Issuu on Google+

●Edisi 190 : 15-30 Juni 2012

Lembaga Pengawas Korupsi & Pemantau Penegak Hukum Indonesia

Terbit 16 Halaman Harga Eceran : Rp. 8.500.00,-

ANAS SELAMAT DEMOKRAT KIAMAT...?

JAKARTA-Wajah Ketua Dewan Pembina dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tampak muram. Hal tersebut sangat bisa dipahami mengingat besarnya persoalan yang kini tengah merudung partai pemenang pemilu pada 2009, Partai Demokrat (PD). Semuanya bermula dari penetapan status tersangka salah satu kader andalannya, M Nazaruddin, yang ketika terjerat hukum menjabat sebagai bendahara umum di partai tersebut.

Baca Selengkapnya

Curi Shampo “ALFAMART” Peras Warga 2 juta “Hasanuddin Murad Contohkan Pendidikan Demi Kemajuan Marabahan”

B

upati Barito Kuala (Batola) H Hasanuddin Murad mengimbau para pelajar di daerahnya untuk bertekad terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi serta jangan sampai berhenti di tengah jalan. Sebab, katanya, pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan mendasar dalam menuju kesuksesan dan kemajuan. “Tanamkan sejak sekarang untuk bersekolah setinggi-tingginya,” kata Hasanuddin Murad saat menghadiri Pengukuhan dan Perpisahan SMPN 1 dan SMA Kelas Jauh Belawang di halaman SMPN 1 Belawang. Hasanuddin mengutarakan, pendidikan sangat penting karena merupakan pintu atau jembatan emas untuk meraih citacita dan kesusksesan. Bukan bermaksud menyombongkan diri, kata Hasanuddin mencontohkan, dirinya berasal dari pelosok dan anak petani bisa meraih pendidikan dan akhirnya bisa menjadi bupati lantaran pendidikan. Karena itu, ia mengimbau para pelajar untuk menanam-

Selengkapnya Ke Hal 13 .....

SURABAYA- Salha warga Lebak Timur Kenjeran, pada Senin (4/6) telah diperas oleh Supermarket Alfamart Lebak Indah sebesar Rp 2 juta karena istrinya yang bernama Sulistiyani telah terbukti mencuri shampo Rp 15 ribu dan ditahan di Polrestabes pada Minggu (3/6). 2 karyawan Alfamart yang mengaku bernama Fariska selaku Kepala Toko dan Otong selaku keamanan telah minta uang Rp 2 juta kepada Salha karena untuk membayar kerugian Alfamart selama 2 hari. “Dua karyawan Alfamart tersebut, pertama minta Rp

Selengkapnya Ke Hal 15 ........

PTUN Surabaya Bikin Kejutan,

27 Hak Guna Bangunan DiBatalkan SURABAYA-Belum lama ini Pengadilan Tata Usaha Negara(PTUN) Surabaya membuat kejutan spektakuler. Yakni membatalkan 27 Sertfikat Hak Guna Bangunan(HGB) yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Kabupaten Malang(Tergugat). Letak lokasi tanahnya di Kawasan Gondanglegi yang kini diatasnya sudah berdiri puluhan Ruko. Kronologinya, bahwa disana hidup seorang janda bernama Ny.Tini Ribut ibu kandungnya Elizabeth Theresia Sri Manik Ati alias Sri Manik Ati(Penggugat). Ny.Tini meninggalkan harta kekayaan berupa tanah seluas 5000 m2 yang daitasnya berdiri bangunan tingkat dan gudang seluas 1.500 m2. Tanah bersertifikat no.1/1962 Gondanglegi Kulon tersebut berasal dari tanah hak milik bekas tanah Hak Eigendom verponding no.3621. Lokasi tanah yang relatip jauh dan tidak ada penjaganya membuat pihak lain mengincarnya dan menghalalkan segala cara untuk me-

Selengkapnya Ke Hal 15 .....

»Website : www.forumnusantara.net / Email : lpkp2hi.forum@yahoo.co.id / Bank : BNI no.rek : 0206-5167-37 an. : Moh. Hasan/Forum Nusantara. Bank Mandiri : 142-000-6363-245 a.n : Rini Suciati«

Editorial Jadilah Wartawan Yang Profesional

Edisi 190 : 15-30 Juni 2012

www.forumnusantara.net

Oleh : Hasyim

*)Penulis adalah Anggota Pemantau Wartawan dan Lsm

T

idak semua orang itu profesional sekali pun jiwanya berprofesi wartawan, banyak juga wartawan liar, menuding satu sama lain untuk memijit tombol kekayaan. Barang kali berbicara kekayaan siapa yang tidak mau, tapi jangan asal kaya, itu yang harus diperhatikan. Barang kali di sini ada sedikit pemaparan jadi maratawan yang sebanarnya. Wartawan itu bebas, sebab ada undang undangnya. Tapi sekali pun begitu undang undang tersebut jangan dipermainkan atau dibuat alat untuk mencari kesempatan. Instansi mana yang tidak ingin sama wartawan, tapi asal tepat dan sesuai dengan profesi kewartawanannya. Wartawan yang profesional itu tajam, serius, tepat, tanggap dan tidak main main dalam masalah. Kejujuran, keuletan, skill dan pandai mengadaptasikan jiwanya dengan lingkungan setiap menemukan obyek permasalahan. Tampilnya wartawan saat menemukan bahan adalah permata intan atau emas yang patut diopeni dari unsur kekotoran.

Umpama wartawan menjumpai kasus berat atau sedang, di sana adalah bahan yang diopeni oleh wartawan, membuang kotoran yang terjadi dalam problema itu, supaya tidak busuk atau basi. Cara mengopeni tentu dengan langkah realita, sesuai dengan masalah yang dihadapi. Ingat defenisi ini bukan membungkam problema. Akan tetapi mengungkap sedetail mungkin hingga masalah tersebut tidak berbau busuk atau basi. Sering kita dengar ‘’ sebagus bagusnya menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga.” Defenisi

sangat dalam. Era reformasi, yang didengungkan oleh sekian pengamat adalah era perubahan, merombak tatanan lama ketatanan baru yang lebih baik, tapi toh nyatanya masih banyak kasus korupsi dan nipotisme. Sarat era reformasi ini sama dengan niatan yang berawal dari hawanafsu, ingin jadi negara yang super , malah malingnya lebih super. Posisi ini mungkin harus dipikirkan oleh wartawan yang profesional, bisa mengungkap, bisa melaporkan dan bisa bertindak tegas dengan tulisan yang dipaparkan, bukan menjamu di rumah makan dan menjadi maling pihak ketiga ( menutup nutupi kasus karena dibayar mahal ), maling juga namanya. Kalau diberi upah dari hasil tulisannya lantaran hendak bersedekah, itu hal wajar bagi wartawan, akan tetapi umpama ada kasus dua miliyar wartawannya diberi Rp.50.000.000,dan diterima, itu kurang ajar namanya. Macam wartawan seperti ini yang harus kita berantas. Artinya wartawan seperti ini adalah wartawan yang tidak profesional, wartawan yang menutupi fakta dan realita. Jika hal ini sering terjadi pada wartawan, maka jangan salahkan masyarakat, bila mengatakan wartwan itu juga maling, wartawan hatinya kotor, wartawan penjilat. Akhirnya akan merembet pada wartawan yang lain yang tidak pernah berbuat sedemikian itu. Setiap wartawan jelek, setiap wartawan kotor. Untuk menepis semua itu, jagalah nama baik label wartawannya dari perbuatan kotor dan menjijikkan, sehingga tidak melukai nasib teman wartawan yang lain. (*)

2

Kades Sukapancar :“ Wartawan Harus Tegakan Profesionalisme” Editor : Guset/kurnia Tata Letak : Redaksi

S

aya kecewa atas pemberitaan sebuah Tabloid yang memberitakan bahwa saya melakukan pungli (Pungutan Liar) atas turunnya kebijakan PRONA.” Ucap zaenal abidin kades sukapancar, kec. Sukaresik kab. Tasikmalaya, membuka percakapan dalam wawancara ekslusif dengan FN (Forum nusantara ) “ berita tersebut bagi saya sangat menggelikan. perlu di ketahui, memangmasyarakat mengadakan pemungutan RP. 300.000,00 untuk membantu kelancaran proses PRONA, namun hal tersebut di luar kendali saya dan tanpa sepengetahuan saya. Bahkan saat masyarakat bersama kordinator masyarakat merumuskan hal tersebut, saya tidak mendapat pemberitahuan sama sekali. Hanya setelah musyawarah di gelar, barulah ada tembusan hasil musyawarah baik berita acara maupun daftar hadir peserta musyawarah. Jadi jelas sekali bahwa pungutan tersebut adalah inisiatif masyarakat atau swadaya masyarakat” lanjut kade Zaenal Abidin. “ yang saya sayangkan , sebelum pemberitaan itu muncul sempat ada wawancara mengenai PRONA dengan salah satu wartawan tabloid tersebut. Namun dalam wawancara tersebuut sang wartawan juga membenarkan bahwa pungutan tersebut adalah swadaya masyarakat. Tapi mengapa muncul pemberitaan yang bertolak belakang hingga terkesan memvonis saya melakukan pungli?? Lucu sekali !!“ Papar BPK. Zaenal Abidin “ dilain pihak , anehnya setelah pemberitaan itu terbit dan polemik di publik atas pemberitaan tersebut mencuat, tiba-tiba datang pesan melalui sms kepada saya yang menawarkan hak jawab dari Tabloid tersebut. Aneh sekali kan ?!.. harusnya saya yang mengajukan hak jawab, tapi kenapa malah wartawanTabloid tersebut yang menawarkan hak jawab?! Ada indikasi apakah ini ?!!” ucap Bpk. Zaenal Abidin dengan ironis. “saya banyak mengenal wartawan dan sedikit memahami ilmu jurnalistik. Beberapa pasal dalam kode etik jurnalis yang di tetapkan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) maupun kode etik jurnalistik AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia) di sebutkan bahwa pers Indonesia senantiasa mempertahankan pemberitaan serta kritik dan komentar berimbang dalam peliputan serta berlandaskan asas praduga tak bersalah. Dan sayangnya pemberitaan yang menyangkut diri sayayang menurut pendapat saya terlalu memvonis bahwa saya adalah pelaku pungli jelas menyimpang dari kaidah kode etik jurnalistik Indonesia yang mengedepankan asas praduga tak bersalah, karena hal itu jelas tidak berimbang” “namun apapun itu, baik positif maupun negative imbas dari pemberitaan itu tak akan mengurangi semangat pengabdian saya dalam melayani masyarakat. saya anggap sebagai ujian dari perjalanan masa kepemimpinan saya. Saya hanya berharap bahwa wartawan yang bersangkutan menegakan profesionalisme dan mengklarifikasi berita tersebut serta dengan legowo menarik berita tersebut karena memang bagi saya dan aparatur desa serta masyarakat desa Sukapancar, berita tersebut terkesan kebohongan publik” ucap kades Zaenal Abidin. Menanggapi pernyataan-pernyataan di atas , Galih SK, koordinator BIAK (Badan Intelejen Anti Korupsi ) Prov. Jawa Barat yang juga anggota LPKP2HI (Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia) serta kepala perwakilan Forum Nusantara Jawa Barat mengomentari “wartawan itu adalah Panggilan Hidup. Profesinya sarat dengan beban moral sebagai Guru bangsa yang berkewajiban mencerdaskan bangsa dengan cara menambah wawasan masyarakat melalui penyampaian pesan entah dalam bentuk informasi visual, informasi audio maupun informasi audio visual. Hal ini memposisikan wartawan sebagai komunikator massa. menyerah adalah kunci keberhasilan. Karena wartawan selalu bertindak dan skeptis”

Didirikan oleh : Yayasan Media Kasih Bangsa (Sejak Tahun 2001) Di terbitkan oleh : PT.Media Forum Nusantara Group . SIUP : 503/2977.A/436.6.11/2012 NPWP : 31.492.205.5-611.000. SKT No : PEM - 00000113ER/WPJ.11/KP.0903/2012 Notaris: Sjamsuriaman S.H,M.kn Menteri Hukumm dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia . Nomor AHU - 0189.AH.02.01 Tahun 2012. Tgl. 23 Januari 2012 Akta nomor : 12 Tanggal : 15 maret 2012 . Bekerja Sama dengan : LPKP2HI NPWP : 02.791.13.53.-611.000 Komisaris : Muhammad Hasan ,DR.Laibahas,SE.MA (non aktif),DR .HM.Sajali.SH.M.Hum,(H.Rahmatullah) Dewan Penasehat : H.Syamsul Lutfi,SE (NTB), Ir.H.Rahmatullah,Suharto,DR.H.S.Adi Suparto Mpd,Hartono ,Afandi SH.Dewan Redaksi : Abd.Rahem.Ampd,MA. Rahman,Abdul Malik (Bawean), Konsultan Hukum : A.Zam Khan,SH,DR.Zajali,SH,SH.Mhum ,Drs,Dangur Feliks SH,MM . Pemimpin Umum : Moch.Hasan Wakil Pemimpin Umum : Ryadie Syafitri ,Pemimpin Perusahaan : Rini Suciati,Wkl.Pemimpin Perusahaan : Farid Hidayatullah,Pimpinan Redaksi : M.Guntur Budiawan Wakil Pemimpin Redaksi : Farid Hidayatullah Sekretaris : Rini.S Redaktur Pelaksana : Farid Hidayatullah,Koordinator Liputan Jatim : Hasyim,Sudirman Karim,Suprayitno,M.Naim,H.Moh.Yusuf Amd. Manager Iklan : Aldi Pranaja Hidayatullah,Bendahara : Rini.S : Tata Letak : Farid Hidayatullah . Staf Redaksi : Hasan,Rini.S,Judi Tanto,Dawam,Budi Yudha,Yuni,Atok,Ad,Effendi,Sharionomo,Anis Choir,Alamat Redaksi : Jl.Simpang Dukuh No 1 Surabaya .Tlp/fax (031)-40278 777- (031)- 33333125 Hotline : (031)- 70800125 Website: www.forumnusantara.net/Email : lpkp2hi.forum@yahoo.co.id pokja pemprov : M.Hasan .Pewakilan Jawa Barat : Galih Susanto Kurniawan (kepala) ,Jono,Aceng,Ali Sadikin,Kurniawan,Iskandar,Agus Setiana .Perwakilan Jakarta : Jl.Danau Agung II Blok E 13 No 1B Sunter Podomoro-Jakarta Utara : Azam Khan ,Kepala Perwakilan Batam : Sultan, Biro Metro Lampung : Solikhin ,Biro Mataram NTB : Joko Mujakar SH (Kabiro), Wartawan NTB : Prawira Negara,H.Muhasim,A. Hasbi . Biro PPU & Paser : Fauzi H .Perwakilan Kalimantan Selatan/Tengah : Riyadie Safitri,Raziansyah Noor,Syamsul Bachtiar,Abdul Hasan,H.Rusliadi,Fery Rosiadi,Haerry ikipianor,A.Kusasi,Suriansyah S,Jani,Harun,Drs.Irwansyah ,Fadli Kutai Kartanegara : Johansyah (Kabiro) .Kutai Barat : Iwan Firmansyah,Berau : Ronny Sunaryo,Tarakan : Lahusali MH (Pimred Wilayah) .Manager Iklan Wil.Kaltara : La Husali ,MH,Azhar (Kabiro) .Biro Tidung Pala : Abd.Rasyid.Bulungan : Ansar ,Korwil Kaltim : Fauzi , Balikpapan : Hamid, Perwakilan Kalimantan Barat : Zamzam Sjahrir.Perwakilan Biro Palu :Siturwijaya (Kabiro) . Perwakilan Makassar Sulsel : Jl.Pannamu no 270 Makassar SULSEL : Pimpinan : Muh.Waris Alwi,Amir Makmun ,Sekretaris : Dzulkifi, Wartawan : Faizal .Kabiro Bone : A.Asrijal,A.Tarisman Biro Pangkep : Bahrum Naim Biro Sulawesi Utara :Zon Kawa,SE,MM. Kabiro Ternate : Wahyudi Kiat ,Biro Halmahera Selatan : Hudawi Kader Samual Kepala Perwakilan Sumbawa : Alwan Hidayat,Biro Sumbawa : Yunus Syufriadi . Wartawan : Dedi Santoso .Biro NTT : Paul T Kabiro Kabiro Sidoarjo : Suparno ,Pasuruan : tatang (Kabiro) Kabiro Kab.Malang : Melki Jumi Sasmito S.sos Kabiro Kota Malang : Eko Siswanto,Biro Batu : Imam Bukhori,Bahtiar H Biro Tulungaggung : Kessy Biro Lumajang : Mulyono ,Markasan,Kabiro Probolinggo : Syamsul Arifin,Mulyono,Sugiharto .Jember : Bangun Sugito.Bondowoso/Situbondo : Eko Gatot Sugiono (Korwil Besuki Raya) Asiman,Suhendryanto Biro Banyuwangi : Rofik SE,Abu Hasan .Biro Bali : Bambang TW Biro Mojokerto : Edi Biro Jombang : Wijayandi,Sindu, Biro Trenggalek : Sisanto (Kabiro). Biro Nganjuk : Juni Swanto ,M Aksanul Huda Alamat Perwakilan : Perum Panji Griya Mulya Blok A No 13 Kec.Panji Situbondo . Biro Blitar Raya : Kessy Biro Pantura : (Lamongan Tuban) : Munawar Muntholib Gresik : Andy, H . Perwakilan Madura Raya : Ainur Rahman Dewan Penasehat :H.Hasyim Suharto,DR.Zajali SH.Mhum Spdh Biro Bangkalan : Muhaimun ,M.Ilyas,R.Andri Bowi (kabiro) . Biro Sampang : Suharto (Kabiro) ,H.Moh.Yusuh Amd,Harianto HP.087850698871,Junaidi. Sumenep : Hasyim,Bambang Jayadi,Sahirun . Kabiro Sumenep : Ainur Rahman ,Pamekasan : Amin Makmur,SH ,Bambang, Kepulauan Sapekan : Haitami .Kangean : Ibnu Hajar .Pulau Bawean : Samsul Johan (Kabiro ) ,Edi Iswanto ( Percetakan Forum Nusantara Group menerima cetak Koran,Majalah,Tabloid,Buku dll)

Wartawan Forum Nusantara namanya tercantum di box redaksi dan dibekali surat tugas atau ID Card dan dilarang meminta sesuatu apapun . Seluruh materi Tabloid Forum Nusantara di muat dalam format digital melalui website www.forumnusantara.net

Metropolis Kilas Metropolis

Operasi Gabungan TNI/POLRI , Tilang 37 Pengendara SURABAYA-Sebanyak 37 pengedara baik roda empat dan dua ditilang dalam operasi gabungan yang digelar oleh jajaran Kepolisian Resort (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak dan Pomal TNI AL. “Kami melakukan penegakan hukum yang memfokuskan pada plat nomor yang disematkan lambang-lambang institusi seperti TNI/Polri, dan juga plat modifikasi,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anom Wibowo usai melakukan operasi di Jalan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (8/6). Dikatakannya dalam operasi tersebut, polisi memberhentikan sejumlah kendaraan mobil yang plat nomer dilabeli stiker TNI. Padahal, pemilik ataupun pengendara mobil tersebut bukan anggota TNI. Bahkan, stiker TNI dipasang pada sejumlah mobil yang diakui pengendaranya sebagai mobil rental dan mobil pengangkutan barang. “Kami hanya menegur dan meminta stiker tersebut dicopot. Ini juga dengan kordinasi Denpom, dan Pomal,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak saat di dampingi Kasubag Humas AKP Lily Djafar. Ia menjelaskan, para pemilik kendaraan yang memasang striker atau atribut akan dikenakan Pasal 280 juncto Pasal 68 Ayat 1 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan. “Apabila Melanggar akan didenda Rp 500 ribu, namun pihaknya saat ini hanya memberikan teguran tertulis agar mereka segera mengubah plat nomernya,” ungkapnya. Ia menambahkan, penilangan hanya dilakukan kepada pemilik kendaraan yang melanggar spesifikasi teknik plat nomor atau tidak sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan Polri. “Kalau lambangnya hanya ditempel di pinggir kami lepas. Tapi kalau sudah tidak sesuai dengan spektek (spesifikasi teknik) akan ditilang,” ujarnya. Operasi ini di gelar untuk pengendara roda empat dan dua perintah dari atasan untuk memberikan shock terapi atau peringatan agar mereka tidak memakai plat nomer tersebut. “Kami ingin membantu para pengendara agar mematuhi peraturan yang berlaku, sehingga mobil yang dipakai berplat TNI/polri tidak disalahgunakan atau digunakan untuk menyimpan ganja ataupun kriminal lainnya,” ujarnya. (BUDI)

“Sertifikat 200 Bidang Tanah Digratiskan untuk Nelayan” GRESIK-Sampai tahun 2014, Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, siap memfasilitasi sertifikasi 200 bidang tanah milik nelayan secara gratis. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Gresik, Sentot Supriyohadi menuturkan, bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia pihaknya akan membentuk panitia untuk melakukan pendataan prasertifikasi agar program itu tepat sasaran. Tahap awal, pada 2012 dilakukan identifikasi dan inventarisasi, penyiapan data dan penyusunan daftar calon penerima sertifikat gratis. Pada 2013 dilaksanakan penetapan, pelaksanaan, dan penerbitan sertifikasi. Tahun 2014 baru dilaksanakan penyerahan sertifikat, ditindaklanjuti dengan pembinaan terkait sertifikasi. Ia berharap program itu betul-betul selektif dan dinikmati nelayan yang membutuhkan. “Kami akan membantu meringankan biaya-biaya lain, termasuk mengajukan keringanan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) kepada Bupati Gresik,” kata Sentot, Rabu (6/6/2012) di Gersik. Subkhan, nelayan asal Delegan, Kecamatan Panceng, berharap pihak berwenang terutama kepala desa selektif agar program sertifikasi gratis dinikmati nelayan yang kurang mampu. Nelayan asal Kroman, M Syamsul menanyakan tentang status tanah oloran yang sudah ditempati 25 tahun, apakah bisa diurus sertifikatnya. Kepala Subseksi Pemberdayaan, Badan Pertanahan Gresik, Bambang Sulistyo menyatakan tanah oloran tidak bisa disertifikasi. (BUD)

Edisi 190 : 15-30 Juni 2012

3

Nyetrika Anak Yatim,

Pak Haji Diadili SURABAYA-Pengasuh Panti Asuhan Anak Yatim di Kawasan Lidah Kulon Surabaya, HR.Abdus Shomad Suryanto(50) saat ini duduk di kursi panas sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri Surabaya. Pekan lalu pimpinan Yayasan Panti Asuhan Al-Mukmin(YPAA) diadili dihadapan Majelis Hakim yang dipimipin oleh Agus Pambudi SH MH. Terdakwa Abdus Shomad yang tidak ditahan ini didampingi dan dibela oleh Advokat Andry Ermawan SH MH bersama tiga rekannya, Lukas Santoso SH MH, Amirul Bahri SH dan Dimas SH. Dihadapan Majelis Hakim, JPU Heri Pranoto SH dalam dakwaannya mengatakan bahwa pada bulan Nopember 2011 pukul 19.00 wib terdengar jeritan dan tangisan balita berumur 1 tahun. Ternyata jeritan dan tangisan tersebut berasal dari rumah yang sekaligus tempat Panti Asuhan YPAA, persisnya di Wisma Lidah Kulon Blok B/125 Surabaya. “Anak Terdakwa bernama Suaibah menarik(Jawa:njambak) rambut saksi korban Alif Lamim yang sedang menyetrika pakaian,” tandas JPU dari Kejari Surabaya ini. Penghuni panti asuhan YPAA ini tentu saja kaget, kata JPU lebih lanjut, sehingga dengan gerak reflek setrika yang dipegang, ditempelkan pada Suaibah, anak Terdakwa yang masih balita. Suaibah menjerit dan menangis keras sehingga Terdakwa yang tertidur menjadi terbangun. Uswatun Khasanah, saksi yang mengetahui kejadian tersebut bertutur kepada terdakwa bahwa Suaibah baru saja kena setrika yang dipegang oleh saksi korban Alif Lamim. Tanpa harus tahu asbabun nuzulnya(asal kejadiannya) Terdakwa yang rambut dan kumisnya sudah mulai banyak berwarna putih ini langsung melakukan hukuman Qishos(hukum pembalasan). Alif Lamim yang dianggap menyetrika

FOTO :Pak Haji saat di adili

anaknya, maka hukumnya harus disetrika juga. Dan serta-merta, setrika yang masih panas ditempelkan pada lengan kiri saksi korban Alif Lamim, disaksikan oleh beberapa temannya yang sedang duduk dan ngobrol ditempat kejadian tersebut. Mereka adalah Rofik, Indra dan aragit Elgantara. Tentu saja Alif lamim kesakitan tetapi tidak tahu apa yang harus diperbuat atas perbuatan pimpinan pengasuh anak yatim tersebut. “Terdakwa tidak memberikan pertolongan malah meninggalkan saksi menuju Mushola,” tandas JPU yang menjaring Terdakwa dengan pasalpasal yang ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara. Yakni pasal tentang Perlindungan Anak sebagaimana diatur dalam pasal 80 ayat (1) dan ayat(2) UU no.23 tahun 2002 serta Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan Berat. Untuk menguatkan dakwaannya, JPU melampirkan hasil Visum et Repertum nomor VER/146/ XII/2011 Rumkit Bhayangkara TK II H>SSamsoeri Mertoyoso Surabaya, yang ditanda tangani oleh dr Hedy, selaku dokter yang merawat pada tanggal 2 Desember 2011. Disebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, antara lain pada lengan tangan kiri terdapat luka bernanah berukuran 3 cm akibat persentu-

han benda tumpul. Atas dakwaan tersebut Advokat senior Andry Ermawan SH MH mengajukan nota keberatan(eksepsi) setebal 4 halaman. Intinya mengatakan bahwa dakwaan yang dibuat JPU tidak jelas dan kabur(obscure libel). Itu bisa dilihat pada dakwaan yang menyebutkan kejadiannya pada malam hari pukul 19.00 wib. “Padahal berdasarkan BAP dari Kepolisian, kejadiannya adalah pagi hari pukul 06.45 WIB,” tandas alumnus UII Yogjakarta ini. Disamping itu, kata Advokat kelahiran Tanjung Balai Karimun-Riau itu, bahwa dakwaan menyebutkan “manarik rambut saksi korban Alif Lamim” adalah tidak sesuai dengan faktanya. Sebab, kata Andry Ermawan yang juga sebagai pengurus FPI DPD Jatim ini, bahwa Alif lamim adalah sosok yang berambut gundul sehingga janggal sekali kalau rambutnya ditarik oleh Suaibah, anak Terdakwa. Dengan kejanggalan-kejanggalan tersebut, Andry mohon kepada Ketua Majelis Hakim untuk menyatakan bahwa surat dakwaan batal demi hukum atau setidaknya ditolak atau tidak dapat diterima. Bahkan pria yang fasih berbahasa Arab dan berbahasa Inggris ini mohon kepada Majelis hakim untuk membebankan biaya pada Negara (moh.dawam)

Warga Miskin Lamongan Bertambah Indikasi Tersebut Muncul dengan Data BPS Tahun 2011 LAMONGAN-Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Lamongan diperkirakan bertambah. Indikasinya, jumlah keluarga penerima program beras untuk masyarakat miskin (Raskin) di Kota Soto ini terus meningkat. Tak tanggung-tanggung, penambahan itu mencapai 38.256 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM). Data yang didapat Surabaya Post menyebutkan, sebelumnya RTSPM penerima program raskin di Kabupaten Lamongan sebanyak 84.694. Mulai Juli nanti, jumlah itu meningkat jadi 122.950 RTSPM. Perubahan ini sesuai dengan hasil Pendataan Program Perlindungan (PPLS) tahun 2011 oleh Badan Pusat Statistik atau BPS. Kabag Humas dan Infokom Pemkab Lamongan, Mohammad Zamroni, mengakui jika terdapat

peningkatan jumlah penerima raskin hingga 38.256 RTSPM. Menurut dia, mulai Januari hingga Mei tahun ini masih menggunakan data PPLS tahun 2008. Sementara, sejak Juni 2012, sudah menggunakan data PPLS tahun 2011 dari BPS. “Kenaikan penerimaan raskin itu tidak hanya terjadi di Lamongan saja, tetapi juga dialami sebagian besar kabupaten/kota se-Jawa Timur,” kilahnya. Dia beralasan, perubahan data penerima raskin tersebut bukan sebagai indikasi peningkatan jumlah warga miskin, namun disebabkan perubahan indikator pendataan dan penggunaan data. Sebab, lanjut dia, mulai Juni ini dilakukan perubahan penggunaan data warga miskin (gakin), yakni dari hasil pendataan program perlindungan sosial (PPLS) 2008 menjadi hasil PPLS 2011 dari

Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut dia, dari 38 kabupaten/ kota di Jawa Timur hanya ada delapan kabupaten/kota yang tidak mengalami kenaikan penerimaan jatah raskin. Sebaliknya, ke delapan kabupaten/kota tersebut cenderung mengalami penurunan. Antara lain, Surabaya, kota Malang, Jember, Bondowoso, Sampang, Sumenep dan Pamekasan. “Banyak yang heran, daerah-daerah di Madura sebagian besar tidak mengalami kenaikan, bahkan cenderung turun, hanya menyisakan Bangkalan yang mengalami kenaikan,” ujarnya. Setiap RTSPM di Lamongan mendapat jatah 15 kg dengan harga Rp 1.600/kg. “Insya Allah, stok beras yang ada di Bulog untuk kebutuhan raskin di Lamongan cukup aman,” ujarnya. (WAR/TIM)

Malang Raya

Edisi 190 : 15-30 Juni 2012

4

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

H.Achmad Subhan Wakil Bupati Kab.Malang

H.Rendra Kresna Bupati Kab.Malang

DI LARANG !!! JUAL BELI ROKOK ILEGAL 1.Rokok polos adalah rokok yang pada kemasannya tidak / tanpa dilekati Pita Cukai dengan maksud untuk menghindar dari pembayaran cukai 2.Rokok dengan Pita Cukai palsu adalah rokok yang pada kemasannya dilekati pita cukai palsu atau di palsukan 3.Rokok dengan pita cukai bekas adalah rokok yang pada kemasannya di lekati pitai cukai bekas atau sudah di pakai sebelumnya 4.Rokokdengan pita cukai yang bukan hak-nya adalah rokok yang pada kemasannya dilekati pita cukai milik perusahaan lain 5.Rokok dengan pita cukai yang tidak sesuai jenis dan golongannya adalah Rokok SKM yang dilekati Pita Cukai Rokok SKT atau sebaliknya

Humas Setda Kab. Malang

Beralih Pake Kartu XL ,Sekarang Juga ! Ayo,Ikuti Program Telpon Gratis 24 Jam tanpa Batas Bersama D-System Community Hubungi Agen Reseller - Surabaya M.Hasan TLP. 031-3333125 0878 50000 125 Alamat : Jl.Simpang Dukuh No 1 Surabaya

Seluruh Staf PDAM Kab.Malang Mengucapkan

Selamat & Sukses Atas

Perubahaan dari CV FATRIAL Menjadi PT.Media FORUM NUSANTARA GROUP DIRUT PDAM ADROL

Malang Raya Kilas Malang raya

30 Pelanggar PERDA Di Sidang MALANG – Kantor Pengadilan Negeri Kepanjen menggelar Sidang Tipiring (Tindak Pidana Ringan) Pelanggaran Perda Di Luar Gedung Pengadilan, bertempat di ruang rapat Badan Perencana Pembangunan Daerah Lt. II Kab. Malang, Kamis (31/05). Dipimpin oleh Hakim Tunggal dari Kantor Pengadilan Negeri Kepanjen, Riono SH MH, sidang berjalan tertib dan lancar. Turut hadir para pejabat dari SKPD terkait yakni dari UPT Perizinan, Dinas ESDM, Dinas Pemuda dan Olah Raga, Dinas Perindag dan Pasar, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pertanian, Kantor Perumahan, serta perwakilan Camat dari Kec. Dau, Kec. Singosari, Kec. Turen, Kec. Lawang, Kec. Karangploso, Kec. Bululawang dan Kec. Kepanjen. Dari 20 pelanggar yang sedianya akan disidang, 19 pelanggar dapat menghadiri sidang dan telah mendapatkan vonis saat itu juga, sedangkan satu pelanggar tidak tampak hadir di ruang sidang tanpa keterangan. Pelanggaran terbanyak adalah pelanggaran terhadap Perda No. 12 Tahun 2007 pasal 3 ayat (1) yakni tidak memiliki Izin Gangguan (HO) sebanyak 14 pelanggar. Sedangkan 6 pelanggar lainnya dituntut atas pelanggaran terhadap Perda No 11 Tahun 2007 pasal 13 ayat (1) jo. pasal 21 ayat (1) yakni tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). (Humas/Fan)

Foto Saat Sidang para pelanggar Perda

Bupati : Aparatur Bermental Positif ,Satu Pilar Terwujudnya Pembangunan Malang, (8/6) Salah satu pilar utama terwujudnya agenda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat adalah tersedianya sumber daya aparatur yang bermental positif dan profesional dalam menjalankan tugas pengabdiannya. Demikian disampaikan Bupati Malang, H. Rendra Kresna saat membuka secara resmi Diklatpim IV angkatan 399 di Ruang Rapat Anusapati, hari ini Jumat (8/6). Lebih lanjut dikatakannya bahwa bermental positif dalam arti memiliki kompetensi yang memadai dalam mejalankan tupoksi, bekerja secara efektif dan efisien, kreatif, mempunyai etos kerja yang tinggi, serta senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. “ Maka dari itu dalam upaya membentuk sosok pemimpin yang mampu memanfaatkan segala moment untuk berinovasi dan menciptakan pembaharuan perlu dilaksanakan pembinaan melalui jalur pendidikan dan pelatihan.” Dalam sambutannya Bupati menekankan bahwa diklatpim diselenggrakan tidak hanya sekedar untuk memenuhi persyaratan administratif atau formalitas belaka, namun diharapkan dapat membawa dampak riil bagi peningkatan kinerja para pejabat pemerintah melalui penambahan wawasan, pengetahuan dan pembentukan sikap mental. Kepala Badan Diklat Provinsi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asriansya berharap agar diklatpim bisa menjadi wahana untuk tingkatkan pengetahuan dan pengetahuan serta kemampuan interpersonal.(Humas/ind)

Pemberitahuan ! Agar Setiap pemberitaan terbit tepat waktu maka diharapkan wartawan Forum Nusantara batas pengiriman berita terakhir tanggal 9 dan 24 Setiap bulannya Atas Kedisiplinan dan kesadaran-nya REDAKSI Mengucapkan Terimakasih

Edisi 190 : 15-30 Juni 2012

5

Pemkab Malang,Peringati HUT PMI ke 149 Tahun ■ Peringatan Hut PMI Di Hadiri Pula Ketua Umum HM.Jusuf Kalla Editor : Redaksi FN Liputan : Imam/Sis

MALANG, Sejalan dengan tema peringatan HUT PMI dan bulan Sabit Merah sedunia ke – 149 “Youth On The Move” atau kaum muda sebagai Perubahan. Sesuai dengan tema ini, Generasi muda di motivasi untuk terus melakukan aksi-aksi kemanusiaan dengan semangat netralitas. Demikian petikan sambungan ketua umum PMI Pusat, H.M. Jusuf Kalla yang di bacakan Bupati Malang H. Rendra Kresna saat menjadi inspektur upacara pada upacara peringatan HUT PMI dan Bulan Sabit Merah Sedunia yang ke 149 di halaman Kantor PMI kabupaten Malang. Dalam tasyakuran yang di gelar usai upacara, Bupati Malang, H. Rendra Kresna berpesan agar PMI kabupaten Malang dan Pendukungnya dapat mengambil peran di depan, “ Jangan kalah dengan gerakan peduli kemanusiaan yang

lain. Dengan umurnya yang sudah masuk ke 149 tahun, pengalaman dan kegiatan PMI dalam bidang kemanusiaan sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Peran serta PMI sangat dibutuhkan baik pada saat sebelum terjadinya bencana, paska bencana bahkan yang perlu kita lakukan adalah saat sebelum terjadinya bencana. Kita isi dengan berbagai macam penyuluhan, pelatihanpelatihan untuk meningkatkan kemampuan kita pada saat kita harus berhadapan dengan situasi dimana pada saat itu tidak semua orang bisa melakukan bantuan, mungkin karena panik sehingga atau apa sehingga perlu orang-orang yangterlatih untuk menangani hal tersebut. Tiada hari tanpa kita meningkatkan kemampuan kita dan membekali diri untuk menghadapi situasi yang ta terduga. Kita persembahkan kalau kita terpanggil jiwanya untuk menjadi para relawan kemanusiaan.” Tegas bung Rendra. Panggilan jiwa mengikuti kegiatan kemanusiaan juga di ungkap-

kan oleh Okky Dinda Wildana yang pada acara tasyakuran tersebut menerima pemotongan tumpeng dari bung Rendra. “Saya mengikuti PMR sejak SMP dan hingga saya mau lulus SMA sekarang. Awalnya saya ingin mengenal tentang kessehatan dan juga PMI. Tapi saat ini saya ingin tahu lebih banyak tentang arti kemanusiaan dan sebagaimana menolong sesama. Saya juga inign mengajak rekan-rekan PMR agar jangan menyerah. Kenali lingkungan sekeliling karena masih banyak yang membutuhkan kita. Oleh karena itu sebagai pemuda hendaknya kita memiliki sifat kemanusiaan hingga kita bisa berguna bagi diri sendiri, orang lain dan juga bangsa,” ungkap Dinda yang merupakan wakil dari Jawa Timur yang terpilih sebagai Putri Jimbara (Jumpa Bhakti Gembira) pada pecan Jimbara ke-7 di Gorontalo dan wakil Kabupaten Malang dalam musyawarah Forkis (Forum Remaja palang Merah Indonesia) di Solo. (*)

“Pelaksanaan Program E-KTP

di Kecamatan Singosari”

■ Dispenduk : Tahun 2012 di harapkan data EKTP telah Selesai sehingga sesuai Target yang di tetapkan Pemerintah”

MALANG-Program E-KTP Elektronik atau yang lebih di kenal E-KTP sudah di tetapkan pemerintah pusat beberapa waktu lalu. Program ini diharapkan sudah tuntas pada tahun 2011 dan di tahun 2012 seluruh penduduk Indonesia sudah memilik E-KTP elektronik. KTP Elektronik memiliki banyak manfaat di antaranya sebagia identitas jati diri tunggal, tidak dapat dipalsukan, tidak dapat digandakan, dapat dipakai sebagai kartu suara dalam pemilu atau PILKADA. E-KTP di luncurkan dengan latar bekalang seringnya E-KTP konvensional disalah gunakan misalnya satu orang dapat memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini disebabkan belum adanya bsis data terpadu yang menghimabu data penduduk dari seluruh Indonesia. Fakta tersebut memberi peluang penduduk yang ingin berbuat curang terhadap Negara dengan menduplikasikan KTP-nya, biasanya di gunakan untuk menghindari pajak, mengamankan korupsi, menyembunyikan indentitas misalnya oleh para teroris. Hingga kini DISPENDUKCAP-

FOTO : Suasana pelaksanaan E-KTP

IL Kab. Malang tengah bersiap melakukan program E-KTP dengan anggaran menggunakan dana APBN.P Rp 2.753.206.250,00. Pendataan ini akan melibatkan semua aparat kecamatan hingga tingkat RT dan RW inipun sudah di laksanakan salah satunya di kecamatan singosari kabupaten malang pada saat ini sedang melaksanakan E-KTP di kecamatan singosari, ada 17 desa/kelurahan yang dicatat dari laporan kependudukan hingga bulan april 2012 adalah

161,857 jiwa, sedangkan untuk jumlah wajib E-KTP yang melaksanakan perekaman data biometric kelurahan pagentan jumlah wajib EKTP adalah 12,464 jiwa. Dalam undang-undang no 23 tahun 2006 tentang administrasi dan kependudukan dan peraturan presiden no 26 tahun 2009 yaitu pemerintah memberi no induk kepedudukan dan menerapkan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependudukan ( NIK ) secara nasional (Imam).

Jawa Timur Program Bonkar Ratoon Tebu Direalisasi 2013 SURABAYA- Tebu merupakan salah satu komoditi perkebunan yang menjadi bahan baku gula konsumsi bagi masyarakat. Guna mempertahankan produktivitas tebu berbagai upaya dilakukan. Salah satunya melalui program bongkar ratoon. Terakhir program digulirkan pada 2008 lalu. Rencananya, program serupa kembali direalisasikan pada 2013 mendatang. Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Ir Moch Samsul Arifien MMA mengatakan, selama ini dari proses tanam tebu oleh petani jarang sekali dilakukan tanam bibit baru. Dari panen awal, kata dia, hasil dan rendemen bisa sangat tinggi. Namun, akar yang kembali tumbuh setelah dikepras awal kualitasya akan menurun. Yang terjadi di lapangan, ujar Samsul, pada proses kepras ratoon 1 atau panen kedua itu terus dilakukan hingga panen hingga kepras ratoon 8. Kebiasaan petani tak membongkar tebunya dan mengganti bibit baru itulah yang membuat kualitas tebu dan rendemen terus menurun. Selama ini, kata dia, rendahnya rendemen juga terjadi dari proses panen tebu oleh petani. Ia mencontohkan, saat panen, petani kerap mengepras/memotong batang tebu tidak pokmah (ngepok lemah) tapi kepras 10-15 cm dari akar. “Padahal, kandungan gula tertinggi tebu ada di bagian batang bawah dekat akar, jika tak dikepras pokma, maka petani sendiri rugi dan rendemen bisa rendah,” ujarnya. Selain itu, dengan sistem kepras yang tidak pokma ini, kecenderungan tumbuhnya batang baru lebih kecil atau berupa tunas gogolan, karena tak tumbuh dari akar, melainkan tumbuh dari tunas batang. Sehingga, usai panen, petani pun masih harus kembali mengepras batang hingga pokma agar tebu bisa tumbuh bagus. Dengan kondisi intensitas hujan sering, lanjut dia, lahan tebu juga menjadi banjir dan becek. Sehingga, truk tak bisa masuk lahan dan perlu biaya lebih untuk tebang tebu dari proses kepras hingga menaikkan ke truk yang posisinya lebih jauh dari lahan tebu. “Program bongkar ratoon akan menjadi solusi bagi petani agar bibit tebu yang sudah terlalu lama dan sering dipanen dapat diganti bibit baru agar produktivitas jadi meningkat,” kata Samsul. Terakhir kali, kata dia, bongkar ratoon dilakukan 2008 lalu. Saat itu, tiap hektar lahan mendapat bantuan bibit tebu baru sekitar Rp 7-8 juta. Untuk realisasi 2013, pihaknya telah mendapatkan informasi untuk anggaran bongkar ratoon bakal dialokasikan dari APBN. Namun, berapa besarnya dana tersebut kini belum diketahui. Program penggantian varietas tebu melalui program bongkar ratoon di Jatim ini diawali tahun 2003. Untuk tahun 2003 - 2005 mencapai 97.135 hektar yang terdiri dari hasil bongkar ratoon tahun tanam 2003/2004 terealisasi 26.125 hektar. Pada musim tanam 2004/2005 seluas 31.110 hektar, musim tanam 2005/2006 seluas 39.900 hektar. Tahun 2008 bongkar ratoon dan rawat ratoon dilakukan dilahan seluas 9.128 hektar. (YUNI)

Edisi 190 : 15-30 Juni 2012

6

Gubernur Berharap ,Pengendalian

Kelebihan Muatan Jadi (PERDA) SURABAYA- Gubernur Dr H Soekarwo berharap kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim agar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Pendendalian Kelebihan Muatan Angkutan Barang menjadi Peraturan Daerah (Perda). “Saya berharap bahwa pelanggaran kelebihan muatan di jalan benar-benar dapat diminimalisasi. Bagi petugas di jembatan timbang dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Pakde Karwo usai Rapat Paripurna DPRD Prov Jatim Tahun 2012, di Gedung DPRD Prov Jatim Jl Indrapura Surabaya, Kamis (7/6). Dia mengatakan, seiring dengan perkembangan jaman dan kebutuhan hidup yang diikuti dengan peningkatan arus distribusi barang dan juga meningkatnya jumlah pelanggaran maka dibutuhkan penyesuaian antara regulasi dengan fakta yang terjadi di lapangan. Sebagai bentuk penyesuaian itu, katanya, Pemprov Jatim mengajukan Raperda Tentang Pengendalian Kelebihan Muatan Barang yang antara lain mengatur mengenai penurunan batas toleransi pelanggaran kelebihan muatan yang semula sampai pada kelebihan sebesar 30% dari berat yang ditentukan kemudian diturunkan menjadi 25%. Tujuannya, untuk mempersempit pelanggaran kelebihan muatan.

Sementara untuk besarnya biaya denda administrasi dinaikkan karena besaran kompensasi pada Peraturan Daerah (Perda) No 7 Tahun 2002 dinilai terlalu kecil sehingga tidak menimbulkan efek jera dan tidak akan memberikan arti sebagai hukuman atas pelanggaran yang telah dilakukan. Pembahasan terhadap Raperda ini, kata Pakde, diperlukan waktu yang cukup lama karena terdapat perbedaan penafsiaran, persepsi, dan pandangan baik terhadap materi yang diatur, kewenangan maupun peraturan perundang-undangan yang dijadikan sebagai dasar penyusunan. Namun, dengan adanya semangat yang sama untuk terwujudnya penyelenggaraan angkutan barang yang aman, tertib, dan teratur sekaligus menjaga kondisi jalan agar tidak cepat men-

galami kerusakan maka Raperda ini dapat disetujui untuk ditetapkan menjadi Perda. Lebih lanjut dia mengatakan, dengan ditetapkan Perda ini pelanggaran kelebihan muatan dapat ditekan. Selain itu, petugas jembatan timbang juga harus melaksanakan tugas sebaik-baiknya sehingga penilaian negative yang selama ini membayangi pada petugas jembatan timbang dapat dikikis sedikit demi sedikit. “Apalagi saat ini telah ditetapkan jembatan timbang sebagai salah satu zona integrasi menuju wilayah bebas korupsi sebagai tindak lanjut komitmen pemprov Jatim dalam mewujudkan pemerintah daerah yang bersih dan bebas darikorupsi, kolusi dan nepotisme,” paparnya. (BUDI)

MEMPERINGATI HAN 2012 DINDIK MENGADAKAN LOMBA CIPTA SENI DAN FESTIVAL

Dr.Harun Msi.MM Kadis Pendidikan Jatim

SURABAYA-Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional (HAN) 2012, Dinas Pendidikan Provinsi Jatim mengadakan lomba cipta seni pelajar dan festival tingkat sekolah dasar, pada hari Rabu (16/5) bertempat di Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Jalan Jagir Sidoresmo. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Dr Harun MSi.MM. Lomba tersebut diikuti 38 Kab/ Kota se-Jatim, lomba terdiri dari

cipta puisi, lukis, dan membatik masing-masing diwakili 1 orang serta festival karawitan terdiri 15 siswa dalam 1grup. Dalam sambutannya Harun mengatakan “ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budaya dan kesenian, dengan diadakan acara ini setiap tahun diharapkan dapat membangkitkan semangat nasionalisme. Di samping itu, acara ini sebagai karakter-

istik kita bersama, karakter bangsa tidak dengan diucapkan, tetapi diaplikasikan dengan kegiatan-kegiatan sehingga menumbuhkan nilai-nilai luhur bangsa yang pada akhirnya terciptalah ketahanan bangsa yang luar biasa”. Sementara itu, Kepala UPT Pendidikan dan Pengembangan Kesenian (Dikbangkes) Provinsi Jatim, Drs Karsono, MPd, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari progam pembinaan yang dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertujuan memberikan motivasi dan sarana bagi peserta didik untuk berkreasi, berekpresi serta inovasi dalam bidang seni, selain itu menumbuhkan rasa cinta tanah air sebagai bagian pendidikan karakter dan menumbuhkan kemampuan anak bersosialisasi serta menumbuhkan bibit-bibit sebagai proses regenerasi. Untuk lomba cipta puisi, juara I adalah, Laraningtyas Aulia dari Kab Nganjuk dengan judul “Budaya Bangsa”, juara II Avina dari Kab Bondowoso dengan judul “ Pak Tani dan Sesaji”, juara III Siva Wulandari

dari Kab Bangkalan dengan judul “: Permata Budaya Maduraku”, juara harapan I Vania V dari Kab kediri dengan judul” Kuda Lumping”, juara harapan II Vanesa AS dari Kab Jember dengan judul “ Indahnya Kasodo”, dan juara harapan III Narau LS dari Kab Lamongan dengan judul “ Kepada Alam Aku Berguru”. Lomba melukis sebagai juara I adalah Awang Bayu dari Kab Sidoarjo, juara II Aisnah dari Kab Nganjuk, juara III Dewi latifatul dari Kab Blitar, harapan I Nabila KN dari Kab Mojokerto, harapan II Aisar B dari Kab Tuban dan harapan III Nabila Aviyah Nur H dari Kab Kediri. Lomba membatik sebagai juara I Alfaningtisa dari Kab Tuban, juara II Sofiatul M dari Kab Bangkalan, juara III Fadila Rosa R dari Kab Banyuwangi, harapan I Santika Sekar DS dari Kab Kediri, harapan II Ajeng

Novita S dari Kab Probolinggo dan Juara Harapan III Reza Dwi A dari Kab Mojokerto. Hasil lomba musik tradisi karawitan, sebagai 5 penyaji terbaik non ranking adalah Kab Tulung Agung, Kab Nganjuk, Kab Blitar, Kab Banyuwangi, dan Kab Mojokerto, 3 pemangku irama terbaik non ranking adalah Aiding Roni Diyanto dari Kab Tulungagung, Kukuh Windu dari Kab Nganjuk dan Kuncup Puspita dari Kab Blitar, sebagai 3 vokal tunggal/sinden terbaik non ranking adalah Dyah A dari Kab Tulung Agung, Arseli Marsya S dari Kab Nganjuk dan Pradyah Purborini dari Kab Blitar, . Yang terpilih akan dikirim ke Jakarta , untuk mewakili Povinsi Jawa Timur dalam rangka Hari Anak Nasional 2012 tingkat pusat Nasional (YUNI)

SEGERA TERBIT LENSA NUSANTARA koran pendidikan untuk rakyat

Cermin Kepribadian Bangsa

Madura Raya Suplemen

Mengawal Dinamika Madura

“Pembeli Solar di SPBU Masih Ngantri Lama” ■ Harga Eceran di Barabai (KALSEL) tembus 6.000 per/Liter

Antiran kendaraan di SPBU

BARABAI - Antrean panjang pembeli BBM khususnya bensin di SPBU Hulu Sungai Tengah mulai berkurang. Namun, untuk antrean pembeli solar, belum juga normal. Dari haril pantauan di sejumlah SPBU, seperti SPBU Keramat, SPBU Kapuh dan Sungai Rangas, Minggu (10/6/2012) antrean panjang truk dan mobil pribadi menghiasi area SPBU tersebut. “Untuk solar tak ada perubahan, kami tetap sulit membeli di SPBU. Sedangkan di eceran harganya Rp 7.000 per liter,” keluh salah satu sopir truk.

Dia pun mempertanyakan, soal janji pemerintah pusat menambah jatah kouta BBM untuk Kalsel. “Katanya mau menambah. Tapi tidak ada perubahan di SPBU,”jelasnya. Sementara itu, harga bensin eceran yang dijual pedagang dikios-kios, khususnya di Kota Barabai, tetap Rp 6.000 per liter. Harga eceran lebih murah, justru ditemukan di desa-desa, yang relatif jauh dari SPBU. Seperti Pajukungan dan Sungai Rangas, Kecamatan Labuan Amas Selatan, serta di Kecamatan Haruyan, yang menjual Rp 5.500

per liter. Namun, ada pula pengecer yang kiosnya persis di samping SPBU menjual dengan harga Rp 6.000 per liter, seperti di Sungai Rangas. H Khairul Fahmi, pemilik SPBU Kapuh Kecamatan Haruyan dan SPBU Telang,Kecamatan Batang Alai Utara menyatakan, khusus untuk bensin sejak 1 Juni hingga kemarin memang ada penambahan jatah, dari biasanya 2 tangki isi 10.000 liter per SPBU, menjadi tiga tangki atau 30.000 liter. Sedangkan untuk solar tetap hanya satu tangki per hari. Disebutkan, untuk dua SPBU yang dikelolanya itu, selama ini mendapatkan pasokan berbeda. Khusus untuk yang di Kapuh, premium 75 tangki (isi 10.000 liter) per bulan, solarnya 31.000 tangki (isi 10.000 liter) per bulan. Sedangkan SPBU Telang, mendapatkan jatah 65 tangki dan solar 26 tangki per bulan. belum ada penambahan, atau tetap satu tangki (10.000 liter) per hari. “Jika pasokan tiap hari stabil tiga tangki per hari, berarti ada penambahan untuk bensin. Untuk solar belum ada,”jelasnya. (Editor : Red FN/TIM Borneo)

Sistem Tanam Multi Kultural Harus Dimiliki Petani SUMENEP-Bagi masyarakat petani seharusnya bisa memilih tanaman yang produktif di musim kemarau. Karena bagaimana pun di musim kemarau khusus bagi masyarakat Madura adalah musim tembakau, yang mereka banyak beranggapan musim ini adalah musim untuk meraih keuntungan yang amat besar sekali pun banyak resikonya. Cara untuk menanggulangi resiko ini masyarakat petani bisa memakai tanaman sistem multi kultural, yaitu tidak hanya menanam tembakau saja, bisa menanam padi untuk daerah persawahan, menanam lombok, kedelai, dan bawang merah di tegalan dan tegal gunung. Pandainya memilih areal yang pantas ditanami tembakau dan yang pantas ditanami tanaman lain itu adalah merupakan solusi tepat , sehigga produktifitas hasil pertanian masyarakat petani cenderung tidak rugi dan mengurang. Artinya dari satu sisi mendapat keuntungan dan di sisi lain juga meraih penghasilan. “Bagi masyarakat Guluk Guluk sendiri sudah mulai sadar tentang sistem multi kultural , sebab di musim kemarau tanaman padi sudah mencapai 100 hektar, sedang bawang merah 8 hektar dan lombok 10 hektar. Jadi umpama tanaman

tembakau mereka anjlok di musim kemarau ini, masih ada harapan untuk mendapat penghasilan dari tanaman yang lain.” Ungkap Suryadi, SP, M.MA. Kepala UPT Pertanian Kec. Guluk Guluk saat di konfirmasi, Jum’at (8/6) Ditambahkan oleh Suryadi, “ antisipasi ini kami lakukan melalui temu Gapoktan yang berjumlah 36 orang yang setiap bulan kami

laksanakan di kantor UPT Pertanian Guluk Guluk, dengan ini program bisa terserap dan difahami oleh masyarakat petani melalui Gapoktan tersebut. Jadi 135 Poktan kedepan ada harapan untuk menjadi kelompok yang bagus dan bisa mengetrapkan hasil program kami, sehingga masyarakat petani akhirnya akan meraih keuntungan yang lebih banyak. (sim)

FN | Edisi : 190| 15 - 30 Juni 2012

Perlu Adanya Asosiasi Pedagang SUMENEP mayoritas para petani menjual hasil pertanian pada pedagang perorangan (lokal) sehingga hal ini dapat merugikan petani sendiri. Untuk menanggulangi hal ini, Abd. Rasyid , SP. UPT Pertanian Lenteng, hendaknya pemerintah mengadakan asosiasi perdagangan. Dengan asosiasi pedagang ini mungkin petani ada harapan meraih keuntungan, sebab ada patokan harga pembelian merata sesama kelompok dagangnya dan cenderung tidak menjual hasil panennya pada pedangang rentenir yang mempermainkan harga pasar. Juga pemerintah menyediakan modal bagi asosiasi pedagang supaya hasil penen masyarakat petani terbeli dengan harga terjangkau. Penetapan harga pasar adalah acuan akurat, untuk menyelamatkan permainan harga barang hasil panen masyarakat tani. Juga Rasyid menambahkan, “ selain itu kalau bisa pemerintah menyediakan penampungan barang hasil panen masyarakat tani di setiap kecamatan, sehingga barang barang masyarakat tani terjual dengan harga yang memuaskan. “ Kalau hal ini berjalan, besar kemungkinan kesejahteraan kaum tani semakin bertambah, sekali pun hal ini perlu modal besar. (sim)

Perjalanan Syafitri Meniti Karier D

ari awal perjalanan Syafitri menuju jenjang pendidikan dimuali dari tingkat Taman Kanak Kanak Kanak (TK) . Gadis mungil nan cantik jelita ini memapah pendidikan dengan tekun, tanpa harus ada unsur paksaan dari siapapun. Syafitri sejak kecil hobby menyanyi yang tumbuh dari hati nuraninya sendiri , itu pun keluar dari insting yang ia miliki.” Toh wong masih anak anak kala itu, mas. “ Akunya pada media ini tatkala diwawancarai di rumahnya , Selasa, (5/6). Gadis asal tumpah darah Pamekasan, yang mengaku lahir pada 30 Maret 1994, tak pernah usil meniti karir. Habis masa TK dilalui dengan matang, ia masuk di bangku pendidikan Sekolah Dasar Negeri ( SDN) Kebonangung II Sumenep pada tahun 2000. Prestasi gemilang yang selalu diraihnya. Sejak inilah, Syafitri mulai menggeliat selalu meniti prestasi bila kenaikan kelas. Rangking demi rangking diraihnya. Pada 2006, Syafitri keluar dari SDN Kebonagung II, masuklah ia ke SMPN I Sumenep di tahun itu juga. Fitri sapaan akrabnya- beranjak menerobos cita cita di sini. Menyanyi, menulis, membaca sudah menjadi sumber kehidupannya. Saat berada di rumah, ia terus belajar dan belajar menjadi orang matang betulan. Di tahun 2009 masuklah Fitri kejenjang Sekolah Menengah Atas Negeri I ( SMAN) Sumenep, sebuah lembaga pendidikan yang menjadi favorit orang Sumenep. Tentunya ia tidak main main ada di bangku sekolah ini. Fitri terus meniti karir dan menekuni semua materi pelajarannya. Ia bisa membagi waktu,

dim a n a jam sekolah dan luar jam sekolah.” Tapi saya juga tidak pernah melupakan karir mas! Apa lagi hal hal yang menyangkut pelajaran ekschool, seperti menyanyi dan modelling tak pernah saya lupakan juga, hobby lho...! Ucapnya sembari tersenyum. Sekarang ia telah lulus di SMAN I Sumenep tinggal ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB). “Insya Allah, saya akan kuliah, untuk meringankan beban orang tua, saya harus memiliki perusahaan sendiri, sambil memikirkan masa depan. Ia chan...” Ujarnya

Madura Raya Kejar Target E-KTP,UPT Minta

Warga Datang Tepat Waktu Editor : Redaksi FN Liputan : Hasyim

SUMENEP- Surat undangan untuk mengisi data pemotretan kepada masyarakat hendaknya hadir tepat waktu, tanpa harus ada unsur paksaan. “Mitahol Gunanto SE selaku kepala UPT menjelaskan bahwa pelaksanaan EKTP agar lebih cepat itu adalah lebih baik. Dan masyarakat yang tidak mendapat undangan, kalau punya KK bawalah KK-nya kekecamatan untuk dilakukan pemotretan juga. Selain itu untuk Kec. Pragaan memilih berbeda dengan tiga kecamatan yang ada di Sumenep Setelah selesai pemotretan di daerah sekitar kecamatan maka akan dilakukan pemotretan kedesa desa, sebab di sana disediakan mesin disel yang berkapasitas 10.000 watt, diperoleh dari bantuan honorir stake holder kecamatan

dan para Kepala Desa kecamatan setempat. Dan masing masing Kepala Desa juga menyumbang uang 1 jutaan yang diperoleh dari uang transport mobilisasi masyarakat untuk melakukan pemotretan kekecamatan. Sehingga setelah dikalkulasi mencapai 25 juta. “Dra. Wahasah, MM. selaku Kepala UPTnya menyatakan, “uang sejumlah 25 juta itu, kami beli mesin disel sebesar 10 juta sedang 15 jutanya untuk biaya bahan bakar, Insya Allah cukup sampai batas akhir pemotretan. Serta Wahasah menambahkan, “ dari 54.445 masyarakat wajib KTP di kecamatan ini, pada batas akhir program e KTP geratis akan tuntas terlaksana, sebab setiap harinya pemotretan mencapai 400 orang. Mudah mudahan terus ada dukungan dari semua pihak. (sim)

Atlit Pencak Silat Se-

Kab.Sampang,Diberikan Penghargaan

Edisi 190 : 15-30 Juni 2012

8

Sekolah ku,Harapanku Editor : Redaksi FN Liputan : Tim Biro Sampang

SAMPANG - Dalam dunia pendidikan diharuskan semua komponen masyarakat berperan aktif. Lebih – lebih para tenaga pengajarnya untuk peran serata mewujudkan pendidikan yang didamba – dambakan oleh bangsa dan negara. Untuk itu semua harus terjalin kerjasama yang baik dari lapisan manapun. Sekolah – sekolah dan terus sekolah mungkin itu suatu ungkapan yang harus kita selalu suarakan, tampa sekolah serta belajar harapan bangsa ini akan musnah ditalan masa. Dikarnakan generasi penerus bangsa ini ada dipundak para pelajar kita semua. Maka gak salahlah kalo kami mengungkapkan “SEKOLAHKU HARAPAN DESAKU”. Didesa kami contohnya SDN. Tolang 1 Desa Tolang Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang Madura ini yang dikomandani oleh Kepala Sekolah sebut namanya Mulyani,S.Pd,M.Pd. mengungkapkan kepada wartawan forumnusantara.net. bahwa didesa ini sangat terpencil (pelosok) namun antusias para masyarakat untuk selalu giat dalam belajar terus ditingkatkan, karena harapan orang tua ditangan anak – anaknya. Mulyani,S.Pd,M.Pd. mengungkapkan juga saya selaku Kepala Sekolah tidak ada apa – apanya

Foto Atas Kepala Sekolah SDN Tolang 1 Desa Tolang

bila kami tidak sejalan dan tidak searah dengan para masyarakat beserta siswa – siswiku. Karena meraka memiliki mimpi yang sama. Karana tentu banrang bukti kalo didesa ini buta dengan pendidikan maka yang jelas desa ini akan selalu ketinggalan di masa globalisasi seperti teknologi dan lain sebaginya. Sekolah ini bertempat di sebalah selatan dari pusat Kecamatan Banyuates jarak tempuh jika melului akses kebarat sekitar ± 18 KM. Jika malalui langsung keutara melewati waduk Nipa sejarak ± 12 KM . walaupun secara grafik

Sekolah ini didesa yang sangat pelosok namun antusias para siswanya sangat giat dalam balajar bukti dari data siswa di Sekolah Negeri Tolang 1 ini berjumlah 263 dengan rincian sebagai berikut : Kelas 1 = 45 siswa, Kalas 2 = 48 siswa, Kelas 3 = 48 siswa, Kelas 4 = 41 siswa, Kelas 5 = 40 siswa, dan Kelas 6 = 41 siswa (lulus semua). Para penerimaan siswa baru sudah mencapai 35 siswa. Dari data tersibut sudah barang pasit antusia para masyarakat sudah ikut serta untuk progaram pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa. Tuturnya.

Mengintip, Pelaksanaan

E-KTP di Empat Kecamatan

(Foto : Bupati Sampang Bersama Para Atlit Pencak Silat)

SAMPANG- Pencak silat adalah suatu olah raga bela diri khas dari pulau Madura, dalam hal bela diri kabupaten sampan telah membentuk sebuah persatuan pencak silat yaitu IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Sebelum hari ulang tahun IPSI yang ke 64, ikatan pencak silat kabupaten sampang mengadakan perlombaan kejuaran kabupaten yang telah memperebutkan tropi bergilir bupati sampang yang di laksanakan pada tanggal 13 – 16 Mei 2012 di Gor Indor Wijaya Kusuma dengan mempertandingkan kategori usia dini dari praremaja, permaja, dewata terbatas putra dan putri. Dalam perlombaan pencak silat tersebut di ikuti dari 10 perguruan pencak silat di kabupaten sampang. Dan yang memperoleh sebagai juara umum yaitu perguruan pencak silat “Noer hariyat” denagn memperoleh 14 emas, 5 perak, 9 perunggu, dan sebagai pesilat terbaik putra dari kabupaten sampan yaitu “Zaynuddin” dari perguruan pencak silat “Al-fatah” sedang pesilat terbaik putri dari kabupaten sampan yaitu “Suhartatik” dari per-

guruan pencak silat “Noer hariyat”. Pada kepengurusan IPSI Sampang kreatif yang masih muda, IPSI Sampang telah melakukan manufer-manufer yang memungkinkan para pesilat di kabupaten sampang memiliki ruang yang cukup dalam berkreasi secara mandiri, untuk mendukung kualitas para pesilat kabupaten sampang, dan IPSI Sampang juga telah mengadakan pelatihan yang telah di laksanakan pada tanggal 4 – 6 Mei 2012 yang mengikut sertakan semua perguruan pencak silat se kabupaten sampan. Pelatihan tersebut dapat di jadikan modal oleh setiap perguruan untuk membina murid-muridnya serta secara profesinal, karena keadaan tersebut mempunyai standart nasional. Dan IPSI Sampang untuk kedepannya adalah terbangunya pola pelatihan yang sistemik dan pogresif. Bupati sampan “NOer tjahja” sangat mendukung dengan terbentuknya persatuan pencak silat sampang tersebut bias mewakili jawa timur dalam mengikuti perlombaan pencak silat. (shato/h. ysf/harry)

SUMENEP-Pelaksanaan pemotretan e KTP di empat kecamatan, yaitu Kec. Saronggi, Kec. Lenteng, Kec. Pragaan dan Kec. Guluk Guluk berjalan kondusif, sekali pun di empat kecamatan tersebut berbeda beda metode yang dilakukan. Menurut Drs. Moch Syafi’e, Kepala UPT. Dukpencapil Kec. Saronggi , bahwa dari 32000 orang wajib KTP di Kecamatan Saronggi optimis pada akhir tahun 2012 akan selesai dan tiap hari pemotretan rata rata mencapai hingga 400 orang. “ Mudah mudahan tidak ada kendala yang cukup signifikan, sebab di sini sering ada gangguan jaringan, mungkin karena ruangan sempit dan bersuhu panas. Kalau pemotretannya setiap orang paling lama 2 ½ menit untuk remaja, yang

sulit bagi kaum tua bisa bisa sampai ½ jam.” Ungkap Drs. Moch Syafi’e ketika diwawancarai Rabu( 6/6) Ditambahkan, “ pemotretan kami mulai dari jam 8.00 pagi hingga jam 10-12 malam dan tidak ada hari liburnya. Kami kerjakan semaksimal mungkin. Kami perkirakan dari 32000 penduduk wajib KTP tercapai 29000 di akhir pemotretan sudah kami anggap sempurna, sebab banyak di antara masyarakat yang punya identitas ganda.”mudah mudahan hal ini didukung oleh semua pihak, sehingga bisa sukses semaksimal mungkin, tandas Syafi’e. Sedang di Kec. Guluk Guluk, menurut Rika Widasari, S.Si. sebagai Kepala UPTnya, mengatakan bahwa, dari 12 desa terdiri dari 45.125 wajib KTP pada

akhir pelaksanaan yang telah ditentukan oleh Kepala Dinas akan terselesaikan, sebab rata rata pemutretan setiap harinya mencapai 350 orang. Rika sapaan akrabnya menambahkan, kami bekerja semaksimal mungkin, pemotretan dilakukan siang malam sampai jam 22 Wib dan tidak ada istilah hari libur, karena program ini, kami upyakan sukses 100% . Maka dengan ini kami menghimbau kepada masyarakat hendaknya datang tepat waktu, karena sukses dan tidaknya tergantung pada masyarakat. Untuk pemotretan kedesa desa, Rika mengaku masih menunggu keputusa dari masing masing kepala desa. Untuk Kecamatan Lenteng, seperti yang diungkapkan Miftahol Gunanto, SE. selaku Kepala UPTnya, meminta Desa Poreh dan Lenteng Barat agar dipertimbangkan lebih dulu, untuk melakukan pemotretan di desanya sendiri, bukan berarti menolaknya, di samping juga alatnya yang sangat rentan dan juga harus membutuhkan muatan listrik 3500 watt. Kalau memakai disel ( mesin listrik) harus mempunyai kapasitas tinggi.Dari 20 desa sekitar 52.333 penduduk wajib KTP di Lenteng, beliau sangat optimis pada oktober 2012 akan selesai sebab pemotretan setiap hari mencapai 350 orang.Bagi warga yang tidak punya KTP, namun KK-nya yang ada dan benar datanya, maka boleh melakukan pemotretan e KTP, kalau belum punya KK, tentu harus membuat KK lebih dulu, karena itu termasuk persyaratannya.”Ungkap Mitahol

Madura Raya “Lomba PKK,Di Kabupaten Sampang”

Edisi 190: 15-30 Juni 2012

9

Selesaikan Rehab , Habiskan

Ratusan Juta Rupiah Editor : Redaksi FN Liputan : Hasyim

SAMPANG, Dalam menggalang kasatuan para ibu – ibu PKK seluruh Kecamatan se-Kabupaten Sampang mengadakan lomba. Acara tersebut terlaksana secara hikmad dan lancer, para peseta dari seluruh kecamatan antusian untuk mendapatkan penghargaan dari Ketua Penggerak PKK Wiwin Noer Tjahja suatu piala istimewa. Lomba tersebut tergolong sederhana namun meriah yang diselenggarakan di pendopo Bupati Sampang di Jln Wijaya Kusuma No. 1 ini. Salah satu contoh para peserta pemenang juara umum diraih oleh Kecematan Sokobenah oleh Dra. Lilis tiawati selaku ketua penggerak PKK kecamatan Sokobenah. Lomba - lomba tersebut tiada tujuan lain selain menyelang waktu kebukan para ibu – ibu. Selain aktifitasnya mengurusi rumah tangga namun juga harus berkreasi. Juga ibu wajib sehat dan pendai dikarnakan ibu adalah kunci kesuksesan rumah tangga. Suami mencari nafkah ibu yang mendidik anak – anaknya. Tuturnya (Ketua penggerak PKK Kabupaten) kepada wartawan forumnusantara.net. Wiwin Noer Tjahja mengungkapkan bahwa jangan petus asa kepada peserta yang gagal hari ini, masih banyak kesempatan lain untuk meraihnya. Dra. Lilis tiawati mengucapkan terima kasih kepada semua ibu – ibu yang kompak sehingga kami dapat sukses mendapatkan juara umum diacara ini. Tandasnya. (sharto/h.ysf/harry)

29 Siswa SMP,

Al-Asyhari di Lepas Editor Redaksi FN Liputan : Tim Biro Sampang

SAMPANG- Sekolah menengah pertama (SMP) kelas jauh Al- asyhari desa nyiloh kecamatan kedungdung kabupaten sampang kamis 07/06/2012 mengadakan resepsi pelepasan 29 siswa kelas IX yang lulus tahun 2011-2012, acara ini dihadiri oleh ketua yayasan, tokoh masyarakat, dan semua dewan guru. Acara ini dimulai dari pukul 09.00 pagi, sebelum acara ini dimulai para siswa menjamu para undangan yang hadir dengan hiburan dan bacaan sholawat nabi, sehingga para undangan merasa terhibur dengan itu, tidak lama kemudian setelah undangan sudah datang semua, siswa memulai acara dengan bacaan ayat-ayat suci alqur’an dan sambutan– sambuatan dari smua perwakilan sekolah baik dari panitia pelaksana, siiwa dan perwakilan yayasan. Dalam sambutannya KH. Muid menuturkan dan menyampaikan banyak trimakasih kepada kepada semua pihak khususnya wali murid yang telah memberikan dukungan atas pelaksanaan ini, ungkapnya. Setelah itu memasuki acara inti setiap siswa menaiki panggung satu persatu untuk melakukan pelepasan siswa yang dilakukan oleh Abd, kiflih. Menurut kepala sekolah farida handariyati, Sag. mengatakan bahwa acara ini bermula untuk menciptakan sesuatu yang baru, karena pada tahun sebelum-belumnya hanya tour tapi kami lihat kegiatan itu tidak mendukug dalam menciptakan kerukunan antar guru dan wali murid, sehingga setelah kami mengadakan rapat dengan dewan guru dan ketua yayasan maka kami sepakat untuk mengadakan acara pelepasan ini, tuturnya. Namun dalam acara ini sedikit kecewa karena acara ini tidak dihadiri oleh unit pelayanan tekhnis pendidikan (UPTD), pengawas binaan dan dari dinas pendidikan, bahkan undangannya udah kami sebar, ungkapnya. Dan kami berharap kedepan sekoah ini lebih meningkatkan skil (kemampuan) siswa biar nanti ada pegangan hidup dalam menuntut ilmu selanjutnya, katanya. Sementara wakil ketua yayasan yang didampingi komite dan kepala sekolah syafiuddin menambahkan berharap mudah-mudahan disekolah ini lebih maju dan lebih mandiri karena melihat pendidikan masyarakt nyiloh rata-rata tamatan SD sehingga masyarakat nyiloh lebih peduli terhadap pendidikan, imbuhnya./ jun

SUMENEP- Sebenarnya Kepala Sekolah ( Kepsek) tidak lepas dari tanggung jawab dalam mengintegritaskan kualitas lembaganya. Ada banyak metode yang dikerjakan untuk memancing anak didik giat belajar, disiplin dan rajin. Salah satu pendukung untuk meningkatkan mutu pendidikan, adalah sarana atau fasilitas yang memadai . Bisa jadi siswa tidak rajin masuk, karena diwarnai oleh sarana yang kusut, bocor dan popbrok. Malasnya mereka , karena merasa tidak tenang dan tidak kerasan berada di ruangan yang hampir roboh. Sudah lama hal ini menjadi buah pikir Johar Bahri, S.Ag. Kepsek SDN Bila Pora Reba I, Kec. Lenteng Kab Sumenep. Awalnya keberadaan sekolah tersebut sangat memprihatinkan. Hanya tinggal tiga ruang saja, dan tiga ruang lainnya sudah tak beratap. Pelaksanaan Kegiatan Belajar dan Mengajar ( KBM) kurang kondusif, hanya dibatasi sekedar aling aling sebagai pemisah dari kelas 1 sampai kelas VI. Tidak tenanglah pelakasanaan kegiatan pendidikan di sana.

“ Al-hamdulillah, harapan kami menjadi realita. Kami mendapat bantuan swakelola tahun 2012 dari Dinas Pendidikan Sumenep, sebesar Rp. 269. 000.000. Untuk fisik tersedia dana Rp. 254.000.000, sedangkan Rp. 15.000.000 diperuntukkan pada mobiller. Kami upaya dana tersebut cukup dan pekerjaan mencapai 100%. Sebab ini bukan hanya rehab, akan tetapi kami membangun dari tahap awal. Semua sisa tembok yang dulu, kami hancurkan, kami mulai dari awal pekerjaannya. Setiap hari , Harian Orang Kerja ( HOK)nya, mencapai 10 orang,

kami ambil dari warga setempat, meliputi komite sekolah dan orang tua wali. Kenapa demikian? Ini supaya masyarakat, komite sekolah, lebih lebih orang tua wali, merasa memiliki lembaga ini. Kami perkirakan dua bulan akan datang pekerjaan selesai. Semoga dalam pelaksanaan rehab ini tidak mengalami hambatan yang cukup signifikan. “ Ungkap Johar Bahri meyakinkan. “ Dan akan kami hindari permainan kong kalikong. Kapan lagi akan memberikan yang terbaik bagi anak didik dan masyarakat, kalau bukan sekarang!” Tambahnya. ( sim)

Kades Bunten Barat, Dilantik Bupati Sampang

Dengan Visi Misi Membangun Desa,Meningkatkan Perekonomian .Pelayanan Masyarakat dan mengangkat perdamaian

Editor : Redaksi FN Tim Liputan : Sharto/H.Yusuf/Harry

SAMPANG-Tepat pada hari jum’at 08/06/2012 kepala desa bunten barat (H. SUKARYADI) kecamatan ketapang kabupaten sampang di lantik oleh bupati sampang “Noer tjahja”. Pelantikan tersebut di laksanakan di pendopo kecamatan ketapang pada pukul 15.00 Wib, Acara pelantikan di hadiri langsung oleh semua kepala desa se kecamatan ketapang, sejumlah forum pimpinan daerah (FORMINDA), tokoh ulama’, kapolsek, danramil, dan tokoh masyarakat. Sammbutan singkat bupati noer tjahja “Mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada semua tokoh-tokoh masyarakat, badan permusyaaratan desa (BPD), dan

Foto : Bupati Sampang Melantik Kades Bunten Baran (H.Sukaryadi)

Ulama’-ulama’, khususnya pada semua warga masyarakat desa bunten barat kecamatan ketapang. “Saya berharap kepada sejumlah warga agar semua yang menghadiri acara pelantikan kepala desa bunten barat semoga bisa melakukan tugas-tugasnya dengan baik, dan selalu menjaga desanya secara aman dan kondusif, karena tidak mungkin pembangunan bisa din laksanakan jika kondusifitas desanya tidak terjaga, maka dari itu tolong jaga kondusifitas di desa bunten barat. Menurut Kabag Pemerintahan Desa (Sudarmanto) “Dengan adanya pelantikan kepala desa bunten barat maka berakhirlah pula pemilihan kepala desa bunten barat kecamatan ketapang.

Setelah pengambilan sumpah dan pelantikan sudah berjalan dengan lancar, aman, sukses, dan kondusif. Selesai pelantikan, saat kepala desa bunten barat (H. Sukaryadi) di wawancara oleh wartawan forumnusantara.net mengatakan “Saya siap memajukan desa saya denan visi dan misi : Akan membangun desa, meningkatkan perekonomian, pelayanan masyarakat dan mengangkat perdamaian serta memimpin desa sesuai dengan aturan yang di tentukan, semoga kedepannya desa saya lebih maju, aman, tentram, dan damai masyarakatnya. (Sharto/H.yusuf/Harry)

Madura Raya Wisuda Angkatan XII

SMA Negeri 1 Kedundung

Edisi 190 : 15-30 Juni 2012

10

KEISTIMEWAAN KAB.SAMPANG DALAM MERAIH PIALA ADIPURA OLEH PRESIDEN RI

Untuk ketiga kalinya Kabupaten sampang Meraih Piala adipura

Editor : Redaksi FN Lliputan : Tim Biro Sampang

SAMPANG, Dalam acara wisuda angkatan XII di SMA Negeri 1 Kedungdung Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang ini. Berjalan sangat meriah dan hikmad. Acara tersebut di hadiri oleh Bupati Sampang H. Noer Tjahja beserta rombongan. Acara tersebut dimuali jam 10.00 Wib. s/d 12.30 Wib. Dalam sambutannya Kepala sekolah SMA Negeri 1 Kedungdung Ummu Kultum. Mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua, terutamanya kepada Bupati Sampang H. Noer Tjahja yang telah meluangkan waktunya disela kesibukannya suatu kehormatan bagi kami semua. Tuturnay. Kepala sekolah jaga manghaturkan maaf sebesar – besarnya mana kala adalam acara ini kurang berkenang dihati para Undangan – undangan yang terhormat. Ungkapnya. Sambutan berikutnya langsung Bupati Sampang H. Noer Tjahja. Mengatakan selamat kepada semua siswa SMA Negeri 1 Kedungdung yang lulus 100% mudah – mudahan dapat melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. Karena dipundak pelajarlah kelajutan pembangunan ini berjalan dengan maksimal. Bupati juga menghimbau kepada semua siswa untuk bisa melanjutkan sekolah – sekolah dan terus sekolah dengan ilmu pengetahuan yang tinggi maka masadepan anda semua akan cemerlang. Noer Tjahja mengatakan dalam era demokrasi ini dan juga para siswa pemula dalam memilih pemimpin. Untuk jangan sampek salah memilih pemimpin kedepan karena apabila sampek salah memilih maka 5 tahun nasib pemerintah akan dipertaruhkan bisa – bisa hancur. Dalam sesi wawancara dengan wartawan forumnusantara.net bupati sangat terharu dan ide – idenya dalam acaranya sangat bagus mulai dari lagu – lagu dan tearer seni yang termutifasi setelah para siswa menyerahkan tonggak untuk melanjutkan pembangunan kabupaten Sampang tercinta ini. Tuturnya. (sharto/h.ysf/harry)

LOWONGAN REDAKSI

FORUM NUSANTARA

SAMPANG- Penghargaan Adipura adalah sautu yang diidamidamkan oleh seluruh Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia. Pada tahun 2012 ini yang ke 3 kalinya kabupaten Sampang mendapatkan pengharggan yang sangat bergensi ini. Dalam sambutannya Bupati berterima kasih kepada semua komponen masyarakat ini adalah suatu kepedulian masyarakat sampang

FOTO :Bupati Sampang melakukan Ritual Sujud Syukur

Foto : Bupati sampang Bersama Para Wartawan

dalam kebersihan lingkungan disekitarnya. Maka saya Bupati Sampang tidak ada apa-apanya jika tiada dukungan semuanya wabil ukhus seluruh masyarakat Sampang. Acara tersebut diarak dari pintu gerbang Kabupaten Sampang yakni kacamatan Jrengik sampai keliling kota sampang dan disambut meriah oleh seluruh komponen masyarakat Kabupaten Sampang. Tatkala piala diberikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Budiono Bupati Sampang Noer Tjahja hanya mengatakan terima kasih Bapak. Tuturnya Presiden mengucapkan sampaikan

1. Pendidikan Minimal SMU-SEDERAJAT /S1 2. Berpengalaman Kejurnalisan 3. Berdedikasi Tinggi

ATAS DI RAIHNYA PIALA ADIPURA KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2012 OLEH PRESIDEN RI KEPALA DAN SELURUH STAF

Turut Mengucapkan

Ir. RP.H. MOH. ZIS, MT Kepala Dinas PU Bina Marga Kab.Sampang H.HERI PURNOMO.Mpd Kepala Dinas Pendidikan Kab.Sampang

dr. Firmna Pria abadi, MM Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sampang SAIFUL BAHRI,S.Pd KEPALA SMPN 2 BANYUATES

kirim CV ke lpkp2hi.forum@yahoo.co.id Alamat Redaksi : Jl. Simpang Dukuh No 1 Surabaya Tlp. 031-33333-125 Hp. 0852 302020 77

salam hormat kami kepada semua komponen masyarakat Sampang untuk selalu menjaga dan merawat lingkungan diseluruh wilayahnya. Imubuhnya.

Selamat & Sukses

MEMBUTUHKAN WARTAWAN/i

Syarat Sbb :

FOTO : Piala Adipura Diarak Keliling Kota Sampang

H.Moh.Yusuh Amd Koordinator Liputan Wilayah Jatim

Pemerintah Kabupaten Sampang

DAERAH Kilas Blitar

Peluncuran Buku Digital Wong Blitar Editor : Redaksi FN Liputan : Kessy

BLITAR FN, Sabtu, 19 Mei 2012 , Perpustakaan Proklamator Bung Karno , sebagai Pusat Informasi dan Wahana Memorabilia yang berkaitan dengan Bung Karno , sekaligus merupakan Pusat Studi Kebangsaan Indonesia, , tapi bukan perpustakaan milik keluarga Bung Karno. Karena itu kerjasama seluruh komponen masyarakat sangat diperlukan, baik masyarakat, Kota dengan Kabupaten Blitar , maupun masyarakat, Indonesia dengan dunia Internasional . Dan salah satu wujud kerjasama ,dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Nasional, dilaksanakan dalam bentuk peluncuran Buku “Wong Blitar” , yang bertempat diaula Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang berada satu lokasi dengan makam Bung Karno , tepatnya di Kelurahan Sentul , Kecamatan Kepanjen Kidul , Kota Blitar. Acara ini dihadiri sekitar seratus undangan dari berbagai komponen masyarakat, baik masyarakat Kota ataupun Kabupaten Blitar. Wong Blitar menjadi satu kesatuan masyarakat daerah sebagai Pilar Penyangga bagi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI) . Dengan narasumber, Ir. Drs. Poerwanto P,MA, selaku pendiri Perpustakaan Proklamator Bung Karno dan pengarang Buku ” Wong Blitar” . Drs.H. Djarot Syaiful Hidayat, MS , mantan Walikota Blitar periode 2005-2010 juga seorang Budayawan . Dr. IL. Kisdaryanto, MSc, salah satu Komisaris PT .Banten West Java Tourism Development. Buku ensiklopedia “wong Blitar” edisi perdana ini , berisi tentang Profil Tokoh Masyarakat atau Pahlawan dan Pelopor Kesuksessan dan Keberhasilan Orang Blitar dalam berbagai Bidang ( Wong BlitarJawa) . Draft buku ini berhasil dicetak secara terbatas untuk dibagikan pada acara ,10 november 2012 lalu, guna mendapatkan tanggapan dari masyarakat luas. Karena isi buku “wong Blitar” mengandung cerita masa lalu sebagai bahan perenungan dan pelajaran bagi generasi muda Blitar Raya , seiring dengan perkembangan Ilmu dan Technologi , maka bentuk Buku Digital adalah cara paling tepat untuk mengajak generasi muda agar mau membaca , merenungkan, dan memetik pelajaran , di masa depan. Drs. Suyatno, MSI, selaku Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, diakhir sambutannya “ melalui acara seperti ini , diharapkan dapat mewujudkan suatu saluran informasi dan komunikasi sebagai ruang apresiasi bagi masyarakat sekaligus upaya stategis melembagakan nilai-nilai kearifan lokal ditengah - tengah masyarakat ”, menyampaikan. ( kessy.C)

Puncak Acara Peringatan Hardiknas

“Kepala Dinas jadi Dalang”

Editor : Redaksi FN Liputan : Kessy

BLITAR- Hari Pendidikan Nasional untuk tahun 2012 , pelaksanaanya sangat berbeda dari tahun – tahun sebelumnya , mulai Upacara bendera dan perlombaan –perlombaan digelar. Termasuk juga acara do’a bersama (Istiqosah) pada tanggal 25 lalu, sebagai wujud rasa syukur dan doa harapan agar ujian nasional tahun ini bisa berhasil dari tahun kemarin. Dan do’a ini terwujud dengan hasil kelulusan untuk Kabupaten Blitar ,tingkat SMK 100% lulus , sedangkan untuk SMA , satu anak yang gagal atau 99,9% siswa lulus. Bahkan untuk tahun ini segudang prestasi telah diukir oleh Pelajar dari Kabupaten Blitar dalam berbagai bidang dan tingkat perlombaan. Sebagai acara puncak dan sekaligus bentuk ungkapan kegembiraan atas prestasi yang tercipta Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, sebagai panitia penyelengggara peringatan Hari Pendidikan Nasional , membuat “gawe” Pagelaran wayang kulit semalam suntuk, Sabtu 26 mei 2012 di halaman Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Acara yang diwarnai dengan kesenian jawa dan dibawakan oleh para pelajar yang berbakat ini , dihadiri oleh Bupati Blitar, Hery Nugroho , dan segenap pejabat tinggi Pemerintah Kabupaten Blitar , beserta semua unsur pendidikan yang terkait . ” Untuk lomba tingkat nasional , kejuaran banyak didominasi pelajar dari Blitar , baik dari kota Bupati Blitar, Hery Nugroho , berkenan menyerahkan penghargaan juga diberikan penghargaan langsung kepada setiap pelajar yang berprestasi ,baik berupa piagam maupun piala. Dan didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Tidak mau kalah dengan anak didiknya, sebagai seorang pimpinan dan sosok yang terkenal serba bisa Romelan S.pd M.si, berkenan menjadi dalang dalam pagelaran wayang kulit yang merupakan punca acara dari serangkaian peringatan Hardiknas tahun ini. Karena keberhasilan dan segudang prestasi yang dicatat Kabupaten Blitar khususnya didunia pendidikan tahun 2012, tidak lepas dari kebijakan – kebijakan yang dikeluarkannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, yang menjabat . (KESSY. C.)

Edisi 190 : 15-30 Juni 2012

13

Pemuda Pancasila,Harapkan pemimpin Marabahan Yang Bersatu Dalam Perbedaan Editor : Redaksi FN Liputan : Tim Biro Marabahan

MARABAHAN-Menyikapi Kabupaten Barito Kuala yang kehidupan masyarakatnya sangat berbudaya, ksatria dan kewaspadaan dalam berkerukunan hidup ruhui rahayu, seiya sekata dan rakat mufakat serta seluruh pridasar kehidupan rakyatnya yang diletakkan diatas lima (5) dasar sesuai rukun islam dan pancasila sebagai ideologi Negara, Bhinneka Tunggal Ika dan perbedaan dalam persatuan. Perbedaan dalam persatuan insya Allah masyarakatnya akan merasakan yang sangat baik bagi kehidupannya diiringi rajin bekerja sesuai keahliannya didalam seluruh elemen-elemen masyarakat, Jelas Roosma Bakti, RZ (Ketua MPC Ormas Pemuda Pancasila Batola Masa Bakti 2011-2015) yang juga Ketua LSM GEPAK Cabang Batola. Dalam tahun 2012 ini, menjelang dan berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Barito Kuala 2007-2012 yang sebentar lagi akan kita gelar dan masyarakat pemilih akan memilihnya. Marilah kita sejenak merenung, siapa kita, darimana kita, tujuan kemana, mengapa kita hidup di Kabupaten Barito Kuala ini, sudahkah kita ikut berjuang untuk membangun daerah ini sesuai bidang yang kita kerjakan. Siapa pun yang ingin memimpin daerah ini, sebaiknya orang asli daerah dan menetap yang mengenal dan dikenal

oleh masyarakat di- 17 kecamatan yang luas wilayahnya 2.996,96 km² dengan masyarakatnya yang majemuk, yang mana lebih besar penduduknya berpenghasilan dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, & peternakan. Figur pemimpin yang diinginkan harus Fleksibel, punya jiwa dan pengalaman organisasi, bertaqwa kepada Allah Swt., Setia kepada Pancasila , UUD1945, dan NKRI yang memiliki jiwa patriotisme, motivator dan dinamisator serta memiliki integritas moral dan visioner, professional dalam menjalankan misi yang mana harus didahulukan atau skala prioritas, tidak tercela, jujur dan memahami kondisi geografisnya dan potensi wilayah daerahnya, dan ini merupakan bagian dari berbagai factor yang mempengaruhi proses pembangunan dalam rangka untuk lebih mensejahterakan kehidupan masyarakat-

nya. Selanjutnya, Roosma Bakti. Rz mengingatkan kembali bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya, termasuk pendiri-pendiri kota kabupaten Barito Kuala yaitu para pejuang dan pahlawan didaerahnya yang patut kita hargai untuk melestarikan kota Marabahan yang artinya generasi selanjutnya tetap bersama menjaga melestarikannya, dan kita jangan menutup dan melihat sebelah mata karena Realita kehidupan masyarakat yang merasa bersyukur kepada Allah Swt. Masyarakatnya akan merasa aman, tentram dan damai untuk tetap berjuang bekerja menyongsong perubahan yang lebih baik dan lebih sejahtera dari masa lalu. Bupati dan Wakil Bupati yang memimpin daerah ini adalah pejuang nantinya, dan tidak kalah pentingnya dengan jabatan sekretaris Daerah sebagai motor roda pemerintahan yang saat ini seiring sejalan sudah dilalui, begitu juga peran serta anggota DPRD maupun aparat pemerintahannya yang peka terhadap keluhan seluruh elemen-elemen masyarakat baik itu Ormas maupun LSM yang mempunyai arti penting bagi pemerintah maupun anggota DPRD nya. Ormas atau LSM Yang berfungsi sebagai sarana penghubung, penggerak, penyadar dan alat Kontrol sosial dalam proses pembangunan serta sebagai mitra yang harmonis bagi pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan. (*)

Santuni Anak Yatim Piatu Dengan Gembira Kegiatan UPTD Selorejo Dalam Rangka Hardiknas Editor : Redaksi FN Liputam : Kesy

BLITAR- , Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, UPTD Selorejo bekerjasama dengan PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kabupaten Blitar, mengadakan acara jalan santai (sehat), 30 mei 2012 dilapangan Olak Alen, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Dengan tema beramal sambil jalan sehat,dalam rangka hardiknas dan harkitnas kita peduli anak yatim piatu. Senada dengan kegiatan ini , Muchtohar ,selaku kepala UPTD Kecamatan Selorejo mengatakan ”Untuk kecamatan Selorejo tahun ini mengulangi kesuksesan tahun kemarin, dimana dalam Memperingati Hari Pendidikan Nasional UPTD menyelengarakan acara jalan sehat dan pemberian santunan kepada anak yatim piatu” jelasnya kepada Tim . Santunan diberikan kepada 50 orang anak dari berbagai sekolah yang tersebar diseluruh wilayah Kecamatan Selorejo, mulai dari tingkat TK ( RA) sampai SLTP (MTS). Bapak Muchtohar menambahkan “khusus untuk tingkat SD, ada siswa dari SDN BORO II ,Kecamatan Selorejo yang masuk tim sepakbola Kabupaten untuk

mengikuti Lomba SO2SN untuk SD ketingkat Propinsi” dengan wajah bangga. Kegiatan ini dihadiri oleh mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, dan saat ini menjabat wakil bupati Blitar, Arijanto. Kabag humas dan protokoler ,Djoni Setiawan, camat Selorejo, Wiyakto dan beberapa Kepala Desa. Serta diikuti oleh seluruh unsur pendidikan ( guru dan pelajar,UPTD ) seKecamatan Selorejo. Pemberian santunan ini dilakukan sebelum kegiatan jalan sehat dimulai, dana santunan ini diserahkan oleh Wabup, Arijanto dikuti Kabag Humas, Kepala UPTD Selorejo, Danramil dan terakhir Kepala Desa Selorejo. Dalam sambutannya wakil bupati mengungkapkan kekaguman akan kekompakan pelajar dari kecamatan selorejo juga salam persatuan (yel-yel ), yang sering diucapkan dalam acara kepramukaan. Ojeroles ,adalah yel-yel untuk memberikan semangat kepada tim pelajar dari Selorejo, berasal dari kata Selorejo yang dibaca dari belakang sebagai ciri kas Bahasa Malang. Hal itu Karena posisi kecamatan Selorejo yang berada dekat den-

gan Malang. “ Selorejo adalah satu -satunya Kecamatan dikabupaten Blitar yang mempunyai salam persatuan ( yel-yel )“ seperti yang Tim kutip dari sambutannya. ”Sampai- sampai saya takut salah untuk mengucapakannya “ungkapnya sambil berusaha mengucapkan yel-yel yang disambut dengan teriakan semangat dari para peserta jalan sehat. Dalam kesempatan ini Bapak Arijanto, menyumbangkan sebuah hadiah berupa sepeda gunung untuk diundi dalam pembagian. Peringatan ini juga diwarnai dengan kegembiraan dan kekeluargaaan . Dimana para undangan bebas untuk mengekpresikan kegembiraan diatas panggung,seperti menyanyi ataupun joget, bahkan nampak semangat Kabag Humas , djoni setiawan bernyanyi d i a t a s panggung didampingi seorang biduan. (Kessy.c.)

JAWA BARAT

Edisi 190 : 15-30 Juni 2012

MTS DAARUL HIKMAH

12

MAKIN BERKIBAR DI TASIK UTARA TASIKMALAYA – sekalipun letaknya jauh di sudut daerah dengan akses yang terbatas dan bermodalkan kesederhanaan. Namun hal itu tak lantas membuat semangat MTS DARUL HIKMAH melemah dalam berkarya dan berkiprah. Hal ini di buktikan dengan beberapa prestasi yang di raih oleh MTS (madrasah Tsanawiyah - red) tersebut sebagai bukti eksistensi mereka. Sejak berdiri pada tahun 2002/2003 silam oleh Yayasan Daarul Hikmah di bawah pimpinan drs. H. topandi M.Si, MTS DARUL HIKMAH kian tahun kian menunjukan perkembangan yang signifikan. MTS yang terletak di ds. Sukapancar, kec. Sukaresik kab. Tasikmalaya ini hanya memiliki 53 siswa

Kades Sukapancar Himbau “ Wartawan Tegakan Profesionalisme” “ Saya kecewa atas pemberitaan sebuah Tabloid yang memberitakan bahwa saya melakukan pungli (Pungutan Liar) atas turunnya kebijakan PRONA.” Ucap zaenal abidin kades sukapancar, kec. Sukaresik kab. Tasikmalaya, membuka percakapan dalam wawancara ekslusif dengan FN (Forum nusantara ) “ Berita tersebut bagi saya sangat menggelikan. perlu di ketahui, memangmasyarakat mengadakan pemungutan RP. 300.000,00 untuk membantu kelancaran proses PRONA, namun hal tersebut di luar kendali saya dan tanpa sepengetahuan saya. Bahkan saat masyarakat bersama kordinator masyarakat merumuskan hal tersebut, saya tidak mendapat pemberitahuan sama sekali. Hanya setelah musyawarah di gelar, barulah ada tembusan hasil musyawarah baik berita acara maupun daftar hadir peserta musyawarah. Jadi jelas sekali bahwa pungutan tersebut adalah inisiatif masyarakat atau swadaya masyarakat” lanjut kade Zaenal Abidin. “ yang saya sayangkan , sebelum pemberitaan itu muncul sempat ada wawancara mengenai PRONA dengan salah satu wartawan tabloid tersebut. Namun dalam wawancara tersebuut sang wartawan juga membenarkan bahwa pungutan tersebut adalah swadaya masyarakat. Tapi mengapa muncul pemberitaan yang bertolak belakang hingga terkesan memvonis saya melakukan pungli?? Lucu sekali !!“ Papar BPK. Zaenal Abidin “ dilain pihak , anehnya setelah pemberitaan itu terbit dan polemik di publik atas pemberitaan tersebut mencuat, tiba-tiba datang pesan melalui sms kepada saya yang menawarkan hak jawab dari Tabloid tersebut. Aneh sekali kan ?!.. harusnya saya yang mengajukan hak jawab, tapi kenapa malah wartawanTabloid tersebut yang menawarkan hak jawab?! Ada indikasi apakah ini ?!!” ucap Bpk. Zaenal Abidin dengan ironis. “saya banyak mengenal wartawan dan sedikit memahami ilmu jurnalistik. Beberapa pasal dalam kode etik jurnalis yang di tetapkan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) maupun kode etik jurnalistik AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia) di sebutkan bahwa pers Indonesia senantiasa mempertahankan pemberitaan serta kritik dan komentar berimbang dalam peliputan serta berlandaskan asas praduga tak bersalah. Dan sayangnya pemberitaan yang menyangkut diri sayayang menurut pendapat saya terlalu memvonis bahwa saya adalah pelaku pungli jelas menyimpang dari kaidah kode etik jurnalistik Indonesia yang mengedepankan asas praduga tak bersalah, karena hal itu jelas tidak berimbang” “namun apapun itu, baik positif maupun negative imbas dari pemberitaan itu tak akan mengurangi semangat pengabdian saya dalam melayani masyarakat. saya anggap sebagai ujian dari perjalanan masa kepemimpinan saya. Saya hanya berharap bahwa wartawan yang bersangkutan menegakan profesionalisme dan mengklarifikasi berita tersebut serta dengan legowo menarik berita tersebut karena memang bagi saya dan aparatur desa serta masyarakat desa Sukapancar, berita tersebut terkesan kebohongan publik” ucap kades Zaenal Abidin. Menanggapi pernyataan-pernyataan di atas , Galih SK, koordinator BIAK (Badan Intelejen Anti Korupsi ) Prov. Jawa Barat yang juga anggota LPKP2HI (Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia) serta kepala perwakilan Forum Nusantara Jawa Barat mengomentari “wartawan itu adalah Panggilan Hidup. Profesinya sarat dengan beban moral sebagai Guru bangsa yang berkewajiban mencerdaskan bangsa dengan cara menambah wawasan masyarakat melalui penyampaian pesan entah dalam bentuk informasi visual, informasi audio maupun informasi audio visual. Hal ini memposisikan wartawan sebagai komunikator massa. Dalam arti, pesan yang di sampaikan bukan hanya terhadap persona, tapi juga ekstra persona . untuk itulah wartawan di harapkan memahami etika profesi serta kompetensi dasar seorang jurnalis. Agar pesan yang di sampaikan tepat sasaran dan mudah di serap komunikan (publik). Tapi apapun itu respon atas sebuah berita yang di sajikan adalah resiko kerja, selayaknya menjadi pemicu untuk lebih mendalami profesi yang di emban. Pantang menyerah adalah kunci keberhasilan. Karena wartawan selalu bertindak dan skeptis” (guset/kurnia)

pada awal berdirinya. Namun kini MTS DAARUL HIKMAH memiliki ± 209 orang siswa. Di bawah bimbingan Bpk. Engkos. BA, selaku kepsek MTS DARRUL HIKMAH, yang juga sebagai salah seorang pendiri MTS DARUL HIKMAH, MTS Darul hikmah makin menunjukan apresiasi nya dengan menyabet beberapa gelar juara dalam perlombaan-perlombaan akademis maupun non akademis. Dalam bidang akademis MTS DARUL HIKMAH mampu mencapai persentase kelulusan siswa hingga 100 % tiap tahunnya, bahkan grafik penerimaan murid baru pun MTS DARUL HIKMAH mengalami, kenaikan yang signifikan setiap tahunnya. Sebagai salah satu lembaga pendidikan MTS DARUL HIKMAH menyadari bahwa pembentukan karakter bukan hanya dalam bidang akademis, dalam bidang non akademis pun MTS DAARUL HIKMAH mampu menorehkan tinta emas. Hal ini secara eksplisit terlihat dari beberapa perlombaan yang dimenangkan oleh MTS DARUL HIKMAH. Beberapa prestasi non akademis tersebut diantaranya; juara lomba PRAMUKA tingkat Kwaran, juara ke-2 lomba kosidah tingkat KKM se-wilayah tasik utara , juara 3 dan juara 1 kejuaraan daerah cabang olahraga beladiri Tae Kwon Do tingkat prov. Jabar, juga juara 1 cabang olahraga futsal tingkat prov. Jabar pada Tahun 2011 yang lalu, setelah berhasil menumbangkan perwakilan Kab. Indramayu. “saya bangga menjadi salah satu anggota tim futsal perwakilan MTS DARUL HIKMAH dan mampu mengharumkan kabupaten Tasikmalaya” ujar Dadang, salah satu siswa kelas 9 MTS DARUL HIKMAH yang juga anggota tim futsal perwakilan MTS tersebut thn. 2011 yang lalu. “saya sangat bangga dengan Kiprah serta motivasi siswa –siswi kami yang begitu besar hingga berhasil meraih prestasi dalam berbagai bidang baik akademis maupun non akademis. Hal ini tak luput dari kerjasama tim guru pengajar serta kerja keras seluruh murid. Dan saya sendiri selaku kepala tim berharap mampu membimbing sekolah ini dengan baik hingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan religius yang di harapkan tak goyah oleh sisi negatif perkembangan jaman kelak. Selain itu bagi saya semua anggota MTS DARUL HIKMAH adalah sebuah kesatuan keluarga besar yang saling membutuhkan dan bekerjasama. karena kemajuan dan peningkatan mutu siswa tak akan tercapai tanpa kerja sama yang baik antara staff pengajar dan murid. Dan sebagai seorang kepala sekolah, saya sangat bangga memimpin MTS DARUL HIKMAH ini. ” tutur beliau kepada PATRAKUSUMAH PERS. “ diawal berdirinya MTS ini, kami hanya mengajar 53 siswa. Namun seiring berjalannya waktu serta berkat ijin Allah SWT, alhamdulillah kini kami memiliki 207 orang murid , sekalipun sejak ta-

hun 2006/2007 – 2011/2012 terjadi sedikit penurunan dari 257 siswa menjadi 209 siswa, namun hal ini tidak mengurangi semangat kami dan rasa kebanggaan kami dalam memimpin dan mengajar di MTS ini “ lanjut Bpk. Engkos BA. Namun semua perjalanan tentu tak akan indah tanpa rintangan, begitu juga perjalanan MTS DARUL HIKMAH. Meskipun tak mengurangi semangat dalam menorehkan prestasi dan tetap berkarya, namun MTS DARUL HIKMAH mengalami beberapa kendala yang sedikit menghambat kegiatan belajar mengajar. Tentunya hal itu berhubungan dengan sarana dan prasarana. Hingga saat berita ini diturunkan, MTS DARUL HIKMAH hanya memiliki 5 unit komputer dan 1 unit laptop. sementara semua siswa mengikuti ekstrakulikuler komputer. “selain itu kami hanya memiliki sebuah proyektor sebagai media belajar yang mampu menunjang penerapan materi. Seandainya ada beberapa proyektor dan media belajar lainnya , tentu pemberian materi terhadap siswa akan lebih efesien’ seru ibu. Enok selaku Guru bahasa indonesia di MTS DARUL HIKMAH. “selain kendala yang dihadapi MTS ini adalah kurangnya guru pengajar PNS. Hingga saat ini kami hanya memiliki 1 orang guru PNS dan 23 guru pengajar Sukwan. bila mengacu pada ketentuan kebijakan sertifikasi dan fungsional , hal ini tentunya mengakibatkan kami kelebihan guru pengajar sukwan.dan untuk mengatasi ini saya berharap

Kementerian Agama di bawah pimpinan menteri agama bersedia memenuhi harapan kami dengan menugaskan guru PNS tambahan di MTS DARUL HIKMAH ini. Sekalipun hal ini telah mendapatkan tanggapan dengan penambahan seorang guru PNS yang kini dalam proses, namun saya mengharapkan beliau-beliau bersedia menambahkan guru PNS lainnya ke MTS ini” harap Bpk. Engkos “Namun semua kendala ini hingga saat ini tidak menjadi hambatan bagi kami untuk terus berkiprah dalam mendidik dan mengajar. Justru hal ini memicu motivasi dan semangat kami untuk mengajar dan membimbing siswa dengan lebih gigih” tambah ibu. Euis, sebagai salah satu staff pengajar di MTS DARUL HIKMAH. “Memanajemen keuangan dengan baik, hanya itulah yangdapat kami lakukan dalam mengatasi semua kendala yang kami hadapi. Namun kami pun membuka pintu bagi para dermawan yang peduli terhadap kemajuan dunia pendidikan terutama kami berharap kemurahan hati Departemen Agama di bawah pimpinan Menteri agama untuk menindaklanjuti dan merealisasikan harapan kami ” kata bpk. Engkos BA. Namun di balik kesederhanaan dan keterbatasan, tersimpan kebanggaan dan semangat yang tinggi di dalam seluruh anggota MTS DARUL HIKMAH.

Bersambung II

SDN Banyurasa 2 Harap MOU DAK Di Percepat TASIKMALAYA-Bobrok !! mungkin kata itu yang tepat bagi ruangan perpustakaan SDN Banyurasa 2 yang terletak di ds. Banyurasa, kec. Sukahening kab. Tasikmalaya. Sebagian langit-langit ruangan yang terbuat dari bilik bambu tesebut tampak bolong dan hancur dimakan usia . bahkan kayu-kayu pintu dan jendela telah lapuk. Dindingnya pun telah mulai rapuh dan belahbelah di beberapa tempat. “kami telah mengajukan ruangan tersebut untuk program DAK 2012, bahkan 2 proposal sudah kami ajukan. Menurut kabar yang saya peroleh MOU DAK 2012 untuk 4 SDN di UPTD Disdik Kec. Sukahening akan segera di laksanakan. selain itu menurut sebuah sumber yang tak bisa kami ungkapkan, dari rencana anggaran yang di ajukan kami melalui proposal sebesar Rp. 125.000.00,00 , kami hanya mendapat keputusan anggaran yang di setujui untuk di turunkan hanya sebesar Rp. 65.000.000,00 . beberapa bulan lalu telah di lakukan pengukuran. Kami sempat merasa gembira,terutama setelah mendapat kabar akan segera di laksanakan MUU. Namun sayang hingga saat ini, hal itu hanya menjadi wacana saja” Ujar Drs. Ikin

Sodikin, selaku Kepsek SDN Banyurasa 2 dengan raut kecewa. FN (Forum Nusantara) merasa priharin saat mengunjungi SDN dengan siswa berjumlah 127 tersebut. Bahkan menurut FN bangunan tersebut tak sepantasnya di sebut ruang perpustakaan. Kondisinya yang sudah setengah hancur sudah sepantasnya mendapat sebutan “Gudang”. Tak ada kaca jendela, pintu yang rusak, lemari yang berlubang, buku-buku yang lusuh dan bekas bocor di sana – sini. “Sebagian besar buku kami pindahkan ke ruangan guru, karena jika di paksakan di ruangan perpustakaan, tingkat keamanannya sangat kurang bahkan jika musim hujan di khawatirkan akan rusak uleh kucuran air dari atap yang bocor” lanjut Bpk. Ikin Sodikin Hal ini selayaknya menjadi pertimbangan dinas pendidikan terkait, baik Dinas Pendidikan Kab. Tasikmalaya maupun dinas Pendidikan Prov. Jabar, karena jika pelaksanaan MUU di biarkan berlarut-larut, dengan kondisi bangunan yang seperti ini, sebelum dana cair bisa jadi bangunan tersebut keburu ambruk . (jono R/Kurnia)

BORNEO RAYA 

Promonews

Piala “WTN” Juga Di Gondol Kota Tarakan TARAKAN-Terwujudnya transportasi yang aman, selamat, tertib dan lancar dalam mendukung kota tarakan menjadi kota jasa dan perdagangan serta meningkatkan kwantitas dan kualitas sumber daya manusia aparatur dinas perhubungan bedasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan dan pengalaman yang berbasis pada aspek teknis dan administrative yang merupakan visi dan misi dinas perhubungan kota tarakan dengan keterkaitan itu tarakan sebuah kota kecil kembali meraih 4 kali piala wahana tata nugraha (WTN) tahun 2012 untunk bidang lalu-lintas kategori sedang sebagaimana visi dan misi dinas perhubungan, tidak ada yang istimewa kita bekerja sesuai program dan piala itu hanya memotivasi bukan tolak ukur untuk mendapatkan piala tetapi namun sesuai program kerja piala itu hanya sampingan, tapi kalo dapat piala itu alhamdullilah “kata piala dinas perhunungan kota tarakan” Drs. Budi Prayitno urai singkat pada media ini ketika dijumpai di kantornya, secara terpisah walikota tarakan mengatakan melakili pemerintah kota dan masyarakat, dirinya selaku kepala daerah menyampaikan ucpan terima kasih pada seluruh jajaran kepolisian, serta dinas perhubungan kota tarakan yang tiada lelah bekerja keras memberikan arahan kepada para pengendara, sehingga lalu-lintas tertib, aman dan lancer “ saya menharapkan apa yang sudah di capai dapat terus di pertahankan dan bisa dijadikan motivasi agar kota tarakan dapat menjadi kota yang lebih disiplin lagi dalam hal berlalulintas, kata walikota. Sementara itu selain tarakan tercatat juga kota-kota lainnya untuk kategori yang sama meraih penghargaan WTN yakni kota Sukabumi Jawa barat, kota Mojokerto jawa timur, dan kota Bontang Kalimantan timur./Diskominfo/AS.

Edisi 190 : 15-30 Juni 2012

13

Piala Adipura Kembali Di Raih kota Tarakan TARAKAN-Secara berturutturut setelah piala wahana tara nugraha (WTN) kota tarakan kembali mengondol piala adipura kota terbersih kategori kota sedang dan di serahkan kepada walikota tarakan HJ. Udin Hianggio oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudyohono di istana Negara (5/6), mendapat apresiasi dari masyarakat kota tarakan, di saat penghargaan piala adipura tersebut setibanya di bandara juata kota tarakan (7/6) bersama walikota tarakan dan rombongan, piala adipura tersebut di arak keliling kota tarakan dan di iringi pawai sejumlah kendaraan roda empat maupun kendaraan bermotor dari jalan protokol kota JL. Mulawarman - JL. Yosudarso – JL. Almahera dan finis di halaman kantor walikota tarakan. sebagai tanda sukses dan keberhasilan pemerintah kota tarakan meraih piala adipura pada tahun 2012 untuk kota terbersih kategori sedang. Selain piala adipura kota tarakan juga menerima penghargaan di bidang lingkungan di antaranya ada 9 penghargaan yang di peroleh selain adipura. Penghargaan tersebut antara lain : Penghargaan Adiwiyata dimana 7 sekolah menerima penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi. 1 sekolah menerima penghargaan Adiwiyata tingkat nasional dan 1

sekolah menerima penghargaan Adiwiyata mandiri. Piala Adiwiyata merupakan salah satu program kementrian lingkungan hidup RI dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya melestarikan lingkungan hidup. Kementrian lingkungan hidup RI memberikan piala Adiwiyata mandiri kepada SMP negeri 1 Tarakan dan penghargaan diberikan langsung oleh presiden RI Susilo Bambang Yudyohono dan untuk piala Adiwiyata Nasional yang di anugerahkan kepada smk negeri 1 tarakan di berikan langsung oleh mentri lingkungan hidup RI, Balthasar Kambuya. Sementara itu 7 sekolah lain-

nya yang menerima penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi diserahkan oleh gubernur kaltim H, Awank faruk diantaranya SDN 024, SDN 020, SDN 018, SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 5, dan SMK Negeri 1 Tarakan. Selain penghargaan Adiwiyata dan Adipura Pemkot Tarakan juga menerima beberapa penghargaan lainnya. Diantaranya piala Wahana Tara Nugraha tahun 2012, penghargaan taman kota terbaik tingkat nasional. piala Stand terbaik City Expo Indonesia-Apeksi di Manado dan penghargaan otonomi JPIP area kaltim tahun 2012 dalam ketegori penghargaan ekonomi local dan penghargaan akuntabilitas publik./DIskominfo/AS.

Dari Halaman 1 ....

Hasanudin Murad,Contohkan Pendidikan Untuk Kemajuan Piala WTN Saat di arak keliling Kota Tarakan

kan tekad agar terus bersekolah hingga ke jenjang perguruan tinggi. Sementara kepada para orangtua, bupati meminta agar memperhatikan pendidikan anak demi keberhasilan dan masa depannya. “Biarlah bagi kita yang terlanjut berjuang membiayai, namun jangan sampai anak mengikuti kegagalan orangtua,” saran bupati. Bupati Barito Kuala Bpk. H. Hasanuddin Murad, SH ini, menjalani pendidikan dimulai pada SDN Pantjasila Marabahan Tahun 1971, SMPN 7 Banjarmasin Tahun 1973 dan SMA Muhammadiyah Banjarmasin Tahun 1977. Selanjutnya, Gelar Kesarjanaan Beliau beliau raih dari Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) pada Fakultas Hukum Jurusan Tata Negara Tahun 1986. Perjalanan karier Beliau, berawal dari Dosen Fakultas Hukum Unlam 1986-1999, dan kemudian sebagai wujud keseriusan beliau berkarier dalam dunia Politik, Hasanuddin Murad melepaskan

status Dosen dan berkarier secara penuh di kancah politik sebagai salah satu sarana untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Daerah. Tahun 1999-2004 Hasanuddin Murad berhasil memperoleh kepercayaan masyarakat Kalimantan Selatan sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, Kemudian Pada Tahun 2005-2007 tergabung sebagai anggota Badan Legislasi dan anggota Komisi V DPR RI 2004-2007. Pada saat menjadi anggota DPR RI inilah, Hasanuddin Murad dikenal luas sebagai sosok yang dengan segenap kemampuan, berupaya dengan gigih dan penuh kesungguhan memperjuangkan aspirasi Daerah yang diwakilinya, yakni Kalimantan Selatan umumnya, dan Kabupaten Barito Kuala pada khususnya. Selanjutnya, melalui Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2007 yang demokratis, Hasanuddin Murad bersama dengan Drs. H. Sukardhi, dipercaya oleh masyarakat Barito Kuala sebagai Bupati dan Wakil Bupati Barito Kuala untuk memimpin Barito Kuala selama

5 (lima) tahun. Hasanuddin Murad yang merupakan Putra Asli Daerah ini, bertekad untuk melepaskan Kabupaten Barito Kuala dari Status Daerah Tertinggal, melalui upaya peningkatan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dengan mewujudkan sektor Pertanian yang merupakan mata pencaharian utama masyarakat, dan sektor pendidikan, menjadi sektor yang maju dan mempunyai daya saing tinggi menuju terciptanya kemandirian. Untuk itu, pendidikan sangatlah berharga, Meniti kesuksesan lewat jalur pendidikan memang tidak gampang tapi usaha & niat yang keras yang akan membuahkan hasilnya nanti. Dan bagi seorang Bpk. H. Hasanuddin Murad Berhasil tidaknya pembangunan suatu bangsa banyak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan penduduknya. Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduknya berdampak positif bagi masa depan khususnya bagi daerahnya. ( TIM )

Borneo raya

Edisi 190 : 15-30 Juni 2012

14

“Tertibkan Jalan Lintas Negara, Sesuai Perda No.3” ■ Dishub , Tak Pernah Memberikan Izin Truk Angkutan Tambang,Melintas Jalan Negara

TANAH BUMBU-Batubara merupakan salah satu penyumbang devisa yang cukup besar bagi Negara. Akan tetapi, Permasalahan kemudian muncul manakala truk-truk angkutan batubara ini memuat beban berlebihan (overloaded) dan membuat kemacetan pada ruas jalan yang dilalui bahkan mengakibatkan jalan-jalan menjadi rusak sebelum waktunya. Konvoi truk pengangkut batubara yang cukup panjang dengan muatan berlebih (overloaded) ini menambah percepatan kerusakan yang terjadi pada ruas jalan nasional. Khususnya didaerah sepanjang jalan Sungai Danau,Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan tidak pernah memberikan ijin terhadap truk angkutan tambang untuk menyeberang apalagi melintasi jalan negara. Begitu Tutur Bpk. Agus Sardjono Selaku Tim Terpadu di Dinas Perhubungan provinsi Kalsel ini. Penegasan ini disampaikannya,mungkin maraknya berita adanya perijinan yang mengatasnamakan dinas perhubungan yang dilakukan terhadap truk angkutan batubara di sungai danau kabupaten tanah bumbu yang melintasi jalan negara tersebut. Oleh karena itu, agar tidak memperparah kerusakan lebih lanjut diperlukan adanya pengaturan transportasi angkutan batubara ini, baik berupa pembatasan jumlah muatan, ukuran kendaraan pengangkut, jumlah traffic, dan bahkan pada pengaturan untuk menggunakan atau membuat jalan alternative atau jalan khusus.

Foto : Kendaraan saat melintas di jalan lintas negara

Sebagaimana Aturan yang dibuat oleh Provinsi Provinsi Kalimantan Selatan melalui Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 3 Tahun 2012 yang merupakan revisi Perda Nomor 3 Tahun 2008, disebutkan bahwa angkutan batubara dilarang melintasi jalan negara. mengenai Pengaturan Penggunaan Jalan Umum dan Jalan Khusus untuk Angkutan Hasil Tambang (dan Hasil Perusahaan Perkebunan), dimana dalam perda ini mengatur bahwa setiap angkutan hasil tambang dilarang melewati jalan umum. Setiap hasil tambang yang berupa batubara dan bijih besi harus diangkut melalui jalan khusus yang ditetapkan oleh Gubernur. Hanya hasil tambang yang sudah berupa kemasan dan ditujukan untuk keperluan rumah tangga, dapat diangkut melalui jalan umum dengan pembatasan tonase sesuai dengan kelas jalan berdasarkan ketentuan peratuan perundang-undangan yang berlaku. Jalan khusus merupakan ja-

lan yang dibangun dan dipelihara oleh orang atau instansi untuk melayani kepentingan sendiri. Sesuai dengan tujuan dibuatnya Peraturan Daerah (Perda) No.3/2012 diharapkan lalu lintas di Kalsel menjadi lebih lancar dan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) akibat truk bermuatan batubara yang ugal-ugalan. Dengan terbitnya Perda 3 Tahun 2012 itu, jalan umum provinsi tidak boleh dilewati oleh angkutan truk bermuatan, terutama sawit & Batubara. Adanya Perda larangan itu tak lantas membuat jalan umum propinsi sepi dari angkutan truk bermuatan batubara dan sawit. Namun apakah truk-truk pengangkut batubara tak ada yang melewati atau melintasi jalan umum propinsi ? Jawabannya tetap ada. Truktruk itu meski hanya malam hari tetap bisa melintasi jalan umum propinsi guna mengangkut hasil tambang dari lokasi penambangan ke pelabuhan maupun stock pile.

Caranya, mereka para pemilik tambang menyuap para aparat kepolisian, dan bahkan aparat yang tak ada kaitannya seperti tentara pun mereka suap. dari pantauan media kami yang mana pernah menyaksikan seorang oknum tentara yang pada malam hari berjaga di halapan Makoramil menanti sopir-sopir truk pengangkut batubara datang setor. Dalam hubungannya dengan penggunaan angkutan darat sebagai jalur distribusi batubara, pembatasan berat beban muatan truk seharusnya menjadi perhatian utama. Pembatasan muatan ini seharusnya diterapkan bagi semua kendaraan yang lewat khususnya angkutan batubara sebagai pengguna angkutan berat, sehingga jalan yang dilalui tidak mengalami keberatan beban. Hal lain yang dapat diterapkan misalnya dengan melarang konvoi kendaraan berat (truk) lebih dari tiga kendaraan, karena selain menyebabkan

kemacetan juga berdampak pada penumpukan beban berjalan. Beberapa yang dapat dilakukan sehubungan dengan angkutan batubara/mineral/barang tambang lainnya adalah sebagai berikut : (1.)Jenis Alat Angkut dan Jumlah Muatan Maksimal (2). Jumlah konvoi (barisan kendaraan) dalam jarak 1 jam perjalanan.(3.) Aturan mengenai pengawasan muatan barang (4) Monitoring Regular Yang melibatkan unsur Kabupaten (5) Pembangunan jalan khusus atau moda lain bagi jalur batubara (“underpass”) Perusahaan-perusahaan besar membangun “underpass” masingmasing, perusahaan kecil bergabung untuk membuat jalan khusus itu atau melintasi jalan milik perusahaan lain dengan system sewa diTahun 2012 ini tercatat ada 14 “underpass” yang dibangun perusahaan batubara di Kalsel dengan rata-rata panjang antara 30-35 kilometer. (6) Pembatasan waktu operasional angkutan berat. Sehingga, Perda No. 3 Thn 2012 Berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Dan Anggapan tentang Perda yang tidak berlaku di kabupaten Tanah Laut bisa tersingkir jauh. Karena secara tidak langsung ditertibkannya Perda ini sangat melindungi kepentingan masyarakat, salah satunya Efek yang muncul ketika angkutan batubara melintas di jalan negara yaitu diantaranya efek kesehatan, masyarakat dapat terkena infeksi saluran pernafasan jika terus menghirup debu batubara atau efek pencemaran lingkungan. (TIM)

Serba-Serbi Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)

Kota Tarakan

P E M E R I N TA H K o t a Ta r a k a n Mengucapkan

Mengucapakn Selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Besar Muhamad SAW. Semoga kita selalu mendapat Rahmat dan Petunjuka Nya serta damai selalu bersama kita. Ketua DPRD Effendi Djufrianto SH Wakil Ketua DPRD Sabirin Sanyong

Wakil Ketua DPRD H.M Yusuf Ramlan S.H

Selamat dan sukses atas keberhasilannya meraih Piala Adipura untuk Kota terbersih Kategori Sedang yang di terima langsung Wali Kota Tarakan H.Udin Hianggio dari Presiden RI.Susilo Bambang Yudyohono di istana Negara. Walikota Tarakan H.Udin Hianggono

Sekwan Drs.M. Ilham Noor

Wakil Walikota Tarakan Suharjo Trianto

Sekretaris Daerah Drs.H,Badrun.MSI.

SAMBUNGAN

Edisi 190 : 15-30 Juni 2012

15

Dari Halaman 1 , Anas Selamat ....... Bukan hanya mengemban jabatan prestisius di partai, M Nazaruddin juga tercatat sebagai salah satu kader PD dari Jawa Timur yang berhasil melaju ke rumah wakil rakyat, di Senayan, Jakarta. Penetapan status tersangka itu rupanya justru disambut Nazaruddin dengan cara melarikan diri ke sejumlah negara di dunia. Hanya saja, berbeda dengan banyak buronan lainnya, Nazaruddin justru banyak “bernyanyi” selama dalam pelarian. Dalam nyanyiannya, Nazaruddin menyebut nama sejumlah kader PD lain yang disebut-sebutnya juga terlibat dalam kasus dugaan suap Wisma Atlet yang melilitnya. Tak tanggung-tanggung, salah satu kader PD yang disebutnya adalah Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Sejak saat itulah, PD seolah bagaikan pesakitan. Berbagai kritik dan cemooh dialamatkan langsung ataupun tidak langsung ke partai dan orang-orang di dalamnya. Terkait kasus itu saja, telah dua kader partai yang menyandang status hukum lebih tinggi dari saksi. Pertama, Nazaruddin sendiri yang kini telah menjadi terdakwa dan Angelina Sondakh, anggota DPR dari F-PD, yang

baru ditetapkan sebagai tersangka pada februari lalu oleh KPK. Bak sudah jatuh tertimpa tangga, hanya berselang satu hari, sebuah lembaga survei, yakni Lingkaran Survei Indonesia (LSI), juga mengumumkan hasil-hasil surveinya. Peneliti LSI Barkah Pattimahu menunjukkan bahwa popularitas Demokrat merosot tajam. Jika pemilu diadakan hari ini, LSI menunjukkan, posisi Demokrat hanya berada di urutan ketiga, dengan hanya 13,7 responden yang memilihnya. Sejatinya, pada Januari 2011, Demokrat masih primadona. Responden yang memilihnya paling banyak, tercatat di angka 20,5 persen. Namun pada Juni 2011, responden mulai menurun menjadi 15,5 persen. Pemilih Demokrat sempat kembali naik menjadi 16,5 persen pada Oktober 2011. Namun, popularitas partai tersebut tidak lagi tertolong pada survei LSI yang digelar pada Januari dan Februari 2012. Angka bagi Demokrat merosot telak hingga angka 13,7 persen. Agaknya, survei tentang melorotnya popularitas Demokrat menjadi salah satu pemicu bagi SBY untuk akhirnya angkat bicara, terkait kemelut yang mendera par-

Dari Halaman 1 , Curi Shampo .......... 4 juta sampai Rp 10 juta. Kata karyawan Alfamart untuk membayar kerugian Supermarket Alfamart selama 2 hari dengan adanya pencurian tersebut. Namun berdasarkan nego kesepakatan, akhirnya karyawan Alfamart mau menurunkan menjadi Rp 2 juta untuk membayar kerugian selama 2 hari dan baru pihak Alfamart mau membikinkan surat pencabutan tuntutan,” uar Salha. Saya mau menuruti perintah Alfamart karena atas petunjuk dari penyidik Polrestabes untuk minta surat pencabutan tuntutan ke Alfamart, supaya istri saya bisa bebas. “Sebab dari penyidik Polrestabes yang bernama Briptu Priyo Sasmito ketika saya ke Polrestabes mengatakan, kalau istrimu mau bebas kamu harus minta surat pencabutan ke Alfamart, ujar Salha. Karena istinya ingin cepat bebas dari tahanan Polrestabes dan berkumpul bersama, maka Salha menuruti saja perintah penyidik Polrestabes dan karyawan Alfamart meskipun harus mengeluarkan uang sebesar Rp 2 juta hasil utangan. Meskipun sudah mendapat surat pencabutan tuntutan dari Supermarket Alfamart dan kehilangan uang Rp 2 uta, para penyidik masih belum mengeluarkan Sulistiyani istri Salha dari tahanan Polrestabes. “Saya sampai pusing memikirkan hal itu, kita sudah menuruti perintah dari penyidik Polrestabes untuk membuat surat tuntutan ke Alfamart dan sudah mengeluarkan uang Rp 2uta tetapi istri saya belum juga dibebaskan. Katanya penyidik tunggu sampai proses pengadilan, kemungkinan dengan adanya surat pencabutan tuntutan istri saya bisa

bebas,” uar Salha. Sedang menurut LSM LPKP2HI Nur Chusaini mengatakan, Sebetulnya masalah Sulistiyani, seharusnya dari penyidik Polrestabes mempunyai hati nurani. “Jangan tumpul di atas tapi tajam dibawah, apa ini yang dinamakan kemitraan kepolisian dengan masyarakat, apalagi hal ini sudah diselesaikan dengan berita acara pencabutan tuntutan dan tersangka sudah dikenakan sangsi denda oleh Alfamart sebesar Rp 2uta “ujar Nur Chusaini. Sedangkan hal tersebut merupakan merupakan delik aduan, yang seharusnya penyidik Polrestabes sudah langsung membebaskan tersangka berdasarkan surat pencabutan tuntutan, ujar Nur Chusaini Sekiranya tersangka belum dibebaskan, penyidik dari Polrestabes perlu dipertanyakan, dan ada apa dibalik permasalahan tersebut?, ujarnya . Sementara itu, ketika dikonfirmasi penyidik Polrestabes Briptu Priyo Sasmito via telepon mengatakan, meskipun adanya surat pencabutan tuntutan masalah Sulistiyani tidak bisa begitu saja bebas, tetapi kita selaku penyidik masih mendalami kasus tersebut. Tunggu saja sampai proses pengadilan, tetapi saya yakin dengan adanya surat pencabutan tersebut kemungkinan bisa putusan bebas. Dan lebih jelasnya, tanyakan saja pada atasan, ujar penyidik Polrestabes. Sedangkan ketika ditemui Wakakasat Reskrim Polrestabes Kompol Sudamiran untuk dimintai keterangannya, sedang tidak ada ditempat. (TIM) .

tainya. “Sejak delapan bulan terakhir, dukungan publik terhadap PD memang menurun. Itu adalah fakta, realitas,” tutur SBY, membuka pidatonya di Cikeas kemarin, yang berlangsung selama hampir 30 menit tersebut. Dalam pidato itu, SBY mengungkapkan sejumlah hal yang memiliki relevansi dengan persoalan yang belakangan menarik perhatian publik. Di antaranya, dia menyebut bahwa Anas tidak dinonaktifkan sebagai Ketua Umum DPP PD. Sedangkan untuk kader-kader yang dijadikan tersangka kasus korupsi, seperti Angelina Sondakh, SBY menandaskan, akan diberhentikan. SBY pun meyakinkan masyarakat bahwa PD masih eksis dan memikirkan masyarakat. Namun pengamat politik Universitas Indonesia Iberamsjah justru mengecam sikap dan pernyataan pucuk pimpinan di PD tersebut. Dia malah menilai, pidato SBY tidak berisi dan hanya akan semakin mendorong PD ke arah kehancuran. “Pidatonya tidak berisi apa-apa. Itu karakter dia. Dia tidak berani berbuat apa-apa. Ini karakter SBY yang takut. Tidak tegas,” katanya. Iberamsjah juga memandang, sikap SBY yang tidak kunjung menonaktifkan Anas justru membuat partai bergerak mendekati kehan-

curan. “Anas selamat Demokrat kiamat,” katanya. Lantaran itulah, Iberamsjah menyayangkan, sikap SBY yang memilih mengedapankan azas praduga tak bersalah untuk membiarkan Anas tetap menjabat sebagai ketua umum. “Tadi yang dikatakan SBY masalah hukum. Korupsi itu masalah moral dan akhlak. Kalau sudah amoral dan terindikasi, ya copot saja. Waktunya pembersihan partai besar-besaran,” jelasnya. Pendapat senada disampaikan pengamat politik senior Arbi Sanit. Dia memandang, pidato SBY justru mengesankan adanya pembelaan terhadap kader bermasalah. “Itu merupakan bentuk konsolidasi negatif. Bukannya menyelamatkan partai. Pernyataan SBY yang tidak akan menonaktifkan Anas Urbaningrum dinilai akan berakibat pada berkurangnya kepercayaan masyarakat pada PD,” katanya. Arbi mengingatkan bahwa partai lebih besar nilainya dari Anas Urbaningrum. “Oleh karena itu, dalam situasi politik yang abnormal tidak bisa berpolitik santun. Harus keras,” ujarnya. Bahkan, Arbi menilai tinda-

kan SBY itu sudah berlawanan dengan etika moral politik. “Jika mempertimbangkan etika politik, SBY harus mempertimbangkan bahwa bagi masyarakat, Anas sebagai ketua umum itu sudah dipersepsikan bermasalah dan itu akan berakibat partai makin tak dipercaya lagi oleh publik,” tuturnya. Harusnya, menurut Arbi, kader yang ditengarai bermasalah itu secara beramai-ramai dipaksa keluar partai. Sebab dia mengingatkan, dengan mempertahankan sikapnya itu maka nama baik partai tidak akan bisa terpulihkan. “Seharusnya SBY tak mencampuradukkan soal politik dan hukum. Politik ada pada ranah opini publik dan kepercayaan masyarakat. Dan politik bukanlah soal hukum,” tutupnya. Semoga saja semua pihak di internal parpol itu menyadari dan mampu bertindak bijak demi mewujudkan yang terbaik bagi partai. Sebab waktu terus bergulir dan pesta demokrasi sudah di depan mata. Jika salah melangkah, bukan mustahil kiamat besar akan menyambangi partai itu dan meluluhlantakkan eksistensinya. (dari berbagai Sumber)

Dari Halaman 1 ,PTUN Surabaya,Bikin Kejutan ........... miliknya. Terbukti bahwa pada tahun 1996 terbit Sertifikat Hak Guna banguan(HGB) nomor 11/Desa Gondanglegi Wetan tercatat seluas 4.550 m2 atas nama sebuah Yayasan. Menurut Advokat H.Setijo Boesono SH MH, adanya serifikat HGB no.11 yang diterbitkan oleh dan ditanda tangani oleh Kepala BPN Kab.Malang merupakan tindak pidana pemalsuan dan keterangan yang tidak benar dalam akte outentik. “Sebab dasar penerbitan akte nomor 1/1962, dasarnya dari Hak Eigendom verponding no.3621. Tetapi oleh Drs. Soepoto, SH MM, Kepala BPN Kab. Malang telah diterbitkan pula Sertfikat HGB no.11 atas nama sebuah Yayasan sehingga terjadi tumpang tindih,” tandas Ketua Ikadin Surabaya periode 2012-2016 ini. Melihat kenyataan tersebut Drs Soepoto bersama dengan beberapa orang terkait adanya pemalsuan, dilaporkan kepihak Kepolisian setempat. Perkaranya pun bergulir ke Kejaksaan Negeri Malang dan perkaranya digelar di Pengadilan Negeri Malang. Setelah bersidang berulangkali, Ketua Majelis Hakim PN Malang memvonis Drs Soepoto cs tidak terbukti bersalah melakukan pemalsuan dan divonis bebas. Atas putusan tersebut Jaksa Penuntut Umum mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung RI. Memori kasasi JPU diterima dan direspon oleh Majelis Hakim Mahkamah Agung dan menghukum Terdakwa selama 2,5 tahun. Takut akan dieksekusi oleh

JPU maka terdakwa buru-buru mengajukan upaya hukum luar biasa berupa Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung RI tetapi sia-sia. Majelis Hakim Mahkamah Agung RI tetap mengganjar hukuman selama 2,5 tahun pada Drs Soepoto Kakan BPN Malang. Dan sebelum dieksekusi oleh aparat Kejaksaan Negeri Malang, Terdakwa telah berpulang(meninggal dunia). Berdasarkan putusan pidana ditambah dengan adanya suatu putusan yang dibuat oleh Pejabat Negara tersebut serta masih adanya tenggang waktu, maka Elizabeth Theresia Sri Manik Ati alias Sri Manik Ati meluncurkan surat gugatan ke PTUN Surabaya seperti disebutkan sebelumnya. “Perlu dicatat bahwa Penggugat baru mengetahui adanya obyek sengketa berupa Sertifikat HGB no.11/ Desa Gondanglegi Wetan atas nama YKI adalah pada tgl 10 Oktober 2011, yang diberitahu oleh kakak Penggugat bernama MCM Hartatik. Dengan demikian gugatan yang diajukan masih dalam tenggang waktu yang ditentukan oleh Undang-undang,” tandas kuasa hukum Pengggugat. Kakan Kabupaten Malang yang statusnya sebagai Tergugat ternyata diikut-sertakan juga H.Gunawan Hasibuan sebagai Tergugat Intervensi. Dalam

persidangan dengan dua Hakim anggota, masing-masing A.Rizki Ardiansyah SH dan Indah Mayasari SH MH dan Ketua Majelis Hakim Dermawan Ginting SH yang bersidang hampir selama 6 bulan telah menghasilkan produk putusan yang spektakuler. Yakni Ketua Majelis Hakim mewajibkan Tergugat untuk mencabut sekaligus mencoret Sertifikat HGB no.16/Desa Gondanglegi Wetan seluas 3.186 m2 atas nama YKI. Demikian pula sertifikat HGB no.28 hingga nomor-nomor lainnya yang sebagian besar masingmasing seluas 25 m2 dan 30 m2 haruslah dicabut dan dicoret. Yakni sebanyak 27 Sertifikat HGB yang kini diatasnya berdiri puluhan Ruko Selain itu Tergugat dan Tergugat II Intervensi diharuskan membayar biaya perkara sebesar Rp.865.500 secara tanggung-renteng. Inti pertimbangan hukum oleh Majelis Hakim, bahwa setelah dicermati terhadap sertifikat-sertifikat obyek sengeketa tersebut dihubungkan dengan bukti-bukti ternyata sertifikat tersebut dipecahpecah. Setelah itu ditingkatkan haknya dan dibalik nama sehingga komposisinya berubah-rubah. Atas putusan tersebut Kuasa Hukum tergugat dan Tergugat II Intervensi menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara(PTTUN) (moh.dawam)

ADVERTORIAL www.forumnusantara.net

Gabung Hub : 0852 302020 77

16

Direktur & Staf

Diler Yamaha Cahaya Abadi Motor

Mataram (NTB)

Selamat dan Sukses Kepada

H.Syamsul Lutfi SE (Wabup Lombok Timur)

Sebagai Dewan Penasehat “Media Forum Nusantara Group”

DEWAN PENGURUS EKSEKUTIF PUSAT LPKP2HI Lembaga Pengawas Korupsi & Pemantau Penegak Hukum Indonesia Lembaga Pengawas Korupsi & Pemantau Penegak Hukum Indonesia

Mengucapkan Selamat & Sukses Atas Penunjukan

Bpk.Dadang Kurniawan PJS Gubernur Eksekutif LPKP2HI PROVINSI JAWA BARAT


Edisi 190 : 15 - 30 Juni 2012