Issuu on Google+

SAMBUTAN GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA UPACARA PERINGATAN DETIK-DETIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA TANGGAL, 17 AGUSTUS 2012 DI JAWA TENGAH

Assalamu `alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera untuk kita semuanya. Yang saya hormati Tamu undangan, Jajaran Legislatif, Eksekutif, Yudikatif, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Dunia Usaha, Perguruan Tinggi, seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah dan Peserta Upacara yang berbahagia; Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa; Alhamdhulillah hari ini Jum,at tanggal 17 Agustus 2012, kita bersama masih

2

diberikan nikmat kesehatan dan kekuatan, sehingga dapat bersama-sama hadir melaksanakan upacara memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan yang ke-67 Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama. Selanjutnya, untuk lebih membangkitkan semangat perjuangan kita, mari kita pekikkan salam perjuangan kita dengan gegap gempita, disertai semangat yang tinggi. MERDEKA ! MERDEKA !

MERDEKA !

Saudaraku, peserta upacara dan seluruh warga Jawa Tengah yang saya cintai dan saya banggakan; Setiap kita memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, maka dalam kesadaran jiwa kita yang tinggi, akan selalu terkenang dalam ingatan kita tentang sejarah perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang rakyat Indonesia, yang dengan tulus

3

ikhlas telah rela berjuang melepas kepentingan diri pribadi, meninggalkan sanak keluarga, bahkan sampai mengorbankan jiwa, raga, harta dan benda, semata-mata demi merebut dan mempertahankan setiap jengkal bumi pertiwi dari tangan penjajah untuk mewujudkan kemerdekaan. Kini, 67 tahun sudah usia kemerdekaan kita hirup dan nikmati bersama. Masa susahnya perjuangan merebut kemerdekaan telah kita lewati, dan setapak demi setapak kita telah berhasil merajut tata kehidupan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekuatan pemersatu bangsa yang dinaungi nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara Indonesia. Sehingga, kehidupan terasa indah, nyaman, selaras, serasi dan seimbang. Kesulitan demi kesulitan, permasalahan, hambatan, bahkan gangguan berhasil kita lewati. Namun, seiring perkembangan jaman, aspirasi demokrasi, modernisasi, dan globalisasi,

4

telah mengubah bahkan menggeser kepribadian luhur yang kita miliki bersama, yaitu rasa saling hormat menghormati, tolong menolong, gotong royong, menjadi semakin menipis, kesemuanya ingin serba instan dalam meraih sesuatu, memaksakan kehendak, saling curiga, saling tidak percaya, saling mencari kesalahan, bahkan saling menjatuhkan untuk mendapatkan sesuatu atau kekuasaan. Itulah fenomena nyata yang kita hadapi dan jalani sekarang ini, yang tanpa kita sadari, bahwa itu semua menjadi potensi pemecah persatuan dan kesatuan yang dapat memporakporandakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan kusuma bangsa para pendahulu kita. Oleh karena itu, momentum memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-67 Republik Indonesia yang kita cintai ini, saya mengajak kepada Saudaraku seluruh warga Jawa Tengah, untuk tidak goyah oleh godaan jaman, dengan

5

tetap mempertahankan kepribadian adiluhung Jawa Tengah yang lembah manah, sopan santun, unggah ungguh, toleransi, suka bekerja keras, dan bergotong royong. Jauhkan sikap egois, individualistik, iri, dengki dan fitnah, karena itu semua bertentangan dengan nilai-nilai kejuangan pahlawan bangsa dan Pancasila. Sikap dan semangat seperti itu apabila dapat kita rajut dengan baik, maka Bangsa Indonesia pasti menjadi bangsa yang besar dan kuat dalam segala hal. Jawa Tengah sebagai sentral grafiti dan barometer pembangunan serta stabilitas Indonesia, mari tetap kita jaga dan lestarikan, menuju Jawa Tengah yang semakin sejahtera, mandiri, berkemampuan dan berdaya saing tinggi. Budaya ana rembug di rembug dalam setiap menyelesaikan persoalan, mikul dhuwur mendhem jero sebagai sikap ksatria menghormati sesepuh dan senior, nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake dalam kompetisi kehidupan,

6

itulah jatidiri Jawa Tengah yang sekaligus sebagai Benteng Pancasila yang harus terus kita ugemi dalam mengarungi kehidupan meraih kesejahteraan. Peserta upacara dan Saudaraku seluruh warga Jawa Tengah yang saya cintai dan saya banggakan. Hanya dengan pikiran yang jernih, hati yang bersih, tulus dan ikhlas, maka setiap tujuan mulia dan memberi maslahat akan dapat kita wujudkan bersama. Untuk itu, dalam kesempatan memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-67 Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, di tengah kita menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan rakhmat, mari kita luruskan niat hati serta langkah kita menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara melalui gerakan Bali nDeso mBangun Deso yang kita laksanakan bersama telah memberikan hasil yang membanggakan, walaupun

7

masih ada hal-hal yang harus kita perangi bersama, yaitu: kemiskinan dan pengangguran, antara lain melalui upaya menumbuhkan lapangan pekerjaan. Pertumbuhan ekonomi kita semakin baik, inflasi rendah, dan saat ini kita telah mampu meletakkan landasan yang kokoh kuat dalam mewujudkan Jawa Tengah yang semakin sejahtera, mandiri, berkemampuan dan berdaya saing tinggi, yaitu dengan memodernisasikan pertanian dalam arti luas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menyiapkan infrastruktur darat, laut dan udara, serta memenuhi kebutuhan energi untuk menumbuhkan investasi, yang kesemuanya itu saat ini sudah dan sedang jalan. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinkronisasi dan kebersamaan kita, bekerja keras, saling bahu membahu untuk mewujudkannya. Mulai saat ini dan ke depan pada tahun 2013 dan tahun 2014, kita akan memasuki pesta demokrasi 5 (lima) tahunan, yaitu Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, serta pemilihan

8

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, sehingga sangat dimungkinkan suhu politik agak memanas. Untuk itu, saya pesankan kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk tetap tenang, berpikir yang jernih dan bersih, jangan mudah terprovokasi oleh siapapun, karena pada hakekatnya Pesta demokrasi itu memilih Pemimpin, saya ulangi memilih Pemimpin. Jadi, pilihlah Calon Pemimpin yang baik, yaitu yang terukur kemampuannya, antara lain: pinter, bener, pener lan kober, sehingga nantinya dapat mengendalikan dan bermanfaat untuk memajukan Jawa Tengah. Jangan korbankan Jawa Tengah masuk dalam euforia yang akan merugikan kita semua. Khusus dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1433 H tahun 2012 ini, kita telah mampu dan dapat menyiapkan pelayanan kebutuhan 9 (sembilan) bahan pokok yang cukup dan stabil, serta harga sangat terjangkau oleh masyarakat. Demikian pula, pelayanan infrastruktur sangat memadai dan memberikan kemudahan-kemudah-

9

an bagi Saudara-Saudara kita yang akan mudik. Bahkan kita siap 190 Bus mudik gratis dari Jakarta ke Jawa Tengah mulai tanggal 12 hingga 13 Agustus 2012 berangkat dari Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah. Bapak-Ibu, Undangan dan peserta Upacara yang berbahagia; Sebelum mengakhiri sambutan saya ini, khusus kepada saudaraku kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh Provinsi Jawa Tengah, saya ucapkan selamat melanjutkan Ibadah Puasa Ramadhan, dan 2 (dua) hari lagi tepatnya tanggal 19 Agustus 2012, Insya Allah kita akan merayakan Idul Fitri 1433 H. Untuk itu, atas nama Pemerintah Daerah, pribadi dan keluarga, saya ucapkan Selamat Merayakan Idul Fitri 1433 H, Minal Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Demikian yang dapat saya sampaikan dalam Upacara memperingati Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-67.

10

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan pengayoman kita semua dalam melanjutkan pembangunan mengisi kemerdekaan menuju masyarakat Jawa Tengah yang semakin sejahtera, mandiri, berkemampuan dan berdaya saing tinggi. Sekian dan terima kasih. MERDEKA ! MERDEKA ! MERDEKA ! DIRGAHAYU 67 TAHUN KEMERDEKAAN INDONESIA. Wassalamu’alaikum Wr.Wb. GUBERNUR JAWA TENGAH

H. BIBIT WALUYO


Sambutan Gubernur Jawa Tengah