Issuu on Google+

cmy

SAMPAIKAN ASPIRASI ANDA SMS mengandung sara tidak kami terbitkan

0811637444 Tarif SMS standard masing-masing operator

Rakyat Aceh

RP 2.000

Adil, Damai dan Demokratis

SENIN 13 JUNI 2011

„ No. 148 Tahun VII

www.rakyataceh.com

11 RAJAB 1432 HIJRIAH

Terkait SMS Teror 36 Bom Ancam Indonesia

INFO PEMILUKADA HARIAN Rakyat Aceh membuka Rubrik Pentas Demokrasi di halaman 7 sebagai bentuk pencitraan dan ruang sosialisasi bagi bakal calon (Balon) Pemilukada. Redaksi

Ribuan Polisi Disebar

Baca Ribuan Hal -2

REUTERS/JPNN

Prime Minister Singapura Lee Hsien-Loong berdiskusi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan Forum Ekonomi Dunia Asia di Jakarta, Minggu (12/6).

INI DIA TOPIK 19 JUNI 2011

Habis Pulsa, Pinjam HP Dong.... BUAT sobat Xpresi (sobeX) yang mau ikut nimbrung komentar : ketik Xpresi (spasi) komentar. KIRIM SMS ke 0811637444. Atau kirim komentar kamu di facebook xpresirakyataceh @ gmail.com. Dijamin deh, seluruh coment-coment kamu pasti dimuat. Caranya ketik nama, kelas dan asal sekolah. Trus tulis pendapatmu soal tema di atas. Selain itu, kalian boleh ngirim lebih dari satu sms. Oke... Kamu bakalan bisa diwawancarai langsung ke sekolah dan berfoto bersama teman-teman, untuk di muat pada edisi Xpresi minggu depan. Ditunggu ya....!

STOK PANGKALAN MINIM

Potensi Angin Kencang Hingga Dua Bulan ke Depan BANDA ACEH-Memasuki musim pancaroba (peralihan musim) dari musim kemarau ke musim penghujan pada pertengahan Juni Agustus mendatang, pola pergerakan angin di Aceh tidak stabil, sehingga provinsi ini bakal dilanda angin kencang atau badai.

Mitan Capai Rp 12 Ribu/Liter

Demikian prediksi dan analisis situasi yang dilakukan Stasiun Klimatologi Indrapuri, Aceh Besar. “Menjelang akhir Juni hingga Agustus nanti, Aceh kerap dilanda angin kencang dan disertai

Baca POTENSI , Hal 2

(RAKYAT ACEH / AMIRINSYAH)

TAK MENDAPAT MINAH: Ratusan jerigen milik warga tersusun berbaris di depan salah satu pangkalan minyak tanah di Agara. Baik pemilik pangkalan dan konsumen kewalahan atas langkanya minyak tanah di sejumlah daerah di Aceh.

PASUTRI CACAT, RELA BERPELUH DEMI KELUARGA

H ikayah

Kayuh Roda Tiga Berharap Hibaan Orang Lain

10 Sahabat Nabi Dijamin Masuk Surga (2-habis) 6. Zubeir bin Awwam ZUBEIR bin Awwam termasuk golongan yang pertama masuk Islam (as-sabiqun alawwalun). Usianya saat itu baru berumur 15 tahun. Pembelaannya terhadap islam begitu nyata. Zubeir tidak pernah absen dalam

Baca 10 SAHABAT , Hal 2

Matahari mulai sembunyi, menyisakan awan merah diufuk barat. Diiringi, merdunya lantunan suara azan bersahut-sahutan. Di balik kenderaan lewat di jalan Banda AcehMedan kawasan Kecamatan Peusangan. Tampaklah pasangan suami isteri, bermandikan peluh, wajah merah padam, kulit legam. Ikut melaju terseok-seok, di barisan terpisah. (RAHMAT HIDAYAT/RAKYAT ACEH)

CARI SEDEKAH : Mustafa bersama isterinya Ainsyah, usai mencari sedekah dari kawasan Kecamatan Peusangan dalam perjalan pulang kerumah, kemarin.

RAHMAT HIDAYAT--Bireuen

BANDA ACEH–Sejak dua hari terakhir harga eceran minyak tanah (mitan) di Aceh Besar naik menjadi Rp 11 ribu per liter. Sedangkan harga mitan di Aceh Timur lebih menggila lagi, capai Rp 12 ribu perliternya. Dugaan kenaikan harga ini dipicu oleh susahnya pengecer mendapatkan minyak tanah di pangkalan

Baca MITAN , Hal 2

DO YOU KNOW

?

RAKYATACEH/INT

Australia, Bunuh Unta Demi Kurangi Polusi Baca AUSTRALIA , Hal 2

Baca KAYUH , Hal 2 IKLAN

rakyataceh@yahoo.com

iklan@rakyataceh.com cmy

2

SAMBUNGAN

Rakyat Aceh SENIN, 13 JUNI 2011

Australia, Bunuh Unta Demi Kurangi Polusi Sambungan dari hal 1

Perusahaan Australia membuat sebuah keputusan kontroversional. Yakni, membunuh unta liar sebagai upaya mengurangi tingkat polusi di negeri kanguru itu. Gagasan Northwest Carbon ini merupakan bagian Carbon Farming Initiative dari Department of Climate Change and Energy Efficiency. Gagasan ini memberi kompensasi pada petani dan pemilik kebun jika mereka bisa memberi solusi mengurangi tingkat polusi. Unta, dipandang sebagai hewan pengganggu karena setiap tahun, unta rata-rata menghasilkan metan setara satu ton karbondioksida. Akibatnya, unta termasuk salah satu penghasil gas rumah kaca terbesar Australia. Karenanya, perusahaan itu mengajukan gagasan untuk membunuh 1,2 juta ekor unta liar di Outback, Australia. Dalam detil rencananya, Northwest mengklaim akan menembaki unta dari helikopter atau mengirim unta ke pejagalan untuk konsumsi manusia atau hewan peliharaan. “Australia merupakan negara yang dipenuhi banyak inovator. Kami menemukan banyak solusi inovatif mengatasi permasalahan, membunuh unta merupakan salah satunya,” ujar direktur pelaksana Northwest Carbon Tim Moore. Tingkat ketergantungan tinggi pada mesin berbahan bakar batubara serta ekspor pertambangan, Australia menjadi salah satu penghasil polusi terbesar dunia. Tak ayal seperti dikutip Straits Times, pemerintah Australia mencari cara baru mengatasi masalah ini. (int)

10 Sahabat Nabi Dijamin Masuk Surga (2-habis) Sambungan dari hal 1

berbagai pertempuran bersama kaum muslimin. Ia selalu berada di garda depan saat jihad di kumandangkan. Sekujur tubuhnya terdapat luka dari hasil peperangan. Ia sangat dicintai Rasulullah. Saat terjadi perseteruan di antara kaum muslimin, Zubeir tidak sedikitpun memihak yang berseteru. Ia malah berusaha menyatukannya. Zubeir ditikam ketika sedang menghadap Allah, ia wafat pada tahun 36H atau 656M. 7. Sa’ad bin Abi Waqqas Sa’ad bin Abi Waqqas memeluk Islam saat berusia 17 tahun. Ia sangat mahir menunggang kuda dan memanah. Jika ia memanah musuh dalam sebuah peperangan pastilah tepat sasarannya. Hampir seluruh peperangan ia ikuti. Saat awal memeluk Islam, ibunya mengancam untuk mogok makan dan minum. Dengan harapan, Sa’ad kembali ke ajaran nenek moyang. Namun, hampir sang ibu menemui ajalnya, ancaman itu tetap tidak dihiraukan oleh Sa’ad. Ia tidak menjual keyakinannya dengan apapun, sekalipun dengan nyawa ibunya. Saat periode khalifah Umar bin Khatab, Sa’ad diangkat sebagai gubernur mileter di Iraq yang bertugas mengatur pemerintahan dan sebagai panglima tentara. Sa’ad wafat pada usia 70 tahun (55H atau 676M). Ia di makamkan di tanah Baqi’ 8. Sa’id bin Zaid Sa’id adalah di antara sahabat yang beruntung. Dia masuk islam bersama-sama istrinya, Fathimah binti al-Khattab, adik perempuan ‘Umar bin Khattab. Sa’id membaktikan segenap daya dan tenaganya untuk berkhidmak kepada islam. Ketika memeluk islam usianya belum genap 20 tahun. Sa’id turun berperang bersama Rasulullah dalam setiap peperangan. Ia juga turut bersama kaum muslimin mencabut singasana Kisra Persia. Sa’id pernah diperintahkan Rasulullah memata-matai aktivitas musuh. Ia wafat dalam usia 70 tahun (51H atau 671M) dan di makamkan di Baqi’ Madinah. 9. ‘Abdurrahman bin ‘Auf ‘Abdurrahman bin ‘Auf termasuk tujuh orang yang pertama masuk Islam. Ia termasuk diantara sahabat Nabi yang mempunyai harta melimpah yang didapatkan dengan perniagaan. Kesuksesannya tidak membuat ia lupa diri, ia selalu menafkahkan hartanya dijalan Allah. Bahkan saat ia diberitakan Rasulullah bahwa dirinya dijamin masuk surga, semangat sedekahnya makin membara. Tak kurang dari 40.000 dirham perak, 40.000 dirham emas, 500 kuda perang, dan 1.500 ekor unta ia sumbangkan untuk perjuangan Islam.Abdurrahman sempat berhijrah ke Habsyah sebanyak 2 kali. Ia wafat pada umur 72 tahun(32H atau 652M) di Baqi’ 10. Abu ‘Ubaidah bin Jarrah Rasulullah pernah memberikan pernyataan tentang Abu ‘Ubaidah. “Sesungguhnya setiap umat mempunyai orang kepercayaan, dan sesungguhnya kepercayaan umat ini adalah Abu ‘Ubaidah,” begitu kata Rasulullah. Abu ‘Ubaidah orang yang amanah dan jujur dalam berperilaku. Abu Ubaidah masuk Islam melalui perantara Abu Bakar Ash-Shiddik pada awal kerasulan nabi Muhammad SAW. Ia beberapa kali dipercaya Rasul memimpin peperangan. Ia wafat pada tahun 18H atau 639M. (int)

Rakyat Aceh Adil, Damai dan Demokratis Terbit Sejak 17 Januari 2005 Komisaris Utama : H. Makmur Kasim Komisaris : Marganas Nainggolan Direktur : Syaiful Ishak

Ribuan Polisi Disebar Sambungan dari hal 1

MESKI isi SMS ancaman 36 titik bom mengancam negeri ini dianggap pepesan kosong, namun petugas kepolisian tak mau kecolongan lagi. Sejak kemarin, ribuan personil polisi disebar di titik rawan areal sidang pembacaan vonis Abu Bakar Baasyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 16 Juni 2011. Walau pun Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharudin Djafar mengungkapkan, pengerahan ribuan personil polisi hanya untuk mengamankan jalannya sidang, bukan untuk mengantisipasi ancaman bom. “Untuk antisipasi keadaan, kita akan perketat penjagaan di sana dan menurunkan 2 ribu personil untuk berjaga-jaga,” kata Kombes Baharudin Djafar, Minggu (12/6).

Namun, Baharudin mengatakan, isi pesan singkat itu (SMS) hanya omongan pepesan kosong yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Itu Hoax saja, tapi tetap kita akan telusuri isi pesannya,” tukasnya. Sementara itu, kemarin, Tim Pengacara Muslim (TPM) menilai teror bom yang beredar via pesan singkat (SMS) hanyalah isapan jempol belaka. Karenanya tidak perlu disikapi secara berlebihan. Dalam kaitan ini TPM curiga pelakunya justru aparat sendiri. “Jangan-jangan malah oknum aparat sendiri yang punya dendam kepada Baasyir. Tapi itu kan cuma isu, gak perlu panik,” kata anggota TPM Mahendradatta. Menurut dia, sepanjang sejarah teror bom di Indonesia, tidak pernah benar-benar terjadi peledakan bom yang diawali dengan teror atau pemberitahuan. Sebaliknya, peledakan bom

selalu terjadi dalam kondisi diam-diam, tanpa perkiraan apalagi pemberitahuan awal. “Dari bom Bali sampai hari ini, tidak pernah pakai ribut-ribut. Kalau pakai ribut-ribut malah enggak benar terjadi, masak mau pasang bom bilang-bilang,” ungkapnya. Kendati demikian, Mahendradatta berharap, pelaku SMS teror ini bisa ditemukan dan diproses secara hukum. Pasalnya, tindakannya ini dia nilai meresahkan masyarakat. Pagi tadi beredar luas SMS ancaman bom yang dikirim dari nomor 082123552496. Berikut isi SMS-nya. “Asslm. Wahai singa2 Tauhid Indonesi apersiapkan mental, fisik & silah yg kalian punya. Utk Jihad Global yg dilaksanakan di PN Jaksel 16 Juni 11. Kami telah memasang 36 peledak di seluruh Indonesia, yg akan meledak bersamaan ketukan palu hakim yg menghakimi Ust Abu Bakar Basyir. Sebarkan berita gembira ini.” (int)

Mitan Capai Rp 12 Ribu/Liter Sambungan dari hal 1

karena PT Pertamina sudah mulai melakukan penarikan minyak tanah bersubsidi. Apalagi menyusul mulai diterapkannya program konversi atau pengalihan penggunaan minyak tanah ke gas elpiji ukuran 3 kilogram beberapa waktu yang lalu. ”Minyak tanah bersubsidi kita harap tidak dicabut sepenuhnya. Kita tidak berani menggunakan kompor gas pemberian itu,”kata Muhammad Azhar, warga Baitussalam Aceh Besar, kemarin. Pemilik warung kopi ini menyebutkan bahwa dirinya dan sebahagian warga lainnya menilai bahwa tabung gas 3 Kg masih menjadi terror yang begitu menakutkan bagi mereka. ” Tabung gas yang diberikan waktu itu saya simpan di luar rumah,”sebutnya. Kata dia, disamping naiknya harga minyak tanah, stok di pangkalan juga sering kosong. Minimnya pasokan minyak tanah juga dirasakan warga Aceh Timur dan Aceh Tenggara. Kata Dahlan alias Apa Kansa warga Aceh Timur, harga minyak tanah di daerahnya Rp 12.000 perliter. “Ini sangat meresahkan bagi kami rakyat kecil yang masih mengunakan mitan sebagai bahan bakar untuk memasak, apalagi warga miskin yang belum berani mengunkan kompor gas

elpiji, “ ujar Apa Kense, mantan Kombatan GAM. Apa Kense meminta, Pemerintah Aceh Timur, terutama pihak DPRK selaku wakil rakyat, agar dapat melakukan evaluasi kelapangan, serta mengambil suatu kebijakan untuk mengatasi melonjaknya harga minyak dewasa ini. “Semoga DPRK Aceh Timur, dan pihak terkait lainya, dapat segera mencari solusi terbaik terkait harga mitan yang semakin tinggi, jika memang subsidi mitan telah dihapus mohon pihak terkait untuk melakukan sosilisasi kepada masyarakat, tentang pengunaan kompor gas elpiji, yang selama ini banyak disimpan masyarakat dikandang ayam mereka, karena tak berani digunakan, maklum saja kami masyarakat kecil yang tak paham dan takut akan bahaya kompor gas tersebut,” imbuh Apa Kense. Mulai Langka Di Aceh Tenggara, Kutacane, kenaikan harga dibarengi langkanya minyak tanah di sejumlah pangkalan. “Bayangkanlah bang,hanya mencari minyak tanah satu liter saja pun kami harus dari pintu kios yang satu ke pintu kios lainnya, terkadang jika kami temukanpun harga yang dipatok sudah di luar harga normal,”kata Asmah salah

seorang IRT di Kecamatan Semadam. Kondisi ini disebutkannya, sudah berjalan beberapa pekan terakhir. Keberadaan minyak tanah tak ditemukan di pangkalan Simpang Kebun Sere. Namun karena jatah minah yang dialokasikan untuk pangkalan tersebut sangat minim. Hal yang sama dikeluhkan oleh Masidah, yang membuka warung kopi dan mie di seputaran Simpang Kebun Sere (Pasar Puntung). Minyak tanah yang ada di pangkalan, ditambahkannya, hanya bertahan dua atau tiga hari saja. Berbeda dengan ungkapan Mah, IRT yang mengaku tinggal berdekatan dengan pangkalan di Simpang Semadam. Warga, menurutnya, tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat jatah minah diturunkan malam hari dan esok pagi harinya tidak ada lagi di pangkalan. Salah seorang penjual minyak tanah di pangkalan Simpang Kebun Sere, Amin mengungkapkan, dirinya masih menjual minyak tanah sesuai aturan pemerintah. Dijelaskan, warga yang datang mencari minah bukan hanya wilayah yang dekat, tapi warga yang tinggal berdekatan dengan pangkalan lain pun datang mencari minah ke Simpang Kebun Sere. “Kita tetap menjual dengan harga yang sesuai, namun jatah minah yang sedikit membuat warga tetap kewalahan,”akhirinya. (yas/slm/amn)

Debit Air Sumur Berkurang Tim Tutup Dua Galian C JANTHO-Dua galian C di Kabupaten Aceh Besar ditutup. Penutupan terkait berkurangnya debit air sumur warga yang bermukim di sepanjang alur sungai Kemireu, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, tepatnya di kawasan Waduk Keliling. Penertiban yang melibatkan Dinas Pertambangan dan Energi, KTSP, BLHPKP/Lingkungan Hidup, personil TNI, Polri, Satpol PP, dan Camat Kuta Cot Glie, Drs Ilyas tersebut, merupakan tindak lanjut surat keputusan (SK) Bupati Aceh Besar tentang penetapan zona larang tambang galian C. Kedua lokasi yang ditutup kemarin berada di kawasan Gampong Leupung, Kecamatan Kuta Cot Glie, dengan pemilik masing-masing yakni M Rizal dan Sulaiman. Asisten II Pemkab Aceh Besar, Drs Zulkifli HS di lokasi penertiban, kemar-

in, mengatakan operasi penertiban dilakukan pihaknya karena dapat mengganggu debit air waduk keliling. “Lokasi ini terpaksa kita tutup karena dapat mengancam penyedian debit air waduk keliling dan juga menyebabkan sumur dan air sungai menjadi kering,” ucap Zulkifli. Pada penertiban dua lokasi tambang pasir galian berlangsung tertib. Kedua pemilik tersebut dibawah pengawalan petugas TNI dan Polri dan dinas terkait memindahkan alat berat miliknya. “Mereka belum diberlakukan sanksi hukum, namun jika masih melakukan penambangan maka Pemkab Aceh Besar akan menyita alat beratnya,” tegas Zulkifli. Selain memaksa pemilik untuk memindahkan alat berat dari lokasi penambangan, tim terpadu juga memasang plamflet penutupan di pintu masuk ke lokasi penambangan. Dari operasi tersebut, Zulkifli berharap, semua

aktivitas penambangan di kawasan zona larang tambang baik di kawasan Krueng Aceh maupun kawasan Waduk Keliling dapat dihentikan. Jika tidak, kedepan akan berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat serta pertanian. “Kami berharap agar para penambang dapat memahaminya. Karena, apa pun program pemerintah jika tidak didukung oleh mereka akan sia-sia,” harapnya. Selain di kawasan Waduk Keliling, penertiban juga dilakukan dilakukan di dua lokasi lain di Kecamatan itu. Namun, diduga karena bocor pemilik lokasi langsung memindahkan alat beratnya ke perkampungan warga. Alhasil, tim tidak menemukan adanya aktifitas penambangan dalam operasi itu. Operasi serupa juga di lakukan di dua kecamatan lainnya yakni di Kecamatan Indrapuri dan Darul Kamal, namun tim tidak menemukan aktifitas pada lokasi yang dilarang (sud)

Potensi Angin Kencang Hingga Dua Bulan ke Depan Sambungan dari hal 1

tingginya intensitas hujan. Hujannya deras tetapi sebentar dan tidak lama,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Indrapuri, Aceh Besar, KJA Damanik ST didampingi Staf Data dan Informasi, Eko Cahyo, PSP, kepada koran ini, Minggu (12/6). Pihaknya melihat, berdasarkan gambar satelit pola angin rata-rata lapisan 3.000 feet atau 900 meter. Maka pada periode akhir Juni ke Juli hingga Agustus, kondisi angin di wilayah Aceh pada bulan Juli umumnya bergerak dari arah utara ke barat laut dengan kecepatan antara 10 km/ jam sampai dengan 28 km/jam. Sedangkan pada Agustus, ujar Eko, angin bergerak dari barat ke barat daya dengan kecepatan berkisar antara 10 km/jam sampai dengan 28 km/jam. Angin dengan kecepatan 10 km/jam sampai dengan 28 km/jam, bisa menyebabkan pohon besar bergoyang. Jika dimisalkan, dengan kecepatan angin seperti itu, akan dirasakan seperti seseorang mengemudi sepeda motor dengan kecepatan 30 atau 40 km/jam. “Saat terjadi angin kencang pada Juli dan Agustus mendatang, tidak terjadi badai maupun hujan yang ekstrem, curah hujan dari sedang hingga lebat dan dalam waktu yang tidak lama. Tinggi gelombang laut di perairan Aceh diperkirakan rata-rata 2-3 meter. Namun, di akhir Agustus sampai dengan awal September 2011, gelombang laut di perairan Aceh bisa mencapai ketinggian rata-rata 5 meter,” tukasnya. Menyikapi cuaca yang bakalan ekstrem seperti itu, pihak Stasiun Klimatologi, Indrapuri, Aceh Besar, sekitar dua minggu atau sebulan sebelumnya akan mengeluarkan peringatan dini untuk menyikapi fenomena alam tersebut. Sementara itu, berdasarkan prakiraan musim yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi Indrapuri, wilayah Aceh, secara umum pada bulan Juli dan Agustus memasuki akhir musim kemarau dan diprakirakan musim pancaroba, dari musim kemarau ke musim hujan yang akan terjadi pada akhir Agustus hingga awal September, maka pada musim peralihan musim tersebut, pola pergerakan angin tidak stabil. Hal ini disebabkan adanya pola perubahan pergerakan masa udara dari Benua Asia ke Benua Australia yang melewati wilayah Aceh dengan membawa masa uap air (awan hujan), dan biasanya pola cuaca pada waktu singkat dan dalam cakupan wilayah yang kecil, terjadi seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir. “Saat angin kencang, keadaan langit berwarna gelap pada tempat tertentu dan tidak secara merata. Biasanya pada waktu siang hingga sore hari. Dengan kondisi cuaca seperti ini, jadwal penerbangan akan terganggu, pada waktu tertentu yang tidak bisa kita prediksikan pastinya, namun akan terjadi. Selain itu juga kapal laut dengan berbagai jenis juga akan terganggu pelayarannya karena gelombang laut yang tinggi, mencapai 5 meter,” ujarnya. (ian)

Kayuh Roda Tiga Berharap Hibaan Orang Lain Sambungan dari hal 1

JIKA rangkaian plat besi, dilengkapi bulatan karet, produk moderen, meluncur dengan beraneka mesin, tenaga kuda. Tapi tidak dengan kereta yang satu ini. Tiga roda becak kecil itu, baru bisa berputar, bila dikayuh dengan tangan juga di dorong pakai tongkat kayu oleh sang isteri. Rasa di hati ingin punya becak bermesin, tapi apalah daya, buat makan saja, pasutri miskin ini terpaksa mencari sedekah. Letih memang. Tetapi, apa mau dikata, cuma kenderaan bermesin tenaga itulah, dimiliki Mustafa (56) penderita cacat fisik dan Ainsyah (48) penderita tuna rungu, warga miskin dari Kecamatan Peudada, Bireuen. Demi menopang kebutuhan hidup, rangkaian besi bulat dirancang khusus itu. Sudah enam tahun jadi kenderaan, mencari sedekah dari satu kecamatan ke kabupaten hingga ibu kota Provinsi Aceh. Meskipun belum ada yang membantu membelikan becak bermesin, supaya pasangan suami istri (pasutri) Mustafa dan isterinya. Tidak lelah lagi, mengayuh, pakai tenaga. Tetapi, masih begitu banyak hamba Allah, dari berbagai tempat disinggahi. Ikut prihatin dan turut menyumbang, seribu hingga beribu-ribu rupiah. Semoga, Allah S.W.T, melimpahkan rezeki lebih dan menjadi amal, bagi si pemberinya. Hari berganti tahun, pasutri itu terus larut dalam penderitaan, bahkan harus rela menumpang tinggal sama orang tua, yang juga masih menduduki rumah di tanah wakaf. Capek memang, tetapi kondisi itu tidak menjadi penghalang bagi keduanya. Untuk tetap terus bisa mengumpulkan rupiah, demi memenuhi kebutuhan hidup mereka dan kedua orang tua serta membiayai sekolah seorang anaknya. Bila cinta berangkat dari kejujuran dan dasar saling setia, sampai tuapun kasih sayang itu terus melekat. Berbagai badai datang menghadang, terutama faktor ekonomi semakin

meradang. Tidak membuat mereka, menjadi cengeng. Namun, demi masa depan si buah hati, dan berbakti terhadap kedua orang tuanya. Semakin memacu spirit, lebih giat mencari sesuap nasi, walau pasutri itu rela mengemis. Mustafa dan Ainsyah ditemui Rakyat Aceh, di pinggir jalan, depan Polres Bireuen, magrib kemarin, mengatakan, mereka baru saja pulang mencari sedekah dari Kecamatan Peusangan dan hendak kembali ke Peudada. Pekerjaan itu sudah dilakoni usai gempa dan tsunami 2004 lalu. Becak itu dibuatkan oleh orang tuanya. Kemiskinan melilit ditambah kondisi kedua kaki Mustafa cacat, kalau jalan harus dipapah. Ditambah modal tak ada, untuk bewirausaha, terpaksa membuatnya, mencari sedekah. Anak ke delapan dari sembilan bersaudara buah perkawinan Harun dan Khatijah, menambahkan. Dia tidak bisa jalan dan bisa berdiri juga jalan kalau dipegang, sudah bawaan sejak lahir. Singkat cerita, sekitar dua tahun sebelum mencari sesuap nasi dengan meminta sedekah. Mustafa menikahi Ainsyah janda dua anak itu. Seorang anaknya sudah bekeluarga. Irwandani (14) masih sekolah di SDLB Bireuen, tinggal dengan mereka. “Abeh tsunami, loen jak mieta seudekah ngen becak nyoe. Hek that ka, jinoe ka han ek le, kamoe kayoh ngen teunaga lage nyoe. Katrep seubenarjih loen meuharap jeut meurumpok bantuan becak meusen, tapi gohlomna. Kamoe pieh lawek nyoe, mantong tinggai sajan mak loen, karna gohlomna rumoh droe. Meunan pieh mak loen, mantong tinggai bak tanoh wakeuh,” ujar Mustafa dengan bahasa daerah yang sesekali terbatuk mungkin sebab polusi udara terhirup sepanjang jalan dilaluinya. Apa yang diungkapkan Mustafa artinya “Abis tsunami, saya pergi mencari sedekah dengan becak ini. Capek sekali sudah, sekarang sudah tidak sanggup lagi, kami mengayuh dengan tenaga seperti ini. Sudah lama sebenarnya saya

berharap bisa mendapatkan bantuan becak mesin, tapi belum ada. Kami juga masih tinggal sama mamak saya, karena belum ada rumah sendiri. Begitu juga mamak saya, masih tinggal di tanah wakaf”. Mustafa dan Ainsyah, mengisahkan. Untuk mencari sesuap nasi, aktifitas itu setiap hari dilakukan mulai pukul 07.00 WIB atau pukul 08.00 WIB. Baru pulang ke rumah malam hari, terkadang baru sampai tengah malam. Selain ke Kota Bireuen, untuk mencari penghasilan lebih, mereka juga pergi sampai Panton Labu untuk wilayah timur dan ke barat hingga Banda Aceh. Jika kebanyakan pengemis hijrah mencari sesuap nasi ke luar daerah, menumpang berbagai jenis kenderaan umum. Tidak bagi Mustafa, didampinggi Ainsyah sang isteri tercinta dan sangat setia itu selalu menyertai untuk membantu mengerakkan becak ke tempat tujuan. Bayangkan saja, untuk ke Panton Labu meski secara estafet dan berhari-hari, mereka pergi pakai becak bermesin tenaga itu. Kalau sudah kelelahan mengayuh, selain beristirahat. Ainsyah isterinya yang cukup setia itu, turun untuk mendorong becak sedangkan Mustafa terus berkonsentrasi mengatur arah lajunya. Semua terpaksa dijalani, kalau hanya dikawasan Bireuen dapat Rp 50 sampai Rp 70 sehari. Keluar daerah selama sepekan, bisa mengumpulkan uang sumbangan dermawan hingga Rp 500 ribu. Begitu juga sebaliknya saat pergi ke Banda Aceh dengan tantangan berat sebab banyak jalan bertanjakan dan menurun. Ainsyah, lagi-lagi turun menolak becak itu sampai ke puncak. Saat diturunan Ainsyah naik untuk duduk beristirahat sejenak, lalu turun lagi ditanjakan menguras tenaganya. Begitulah, terus dan terus dari pergi hingga sekembali. Mengumpulkan recehan di ibu kota tempat tinggalnya para raja-raja pemegang nagari, dan tuantuan sukses. Berkat perjuangan berat itu, uang Rp 700 ribu, terkadang bisa didapat, tentu tidak

terlepas juga dari besarnya kepedulian, para hamba-hamba Allah, disana. “Meuyoe ue timue kamoe jak troeh ue Panton Labu, Menyoe ue barat troeh ue Banda Aceh. Meunyoe kaheuk kayuh becak engen jaroe dan tuengkat. Ainsyah treun tulak sira diejak, meunan siet wate katroeh bak ceout. Ainsyah jietren tulak loem. Meunan katroeh bak seuneuron, jieek lom. Wateu ka malam, kamoe eh bak terminal. Meuyoe kamoe jak troeh Panton Labu, na meurumpoek peng Rp 500 ribu, ue Banda Aceh Rp 700 ribu, sigee jak troeh sigee minggu,” ungkap Mustafa dibenarkan Ainsyah. Kata dia dalam bahasa Indonesia, kalau ke timur kami pergi sampai ke Panton Labu, kalau ke barat sampai ke Banda Aceh. Kalau sudah capek (kelelahan-red) dayung becak dengan tangan dan tongkat. Ainsyah turun tolak sambil jalan, begitu juga saat sudah sampai ditanjakan, Ainsyah turun tolak lagi. begitu sudah sampai diturunan, dia naik lagi. Waktu sudah malam, kami tidur di terminal. Kalau kami pergi sampai Panton Labu, ada dapat uangRp500ribu,keBandaAcehRp700 ribu, sekali pergi sampai satu minggu. Hari semakin larut, rasa letih abis menantang setengah perjalan dari sepulangnya dari Peusangan, pasutri itupun pamit hendak meneruskan perjalan agar tidak kemalam tiba dirumahnya. Masih sekitar 6 kilometer lagi sampai ke Kota Bireuen dan 10 kilometer lebih ke Peudada, dari titik pertemuan dengan Rakyat Aceh, semalam. “Loen meuharap na ureueng teum peudulie ngen nasib kamoe nyoe, karna cukop heek ka lageunyoe sabe. Meunyoe na ureueng nyang sayang keu kamoe, kamoe meuharap jeut geubantu becak meusen, bah kamoe jeut mudah mieta raseki.” Saya berharap ada orang mau peduli dengan nasib kami ini, karena capek sekali sudah seperti ini selalu. Kalau ada orang yang sayang dengan kami, kami berharap bisa dibantu becak mesin, supaya kami bisa mudah mencari rezeki. Harap Mustafa dan Ainsyah. (*)

Pemimpin Umum/Pemimpin Perusahaan/Penanggung Jawab : Syaiful Ishak, Wakil Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Riza Budiwan. Wakil Pemimpin Perusahaan : Imran Joni. Dewan Redaksi : Syaiful Ishak (Ketua), Riza Budiwan, Amru Lubis, Imran Joni, Idris Bendung, M. Susahdi. Redaktur Pelaksana : Amru Lubis. Koordinator Liputan: M. Susahdi. Redaktur: Rahmat Syahputra, Al Amin Zakir, Erwinsyah Putra. Ass. Redaktur: Sudirman Mansyur, Sekretariat Redaksi : Fatimah Zuhra. Wartawan: Hendra Handayan (Sabang), M. Khaddin, Sulaiman, Dian Emsaci (Banda Aceh), Denny Sartika (Meulaboh), Isfandiar (Sigli), Rahmat Hidayat (Bireuen), Armiadi, Agustiar (Lhokseumawe), Sirajul Munir (LhoksukonAceh Utara), Roni Juanda (Takengon), Ray Iskandar (Idi Rayeuk-Aceh Timur), Bahtiar Husein (Langsa), M. Nurdin, (Kuala Simpang), M. Alman Safriandi (Blangpidie), Amirinsyah (Kutacane), Bambang Yudi (Blangkejeren). Pracetak/Pewajahan : Turimin (Manager), Iswendy, Muhajir, Zulfan Effendi, Padan Mulya S, Heriyanto, Puji Ardiansyah. Umum/Adm/Keu. Dirma Jelita Gea, Suryanie, Efridwati, Nourwahyuni. Pemasaran/Sirkulasi : Ansor Khawari (Manager Pemasaran), Junaidi (Kabag. Pemasaran), Muzakir, Putra, Hakim Syahputra, Biro Bireuen : Bahrul Walidin. Biro Lhokseumawe : Idris Bendung (Ka. Biro). Iklan : Ansor Khawari (Manager Iklan), M. Faisal Azhari (Design Iklan). Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan : DR. Mr. H. Muhammad Hasan, SP Batoh Banda Aceh, Tlp (0651) 35478, Fax (0651) 31341. Aceh Utara : Jl. Baiturrahim No. 15 Tlp. (0645) 42538 Lancang Garam Lhokseumawe. Medan : Graha Pena Medan, Jl. Sisingamangaraja Km, 8,5 No. 134 Amplas-Medan . Tlp. (061) 7883059, Fax (061) 7883060. Jakarta : Jalan Raya Kebayoran Lama 17 Jaksel Tlp. (021) 5349205/534926, Fax (021) 53490522. E-mail : metroaceh@gmail.com/rakyataceh@yahoo.com. Website :www.rakyataceh.com. Tarif Iklan: Hitam/Putih (B/W) Umum/Display Rp. 7.500/mm kolom (Khusus Halaman 1 Rp. 17.500/mm kolom, Halaman 8 Rp. 10.000/mm kolom). Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp. 4.500/mm kolom, Iklan Warna (Full Colour) Rp. 17.500 mm/kolom). (Khusus Halaman 1 Rp. 22.500/mm kolom, Halaman 8 Rp. 17.500/mm kolom). Harga Iklan ditambah PPN 10%.Rekening A/n. PT. Aceh Intermedia Pers, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kota Banda Aceh No. Rek : 010.01.05.570145-7 dan Bank Syariah Mandiri Pusat Kota Banda Aceh No. Rek : 0100311937, Penerbit: PT. Aceh Intermedia Pers. Pencetak : PT. Medan Graindo, Graha Pena Medan, Jl. Sisingamangaraja Km 8,5 No. 134 Amplas Medan. Tlp : (061) 7881661 (Hunting). Isi di luar tanggungjawab pencetak.

Wartawan Harian Rakyat Aceh dilengkapi dengan ID Card dan atau surat tugas yang ditandatangani oleh Pemimpin Redaksi dan tidak dibenarkan meminta dan menerima sesuatu dari narasumber. Segala hal berkaitan dengan tindak tanduk wartawan Rakyat Aceh, diminta menghubungi Sekretariat Redaksi

&0<.

KUTA SULTAN

Rakyat Aceh SENIN, 13 JUNI 2011

Peluncuran Honda Spacy Disambut Meriah

Rakyat Aceh/Khaddin

UJI COBA: Warga di Banda Aceh mencoba keunggulan Honda Spacy saat peluncuran di Taman Sari, Ibukota Provinsi Aceh barubaru ini.

Rakyat Aceh/Khaddin

Kemenag Gelar Dialog Pemuka Agama Pusat dan Daerah BANDA ACEH – Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh bekerjasama Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, memfasilitasi dialog dan diskusi pengembangan wawasan multikultural, antara pemuka agama pusat dan daerah yang berlangsung di Banda Aceh 13-17 Juni 2011. ”Diskusi ini dijadwalkan dibuka langsung oleh Menteri Agama RI, Drs. H. Suryadharma Ali. Tapi menurut informasi terakhir beliau berhalangan hadir, sehingga dibuka oleh Wakil Gubernur Acah, Muhammad Nazar yang juga Ketua Dewan Penasehat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh,” kata Kepala Sub Bagian Hukmas dan KUB Kanwil Kementerian Agama Juniazi, S.Ag kemarin. Juniazi menyebutkan, kegiatan tersebut diselanggarakan untuk meningkatkan jalainan komunikasi antar pemuka agama, baik pemuka agama pusat maupun antat sesama pemuka agama daerah melalui pendekatan multikultural, membangun sikap saling menghargai dan mempercayai di antara pemuka agama pusat dan daerah. Mengembangkan visi dan misi bersama tentang pembinaan kerukunan umat beragama yang lebih dinamis di masa depan. Selain itu, lanjutnya menginventarisasi kearifan lokal yang dapat mendukung kerukunan umat beragama. Dan diharapkan akan menumbuhkan sikap bersama untuk peningkatan kualitas kerukunan umat beragama. Tahap berikutnya diharapkan akan menumbuhkan sikap bersama seluruh umat

beragama, untuk menjadikan gerakan menuju peningkatan kerukunan sebagai kebutuhan bersama seluruh komponen masyarakat. ”Bentuk kegiatan ini, dialog/ diskusi antar pemuka agama tingkat pusat dan daerah di Aceh dan Kota Banda Aceh serta kunjungan ke rumah ibadat dan sekaligus berdialog dengan jamaah/jemaat setempat,” lanjutnya. Juniazi mengatakan, kegiatan tersebut diikuti 30 orang peserta dari pusat terdiri dari, 12 orang dari pimpinan majelis agama pusat, anggota DPR RI, dua orang mewakili pimpinan Ormas Islam, Deputi Bidang Agama Kementerian Koordinator Bidang Kesra RI, Dirjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri RI, Pejabat Kementerian Agama RI. Peserta daerah sebanyak 60 orang terdiri dari Pimpinan Majelis Agama, Muspida dan Muspida Plus Aceh, Pejabat Pemerintah Daerah, Pejabat Kementerian Agama, Ormas/OKP dan Lembaga perempuan, tokoh masyarakat dan perwakilan media massa. Sementara hasil yang ingin dicapai dari dialog ini yakni terumuskan dinamika kerukunan di daerah, menyangkut potensi konflik dan intgerasi sebagai bahan antisipasi bersama pemuka agma dan pemerintah ke depan. Terumuskan kesepakatan-kesepakatan pemuka agama pusat dan daerah tentang upaya-upaya nyata dan kerjasama antar umat beragama untuk menciptakan suasana yang lebih rukun dan damai di tengah masyarakat. (din)

BANDA ACEH - Honda meluncurkan varian matic terbarunya. Sabtu (11/6), Honda Spacy Helm In-Automatic dipamerkan kepada publik di Ibukota Provinsi Aceh. Bertempat di Taman Sari, Banda Aceh launching motor matic baru ini dibuka serta mendapat antusiasme masyarakat sekitar sejak pagi hingga malam menambah semarak suasana di taman kota. LAUCHING yang digelar sejak pagi hingga malam bertujuan untuk memperkenalkan secara langsung produk baru Honda Spacy. Manager Promotion and Advertising PT Capella Dinamik Nusantara, Hendro SE mengatakan, Honda Spacy ingin dekat dengan publik dan ia sengaja memilih Taman Sari sebagai tempat launching karena lokasinya sangat stategis. ”Di taman, kami bisa membuat berbagai acara untuk mengenalkan produk Honda Spacy, seperti tes ride motor, kompetisi model, lomba mewarnai, ko-

mpetisi band, mobil karnaval karoke, komunitas Honda Spacy juga melakukan konvoi mengelilingi Kota Banda Aceh. Sedangkan malamnya sejumlah grub band lokal juga menghibur masyarakat di Kota Banda Aceh,” lanjutnya. Selain itu, lanjut Hendro, Honda Spacy juga tetap nyaman digunakan walaupun menenteng banyak barang bawaan. Berkapasitas 18 liter, Spacy Helm In adalah motor matic dengan bagasi terluas dibanding motor matic lainnya. Helm full face bisa masuk ba-

gasi, tangki bahan bakar dengan volume 5 liter menambah rasa nyaman berkendara. Dibandingkan merk lain, Honda Spacy adalah motor matic dengan tangki terbesar. “Kalau tangki besar tidak perlu bolak-balik isi bensin. Sangat efisien,” jelasnya. Guna mendukung regulasi pemerintah, Spacy juga dilengkapi dengan teknologi AHO (Auto Headlight On). Peraturan tentang menyalakan lampu pada siang hari diakomodasi dengan baik oleh Honda Spacy. “Sekali starter, otomatis lampu depan langsung nyala, dengan hadirnya Spacy melengkapi Matic Honda,” sebutnya. Hendro mengatakan, Honda senantiasa memenuhi keinginan masyarakat, ini dibuktikan dengan selalu mengeluarkan produk baru sesuai perkembangan zaman, “Permintaan konsumen terhadap produk Spacy di Banda Aceh sudah tinggi, dimana hingga Mei sudah terjual hingga 300 unit, terkadang stok kita tidak sanggup memenuhi kebutuhan pasar,” sebutnya. Ia berharap, masyarakat bisa merasakan langsung kelebihan motor matic Honda Spacy yang memiliki beberapa kelebihan yang tak dimiliki motor matic lain. Spacy dibuat untuk memberi rasa nyaman pengendara. Motor ini memang sengaja didesain untuk memberi kelegaan berkendara. Sementara itu, Kepala Kantor Penjualan PT Capella Cabang Banda Aceh, Saifullah mengatakan, acara ini atas dukungan HC3 (Honda Care Center) Deparment PT Capella Dinamik Nusantara, Medan. Saiful menambahkan, produk ini lebih unggul, dimana fitur bagasi lebih besar 18 liter, tangki BBM 5 liter, pada saat mesin dinyalakan otomatis lampu depan menyala, ini telah mengikuti regulasi pemerintah tertib lalu lintas. Peserta juga memperoleh kaos. Acara luoching di Taman Sari ikut dimeriahkan, Live Peformance, Band Competition, Model Competition, Lomba mewarnai TK dan SD, Riding test dan Quiz. Lounching kemarin diawali konvoi di jalan protokol dalam Kota Banda Aceh, dengan start di kantor Capella Dinamik Nusantara, Peunayong dan finish di Taman Sari. (din/imj)

Rakyat Aceh Takut Kehilangan JKA SIGLI - Fenomena yang terjadi saat ini memang sangat memprihatinkan. Betapa tidak, niat baik dari Pemerintah Aceh untuk menggratiskan pengobatan untuk rakyat disambut baik oleh semua kalangan. Malah para warga miskin umumnya takut akan kehilangan atau tidak diperpanjangnya lagi program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Seperti dikatakan Irawati (30), warga Beureuneun Kecamatan Mutiara kepada Rakyat Aceh Minggu (12/6). Dia menjelaskan, program JKA sangat membantu. Meski terkadang ada obat yang harus ditebus dengan uang sendiri. Saat itu memang petugas rumah sakit memberi tahu bahwa obat JKA kosong dan harus beli sendiri.

“Dari kejadian ini saya khawatir program JKA terancam tutup dan sangat menyakitkan bagi kami rakyat kecil,”keluhnya. Sembari menggendong anaknya Irawati menyebutkan, ada baiknya program JKA jangan dileburkan, sebab program tersebut merupakan hajat hidup orang banyak dan khususnya bagi rakyat miskin sangat takut jika JKA hilang di Aceh, sehingga menambah beban bagi mereka. “Kami khawatir akan hilang JKA di Aceh, apakah JKA ini hanya berlaku ketika Irwandi-Nazar mempimpin,”jelasnya. Hal senada juga dikatakan Wak Munah (45), warga Kota Sigli yang anaknya kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Sigli. Program JKA se-

baiknya dilanjutkan hingga kiamat, jangan ada alasan pemerintah tidak ada uang, buang yang lain sisihkan dana untuk kepentingan rakat. “Saya berharap JKA ini jangan hanya seperti panas taik ayam kemudian hilang begitu saja,”tegasnya. Menurut Wak Munah, tidak ada keberhasilan pemerintah selain membantu semua orang kecil yaitu seperti program JKA. Kemudian kata dia, jangan hanya memperjuangkan kepentingan pribadi atau golongan dalam membangun Aceh, sebab terkesan selama ini wakil rakyat tidak pernah membela rakyatnya. “Saya berharap ada keikhlasan dari pemerintah untuk melanjutkan program JKA,”pintanya. (mag-36)

3

RAGAM Enam Hal Perusak Hubungan SAAT menjalani hubungan, banyak hal yang bisa membuat perjalanan cinta bersama pasangan goyah. Bila tak segera diatasi, hal ini akan menjadi penyebab kandasnya hubungan. Jika ada salahsatunya dalam hubungan Anda saat ini, segera cari solusi agar tak terjebak didalamnya. Berikut enam hal perusak hubungan seperti dikutip dari laman She Know: 1. Ketidakpercayaan Salah satu hal utama yang bisa membunuh hubungan Anda adalah kurangnya kepercayaan. Jika pasangan tak saling percaya, hubungan Anda tidak akan berjalan mulus. Jika Anda terus-menerus mencurigai pasangan Anda, atau sebaliknya, hubungan akan mati perlahan. Cari tahu apa yang menyebabkan rasa tidak percaya di antara kalian. Berbicaralah dari hati ke hati untuk menyelesaikannya. 2.Stres Banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya stres dalam hubungan. Dalam hubungan yang penuh stres, perpisahan akan mudah diwujudkan. Temukan cara untuk melampiaskannya, bersama pasangan atau seorang diri. Bila perlu, membuka pikiran pada orang lain akan mengurangi beban pikiran. 3.Menyimpan dendam Jangan pernah menyimpan dendam pada pasangan. Bila anda atau pasangan Anda menyimpan dendam satu

sama lain, kalian akan sulit membangun masa depan bersama. Untuk mengatasinya, Anda perlu berbicara mengenai alasan Anda menyimpan dendam. Jika Anda memerlukan pihak ketiga untuk membantu Anda, lakukanlah. 4.Kurang komunikasi Pasangan jarang berkomunikasi akan sulit mema bersama pasangan. Ungkapkan ganjalan yang Anda rasakan. Mulailah dari hal kecil, hingga hal yang membutuhkan perhatian penting. 5.Selalu beda pendapat Kalian selalu berbeda pendapat hampir dalam segala hal. Hati-hati, Pertengkaran besar bermula dari pertengkaran-pertengkaran kecil. Luangkan waktu untuk diri sendiri dan berfikir dengan kepala dingin untuk melihat hubungan dengan perspektif positif. 6.Mantan kekasih Bukan beararti Anda tidak bisa lagi bersahabat dengan mantan. Namun, lebih baik menjaga jarak dengan mantan kekasih agar tidak timbul kecurigaan. Ceritakan pada pasangan Anda saat ini, bahwa Anda dan mantan pernah memiliki hubungan dekat di masalalu. Beri pengertian pada pasangan, bahwa hubungan Anda dengannya telah berakhir. Ada banyak hal lain yang bisa membunuh hubungan Anda, namun tak semuanya dapat diatasi dengan mudah. Komunikasi adalah kunci untuk mengatasinya. (int/jpnn)

Menghirup, Cara Makan Masa Depan BANYAK orang membatasi konsumsi makanan ‘enak’ lantaran takut gemuk. Menyiasati persoalan ini, sebuah makanan ‘masa depan’ diciptakan demi mengakomodasi kepuasan menyantap makanan tanpa memikirkan kalori. Menggunakan mangkok futuristik yang disebut ‘Le Whaf’, Anda bisa merasakan nikmatnya sajian pembuka, makanan utama hingga menu penutup sepuasnya tanpa takut gemuk. Cukup dengan menghirupnya, sensasi nikmat seluruh sajian bisa Anda rasakan seketika. Gumpalan asap yang tercipta dari ‘mangkok ajaib’ itu perlahan menyajikan berbagai makanan lezat sesuai keinginan. Mulai dari kue berlapis cokelat leleh, es krim vanila, hingga steak daging panggang bertabur keju. Menghirup asap yang tercipta dari mesin di dasar mangkok, mulut akan terasa hangat dan kering. Semakin banyak gumpalan asap yang terhirup, penikmat akan merasakan sensasi aroma dan kelezatan makanan pilihan yang semakin nyata. David Edwards, sang penemu yang merupakan profesor Universitas Harvard sekaligus ilmuwan aerosol menjamin semua menu makanan tidak mengandung

kalori, atau hanya sedikit sekali kalori. Sepuluh menit menggunakan alat ini hanya menghirup 200 kalori. Selain sebagai alat diet, mesin ini juga membuat pemiliknya merasa selalu berada di dalam restoran. “Tak perlu duduk di meja. Anda bisa makan sambil jalan-jalan, dan menikmatinya di manapun berada,” katanya seperti dikutip Daily Mail. ‘Le Whaf’ bahkan bisa menyajikan minuman alkohol tanpa membuat mabuk. “Mesin mampu menghasilkan aroma minuman dengan rasa yang kuat seperti wiski dengan baik,” ujarnya. Edwards menjanjikan pemasaran mangkuk kecil mirip akuarium bulat itu mulai musim gugur mendatang di Prancis. Ia optmistis mesin seharga £85 atau Rp12,2 juta itu akan laris manis di seluruh dunia. Produk ini sebenarnya ide lanjutan setelah sukses memasarkan ‘Le Whif’ tahun lalu. ‘Le Whif’ berbentuk tabung kecil seperti pompa asma, yang diisi bubuk kopi, coklat atau vitamin. Orang yang sedang ‘ngidam’ makanan tersebut dapat langsung menghirupnya. Produk seharga £4 atau Rp57,5 ribu ini terjual lebih dari 200 ribu unit. (int/ jpnn)

KMPA Bisa Membantu Program Pemerintah

Selain itu, KMPA juga diharapkan dapat membantu Pidie Jaya mempertahankan Penghargaan Kabupaten Pemekaran Terbaik se Indonesia,“

MEUREUDU - Pada Pekan Kebudayaan Kabupaten Pidie Jaya (PKPJ) Dewan Pengurus Wilayah Komite Mahasiswa Pemuda Aceh (DPW KMPA-PIJAY) mencuri waktu untuk bersirahturahmi dengan Bupati , Wakil Bupati, Ketua DPRK,Anggota Dewan Dewan seluruh partai dan anggota dan juga dihadiri oleh Panglima Wilayah / Ketua Partai Aceh Tgk Aiyub, Ketua Fraksi PA (Tgk. Abubakar Ubit) beserta rombongan dan juga dihadiri tokoh Masyarakat. Acara tersebut berlansung di Area Pekan Kebudayaan Pidie Jaya (PKPJ ke-2) Minggu (12/6), dalam rangka menyambut hari ulang tahun Pidie Jaya Ke 4. Dalam acara

tersebut para tokoh yang hadir mengharapkan KMPA kedepan dapat berperan lebih dalam mengsukseskan pembangunan Pidie Jaya KMPA diharapkan bisa menjadi payung organisasi yang teladan dan pelopor organisasi yang ada di Pidie Jaya, serta dapat bermitra dan bekerja sama dengan PEMDA, disamping itu juga dapat membantu masyarakat dalam seluruh aktivitas Sosial Ekonomi Kemasyarakatan yang sedang berlansung di Pidie Jaya. Bupati Pidie Jaya Gadesalam Meminta kepada KMPA bukan hanya sekedar sebuah kelompok, tetapi juga bisa membantu program pemerintah dan masyarakat, sebagai

organisasi pemuda dan Mahasiswa, harus ikut serta berperan aktif dalam pengembangan dalam pembangunan berkelanjutan. Sekaligus memberikan kontribusi terhadap proses Pembagunan kabupaten Pidie Jaya kearah yang lebih maju apalagi kabupaten kita baru seumur jagung. Ia berharap ke depan KMPI dapat menjadi organisasi yang memiliki darma bakti, baik kepada pemerintah maupun masyarakat. “Selain itu, KMPA juga diharapkan dapat membantu Pidie Jaya mempertahankan Penghargaan Kabupaten Pemekaran Terbaik se Indonesia,“ pintanya. Ketua DPW KMPA Pidie Jaya Maimun Musa.SP berjanji akan menjaga eksistensi

KMPA di lingkungan masyarakat, dan menunjukan upaya-upaya yang strategis, implementasikan yang menyentuh pada masyarakat karena KMPA wadah perhimpunan organisasi kepemudahan dan Mahasiswa. “Kita berharap KMPA bisa lebih solid, sehingga organisasi ini bisa lebih bermanfaat bagi bangsa dan negara, khusnya kabupaten Pidie Jaya,” kata Maimun Ia menambahkan, KMPA harus menjadi pionir untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak kooperatif, serta mendukung kebijakan yang strategis yang merupakan bentuk sinergitas peran KMPA dengan pemerintah,” terangnya Maimun. (mag-33)

& 0 < .

bambang yudi

4

PETRO DOLAR

Rakyat Aceh SENIN, 13 JUNI 2011

Wakil Gubernur Akan Buka Kongres I PWA Pusat

rakyat aceh/bambang yudi

ATRAKSI DEBUS: Atraksi debus merupakan salah satu kesenian di Aceh. Perkembangan Hingake Gayo Lues ini cukup baik. Buktinya, hampir rata masyarakat desa di Gayo Lues bisa bermain debus, salah satunya group debus di Desa Pertiik beraksi dengan menikamkan pisau keperutnya.

LHOKSEUMAWE - Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar, S.Ag dipastikan akan membuka Kongres I Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Aceh (PWA), di Convention Hall, Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Selasa (14/6), sekira pukul 09.00 WIB. Kongres I PWA pusat itu, akan dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai Kabupaten /Kota di Provinsi Aceh, baik dari DPP maupun Dewan Pengurus Cabang (DPC). Seperti DPC Kota Banda Aceh, DPC Gayo Leus, DPC Aceh Tenggara(Kuta Cane) dan DPC Langsa. Wakil Ketua Panitia Kongres, Erwin J didampingi Sektretaris Panitia M. Jafar, kepada Rakyat Aceh, Minggu (12/6), mengatakan, persiapan panitia sudah sangat matang untuk melaksanakan kongres yang pertama tersebut. “Dan perlu diketahui, kegiatan kongres ini bukan upaya untuk menggulung (geser,red) kepengurusan Ketua Umum sebelumnya, tapi kita laksanakan kongres sesuai dengan AD/ART PWA Pusat,”ucap Erwin J. Sebut dia, hasil kerja keras teman-teman panitia sangatlah besar demi suksesnya Kongres I

Produksi Sampah Acut Capai 2.000 Ton/Bulan >> TPA Direlokasi LHOKSUKON - Produksi sampah Kabupaten Aceh Utara setiap hari mencapai 72 ton perharinya. Atau setiap bulan produksi sampah berbagai jenis ini mencapai 2.000 ton lebih dari 27 kecamatan yang ada. Semua sampah ini dibuang ke lokasi tempat pembuangan akhir yakni Desa Seunebok Dalam, kemasjidan Buket Hagu, Lhoksukon. MENGINGAT jumlah sampah cukup besar inilah, pihak dinas pasar, pertamanan dan kebersihan Kabupaten Aceh Utara mulai menata lokasi pembuangan sampah. Sebab akan berdampak pada masyarakat yang tinggal sekitar lokasi pembuan-

gan. Apalagi sebelumnya warga pernah komplain dengan kondisi sampah yang bertebaran. Bahkan warga pernah melakukan pemblokiran terhadap sejumlah armada sampah. Menurut Kabid Kebersihan,

Murzani, pihaknya sedang melakukan relokasi terhadap lokasi pembuangan sampah. Sehingga tidak mengganggu dan dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Mengingat lokasi pembuangan sampah merupakan tempat bersarangnya sumber penyakit jika tidak tertata dengan baik. “Kami memang telah telah membuat program penataan tempat pembuangan sampah. Mengingat keterbatasan dana, kita belum mampu membuat lokasi itu

dikelola dengan baik. Tetapi untuk menjaga lingkungan, kami telah melakukan awal t e r h a d a p s a m p a h . Ya k n i d en ga n p en i m b u n a n d a n pendorongan sampah serta penyemprotan,”ucap Murzani. Penimbunan da pendorongan sampah ini telah dilakukan dua kali sejak awal tahun 2011. Sedangkan penyemprotan lokasi dilakukan rutin dua kali dalam sebulan. Hal ini dilakukan agar lokasi pembungan tidak berkembang biak hama dan juga lalat. Yang ten-

tunya mempengaruhi pemukiman masyarakat sekitar. “Kepada petugas juga telah kita ingatkan agar membuang sampah tidak sembarangan. Sampah harus dibuang pada lokasi tanah yang memang milik pemerintah yang disediakan untuk pembuangan. Mengingat lokasi tersebut dekat dengan perkebunan dan pemukiman warga. Intinya kita sangat respek terhadap usulan dan saran dari masyarakat. Pembenahan pasti akan dilakukan tentunya dengan cara bertahap,” ucapnya. (agt)

Persatuan Wartawan Aceh ini. Sementara target undangan dari berbagai pihak, instansi pemerintah, TNI/Polri, Perbankan, Swasta dan lainnya mencapai 500 orang. “Jadi informasi terakhir yang kami terima, kunjungan kerja Wakil Gubernur Aceh, setelah membuka Kongres I PWA Pusat, akan melanjutkan pertemuan dengan Mukim se Aceh Utara, geuchik serta tokoh masyarakat, di Kota Lhoksukon, Aceh Utara, pada pukul 14.30 WIB,”ungkapnya. Selain itu, lanjutnya, sesuai hasil rapat pihaknya telah mengusulkan dua paket bakal calon (Balon) Ketua Umum dan Ketua Harian PWA Pusat periode 20112014. Kedua paket balon itu yakni paket A Rahmad YD fotografer Kantor Berita Antara berpasangan dengan Irmansyah,S.Sos Wartawan Harian Aceh.

Kemudian balon paket B, Drs.H.Muhammad AH, dari media online Acehvoice dan Armiadi AM,SE wartawan Rakyat Aceh/Metro Aceh. Mencuatnya paket balon tersebut berdasarkan hasil rapat persiapan Panitia Kongres (Pangres) Dewan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Aceh, di markasnya di jalan Pang Akop Simpat Empat Lhokseumawe, Sabtu (11/6) sekira pukul 11.00 WIB. “Intinya, kami dari panitia menginginkan siapapun nantinya yang terpilih menjadi Ketua Umum dan Ketua Harian PWA Pusat, harus mampu memajukan organisasi wartawan Aceh ini, dari pengurus sebelumnya,”ucap Erwin, seraya menambahkan, pihaknya juga siap mendukung kedua paket balon tersebut dan terserah kepada peserta kongres siapa yang dipilihnya. (arm)

Enam Tahun Berlalu

Korban Tsunami Belum Terima Bantuan Rumah LAPANG- Meski musibah gempa dan tsunami yang melanda Aceh sudah lebih enam tahun berlalu. Tetapi masih ada sejumlah korban tsunami dikabarkan belum menerima bantuan rumah. Seperti yang dialami oleh sekitar 40 KK Gampong Kuala Cangkoi, Lapang, Aceh Utara. Kondisi ini dinilai akibat kelalaian pihak pemerintah saat pembagian rumah bantuan sebelumnya. Menurut keterangan warga setempat, Zakaria (48) kepada wartawan, Minggu (12/6), saat pendataan awal terhadap korban tsunami. Perangkat gampong sudah melakukan pendataan dengan baik dan tepat. Termasuk data yang dikirim ke tingkat kecamatan dan kabupaten juga data yang sebenarnya. “Tetapi pihak kami heran, pada saat pembagian rumah bantuan. Pihak penerima banyak yang berubah, yakni kepada mereka yang baru berumah tangga atau KK baru. Sedangkan korban tsunami yang terdata awal malah

tidak menerima bantuan,”ucapnya. Ditanya kenapa baru sekarang masalah ini mencuat kembali? Warga ini mengatakan bahwa usaha ini sejak awal terus dilakukan koordinasi. Bahkan pada saat beberapa NGO Asing dan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) masih berada di Aceh. Pihak gampong telah mengusulkannya dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan.Tetapi usulan dan harapan itu hingga saat ini juga belum terwujud dan kabarnya raib begitu saja. “Rasanya sangat tidak adil, sebab yang menjadi korban tsunami tidak menerima bantuan rumah. Harapan kami, tentunya pemerintah daerah dapat mencari solusi terhadap kondisi tersebut. Sehingga warga yang benar-benar menjadi korban tsunami dapat terbantu. Mengingat sebagian besar mata pencarian sekitar 632 KK warga Gampong Kuala Cangkoi bermata pencaharian sebagai nelayan,”harap warga ini. (agt)

Kerusakan Waduk Lhok Reudep Belum Ditangani Sumber dana dari Provinsi Aceh, tapi saat terjadinya banjir bandang 2009 menerjang pembatas bendung irigasi tersebut,”

BANDA BARO - Kerusakan bendung irigasi Lhok Reudep Dusun Blang Jrat, Gampong Jamuan, Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara, yang diterpa banjir bandang tahun 2009 lalu, hingga saat ini belum diperbaiki. Kondisi itu akan membuat sekitar 30 hektar areal pertanian sawah di Gampong Jamuan dan sebagian Gampong Alue Keurinyai, terancam kekeringan. Namun, dengan terjadinya hujan selama cuaca ekstrim maka sawah masyarakat dapat digenangi air hujan. Tentunya, menguntungkan petani untuk mengarab areal sawah bercocok tanam. Namun, ketika musim kemarau berlangsung membuat areal sawah terjadi kekeringan. Mukim Banda Baro, Tgk. Razali Hasan, kepada Rakyat Aceh, kemarin, mengatakan, informasi yang diterima pihaknya pembangunan bendung Lhok Reudep, Dusun Blang Jrat itu di-

lakukan pada tahun 2007 lalu. “Sumber dana dari Provinsi Aceh, tapi saat terjadinya banjir bandang 2009 menerjang pembatas bendung irigasi tersebut,”ungkap Tgk. Razali Hasan. Sebut dia, persoalan bendung irigasi itu harus di tanggapi dengan serius oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara dan Pemerintah Aceh. Apalagi, sarana irigasi tersebut mendukung sentral pertanian masyarakat untuk memenuhi kehidupan. “Mata pencaharian masyarakat kami disini adalah bermayoritas sebagai petani sawah, kebun dan lainnya. Tentunya yang sangat utama perlu dilakukan pemerintah untuk segera membangun Bendung Irigasi Lhok Reudep yang hancur,”imbuhnya. Selaian itu, lanjutdia, sejauh ini belum ada upaya dari pemerintah untuk melakukan perbaikan pembatas bendung irigasi tersebut. (arm)

LINTAS TIMUR

Rakyat Aceh SENIN, 13 JUNI 2011

Harga Ikan Melonjak di Pidie Jaya

Kelapa Tetap Stabil

MEURUEDU - Harga ikan laut (segar) di Kabupaten Pidie Jaya masih bertahan tinggi. Ini disebabkan terbatasnya pasokannya dari nelayan setempat. Pasokan ikan ke pasar-pasar tradisional hingga kini masih minim, akibat faktor cuaca di laut yang belum menentu. Pantauan wartawan Koran ini Minggu (12/6), di sejumlah pasar tradisional di Pidie Jaya, harga ikan yang ditawarkan sejumlah pedagang masih bertahan tinggi. “Harga ikan masih tetap mahal disebabkan kurangnya pasokan dari nelayan setempat sehingga stok di pedagang juga sedikit,” kata Rahmad, seorang pedagang ikan di Pasar Ulee Gle Kecamatan Bandar Dua. Kenaikan harga ikan itu dikeluhkan para pedagang ikan karena berdampak pada penurunan jumlah pembelinya. Dia menjelaskan, harga ikan rata-rata masih mahal, seperti ikan, tongkol Rp25 ribu/ kilogram, cumi-cumi Rp30 ribu/kilogram, dan udang Rp55 ribu/ kilogram. Menurut dia, penurunan omzet penjualann berdampak terhadap pendapataan mereka. Ia mengakui pasokan ikan yang sedikit itu karena banyak nelayan yang tidak melakukan aktivitas melaut akibat pengaruh cuaca yang tidak bagus.“Ikan sekarang ini sedang sulit dicari karena pengaruh cuaca yang tidak menentu, nelayang enggan melaut,” kata Khaidir, salah satu nelayan Meureudu. (mag-33)

RAKYAT ACEH/MULYADI

PASAR IKAN : Harga Ikan di Kabupaten Pidie Jaya masih bertahan tinggi, disebabkan terbatasnya pasokan dari Nelayan. Minggu (12/6), pedagang ikan di Pasar Ulee Gle mengeluh karena berdampak pada penurunan jumlah pembeli.

KRUNG BRACAN SEMAKIN GANAS RAKYAT ACEH/BAHTIAR HUSIN

PELANTIKAN: Ketua PMI Kota Langsa, T.Iskandar Faisal melantik para Ketua Pengurus PMI Kecamatan, KSR dan TSR Unit Markas PMI Kota Langsa di Aula markas setempat, Minggu (12/6).

Jelang Muskot, PMI Lantik Pengurus Kecamatan LANGSA-Menjelang pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) kedua yang akan dilaksanakan pada 23 Juni 2011 mendatang, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Langsa melakukan pelantikan terhadap pengurus PMI Kecamatan se-Kota Langsa di Aula PMI setempat, Minggu (12/6). Ketua PMI Kota Langsa, T.Iskandar Faisal kepada koran ini usai pelantikan pengurus PMI Kecamatan diruang kerjanya mengatakan, bahwa pelantikan pengurus PMI Kecamatan itu dilakukan karena perintah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMI itu sendiri secara nasional. “Selain melantik pengurus PMI Kecamatan, hari ini kita juga melantik ketua KSR Unit Markas PMI dan Ketua TSR Unit Markas PMI Cabang Langsa. Dimana mereka semua kita lantik sebagai upaya memenuhi tuntutan AD/ART dalam pelaksanaan Musyawarah Kota yang akan kita gelar dalam beberapa hari ini, karena para perwakilan dari unsur PMI ini merupakan peserta Muskot PMI,” terang Iskandar Faisal. Dijelaskannya, selain persiapan Muskot PMI Kota, pembentukan PMI Kecamatan ini juga dilakukan sebagai upaya untuk memaksimalkan fungsi dan peran PMI dalam melayani masyarakat Kota Langsa, terutama dalam bidang kesehatan. “Selain itu dengan pembentukan PMI Kecamatan di lima kecamatan, KSR dan TSR ini kita harapkan roda organisasi PMI selaku organisasi sosial kemasyaratan bidang kesehatan dapat berjalan dengan baik sesuai aturan yang ada dan sesuai fungsi PMI itu sendiri,” sebut Iskandar lagi. Adapun para ketua PMI Kecamatan yang dilantik kemarin yaitu, untuk Kecamatan Langsa Lama NS. Murjanusdi, S.Kep, Ketua PMI Kecamatan Langsa Baroe NS.Edy Mulyadi, S.Kep, CWCC, ketua PMI Kecamatan Langsa Kota, M.Suyono, ketua PMI Kecamatan Langsa Timur, Roy Mona, AMD, Kep dan Ketua PMI Kecamatan Langsa Barat, Elhadi, AMD, Kep. Serta ketua KSR Unit Markas PMI Kota Langsa Hengky Syahjaya dan Ketua TSR Unit Markas PMI Kota Langsa, Syukur Hadi. (dai)

5

Perkampungan Warga Terancam Amblas MEUREUDU-Dua tahun terakhir ini Krung Bracan Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya semakin menggana. Bahkan mengancam pemukiman di kawasan itu yang diperkirakan akan amblas. Karena setiap kali banjir, perkampungan warga semakin dikikis. Permasalahan itu akibat belum ada tanggul pengaman tebing di sungai itu. Akibatnya, sebagian desa sudah tidak nyaman lagi untuk tempat tinggal. Kondisi tersebut, apa bila tidak ada penanganan serius dari pemerintah, dikawatirkan akan menjadi bumerang bagi masyarakatsetempat. Terutama ada beberapa titik yang sudah sangat rawan, yaitu di Tuping Peuraho, Kuta Tring, Gronggrong, Rambong, Meunasah rumpun, Lampoh Lada. Warga sangat mengharapkan perhatian seriusdaripemerintahPidiejayadanprovinsi Aceh, untuk membangun tanggul pegaman, sehingga dengan adanya tanggul tersebut, erosi yang diperkirakan akan menghabisi pemukiman warga dapat diselamatakan. Menurut Sulaiman, warga Kemukiman Bracan kepada Rakyat Aceh, Minggu (12/ 6), kondisi sungai tanpa tanggul pengaman tersebut saat ini semakin kritis dan mengancam.

Selain itu, kondisi sungai yang tidak dilengkapi tanggul memperparah tebing sungai hingga kerap mendatangkan bencana banjirbesardanmerendamkawasanpemukiman warga serta fasilitas umum lainnya sepertisekolahdanrumahibadah(masjid).Guna mencegah terjadinya musibah besar, warga Kemukiman Bracan mendesak pemerintah agar segera membangun tanggul penahan banjir. Secara terpisah, sejumlah masyarakat di aliran sungai berharap agar pemerintah dapat membangun tanggul maupun beronjong penahan banjir secara permanen di desa mereka. Pasalnya, warga mengaku sangat khawatir terhadap ancaman banjir besar yang setiap tahunmelandakawasanitu.Saatini,sebahagian rumah warga bahkan sudah masuk ke dalam air lantaran tebing sungai yang setiap saat longsor. “Kami sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah, dan segera membuat beronjong di sekitar areal di belakang rumah kami,” sambung warga lainnya. Marzuki M Nur, Geuchik Kuta Tring, Kemukiman Bracan, Kecamatan Meureudu mengatakan, masyarakat di 7 desa semakin diresahkan dengan kondisi Krueng Bracan yang kini terus mengikis pemukiman penduduk. Lanjutnya, abrasi di Krueng Bracan sudah

berlangsung lama. ”Air sungai mengikis daratan. Selain mengancam permukiman penduduk di hilir sungai juga mengikis tanaman perkebunan masyarakat,” imbuh Marzuki. Penduduk di Gampong tersebut, terutama yang bertempat tinggal dekat hilir sungai mengaku hanya pasrah dan berharap pemerintah segera turun tangan untuk menanggulangi bencana tersebut. “Syukur- syukur segera di bangun penyangga tebing bronjong batu agar tempat tinggal mjasyarakat disini tidak longsor,” harap Marzuki Dirinya meminta pemerintah melakukan antisipasi dengan membangun bronjong. ”Saya meminta kepada pemerintah agar segera dibangun bronjong di pinggir hilir sungai sebelum abrasi sungai semakin parah,” paparnya. Marzuki menambahkan, dirinya sudah beberapa kali mengajukan kepada dinas terkait untuk dibangun nya tanggul tersebut. “Saya berharap pemerintah daerah proaktif untuk menangani persoalan ini dan jangan dianggap sepele. Fungsikanlah anggaran yang ada untuk mengatasi persoalan abrasi, karena kalau dibiarkan akan menjadi bencana juga,” sarannya. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pidie Jaya, Hanif Ibrahim tidak berasil dihubungi,gunamenanyakanpersoalantersbut. (mag-33)

IDIRAYEUK-Hargakelapa dalambeberapa bulan terakhir dalam wilayah Aceh Timur dilaporkan stabil. Namun kebutuhan kelapa untuk ekspor keluar negeri seperti Thailand, persediannya semakinmenipis,pasalnyakelapaAceh dewasainiselaindieksportkeluarnegeri juga diangkut kepasar Medan Sumatera Utara. Harga ditingkat agen pengumpul dikampung-kampung untuk kelapa ukuran 8 ons hingga 1kg per buah mencapaiRp1.600rupiah/buah,sementara dibeli para pengekpor kelapa, mencapai Rp 2.050/ butirnya, sedangkan untuk pasaran Medan dibeli dengan hargayangberkisardariRp2.200hingga Rp 2.300 rupiah. ”Sementara kelapa dibawah 8 ons, itu sering dijual sebagai kelapa congkel untuk dijual ke pabrik pengolahan minyakkelapadiMedan,” ujarTgkSaiful (43) pengumpul kelapa diwilayah barat Aceh Timur, kepada Rakyat Aceh, Minggu (12/6). Menurutnya, selama adanya pelaku eksport kelapa keluar negeri, harga kelapa diwilayah Aceh Timur, dalam beberapa bulan terakhir melonjak tajam ketimbang satu tahun lalu, harga kelapa diwilayah ini hanya Rp800 rupiah/ butir itupun kelapa seberat 1Kg ke atas. “Bahkan dewasa ini ongkaos naik kelapa juga mulai naik dari harga Rp 3000/ batang menjadi Rp 10.000/batang, jelas sekali saat pemanjat kelapa telah dapat menggais rezeki yang lumanyan baik,” ucap Tgk Saiful. Sementara itu, seorang pengusaha eksport kelapa ke luar negeri Ridwan (50), mengaku dirinya sangat kewalahan dalam mencari buah kelapa, bahkan untuk mengumpulkan kelapa dalam 1 bulan mencapai ribuaan butir, terpaksa membeli kelapa hingga ke Aceh Utara, Bireun dan Sigli. Bahkan katanya mengumpulkan kelapa untuk eksport smapi kedaerah pantai barat yaitu Meulaboh. “Karena sekali ekspor kita membutuhkan kelapa hingga 100 ribu butir sekali jalan, yang membutuhkan waktu pengumpulan hingga satu bulan lamanya, jika kurang dari 100 ribu butir. Sungguh tidak mencukupi biaya ekspor dan akan terjadi kerugiaan. Dalam memperoleh kelapa kita dari pihak eksport selalu harus bersaing harga dengan para pengumpul kelapa tujuan eksport lokal,” ujarnya. Persaingan harga antara pengumpul tingkat eksport lokal dan luar negeri, menjadikan harga kelapa semakin tinggi, dan ini sangat menguntungkan masyarakat pemilik kebun kelapa, ataupun pekerja dan pengumpul di kampung-kampung. “Yang kita harapkan kepada pemerintah Aceh, untuk dapat memberi keleluasaan bagi pengeksport kelapa keluar negeri agar dapat dipermudahkan administrasi pengekspor kelapa, karena ini merupakan katagori komoditi sayur yang tidak dikenakan cukai yang tinggi. Sehingga masyarakat dan para pengeksport dapat meraih keuntungan yang lumayan,“ ujar Ridwan, seraya mengatakan, agar harga kelapa di aceh dapat diandalkan untuk mensejeterakan masyarakat pada umumnya. (yas)

15 KG TUMOR KISTA OVARII DIANGKAT DOKTER DALAM TUBUH

Nurjannah Tersenyum Meski Tidak Bisa Jalan Setelah 21 tahun merana dalam penderitaan dengan penyakit tak jelas, hingga kedua kakinya kini tidak bisa berjalan sejak kelas II sekolah dasar, bahkan perutnya mulai bengkak mendadak lebaran haji 2011 lalu.

LAPORAN: RAHMAT HIDAYAT - BIREUEN ATAS kepedulian Pemkab Bireuen melalui Kepala Dinas Kesehatan bersama para dokter ahli di RSD Dr Fauziah. Barulah, Jumat (10/6) kemarin, Nurjanah (29) gadis miskin dan yatim warga Desa Matang Kule Kecamatan Peulimbang itu, bisa kembali tersenyum manis. Bukan hanya sekedar tersenyum, gadis desa pedalaman masih terbaring lemas dibangsal ruangan ICU setempat, itupun. Tidak sebagaimana sebelum ditemui sebelumnya, Nurjannah belum berumah tangga itu, kini lebih ceria, wajahnya juga semakin berseri-seri. Meskipun dia tahu, usai menjalani penyembuhan pasca operasi pengangkatan 15 kilogram, tumor kista ovarii, bersarang dalam tubuhnya, di kamar bedah RSD Dr Fauziah. Nurjannah didampinggi keluarga sangat terharu dengan kondisinya kini, sebab mulai tampak jauh berubah. Walaupun kondisi tubuhnya masih kurus karena 21 tahun digerogoti penyakit, berawal dari tumbuhnya bisul dikaki kirinya sampaisampai masa kecilnya tenggelam akibat tak bisa jalan lagi. “Alhamdulillah saya sudah dioperasi, karena belum sembuh benar, dada saya masih terasa sesak,” sebut Nurjannah terus mengumbar senyum saat disambangi bersama Kandinkes Bireuen Dr Amir Addani,M.Kes Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, Dr Amir Addani,M.Kes kepada Rakyat Aceh menuturkan, tumor kista ovarii dalam tubuh Nurjannah sudah berhasil dikeluarkan oleh tim dokter RSD Dr Fauziah melalui proses operasi berlangsung, Jumat (12/6) kemarin. Tumor dikeluarkan sekitar 15 kilogram. Selama perawatan, gadis miskin itu ditangani sejumlah dokter ahli, saat ini

SELESAI OPERASI : Kadinkes Bireuen, Dr Amir Addani,M.Kes melihat kondisi kesehatan Nurjannah, usai menjalani operasi kista ovarii, masih dirawat di ICU RSD Dr Fauziah. RAHMAT HIDAYAT/RAKYAT ACEH

masih dalam proses penyembuhan. Untuk memudahkan Nurjannah beraktifitas setelah sembuh nantinya, insya allah kami berupaya untuk bisa membantu satu kursi roda untuknya. Dari keterangan sebelumnya, saat melihat Nurjannah bersama Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman sebelum menjalani operasi kista ovarii itu. Kadinkes menjelaskan, Nurjannag ditangani langsung oleh empat dokter adalah dokter penyakit dalam, kebidanan, urologi, dan dokter paru. Hasil diagnose sementara, Nurjanah gadis yatim dan miskin itu, menderita komplikasi, tumor abdomen (perut), dan gangguan ginjal serta infeksi paru-paru. Untuk proses penanganan sakit di deritanya, dia ditangani empat dokter dan para dokter berupaya semampu mungkin, untuk memulihkan kondisinya, supaya bisa kembali hidup normal. Bisa jadi Nurjanah menderita tumor kista ovarii di dalam kandungan, untuk memastikan kondisi tumornya apakah sudah menyebar kebagian lainnya ataupun belum. Untuk langkah penanganan selanjutnya, kita masih menunggu hasil pemeriksaan penunjangnya. Nurjanah ditanyai koran ini di ruangan rawatan, mengatakan masih merasakan sakit dibagian dadanya.

Begitupun, dia berterimakasih atas perhatian diberikan pihak terkait terhadapnya. Dengan harapan penyakit mengerogoti tubuhnya, bisa disembuhkan sehingga bisa kembali hidup normal seperti teman-teman seusianya. Ucapan dan harapan itu juga diutarakan abang iparnya adalah Syahrul Abdullah saat ditemui lagi, Minggu (12/6) seraya mengabarkan Bupati Bireuen ikut menjenguk pagi kemarin. Berita sebelumnya. Nurjannah (29) gadis miskin berstatus yatim, warga Dusun Beuringen, Desa Matang Kulee, Kecamatan Peulimbang. Bungsu dari delapan bersaudara, anak pasangan A.Rahman (almarhum) dan Ainsyah (67) petani. Kakinya tidak bisa berjalan lagi sudah sejak kelas II SD, dan sejak lima bulan terakhir terbaring akibat menderita pembengkakan dibagian dada sampai perut dan juga kedua kakinya, diduga mengidap tumor. Pembengkakan dibagian dada dan kedua kakinya, belum diketahui pasti penyakitnya itu, juga ikut mengerogoti tubuhnya sampai kurus, tinggal dibungkus kulit. Kemiskinan melilit, membuat keluarga itu tak mampu berbuat banyak dan pasrah dengan keadaan. Pun demikian, Nurjannah mengharapkan adanya kepedulian dari para dermawan, bersedia membantu untuk menyembuhkan

penyakit di deritanya itu. Nurjannah ditemui Rakyat Aceh Kamis (12/ 5) didampinggi Geuchik Desa Matang Kulee Zainal Abidin dan Sulaiman AB selaku warga serta Arizal Mahdi anggota relawan sebagai pemandu menuju ke desa pedalaman Bireuen atau tujuh kilometer arah Selatan masuk dari Simpang Panah, sebelah timur Kantor Camat Peulimbang, berpenduduk 158 Kepala Keluarga, itu. mengisahkan. Sekeluarga mereka delapan orang, dia anak paling bungsu. Ayahnya A.Rahman sudah meninggal sejak usianya tiga bulan, Ainsyah ibu kandung bekerja sebagai petani. Nurjannahmengatakan,kecerianmasakanak-kanak hanyadapatdiarasakansampaikelasIISekolah Dasar.Sejakitusampaisekarang,gadismalang itu tidak bisa lagi bercanda ria dengan temantemanya. Hari-hari dihabiskan di dalam rumah, lantaran tidak bisa jalan lagi. Sebabnya berawal, tumbuhnya benjolan kecil seperti bisul dibagian kaki kirinya, kendati berulang kali sudah diobati. Namun, sakit itu hingga dia duduk dibangku kelas II SD tak kunjung pulih, bahkan dampaknya bertambah parah. Gadis yatim itu pasrah tidak bisa melanjutkan sekolahnya, gara-gara penyakit itu membuatnya harus beraktifitas dengan cara jalan mengesot (merangkak-red). Terus..terus..dan terus menerus begitu tanpa mampu diobati, hingga Nurjannah sekarang berusia 29 tahun. Deritanya semakinbertambah,lebaranhajikemarin.Kondisi dada sampai perutnya mendadak bengkak dan terasa sengkak diiringin rasa nyeri tak tertahankan. “Sejak kelas II saya engak bisa jalan lagi, awalnya tumbuh bisul kecil, sudah diobati sembuh tapi kambuh lagi. Tahun 1992 mau diamputasi saya tidak mau. Lima bulan lalu, dada saya bengkak dan tidak bisa lagi bangun,” jelasnya. Dibalik menahan penderitaan itu, Nurjannah belumberumah tanggaitu,tetapberharapdiabisasembuhdan dapatberaktifitassepertisediakalaselayaknya teman-temanlainnya.Demikesembuhannya, gadis yatim miskin itu sangat mengharapkan kepeduliandarisemuapihaksehinggadiabisa menjalanikehidupanselayaknyateman-teman sekampungnya dan membantu beban orang tuanya. (*)

CMYK

6

LINTAS BARAT & TANAH GAYO

Rakyat Aceh SENIN, 13 JUNI 2011

Terkait Pusat Pemerintahan Atim

Bupati Dinilai Langgar PP No. 5 Tahun 2007 ACEH TIMUR - Bupati Aceh Timur, Muslem Hasballah dinilai melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 2007, tentang penetapan Idi Rayeuk menjadi Pusat Ibukota Aceh Timur, pasalnya bupati selaku pengendali kebijakan pemerintahan telah bertindak lalai dan terkesan melupakan tanggungjawabnya sebagai kepala daerah, karena sampai hari ini pusat pemerintahan masih terbengkalai. Hal itu diungkapkan, Ketua Masyarakat Partisipatif (Gempar) Aceh, Auzir Fahlevi, SH, kepada Rakyat Aceh, Minggu (12/ 6). Menurutnya, pembangunan pusat pemerintahan itu, tidak diketahui secara pasti kapan akan dilanjutkan. Padahal Bupati pada awalnya telah menyatakan bahwa proyek tersebut yang dikerjakan PT. Trilion Glory International (TGI), akan selesai pada akhir tahun 2011. ”Kondisi ini menunjukkan bahwa bupati Aceh Timur, terkesan tidak bertanggung jawab dan cendrung mengabaikan terhadap realisasi dan penyelesaian proyek pusat pemerintahan tersebut, sehingga pernyataan bupati Aceh Timur, yang mengatakan proyek itu akan selesai pada akhir 2011 sangat diragukan, “ ujar Auzir.Kata Auzir, seharusnya bupati dapat mengambil tindakan tegas dengan menunjuk perusahaan lain untuk melan-

jutkan proyek pembangunan pusat pemerintahan tersebut, berdasarkan kontrak pengerjaan dengan PT. TGI. Pemkab dalam hal ini PU Aceh Timur bisa memutuskan kontrak karena faktor kelalaian dan tindakan wanprestasi yang dilakukan oleh PT. TGI, “ tapi kenapa ini tidak dilakukan, “ tanya Auzir. Menurut analisa Ketua Gempar Aceh, Auzir Fahlevi, kuat duagaan Pemkab tidak berani melakukan tindakan penekanan dan penujunkan terhadap perusahaan lain karena proses tender terhadap PT. TGI dan pagu anggaran Rp130 Milyar dari pagu dasar Rp 160 milyar. Auzir melanjutkan, sekiranya pihak Pemkab Aceh Timur, merasa bahwa PT. TGI sehingga proyek itu terlantar, kenapa pemkab tidak melaoprkan saja PT TGI kepada penegak hukum. “Yang jelas telantarnya pusat pemerintahan itu sama dengan telah menghambat upaya pemindahan pusat pemerintahan Aceh Timur, dari Kota Langsa ke Idi Rayeuk yang merupakan ibukota Aceh Timur, berdasarkan PP No 5 tahun 2007. Karena itu kami mendesak Bupati Aceh Timur, segera mengambil sikap terhadap upaya penyelesaian pekerjaan proyek pusat pemerintahan Aceh Timur yang terletak di kawasan Titi Baro,” ujarnya. (yas)

Mau Nyeberang, Warga Terpaksa Berenang

rakyat aceh/bambang yudi

BELUM DIPERBAIKI: Jembatan Pining di Kecamatan Pining, Kabupoaten Gayo Lues, kini kondisinya tidak bisa dilalui oleh kenderaan dan terbengkalai.

Ratusan Anak Laki-laki Sunat Massal Gratis

rakyat aceh/roni juanda

SUNAT MASSAL: Ratusan anak-anak laki-laki berumur (10– 15 tahun) disunat massal. Mereka didampingi orang tuanya mendatangi Gedung GOS Kota Takengon, Minggu (12/6).

TAKENGON – Ratusan anakanak laki-laki berumur (10– 15 tahun) didampingi bersama orang tuanya mendatangi Gedung GOS Kota Takengon,

Minggu (12/6). Mereka hadir disini untuk mengikuti sunat massal yang dilaksanakan oleh pihak panitia insan jurnalis yang tergabung dalam me-

dia mingguan, para aktifis LSM lokal Aceh Tengah, bekerjasama dengan Pemda dan Dandim 0106 Lilawangsa. Sebelum disunat, ratusan anak-anak kurang mampu diberikan santunan uang serta bingkisan kain sarung oleh Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin MM dan Dandim 0106 Lilawangsa, Aceh Tengah, Kol. Inf. Sarwoyadi. Ketua Panitia Pelaksana Abd. Rahman dalam laporannya mengatakan, kegiatan bakti sosial khitanan sunat massal yang diselenggarakan di Gedung GOS Takengon selama satu hari penuh, merupakan bentuk keperdulian kita terhadap warga kurang mampu. “Anak-anak yang ikut kegiatan sunat massal berjumlah 100 orang terdiri dari 10 Kecamatan yakni, Kecamatan Kute Panang, Ketol, Rusip, Silih Nara, Celala, Bies, Bebese, Ke-

bayakan, Bintang dan Lut Tawar, terangnya seraya menambahkan antusias warga untuk menyunatkan anaknya cukup tinggi. Apalagi kegiatan ini sengaja digelar saat liburan sekolah tiba,” ujarnya. Karena, katanya, sunat merupakan perintah agama dan menjaga kesehatan anak hingga tumbuh dewasa. Kata Rahman. Dan juga kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) maupun Akademi Kebidanan yang ikut serta mendukung kegiatan ini. Ditempat terpisah, Ketua Lembaga Cinta Bangsa (LCB) Aceh Tengah Hasura Tawar melalui Sekretaris Sejahtera mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Sambino dan Bapak Gubernur Aceh, Irwandi atas dukungan penuh dalam kegiatan ini. (ron)

GAYO LUES - Jembatan Pining di Kecamatan Pining, Kabupoaten Gayo Lues, kini kondisinya tidak bisa dilalui oleh kenderaan dan terbengkalai. Meskipun sudah di perintahkan segera diperbaiki oleh Gubenur Aceh, Irwandi Yusuf pada kunjungannya ke Kecamatan Pining sekitar dua bulan lalu, tapi hingga Minggu (12/6) kemarin, tidak ada tanda-tanda kalau jembatan itu diperbaiki. Akibatnya, masyarakat Pining terpaksa kembali berenang di sungai untuk menyeberang. Suhatsa, warga Desa Pertik kepada koran ini, kemarin berharap agar jembatan Pining segera diperbaiki, dengan mengunakan dana tanggap darurat, sehingga bisa digunakan kembali. Tampa jembatan yang memadai, ujar Suhatsa, peningkatan pembangunan dan ekonomi masyarakat Kecamatan Pining jadi lamban. Buktinaya, harga kebutuhan pokok meningkat dua kali lipat. Sementara harga jual hasil produksi pertanian mengalami kememerosotan.Dirinya berharap agar jembatan Pining sebagai salah satu pilar utama hubungan trasportasi di Kecamatan Pining bisa segera diperbaiaki. (yud)

500 Hektar Sawah Petani Kekeringan

rakyat aceh/amiruddin

KEKERINGAN: Lebih dari 500 hektar sawah milik petani, kini kondisinya kekeringan.

SIGLI - Lebih dari 500 hektare lahan sawah milik petani di Laweung Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, kekeringan, hal itu disebabkan daerah tersebut tidakmemilikijaringanirigasi,setiap tahun sawah milik petani itu menunggu hujan turun dan hingga

saat sawah tersebut tidak bisa ditanami. M.Husen (40), warga Laweung kepada Rakyat Aceh, Minggu (12/6) mengatakan, hampir sebulan tidak ada air, apa lagi saat ini memasuki musim kemarau sehingga dikhawatirkan sawah mereka tidak bisa

ditanamipadidanmerekaberharap agar kedepan pemerintah bisa membangunirigasiuntukkebutuhan airbagipetanidisana.“Kadangkami terpaksamenungguhujanturunbaru bisatanam,”jelasnya. Dia menambahkan, persoalan kekeringan setiap tahun sudah biasa, namun kekurangan iar lebih disebabkan tidak adanya irigasi di daerah itu, sehingga setiap tahun petani di sana terpaksa mengurung niatnya untuk menanam padi. “Kami kewalahan untuk menanam padi, tapi tidak ada air kan kewalahan,”ungkap M.Husen. Selain itu Usman (29), warga setempat juga mengaku, saat ini pihaknya sudah meluku sawah tersebut, tapi karena kekeringan membuat mereka kewalahan menghadapinya,jelassawahmereka tidak bisa tanam. “Kalu bapak tidak percaya coba lihat tanahnya sudah retak akibat kekeringan,” katanya. Sebut Usman lagi, seharusnya pemerintah lebih jeli melihat kepentingan petani di setiap daerah, sebab hampir semua irigasi di Kabupaten Pidie rusak parah dan tidak diperbaiki, sehingga jeritan petani tidak pernah ditanggapi pemerintah. “Ini yang membuat kami kecewa, coba irigasi dibangun pasti airnya tidak kurang dan bisa ditanami,” harapnya. (mag-36)

iklan baris

CMYK

cmy

Rakyat Aceh SENIN, 13 JUNI 2011

28

GUARDIOLA Si Fenomenal

Gerard Pique Setia Menanti Fabregas

PERSIRAJA, IKON SEPAKBOLA ACEH

Kiprah dan Prestasi Nasional BANDA ACEH–Perjalanan salah satu klub sepakbola tertua di Aceh Persiraja, Banda Aceh telah memberikan prestasi yang membanggakan. Bahkan tim berjuluk Laskar Rencong ini telah menjadi ikon sepakbola Aceh, dari kiprah dan prestasinya di kancah persepakbolaan nasional. Seiring dengan perjuangan dari kilas balik, prestasi, perjalanan dan perjuangan tim ini dalam persaingan sepakbola nasional, mulai dari Kejuaraan nasional PSSI era 70- an, Perserikatan era 80-an, hingga era 90-an hingga sekarang, Liga Sepakbola Indonesia. Banyak terjadi pasang surut dan susah-payahnya tim Banda Aceh ini dalam menjalani kompetisi. Menghadapi kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 20112012, setelah lolos dari musim kompetidi divisi ujtama 2010-2011, tentunya Persiraja dihadapkan berbagai kebutuhan dan pembenahan, teruatam dari kebutuhan dan yang memmadai. Ketua Umum Persiraja Banda Aceh, Ir Mawardy Nurdin sebelumnya mengatakan, kebutuhan dana mengikuti LSI, secara memadai Rp 25 miliar. Karena itu, dengan kondisi Persiraja sekarang yang telah berprestasi bukan hanya milik Banda Aceh, akan tetapi milik masyarakat Aceh. Untuk mengantisipasi kebutuhan dana tersebut, Persiraja diserahkan ke Provinsi Aceh, sebagai tim sepakbola milik rakyat Aceh di LSI. Prestasi Persiraja meruapakan prestasi sepakbola Aceh. “Persiraja tim Aceh yang telah berprestasi membanggakan, untuk ke depan harus dipikirkan bersama,” ujar Ketua Umum PSSI Aceh H. Zainuddin Hamid yang akrab disapa Let Bugeh kepada Rakyat Aceh, belum lama ini. Perjalanan dan prestasi Persiraja dalam mengarungi kompetisi sepakbola nasional, 1980 Juara ( 6 Besar) Divisi Utama Perserikatan PSSI. Pasukan The Orange (julukkan lain Persiraja karena berkustum khas orange-red )juga berkiprah pada era kompetisi Ligina (Liga Indonesia), sejak 1994/ 95 Peringkat 6 Wilayah Barat Divisi Utama, 1995/96 Peringkat 7 Wilayah Barat

ROAD TO ISL PUTARAN PERTAMA PS Bengkulu vs Persiraja .... 1-2 Persiraja vs PSMS Medan ... 3-0 Persiraja vs Pro Titan .......... 2-1 Persih vs Persiraja .............. 1-2 Persires vs Persiraja ........... 1-3 Persiraja vs Persipasi ......... 1-0 Persiraja vs Persita ............. 1-1 Persitara vs Persiraja ........... 2-3 Persikabo vs Persiraja ......... 4-3 Persiraja vs PSAP ............. 1-1 Persiraja vs PSSB ............. 1-1 Persiraja vs PSLS .............. 1-0 PUTARAN KEDUA PSSB vs Persiraja ............. 0-2 PSLS vs Persiraja .............. 3-0 PSAP vs Persiraja ............. 1-0 Persiraja vs Persitara ........... 5-1 Persiraja vs Persikabo ......... 2-0 Persipasi vs Persiraja .......... 1-0 Persita vs Persiraja ............. 3-1 Persiraja vs Persih .............. 2-0 Persiraja vs Persires ........... 5-2 PSMS vs Persiraja ............. 2-0 Pro Titan vs Persiraja .......... 0-0 Persiraja vs PS Bengkulu .... 3-0 BABAK DELAPAN BESAR Persiraja vs Gresik United .... 2-1 Persiram vs Persiraja .......... 2-0 Persidafon vs Persiraja 1 ...... -1 BABAK SEMIFINAL Mitra Kukar vs Persiraja ....... 0-1 FINAL Persiba vs Persiraja ............ 1-0 Prestasi Musim 2010-2011 Runner-up Divisi Utama Liga Indonesia 2010-2011

Divisi Utama, 1996/97 Peringkat 3 Grup - 12 Besar Divisi Utama, 1997/98. Peringkat 3 sementara Wilayah Barat Divisi Utama (kompetisi susp), 1998/99 Jurukunci Grup tapi lolos (selamat) di play-off degradasi, 1999/00 Peringkat 7 Wilayah Barat Divisi Utama, 2001 Peringkat 12 Wilayah Barat, Degradasi ke Divisi Satu, 2002 Peringkat 3 Grup 8 Besar Divisi Satu, 2003 Peringkat 5 Putaran Final 8 Besar Divisi Satu. 2004 Peringkat 8 Wilayah Barat Divisi Satu, 2005 Jurukunci Wilayah I Divisi Satu, tapi didispensasi karena bencana tsunami, 2006 Runner up Grup - 8 Besar Divisi Satu, Promosi ke Divisi Utama, 2007 Peringkat 17 Wilayah Barat Divisi Utama, gagal seleksi peringkat ke ISL, 2008/09 Peringkat 6 Wilayah Barat Divisi Utama. 2009/10 Peringkat 7 Grup I Divisi Utama, 2010/11 Runner Up Divisi Utama, Promosi ke ISL 2011/2012. (sud)

BEK Barcelona Gerard Pique terus menanti bergabungnya Cesc Fabregas ke skuad Azulgrana. Jika Cesc tidak datang tahun ini, maka Pique siap menanti untuk tahun depan. Fabregas kembali menjadi topik pembicaraan memasuki bursatransfermusimpanastahunini.Sepertihalnyatahun lalu, kapten Arsenal itu kembali dikaitkan dengan klub yang sama: Barcelona. Masih sama seperti tahun lalu, sejumlah pemain Blaugranaikutberpendapattentanghal-halpositifapa saja yang akan terjadi bila Fabregas benar-benar berseragam “biru-merah”. “TransferCescadalahurusanArsenaldanBarcelona, kami tak bisa apa-apa. Tapi Xavi, Cesc, dan saya bakal cocok. Bila dia datang, maka level tim akan bisa lebih baik lagi,” kata Andres Iniesta. SementaraitubekBarcaGerardPiquemengatakandirinyasetia menantiFabregas.“Sayasudahmengatakanbahwaharapansaya adalah dia bermain untuk Barcelona dan harapan saya masih tetap sama,” tandas Pique. “Sayaingindiaadasatutimdengansayakarenaselaindiaorang yang baik, dia juga pemain yang luar biasa,” lanjut kekasih penyanyi Shakira itu. “Saya berharap dia ada di sini tahun ini, bila tidak sekarang mungkintahundepan.Diabisamemberikantiminilebihbanyak lagi,” kata bek timnas Spanyol itu. Pique juga berharap agar pihak-pihak yang bertanggung jawab dalamhalprosestransferdiBarcelonabisamemboyongFabregas ke Camp Nou. “Tahun lalu dia sepertinya bakal bergabung, tapi faktanya tidak. Kini sepertinya dia akan bergabung lagi, namun kita harus menunggu.Sayaberharaporang-orangdijajaranklubbisabekerja dengan baik dan kali ini bisa memboyongnya.” “SayasendiribelumbicaradenganFabregasakhir-akhirini.Saya tidaktahubagaimanapermintaanArsenaldarisegiekonomiklub, namunyangsayatahuadalahdiaadalahpemainluarbiasa,teman sejati bagi saya, dan dia adalah pemain Barcelona.” “Dia merupakan binaan akademi di sini dan dia tahu tentang kami. Dia bisa tampil dengan sempurna di sini.” Kabar yang beredar, ada indikasiTheGunnersmenyerahuntuk mempertahankan pemain bernomor punggung 4 itu. Namun manajer Arsene Wenger tetap mengingatkan bahwa harga jual Cesc bakal sangat mahal. (int)

PEP GUARDIOLA sukses mengantarkan Barcelona menjadi klub paling disegani di dunia saat ini. Meski sanjungan tak pernah berhenti mengalir kepadanya, pria 40 tahun itu memilih untuk tetap merendah. Sejak menduduki kursi pelatih Barca pada tahun 2008, Guardiola memang sukses melambungkan timnya ke puncak kejayaan. Dalam tiga musim masa kerjanya, dia sudah memberikan sepuluh trofi untuk Azulgrana. Ini tentu catatan yang luar biasa hebat, mengingat Guardiola sebenarnya baru beberapa tahun lalu memasuki dunia kepelatihan. Prestasi hebat itu ternyata tak membuat Guardiola besar kepala. Dia merasa bisa sukses karena memang dibantu oleh para pemain yang hebat. “Tim ini bisa melakukan hal yang sama dengan pelatih lainnya, tapi saya tak bisa melakukan ini tanpa para pemain ini yang menakjubkan,” kata Guardiola. “Saya tak melakukan hal yang berbeda dengan yang dilakukan pelatih sepakbola lainnya, apakah itu di Divisi Satu, Divisi Dua B, atau level yang lebih rendah,” tambahnya. “Saya tidak melihat diri saya lebih baik daripada yang lain. Saya cuma melakukan pekerjaan saya sebaik-baiknya dan tanpa melupakan dari mana saya berasal, jujur dengan para pemain, berusaha untuk tidak berselisih dengan siapa pun, dan menyampaikan ide saya soal sepakbola,” tutur dia. (int)

Bojan Dibuang! BOJAN Kirkc terancam terdepak dari skuad Barcelona setelah dikabarkan jadi bagian dari rencana transfer The Catalans. Kecewa dengan kondisi tersebut, Bojan menegaskan dirinya tak akan menyerah bertarung di Camp Nou. Ramai dikabarkan kalau Barcelona tengah mengincar kembali Cesc Fabregas dan Alexis Sanchez. Rencana pembelian pemain tersebut langsung membawa pengaruh buruk beberapa pemain Barcelona, terutama mereka yang tak masuk skuad utama. Bukan karena peluangnya masuk skuad jadi terancam, tapi mereka justru bisa langsung terdepak dari Camp Nou lantaran menjadi bagian dari kesepakatan transfer. Itulah yang beberapa kali terjadi pada Bojan, yang dikabarkan akan dioper ke Arsenal atau Udinese sebagai ‘pemulus’ rencana memboyong Fabregas dan Sanchez. Masih berusia 20 tahun, Bojan sesungguhnya punya skill dan kemampuan yang sangat menjanjikan. Namun dengan skuad utama Barca yang sangat mentereng, dia tak pernah bisa benar-benar jadi bagian inti pasukan Josep Guardiola setelah pertama muncul tahun 2007 lalu. “Ada kemarahan di dalam diri saya untuk situasi selarang ini, tapi saya tidak menyerah. Ini bukan situasi yang mudah buat saya, tapi jelas saya harus terus melangkah,” sahut Bojan. Di musim yang baru saja berlalu Bojan tampil di 27 pertandingan dan mencetak enam gol. Dari total 38 pertandingan di semua kompetisi dia cuma mampu melesakkan tujuh gol, sebuah raihan yang diakui Bojan tidak memuaskannya.(int)


epaper Rakyat aceh EDISI 13 JUNI 2011