Issuu on Google+

EDISI : 154 TAHUN LXIII

MINGGU 16 OKTOBER 2011 M / 18 DZULKAIDAH 1432 H

HARGA ECERAN

Rp2500

HARI INI TERBIT 24 HALAMAN

SEJARAH MENCATAT, HALUAN TERBIT SEJAK 1948 DAN MENJADI TUAN RUMAH DI NEGERI SENDIRI

HASIL PEMERIKSAAN BPK 5 TAHUN TERAKHIR

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS Alam Nasyrah 94:7-8)

SUBUH ZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA

04.50 12.10 15.12 18.13 19.22

Laporan Keuangan Daerah Masih Kacau

WIB WIB WIB WIB WIB

http://www.pkpu.or.id

Sangat sulit untuk mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) karena belum satu persepsi antara BPK dengan pemda. BPK mencatat, lima tahun terakhir, LKPD pemprov, kota, dan kabupaten di Sumatera Barat hanya tiga LKPD yang meraih opini WTP.

Sedikit Sentuhan “Bisnis” untuk Lele

P

RODUKSI budi daya lele, limbek, atau kalang di Provinsi Sumatera Barat sekitar 590 ton/bulannya atau 19 ton/harinya. Namun jumlah tersebut masih relatif sangat sedikit dibandingkan dengan pangsa pasarnya yang terbuka sangat luas bahkan hingga keluar negeri. Tujuan budi daya limbek tentu tak hanya sebatas bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal dan nasional, namun juga bagaimana caranya bisa memasarkannya keluar negeri. Pesisir Selatan menargetkan pada 2011 produksi 1 juta ton setahun untuk ikan budi daya termasuk lele. Agam mengembangkan sentra-sentra ikan lele. Padang akan menjadikan Pasie Nan Tigo sebagai kampung lele. Selain itu, akan dikembangkan juga pengolahan ikan lele yang mampu menembus pasarpasar modern yang tumbuh di Sumatera Barat. Perhatian pemerintah semestinya pada tingkat pengolahan ikan lele tersebut. Dan sedikit disentuh secara bisnis dan manajemen. Pasar lele ke Jerman, Belanda dan Singapura kini terbuka sangat lebar. Saat ini produksi lele Sumatera Barat selain untuk memenuhi kebutuhan lokal juga ada beberapa di antaranya yang dikirim ke luar daerah seperti Jambi dan Pekanbaru. Sedangkan sentra lele hampir merata diseluruh Sumatera Barat karena relatif mudah pemeliharaan dan media tak sukar. „

BUKITTINGGI, HALUAN— ini, tidak satu pun kabupaten/ Opini atau pun penilaian itu kota termasuk Pemprov Sumamerupakan hasil pemeriksaan tera Barat yang mendapatkan Badan Pemeriksa Keuangan opini WTP, kecuali opini Wajar (BPK) terhadap LKPD. LKPD Dengan Pengecualian (WDP) 2010, yang hasil pemeriksaannya diumumkan pada 2011 „ Bersambung ke Halaman 11

City Kudeta United ANTARA

HARI CUCI TANGAN—Ribuan siswa sekolah dasar dari DKI Jakarta melempar topi ke udara setelah pencatatan rekor MURI untuk kategori menari gerakan tangan dengan peserta terbanyak di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu (15/10). Pencatatan rekor tersebut merupakan rangkaian acara Kementerian Kesehatan dan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) untuk memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia pada 15 Oktober 2011.

PASCAGEMPA 30 SEPTEMBER 2009

BNPB Hentikan Dana Bantuan

BUKITTINGGI, HALUAN — Deputi bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bambang Sulistyo menegaskan, BNPB tidak mengalokasikan dana lagi untuk kelanjutan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah Sumatera Barat pascagempa 30 September 2009 lalu. Dana yang disalurkan sejak 2009 hingga 2011 ini, dinilai sudah mencukupi. Sesuai rencana aksi nasional yang

dibuat, Sumatera Barat membutuhkan dana untuk pemulihan Rp6,4 triliun, tercakup di dalamnya kerusakan bangunan dan gedung milik lembaga maupun institusi swasta. Rinciannya, untuk perumahan Rp3,2 triliun, infrastruktur Rp553 triliun, kegiatan sosial Rp1,2 triliun, ekonomi produktif Rp189 miliar dan lintas sektoral Rp1,1 triliun. „ Bersambung ke Halaman 11

PENCEMARAN DANAU MANINJAU

Dilarang Tebar Benih Ikan pada November-Desember

MANINJAU, HALUAN — Kondisi air Danau Maninjau sudah tercemar berat. Plankton berwarna hijau daun sudah memenuhi permukaan danau. Demikian hasil peninjauan Tim Gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, LIPI, BPLH, DKP, dan Badan Pengelola Kelestarian Kawasan Danau Maninjau (BPKKDN), Sabtu (15/10). Tim tesebut dipimpin langsung Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD

Agam Martias Wanto Datuak Maruhun. Tim menemukan, kondisi terparah terdapat di kawasan Nagari Tanjung Sani. Di tengah danau juga kondisinya sudah mengkhawatirkan. Kondisi plankton sudah demikian parah, dan terlihat sudah menggumpal, membentuk bongkahan dengan luas sampai 100 meter persegi. Menurut Sekretaris BPKKDN „ Bersambung ke Halaman 11

Rang Piaman Siap Bangun Jakarta

KETUA Umum DPP PKDP Suhatmansyah Is menyerahkan bendera DPW PKDP DKI kepada ketua umumnya, Muharmein Zein Chaniago saat pengukuhan

JAKARTA, HALUAN– Masyarakat DKI Jakarta asal Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman, siap memajukan ibukota Negara ini dalam berbagai aspek pembangunannya di masa mendatang sesuai prinsip dima bumi dipijak di situ langik dijunjung. “Insya Allah, kami warga Minang asal Piaman, siap membangun ibukota ini dalam

berbagai aspek, baik untuk meningkatkan hubungan silaturahin antar sesame warga DKI asal Piaman, antar warga DKI asal Minang dan antar sesame warga DKI dari berbagai eknis lainnya,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP), Ir. H. Muharmein Zein Chaniago, M.Eng, pada acara

pengukuhan dirinya bersama anggota pengurus DPW DPP PKDP DKI Jakarta oleh Ketua Umum DPP PKDP, Dr. Ir. Suhatmansyah Is, M.Si, di Gedung Dispenda DKI, Jl. Abdul Muis, Jakarta, Sabtu (15/ 10) kemarin. Di hadapan Walikota Jakarta Selatan Syahrul Effendi

STEVAN Gerrard hendak melakukan tendangan bebas untuk membuka kemenangan Liverpool

MANCHESTER, HALUAN — The Citizen mengkudeta tim sekota, Manchester United dalam English Premier League (EPL) pekan kedelapan, Sabtu (15/ 10). United hanya mampu meraih satu poin dalam red duel di Liverpool di Anfield Stadion. Hasilnya, pasukan Firgie hanya mampu mengumpulkan „ Bersambung ke Halaman 11

PENDIDIKAN BERKARAKTER

Gubernur Bantah untuk Kepentingan Politik

BUKITTINGGI, HALUAN—Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil saling lempar pendapat di forum Rakor Gubernur dan Bupati/Walikota se-Sumbar Sabtu (15/10). Mereka beda pendapat tentang sasaran pelaksanaan Program Pendidikan Berkarakter, yang menyebutkan diterapkan pada sisa setingkat SMA dan satunya lagi ingin diterapkan sejak usia dini. Menurut Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil, alokasi anggaran yang diusulkan Pemprov Sumbar pada APBD 2011 „ Bersambung ke Halaman 11

„ Bersambung ke Halaman 11

ANTARA

Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar (kiri), Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisna Murthi (tengah) dan Sekretaris Kementerian BUMN Mahmuddin Yasin seusai bertemu dengan SBY.

SBY Panggil Lagi Tiga Calon Wakil Menteri

JAKARTA, HALUAN—Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil lagi tiga calon wakil menteri ke kediaman pribadinya Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/10) kemarin. Mereka adalah Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisna Murti, Sekretaris Menteri BUMN Mahmuddin Yasin dan Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar. Ketiganya mengalami pergeseran kursi dari kementerian „ Bersambung ke Halaman 11

2 L A P O R A N U TA M A LELE ASAP DAN LELE MASIAK

Berjuang Menembus Supermarket Laporan Sutan Junir, Kasra Scorpi

PASAMAN Barat terus berpacu dengan waktu untuk kembangkan sebagai daerah penghasil lele asap terbesar di Provinsi Sumatera Barat. Kini, terbukti, nyaris setiap kecamatan, Pasaman Barat punya sentra-sentra lele asap. Tapi setra itu dipusatkan di empat kecamatan, yakni Kecamatan Sasak, Pasaman, Luhak Nanduo, dan Kinali. “Kita berkomitmen mengembangkan Pasaman Barat sebagai daerah penghasil lele asap maupun hidup dengan memperbanyak membina unit pembenihan rakyat (UPR) yang ada sekarang ini,” ujar Syafrialis, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pasaman Barat Jumat pekan lalu. Sebenarnya, usaha perikanan itu sudah dilakoni masyarakat Pasaman Barat sejak lama, tapi belum intensif. Soal pemasaran, lele dikirim Pekanbaru, Padang, Bukittinggi, dan Medan. Harganya antara Rp50.000-Rp60.000 per kg untuk kualitas super. “Harga itu tergantung kualitas lele asap, tapi jarang di bawah lima puluh ribu rupiah per kilogram,” kata Syafrialis. Saat ini Pasaman Barat menargetkan akan menjadikan Kecamatan Talamau sebagai sentra perikanan air tawar di Pasaman Barat, baik jenis ikan emas, nila, maupun pembenihan lele. Sejak ditetapkannya Kabupaten Pasaman Barat sebagai sentra ikan di Sumatera Barat, berbagai macam terobosan terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan mengembangkan ikan lele di Pasaman Barat. Selama tahun 2008 ini, sudah 200 ribu benih lele disebar dan ditargetkan tahun 2010 nanti 500 ribu benih akan disebar di sentrasentra lele Pasaman Barat. “Selain itu, kita bertekad, Talamau itu seperti Rao-nya di Pasaman induk, yang terkenal dengan sentra perikanan di Sumatera Barat maupun luar Sumatera Barat. Kita akan bangun balai benih ikan di Tamalamu untuk mendukung program ini,” kata Baharuddin, Bupati Pasaman Barat kepada Haluan pekan lalu. Selain itu, juga dilakukan pembinaan terhadap 11 unit UPR yang tersebar di Pasaman Barat, empat di antaranya di Talamau. Pembenihan itu meliputi, jenis bibit ikan lele, emas, dan nila. Apalagi, imbuh Syafrialis, kondisi tersebut memungkinkan dengan ketersedian sumber air yang cukup memadai dengan memanfaatkan kolam serta sawah. Dia mengharapkan dua tahun ke depan sektor perikanan jadi mata pencarian utama masyarakat Talamau. “Usaha perikanan itu di Talamau memang telah dilakoni masyarakat sejak lama, jadi kita tinggal mengembangkan dan mendorong masyarakat untuk membudidayakan ikan air tawar,” timbal Syafrialis. Lele Masiak Produk kuliner khas Palembayan Agam adalah limbek masiak. Produk tersebut laku keras di pasarpasar tradisional di kecamatan tersebut dan sekitarnya. Harganyapun cukup bagus Rp100.000 lebih/kg. Limbek masiak yang juga disebut dengan limbek paleh itu dibuat dengan cara mengeringkan ikan limbek (lele) dengan asap hasil pembakaran kayu khusus untuk itu, bukan dijemur dengan panas matahari. “Pengeringan dengan asap itulah yang membuat rasanya khas, kalau dikeringkan dengan Matahari rasanya akan hambar, lagi pula limbek yang dikeringkan dengan asap akan bertahan lama dan tidak menimbulkan bau dalam tempat penyimpanan” tutur Mak Labay salah seorang warga pembuat limbek masiak di Nagari Sungai Pua Palembayan kepada Haluan Kamis pecan lalu. Kata Mak Labay, dalam rumah tangga warga Palembayan, limbek masiak merupakan stok yang sangat diperlukan karena limbek tersebut makanan bergizi dan enak juga mudah dibuat jadi kawan pemakan nasi. Kalau digoreng tidak menggunakan minyak dan cabai yang banyak. Selain digoreng limbek masiak dapat dibuat samba uok asam, yakni samba tradisi yang menggunakan kuah dari air nasi, cabai, asam. “Kalau makan gulai limbek asam durian tambah dengan jengkol muda waduh bagalintin pintin rasanya,” tukuk Mak Labay. Tapi yang menjadi masalah dalam memproduk limbek masiak adalah kesulitan mendapatklan limbek asli karena habitatnya baik sungai maupun rawa karena habitatnya banyak sudah tercemar. Kalau limbek masiak dibuat dengan lele dumbo yang kini banyak dibudidayakan kualitasnya jauh di bawah. Beda limbek masiak dari limbek asli dengan limbek masiak dari lele dumbo adalah limbek masiak asli warnanya kehitaman dan berminyak. Ukurannya relatif kecil dan dagingnya tidak mudah rontok, tapi kalau limbek masik yang dibuat dari lele dumbo warnanya agak memutih, berukuran lebih besar dan dagingnya mudah rontok. Namun karena produk limbek asli semakin langka, limbek masiah yang beredar di pasaran kebanyakan berasal dari lele dumbo. Di kecamatan Palembayan, limbek masiak banyak dibuat di Nagari Salareh Aia dan Sungai Pua. Sementara itu, menurut camat Palembayan, Aryati, kini sudah ada warga kecamatan Palembayan asal jorong Duku Nagari Ampek Koto yang tinggal di Padang membuat limbek masiak dengan teknologi modern untuk diekspor ke Malaysia. Namun untuk memproduk limbek masih yang menjadi masalah adalah bahan baku berupa ikan limbek karena belum masyarakat yang membudidayakannya dalam jumlah besar. Masalah lain adalah packing limbek masiak yang di jual di pasaran masih sederhana hanya dibungkus dengan daun karisiak atau plastik biasa. Ke depan, kata Camat, pengusaha limbek masiak Palembayan menginginkan produknya dijual di plaza atau supermarket. Namun untuk itu diperlukan peningikatan jumlah dan kualitas produksi serta teknologi packing modern. Usaha untuk meningkatkan jumlah produksi lele sebagai bahan baku limbek masiak kini sedang berlangsung dimana semakin banyak rumah tangga yang membuat kolam pemeliharaan lele. „

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Penerbit: PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 1985 tanggal 19 November 1985.

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

AGAM DAN PESISIR SELATAN

Jatuh Bangun Budi Daya Lele Laporan Miazuddin, Haridman Kambang

Pengembangan usaha budi daya lele lima tahun terakhir di Sumatera Barat punya tren meningkat. Pemasaran yang jelas, dan dukungan pemerintah, masyarakat kian tertarik mengembangkan ikan limbek atau kalang ini. Harganya pun stabil. Pesisir Selatan menargetkan 2012 satu juta ton produksi ikan budi daya. Agam terus berbenah bangun sentra-sentra lele. Lele, yang lebih dikenal di tengah masyarakat Agam dengan sebutan limbek, merupakan ikan asli daerah itu. Dulu, sebelum perusahaan besar membuka perkebunan kepala sawit di kawasan rawa dalam Kecamatan Ampek Nagari, Tanjung Mutiara, dan Palembayan, kawasan rawa dimaksud merupakan kolam limbek yang mampu menghidupi warga Palembayan, Ampek Nagari, dan Tanjung Mutiara. Mereka, para pencari limbek itu sampai berminggu-minggu di tengah hutan rawa, terutama di kirikanan Batang Masang. Untuk menangkap limbek. Mereka menggunakan alat tangkap yang disebut lukah. Lukah diberi umpan yang disenangi limbek, seperti ampas kelapa yang telah membusuk, daging buah durian, atau jenis lainnya. Hasil tangkapan disimpan dalam kaleng bekas minyak goreng berukuran cukup besar. Hasil tangkapan tersebut ditampung pedagang pengumpul untuk kemudian dijual di pasar-pasar di Agam dan sekitarnya. Limbek dijual dalam bentuk segar (hidup), dan ada pula yang dikeringkan dalam bentuk limbek salai. Namun, seiring dengan kemajuan zaman, rawa dikeringkan dalam proses pematangan lahan untuk perkebunan sawit. Kolam limbek pencari limbek pun musnah sudah. Para pencari limbek kehilangan mata pencaharian. Sebagian dari mereka ada yang menjadi buruh kebun, dan ada pula yang beralih profesi menjadi petani. Di Agam, anak nagari Kampuang Pinang, Kecamatan Lubuk Basung merupakan petani lele dumbo pertama. Mereka membuat kolam lele dumbo dengan menggunakan terpal (plastik). Kolam tersebut akhirnya dikenal sebagai kolam terpal. Pada tahap awal, keberhasilan [petani lele dumbo Kampuang Pinang cukup memuaskan. Mereka menjual lele dumbo dalam keadaan segar, dan lele kering. Anwar Adphil, yang akrab dipanggil Aciak Nuan, anak Nagari Kampuang Pinang mulai membudidayakan lele dumbo tahun 2007. Kala itu memang belum ada anak nagari lainnya di kawasan Agam belahan barat yang melakukan usaha serupa. Makanya, hasil panen laris manis di pasaran. Namun setelah lele dumbo dibudidayakan secara luas di

kawasan itu, pasaran semakin seret. Akhirnya, lele dumbo Kampuang Pinang kalah bersaing di pasar dengan produk anak nagari lain di daerah itu. “Kini tidak banyak lagi kolam lele dumbo di Kampuang Pinang yang produktif,” ujar Aciak Nuan, yang juga dikenal sebagai penggagas usaha budi daya lele dumbo di Kampuang Pinang, Kecamatan Lubuk Basung. Kondisi demikian diakui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Agam, Nurhayati Kham, melalui Sekretaris DKP, Ermanto, menurutnya, kala itu penyebab melemahnya daya saing lele dumbo kering produk Kampuang Pinang, diduga karena kualitas produk mereka kurang bagus, dibandingkan produk anak nagari lainnya. “Teknik pengasapan sebenarnya sudah mereka kuasai, namun mereka melakukannya dengan tidak sabar. Sehingga kualitas dan warna lele kering produksi mereka kurang bagus,” ujarnya. Kini lele dumbo sudah banyak dibudidayakan petani ikan keramba jala apung (KJA), di perairan Danau Maninjau. Ternyata keberadaannya cukup membantu petani ikan, yang sedang dilanda musibah matinya ikan dalam KJA mereka. Kecamatan Lele Melihat antusias warga membudidayakan lele dumbo, pihak DKP Agam berupaya mencari terobosan. Kini sedang dilakukan penyebaran benih lele unggul asal Bogor,yang dikenal dengan sebutan “Lele Sangkuriang.” Lele sangkuriang memiliki beberapa keunggulan, dibandingkan lele dumbo. Keunggulan dimaksud antara lain, usia panen lebih pendek, rasa daging nyaris menyamai lele lokal, dan perawatannya tidak rumit. Kini ada 2 kelompok pembudidaya dan pembenihan ikan,yang dipercaya mampu mengembangkan dan melakukan pembenihan lele sangkuriang. Kedua kelompok itu adalah Karya Bersama, dan Fisabilillah. Kedua kelompok itu telah dibantu masing-masing 25 ekor induk lele sangkuriang. Lele induk juga masih tersedia di DKP Agam sebanyak 476 ekor. Sebelumnya sudah pula dibagikan kepada 12 kelompok Unit Pembenihan Rakyat sebanyak 250 ekor. Melihat ketekunan dan semangat warga Palembayan membudidayakan lele, dan berdasarkan

KASRA SCORPI

KOLAM LELE-Kolam lele dengan dengan menggunakan plastik terpal.

sejarah, bahwa kecamatan itu pernah menjadi penghasil lele terbesar di Agam, maka DKP Agam menetapkan Kecamatan Palembayan sebagai Kecamatan Lele. Maksudnya, kecamatan itu dijadikan sebagai pilot proyek pengembangan lele. Sebagai gambaran prospek usaha budidaya lele sangkuriang, menurut analisa usaha pihak DKP Agam, untuk setiap kolam berukuran 4 x 5 meter, dalam tempo 3 bulan mampu menghasilkan keuntungan bersih Rp2 juta. Itu bila lele dijual dalam keadaan segar. Namun bila dijual setelah diolah menjadi lele kering (lele asap) keuntungan akan lebih meningkat. Untuk kolam berukuran 4 x 5 meter, dibutuhkan 5.000 benih lele sangkuriang. Untuk pengadaan benih diperlukan dana Rp1 juta. Untuk biaya pakan sampai panen diperlukan dana Rp2 juta. Selama 3 bulan, lele sangkuriang sudah siap panen, ukuran ikan kala itu 7 ekor/kg. Hasil panen sekitar 400 sampai 450 kg, dengan nilai jual Rp11.000 sampai Rp12.000/kg dalam kondisi segar. Sedangkan harga pedagang eceran di pasar yang ada di kawasan Agam belahan barat mencapai Rp18.000/kg. Bila dijadikan lele kering, dalam 100 kg lele basah hasilnya hanya sekitar 35 kg. Nilai jual di tingkat petani Rp75.000/kg. Sedangkan di pasaran bisa mencapai Rp80.000 sampai Rp90.000/kg. Untuk 1 unit kolam berukuran 4 x 5 meter, mampu menghasilkan 400 sampai 450 kg. Bila dijual dalam keadaan segar hanya menghasilkan Rp4.400.000 sampai Rp4.950.000, dengan estimet harga Rp11.000/kg. Bila diolah menjadi lele asap, akan menghasilkan sekitar 120 kg sampai 135 kg. Dengan demikian akan menghasilkan sekitar Rp9 juta sampai Rp10.125.000/3 bulan. Dengan demikian akan lebih menghasilkan. Dengan demikian keuntungan sebelum dikeluarkan biaya pengasapan sekitar Rp6.000.000 sampai Rp7.125.000/3 bulan.

Sejuta Ton Lele Alifi M Noor (50), warga Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan tampak sedang sibuk di kolam pemijahan di samping rumahnya. Anak lele yang sebesar pangkal lidi itu sedang mendapatkan perawatan khusus darinya. Ia dipisahkan dari induknya dan selanjutnya diproyeksikan untuk dijual dan sebagiannya dibesarkannya sendiri menggunakan wadah terpal. Beternak lele merupakan pekerjaan sampingan namun sangat menggiurkan. “Seekor anak lele dumbo laku dijual Rp150 per ekor, kemudian yang besar untuk konsumsi dijual seharga Rp35 ribu setiap kilonya,” kata Alifi M Noor kepada Haluan Kamis pekan lalu. Terkait dengan pembudidayaan, Alifi menyebutkan tidaklah terlalu sulit. Lele tidak memerlukan cara perawatan yang rumit. Tidak harus menggali tanah atau membuat kolam dan tidak perlu membuat kolam dari beton, tapi cukup menggunakan terpal saja jika biaya dan lahan sempit. Tapi jika mau permanen bisa dengan menggali tanah atau membuat kolam dari beton. Dengan wadah terpal juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah berbiaya murah, praktis, mudah dibuat, dan mudah dipindahkan, proses memanen pun menjadi ringan. Kelemahannya terpal tidak tahan lama– terpal yang kualitasnya bagus bisa bertahan lebih dari 3 tahun, bila bocor menyulitkan dan rawan bocor dan robek. Untuk pemula, pilihan menggunakan terpal saya kira cukup tepat. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan saat ini menargetkan produksi ikan budi daya satu juta ton hingga tahun 2014, seiring dengan program pemerintah pusat. Khusus ikan air tawar, pemerintah mempersiapkan 180 hektare lahan yang tersebar diberbagai tempat. “Target ini disusun juga berdasarkan program yang dikeluarkan

Kementerian Kelautan RI dengan target produksi nasional yang mencapai 35 persen,” kata Kadis DKP Pessel, Edwil melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pesisir Selatan, Zaitul Ikhlas baru baru ini Menurutnya, dalam mencapai target tersebut DKP Pessel mempersiapkan 180,82 hektare lokasi untuk budi daya di 10 kecamatan. Kenaikan produksi per tahunnya diperkirakan mencapai 40,33 persen. Saat ini Pessel telah mempersiapkan konsep peningkatan perikanan budi daya yang tertuang dalam SK Bupati nomor 523/271/ Kpts/BPT-PS/2010. Dalam SK itu disebutkan bahwa ikan kerapu diproduksi di kawasan Mandeh Pesisir Selatan seluas 55 hektare, Teluk Sungai Bungin 18 hektare dan Sungai Nipah 16 hektare, sisanya ikan air tawar, misalnya nila dan lele. Sementara selain kerapu juga dilakukan pembudidayaan terhadap ikan bandeng sebagai umpan ikan tuna di Pesisir Selatan. Sekarang, baru ada 20 tambak yang sudah terisi dari 51 petak tambak ikan bandeng umpan yang berlokasi di Carocok Anau Nagari Ampang Pulai Kecamatan Koto XI Tarusan dengan tingkat produksi baru mencapai 10 ribu ekor sekali panen. “Ikan budidaya air tawar dan payau yang dipacu produksinya adalah jenis nila dengan berbagai jenis, lele, gurame, patin,” kata Edwil Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pesisir Selatan. Jadi menurutnya, dengan demikian pemerintah memberikan dukungan dan dorongan kepada peternak ikan termasuk peternak lele. Produksi lele yang masih rendah di Pessel perlu ditingkatkan dengan mengajak peternak ikan berbudi daya lele.Pasar lele terbuka luas ke berbagai daerah. Jadi selain untuk kebutuhan daerah, maka pangsa pasar sangat menjanikan adalah Riau, Jambi dan wilayah sekitarnya. Pemerintah memang belum merancang pasar tersendiri, tapi peluang sangat besar. „

Pasie Nan Tigo Akan Jadi Kampung Lele Laporan Andika Destika Khagen LELE—akrab disebut ikan kalang atau limbek di Sumatera Barat atau ikan maut di Gayo dan Aceh—tujuh tahun belakangan menyaingi popularitas ikan tuna dalam dunia usaha ataupun budi daya. Ikan yang hidup di air tawar ini, membuat banyak pebisnis ataupun petani meliriknya. Dalam catatan Ketua Asosiasi Pembudi Daya dan Pengusaha Catfish (APPC) Irwandi, ada seribu orang di Sumatera Barat yang membudidayakan lele, 250 orang di antaranya bergabung dalam APPC. Dibanding ikan tuna, lele belum lagi termasuk produk ekspor. Ikan tuna tiap tahun diekspor sekitar 699 ton. Namun, kata Irwandi, yang membuat ikan lele menjadi popular (setidaknya bagi petani lokal) karena kemudahan membudidaya yaitu di daratan. Malah pembudidayaan itu bisa dilakukan di halaman rumah. Makanya, tak jarang, usaha ikan lele dijadikan pemasukan alternatif. “Kita seperti diberkahi,” kata

Irwandi menyebut untuk memudahkan kemudahan lain ketika mendapatkan kredit di membudidayakan lele bank untuk pengemadalah tersedianya bangan. APPC, samcacing sutera, yang bungnya, salah satu hanya bisa didapatkan organisasi yang dibentuk di Padang. Cacing untuk mewujudkan sutera adalah salah tujuan tersebut. satu pakan (makanan) Saat ini, APPC telah lele. bekerja sama dengan Di Sumatera Barat, dua bank: Bank BNI 46 IRWANDI kata Irwandi, kebudan Bank Indonesia. tuhan akan lele 7-10 Oleh BNI, petani dan ton per hari. Angka ini dilihat pengusaha lele mendapatkan hanya dari penjualan di dalam kredit modal dengan bunga satu provinsi, karena menurut hanya 6 persen. Sementara Irwandi ada juga yang men- dengan Bank Indonesia telah jualnya ke luar provinsi Sumatera dilakukan kerja sama dalam peBarat. nyediaan pakan. Kebutuhan tersebut lebih “Ada yang sedang dalam banyak untuk makanan. Misal- tahap negosiasi, seperti Persatuan nya, untuk naged, pecel lele, dan Hotel dan Restoran Indonesia kebutuhan di pasar tradisional. (PHRI),” katanya. Menutur IrDibentuknya Asosiasi Pecel Lele wandi, beberapa pertemuan telah dua bulan yang lalu di Kota dilakukan bersama PHRI. Padang, lanjut Irwandi, satu Secara lebih rinci Irwandi pertanda lagi menggeliatnya menjelaskan, cluster lele merupakan program utama dalam usaha lele. Ekspor Lele kerja sama dengan Bank IndoMenjadikan lele sebagai se- nesia. Petani dibina mulai dari buah usaha, kata Irwandi, petani pembenihan, pembesaran, peatau pengusahanya perlu dibuat nyediaan pakan, dan penjualan di sebuah struktur. Ini berguna dalam satu pintu.

“Keuntungannya, pasarnya lebih jelas. Tidak ada lele yang tidak akan terjual,” ujar tamatan Universitas Bung Hatta pada 1999 ini. Sementara dengan Bank BNI 46, telah disalurkan dana sebanyak Rp1,3 miliar untuk petani. Cara ini, kata Irwandi, untuk mencapai target ekspor lele. Saat ini, sambungnya, ekspor lele tertinggi masih dipegang Vietnam. “Kita bisa menyaingi bila pemerintah membukakan akses,” tuturnya. Kira-kira bulan Desember, diterangkannya lagi, Pasie Nan Tigo akan dijadikan “Kampung Lele”, sebuah terobosan untuk memasyarakatkan lele dan meningkatkan produksinya sehingga target ekspor bisa dicapai. Pakan, sebuah Kendala Pakan merupakan kendala utama petani lele di Sumatera Barat. Menurut Irwandi, tidak adanya pengusaha yang berani menjual pakan, menyebabkan petani harus mendapatkannya lebih jauh, salah satunya mesti dipesan dari Medan, Sumatera Utara. Menurut pemilik CV Family Pisces ini, harga pakan dari Me-

dan Rp8 ribu per kilo, sementara harga jual bersifat fluktuatif, berkisar antara Rp10-13 ribu. “Bila musim banjir, harganya jatuh,” kata Irwandi. Kata ‘banjir’ dimaksudkan bahwa semua petani lele pada saat yang sama melakukan panen. Kondisi demikian membuat pasar menjadi sempit, sehingga harga jatuh. Menurut Irwandi, harga Rp10 ribu petani lele tidak banyak meraih keuntungan. Normalnya harga lele dengan harga pakan Rp8 ribu adalah Rp13 ribu. “Ada biaya produksi yang harus ditanggung,” katanya. Lele membutuhkan waktu pembudidayaan selama 2,5 bulan-3 bulan. Ia hidup di antara suhu 28-32 derajat celcius. Ini berlaku sama untuk jenis lele dumbo, sangkuriang, dan paiton. Padahal, untuk bersaing dengan harga luar negeri, sambung Irwandi, harus memiliki pakan sendiri. “80 persen biaya operasional dari pakan,” katanya lagi. Bila Sumatera Barat memiliki pakan sendiri, Sumatera Barat bisa bersaing dengan luar negeri.„

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto, Konsultan Pengembangan Media: H. Hasril Chaniago, Pemimpin Redaksi: Zul Effendi, Pemimpin Perusahaan: Irfan Jasri, Wakil Pemimpin Redaksi: Eko Yanche Edrie, Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD, Nasrul Azwar, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Koordinator Liputan: Aci Indrawadi, Koordinator Liputan Daerah: Syamsu Rizal, Asisten Koordinator Liputan: Rudi Antono, Redaktur: Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Perdana Putra, Rahmatul Akbar, Reporter Padang: Gusni Yenti Putri, David Ramadian, Gustedria, Haswandi, Andika Destika Khagen, Ade Budi Kurniati, Suswinda Ningsih, Mice Angelasari, Devi Diani, Defil, Nasrizal Koresponden: Syamsuardi S, Jon Indra, Ridwan (Bukittinggi), Dedi Salim, Trisnaldi (Pariaman/Padang Pariaman), Ilham Yusardi, Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert (Payakumbuh/Limapuluh Kota), Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina (Pasaman), Miazuddin, Kasra Scorpi (Agam), Iwan DN, Darwin Danin, Maison (Padang Panjang), Yuldaveri, Emrizal, Aldoys (Tanah Datar), M. Junir, Gusmizar (Pasaman Barat), Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman (Pesisir Selatan), Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago (Kabupaten Solok/Kota Solok), Icol Dianto (Solok Selatan), Alamsyah Halim, Fadilla Jusman (Sawahlunto), Azneldi (Sijunjung), Ferry Maulana (Dharmasraya), Biro Jakarta: Syafruddin Al (Koordinator), Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: M. Moralis Biro Kepri: Yon Erizon Tim Kerja Usaha: Isbadri Bakri (Koordinator Sirkulasi), Nofriza Zaniyar, Alfarino Ikhsan (Koordinator Promosi), koordinator Iklan : Yunasbi, Tata Letak/Desain: Andri Idra (Koordinator), Syafrizal, Nurfandri, Rahmad Doni, Rahmi, David Fernanda, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi Jamal, Keuangan : Bedhendri, Kasir : Desy, TI : Teguh, Pra Cetak : Sawal Marjuni.HRP,(Koordinator) Mai Hendri, Syamsul Hidayat, Cetak : Mardianto (Koordinator), Elvin Devino, Afandi, Rudi Kurniawan, Prasetyo, Jecky Jekcson. Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/harianhaluan.com, Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp57.000, Harga eceran Rp2.500,- Tarif iklan: FC: Rp25.000/mm kolom, Produk BW: Rp 10.000/mmkolom, Spot Colour: Rp20.000/mmkolom, Display: Rp 10.000/mmkolom, Sosial BW: Rp 8.000/mmkolom, Sosial FC: Rp 15.000/mmkolom, Iklan Mini(Max 1kolom X50mm) Rp 100.000/1 kali muat, Iklan Baris: Rp 10.000/baris Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

‘Proyek Boros’ Bernama Wakil Menteri

NASIONAL 3

MATA dan telinga banyak orang kini tidak tertuju hanya pada bongkar-pasang kursi Menteri yang tinggal menghitung hari. Juga pada posisi Wakil Menteri yang ‘segudang’ itu. Yang terakhir ini malah mengundang perdebatan hangat. Antara efektif-optimal dan mubazirpercuma. ADALAH Juru Bicara Istana, Julian Aldrian Pasha mengatakan akan ada penambahan wakil menteri untuk memperkuat kinerja kementerian. “Penambahan dilakukan agar lebih efektif dan optimal untuk kementerian strategis dan kompleks,” ujar Julian di rumah presiden di Cikeas, Kamis. Tapi Julian enggan memastikan nama pejabat yang akan mengisi pos wakil menteri baru. Menurutnya perombakan kabinet masih terbuka kemungkinan penambahan pos wakil menteri. “Bahwa akan ada kemungkinan penambahan wakil menteri, mungkin saja,” ujarnya. Presiden memang sudah memanggil pejabat yang akan mengisi tiga posisi wakil menteri di kementerian. Mereka adalah Sapta Nirwandar, Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, yang disiapkan menjadi wakil menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Kedua, Wardana, mantan duta besar Indonesia untuk Singapura yang mendapat tugas baru sebagai wakil menteri luar negeri menggantikan Triyono Wibowo. Dan ketiga, Ali Gufron Mukti, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Madan yang ditugaskan menjadi wakil menteri kesehatan. Saat ini ada sepuluh pos wakil menteri di kementerian Luar Negeri, Pertahanan, Perindustrian, Perdagangan, Pertanian, Perhubungan, Pekerjaan Umum, Pendidikan Nasional, Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Keuangan. Sedangkan Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata merupakan pos baru. Pemborosan Anggaran Penambahan Wakil Menteri dengan dalih agar lebih efektif dan optimal untuk kementerian strategis dan kompleks seperti diapungkan Jubir Istana, Julian Pasha, segera dimentahkan sejumlah analis. Pengamat politik Universitas Indonesia, Adrinof Chaniago, menilai penambahan wakil menteri di sejumlah kementerian akan menciptakan proyek-proyek baru yang berujung pada pemborosan anggaran negara. “Implikasinya yakni pemboros dan inefisiensi. Dan makin melindungi atau menciptakan proyek-proyek yang tidak perlu,” kata Adrinof

HASIL RAPIMNAS PKS akhirnya memutuskan tetap bersama dengan koalisi dan mengacu kepada kontrak politik sebelumnya. Partai ini mengambil sikap tetap bersama dengan partai koalisi lainnya. Dari hiruk pikuk perombakan kabinet itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) paling disorot. Isu berhembus kencang bahwa salah satu menterinya akan menjadi ‘tumbal’ reshuffle kali ini. Belum jelas, apakah menteri dari PKS itu akan dicopot, digeser, atau hanya diganti oleh kader lain dari partai yang sama. Belum jelas juga posisi menteri apa yang akan terkena reshuffle itu. Saat ini, terdapat 4 menteri asal PKS di kabinet, yakni Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Negara Riset dan Teknologi Suharna Surapranata, Menteri Pertanian Suswono, dan Menteri Sosial Salim Segar al-Jufri. Menyikapi reshuffle itu, pada Kamis, 13 Oktober 2011 malam, DPP PKS telah menggelar rapat konsolidasi membahas hasil pembicaraan Presiden Partai Luthfi Hasan Ishaq dengan SBY. Sedangkan, pada Jumat 14 Oktober 2011, PKS juga menggelar Rapat Pimpinan Nasional khusus membahas sikap partai terhadap reshuffle ini di Hotel Sahid,

seperti dilansir Tempo, Kamis. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono rencananya mengganti dan menambah wakil menteri di sejumlah kementerian dalam pekan ini. Penambahan jumlah wakil menteri ini juga akan membengkakan birokrasi dari sisi pemerintahan. Mestinya birokrasi pemerintah dirampingkan dengan menghilangkan beberapa pejabat eselon I karena tak diperlukan sehingga beberapa kementerian bisa dilebur atau dihapus. “Bukannya malah ditambah,” ujar Adrinof. Selama ini, anggaran APBN terpakai habis untuk proyekproyek yang tak perlu karena mengikuti struktur. “Jadi, proyek itu mengikuti struktur yang ada, bukan kebutuhan,” kata Adrinof. Penambahan wakil menteri ini akan membutuhkan program kerja. Walaupun program itu tidak dibutuhkan, hanya untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi. Adrinof menilai penambahan wakil menteri akan memperburuk keadaan dan bertentangan dengan semangat reformasi birokrasi. “Bukannya dikurangi malah ditambah. Ini bertentangan dengan reformasi birokrasi,” katanya. Juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Julian Aldrin Pasha, mengatakan komposisi wakil menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II setelah perombakan tampaknya bakal berubah. “Mungkin lebih tepat bahasanya kalau penyesuaian dengan kebutuhan kementerian yang diperlukan. Jumlahnya belum bisa saya sampaikan sekarang,” kata dia. Saat ini, sudah ada 10 wakil menteri di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II. Mereka antara lain Wakil Menteri Luar Negeri Triyono Wibowo, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun, Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Lukita Dinarsyah Tuwo, dan Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati.

ANTARA

SERIUS KOALISI-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang empat mata dengan Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq seusai memberikan keterangan pers terkait pertemuan koalisi di kediaman pribadi Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/10).

Bukan Solusi Terpisah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung menilai penambahan wakil menteri yang akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bukan merupakan solusi. Menurut dia, hal itu justru akan menimbulkan permasalahan baru dalam pemerintahan. “Karena kalau kita lihat, menteri yang dulu tidak ada wakil menteri, kemudian ada, itu justru menimbulkan semacam persoalan baru ketika menterinya bertengkar dengan wakil menteri. Jadi, energinya malah untuk hal-hal yang tidak produktif,” ujarnya kepada wartawan di gedung DPR, Kamis, 13 Oktober 2011. Komposisi wakil menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II setelah perombakan (reshuffle) tampaknya bakal mengalami perubahan. Juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, menyebut ada penambahan pos wakil menteri di beberapa kementerian. “Mungkin lebih tepat bahasanya kalau penyesuaian dengan kebutuhan kementerian yang diperlukan. Jumlahnya belum bisa saya sampaikan sekarang,” kata dia. Pramono telah mendengar kabar penambahan wakil menteri dan pergeseran posisi di kabinet. Menurutnya, jika memang reshuffle dimaksudkan hanya seperti itu, maka harapan publik terhadap peningkatan kinerja pemerintah tak akan terwujud.

“Kalau itu saja yang dilakukan sebenarnya tidak cukup signifikan,” katanya. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini berharap, reshuffle akan menghasilkan sesuatu yang signifikan. Menurut dia, Presiden SBY harus benar-benar menempatkan orang yang profesional di bidangnya agar semua masalah kinerja pemerintahan dapat teratasi dengan baik. “Harapan publik yang begitu besar mudahmudahan bisa terjawab dengan penunjukan orang-orang yang memang kredibel, bukan karena kekuatan tarik-menarik personal atau kekuatan yang menyangkut politik, tetapi memang profesionalitas yang dikedepankan,” kata dia. Ia menambahkan, wacana reshuffle yang sudah lama digulirkan itu juga bakal mubazir jika ternyata hanya dilakukan untuk bagi-bagi kekuatan politik. Pramono mengingatkan SBY bahwa sisa waktu tiga tahun tidaklah panjang untuk mengukir sejarah sebagai Presiden yang akan dikenang masyarakat. “Waktu tiga tahun tidak terlalu lama untuk dikenang sebagai Presiden yang mewariskan sesuatu yang luar biasa bagi bangsa ini,” ujarnya. “Ataukah tiga tahun ini karena terlalu banyak pertimbangan politik, sehingga kabinet ini sama dengan tahun kemarin? Kalau itu terjadi, maka orang akan mengenang yang berbeda dengan Pak SBY. (dn/ti)

55

Pacu Kuda dan Pasar Malam

HAYATI...Apa yang saya lihat kemarin? Mengapa telah berubah pakaianmu, telah berubah gayamu? Mana baju kurungmu? Walaupun adinda orang dusun! Saya bukan mencela bentuk pakaian orang kini, yang saya cela ialah cara yang telah berlebih-lebihan, dibungkus perbuatan ‘terlalu’ dengan nama mode. Kemarin, Adinda pakai baju yang sejarang-jarangnya, hampir separoh dada Adinda kelihatan, sempit pula guntung lengannya, dan pakaian itu yang dibawa ke tengah-tengah ramai. Kakanda percaya, bahwa yang demikian bukan kehendak Hayati yang sejati, Hayati hanya terturut kepada kehendak perempuan zaman kini. Mereka katakan itu kemajuan, padahal kemajuan jauh dari itu. Apakah tujuan kemajua itu kepada perubahan pakaian sampai begitu, Hayati? Hayati, kehidupanku! Pakailah pakaian yang asli kembali, lekatkan pakaian dusunmu. Maafkan hayati, bahwa Hayati sangat cantik, dan kecantikan itu bukannya dibantu pakaian, tetapi diciptakan sejak dia dilahirkan. Jangan marah Hayati. Kau hanya buat saya seorang, bukan buat orang lain. Biarlah orang lain mengatakan kau perempuan dusun, tak kenal kemajuan pakaian zaman kini, kau Hayati...kau hanya untukku seorang. Zainuddin. Sedang asyik membaca surat itu, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, masuklah Khadijah. Hayati mencoba hendak menyembunyikan surat itu ke bawah bantalnya, tetapi direbut segera oleh Khadijah dan dibacanya. Sehabis dibacanya, mukanya merah padam, bibirnya dicibirkan: “Cis, ‘alim’ betul orang yang engkau cintai ini. Maunya supaya kau coreng mukamu dengan arang, pakai pakaian orang dusun Batipuh semasa 30 tahun yang lalu, alihkan pertautan sarungmu ke belakang, tindik telingamu seluas-luas, masukan daun tebu yang digulung, supaya bertambah besar dan luasnya, makan sirih biar gigimu hitam, berjalan dengan kaki terangkatangkat, junjung niru dan tampian. Di mana duduk puji dan sanjung dia, katakan dia seorang laki-laki yang jempol. Alangkah beruntungnya engkau jika bersuami dia kelak. Engkau akan dikurung dalam rumah, menurut adat orang Arab, tak boleh kena cahaya matahari, turun sekali se-jumat. Dan bila engkau berjalan beriring-iringan dengan dia, tak boleh laki-laki lain menentang

Ilustrasi Marwan

mukamu, tutup muka dengan selendang, sebagai kuda bendi dengan tutup matanya. Kalau engkau hendak pergi ke mana-mana, kunci rumah dibawanya, engkau hanya di dapur saja” “Tak baik begitu, Khadijah. Tidaklah adat istiadanya sampai seburuk yang engkau katakan itu. Engkau belum kenal akan dia, tuduhanmy telah sengit saja.”Kenal apakah lagi yang lebih dari membaca surat ini?” “Dia baik hati, Khadijah. Tetapi sedang dilamun percintaan. Tidakkah engkau tahu bahwa orang yang dalam percintaan, kerap kali pencemburu?” “Kalau demikian memang berlain sekali pendirian kita perkara cinta, Hayati. Kau terlalu dibuaikan anganangan. Kalau bagi saya, sekiranya datang malaikat dari langit, mengaku sudi menjadi kecintaanku, dibawanya sangkar dari emas, cukup pakaian dari sutra ainal benaat, bermahkotakan intan baiduri, tetapi kemerdekaanku dirampas, dan aku wajib tinggal selama-lamanya dalam sangkar mas itu, jika aku bernyanyi hanya untuk dia, jika aku bersiul hanya buat didengarnya, aku diikat, dipaksa turut ikatan itu.

Membaca Sikap PKS yang Plin-plan

Jakarta. Menurut Wakil Ketua Fraksi PKS Agus Purnomo, Rapimnas ini untuk menyosialisasikan pembicaraan reshuffle kemarin. “Dewan Pengurus Pusat PKS akan meminta pandangan ke pengurus tingkat propinsi. Kami akan menghimpun semua pendapat yang ada,” kata Agus Jumat 14 Oktober 2011. Meski demikian, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan tidak ada pembicaraan mengenai pengurangan menteri dari partai peserta koalisi dalam pertemuan di Cikeas, Kamis kemarin. “Beliau (SBY) belum bicara tentang menteri dari partai mana dan siapa namanya, itu belum disebutkan,” ujar Luthfi. Dalam pertemuan dengan mitra koalisi, kata Luthfi, SBY hanya membahas tiga hal. Pertama, SBY menyosialisasikan mengenai rencana reshuffle kabinetnya. “Bahwa, minggu ini atau minggu depan fix akan melakukan reshuffle,” katanya. Pembahasan kedua, Presiden SBY memberitahukan mengenai pola yang digunakan untuk menilai menteri dan kandidat-kandidat yang akan menggantikan menteri dan lembaga negara setara kementerian, termasuk BUMN. Bahasan ketiga yang diutarakan Presiden SBY adalah mengenai, masalah pola ko-

munikasi antara Presiden SBY dan partai-partai politik jika menterinya diganti. Dan mekanisme ini, kata Luthfi, sesuai dengan code of conduct dalam koalisi yang sudah ditanda tangani. Luthfi sendiri mengatakan, semua menteri dari partai politik peserta koalisi memiliki probabilitas yang sama untuk terdepak dari kabinet. “Peluang itu di semua partai sama, fiftyfifty – mungkin ada mungkin tidak. Jadi saya tidak mau berandai-andai,” kata dia. Keterangan serupa juga diutarakan oleh Agus Purnomo. Menurut dia, PKS tidak akan mengikuti isu yang belum tentu sahih itu. Bagi PKS, kata dia, hanya berpegang pada kontrak koalisi dengan SBY yang menegaskan 4 menterinya aman sampai akhir periode. “PKS hanya percaya pada informasi resmi dari Presiden. Kalau ada informasi-informasi seperti itu, kami tidak anggap,” ujarnya. Keluar Koalisi? Tanggapan beragam muncul dari kader-kader PKS dalam menanggapi isu reshuffle ini. Agus Purnomo mengungkapkan, ada dua pendapat yang sama-sama kuat di internal PKS. “Pertama, mengembalikan kementerian kepada dia yang memberi amanah. Kedua, tetap berada dalam koalisi,” papar Agus. Ia mengatakan, beda pen-

dapat di internal PKS itu wajar. Menurut Agus, perbedaan ini justru akan dikalkukasi satupersatu untuk menghasilkan keputusan yang bulat dan seragam. “Kami akan lihat, yang menginginkan kementerian dikembalikan seberapa banyak, dan yang ingin koalisi seberapa banyak. Kami juga akan lihat intensitas dan argumentasi masing-masing pandangan,” kata dia. Wacana penarikan semua menteri ini juga dibenarkan oleh anggota Majelis Syuro PKS, Cahyadi Takariawan. Menurut dia, sebagian kader berkehendak jika ada satu menteri dari PKS yang dicopot, maka tiga menteri lainnya harus ikut ditarik ke partai. “Ada yang usul kalau tijitibeh (mati siji mati kabeh: mati satu mati semua). Tapi itu semua baru usulan,” kata Cahyadi di sela Rapimnas. Namun demikian, perbedaan-perbedaan pandangan itu akan dibahas dalam Rapimnas yang digelar di Hotel Sahid itu. Wakil Sekjen PKS, Mahfudz Siddiq meminta perbedaan pandangan dari kaderkadernya itu tidak dijadikan masalah, karena pada akhirnya keputusan ada di tangan Majelis Syuro Partai. “Ada 10 orang dan 10 pendapat itu biasa saja. Yang jelas, kebijakan politik di PKS terkait koalisi dan penempatan menteri di pemerintah, di-

putuskan oleh Majelis Syuro,” ujar Mahfudz. “Keputusan politik tidak didasarkan pada orang per orang, tapi Majelis Syuro.” Apapun, kata Mahfudz, PKS tidak pernah berupaya mengintervensi rencana reshuffle yang akan dilakukan SBY. Dia justru mengaku tahu ada pihak lain yang mengusulkan nama dan pengurangan jatah menteri. “Termasuk mengusulkan menteri PKS diganti saja,” imbuh Mahfudz. Sementara itu, mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid mengatakan perlu alasan yang logis jika PKS keluar dari koalisi pemerintah. Sebab, jika tak ada alasan logis, PKS seperti orang yang bersalah. Sehingga dikeluarkan dari suatu kelompok. “Kalau tidak ada angin tidak ada hujan, publik juga bingung berarti Anda merasa bersalah karena ada di luar. Itu perlu ada rasionalisasinya yang benar sehingga publik tahu kenapa PKS di luar (koalisi),” kata Hidayat. Secara prinsip, kata dia, berada di dalam atau di luar kabinet adalah keputusan Majelis Syuro partai. Itulah konsekuensi PKS sebagai partai yang menjunjung asas organisasi. “Kalau keputusannya di dalam, berarti kita di dalam. Kecuali kalau keputusannya mengatakan kita keluar berarti kita keluar,” terangnya.

ANTARA

Presiden PKS, Lutfi Hasan (kiri) didampingi Sekretaris Jenderal DPP PKS Anis Matta (kanan) seusai pembukaan rapimnas PKS, Jumat (14/10) lalu.

“Intinya PKS akan bersikap profesional. Dan ini bagian yang akan dibahas dalam rapat sekarang ini,” katanya. “Bagaimana keputusannya, apakah benar PKS akan dikurangi, atau jangan-jangan akan ditambah. Kita memang semuanya perlu membahas. Saya kira wajar saja, partai politik membahas perkembangan nasional,” tambahnya. Dari enam partai peserta koalisi, tampaknya hanya PKS yang belum menentukan sikap akhirnya terkait reshuffle ini. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparingga mengatakan, pengecualian harus diberikan pada salah satu anggota koalisi ini. “Saya kira PKS, karena menjadi sangat penting bahwa

mereka juga memiliki satu posisi yang secara internal juga mendapatkan dukungan. Tradisi itu harus dihormati,” kata Daniel di kediaman Presiden SBY di Cikeas, Jumat 14 Oktober 2011. “Prosesnya biarlah mereka lalui. Presiden pasti juga akan diberitahu oleh mereka pada akhirnya,” terang Daniel. Meski demikian, Daniel membantah bahwa SBY memberikan perlakukan berbeda, dengan memberikan pengecualian terhadap PKS. “Tidak, Presiden tidak mengecualikan. Sama sekali tidak,” ucapnya Terkait ancaman PKS yang akan menarik semua menterinya dari kabinet, Daniel mengatakan seharusnya pernyataan tersebut dikabarkan kepada SBY secara resmi. (dn/vvn)

4 LUAR NEGERI

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

Palestina, Korban Standar Ganda PBB

Tentang Palestina, Obama Tidak Adil PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Barack Obama menegaskan, dirinya tidak akan menerima langkah unilateral tanpa dialog untuk kemerdekaan Palestina. Sikap berbeda justru diperlihatkan Obama saat Kosovo merdeka. Obama lupa akan kemerdekaan Kosovo yang diakui oleh AS tiga tahun yang lalu. Kosovo tidak pernah mengadakan dialog dengan Serbia. AS menilai langkah Palestina adalah unilateral dan AS melirik kasus Sudan, di mana kemerdekaan Sudan Selatan tercapai lewat sebuah dialog antara Sudan Selatan dan Utara. Dialog tersebut melahirkan sebuah negara yang merdeka. Demikian seperti diberitakan Al Jazeera, Kamis (6/10/2011) Sementara itu bagaimana dengan Kosovo, sebuah negara yang merdeka tanpa sebuah dialog dengan Serbia, namun diakui oleh AS meski ada keberatan dari pihak Serbia. langkah bilateral telah beberapa kali dicoba namun gagal, wajarkah jika langkah unilateral melalui PBB dicoba? Mantan Pemimpin Palestina Yasser Arafar mengumumkan batas kedaulatan Palestina pada 1988, begitu pula dengan Ibrahim Rugova yang mendeklarasikan Kosovo merdeka pada 1990. Tidak ada yang mengakui kemerdekaan Kosovo pada saat itu. Perang saudara pun pecah antara Kosovo dan Serbia pada 1998 dan ribuan orang tewas dalam perang. Kosovo kemudian mendeklarasikan lagi kemerdekaannya pada 2008, tindakan ini diboikot oleh Serbia. Namun, 83 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) termasuk AS mengakui Kosovo. Dukungan terhadap Kosovo masih jauh lebih sedikit dibanding Palestina. Serbia dan Israel hadir selayaknya seorang penjajah terhadap sebuah bangsa. Mereka juga melakukan pembantaian massal terhadap warga di wilayah yang didudukinya. “Kosovo tidak jauh lebih baik daripada kami, kami layak mendapatkan kemerdekaan sebelum mereka dan kami meminta dukungan AS dan Uni Eropa,” ujar delegasi Palestina di PBB. PBB pun menolak untuk mengakui Kosovo karena kemerdekaannya dianggap akan memberikan dampak separatis terhadap gerakan di negara lain. Meski demikian, banyak negara di Liga Arab dan Uni Eropa yang memandang Kosovo akan menjadi teladan bagi Palestina dalam mendapatkan kemerdekaannya. AS pun muncul dengan sikap biasnya yang mendukung Kosovo, namun dirinya justru menolak untuk memberikan dukungan ke Palestina.(okz)

STEVE Jobs, pendiri Apple sekaligus orang di belakang terciptanya iPhone, iPad, iPod, iMac, dan iTunes, meninggal dunia dalam usia 56 tahun. Sampai saat ini Apple belum memberi tahu sebab kematian Jobs, meski dalam beberapa tahun belakangan ia diketahui berjuang melawan kanker pankreas dan mendapatkan transplantasi hati. “Kami dengan sangat sedih mengumumkan bahwa Steve Jobs meninggal dunia hari ini,” demikian pernyataan jajaran direksi Apple. “Kecemerlangan, hasrat, dan energi Steve merupakan sumber inovasi yang memperkaya hidup kami. Dunia menjadi tempat yang lebih indah karena Steve. Cinta terbesarnya diberikan bagi istrinya, Laurene, dan keluarganya. Hati kami bersimpati kepada mereka dan semua orang yang tersentuh oleh karyakaryanya yang luar biasa.” Halaman situs Apple pun saat ini, Kamis (6/9/), dihiasi foto Jobs dengan tulisan “Steve Jobs 1955-2011.” Bila foto itu diklik akan muncul teks “Apple telah kehilangan seorang jenius yang kreatif dan visioner, dan dunia kehilangan seorang manusia yang luar biasa. Mereka yang beruntung pernah mengenal dan bekerja bersama Steve telah kehilangan teman yang baik dan mentor yang memberi inspirasi. Steve meninggalkan perusahaan yang hanya bisa

DI LUAR dugaan, negara Palestina meraih kemenangan diplomatik pertama dalam upaya memperoleh negara saat komite pelaksana UNESCO mendukung usahanya untuk menjadi anggota, tindakan yang dipandang “tak dapat dijelaskan” oleh Amerika Serikat.

Luar Negeri Sekutu Palestina di dunia Arab tak peduli dengan tekanan diplomatik AS serta Prancis dan mengajukan mosi tersebut ke negara anggota komite tersebut, yang mensahkannya dengan 40 suara mendukung dan empat menentang, serta 14 abstein. Upaya Palestina berikutnya adalah bertarung dalam Sidang Majelis Umum badan kebudayaan PBB itu pada akhir Oktober ini , untuk pengesahan akhir. Tetapi dapat ditebak. Langkah Palestina pada akhirnya bakal kandas. Standard ganda PBB! Itulah kata yang sudah terlalu akrab bagi telinga orang yang mengikuti perkembangan konflik Timur Tengah dan sikap Amerika Serikat jika sudah menyangkut masalah Israel dan Arab, terutama masalah Palestina. Yang berlangsung di PBB sekarang justru menggelitik keheranan lain. Presiden AS Barack Obama sudah mengeluarkan ancaman akan memveto upaya Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Dewan Keamanan untuk memperoleh pengakuan bagi negara Palestina. Padahal, orang nomor satu di Negara Paman Sam tersebut ‘kan mengerti yang jadi masalah bukan keamanan Israel, tapi kedaulatan Palestina. Selain itu Presiden Palestina memilih “senjata pamungkas” mendekati Sidang Majelis Umum —Mahmoud Abbas dijadwalkan berpidato dan menyampaikan keinginannya di Sidang Majelis Umum PBB, Jumat (23 September 2011)— karena pembicaraan perdamaian langsung dengan Israel macet total selama sekitar satu tahun. Tapi pemimpin Amerika berpendapat “pembicaraan perdamaian adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel dan mewujudkan berdirinya negara Palestina”. Banyak diplomat Barat dilaporkan telah menimpakan kesalahan bagi kemacetan dalam pembicaraan perdamaian Palestina-Israel, pada disetujuinya pembangunan permukiman di Jerusalem Timur dan Tepi Barat Sungai Jordan. Washington sendiri dan Eropa telah mengutuk tindakan pemerintah Perdana Menteri

Benjamin Netanyahu tersebut. Tapi saat Abbas menyampaikan rencana untuk meminta Sidang Majelis Umum PBB mengakui Negara Palestina, Amerika Serikat mengancam akan menggunakan hak veto di Dewan Keamanan, sementara Eropa tak memperlihatkan dukungan bagi upaya Abbas. Lembaga PBB yang mensahkan keinginan Palestina adalah Dewan Keamanan —tempat Amerikat Serikat termasuk salah satu dari lima pemegang hak veto, selain Inggris, Rusia, Prancis dan China. Washington tercatat telah memveto lebih dari 40 resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengeritik kebijakannya, sebagian justru dirancang oleh sekutunya di Eropa. Jika orang mengamati kondisi Timur Tengah saat ini, jelas bahwa penghalangan semacam itu tak menguntungkan satu pihak pun —veto tersebut tak menguntungkan bagi perdamaian dan keamanan di wilayah yang tak pernah berhenti bergolak itu. Selama ini mekanisme dan idealisme PBB dalam bidang politik telah sering ternoda dalam masalah Palestina. Upaya untuk menetralkan campurtangan PBB telah dipelopori terutama oleh Amerika Serikat. Lalu pekan ini, upaya oleh pemerintah Obama, yang bekerja atas nama Israel, telah mengangkat pembelaan ke tingkat yang baru secara keseluruhan. Persaingan peninggalan era Perang Dingin juga telah memberi sumbangan pada kelumpuhan PBB dalam konflik IsraelPalestina-Arab. Situasi semacam itu tampaknya bisa menjelaskan mengapa lebih dari 690 resolusi yang disahkan oleh Sidang Majelis Umum dari 1947 sampai 1990 tak pernah digubris. Semua konflik utama pascaPerang Dingin telah menyaksikan keterlibatan langsung PBB, termasuk di Bosnia, Kosovo, Somalia, Kuwait, Irak, Afghanistan, Iran, Suriah dan belakangan Lebanon, serta Sudan Selatan. Tapi keterlibatan itu bagai angin lalu jiga sudah masuk ranah konflik Israel-Palestina. Proses perdamaian PalestinaIsrael ditata oleh AS, tapi hubungan erat Washington dengan Tel Aviv membuat

Amerika Serikat memiliki apa saja kecuali penengah yang tak memihak. Akibatnya ialah bukan hanya konflik Paelstina-Israel direnggutkan dari badan dunia tersebut, tapi resolusi PBB yang mengecam Israel diabaikan oleh AS, sebagai penaja proses perdamaian. Konflik Israel-Palestina bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana; seluruh bangsa Israel —atau bahkan seluruh orang Yahudi yang berkebangsaan Israel— memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa Palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua bangsa itu, yang memiliki nenek moyang yang sama, terdapat orang dan kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas lain. Sebagian menganjurkan penyelesaian dua negara, dan sebagian lagi menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekuler yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat Sungai Jordan, dan Jerusalem Timur. Setelah proses perdamaian gagal membuahkan hasil satu dasawarsa setelah penandatangan Kesepakatan Oslo 13 September 1993, baru lah presiden saat itu AS George Bush, sebagaimana dilaporkan kantor berita transnasional, mengizinkan PBB bergabung. Tapi itu pun hanya sebagai mitra kecil di Kuartet Internasional, yang baru dibentuk —yang meliputi Uni Ero-

pa dan Rusia, semuanya anggota PBB. Sementara itu Israel tak pernah mempedulikan puluhan resolusi PBB, yang “mencela”, “menyeru”, “mendesak”, “menyarankan”, atau “mengutuk” serangan, pembangunan permukiman, pengusiran dan pendudukannya serta setumpuk tindakan lain. Terlebih lagi, semua permohonan dan tuntutan bagi campur-tangan politik dan kemanusiaan tak pernah digubris. Satu-satunya kesempatan PBB diperkenankan bertindak ialah pada 1997, ketika badan dunia tersebut mengirim beberapa pengamat internasional tanpa senjata ke kota Al-Khalil (Hebron), yang diduduki Israel. Tapi mereka tak diberi mandat untuk berbicara secara terbuka mengenai pelanggaran yang berlangsung. Sementara itu, satu-satunya Resolusi Dewan Keamanan PBB yang diterima baik oleh AS dan Israel sebagai landasan proses diplomatik, Resolusi 242 1967, juga secara sistematis dilanggar. Israel telah memperpanjang pembangunan permukiman sedangkan resolusi tersebut menyatakan “tak dapat diterimanya pemilikan wilayah dengan menggunakan kekerasan”. Ironisnya, Israel didirikan oleh rekomendasi PBB bagi Penyekatan Palestina pada 1947, dan negara Yahudi itu justru diterima sebagai anggota baru PBB dengan dasar “komitmennya untuk menghormati

resolusi PBB, dan secara khusus Resolusi 194, mengenai kepulangan pengungsi Palestina”. Sekarang setelah semua cara lain telah dicoba dan gagal, termasuk 18 tahun perundingan bilateral, Dewan Keamanan PBB harus mengemban tanggung jawabnya dengan “menuntut Israel melaksanakan kewajibannya berdasarkan Piagam PBB dan dengan mengakui hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri di satu negara mereka sendiri”. Selama empat Dasarwarsa Israel telah melanggar setumpuk resolusi Dewan Keamanan. Di antara ialah Resolusi 465 1980, yang dengan keras mencela semua tindakan yang dilakukan oleh Israel untuk mengubah ciri fisik, susunan demografik, tatanan status lembaga Palestina dan wilayah lain Arab yang didudukinya sejak Perang Enam Hari 1967, termasuk Jerusalem. Israel juga menolak Resolusi 476, yang menegaskan kembali perlunya untuk mengakhiri pendudukan Israel atas wilayah Arab yang berlangsung sejak perang 1967. Ironisnya, Dewan Keamanan PBB serta “masyarakat internasional” tak pernah mengancam akan menggunakan kekuatan militer, apalagi melancarkan serangan, terhadap negara Yahudi. Coba bandingkan dengan Libya; cukup satu resolusi PBB saja, negara Islam Afrika Utara telah diganyang bersamasama. (dd/berbagai sumber)

Steve Pergi Meninggalkan Karya Besar

dibuat olehnya, tetapi semangatnya akan selalu menjadi fondasi Apple.” Jobs mendirikan Apple Computer tahun 1976 dan, bersama teman masa kecilnya, Steve Wozniak, ia menjual apa yang dianggap sebagai komputer personal pertama di dunia, Apple II. Para pengamat industri teknologi menyebut Jobs sebagai seorang master pencipta—yang kadang disejajarkan dengan Thomas Edison—yang mengubah cara orang menggunakan komputer, menikmati musik, dan berkomunikasi. 10 Karya Besar Meski tidak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang engineering, Steve Jobs tercatat sebagai pemegang lebih dari 300 hak paten hardware dan software. Berikut ini sepuluh produk yang dibidani oleh Steve Jobs: 1. Apple I (1976) - Komputer yang ditujukan untuk para pehobi dan engineer ini merupakan produk Apple pertama, tetapi hanya diproduksi sangat terbatas. Produk ini dirancang oleh Steve Wozniak, dan Jobs bertugas mencari pendanaan sekaligus mengatur pemasarannya. 2. Apple II (1977) - Merupakan salah satu produk personal computer pertama yang sukses. Apple II dirancang untuk diproduksi secara massal, tidak hanya ditujukan untuk engineer atau pehobi

(enthusiast). Gaya desain Steve Wozniak masih kental untuk produk ini. Apple II terus diproduksi hingga tahun 1993 dan kemampuannya terus ditingkatkan. 3. Lisa (1983) Kunjungan ke pusat riset Xerox Corp di Palo Alto menginspirasi Job untuk memulai proyek komputer komersial pertama dengan user interface grafis, yang menggunakan simbol ikon, window, dan kursor yang dikendalikan oleh mouse. Inilah yang menjadi dasar dari antarmuka komputer saat ini. Akan tetapi, Lisa masih terlalu mahal untuk sukses di pasaran. 4 Macintosh (1984) - Macintosh memiliki antarmuka yang sama dengan Lisa. Namun, Macintosh lebih murah dan cepat serta didukung promosi penjualan yang sangat gencar. Atas kemunculan Macintosh, pengguna baru tersadar mudahnya penggunaan komputer dengan adanya antarmuka grafis. Inilah yang mengawali era desktop publishing, yaitu dengan memadupadankan mesin Mac dan printer laser. 5. NeXT Computer (1988) - Setelah sempat “ditendang” dari Apple, Jobs mendirikan sebuah perusahaan yang memproduksi komputer workstation berkekuatan hebat. Perusahaan ini gagal menjualnya dalam jumlah besar, tetapi NeXT

selalu dikenang karena merupakan komputer pertama di dunia yang memiliki web browser. Perangkat lunaknya menjadi basis web browser yang ada di sistem operasi Macintosh dan iPhone hingga saat ini. 6. iMac (1998) - Saat Jobs kembali pada tahun 1996, Apple sedang “tenggelam” seiring dengan menurunnya pangsa pasar PC. Desain radikal iMac menjadi langkah pertama yang mengangkat Apple dari keterpurukan. Perangkat ini didesain sedemikian rupa mirip sebuah gelembung (bubble) dengan bahan plastik berwarna biru yang di dalamnya terdapat monitor dan komputer dalam satu kesatuan. iMac sangat mudah digunakan dan menyadarkan orang betapa bergunanya teknologi internet. Tak hanya itu, iMac membuat banyak orang menginginkannya sebagai komputer rumah pertama mereka. 7. iPod (2001) - Perangkat ini bukan pemutar musik digital pertama yang dilengkapi hard drive, tetapi ini

merupakan pertama sebagai yang tersukses. Ekspansi Apple ke ranah perangkat elektronik portabel membawa pengaruh yang sangat luas. Kesuksesan iPod membuka jalan untuk mempersiapkan music store iTunes dan iPhone. 8. iTunes Store (2003) Sebelum iTunes Store ada, untuk membeli musik digital merupakan hal yang sangat menjengkelkan. Orang lebih memilih melakukan pembajakan karena lebih mudah. Toko musik digital Apple hadir

dengan membawa segala kemudahan dan koleksi album musik dari berbagai label. Pada tahun 2008, iTunes menjadi retailer musik terbesar di Amerika Serikat. 9. iPhone (2007) Smartphone milik Apple ini menghadirkan pengalaman yang sama dengan apa yang ada di Macintosh untuk personal computing dengan kelebihan, yaitu sebuah smartphone yang sangat mudah digunakan. Saat ini Apple telah menjelma menjadi vendor pembuat

telepon paling untung di seluruh dunia. Tak hanya itu, iPhone menjadi patokan/dasar dari semua smartphone yang ada saat ini. 10. iPad (2010) - Sebelum iPad hadir, banyak perusahaan termasuk Apple telah membuat komputer tablet, tetapi tak satu pun yang sukses. Akhirnya iPad yang menjadi pendobrak dan mengubah perspektif sebuah komputer tablet serta menambah sebuah kategori baru dalam penggunaan komputer. (d/kcm/ant)

LANCONG 5

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

PANTAI PASIR JAMBAK

Keindahan yang Terabaikan

SANTUANG

“Maka, nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?” Itulah sebuah kalimat yang terdapat dalam Alquran surat Ar-Rahman. Kalimat tersebut ditulis berulang-ulang kali dalam surat yang terdiri dari 78 ayat itu.

S

URAT tersebut pun mengingatkan penulis ketika pertama kali datang ke Pantai Pasir Jambak, yang terletak di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Pertama kali menginjakkan kaki di sana, tidak banyak yang terfikirkan. Hanya berkali-kali kata syukur kepada Allah yang terucapkan, Subhanallah . . . Subhanallah. . . Subhanallah. . . . Begitu indahnya ciptaanMu ya Allah. Berada sekitar tujuh kilometerdari pusat Kota Padang arah ke utara, dan agak terpisah dari jalan raya PadangBukittinggi. Pantai Pasir Jambak berpasir putih dan cukup luas dengan topografi yang datar dan dipenuhi oleh pohon kelapa. Tersedia fasilitas berupa pintu gerbang, tempat parkir, panggung hiburan, warung makanan, penginapan, penyewaan perahu, dan gazebo. Pantai ini sangat cocok untuk berjemur, berenang, berperahu, bersantai. Akses ke pantai dengan bis kota atau mikrolet arah Lubuk Buaya diteruskan dengan oplet ke dalam. Ternyata pantai panjang seperti Pantai Kuta di Bali, juga ada di Kota Padang. Pantai yang berada sekitar satu kilo-

meter dari tepi jalan lintas itu, terbentang cukup panjang. Diperkirakannya, panjangnya mencapai sekitar dua kilometer. Puas sekali rasanya. Jauhjauh mata memandang, ujung pantai terlihat sangat kecil. Ternyata pantai Pasir Jambak yang selama ini keindahannya didengar lewat cerita orangorang yang telah kembali dari sana, memang indah. Pantai yang perlu menempuh jarak sekitar lima kilometer dari jalan lintas itu terllihat bersih selalu, karena tersiram terus oleh ombak-ombak setiap saat. Ombak seolaholah saling berebutan, berlomba, berkejar-kejaran untuk membersihkan bibir pantai. Pohon-pohon kelapa untuk pelindung juga ditanam dengan berjajaran. Pohon pelindung lainnya juga tampak berbaris. Sepertinya baru ditanam sajak sekitar setahun yang lalu. Karena pohon-pohon itu masih setinggi tegak orang dewasa dana masih dilindungi dengan pagar. yang dinamakan orang sana dengan pohon baru. Angin sepoi-sepoi yang dihembuskan oleh gulungan ombak juga menyebarkan kesejukan bagi pengunjungnya. Sehingga anak-anak yang dibawa untuk berlibur ke sana pun

ES TELER

E KEINDAHAN Pantai Pasir Jambak, Koto Tangah, Kota Padang akan berbain dengan senang karena tidak merasakan panarnya matahari. Tumpukan Sampah Hanya saja pelataran yang berada di atas bibir pantai saja yang terlihat kotor. Pohonpohon tumbang yang dibawa ombak ke tepi pantai ternyata tidak sempat dibersihkan oleh warga sekitar. Begitu pun dengan batok-batok kelapa yang telah membusuk juga tampak menumpuk. Dedauanan pohon pelindung yang telah berguguran dari tampuknya juga tampak berserakan. Sepertinya pelataran atas bibir pantai itu memang tidak pernah dibersihkan. Jika anak-anak dibiarkan bermain bola di sana, bisa-bisa

Surga Selancar Dunia Hingga Menunggang Gajah

LAMPUNG, HALUAN — Sudahkah Anda merencanakan tujuan wisata untuk liburan mendatang? Bandung, Yogyakarta, dan Bali mungkin sudah cukup sering Anda kunjungi. Mengapa Anda tidak mencoba satu destinasi wisata baru yang tidak terlalu jauh yaitu Lampung. Nah, Lampung mungkin bisa menjadi jawaban untuk rencana liburan mendatang Anda. Provinsi Lampung mungkin belum terlalu populer sebagai tujuan wisata pilihan. Padahal Lampung mempunyai banyak obyek wisata yang wajib dikunjungi kalau Anda mengaku sebagai pecinta jalan-jalan di Indonesia. Taman Nasional Way Kambas, jika Anda yang ingin menikmati bagaimana rasanya menunggang gajah untuk berkeliling di alam terbuka, tempat ini wajib dikunjungi. Tidak hanya menunggang gajah, pengunjung juga bisa menikmati atraksi gajah di Pusat Latihan Gajah. Kemudian Pantai Tanjung Setia. Pantai ini merupakan salah satu magnet untuk wisatawan yang memiliki hobi selancar. Bahkan di mata wisatawan internasional, pantai ini cukup terkenal dengan ombaknya yang menantang untuk berselancar. Ombak di pantai ini tinggi dan panjang (pipeline) seperti ombak di kepulauan Hawaii. Bahkan wisatawan asing terutama dari Australia menyebutkan surfing di lokasi ini merupakan yang terbaik kedua setelah Hawaii. Selain itu, ada juga kawasan Tampang-Belimbing. Kawasan

ASYIKNYA menunggang gajah di Taman Nasional Way Kambas, Lampung ini terletak di ujung selatan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Kawasan ini masih berupa ekosistem alami tempat habitat berbagai flora dan fauna liar langka. Di sini Anda bisa melihat hewan-hewan liar seperti kijang dan bauya. Hanya saja untuk bisa mencapai kawasan ini, akses transportasinya masih cukup sulit. Pengunjung bisa melakukan kegiatan penjelajahan hutan dan pantai, menyusuri sungai, safari malam, dan berbagai macam kegiatan olahraga air seperti snorkeling dan diving. Tidak hanya itu. Ada juga Teluk Kiluan. Saat menuju Teluk Kiluan, Anda akan menemukan perkambungan Bali. Penduduk yang tinggal di desa tersebut merupakan orang asli Bali dan masih menerapkan adat istiadat khas Bali. Anda akan menemukan aneka bangunan khas Bali. Di Teluk Kiluan sendiri, Anda bisa melihat lumba-lumba beratraksi di laut lepas. Tak ketinggalan, wisata

krakatau. Untuk menikmati keindahan Krakatau Anda bisa mengikuti Krakatau Tour yang biasanya ditawarkan oleh berbagai biro wisata di Lampung. Anda bisa menikmati panorama Gunung Anak Krakatau dari kapal. Jika Anda mengambil paket wisata 2 hari, Anda akan diajak berkemah di pulau, trekking, dan juga snorkeling. Anda juga bisa menyempatkan diri untuk datang ke Lampung mencoba kopi luwak. Lampung tengah mengembangkan agrowisata berupa perkebunan kopi. Menarik juga jika Anda datang saat bertepatan dengan Festival Krakatau yang diadakan rutin setiap tahun. Saat festival ini berlangsung, Anda bisa menikmati suguhan wisata budaya khas Lampung. Tahun ini, Festival Krakatau akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Oktober 2011 dengan kegiata Parade Budaya Nusantara, Krakatau Night, dan Tapis Carnival. (h/aci/kcm/ant)

yang tertendang mereka bukan bola, tapi batok kelapa. Semua sampah-sampah itu tentunya bukan jatuh dari langit. Pastinya itu adalah sampah manusia juga. Manuasia yang menanam pohon, manusia yang memetik buahnya, manusia minum air kelapa muda, manusia yang telah mengakibatkan pohon menjadi tumbang sehingga menjadi sampah yang menumpuk di tepi pantai. Kekotoran tepi pantai itu menandakan manusia tidak penah bersyukur. Kenapa dimikian? Karena manusia sekitar tidak membersihkan sampah tersebut. Artinya manusia tidak mensyukuri keindahan aam yang diberikan tuhan kepadanya. Padahal warga di sana pun meraup keuntungan yang besar dari keindahan alam tersebut. Tidak sedikit dari warga yang memanfaatkan keindahan pantai dengan membangun pondok-pondok di tepi pantai untuk disewakan kepada pengunjung. Satu pondok dosewakan dengan harga Rp10 per hari,

hingga Rp50 ribu per hari. Satu orang warga ada yang memiliki pondok sebanyak 20 unit hingga 30 unit. Setiap harinya pondokpondok tersebut pasti terisi oleh pengunjung. Minimal lima pondok terisi setiap harinya. Dikali Rp10 ribu saja, pemilik telah mengantongi Rp50 ribu per harinya. Apalagi pondokpondok yang berharga Rp50 ribu per hari. Jika dikali lama saja, pemilik telah mengantongi Rp250 ribu per harinya. Jika laku tersewakan semuanya, berapa keuantungan yang didapatkan pemilik pondok? Hanya saja pondok tersebut hanya setinggi tegak orang dewasa, tidak berlantai tapi dengan dinding yang tertutup. Kalau pengunjung duduk di sana, pemilik pun menyediakan tikar. Sayang sangat disayangkan, pantai seindah itu kerap disalahgunakan. Pantai yang dapat menghilangkan kesuntukan pengunjung itu, malah dimanfaatkan untuk menciptakan kemaksiatan, Nauzubillahiminzalik.(defil)

Lezat dan Sehat

S teler adalah minuman es berisi potongan buah alpukat, kelapa muda, nangka matang, dan santan kelapa encer dengan pemanis berupa sirup. Es yang dipakai bisa berupa es serut atau es batu. Variasi lain es teler berisi cincau, kolang-kaling, dan pacar china, potongan buah apel, pepaya, sawo, melon, roti, dan agar-agar, hingga es teler menjadi sulit dibedakan dengan es campur. Di Sumatera Barat tak sulit menemukan minuman jenis ini, Karena banyak rumah makan, restoran dan warung minuman yang menyediakannya. Di Kota Padang, dapat dijumpai di sejumlah kafe dan warung makanan di sejumlah jalan utama, seperti di Damar, Jalan Samudera, Bandar Olo dan lainnya dengan harga yang cukup terjangkau. Selain segar, enak, minuman ini juga cukup menyehatkan , karena campuran buah-buahan di dalamnya. Tak salah, es teler jadi salah satu minuman favorit kalangan muda. Sejarahnya, es teler diciptakan Tukiman Darmowijono, pedagang es campur dengan gerobak di Jalan Semarang Jakarta Pusat pada tahun 1980-an. Es campur kreasi Tukiman begitu enak sehingga anak-anak muda yang meminumnya mengaku keenakan seperti “teler” akibat mengkonsumsi narkoba. Es kelapa muda bercampur alpukat yang dijual Tukiman di Jalan Semarang kemudian dikenal sebagai “es teler.” Kepopuleran es yang bikin teler makin mencuat berkat promosi dari mulut ke mulut dan liputan media massa. Pembeli yang datang bermobil menimbulkan antrian parkir mobil yang dirasakan penduduk Jalan Semarang dan sekitarnya sebagai pengganggu ketenangan. Es teler Tukiman harus pindah ke Jalan Pegangsaan Barat dan kemudian ke dalam kompleks bioskop Megaria. Kedai es teler Tukiman di kompleks bioskop Megaria sekarang bernama kedai ayam bakar dan es teler Sari Mulia Asli. Waralaba nasional Es Teler 77 Juara Indonesia didirikan Sukyatno Nugroho, setelah sang mertua bernama Ny Murniati Widjaja menjuarai lomba es teler nasional di tahun 1982. Gerai Es Teler 77 yang pertama terdapat di pertokoan Duta Merlin, Harmoni, Jakarta Pusat. Di gerai Es Teler 77 juga tersedia berbagai makanan pendamping seperti mi bakso dan nasi goreng. Di luar negeri, gerai Es Teler 77 terdapat di Australia, Malaysia, dan Singapura. (aci/*)

6 PERSONAL

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

BURHANI BUYUNG

Wawako Padang Juga Memakai Sepatu Buatannya B

ISNIS sepatu dan sendal memang mem berikan prospek yang bagus bagi para pelaku bisnis. Apalagi sepatu dan sendal yang diproduksi tersebut berbahan dasar kulit, dan juga buatan tangan atau yang biasa kita sebut hand made.

Di samping itu, kebutuhan konsumen atas alas kaki ini bisa dibilang terus meningkat. Seiring terus berkembangnya modifikasi-modifikasi atas alas kaki yang terus diinovasikan para pelaku bisnis. Melihat perkembangan tersebut, Burhani Buyung mencoba peruntungannya untuk mendirikan sebuah usaha sepatu dan sendal berbahan dasar kulit dengan nama Liberty. Dengan bermodal pengalaman selama tiga tahun bekerja di sepatu di Jakarta dan Bandung sebagai karyawan, serta uang 900 ribu rupiah, pria asli Pariaman membuka usaha sendiri di kawasan Tabing Jalan Raya Hamka Padang awal Mei 1998. Dengan modal yang bisa dibilang paling minim untuk membuka sebuah usaha tersebut, pria yang akrab disapa Buyung ini tetap bertekad bahwa usaha ini akan mengalami peningkatan. “Waktu itu saya hanya mampu memproduksi dua pasang sepatu kulit sehari,” tuturnya kala Haluan berkunjung ke tempat usahanya Jl. Prof. Dr. Hamka Padang, tak jauh dari Asrama Haji Padang, Jumat (14/10). Dengan tekad dan kesungguhan yang ia tanamkan pada dirinya tiga tahun berjalan, usaha pria yang lahir di Pariaman 10 Mei 41 tahun silam ini mengalami peningkatan dengan mampu membuka beberapa cabang di kota bingkuang ini. “Alhamdulillah saat ini kami sudah mampu mempekerjakan 12 orang karyawan di empat tempat yakni, di kawasan Tabing, Muaro Kasang, Gunung Pangilun, serta Ulak Karang. Dan selama

sebulan kami sudah mampu memproduksi hingga 600 pasang sepatu dan sendal,” terangnya lagi. Sepatu dan sendal yang diproduksi suami dari Dayang Yuliana (37) ini, seluruhnya berbahan dasar kulit. Harga produk buatan tangan ini cukup terjangkau. Sepatu pria dihargai Rp250 ribu sepasang, sedangkan sepatu wanita Rp150 ribu sepasang. Sementara sendal baik pria maupun wanita, dihargai Rp 90 ribu sepasang. “Selera konsumen cukup tinggi terhadap produk buatan tangan dibanding produk jadi. Karena pada produk buatan tangan ini, konsumen bisa memesan sepatu maupun sendal yang sesuai dengan keinginan mereka,” terangnya. Beberapa nama pejabat menjadi pelanggan setianya. Salah seorang dari mereka adalah Wakil Walikota (Wawako) Padang Mahyeldi Ansharullah, yang sudah lama men-

jadi pelanggannya. “Bangga juga, karena seorang Wakil Walikota, yang sangat berpengaruh di daerah ini memilih sepatu buatan saya,” lanjutnya dengan mata berbinar. Dengan pemasaran yang sudah mencakup wilayah Sumatera barat, Pekanbaru, serta telah mengekspor barang hingga ke negeri jiran Malaysia, ayah tiga anak ini ingin lebih mengembangkan usahanya dengan lebih banyak melakukan ekspor barang ke luar negeri. “Ekspor bisa bernilai cu-

kup tinggi, dan itu sangat menguntungkan. Disamping itu produk kami cukup diminati di malaysia. Saat ini saya masih mempelajari kiat-kiat sukses dalam melakukan ekspor barang,” tegasnya. Untuk masalah kompetitor, Buyung menganggap hal tersebut sebagai pelecut semangatnya utnuk lebih meningkatkan kualitas produknya. Laporan: Rio Surya Wijianto Foto: Deni Prima

RANTAU 7

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

Pengurus Gebu Minang Dikukuhkan

JAKARTA, HALUAN–Sebanyak 521 Pengurus Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang periode 2011-2016 dikukuhkan pituo Minang diwakili Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar didampingi Meneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Agum Gumelar, dan Wakil Mendiknas Fasli Jalal di Auditorium PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (12/10) malam. Jumlah pengurus sebanyak itu melebihi jumlah pengurus periode sebelumnya yang hanya 320 orang dan dinilai tidak jelas sama sekali hasil kerjanya selama lima tahun belakangan. Dari 521 pengurus itu, sebanyak 384 orang adalah anggota dewan eksekutif yang dipimpin oleh Ketua Umumnya Ermansyah Jamin Dt. Tanmaliputi, 18 orang direktur untuk peberdayaan ABS-SBK dan sebanyak 119 orang adalah dewan penasehat, dewan penyantun dan dewan pakar. Banyak pihak di rantau dan komunitas Rantaunet, meragukan kepengurusan yang “gendut” itu akan mampu membawa amanah. Acara pengukuhan itu sendiri nyaris berantakan karena terlalu lamanya waktu yang terpakai oleh pihak Sekretaris Jenderal untuk membacakan nama masing-masing 521 pengurus tersebut. Tiga Menteri yang hadir terpaksa meninggalkan ruangan saat Ketua Umum Gebu Minang Ermansyah Jamin masih menyampaikan pidatonya di podium. Sementara Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo

pulang lebih awal, dan hanya sempat menyampaikan pernyataan kepada wartawan bahwa dirinya sangat mengapresiasi keberadaan organisasi Gebu Minang tersebut. Sementara, dari Sumbar yang terlihat hadir Cuma Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil. Sedang Gubernur Irwan Prayitno maupun Wagub Muslim Kasim tidak nampak dalam acara yang mestinya mendapat perhatian oleh petinggi Sumatera Barat tersebut. Selain itu, tak nampak juga para pituo Minang yang hadir dalam acara ini selain ketiga menteri dan Januar Muin. Mantan Ketua Umum Gebu Minang, Emil Salim yang dijadwalkan akan menyampaikan pidato, ternyata batal hadir. Begitu juga Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang disebut dalam undangan akan mengukuhkan pengurus, juga tak bisa datang karena sedang di luar kota. Meski organisasi ini besar, Ketua Umum Gebu Minang Ermansyah Jamin tetap yakin kepengurusannya akan bisa eksis menjalankan amanah ini sebaikbaiknya dengan dasar kaikhlasan

para pengurus yang ditunjuk. Dalam sambutannya, ia mengatakan tidaklah mudah membangun sebuah organisasi orang bertujuan untuk menggalang dukungan masyarakat Minangkabau secara menyeluruh untuk membangun daerah Sumatera Barat. Ada hambatan kultural, adat dan hambatan struktural dalam mewujudkan harapan tersebut. Pada tataran kultural katanya, hambatan terletak pada kenyataan bahwa satu-satunya bentuk organisasi sosial tradisional yang dikenal orang Minangkabau, baik yang bermukim di ranah maupun yang berdomisili di rantau adalah struktur yang terdiri dari kaum, suku dan nagari. Tak ada struktur sosial di atas nagari. Maknanya adalah setiap organisasi yang akan berkiprah pada tataran di atas nagari, harus membangun suatu landasan kultural yang bisa menjadi rujukan bersama untuk kegiatan para perantau, dan prasana yang tinggal di ranah. Sebaliknya, pada tataran struktural hambatan terletak pada sulitnya mengadakan komunikasi dengan demikian banyak organisasi para perantau Minang yang tidak demikian bergairah untuk berada di bawah organisasi yang lebih tinggi dari tingkat nagari. Pengurus GM 2011-2016 ini dipimpin oleh Ketua Umum Ermansyah Jamin dengan Sekjen Elfiwardi C. Tanjung dan Bendahara Umum Nafis Thalib. Ada 15 orang wakil ketua umum dan sejumlah ketua bidang. (h/sal)

SYAF AL

Rektor Unand terpilih Werry Darta Taifur saat berpidato pada halalbihalal IKA FE Unand

SYAF AL

KUKUHKAN-Menkumham Patrialis Akbar didampingi Wamendiknas Fasli Jalal mengukuhkan Kepengurusan Gebu Minang

Alumni FE Dukung Kemajuan Unand JAKARTA, HALUAN — Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi (IKAFE) Universitas Andalas, siap mendukung upaya-upaya untuk memajukan dan meningkatkan kualitas perguruan tinggi ini di masa mendatang. Karena itu, alumni dan almamater harus selalu seiring sejalan dan bahu-membahu. Demikian disampaikan Ketua Umum IKA FE Unand, Desri Ayunda saat memberikan sambutan pada acara silaturahim dan halalbihalal perkumpulan organisasi itu di Aula Kementerian Perindusrian, Jakarta, Sabtu (15/10) lalu. Sebelumnya, Ketua Umum IKA FE Unand Jabodetabek, Raseno Arya menyebutkan, untuk mendukung langkah memajukan Unand, khususnya Fakultas Ekonomi, pihaknya selalu menggelar acara tahunan seperti festival ramadhan,

worshop masalah-masalah ekonomi, seperti perbankan syariah, dan turnamen golf. “Turnamen golf itu memang agak ekslusif, tetapi melalui jejaring itu bisa kita bangun kebersamaan antar sesama alumni dalam upaya ikut mendorong keunggulan alamater kita itu,” ujar Raseno sembari menambahkan Economics and Tourism Golf Tournament 2011 akan digelar 4 Desember mendatang. Peran Besar Alumni Dekan Fakultas Ekonomi Dr Syrifuddin Karimi MA dalam sambutannya mengatakan, visinya untuk mendorong Fakultas Ekonomi agar mampu melahirkan lulusan yang brilian di masa mendatang. Unand memang sudah mampu melahirkan petinggipetinggi untuk republik ini seperti menteri, wakil menteri dan Jaksa Agung. Tapi, Fakultas Ekonomi baru bisa meng-

hadirkan seorang deputy Gubernur Bank Indonesia, yaitu Aslim Tajudin dan seorang rektor terpilih, Dr. Werry Darta Tiafur. “Ke depan, FE bukan hanya untuk menciptakan calon karyawan bank nagari. Kita butuh lulusan yang mampu bekerja di bank dunia,” ujar Karimi bersemangat. Pada kesempatan itu, Karimi meyakini rektor terpilih Werry Darta Taifur akan mampu menggerakkan Unand ke arah yang lebih baik dan menuju keunggulan yang diperhitungkan baik secara nasional, regional dan internasional, termasuk memajukan fakultas ekonomi. Werry sendiri yang hadir dan ikut memberikan sambutan yang dihadiri sekitar 200 alumni FE Unand itu, mengakui bahwa kemajuan Unand tidak tergantung oleh pengelolanya saja, tetapi juga atas dukungan para alumninya yang

sudah menebar di mana-mana. Karena itu, kata Werry, pertemuan dengan para alumni seperti forum silaturahim dan halalbihalal ini harus sebanyak mungkin diciptakan di masa mendatang, sehingga bisa membangkitkan kebersamaan untuk memajukan Universitas tertua di luar Jawa itu. Saat ini, kata Werry, Unand sudah memiliki 26 ribu mahasiswa. Ini tidak kecil dan 24 ribu di antaranya adalah mahasiswa S1 dari berbagai fakultas dan jurusan. Untuk itu, dia berharap para alumni ikut membesarkan Unand melalui cara masing-masing, apapun bentuknya. Usai sambutan, acara silaturahim dan halalbihalal ini diakhiri dengan permainan Kim yang mendapat antusias dari peserta halalbihalal yang datang dari berbagai lokasi di Jabodetabek. (h/sal)

Gubernur Ajak Perantau Investasi di Kampung Halaman JAKARTA, HALUAN–Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengajak para perantau Minang yang punya kelebihan rezeki di rantau berinvestasi di kampung halaman untuk memberdayakan perekonomian masyarakat di tingkat mikro. “Tidak perlu investasi yang besar-besar. Investasi modal untuk membuka usaha ikan lele dengan modal Rp1,5 juta saja sudah cukup membantu dan bisa menghasilkan dana Rp500 ribu sebulan di daerah,” katanya saat memberikan sambutan pada acara halalbihalal Masyarakat Salido, Pesisir Selatan, yang merupakan kampung istrinya, di Panggung Terbuka, Anjungan Sumbar, TMII, Jakarta, Minggu (9/10) lalu. Di tempat yang sama, namun di ruang yang berbeda,

gubernur juga menyampaikan harapan yang sama terhadap peserta halalbihalal Ikatan keluarga Koto Nan Gadang, Payakumbuh di Jakarta, dan Ikatan Alumni SMA 1 Singkarak di Jakarta. Beberapa daerah di Ranah Minang kata Irwan, masih mempunyai masyarakat miskin, terbesar di Pesisir Selatan. Untuk mengatasi masalah kemiskinan, tak mungkin hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah (APBD) yang dari tahun ke tahun masih besar untuk belanja pegawai dan hanya sedikit untuk belanja barang dan jasa. Karena itu, perlu kebersamaan antara Pemda, masyarakat ranah dan rantau dalam mengentaskan kemiskinan tersebut di Ranah Minang. Salah satu cara pengentasan kemiskinan itu adalah dengan

menyediakan modal usaha untuk masyarakat. Karena itu, tidak semua perantau harus berinvestasi besar di kampung halaman, tetapi cukup berinvestasi kecil untuk meningkatkan usaha mikro, seperti beternak ikan lele dan usaha-usaha lainnya yang masih bisa dilaksanakan. “Investasi besar biar kita serahkan kepada pengusaha besar pula. Tapi, untuk masyarakat banyak yang ada di desa, mereka butuh modal kecil untuk berusaha. Jalinlah sinergi dengan masyarakat di kampung halaman masing-masing,” katanya. Ia menegaskan, untuk pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi kendala di daerah-daerah, itu merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, baik pemerintah kabupaten, kota maupun provinsi.

“Perantau tak usah berinvestasi untuk membangun jalan dan jembatan. Itu merupakan tanggung jawab pemerintah,” ujarnya beseloroh. Untuk halalabihalal masyarakat Salido, Gubernur yang juga ustazd ini didaulat memberikan tausiyah. Ia mengatakan, meski waktunya sudah lewat, namun umat Islam wajib 0menjalin ukhuwah islamiyah melalui silaturahim. “Selain untuk memanjangkan umur, silaturahim juga untuk memudahkan rezki sesuai yang dijanjikan oleh Allah SWT,” terangnya. Sementara Bupati Pessel Nasrul Abid mengakui bahwa Pessel tercatat sebagai salah satu daerah termiskin di Indonesia. Namun demikian, dia berharap dan menargetkan pada periode kedua kepemimpinannya sebagai bupati, angka

kemiskinan itu bisa diperkecil. Koto Nan Gadang Di aula pertemuan Anjungan Sumbar, Gubernur juga didaulat untuk dapat hadir dan memberikan sambutan dalam acara halalbihalal masyarakat Koto Nan Gadang, Kota Batiah, Payakumbuh. Di Jakarta, jumlah masyarakat Koto Nan Gadang mencapai 450 KK dan sudah membuat organisasi kemasyarakat sejak lama untuk meningkatkan silaturahim seluruh warga masyarakat. Gubernur juga berpesan agar warga perantau yang berhasil untuk tidak melupakan kampung halaman mereka. Di Payakumbuh itu, banyak usaha rakyat yang bisa dikembangkan dengan melibatkan para perantau. “Hanya kita yang bisa membangun kampung kita sendiri, jangan ditunggu orang lain,” katanya.

SYAFAL

Suasana halalbihalal rang Salido di Jakarta

Usai memberikan sambutan, gubernur menyaksikan atraksi Silat Harimau yang diperagakan oleh anak kemenakan Rang Koto Gadang yang

ada di rantau. “Silat yang merupakan tradisi budaya Minang itu perlu kita lestarikan,” kata Ketua Panitia, Zulfan Saputra. (h/sal)

8

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M / 18 DZULKAIDAH 1432 H

KLASEMEN SEMENT ARA SEMENTARA PREMIERSHIP INGGRIS 01.Man. City 8 7 1 0 02. Man. United 8 6 2 0 03. Chelsea 7 5 1 1 04. Liverpool 8 4 2 2 05.Newcastle 7 4 3 0 06. Tottenham 6 4 0 2 07. Stoke City 8 3 3 2 08. Aston Villa 8 2 5 1 09 .Norwich 8 3 2 3 10. Queens PR 8 2 3 3 11. Swansea 8 2 2 4 12. Fulham 8 1 4 3 13 .Everton 6 2 1 3 14 Wolverhampton 7 2 1 4 15 Arsenal 7 2 1 4 16. Bolton 8 2 0 6 17. Sunderland 7 1 3 3 18.Wigan Athletic 8 1 2 5 19. West Brom 7 1 2 4 20. Blackburn 8 1 2 5 catt : up date terakhir pukul 23.00 WIB

(27-6) (25-6) (17-8) (11-9) (9-4) (11-10) (6-7) (10-9) (10-11) (6-14) (6-12) (10-9) (6-8) (6-10) (10-16) (12-22) (8-6) (4-14) (5-10) (9-18)

22 20 16 14 13 12 12 11 11 9 8 7 7. 7 7 6 6 5 5 5

HASIL PER T ANDING AN PERT ANDINGAN SABTU (15/10) Liverpool Vs Manc. United 1-1 Manc. City Vs Aston Villa 4-1 Norwich C Vs Swansea C. 3-1 Queens Park R Vs Blackburn R. 1 - 1 Stoke C. Vs Fulham 2-0 Wigan Athletic Vs Bolton W. 1-3 Chelsea Vs Everton (sedang berlangsung saat dicetak)

Newcastle United Resah

J ADW AL PER TANDING AN ADWAL PERT ANDINGAN MINGGU (16/10) West Bromwich A. Vs Wolverhampton W. Arsenal Vs Sunderland Newcastle U. Vs Tottenham H.

SERIE A IT ALIA ITALIA 01. Juventus 02. Udinese 03.Napoli 04.Palermo 05. Cagliari 06.Chievo 07. Lazio 08. Roma 09.Genoa 10. Fiorentina 11.Catania 12. Parma 13. Siena 14.Novara 15. Milan 16. Inter 17. Atalanta 18.Lecce 19. Bologna 20. Cesena

5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5

3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 1 2 1 1 1 1 3 1 0 0

2 2 1 1 1 2 2 2 1 1 3 0 2 2 2 1 1 0 1 1

0 0 1 1 1 1 1 1 2 2 1 3 2 2 2 3 1 4 4 4

(9-3) (7-1) (9-3) (9-6) (8-5) (6-5) (7-6) (6-4) (9-8) (6-4) (5-7) (6-10) (4-4) (10-10) (5-8) (7-11) (8-4) (3-9) (1-9) (2-7)

11 11 10 10 10 8 8 8 7 7 6 6 5 5 5 4 4 3 1 1

Jadwal Pertandingan SABTU (15/10) Catania Vs Inter Milan

MINGGU (16/10) AC Milan Vs Palermo Napoli Vs Parma

PRIMERA SP ANY OL SPANY ANYOL 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6

NEWCASTLE, HALUAN — Tottenham Hotspur mendapat kabar buruk jelang pertandingan melawan Newcastle United, Minggu (16/ 10/2011). Emmanuel Adebayor diprediksi absen akibat cedera hamstring. Kehadiran Adebayor di awal musim ini sebenarnya menambah daya gedor The Lilywhites (Tottenham Hatspur). Pemain yang

pernah dipinjamkan ke Real Madrid bahkan tampil impresif ketika Spurs membekuk Arsenal 2-1, dengan memberikan

Wenger Tertekan

Cesena Vs Fiorentina Atalanta Vs Udinese Cagliari Vs Siena Chievo Vs Juventus Genoa Vs Lecce Novara Vs Bologna Lazio Vs AS Roma

01. Barcelona 02. Levante 03. Madrid 04. Malaga 05. Valencia 06. Sevilla 07. Real Betis 08. Atletico 09. Sociedad 10. Mallorca 11. Osasuna 12. Villarreal 13. Vallecano 14. Zaragoza 15.Espanyol 16.Bilbao 17. Getafe 18. Santander 19. Granada 20. Gijon

ADEBAYOR CEDERA HAMSTRING

4 4 4 4 4 3 4 2 2 2 1 1 1 1 2 1 1 0 1 0

Jadwal Pertandingan Minggu (16/10) Getafe Vs Villarreal Mallorca Vs Valencia Real Madrid Vs Real Betis Barcelona Vs Racing Santander Granada Vs Atletico Madrid Rayo Vallecano Vs Espanyol Zaragoza Vs Real Sociedad Levante Vs Malaga Sevilla Vs Sporting Gijon

2 2 1 1 1 3 0 2 1 1 4 3 3 3 0 2 1 4 1 1

0 0 1 1 1 0 2 2 3 3 1 2 2 2 4 3 4 2 4 5

(23-4) (8-3) (20-5) (10-4) (9-6) (6-3) (9-7) (8-6) (6-8) (3-6) (5-12) (7-11) (6-10) (9-13) (5-11) (9-9) (6-10) (4-9) (2-8) (2-10)

14 14 13 13 13 12 12 8 7 7 7 6 6 6 6 5 4 4 4 1

LONDON, HALUAN — Pelatih Arsenal Arsene Wenger membela keputusannya untuk menempatkan kapten Robin van Persie bukan hanya sebagai striker, meskipun klaim dari mantan pemain The Gunners Dennis Bergkamp, pemain itu Belanda sering salah posisi. Legenda Arsenal ini bersikeras, pemain berusia 27 tahun itu tidak dimainkan dalam posisi alaminya, dan Wenger harus menempatkan RVP sebagai striker murni untuk memikul beban mencetak gol untuk tim. Padahal, saat ini Arsenal sedang tidak dalam kondisi ini dan masih terdampar di posisi “bernomor besar”. Pendukung the Gunners sendiri malah mendesak Wenger untuk dicopot Tapi bos Arsenal telah merespon klaim ini menjelang pertandingan dengan Sunderland pada Minggu (16/10) malam, menegaskan kaptennya lebih cocok berada dalam sebuah tim daripada posisi individu. "Posisi Robin yang terbaik adalah di lapangan sepak bola," kata Wenger kepada wartawan seperti dilansir Goal "Di sebelah kanan, di bagian depan, kiri atas, di belakang striker, dia bisa bermain di mana-mana. Ini sesederhana itu,” tegasnya. "Ia paling cocok untuk tim dan beradaptasi dan disesuaikan dengan kualitas pemain lain. Dalam posisi ini, dia telah mencetak 26 gol dalam 32 pertandingan sehingga Anda tidak bisa mengatakan bahwa ia berada dalam posisi buruk karena angka itu berlawanan dengan Anda. "Tapi Anda harus berpikiran terbuka. Dia bisa bermain sebagai striker jauh di belakang, di kanan dan di sebelah kiri,” ucapnya.(net)

assist kepada Rafael van der Vaart. Sayang, di pertandingan tersebut juga pemain internasional Togo mendapat cedera hamstring sehingga kondisinya untuk tampil melawan Newcastle akhir pekan ini diragukan, demikian dilansir Goal, Rabu (12/10/2011). Sejak bergabung dari Manchester City, Adebayor

membukukan tiga gol dari empat pertandingan bersama Spurs, termasuk ketika dirinya mencetak dwigol saat pesta kemenangan 4-0 atas Liverpool. Melihat kekompakan Adebayor, Van der Vaart dan Jermaine Defoe di kubu The Lillywhites, arsitek Harry Redknapp sangat berharap pemain

usia 27 tahun bisa fit untuk tampil di St.James Park akhir pekan ini. Saat ini Spurs berada di urutan enam klasemen sementara, mengoleksi 12 poin dari enam pertandingan. Sementara performa Newcastle tengah menanjak dengan menduduki posisi empat berkat raihan 15 angka di tujuh pertandingan.(net)

OLAHRAGA 9

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

Tuan Rumah Pra PON Siapkan Dua Ring

SEMEN PADANG TAHAN PERSIB BANDUNG

Gemilang di Laga Pembuka

BANDUNG, HALUAN — Laga pembuka dianggap sebagian kalangan sangat krusial untuk menentukan langkah sebuah tim ke depan. Dan pada laga krusial ini, Semen Padang memperoleh hasil nan elok dengan keberhasilan mencuri poin, di kandang lawan yang dikenal angker, Persib Bandung. BIAK, HALUAN — Tuan rumah penyelenggara kejuaraan nasional pra PON cabang tinju kabupaten Biak Numfor,Papua hingga Sabtu, telah menyiapkan dua ring tinju di areal pertandingan hangar Cenderawasih Lanud Manuhua Biak. Ketua umum panitia penyelenggara kejuaraan Pra PON Tinju, agustinus Rumbewas mengatakan, berbagai persiapan fasilitas pertandingan telah rampung diatas 90 persen termasuk dua buah ring tinju tempat bertanding. "Biak sebagai tuan rumah penyelenggara kejuaraan nasional tinju Pra PON telah siap 100 persen," ungkap Agustinus Rumbewas kepada wartawan menanggapi kesiapan pertandingan pra PON tinju di Biak. Ia mengakui, event kejuaraan tinju Pra PON 2011 akan berlangsung mulai 20-31 Oktober 2011 dengan peserta mencapai 600 petinju dari 33 provinsi di seluruh Indonesia. Dia berharap,selama menyongsong kejuaraan nasional tinju Pra PON hingga pembukaan sampai selesai dapat berjalan dan kondusif. "Saya imbau semua elemen masyarakat kabupaten Biak Numfor harus menyukseskasn ajang kejuaraan nasional yang baru terjadi pertama di tanah Papua," harap Ketua Umum panitia yang juga Ketua Pengcap Pertina Biak. Hingga Sabtu malam pukul 19.00 WIT di berbagai sudut ruas jalan kota Biak panitia pelaksana kejuaraan nasional Pra PON telah memasang \sekitar 1.000 bendera untuk menghiasi Biak menghadapi pertandingan nasional mendatang. Sementara itu, kontingen tinju Pertina Papua dijadwalkan, Minggu 16 Oktober 2011 akan tiba pertama di Biak untuk selanjutnya diarak panitia keliling kota Biak.(ant)

Tim besutan Nil Maizar ini berhasil menahan imbang Maung Bandung, 1-1 (0-0) pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (15/ 10). Pada laga tersebut, anak asuh Drago Mamic bermain dengan 10 pemain setelah Zulkifli Syukur dikartu merah. Ia diusir wasit setelah memperoleh kartu kuning kedua karena menyikut mildfielder (gelandang) gesit Semen Padang, Esteban Viscarra di menit 69. Dalam pertandingan itu, tim yang dibiayai pabrik semen tertua di Indonesia ini, bahkan sempat unggul dari tuan rumah, tiga menit setelah defender Timnas itu diusir wasit. Adalah the substusi Mustapa Aji yang berhasil membukukan gol perdana Semen Padang di liga Indonesia edisi 2011-2012 ini. Namun, keunggulan tim yang bermarkas di Bukit Karang Putih ini tak bertahan lama. Wasit Restu Slamet memberikan “hadiah” penalti kepada Persib setelah Radovic diklaim dijatuhkan oleh Tommy Rifka. Padahal dari siaran ulang, terlihat tidak ada kontak sama sekali di antara kedua pemain. Radovic sendiri yang maju

menjadi eksekutor penaltinya, menjalankan tugas dengan baik. Namun, dari tayangan ulang, tak ada kontak sama sekali dari Radovic dan Rifka. Tendangannya mengarah ke pojok atas gawang Samsidar dan skor berubah menjadi 1-1. Sampai akhir laga, skor 1-1 tersebut tetap bertahan. Pertandingan antara kedua tim ini sebenarnya menarik. Di awal pertandingan, Persib bahkan sempat mengancam Semen Padang di menit 11. Sial bagi Persib, tendangan bebas Miljan Radovic masih menyamping tipis di sisi gawang Samsidar. Semen Padang gantian menyerang. Pada menit ke-23, Suheri Daud menusuk sendirian dari sisi kanan pertahanan Persib, lalu melepaskan operan ke depan gawang Persib. Usaha ini gagal setelah bola operannya dibuang oleh bek Persib. Serangan dari sayap juga diperlihatkan oleh Junior Wilson tujuh menit kemudian. Namun, kali ini umpan silangnya masih bisa dipotong oleh Abanda Herman. Satu lagi usaha Semen Padang kembali gagal di menit 33. Kali ini melalui Elie Aiboy. Tendangan bebasnya berhasil melewati pagar

ANTARA

IMBANG.— Pemain belakang Persib Bandung Maman Abdurahman (5) berebut bola dengan pemain depan Semen Padang Edward Wilson (22) pada pertandingan laga perdana Liga Prima Indonesia di Stadion Jalak Harupat, kabupaten Soreang, Jawa Barat, Sabtu (15/10). Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen Padang berakhir dengan skor 1-1. betis, namun mengarah tepat ke tangkapan Yandri Pitoy. Di menit-menit akhir babak pertama, Esteban Vizcara menyambar bola muntah hasil halauan Pitoy. Sepakannya ke arah gawang kosong kemudian dihalau oleh Zulkifli Syukur, dan akhirnya usaha Semen Padang gagal lagi. Nil Maizar kemudian memasukkan Ferdinand Sinaga di babak kedua untuk menambah opsi se-

rangan Semen Padang. Namun, bukan hal ini yang mengubah jalannya pertandingan. Pada menit 69, Zulkifli Syukur terlihat jelas menyikut Esteban Vizcarra. Alhasil ia pun mendapatkan kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan. Persib bermain dengan 10 orang. Dalam keadaan itu, Nil Maizar memasukkan Mustopa Aji mengganti Ellie Aiboy. Dari dialah Semen Padang kemudian meraih keung-

PENJUALAN BAJU JERSEY SEMEN PADANG FC

LAPORAN : SONYA WINANDA

A

SAL mau berusaha, peluang bisa datang dari mana saja. Yang diperlukan adalah mau mencoba dan sedikit kejelian melihat kesempatan.

Banyak Berdoa Agar Tak Hujan

Seperti yang sedang dilakoni Amrizal (41), seorang penjual baju bola di samping Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalan Khatib Sulaiman. Fenomena demam bola masyarakat Sumbar tak dilewatkannya begitu saja. Momen ini dimanfaatkannya untuk memenuhi permintaan masyarakat yang tinggi pada aksesoris bola terutama pakaian. Terlihat sekitar 30 helai baju bola bertuliskan Semen Padang bergantungan. Juga ada yang hanya bertuliskan Indonesia. Tak hanya baju, Am juga menjual celana bola, sweater, syal dan topi. Semua barang-barang tersebut digantungkannya pada tali-tali yang saling berkaitan di pepohonan yang sengaja ditanami di taman-taman tepi jalan. Harganya sangat terjangkau. Sehelai baju hanya Rp 25 ribu

BERYL COPY CENTRE Grosir & Retail Sales, Service, Spare Part & Rental Mesin dari USA

saja. Sedangkan sweater Rp 55 ribu. Baju anak-anak Rp 20 ribu begitu juga dengan syal. “Saya tidak mau ambil untung terlalu besar. Yang penting barang ini berputar, jadi saya bisa terus memperbaharui stok,” terangnya, Selasa (27/9). Sejak kembali dari negeri Jiran, Malaysia, ia menghidupi istri dan tiga orang anaknya dengan berjualan baju bola ini. Penghasilannya cukup lumayan, bisa mencapai Rp 500 ribu per hari. “Saya melihat prospeknya bagus. Modalnya tidak terlalu besar dan pasarnya bisa untuk segala usia,” paparnya. Ia merasa lebih baik membuka usaha di negeri sendiri karena lebih dekat dengan keluarganya. Kalau di Malaysia ia merasa kurang tenang meski penghasilannya jauh lebih besar. “Saya yakin bisa mengembangkan usaha juga di

Padang,” katanya optimis. Pekerjaan yang telah dilakoninya sejak tiga tahun yang lalu ini berawal dari tawaran sorang teman yang berdomisili di Kota Bandung. “Saya menukarkan baju-baju saya yang lama dengan baju bolanya. Dua baju saya ditukar dengan 1 baju bola dan ternyata peminatnya cukup lumayan,” katanya lagi. Namun, berdagang di tepi jalan kerap membuat pria asal Baso, Kabupaten Agam ini harap-harap cemas.“Saya takut kalau-kalau nanti diusir petugas,” ujarnya. Berjualan di ruangan terbuka juga punya resiko tersendiri bagi Amrizal. Kalau hujan turun ia harus bergegas menyimpan barang dagangannya lalu menunggu. Kalau hujan turun siang hari, ia memilih menunggu, dan berdoa hujan segera berhenti. Ia

pun bisa melanjutkan berjualan. Namun jika cuaca buruk ketika sore atau malam hari, ia memilih untuk pulang saja ke rumahnya di daerah Lapai. Amrizal mulai berjualan dari pukul 8 pagi dan pulang pukul 9 malam. Selama itu, ia mampu menjual hingga 30 potong pakaian. Khusus hari minggu, ia berjualan di kawasan Gor Agus Salim hingga jam 11 siang. Setelah itu ia kembali ke tempat berjualannya yang biasa. “Hari minggu banyak yang jogging di GOR. Pemasukan saya lebih lumayan kalau hari minggu di sana,” jelasnya. Suami Rita Murni ini berniat menambah barang dagangannya dengan berjualan kacamata, ikat pinggang dan sarung tangan untuk pengendara sepeda motor. “Tinggal tunggu ada sedikit modal lagi,” tutupnya mantap. (***)

gulan. Berawal dari sebuah serangan balik, bola diberikan kepada Aji yang ada di sisi kanan. Setelah menggiring bola masuk ke arah dalam, ia kemudian melepaskan tendangan ke arah tiang jauh. Gawang Persib pun bergetar di menit 72, 1-0 untuk Semen Padang. Gol balasan si biru diciptakan Radovic dari titik putih dan kedudukan sama kuat ini bertahan hingga pertandingan usai.(h/mat/ant)

Mamic: Kami Beruntung

BANDUNG, HALUAN — Pelatih Persib asal Serbia Drago Mamic, mengaku beruntung atas hasil antara anak asuhnya dengan Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (15/10). "Kita beruntung bisa dapat hasil imbang dengan Semen Padang," ungkapnya kepada wartawan Meski begitu, Drago mengaku cukup puas dengan permainan Maman Abdurrahman dkk. Sebab, ia menilai skuad 'Maung Bandung' sudah bermain maksimal. "Saya sangat puas dengan hasil ini baik secara pribadi maupun tim," kata Drago. "Semen Padang tim bagus. Bagi Persib sendiri, pertandingan ini merupakan tes pertama. Saya tidak sepakat dengan ulah Zulkifli, hanya saja seharusnya wasit bisa mengerti dengan alasan Zulkifli melakukan itu karena dilanggar sebelumnya oleh pemain Semen Padang," kata Drago Mamic kepada wartawan. Tak jauh berbeda pun disampaikan oleh Pelatih Kabau Sirah, Nil Maizar. Menurutnya, pertandingan melawan Persib merupakan pertandingan yang berat karena melawan tim yang bermaterikan pemain nasional. Hanya, melawan Persib dirinya mengingatkan kepada pemain agar tidak gentar menghadapi punggawa Maung Bandung. "Saya bangga dengan perjuangan yang dilakukan oleh para pemain. Pertandingan pertama pasti akan terasa cukup sulit," ujarnya. (h/mat/ant)

FAMILY PISCES GROUP Pelatihan Budidaya Lele Jln. Pasir Kandang No 20 Kel. Pasia Nan Tigo Kec. Koto Tangah Kota Padang - Sumbar

Menyediakan Mesin Foto Copy Bermacam Tipe :

MENYEDIAKAN PELATIHAN BUDIDAYA LELE PEMBENIHAN DAN PEMBESARAN

CANON NP 6050 CANON IR 5000 CANON IR 6000 CANON IR 5020 CANON IR 6020 CANON IR 8500 CANON IR 6570 CANON IR 2200 CANON IR 3300

Fasilitas

CANON IR 8500 = Rp.

28 juta BERYL COPY CENTRE

Hubungi : Jl. Veteran No. 50 Padang Telp. (0751) 32666 Jl. Nangka No. 40 Pekanbaru Telp. (0761) 61360 Jl. Sutan Agung No.07 Jambi Telp. (0741) 32495

- Ruang Pelatihan - Kamar Tidur - Kolam Pelatihan - Sarana dan Prasarana Pelatihan - Sertifikat - Konsumsi

Contact Person : Andi 0811763909 email : andilele.restu@yahoo.co.id

spanduk - baliho - billboard sticker - backdrope branding car - x banner roll up - dll

Menyewakan Bando & Billboard lokasi strategis di Padang, Payakumbuh & Pariaman

Kantor Pusat : Jl. Gajahmada No.40 Gn. Pangilun Padang Telp. (0751) 447825, 40269 Cabang Payakumbuh : Cabang Padang : Jl. Soekarno-Hatta 123 Jl. Andalas 83 Telp. 890 383 Koto Nan Ampek Jl. Belakang Olo 46A (dpn Hotel Jakarta) Telp. 33 222 Telp. 0752 - 796 123

10 R E N D O

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

Garah Si Mantaba

KONSULTASI HUKUM

Djufri Makan Bersama Jaksa

Diasuh Oleh: Rusdi Zen

Vonis Bebas Terdakwa Korupsi

PERTANYAAN: Bapak konsultasi hukum yang kami hormati, akhirakhir ini media massa meributkan vonis bebas oleh hakim tipikor Pengadilan Negeri Bandung terhadap terdakwa perkara korupsi. Saya termasuk orang yang cukup heran, kenapa pengadilan tipikor bisa membebaskannya. Padahal sudah melewati penyelidikan dan penyidikan dan segenap pemeriksaan. Tentunya ada bukti dan saksi yang cukup hingga perkara ini sampai ke pengadilan. Bagaimana pandangan bapak terhadap kasus seperti ini. Mohon dijelaskan. (Suwarda-Padang) JAWAB: Bung Suwarda di Padang, Hasil akhir dari sebuah proses peradilan pidana hanya tiga macam. Pertama, terbukti secara sah dan meyakinkan apa yang didakwakan penuntut umum, maka hakim akan memvonis terdakwa bersalah serta menjatuhkan pidana (mati, penjara seumur hidup, penjara sementara waktu). Kedua, dakwaan penuntut umum tidak terbukti, maka hakim akan memvonis bebas (vrijspraak) terdakwa. Ketiga, perbuatan terdakwa nyata adanya dan tidak perlu dibuktikan lagi, namun perbuatan terdakwa ternyata bukan perbuatan pidana (onstraafbarfeit), maka hakim akan memvonis terdakwa lepas dari segala tuntutan hukum (onslag van alle rechts vervolging); Sejak penyidikan hingga adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap (kracht van gewijsde) terhadap diri tersangka/terdakwa berlaku asas praduga tak bersalah (presumption of innocence), asas persamaan dihadapan hukum (equality before the law), hak untuk didampingi penasehat hukum sejak penyidikan hingga diadili; Hakim dan kekuasaan kehakiman bersifat otonom. Peradilan harus bebas dari segala bentuk intervensi serta pengarus pemberitaan media massa. Tidak jarang media massa telah memvonis duluan tersangka sebelum perkaranya diadili (trial by the press). Tersangka kasus korupsi sudah disebut koruptor ? Sistem peradilan kita berlapir 3 (tiga), tingkat pertama, banding dan kasasi. Khusus untuk putusan bebas (vrijspraak) KUHAP tidak memberi peluang bagi penuntut umum untuk kasasi, namun dalam praktek, terhadap putusan bebas, penuntut umum senantiasa mengajukan memori kasasi menggunakan alasan bahwa putusan bebas yang diputus hakim terhadap terdakwa bersifat bebas tidak murni. Kemudian kontra memori kasasi terdakwa selalu mengatakan bahwa dalam putusan bebas atas dirinya hakim tidak

menggunakan pertimbangan-pertimbangan diluar hukum, sehingga putusannya adalah bebas murni. Penyelidikan dan penyidikan adalah suatu syarat menurut KUHAP supaya sebuah kasus dapat diajukan ke pengadilan untuk diperiksa, jadi bukan jaminan bahwa kalau telah disidik maka pasti bersalah.Jika bukti dan saksi tidak cukup, niscaya perkaranya tidak akan dapat dilimpahkan ke pengadilan. Jadi kecukupan bukti dan saksi juga tidak serta merta memastikan terdakwa bersalah. Asas praduga tak bersalah berlaku hingga putusan berkekuatan hukum tetap. Hakim tidak boleh memutus perkara berdasarkan BAP, melainkan berdasarkan bukti-bukti, keterangan saksi dan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. Untuk memidana terdakwa, syaratnya haruslah terbukti secara sah dan meyakinkan apa yang didakwakan kepada terdakwa. Dalam praktek, adanya putusan bebas dari Pengadilan Tipikor menurut saya itu adalah suatu kebolehjadian saja.Toh penuntut umum masih bisa menguji putusan tersebut melalui upaya kasasi. Hal yang sangat berbahaya menurut saya justru menakala para hakim terusmenerus diintimidasi sehingga tidak lagi berani independen dan otonom, maka sangat dikhawatirkan para hakim malah akan menempuh jalan paling mudah dan paling aman, yakni memvonis bersalah seluruh terdakwa dalam seluruh perkara korupsi yang mereka periksa. Sebab, ketika opini telah dibentuk lebih dulu oleh media massa, maka jalan paling mudah dan aman bagi para pengadil itu tentulah memutus perkara sesuai dengan opini yang sudah terbentuk. Kalau sudah demikian keadaannya, buat apalagi ada pengadilan. Hakim bisa saja salah, terima suap, melanggar kode etik dan sebagainya, akan tetapi mengobok-obok hakim seperti sekarang ini akan sangat berbahaya bagi sistem peradilan dan penegakan hukum. ***

Mempidanakan Dosen

Berperkara Tanpa Pengacara

PERTANYAAN: Saya mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Padang, dan tak pernah melewatkan Rubrik Konsultasi Hukum setiap pekannya. Dari rubrik ini lah saya mengetahui, apapun perbuatannya, sudah ada hukum yang mengatur. Bapak Konsultasi hukum yang saya hormati, saya mohon petunjuk dari masalah yang saya hadapi. Sudah empat kali saya mengulang mata kuliah yang sama. Tetapi selalu diberi nilai gagal oleh dosen saya. Seandainya saya punya bukti kehadiran memadai, dan ujian cukup bagus, apakah bisa saya bawa persoalan ini ke ranah hukum. Mohon penjelasannya pak. Terima kasih. (Ardi-Padang)

PERTANYAAN: Bapak konsultasi hukum yang terhormat. Keluarga saya akhir-akhir ini menghadapi masalah, sehingga digugat secara perdata ke pengadilan. Pihak penggugat memakai pengacara. Sementara rasa-rasanya kami tak mampu membayar pengacara. Kira-kita bagaimana solusi dari masalah yang kami hadapi, dan bagaimana kami menghadapi panggilan untuk hadir pada sidang ini sementara tidak ada pengacara. Terima kasih pak. (Nini-Pariaman)

JAWAB: Bung Ardi di Padang, terima kasih telah menjadi pembaca setia rubrik konsultasi hukum Haluan. Jika anda memang mempunyai bukti kehadiran yang cukup dan bukti nilai ujian diatas ambang batas gagal, maka tidak ada alasan untuk tidak meluluskan anda. Persoalan ini cukup dibawa ke Dekan Fakultas saja, dengan merngajukan bukti-bukti tersebut, niscaya anda akan lulus. Menurut saya tidak perlu dibawa ke ranah hukum. Bukti memang sangat penting, apalagi dalam urusan hukum. Urusan hukum adalah urusan bukti (the business of law is the business of proofing). Barang siapa yang mendalilkan sesuatu, maka dialah yang wajib membuktikan apa yang didalilkannya itu (actori incumbit onus probandi). ***

JAWAB: Ibu Nini di Pariaman. Dalam perkara perdata, pengacara berfungsi mewakili (proxy) pihak yang berperkara dalam persidangan. Sedangkan pihak yang tidak menggunakan pengacara, harus hadir sendiri dalam persidangan atau menghadapi panggilan. Dalam hukum acara perdata di Indonesia, tidak ada keharusan menggunakan pengacara. Menggunakan pengacara bersifat fakultatif, artinya boleh pakai pengacara, boleh pula tidak. Berbeda dengan Negeri Belanda, hukum acara perdatanya mengharuskan setiap pihak yang berperkara menggunakan pengacara (verplichte procureur stelling); Oleh sebab itu tidak menjadi soal, jika dalam menghadapi suatu perkara keluarga ibu tidak menggunakan pengacara. Ibu tidak perlu khawatir, apabila ada hal yang tidak dipahami selama perkara berlangsung, ibu berhak bertanya dan minta penjelasan kepada hakim yang menyidangkan perkara dan hakim yag bersangkutan wajib memberikan penjelasan kepada ibu. ***

Sampaikan pertanyaan anda ke email aci_haluan@yahoo.com atau melalui SMS ke nomor 081363885510

Salam Perikanan

Diasuh oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta

P

Proses Seleksi Benih Lele (Grading)

ARA pembaca setia Haluan dan pencinta rubrik Salam Perikanan, seperti halnya pemeliharaan benih ikan gurame, pada usaha pembenihan lele pun diperlukan adanya tahapan seleksi benih pada setiap interval waktu tertentu. Di kalangan para pembudidaya ikan, aktifitas ini dikenal dengan istilah ‘grading’. Prakteknya adalah dengan memisahkan benih ikan menjadi beberapa golongan berdasarkan ukurannya. Pada dasarnya seleksi benih memang perlu dilakukan agar tercapai tingkat keseragaman ukuran (sesuai umur ikan) sekaligus untuk mendapatkan benih yang berkualitas ; sehat, tidak cacat dan memiliki laju pertumbuhan yang baik. Alasan rasional lainnya adalah bahwa lele tergolong ikan yang bersifat kanibal sehingga jika tidak segera diseleksi dan dipisahkan ruang pemeliharaannya maka lele yang tumbuh lebih cepat (lebih besar) cenderung akan memangsa lele-lele lainnya yang berukuran lebih kecil. Awal seleksi benih lele biasanya dimulai pada rentang waktu 12 hingga 17 hari setelah fase penetasan telur. Telur-telur yang gagal menetas dan benih yang mati hendaknya dipisahkan sesegera mungkin dari lingkungan bak tetas agar tidak menjadi sumber penyakit bagi benih-benih lainnya. Setelah 4 - 6 hari kemudian atau setelah kantung kuning telur (yolksack) pada setiap larva lele habis terserap maka benih akan terlihat lincah bergerak mencari makanan alami yang ada di sekitarnya. Selama 12-17 hari berikutnya benih lele ini telah dapat diberi makanan alami berupa cacing sutera (tubifex) dan pakan buatan (pelet) yang berbentuk serbuk halus yang diberikan secara berangsurangsur hingga benih lele mencapai ukuran standar 2/2 dan 2/3. Pada saat inilah pertama kalinya seleksi (grading) benih lele mulai dilakukan. Dalam proses seleksi, benih lele yang berukuran lebih kecil (kerdil) disisihkan dan dipelihara di tempat terpisah, demikian pula halnya dengan benih yang berukuran lebih besar (bongsor), benih yang terserang penyakit atau bahkan benih yang cacat.

Galak-galak Surang sumber: ketawa.com

Segera Membawa Pasien ke Rumah Sakit SEORANG dokter dan perawat dipanggil ke tempat kejadian kecelakaan, Dokter: “Kita perlu untuk membawa orang-orang ini ke rumah sakit sekarang!” Perawat: “Rumah sakit apa itu?” Dokter: “Rumah sakit adalah bangunan besar dengan banyak dokter, tapi itu tidak penting sekarang!” ***

Mengidap Penyakit Kanker ORANG yang sudah tua mengunjungi dokter dan setelah pemeriksaan menyeluruh, dokter mengatakan kepadanya, “Aku punya berita baik dan berita buruk, apa yang ingin Anda dengar terlebih dahulu?” Pasien: “Beri aku berita buruk terlebih dahulu.” Dokter: “Anda memiliki kanker, saya memperkirakan bahwa Anda memiliki umur sekitar dua tahun lagi.” Pasien: “Itu mengerikan! Dalam dua tahun, hidup saya akan berakhir! Apa jenis berita baik yang bisa Anda katakan padaku, setelah ini?” Dokter: “Anda juga mengidap Alzheimer. Sekitar tiga bulan lagi Anda akan melupakan semua yang saya katakan.” ***

Doa Sebelum Makan NENEK Van Danoe selalu mengajarkan kepada cucu-cucunya untuk berdoa sebelum tidur, bangun tidur termasuk doa seusai makan dsb. Setiap lafal doa antara kesempatan yang satu dengan yang lainnya selalu berlainan bunyinya. Untuk menerapkan peratuan doa-mendoa tersebut maka si cucu Pudin pada setiap kesempatan tertentu harus membaca doa khusus tersebut secara nyaring agar sang Nenek bisa mendengarkannya. Pada suatu hari, sayup-sayup, si Nenek mendengarkan cucunya sedang berdoa di kamar mandi. Betapa terkejutnya sang ayah sebab doanya yang dilantunkan sang cucu adalah doa khusus acara seusai makan. “Cu... mengapa di kamar mandi kamu baca doa sesudah makan ?” tanya sang Nenek dengan penuh rasa ingin tahu. Setelah hening sesaat terdengar suara dari kamar mandi “Anu Nek ...soalnya saya baru menelan ...sabun mandi...” jawab sang cucu. ***

Menelan Pembuka Kaleng SEORANG ibu panik, lalu menelepon dokter dan berkata, “Dokter, anak saya menelan pembuka kaleng!” “Jangan kuatir, Ibu. Anak Anda akan baik-baik saja,” kata dokter. Kata ibu itu, “Tapi masalahnya, bagaimana cara saya membuka kaleng sarden ini, karena minyak di wajan sudah terlanjur panas...” ***

Jika dikehendaki, benih lele hasil seleksi pertama ini sebenarnya telah dapat dijual namun jika tidak maka benih lele dapat dipelihara lagi selama lebih kurang 21 hari untuk kemudian dilakukan seleksi (grading) kembali. Seleksi benih lele pada tahap kedua ini akan menghasilkan dua ukuran standar yakni 3/5 dan 4/6. Ukuran benih inilah yang paling banyak diminati oleh pembudidaya pada segmen pembesaran atau yang menekuni pemeliharaan lele hingga mencapai ukuran konsumsi (812 ekor/ kilogram). Namun ada pula beberapa

pembudidaya segmen pembenihan yang memilih memelihara kembali benih lele berukuran 3/5 atau 4/6 tersebut hingga mencapai ukuran 5/7 dan 7/9 selama lebih kurang 15 dan 21 hari masa pemeliharaan. Umumnya hal ini dilakukan untuk memenuhi pesanan benih dari para pembudidaya lele di luar daerah.

Dengan menerapkan pola budidaya secara intensif pada media kolam terpal berukuran standar 4m x 6m dan 4m x 8m dengan jumlah tebaran benih berkualitas ukuran standar 4/ 6 dan 5/7 sebanyak 3000 dan 4000 ekor per kolam, maka lele ukuran konsumsi akan dapat dipanen setelah 60 hingga 70 hari masa pemeliharaan.***

Ajukan pertanyaan anda mengenai seluk beluk dunia perikanan dan kelautan kepada pengasuh melalui email laborperikanan@bunghatta.ac.id atau sms ke +6281374610315. Pertanyaan anda akan dijawab oleh para pakar dunia perikanan dan mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, Padang.

MENDATAR: 2. Larangan lalu lintas antar negara 5. Pelita, obor 6. Sial, Apes 9. Organisasi pertahanan bangsa-bangsa Asia Tenggara 10. Mata 11. Pemotongan harga barang yang diserahkan karena mutunya rendah 15. Pesuruh kantor 18. Negaranya para Mullah 20. Orang yang melayani tamu 21. Tidak ada bedanya 22. Antara dua buku 23. Nomor 24. Sudah terbiasa, normal 26. Kerja di luar jam dinas 28. Sentral Telepon Otomatis 30. Berlindung 32. Parau tentang suara 35. Tahun yang panjang 36. Yang tercium oleh hidung 37. Bulan kelima thun masehi 38. Roman terkenal karya Marah Rusli

3.Maturbasi 4.Orang yang rela mati dari pada menyerah karena mempertahankan agama 7. Ibukota Norwegia 8.Hasil tenunan 12.Bersifat marah 13.Mesin kecil pembangkit listrik 14.Menyambut 16.Dulu Pandu 17.Tangga (Ing) 18.Memakai pakaian tidak berjahit sewaktu berhaji Kupon 19.Nama laut di Maluku 25.Menaikan ke atas 27.Tambahan 28.Peralatan untuk mandi 29.Perwira 30.Orang pilihan Allah untuk menerima wahyu 31.Menyuruh 33.Kota utama di Italia 34.Pancing

H H IA A D I A D 034 H A R H R BE E S B T T S T T

MENURUN 1. Kekuasaan 2.Sejenis penyakit

PEMENANG EDISI 33

M. Ikhlas A MSC beralamat di Kampus ATIP, Jalan Bungo Pasang, Tabing, Padang 25171

Kirim jawaban melalui kupon di atas dan dikirim melalui Pos ke Kantor Redaksi harian Haluan, Kompleks Bandara Tabing, Jalan Prof. Hamka, Padang. Tersedia hadiah menarik bagi pemenang.

11

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

Laporan Keuangan ....................Sambungan dari Hal.1 City Kudeta .................................Sambungan dari Hal.1 bahkan ada yang dinyatakan desclaimer. Sepanjang lima tahun terakhir, semenjak 2006-2010, laporan keuangan pemerintah daerah di Provinsi Sumatera Barat, BPK mencatat, pada tahun 2009, hanya Kabupaten Tanah Datar memeroleh WTP. Pada 2008, dua LKPD Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman yang mendapat opini WTP. Sementara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat belum sekalipun tercatat masuk dalam opini WTP. BPK sendiri memberikan opini terhadap LKPD itu dengan kategori WTP (wajar tanpa pengecualian), WDP (wajar dengan pengecualian), TP (tidak wajar), dan TPM (tidak memberikan pendapat). Terungkap, masalah utama terletak pada pengelolaan aset daerah. Sebab LKPD itu disampaikan lengkap dengan pergerakan neraca asetnya. Sementara aset yang dipermasalahkan itu tidak jelas wujudnya, dan terjadi jauh pada masa pemerintahan sebelumnya. “Kita bermasalah dengan aset di Tunggul Hitam, Padang, katanya milik Pemprov Sumatera Barat yang diserahkan saat peralihan pemerintahan Sumatera Tengah ke Pemprov Sumatera Barat pada 1960 silam. Kita tidak bisa menelusurinya. Dan masih banyak masalah aset lainnya. Kalau begini, kita tak akan pernah bisa mendapatkan opini WTP,” kata Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam paparannya pada lanjutan Rakor Gubernur dan Walikota/Bupati se-Sumatera Barat, Sabtu (15/10), dengan topik “Peningkatan Kualitas LKPD” dalam mencapai opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Meski demikian, Irwan Prayitno menargetkan 2 tahun mendatang LKPD Sumatera Barat dan kabupaten/ kota lainnya dapat meraih opini WTP ini. Dan berbagai upaya dilakukan, termasuk meminta bimbingan dari BPKP yang ada di daerah ini. Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP RI, Agus Sukiswo yang tampil sebagai narasumber menyebutkan, solusi penyelesaiannya adalah Pemprov Sumatera Barat termasuk pemkab/pemko menyamakan persepsi dengan BPK. “Pemeriksaan yang dilakukan BPK mengikuti Standar Akuntasi Pemerintah (SAP),” terang Agus Sukiswo. Berdasarkan catatan BPK di Sumatera Barat, penyebab pemerintah daerah tidak mendapatkan opini WTP di antaranya penyusunan LKPD

tidak sesuai SAP, pengeluaran/belanja tidak didukung bukti SPJ, persediaan tidak diadministrasikan dengan memadai, aset tetap nilainya tidak wajar serta SILPA tidak akurat. Dari hasil pemeriksaan permasalahan aset yang terjadi di Sumatera Barat pada 2010 ada 13 poin, masing-masing, yaitu masih terdapat aset yang belum dapat diyakini kewajarannya, karena tidak terdapat kesesuaian antara nilai aset dalam neraca dengan bukti, catatan, rincian dan pelaporannya; terdapat aset bangunan dan gedung yang belum dilakukan inventarisasi sehingga nilai aset belum dicatat secara akurat; penyerahan aset antarpemerintah daerah belum dilengkapi dengan dokumen penyerahannya; begitu pula penyerahan aset dari pemerintah pusat yang belum dilengkapi dengan dokumen penyerahannya. Selain itu terdapat penyertaan pada perusahaan milik daerah namun perusahaan tersebut sudah tidak beroperasi/ rugi terus menerus. BPK juga menemukan, pembangunan aset tetap yang tidak direncanakan dengan matang sehingga hasilnya belum/tidak dapat dimanfaatkan; masih terdapat tanah dan aset tetap lainnya yang dinilai Rp1,00 karena nilai perolehannya tidak ditemukan, seharusnya dilakukan penilaian kembali; aset pemerintah daerah juga masih ada yang dikuasai oleh pihak ketiga, dan aset tetap tanah yang belum didukung dengan bukti kepemilikan.

Selanjutnya terdapat aset/BMD yang belum tercatat dalam neraca; aset tetap gedung dan bangunan dan tanah dicatat secara ekstrakomtabel karena masih ditelusuri lokasi, luas, status dan nilainya; terdapat aset tetap konstruksi dalam pengerjaan yang belum diyakini kewajarannya dan terakhir masih terdapat aset yang sudah tercatat dalam Neraca tetapi fisiknya tidak ditemukan. Dan dari pernyataan para kepala daerah, mereka nyaris punya masalah yang sama dengan aset. Sijunjung terkendala dengan penyerahan aset Pemprov Sumatera Barat yang tidak ada bukti otentiknya. Tanah Datar bermasalah dengan penyertaan modal perusahaan daerah yang menurut BPK tidak diyakini serta perbedaan pendapat tentang pemanfaatan retribusi langsung dari Puskesmas. “Menurut Mendagri, retribusi itu tidak boleh langsung digunakan tetapi harus melalui mekanisme APBD, tetapi Menkes mengatakan boleh digunakan langsung untuk kepentingan masyarakat. BPK berpedoman para aturan Mendagri sementara kita mempedomani aturan Menkes, akibatnya dari WTP tahun 2010 lalu sekarang kita WDP,” keluh Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadigue. Untuk itu Agus Sukiswo tak dapat memberikan solusi lain, selain menyamakan persepsi dengan BPK yang menggunakan SAP. Yang jelas, semua temuan BPK itu mesti dikomunikasikan dengan mereka dan diinventarisir, dicatat dan ditelurusi masalahnya. (h/vie)

HASIL PEMERIKSAAN BPK TERHADAP LKPD 14 Oktober 2011 NO PEMDA

Opini 2010

Opini 2009

Opini 2008

Opini 2007

Opini 2006

01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP TMP TMP

TMP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WTP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP TMP WDP TMP

WDP WDP WDP WDP WTP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WTP TMP WDP TMP

WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP TMP WDP TMP WDP WDP TMP WDP WDP WDP WDP TMP WDP TMP

WDP WDP WDP WDP WDP TMP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP TMP WDP TMP

WDP WDP WDP

20

20

20

20

18

Provinsi Sumbar Kab. Limapuluh Kota Kab. Agam Kab. Kep. Mentawai Kab. Padang Pariaman Kab. Pasaman Kab. Pesisir Selatan Kab. Sijunjung Kab. Solok Kab. Tanah Datar Kota Bukit Tinggi Kota Padang Panjang Kota Padang Kota Payakumbuh Kota Sawahlunto Kota Solok Kota Pariaman Kab. Pasaman Barat Kab. Dharmasraya Kab. Solok Selatan JUMLAH

20

Catatan WTP : Opini Wajar Tanpa Pengecualian WDP : Opini Wajar Dengan Pengecualian TP :Opini Tidak Wajar TPM : Opini Tidak Memberikan Pendapat

Opini 2005 WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP WDP

*)Sumber: Perwakilan BPK Sumatera Barat

Rang Piaman ..............................Sambungan dari Hal.1 yang hadir mewakili Gubernur Fauzi Bowo, Muharmein menegaskan organisasi yang dipimpinnya siap mewujudkan suasana kekeluargaan, kebersamaan, keswadayaan dan kekerabatan dalam kehidupan masyarakat ibukota. “Kami akan terus membina dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia urang Piaman agar dapat bermanfaat untuk dirinya, untuk keluarganya, untuk lingkungan tempat tinggalnya dan untuk bangsa Indonesia ini, serta bisa menjadi tauladan bagi generasi berikutnya,” tegas putra asal Aur Malintang ini. Menurut Muharmein, bila tujuan itu tercapai dan tercipta di rantau, juga akan bermanfaat bagi ranah Minangkabau sendiri, melalui kontribusi sumbangan moril dan materil yang pasti akan terwujud, sehingga semboyan dan tema acara “Rantau Dibangun, Ranah Samo Dimajukan” benar-benar jadi kenyataan. Dikukuhkan Pengukuhan Kepengurusan DPW-PKDP yang dihadiri sekitar 500 undangan itu, dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP PKDP Suhatmansyah Is setelah sebelumnya surat keputusan susunan pengurus dibacakan oleh Sekretaris Jenderal PKDP Ir. Ruslan Abdul Gani. Kepengurusan DPW PKDP DKI ini hanya punya tiga struktur, yaitu dewan penasehat yang dipimin John

Kenendy Aziz, SH, MH, dewan penyantun yang diketuai H. Azwar Wahid dan DPW yang dipimpin oleh Ir. H. Muharmein Zein Chaniago, M.Eng dengan wakil ketua Ir. Aulia R. Putera, DR. Jenius, DR. Mahyudin Ramli dan H. Tommy Amanoe. Muharmein dibantu oleh 17 Ketua Bidang, masing-masing Bidang Organisasi, Kaderisasi Keanggotaan Syamsul Bahri, S.Pd, Bidang Keamanan Kompol Maskuri, Bidang Hukum dan HAM Novli BC.IP, S.Sos, M.Si, Bidang Hubungan Antar Lembaga Muhammad Ikhsan, M.Si, Bidang Komunikasi dan Informasi Drs. Syafrizal, Bidang Hubungan Wilayah Ranah dan Rantau Drs. H. Hasril Esden, Dr.HC, Bidang Koperasi dan UKM Nasril SE, Bidang Kewirausahaan dan Tenaga Kerja Ir. Alfiza Guchi, MM, Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga dr. Edison Sahputra, Bidang Litbang Indra J. Piliang, Bidang Agama Dr. Ade Novil, MA, Bidang Seni dan Budaya Rudi Hartono Chaniago, bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM Masneldi K.ST.MM, Bidang Pemuda dan Olahraga Hamidi Bustami, SH, MKn, dan Bundo Kanduang Drs. Mardiana. Sekretaris Nursal, SH dengan empat orang wakil masing-masing: Muhammad Jhon, SE,Syarli Mubaraq, SE, Akt, Isma Ellya, Amd Keb dan Armen. Sedang bendahara

adalah H. Arnak Baudin dengan tiga wakil; Hj. Nursimah, SE, MM, H. Sidi Nazar Tanjung dan Irfan Sagi. Di samping itu, juga terdapat 17 biro sesuai kebutuhan untuk menjalankan organisasi ini di masa yang akan datang. Pengukuhan pengurus ditandai dengan penyerahan bendera organisasi DPW PKDP oleh Ketua Umum DPP PKDP Suhatmansyah Is kepada Ketua DPW PKDP DKI Muharmein Zein Chaniago. “Dengan telah dilantiknya Sdr. Muharmein bersama para pengurus lainnya, maka kevakumanDPW PKDP DKI berakhir sudah. Saya harapkan teman-teman dibawah komando Saudara Muharmein bisa bekerja dan berkarya untuk memajukan rantau dan membantu kampung halaman di kemudian hari,” kata Suhatmansyah. Staf Ahli Menteri Dalam Negeri itu sangat memuji terpilihnya Muharmein, seorang anak muda yang akan menjadi calon pemimpin masa depan. Walikota Jakarta Selatan Syahrul Effendi mewakili Gubernur DKI mengapresiasi keberadaan organisasi DPW PKDP dan DPP PKDP di ibukota ini yang tidak hanya memikirkan kampung halaman, tetapi juga ikut memajukan daerah di mana mereka tinggal. “Kami sangat terbantu dengan adanya organisasi kekerabatan seperti PKDP yang sudah mendunia ini,” ujar Syahrul. (h/sal)

SBY Panggil ................................Sambungan dari Hal.1 sebelumnya. Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisna Murti digeser menjadi calon wakil menteri perdagangan, Sekretaris Menteri BUMN Mahmuddin Yasin di plot menjadi calon wakil menteri BUMN, dan Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar menjadi wakil menteri keuangan. Calon Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengatakan mereka bertiga telah menerima arahan langsung dari Presiden SBY dan Wapres Boediono. “Beliau melihat perkembangan ekonomi global yang kurang kondusif terutamanya di belahan bumi utara, Eropa dan Amerika. Masalahmasalah yang muncul di bidang keuangan yang terkait bidang fiskal dan pemerintah di kawasan dua tadi

dan juga kondisi perbankan,” kata dia dalam konferensi pers, di Cikeas, Sabtu 15 Oktober 2011. Di tempat yang sama, calon wakil menteri perdagangan Bayu Krisna mengatakan Indonesia juga harus memperkuat ekonomi domestik yang salah satu yang memperkuat adalah perdagangan domestik sandang, pangan, pertanian, pasar tradisiona,l produk UKM dan juga di daerah. “Kami diberi tugas bersama menteri perdagangan untuk mengembangkan pasar domestik. Pengalaman di pertanian membuat kita mampu mengembangkan perdangangan. Siatuasi global yang tidak pasti membuat kita melihat situasi. Kita bekerjasama dengan kementerian lain,”kata dia. Sedangkan calon wakil menteri

BUMN Mahmuddin Yasin mengatakan presiden berpesan agar BUMN menjadi lokomotif ekonomi nasional. “Total aset 2500 triliun sudah mewakili 40 persen dari PDB dan kedepan bagaimana meningkatkan sumbangan terhadap ekonomi nasional. Dan kami nyatakan siap menbantu,”kata dia. Sebelumnya pada Kamis 13 Oktober 2011 dan Jumat 14 Oktober 2011, Presiden Yudhoyono telah memanggil beberapa kandidat sebagai wakil menteri, yaitu Wakil Menteri Luar Negeri Wardana, Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar, serta Musliar Kasim sebagai Wakil Menteri Pendidikan Nasional bidang pendidikan. (ant/ti)

20 point, sedangkan pasukan Mancini meraup 22 poin setelah mengalahkan Aston Villa 4-1 (1-0) di Etihad Stadion. Sebelumnya, hingga pekan ke tujuh, dua tim sekota ini sama-sama punya nilai 19. Pada laga antara dua tim yang sama-sama memiliki warna kebesaran merah, Liverpool dengan Manchester United, akhirnya berakhir imbang 1-1. Liverpool yang bertindak sebagai tuan rumah, unggul terlebih dahulu melalui gol tendangan bebas Steven Gerrard di menit ke-67. Gol itu berawal dari pelanggaran yang dilakukan oleh Rio Ferdinand terhadap gelandang Liverpol, Charlie Adam. Pelanggaran itu berbuah tendangan bebas bagi tim asuhan Kenny Dalglish. Steven Gerrard yang menjadi algojo tendangan bebas itu tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Bola tendangan bebasnya itu bersarang di pojok kiri gawang Manchester United, tanpa mampu ditahan oleh penjaga gawang MU, David De Gea. Namun 14 menit kemudian, striker muda ‘Chicharito’ Hernandez berhasil menyamakan kedudukan. Masuk sebagai pemain pengganti di menit 76, Chicharito yang dimasukkan oleh Sir Alex Ferguson menggantikan Phil Jones, berhasil mengoyak gawang Liverpool di menit ke-81 lewat sundulannya. Gol Chicharito itu berawal dari tendangan sudut yang diperoleh oleh Manchester United di sisi kanan pertahanan Liverpool. Nani yang

mengambil tendangan sudut, mengirim bola langsung ke tengah kotak penalti Liverpool. Bola tendangan Nani kemudian disambut sundulan Danny Welbeck, yang kemudian diteruskan lagi oleh sundulan Chicharito ke gawang Liverpool, sehingga mengubah kedudukan menjadi 1-1. Di babak pertama kedua tim hanya bermain imbang 0-1. Liverpool yang menurunkan duet Luis Suarez dan Dirk Kuyt di lini depan, tidak mampu menciptakan peluang berarti di babak pertama, karena semua serangan Liverpool mampu dipatahkan oleh lini belakang Manchester United yang digalang oleh Rio Ferdinand. Demikian juga tim Setan Merah yang menurunkan Danny Welbeck sebagai striker tunggal, juga tidak mampu memberikan ancaman berarti ke gawang Liverpool yang dikawal oleh Pepe Reina. Di Etihad Stadium, Sabtu (15/ 10/2011) malam WIB, City justru dikagetkan tendangan Agbonlahor. Untung Joe Hart mampu membuat penyelamatan gemilang saat memblok sepakan Agbonlahor dalam posisi satu lawan satu di menit 11. Bola mental dari kejadian tersebut coba di-rebound Stephen Warnock, namun Vincent Kompany menghalau si kulit bundar dengan kepalanya. City kemudian membalas melalui Milner. Sepakan Balotelli dari luar kotak penalti mengarah ke luar gawang. Upaya James Milner membelokkan di tiang jauh hanya mem-

bentur mistar. Selain itu dia juga sudah tertangkap offside. Di menit 28 City akhirnya membuka keunggulan. Dari tendangan sudut, bola ditahan dengan dada oleh Micah Richards di dalam kotak penalti. Balotelli yang berada di depannya dan dalam posisi membelakangi gawang melepaskan tendangan salto. Bola pun masuk ke gawang. Baru dua menit babak kedua berjalan Manchester City berhasil menambah keunggulan menjadi 20. Gol kedua THe Citizen dilesakkan Adam Johnson. Menerima umpan dari tengah lapangan, Johnson berhasil berhadapan-hadapan dengan Shay Given lantaran seorang bek Aston Villa terjatuh saat berupaya membuang bola. Sepakan pelan namun terarah dari Johnson memperdaya Given dan mengubah kedudukan menjadi 2-0. Lima menit setelah gol Johnson, City mencetak gol ketiga dari skenario tendangan sudut. Bola yang disepak Adam Johnson melayang ke tengah kotak penalti, dan Kompany mengarahkan ke dalam gawang dengan tandukkannya. Di menit 64 Villa sempat memperkecil ketinggalan. Bermula dari umpan silang yang dilepaskan dari sisi kiri pertahanan tuan rumah bola yang diumpan ke tiang jauh berhasil disambut Warnock dengan tendangan keras yang tak kuasa diblok Joe Hart. City akhirnya memastikan menyudahi laga dengan kemenangan 4-1. Gol pamungkas tuan rumah dilesakkan oleh Milner. (h/mat/net)

BNPB Hentikan .........................Sambungan dari Hal.1 “Sebagian besar kebutuhan dana tersebut sudah terpenuhi, tidak saja melalui bantuan BNPB tetapi juga bantuan pihak ketiga lainnya untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah sektor tersebut, seperti perbaikan gedung sekolah, sarana kesehatan maupun infrastruktur jalan, jembatan dan irigasi,” kata Bambang Sulistyo usai pembukaan Rakor Gubernur dan Bupati/ Walikota se-Sumatera Barat dengan topik “Pemulihan Infrastruktur Sumatera Barat Pascagempa 30 September 2009”, Jumat (14/10) malam di Bukittinggi. Dia tak membantah, Sumatera Barat masih membutuhkan tambahan dana untuk menuntaskan pemulihan pascagempa yang meluluhlantakkan sebagian wilayah Sumatera Barat. “Sumatera barat paling banyak membutuhkan Rp1 triliun lagi. Dana sebanyak itu sudah termasuk dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi gedung sekolah yang tersisa dan juga gedung pemerintahan,” ujar Bambang Sulistyo. Berbeda dengan Bambang Sulistyo. Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyebutkan, Sumatera Barat masih membutuhkan dana sebesar Rp3,4 triliun lagi, dan sekitar Rp1,2 triliun untuk pembangunan gedung pemerintah dan sisanya untuk perbaikan gedung sekolah

yang belum mendapatkan bantuan. Sumber dananya masih belum jelas karena masih akan diupayakan. “Kita butuh dana sekitar Rp3,4 triliun lagi untuk perbaikan gedung sekolah dan juga untuk pembangunan gedung. Sumber dananya masih kita usahakan,” katanya. Menurut Bambang Sulistyo, pengalokasian dana untuk pembangunan gedung yang belum diperbaiki adalah menjadi tanggung jawab masing-masing sektoral atau kementrian terkait. Bantuan yang diberikan oleh BNPB sudah maksimal. “Kini BNPB memfokuskan diri untuk membantu daerah lain yang juga terkena bencana, seperti penanganan korban Gunung Merapi di Jogyakarta dan juga gempa di Bali. Untuk memenuhi kebutuhan dana itu, hendaknya seluruh pihak terkiat berupaya sesuai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Misalnya saja anggota DPRD Sumatera Barat maupun DPR RI asal Sumatera Barat turut memperjuangkannya, serta pimpinan SKPD juga turut berjuang ke kementriannya. “Pada 2011 ini, terakhir kita salurkan sebanyak Rp994 miliar, terdiri dari Rp600 miliar untuk menuntaskan perumahan dan Rp394 untuk pembangunan 3 unit gedung pemerintah,” tambahnya. Bantuan Perumahan Selesai

Bantuan untuk rehabilitasi dan rekontruksi perumahan pascagempa dari BNPB juga akan berakhir dengan selesainya pelaksanaan Tahap IV nanti dengan anggaran Rp300 miliar. Dan saat ini pelaksanaan Tahap III sedang berlangsung dengan dana juga Rp300 miliar. Bila masih ada rumah masyarakat korban gempa yang belum mendapatkan bantuan, maka sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Sebab alokasi dana untuk sektor perumahan ini juga sudah dihitung sebelumnya dalam rencana aksi. Sebenarnya, kata Bambang Sulistyo, pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp800 miliar untuk pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi Tahap III dan Tahap IV. Tetapi Pemprov Sumatera Barat mengatakan anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp600 saja. “Kita alokasikan sesuai permintaan Sumatera Barat, Rp600 miliar saja. Padahal kita sudah alokasikan dulu sebanyak Rp800 miliar. Karena itu bila dananya masih belum cukup juga, tentunya ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” katanya. Tak jelas juga kalkulasinya, mengapa Pemerintah Sumatera Barat menghitung untuk dana bantuan parumahan tahap III dan IV itu sebanyak Rp600 miliar? (h/vie)

Dilarang Tebar ............................Sambungan dari Hal.1 Kasman, air danau sudah dipenuhi plankton berwarna hijau daun. Bila hujan turun 3 hari saja, planton akan mengendap ke kedalaman air. Akibat kekurangan oksigen, planton mati, membusuk, mengeluarkan gas yang bisa mematikan ikan. “Kondisi demikianlah yang bisa menyebabkan bencana kematian ikan,” ujar Martias Wanto kepada Haluan. Perairan Danau Maninjau memang sudah dipenuhi plankton, se-

hingga air danau berwarna hijau lumut. Menurut Kasi Usaha Budidaya DKP Agam, Jhon Iswandi, pihaknya telah mengeluarkan peringatan agar petani ikan keramba jala apung (KJA) tidak menebarkan benih ikan November-Desember 2011, bagi yang sedang kosong. KJA yang sedang berisi ikan, diminta untuk mengurangi jumlah sebaran ikan. Bagi yang masih membandel, tanggung risiko kerugian, yang diprediksi cukup fatal. “Diprediksi November-Desember

merupakan puncak kritis bagi ikan dalam perairan Danau Maninjau. Tingkat kematian ikan pada saat itu akan sangat tinggi, sekaitan dengan semakin memuncaknya tingkat pencemaran perairan danau,” ujarnya. Ke depan perlu pembatasan jumlah KJA dalam perairan Danau Maninjau. Saat ini diperkirakan jumlah KJA mencapai sekitar 25.000 unit, atau 100.000 petak. Idealnya hanya 1.500 unit, atau 6.000 petak KJA, seperti disampaikan Kasman. (h/msm)

Gubernur Bantah .......................Sambungan dari Hal.1 untuk pendidikan berkarakter, belum dapat disetujui karena sasaran pelaksanaan program tersebut dinilai kurang tepat. Seharusnya sasarannya adalah anak usia dini, bukan siswa SMA. Sebab, banyak pendapat berkembang pelaksanaan program yang diterapkan pada siswa setingkat SMA itu diduga bermuatan politis. Sebab anak jolong gadang itu adalah calon pemilih pemula yang tentunya dapat diandalkan pada pemilihan kepala daerah mendatang. “Sampai saat ini kita belum mengalokasikan anggaran sesuai permintaan Pemprov Sumbar. Sasarannya kita nilai kurang tepat, sebab dapat diduga bermuatan politis. Mereka kan calon pemilih pemula,” kata Yultekhnil. Ketika di lempar ke forum, di antara pendapat yang mengemuka juga menginginkan penerapan Program Pendidikan Berkarakter sejak usia dini. Alasannya, membekali anak dengan akhlak dan budi pekerti yang baik itu memang lebih baik dilakukan sejak kecil. Sesuai dengan kata pepatah, kok ka dibantuak tu sajak jadi rabuang, kok lah batuang susah mambantuaknya. Gubernur Sumbar Irwan Prayitnp langsung menjawab dengan tegas,

dirinya tidak memiliki kepentingan politik dalam pelaksanaan program itu. Apalagi program Pendidikan Berkarakter sebenarnya sudah dimulai sejumlah daerah dengan berbagai kegiatan sederhana, seperti menerapkan puasa Senin-Kamis, Subuh Mubarakah dan lainnya. Disamping itu, pelaksana program ini adalah kabupaten/kota, Pemprov Sumbar tidak punya sekolah, tidak punya guru dan tidak punya wilayah. Para kepala daerah pada umumnya bukan dari PKS, justru multipartai. Bila ada yang diuntungkan maka mereka adalah masing-masing kepala daerah. “Saya tidak punya kepentingan politik dalam program ini. Kepala daerah tidak ada dari PKS, jadi bagaimana saya bisa menumpangkan kepentingan politik saya di sini. Untuk menepis anggapan tesebut, kita juga sudah turunkan sasarannya pelajar setingkat SMP,” tegas Irwan. Pertimbangannya, pendidikan karakter yang akan diterapkan ini berjalan penuh waktu. Siswa akan berada sepanjang hari di sekolah mendapatkan materi pelajaran dari gurunya. Sehingga tidak banyak waktu bermain bagi anak. Bila diterapkan pada siswa SD atau TK, tentunya mereka tidak sanggup mengikutinya.

Yultekhnil lebih jauh kepada wartawan menjelaskan, anggaran untuk Program Pendidikan Berkarakter memang belum juga direstui DPRD Sumbar. Pada perubahan APBD Sumbar 2011 ini, dialokasikan hanya Rp200 juta untuk pengkajian pelaksanaan program dari usulan Rp4 miliar yang diajukan. Pada dasarnya, dewan setuju dengan program tersebut karena memang hal itu tujuan bersama. Hanya saja persiapannya belum matang. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dapat saja berapi-api menjelaskan program tersebut, tetapi ketika diminta penjelasan ke SKPD terkait mereka belum dapat menjabarkannya, apalagi menyampaikan program pelaksanaannya. Karena itu, dana Rp200 juta yang dianggarkan hendaknya dapat digunakan untuk melakukan kajian lebih dalam lagi. Tak hanya soal sasarannya, tetapi juga tentang metode pelaksanaan, rekruitmen siswa, lalu petunjuk teknis dan petunjuk pelaksananya. “Kita minta Pemprov Sumbar melalui dinas teknis melakukan kajian lebih mendalam lagi tentang pelaksanaan Pendidikan Berkarakter ini. Biula telah selesai, ajukannya secara terperinci ke dewan,” katanya. (h/vie)

12

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

Buah Hati NAYLA PUTRI RAHMADANI

Pintar dan Tidak Mau Diam

GADIS cilik yang hitam manis itu, terlihat begitu gembira ketika memasuki pekarangan sekolah. Tampak teman-temannya yang lain, sudah berkumpul. Namun ternyata ketika kegiatan pagi diluar kelas telah dimulai, Nayla begitu panggilannya, tak mau berdiam diri di kelas. Ia memilih berkeliling kelas atau bermain di ruangan kantor sekolah. “Nayla nggak mau di kelas buk, mau disini aja,”pintanya pada bu guru. Ibu guru kepala sekolahnya pun mengerti dan membiarkannya sementara. Tak lama setelah ia bosan sendiri barulah Ibu Guru membawanya masuk ke dalam kelas kembali. Namun, tak disangka ternyata Nayla menangkap semua pelajaran yang diajarkan guru di dalam kelas meski ia tak berada di dalam kelas. “Meski ia tak mau masuk kelas, namun ia pintar dan daya tangkapnya bagus. Seperti kemarin, ketika teman-temannya belajar menyanyi dalam bahasa Inggris, meski ia tak ada di dalam kelas, tapi ketika teman-temannya menyanyi besok paginya ketika review English, ternyata ia bisa mengikuti lagunya,” ujar guru Nayla. Salu ya u n t u k N a y l a , meski tak masuk kelas saja ia tetap bisa menangkap pelajaran. Apalagi kalau ia amsuk ke dalam kelas. Pasti akan lebih pintar loh, Nay. (h/dla)

Profil

DIANA NOVIDA

Menjadikan Anakanak Sebagai Teman TAMPANGNYA teduh dan penuh keibuan. Setiap anak yang datang padanya, meski menangis dan merajuk, selalu dihadapinya dengan sabar dan kasih sayang. Ia percaya setiap anak dilahirkan dengan karakter yang berbeda. Tak pernah ia memperlakukan anak dengan cara yang persis sama. Hal ini pula lah yang membuat Diana Novinda, tenggelam dalam keasyikan dunia anak-anak Taman Kanak-Kanak. “Mungkin sudah panggilan jiwa. Latar belakang pendidikan saya memang guru TK, dan saya senang bergaul dengan anak-anak. Tidak stress, penuh tantangan karena setiap anak dilahirkan dengan karakter yang berbeda, cara melayani mereka juga berbeda-beda,”ujar perempuan yang telah 19 tahun bergabung dengan dunia TK ini. Pengalamannya sejak tahun 1992 hingga kini, mengajarkan Diana untuk terus mendalami dunia anak-anak yang baginya penuh dengan ketulusan dan keluguan. “Berbeda dengan anak SD, SMP atau SMA keluguan dan ketulusan anak membuat saya nyaman dan merasa berteman dengan anakanak ini. Ketika kita menganggap mereka sebagai teman mereka juga akan melakukan hal yang sama. Kita menjadi tempat berbagi untuk mereka. (h/dla)

TK ADABIYAH

Menanamkan Akidah Sedini Mungkin

PENANAMAN akidah dalam diri seorang anak memang harus

dilakukan sedini mungkin. Jika orang tua tak bisa memupuknya,

anak bisa mendapatkannya di Taman Kanak-Kanak yang mem-

DELLA

ADABIYAH — TK Adabiyah Padang selalu mengajarkan Iqra’ bagi anak-anak didikan, setelah tamat dilakukan wisuda Iqra’.

prioritaskan pendidikan akidah. Salah satunya di TK Adabiyah Kota Padang. “Pendidikan akidah memang harus dilaksanakan sedini mungkin. Di TK Adabiyah, caranya melalui metode Iqra’. Setelah tamat dari TK, selain anak-anak harus bisa membaca, menulis, berhitung, kita juga menargetkan anak-anak harus bisa mengaji dan berbahasa Inggris, minimal English for Children,” jelas Kepala Sekolah TK Adabiyah, Diana Novida kepada Haluan. Untuk memberikan motivasi bagi setiap anak, TK Adabiyah menyelenggarakan wisuda Iqra’, bagi anak-anak yang telah menyelesaikan Iqra’. Wisuda ini juga diiringi dengan piagam yang nilainya sesuai dengan pencapaian bacaan Iqra’ anak. “Selain itu juga kami lengkapi dengan buku penghubung dengan orang tua, sehingga orangtua bisa mengikuti perkembangan anak. Orangtua bisa membantu anak mengulang pelajarannya atau mulai meneruskan,” jelas perempuan yang telah delapan tahun menjadi Kepala Sekolah TK ini. Selain Iqra’ dan belajar Bahasa Inggris, TK Adabiyah juga membekali anak-anak dengan berbagai kegiatan bina minat bakat dan out bond. “Untuk bina minat bakat diantaranya drum band, menari dan menyanyi. Kegiatan ini

dilaksanakan setiap hari Sabtu. Selain itu, seklai empat bulan juga diadakan outbond, dimana anakanak diajak berkeliling ke tempattempat diluar sekolah. Hal ini bertujuan member pengenalan kepada anak tentang lingkungannya,” katanya lagi. Kegiatan outbond ini dilakukan ke beberapa tempat, seperti Dinas Pemadam Kebakaran, ke batalyon, Kantor Polisi dan ke pabrik-pabrik. “Dengan demikian anak-anak jadi memiliki wawasan tentang berbagai pekerjaan, selain beberapa pekerjaan favorit anak-anak seperti dokter dan pilot. Dengan demikian anak jadi termotivasi untuk bisa mengabdi dengan berbagai pekerjaan,” jelasnya. Setiap hari anak-anak yang terdiri dari tiga kelompok ini dating ke sekolah setiap pukul 08.00 WIB. Setelah berbaris dengan rapi, serempak anak-anak ini mengucapkan ikrar, do’a dan bernyanyi bersama. Tak lama guru yang memimpin barisan akan mengulang kembali pelajaran Bahasa Inggris yang telah didapatkan anak-anak pada hari sebelumnya. Setelah masuk kelas dan belajar, ditengah pelajaran anak-anak juga dibiasakan untuk sholat dhuha berjamaah. “Praktek ibadah juga akan membantu siswa menjalani hari-hari nantinya dengan kebiasaan yang baik,” tutupnya. (h/dla)

Wahyu dan PlayStationnya OLEH: FAJRI BN* EBENTAR lagi ujian. Wahyu sangat senang. Karena ayah dan ibunya berjanji, jika dapat juara akan dibelikan Play Station. Hadiah itu diberikan, juga karena Wahyu sering main PlayStation di rumah temannya sampai lupa pulang. Sehingga Ia sering dimarahi ibunya, lalu merengek minta dibelikan PlayStation, agar tidak lagi pulang terlambat. Ayah dan ibu Wahyu bersedia membelikan PlayStation, asalkan anaknya itu dapat juara. Seminggu menjelang ujian, Wahyu tidak pernah lagi main PlayStation ke rumah temannya. Dia belajar dengan giat di rumah. Setelah pulang sekolah dia langsung makan, kemudian belajar, dan tidak lupa tidur siang, seperti yang diperintahkan ibunya tempo hari. Ujianpun telah tiba. Wahyu bangun pagi-pagi sekali untuk belajar. Ketika akan berangkat ujian, Wahyu tidak lupa untuk sarapan dengan kedua orangtuanya. Biasanya Wahyu selalu naik ojek kalau ke sekolah. Tapi hari ini karena sedang ujian Wahyu diantar oleh ayahnya. Setelah selesai ujian Wahyu sangat bahagia, karena semua soalnya berhasil dia jawab dengan mudah. Tapi ada satu atau dua soal yang

S

tidak terjawab. Sebelum pulang ke rumah, Wahyu menyempatkan diri untuk singgah ke rumah temannya untuk main PlayStation. karena hari ini adalah ujian terakhir. Wahyu sangat senang, karena dia merasa akan mendapatkan juara seperti yang diinginkannya. Setelah beberapa jam main PlayStation, Wahyu pulang ke rumah. Dia menemui ibunya sedang memasak didapur. Wahyu menceritakan, kalau dia bisa mengerjakan soal ujian dengan baik dan mudah. Tiga hari setelah ujian, sekolah Wahyu akan membagikan rapor sekaligus mengumumkan juara. Pagi-pagi sekali Wahyu sudah bangun terus mandi. Wahyu tidak lupa sholat. Selesai sholat Wahyu meminta kepada Tuhan, agar apa yang dia inginkan tercapai. Hari sudah menunjukan pukul 07.30 wib. Wahyu dan kedua orangtuanya berangkat ke sekolah. Setelah sampai di sekolah jantung Wahyu berdenyut begitu cepat. Perasaan harap-harap cemaspun membuatnya menggigil. Dia yakin akan mendapatkan juara, tapi agak sedikit ragu. Dia takut membuat kedua orangtuanya kecewa. Tidak lama setelah sampai di sekolah, lonceng pun berbunyi. Pertanda pembagian rapor akan dilaksanakan. Wahyu

dan kedua orangtuanya masuk dan juga murid-murid lain beserta orangtua mereka. Pengumuman juara telah berlangsung, tapi baru sampai kelas empat. Wahya sekarang duduk di kelas lima sekolah dasar. Jantung Wahyu berdenyut kencang. Wahyu seakan mau keluar dari ruangan, tapi dia tidak mau membuat kedua orangtuanya kecewa. Pengumuman untuk kelas lima akan dimulai. Ternyata benar, Wahyu mendapat juara kedua. Dia bersorak bercampur tangis bahagia. Baru kali ini Wahyu berdiri di depan kelas menunggu diberi piagam dan hadiah buku tulis dari sekolah. Setelah pengumuman dan pembagian rapor selesai, Wahyu dan kedua orangtuanya pergi ke toko yang tak begitu jauh dari sekolahnya. Wahyu sangat bahagia, karena dapat hadiah yang diidamidamkannya dari dulu. Setelah membeli PlayStation, Wahyu dan kedua orangtuanya langsung pulang ke rumah. Sesampai di rumah Wahyu langsung memainkan PlayStationnya. Karena terlalu senangnya, Wahyu sampai lupa makan. Ia mengajak teman-teman untuk main PlayStation di rumahnya. Seharian dirinya tidak pernah keluar rumah, dia hanya menghabiskan waktunya

bersama teman-temannya untuk main PlayStation. Sudah dua minggu libur, wahyu tidak pernah keluar rumah, tidurpun jarang dibawah jam 12 malam. Kedua orangtuanyapun menjadi khawatir, kalau anaknya lupa waktu dan lupa belajar. Karena besok libur sekolah sudah selesai. Keasyikan main PlayStation, Ia tidak pernah lagi belajar, makan dan tidurpun tidak teratur lagi. Dia sibuk mencoba semua permainan yang ada diPlayStation tersebut. Hari pertama sekolah Wahyu bolos, karena tidak tidur semalaman. Ibunya sangat marah, tapi Dia tidak mempedulikannya. Dia sudah berani melawan kepada ibunya kalau ayah tidak di rumah. Hari kedua sekolah, tapi Wahyu pulang cepat dari biasanya, bahkan mengajak teman-temannya untuk bermain PlayStation sampai malam hari. Begitulah seterusnya yang dilakukan Wahyu. Ibu tidak tahan melihat kelakuan Wahyu makin hari makin tidak baik, lalu ibu melaporkan kepada ayah. Ayah Wahyupun sangat marah mendengar pengaduan dari ibu dari anak tunggalnya itu. Beberapa hari kemudian, setelah Wahyu pulang dari sekolah. Wahyu tidak lagi menemukan PlayStationnya. Dia kehilangan, dan mencari

kemana-mana, tapi tidak ditemukan. Wahyupun berlari menemui ibunya yang sedang berada di kebun belakang rumahnya. “Bu, mana PlayStation Wahyu” tanya Wahyu sambil menangis kepada ibunya. Ibupun menjawab “PlayStation Wahyu telah dijual ayah, Ayah marah karena Wahyu tidak mau belajar dan lupa waktu”. Wahyu menangis tersedu-sedu. Diapun menyadari kesalahannya. Dia kembali ke rumah dengan perasaan marah kepada ayahnya, tapi dia juga sadar akan kesalahannya. Wahyu mengurung diri di kamar sambil menangis. Dia tidak mau makan, seharian dia mengunci kamar dan tidak mau keluar. Kedua orangtua Wahyu berusaha membujuknya. Akhirnya Wahyu keluar dari kamar. Wahyu duduk bertiga dengan orangtuanya, ayah menasehati Wahyu. Wahyu akhirnya menyadari kesalahan yang dia lakukan, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Seketika Ibu pergi kekamar, dan mengembalikan PlayStation anaknya. Wahyu sangat senang, karena berpikiran orangtuanya sangat kejam. Tapi memang tidak seperti yang difikirkan Wahyu. Wahyu akhirnya menjadi anak yang patuh dan rajin. Padang, oktober 2011

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

TERINSPIRASI dari keadaan alam Kota Sawahlunto yang penuh dengan bebatuan. Warna bebatuan tersebut mempengaruhi warna dari koleksi desaigner Fomalhaut Zamel kali ini. Disini juga terlihat asesoris kepala yang menyerupai tanduk kerbau yang merupakan simbol dari awal sejarah terciptanya nama dan kota Sawahlunto. Untuk menguatkan inspirasinya disini Fomal juga menggunakan tenun silungkang. Koleksi busana rancangan Fomal kali ini identik dengan warna Abu-abu dengan degradasinya. Sedangkan untuk detail nya adalah Bead, Mutiara Alam, Batu alam dan Swaroski. Dengan bahan yang digunakan adalah Tule,Tenun Silungkang dan Lace***

Model Designer Fotografer Lokasi

: : : :

Vega ,Vanny, Ipand (Fomal’s Model) Fomalhaut Zamel (HP : 081363089933) Zulfikri Sasma (HP. 085263027515) Rumah Tua, Sarang Gagak Padang

E L O K 13

14 KULTUR

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

ESAI

Televisi, Perempuan dan Wacana Posfeminisme Oleh YETTI A.KA Sastrawan

E

RA globalisasi memiliki relevansi dengan kebebasan berekspresi. Pada zaman ini orangorang merayakan kediriannya dengan bermacam-macam cara. Keadaan ini ditunjang pula oleh akses informasi dan fasilitas

yang tersedia, terutama di kotakota besar. Orang-orang dengan mudah mendapatkan apa yang ia inginkan. Situasi ini dijawab oleh hadirnya berbagai teknologi sebagai pendukung euphoria itu. Salah satu teknologi yang paling digemari masyarakat

adalah televisi. Televisi jelas memiliki daya tarik luar biasa, di samping menimbulkan pengaruh yang tidak bisa dianggap sepele. Dari televisi orang bisa mengetahui dunia lain tanpa perlu datang ke sana. Televisi juga bisa membuat orang berada pada ketaksa-

Melacak Asal Dongeng Oleh MAYA LESTARI GF Penulis, Ketua Komunitas Jurnalistik IAIN Imam Bonjol Padang

DONGENG selalu memiliki tempat di berbagai kebudayaan. Dari Asia hingga Eropa, dari kumpulan kecil keluarga Suku Inuit di Kutub Utara hingga kota-kota metropolitan dunia, dongeng selalu hadir, terutama di tengah kanak-kanak. Dongeng sejak dahulu telah dianggap sebagai media yang baik untuk mengajarkan nilai-nilai positif. Kisahkisah kebaikan, kepahlawanan, kejujuran selalu mewarnai hampir setiap dongeng di dunia. Di Indonesia kita mengenal kisah Bawang Putih dan Bawang Merah yang mirip dengan kisah Cinderella di Perancis, Ashputtel di Jerman, Katie Woodencloak di Norwegia, dan Little Saddleslut di Yunani. Di berbagai kebudayaan lain juga dikenal dongeng semisal Pangeran Katak, yang mengisahkan pangeran yang dikutuk jadi katak, lalu berbalik jadi pangeran kembali setelah dicium seorang putri. Kisah ini dijumpai dalam berbagai versi seperti Legenda Katak milik suku Indian Inuit di Alaska, Sang Katak di Tibet, Pangeran Katak di Srilanka serta kisah Katak yang Menjadi Kaisar di China. Apapun kisah dongeng itu nilai-nilai yang diajarkan nyaris sama, yakni kesabaran, kerendahhatian, kejujuran dan kepahlawanan. Bila membaca ragam dongeng di dunia, kita akan menjumpai satu hal menarik. Bukan saja berkait dengan nilai, tapi juga persamaan kisah-kisahnya. Satu cerita dikisahkan dalam beragam versi semisal kisah Cinderella dan Pangeran Katak di atas. Dongeng-dongeng lainnya juga sama. Misalnya kisah Red Riding Hood (Gadis Kecil Bertudung Merah) yang terkenal. Menurut DR Jamie Tehrani, seorang antropolog budaya dari Universitas Durham, dikutip dari tulisan Richard Grey di Telegraph, memiliki 35 versi. Dongeng yang mengisahkan gadis cilik bertudung merah yang dimakan serigala ini bisa ditemui di China, Iran, Prancis, Jerman, Afrika dan lainnya. Dongeng Rapunzel adalah contoh lainnya. Dongeng yang mengisahkan seorang gadis cantik berambut panjang yang disekap dalam menara oleh penyihir ini hadir di Jerman, Perancis, Afrika, Denmark, Asia, Afrika. Dari sini muncul pertanyaan, mengapa satu cerita bisa ada dalam banyak kebudayaan? Bukankah pada zaman dahulu belum ada teknologi mesin cetak yang memungkinkan manusia memproduksi buku-buku cerita dan menjualnya secara masif? Bila mengacu pada teori penyebaran manusia, bisa jadi semua cerita ini berasal dari tempat yang sama, lalu ketika sebagian manusia di tempat tersebut bermigrasi ke berbagai penjuru dunia, kisah-kisah itu pun ikut bermigrasi dan akhirnya menjadi folklore pula di tempat baru. Jika memang benar demikian, maka yang menarik untuk diketahui adalah, seberapa kuat dongeng ini memberi pengaruh pada kehidupan manusia sehingga terus dibawa dan selalu mendapat tempat dimanapun berada. Tak hanya itu, dongeng pun diwariskan dari generasi ke generasi. Perlambang Kehidupan Bila menilik dari berbagai kajian tentang dongeng, setidaknya ada dua sebab mengapa dongeng dilahirkan. Pertama, dongeng salah satu bentuk penghormatan manusia zaman dahulu pada alam, termasuk ke dalamnya penghormatan pada para dewa. Teori ini biasa disebut Sun Myth Theory. Disebutkan, bahwa dongeng sebenarnya merupakan cermin dari pengalaman manusia saat berhubungan dengan alam. Angin dikisahkan sebagai burung bahkan kadang monster, raja merupakan perlambang dari matahari dan ratu perlambang dari bulan. Makna ini perlahan hilang seiring waktu, sehingga yang tinggal cerita belaka (Laura F. Kready B.S, A Study of Fairy Tales) Kedua, dongeng merupakan kisah manusia itu sendiri, namun diceritakan dalam bentuk kiasan atau lambang-lambang. Pendapat ini dikemukakan oleh DR. Jamie Tehlani. Ia mencontohkan kisah The Red Riding Hood. Dongeng ini menurutnya bisa jadi lahir dari peristiwa kekerasan yang dialami anak-anak. Mungkin peristiwa ini berujung pada akhir hidup yang sangat tragis. Tokoh serigala dalam dongeng ini

merupakan perlambang dari si penjahat. Kisah kekerasan ini juga tampak dalam Hansel dan Gretel. Bruno Bettleheim, seorang penulis dan psikolog anak Amerika Serikat menyebutkan kisah Hansel dan Gretel—sebuah kisah dimana dua anak ditinggal kedua orangtuanya di hutan, lalu ditemukan penyihir yang suka memakan anak-anak, syukurnya dua anak ini berhasil menyelamatkan diri, merupakan kisah tentang ketakutan anakanak diabaikan orangtuanya sendiri. Sementara menurut peneliti dongeng Jack Zipes dan Maria Tatar kisah ini berkemungkinan lahir ketika zaman paceklik melanda, kelaparan terjadi di mana-mana. Orangtua yang merasa tak sanggup memberi makan anak-anaknya, meninggalkan kedua anaknya di hutan, membiarkan dua anaknya yang masih kecil menentukan nasib sendiri. (John K. Davis, The History of Hansel and Gretel Tales). Sosok penyihir mungkin perlambang penjahat yang menemukan anak-anak tersebut. Bisa jadi penjahat itu seorang (yang terpaksa jadi) kanibal karena langkanya makanan. Kisah ini, seindah apapun dipoles, tetap saja akan terdengar mengerikan bagi anak-anak. Teori yang kedua ini mungkin menemukan pembenarannya pada kisah Cinderella. Sebagaimana yang ditulis sejarahwan Yunani, Strabo. Kisah Cinderella merujuk pada nasib mujur yang menimpa Rhodopis, seorang budak rupawan yang tinggal di Naucratis, daerah koloni Mesir. Disebutkan, suatu hari saat Rhodopis mandi, seekor elang mengambil sandalnya, menerbangkannya ke Memphis dan menjatuhkannya tepat di atas kepala raja. Terpesona oleh keindahan lekuk sandal tersebut, sang raja memerintahkan orangorang untuk mencari si pemilik sandal. Rhodopis yang elok lalu ditemukan, kemudian seperti yang kita ketahui, dinikahi sang raja. Cerita ini kemudian tersebar dan dikisahkan dalam berbagai versi. Di versi yang paling terkenal, versi Charles Perrault, ditambahkan elemen lain seperti ibu peri, kereta labu, tikus yang menjadi kuda, jam 12 malam dan sepatu kaca. Abadi Karena Fleksibel Hampir semua dongeng di dunia memiliki usia yang panjang, mencapai ribuan tahun. Kisah-kisahnya seolah abadi. Mengapa usia dongeng-dongeng ini bisa sedemikian panjang? Setidaknya ada beberapa penjelasan Pertama, kisah-kisahnya familiar dengan kehidupan nyata. Kisah Red Riding Hood juga Hansel dan Gretel ditemukan hampir sepanjang zaman, sepanjang peradaban. Kekerasan terhadap anak seperti tak akan pernah hilang. Mungkin karena itu dongengdongeng ini terus dikisahkan, menjadi semacam kearifan lokal untuk menjaga hidup anak-anak. Kedua, sebagian dongeng memenuhi fantasi manusia terhadap kemapanan dan kejayaan. Ini tampak pada kisah Cinderella dan Pangeran Katak. Dua tokoh cerita ini digambarkan begitu beruntung karena derajat sosialnya terangkat setelah dinikahi bangsawan. Kisah-kisah semacam ini sering terjadi. Beberapa waktu lalu berbagai media menyebut Kate Middleton sebagai Cinderella abad ini. Disebabkan ia menikah dengan Pangeran William, calon raja Inggris. Ketiga, dongeng dalam perkembangannya menjadi media untuk mengajarkan nilai-nilai hidup pada anak-anak. Ini membuat berbagai dongeng mengalami revisi di banyak tempat, sesuai standar si pengisah juga standar nilai yang ada di tempat tersebut. Dongeng menjadi fleksibel dankarenanya mudah diterima dan diwariskan. Kisah Red Riding Hood misalnya, dalam versi Prancis, si gadis bertudung merah tewas dimangsa serigala, dalam versi Jerman si gadis diselamatkan pemburu, dan dalam versi China diselamatkan neneknya. Kisah Hansel dan Gretel dalam satu versi ditelantarkan oleh ibu kandungnya sendiri, namun di versi Jerman ditelantarkan ibu tirinya. Adanya perubahan cerita juga merupakan tanda bahwa kisah versi asli mungkin kurang pas ditujukan ke anak-anak. Di sini tampak adanya kesadaran akan tingkat penerimaan anak-anak. Pendongeng yang terkenal berusaha meng’anak-anakkan’ dongeng adalah duo bersaudara Grimm yang bertahun-tahun menghabiskan waktu mengumpulkan ratusan dongeng. Dua bersaudara ini kerap melakukan perubahan mencolok pada dongeng-dongeng yang mereka ceritakan ulang. Agaknya, dongeng-dongeng yang kita kenal sekarang masih akan terus bertahan hingga berpuluh, beratus bahkan mungkin beribu tahun lagi. Bahkan bukan tak mungkin, usaha memodifikasi kisahkisahnya akan terus berlanjut. Selama kisahkisahnya dipandang baik dan indah, setiap generasi akan terus mengisahkannya, hingga dunia sastra mencatatnya sebagai kanon. „

daran yang mengasyikkan, tempat di mana orang melupakan rasa sakit; kemiskinan, pengangguran, harga-harga sembako yang mencekik, dan biaya sekolah yang mahal (dalam iklannya boleh gratis). Daya tarik televisi pun dibuat sedemikian rupa dengan program-program siaran yang selalu berganti sesuai selera pasar atau tergantung dari jenis siaran apa yang paling disukai. Keseragaman tidak bisa dihindarkan. Antara stasiun televisi saling mengintip dan mencontek. Lalu hasil kerja ‘kilat’ dari proses dangkal itulah yang disodorkan pada penonton. Penonton perempuan jelas menjadi salah satu pertimbangan dalam meluncurkan program-program televisi. Apalagi disinyalir ibu-ibu rumah tangga merupakan kelompok yang paling banyak menghabiskan waktu di depan televisi. Karena itu juga televisi berlomba-lomba membuat acara gosip dan sinetron. Star dalam Brooks (2009: 273) berpendapat: karena kita benar-benar menandai pengondisian, subjek laki-laki dan perempuan memiliki posisi berbeda dalam hubungannya dengan semua wacana ini. Konvergensi wacana di dalam suatu teks dan posisi subjek yang ditawarkan pemirsa menandai opera sabun dan opera olah raga sebagai sesuatu yang diarahkan pada gender. Wacana feminin jelas membuat penonton perempuan merasa menemukan dunianya dalam program televisi. Dalam acara gosip, misalnya, hasrat ibu-ibu dalam hal ‘membicarakan orang lain’ menjadi terpenuhi dan terpuaskan. Hiburan semacam ini bukan tanpa maksud. Semua itu jelasjelas dikondisikan pada konstruksi gender yang terbangun dalam masyarakat tentang perempuan yang lebih banyak bicara daripada berpikir. Pembedaan itu dalam teori feminis (Humm, 2002) dikatakan sebagai pengontrolan dan pengeksploitasian atas perempuan dengan mengasosiasikan perempuan dengan tubuh (perasaan, organ-organ) dan laki-laki dengan pikiran. Reality show Antara Kenyataan dan Kepalsuan Di tengah maraknya acara gosip dan sinetron, hadir pula program reality show. Keunggulan reality show dibanding program lain adalah kemampuannya melibatkan emosional penonton yang seolah-olah melihat pengalamannya sendiri dalam tayangan itu. Orang miskin bisa melihat kemiskinan yang begitu dekat dengannya sekaligus membangun mimpinya melalui tayangan Bedah Rumah (RCTI, ) dan Tukar Nasib (SCTV ). Atau juga perempuan dewasa merasa memiliki pengalaman yang sama dengan seorang perempuan yang sering disakiti pasangannya dalam acara semacam Masihkah Kau Mencintaiku (RCTI) dan Orang Ketiga (Trans TV) atau kisah pencarian tentu saja jalan ceritanya berbelit-belit, dan karenanya semakin membuat penasaran— terhadap seseorang dari masa lalu di program TermehekMehek (Trans TV). Reality show seringkali membuat penonton ikut menangis dan larut dalam suasana yang diciptakan. Maka unsur keharuan dibuat sedemikian dramatis. Dalam acara Tolong (RCTI), misalnya, seseorang yang telah melakukan pertolongan akan mendapat ‘ganjaran’ sejumlah uang. Tapi itu juga tidak gratis. Ia harus melakukan adegan menangis dan memperlihatkan rasa bersyukur kepada Tuhan berkali-kali, kemudian diminta berlari-lari pulang untuk mengabarkan keberuntungan itu kepada keluarga yang lain sembari terus menangis. Di sinilah, kehidupan tampak tak jelas lagi, mana yang nyata mana yang reality show. Batas itu mejadi samar. Dan tidak begitu penting lagi untuk dipikirkan. Bergerak keluar dari masalah kemiskinan dan kesedihan, muncul reality show yang sedikit menghibur dan memamerkan perempuan-perempuan cantik, yaitu Take Me Out

(Indosiar). Penonton diajak menyaksikan perempuan-perempuan dari berbagai profesi bersaing dalam memilih pasangan, secara terbuka dan blakblakan. Tayangan itu, ternyata, tidak juga semata-mata sebagai ajang cari jodoh, perempuanperempuan itu terkadang punya motif yang berbeda, antara lain ingin menunjukkan bakat bernyanyi atau akting sambil berharap ada rumah produksi yang melirik mereka. Tidak heran jika kemudian demam reality show serupa itu merupakan perayaan dua hal sekaligus, yakni kesediaan perempuan menjadi objek, sekaligus subjek. Dua kenyataan yang juga mulai kabur maknanya, apakah ia sebagai tubuh yang ada dalam realitas atau reality show. Dalam hal ini peran industri pertelevisian menjadi tak terbantahkan dalam memberi ruang-ruang ekspresi yang ambiguitas bagi perempuan, terlepas ada yang suka atau tidak. Persoalannya, bagaimanakah hubungan perempuan dan televisi (reality show) dalam kaca mata posfeminis? Gerakan Perempuan dari Feminisme ke Posfeminisme Perempuan dikatakan oleh kaum feminis gelombang kedua (tahun 60-an) sebagai makhluk yang tertindas dan sub-ordinat. Dengan kata lain Fromm (2002: 174) mendefinisikan hubungan antara kaum laki-laki dan kaum perempuan adalah sebuah hubungan antara sebuah kelompok yang menang dengan kelompok yang dikalahkan. Menyikapi kenyataan itu maka sejumlah gerakan feminis menginginkan pengakuan yang sama, baik hak dan kesempatan, antara laki-laki dan perempuan. Perjuangan mereka kemudian diarahkan pada bagaimana perempuan dapat merebut ruang-ruang (publik) yang selama ini hanya ditempati kaum laki-laki. McNeil dalam Brooks (2009: 42) mengatakan: Perempuan yang melahirkan feminisme gelombang kedua, dapat dianggap sebagai anak perempuan dari pencerahan, di mana mereka dipandang mewarisi beberapa asumsi pencerahan. Di awal hari-hari keras pada penghujung 1960an dan 1970-an, mereka menciptakan gerakan yang memegang janji bagi pengetahuan tentang relasi gender yang lebih baik dan meningkat, dan melalui pengetahuan ini—pembebasan perempuan. Pengetahuan dan pembebasan dianggap sebagai tujuan yang terus meningkat dan saling berhubungan: sejauh perempuan memperoleh pengetahuan yang lebih tentang posisi mereka di dunia, diduga bahwa kuasa mereka untuk mentransformasikan posisi mereka akan meningkat selaras dengan hal tersebut. Brooks (2009: 42) menjelaskan bahwa strategi kunci yang dipakai oleh feminis pada gelombang kedua ini dirancang untuk mengungkap sifat dasar patriarki dan penindasan serta untuk membangun ruang-ruang khusus bagi perempuan. Feminisme jelas datang dari Barat (Eropa). Kadang kala, dalam memandang persoalan perempuan, cenderung men-general-kan persoalan. Patron yang dipakai juga dari kehidupan perempuan kulit

putih, kelas atas, atau paling tidak terpelajar. Pertanyaan yang kemudian muncul, apakah akan sama masalah yang dihadapi antara perempuan Eropa dan Asia (Apalagi Indonesia yang terdiri dari berbagai etnis)? Jelas berbeda. Dan apa mungkin memakai pisau yang sama dalam menyikapi kondisi-kondisi yang berbeda itu? Contohnya saja, bagi perempuan kulit berwarna (Afrika) relasi antara laki-laki dan perempuan belum tentu sama dengan yang ada di Prancis atau Amerika. Belum lagi jika membicarakan perempuanperempuan di ‘dunia ketiga’ lainnya yang barangkali memiliki prioritas berbeda untuk diperjuangkan. Kesadaran akan adanya perbedaan membuat feminism mendapat tantangan dari dalam maupun dari luar gerakan itu. Dari sana lahir posfeminis, dapat dilihat dalam analisis Faludi (dalam Alice) yang dikutip Brooks (2009: 5): Pada tahun 80-an penerbitan dari New York Times hingga Vanity Fair sampai The Nation telah mengeluarkan berkasberkas tuduhan yang senantiasa melawan gerakan perempuan, dengan kepala berita seperti ‘KETIKA FEMINISME GAGAL’ atau ‘KEBENARAN YANG MENGERIKAN TENTANG PEMBEBASAN PEREMPUAN.’ Mereka menganggap, kampanye untuk persamaan hak perempuan bertanggung jawab pada hamper semua kesengsaraan yang mengungkung perempuan, dari depresi sampai kekurangan tabungan, dari bunuh diri remaja ke penyakit ketidakteraturan makan sampai corak kulit yang buruk…Tetapi, apa yang membuat perempuan tidak bahagia pada dekade terakhir ini bukanlah soal ‘persamaan’ mereka yang belum mereka miliki melainkan meningkatnya tekanan untuk menghentikan, dan bahkan membalikkan, pencarian perempuan terhadap persamaan. Posfeminisme telah melakukan serangan balik pada feminisme dengan mengedepankan adanya perbedaan dan menolak slogan persamaan. Selain itu posfeminisme, seperti juga gerakan postmodern yang dikatakan Lyotard (2003: xxvi) sebagai ketakpercayaan terhadap metanarasi, adalah suatu tindakan yang tidak menginginkan ukuran-ukuran yang kaku, bahwa perempuan harus begini dan tidak boleh begitu. Maka hadirlah fenomena perempuan-perempuan yang fashionable, genit, smart tapi santai, dan tentu saja eksis dalam berbagai bidang keilmuan tanpa harus berteriakteriak tentang persamaan. Perempuan dan Televisi dalam Wacana Posfeminisme Dikotomis antara laki-laki dan perempuan dalam hal ini bukan lagi untuk membahas persoalan ordinat dan subordinat sebagaimana yang digaungkan kaum feminis gelombang kedua yang menginginkan adanya persamaan, melainkan pada usaha identifikasi bahwa perempuan jelas berbeda dengan laki-laki. Perbedaan ini oleh posfeminis diperlihatkan dengan cara ia memperlakukan tubuhnya, atau menempatkan dirinya di tengah-tengah kehidupan sosial yang tanpa beban, tanpa agen-

da-agenda besar feminisme. Brooks (2009: 235) mengutip Bordo: Tubuh perempuan yag benar-benar melawan bukanlah tubuh yang berperang melawan seksualisasi dan objektifikasi feminin, melainkan tubuh— sebagaimana Cathy Schwictenberg telah meletakkan hal tersebut yang ‘menggunakan simulasi secara strategis dalam cara-cara yang menantang gagasan stabil tentang gender sebagai bangunan besar perbedaan seksual…suatu politik erotik yang di dalamnya tubuh perempuan dapat diubah kembali dalam perubahan identitas yang terus-menerus yang berbicara dengan gaya yang plural. Bordo mengambil contoh seorang Madonna yang menampilkan suatu model heteroseksual perempuan yang independen dari semacam kontrol patriarki. Ia memiliki seksualitas yang menegaskan ketimbang menolak tatapan laki-laki, menggodanya dengan tatapannya sendiri secara (sengaja) tak bermutu dan vulgar, menantang siapapun yang memanggilnya pelacur (Brooks, 2009). Televisi jelas berperan penting dalam kehidupan seorang Madonna. Melalui televisi Madonna dikenal oleh jutaan orang di dunia. Secara tidak langsung televisi menjadi media perlawanan Madonna terhadap nilai-nilai yang mapan. Tubuh yang menggoda ala Madonna, juga tampak pada kegenitan perempuan-perempuan dalam berbagai acara di televise belakangan ini. Dalam acara gosip, kehidupan artis dikupas sedemikian rupa lengkap dengan prilaku atau kesalahannya. Si artis sendiri, meski tampak terganggu, tapi membiarkan dirinya disorot kamera dan mengeluarkan macammacam ekspresi. Sementara, perempuan yang menonton acara itu, merasa punya kepentingan untuk mengetahui kebenaran atau pembelaan si artis. Bahkan ia melibatkan emosinya dengan bersungut-sungut di depan televisi jika artis kesayangannya diberitakan yang tidak-tidak. Pengarahan atau pengondisian ini lebih dahsyat lagi terjadi pada acara reality show. Tubuh-tubuh perempuan, baik sebagai tubuh fisik maupun tubuh sosial, meluapkan kefemininan yang selama ini terkungkung dalam batas-batas antara pantas dan tidak pantas. Perempuan dalam reality show, mewakili banyak kepentingan. Di sana ada nilai ekonomi dan gerakan sosial. Sebagai gerakan (posfeminisme), perempuan-perempuan itu berupaya menunjukkan keberadaan mereka kepada publik yang selama ini ditutup-tutupi atau ditahan-tahan. Perempuan tidak harus lagi tampil setegas laki-laki, tapi memilih menjadi dirinya sendiri. Kefemininan yang alami, manis, dan ekspresif. Televisi mengambil kesempatan itu untuk memenuhi hasrat perempuan tampil lepas. Sebuah simbiosis mutualisme yang saling menghendaki. „ CATATAN: Beberapa program reality show yang disebutkan di atas sudah berhenti tayang.

MAMANGAN 15

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAEDAH 1432 H

ADAT PERKAWINAN DI MINANGKABAU

Pelaminan dan Antakesuma Suji Oleh H. KAMARDI RAIS DATUK PANJANG SIMULIE DALAM percaturan antara kaum adat, dengan ulama dan cadiak pandai mengenai larangan kawin se-suku, tampaknya pendirian kaum adat tetap bertahan sampai sekarang. Pelanggaran adat kawin se-suku di Minangkabau sedikit sekali terjadi. Sebabnya setiap orang Minang merasa masih tetap berdunsanak (bersaudara) di antara mereka yang se-suku. Boleh kawin se-suku, tapi berlainan mamak. Artinya sako mamak tetap berbeda dengan sako mamak calon istri, tapi nikah-kawin antarsuku bangsa, seperti suku Jawa, Sunda, Bugis, Aceh, bahkan orang asing pun sudah banyak terjadi kini di Minangkabau. Nikah-Kawin Sebelum nikah kawin dilaksanakan, didahului oleh beberapa kegiatan berupa sudi jo siasek (selidik dan siasat), budi dirangkakkan, akal dijalankan, pengenalan dan kesepakatan. Tujuannya untuk mencari kata sepakat, tanda bertemu ruas dengan buku. Begitu juga dalam pelaksanaannya. Bila calon

mempelai berasal dari nagari yang berbeda, sehingga harus dirundingkan lebih dahulu tatacara pelaksanaan mengenai adat-istiadat yang berlainan. Kata sepakat harus didapat dari kata adat lain padang lain belalang, lain lubuak lain ikannyo, lain nagari lain adatnyo. Kegiatan yang mendahului nikah-kawin adalah: 1. Manapiak bandua, yaitu menjumpai keluarga. Pada umumnya keluarga wanita yang datang ke rumah pihak keluarga laki-laki untuk memperkenalkan diri dan menyam-paikan maksud, kiranya kedua keluarga dapat disatukan erat melalui perkawinan anak kemenakan keluarga tersebut. 2. Pinang-meminang, berupa permintaan persetujuan secara resmi atas perkawinan anak kemenakan kedua keluarga. Pinang meminang merupakan wujud bentuk kesopanan yang tinggi. Walaupun yang akan menikah dua orang anak manusia, tapi pada hakikatnya pertautan hubungan antara dua kerabat keluarga, seperti kata

PUSAKO

Ketentuan-ketentuan dari Alam Semesta Diasuh oleh PUTI RENO RAUDHA THAIB Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat KETENTUAN-ketentuan dari alam semesta. Semua fatwa adat berdasarkan ketentuan- ketentuan yang terdapat di dalam alam; bakarano bakajadian.,atau disebut sebagai hukum sebab akibat.Terdiri dari; Hakekat hukum alam; Indak lakang dek paneh,Indak lapuak dek hujan Hakekat adat: Adat dipakai baru, Kain dipakai usang Hakekat dari perubahan: Sakali aie gadang,Sakali tapian barubah Berdasarkan ketentuan-ketentuan dari alam semesta atau hukum alam, maka akan menjadi ketentuan terhadap manusia baik secara umum, maupun khusus manusia Minangkabau secara kelompok/masyarakat maupun secara individu sebagai berikut : 1. Ketentuan-ketentuan alam terhadap manusia : Aie batitisan batuang (alam), Manusia batitisan bana (manusia) Bulek aie dek pambuluah (alam).Bulek kato dek mupakaik (manusia) Cupak sapanjang batuang (alam), A d a t sapanjang jalan (manusia) 2. Ketentuan alam terhadap kelompok manusia (masyarakat) Minangkabau Dibalah-balah dipatigo,Siaruik pambalah rotan Luhak dibagi tigo ,Adat dibagi salapan Nan ampek tabang ka langik, Aso bulan, duo matoari Tigo timua ampek salatan Nan ampek tingga di bumi Rumah gadang, lumbuang bapereang Sawah gadang, banda buatan 3. Perimbangan dan pertentangan Dalam adat: Dibalun sabalun kuku,Dikambang saleba alam Dalam hubungan manusia: Kamanakan manyambah lahie Mamak manyambah batin Anak dipangku, kamanakan dibimbiang Urang kampuang dipatenggangkan Kok tagang bajelo-jelo Kok kandua badantiang-dantiang lamak diawak katuju dek urang 4.Ketentuan Alam Terhadap Masyarakat dan keseimbangan antara masyarakat dan individu serta hak individu yang otonom : Lamak diawak katuju dek urang. ***

adat, “Nikah dengan si parampuan, kawin dengan niniak mamak”. 3. Anta ameh dan mambuek janji, yaitu kegiatan pertunangan atau timbang tando. Kedua belah pihak mengadakan pertemuan di rumah kerabat perempuan untuk melaksanakan pertukaran tanda perkawinan akan dilangsungkan. Biasanya berupa cincin emas, sehingga disebut “tukar cincin”. Apabila seseorang telah memakai cincin tersebut, berarti dia sudah ada yang punya, dan tidak boleh diganggu lagi. 4. Nikah-kawin, yaitu pelaksanaan perkawinan secara adat dan agama Islam. Kedua belah pihak menyelenggarakan acara helat sesuai kemampuan dan kesepakatan. Pelaksanaan upacara adat sejak “manapiak bandua” (menepuk bandul) sampai “timbang tando” dilaksanakan atas persetujuan dan dihadiri ninik mamak. Sedangkan penyelenggaraan akadnikah dilakukan oleh bapaknya menurut ketentuan ajaran agama. Sesuai kata adat: Pulang ka bako rumah Bapak Di parak tumbuah capo, Utang adat dijunjuang Mamak Utang syarak baban Ibu-Bapo Syarat-syarat administrasi dan pencatatan nikah dilakukan menurut ketentuan undangundang perkawinan. Dengan demikian, perkawinan di Minangkabau dilaksanakan menurut adat, syarak dan undang atau peraturan. 5. Japuik-anta (jeput-antar), yaitu menjemput marapulai (mempelai) oleh keluarga wanita ke rumah kerabat laki-laki. Menjemput mempelai ini biasanya membawa persyaratan yang telah disepakati sebelumnya. 6. Menjalang, manjanguak kandang (melihat kedu-dukan) yaitu pihak keluarga laki-laki datang ke rumah keluarga perempuan melihat keadaan kemenakan mereka.

Upacara Adat (Helat Nikah) Pelaksanaan upacara adat tidak selamanya dalam bentuk dan ruang lingkup yang sama. Secara umum upacara adat diselengga-rakan sesuai kemampuan penyelenggara. Apabila si penyelanggara orang berada dan dari keturunan penghulu pucuk atau raja, maka dilaksanakan upacara secara besar dan biaya banyak. Tapi kalau tidak sanggup dilaksanakan secara sederhana saja. Ada empat macam tata cara adat dalam pesta pernikahan: 1. Baciluikkan aia, yaitu melaksanakan doa atau upacara secara kecil-kecilan yang terdiri dari anggota keluarga serumah atau tetangga dekat bersama seorang Malin (ulama) untuk membaca doa, lalu acara selesai. 2. Pangkeh pucuak atau pangkas pucuk, yaitu memotong seekor kambing untuk perjamuan. Helat atau upacara ini sudah mengundang orang sekaum dan sekampung dan karib baid. 3. Kabuang batang atau penggal pohon, yaitu melaksanakan upacara yang sudah agak besar dengan memotong sapi. Upacara yang menengah. Undangan yang hadir sudah banyak dengan mengundang ke nagari atau luhak lain, handai tolan, orang terkemuka, dan lain-lain. 4. Lambang urek (lembang urat atau bongkar akar), yaitu pelaksanakan helat atau upacara yang paling meriah dengan menyembelih seekor kerbau. Balambang urek ini dilakukan untuk upacara Batagak gala penghulu, atau pernikahan putri bangsawan, orang berpangkat. Di beberapa daerah helat ini disebut “alek mamacah pinggan” atau “dunia mangirok daun”. Pada masa dulu menjemput anak engku Demang, Komis, Klerk, Nagari hoofd, Penghulu Pucuk dan lain-lain. Pada setiap tingkat upacara tersebut menampilkan kesenian seperti, gendang dan

TUANGAN LIMBAGO

PAKET TOYOTA

"OKTOBER CERIA" MILIKI Xenia DP 9jt-an, SEGERA Angsuran 3Jt-an MOBIL sudah termasuk angsuran 1, all risk, subsidi rate 2,15jt DAIHATSU Asuransi Bonus Kaca Film, Console Box dan aksesories lainnya ANDA

Iklan Baris Rp. 20.000,- / terbit

PUSAT GIPSUM

Sekarang paket air bersih ada pilihan

Rangka Metal, Aksesoris, Lis Profil Gipsum Melayani Siap Pasang dalam dan luar kota

Rp.9 Jt

Rp.6 Jt

Syarat ketentuan berlaku

AYO BURUAN!!!

Kalau bisa pakai PVC, Ngapain pakai besi Atau Rp. 1,5 Jt per batang (Pipa Gyp)

Hub : CV. BUDDY SUMUR BOR Komp. Gando Permata Cendana Mata Air Blok F No. 04 Padang (Depan Lapangan Voly) Gando Permata Telp. (0751) 765601 HP. (0751) 8212111, HP. 081266015111

PAKAIAN adat perkawinan di Minangkabau ARTIKEL merupakan bagian dari tulisan yang dimuat pada buku “Mesin Ketik Tua (Paparan, Ulasan, dan Komentar Wartawan Tua) karya H. Kamardi Rais Datuk Panjang Simulie yang diterbitkan Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau (PPIM) pada 2005 yang dieditori Nasrul Azwar. Tulisan-tulisan yang dihadirkan, masih aktual dan relevan dengan kondisi kekinian. H. Kamardi Rais Datuk Panjang Simulie lahir di Payakumbuh 12 Maret 1933 meninggal di RS Selasih Padang, Sabtu, 25 Oktober 2008, pukul 22.20 WIB setelah menjalani perawatan karena berbagai penyakit yang diderita. Pada akhirnya hayatnya ia masih mengemban sebagai Pucuk Pimpinan LKAAM Sumatera Barat.

DP. 18.793.000 DP. 20.816.000 DP. 22.308.000 DP. 29.462.000 DP. 23.187.000 DP. 17.800.000

secara moril kerana sebuah putusan dalam sebuah perundingan adat, sementara kita tidak terlibat dalam perundingan tersebut. Lebih celaka lagi bila yang tidak diajak dalam perundingan tersebut adalah seorang niniak mamak, sudah tentu sang mamak tersebut merasa diraok kain basah, menerima putusan yang sudah jadi. Bila sudah diraok kain basah, setiap orang pasti akan jadi gelagapan karena dapat beban begitu saja. Jika hal ini tidak hati-hati dala menyikapinya maka dapat merusak hubungan silaturahmi antar sesama, menimbulkan perasaan kurang enak, merasa dilecehkan, tidak dihargai lagi oleh kaum dan kerabat maupun sanak dan famili. Lalu berbagai perasaan itu menggelayut dalam hati, apalagi hidup sedang melarat pula, maka lengkaplah sudah

Pasang Iklan Anda disini ... KOMPLEK BANDARA TABING, JL. HAMKA PADANG Telp. (0751) 4488700 - 703, Fax. (0751) 4488704 Email Divisi Iklan : iklan_haluan@yahoo.com

rasa yang dialami. Diraok kain basah merupakan sebuah nilai kearifan lokal milik wangsa Minangkabau yang menjelaskan bagaimana pentingnya memelihara kebersamaan dalam masyarakat, saling menghargai tanpa memandang status dalam sebuah perundingan, semuanya dilibatkan. Diraok kain basah merupakan azas kehati-hatian dalam menjaga tali hubungan kekerabatan dalam satu kaum. Menjadi tali asih antara Mamak dan Kemenakan, Ipa dengan Bisan, para Alim Ulama dan Cadiak Pandai serta Bundo Kanduang dengan paruiknya dalam sebuah kebersamaan. Diraok kain basah menjadi lambang untuk sebuah ukhuwah, mengembangkan prilaku yang sesuai menurut yang sudah digariskan adat. Wallahualambisawab. „

Elang Perkasa Motor Discount s/d 30jt, DP ringan/bunga 3,99% Pick Up Karimun Splash APV

DP 2,5jt-an DP 6jt-an DP 6jt-an DP 7jt-an

Swift SX4 Vitara

DP 8jt-an DP 9jt-an DP 18jt-an

Proses cepat, data bisa dijemput menerima tukar tambah

Padang

RIZALUL FIQRI,S.Psi

ANGS 3.733.000 ANGS 4.146.000 ANGS 4.458.000 ANGS 5.907.000 ANGS 4.642.000 ANGS 4.600.000

081363001111

BONUS KARPET DASAR & SARUNG JOK

Hubungi

ALJUFRI

081374991979 / 0751 7855179

791

= KOMPUTER

= PROPERTI

= OTOMOTIF

= ELEKTRONIK

= ALAT KOMUNIKASI

Pasang Iklan Anda disini ...

= FASHION

KOMPLEK BANDARA TABING, JL. HAMKA PADANG Telp. (0751) 4488700 - 703, Fax. (0751) 4488704 Email Divisi Iklan : iklan_haluan@yahoo.com

= BIRO JASA = RUPA RUPA

FVZ 285PS

= INFO BISNIS

CV. BUDDY SUMUR BOR Rp.13 Jt

AVANZA E AVANZA G AVANZA S INOVA YARIS HILUX PU

PIN BB : 32E4252D

082173140240 / 0751 - 9846138

Sebaliknya jika sebuah tindakan dijalankan tanpa musyawarah sudah tentu akan menjadi beban tersendiri. Demikianlah cara pandang wangsa Minangkabau dalam menghadapi berbagai masalah dalam ragam kehidupan untuk membangun rasa kebersamaan. Sikap saling menghargai mendahulukan kepentingan umum, bijak dan hati-hati dalam tindakan demi tercapainya keselarasan dan keharmonisan hidup. Namun demikian sebuah idealisasi tak selalu sama dengan realisasi ada saja persoalan dan sengkarut yang kadangkala kehadirannya tidak diduga. Kadangkala berbagai problema muncul begitu saja tanpa dikehendaki kehadirannya, diraok kain basah menggambarkan sebuah keadaan yang dapat menimpa siapa saja, terimbas masalah dan terbebani

Otomotif

Smart

ASTRA INTERNASIONAL-DAIHATSU

Smart

nan tingga untuak urang pandai Banyak siriah di balai Sado iko nan masuak di carano Banyak ilmu dek urang pandai Sado iko dapek de ambo. *(habis)

Lah Diraok Kain Basah didalam kaum di Minangkabau muaranya tetap pada sebuah perundingan, katakanlah dalam prosesi adat istiadat, misalnya baralek, turun mandi, upacara kematian dan lain sebagainya, pelaksanaan acara tersebut tak boleh luput dari perundingan. Dalam hal ini sampai- sampai tercipta sebuah anekdot, bahwa orang Minangkabau akan berunding terlebih dahulu, sebelum melakukan tindakan pertolongan saat menyaksikan seseorang yang sedang mengalami kecelakaan. Mengutamakan kebersamaan, hati-hati dalam setiap tindakan agar tidak ada pihakpihak yang dirugikan atau tidak ada perasaan yang terlukai karena satu hal adalah inti dari sebuah musyawarah. Setelah semua dimufakati dengan baik, maka berbagai resiko yang terjadi akan menjadi beban bersama.

BAGI masyarakat komunal seperti Minangkabau setiap menghadapi suatu persoalan dalam kaum atau akan memutuskan sebuah perundingan, jamak dilakukan melalui musyawarah dan mufakat. Setiap Musyawarah dan mufakat yang dilaksanakan melibatkan seluruh anggota kaum, dan karib kerabat. Sekecil apapun masalah atau kejadian yang dibahas

Rp. 20.000,- / terbit

FERRY - ASTRA

Pelaminan dan Antakesuma Suji Perlengkapan pesta pernikahan (alek kawin) yang utama adalah pelaminan. Dulu, belum dibedakan antara kamar penganten dengan pelaminan, antara keduanya setali. Lamin arti sebenarnya adalah tempat duduk raja, sekarang digunakan sebagai tempat duduk kedua penganten. Mempelai merupakan raja sehari, maka ia didudukkan di singasana yang disebut pelaminan. Menurut aturan adat lama, yang boleh memakai pelaminan adalah adat alek kabuang batang dan lambang urek saja. Tapi sekarang aturan tersebut sudah dilanggar orang. Baralek menyembelih seekor kambing pun, bahkan membeli bantai (daging) di pasar orang sudah memakai pelaminan. Siapa pun boleh memakai pelaminan, tapi terasa agak janggal bila tidak tepat pemakaiannya. Pelaminan dengan antakesuma sujinya indah dipandang mata. Antakesuma disulam dengan aneka benang emas dan perak. Suji adalah sulam, bordir (embroidery). Pelaminan sarat dengan sulam berwarna-warni, merah nyala, kuning emas, warna perak, hitam berselang-seling. Di dalam ragam hias itu ada lambang-lambang yang disebut kaluak paku (relung pakis), pucuak rabuang (pucuk rebung), itiak pulang petang (itik pulang petang), bada mudiak (ikan bada mudik), dan lain-lain. Ada tirai, langitlangit, daredeng (ondas), dan lain-lain, tempat duduk penganten (mempelai dan anak dara) dapat oleh bantal seraga (surago) yang oleh kebanyakan orang disebut sebagai banta gadang. Urang Padang mahanyi banang Dikumpa-kumpa dilipek Dilipek patah tigo

Rundiang amuah dirantang panjang Elok dikumpa naknyo singkek Singkek sado kapaguno Tambilang di tapi tabek Tasanda di batang sungkai Alah dibilang sado nan dapek

Oleh: SYUHENDRI DT. SIRI MARAJO

Iklan Baris

Hub :

talempong, musik gambus, saluang, rabab, dan gamat.

KEHILANGAN

Produksi, Distributor, Papan Gipsum Jl. Andalas No.7 ptk 1 Simp. Haru Padang Telp. (0751) 38573 / 38555 Jl. By Pass Baru Km.9,5 No.2 Padang Telp. (0751) 495411 / 495412 Jl. By Pass Baru Km.11 Balai Baru Padang Telp. (0751) 497403 / 497406

DIKONTRAKAN RUMAH Jl. Gajah Mada Gunung Tandikat No.2 Seberang jalan RS. Ibnu Sina, lengkap dengan perabot rumah tangga, cocok untuk rumah dinas, fasilitas : kamar 3, air PDAM, listrik 2200 Watt, garasi. Tanpa perantara, berminat hubungi : (0751) 7051362, 081365319990.

Star

Dent

Removal

Mengembalikan Penyok (Pentok) Tanpa Proses Pengecatan dlm Waktu Singkat Mobil Anda Akan Kembali Mulus HANYA

15 MENIT SAJA

Joko (Jo) 0821 7457 1144 Jl. Ujung GurunNo. 147 Padang

Menerima : Salon Mobil Interior Eksterior Menghilangkan Baret Baret Halus CP : Remon : 081374962345, (0751) 9815553 Jl. Ujung Gurun No. 147

Sekarang Anda Sudah

Bisa Memasang Iklan di Counter Kami di

GRAND MALL IKLAN BARIS, REGULER, PAKET, DLL

STNK BA.2780.OW An. Ni Ketut Dewi Hanawat i. Hilang di sekitar Bukit Gombak Batusangkar. Bagi yang menemukan harap lapor ke pos polisi terdekat.

KEHILANGAN

STNK Sepeda Motor BA 4144 BP An. Zunir, Alamat Komp. Lbk. Gading Permai I Blok J No. 24 PDG Hilang Antara Lbk. Gading Permai-Lbk Buaya. Yang menemukan mohon lapor ke pos polisi terdekat.

GRAND TOURING

16 SENI PUISI IRMADANI FITRI

Hujan Panas

Langit memang makin cerah pada pagi, juga siang jelang sore kota ini serupa kampung halaman nan dirindu tertahan dalam diri serupa panas hari ini yang mengandung butir-butir hujan membasah di ujung mata kau bernama rindu jadi matahari di siang ini yang esok mungkin masih kembali dengan panas yang sama juga bulir-bulir hujan yang disimpannya. Kubangtungkek, 7 Mei 2011

Langit Makin Cerah di Kota yang Makin Tak Asing Lagi Orang-orang terlalu lama menunggu kabar kepulangan tak hanya sebatas rindu yang tenggelam di lubuk hati para penunggu langit makin cerah, dan aku masih mendekam di kota yang mulai tak asing ini nun jauh di kotaku mata ibu memanggil kepulangan yang lama tak tersentuh waktu Payakumbuh, 7 Mei 2011

Tergantung Waktu Sampaikan pada waktu, tentang arus hidup yang kadang menderas juga tersendat pada seonggok batu, atau apa yang disebut ragu sampaikan pula pada detik yang berlalu, bahwa ada yang menetas juga tergilas tiap beranjak detak waktu, serupa menyusuri pelik pilu Entah mengapa kian kugantung pada waktu, hari-hari kian melaju arahku searah sungai menemu muara, ke laut menemu samudera ke langit menemu cahaya, ke matahari menemu air mata, lalu rindu diam-diam bergentayangan layaknya penunggu yang setia Rintik hujan pun tak kalah merdu, mengiringi langkah yang membasah hingga gigil waktu membiru di tubuhku, dan tak lagi kumaknai jerit langit di mana kugantung waktu, tempat kutulisi mimpi sejak serupa bayi merah ia bersama waktu, ke samudera, ke langit bagai cahaya tanpa air mata. Simpagempat, 17 Mei 2011

Datang untuk Pergi Lagi Hidup bagai kereta api, katamu terbata bagai deru mesin kereta melesat-lesat suaramu ditelingaku, antara kuturuti rel ini atau mencari jalur lain dalam pergi tiba-tiba aku datang pada suatu masa di stasiun yang belum waktunya aku turun tak tau kereta berikut tiba jam berapa, ini kedatanganku untuk pergi lagi, katamu hidup bagai kereta api cerita-cerita melaju dalam waktu, datang dan pergi. Melaway, 14 Mei 2011

Hujan Sore Tadi Merekam Percakapan Kami Via Telepon Genggam Di seberang, suara lembut ibu menggetarkan rinduku sore tadi hujan merinai, angin semilir ke ulu hatiku kudengar kicau Televisi juga erangan seorang adik yang sedang sakit gigi kabarnya di sana hujan sudah reda dari tadi sementara di sini hujan merekam percakapan kami ibu menanya “kapan pulang” dan kujawab “belum tau, bu” biar ku tunggu hujan reda dulu kuraba lekuk senyum ibu. Di seberang, telepon genggam berpindah ke tangan ayah langit kian kelam, kudengar suara berat menyimpan lelah kembali nyaring kicau Televisi dan lagi di sini hujan merekam percakapan kami “kapan pulang” “belum pasti, yah” hanya saja hujan belum reda kulihat wajah ayah cerah jelang senja. Begitulah, hujan sore tadi merekam percakapan sembari meneteskan kerinduan. 24/04/2011

Berjauhan Itu Agak Menyedihkan ; Alzakiyan jarak telah mencatat sesuatu bahwa kini, berjauhan agak menorehkan kesedihan mungkin karna senyum-senyum tak terbias di depan mata juga suara-suara manja tak memantul di telinga ini memang agak menyedihkan namun, jauh tetap saja jauh sedangkan jarak tak dapat kuukur dengan segera hanya saja waktu, ‘kan menanam bahagia di sela tawa perjumpaan Padang, 11 Mei 2011

Aku Rindu Melukis aku rindu melukis tapi aku tak punya alat untuk melukis nanti jika aku sudah punya alatnya, akan kulukis apa saja sampai semua alat lukisku tak bisa dipakai lagi untuk melukis aku sangat ingin melukis melukis apa saja, melukis senyum di wajahmu, melukis bunga di hatimu, melukis cahaya di hidupmu melukis jingga di senjamu nanti jika aku sudah punya alatnya bersiaplah melihat hasil lukisanku nanti, jika hidupmu sudah tak lagi berwarna Lintangselatan, 24 Jan 2011

IRMADANI FITRI, Mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unand 2007.

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

CERPEN

Kandang Bapak

Oleh DODI PRANANDA

S

AYA tidak pernah tahu, sejak kapan bapak saya hobi mengoleksi kelinci. Bila bertanya pada ibu soal itu, ibu selalu menutup mulut. Hanya diusia tujuh tahun dulu, ibu pernah bercerita bahwa bapak saya sangat menyukai kelinci. Dan setelah itu, saya tidak lagi pernah mendapat cerita tentang kenapa bapak saya begitu menyayangi kelinci. Bila malam datang dan saya mesti makan malam dengan bapak dan ibu, saya mendadak malas. Saya ingin berdiam di dalam kamar. Membiarkan diri saya sendiri. Membiarkan saya sendiri menelan sepi. Tapi, ada desakan untuk mesti bertemu keduanya; ibu dan bapak. Bilamana saya harus mengurung diri di dalam kamar, saya jadi tak tega bila melihat ibu saya bersedih, ditusuk batinnya oleh bapak saya. Bagai bukan diri saya yang asli yang menggerakkan tubuh saya, saya sampai di depan meja makan. Diri saya yang asli jauh lebih ingin membiarkan saya terlelap hingga pagi tanpa harus menikmati makan malam mengenyangkan dengan tekanan batin. Sebenarnya, ada rasa lebih ingin dalam saban harinya, tidak ada malam. Karena bagi saya malam adalah saatnya pesta kesedihan dimulai. Dan malam menjadi penanda dimulainya permainan hati ibu yang dicabik-cabik oleh bapak saya. Pun karena saya mesti harus duduk di depannya. Menatap wajah bapak yang membuat hati saya merasa dicabikkan. Sebagai seorang anak, saya justru tak tega melihat wajah dan raut sedih ibu saya bila bapak tak pernah membuat ia bahagia. Saya justru lebih acap mendapati ibu bersedih di kamarnya, ketimbang melihat ia tersenyum. Mendapati ibu duduk menyudut di kamar, di atas ranjangnya sambil berkata,”Ibu yakin, Bapak masih sayang sama Ibu...,” katanya sambil terisak. Saya tak pernah percaya kalimat itu. Dalam hidup saya, tidak ada kamus sayang. Yang ada hanya kamus pengkhianatan. Kamus bahwa sayang atau cinta adalah kamuflase yang hanya diucapkan pada saat-saat meluluhkan hati lawan jenis. Atau, bila ada maksud tertentu. Sayang atau cinta dalam hidup saya hanya kalimat-kalimat para lelaki pecundang. Itulah yang menyebabkan saya hingga diusia sembilan belas tahun tidak pernah merasa bagaimana rasanya jatuh cinta. Tidak pernah merasa tertarik pada lawan jenis saya. Karena yang saya tahu, lelaki adalah bapak saya yang lebih mencintai kelinci di kandangnya ketimbang ibu saya. Ibu saya yang semakin menua. Dan dibiarkan sendiri di kamarnya. Sendiri. Dengan bayangan masa-masa ketika bapak saya memasangkan cincin di jari manisnya. Saya merasa jijik dengan bapak. Terlebih bila saya menemukan bekas gigitan kelinci di sekitar mulutnya. Ada bekas gigitan kelinci yang membekas di sekitar mulutnya. Membuat saya yakin, baru saja bapak bermain dengan kelincinya. Setelah itu saya akan sadar, bapak baru saja kembali dari kandang. Bermain dengan kelinci-kelinci peliharaannya. Kelinci-kelinci yang sengaja ia kandangkan di sebuah kandang yang besarnya justru lebih besar dari kamar pengantin ia dulu bersama ibu. Ketika dulu kandang itu dibuat, kata ibu ia pernah protes. “Kenapa kandang kelinci jauh lebih besar daripada kamar kita?”

Ibu saya protes pada bapak. Tapi bapak saya tidak pernah memberikan alasan. Malahan bapak dengan sangar akan memarahi ibu. Ada bentakan. Suara dengan nada yang meninggi. Ada suara pintu yang dibanting keras dari dalam. Maka disaat-saat itulah, saya yang masih berusia hitungan minggu mengoek keras. Minta ditetekan oleh ibu. “Sana, tetekin anakmu,” Bapak memerintah Ibu. Pun pada akhirnya kandang itu tetap dibuat. Tepat di bagian belakang rumah kami. Sebuah tempat yang disambungkan ke bagian paling ujung rumah kami. Justru lebih mirip kamar, ketimbang disebut sebagai kandang. Menatap bapak dengan wajah rakus duduk bersama ibu, membuat saya semakin mual. Bapak menyambut saya diantara makanan malam yang ramai memenuhi meja makan. Ada ucapan selamat malam yang ia lesahkan dari mulutnya. Tapi tidak ada saya balas dengan ucapan selamat malam dari mulut saya. Terlebih bila saya telah merasa ia bukan lagi bapak saya. Ia juga bukan lelaki yang telah membuahkan janin dalam rahim ibu saya. Ia bukan bapak saya. Sungguh. Bukan lelaki yang pernah mengawini ibu saya. Dan bukan lelaki yang telah memberi nama saya Kinantan. Ia juga bukan lelaki yang pernah mengantar saya ke sekolah disaat saya masih taman kanak-kanak. Atau lelaki yang masih setia mengantar dan menjemput saya hingga kelas satu sekolah dasar. Karena ia adalah lelaki yang telah berselingkuh dengan kelinci-kelinci di kandangnya. Bila telah duduk di meja makan, saya lebih suka mengunci mulut rapat. Bapak akan menatap saya sinis. Lalu ia berbalas tatap dengan ibu. Seperti menanyakan apakah saya dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan, hingga nasi di piring bapak tandas, saya masih diam. Mengunci mulut. Rapat-rapat. Kepala tertunduk dan mengacak-acak nasi dengan sendok dan garpu. Saya paham bagaimana menjadi seorang ibu. Seorang ibu yang merasa tersiksa dengan suami seperti bapak saya. Bilamana ibu kesepian, bapak tidak pernah mau tahu. Ia lebih senang tidur di kandang belakang. Kandang dimana bapak saya bisa berpesta ria dengan kelincikelincinya. Semenjak kandang itu ada di belakang rumah, saya tidak pernah menginjakkan kaki saya ke sana. Saya hanya mendapat cerita dari ibu, bila mata ibu saya berkaca-kaca setelah ia kembali dari belakang. “Kinantan…,” Ibu menyebut nama saya sambil meraih bahu saya. Didekapnya saya ke

tubuhnya. Lalu ibu saya menangis di pundak saya. Saya biarkan Ibu menjatuhkan airmatanya yang hangat di pundak saya. Tanpa perlu ibu bercerita kepada saya, bahwa ia baru saja mendengar suara-suara manja para kelinci peliharaan ayah dari kamar belakang. Saya sudah bisa menebaknya. Mereka dengan suara manja itu. Desah itu, yang kesudahannya menjatuhkan airmata ibu saya… Tapi, saya benar-benar telah jijik pada bapak saya. Sehingga saya, sungguh merasa haram bila saya menginjakkan kaki saya di bagian belakang rumah. Dan saya tidak pernah menganggap ada kehadiran bapak di rumah ini yang muncul di setiap makan malam. Selebihnya, bapak hanya menghabiskan hariharinya di kandang bersama kelinci-kelinci. *** Setiap hari, saya selalu mengkhayal, seperti apa kehidupan di kandang bapak? Ingin pula saya bertemu dengan kelinci-kelinci bapak dan bila saya mengamuk melihat kelinci-kelinci itu, saya akan mencekik lehernya. Menghabisinya di depan bapak. Memperlihatkan bagaimana rasanya disakiti secara fisik. Meski sebenarnya disakiti secara batin jauh lebih pedih dan perih ketimbang disakiti secara fisik. Tapi, bila saya menyebut kata bapak, saya mendadak jadi muak. Mual dan berusaha melupakan kata-kata itu. Pun bila di kampus, bilamana ada blanko-blanko pengisian yang mengharuskan saya mengisi nama orangtua laki-laki, saya memilih mengosongkannya. Dan bahkan terkadang saya memberi garis kecil seperti tanda kurang di bagian sana. Sehingga memperjelas bahwa saya sungguh tidak punya bapak. Betapa kejadian di rumah, kejadian tentang kandang bapak itu telah membuat saya merasa saat ini saya hanya memiliki ibu. Ibu. Hanya ibu. Saya masih ingat. Malam itu, saya mesti makan malam bersama bapak dan ibu. Saya gontai menuju meja makan karena harus bertemu dengan lelaki itu. Nasi untuk saya sudah disiapkan ibu di atas meja. Saya menarik sandaran kursi dan membiarkan tubuh saya duduk dengan lemas di kursi itu. Lelaki itu memandang saya. Sebagaimana biasa, ingin bertanya ia. Tapi hanya diam karena merasa enggan untuk berucap. Lalu yang ada hanya saling tatap. Hingga makan malam usai meski tak sesuap pun nasi saya sendokkan ke mulut. Lewat pukul sebelas, saya bangun. Saya bermimpi ibu saya digigit ribuan kelinci. Kelinci-kelinci itu dengan rakus menjilati tubuh ibu saya. Menghabiskan daging tubuh ibu saya. Lalu saya terjaga dengan napas memburu.

Keringat yang membasahi tubuh saya. Mendadak saya jadi ingat kelinci-kelinci bapak. Saya langkahkan kaki saya menuju dapur. Betapa saya sadar, saat ini bukan diri saya yang menggerakan tubuh saya. Ada kekuatan lain yang membuat saya ingin segera menuju dapur. Mencari botol minyak tanah. Mencari nencis. Lalu ingin membakar kandang bapak dan kelinci-kelincinya. Dengan cepat, saya temukan botol minyak tanah di sudut dapur. Nencis tergeletak di dekat kompor. Kali ini saya membuka knop pintu yang membatasi dapur dan bagian paling belakang dari rumah saya. Di sanalah kandang bapak. Kandang yang sebentar lagi yang akan bersisa abu dan rangka tubuh lelaki itu bersama kelinci-kelincinya. Lantai terasa begitu dingin. Knop pintu saya putar ke kiri dan tidak saya biarkan berbunyi. Botol minyak tanah di sebelah kanan dan nencis di sebelah kiri. Menuju kesana, lantai sungguh terasa semakin dingin. Kandang itu terasa semakin dekat. Ada cahaya yang keluar dari dalam ruang itu karena pintu yang sedikit menganga. Ada celah yang mencipratkan cahaya dari sana. Saya semakin gugup. Tergugu. Benar-benar tidak ingin meneruskan langkah saya ketika saya mendengar suara lain darisana. Suara para kelinci yang manja dengan bapak saya. Ada desah. Ada suara keras bapak saya yang tengah bermain dengan kelincinya. Suara itu… Botol minyak tanah itu jatuh dari tangan saya. Nencis itu terhempas keras. Menyatu dengan minyak tanah yang tumpah ruah. Api mulai menjilati kandang biadap itu. „ Depok, 10 Juli 2011

TENTANG DODI PRANANDA LAHIR di Padang, Sumatra Barat. Menulis cerpen, puisi, dan artikel yang dimuat di berbagai media seperti Padang Ekspres, Singgalang, Haluan, Jurnal Bogor, Majalah Story, Majalah Aneka Yess dan sejumlah media lain terbitan Jakarta. Cerpennya Perempuan Simpang masuk dalam Antologi ‘Sehadapan’ (Rayakultura Press, 2010) Antologi Peraih Anugerah Lipe Ice Selsun Golden Award 2010, Antologi Misteri Tas Merah Jambu (Kompas Gramedia, 2010) dan Negeri Kesuda (Kedai Kopi Publishing, Antologi Pemenang Lomba Cerpen IAIN Imam Bonjol Se-Indonesia, 2010). Sedang menempuh studi di Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia.

17 PANGGUNG

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

KOLABORASI MUSIK DAN TARI DALAM “LEGARAN DEMOKRATIK”

Mempertahankan atau Mendobrak Konvensi

Oleh: EDIWAR CHANIAGO Pengamat Seni dan Budaya, Dosen Karawitan ISI Padang Panjang

ALDI PUDENG

KOLABORASI musik dan tari, antara komposer dengan koreagrafer, yang dipentaskan di Gedung Pertunjukan Hurijah Adam ISI Padang Panjang, dengan judul “Legaran Demokratik”. ANGGUNG Gedung Pertunjukan Hurijah Adam Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang pada awalnya hanya terletak beberapa peralatan berupa mesin jahit sebanyak tiga buah, satu buah alat tenun yang biasa digunakan oleh orang Pandai Sikek untuk merangkai benangbenang tenun untuk dijadikan kain songket Minangkabau. Namun ketika pertunjukan bermula, layar pun terangkat perlahan. Cahaya lampu redup berwarna merah menyinari panggung: telihat beberapa orang penari sedang mengambil posisi duduk di atas panggung. Pada bahagian sebelah kanan dan kiri depan duduk masing-masing satu orang penari wanita berkostum putih di atas mesin jahit. Pada bahagian kanan belakang duduk pula satu orang penari juga berpakaian putih di atas mesin tenun tradisional, dan dikelilingi oleh pemain laki-laki berpakaian hitam. Sedangkan pada bahagian kiri belakang berdiri satu orang penari di atas mesin jahit. Tidak lama kemudian suara dendang (music vokal) mengalun oleh penari yang sedang memainkan mesin tenun. Ia berdendang (bernyanyi) sambil menggerakan mesin tenun tradisional itu. Sementara yang lainnya diam dan kaku saja. Tidak lama kemudian, masuk laki-laki sambil menarik kain panjang berwarna kuning. Mereka membentuk lingkaran, sehingga penari terlihat berada dalam lingkaran yang dibatasi oleh kain kuning itu. Dalam posisi demikian, suara hep.. tah..tih.. dan disambut dengan tepuk tangan dan tepuk galembong menjadi satu kesatuan pertanda ciri dalam pertunjukan randai. Mereka menyatukan bunyi tepuk tangan, tepuk paha, tepuk galembong dan suara heapp..tah….tih… menjadi satu komposisi musik yang menarik. Posisi melingkar pemain memperkuat unsur-unsur randai itu. Sementara, dua penari berbaju putih duduk di atas mesin jahit tersenyum simpul. Kemudian empat penari yang dalam lingkaran pemain lakilaki bergerak dengan agresif

P

dan kadang-kadang tak menentu. Karya “Legaran Demokratis” merupakan suatu bentuk karya yang bersumberkan dari hasil pengembangan permainan randai tradisional Minangkabau. Di samping itu pengkarya melakukan penggarapan dengan cara bentuk-bentuk lain dalam tatanan kekinian. Bagian di atas menggambarkan kegalauan kehidupan manusia masa kini, baik pengaruh ekonomi, politik, pengaruh teknologi, sosial dan budaya. Selain itu, pada masa kini rasa kebersamaan, kegotong royongan, tolong menolong mulai memudar. Keprihatinan ini banyak dihadapi oleh berbagai pihak. Pada bahagian kedua menggambarkan suatu keadaan kehidupan manusia berusaha bersemangat, tidak putus asa dengan keadaan yang semakin tidak menentu. Spirit untuk menuju kepada yang lebih baik dan kedamaian diperlukan oleh setiap insan. Dalam hal ini lebih ditujukan kepada generasi muda. Jiwa muda yang telah memberikan inspirasi dan dorongan kuat bagi perubahan. Artinya, bagian kedua menggambarkan suasana memberikan spirit kepada manusia untuk peduli akan kehidupan yang lebih baik. Bahagian ini dimulai oleh nyanyian dayang daini yang dipimpin oleh seorang pemain dan diulang secara bersamasama oleh pemain laki-laki. Sementara empat orang penari melakukan gerakan pencak dan berlari keluar panggung. Kemudian disambung oleh tiga orang penari yang bergerak di atas mesin jahit dan mesin tersebut didorong oleh pemain yang lainnya. Dorongan mesin jahit itu berkeliling di atas panggung. Disini effek bunyi dari roda mesin jahit merupakan efek bunyi yang menjadi bahagian dari kolaborasi antara tari dan musik. Tidak lama kemudian, para penari mengambil posisi duduk di atas mesin jahit sambil bergerak yang menyimbolkan perempuan Minangkabau dalam bercengkerama mengisi waktu senggangnya dengan mencari “kutu”, menyisir

rambut, menjalin rambut. Perempuan lain ada pula yang menjahit kain sambil berdendang simarantang. Mereka seakan menghadapi kehidupan yang damai. Bagian ketiga adalah menggambarkan capaian tekat manusia dalam menuju kebersamaan, kegotongngroyongan dalam menempuh kehidupan menuju lebih baik. Manusia memerlukan saling memberi dan menerima. Nilai kebersamaan merupakan nilai luhur yang harus ada dalam setiap masyarakat, sebagaimana nyanyian barek samo dipikua, ringan samo dojinjiang. Secara bergantian semua pemain melakukan gerakan sambil tepuk tangan, tepuk paha, dan membentuk posisi tiga kelompok melingkar dan melakukan gerakan dengan pola yang berbeda, yaitu satu kelompok memainkan tapuak tingkah tangan dan hentakan kaki, kelompok kedua memainkan gerakan gelombng randai, dan kelompok ketiga bergerak sambil berdendang. Kemudian mereka bersatu membentuk lingkaran randai. Kepiawaian memainkan tepuk galembong, tepuk tangan, tepuk paha dan bertingkah dengan suara hep…tah …tih…memberikan kekuatan tersendiri pada karya Legaran Demokatis ini yang berangkat dari randai itu. Kedinamisan pola garapan karya ini memberikan makna tersendiri bagi pengembangan kebudayaan randai yang ditransformasikan menjadi karya baru yang penuh energik. Gerak lincah dan cepat memerlukan kemampuan teknik yang luar biasa. Mereka serempak. Bersatu dalam kebersamaan. Pada bahagian-bahagian tertentu karya ini juga memperlihatkan hentakan-hentakan kaki ke lantai menjadi musik yang saling bertingkah. Hentakan kaki memberikan efek musikal yang penting dalam karya ini. Properti yang Akrab M. Arif Anas sepertinya tidak hanya menggunakan alat musik yang biasanya berlaku. Akan tetapi ia juga menggunakan peralatan lain seperti sepeda. Sebuah sepeda yang jari-jarinya diselipkan balon, sehingga menghasilkan bunyi

memasuki panggung dari arah kiri. Bunyi tersebut berpadu dengan bunyi mesin jahit yang diputar pemainnya, sekali-kali diikuti oleh bunyi sentakan botol aqua yang ditempelkan ke roda jari-jari mesin sehingga menderu. Kemudian beberapa orang pemain memasuki panggung dengan membawa alat penyedot debu vacuum cleaner. Alat ini difungsikan sebagaimana mestinya, akan tetapi penggarap mengambil efeek bunyi vacuum cleaner itu yang dipadu dengan bunyi alunan saluang. Kolaburasi aspek bunyi yang tidak biasa sebagai musik itu juga ditingkah dengan bunyi tepuk galembongan suara hep… tah… tih. Ternyata kolabuasi bunyi ini menghasilkan sebuah komposisi musih yang indah juga. Dalam kondisi permainan bunyi itu, empat orang penari perempuan kembali memasuki panggung. Mereka bergerak dengan kemampuan teknik yang tinggi, melompat, berlari, meliuk dan bersalto tidak luput dalam karya ini. Garis-garis gerak penarinya yang jelas, tegas dan kuat serta permainan properti kain sarung menambah kekuatan karya Legaran Demokratik ini. Selanjutnya sekelompok pemain laki-laki melantunkan kata “oyak-oyak hosen kalio bantai”, sambil mengangkat tangan yang memegang sebuah alat pemukul kasur. Disini muncul semangat kebersamaan. Mereka bersatu dan terkungkung dalam satu helai kain hitam. Dalam ruang yang terbatas, pemain masih bisa bergerak dan bersorak. Kemudian penari perempuan juga membentuk legaran mengilingi pemain lakilaki itu. Mereka membentangkan kain sarung dan menyatukan sudut kain, sehingga legaran penari perempuan itu juga mengelilingi pemain laki-laki. Disini menggambarkan spirit kebersamaan dalam satu lingkaran kehidupan yang harus dipertahankan sepanjang masa. Kemudian lama-kelamaan kain hitam yang berada pada pemain laki-laki itu ditarik oleh pemain lainnya sehingga membentuk lingkaran besar. Posisi penari perempuan berada dalam lingkaran besar itu. Kemudian alunan saluang Mak Lenggang membawa suasana kedamaian. Dendang Simpang Balai memperkuat kolaborasi musik dan tari ini. Para pemain seakan diikat dalam kesatuan lingkaran itu. Ia bagaikan cerminan dalam kebersamaan. Kain disimbolkan sebagai tali pengikat batin warganya tetap membangun kebersamaan dan sifat kegotongroyongan. Tidak bercerai berai dalam situasi yang tak menentu. Mempertahankan atau Mendobrak Konvensi Randai sebagaimana pandangan umum memiliki ciriciri utamanya adalah dalam posisi melingkar. Di dalamnya ada cerita yang disampaikann dalam bentuk dialog dan pelakonan. Ada juga gurindam yang dinyanyikan. Tapi dalam karya

“Legaran Demokratik” terjadi pendobrakan konvensi-konvensi randai itu sendiri. Bongkar pasang pola randai itu sangat terlihat. Saat tertentu pemain membentuk lingkaran, tepuk tangan, tepuk galembong dan sebagainya, dan saat tertentu konvensi randai ia lepaskan. Walaupun demikian, M. Arif Anas dan Syahril Alek sebagai penggarap penuh tenggang rasa menjaga etika, estetika lokal yang dipersembahkan. Di dalamnya ada harmoni, ada ketegangan, gebrakan, cumbuan, alunan kontras dan sebagainya. Artinya, walaupun pada era berkecamuknya kontak budaya, namun Minangkabau tetap diikat oleh falsafahfalsafah kebudayaannya. Mereka bebas berekspresi namun tetap dalam lingkaran hidup budaya alam Minangkabau. Itulah pesan tersirat dalam karya ini. “Legaran Demokratik” mampu juga merangkum berbagai pola gerak tari dan pencak sebagai upaya memberi keseimbangan antara misteri tradisi Minang dan pembaharuan. Gerak tari, musik, silat, busana dan bunyi bagaikan kebebasan yang terkungkung. Hasil lebih dari uji kemampuan penggarapan, bukan sekedar tempelantempelan bunyi dan gerak, akan tetapi enak didengar dan dipandang (ditonton). Walaupun demikian, pada babak terakhir karya “Legaran Demokratik” sangat kental dengan pesan-pesan kebudayaan. Lingkaran besar dengan semua pemain laki-laki memegang kain hitam panjang sebagai simbol kebersamaan, dan memiliki batas-batas tertentu dalam menerima berbagai pengaruh budaya luar. Namun, yang merisihkan adalah gerakan-gerakan kaum hawa dan berkolaburasi dengan nyanyian (dendang) yang seakan tidak mencerminkan kehalusan jiwa pada bahagian ini. Penari perempuan yang berada dalam lingkaran melakukan gerakan yang sulit dicerna pesan yang diberikan. Ia berontak. Kaki mengacung tinggi ke atas dan kepala ke bawah. Manggalentang, melompat, merayap dan sebagainya Apakah penggarap lebih mengutamakan teknik saja, atau memang menggambarkan kegelisahan warga Minang pada masa kini. Tapi sepertinya demikian, penari itu menyadari diri dalam ratapannya. Mereka berjalan bagaikan kembali pada fitrahnya sebagai perempuan. Kemudian melakukan gerakan serempak bersatu dengan bunyi musik sebagai kesadaran akan kebebasan dalam kebersamaan. Penari perempuan yang berada dalam lingkaran saling berpegang tangan dalam ikatan kain sarung. Demikian juga pemain laki-laki yang diikat oleh kain hitam bergerak melingkar berlawanan antara penari perempuan dan lingkaran luar. Disinilah puncak demokratis yang mencerminkan perbedaan dalam kebersamaan. Semoga selamat dan sukses pada Festival Kesenian Indonesia di ISI Surakarta. „

ALEK PACU JAWI

Antara Tradisi dan Kepentingan Wisata KABUPATEN Tanah Datar menyimpan sangat banyak atraksi budaya yang unik, langka dan menarik yang tidak dimiliki oleh semua daerah di Sumatera Barat. Salah satu di antaranya adalah lek tradisi Pacu Jawi yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat dan telah merambah ke dunia internasional. Alek Pacu Jawi sangat kental nuansa adat budayanya karena acara ini disusun melalui rapat-rapat di tingkat nagari oleh tokoh-tokoh masyarakat dengan prosesi adat. Mulai dari penentuan lokasi alek, baik itu sawah tempat pacuan, tempat mandi jawi, galanggang, tempat main laying-layang, areal parkir kendaraan hingga jadwal kegiatan dan peserta pacuan dibicarakan dalam rapat nagari. Bahkan untuk mengundang peserta Pacu Jawi juga dilakukan secara adat dengan siriah pinang. Alek Pacu Jawi di Tanah Datar pada awalnya lahir di Nagari Tuo Pariangan sejak ratusan tahun yang lalu sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas telah selesainya masa panen dan sekaligus sebagai ajang hiburan sambil menunggu masa tanam selanjutnya. Di samping itu juga menjadi wahana untuk mencari bibit jawi-jawi unggul yang sehat dan kuat. Kemudian dari Nagari Tuo inilah Pacu Jawi berkembang di Kecamatan Pariangan dan tiga kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Lima Kaum, Rambatan dan Sungai Tarab. Pada empat kecamatan tersebut Pacu Jawi tidak berkembang pada seluruh nagarinya. Hingga saat ini nilai-nilai tadisional alek Pacu Jawi masih terpelihara dengan baik di Tanah Datar, hal itu terlihat dari prosesi adat yang tetap terlaksana dengan baik. Misalnya pada acara penutupan ada sumbangan talam/dulang dari masyarakat yang berisikan penganan spesifik local, seperti pinyaram, kambang loyang, kue bolu cetak, batiah, agaragar, lapek dan sebagainya. Pada acara penutupan juga dilakukan pidato pasambahan sambia tagak oleh para pemuka masyarakat serta penampilan tari-tarian dan musik talempong pacik. Sementara itu beberapa ekor jawi juga dihias dengan pernak-pernik pakaian yang kemudian diperlombakan. Di galanggang tempat orang ramai berkumpul juga terlihat kedai-kedai nasi dengan makanan spesifik gulai kambing dan kopi daun (kawa) dengan gelas tempurung. Juga ada permainan buayan kaliang yang sangat diminati oleh anak-anak serta lomba layang-layang pada sisi lainnya. Penampilan tradisi yang asli inilah yang menarik bagi wisatawan mancanegara dan domestic sehingga banyak mereka yang ingin mencoba makanan spesifik serta ikut menari dan bermain musik. Uniknya lagi dalam alek Pacu Jawi ini yang dinilai bukanlah jawi yang berlari paling kencang, tetapi yang berlari paling lurus dan konsisten. Jawi itulah jawi yang sehat dan kuat sehingga harganya bisa menjadi dua kali lipat. Kemudian pada setiap iven biasanya ada 500 hingga 700 ekor jawi yang ikut berpacu. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Budparpora) senantiasa memfasilitasi pelaksanaan alek Pacu Jawi yang dilakukan masyarakat. Sejak dua tahun yang lalu iven ini telah mendunia dan ditunggu-tunggu oleh wisatawan. Awalnya pada 30 September 2009 diadakan Lomba Foto Pacu Jawi tingkat Internasional yang diikuti oleh 125 orang fotografer dari tujuh Negara, yaitu Malaysia, Singapore, Thailand, Hongkong, Taiwan, Filipina dan Indonesia. Sejak saat itu ribuan buah foto Pacu Jawi dapat diakses di internet dan telah empat kali menjuarai lomba foto internasional lainnya, seperti: National Geographic, Garuda Indonesia, Belanda dan Kemenbudpar RI. Kini alek Pacu Jawi di Tanah Datar sangat diminati oleh wisatawan terutama oleh fotografer. Hampir tiap hari telpon masuk yang menanyakan jadwal acara tersebut. Memang alek ini tidak selalu ada sehingga perlu informasi yang akurat karena para fotografer itu dating dari berbagai kota dan Negara, seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Singapore, Malaysia, Hongkong, China, Filipina, Australia dan Eropah. Hampir seluruh stasiun televise juga sudah meliput alek Pacu Jawi secara khusus, termasuk TV3 Malaysia. Adapun yang menarik bagi fotografer itu adalah cipratan lumpur sawah dari jawi yang berlari hingga 80 Km per jam sehingga menghasilkan foto yang unik. Mereka juga tertantang masuk ke sawah, berlumpur dan bahkan hamper terserempet oleh jawi. Katanya lebih fastastik dibanding Karapan Sapi di Madura dan Makepung di Bali, sehingga ada yang mengatakan bahwa belum afdhol seorang fotografer apabila belum meliput Pacu Jawi. Dalam waktu dekat menurut informasi dari Ketua Persatuan Olah Raga Pacu Jawi (PORWI) Tanah Datar ada alek Pacu Jawi di Nagari Tuo Pariangan (sekitar 15 Km dari Batusangkar) pada Sabtu, 15, 22 dan 29 Oktober 2011. Melihat kondisi yang berkembang seperti sekarang ini, maka suatu saat nanti mungkin saja alek Pacu Jawi menjadi ikon pariwisata Sumatera Barat dan bahkan Indonesia. Semoga terwujud hendaknya. „

ALFIAN

ALEK Pacu Jawi yang merupakan tradisi Tanah Datar. Sebelum berpacu, jawi didandan “secantik” mungkin.

18 OTOMOTIF

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

>>>>>>>> TECHNOLGY Honda CR-V dan Freed Dilengkapi GPS MOBIL pintar! Itulah kata-kata terucap ketika mobil yang kita kendarai bisa memberikan sinyal informasi mencari alamat yang dituju. Konsep teknologi baru ini ternyata sudah diterapkan Honda, salah satu produsen mobil mewah di tanah air. Bahkan, PT Honda Prospect Motor (HPM) sudah menawarkan fitur tambahan berupa GPS (Global Positioning System) yang dilengkapi beragam fitur smart di produk terbarunya Honda Freed dan CR-V. Fitur tambahan ini akan memudahkan pengendara mencari jalan alternatif. GPS ini diklaim berbeda dengan GPS standar yang kini banyak beredar di pasar, dan Honda berani membuktikannya melalui sebuah acara bertajuk ‘Cruising in Style with Freed & CR-V’ dengan rute Jakarta – Bandung, Rabu (12/10) dan Bandung – Jakarta (13/10). Tak perlu repot turun dari mobil untuk mencari alamat yang dituju, melalui GPS yang kini terdapat pada Honda Freed dan CR-V, penggunanya cukup mengikuti arah dan suara yang terdengar dari GPS. Hasilnya, sangat akurat, alamat yang dituju bisa ditemukan dalam waktu yang relatif singkat. GPS Honda ini juga sudah dilengkapi dengan bluetooth, sehingga pengendara tidak perlu memegang ponsel saat akan berkomunikasi, baik untuk menghubungi atau menerima sambungan telepon dari teman atau mitra bisnis. Satu lagi yang membedakan GPS ini dengan versi standar, navigasi Honda ini sudah dilengkapi dengan rear camera yang langsung terhububung dengan wireless. Jadi pada saat pengendara akan memarkir kendaraan pada posisi persneling (R) cukup dengan melihat pada layar GPS. “Kelengkapan fitur ini memberikan nilai lebih bagi para konsumen Honda. Terlebih dengan adanya program ‘Saatnya Punya Honda yang kini tengah berlangsung,” ujar Tomoko Uchida President Direktur HPM.Konsumen yang melakukan pembelian melalui program ‘Saatnya Punya Honda’ selain mendapatkan fitur tambahan berupa GPS, juga akan memperoleh kaca film V-KoolProgram ini untuk berlaku secara untuk pembelian Freed dan Honda CR-V 2.0 dan 2.4. (h/vid/dp)

>>>>>>>> KABAR SPARE PART ACTIO 1 DAN DURATION

Baru Muncul, Berani Garansi PERSAINGAN spare part kian ketat dipasaran. Jika promosinya mengatakan tangguh dan lebih bagus itu merupakan hal yang biasa. Tapi yang mampu memberikan garansi, ini sangat sulit mencarinya. Inilah dilakukan spare part berlabel Action 1 dan Duration. Memang belum banyak yang mengenal, maklum masih baru. Tapi, meski baru, sudah berani memberikan garansi! Ragam komponen yang diproduksi oleh PT Topindo Atlas Asia (TAA) yang juga distributor oli TOP 1 di Indonesia ini dijamin satu bulan. Jika barang rusak langsung tukar dengan yang baru! “Kita garansi satu bulan. Bila ada kerusakan, komponen akan langsung diganti dengan yang baru. Misalnya busi, kalau baru satu bulan mati, pasti kita ganti,” buka Krisanto, Supervisor Technical Spare Part PT TAA. Hingga saat ini ragam spare part Action 1 dan Duration sudah cukup lengkap. Mulai dari kampas rem, gear set dan rantai, busi, belt CVT, aki hingga ban. “Duration dan Action 1 punya konsep yang berbeda. Kalau merek Duration untuk komponen yang universal, bisa dipakai semua motor. Tapi untuk Action 1 adalah komponen spesifik,” jelas Krisanto. Lebih jauh, pria yang gemar otak-atik jip ini memberikan contoh untuk Action 1. “Misalnya kampas rem atau belt CVT, tiap motor pasti berbeda bentuk. Untuk yang spesifik seperti ini mereknya akan pakai Action 1,” tutupnya. (h/vid/mp)

BURSA BAN MATIK

Antara Safety dan Lifestyle

PASAR BAN MATIK meningkat sejurus dengan meningkatnya pangsa pasar motor matik di Indonesia. Sedangkan untuk ukuran khusus, misalnya yang lebih kecil atau ban yang lebar, pasarnya lebih sempit. Hanya untuk kalangan hobies atau modifikator. “Untuk ban luar ukuran standar meningkat,” aku Fery dari Cahaya Mandiri Motor, distributor ban luar di daerah Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat. Dodi Yanto, Marketing IRC tidak menampik pertumbuhan pasar ban luar matik makin meningkat. Apalagi IRC yang pernah kerja sama dengan ATPM untuk pengadaan ban luar motor matik, dirasa lebih paham soal pasar ban luar motor. “IRC tidak hanya mengandalkan ATPM, tetapi juga terus mengembangkan ban untuk memenuhi pasar ban luar aftermarket. Sebab meningkatknya kebutuhan ban luar pasti akan menarik pemain lain untuk ikutan memasarkannya. IRC mengambil celah untuk bermain di ban balap dan motorcross, yang belum banyak pemain lain,” yakin Yanto. Selain kualitas, pertimbangan konsumen dipengaruhi pemahaman soal safety dan fashion. Kebutuhan safety lebih banyak dirasakan pengendara yang memang menggunakan motor sehari-hari sebagai sarana transportasi. Sedangkan fashion didukung tampilan patern. Biasanya fashion ini lebih banyak diincar pengendara muda untuk memenuhi kebutuhan lifestyle mereka. (h/mp)

SUZUKI GW250 2012 DIPASTIKAN

Masuk Indonesia Setelah beberapa dekade belakangan pasaran motor dikuasai jenis bebek, sekarang pasaran ‘motor gede’ kembali bergairah. Mengusung model sportbike, motor gede dari berbagai merk berhasil menarik minat masyarakat. Mulai dari keluaran Yamaha seperti V-ixion dan Byson, serta CBR dari Honda serta Kawasaki Ninja, semuanya berhasil mewarnai tunggangan motor di jalanan. Tak ketinggalan, salah satu produsen ternama lainnya yakni Suzuki juga bakal merilis motor gede produk terbarunya yaitu Suzuki GW250 2012. GW250 2012 ini dipastikan akan masuk pasar Indonesia untuk menantang para

kompetitor yang hadir terlebih dahulu seperti Kawasaki Ninja 250R dan Honda CBR 250R. Jika dua seterunya mengusung model sportbike fullfairing maka GW250R mengadopsi model nudebike. Menurut Suzuki, GW250 akan hadir di Indonesia, Eropa dan Afrika Selatan. Dijuluki sebagai baby BKing, akan mendebut China International Motorcycle Trade Exhibition (CIMAMotor) 2011 yang dibuka 13-16 Oktober 2011. GW250 anyar diklaim mengadopsi desain modern, mewah dan gagah. Ditopang mesin baru berpendingin cair twin-cylinder bergetaran halus. Performanya agresif dengan daya tahan mumpuni. Mesin ini juga diklaim ramah lingkungan. Mesin injeksi ini memiliki kapasitas 248 cc. Sepeda motor yang mengusung lampu depan futuristik ini memiliki panjang x lebar x tinggi masing-masing

2,145 x 760 x 1,075 mm. Suzuki GW250 akan diproduksi oleh Changzhou Haojue Suzuki Motor, sebuah perusahaan patungan dari Suzuki dan Dachangjiang. GW250 2012 mulai didistribusikan di China pada 2012 dan bisa dilihat di China International Motorcycle Trade Exhibition 2011 mulai 13-16 Oktober. Dalam beberapa tahun terakhir pasar sepeda motor di China menyerap lebih dari 16 juta unit per tahun. Mayoritas sepeda motor tersebut masih dikuasai kendaraan utilitas (serbaguna), di mana hanya sebagai transpor orang atau barang. Seiring dengan cepatnya pertumbuhan ekonomi di sana, jumlah orang yang mengidamkan berkendara dan memiliki sepeda motor besar. Dengan GW250, Suzuki ingin masuk ke segmen lebih dari sekedar utilitas, yakni lifestyle. GW250 diposisikan sebagai flagship Suzuki di China. (h/dp)

MODIFIKASI YAMAHA XEON 2011 JUARA 1 AUTOMATIC FASHION ADVANCE BALI

Hanya Bermodalkan Stylish Sticker JIKA sebelumnya, modifikasi motor banyak merombak suku cadang dan butuh dana besar, kali ini kami tampilkan hasil modifikasi yang hanya bermodalkan sticker serta beberapa ubahan komponen kecil lainnya. Meski hanya bermain di sticker, tapi tampilan Yamaha Xeon 2011 yang diracik Made Ambhara ini fantastis dan berhasil meraih juara 1 Modifikasi di region 1 yang digelar di Bali. Modifikator senior untuk wilayah Bali dengan cerdik menyasar kelas baru dan terbukti berhasil menjadi juara 1. Menurutnya banyak keuntungan untuk bermain di kelas stiker seperti ini. “Keuntungan pertama biasanya belum banyak yang ikutan karena masih baru tadi, selain itu proses pengerjaanya juga tidak terlalu lama,” kata Ambara. Misalnya saja untuk motor ini dia hanya butuh waktu beberapa minggu saja untuk urusan stikernya. Selain itu jika ikutan kelas ini tidak perlu terlalu banyak rombakan bodi. Karena juri hanya akan fokus menilai stikernya saja. Mulai dari tema, tingkat kesulitan sampai hasil atau finishing.

Tema menjadi unsur kekuatan pada karya bengkel M1 yang berlokasi di Jl. Gunung Muliawan Timu No. 15X, Denpasar ini. “Kami sajikan motif yang memang Yamaha banget, corak ini sudah sejak lama menjadi ciri Yamaha Racing,” lanjut pria bertubuh gemuk ini. Untuk urusan finishing juga sempurna. Seluruh pemasangan sangat rapi. “Selain itu juga memperhatikan komposisi antar warnanya sehingga terlihat harmonis,” tambahnya memberikan tips. Terbukti selain menjadi yang terbaik di kelas stylish sticker, skubek 125cc ini juga menggondol predikat juara 1 di kelas Automatic Fashion Advance. Artinya ada dua piala yang berhasil dibawa pulang. Fashion advance termasuk kelas yang paling ramai peminat. Pasalnya ubahan pada motor tidak terlalu banyak, dan cukup juga dengan mengandalkan produk variasi bolt-on. Pada motor ini, penggantian setang dengan punya Yamaha X1R yang membuatnya harus berlaga di fashion advance. Sebab jika sudah ganti setang atau lampu

maka sudah tidak bisa lagi main di kelas fashion standar meskipun bagian bodi yang lain masih seperti aslinya. “Lagian saat ini di Bali memang modifikasi seperti ini yang banyak peminatnya. Cukup sedikit lakukan ubahan, motor sudah langsung terlihat keren dan maih nyaman untuk dibawa jalan,” cuap Ambhara lagi. Motor ini juga akan terlihat lebih unik dan menarik di malam hari. Apa sebab? “Hal itu karena saya juga sudah bemain lampu di beberapa titik,” ceritanya. Selain lampu depan yang sudah menggunakan projector, di bodi juga ditanam lampu blizt. “Lampu ini akan berkedap-kedip sehingga menarik. Cahayanya juga cukup terang dan tidak menyilaukan kok,” cerita pria ramah ini. (h/mp) DATA MODIFIKASI Ban depan: FDR 90/80-14 Ban belakang: FDR 110/80-14 Sok belakang: YSS Knalpot: Yamaha Byson M1: 0819-9927-1555

MICHELIN 70/90-14 80/90-14 80/80-14 90/80-14 110/80-14

M295Rp M295Rp M295 M295 M45

234.000 252.000 Rp 246.000 Rp 270.000 Rp 358.000

CORSA 70/90-14 80/90-14 70/90-14 80/90-14

S-01 S-01 SS-09T SS-09T

Rp 116.000 Rp 134.000 Rp 116.000 Rp 134.000

70/90-14 Tubeless 80/90-14 Tubeless 70/90-14 Tubeless 80/90-14 Tubeless 80/80-14 Tubeless 90/80-14 Tubeless 100/80-14 Tubeless 110/80-14 Tubeless

SS09T SS09T S-01 S-01 S-33 S-33 S-33 S-33

Rp 145.000 Rp 160.000 Rp 145.000 Rp 180.000 Rp 163.000 Rp 196.000 Rp 239.000 Rp 265.000

SWALLOW 27S-114 S-207 Rp 118.000 300-14 S-207 Rp 148.000 60/90-14 SB-115 Rp 95.000 70/90-14 S-222, SB-115, SC-102A Rp 105.000 80/90-14 S-222, SB-115, SC-102A Rp 127.000 90/80-14 SB-115 Rp 152.000 90/90-14 S-222, SC-102A Rp 152.000 100/80-14 SC-102A Rp 185.000 Tubeless 70/90-14 S-222, SB-115, SC 102A Rp 135.000 80/80-14 SB-108 Rp 157.000 80/90-14 S-222, SB-115, SC-102A Rp 157.000 90/80-14 SB-108, SB-115 Rp 188.000 90/90-14 S-222, SC-102A Rp 188.000 100/70-14 SB-108, 112, 115 Rp 235.000 100/80-14 SB-102A Rp 235.000 110/70-14 SB 112, 115 Rp 265.000 110/80-14 SB-108, SC-102 Rp 265.000 FDR 70/90-14 80/90-14 90/90-14 80/80-14 90/80-14 100/80-14 Tubeless 80/80-14 90/80-14 100/80-14 110/80-14 120/70-14

Flemmo Flemmo Flemmo Genzi Genzi Genzi

Rp 108.500 Rp 127.500 Rp 164.000 Rp 141.500 Rp 170.000 Rp 210.000

Sport XRevo Sport XRevo Sport XRevo SportXRevo SpportXRevo

Rp 170.000 Rp 204.000 Rp 250.000 Rp 275.000 Rp 303.500

COMET 70/90-14 M1 80/90-14 M1 90/90-14 M1 100/70-14 M1 110/70-14 M1 120/70-14 M1

Rp 220.000 Rp 272.000 Rp 324.500 Rp 364.000 Rp 378.000 Rp 387.500

ROSSI 70/90-14 Tubeless 80/90-14 Tubeless

Rp 135.000 Rp 150.000

DUNLOP 70/90-14 TT901 90/90-14 TT-901 80/90-14 TT-901

Rp 104.000 Rp 139.000 Rp 126.000

IRC 70/90-14 NF 69 80/90-14 NR 76 80/90-14 S8 830 90/90-14 SS 530 90/80-14 NR 76A 100/80-14 SB 560 120/80-14 SB 560

Rp 95.000 Rp 108.000 Rp 129.000 Rp 154.000 Rp 144.000 Rp 165.000 Rp 255.000

RUMAH 19

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

Ungkap Pesona dengan Pintu APA yang Anda pertimbangkan ketika mencari desain pintu rumah? Mungkin Anda berpikir fungsional saja. Selain sebagai pembatas keluar masuk orang, pintu harus memenuhi fungsi pengamanan. Kokoh kuat dan tidak mudah dijebol. Tapi selain kedua fungsi itu – sebagai jalan masuk dan security – desain estetika pintu mengemban fungsi yang lain. Pintu adalah petanda cara Anda membangun komunikasi. Pintu yang tertutup menandakan Anda mengambil jarak atau mungkin menolak komunikasi (sementara waktu). Pintu yang terbuka menan-

dakan Anda siap membuka komunikasi, mempersilakan orang masuk dalam ruang Anda, dalam hidup Anda. Tetapi apakah perbedaan pintu terbuka dan tertutup harus se-ekstrem itu? Mungkinkah pintu yang tertutup, tetap dapat mengungkapkan kehangatan Anda? Mengungkapkan kesiapan untuk berkomunikasi? Atau sekaligus keramahtamahan Anda? Yup! Ketika pertanyaan Anda tentang desain pintu sampai sedalam itu, di situlah desain pintu yang “bernyawa” dapat memainkan peran. Desain pintu dapat menjadi ungkapan citra

Anda, atau keluarga Anda. Membawa kepribadian Anda di hadapan para tamu atau sanak saudara. Apakah kesan angker menakutkan penuh wibawa atau kesan eksotik penuh keramahan, tergantung dari desain pintu depan rumah Anda. Ketika seorang berdiri di depan pintu rumah untuk pertama kali, di situ ia menangkap citra Anda, citra keluarga Anda. Karena itu, pintu rumah harus dipilih yang sesuai dengan semangat dan jiwa penghuni. Salah pilih, pesona yang Anda miliki tak lagi mencuat ke permukaan.***

ArahPintuTentukanRezeki

Mengukur Pintu dengan Penggaris Geomancy

MEMBUAT rumah ternyata bukan sekadar membangun secara fisik. Perlu dicerna lebih lanjut, bahwa posisi rumah maupun arah menghadap rumah dalam hal ini pintu rumah sangat berpengaruh bagi kemajuan penghuninya. Menurut hongshui Jawa atau Pakuwon, ada aturan tertentu untuk menentukan arah pintu rumah yang baik. Penentuan arah menghadap rumah, bagi masyarakat Jawa, merupakan hal yang sangat penting dalam membangun suatu rumah sebagai tempat tinggal. Secara garis besar, arah menghadap rumah yaitu menghadap ke utara, timur, selatan, dan arah barat. Seperti halnya bangsa Cina, orang Jawa percaya bahwa arah menghadap rumah memiliki pengaruh atau dapat membawa keberuntungan maupun kesialan dalam hidupnya. Begitupun akan berpengaruh pada keluarganya. Pada jaman dahulu dalam masyarakat Jawa hampir tidak dijumpai rumah menghadap ke barat dan demikian pula halnya yang menghadap ke arah timur. Rumah orang biasa

DALAM ilmu fengshui, pintu merupakan aliran chi yang masuk dan keluar melalui lubang kusen pintu. Pintu utama haruslah lebih besar dibandingkan semua pintu akses di dalam rumah. Artinya, aliran energi alam atau chi yang melalui pintu utama akan menghasilkan keberuntungan besar untuk penghuni rumah tersebut. Namun demikian, keberuntungan setiap rumah dihitung berdasarkan kelahiran penghuni rumah tersebut. Demikian juga ukuran pintu, tinggi dan lebarnya didasarkan kepada penghuni rumah terutama kepala rumah tangga. Penggaris geomancy yang dijual di pasaran saat ini hanya berdasarkan paparan secara global karena tidak didesain untuk kelahiran seseorang berdasarkan tanggal lahir yang akurat. Oleh karena itu, metode penghitungan fengshui yang tepat adalah tinggi dan lebar pintu semestinya dihitung berdasarkan penghuni rumah. Menurut fengshui, hitungan keberuntungan pintu harus dilihat bukan berdasarkan sponeng atau tinggi lebar kusen bagian luar, melainkan berdasarkan tinggi lebar pintu bagian dalam kusen. Perhitungan dengan penggaris atau mistar fengshui untuk rumah tinggal meliputi Harta, Sakit, Pergi, Bakti, Jabatan, Rugi, Bencana alam dan Permodalan. Setiap ukuran mistar tersebut memberikan arti tersendiri dalam kehidupan berkarir dan berumah tangga. Banyak rumah dijual oleh developer terkenal memakai ukuran mistar fengshui yang tepat. Bahkan, banyak pengusaha kaya membeli kavling tanah dan membangun sendiri rumah mereka maupun tempat usaha. Memakai mistar fengshui dilakukan untuk mendapatkan desain rumah maksimal dan komposisi keakuratan penerapan fengshui untuk meningkatkan kejayaan penghuni rumah. Akan tetapi, berdasarkan survey di lapangan, terutama untuk pembangunan rumah murah, desain maupun konsep fengshui jarang sekali diterapkan. Hal ini terjadi karena konsep sederhana terkadang diabaikan karena alasan tertentu.***

(masyarakat umum, bukan bangsawan, red) pada umumnya menghadap ke arah utara atau ke selatan. Sedangkan arah menghadap ke timur khusus dipergunakan untuk keraton. Setiap arah mata angin dipercayai ditunggu oleh dewa, dan oleh karena itu ada makna simbolis tertentu untuk penentuan arah menghadap rumah yang berdasarkan pada empat mata angin. Keempat arah mata angin yang dijaga oleh dewa tersebut adalah; (1) Timur ditunggui oleh Maha Dewa, (2) Barat ditunggui oleh Batara Yamadipati, (3) Utara ditunggui oleh Batara Wisnu, dan (4) Selatan ditunggui Batara Brahma Dalam mitologi Jawa, Batara Yamadipati adalah dewa kematian. Sehingga bagi orang yang mempercayai, arah menghadap ke barat harus dihindari karena secara simbolik berarti sama dengan mengharap kematian. Adapun cara menentukan arah menghadap rumah adalah dengan menjumlah neptu

Menghitung Keberuntungan Pintu Rumah Anda HAL penting dari pembuatan sebuah kusen pintu adalah kesesuaian antara ukuran kusen dan daun pintu yang akan dipasangkan dengan kusen tersebut, baik ukuran lebar maupun tinggi, serta ketebalan pintu tersebut. Ketebalan daun pintu sangat berperan penting untuk membuat alur sponengan pada kusen, sehingga setelah selesai digantungkan pada kusen dan dirapatkan ke

sponengan, daun pintu tidak mumbul dari kusen penggantungnya. Saat ini daun pintu jadian (siap pasang) hasil produksi industri banyak dijual di toko-toko khusus dengan modelmodel desain menarik dan berkualitas. Karena itu, orang sering memilih membeli daun pintu yang sudah jadi daripada memesan pada tukang pembuat kusen. Sayangnya, industri atau pabrik

biasanya tidak ikut memproduksi kusen sehingga kusen harus dipesan tersendiri pada tukangnya. Hal paling ideal adalah memesan secara paket. Biasanya, daun pintu dan kusen dibuat oleh pembuat yang sama. Tujuannya agar bahan kayu untuk pembuatan kusen dan daun pintu berasal dari satu sumber sehingga tekstur dan warna antara daun pintu dan kusen tersebut tidak berbeda jauh.

Juga, untuk menjaga keseragaman kualitas pembuatannya. Dibandingkan dengan pembuatan oleh tukang, produksi pabrik atau industri yang berteknologi tinggi dengan mesinmesin mutakhir jelas lebih menjamin kualitas. Sebagai gambaran, industri atau pabrik umumnya memiliki kamar atau oven pengering (dry-klin) untuk “menguapkan” kandungan air dalam

(hitungan) hari kelahiran dan pasaran orang yang akan membangun rumah. Ketentuannya adalah sebagai berikut : (1) Jika jumlah neptunya 7, 8, 13, 18, arah rumah menghadap ke arah utara atau ke timur, (2) Jika jumlah neptunya 9, 14 arah rumah harus menghadap ke selatan atau ke timur, (3) Jika neptunya 10 arah rumah harus menghadap ke selatan atau barat, (4) Jika jumlah neptunya 11, 15, 16 arah rumah harus menghadap ke barat, dan (5) Jika jumlah neptunya 12, 17 arah rumah harus menghadap ke utara atau ke barat. Neptu hari: Ahad = 5, Senin = 4, Selasa = 3, Rabu = 7. Kamis = 8, Jum’at = 6, Sabtu = 9. Neptu pasaran: Kliwon = 8, Legi = 5, Pahing = 9, Pon = 7. Misalnya Anda lahir pada ahad pahing, maka jumlah neptu menjadi (ahad = 5) + (pahing = 9) = 14. Berdasarkan penghitungan neptu tersebut maka Anda sebaiknya memiliki rumah menghadap arah selatan atau ke timur.***

Konveksi kayu sehingga lenyaplah kelembaban yang paling disukai gerombolan rayap. Itu akan ditambah lagi dengan ruang khusus untuk “menginjeksikan” zat kimia tertentu ke dalam pori-pori kayu guna menambah kekuatan dan keawetan kayu. Cukup melegakan pula bahwa sekarang telah banyak dijual secara eceran berbagai jenis kayu yang telah melalui proses ovenisasi.

. . AAM ALZUNAZ ANUGRAH MANDIRI

Menerima Pesanan Partai Besar & Kecil Tas Seminar Tas Diklat Tas Kongres

Tas Penataran Tas Sekolah Pasang Roda Tas Jemaah Haji

Jln Gajah Mada No. 1 Simpang Olo, Nanggalo Gunung Pangilun - Padang

AKHIRUDDIN HP. 081363433198

PT. ALZUNAZ ANUGRAH MANDIRI Jl. Veteran No. 98 Padang 25115 Telp. 0751 - 811 687 Fax. 0751 - 241 52 e-mail : alzunaz_anugrahmandiri@yahoo.co.id

E .W EAST WEST

COLLEGE

NGGAK LULUS UMPTN !? ANDA NGGAK PERLU PUTUS ASA.. SIAPAPUN ANDA... BELUM BEKERJA...

LET'S GO !!! BERGABUNG DENGAN EWC (East West College) Lembaga Pendidikan Perhotelan di Negeri 9 Malaysia LANGSUNG BEKERJA DI HOTEL BINTANG 5 MALAYSIA

PROGRAM SINGKAT 1-3 bulan tamat langsung bekerja di Hotel Bintang 5 di Malaysia dengan gaji standar Luar Negeri.

Uang kuliah bisa dicicil setelah bekerja. Tunggu apa lagi...

RA !!! DAFTAR SEGE CV. SAROHA ELEKTRONIK Jl. Alai Timur No.77 Ampang Padang Telp : (0751) 40874

Melayan

i

= PENJUALAN = PEMASANGAN = TUKAR TAMBAH = PERBAIKAN = BONGKAR PASANG = SERVIS

AC Kulkas Kipas Angin Dispenser Air Panas Baru & Bekas

Semua

Merk

Servis Resmi Elektroluc Wilayah Sumbar

TK TIARA KACA TOKO CERMIN

MENERIMA PESANAN : BERBAGAI UKURAN KACA ETALASE ROLLING DOOR TANGGA ALUMINIUM FOLDING GATE RAK PIRING KUSEN ALUMINIUM

Jl. A Yani No. 113 Ketaping - Ps. Ibuh Payakumbuh

Contact Person :

Pak Cik : 0812 675 9909 Pak Zul : 0813 7494 5555

PUSAT PENGOBATAN TRADISIONAL INDIA MATA DAN KHUSUS PRIA MELAYANI PRIA DAN WANITA = TANPA OPERASI = Mengobati Berbagai Penyakit Mata - Katarak - Min/Plus - Glukoma - Mata Merah - Berair - Berlemak - Silinder - Dll

Mengobati keluhan khusus Pria - Lemah Syahwat - Impotensi - Ejakulasi Dini - Kurang Gairah - Sperma Encer - Diabetes - Tidak punya keturunan - Ambeien - Asam Urat - Reumatik, Dll

anda tidak perlu cemas atau khawatir dengan ramuan tradisional india tanpa efek samping cukup 1 atau 2 kali pengobatan insyallah anda akan sembuh secara alamiah. kami berikan garansi

Hubungi :

Hubungi :

EAST WEST COLLEGE

Jl. A. Yani No. 134 Bukittinggi (dibawah jembatan Limpapeh) Hp. 081266469636 HARI LIBUR TETAP BUKA

Buka Jam : 08.00 - 20.00

Izin Depkes 11/DKK-yankes/stpt/11/2008

20 AKSEN MITHA THE VIRGIN

Sulit cari Pacar Karna Tomboy

SI tomboi Mitha The Virgin bercerita blak-blakan mengenai cowok idaman yang dicarinya selama ini. Diakui Mitha, status lajang yang masih disandangnya bukan lantaran ia tak ingin membuka hati pada para kaum Adam, namun ia belum menemukan cowok yang cocok dengan dirinya. Sebenarnya nggak sulit untuk menemukan cowok idaman Mitha selama ini karena sosok cowok tesebut selalu berada di dekatnya. Well, siapa lagi kalau bukan Ahmad Dhani? Menurut Mitha, sosok Dhani dianggap nyaris sempurna untuk dijadikan pasangan hidup. “Suka cowok macho, dalam artinya bertanggung jawab dengan keluarga. Jadi contoh misalkan kayak bos RCM (Ahmad Dhani) yang sayang banget sama anak-anaknya, pengin kayak gitu,” ujar Mitha saat ditemui di studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (13/10) malam. Penampilan Mitha yang tomboi ternyata menjadi salah satu alasan mengapa ia belum juga menemukan pendamping hidup. Meskipun mengaku sulit menemukan kekasih, tapi Mitha tak berniat untuk merubah penampilannya yang nyaris mirip cowok tersebut. Gitaris The Virgin ini yakin jika kelak ia akan menemukan cowok yang akan menerima dirinya apa adanya. “Memang jadi sulit banget, ya bagaimana kalau jadi feminim agak kesulitan, tapi aku yakin nantinya pasti ada yang bisa terima apa adanya,” tuturnya. (ccm)

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

CATHY SHARON

Gempa Bali Membuat Cemas GEMPA bumi yang melanda pulau Bali, Kamis (13/10) sekitar pukul 11.16 WITA, rupanya juga membuat cemas selebriti cantik Cathy Sharon. Bukan tanpa alasan, karena ayah Cathy sedang ada di Nusa Dua, Bali saat gempa itu terjadi. “Waktu gempa kemarin aku dapet kabar secepat mungkin. Papa ada di Nusa Dua, untung aja semuanya baik-baik aja dan aman,”

jelasnya. Mantan VJ MTV yang ditemui di kawasan Indochine, FX Mall, Jumat (14/10) juga menambahkan, bahwa dalam gempa yang berkekuatan 6,8 SR itu membuat kondisi kediaman sang Papa berantakan. “Sempet ada yang bilang runtuh, tapi untung gak ada korban,” tutup kakak kandung dari Julie Estelle ini singkat.(kpl)

Charly Berikan Lagu untuk Judika KEPUTUSAN Charly untuk keluar dari ST12 memang sangat mengejutkan dunia musik Indonesia. Judika yang sebulan lalu bertemu dengan Charly pun mengaku kaget. Pasalnya dia sempat bertemu dan ditawari Charly untuk menyanyikan lagu-ciptaanya. “Charly kasih lagu melayu tapi terserah gue bawainnya aja. Lagunya agak-agak Isabela dan kayak Suci Dalam Debu,” paparnya. Lebih lanjut Judika mengaku tak tahu apa alasannya memberikan lagu kepadanya. Yang dia ingat Charly mengatakan bahwa suaranya cocok dengan lagu tersebut. “Ya Charly bilang dia suka sama suara gue. Dan kemarin itu baru coba-coba aja,” tukasnya saat dijumpai di Taman Isamil Marzuki, Jakarta Pusat. (kpl)

UUT PERMATASARI

Waktunya Musik Dangdut Berputar

DITEMUI di sela acara Goyang Penuh Cinta, Uut Permatasari mengungkapkan bahwa dia merasa senang dengan munculnya musik dangdut dan memberikan hiburan bagi masyarakat. Baginya ini merupakan waktunya musik dangdut untuk berotasi kembali di belantika musik Indonesia. “Saya senang sebagai penyanyi dangdut, waktunya berputar dangdut lagi,” paparnya d Studio 3 MNCTV, Jakarta Timur, Kamis (13/10) . Uut menambahkan jika musik dangdut saat ini yang digemari oleh masyarakat adalah musik dan syair yang sederhana. 2 hal inilah yang menurutnya cepat mengena bagi pendengarnya. “Dangdut itu sekarang yang diminati, yang syairnya simple, mudah dicerna anak kecil ibu bapak. Dangdut itu identik ada gendang suling, dimana ketukan koplo, bernyanyi sesuai koridor musik seperti itu,” ujarnya. Banyaknya pendatang baru yang terus berdatangan juga menjadi warna di musik dangdut. “Penuh dengan warna baru, harapan mudah-mudahan dangdut dengan sesuatu yang indah, tanpa ada kutip dua,” tukasnya. (kpl)

I N S P I R A S I 21

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

SKENARIO

Pasar Khusus OLEH: ZUKRI SAAD

SELAKU pemerhati isu pelayanan publik, di banyak forum Uwan selalu mengatakan bahwa mandat pemerintah adalah mandat publik, bukan mandat pemilik modal atau mandat orang asing. Pelayanan efektif-produktif harus mendahulukan kepentingan publik, ketimbang patuh dan tunduk pada selera dan kemauan investor. Pemerintahan kota Padang yang dipimpin Wako dan wawako, mesti mencerminkan pemihakan terhadap warga kota yang memilihnya pada pemilukada. Wako dan Wawako adalah “pemutus kaji” dalam berbagai pertimbangan kepentingan publik, sehingga dialah tumpuan perhatian warga kota, bila ada sengketa. Idealnya, garda terdepan dalam dinamika pelayanan publik, Wako dan jajaran jelas pemihakannya. Celakanya, bila interaksi dinilai tidak memihak publik, dapat saja terjadi ketidakpuasan, ketidakpercayaan dan bermuara pada perlawanan. Baik perlawanan tertutup maupun ditampilkan terbuka. Fenomena terakhir inilah yang mengemuka akhir-akhir ini di Padang Kota Tercinta. Sengketa terbuka terlanjur tampil, yang puncaknya hadir di hari nan fitri. Duh, Uwan sampai merinding melihat water canon beroperasi membubarkan demonstran para pedagang kecil dari pasar Inpres yang mempertahankan aspirasi dan pegangan hidup ekonominya. Dalam terminologi social entrepreneurship, salah satu sifat yang melekat dalam kapasitas dan kapabilitas pribadi kepala daerah adalah kewirausahaan dibidang pelayanan publik (public service entrepreneurship), dimana dia menampilkan berbagai gagasan bernas-kreatif dalam menjawab berbagai tantangan kebutuhan warga kota yang dipimpinnya. Dari sudut ini, warga kota menunggu-nunggu apa langkah cerdas dan bernas dalam mengatasi problema pasar Inpres. Warga Kota menunggu bagaimana jalan keluar dari kemelut di pasar yang menghangat sejak gempa 2009 yang lalu. Untuk itu, sebagai warga kota yang baik, Uwan ingin berpartisipasi membantu pemecahan sebagian masalah yang berujung sengketa itu. Berpartisipasi dengan sekedar langkah-langkah kecil untuk sebuah perjalanan panjang mengelola warga kota yang makin kritis dan kian kritis. Rasanya untuk dinamika pengelolaan kota yang kian kompleks, senantiasa dibutuhkan ayunan langkah-langkah antisipasi yang mendapat dukungan mayoritas publik. Melalui beberapa kolom skenario terakhir, Uwan menawarkan konsep dekonsentrasi pusat kota sebagai jalan keluar mengatasi kemelut dan kesemrawutan pasar Kampuang Jao. Dekonsentrasi dimaksudkan mengatur zonasi aktifitas warga kota dan peruntukannya sehingga tertata efektif. Bila sudah demikian, kita bisalah berbicara tentang efisiensi energi, penghematan fasilitas jalan raya dan tentunya kenyamanan pengguna. Demikian pula, dekonsentrasi merupakan salah satu cara elegan dengan mulai menghadirkan pasar khusus, dimana pedagang dengan usaha sejenis di satukan dan diberikan peluang untuk membangun pasar sendiri. Menyimak tawaran Uwan terdahulu itu, sebagai langkah awal yang taktis kumpulkan pedagang berbasis usaha sejenis untuk membahas aspek dan prospek dekonsentrasi. Bila tersosialisasi dengan efektif, kesamaan minat dapat dilanjutkan dengan perancangan skenario pengembangan lokasi usaha keluar pasar. Bisa memanfaatkan pasar satelit yang sudah ada, dapat pula membangun pasar yang sama sekali baru. Untuk menghindari konflik kepentingan, pembangunan pasar khusus dilakukan oleh pedagang pasar, pemerintah kota tinggal mengatur tata ruang mikro, desain dan detail engineering design serta mengawasi pelaksanaan pembangunan. Pembangun sendiri dilakukan oleh organisasi pedagang pasar satelit (koperasi pasar satelit) atau organisasi pedagang yang akan menjadi aktor utama pengelola pasar khusus (bisa juga disebut Koperasi Pasar yang beridentitas tertentu, katakanlah Kopas elektronik, Kopas bahan bangunan, dll). Sebutlah pedagang bahan bangunan dan peralatan pendukungnya di kawasan Blok A, ditawarkan untuk membagi diri ke tiga lokasi khusus di wilayah pengembangan. Misalnya dengan membuat pasar khusus bahan bangunan di Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Kuranji dan sisanya di pasar Kampuang Jao. Demikian pula pedagang onderdil mobil dan motor di dorong untuk pindah ke pasar khusus di dua wilayah utara dan selatan. Di areal 5 hektar, toko onderdil dan bengkel pelayanan dan pemeliharaan kendaraan bersatu padu. Ini artinya seluruh toko-toko onderdil dan bengkel-bengkel seantero kota tumpah ruah ke sarana itu. Pedagang buah, sayur, pedagang kebutuhan makanan dan harian (consumer goods) disebar ke pasar khusus yang dibangun di tiap kecamatan, dengan outlet yang lebih ramping dibangun di tiap perumahan. Pasar Lubuak Buayo dan Pasar Banda Buek diarahkan untuk menjadi kulakan sayur dan buah dari utara dan timur kota. Dari kedua pasar ini, bahan dagangan segar mengalir ke berbagai outlet. Pedagang grosir (tekstil, pecah belah sampai ikan kering) tentu sudah boleh memulai aktifitasnya dengan membangun pusat aktifitas baru di Aie Pacah, bersebelahan dengan pusat pemerintahan kota yang baru. Kawasan grosir ini dilengkapi dengan pelataran parkir truk bongkar muat dan fasilitas lainnya. Posisinya sangat strategis, ditepi jalan by-pass dua jalur utara ke selatan. Artinya truk hanya sampai fasilitas ini, truk pengangkut barang tidak boleh lagi masuk kota. Pedagang elektronik, seluler, komputer dan fotografi dipusatkan di pasar Ulak Karang dengan membangun pasar ini berlantai 3 berikut shelter di lantai 4 untuk mengantisipasi kemungkinan tsunami. Lantai 1 tetap untuk kebutuhan harian. Maka, bila demikian dapat dilakukan, katakanlah dalam 5 tahun, maka pasar Kampuang Jao akan didominasi oleh pedagang tekstil, pakaian jadi dan jual beli emas saja. Sudah pasti akan leluasa, jalanan akan lega dan tak ada lagi problem parkir. Parkir tersedia di sepanjang jalan utama. Dampak dari dekonsentrasi adalah membagi beban pasar Kampuang Jao, membagi alokasi pusat pertumbuhan ke berbagai wilayah dan tentunya akan sangat meningkatkan efisiensi. Jalanan tidak akan lagi macet karena pusat pertumbuhan ada dimana-mana. Warga kota tak perlu lagi berbelanja ke satu titik aktifitas saja, mereka dapat melakukannya secara efisien karena kebutuhan hariannya ada dekat rumah. Jalanan di pusat kota dapat mulai ditata dengan lebih manusiawi dan berpihak keberlanjutan lingkungan hidup dimana kawasan pedestrian dan ruang terbuka hijau akan mendominasi. Saat itu, berjalan kaki dan bersepeda di siang hari akan menjadi gaya hidup warga kota karena rindang dan pedestriannya luas sekali. Nyaman dan aman. Walikotanya akan diusulkan warga kota menjadi pendekar lingkungan dan kelak terkenal ke seluruh dunia. Waktu itu, dia pasti akan sibuk menerima tamu-tamu yang studi banding dan akan kehabisan waktu melayani undangan ceramah kemanamana. „ Rumah Meranjat - Tabing, 1 Oktober 2011

DAERAH RAWAN BENCANA BERPOTENSI

19 Juta Penduduk Indonesia Gangguan Jiwa

MENURUT Riset Kesehatan Dasar (Roskesdas) tahun 2007, diperkirakan ada 19 juta penderita gangguan jiwa di Indonesia. Satu juta di antaranya mengalami gangguan jiwa berat atau psikosis. Keterbatasan fasilitas dan rendahnya kesadaran masyarakat mengakibatkan lebih dari 19 juta peduduk Indonesia penderita gangguan jiwa dan tidak mendapat akses ke layanan kesehatan yang maksimal. Irmansyah, Direktur Bina Kesehatan Jiwa di Kementerian Kesehatan, Irmansyah, mengatakan rendahnya persentase penderita gangguan jiwa yang mendapat pengobatan ini mengakibatkan tetap adanya perilaku tidak manusiawi seperti, pemasungan. “Dan telah merugikan Indonesia sekitar Rp 20 triliun per tahun,” kata Irmansyah. Irmansyah menjelaskan di Indonesia hanya terdapat 48 Rumah Sakit Jiwa dengan kapasitas 7.700 tempat tidur. Padahal sesuai standar yang dianjurkan World Health Organization (WHO) Indonesia membutuhkan setidaknya 80.000 tempat tidur untuk penderita gangguan jiwa berat. “Dulu sebelum otonomi kita memiliki lumayan banyak rumah sakit jiwa, tapi sekarang banyak daerah yang mengalihfungsikan rumah sakit jiwa menjadi rumah sakit umum. Akibatnya tempat tidur untuk penderita gangguan jiwa pun tergusur,” tambahnya. Irmansyah menilai, Puskesmas yang seharusnya menjadi ujung tombak penanganan kesehatan jiwa masih tidak mampu menangani permasalahan yang ada. “Hanya kurang dari satu persen Puskesmas yang melaporkan kasus gangguan jiwa. Bisa jadi mereka tidak mampu mendeteksi, atau takut melaporkan karena tidak mampu menangani,” ujarnya. Irmansyah mengatakan pemerintah daerah harus lebih peduli dengan membangun lebih banyak rumah sakit jiwa. Sementata itu, ahli kesehatan jiwa Dr. Gregorius Pandu Setiawan, menilai, baik di perkotaan maupun di pedesaan banyak stressor pemicu stres, depresi, anxiety atau kecemasan.

BBC

PASIEN gangguan jiwa yang tidak menunjukkan gejala kambuh disertai tindakan mengamuk dirawat di bangsal terbuka dengan suster untuk menemani ngobrol. “Terutama di kota dan di daerah rawan bencana, postdisaster trauma juga harus diwaspadai,” kata Gregorius Pandu Setiawan. Karenanya pemerintah, lanjut Pandu, sudah harus mulai menganggap serius masalah kesehatan jiwa dan melakukan penanganan jangka panjang. “Jangan seperti pascabanjir Wasior atau tsunami Mentawai, penanganan kejiwaan hanya diberikan setelah bencana, sekarang tidak ada tindak lanjutnya,” tutupnya. Sementara itu, data mengejutkan diungkapkan Dr Natalingrum dari Direktorat Bina Kesehatan Jiwa Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Ia mengatakan, satu dari lima orang di Jawa Barat mengalami gangguan jiwa. Data tersebut diungkapkan Natalingrum pada acara Pertemuan Peningkatan Peran Media Massa tentang Kesehatan Jiwa di Hotel Grand Seriti Hegarmanah, Kamis lalu. “Jawa Barat menjadi provinsi dengan penderita gangguan jiwa tertinggi di Indonesia. Bahkan, angka rataratanya mencapai 20 persen atau lebih tinggi dari rata-rata nasional,” ujar Natalingrum. Angka rata-rata nasional sendiri hanya 11,6 persen. Ini berarti 1 dari 5 orang di Jawa Barat mengalami gangguan kesehatan jiwa. Namun, Natalingrum buru-

buru menegaskan bahwa gangguan jiwa ini tidak bisa lantas diartikan sebagai gangguan jiwa berat atau gila. Sebab, depresi, stres, dan cemas juga termasuk kategori gangguan kesehatan jiwa. “Mereka yang mengalami gangguan jiwa ini berusia 17 tahun ke atas. Rata-rata mengalami depresi, cemas, dan stres karena berbagai hal. Yang mengalami gangguan jiwa berat tidak banyak,” ujarnya. Natalingrum mengatakan, ada beragam faktor yang menjadi penyebab gangguan jiwa, antara lain faktor ekonomi, pekerjaan, sosial, hingga gangguan kesehatan jiwa yang dipicu karena penyalahgunaan narkoba. “Namun, ada juga yang dipicu faktor genetik. Tapi penyebab terakhir ini hanya bisa terjadi bila faktor gennya mengalami gangguan jiwa berat,” ujarnya. Selain itu, gangguan jiwa juga bisa dipicu dari gangguan kesehatan fisik, seperti sakit yang tak kunjung sembuh hingga menjadi beban pikiran si penderita yang berujung pada gangguan kesehatan jiwa. Ia juga mengatakan, gangguan jiwa memang tidak secara langsung menyebabkan kematian, namun bisa menjadi kronis hingga ada yang memilih mengakhiri hidup. “Mereka yang mengalami gangguan jiwa akan menjadi tidak produktif, menjadi beban bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya. Ironisnya, gangguan kese-

hatan jiwa banyak dialami oleh masyarakat ekonomi lemah. Dengan alasan tidak ada biaya untuk berobat, banyak masyarakat yang lalu memasung anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Untuk menekan angka gangguan kesehatan jiwa ini, kata Natalingrum, puskesmas di Indonesia kini harus siap untuk menangani kesehatan jiwa. Saat ini, dari 9.000-an puskesmas, baru 700 puskesmas sudah melayani pasien kesehatan jiwa. UU Kejiwaan Anggota Komisi IX DPR RI Nova Riyanti Yusuf mendorong agar Indonesia memiliki undang undang tentang kesehatan jiwa sehingga ada jaminan hukum terhadap orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) serta hak-haknya bisa lebih terlindungi. “Prevalensi ODMK terutama di kota besar cukup tinggi dan penanganannnya tidak hanya melalui Kementerian Kesehatan,” kata Nova Riyanti Yusuf di Jakarta. Pencegahan dan penanganan terhadap ODMK itu harus ditangani secara menyeluruh yakni lintas kementerian dan lintas bidang, tidak hanya pada Kementerian Kesehatan. “Regulasi soal kesehatan jiwa yang hanya beberapa pasal dalam UU Kesehatan belum cukup, apalagi peraturan pemerintah yang mengatur lebih teknis hingga saat ini belum juga terbit,” katanya.

Bangladesh yang relatif lebih terbelakang, menurut dia, sudah memiliki UU tentang Kesehatan Jiwa sejak tahun 2005, menyusul terjadinya bencana alam tsunami pada 26 Desember 2004 yang bersamaan dengan terjadinya bencana serupa di Aceh dan Sumatra Utara. “Indonesia yang korbannya lebih banyak, tapi sampai saat ini belum memiliki UU tentang Kesehatan Jiwa secara khusus,” katanya. Nova menjelaskan, dirinya sudah beberapa kali mendesak agar DPR RI segera membahas RUU tentang Kesehatan Jiwa. Menurut dia, naskah akademik dan draftnya sudah selesai tapi DPR belum memasukkannya pada prioritas program legislasi nasional (prolegnas) DPR RI tahun 2011, yang lebih memprioritaskan RUU tentang Keperawatan. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada 2007, prevalensi masalah mental emosional yakni depresi dan ansietas ada sebanyak 11,60 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 24.708.000 jiwa. Kemudian prevalensi gangguan jiwa berat yakni psikosis ada sekitar 0,46 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 1.065.000 juta jiwa. “Data itu adalah hasil riset empat tahun lalu. Pada 2011 ini jumlahnya tentu sudah meningkat,” kata Nova. (h/naz/berbagai sumber)

Matilah Da Tam Lai T

AM Bondek, indak payah mancarinyo di kampuangko doh. Inyo iyo agak Top. Baa kaindak? Di tampek-tampek bakumpua urang, di situ pasti ado inyo. Bujang Lapuak, nan babadan agak pendek, bondek. Ongeh co kacang diauih ciek. Onjak-onjak-i kama pai. Nan paruik tabudua co urang manganduang anam bulan. Sisunguik manggajaba bantuak Pak Raden pilem si Unyil. Tapi, lagaknyo iyo indak tabado. Babaju langan panjang, “rapi” , baun harum baparfum, stelan barasiah taruih, saroman marapulai katurun. Ongehnyo Tam Bondek ko agak lain pulo dan dari nan lain. Inyo suko “Mampa Uda” dirinyo surang. Ka ketek gadang, tuo mudo , inyo manyabuik dirinyo “Da Tam”. Patuik ndak patuik, inyo tatap ingin urang ba Uda ka dirinyo. Alooo lah Da Taaam… “Kok jo Da Tam indak ado nan banamo susah. Da Tam urang hepi. Iduik DaTam samo jo urang seni. Suko ka nan rancak- rancak. Bialah pitih Da Tam abih, asa Da Tam bisa hepi.” Itunyo kecekan dima inyo duduak. Itu identitasnyo. Itu bio datanyo. Apo karajonyo, dima dapek pitihnyo, indak paralu kito bahas. Nan jaleh, Da Tam ko lai baiisi sakuihnyo, bapitih, barasiah pulo panampilannyo. Manga inyo indak babini? Atau kalau alah babini, dima bini jo anaknyo, indak juo paralu kito etong. Anggap sajo inyo “uang aluih.” Nan manjadi carito, adolah kakobehnyo, nan birahi bana ka anak anak gadih rancak. Saketek sajo diagiah galak sengeang dek cewek, amuah tabongka isi dompetnyo. Saktek sajo diagiah galak sengeang dek cewek, amuah luponyo kaki di bawah, kapalo diateh. “Apa ketuju? Ambik saja. Da Tam yang bayir.” Baitu kalau inyo lah dapek galak kamek dek cewek. Kapatangko inyo barkenalan jo si Susi, cewek putiah rancak tukang

Dikarang: BADAWI SUTAN PANGERAN

sales rokok. Da Tam nan salamoko indak parokok, dek dirayu si Susi supayo mambali rokok. Nyo agiah “senyum kamek” ciek…Da Tam lansuang paniang….mandadak lansuang pulo jadi parokok. “Ganteng Da Tam kalau marokok…Cubolah bacamin…Dari salo-salo sunguik Da Tamtu kalua asok. Ondehhhh mabuak awak deknyo,” kecek Susi sambia mambakakan rokok di bibia Da Tam. Rokok nan tabakatu dihiruiknyo dalam dalam jo bapiciang mato. Dek

indak biaso, Da Tam lansuang tasadak batuak maisok rokok tu. “Ko dek rokok urang hebat hebat mah. Bintang pilem. Anggota De Pe Er. Iko rokoknyo,” sambuang Susi manyorongkan tissu paapuih salemo Da Tam nan kalua dek batuak tadi. “Iyooo…Iyoo…gak tasakek di rangkuangan…Barek….” jawek Da Tam maapuih ayia mato. “Heee…Samo DaTam jo Pak Dayat. Kapalo Kantua Bank di Muaro tu….mulonyo batuak juo…bantuak Da Tam…”

“Oh yo? Tapi…iko cocok mah…Mulai kini, iko rokok Da Tam lai…Cuma…harus Susi nan maantakan….Susi nan mayalaikan….” “Beres tu Da Tam….Bara bungkuih dek Da Tam kini…?” tanyo Susi mangijok an sabalah mato. Runtuah iman Da Tam. Cabiak dompet Da Tam. “Kasadanya…Bara ada…Agih Da Tam...Da Tam ambik….Ini…Bayar kontan….” Sakapa wag karateh disalek annyo ka arah dado Susi… Nan Susi ko cadiak. Tangan gata Da Tam disanbuiknyo jo tapuak …Nan kepeang diambiaknyo jo angguak… “Bisuk balik sini lagi ya Yank…Da Tam borong sadanya…Da Tam ambik apa yang ada….asal… Susi yang jual…hehehhh…” Iyo. Bantuak nan dijanjikan tu. Hari Salasa pukua duo. Oto sales baranti mambao rokok salapan p e t i … K a l a u dietong…batangnyo…mungkin labiah duo puluah ribu batang… Pitihnyo…Duo puluah juta….Itu nan harus dibayia Da Tam…kontan… “Kok banyak banar Sussss…? Kadipangakan rokok sebanyak itu tu….Matilah Da Tam…” kecek Da Tam manyeka paluah dingin. “Jan mati dulu Da tam..Tapi janji Da Tam…Susi lah bajanji pulo jo Bos….ado urang tadakek Susi ka mamborong rokok…Kini Susi bautang…rokok salapan peti ko…Baa tu Da Tam…?” baleh Susi bantuak ka manangih. Nan Da tam….mandanga kato “urang tadakek Susi” tadi….indak dapek disabuik lai…Dihabihannyo isi dompet. Di gisiaknyo kartu kredit…Dibukaknyo jam tangan jo cincin…dijuanyo HP…Barasiah tajua duopuluah juta… “Matilah Da Tam lai…habihanlah pitih Da Tam…Asa Susi iyo lai sabana sayang ka Da Tam….” Iko kecek batin Da Tam, persis katiko oto nan mambao rokok tadi pai lucuik mambao Susi…Nan Da Tam… tinggalah jo rokok… salapan peti …di lapau nasi…. „

22 K A M P U S

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

FASILITAS PUSTAKA KAMPUS

KOMENTAR Bersepeda Menjadi Eksotis Yassinta Sari, Jurusan Keperawatan Stikes Mercu Bakti Jaya Padang MENURUT saya mahsiswa yang kuliah menggunakan sepeda patut diacungi jempol. Mereka tidak gengsi memakai sepeda padahal mahasiswa ke kampus membawa kendaraan mewah. Dan ini juga sesuatu yang bagus untuk kesehatan. Patut untuk dibudayakan karena bersepeda itu dapat memacu kerja jantung ke otak dengan baik. Tidak perlu minder jika tiap hari kita harus mengayuh sepeda, karena orang yang bersepeda bukan berarti ketinggalan zaman. Memang di era globalisasi yang penuh dengan kemajuan ini, mobil menjadi idaman dan sepeda motor sudah biasa. Tapi itu bukan berarti harus meninggalkan budaya bersepeda donk, banyak manfaatnya kok, apalagi seorang mahasiswa, lebih terkesan santai, ngak hanya itu proweding untuk mahasiswa yang mendapatkan beasiswa prestasi juga digambarkan seorang mahasiswa yang kuliah dengan bersepeda. Yang paling penting, jika kita bersepeda tidak menggangu jalan yang kita lalui. Cherri Oktariani, Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas MIPA BAGUS juga pakai sepeda ke kampus, soalnya bisa mengurangi global warming sekaligus untuk olahraga ,biar sehat dan hemat uang bensin, tapi tidak enak juga jika bersepeda pada siang hari ketika cuacanya panas. Malah mandi keringat saat sampai di kampus. Liza Febriani, Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi, UNP MENURUT saya mahasiswa yang memakai sepeda ke kampus itu sanggat bagus, banyak sekali manfaatnya, bisa untuk olahraga dan menghemat biaya juga mengurangi polusi udara. Pokoknya sangat baguss deh. Walaupun terkadang akan terasa lebih lelah dibanding menggunakan sepeda motor, apalagi bagi yang tinggal sangat jauh dari kampus. Tapi untuk ukuran yang masih tinggal di sekitar kampus tak ada masalah. Nayla Sari, Fakultas Ekonomi UNP MAHASISWA yang bersepeda ketika kuliah merupakan cermin atas perilaku mahasiswa. Apalagi di era globalisasi sekarang, dimana semuanya berbau modern dan ingin berlomba- lomba untuk memilih segala yang lagi ngetrenz. Misallnya, kebanyakan mahasiswa ingin duduk dimobil mewah dalam perjalanan kuliyah. Sedangkana motor dikalangan dewasa ini sudah dianggap biasa aja, baik itu dikalangan elit bahkan dari golongan bawah. Ngak perlu gengsi kok sobat semua. Jika kita harus kuliyah dengan bersepeda, selaen ngak perlu binggung mikirin bensin, juga bisa dijadikan sarana berolahraga yang dapat memperlancar peredaran darah, jauh dari polusi selain itu dapat mengatasi macet . Nola, Jurusan Elektronika Industri Fakultas Teknik Unand Boleh- boleh saja selagi ia senang untuk bersepeda apa salahnya. Bersepeda juga bisa mengurangi polusi dan juga bisa menjaga kesehatan, dan membantu peredaran juga lancar. Back to natural aja. Bersepeda memang asyik, apalagi di pagi hari, kita dapat menghirup udara seger langsung, lain halnya jika kita naik mobil yang dikelilingi ase .Akan tetapi semuanya tergantung yang mengendarai sepeda ,,apalagi Kota Padang kalo udah tengah hari cuacanya panas banget, ampe gosong rasanya jika didalam ruangan. Apalagi ketika berada dibawah terik matahari. harus mengayuh sepeda dengan keringat yang bercucuran, emmzzz ngak banget deh, hebat banget loh gue bangga jika sobat semua ada yang besepeda ketika kuliah. Dapat dijadi’in sarana olahraga, serta dapat mempelancar peredaran darah, dapet ngurangi polusi udara, ngak perlu pusing jika terjadi macet ynag berkepanjangan. Apalagi kita anak kos- kosan, selaen bisa irit juga ngak binggung cari tempat- tempat jualan bensin. (Laporan Aidina Fitri)

Hari Begini, Masih Manual…

TEKNOLOGI telah berkembang pesat. Zaman telah dijital. Tetapi sebagian pustaka-pustaka di kampus-kampus perguruan tinggi di Sumatera Barat, masih manual. Pinjam buku masih pakai stempel. Mahasiswa selalu akrab dengan tugas kuliah. Dan tugas kuliah itu sering menumpuk. Tugas sebuah mata kuliah, misalnya, akah jauh beda dengan tugas saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas dulunya. Perbedaan ini dapat dilihat dalam sistematisasi dan struktur penulisan tugas itu sendiri. Paling tidak, untuk penulisan tugas di Perguruan Tinggi harus ketat dengan pola penulisan karya ilmiah. Dan ini mesti dipatuhi. Seorang dosen yang memberikan tugas kepada mahasiswa, terkait mata kuliah yang dipegangnya, setiap tugas mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa, akan mengacu pada penulisan ilmiah. Karena dalam kaidah penulisan karya ilmiah, tabu dengan unsur subjektivitas, yang lebih ditonjolkan objektivitas terhadap persoalan. Agar terhindar dari subjektivitas itu, dan karya atau tugas mata kuliah bersifat objektivitas, maka wajib dihadirkan buku referensi atau tulisan atau penelitian yang terkait dengan tugas-tugas itu. Artinya, mahasiswa harus mengetahui buku-buku yang ditulis para pakar yang berkompeten dan

terkait dengan tema tugas yang diberikan sang dosen. Maka, untuk itu pula, Haluan Kampus menelusuri bagaimana keberadaan pustaka, fasilitas internet, dan lain sebagainya untuk mendukung kebutuhan kelancaran mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas mata kuliahnya di pelbagai kampus di Padang. Herawati, mahasiswa Universitas Negeri Padang, mengatakan, perpustakaan seharusnya mempunyai koleksi buku yang lengkap. Selain itu, perpustakaan hari ini seharusnya sudah lebih maju dibandingkan perpustkaan tempo dulu. Jika dulu menggunakan sistem manual. Mahasiswa harus mencari berdasarkan rak buku dan catalog manual. Maka, hari ini seharusnya mahasiswa bisa mencarinya melalui teknologi komputerisasi. “Harusnya, perpustakaan tidak kalah dengan internet. Pustaka di kampus harus berbenah dan menyesuaikan diri dengan zaman. Buku dan koleksinya harus dijitalisasi,” tutur mahasiswi yang akrab dipanggil dengan nama Hera kepada Haluan Kampus, Kamis pekan lalu. Hera menilai, pustaka yang

“Sebab mencari buku di perpustakaan sangat sulit. Apalagi buku yang menjadi referensi utama tidak terdapat di perpustakaan tersebut kampusnya. Berbeda halnya dengan internet. Semua tersedia, tinggal kita saja yang harus memilahmilahnya,” ujar Sartika Sarfi sambil membuka laptopnya. Ia menjelaskan, hanya menuliskan judul pembahasan tugas di mesin pencari Paman Google, maka dalam waktu yang realtif singkat data yang diinginkan akan langsung muncul. Kebanyakan data yang diinginkan tersebut muncul berupa blog ataupun file PDF (Portable Document Format ). “Walaupun demikian data yang diinginkan tersebut sudah muncul berikut dengan referensi yang dipakainya,” ungkap mahasiswi yang sedang magang di RS M Djamil Padang ini. Tika yang juga alumni MAN 2 Padang ini mengatakan, tidak hanya blog atau PDF yang muncul. Jika memang buku yang diinginkan, maka buku tersebut pun juga bisa di download atau unduh. “Buku cetak memang lebih bagus dibandingkan data dari internet yang belum tentu benar. Untuk menanggulangi itu, seharusnya fasilitas mudah, praktis dan cepat bisa digunakan di perpustakaan kampus,” katanya. Sepakat dengan hal itu. Mahasiswi IAIN Imam Bonjol Padang, Nur Aini mengatakan, perpustakaan memang seharusnya sudah menggunakan sistem

yang sangat canggih. “Jika perlu, mahasiswa hanya menuliskan judul buku lalu buku tersebut akan keluar dalam waktu yang cepat.” Tapi, perpustakaan di kampus hari ini belum berkembang begitu pesat. Sistem yang digunakan perpustakaan hari ini pun masih terbilang manual. Mahasiswa masih meminjam buku dengan menggunakan kartu dan stempel sebagai bukti peminjaman. Teknologi yang sudah berkembang saat ini seharusnya bisa difungsikan untuk mempermudah kegiatan manusia. Maka perpustakaan ideal akan tetap menjadi sesuatu yang relatif seiring dengan perkembangan teknologi dan zaman. Tapi, tidak semua tugas kuliah bisa dicari di internet. Novia Amirah Azmi memilahmilah tugas yang akan dicarinya di internet. Dalam mencari tugas kuliah yang bersifat umum, mahasiswi Siskom Unand ini lebih menggunakan internet. Tapi, jika tugas agama yang dicarinya, mahasiswi yang juga kuliah semester satu di IAIN Imam Bonjol ini lebih memilih pustaka. “Sebab, data untuk tugas agama lebih sakral. Dan bisa salah jalan jika salah memperoleh data yang begitu banyak di internet,” terangnya. Kendati fasilitas pustaka di kampus demikian canggih dan komputerisasi, tetap saja berpulang ke mahasiswa itu sendiri. Apakah mereka melek baca? Sebagian besar tidak…(Laporan Aidina Fitra)

Bersepeda ke Kampus, Why Not? Desi Susanti,

mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Andalas

PADA prinsipnya kampus adalah tujuan utama yang dituju mahasiswa. Terkadang semua itu tergantung juga dengan transportasi yang digunakan. Kebanyakan saat ini kita lihat para mahasiswa gengsi berangkat kuliahnya jika tidak pakai motor. Di sini saya malas saja melihat teman-teman yang nggak mau berangkat ke kampusnya pakai sepeda. Pada hal mereka punya sepeda, malahan tidak dipakainya, demi menjaga imejnya. Memang sih mengendarai sepeda butuh dan mengeluarkan energi dibandingkan mengendarai motor, cuman tinggal mutarin gas, ya gebut deh. Akan tetapi di balik semua itu, sepeda lebih memberikan manfaat

dibandingkan motor. Memberikan manfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain. Bersepeda itu tidaklah salah karena dengan bersepeda bisa mengurangi polusi dan menyehatkan badan. Memang bersepeda sekarang tidaklah zaman, tapi apa salahnya sebagai generasi muda memberikan contoh kepada yang lebih kecil ataupun yang sudah besar. Dengan bersepeda polusi di kota ini bisa dikurangkan dan menyehatkan badan. Bersepeda sangatlah mudah bisa menghemat biaya untuk ongkos mobil atau membeli minyak sepeda motor. Masalah gengsi adalah hal yang membawa diri kita kepada kitidakmajuan. Pandangan orang terhadap orang yang mengendarai sepeda tak selalu berpandang negatif akan status seseorang tersebut.„

REHAL

Judul : Piramid Penulis : Ismail Kadare Penerjemah : Dwi Pranoto Penerbit : Marjin Kiri Cetakan : I, 2011 Tebal : 216 hlm

ada di kampusnya masih sangat konvesional dan pola pencarian bukunya masih manual. Semestinya semua fasilitas pustaka harus komputerisasi. Tak beda dengan Sandi yang juga mahasiswi UNP ini. Katanya, perpustakaan hari ini harusnya sudah menggunakan sistim online. Memang, saat ini sudah ada yang menggunakannya. Tapi , perpustakaan UNP tersebut belum bisa dikatakan ideal untuk menjawab kebutuhan mahasiswa. “Selain koleksi buku yang banyak. Perpustakaan juga harus didukung dengan fasilitas yang lain. Di perpustakaan mahasiswa tidak hanya meminjam buku lalu pulang. Tapi , juga membaca buku serta membuat tugas. Tentunya perpustakaan harus menyediakan fasilitas yang nyaman untuk itu. Seperti tempat membaca, mengetik atau menulis. Juga fasilitas yang tidak membuat mahasiswa jenuh untuk membaca di perupustakaan. Sandi mahasiswi jurusan sosiologi ini menambahkannya,” kata Sandi. Ia mengaku, selama ini, perpustakaan di kampusnya kurang ideal untuk kebutuhan mahasiswa dan standar pustaka yang modern. Sementara Sartika Sarfi, mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Amanah Padang mengaku, dalam melengkapi tugas-tugasnya, lebih cenderung menggunakan internet. Menurutnya internet lebih praktis dibandingkan dengan perpustakaan.

Mengenal Mesir dari Novel ATAKA Express COURIER & CARGO SERVICE

Lebih Cepat Lebih Baik

Jl. Teknologi Raya No. 104, Siteba Padang, Telp. (0751) 7871716, HP. 081374001716, FAX. (0751) 7056964

PENGIRIMAN DOKUMEN, PAKET & CARGO (Melayani Lokal & Dpmestik ke Seluruh Wilayah Nusantara) Catt : Jemput Antar Alamat JASA PINDAH RUMAH/KOST, PINDAH KANTOR/TOKO/BARANG (Dalam / Luar Kota di Nusantara) EKSPEDISI (PENGANGKUTAN BARANG) Sumatera-Jawa/Nusantara PENGEPAKAN (PACKING) & PENYEDIA ARMADA ANGKUTAN (TRUCKING) AKTIS MURAH, PR CITY COURIER (Pengiriman Dalam Kota; Paket & Dokumen, Billing Statement, AHABAT Kartu Kredit, Brosur, Undangan, dll. DAN BERS Cabang/Outlet ZATAKA : PADANG, Cengkeh : (0751) 775824, Simp. Tinju Lapai : (0751) 7809336, HP. 081320551548 DUKU : (0751) 484169, HP 081374883322, BUKITTINGGI : (0752) 7001516, HP. 081363573535, SOLOK : (0755) 22050, HP. 085274022811, PAINAN : (0756) 22473, HP. 08126745508, MUARO Sjj : (0754) 20250, HP.081374632998, MUARA LABUH : (0755) 70592, HP. 081363814593, Simp. Empat Pasaman : HP. 085263008432, 081363321678, Pulau Punjung : (0754) 40042, HP. 081374044040, Jambi : (0741) 21545, HP. 081927513593, Sungai Penuh : (0748) 323725, JAKARTA : (021) 8608003, 93443910, HP. 0811868308, Pekanbaru : (0761) 5522788, 085271945100 dan Agen/Outlet kami di kota anda

Esa Junita,

STIKIP PGRI Padang.

SERIING perkembangan zaman, kemajuan teknologi semakin canggih dan pesatnya. Kini banyak kita lihat realitanya, para mahasiswa mayoritas berkendaraan untuk menuju kampusnya. Pengaruh perkembangan zaman adalah suatu hal yang membawa perubahan yang baik untuk generasi di kalangan mahasiswa. Kekinian mahasiswa tak mau kuliah tanpa ada pandukung dari orang tuanya, yaitu harus memiliki kendaraan untuk kekampusnya. Bicara masalah bersepeda ke kampus, itu adalah hal yang agak begitu meribetkan bagi saya. Karena dengan mengendarai sepeda ke kampus merupakan suatu pekerjaan yang membuat saya malas ke kampusnya. Kita lihat sekarang kalau mahasis-

PIRAMID adalah sebuah konstruksi bangunan tertua dalam sejarah umat manusia yang sudah digunakan sejak berabad-abad lampau oleh bangsa Mesir dan Maya kuno. Piramid biasanya digunakan sebagai makam raja-raja atau tempat pemujaan. Salah satu piramid yang paling terkenal dan masuk dalam daftar 7 keajaiban dunia adalah kompleks Piramida Giza yang terletak di dekat kota Kairo (Mesir). Piramid Giza hingga kini adalah piramida terbesar dibandingkan dengan piramidapiramida lain yang ada di muka bumi. Luas area kompleks Piramid Giza yang terdiri dari

wi kuliahnya mayoritas memakai rok. Jadi hal yang demikian akan mendatangkan keterlambatan untuk sampai di kampusnya. Dari pada mengendarai sepeda ke kampusnya, mendingan naik angkot saja ke kampusnya. Kalau kos kita agak dekat dari kampus, mendingan jalan kaki saja. Memang sih bersepeda banyak juga manfaatnya, akan tetapi menggunakan sepeda kemana-mana khususnya pergi ke kampus, akan membutuhkan waktu yang panjang untuk sampai ke kampusnya. Alangkah baiknya kalau kita mengunakan motor. Memang jangkauannya sedikit susah, tetapi kita tidak menghabiskan waktu yang panjang untuk sampai kekampus.„

3 piramid besar dan sebuah patung Spinx bisa disamakan antara jarak dari St Peter (Roma), sampai ke St. Paul (London). Ketiga piramid itu adalah piramid Khufu (Cheops), Khafre (Rakhaef/Chephren) dan Menkaure (Mycerinus) dan yang paling besar adalah Piramid Cheops setinggi 145 meter yang dibangun 4000 thn yg lampau (2550 SM), karena faktor alam tinggi piramid Cheops kini telah menurun sekitar 9 meter. Para arkeolog memperkirakan piramid Cheops yang dibangun selama 20 tahun ini mempekerjakan 10 rb orang. Selama ini mungkin kita

hanya mengetahui kalau Piramid adalah sebuah monumen kuburan raja atau tempat pemujaan, ternyata tidak, ada maksud tertentu dibalik pembuatan piramid yang erat kaitannya dengan kelanggengan kekuasaan raja-raja Mesir. Hal itulah yang coba diungkapkan oleh Ismail Kadare, sastrawan Albania, peraih Man Booker Prize 2005 di salah satu novelnya yang berjudul Piramid Di lembar-lembar pertama novel ini Kadare langsung memikat pembacanya dengan celetukan Firaun baru Cheops (2589-2566 SM) pada para pejabat istana bahwa ia tak ingin ada Piramid didirikan untuknya. (H Tanzil/http://bukuygkubaca.blogspot.com)

Way of Life!

TERUJI LINTAS

BENUA PT. ELANG PERKASA MOTOR : Jl. Khatib Sulaiman No.87 Padang Telp. (0751) 7051422, 7051423 Kantor Cabang : = PAYAKUMBUH : Telp. (0752) 91795 = DHARMASRAYA : Telp. (0754) 71245 HARI MINGGU / LIBUR SHOWROOM TETAP BUKA

HOBI 23

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

Akard Bukan Judi

M

MALANGNYA di negara ini, setiap bermain kartu, banyak orang mengira itu judi. Hal itu pernah dialami Akamaru Red Duelist (Akard). Untuk hal itu, kenali dulu apa itu Akard. Jadi jangan hanya menilai sepihak saja.

Laporan: Allia Sepvonny Akard adalah sebuah wadah yang diberikan dari Akamaru (Komunitas penggemar Jepang) untuk para duelist YuGi-Oh! (YGO) di kota padang.”Namun, tidak hanya untuk anak Padang, tapi semua duelist di indonesia yang kebetulan berada di padang, juga boleh ikut,” ungkap Ghaza Arivano, pendiri Akard. Bermain Yu-Gi-Oh! sama seperti kita bermain catur. “Permainan Yu-Gi-Oh! ini menggunakan kartu seperti Spell/Magic Card, Monster Card, Trap Card, Synchro Monster Card, Fusion Monster Card, Ritual Card yang mempunyai fungsinya masingmasing. Bedanya, kalau catur, ada bidak yang menjadi symbol raja, sedangkan dalam Yu-GiOh! kita yang menjadi raja itu sendiri. Bila raja dimakan, maka kita kalah, kalau dalam YuGi-Oh! raja itu kalah saat Life Pointnya mencapai titik 0. Selain itu, kalau catur menggunakan papan catur, sedangkan Yu-Gi-Oh! menggunakan kertas yang dinamakan dengan Card Zone,” jelas Ghaza itu. Akard berdiri tanggal 23 oktober (turnamen pertama) 2010. “Sebenarnya grup ini sudah dirancang sejak 2 tahun yang lalu, saat saya masih kelas 3 SMA, karena masih belum menemukan anggota yang ramai, maka niat itu tertunda. Baru, sekitar Februari 2011, saya menemukan duelist-duelist baru yang ada di SMA Frater dan karena kebutuhan untuk memberi tempat berbagi informasi, grup ini di buat,” ulasnya. Akard tersebut masih dideklarasikan sebagai wadah. “Karena saya tidak ingin “mengikat” duelist Padang untuk harus datang, bayar ini itu, ikut ini itu dan lain-lainnya. Semua dilakukan dengan sukarela. Berbicara bagaimana wadah ini bisa diresmikan dengan nama Akamaru, wadah itu dibuat atas dasar pembolehan oleh sesepuh Akamaru (kak Arale, kak Pinku, kak Aan dan Roku) dan juga ketua Akamaru sendiri, Fadli Ihsan yang saat ditanya tentang wadah ini berposisi sebagai ketua akamaru, bukan duelist,” katanya. Akard, tidak mempunyai hari gathering resmi. Biasanya berkumpul di Taman Budaya Padang. “Tapi, sekarang berpindah ke bekas base Ray Station yang berada di Jalan Bandar Damar. Atau kadangkadang berkumpul di depan SMA Don Bosco di hari-hari sekolah dan di rumah salah satu anggota di Pondok,” bebernya. Posisi orang yang masuk dalam wadah bernama Akard itu, berhak memilih. “Mereka bisa masuk Akamaru atau

tidak, mereka bisa memilih, tergantung ketertarikan mereka kepada Akamaru. Tidak ada paksaan untuk hal itu. Untuk saat ini dalam grup ada 51 orang anggota,” tuturnya. Berbicara tentang kendala Akard, sebenarnya tidak ada kendala yang terlalu jelas. “Kendalanya seperti tidak seringnya anggota saling bertemu secara langsung ataupun anggota baru berkenalan satu dengan lainnya disebabkan karena kesibukan masingmasing. Selain itu masalah tempat bermain. Karena kita tahu, bahwa di negara kita ini,

melihat orang bermain kartu saja sudah di judge (nilai) judi. Padahal mereka tidak tahu apa-apa tentang yang dimainkan, atau apakah permainan itu mempunyai unsur judi seperti adanya uang taruhan yang diletakkan di depan pemain dan lainnya. Juga masalah jarak dengan tempat bermain yang saya rasa juga jauh dari rumah masing-masing yang mungkin beberapa anggota tidak mempermasalahkannya,” ungkapnya. Berbicara tentang harga atau modal untuk bermain YGO, tidak terlalu mahal. “Mempunyai uang maksimal Rp300 ribu untuk membeli struktur deck (tempat peletakan kartu) asli atau bila ingin mencoba deck lain di luar struktur deck, bisa membuat print-an. Melanggar haki memang, tapi deck print itu kan deck test-out sebelum lepas landas atau diaslikan,” ungkapnya. (***)

24 R A N A

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 M 18 DZULKAIDAH 1432 H

Narasi dan Foto Haswandi Iggoy El Fitrah (Antara)

Menuju Haji Mabrur SEBANNYAK 7.870 calon jamaah haji (CJH) 2011 diberangkatkan dari Embarkasi Sumbar, dengan Rinciannya, 4.722 dari Sumbar, 1.678 dari

Bengkulu, dan 1.360 asal Jambi, ditambah 110 petugas. Para jamaah tersebut dibagi dalam 22 kloter dengan jumlah jamaah 355 per kloter ditambah

PENGANTAR: Rubrik ini disediakan khusus buat umum, terutama kalangan fotografer amatir maupun profesional, sebagai wadah penyaluran kreatifitas. Foto yang dikirim harus format jpg. Olah digital yang diperbolehkan hanya sebatas menaikkan kontras dan cropping. Subyek foto berada di wilayah Sumbar, yang tiap minggunya akan ditetapkan tema foto. Foto yang dikirim merupakan karya sendiri dan belum pernah menang lomba apapun. Foto dikirim ke email haluan_unik@yahoo.com yang disertai dengan nama lengkap, alamat dan nomor telepon serta keterangan foto yang mencakup lokasi pemotretan, waktu pemotretan dan yang lainnya yang dianggap perlu. Foto terbaik akan mendapatkan bonus cuci cetak 30R di Studio Foto Queen Jalan Pemuda Padang, untuk satu foto terbaik tiap minggunya. Foto paling lambat diterima redaksi pada Jumat sore tiap minggunya Tema Minggu mendatang : ‘Wartawan Siaga Bencana’.

5 orang petugas. Inilah sebagian potret keberangkatan Haji di Asrama Haji Tabing Padang dan di Bandara Internasional Minangkabau...


haluan 16 oktober 2011