coba untuk mengalahkan Yehuda. Tuhan yang berperang bagi mereka! Kitab Ester memberikan kita motivasi yang kuat untuk berdoa dan berpuasa. Bagaimana kebebasan dan kemenangan umat Israel dari niat jahat seorang bernama Haman, Perdana Menteri Kerajaan Persia, diawali dengan seruan berpuasa oleh Ratu Ester. 3) PUASA membawa perubahan bagi Bangsa Alkitab menceritakan berbagai kisah tentang pembebasan dan perubahan suatu bangsa dimulai dengan DOA dan Puasa. Sebut saja Israel dari perbudakan di Mesir, Babel dan Persia kemudian Niniweh. Dalam zaman modern inipun kita sudah mendengar bagaimana Negara-negara seperti Argentina, Nigeria dan beberapa Negara di Afrika mengalami perubahan luar biasa. Amerika juga, dibawah kepemimpinan Presiden Abraham Lincoln, pernah melakukan Puasa dan DOA Nasional, pada hari Kamis, tanggal 30 April 1863. Lincoln memproklamirkan ‗A Day for National Humiliation Fasting and Prayer‘ (Hari Merendahkan Diri melalui Puasa dan DOA).

Perang saudara (Civil War) yang berkecamuk akhirnya

teratasi dan Bangsa Amerika bersatu menjadi bangsa yang besar seperti yang kita ketahui sekarang, dengan kelebihan dan kekurangannya. NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 47

4) Bimbingan untuk Puasa pribadi 1. Masuki puasa anda dengan iman yang positip (Ibrani 11: 6) dan berharap apa yang anda bawa dalam puasa dan doa anda akan dijawab TUHAN (Matius 6: 18). Iman datang dari pendengaran dan pendengaran akan Firman TUHAN (Roma 10: 17) 2. Biasakan berpuasa tanpa anda menunggu dalam situasi krisis, justeru yang terbaik ketika iman anda sedang diatas diatas, sehingga ketika anda menghadapi krisis anda sudah terbiasa dengan berpuasa 3. Mulailah dengan berpuasa yang paling ringan dan singkat, kemudian secara bertahap dengan yang lebih berat dan lama. Jika anda memaksa diri dengan yang berat dan lama kemudian gagal akan membuat anda menjadi trauma dan berusaha menghindar 4. Pada waktu anda berpuasa perbanyak waktu untuk anda berdoa dan membaca Firman Tuhan, pada waktu peak rohani, banyak pewahyuan baru akan anda terima 5. Anda berpuasa dengan suatu tujuan – rohani – bukan sekedar diet, catatlah tujuan anda dan perhatikan bagaimana campur tangan TUHAN terhadap masalah atau tujuan anda itu, akan menjadi kesaksian yang menguatkan bagi anda sendiri maupun bagi orang lain 6. Pada awal-awal anda akan merasakan berbagai ketidak-nyaman-an seperti pusing, badan terasa melayang, mata berkunang-kunang, jangan cemaskan itu, berdoa minta kekuatan TUHAN, dan nanti anda akan terbiasa semua gejala mula-mula itu akan hilang karena daya tahan tubuh anda sudah lebih kuat dan terbiasa 7. Ketika anda berbuka puasa, jangan langsung makan makanan yang keras, mulailah dengan minum, sedapatnya jus buah-buahan atau air teh manis hangat. Juga jangan sekaligus makan banyak. Ketika anda berpuasa perut anda menciut dan harus secara bertahap diisi jangan sekaligus karena bisa terjadi shock dan membuat kejang perut.

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 48

DAFTAR KEPUSTAKAAN

FGBMI – Prayer Manual - Intercessor‘s International Evans, Tony. The Battle is the Lord’s. (Chicago: Moody Press, 1998) Franklin, Jentezen. Fasting - Puasa. (Terjemahan Bahasa Indonesia. Jakarta: Immanuel, 2009) Jacobs, Cindy. Menduduki Kota-Kota Musuh. (Jakarta: Harvest Publication House, 1991) Lea, Dr. Larry. Releasing the Prayer Anointing. (Nashville: Thomas Nelson Publishers, 1996) Moore, Beth. Praying God’s Word. (Nashville: Broadman & Holman Publishers, 2000) Neff LaVonne Cs. Practical Christianity. (Wheaton, Illinois: Tyndale House Publishers. Inc.1987) Prince, Derek. Prayer & Fasting. (Fort Lauderdale, Florida: Derek Prince Ministries, 1973) Silvoso, Edgardo. Power Evangelism - Penginjilan Dengan DOA. (Terjemahan Bahasa Indonesia. Jakarta: Metanoia, 2006 Wagner, C. Peter. Breaking Strongholds in Your City. (Ventura, California: Regal Books, 1993) Wagner, C. Peter. Prayer Shield. (Ventura, California: Regal Books, 1992) Yancey, Philip. Prayer - Does It Make Any Difference? (Grand Rapids, Michigan: Zondervan, 2006)

NATIONAL DEPARTMENT OF PRAYER

Page 49


Manual Doa