Issuu on Google+

30

JEMBER SEKITAR

Radar Jember

• Selasa 8 Februari 2011

Penampungan Sapi Curian Digerebek

Selamat pagi

Rakyat Tunggu APBD SUDAH sebulan lebih nasib APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Pemkab Jember dan Lumajang tak jelas. Biangnya disebut-sebut karena ketidaksediaan sebagian anggota legislatif, lantaran ada perbedaan persepsi dengan eksekutif. Lambatnya pembahasan RAPBD Jember karena sempat terjadi polemik keabsahan penjabat Bupati Zarkasi, yang ditugasi mengawal APBD. Mereka khawatir jika APBD “dipaksakan” dibahas dan disahkan, hasilnya cacat hukum. Sedangkan di Lumajang, kelambatan pembahasan RAPBD karena faktor “kecemburuan” pihak legislatif pada eksekutif. Pihak eksekutif dianggap menganggarkan belanja pegawai terlalu besar, sementara untuk kepentingan infrastruktur (perbaikan jalan) dinilai sangat kecil. Seperti halnya Jember, APBD Lumajang pun hingga kini masih terkatung-katung. Kelambatan pembahasan RAPBD kedua daerah bertetangga itu sebenarnya tidak perlu terjadi, manakala masing-masing berjiwa besar dan tidak menonjolkan unsur politisnya. Lebihlebih yang dibahas adalah kepentingan rakyat, yang notabene pemilik anggaran. Eksekutif maupun legislatif sebenarnya hanya ”ketitipan” untuk mengemas dan mengamankan sesuai program yang diperlukan. Disadari atau tidak, akibat ”gontok-gontokan” kedua lembaga pengemban amanah itu, mau tak mau rakyat jadi korban. Yang seharusnya banyak program yang sudah mulai berjalan dan dirasakan rakyat, akhirnya tertunda. Akibat lebih jauh, banyak pengangguran di sana-sini, karena belum ada anggaran untuk menciptakan pekerjaan bagi rakyat. Karena itu permintaan Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) agar DPRD segera membahas RAPBD bersama eksekutif, seharusnya disambut dengan husnudzon. Gus Ipul menyadari bahwa di era sekarang ini, kedudukan legislatif seakan lebih tinggi, lebih dari eksekutif. Begitu ada celah kelemahan eksekutif yang dianggap tak sesuai harapan, legislatif bisa ”bermain” dengan dalih kepentingan rakyat. Padahal eksekutif pun juga melangkah sesuai program yang dibangun dari akar rumput, yang berarti untuk kepentingan rakyat. Nah, di sinilah barangkali perlu ada kedewasaan kedua pihak, agar kepentingan rakyat sama-sama dikedepankan. (*)

silo

Tiga Pelaku Kabur, Satu Diantaranya dari Probolinggo GUMUKMAS – Sebuah rumah yang diindikasi sebagai tempat penampungan sapi-sapi hasil curian pagi kemarin digerebek polisi. Rumah tersebut belaka­ ngan diketahui milik Satuman, 34, warga Sambileren, Desa Purwoasri Gumukmas. Hasilnya, polisi mengamankan seekor sapi hasil curian. Sedangkan Satuman berhasil kabur beberapa saat sebelum polisi datang menggerebek rumahnya. Sapi yang disita tersebut diketahui milik Subur, warga Dusun Krajan B, Desa Wonorejo, Kencong. Sapi tersebut hilang dinihari sebelumnya. Digerebeknya rumah penampungan sapi curian tersebut setelah banyak sapi yang hilang beberapa hari terakhir. Seperti yang terjadi pada Senin dinihari, polisi mendapatkan informasi jika akan ada aksi pencurian hewan di Desa Wonorejo, Kencong. Atas informasi tersebut, akhirnya polisi langsung mengepung sasaran. Saat itu, polisi mendapatkan jejak kaki sapi di areal persawahan perbatasan Kencong dengan Gumukmas. Atas temuan jejak itu, polisi langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya mengarah ke rumah Satuman. Setelah diselidiki, ternyata di

BARANG BUKTI : Sapi hasil curian yang diamankan polisi. Hingga kemarin polisi masih memburu tiga pelaku yang melarikan diri.

dalam kandang terdapat 5 ekor sapi dengan berbagai jenis. Karena Satuman telah melarikan diri dari rumah, maka petugas kemudian mengamankan Siti Walidah, istri Satuman. Dalam pemeriksaan singkat, Siti menerangkan jika orang yang menitipkan sapi itu adalah KR, pria asal desa setempat yang kini tinggal di Probolinggo bersama istrinya. Dia mengatakan jika sapi itu masuk kandang pada Senin pagi sekitar pukul 04.00. ”Biasanya paginya langsung diambil dan dinaikkan truk,” kata Siti. Kejadian pagi itu, menurut Siti, saat tertidur suaminya mendapatkan telepon dari KR. ”Setelah mendapatkan telepon itu, suami saya keluar rumah

dan berpesan agar saya menunggu di dalam kamar saja,” katanya polos. Beberapa saat kemudian, suaminya kembali keluar rumah hingga terjadi penggerebekan. Siti mengaku kaget dan ketakutan saat rumahnya didatangi banyak orang. ”Tak biasa banyak orang datang, jadi saya takut,” dalihnya. Kanit Buser wilayah barat Aiptu Nurhasan mengaku akan terus melakukan pengejaran terhadap dua nama yang disebut oleh saksi. ”Dua nama itu adalah pemain lama” kata Nurhasan. Untuk itu, dia mene­ gaskan jika langkah selanjutnya akan langsung diserahkan ke Polres Jember. (fid/jum)

Abdul Hafid/RJ

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

Jalan Jend. Gatot Subroto No. 40-42 Jakarta 12190 Website www.pajak.go.id

Telepon 5250208, 5251609 Faksimail 5736086 Kring Pajak 500200

PENGUMUMAN Nomor PENG-01/PJ.09/2011 TENTANG PENGAMBILAN, PENGISIAN DAN PENYAMPAIAN SURAT PEMBERITAHUAN TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN (SPT TAHUNAN PPh) Sehubungan dengan kewajiban penyampaian SPT Tahunan PPh makin dekat, dengan ini diumumkan bahwa: 1. Wajib Pajak diharuskan mengambil sendiri formulir SPT Tahunan PPh karena sejak tahun 2010 SPT tahunan PPh tidak lagi dikirimkan ke alamat Wajib Pajak. Formulir SPT Tahunan PPh dapat diambil di Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP), Pojok Pajak dan Mobil Pajak Keliling yang sedang beroperasi, atau dapat juga diunduh (download) dari website www.pajak.go.id 2. Apabila wajib Pajak mengalami kesulitan dalam mengambil SPT Tahunan PPh, misalnya para pekerja pabrik, super market, perkebunan, dan sebagainya, pengambilan dapat dilakukan secara kolektif oleh seorang wakil perusahaan ke kantor pajak terdekat. 3. Formulir SPT Tahunan PPh dapat juga dicetak, digandakan dan/atau difotokopi dengan syarat tidak mengubah bentuk, ukuran dan formatnya. Pelayanan penyediaan formulir SPT Tahunan PPh tidak memungut biaya apapun (gratis). 4. Acara simulasi pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi akan diadakan serentak di seluruh Indonesia pada waktu yang ditentukan kemudian. Seluruh masyarakat, khususnya Wajib Pajak Orang Pribadi diharapkan mengikuti acara simulasi tersebut. 5. Untuk lebih memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam penyampaian SPT Tahunan PPh, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) di seluruh Indonesia tetap buka dan memperpanjang jam kerja pada: a. Hari Sabtu tanggal 19 dan 26 Maret 2011, dan 23 April 2011, waktu bekerja mulai pukul 08.30 s.d. 12.00 waktu setempat. b. Hari Kamis tanggal 31 Maret 2011, waktu bekerja s.d. pukul 19.00 waktu setempat. c. Hari Sabtu tanggal 30 April 2011, waktu bekerja mulai pukul 08.00 s.d 17.00 waktu setempat.

Jumai/RJ

BIKIN MACET: Truk tronton bermuatan asbes yang terperosok di jalur Gunung Gumitir Desa Sidomukti Silo. Sempat terjadi kemacetan berjam-jam akibat kecelakaan tersebut.

Hindari Tabrakan, Truk Terperosok Kecelakaan yang berimbas pada kemacetan panjang makin sering terjadi di jalur gunung Gumitir Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Kemacetan pagi kemarin dipicu terperosoknya sebuah truk Fuso L 8179 UF yang mengangkut ribuan asbes. Menurut Sumadi, 46, sopir asal Jombang, sedianya truk tersebut akan mengirim asbes dari Surabaya ke Banyuwangi. Saat melintas di jalur Gumitir tepatnya di jalan yang menurun dan menikung, mendadak muncul truk dari arah depan dengan kecepatan tinggi. Karena takut terjadi tabrakan, Sumadi berusaha mengurangi kecepatan dan mencoba banting stir ke kiri. Namun sial, saat minggir bagian ban belakang sebelah kiri justru terperosok ke selokan yang cukup dalam. Karuan saja, truk dengan muatan berat itu langsung berhenti di tikungan jalan. Sementara bagian moncong truk persis di badan jalan yang menikung. Karena kejadian di jalur padat, akhirnya petugas lantas Polsek Silo turun mengatur arus lalu lintas. Namun karena jalur padat, tetap saja terjadi antrean kendaraan baik dari arah Jember maupun dari arah Banyuwangi. Untuk memperlancar jalur Jember – Banyuwangi petugas terpaksa memberlakukan cara buka tutup sehingga memperlancar kendaraan baik dari arah Jember maupun dari arah Banyuwangi. Evakuasi baru berhasil sekitar pukul 11.00. Truk langsung ditarik ke pinggir agar tidak mengganggu jalur padat. Kapolsek Silo AKP M Zaenuri mengatakan terjadinya antrean panjang di jalur rawan laka itu karena truk Fuso terperosok ke selokan. ”Kami juga meminta para sopir lebih hati-hati saat melewati jalur Gumitir,” katanya.(jum/fit)

6. Untuk informasi lebih lanjut hubungi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, Kantor Pelayanan Pajak (KPP), dan Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) terdekat atau Kring Pajak 500200 Demikian disampaikan, agar masyarakat dapat mengetahui dan memahaminya. Jakarta, 14 Januari 2011 Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ttd. M. Iqbal Alamsjah NIP.060060216

KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA JEMBER

Jalan Karimata No. 54 A Jember 68121, Telepon. 324907-324908, Faks. 324906

Pemimpin Redaksi: Winardi Nawa Putra. Redaktur Pelaksana: Wahyudi Widodo. Koordinator Liputan: Hari Setiawan. Redaktur: Hari Setiawan, Hadi Sumarsono. Redaktur Senior: Shodiq Syarif. Staf Redaksi: Barid Ishom, Narto, Elita Sitorini, Nur Fitriana, Eko Setia Budi, Rangga Tri Andika. Biro Lumajang: Akhmad Ridwan (Kabiro), Rangga Mahardika. Biro Bondowoso: Guido Saphan (Kabiro), Eko Saputro. Fotografer: Jumai, Heru Putranto. Copy Editor: Yerri A Aji. Sekretaris Redaksi: Linda Har­santi. Pracetak: Dzikri Abdi Setia, Roudlatus Sholihin, Tri Joko Santoso, Boby Pramudya. Penerbit: PT Jember Intermedia Pers. SIUPP: 1531/SK/MENPENSIUPP 1999. General Manager: Samsudin Adlawi. Iklan: Achmad Mulyadi, Hengky Kurniawan, Irman Granada, Indra Agustian. Pe­ma­saran: MS Rasyid (Jember), Slamet Herwandi(Lumajang), Anton Nuryanto(Bondowoso). Keuangan : Citra Indah Palupi, Nurma Latifa. Alamat Redaksi/Iklan & Pemasaran: Graha Pena Radar Jember Jl. Ahmad Yani 99, Jember. Te­le­pon & Fax Redaksi: (0331) 483545, Hunting: (0331) 486894. Telepon & Fax Iklan & Admin: (0331) 486894. e-mail: radarjember­@gmail.com (redaksi), iklan.radarjbr@gmail.com (iklan). Bank: BCA Cab Jember 024.396.7799 Bondowoso: Jl Pelita no. 10 Telp: (0331) 7819444; Lumajang: Jl. Kolonel Suruji Timur No 189. Telepon: (0334) 884247 Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pe­na Lt 15, Jl. Ahmad Yani 88, Telp: (031) 8202259, Fax: (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl. Raya Ke­ba­yoran Lama 17, Telp: (021) 5349311-5 Fax: (021) 5349207. Tarif iklan umum: Rp. 28.000,- /mmk full colour (hal depan). Rp.26.000,-/mmk full colour (hal dalam). Rp. 16.000,- /mmk hitam putih. lowongan: Rp. 17.000,- /mmk hitam putih, . Iklan keluarga/sosial: Rp. 14.000,- / mmk. Iklan baris: Rp. 18.000,- / baris. Lowongan baris: Rp. 37.500,- / baris. Advertorial: Rp. 18.000,- / mmk full colour. Rp. 12.000,-/mmk bw. Percetakan: Temprina Media Grafika. Wartawan Radar Jember selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan meminta atau menerima uang maupun barang dari sumber berita.

selasa 8 februari

RADAR LUMAJANG

TAHUN 2011

Rangga mahardika/rj

KRITIK: Seorang pengunjuk rasa berteriak-teriak di luar pagar kantor Pemkab Lumajang saat mengecam sikap eksekutif dan legislatif yang tak kunjung membahas RAPBD 2011 kemarin.

Muak, Demo ke Pemkab dan DPRD LUMAJANG KOTA — Para mahasiswa di Lumajang akhirnya muak dengan tindak tanduk elite Lumajang. Karena RAPBD 2011 tak segera dibahas, puluhan mahasiswa dari HMI Cabang Jember Komisariat Lumajang unjuk rasa ke kantor Pemkab Lumajang dan DPRD kemarin (7/1). Para mahasiswa yang mengendarai sepeda motor itu langsung nyelonong ke kantor pemkab melalui pintu sebelah barat. Satpol PP yang piket di pos pintu masuk hanya bengong saat puluhan mahasiswa itu tiba-tiba masuk ke halaman kantor pemkab. Lalu, mahasiswa menggelar aksi teatrikal di depan kantor pemkab. Digambarkan, pejabat eksekutif dan legislatif berkelahi untuk menentukan RAPBD Lumajang. Di pojok yang lain, seorang mahasiswa berperan sebagai masyarakat yang menderita akibat konflik eksekutif dan legislatif tersebut.

Sempat terjadi saling dorong antara mahasiswa dengan pejabat teras Pemkab Lumajang. Pejabat pemkab minta pendemo untuk di luar pagar. Sementara, beberapa perwakilan mahasiswa diterima oleh Sekkab Lumajang, kepala bappekab, kepala DPKD, dan sejumlah asisten. Dalam selebaran yang diberikan kepada pers, ada empat tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Pertama, mereka menyatakan prihatin dan menyesalkan atas molornya pembahasan RAPBD. Kedua, menuntut kepada Pemkab Lumajang untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat Lumajang dalam pembahasan RAPBD 2011 secara profesional, proporsional, dan transparan. Ketiga, para mahasiswa mendesak DPRD Lumajang untuk segera mengesahkan RAPBD 2011 yang berpihak kepada rakyat. Yang terakhir, mengimbau seluruh

komponen masyarakat Lumajang untuk turut mengawal kebijakan dan pengesahan RAPBD demi kemajuan dan perkembangan daerah yang kita cintai ini. Sekkab Lumajang Abdul Fatah Ismail menyatakan, dirinya mengapresiasi langkah mahasiswa tersebut. Dia mengaku, pemkab tetap berusaha agar RAPBD segara dibahas. ”Kita targetkan 21 Januari sudah rampung,” kata Fatah. Di kantor DPRD, puluhan mahasiswa tersebut ditemui oleh seluruh anggota badan legislasi (banleg). Seluruh mahasiswa diterima di ruang sidang utama dewan. Ketua DPRD Lumajang Agus Wicaksono mengatakan, pihaknya salut dengan aksi yang dilakukan HMI. Sebab, generasi muda harus turut serta melakukan pengawasan terhadap eksekutif maupun legislatif. (wan)

Konter HP Dibobol Maling Kerugian Ditaksir Ratusan Juta LUMAJANG KOTA – Kawanan pencuri kembali berulah di kawasan Lumajang kota. Kali ini yang menjadi korban adalah sebuah konter handpone (HP) Pluto di Jl Kyai Ilyas No 160 Lumajang. Dalam aksi tersebut, pelaku berhasil membawa kabur uang dan barang senilai ratusan juta rupiah. Konter HP tersebut sejak kemarin (7/2) pagi dipasang police line sehingga mengundang warga. Sementara itu, beberapa pegawai konter yang hendak berangkat kerja juga tidak bisa masuk karena terhalang garis polisi tersebut. Informasi yang dihimpun RJ di lapangan, kejadian tersebut terjadi sekitar dini hari. Selama ini konter tersebut tidak dijaga saat malam hari. ”Mungkin kejadian lebih dari jam 12 malam. Karena jika sebelum jam segitu, warga sekitar masih cukup ramai lewat jalan ini,” kata Hadi, warga yang ditemui di lokasi kejadian. Saat sepi itulah, diduga toko milik Gunawan Indarto tersebut dibobol pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari satu orang. Dugaan sementara, pelaku masuk ke konter dengan naik ke gapura barat di bagian depan yang menempel dengan tembok depan toko. Lalu, masuk dengan cara membobol atap. ”Kemudian mengobrak-abrik isi toko dan mengambil barang-barang,” kata Gunawan yang masih terlihat shock saat ditemui di depan tokonya kemarin. Dia mengungkapkan, para pelaku tersebut mengambil uang yang ada di konter. ”Kira-kira ada uang tunai Rp 20 juta,” ungkapnya. Selain itu, juga membawa ratusan voucher pulsa serta HP yang ada di dalam konter. Kerugian yang diderita Gunawan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. ”Belum sempat kami hitung pastinya karena pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan,” ujarnya. Setelah menguras isi toko, para pelaku kabur dengan cara

mengikat spanduk dan turun di belakang toko. ”Mereka lewat spanduk yang diikat di belakang

toko,” ujarnya. Dia berharap polisi bisa mengungkap kasus tersebut. (ram)

DPRD KABUPATEN LUMAJANG

KETUA DPRD LUMAJANG H. AGUS WICAKSONO

31

32

RADAR BONDOWOSO

selasa 8 februari TAHUN 2011

Jual Raskin, Kades Dihukum 14 Bulan

KECEWA BERAT: Warga Desa Karangmelok Tamanan ketika berunjuk rasa mendesak pengadilan menghukum Kades seberat-beratnya.

Hukuman Kades Cindogo Ditambah BONDOWOSO- Upada banding Kades Cindogo Bambang Sugiono, terpidana kasus korupsi dana program Gerdu Taskin 2008, makin membawa sengsara. Ini setelah, majelis hakim Pengadilan Tinggi Jawa Timur menjatuhkan vonis hukuman lebih berat daripada putusan PN Bondowoso November 2010. Dalam petikan putusan banding PT Jatim kemarin (7/2), terpidana Bambang diganjar hukuman 2 tahun 8 bulan atau 32 bulan penjara. Vonis banding, ini bertambah dibandingkan putusan PN Bondowoso yang menganjar Bambang dengan hukuman 20 bulan penjara. Selain vonis penjara bertambah, putusan banding PT juga membebankan terpidana Bambang membayar denda Rp 30 juta subsider 2 bulan penjara dan mengganti kerugian keuangan negara Rp 12 juta subsider 2 bulan penjara. ”Putusan banding dari PT Jatim itu kami terima hari ini (kemarin, Red),” kata Kasi Pidsus Jaja SH

DOK/RJ

TAMBAH BERAT : Kades Cindogo Kecamatan Tapen Bambang saat siding di PN Bondowoso beberapa waktu lalu.

kemarin. Dengan keluarnya putusan banding tersebut, menurut Jaja, Bambang menunjukkan telah terbukti dan meyakinkan melakukan tindak perbuatan korupsi dana program Gerdu Taskin 2008 di Desa Cindogo

dari sharing dana APBD I Jatim dan APBD II Bondowoso total sekitar Rp 59 juta. ”Putusan banding ini  menunjukkan bahwa upaya banding terpidana ditolak, hingga hukuman penjaranya bertambah berat,” ujarnya.  Sekadar mengingat, Kades Cindogo Kecamatan Tapen Bambang Sugiono terjerat kasus korupsi dana program Gerdu Taskin 2008. Dari laporan masyarakat itu, kejaksaan melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga menetapkan sebagai tersangka. Dalam sidang putusan di PN Bondowoso pertengahan November 2010 silam, majelis hakim menjatuhkan vonis 20 bulan penjara kepada Bambang. Hakim juga membebani terpidana membayar denda uang dan kerugian keuangan Negara masing-masing subsider dua bulan penjara. Vonis majelis hakim PN Bondowoso, itu lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut Bambang hukuman penjara 3,5 tahun. (ido)

Pusat Bangun Sumur Geothermal Di Sempol, Untuk Konsumsi Listrik se Jawa -Bali BONDOWOSO-Kawasan Ijen yang masuk Kecamatan Sempol bakal menjadi pusat tenaga panas bumi (geothermal). Pemerintah pusat atau PLN segera membangun instalasi pembangkit tenaga listrik yang bersumber dari tenaga panas bumi pada 2011 ini. Dalam, waktu dekat ini, pemerintah melalui PT Cahaya Ijen Energi Jakarta, akan mengeksplorasi dua buah sumur panas bumi yang terketak disebuah kawasan milik PTPN XII di Sempol. “Pihak swasta tersebut, yang memenangi tender sudah menghadap bupati,” kata Sekkab Marsito kepada RJ kemarin(7/2). PT Cahaya Ijen Energi rencananya akan membuat dua buah sumur yang mengandung energi panas bumi. ”Setiap sumur, mengandung tenaga listrik 55 megawatt. Jadi, kalau membangun dua sumur panas bumi, maka total energi listrik yang dihasilkan adalah 110 megawatt,” katanya. Panas bumi itu, sebagai tenaga listrik untuk menggerakan mesin pembangkit listrik yang nantinya dibangun diarea Ijen Sempol.”Aliran listrik bertenaga panas bumi ini akan mengaliri listrik se Jawa Bali sehingga listrik akan terang terus tidak byar pet,” ujarnya. Selain itu, kata Marsito, energi panas bumi termasuk energi yang

terbarukan tidak seperti energi yang berasal dari solar, bensin, dan minyak bumi.”Panas bumi ini, tidak ada polusinya. Sebab, tergantung dari panas yang ada didalam bumi,” katanya.

Dan, energi panas bumi adalah hanya terdapat pada dua negara di bumi ini. “Salah satunya, adalah di bumi Indonesia dan alhamdulilah Bondowoso ada tenaga panas bumi,” katanya. (eko)

GUIDO/RJ

pasal 372 KUHP, tentang percobaan penggelapan. Atas vonis itu,   terdakwa Kades Liari melalui penasihat hukumnya menyatakan pikirpikir.  Sedangkan, JPU mengaku puas dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim itu. ”Meski begitu, jika nantinya terdakwa melakukan banding, maka JPU tidak tinggal diam dan akan banding juga,” kata Purjio, seorang JPU usai sidang putusan di PN Bondowoso kemarin. Berawal saat sebuah mobil pikap bermuatan sekitar 1,3 ton raskin tertangkap basah oleh warga desa di wilayah Kecamatan Kalisat Jember Agustus 2010. Dari pengakuan sopir pikap, beras raskin tersebut rencananya akan dijual atas perintah Kades Liari. Setelah itu, warga desa ramai-ramai membawa beras raskin beserta mobil pikap itu ke Mapolres Bondowoso sebagai barang bukti. Mereka mendesak polisi mengusut keterlibatan Kades Liari dalam kasus ini sesuai hukum yang berlaku. Bahkan, setelah kasusnya disidangkan, warga sempat melakukan demo mendesak kejaksaan dan pengadilan menghukum Kades Liari seberatberatnya. (ido)

SAFARI: Bupati, ketua dewan dan kepala dispendik saat dialog pendidikan di halaman SMKN 1 Bondowoso, kemarin.    Eko saputro/RJ

GTT Minta Segera Diangkat BONDOWOSO - Para guru tidak tetap (GTT) yang hadir dalam Safari Pendidikan di halaman SMKN 1 meminta bupati dan ketua DPRD Bondowoso segera menjadikan mereka sebagai CPNS. Sebab, selama ini, para GTT atau PTT digaji lewat dana bantuan operasional sekolah (BOS). ”Padahal, jumlah GTT atau PTT di Bondowoso, cukup banyak di setiap sekolah dan itu menyerap dana BOS yang cukup besar,” ungkap Abdul Kahar, guru SDN Pancoran II, saat berdialog, kemarin. Sehingga, perwakilan para guru yang hadir dalam acara dialog itu, meminta kepada pengambil kebijakan, Bupati Amin dan Ketua DPRD Ahmad Dhafir untuk segera menjadikan para GTT dan PTT sebagai CPNS atau PNS. ”Sehingga, para GTT dan PTT tidak membebani biaya BOS,” tambahnya. Dia juga meminta Amin dan

Aktifkan Fokus Motorik Visual (Aktivasi Otak Tengah)

Wanita yang sangat ingin menurunkan berat badan (BB), bisa jadi selama menghalangi kesempatan mereka dengan berusaha terlalu keras. Sebuah studi menunjukkan, suatu metode dapat membantu orang yang ingin menurunkan berat badan. Dr Caroline Horwarth dari University of Otago New Zealand yang memimpin penelitian ini mengatakan, kelompok wanita itu berhasil mencegah bertambahnya berat badan. Hasil yang paling mencengangkan, diperoleh kelompok yang ikut dalam program diet holistik intensif yang rata-rata, mereka berhasil menurunkan 2,5 kilogram (kg) dari berat badan sebelumnya. Para peneliti meyakini, stres dan ketegangan dapat meningkatkan keinginan untuk makanan berlemak yang sangat tinggi kalori. kegiatan dengan teknik pengolahan pikiran dan tubuh, setelah diaktifkan MidBrain (Otak Tengahnya), ternyata para peserta mampu melakukan suatu hukum atraksi alami (The Law of Attraction), yakni dapat mewujudkan apa yang diinginkan pada dirinya termasuk penyelesaian masalah kehidupan dan diet tanpa menyiksa diri (mengontrol cara makan mereka). Pelatihan sejenis ini juga dikemas pada acara Trainingnya Aktivasi theta Otak tengah ADEM ATI PROGRAM (A2P), dimana setiap peserta akan merasakan kepribadian yang baru pada dirinya, dan saat sesi visualisasi peserta akan dapat melihat bagaimana seseorang merekam bawah sadarnya (Otak dalam kedaan alpha/ rileks) dalam bentuk visualisasi seperti film ditembok. Bangkitnya Inner Power peserta juga diujikan dalam bentuk atraksi simulasi pikiran & mental barunya, hasil dari penyatuan fikiran dan konsentrasi dengan proteksi fisik yang menakjubkan hanya dalam beberapat menit menerapkan latihan metode Aktivasi Otak ”A2P”. Setiap peserta laki/perempuan mampu melakukan hal-hal diluar pikiran logisnya seperti: menginjak benda tajam, lemaskan besi, menerbangkan lampu, meremas uang

BONDOWOSO - Kades Karangmelok Tamanan, Liari Sucipto harus menjalani hidupnya di Lapas Bondowoso. Ini setelah, majelis hakim PN  Bondowoso memvonis Kades tersebut dengan 14 bulan penjara. Kades terbukti mencoba menggelapkan jatah beras raskin sebanyak 1,3 ton. Dalam putusan kemarin, Kades Liari dinilai secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 374 KUHP tentang Penggelapan karena jabatannya. Selain itu, sebagai Kades, terdakwa tidak dapat menjadi panutan bagi masyarakatnya. ”Perbuatan ini yang memberatkan, karena terdakwa tidak memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa sopan selama persidangan,” kata ketua majelis hakim Agus Hamzah kemarin (7/2). Vonis yang itu sedikit lebih dari tuntutan jaksa. Sebab, dalam sidang tuntutan pertengahan Januari lalu,  JPU menuntut Kades Liari dengan hukuman penjara 16 bulan penjara.  JPU menilai, perbuatan terdakwa yang telah melanggar dakwaan subsidair pasal 374 jo pasal 53 ayat 1 dan lebih subsidair

logam menjadi debu, dan ratusan lainya, serta membantu penyembuhan seperti: Darah tinggi, Jantung, migrain, darah rendah, maag, diabetes dll. Begitu pula Perubahan besar pada produktifitas seseorang, sehingga acara ini juga sering diikuti berbagai golongan masyarakat seperti: karyawan-karyawan perusahaan, paramedis, dan umum. Hasil aktivasi MidBrain ini, juga mampu membantu para marketing dalam meningkatkan kepercayaan diri dalam goalnya. Pelatihan ini juga akan di Uji Cobakan pada beberapa Perusahaan di Jawa Timur seperti PT. Semen Gresik dan beberapa Perusahaan, Dinas dan Sekolah-sekolah di Kota Malang yang sedang marak mengikuti program-program Pelatihan Adem Ati asal kota Jember ini BONUS Materi Asuhan Drs. Tan Raharjo: Akupuntur Ajaib tanpa sentuhan pasien akan merasakan sakit pada bagian keluhannya, Membuat Minyak yang dapat menyembuhkan penyakit, memijat sendiri, sembuhkan stroke, Program logis Rahasia beli 1 Emas Batangan dapat untung 5 Batang, Cara beli Rumah dengan uang 10 juta dan dapat uang cash puluhan - ratusan juta rupiah dalam waktu 10 Hari, Cara dapatkan Modal 10–15 Juta & Cara Melipat gandakan modal tersebut (dalam waktu 2 minggu / halal bukan kriminal/MLM). Program Logis Tabungan anda akan terisi uang setiap hari dari seluruh Indonesia & Luar Negeri. Training A2P diselenggarakan di 2 kota [JEMBER: Minggu 13 Februari 2011, Jam 10.00-15.30 WIB di Gedung ADEM ATI Jember. Invest. Rp 200 Rb. Hub: HP. 081315312002, Tlp/Fax. (0331) 3134200 Pkl. 10.00-15.30, Bonus Software CD BAT Aktivasi Otak Tengah & Materi Audio Visual. Invest. 200Rb] & [BONDOWOSO: 13 Februari 2011 pukul 08.00-14.00 WIB di Wisma Cadas Tirta Indah No. 26 Jl. LetJend Suprapto Bwso. Info. Bpk. Heru Mulyadi Tlp. (0332) 7710003 HP. 081-249993959]. www.masrizkiku.com. (*)

Dhafir menjadikan para penjaga atau pesuruh sekolah seBondowoso menjadi tenaga CPNS atau PNS. Sebab, penjaga sekolah juga digaji lewat BOS. Selain itu, para penjaga sekolah juga sudah mengabdi puluhan tahun.

Sementara itu Bupati Amin Said menjawab beberapa pertanyaan para guru mengatakan, mekanisme perekrutan CPNS adalah lewat tes. Dia mengaku tak punya wewenang untuk mengangkat mereka menjadi CPNS. ”Satu-satunya pintu per-

ekrutan CPNS adalah lewat rekrutmen tes. Bukan saya yang mengangkat CPNS atau PNS,” katanya. Namun begitu, kata Amin, semua guru honorer, pada tahun 2009 sudah diangkat jadi CPNS dan PNS. (eko)

Radar Jember

banyuwangi-situbondo

• Selasa 1 Februari 2011

Jambret Tewas Tabrakan

birokrASI

Kades Ngantor di Balai Dusun SINGOJURUH – Sepekan setelah dilantik oleh Bupati Banyuwangi, Kepala Desa (Kades) Cantuk, Masbudi, ternyata masih belum bisa ngantor di Kantor Desa setempat. Sebab, hingga kemarin (7/2), Kantor Desa tersebut masih diblokir warga yang kontra pelantikan Kades. Mereka menganggap, panitia telah melakukan beberapa kecurangan yang mengakibatkan calon yang mereka dukung kalah dalam proses Pilkades yang lalu. Dari pantauan koran ini kemarin, beberapa batang bambu memang tampak terpasang di pintu gerbang Kantor Desa Cantuk. Beberapa batang bambu itu sengaja dipasang di tempat tersebut agar tidak ada seorang pun aparat desa yang bisa memasuki Kantor Desa. Kades Masbudi Blokir tersebut dipasang oleh warga Dusun Cantuk Lor sejak sehari sebelum pelantikan Kades Cantuk, tepatnya tanggal 1 Februari yang lalu. sekadar diketahui, mayoritas warga usun Cantuk Lor merupakan pendukung Syaiful Ahyar, calon kepala desa (Cakades) yang dinyatakan kalah dalam porses Pilkades Cantuk yang berlangsung 11 November 2010 yang lalu. Seorang warga Cantuk Lor menyatakan, aksi pemblokiran Kantor Desa itu akan tetap berlangsung sampai Panitia Pilkades bersedia membuka Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sebab, warga Cantuk Lor mengangap telah terjadi penggelembungan dalam DPT hingga mengakibatkan Cakades yang mereka dukung mengalami kekalahan. Sementara itu, dikonfirmasi wartawan koran ini di Balai Dusun Cantuk Kidul, kemarin (7/2), Masbudi menyatakan, pihaknyamemaklumi kekecewaan dan reaksi penolakan dari masyarakat atas pelantikan terhadap dirinya. “Saya berusaha menghadapinya dengan kesabaran. Bagaimanapun, mereka adalah bagian dari warga kami,” ujarnya. Masbudi berharap, masalah sengketa tersebut bisa segera disudahi. Sebab, saat ini masih banyak hal lain yang lebih penting dan lebih bermanfaat untuk dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat Cantuk, daripada sekadar memperuncing sengketa yang sebenarnya bisa segera diselesaikan(sgt/jpnn)

kriminalitas

OPNAME: Sejak Januari lalu, pasien DB di RS dr Abdoer Rahem mencapai 18 orang.

Foto : AGUS BAIHAQI/JPNN

Komplotan Curanmor Dibekuk SITUBONDO-Tiga kawanan pencuri spesialis kendaraan bermotor (curanmor), berhasil dibekuk oleh angota buser Polres Situbondo kemarin. Dari ketiga pelaku ini satu diantaranya masih berusia dibawah umur, sedang dua pelaku lainnya residivis yang sering beraksi di Kota Santri. Tersangka yang masih dibawah umur itu Fat, 16, asal Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Sedang dua pelaku lainnya Imam, 27, warga Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, dan Misyono, 40, asal Desa Sumbersewu, Kecamatan Banyuputih. Selaian mengamankan ketiga tersangka, polisi juga menyita tiga motor yang diduga hasil kejahatannya selama 2011. Ketiga motor itu Yamaha VEGA nopol P 4335 EH, Suzuki Smash nopol P 3463 AO, dan Yamaha Mio nopol DK 3256 XZ. “Nopol pada ketiga motor itu sudah diganti semua,” cetus Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Sunarto. Terungkapnya komplotan curanmor ini berawal saat mereka beraksi di rumah Eko Supriyadi, 36, warga Desa Paowan, Kecamatan Panarukan pada 17 Januari 2011, dan di rumah Edi Hartono, 25, warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih pada 25 Januari 2011 lalu. “Di rumah kedua korban ini, para tersangka membawa kabur tiga motor,” katanya. Dari laporan kedua korban itu, jelas kasat reskrim, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Dari keterangan korban dan saksi, ternyata pelakunya mengarah pada Imam. “Imam residivis kelas kakap, tersangka ini kita tangkap di rumahnya,” jelasnya. Saat ditangkap, Imam sempat mengelak terlibat curanmor di rumah kedua korban. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan yang mendalam, tersangka akhirnya mau mengakui. “Imam menyebut temannya Fat dan Supriyadi, keduanya kita tangkap di rumahnya masing-masing,” ungkap kasat reskrim. (abi/jpnn) 

Hi –Tech Mall

Kali ini, setelah berhasil dihelat di beberapa kota, Jember terpilih menjadi kota yang bakal dikunjungi Mall IT terbesar dan terlengkap di Indonesia ini. Hingga 15 Februari mendatang, penggemar IT Jember bakal dimanjakan dengan berbagai produk terbaik, terbaru dan termurah di kelasnya di pameran Bazzar IT bertempat di Gedung Serba Guna, Universitas Muhammadiyah Jember. Nikmati kemudahan transaksi belanja lewat cashbak gede, hadiah seru selalu menanti anda. Mulai dari notebook mulai Rp 2jutaan, PC rakitan mulai Rp 1jutaan, berbagai macam aksesories mulai Rp 5ribuan, workshop gratis, kompetisi game online hingga bersih – bersih virus gratis dari Kaspersky. Dan tentu saja berbagai macam hadiah langsung mulai card reader, mouse, headset, speaker, printer hingga netbook bisa anda bawa pulang dengan hanya membeli produk IT minimal Rp 2juta selama event berlangsung. Serta dapatkan mug cantik untuk pembelian Rp 1.000.000 selama pameran.

Edy supriyono/JPNN

Pasien DB Meningkat SITUBONDO – Penderita Demam Berdarah (DB) yang menginap di Rumah Sakit dr Abdoer Rahem Situbondo mengalami peningkatan. Kondisi ini dipicu tingginya curah hujan yang mengakibatkan banyaknya genangan air untuk sarang nyamuk. Sejak Januari lalu, sudah 18 warga menjalani opname akibat penyakit yang disebabkan nyamuk Aides Agepty itu. “Saat ini masih ada tiga orang yang menjalani perawatan intensif,”

ujar Iir Nadiroh, Kepala Bagian Pusat Informasi dan Pengaduan (PIP) RS dr Abdoer Rahem. Tiga warga itu adalah Mo­ hammad Ilham, 5, warga Jalan Ahmad Yani, Situbondo; Laudia Cintia Bella, 7, warga Pesisir Besuki dan Mohammad Jayani, 5, warga Pathek Barat, Panarukan. “Trombositnya sangat rendah sehingga harus diopname. Na­ mun sekarang sudah be­rangsurangsur membaik,” ungkapnya. Menurut Iir, beberapa bulan ke depan, jumlah penderita DB

Residivis Spesialis Pencurian HP Diciduk

Dirngkus : Tiga kawanan pelaku curanmor ditangkap. Motor hasil curian ikut diamankan polisi

37

ROGOJAMPI – Seorang residivis spesialis pencurian Hand Phone (HP), berhasil diciduk aparat Polsek Rogojampi, Minggu siang kemarin (6/2). Tersangka yang baru saja keluar dari sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangipada bulan November 2010 yang lalu, kembali harus berurusan dengan pihak berwajib setelah me­la­kukan aksi pencurian di wilayah kecamatan Rogojampi. M. Arifin, 20, warga Dusun Karangbaru, Desa Gu­nu­ngsari, Kecamatan Glenmore, ini tega melakukan aksi pencurian di rumah teman dekat yang selama beberapa bulan terakhir bersedia menampungnya. Korban perbuatan kriminal tersebut adalah Imam Firdaus, 22, warga Dusun Prejengan RT: 03/RW: IV, Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi. Aksi pencurian itu dilakukan Arifin sekitar pukul 05.00 Jumat dua pekan yang lalu (4/2). Saat itu, pelaku tidur berdua dengan korban di rumah korban. Karena sudah menganggap Arifin layaknya saudara sendiri, korban awalnya sama sekali tidak menaruh kecurigan terhadap pelaku. Terlebih, sudah beberapa bulan terakhir, Arifin memang dipersilakan tingal di rumah korban. Namun rupanya, kebaikan hati korban disalahgunakan oleh pelaku. Saat korban masih tertidur, pemuda yang seharihari mengamen di sekitar Kecamatan Rogojampi ini, mengambil sebuah HP merek Nokia yang diletakaan di dalam almari kamar korban. Selain itu, korban juga menggondol uang tunai senilai Rp 700 ribu milik Firdaus. Setelah melancarkan aksi kriminalnya, pelaku kabur ke Jember.

Saat korban terbangun sekitar pukul 06.00, dia mendapati almari kamarnya terbuka, HP miliknya yang dia simpan di dalam almari itu juga telah raib. Mengetahui hal itu, korban menggeledah barang-barang berharga yang lain. Dugaan korban ternyata tidak meleset, uang senilai Rp 700 ribu yang dia letakkan di bawah kasur pun ikut lenyap. Kecurigaan korban langsung mengarah pada Arifin. Sebab, saat dia terbangun, Arifin yang semula tidur berdua dengannya telah menghilang. Korban lantas melaporkan oencurian yang menimpanya ke Mapolsek Rogojampi. Dia juga berinisiatif meminta tolong kepada Erna, temwan wanitanya, untuk menghubungi nomor HP miliknya. Oleh pelaku, ternyata nomor tersebut masih diaktifkan. Saat menerima telepon dari Erna, pelaku mengaku sedang berada di Jember. Singkat kata, korban dan beberapa anggota Polsek melakukan pengejaran ke wilayah Jember. Hingga pada akhirnya, petugas berhasil meringkus Arifin di sekitar terminal Pakusari, Jember. Dia pun langsung digiring dan dijebloskan di sel tahanan polsek. Dikonfirmasi wartawan koran ini, kemarin (7/2), Kapolsek Rogojampi, Kompol Bagio, melalui Wakapolsek, AKP Hery Subagio, membenarkan pihaknya telah mengamankan tersangka pencurian HP tersebut. Selain tiu, Polisi juga mengamankan barang bukti (BB) berupa sebuah HP merek Nokia 3.500 dan uang tunai sebesar Rp 700 ribu. “Tersangka kita amankan untuk menjalani proses penyidikan lanjutan,” ujarnya.(sgt/jpnn)

dipredikasikan akan terus meningkat. Ini menyusul masih tingginya curah hujan. “Tren tiap tahunnya seperti itu, terutama dari daerah-daerah endemis DB,” terangnya. Perempuan berambut sebahu itu mengimbau agar masyarakat mengambil sikap waspada. “Minimal cegah DB dengan melakukan 3M, menguras, mengubur dan menutup tempattempat yang berpotensi menjadi perkembangbiakan nyamuk,” papar Iir. (pri/aif/jpnn)

KALIPURO – Aksi pen­ja­ mbretan di sebuah warung depan terminal bus Sritanjung, Desa Ke­tapang, Kecamatan Kalipuro, be­rakhir tragis sekitar pukul 19.30 Minggu malam kemarin (6/2). Dua pelaku yang kabur akhirnya tewas, setelah motor yang dikendarainya menabrak truk di depan PT Ndaru Laut, Ja­­lan Raya Situbondo yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi penjambretan. Satu tersangka tewas di lokasi tabrakan. Sedangkan tersangka lainnya meninggal dunia di RSUD Blambangan sekitar empat jam kemudian. Tersangka yang mati di lokasi kecelakaan adalah Ha­ ri Prayitno, 23, warga Dusun Kra­ jan, Desa Karang Harjo, Kecamatan Kalibaru. Sedangkan tersangka yang mati di RSUD adalah Sukiran, 24, warga Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng. Sementara itu, aksi kejahatan itu diduga sudah direncanakan sebelumnya oleh dua pemuda tersebut. Malam itu, mereka mulai mengintai warung milik May­anti, 60, di depan terminal bus Sritanjung, Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Hari bertindak sebagai joki motor. Dia tetap berada di atas motor Honda Mega Pro warna merah-hitam dengan nopol P 5748 YO. Mesin motor itu dalam posisi hidup tetapi lampunya sengaja dimatikan. Sedangkan Sukiran bertugas sebagai eksekutor.

Kini Asam Urat Tidak Pernah Kambuh Lagi yang sehat dan kondis5 bulan lamanya, JUAinya yang prima, bebas RIAH, warga Jl. Kramadari masalah asam urat. tan Dusun Karang Sono, Gentong Mas adalah Kebon Agung, Malang ini minuman herbal yang mengidap asam urat. Karepenuh vitamin dan nutrisi na sakitnya tersebut, ibu 4 bermutu. Gula Aren dan anak yang bekerja di salah Nigella Sativa (Habbasatu perusahaan permen tussauda) yang menjadi di Kota Malang ini pernah bahan utama Gentong tidak masuk kerja selama Mas terbukti memiliki ban2 bulan lamanya. Menurut yak khasiat. Menurut Jeff Juariah, mungkin karena Nugent dalam buku “Perpola makan yang tidak termaculture Plants (2004)” atur, ia terkena penyakit ini. Niacin dan Ascorbic Acid, Asam urat yang diakiyang dikandung Gentong batkan oleh tingginya kadar Juariah Mas, memperlancar measam dalam darah memang membuat penderitanya kesakitan pada tabolisme, menurunkan kadar LDL dan persendian. Hal itulah yang dirasakan Jua- memperkuat sendi dan tulang. Sedangriah yang kerap merasa sendinya sakit, “ras- kan menurut MS Al Ghamdi, farmakolog anya cekot-cekot,” terang wanita berusia 52 dari King Faisal University, Nigella Sativa, tahun ini. “Kalau sudah sakit ya saya nggak yang menjadi bahan Gentong Mas, menkerja, cuma istirahat di rumah.” Tambahnya. gandung unsur sodium dan natrium yang Selama ini, Juariah tidak pernah putus meningkatkan tekanan darah penyebab asa untuk mengobati penyakitnya itu. Ia kepala pusing. terus menjalani pengobatan medis dan Banyak vitamin, zat aktif dan nutrisi pada mencoba beberapa pengobatan lainnya, Gentong Mas seperti Leucine, Myristic Acid, namun belum menunjukkan hasil yang Serine yang semuanya bermanfaat bagi baik. “Saya pernah berobat ke dokter di kesehatan. Meski demikian, pola hidup tempat saya bekerja, ada perubahan, sehat yaitu olahraga teratur, kurangi rokok tapi belum benar-benar sembuh, hanya dan banyak minum air putih juga diperlukan. mengurangi sakitnya saja.” Keluh Juariah. Gentong Mas dibuat dari bahan murni Melihat kondisi istrinya, suami Juariah pilihan dan diproses alami tanpa campuran kemudian menyarankan untuk minum Gen- bahan kimia dan pengawet. Menurut Ridtong Mas. “Suami saya bilang, coba saya wan Alawi, Eksekutif Marketing PD Genminum Gentong Mas, semoga aja berhasil, tong Mas, semakin banyaknya masyarakat tahunya benar-benar berhasil, sudah lama yang merasakan manfaat Gentong Mas asam urat saya tidak kambuh.” Ujar Juariah membuat tingkat permintaan melonjak yang kini sudah aktif bekerja kembali. secara signifikan. Selain bekerja, rupanya wanita ini memiliki Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Jember:081338611049 kesibukan lain di daerahnya. Terkadang, ia Lumajang:081336191009 ikut memberikan pelayanan kepada warga Bondowoso:081233836384 sebagai kader PKK di lingkungannya. TenSitubondo:082143391646 tunya, kegiatannya itu didukung oleh tubuh Depkes:P-IRT.812.3205.01.114

Banjir CashBack dan Hadiah Langsung

CashBack hingga Rp 1jutaan , Aksesories mulai Rp 5ribuan, Bersih – Bersih virus Bursa berbagai aksesoris juga melenggang di lantai pameran dengan penawaran spesial mulai 5 ribuan. Serunya lagi, ada event “Bersih - Bersih Virus Gratis”. Lewat even ini anda bisa bawa notebook, Harddisk, dan flashdisk anda yang bermasalah dengan virus. Pemeran ini juga menyediakan PC hemat komplet mulai 2 jutaan. Bagi Peng hobby selancar di dunia maya dapat menikmati ragam produk modem canggih terbaru. Paket produk menarik Modem dan kartu ditawarkan mulai 100 ribuan. Paket Modem CDMA Venus VT80 bundle dengan Flexinet bahkan hanya dibandrol Rp. 499.000,- ( Free Unlimited 1 Year ). Sedangkan dari Indosat IM2 anda bisa mendapatkan paket internet unlimited hanya Rp 27.500. Dan untuk setiap pembeliam modem anda bisa mendapatkan free internetan unlimited selama 30hari dari Flexinet. Berbagai merek nomor wahid seperti Acer, Samsung, Byon, Asus, Toshiba, Len-

ovo, Axioo, Epson, HP Printer maupun Anti virus Kaspersky siap menggemparkan publik kota festival itu. Soal harga? Tentu saja, Hi-Tech Mall tetap biangnya produk IT murah. Lihat saja, produk anyar Acer Aspire One Happy ditawarkan cuma 2

Menurut Mayanti, Sukiran awalnya berpura-pura akan me­b­eli rujak di warungnya. Ibu tiga anak itu mengatakan, rujak di w­arungnya sudah habis malam itu. Ketika itu, jarum jam sudah menunjukkan pukul 19.15. Ketika dikatakan rujak habis, Su­kiran keluar menemui Hari yang masih berada di atas motor di seberang jalan. Setelah ke­ du­a­nya berbincang sejenak, Su­kiran kembali masuk ke warung milik Mayanti. Kali ini, di­a­menanyakan akan membeli so­ft drink. ’’Sprite-nya sudah ha­bis,’’ jawab Mayanti. Ternyata, Sukiran memang tid­ak berniat membeli minum. Ketika pemilik warung itu lengah, dia langsung menjambret kalung di leher Mayanti. Begitu dapat, dia langsung lari dan kabur bersama Hari yang sudah menunggu di seberang jalan. Keduanya langsung ngebut ke arah utara. ‘’Saya langsung teriak maling. Setelah itu saya ke belakang memberi tahu kejadian itu kepada anak saya,’’ jelasnya. Sebenarnya, korban sudah pasrah atas kejadian tersebut. , karena memang beranggapan tidak mungkin terkejar. nyawa setelah tabrakan dengan Truck Mitsubishi Colt Diesel dengan nopol P 8035 UX yang kendarai oleh Suparto, 52, di jalan raya Situbondo Dusun Selogiri, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kalipuro. (mg6/bay/jpnn)

jutaan. Asus 1015PEM (N550) pun ditawarkan hanya Rp 2.900.000. Disusul Samsung Netbook NF 208 Ivory (Shark) N550 juga turun dari Rp. 3.650.000 menjadi Rp.3.450.000. Seperti tak mau ketinggalan, kali ini seri paling hot Zyrex

notebook LE4741 (Intel core i3) cukup dibayar dengan Rp 3.999.000 setelah sebelumnya dipatok dengan harga Rp 5.599.000. Untuk pembelian seri M8341 G/L P6200 seharga Rp 3.880.000 anda bisa mendapatkan mouse keren gratis. Dan jika anda memilih seri S8631 SU4100 yang turun harga dari Rp 4.790.000 jadi Rp 3.890.000, mouse dan printer gratis jadi milik anda. Masih ingat dengan kehandalan core i3? Seri Asus terlarisnya A42JC-VX113D (Core i3) hanya dipatok Rp 6.000.000. Sementara itu, Acer memberikan cashback US$20 untuk tipe Acer Aspire 4738 Z dari Rp 4.600.000 turun ke Rp 4.400.000. Sedangkan untuk pembelian Toshiba notebook seperti tipe C640 (Intel Core i3) dari harga Rp 5.700.000 menjadi Rp 5.500.000. Axioo CNC 3422 (Core i3) dari Rp 4.499.000 menjadi Rp 4.299.000. Hebohnya lagi, setiap pembelian laptop di Kotakom anda bisa mendapatkan modem GSM advance dan perdana Telkomsel flash unlimited berisi pulsa 55rb, hanya dengan harga Rp 380.000. Wow,

jika anda memutuskan membeli printer HP tipe tertentu, handphone gratis berhak anda miliki secara langsung. Selain pameran, di event Hi – Tech Mall Bazzar IT ini juga diadakan berbagai macam workshop tentang IT. Ya, workshop IT multi talent bakal dihadirkan secara khusus untuk penggemar IT. Mulai dari Workshop membuat Web Blog yang Praktis, Design Animasi dengan Flash Multimedia Player dan Instalasi Linux Dasar. Bagi para guru – guru terbaik di kota Jember, Hi – Tech Mall juga mengadakan berbagai macam workshop IT seperti workshop Optimalisasi Power Point untuk media belajar, workshop Microsoft Word dan Internet. Bagi para gamers, uji kemampuan anda dalam kompetisi game online. Game yang memperebutkan hadiah jutaan rupiah itu meliputi perlombaan Point Blank, DotA, Ayo Dance dan Lineage. Ayo kesempatan emas ini sayang kalau dilewatkan begitu saja, mumpung Hi-Tech Mall mengunjungi kota anda. Buktikan sendiri kehandalan harga dan kualitas produk-produknya. Ingat IT, Ingat Hi_tech Mall. (*)

ekonomi bisnis

38

Radar Jember

• Selasa 8 Februari 2011

Laba PG PTPN X Capai Rp 150 M JEMBER - PTPN X berhasil meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan pabrik gula (PG). Pada 2010, keuntungan pabrik gula di bawah naungan PTPN X mencapai Rp 150 miliar. Ke depan, PTPN X akan terus meningkatkan efisiensi dan produksi. Direktur Utama PTPN X Subiono dalam kunjungannya di Jember mengatakan bahwa tren keuntungan pabrik gula yang dikelola PTPN X terus menunjukkan peningkatan. ”Pada 2008 hanya Rp 28 miliar, 2009 meningkat menjadi Rp 129 miliar, dan tahun 2010 Rp 150 miliar,” katanya. Peningkatan keuntungan pabrik gula ini, kata dia, menjadi salah satu indicator keberhasilan PTPN X. Subiono mengatakan, peningkatan keuntungan itu tidak terjadi dengan mudah. Untuk bisa mendongkrak laba, PTPN X melakukan efisiensi di beberapa sektor. Seperti, mengurangi biaya bahan bakar. Pada 2008, ungkap dia, anggaran yang dikeluarkan untuk bahan bakar pabrik gula mencapai Rp 102 miliar. Namun, efisiensi berhasil mengurangi biaya penggunaan bahan bakar pada tahun 2009

Heru putranto/rj

TERUS ANJLOK: Seorang pekerja tengah menjemur padi di Jember kemarin. Para petani meminta pemerintah tidak melakukan impor beras dan meningkatkan perlindungan petani dengan memberikan insentif sarana produksi.

Perlindungan Tak Hanya Soal Harga Petani Perlu Insentif Sarana Produksi JEMBER – Harga gabah dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan tren menurun. Karena itu, petani sejatinya tidak hanya memerlukan perlindungan harga, melainkan juga insentif sarana produksi yang murah dan terjangkau. Menurut Fathul Hadi, petani asal Wuluhan, mengatakan biaya operasional petani saat ini membengkak. Sebab, petani harus mengalokasikan dana lebih besar untuk melindungi tanamannya dari serangan hama. “Sementara, harga gabah saat ini turun. Sehingga tidak seimbang antara biaya operasional dengan pendapatan,” katanya. Dikatakan Jumantoro, ketua Kelompok Tani Sumber Makmur,

Candijati, Arjasa biaya produksi padi untuk lahan seluas satu hektare sekitar Rp 3 - 4,5 juta. Biaya itu, antara lain untuk pupuk NPK, urea, dan ZA Rp 1 - 1,2 juta. Lalu, penyemprotan Rp 300 ribu, bajak lahan Rp 500 ribu, benih Rp 190 - 195 ribu, dan matun Rp 500 - 600 ribu. Lalu, irigasi Rp 250 ribu dan panen Rp 1 - 1,5 juta. Saat ini, lanjut dia, harga gabah kering giling per mencapai Rp 2.500 - 2.600 per kilogram. Dengan rata-rata produktivitas panen 5 - 6 ton per hektare, pendapatan yang diterima petani sekitar Rp 12,5 - 13 juta. Sehingga, total biaya produksi dan sewa tanah sekitar Rp 7 juta. Sehingga, pendapatan bersih petani hanya sekitar Rp 5,5 juta. “Itu kalau panennya lancar. Kalau tidak, petani ya KO,” sambung Jumantoro. Karena itu, baik Fathul Hadi maupun Jumantoro sangat ber-

properti Rumah Dijual (TNP PERANTARA) Hub 0821 4101 4242 : Jl Kahuripan AD 1 Bkt Permai, Kebonsari, Sumbersari, Jember. Lt(SHM) :147 m2, Lb: ± 110 m2, Listrik: 900 Watt, Air : Sumur bor, R Tamu, 2 Kmr Tdr, R Keluarga, R Makan+Dapur, Grs mobil+Grs Motor, Loteng, halaman depan luas+Kanopi, AC.

HARGA DIbawah 100 JUTA tanah • DIJUAL • jember

Dijual Tanah L297M2 Perum Ps Milenia Bel Polsek Mangli Hub:085857380333

Aneka kebutuhan

Elektronik komputer

Obral CPU 500Rb HD20=90Rb ­HD40=­­ 1­4­0­Rb H­D80=200Rb MB 1.7=160Rb MB 2.4=190Rb CS Computer Jl. Karimata No 29 Tlp 0331-330104 Hp 081913335369

foto copy

Cash/Kredit Digital Copy IR5­0­­00, 507­0, 6570,6545 Dll 90% Ex.USA,Toner 82500 ­K­ u­su­­ma ­Jbr 0331-322262,Bwi 0333-423­28­2

lowongan JEMBEr

Lulusan Smk Pria Mak23th Bs Kom Lam Ke 71 Sumatra 120A Hari Rabu

kehilangan

Stnk NPP8770SM NKKBD265655254 NS627935 An Markamah Hadi Haji Stnk NPP4298RR NKMHED01211665 NSEDE1011676 An Extreeoa Januarico Stnk NPP4103SV N­KM­H3­1S700­59K4­ 9763­0 N­S1S7497949 An Elok Suhaeni Stnk NPP3046NQ MHIHB21144K573648 HB21E1576897 An Andrey Hermawan Stnk NPP4936RD NKM­H8BF44­W­4­7­­J­12­18­ 00­­NM­F4811D122040 An Martha Ariestiyo H Stnkb NPP4660QR N­KM­H328­P20­BR­J­3­95051 NS28D1395514 An Hengky Windianto,PT Bpkb NPP9698UA NKFE104B04341O NS4D31C752749 An Sugondo S

Dijual Rumah Jl. Mundu I/11 Perumnas Patrang Jbr. Harga Nego. Tanpa Perantara. SHM LT/LB 152M2. Hub: Dr Lucky 08121648199

Dijual Lokasi Jl.Karimata Jember (Samping AKBID / Perawat UNMUH Jember) LT : 157 M2 Sertifikat:Hak Milik/IMB, Bang:4 Lnt/Tngkt 3, JKmrTidur : 4 Kmr, JKmr Mandi:4K.M, Ada Toko, Hub : 0331-7180180-085257073090

harap agar pemerintah daerah benar-benar mengatur masalah pengadaan sarana produksi petani. Mestinya pemerintah daerah memberi subsidi bagi pengadaan sarana produksi tanaman pangan. Jika tidak ada insentif yang memadai dari pemerintah, Fathul menyatakan, banyak petani yang enggan menanam padi. Karena, menanam padi tidak lagi menguntungkan. Dampaknya, produksi padi akan menurun. “Ini tidak perlu terjadi jika pemerintah tanggap dan segera membuat kebijakan yang pro petani. Salah satunya adalah dengan menghentikan impor beras,” katanya. Meski masih dalam bentuk rencana, Fathul menyatakan, dampaknya sudah dirasakan petani. Harga gabah terus jeblok. Hal ini disebabkan pabrik beras tidak mau berspekulasi dengan menimbun barang terlalu banyak. Dia mengatakan, mestinya pemerintah bisa mengambil kebijakan pengamanan pangan dalam negeri tanpa harus impor beras. Salah satunya dengan

memberikan berbagai insentif sehingga biaya sarana produksi petani lebih murah. Jika biaya produksi murah, petani akan lebih terpacu untuk meningkatkan produksinya. “Mengapa tidak mencari solusi lain selain impor beras? Solusi yang diambil mestinya tidak membuat harga gabah anjlok dan petani ngenes,” tandasnya. Selain itu, dia mengatakan, pemerintah juga perlu memikirkan kemungkinan untuk meningkatkan harga pokok pembelian (HPP) gabah.“Patokan harga juga harus naik. Kalau tidak, banyak petani yang enggan menanam padi. Kalau sudah begitu, apa mau impor seluruhnya?” cetsunya. Edy Suryanto, ketua Kelompok Tani Margi Rahayu Wuluhan, mengakui musim tanam padi saat ini sangat buruk. Petani dituntut untuk ekstra keras mengamankan produksinya. “Nah, upaya untuk itu harus mendapat perhatian dari pemerintah. Seperti cara menanggulangi hama sampai antisipasi menghadapi musim,” katanya. (lie)

menjadi hanya Rp 52 miliar. Penurunan yang sangat signifikan itu, menurut Subiono, karena mencapai 50 persen dari pengeluaran bahan bakar pada 2008. Lalu, pada 2010 biaya untuk bahan bakar hanya Rp 30 miliar. Subiono meyakini, berbagai upaya itu akan terus dilanjutkan selama ada dukungan dari para pekerja. Artinya, setiap penggunaan bahan bakar harus dihitung dengan cermat. Sehingga tidak sampai melebihi dari yang seharusnya digunakan. Selain melakukan efisiensi penggunaan bahan bakar, dia mengatakan, PTPN X selalu memotivasi pabrik gula di jajarannya untuk terus meningkatkan produktivitas. Sehingga target tercapai. ”Namun, kami tidak melulu mengurus profit. Ada juga dana pemberdayaan untuk masyarakat sekitar pabrik dan perkebunan yang dikelola PTPN X,” katanya. Jumlah dana sosial yang digelontorkan untuk pemberdayaan masyarakat tahun lalu mencapai Rp 300 miliar. Program ini dilaksanakan melalui berbagai program. Seperti koperasi kerajinan yang mendukung potensi lokal rakyat. (lie)

RADAR JEMBER

• Selasa 8 Februari 2011

RADAR JEMBER

Bakal Periksa Sejumlah Karyawan Kebun  POLISI...

Sambungan dari Hal 29

Diperkirakan, pohon karet di­ ba­­bat dengan menggunakan ce­­lu­rit pada batang pohon dengan ja­rak tinggi pohon sekitar 1 meter dari tanah. Rupanya, po­hon karet yang dipilih untuk di­babat yang letaknya berada pas di pinggir jalan. Seperti po­ hon karet yang ada di selatan pabrik. Polisi kemarin juga telah me­ nga­mankan barang bukti berupa po­tongan kayu karet yang telah di­babat. M. Zuhri mengatakan, pihak PTPN XII baru melaporkan kejadian adanya pembabatan

116 pohon karet ke Polsek Mum­ bul­sari pada Senin sore. ”Pihak ke­bun baru lapor sore ini (ke­ ma­rin, Red),” ujarnya. Sebagai pihak pelapor adalah Adm PTPN XII Kebun Mum­ bul­sari. ”Pelapor Adm langsung, H Chaerul Amal. Kami siap me­ nin­daklanjuti laporan itu sesuai aturan yang ada,” tegasnya. Setelah mendapat laporan, po­li­si langsung mengecek kebe­ na­ran adanya perusakan pohon karet di tepi jalan, sebelah timur gu­­dang penyimpanan kopi. ”Sebelum pihak kebun Mum­ bulsari melaporkan hal itu, kami sudah crosscheck di lapangan,” te­rangnya. Dikatakan, barang

bukti yang telah diamankan po­ lisi demi mengusut kasus pe­m­ babatan tanaman karet di Afde­ ling Dampar PTPN XII Mum­ bul­sari. Kendati begitu, penyidik polsek ma­sih belum memeriksa saksisak­si terkait kasus pembabatan ter­sebut. ”Belum ada saksi yang di­periksa karena laporan baru ma­suk Senin sore,” ujarnya. Ren­ ca­nanya, sejumlah karyawan ke­bun yang mengetahui peristiwa ter­sebut bakal dimintai kete­ra­ ngan. Harapannya, dengan ke­ te­rangan beberapa saksi, pelaku perusakan dan pembabatan po­hon karet bisa tertangkap. Di­perkirakan, kerugian yang

di­alami pihak PTPN XII Kebun Mumbulsari atas pembabatan 116 pohon karet mencapai Rp 12 juta. Sementara itu manajer Kebun Mum­bulsari Chaerul Amal me­ nga­takan, pihak kebun sudah me­ngambil beberapa langkah ter­kait masalah tersebut. ”Kami min­ta polisi juga mengusut tuntas ka­sus tersebut sehingga bisa ke­temu karena karet itu me­naf­ kahi orang banyak,” tegasnya ke­pada RJ tadi malam. Amal yang belum setahun menjabat ma­najer itu juga akan te­rus me­la­kukan perbaikan-per­ baikan di lingkungan kebun Mum­bulsari. (jum/aro)

Bila Mau Sukses Harus Kuat Menunda Kesenangan  MEMATIKAN...

Sambungan dari Hal 29

Secara umum, mematikan uang ada­lah menyisihkan sebagian da­ri keuntungan yang telah di­ jalankan untuk investasi jangka panjang. Investasi di bidang apa? Me­ nu­rut Suwandono, investasi di bi­dang apa saja boleh. ”Tapi saya me­rekomendasikan investasi da­lam bentuk tanah,” katanya. Ala­sannya, dengan investasi da­lam bentuk tanah, ke­mung­ ki­­nan aset tersebut akan diutakatik sangat kecil. Konsep me­ ma­­tikan uang tersebut adalah de­ngan membiarkan uang hasil da­ri keuntungan bisnis tidak di­utak-atik sama sekali. Baik un­tuk kebutuhan konsumtif mau­pun produktif. Konsep mematikan uang ini juga bisa diterapkan oleh pengu­ sa­ha meski masih memiliki ke­ un­­tungan kecil. Konsep ini juga bi­sa dijalankan dengan cara me­­manfaatkan pihak ketiga,

mi­salnya bank. Hasil keuntungan dari bisnis yang dijalankan di­ ta­bung terlebih dahulu. Sehingga se­telah mencapai jumlah ter­ ten­tu, dialihkan untuk ber­in­ vestasi. ”Untuk bisa mematikan uang, per­soalannya bukan terletak pada berapa omzet seseorang. Ta­pi apakah seseorang tersebut merasa harus mematikan uang atau tidak,” jelasnya. Sekalipun masih ber­ pe­nghasilan kecil, tapi ketika me­rasa harus mematikan uang, ma­ka hal itu akan di­la­kukan. Ketika tengah menjalankan kon­sep mematikan uang ini, banyak hal yang bisa saja menjadi cobaan. Salah satunya adalah ketika cash flow usaha yang di­ ja­lankan sedang terganggu. Bia­sanya seorang pengusaha akan tergiur untuk menggunakan uang yang telah dimatikan tersebut. Untuk mengantisipasi hal itu, kata Suwandono, seseorang ha­ rus mengingat kembali tujuan awal dari mematikan uang ter­

se­but. Seseorang harus teguh da­lam bersikap bahwa uang yang telah menjadi aset, misalnya tanah tersebut, tidak akan diutakatik sampai batas waktu yang di­tentukan. ”Harus menaati ko­ mit­men dengan dirinya sendiri,” ung­kapnya. Banyak manfaat yang akan di­peroleh seseorang ketika men­ ja­lankan konsep mematikan uang tersebut. Salah satunya, ke­pemilikan aset seorang pe­ ngu­saha tetap hingga di hari tua­nya. Sehingga, pengalaman seo­rang pengusaha saat masa muda kaya setelah masa tua tidak memiliki apa-apa, tidak akan terjadi. Manfaat lainnya adalah secara tak sadar, uang yang telah di­in­ ves­tasikan dalam bentuk tanah ter­sebut akan tumbuh berlipat gan­da nilainya. Hal itu telah dibuktikan sendiri oleh Su­wan­ dono, di mana tanah yang dia be­li dari mematikan uang hasil da­ri sebagian usahanya tersebut, saat ini saja sudah ditawar dengan

harga yang cukup tinggi dengan un­tung berlipat ganda. Namun karena telah berkomitmen pada diri sendiri, tanah tersebut tidak dijualnya kecuali pada saatnya nanti. ”Cukup ditinggal tidur, as­set kita tumbuh sendiri,” u­jarnya. Konsep mematikan uang ini, me­nurut dia, juga akan me­nga­ jar­kan seorang pengusaha untuk me­nunda kesenangan. Menunda ke­senangan ini, biasanya me­ mang sulit dilakukan oleh seo­ rang entrepreneur muda yang ba­ru mengalami kesuksesan. Ke­tika sukses, biasanya cen­de­ rung menghambur-hamburkan peng­hasilan demi sebuah ke­ se­nangan. Dengan mematikan sebagian ke­untungan untuk diinvestasikan ter­sebut, maka potensi meng­ ham­bur-hamburkan uang akan bisa diminimalisasi. ”Ketika se­ ba­gian uang dimatikan, maka po­tensi untuk menunda ke­se­ na­ngan akan lebih besar,” pung­ kasnya. (esb)

Pola Pikir Guru Harus Diubah Lebih Baik  TAK LULUS...

Sambungan dari Hal 29

Penerima TPP harus menjadi gu­ru profesional,” kata Salamun di hadapan ratusan kepala UPTD Di­spendik, pengawas, Kepala Se­kolah SMP/SMA/SMK, serta pe­ngurus PGRI sejumlah pejabat struk­tural Dipendik Jember. Salamun menambahkan, pada 2012 dan 2014, setiap penerima TPP akan dievaluasi kinerjanya. ”Se­tiap dua tahun sekali dinilai ki­nerjanya. Jangan sampai gurugu­ru kehilangan TPP,” terangnya. Di­jelaskan, dalam dunia profesi, se­harusnya mutu terlebih dahulu yang ditunjukkan, baru kemudian me­nikmati hasil. Tetapi, kata dia, saat ini pemerintah Indonesia ber­murah hati memberikan ba­ yaran TPP dulu, sebelum melihat hasil kinerja guru. ”Seharusnya pro­fesional dulu baru kemudian di­bayar. Saat ini, penerima TPP

di­bayar dulu baru kemudian di­ ­haruskan profesional,” te­rangnya. Masih menurut Salamun, untuk men­jadi guru yang benar-benar pro­fesional banyak tantangan yang harus dihadapi. Apalagi, ma­sih banyak guru yang me­ nga­jar di dua sekolah bahkan lebih. Padahal, seharusnya guru fo­kus mengajar dalam satu se­ ko­lah saja. ”Masih ada guru yang mem­baca catatan. Kemudian catatan tersebut diberikan ke siswa. Catatan itu ditinggalkan untuk mengajar di sekolah lain,” terangnya. Atas kenyataan itulah, pem­ be­rian TPP ditujukan untuk me­ngubah pola pikir dan perilaku guru tersebut. ”Pola pikir dan pe­ri­laku harus diubah. Guru ha­rus benar-benar profesional,” te­gasnya. Meski tidak mudah, gu­ru harus memiliki pola pikir dan perilaku yang profesional. ”Perubahan pola pikir dan pe­

ri­laku menjadi profesional akan di­mulai dari Jember,” ujarnya. Ma­ka dari itu, diperlukan strategi dan keberanian untuk mengubah pola pikir dan perilaku tersebut. Bah­kan, terang-terangan, Sa­la­ mun memuji langkah Dispendik Jem­ber yang berani menye­leng­ ga­rakan kegiatan tersebut. Pa­ salnya, di Jawa Timur belum ada kabupaten/kota yang berani. ”Saya apresiasi. Terima kepada kepala Dispendik Jember yang berani membuat terobosan,” pa­parnya. Sementara itu, Kepala Dis­ pendik Jember Achmad Sudiyono men­jelaskan, TPP guru sudah diatur dalam undang-undang. Ter­masuk bagi penghentian pem­bayaran TPP bagi guru. ”Pem­bayaran TPP dihentikan jika meninggal dunia dan men­ ca­pai batas pensiun,” ujarnya saat memberikan sambutan ke­ marin.

Selain itu, TPP bisa dihentikan jika tak lagi menjadi guru atau pe­ngawas serta tidak memenuhi kewajiban melaksanakan tugas 24 jam tatap muka per minggu. Kemudian, tidak mengampu yang sesuai dengan sertifikat mata pelajaran pendidik yang di­peruntukanya. Dan terakhir, ka­ta Achmad, dengan alasan lain berdasar ketentuan perun­ dang-undangan. Achmad menjelaskan, selain me­nerima TPP, guru punya ke­ wa­jiban merencanakan pem­ be­­lajaran, melalui proses pem­ be­­lajaran yang bermutu, serta me­nilai serta mengevaluasi hasil pem­belajaran. Guru juga ber­ ke­wajiban meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi aka­demik dan kompetensi secara ber­kelanjutan. Guru juga harus mam­pu menyesuaikan per­kem­ ba­ngan ilmu pengetahuan, tek­ nologi, dan seni. (aro/rid)

Diajari Buat Web dan Animasi Flash  BELANJA...

Sambungan dari Hal 29

Tak hanya itu, untuk pembelian ak­sesori minimal Rp 500 ribu hing­ga Rp 2 juta, pembeli bisa men­dapatkan free mug Hi Tech Mall yang juga bisa didapatkan de­ngan menukarkan nota pem­

be­lian di stand redemption. Sementara itu, hingga kemarin, ma­sih berlangsung workshop un­tuk guru, pelajar dan ma­ha­ sis­wa. Pelaksanaan workshop akan dilakukan selama dua m­ing­gu ke depan dengan kuota mak­simal 25 orang per hari. ”Kalau daftarnya ketika pe­lak­

sa­naan agak sulit. Makanya kalau mau ikut workshop harus satu ha­ ri sebelumnya. Bisa melalui kan­ tor Radar Jember. Bisa juga lang­ sung kemari. Ke stand re­dem­ption,” ujar Gloria, pengelola Sa­sana Boga Hi Tech Mall Su­ra­baya. Workshop, lanjut dia, akan di­ la­kukan bertahap selama dua

se­si. Untuk mahasiswa dan pe­ la­jar akan melakukan workshop ten­tang web, animasi flash, dan ins­talasi linux. Karena ke­ba­nya­ kan kalau soal Microsoft office me­reka sudah banyak mem­pe­ lajari. Dan yang lagi trend se­ ka­rang pembuatan web dan a­ni­masi flash,” paparnya. (fit)

Paling Sulit Memadamkan Panasnya Hati  TERBIASA...

Sambungan dari Hal 29

Sikap mereka ini membuat war­­ga tidak sabar. Warga merasa pe­tugas tidak cekatan. Sampaisam­pai ada yang mengejek, me­marahi, dan menghujat para petugas. Mereka tidak bisa me­ ma­hami alasan bahwa petugas ti­dak berlaku cepat. ”Kami sudah biasa diperlakukan be­gitu. Dihujat dan dicaci-maki,” ka­ta Sumaryadi, koordinator pe­tugas pemadam kebakaran Jem­ber. Bagi pria yang sudah be­berapa tahun bertugas di unit pe­madam kebakaran itu, sudah bia­sa menghadapi hujatan dari ma­syarakat. Selama ini, dia dan se­puluh kru sudah sering men­ de­ngar omelan bahkan umpatan dari masyarakat ketika bertugas. Bagi masyarakat, tindak-tanduk pe­tugas pemadam kebakaran se­ring terlihat lemot. Padahal ke­nyataannya tidak seperti itu. Mereka tidak lemot, melainkan harus melihat dulu kondisi di la­pangan. ”Kami tidak bisa asal

me­nyiram lho. Kalau PLN belum datang dan memutuskan aliran listrik, kami tidak bisa bertindak,” katanya. Alasan itu sungguh masuk akal. Air yang mereka semprotkan me­rupakan konduktor listrik yang sangat baik. Tanpa adanya pemutusan hubungan listrik di lo­kasi kebakaran, Sumaryadi dan krunya sangat berisiko ter­ se­ngat aliran listrik. Baru setelah PLN datang, mereka bisa beraksi menaklukkan si jago merah. ”Kadang ada juga yang merebut se­lang air kami,” sambungnya. Warga yang tidak sabar, merasa di­rinya lebih mampu daripada pe­tugas yang sudah terlatih. La­rangan dari petugas untuk tidak ikut campur, kerap tidak digubris oleh warga. Nyatanya, ketika aliran air memancar dari ujung selang, mereka sem­po­ yo­ngan, tidak kuat menahan pan­caran air yang begitu deras. Se­mua itu ada triknya dan hanya petugas yang sudah terlatih yang bisa mengoperasikannya. Ada juga warga yang hanya

39

HALAMAN SAMBUNGAN

me­ngenakan sandal atau sepatu bia­sa nekat ingin menyelamatkan ba­rang-barang di lokasi yang ter­bakar. ”Itu tidak mungkin. Se­patu atau sandal tidak tahan api. Sepatu kami sudah tahan api. Sayang, banyak warga yang tidak mau pasrah pada kami,” katanya. Kedatangan petugas pemadam ke­bakaran yang kerap dianggap se­ring terlambat itu, juga bera­ la­s­an. Sumaryadi dan krunya ke­rap menerima telepon iseng. Ada yang mengabarkan berita kebakaran palsu, ada yang me­ ng­goda mereka. Bahkan, ada tele­pon yang menawarkan pe­ rem­­puan panggilan. Semua itu mem­buat mereka sedikit curiga ketika dering telepon terdengar. ”Kami memutuskan menunggu. Ka­lau memang serius, pasti ada te­lepon lanjutan dan kabar resmi. Ka­mi sering dibuat mainan,” ujar­nya. Tak jarang, pasukan yang berjaga tergopoh-gopoh men­datangi lokasi kebakaran setelah menerima telepon. Tak dinyana, sesampai di lokasi,

me­reka mendapati suasana adem ayem alias tidak terjadi ke­ba­ karan. Tugas yang berat pastinya. Na­ mun, mereka tetap semangat mem­berikan pelayanan. Meski ha­rus menembus jalan yang su­lit, terutama jika terjadi ke­ ba­karan di kawasan pedesaan. Bah­kan daerah terpencil harus me­reka tembus. Ini mengingat wila­yah kerja mereka meliputi seluruh Kabupaten Jember. Tidak hanya dibutuhkan fisik yang kuat. Tim yang solid juga sangat membantu agar pekerjaan bisa berjalan lancar. ”Sesung­ guh­nya yang paling sulit itu me­ madamkan panasnya hati. Kalau bagi saya, memadamkan api itu malah sangat mudah,” ka­tanya. Panas hati yang dimaksud Su­ maryadi adalah ketika dia dan kru­nya mendengar cacian dan ma­kian warga ketika mereka ber­tugas. Untuk itu dia kerap me­nasihati kru agar selalu berdoa me­mohon kesabaran. Sehingga hati menjadi lapang dan kerja men­jadi lebih barokah. (*)

Ombak Laut Puger Mengganas Jukung Hilang Diterjang Angin PUGER – Nelayan Puger hen­daknya harus tetap was­ pa­da dengan kondisi cuaca eks­trem. Beberapa hari ter­ akhir, ombak laut semakin be­sar disertai tiupan angin cu­kup kencang. Sebelumnya, perahu milik Barri, warga Dusun Gu­muk­ re­jo, Desa Puger Kulon, Ke­ c­a­matan Puger, terbalik setelah me­sinnya macet saat hendak me­lintasi Plawangan Puger. Di­tambah lagi, kejadian ter­ baliknya jukung milik Junaedi, warga Puger Kulon setelah

menghantam karang di Pla­ wangan, Pancer, Puger. Kemarin, giliran perahu ju­ kung milik Muji, 40, nelayan asal Besini, Desa Puger Kulon yang terempas angin kencang dan digulung ombak. Masih ber­untung, saat jukung ter­em­ pas angin kencang dan ter­balik, dua nelayan yakni Muji, 40 dan Yono, 35, masih bisa selamat setelah ditolong nelayan lainnya. Meski begitu, hasil tangkapan ikan dan jukung miliknya hilang ditelan ombak. Menurut Muji, meski kehi­ la­ngan perahu jukungnya, dia me­ngaku masih bersyukur se­lamat dari kejadian tersebut. ”Saya bisa selamat karena

di­tolong nelayan lainnya,” ka­tanya. Dijelaskan, tiupan angin kencang terjadi di te­ ngah laut lepas. Terpisah, Sukadi, 50, warga Pu­ger Kulon mengatakan, be­berapa hari terakhir tiupan angin memang cukup kencang. Tidak hanya terjadi di laut, te­t­api sangat terasa di sekitar per­kampungan warga. Sam­ pai-sampai, beberapa warga ke­takutan dan memilih keluar ru­mah. ”Apalagi bila angin ken­cang terjadi malam hari,” kata­nya. Untuk itulah, berda­ sar­kan pantauan RJ, banyak nelayan yang memilih me­ nyan­darkan perahu mereka di sekitar TPI Puger. (jum)

Kirim Relawan ke Gunung Bromo  ABU...

Sambungan dari Hal 29

Dijelaskan, pihaknya telah me­ngirimkan masker ke pus­ kes­­mas di wilayah Jember. Teru­ ta­ma puskesmas yang berada di daerah berbatasan dengan K­a­bupaten Lumajang. Antara lain, Kecamatan Kencong, Sum­ berbaru, Semboro, dan Jombang. ”Masker sudah kami serahkan ke puskesmas. Puskesmas yang akan membagikan kepada ma­ sya­rakat,” kata Yumarlis. Di­je­ las­kan, jumlah masker yang di­kirim ke puskesmas mencapai ri­buan. Pengiriman masker, kata dia, sudah dilakukan sejak abu Gu­nung Bromo mengguyur wi­ layah Jember. Masih menurut Yumarlis, gu­

yu­ran abu Bromo masih terus ter­jadi di wilayah Jember. Bahkan, dalam dua hari terakhir, guyuran abu Bromo sangat terasa sampai per­kotaan. ”Abu gunung Bromo cu­kup pekat tampak di mobil atau kendaraan yang diparkir di pinggir jalan,” ujarnya. Untuk itu, dia meminta ma­ sya­rakat lebih waspada. Termasuk me­mikirkan kesehatan anakanak yang kekebalan tubuhnya be­lum sempurna. ”Kalau tidak un­tuk keperluan yang sangat pen­ting lebih baik tidak keluar rumah,” saran Yumarlis. Terutama ibu-ibu yang masih mengasuh balita. ”Makanan harus benarbenar tertutup agar tidak kena abu gunung Bromo,” tambahnya. Tak hanya dinkes yang mem­ ba­gikan masker, PMI Cabang

Jem­ber juga aktif merespons gu­ yuran abu gunung Bromo. PMI juga mengirimkan 1.000 mas­ker ke Kecamatan Sum­ber­baru. Termasuk menyediakan 5.000 stok masker untuk masya­ra­kat yang tinggal di dalam kota Jem­ber. ”Abu vulkanik cukup pekat dan mem­bahayakan. Mohon Masya­ ra­kat menjaga kesehatan mata dan pernapasan,” kata Sandi Su­wardi Hasan, ketua PMI Ca­ bang Jember. Beberapa kali, wi­layah Jember terkena dampak abu Gunung Bromo. PMI juga sempat mengirimkan lima anggotanya ke Gunung Bro­mo. ”Ada sekitar 3.000 masker sudah dikirim ke warga yang ter­kena abu vulkanik Gunung Bro­mo. Termasuk ke Situbondo,” kata Sandi. (aro)

Tiga Foto Hanya Rp 100 Ribu  MULAI...

Sambungan dari Hal 29

”Juara kedua mendapatkan uang tunai Rp 300 ribu, sementara jua­ra ketiga mendapatkan hadiah Rp 250 ribu plus trofi,” tegasnya. Maka dari itu, Hengky berharap, ke­sempatan emas ini jangan di­sia-siakan. Menariknya, untuk 20 finalis mendapatkan bonus 3 foto saat sesi pemotretan di

Ho­tel Panorama Jember. Bagaimana cara mendaftarnya? Heng­ky mengungkapkan, peserta lomba hanya menyerahkan foto berwarna ukuran 4R. ”Termasuk me­nyerahkan fotokopi akta ke­ lahiran untuk kategori A dan B,” paparnya. Peserta lomba juga me­ngum­ pul­kan potongan iklan lomba fo­togenic yang tayang di Radar Jem­ber. ”Tempat pendaftaran

di­pusatkan di kantor Radar Jem­ ber di Jalan A. Yani 99 Jember,” ung­kapnya. Masih menurut Hengky, terkait uang pendaftaran, untuk peserta yang mengikutkan hanya satu foto, hanya dikenai uang pen­ daf­taran sebesar Rp 40 ribu. ”Se­dangkan untuk yang mengi­ kut­kan tiga foto ada diskon cukup besar. Tiga foto hanya membayar Rp 100 ribu,” ujarnya. (wnp)

Semakin Banyak Digelar Diklat Jurnalistik  WARTAWAN...

Sambungan dari Hal 29

Mereka siap menggantikan atau melanjutkan para seniornya yang kini mungkin sudah banyak yang ”uzur”. Baik karena usianya yang semakin jenuh atau lantaran ingin alih profesi yang lebih men­janjikan. Belum lagi di Jember kini ter­ da­pat dua perguruan tinggi yang membuka program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, yakni Uni­ ver­sitas Muhammadiyah (Un­ muh) dan Universitas Islam Jem­ber (UIJ). Termasuk Sekolah Ting­gi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember yang membuka Pro­gram Studi Komunikasi dan Ke­penyiaran Islam (KPI). Di da­lamnya juga dibekali segudang materi jurnalistik, yang mungkin tak (sempat) diperoleh kawankawan jurnalis yang kini ber­ak­ tivitas. Dalam berbagai kesempatan diklat maupun menerima kun­ ju­ngan tamu redaksi, saya kerap men­dapat pertanyaan sepele dari peserta. Yakni, apa syarat men­jadi wartawan yang baik? Ja­waban sederhananya cuma dua. Yakni bisa membaca dan me­nulis. Logikanya, tanpa kedua kata itu, tak mungkin seseorang bisa menjalankan tugas wartawan dengan baik. Jika hanya itu syaratnya, mung­ kin anak SD, bahkan Taman Ka­nak-Kanak saja bisa menjadi war­tawan. Lalu apakah lantaran per­syaratan sederhana itu, lalu kini beramai-ramai banyak pe­ minat ingin jadi wartawan. Bu­ kan­kah seorang wartawan tak cu­kup hanya berbekal ijazah sar­jana, apalagi setingkat SD atau SMP. Sebab mungkin masih banyak persyaratan (nonformal) lain yang perlu dipahami dan di­miliki oleh seorang wartawan. Ter­masuk di dalamnya men­ta­ li­tas, dan profesionalitas. Itulah yang hingga kini masih ke­rap dikeluhkan banyak pihak, baik para narasumber maupun “kor­ban’’ suatu pemberitaan. Me­reka mengeluhkan banyaknya

war­tawan yang kurang menguasai per­soalan, sehingga materi wa­ wan­cara maupun isi berita yang ditulis sangat dangkal. Ironisnya lagi, banyak ditemui isi berita ke­luar dari konteks wawancara, subjektif, sepihak, termasuk sulit di­bedakan antara mana opini dan berita itu sendiri. Mengapa semua itu bisa terjadi? Yang jelas, wartawan juga ma­ nu­sia yang memiliki keterbatasan. Bu­kan makhluk super yang tahu se­galanya. Meski dalam dok­ trin­nya seorang wartawan harus tahu banyak (hal), meski hanya se­dikit-sedikit. Itu bedanya de­ ngan para pakar, yang tahu ba­ nyak (detail) tentang sedikit hal. Sebagai kelompok profesional, war­tawan idealnya memang me­mahami tugas pokok dan fung­sinya. Di dalamnya juga ada kode etik (sebagai ciri orga­ ni­sasi profesi) yang harus ditaati dan diamalkan. Kode etika adalah ukuran moralitas yang meng­ gam­barkan layak atau tidaknya tindakan profesional.  ”Pelanggaran berat terhadap eti­ka profesi dapat menyebabkan se­­seorang dinilai tidak layak me­nyandang profesi tertentu dan dapat dipecat dari organisasi profesinya. Dalam melaksanakan tugas pro­fesionalnya, wartawan tidak neko-neko, tidak main ancam, tidak sok jagoan dan merasa kebal hukum, tidak main inti­ mi­dasi terhadap pejabat ”ber­ ma­salah”, tidak coba-coba me­ me­ras dan tentu saja tidak me­ lang­gar kode etik wartawan (yang merupakan ruh kinerjanya). Wartawan juga harus bersikap jujur pada diri sendiri dan orang lain (publik). Artinya, dalam mem­peroleh informasi benarbenar menggunakan cara yang jujur, tidak asal ”copy-paste’’ yang menyebabkan ketimpangan informasi. Banyak pejabat dan warga masyarakat dikutip sanasini, padahal yang bersangkutan merasa tidak pernah di­wa­wan­ carai. Atau hasil wawancara dikutip se­bagian, dipilih yang me­ng­

un­tungkan/merugikan demi ke­pentingan tertentu. Akibatnya, pu­blik gagal mendapatkan in­ formasi apa adanya (yang se­ be­narnya terjadi). Sebaliknya, me­reka (dipaksa) menelan in­ for­masi (yang mungkin) ”ada apa­nya” di balik berita tersebut, mi­salnya. Banyaknya jumlah wartawan di Era Reformasi saat ini di satu sisi harus disyukuri. Sebab, ber­ arti kian banyak yang mengontrol pe­jabat dan perilaku masyarakat. Na­mun di sisi lain, juga menjadi ”pro­blem” tersendiri bagi se­ jum­lah kalangan. Terutama bagi yang merasa ”kurang bersih” da­lam memegang amanah. Jika me­mang merasa bersih, sebe­ nar­nya tak perlu takut pada war­tawan. Siapa pun mereka. Yang tak kalah pentingnya, war­tawan dituntut independen da­lam menjalankan tugasnya. Ke­berpihakan jurnalisme hanya pada kepentingan publik, yang di­dukung fakta dan kebenaran nyata. Bukan berpihak pada orang per orang, kelompok, pe­ ja­bat, penguasa, pengusaha tem­pat bekerja, sekalipun. Meski da­lam kondisi saat ini memang tak mudah melakukannya secara ikhlas. Walhasil, masih banyak ”menume­nu wajib” yang harus dipelajari ba­gi yang ingin menjadi war­ tawan profesional. Dan itu bisa diperoleh dari diklat, seminar, ma­ta kuliah, hingga (jika mau) belajar sendiri di banyak referensi (buku jurnalistik), yang tersedia di toko buku maupun per­pus­ ta­kaan. Jika tidak, jangan-jangan pe­ngetahuan jurnalistik war­ta­ wan akan kalah dengan adik-adik yang kini banyak menggelar diklat kewartawanan. Inilah barangkali sekelumit yang perlu menjadi renungan ber­sama dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2011, dan HUT PWI ke-65, yang di­ pu­satkan di Kupang, NTT, Rabu 9 Februari besok. Dirgahayu war­tawan kita ..................(*) Shodiq Syarief, Redaktur Radar Jember

OLAHRAGA

40

Radar Jember

Gelar Juara Lari ke Bali JEMBER – Seperti diprediksi, Suyud Hartoyo MN (master nasional) dari Bali akhirnya sukses merengkuh juara catur di ICCRI Cup I. Di babak terakhir (babak-9) melawan Sumaryono MN dari Jogjakarta Ahad malam, Suyud tanpa kesulitan unggul mutlak. Suyud yang memegang buah hitam, seharusnya (secara teori) tertekan sejak awal. Namun menjelang permainan akhir, Suyud yang mantan juara even serupa di Bali ini balik menekan. Bahkan, tanpa kesulitan memaksa Sumaryono menggulingkan rajanya, tanda menyerah. Jam bendera Sumaryono tumbang, tanda waktu 45 menit yang dimiliki Sumaryono habis. Dengan santai, Suyud pun turun dari meja utama tersebut. ”Lawan kalah hafal teori pembukaan sampai permainan tengah. Sehingga dia (Sumaryono) banyak menghabiskan waktu,” kata Suyud, usai pertandingan. Dengan hasil itu, Suyud berhak atas trofi piala bergilir ICCRI Cup dan hadiah tabanas Rp 2,5 juta. Ia mengumpulkan poin 8,5 atau belum pernah sekalipun menderita kekalahan di even tersebut. Sementara sampai pertandingan berakhir, M. Khoirul Anam (mantan pecatur Jember yang hijrah ke Probolinggo) harus puas di posisi kedua. Pecatur yang masuk timnas Sea Games ini hanya meraih 8 poin. Posisi ketiga ditempati Fikrul Saifuddin dari Waimena (8 poin), disusul Risman Siahaan (Papua), M. Hudallah (Jambi), M. Wahyu (Jogjakarta), Harto (Jogjakarta), dan H Su’udie (Lumajang). Posisi ke-9 ditempati Sumaryono (7 poin) disusul Rusdi Hartono (Salatiga) dengan Rahmat Yulianto (Gresik). Tanda-tanda kemenangan Suyud muncul sejak babak pertama. Pemilik elo rating 2.360 ini selalu tampil di meja utama yang khusus bagi pecatur peringkat atas di kejuaraan tersebut. Suyud Hartoyo hanya remis di babak ke-6 lawan Samu Prasetyo (Probolinggo).

Puncaknya, di babak ke-7 Suyud harus bertemu dengan musuh bebuyutannya, M. Khoirul Anam di meja utama. Mulai pembukaan sampai babak pertengahan, Suyud selalu tertekan. Namun, pressing ini tak lantas membuatnya gugup. Ia tenang meski raja hitamnya pontang-panting menyelamatkan diri dari sergapan perwira putih yang dikendalikan Khoirul Anam. Secara teori catur, Suyud sudah kalah mutlak. Suyud Hartoyo hanya unggul waktu dengan selisih sekitar 5 menit. Momen kecil inilah yang dimanfaatkan secara maksimal. Ketika waktu yang dimiliki Khoirul Anam tinggal hitungan detik, Suyud Hartoyo masih bisa memainkan tempo permainan dengan bertahan total. Dengan harapan, bendera lawan segera jatuh (tanda kalah). Hasilnya cukup mujarab. Khoirul Anam yang seharusnya menang mutlak, malah membuat blunder karena melangkah dengan tergesa-gesa akibat krisis waktu. Di permainan akhir ini Anam seharusnya memaksakan pertukaran para perwira untuk menyederhanakan permainan. Namun hal itu ’lupa’ dilakukan. Imbasnya, bidak Suyud Hartoyo yang berada di lajur kanan dengan mulus lolos promosi menjadi buah menteri. Anam menyesali blundernya. ”Ini namanya MN. Bukan master nasional melainkan menang nemu (kemenangan beruntung),” selorohnya. Suyud Hartoyo mengakui, sejak awal mendapat tekanan berat dari Anam. Dia sendiri tak mampu mengembangkan permainan, karena tekanan muncul dari berbagai sisi. Di kelompok junior, Joni D dari Banyuwangi sukses merebut juara pertama dengan poin 6, dari 7 babak yang dipertandingkan. Dia menyisihkan Widya, Kurniawan, Fariha Masriroh (Lumajang), Zion (Probolinggo) dan Resty Aprillia. Sementara Hannan Nuryadin, pecatur asal SMPN 1 Jember berhasil menempati posisi ke-11 dengan perolehan 5 poin. (hdi)

• Selasa 8 Februari 2011

basket Sahabat Banyuwangi Kawinkan Juara

Klub basket putra dan putri Sahabat Banyuwangi menunjukkan keperkasaannya dalam Kejuaraan Basket Antarklub KU-20 Wilayah Timur Jawa Timur (Wiltim Jatim). Dalam even yang dihelat di Lapangan Basket Alun-alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo Bondowoso, berhasil mengawinkan gelar juara putra dan putri. Sahabat mengalahkan lawan-lawannya sejak laga penyisihan pada 30 Januari lalu hingga laga final, Sabtu malam (5/2). Pada laga final putra, Sahabat mengalahkan PNJ (Politeknik Negeri Jember) dengan skor 8566, yang menyandang gelar runner up. Sedangkan putri Sahabat mengukuhkan diri sebagai juara setelah laga terakhir melibas PNJ dengan skor telak 32-9. ”Pertandingan kelompok putri yang diikuti lima klub, menggunakan sistem setengah kompetisi. Putri Sahabat menjadi juara setelah memenangkan seluruh pertandingan,” kata Ketua Panpel yang juga Ketua Pangkab Perbasi Bondowoso Joko Wahyudi, kemarin. Sukses putra Sahabat menjuarai kejuaraan antarklub di Bondowoso, sudah terlihat pada babak semifinal. Ini setelah, mereka menekuk kandidat juara klub Garuda Jember dengan skor 5644. ”Kemenangan atas Garuda Jember di semifinal, membuat langkah Sahabat lebih mudah mengalahkan pemenang PNJ Jember melawan Brother Kraksaan Kabupaten Probolinggo pada laga final,” ujar Joko. Sementara itu, keberhasilan putri Sahabat menjuarai kejuaraan sudah diprediksi sejak awal. Karena, sebelum laga terakhir mengalahkan PNJ Jember pada Sabtu malam (5/2), mereka telah mengemas tiga kemenangan telak. (ido)

HERU PUTRANTO/RJ

GAGAL DI KANDANG: Di BBJ 2009 lalu, Ali Amrah Muhammad mengalahkan Suyud Hartoyo dari Bali. Namun di ICCRI Cup kemarin Suyud revans menang. Ali Amrah pun terpental ke posisi 18 dengan 6,5 poin.

MAN Bondowoso Juara Lewat Drama Adu Penalti BONDOWOSO - Mandrasah Aliyah Negeri (MAN) Bondowoso berhasil mengukuhkan diri sebagai juara Liga Sepak Bola Pelajar Bondowoso (LPB) 2011 tingkat SMA. Keberhasilan tim polesan pelatih Iwan Setiawan ini diraih setelah mengalahkan SPPM Tegalampel dengan skor 5-4 (1-1) melalui drama adu penalti dalam laga final di Stadion Magenda Bondowoso, kemarin sore. Dalam laga final yang dipimpin wasit Edi, MAN unggul lebih dulu pada menit ke-18, melalui sontekan gelandang serangnya Muri.

Namun SPPM berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 melalui tendangan keras Bobby menit ke-28 memanfaatkan bola skrimit di kotak penalti MAN. Skor imbang 1-1 tersebut, membuat suhu permainan pada babak kedua meningkat. Para pemain MAN dan SPPM silih berganti melakukan serangan. Namun, ketatnya pertahanan dan kurang tenangnya barisan penyerang kedua tim, membuat skor 1-1 tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan wasit Edi. ”Karena skor 1-1, akhirnya dilakukan adu penalti untuk menen-

tukan pemenangnya,” kata Ketua Panpel LPB 2011 Tri Sugeng kemarin sore. Dalam drama adu penalti, keberuntungan berpihak pada MAN. Dari lima algojo MAN, hanya satu algojo yang gagal menjebol gawang SPPM yakni kapten tim Zaenal. Sedangkan, dari lima eksekutor SPPM, hanya dua eksekutor yang bisa menjalankan tugasnya dengan baik. ”Tiga pemain yang gagal adalah  Ahmad, Bobby, dan Dibuava,” kata Tri Sugeng. Meski menelan kekalahan dari MAN dalam laga final, namun tidak terlalu membuat kecewa

kubu SPPM. Ini karena, dua pemain SPPM berhasil meraih predikat pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak ”Gelar pemain terbaik direbut Bobby dan pencetak gol terbanyak diraih Rudi dengan jumlah 4 gol,” terang Tri Sugeng. Sementara itu, SMK 3 Bondowoso akhirnya merebut trofi ranking ketiga LPB 2011 SMA. Pada laga perebutan ranking ketiga di Stadion Magenda Bondowoso kemarin sore sebelum laga final, SMK 3 menundukkan SMA 1 Grujugan dengan skor 1-0 (1-0). Gol semata wayang SMK 3 dicetak Ardiyanto pada menit ke-25. (ido)

HASIL AKHIR LPB 2011 SMA Juara : MAN Bondowoso Runner Up : SPPM Tegalampel Ranking III : SMK 3 Bondowoso Ranking IV : SMA 1 Grujugan

Merryatul Kiptiyah, Master Nasional Wanita Pertama asal Lumajang

Nekat ke Jakarta Meski Dana Percasi Tersendat-Sendat Sejarah catur junior dari Lumajang. Merryatul Kiptiyah dari Percasi Lumajang meraih gelar master catur wanita (MNW). Ia pun menjadi satu-satunya wanita dari Jawa Timur yang lolos ke Pelatnas Sea Games tahun ini.

Hadi Sumarsono. Jember

Wajah Merryatul Kiptiyah, di Aula Puslitkoka (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao) Jember akhir pekan kemarin, tampak berseri-seri. Siswi kelas 2 SMAN 1 Lumajang ini benar-benar bahagia. Dengan mantap, dipandangnya semua bidak catur yang tertata rapi di hadapannya. Merry, panggilannya, menunggu pecatur idolanya, GM Utut Adianto (Jakarta) memberikan langkah pertama. Setelah salaman sejenak, kedua pecatur ini pun melangsungkan partai simultan antara pecatur junior lawan seorang grand master. Hari itu, pecatur yang tinggal di jalan Letjen Sutoyo 4 Lumajang ini bangga bukan kepalang. Bukan karena bisa berhadapan

Jumai/rj

LAWAN GRAND MASTER: Merry menang dalam simultan catur lawan GM Utut Adianto Sabtu pagi, akhir pekan kemarin.

dengan seorang grand master yang namanya sudah kondang seantero Indonesia, lebih dari itu, dia berhasil mengalahkan seorang Utut Adianto! Merry adalah satu dari tujuh pecatur yang menang lawan Utut Adianto di partai simultan

sebagai rangkaian Kejuaraan ICCRI Cup I yang berakhir Ahad malam kemarin. ”Setelah sukses di Jakarta, saya makin percaya diri,” cetusnya, usai mengikuti partai simultan bersama 29 pecatur lainnya. Tahun ini memang tahun emas

Merry. Ia lolos ke Pelatnas Sea Games di Jakarta 2011 ini. Dari Jawa Timur, Merry menjadi satu-satunya pecatur wanita yang dipanggil ke Jakarta bersama Khoirul Anam MF asal Probolinggo (wakil kelompok putra). Mulai 14 Februari ini

Merry akan bergabung dengan tujuh pecatur top Indonesia lainnya untuk mengikuti pemusatan latihan Sea Games 2011. Sukses Merry dan catur Lumajang muncul saat seleksi nasional (seleknas) Catur Sea Games Putri, yang digelar 24 Januari 2011 lalu. Saat itu, dengan dana yang pas-pasan Pengkab Percasi Lumajang nekat memberangkatkan Merry ke Jakarta. Ia ikut seleksi melawan 27 pecatur top nasional yang datang dari seluruh pelosok Indonesia. ”Rata-rata lawan Merry adalah para master nasional (wanita),” kata Soehardjo, ketua Percasi Lumajang. Di seleksi Merry keluar di posisi keempat dengan poin 7, dari 12 babak yang dilombakan. Posisi itu sudah cukup bagus, karena yang diambil untuk menjalani TC Sea Games sampai urutan ke-8. Karena keluar di urutan ke-4 dengan poin yang bagus, maka Merry juga berhak atas gelar master nasional wanita (MNW). Dalam seleksi, Merry hanya kalah lawan tiga pecatur yang peringkatnya berada di atasnya, yakni Medina Warda Aulia (master fide wanita sekaligus juara seleknas tersebut asal DKI Ja-

karta), Felica Trenseno MNW (DKI Jakarta) dan Dewi Citra MNW (Kaltim). ”Padahal, di Kejurnas Catrur Junior Medina sempat dikalahkan Merry,” kata Soehardjo. Merry pun bermain remis melawan dua master nasional yakni Kadek Iin Dwi Jayanti (Bali) dan Norasya Verdiana (Kalsel). Sebaliknya, Merry sukses mengalahkan lawan-lawan berat seperti Gerhana Kartina (Riau) yang notabene mantan juara Kejurnas Catur tahun lalu. ”Kebanggaan Merry adalah bisa revans lawan pecatur yang pernah mengalahkannya,” lanjutnya. Ia menambahkan, dari Jawa Timur sendiri sebenarnya

yang ikut seleknas tersebut ada dua pecatur. Selain Merry, masih ada Hanik Dwi Nurlaili yang lebih dulu bergelar master nasional wanita. Namun posisinya jauh di bawah Merry, yakni di posisi 19 dengan raihan 4,5 poin. ”Ini kejutan besar dari Percasi Lumajang. Selama ini dana masih megap-megap. Namun bisa mencetak pecatur nasional. Ini awal yang baik. Setelah Merry muncul, kami ingin mencetak pecatur nasional lain. Peluang itu sangat terbuka, karena masih ada Fariha Masriroh (SMPN 1 Lumajang), rekan tanding Merry sendiri,” lanjut Soehardjo. (*)


radar jember