Issuu on Google+

1 Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

Ikuti poling di :

www.new7wonder.com

PANGAN LOKAL: Wakil Gubernur NTT, Esthon Foenay didampingi Kadis Pariwisata, Ans Takalapeta dan Bos SudiMampir, David mencicipi hidangan kas pangan lokal serba jagung di stand SudiMampir usai membuka NTT Expo di Museum NTT pekan lalu.

S

etelah sempat terhenti akibat penerapan berbagai regulasi yang terkesan mempersulit para peserta maka mulai tahun 2010, event relly layar internasional; Sail Indonesia kembali menyinggahi destinasi-destinasi wisata unggulan di NTT. Selain berkunjung ke destinasi lama seperti Alor-Lembata-Maumere-Ende-Nagekeo dan Labuan Bajo, sebagian peserta juga diarakan untuk menyinggahi rute RoteNdao-Sumba-Sumbawa dan bertemu di Labuan Bajo. Event ini akan menjadikan Kupang sebagai entry point dari Darwin,�kata Ketua Yayasan Cinta Bahari Indonesia, Raymond Lesmana kepada Fortuna usai melakukan survey di Rote Ndao pekan lalu. (Bersambung ke hal. 14)

D-III Keperawatan UNIPA Maumere,

Terbaik di Indonesia Timur SUNGGUH tak terpungkiri bahwa kehadiran Universitas Nusa Nipa (UNIPA) di Maumere, telah menjadi ikon pendidikan tinggi di Kabupaten Sikka. Dalam perjalanan membangun bumi nyiur melambai kabupaten Sikka lewat bahasa pendidikan, kini ada sebuah predikat terbaik di Indonesia Timur harus disematkan pada Program Studi Diploma

CMYK

III Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Unipa. Tentu kita ragu akan hal ini namun kenyataan mengukir demikian. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNIPA Maumere, Benediktus Toki, SKM, M.Kes, ketika ditemui Fortuna di kampus UNIPA pekan lalu membenarkan bahwa fakultas yang dikendalikannya menerapkan bersambung ke hal. 14

Benediktus TokiSKM,Mkes

2

Editorial Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

P

erguruan Tinggi (PT) mengemban amanah yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan dan pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat. Dharma yang kedua (penelitian) adalah ciri khas sebuah PT sekaligus mempertegas perbedaan antara PT dan sekolah lanjutan. PT akan disebut sama dengan sekolah lanjutan manakala tidak melakukan aktifitas penelitian. SECARA matematis, porsi antara ketiga dharma tersebut sama yakni masing-masing 33,33%. Artinya tidak ada yang superior di antara ketiganya, tetapi saling mendukung dalam rangka membangun sebuah PT. Peranan ketiga-tiganya akan lebih solid manakala ada keterkaitan di antaranya, bukan sekedar penjumlahan. Misalnya, masalah yang timbul dalam pendidikan dan pengajaran atau pengabdian kepada masyarakat akan diselesaikan melalui penelitian. Hasil penelitian yang baik merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dan kebanggaan institusi. Oleh sebab itu kita tidak boleh berKabupaten Lembata secara geografis terletak diantara 08째,04-08째,40 LS dan 122째,38-123째,57 BT. Bagian Utara berbatasan langsung dengan laut Flores, Bagian Selatan dengan laut Sawu. Sedangkan pada bagian Timur berbatasan dengan selat Marica dan kabupaten Alor serta pada bagian Barat berbatasan dengan selat Boleng, selat Lamakera dan kabupaten Flores Timur.

Pemimpin Umum/Pemred: Fidelis N.Nogor Redaktur: Marianus Timotheus; Elas Jawamara; Bung Langsinus; Vincent Sakunab Sekretaris Redaksi: Theresia Tanger; Ela Staf Redaksi: Elas Jawamara; Marianus Timotheus; Yoanita Wake; John Jone; Roby Fahik; Stanis Akoit; Vincent Sakunab Penasehat: Dr. Felisx Tans, MEd; Ferdy Elim.; Cyprianus Aoer. Daerah : Elas Jawamara (Kota Kupang); Vincent Sakunab (Kab. Kupang); Agus Bahan (TTS); Yoseph Tab (TTU); Roby Fahik; Pongky Seran (Belu); Elkan (RoteNdao); Stef Sumandi (Maumere); Sipri Gharu (Ende); Albert Blikololong (Lembata); Karolus Permata (Nagekeo); Pius Mai Dhei (Ngada); Tonny Ranggu (Ruteng/Borong); Robertus Tunti (Mabar); Andreas Mbuka (Waingapu); David; Diana (Sumteng,Sumbar); Berto; Mayang (Alor). Grafis/ Layouter: Yarid Saudila/Vico S. Patty Alamat Redaksi: Jl. El Tari II RSS Oesapa Blok A/No.14 Telp. 0380-881606 Mobile: 081339358252, Email: fortuna_media@yahoo.co.id Rekening: BNI Capem UNDANA Kupang, 158450109 a/n. Lembaga Peduli Pemuda Mandiri WARTAWAN TABLOID FORTUNA SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL

Iklan & Promosi Hubungi: 0380-881606 081339458252

pikir parsial, mengajar saja (sebaiknya jadi guru sekolah lanjutan), meneliti saja (sebaiknya bekerja di balai penelitian) atau hanya melakukan pengabdian kepada masyarakat (yang diabdikan adalah hasil-hasil penelitian). Namun kita harus berpikir sistemik dalam mengimplementasikan Tri Dharma tersebut. Banyak sekali tawaran hibah penelitian dari DP2M Dikti seperti hibah bersaing, hibah pekerti, hibah pascasarjana, hibah penulisan buku teks, hibah penulisan buku ajar, hibah kompetitif sesuai prioritas nasional dan hibah unggulan strategis nasional. Selain itu ada penelitian inKabupaten ini baru sepuluh tahun otonomi namun dari jendela dunia, Lembata sudah sangat terkenal dengan potensi alam dan kekayaan seni budaya yang unik. Keunikan budaya Lembata baik dalam ritual adat, sumber-sumber kerajinan tangan rakyat, atraksi, musik daerah dan permainan rakyat. Salah satu keunikan budaya yang telah mendunia yakni budaya tradisional penangkapan ikan paus di desa nelayan Lamalera, Kecamatan Wulandoni. Budaya perburuan paus di Lamalera selalu menjadi magnet pariwisata yang tak pernah sepi pengunjung. Namun, kondisi pantai itu masih jauh dari yang diharapkan. Masih sangat memprihatinkan. Siapa yang harus peduli? Kepala Dinas Pariwisata dan Seni budaya Lembata Wens Ose Pukan berjanji akan memberi polesan agar budaya penagkapan paus secara tradional semakin mempesona. Pukan juga mengatakan selain budaya penagkapan paus di Lamalera salah satu tempat wisata yang akan dibenahi adalah Pantai Waijarang di kecamatan Nubatukan dan pantai pasir putih Mingar di kecamatan Nagawutung. Mantan KTU Bappeda Lembata ini mengatakan, pantai pasir putih Mingar dan Waijarang sebagai salah satu aset pariwisata NTT merupakan milik pemerintah Propinsi NTT yang dikelola oleh Pemerintah kabupaten Lembata. Kompensasinya, menurut dia, pendapatan dari pengelolaan kedua obyek ini hasilnya 80 persen untuk Pemda, sedangkan 20

Porsi Mengajar dan Penelitian Dosen Harus Seimbang Oleh : Hasan Ibrahim,S.Pt M.Si*)

ternal institusi (RUTIN) serta masih banyak tawaran penelitian dari penyandang dana lain. Sepintas kita menganalisis, tawaran-tawaran penelitian tersebut dapat mengancam keberadaan dharma pertama (pendidikan dan pengajaran), karena perhatian dosen kepada dharma pertama ini tidak fokus lagi yang pada gilirannya akan menurunkan kualitas pendidikan dan pengajaran jika tidak segera diantisipasi. Para dosen lebih cenderung mempersiapkan diri untuk melakukan penelitian. Upaya solutif dalam rangka menyeimbangkan dharma pertama (pendidikan dan pengajaran) serta dharma kedua (pene-

litian) adalah mewajibkan setiap dosen untuk mengisi Equivalen Waktu Mengajar Penuh (EWMP). Dengan mengisi EWMP ini dapat diketahui alokasi waktu yang disediakan oleh dosen untuk mengajar selama seminggu. Data EWMP sebagai acuan untuk menentukan keterlibatan seorang dosen dalam melakukan penelitian. Contoh, Alokasi waktu untuk melakukan dharma pertama adalah A jam/minggu sedangkan dharma kedua adalah B jam/ minggu. Diketahui waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kedua dharma tersebut adalah X jam/mingu, maka keseimbangan terjadi manakala A + B = X

(di mana A dan B ? 0, karena kita adalah PT bukan sekolah lanjutan sehingga penelitian tidak ada atau balai penelitian sehingga pendidikan dan pengajaran tidak ada). Apabila hasil penjumlahan A dan B > X atau dengan kata lain penjumlahan alokasi waktu untuk dharma pertama dan kedua melebihi waktu tersedia untuk melakukan kedua dharma tersebut maka secara moral penelitian si dosen tersebut kurang berkualitas jika tidak dikatakan gagal. *) Kepala Bidang Penelitian, pada Unit P2M Politani Kupang

MELIRIK POTENSI UNGGULAN LEMBATA (2) Catatan : Albert Blikololong

persen diserahkan ke Pemerintah Propinsi NTT. Ia mengatakan, kedua obyek wisata pantai ini memang perlu mendapat pembenahan serius karena merupakan salah satu obyek wisata pantai yang selalu dipadati pengunjung setiap akhir pekan atau hari minggu, termasuk hari libur. "Apalagi Pantai waijarang juga merupakan salah satu aset daerah yang dikelola untuk menambah Penghasilan Asli Daerah (PAD). Karena itu, Pantai Waijarang perlu mendapat sentuhan pariwisata yang serius," tegas Kadis asal desa Belabaja ini. Ia menjelaskan lagi, secara natural (alami), daya tarik alam di pantai Waijarang sangat memikat para wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, terutama wisatawan di kota Lewoleba dan sekitarnya. Setiap hari Minggu, pantai Waijarang selalu dipadati pengunjung yang datang berkelompok, keluarga atau muda-mudi untuk menikmati panorama pantai yang indah dan alam yang mempesona. Karena itu, pemerintah akan terus membenahinya. "Yang perlu diperhatikan adalah berbagai fasilitas yang ada di pantai waijarang seperti home stay dan perlengkapan lain

perlu dibenahi sehingga membuat para pengunjung kerasan dan enjoy di pantai Waijarang," kata Pukan. Selain obyek wisata yang menakjubkan, komoditi Rumpul Laut pun menjadi primadona bagi masyarakat pesisir pantai di Kabupaten Lembata. Budidaya rumput laut di Lembata, telah menyebar di 9 kecamatan dan mulai mengangkat kesejahteraan masyarakat di daerah itu. Pengembangan budidaya rumput laut Kabupaten Lembata mesti menjadi prioritas. Prioritas ini perlu dibangun karena perairan NTT memiliki potensi ikan dan rumput laut yang ber-

nilai ekonomis tinggi. Manakala potensi ini dilirik serius maka dipastikan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan. Hasil investigasi Tabloid Fortuna, budidaya dan produksi rumput laut, selain memberi pendapatan bagi daerah, juga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat pesisir setempat. Lembata adalah kabupaten dengan laut yang luas. Laut ini menyimpan potensi perikanan, rumput laut dan kekayaan lainnya yang begitu besar. Dengan konservasi Laut Sawu, pemerintah mencoba menggiring masyarakat pesisir untuk membudidayakan rumput laut....... (bersambung)

Pantai Lewolein salah satu obyek wisata andalan di Lembata

Layanan Promosi/Iklan Se-NTT Langsung Hubungi : Elas Jawamara (Kota Kupang), 085253203649, Vinsen Sakunab:081339183459 (Kab.Kupang), Agustinus Bahan: 085239153690,Oktovianus Solle : 081237387102 (TTS).Yosep Tab : 085253083824, Dolfi Kolo:081353845910 (TTU), Pongky Seran : 085253314854,Roby Fahik: 085253368808 (Belu),Yunaedi Panie,Elkan,081353962700 (RoteNdao),Stef Sumandi : 085253327184 (Maumere), Sipri Gharu,081338798579 (Ende), Albert Blikololong:085239092901 (Lembata),Kalistus Amekae: 081328840193,Wily Daga,085239463253 Yonas Djo:081339182307 (Nagekeo),Pius Mai Dhei: 085239146047 (Ngada),Didimus Naka:081353749988 (Ruteng),Heri Egot: 085239764408, Ino :081339226552 (Mabar), Andreas Mbuka (Waingapu), David Diana (Sumteng,Sumbar),Krinius Klaping, 085253011754, Kevin 081353778129, Berto 085253205259 (Alor).

Center Informasi : Telp : 0380-881606, Moblie : 0813399458252

3

Ekbis Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

Dari Kunker DPRD NTT

Infrastruktur di Sikka Perlu Dibenahi P

ertengahan Oktober lalu, empat orang anggota DPRD Provinsi NTT melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sikka. Kunjungan ini merupakan yang pertama usai dilantik menjadi anggota DRPD NTT. Mereka adalah Drs. Paulus Moa dari Fraksi Partai Golkar (Ketua tim), Drs. Benyamin Mula Wodon dari Fraksi Partai Demokrat (Sekretaris), Drs.Kristo Blasin dari Fraksi PDI Perjuangan dan Ir. Oswaldus dari PPRN (Fraksi Gabungan). Ada banyak materi yang menjadi misi dan fokus perhatian DPRD NTT dalam kunjungan kerja kali ini mulai dari masalah sosial politik, administrasi pemerintahan, sosial kemasyarakatan, infrastruktur, pembangunan pendidikan dan kesehatan dan lain sebagainya.

masing thema dan materi kunjungan kerja para anggota dewan terhormat ini akan diturunkan pada Tabloid Fortuna secara berseri pada beberapa edisi kedepan. Yang menjadi isu utama dan menarik untuk diturunkan redaksi kali ini adalah soal pem-

MENINJAU: Anggota DPRD NTT, Paulus Moa dan Benyamin M. Wodon ketika berkunjung ke Pantai Teluk Maumere guna melihat bangunan tembok penahan gelombang

Mereka memanfaatkan waktu sepekan itu untuk menyaring aspirasi langsung dari masyarakat dan juga mendengarkan apa keberhasilan dan kandala yang dialami pemda Sikka dalam melaksanakan berbagai agenda pembangunan. Selengkapnya tentang masing-

bangunan akses dan infrastruktur di Kabupaten Sikka. Rupanya isu inipun menjadi sangat mendesak bagi dewan di awal kunjungan kerjanya. Maka dari itu, selain bertatap muka dengan Bupati dan jajaran Muspida Sikka dihari pertama kunjungan kerjanya, para anggota dewan

ini langsung menuju ke lokasilokasi terpencil di kabupaten Sikka. Tujuanya meliat dari dekat lokasi-lokasi yang selama tahun 2009 ini mendapat porsi anggaran untuk peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan dan lain sebagainya. Data yang dihimpun menunjukan bahwa untuk peningkatan arus lalu lintas perekonomian dan kepariwisataan di Sikka maka pemerintah kabupaten dan provinsi hendaknya meningkatkan beberapa status jalan kabupaten menjadi jalan provinsi. Misalnya ruas jalan dari Waipare -Bola yang sudah berjalan 2 tahun anggaran, agar dapat dilanjutkan sisanya sepanjang 22km. Demikian pula ruas jalan Bola-Mapitara dan Nanga Hale-Mapitara agar dapat ditingkatkan statusnya menjadi jalan provinsi. Ruas jalan ini juga diprediksikan mampu menghubungkan dan menjadi jalan lingkar selatan yang menghubungkan Waipare -Bola -Mapitara- Patiahu-Waiblama-Wulanggitang /Flotim. Tim Kunker DPRD NTT juga meminta agar jalan lingkungan di Kabupaten Sikka seperti Wolokoli, Maget Legar, Bora, Hewokloang, Paga, Mego, Taka Plager dan Waigete juga perlu mendapat dukungan dana, baik APBN, APBD I serta APBD II Kabupaten Sikka. Dalam kunjungan ke Kecamatan Bola, DPRD NTT menemukan perlunya pembangunan tembok penahan tebing di bagian Selatan gereja Bola walau

Bersambung ke hal. 14

Lamban, Peningkatan Status Kota Maumere

U

Drs. Paulus Moa

Drs. Kristo Blasin

Drs. Benyamin M. Wodon

Ir. Oswaldus, M.Si

paya peningkatan sta tus Kota Maumere menjadi Kota Otonom yang digagas Pemerintah Daerah Sikka berjalan sangat lambat. Tim kunjungan kerja DPRD NTT tetap memberikan spresiasi yang tinggi terhadap setiap upaya untuk mewujudkan kota Maumere sebagai kota otonom. Pemerintah Provinsi NTT diharapkan untuk di proses ke forum paripurna DPRD Provinsi NTT untuk disetujui dan disyahkan," kata Tim Kunjungan Kerja DPRD NTT ketika berdialog dengan Bupati Sikka dan anggota muspida di kantor bupati Sikka beberapa waktu lalu. Tim Kunker juga menilai, masyarakat kabupaten Sikka sangat menyesalkan kinerja Pemda Sikka dan provinsi terhadap proses dan prosedural meningkatkan status kota Maumere menjadi Kota Otonom yang diharapkan dapat terlaksana pada tahun 2009 namun harapan itu tidak menjadi kenyataan. Penyesalan masyarakat ini diharapkan dapat mendorong baik pemerintah Kabupaten Sikka maupun pemerintah provinsi agar dapat segera menjawab harapan ini seiring dengan telah rampungnya kelengkapan dokumen administrasi sebagai syarat mutlak terbentuknya Koto Otonom Maumere.

4

Ekbis Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

SALON CHRISTY Peduli Upaya Peningkatan SDM Dinas Nakertrans Propinsi NTT bekerjasama dengan LPKS Christy Salon menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Tata Rias Wajah dan Perawatan Rambut bagi para pencari kerja di NTT. kegiatan ini dilaksanakan selama 30 hari terhitung sejak tanggal 14 Oktober sampai 18 November 2009 dan mengambil lokasi di Salon Christy, Jln Wolter Mongensidi Ruko Lontar Permai Blok B No 24 Kota Baru Kupang.

Kepala Bidang Nakertrans Propinsi NTT, Abraham Djumina, pose bersama pimpinan dan kru Salon Christy usai menutup kegiatan pelatihan pekan lalu PIMPINAN Salon Christy Mery R,Ch.Balo Messah dalam laporannya pada acara penutupan pelatihan tersebut mengatakan materi pelatihan disusun sedemikian rupa untuk memudahkan para peserta. Adapun jumlah peserta pelatihan seban-

yak 16 orang wanita dari berbagai latar belakang pendidikan. Pada kesempatan itu Mery Messah mengucapkan rasa terimakasih kepada seluruh jajaran Nakertrans Propinsi NTT yang memiliki kepedulian dalam upaya peningkatan sumber daya

manusia di Propinsi NTT. Salon Christy lanjut Mery Messah mempunyai program bantuan Sosial yang khusus didanai oleh Salon Christy untuk pelatihan Gratis bagi ibu-ibu rumah tangga yang belum bekerja. Dikatakan dalam rencananya, dari setiap kecamatan akan direkrut masing-masing 5 orang. Sementara itu Kepala Bidang Nakertrans Propinsi NTT, Abraham Djumina yang mewakili Kepala Dinas Nakertrans dalam sambutannya ketika menutup kegiatan ini mengatakan bersolek cantik tidak selamanya membutuhkan biaya yang mahal. Dinas Nakertrans kata Jumina, berkomitmen membekali para pencari kerja termasuk ibu-ibu rumah tangga untuk memiliki kompetensi dan ketrampilan tertentu termasuk menjadi penata rias. Dia berharap agar apa yang sudah diberikan dan difasilitasi oleh pemda kepada para peserta melalui pelatihan ini supaya dilanjutkan dan dikembangkan dalam kesehariannya. Dia juga mengakui bahwa kerjasama pelatihan dengan Salon Chisty ini merupakan yang pertama dilaksanakan dan akan terus dibina demi mendukung program pemerintah dalam mengurangi pengangguran di propinsi NTT. ( Sakunab/42na).

DPRD Dukung PKL Jualan di Pertokoan Ruteng WAJAH Kota Ruteng, ibukota kabupaten Manggarai beberapa tahun ini semberawut. Para Pedagang Kaki Lima (PKL) dari berbagai kampung di Manggarai ramai menjajakan dagangannya di depan pertokoan di Kota Ruteng. Mereka mendirikan stand-stand beratapkan terpal. Dagangannyapun bermacam-macam mulai dari sayur-sayuran, pakaian, sabun, alatalat pertanian hingga daging babi. Dari hari ke hari jumlah mereka bertambah. Kondisi tersebut membuat beberapa rumah toko yang berhadapan langsung dengan stand-stand itu seolah tertutup dari pandangan para pengunjung. Tindakan para penjual ini membuat berang para pemilik Ruko Beberapa pemilik rumah toko yang tidak mau namanya dikorankan menyayangkan tindakan para PKL yang berjualan pas di depan pintu rumah-rumah toko. Menurut mereka, tidak seharusnya para PKL berjualan di depan pertokoan karena pemerintah kabupaten Manggarai dari dahulu sudah menyiapkan tempat untuk memamerkan atau menjual dagangannya yaitu di Pasar Inpres Puni. Pemiliki Ruko meminta pemerintah segera merelokasi para penjual ke tempat yang sebenarnya. Terkait dengan itu, anggota DPRD Kabupaten Manggarai dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Gaguk Gregorius,di kantor DPRD Manggarai pekan lalu mengatakan pihaknya mendukung program pemerintah. Menurut Ketua Komisi B ini, program pemerintah saat ini adalah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak khususnya lembaga keuangan daerah Manggarai untuk mendatangkan sejumlah alat angkut barang seperti grobak-grobak dan dibagikan kepada semua PKL yang sudah terdaftar. Sedangkan untuk yang tidak terdaftar belum bisa diberikan alat angkut tersebut.alat tersebut katanya bisa membantu para PKL untuk berjulan namun tetap memperhatikn faktor pasar dan keindahan kota. Hal senada disampaikan anggota DPRD yang lain Robert Funay dari Fraksi Manggarai Bersatu. Menurutnya secara perlahan dewan mendukung program yang saat ini dijalankan pemerintah Kabupaten Manggarai. Funay menambahkan pihaknya tidak bisa mengusir atau memindahkan para PKL begitu saja ke tempat lain karena secara filosofis mereka (Pedagang kaki lima-red) juga membutuhkan makan untuk mempertahankan hidup dan untuk itu mereka mencari tempat yang ramai untuk menjajakan dagangannya. "Soal pedagang kaki lima, kami masih mendukung program yang sedang dijalankan pemerintah Kabupen Manggarai. Mereka tidak bisa dipindahkan atau diusir ke tempat lain karena secara filosofis mereka butuh makan untuk hidup. Karena itu mereka mencari tempat ramai untuk berjualan",kata Funay. (NiRa/42na)

Keluarga Besar PT.PLN (Persero) Wilayah NTT Cabang Kupang

Keluarga Besar PT.PLN (Persero) Wilayah NTT Cabang Kupang

Jl. Palapa No.27 Kupang- Nusa Tenggara Timur

Jl. Palapa No.27 Kupang- Nusa Tenggara Timur

Mengucapkan Selamat atas dilantiknya

Mengucapkan Selamat atas dilantiknya

Pimpinan DPRD Kota Kupang Periode 2009-2014

Pimpinan DPRD NTT Periode 2009-2014

Atas nama :

Atas nama :

VIKTOR LERIK,SE Sebagai Ketua DPRD Kota Kupang

YESKIEL LOUDOE Sebagai Wakil Ketua DPRD

FRANS ADRIANUS Sebagai Wakil Ketua DPRD Semoga Tuhan selalu menyertai bapak-bapak dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat Kota Kupang

ttd MANAGER

Drs. Ibrahim A. Medah Sebagai Ketua DPRD NTT

Nelson Obed Matara,S.Ip Sebagai Wakil Ketua DPRD NTT

Drs. Libert S.Foenay,MS Sebagai Wakil Ketua DPRD NTT

Anselmus Tallo,SE Sebagai Wakil Ketua DPRD NTT Semoga Tuhan selalu menyertai bapak-bapak dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat NTT

ttd MANAGER

5

Ekbis Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

Dispar dan BPMD Ende Tingkatkan Budaya Cinta Pangan Lokal Dukungan Pemerintah akan pemanfaatan pangan lokal terus dilakukan bahkan menempatkan pangan sebagai salah satu pilar pembangunan. Hal ini mengingat peran pangan yang sangat strategis dan merupakan salah satu indikator tingkat kesejahteraan masyarakat. Ditingkat dunia pun, permasalahan pangan sebagai salah satu hak azasi yang harus dipenuhi.

Dra. Anna Any Labina

Martinus Ndate, SH

KABUPATEN Ende merupakan salah satu daerah yang mempunyai komitmen tinggi terhadap pembangunan ketahanan pangan melalui programnya yaitu budaya mengkonsumsi pangan lokal. Perwujudan ketahanan pangan adalah kewajiban pemerintah dan masyarakat. Pemerintah menyelenggarakan pengaturan, pembinaan, pengendalian, dan pengawasan terhadap ketersediaan pangan yang cukup,

baik jumlah mutunya, aman bergizi, merata, dan terjangkau oleh daya beli masyarakat. Ditemui FORTUNA diruang kerjanya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende Dra. Anna Any Labina mengatakan untuk menidaklanjuti program Bupati Ende yaitu budaya mengkonsumsi pangan lokal, pihaknya akan menginventaris dan melestarikan nilai budaya kebiasaan masyarakat menanam

Telah hadir di Maumere

tradisional lewat seremonial-seremonial adat. Sementara untuk mendukung dan menunjang semua kegiatan masyarakat yang ada kaitan dengan agrowisata pihaknya akan bekerjasama dengan lintas sektor untuk melestarikan, mengangkat kembali nilai-nilai budaya masyarakat di bidang pertanian tradisional dengan tetap lintas sektor sebagai supor teknologi pertanian yang terbaik. Dijelaskan Any Labina, untuk merealisasikan dan memotivasi masyarakat memanfatkan produk pangan lokal maka setiap event yang akan diselenggarakan Dinas Priwisata menyajikan menu makanan lokal. Menu makanan tersebut mesti diolah sedemikian rupa dari hasil pangan setempat sehingga memenuhi standarisasi 3M; bergizi, beragam dan berimbang. Menyajikan makanan lokal ini juga kata dia, secara tidak langsung mensosialisasikan makanan khas kepada setiap pengunjung yang datang. Dalam kesempatan-kesempatan seremonial-seremonial adat yang diikuti/event kegiatan budaya lainya, Anny Labina menghimbau nilai yang ditanam oleh leluhur tetap harus dilestarikan khususnya budaya menanam dan seremonial lainnya. Hal senada dikatakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Ende, Martinus Ndate, SH.

Bersambung ke hal. 14

FASILITAS & SERVICE : * 72Kamar Superior * 6 Kamar Deluxe * 1 Suite * 1 Meeting Hall Ka. 700 orang * 1 Meeting Hall kap. 200 orang * 5 Ruangan Karaoke Keluarga * 1 Restaurant Kap. 100 orang * 1 Coffee Shop Kap. 50 orang Restaurant/Room Service Air Panas/Dingin 20 Chanel TV Kabel Laundry Business Center (Print, Copy, Fax, Internet) Kolam Renang (in progress) Ball Room, Fungtion Hall Fitness Center

Jl.Gajah Mada No.88 MAUMERE – FLORES – NTT Telp : (0382)21829, email : sylviahhotelmaumere@gmaill.com

Putra/i Ende elegan saat mengenakan tenun ikatnya. Gambar diambil di Museum Tenun Ikat Ende belum lama ini

Kain Ende Laris di Borong HARI itu Selasa pekan lalu, suasana di pasar Borong, ibukota Kabupaten Manggarai Timur sangat ramai. Para pedagang dan pembeli hiruk pikuk melakukan tawar menawar barang. Mereka seolah tidak menghiraukan panasnya terik dan cucuran keringat yang membasahi tubuh. Mereka tetap asyik melakukan pekerjaannya. Di sebuah stand yang memamerkan kain tenun Ende terlihat seorang ibu yang tidak kalah sibuknya dengan pedagang lain. Dia melayani sejumlah pengunjungnya dengan ramah. Hampir tidak ada waktu baginya untuk duduk dan beristirahat sejenak. Saat Fortuna menghampirinya dia terlebih dahulu menyapa. Senyuman masih melekat di belahan bibirnya. Kepada Fortuna ibu yang enggan menyebutkan namanya ini mengatakan setiap hari pasar di Borong yang jatuh pada hari Senin dan Selasa dirinya selalu sibuk menghadapi banyaknya pengunjung yang ingin melihat dan membeli kain tenun Ende (keto) yang terpampang di standnya. Dari ceritanya, ibu ini menjual kain Ende sejak lama. Pekerjaan ini dilakukannya atas dasar hobi dan meneruskan jiwa dagang kedua orang tuannya yaitu menjual berbagai kain adat sedaratan Flores. Ia menjelaskan

harga kain tenun Ende yang dijualnya di pasar Borong berkisar Rp.250.000 hingga Rp.500.000. Harga tersebut ternyata mengundang cukup banyak pembeli. Dia menambahkan awalnya, dia tidak mengira akan ada banyak penggemar kain Ende di Borong. Karena itu, dia hanya mencoba memamerkan dan menjual beberapa lembar kain Ende di pasar Borong. Tapi lama kelamaan pengunjung semakin banyak di tempat jualanya dan semakin banyak pula yang ingin membeli kain Ende. Menurutnya,setiap hari pasar di Borong dia bisa menjual habis 6-8 lembar kain sarung Ende dan 4-6 kain selendang. Dari penjualan itu dia hanya bisa meraup untung sekitar 12 persen dari harga perlembarnya. Kain Ende diperolehnya dari Ende melalui adiknya yang saat ini melakukan pekerjaan yang sama di Ende. Namun di Ende, adiknya menjual kain tersebut pada sebuah art shop. Jika ada kain yang sudah terjual adiknya akan mengirim tambah kain tersebut lewat bis Ende ke Borong. Ibu ini berharap suatu waktu akan ada art shop di Borong sehingga bisa menjual berbagai jenis kain adat di daratan Flores dalam jumlah yang banyak. (Toni/42Na)

6

Ekbis Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

Warga Desa Alorawe - Boawae Butuh Jalan Sampai saat ini, Desa Alorawe bisa dikatakan masih terisolasi. Sarana jalan raya ke desa itu belum ada. Untuk membangun rumah atau fasilitas umum lainnya, material bangunan seperti semen dan lainnya terpaksa diangkut dengan tenaga manusia sejauh lima sampai tujuh kilometer.

Bank BRI Unit Mbay dan Pasar tradisional Mbay Desa Alorawe terletak dalam wilayah Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Kepala desa setempat, Donatus Baka, mengharapkan pemerintah kabupaten memprioritaskan pembangunan jalan raya masuk ke desa itu. Donatus Baka yang ditemui di desanya, Jumat (6/11), mengatakan, ketiadaan jalan raya masuk ke desa itu menjadi kendala utama pembagunan di desa tersebut. Untuk membangun gedung sekolah dasar dan gedung pusat kesehatan desa, mis-

alnya, warga terpaksa memikul material bangunan dari jalan raya ke desa mereka. Dia mengatakan, ada tiga proyek fisik yang sedang dilaksanakan oleh tiga kontraktor di desanya. Pelaksanaan ketiga proyek itu sangat memberatkan warganya karena mereka harus membawa material bangunan sejauh lima sampai tujuh kilometer dengan berjalan kaki."Bayangkan, warga saya harus pikul bahan bangunan seperti semen, seng,

dan mereka jalan kaki tujuh kilometer," katanya. Dia menjelaskan, medan yang dilalui ke Desa Alorawe sangat sulit. Melihat kondisi ini dikhawatirkan proyek yang dikerjakan tidak akan rampung tepat waktu. Selain itu, proyek yang ada di lokasi itu mutunya akan lebih rendah. "Bahan bangunan untuk tiga proyek itu dipikul melewati Sungai Aesesa baru sampai ke kampung. Kontraktor tidak bisa buat apa-apa dengan kondisi medan seperti itu. Apalagi sekarang sudah mulai masuk musim hujan," jelasnya. Dia menambahkan, selain proyek pembangunan fisik, tahun ini Desa Alorawe mendapat sumbangan bibit mangga unggul dari Pemkab Nagekeo. Anakan mangga itu akan dibagikan kepada warga untuk ditanam. Keluhan senada disampaikan dua warga Alorawe, Melkior Lalo (37) dan Yoseph Papu (46). Keduanya mengatakan, saat ini yang sangat dibutuhkan warga adalah sarana jalan raya dari Alorawe menuju Boawae dan dari Alorawe ke Mbay. Sebelumnya warga membangun jalan perintis secara swadaya serta jembatan gantung di mana dua tahun lalu diresmikan mantan Penjabat Bupati Nagekeo, Elias Djo. Camat Baowae, Drs Imanuel Ndun, yang ditemui terpisah, mengatakan, apa yang dikeluhkan warga Desa Alorawe itu menjadi perhatian serius pemerintah di tingkat atas. "Tahun ini Alorawe mendapat tiga proyek fisik, yaitu rehabilitasi gedung SDI Alorawe dengan dana alokasi khusus Rp 200 juta lebih, serta pembangunan puskesdes dan pembukaan jalan baru dari Desa Dhereisa sepanjang lima kilometer," jelasnya. "Sesuai program pemerintah, Alorawe menjadi sasaran beberapa program pembangunan. Diharapkan sedikit demi sedikit daerah yang terisolasi suatu saat akan lebih baik dari sekarang," katanya. (ntt-online/42na)

Galeri Wisata TTS

Tarian tradisional TTS yang sering tampil memukau dalam berbagai event

Menuju kawasan wisata alam Mutis - Fatumnasi

Rumah adat Suku Boti

Pantai Kolbana dengan keunggulan batu warna

7

Pariwisata Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

Taman Budaya NTT Minim Sarana Prasarana

19.374 Wisatawan Kunjungi Taman Nasionl Kelimutu PESONA yang indah tidak membuat Pemerintah Kabupaten Ende berpangku tangan. Mereka terus berbenah untuk mengembangkan pariwisata di sekitar Taman Nasional Kelimutu (TNK) serta di daerah-daerah penyangga. Apalagi sejak Depertemen Pariwisata dan Kebudayaan RI tahun 2006 lalu menetapkan Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu dari lima daerah unggulan pariwisata di Indonesia. Keputusan ini semakin membangkitkan semangat dan kebulatan tekad bagi pengelola TNK untuk menjadi yang terbaik dan mmeicu arus kunjungan wisatawan. Data yang diperoleh dari Balai TNK di Ende menunjukan, terjadinya peningkatan arus kunjungan wisatawan ke TNK pada tahun 2009 mencapai 19.374. Angka kunjungan ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnnya. Ini membuktikan bahwa betapa indahnya panorama alam sekitar Taman Nasional Kelimutu yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Di sisi lain peningkatan kunjungan dapat dilihat dari manajemen Pengelolaan Taman Nasional Kelimutu (TNK) yang professional terutama dalam menerima pengunjung ke Danau Kelimutu dan juga gencarnya Balai Taman Nasional Kelimutu untuk mempermosikan kenggunggulan Taman nasional Kelimutu. Dari arus kunjungan wisatawan ke Kabupaten Ende yang mengunjungi obyek wisata lainnya 95 % pengunjung rata-rata berkunjung ke Danau Kelimutu dengan lama tinggalnya 1-2 hari. Hal tersebut dipicu oleh keajaiban danau Kelimutu yang merupakan satu-satunya di dunia (danau tiga warna yang ter-

us berubah warna). Oleh karena itu untuk mempromosikan pengembangan Taman Nasional Kelimutu harus menjadi upaya bersama dan melibatkan semua stakeholder yang konsern didalam pengembangan ecotourism. juga semua komponen untuk menyikapinnya secara komperensif dan terpadu termasuk kesiapan fasilitas infrastruktur dan aksesebilitas. Danau Kelimutu menjadi lokus destinasi bagi para wisatawan yang datang ke Ende maka pengembangan dan pelestarian kawasan perlu mendapat perhatian ekstra, baik pengelola maupun masyarakat," kata Kepala Balai TNK, Gatot Soebiantoro. Dikatakan Soebiantoro, banyak hal yang telah dilakukan oleh Taman Nasional Kelimutu untuk mendukung terciptanya kawasan yang layak dikunjungi antara lain memberikan sosialisasi, pelatihan, peningkatan SDM bagi masyarakat di sekitar daerah-daerah penyangga agar nantinya para wisatawan yang berkunjung dapat berinteraksi nyaman serta memperpanjang lama tinggal. Semua usaha ini sebagai bukti bahwa Taman Nasional Kelimutu serius menggarap pariwisata agar menjadi primadona bagi pertumbuhan ekonomi di daerahnya. Juga sebagai bukti bahwa Taman Nasional Kelimutu menangkap peluang setelah NTT ditetapkan sebagai daerah unggulan tujuan wisata di Indonesia. Untuk itu diharapkan stakeholder dan masyarakat sekitar daerang penyangga Taman Nasional Kelimutu untuk menjual juga potensi alam lain yang masih natural termasuk kekayaan seni budaya daerah agar menjadi asset kekayaan yang luar biasa yang layak dijual. (sipri/42na)

SEBAGAI laboratorium pengembangan potensi seni budaya NTT, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya NTT masih sangat minim akan sarana dan prasarana pendukung. Keterbatasan fasilitas ini dipastikan bisa menjadi penghambat pelaksanann berbagai program UPT yang kini berberkomitmen kuat untuk mengembangan potensi dan pelestarian seni budaya NTT. "Kita masih sangat terbatas fasilitas pendukung untuk pengembangan budaya NTT misalnya teater tertutup, teater terbuka, serta beberapa galeri penunjang. Kondisi ini menjadi salah satu pengambat taman budaya dalam mengembangkan kreativitas peserta. Keterbatasan ini juga tentu membuat kita tidak berani menerima tawaran-tawaran dari pusat untuk menjadi tuan rumah penyelengaraan berberapa event nasional. Padahal manakala kita siap menjadi tuan rumah maka dampak ekonominya akan sangat

terasa bagi para masyarakat-pelaku usaha jasa pariwisata," ungkap Kepala UPTD Taman Budaya NTT, Dra. Yohana Lingu Langu kepada Fortuna pekan lalu di ruang kerjanya. Dikatakan Yohana, taman budaya adalah laboratorium budaya dan juga tempat penanaman nilai budaya. Sasaran binaan taman budaya adalah anakanak yang usia dini sampai pada masyarakat luas. Fungsi Taman Budaya juga adalah untuk memperluaskan/mempublikasikan dan melakukan pertunjukan kesenian daerah, theater yang ada di NTT. Nah, untuk menggapai mimpi besar ini maka butuh dukungan fasilitas sehingga para peserta bisa mendapatkan pengetahuan lebih bahkan bebas berkreativitas Yohana menegaskan bahwa saat ini taman budaya telah bermitra dengan semua komponen yang berkompeten dalam hal peningkatan dan pengembangan potensi budaya dan kesenian. Taman budaya juga katanya, siap memaksimalkan diri untuk

menggelar berbagai pelatihan dan pertunjukan bagi generasi muda yang punya kemauan untuk mengembangkan bakatnya. Harapannya, pemerintah NTT bisa memperhatikan dan membenahi kembali sarana dan prasarana yang ada sehingga kegiatan mengenai budaya dan kesenian lebih ditingkatkan bertahap kedepannya. "Manakala semua fasilitas laboratorium ada maka kita akan menggali dan mengoptimalkan kemampuan setiap peserta yang ikut dalam pelatihan. Bukan tidak mungkin kita akan menerima tawaran untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan berbagai event nasional. Anda bisa bayangkan, kontingen budaya dari 33 provinsi di Indonesia datang ke NTT, tentu akan meningkatkan pendapatan bagi pengusaha jasa transportasi, akomodasi hotel hotel, restorant, konvensi, penjual cinderamata. Ini yang kita harapkan dari pentingnya pengelolaan dan kehadiran taman budaya NTT," papar wanita yang selalu tampil energik ini. (fdl/42na)

Dra. Yohana Lingu Langu dengan latar Gedung Taman Budaya NTT

Mengucapkan Selamat Atas Terpilihnya :

Drs. SETYA NOVANTO Sebagai Bendahara umum DPP Partai Golkar

Drs. IMANUEL BLEGUR Direksi,Staf & Karyawan

Sebagai wakil sekjen DPP Partai Golkar

NOVANTO MELCIAS M.MEKENG CENTER Sebagai Wakil Bendahara Umum DPP Partai Pariode 2009 - 2014 Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi dalam menjalankan tugas dan karyanya Direktur Utama Novanto Center Kupang Ir.Mohamad Anshor

Pariwisata

8

Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

Sail Indonesia Buka 2 Rute di NTT Raymond Lesmana : Tergantung Kupang Setelah sempat terhenti akibat penerapan berbagai regulasi yang terkesan mempersulit para peserta maka mulai tahun 2010, event relly layar internasional; Sail Indonesia kembali menyinggahi destinasidestinasi wisata unggulan di NTT. Selain berkunjung ke destinasi lama seperti AlorLembata-Maumere-EndeNagekeo dan Labuan Bajo, sebagian peserta juga diarakan untuk menyinggahi rute RoteNdao-SumbaSumbawa dan bertemu di Labuan Bajo. Event ini akan menjadikan Kupang sebagai entry point dari Darwin,"kata Ketua Yayasan Cinta Bahari Indonesia, Raymond Lesmana kepada Fortuna usai melakukan survey di Rote Ndao pekan lalu.

Raymond Lesmana RAYMOND mengatakan untuk tahun depan Sail Indonesia akan dibuka kembali pada 8 kabupaten di NTT seperti Alor, Lembata, Maumere, Ende, Nagekeo dan Labuan Bajo. Pihaknya juga akan membuka jalur khusus dari Kupang menuju ke Rote dan Sumba ke Sumbawa sehingga nanti ketemunya di Labauan Bajo. Untuk NTT, katanya, Yayasan Cicnta Bahari sudah memiliki satu idea agar cruising zona dimulai dari Kupang keliling beberapa daerah kabupaten dan kembali ke Kupang dengan 10 titik terbaik di NTT. Target pasar yang sangat dekat yaitu dari Darwin-Australia. Propinsi NTT terangya, memiliki potensi yang sangat kuat. Namun potensi bahari dan potensi dari sumber kelautan belum banyak digali khususnya wisata bahari. Kondisi ini kembali lagi bahwa perkembangan suatu daerah di NTT ini sangat tergantung oleh pusat penerimaannya di Kupang sebagai entry point. Dia berpendapat,

Kadis Pariwisata Rote Ndao, Jersy Mesakh pose bersama peserta surfing internasional di depan rumah adat Ti’i belum lama ini kalau Labuan Bajo masih tergantung dari Bali tetapi disisi Timurnya Flores dan daerah lain di NTT ini sangat tergatung dari Kupang. Jadi potensi besar di daerah misalnya di Lembata, Rote dan Alor itu harus dimulai dengan terbukanya servis center di Kupang. Tanpa ada itu, maka dukungan dana dari pusat akan sangat sulit untuk didatangi atau dikembangkan dan demandnya sulit masuk. Yayasan Cinta Bahari Indonesia kata Raymond kini bahkan tengah menggagas adanya sebuah cruisingline baru di Indonesia dan itu hanya untuk NTT. Jadi tournya dimulai dari Darwin ke Kupang-Alor-Lembata-Maumere- Ende-Marapokot-Riung-Labuan Bajo turun ke Sumba-SabuRote dan kembali ke Kupang. "Ini mimpi besar kita untuk bangun NTT dan kalau itu bisa tercipta berarti merupakan satu-satunya dan pertama kalinya di Indonesia ada satu zona cruising. Hal itu sangat mungkin katanya, apabila ada planning dari pemerintah.

Potensi Rote Ndao Sangat Besar Ditanya tentang potensi bahari RoteNdao, Raymond yang saat itu didampingi isterinya Dewi mengatakan, Rote memiliki potensi bahari yang sangat besar bahkan saat ini keunggulan pantai Nembrala dan Bo'a gaungnya sudah mendunia untuk lokus penyelenggaraan surfing dan mancing internasional. Hal yang positif kata Raymond adalah bahwa saat ini RoteNdao tengah didukung dengan kebijakan bupati baru yang pro pengembangan bahari. "Kalau pemimpinnya

sudah bermimpi dan sudah memberi signal positif berupa kebijakan dari kelautan yang terbuka maka rote ini akan cepat maju. Kita harap mulai tahun 2010, Sail Indonesia bisa masuk Rote dan kita hanya menyarankan agar RoteNdao harus lebih berpacu dalam pembangunan fasilitasi, servicing, dan akomodasi. Pemda setempat diminta untuk terus membangun komunikasi untuk mendapat izin penerbangan, pelayaran yang reguler walaupun sekarang sudah cukup bagus akses lautnya. Dengan demikian Rote bisa menjadi satu kabupaten yang potensi baharinya sangat terbuka dan bisa menjadi destinasi unggulan yang paling cepat berkembang,"urainya. Terkait regulasi yang masih menjadi kandala bagi para cruiser ketika masuk ke Kupang, Raymond berharap sudah bisa diselesaikan sebelum masuk tahun 2010 dan para cruiser tidak merasa dipersulit. Hal ini dikarenakan, event Sail Indonesia hanya sebagai pemicu saja. Dia berharap pemda NTT proaktif mengurus masalah ini. Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Drs. Lens Haning,MM usai bertatap muka dengan pimpinan Yayasan Cinta Bahari Indonesia itu mengatakan kabupaten RoteNdao sangat siap untuk menerima kunjungan ratusan wisatawan yang tergabung dalam event lomba layar internasional; Sail Indonesia. "Pemerintah sangat siap untuk itu dan sekarang telah disurvei oleh Yayasan Cinta Bahari untuk bicarakan lebih intens di tingkat Jakarta dan pihak Australia. Kalau harus mulai tahun depan, kami siap,"tegas Lens Haning singkat. (fdl/42na)

Rote Ndao Miliki Kawasan Strategis Pengembangan Bahari SEBAGAI sebuah daerah otonom baru, kabupaten RoteNdao kini menunjukan geliat pembangunnya dalam berbagai bidang. Selain pertanian, sektor yang kini serius digalakan oleh pemerintahan Bupati, Lens Haning dan Wabub, Marthen Luther Saek adalah sektor bahari/ kelautan. Pembangunan RoteNdao kini bahkan mulai diarahkan ke sektor bahari melalui penetapan kawasan Boa-Nembrala, Ndao,Nuse dan Do'o menjadi lokus pengembangan bahari melalui SK Bupati. Drs. Lens Haning, MM Sejatinya, penetapan kawasan ini akan menjadi instrumen baru bagi pengembangan kebaharian di kabupaten terselatan Indonesia dan Asia itu. "Kita lihat bersama bahwa ada banyak lokasi bahari di Rote yang memiliki daya tarik wisata maka perlu ditata agar daya tarik itu bergerak menjadi sebuah daya saing dan punya kemampuan menarik minat baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara. Saat ini melalui SK Bupati, Pemda RoteNdao tengah menetapkan wilayah strategis di Kab.RoteNdao menjadi wilayah bahari strategis yang siap disupport," papar Bupati RoteNdao, Drs. Lens Haning,MM kepada wartawan di ruang kerjanya pekan lalu. Guna mendukung pengembangan kawasan ini demikian Lens, maka berbagai agenda pembangunan kelautan dan pariwisata RoteNdao kedepan bahkan diarahkan untuk mendukung penetapan kawasan bahari ini. Kegiatan bahari berskala lokal, regional maupun internasional seperti mancing, surfing dan Sail Indonesia akan digalakan untuk menjadikan laut sebagai sumber baru peningkatan ekonomi. Keputusan Bupati ini tentu telah melalui sebuah kajian serius guna menjadikan laut sebagai sumber penghidupan baru dalam upaya peningkatan kesejatheraan rakyat. Sementara untuk pembangunan bidang kepariwisataan di kabupaten RoteNdao, penetapan kawasan ini menjadikan bahari sebagai icon pengembangan parwisata. Realitas ini mesti diikuti dengan pemberdayaan potensi seni budaya, agrowisata dan ekowisata. Dengan demikian para wisatwan yang berdatangan ke Rote bisa menikmati jamuan lain misalnya berkunjung juga ke situs-situs wisata budaya dan lokasi unik lainnya seperti ke lokasi pembuatan Ti'i, tenun ikat, produksi gula air dan cinderamata-cinderamata selain menikmati alunan musik tradisional sasando. Strategis promosi yang tengah dirancang untuk mendukung penetapan kawasan strategis pengembangan bahari ini menurut Bupati Haning,adalah melalui pagelaran event yang berskala lokal, regional, nasional maupun internasional pada daerah-daerah sasaran pengembangan kawasan bahari tersebut. Bentuk promosi lain adalah melalui media masa, cetak dan elektronik termasuk melalui internet serta membangun link dengan Propinsi dan Departemen. Link ini dimaksudkan agar juga agar event ini dimasukan dalam kategori supporting, mayor, atau core event yang menjadi bagian promosi pemerintah pusat melalui agenda promosi nasional ke belahan dunia manapun. Bupati Lens Haning juga meminta masyarakat untuk menciptakan sebuah rasa aman dan nyaman bagi seluruh wisatawan yang berdatangan ke Rote. Masyarakat juga diminta terus menggali potensi seni budaya daerah dan kekhasan daerah yang nantinya memiliki nilai jual bagi wisatawan tetapi menguntungkan secara ekonomi. (fdl/42na)

9

Pariwisata Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

NAGEKEO BETEBARAN PESONA Dari dahulu Kabupaten Nagekeo menyimpan pesona wisata yang sangat menjanjikan. Langkah yang diambil Pemda Kabupaten Nagekeo untuk giat melakukan promosi dan membenahi infrakstruktur ke berbagai objek pariwisata di tahun 2009 harusnya disambut gembira berbagai kalangan baik pelaku pariwisata maupun masyarakat. Kabupaten Nagekeo adalah sebuah daerah otonom yang baru lepas dari induknya kabupaten Ngada, 3 tahun silam.

Kabupaten ini terbagi dalam 7 Kecamatan yakni, Aesesa, Aesesa Selatan, Wolowae, Nangaroro, Boawae, Mauponggo dan Keo Tengah. Masing-masing kecamatan memiliki potensi daerah yang luar biasa baik pertanian/perkebunan, pertambangan, perikanan kelautan, pariwisata dan lain sebagainya. Dari aspek pariwisata, hampir semua daerah memiliki kekhasan budaya dan alam yang berdaya tarik wisata dan memikat wisatawan domestic maupun mancanegara. Ada berbagai potensi wisata Kabupaten Nagekeo. Ada

Bupati Nagekeo, Yohanis Aoh dan wakil Bupati, Paulus Kadju dengan pakaian adat setempat diterima secara adat ketika memasuki rumah adat di Wajo

wisata pantai, wisata budaya dan juga berbagai atraksi budaya yang dapat dinikmati sepanjang tahun. Bila kita ingin menikmati wisata pantai, kita bisa mengunjungi pantai Waekokak yang berjarak 15 Km dari Kota Mbay (Ibu Kota Kabupaten). Pantai ini ,merupakan pantai pasir putih yang indah, yang terletak di sebelah barat laut kota Mbay. Akses kesana pun muda, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor selama sekitar 30 menit perjalanan. Selain Pantai Weakokak, ada Pantai Tonggo sangat cocok untuk kegiatan diving, surfing dan fishing, karena ombaknya yang bagus dan pasirnya yang putih banyak memikat hati wisatawan. Kampung Adat WAJO Yang Eksotis dan Magis Selain pantai, Kabupaten Nagekeo juga kaya akan warisan budaya. Wisata budaya di bumi Nagekeo dimulai dengan mengenal corak kehidupan masyarakat yang hingga saat ini masih mendiami perkampunganperkampungan adat. Perkampungan adat ini dikelilingi pagar-pagar batu yang tersusun rapi diatas puncak-puncak bukit. Fenomena tersebut erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat purba (masa lalu) yang di warnai dengan pertikaian antar suku. Selama menelusuri perkampungan adat, kita akan menyaksikan pesona rumah-rumah adat dan kuburan batu megalitik yang berdampingan dengan rumah-rumah warga. Konon, kepercayaan masyarakt adat setempat meyakini bahwa rumah dan kuburan batu adalah simbol kehidupan dan kematian. Simbol itulah yang dihayati secara turun temurun. Lokasi perkampungan adat ini dapat dijumpai disemua kecamatan. Salah satu wisata budaya yang masih terpelihara dengan baik yakni perkampungan Tradisional Wajo yang terletak di Kecamatan Keo Tengah. Kampung adat Wajo kini bahkan menjadi daerah tujuan wisata utama di Kabupaten Nagekeo. Menuju perkampungan Wajo kita akan disuguhi pemandangan alam yang indah dengan rinbunan pohon kelapa yang melambai. Untuk sampai ke pusat Kampung Wajo kita akan melalui tujuh tangga batu yang memilki simbol tertentu. Para wisatawan juga akan disambut dengan irama musik bambu (Ndoto) yang sangat khas. Musik Ndoto ini merupakan keunikan

bersambung ke hal. 11

Galeri Wisata Nagekeo

Ny. Lucia Lebu Raya dan Ny. Yovita Kadju pose bersama juara II lomba Busana Muslim berbahan dasar tenun ikat dari Kabupaten Nagekeo di Kupang beberapa waktu lalu

Rumah adat Wajo

Kontestan Busana Muslim dari Kabupaten Nagekeo

Nagekeo dalam festival budaya

Hasil tenun ikat Nagekeo laku dipasaran

Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

10

Pariwisata

Festival Pantai Kupang III

Wagub : Ikan Cerdaskan Intelektual SDM NTT Gereja tua Lengko Ajang dengan usia kurang lebih 100 tahun

Dispar Manggarai Timur Gelar Acara Adat F

ESTIVAL budaya sedaratan Flores dan Lembata digelar di Borong, ibukota kabupaten Manggarai Timur pada Jumad (22/11). Sebelum festival itu dimulai, Dinas Pariwisata setempat menggelar ritual adat di pantai Cepi Watu, desa Nanga Labang kecamatan Borong kabupaten Manggarai Timur. Panitia pelaksana, Alex Rahman dikonfimasi Fortuna disela-sela persiapan mengatakan ritual adat yang akan dilakukan adalah Teing Hang Wora Ceki. Acara ini bertujuan meminta persetujuan para leluhur dalam rangka kegiatan festival budaya tahun ini. Selain itu,untuk menghindari segala bentuk bencana yang selama ini kerap terjadi di pantai Cepi Watu, Borong. Acara adat ini dihadiri Kepala Dinas pariwisata Manggarai Timur,Drs.Agus Kano Umak dan Kepala Bidang Pariwisata, Manu Hendrikus. Turut hadir tokohtokoh agama di Manggarai Timur, tu'a-tu'a gendang Toka, tokoh-tokoh masyarakat Manggarai Timur, Kapolsek Borong dan Danramil Manggarai Timur. Menurut Alex untuk kegiatan festifal budaya yang digelar di Borong diikuti peserta dari semua kabupaten di daratan Flores. Alex menjelaskan kegiatan festival budaya di Borong kali ini bersifat pagelaran. Kare-

na itu akan digelar berbagai macam tarian adat dari berbagai kabupaten sebagai peserta festifal. Dari Kabupaten Manggarai Timur akan digelar tarian caci yang dipentaskan oleh anakanak Sekolah Dasar di Borong. Tarian caci ini diharapkan bisa memberikan kepuasan kepada tamu peserta festival budaya dengan segala macam kekurangannya. Karena event ini tidak untuk memperebutkan juara maka tambah Alex, panitia hanya menyediakan cinderamata yang diberikan kepada setiap peserta pada hari terakhir festival budaya dimasud. Sementara Kadis Pariwisata, Perhubungan dan Infokom Manggarai Timur, Drs. Agustinus Kano Umak mengatakan Manggarai Timur siap menyukseskan event pariwisata bergengsi tingkat Flores Lembata itu. Event tersebut juga Kata Agus menjadi media efektif untuk mempromosikan sekaligus pelestarian potensi seni budaya Flores Lembata kepada generasi muda. Menurutnya, saat ini generasi muda kita sudah mulai terpengaruh dengan anekaragam budaya luar sehingga pemerintah perlu melakukan berbagai event untuk memfilter sehingga nantinya mereka tidak jatuh dalam arus modernisasi yang kebablasan. (Toni/42na)

IKAN memiliki sumber protein yang tinggi. Ikan juga sangat bermaanfaat sebagai suatu sumber protein dalam meningkatkan kecerdasan intelektual dari sumber daya manusia NTT. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur NTT Ir, Esthon Foenay dalam sambutannya ketika membuka dengan resmi kegiatan Festival Pantai Kupang ke III tahun 2009 dan Gerakan Makan Ikan, yang berlangsung di Pantai Namosain Kupang 20/11/09. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan Dinas kebuudayaan dan Pariwisata, Dinas Perindag NTT dan LSM Swara Masyarakat Flobamora. Pada kasempatan itu pula Foenay mengatakan Wilayah NTT sangat luas lautnya daripada daratan, oleh karna itu kesejahteraan NTT ada di laut dan juga ada keunggulan-keunggulan yang spesifik di laut NTT berkaitan dengan Gemar Makan Ikan. Lanjutnya setiap tahun dalam rangka ketahanan pangan untuk memberikan kepastian bagaimana menghadapi masa paceklik maka salah satu pulau di NTT yaitu pulau Lembata juga menyiapkan ketahanan pangan melalui penangkapan ikan paus yang dimana proses penangkapannya dengan membuat acara prosesi Ritual. Ini juga merupakan salah satu Promosi Pariwisata. Wakil gubernur mengharapkan agar melalui dinas PPO agar momentum ini dimasukan dalam kurikulum lokal agar su-

paya disosialisasikan dalam struktur pembelajaran kepada anak NTT. Sementara kepada Tim Penggerak PKK NTT dan jajarannya, wagub mengarapkan agar dapat mensosialisasikan kepada masyarakat melalui Posyandu-posyandu akan maanfaat makan ikan sebagai suatu sumber Protein yang tinggi dalam meningkatkan kecerdasan intelektual dari sumber daya manusia NTT. Sementara itu kepala dinas kebudayaan dan pariwisata propinsi NTT Ans Takalapeta dalam sambutannya mengatakan NTT sangat beruntung berada diWilayah kepulauan dan Laut Sawu yang ada didepan kita penuh dengan kekayaan Alam. Sehingga Pemerintah Pusat telah menetapkan Laut Sawu merupakan Area pencadangan seluas 5 Hektar dan potensi besar ini akan diisi dengan berbagai kegiatan,baik itu Penangkapan Ikan, Slancar, Berlayar, Mancing, dan berbagai macam kegiatan Pariwisata lainnya. Dalam kegiatan ini pula diKukuhkannya Tim For Ikan Propinsi NTT yang Ketua Umumnya adalah Ny.Lucia Adinda Leburaya S,pd; Ketua Harian Ir,Apriana Salean M,SI, Wakil Ketua Ir,Togar Butar-Butar, Sekretaris, Ir.Untung Sunardi MM, Bendahara Dra. Maria Goreti dan Ruth Manu. Pengukuhan badan pengurus Forikan ini disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur NTT, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dirut Pemasaran Dalam Negeri Departemen Perikanan dan Kelautan RI, dan Ketua For Ikan Pusat.

Wagub NTT Ir. Esthon Foenay Ketua ForIkan Propinsi NTT, Lusia Adinda Leburaya dalam sambutannya mengatakan salah satu program yang akan diusung kedepan adalah terus mensosialisasikan manfaat makan ikan kepada masyarakat NTT sampai ke pelosok-pelosok Desa. Sosialisasi ikan sebagai sumber protein tinggi ini katanya, dikhususkan bagi anak-anak usia sekolah, untuk meningkatkan kecerdasan intelektual. Pada kegiatan ini juga diadakannya berbagai macam Lomba seperti, Lomba Dayung, Perahu hias, Pameran Ikan Pesisir, bersih pantai dan serasehan Nelayan. ( Sakunab/42na).

11

Pendidikan/Advetorial

Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

Drs. Fransiskus Hapri :

Ende Wujudkan Pendidikan Cerdas, Trampil dan Kompetitif Pendidikan sesungguhnya menjadi jendela dunia. Pendidikan juga bisa membawa manusia keluar dari berbagai kemelut sosial, ekonomi. Namun demikian, melahirkan ouput SDM yang berkualitas tentu harus berawal dari proses yang benar dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.

P

ADA hakekatnya pendidikan merupakan upaya perwujudan masyarakat adil dan makmur dalam segala aspek kehidupan yang tertuang pada Pancasila dan UUD 1945. Berbicara pendidikan maka orintasi pengembangannya harus untuk jangka waktu yang panjang artinya, target pencapaian program harus mengarah pada pencapaian SDM yang substansial. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Ende Drs. Fransiskus Hapri diruang kerjanya beberapa waktu lalu. Menurut Hapri, karena pendidikan memainkan peran yang penting dalam investasi SDM maka pembangunan pendidikan seyogyannya dimulai dari tataran dasar mulai membenah hal-hal prinsip seperti kemampuan membaca, menulis dan berbicara. Sejalan dengan implementasi UU Sistim Pendidikan No.20 tahun 2009 bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama

ROOM RATES - Superior Bungalow - Superior Bungalow - Superior Couple - Standart

Drs. Fransiskus Hapri antara pemerintah, masyarakat dan orang tua. Sejalan dengan visi dinas PPO Kabupaten Ende yaitu cerdas, trampil dan kompetitif maka, pendidikan dasar sangat penting untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi dengan perkembangan akal budi, memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, mampu bersaing. Hapri juga memberikan apresiasi kepada para guru yang telah berinisiatif untuk meningkatan pemahaman tentang KTSP disekolahnya masing-masing walaupun dengan caranya masing-masing ia juga mengucapkan terima kasih kepada guru-guru yang telah mengikuti pendidikan lanjut dengan biaya sendiri, ini mem-

buktikan bahwa mutu pendidikan, SDM di Kabupaten Ende akan lebih baik dan dapat bersaing dengan daerah-daerah lain." pungkasnya Dia juga menghimbau, jangan melihat ini semata kerja dari Dinas tapi, kerja keras semua komponen masyarakat ini terkait memotifasi anaknya untuk belajar jangan menggunakan waktu tidak ada guna karena pemerintah sudah menyiapkan jam belajar. Kalau ini dilaksanakan yakin bahwa pendidikan kita akan maju. Sementara itu salah seorang pengawas TK/SD yang juga sebagai Korwas, Aloysius Mbabho, BA diminta komentar tentang pola pengembangan pendidikan di Kabupaten Ende mengatakan bahwa prinsip pengelolaan pendidikan kedepan adalah implementasi MBS. Hanya melalui MBS diterapkanya asas demokrasi, transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi. MBS merupakan rangkaian seperangkat kebijakan yang saling terkait dan berhubungan dengan standart nasional, kurikulum (KTSP), akreditasi, sertifikasi, profesionalisme ketenagaan, pengalokasian dana, dan sumber daya pendidikan serta partisipasi masyarakat melalui komite sekolah. Semuanya bertujuan untuk meningkatkan pemerataan dan mutu pendidikan. Aloysius juga menjelaskan bahwa perlu peningkatan mutu manajemen kepala sekolah. "Bagaimana kepala sekolah mengerakan organ dan sumber daya yang ada untuk meningkatkan mutu pendidikan," tegas pria asal Detusoko ini. (sipri/42na)

: Shower (Hot&cold), AC, TV, Airphone, Minibar : Shower (Hot&cold), AC, TV, Airphone : Shower (Hot&cold), AC, TV, Airphone : Shower, AC

NAGEKEO BETEBARAN PESONA sambungan dari hal. 9 tersendiri bagi masyarakat Nagekeo. Improvisasi instrument musik Ndoto mengajak kita menuju pada sebuah peradaban masa silam, sebuah nuasa ethnik yang sama sekali jauh dari kesan modern. Musik Ndoto ini dijadikan musik penyambut tamu dalam setiap agenda kunjungan wisatawan maupun para pejabat pemerintah dan petinggi gereja ke Kabupaten Nagekeo. Menilik lebih jauh ke dalam perkampungan Wajo, kesan harmonis dalam masyarakatnya begitu kuat terlihat. Deretan rumah-rumah panggung yang saling berhimpitan memiliki simbol akan kuatnya jiwa persatuan dan semangat gotong royong dari setiap penghuninya. Di tengah-tengah Kampung Wajo akan terlihat sebuah rumah adat yang begitu sakral. Rumah adat (Nda) itu adalah sebuah tempat ritual dari semua proses adat yang akan dilaksanakan. Setiap permohonan, berkat dan ucapan syukur dari dan kepada para leluhur akan dilaksanakan di rumah adat (Nda) itu. Kendati masih minim mengaksesnya, pembangunan sejumlah infrastruktur menuju kampung adat ini tengah gencar dilakukan Pemda setempat. " Perkampungan Wajo memiliki keunikan yang masih sangat asli yang akan dikembangkan demi meningkatkan pendapatan asli daerah dan ekonomi masyarakat lokal. Mari kita

: Rp 350.000,: Rp 300.000 : Rp 250.000 : Rp 200.000

lestarikan pusaka adat, kesenian, dan seremonial adat yang ada disini untuk menarik wisatawan," kata Bupati Nagekeo Yohanes Samping Aoh didampingi Wakil Bupati, Paulus Kadju ketika berdialog dengan masyarakat adat Suku Wajo saat mengunjungi perkampungan Wajo, beberapa waktu lalu. Untuk menunjang semua potensi wisata tersebut, Bupati Aoh berjanji akan membangun sebuah infrakstruktur seperti jalan raya, penerangan, gapura dan rumah pengianapan di kawasan wisata Wajo. Pemerintah melalui instansi terkait akan berusaha mengalokasi dana pembangunan di wilayah kawasan ini. Sosok bupati yang brilian dan tegas pendirian ini juga mengajak masyarakat Wajo untuk bekerjasama dengan pemerintah guna melestarikan objek-objek wisata yang ada di Wajo, para pemuka-pemuka adat di harapkan untuk dapat menjaga keaslian budayanya, disamping terus mewariskan kepada generasi berikutnya. Sementara kepada intansi terkait Bupati berharap untuk membuat buku panduan (Tourism GuideBook) yang menjelaskan kepada para wisatawan tentang sejarah, simbol adat serta semua objek wisata yang ada di Wajo. Selain perkampungan adat Wajo, kabupaten Nagekeo juga memiliki berbagai atraksi dan tarian khas daerah yang tersebar hampir di semua kecamatan. Atraksi dan tarian itu antara lain tinju adat (Etu), tarian Tea Eku, tarian Toda Gu, dan tarian (tandak) Mesi Ae. (Permata/42na)

Jl. Don Slipi da Silva Telp/Fax : 0382-23416, 21797 Maumere – Flores – NTT Email : wailitihotel@yahoo.co.id

12

Warna-warni

Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

dr.Yovita Mitak :

Media Massa Wadah Strategis Kampanyekan Gender DALAM menjalankan profesi sebagai wartawan, suatu saat pasti berhadapan dengan peristiwa yang menimbulkan trauma atau stress psikologis kepada orang-orang yang terlibat didalamnya. Apakah trauma itu akibat kecelakaan, kematian orang yang dicintai, bencana alam, atau mengalami peristiwa kekerasan dalam arti yang luas. Disini nurani seorang wartawan diuji dalam menghadapi tantangan tersebut. Berbagai pihak termasuk tentu diharapakan solusi manakala masalah itu datang Berangkat dari pengalaman tersebut maka Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Propinsi NTT bekerja sama dengan Program bantuan UNFPA siklus ke7, melalui Yayasan Pulih, menyelenggarakan pelatihan Jurnalis, Gender dan Trauma yang bertempat di Hotel Kristal Kupang, pekan lalu. Kegiatan ini diikuti oleh para wartawan lokal, baik elektronik maupun cetak yang ada dikota Kupang. Hadir sebagai pembicara antara lain Kepala Biro

dr. Yovita Mitak, pose bersama wartawan usai pelatihan Pemberdayaan Perempuan Setda Propinsi NTT dr.Yovita Mitak, yang membawakan materi kebijakan pembangunan pemberdayaan perempuan serta Pius Rengka,SH membawakan materi tentang Etika Profesi Wartawan. Sementara Mario dan Ny. Farida dari Yayasan Pulih Pusat mem-

bawakan materi tentang Gender dan Trauma. Mario dan Ny. Farida dari Yayasan Pulih Pusat dalam paparannya menekankan pada bagaiamana alur pemberitaan melalui media tentang pendidikan Gender kepada masyarakat. Mereka juga bicara bagaimana

Menelusuri Jejak STKIP St.Paulus Ruteng

KAPELA STKIP ST. PAULUS RUTENG. SEKOLAH tinggi Keguruan dan Ilmu pendidikan (STKIP) St.Paulus Ruteng bermula dengan pembukaan sebuah kursus pendidikan kateketik (KPK) pada tanggal 11 Nopember 1959.Pada tahun 1968 kursus pendidikan kateketik ini ditingkatkan menjadi Akademi Pendidikan Kateketik (APK). Dan dengan surat keputusan Mendikbud No.0360/0;/ 1986,tanggal 13 mei 1986,lembaga pendidikan ini ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Katekis Santu Paulus (STKIP).

dapun program studi jejang D-III yang diizinkan tersebut mendapat status TERDAFTAR,pada tahun 1969. Namun menyusul status diakui pada tahun 1974 dan status DISAMAKAN pada tahun 1984. Status ini berlangsung hingga tahun 1991,pada tahun 1991 program D-III PENDIDIKAN KATEKETIK ditingkatkan kejenjang Strata 1(S1) Program Pendidikan Kateketik dengan status terdaftar. Kemudian pada tahun 1997 STKIP St.Paulus Ruteng membuka Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Program Studi ini dijalankan ber-

dasarkan SK Direktur Jendral pendidikan Tinggi Nomor : 365/ DIKTI/Kep/1997,tanggal 12 september 1997. Dalam SK Mendikbud,Nomor 0217/U/ 1995,tentang Kurikulum Yang Berlaku Secara Nasional Program Studi Sarjana Pendidikan, program pendidikan kateketik tidak tercantum dalam daftar yang berlaku secara nasional.Karena tiu dalam kerjasama dengan Universitas Atmajaya ,Jakarta, SanataDharma Yogyakarta dan Madiun. STKIP St.Paulus Ruteng mengajukan permohonan kepada Mendikbud agar Program Pendidikan Teologi diakui dalam kurikulum yang berlaku secara nasional. Atas dasar permohonan itu Mendikbud,lewat Dirjen Dikti,mengabulkan surat permohonan itu dengan surat keputusan Nomor 386/Dikti/kep/ 1998.Tanggal 22 oktober 1998. Dengan demikian nama Program Pendidikan Kateketik diubah menjadi Pendidikan Teologi. Pada tahun 2000 Program Studi Pendidikan Teologi di STKIP ST. Paulus Ruteng menjalankan akreditasi. Setelah menjalankan seluruh proses Akreditasi ,maka Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (Depdiknas RI) melalui SK Nomor: 03414/Ak-1III-017SKYLXG/VII/2000, mem-

bersambung ke hal. 14

cara untuk menghadapi korban yang lagi trauma ketika mau diwawancarai. Situasi ini tentu memerlukan trik-trik yang jitu dalam mengatasi dan menghadapi masalah tersebut untuk mendapatkan informasi dari korban. Dapat dipastikan bahwa, ketika kita berhadapan dengan korban atau keluarganya seorang pekerja media bisa saja dihadapkan pada situasi dimana korban tidak atau belum ingin menceritakan apa yang dialami kepada orang yang belum dikenalnya, apalagi wartawan. Kegiatan ini sangat positif dalam kerangka memberikan masukanmasukan kepada para peserta dalam menghadapi masalahmasalah tersebut. Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Propinsi NTT, dr.Yovita Mitak dalam sambutannya ketika menutup kegiatan pelatihan tersebut mengatakan, apresiasinya kepada para peserta (Wartawan,red) yang sudah mengikuti pelatihan selama dua hari tersebut. Dia berharap pel-

atihan itu bisa memberikan penambahan ilmu dan wawasan peningkatan konteks kewartawanan sehingga dapat diterapkan atau diimplementasikan dalam tugas kesehariannya. Dikatakan Mitak, melalui media cetak dan elekronik bisa menjadi salah satu wadah pendidikan kepada masyarakat secara umum untuk bagaimana bisa merubah pola pikir kepada masyarakat. "Media merupakan salah satu wadah yang paling strategis dalam konteks pendidikan kepada masyarakat, khususnya tentang kesetaraan gender sehingga bisa membawa masyarakat pada suatu pola pikir bahwa tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki," ujarnya. Mantan Direktris RSU Kupang ini juga mengatakan media bisa menjadi corong bagi pemerintah untuk mensosialisasikan berbagai peraturan, perundang-undangan dan juga program-program kemasyarakat demi kemajuan informasi pendidikan dalam kehidupan masyarakat. ( Sakunab/42na).

Pekan Gerhan Berbasis Masyarakat di Manggarai

Wagub : Jadikan Makanan Local Bermartabat WAKIL Gubernur NTT Ir.Esthon Foenay,M.Si mengajak seluruh masyarakat manggarai untuk mencintai dan membudidayakan pangan lokal. Karena makanan local bagian dari kearifan hidup manusia yang mendapat perhatian dan hanya dengan itu pangan local kita memiliki martabat. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur pada pekan penghijauan berbasis masyarakyat dan gerakan agribisnis jagung didusun Bung,Desa Bulan kecamatan Ruteng, Manggarai ahad lalu. Menurut wagub, NTT memiliki kekayaan alam yang melimpah namun optimalisasi potensi alam yang ada belum mendapat perhatian yang serius, dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakyat akan pentingnya pemberdayaan sumber alam yang ada. Kareana itu dia mengajak masyarakayat untuk mananam jagung, beternak dan menjadi anggota koperasi. Khusus tanaman jagung pemerintah NTT melakukan dua metode yakni menyiapkan produktivitas dan basis marketing. Untuk aspek bisnis masyarakyat tidak perlu ragu karena pemerintah akan menyiapkan sarana dan prasarana. Selain itu Esthon juga mengajak seluruh masyarakyat kabupaten Manggarai untuk menanam dan memelihara secara teratur karena dengan demikian masyarakyat bersama pemerintah memberi kepedulian terhadap alam lingkungan. "Kita menanam untuk anak cucu kita,artinya kita memberi nilai kehidupan atas keberlangsungan kehidupan umat manusia,"papar Foenay. Bupati Manggarai Drs. Christian Rotok dalam laporannya, mangatakan berbagai upaya tela dilakukan untuk melestarikan kawasan kritis di Manggarai. Luas lahan kritis di Manggarai 16.760 ha,diantaranya 13.650 ha adalah kawasan hutan dan 3110 ha berada dalam hutan Lindung. Pantauan Fortuna, di Desa Bulan Wakil Gubernur melakukan penanaman simbolis dan menyerahkan bantuan bagi pengembangan tanaman dan lahan pertanian. (tonny/42na)

13

Profil

Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

Drs.Condrat Djo,MM :

Sabu Raijua Butuh Dukungan Daerah Lain

Drs.Condrat Djo,MM MEMBANGUN kabupaten Sabu Raijua sebagai daerah otonom baru yang maju, sejathera dan mandiri kedepan tentu tidak bisa dilepaspisahkan dari partisipasi berbagai pihak. Pemerintahan dan masyarakat Sabu harus siap membuka diri bagi masuknya berbagai komponen yang memiliki komitmen sama untuk memajukan Sabu-Raijua. Demikian ditegaskan Putera Sabu, Drs.Condrat Djo,MM kepada Fortuna di Kupang beberapa waktu lalu. Condrat Djo yang adalah Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata NTT ini berpendapat bahwa sebagai orang asli Sabu, dirinya sangat bangga apabila banyak pihak menaruh perhatian serius untuk membangun Sabu-Raijua. Banyak dari mereka (orang luar sabu,red) selama ini telah berkontribusi un-

tuk membangun Sabu. Selain orang Sabu sendiri, mereka berasal dari Timor, Flores, Sumba, Rote dan lain sebagainya yang selama ini menetap di Sabu dan juga telah bersama-sama masyarakat setempat berjuang untuk kemajuan Sabu. Perjuangan ini mesti dihargai dengan tetap menggelorahkan semangat bersama memajukan Sabu Raijua. "Kita tahu, sampai terbentuknya kabupaten otonom Sabu Raijua kini tentu karena campur tangan berbagai pihak. Kerjasama dan kebersamaan ini harus terus digalang guna mewujudkan "mimpi besar" mensejatherakan masyarakat yang kita citacitakan," tegasnya. Pria kelahiran Desa Bodae, Sabu Timur ini juga sangat menyesalkan sinyalemen yang sengaja ditiupkan oleh orang-orang tertentu yang beranggapan bahwa saat ini hanya orang dari wilayah tertentu saja di Sabu yang diberi peran untuk menempati jabatan-jabatan strategis di Sabu. Bagi Condrat, isu itu selain sangat prematur tetapi juga sangat merugikan Sabu dalam konteks keberlanjutan pembangunan kedepan. Ini dikarenakan membangun Sabu harus dilihat dalam dalam konteks yang lebih luas. "Saya kira kita jangan mengkultuskan diri. Sebagai daerah otonom baru maka kita harus berbuka diri terhadap pi-

Drs.Condrat Djo,MM bersama anggota Sanggar Mira Kadi Hari saat Jambore Pariwisata di Alor hak lain termasuk siap berkoordinasi dengan propinsi dan pusat selain kabupaten induk dan daerh lain di NTT. Intinya memajukan Sabu-Raijua dalam sebuah nuansa kebersamaan," papar sosok lowprofile ini. Dikatakan, banyak putera/ i Sabu yang kini menjadi sukses dan berhasil justru karena campurtangan orang-orang luar selain orang asli Sabu sendiri. Dicontohkan untuk SDM tenaga guru dan pendidik di Sabu, banyak juga berasal dari Flores, Sumba,Rote dan daerah lain yang telah lama berkarya dan menyatu dengan masyarakat di Sabu. Potensi ini mesti dilihat sebagai kekuatan untuk sama-sama membangun Sabu kedepan. "Sumber Daya Manusia (SDM) dari daerah lain termasuk SDM dari kabupaten induk (Kabupaten Kupang,red) dan

daerah lain masih sangat dibutuhkan di Sabu. Hal ini lumrah sebagai konsikuensi logis dari sebuah kabupaten baru dengan berbagai karakterisitiknya. Ten-

tu ada kelebihan tetapi juga pasti ada kekuarangan. Ini yang mesti dilihat bagi siapa saja yang ingin memimpin Sabu kedepan," terangnya. (fdl/42na)

DIJUAL CEPAT TANAH DAN BANGUNAN LUAS 3500 m3 COCOK UNTUK TEMPAT USAHA,LOKASI STRATEGIS‌. HUB : 085253143299

Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

Menelusuri Jejak STKIP St.Paulus Ruteng...............sambungan dari hal. 33 berikan Sertifikasi Akreditasi dengan peringkat: Akreditasi B(BAIK). Sejak tahun 2003 STKIP St.Paulus Ruteng menyelenggarakan program studi PGSD Jenjang Program Diploma II(D-2) dijalankan berdasarkan ijin dari DEPDIKNAS melalui Dirjen Dikti dengan Surat Ijinan Nomor;1253/D/T/2003,tanggal 20 juni 2003,sementar program PGSD sarjana (S-1)dilaksanakan berdasarkan surat Ijinan DEPDIKNAS melalui DIRJEN DIKTI dengan SK N0.1950/D/T/ 2007 tanggal 19 juli 2007.selanjutnya sejak tahun 2007,STKIP St.Paulus Ruteng dipercayakan untuk menyelenggarakan program studi PGSD jenjang S1 melalui SK Dirjen Dikti No.1950/D/T/2007.Keper-

cayaan ini cukup istimewa karena dari semua LPTK di Propinsi NTT,hanya 2 LPTK yang diberi mandate yakni FKIP UNDANA KUPANG dari LPTK Negeri DAN stkip st.PAULUS RUTENG DAN STKIP HAMZANWADI Selong,NTB.Selanjutnya pada tahun 2009,STKIP Ruteng bersama-sama dengan FKIP UNDANA Kupang diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan PROGRAM KUALIFIKASI GURU dalam jabatan melalui Kepmendiknas No.015/P/2009.STKIP St.PAULUS RUTENG dibri kepercayaan untuk menyelenggarakan PROGRAM Kualifikasi Guru dalam Jabatan Untuk guru-guru SD di Kab.Manggarai Barat,Manggarai,Manggarai Timur,Kab.Ngada,dan

Nagekeo.Perkembangan lain yang menggembirakan juga pada tahun 2009 program Studi Teologi terakreditasi oleh BAN PT dengan peringkat Akreditasi A<dan pendidikan Bahasa Inggris sudah diakreditasi.Pada tahun 2009 yang merupakan moment terindah dan penuh rahmat bagi STKIP St.Paulus Ruteng memasuki usia EMAS.mencapai umur 50 thn bukan sekedar penambahan umur secara kuantitatif,tetatpi terlebih sebagai perkembangan dan pertumbuhan kulitatif. Moment ini sungguh memsuki ruang refleksi bagi segenap komponen civitas dilembaga ini untuk lebih terbuka dan selalu memperbahurui diri pada era global dan modrernisasi. Untuk mereflksi perjalanan sejarah lem-

D-III Keperawatan UNIPA Maumere,................sambungan dari hal. 3 sistim pembelajaran yang sangat efektif. "Sistem pembelajaran disini beda dengan Program Diploma Kesehatan di perguruan tinggi lain. UNIPA mengutamakan praktek dengan porsi 60% praktek sedangkan teori sebanyak 40%. Lebih istimewa lagi, kegiatan praktikum bagi para mahasiswa sudah dimulai sejak semester pertama dengan pertimbangan bahwa setiap teori yang diterima langsung dipraktekkan agar mahasiswa lebih mendalami materi yang diperoleh selama dibangku kuliah. Hal ini tidak sama dengan PT lain yang kegiatan praktikumnya baru akan dimulai pada semester V sesuai kurikulum,"urai Magister Management Kesehatan Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini. Dipaparkannya, setiap mahasiswa kesehatan diberi motivasi untuk berkreasi sehingga mereka mampu menemukan masalah dan dapat menyelesaikannya dengan cara yang kreatif pula. Dkatakan putra Ende ini, setiap tahun UNIPA Maumere, mengirim para mahasiswa D-III Keperawatan ke rumah sakit Dr. Sutomo di Surabaya untuk memperkaya profesioanalisme para mahasiswa dalam bidang keperawatan. Penjadwalan praktek selama sebulan di RS Dr. Sutomo ini dilakukan secara pasti sejak setahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan RS dr. Sutomo me-

layani praktikum bagi maasiswa lain dari NTT, Papua, Ambon, Sulawesi juga beberapa PT yang ada di wilayah Jawa Timur. Namun menurut Benediktus, setiap mahasiswa yang hendak dikirim kesana sudah melewati proses seleksi yang cukup ketat dan harus menyelesaikan berbagai tugas yang dibebankan dari kampus. Dari sistem pembelajaran yang dibangun, telah menuai hasil yang dapat dibanggakan. Sejak awal berstatus sebagai AKPER Maumere hingga kini, program D-III Keperawatan telah menyumbang 600-an tenaga medis professional yang terserap di berbagai lembaga kesehatan. Peneyerapan tenaga kesehatan ini bukan hanya di regio Nusa Tenggara tetapi juga sampai di Jawa bahkan dari Jakarta perna merekrut tenaga kesehatan tamatan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Maumere. "Semua mahasiswa yang kuliah di UNIPA pada umumnya berasal dari luar wilayah kabupaten Sikka sedangkan anak Sikka sendiri kebanyakan mengenyam ilmu di luar wilayah kabupaten Sikka. Hal ini dilatari oleh budaya merantau yang telah terpatri dalam jiwa anak manusia Flores dan Lembata" imbuh pria 54 tahun ini. Senada dengan Benediktus Toki, Priska mahasiswi D-III Keperawatan yang baru pulang dari

praktikum di RSU, Dr. Sutomo Surabaya mengakui sistem pendidikan yang digeluti di UNIPA memang sangat menekankan kualitas. Hal ini terbukti ketika Priska bergabung bersama temanteman dari PT lain di Indonesia Timur di Surabaya. "Teman dari PT lain lebih banyak menguasai teori ketimbang praktek. Kesan dari para pembimbing di RSU Dr. Sutomo, Surabaya bahwa para mahasiswa kesehatan dari UNIPA Maumere itu bagus karena umumnya sangat trampil dalam hal prektek maupun penguasaan materi teori," ujar Priska yang melewati masa praktek di ruangan ICCU (Jantung) RSU Dr. Sutomo ini. Hal ini terbukti lewat kemampuan prektek yang tidak membutuhkan banyak intruksi dari para pembimbing dan juga secara keseluruhan para mahasiswa kesehatan UNIPA juga lebih banyak menguasai forum ketika berdiskusi maupun memaparkan hasil praktikum di antara teman-teman lain. " Kami di UNIPA Maumere memang dilatih oleh para dosen untuk mandiri dan kreatif saat kuliah sehingga kami tidak kewalahan ketika berhadapan denagn hal sesulit apapun yang masih berkaitan dengan bidang ilmu kami, urai Putri kelahiran 2 Juni 1988 ini bangga. Meski demikian, Priska mengungkapkan kesulitan yang

Infrastruktur di Sikka Perlu Dibenahi................sambungan dari hal. 3 sudah diturap bagian Baratnya. Hal ini untuk mencegah terjadinya longsor dan membahayakan bangunan gereja. Hal yang sama terjadi pada tembok penahan jalan disamping gedung SDK 018 Gedo sehingga kepada Dinas Kimpraswil Sikka diminta untuk mengadakan survei dan pengangaranya. Terlepas dari harapan akan perbaikan pada beberapa titik tersebut, Drs. Paulus Moa dan Drs. Benyamin Mula Wodon di sela-sela kunjungan ke Pantai

Maumere mengaku kecewa dengan kualitas pengerjaan jalan pembuatan selokan dan tanggul penahan ombak sepanjang 400m2 yang dikerjakan oleh CV.Mars yang belum sesuai bestek. Terhadap kasus ini, kedua anggota DPRD ini meminta pemerintah setempat memanggil CV.Mars untuk segera memperbaikinya sesuai dengan standart mutu yang telah ditetapkan. Namun demikian, keduanya memuji kontraktor pelaksana yang bertugas membangun tem-

14

sambungan

bok penahan ombak sepanjang 1 km di pesisir pantai Maumere. "Mutunya pengerjaan sangat baik dan perlu dialokasikan anggaran pada 2010 untuk pengerjaan lanjutan ke bagian Timur maupun ke bagian Barat," papar Paulus Moa didampingi Wodon. Selain memantau proses pengerjaan proyek fisik, keempat anggota dewan ini juga menyatakan dukungan terhadap terbentuknya Badan Pariwisata sedaratan Flores dan meminta agar pemrpov NTT memberikan

baga ini Tema"SALVOS NOS FECIT PER LAVCRUM REGENERATIONIS ET RENOVATIONIS SPIRITUS SANCTI'.PATER SERVULUUS ISAAK yang adalah Rektor STKIP RUTENG dalm sambutan menjelaskan bahwa moment Pesta EMAS ini merupakan sebuah lintasan waktu dari lembaga ini yang terus mengalami kelahiran baru dan perubahan sesuai tuntutan Zaman,dan Servuluus lebih menekankan pada aspek mensyukuri atas keajaiban dan berkat Tuhan atas pertumbuhan dan perkmbangan dari Lembaga STKIP RUTENG hingga mencapai usia yang sangat matang pada puncak pesta Emas pada tgl 31 oktober 2009.Selurruh rangkaian acara yang sudah dilaksanakn sejak mei 2009-pada misa penutupan hari sabtu tgl 31 0ktobr 2009 sungguh dilaksanakan dengan aman dan

tertib berkat kerjasama yang baik dari penyunting scenario dengan semua komponen yang terlibat langsung ataupun tidak langsung pada acara pesta Emas STKIP St.Paulus Ruteng yang Kepanitiaanya dij\ketuai OLeh RM.Dr.Jhon Boylon.Pr dan sekrtarisnya Pa.Manto S.FIL hingga suksesnya acara ini selama waktu 6 bulan hingga hai puncak.Pada peryaan punak yang ditandai dengan misa concelebrasi . Hadir pada kesempatan ini antara lain Wakil Gubernur NTT Ir.ESTHON FOENAY,Bupati Manggarai Drs.Christian Rotok,Wakil Bupati Manggarai Dr,Deno KamelusSH.MH.Wakil Bupati Manggarai Barat Drs.Gusti Dulla,Bupati Manggarai Timur Drs.Yosep Tote ,Wakil Bupati Alor H.Jusran M.Tahir dan undanga lainnya. (bersambung)

dialami selama di tempat praktek di Surabaya, selain penguasaan wilayah kota Surabaya juga pada saat pergantian jam dinas kadang mereka kewalahan karena para petugas sebelumnya selalu menggunakan bahasa Jawa dalam catatan medis sebelumya sehingga menyulitkan para mahasiswa UNIPA dalam perawatan salanjutnya. Saripah Intan, salah seorang mahasiswi lain mengatakan bahwa sejak semester awal, mereka sudah dipercayakan untuk merawat pasien dengan masa pendampingan selama dua bulan selanjutnya dibiarkan unuk mandiri dalam merawat pasien seperti

memasang infus, keteter dan lainlain. Sedangkan permasalahn rumit seperti pemasangan NGT belum bisa dipercayakan pada awal menjalani praktek di rumah saki umum dr. TC. Hillers Maumere. Keberhasilan UNIPA Maumere ini tentu tidak telepas dari fasilitas pendukung pembelajaran yang dimiliki. Berdasarkan pantauan Fortuna, Fakultas IlmuIlmu Kesehatan UNIPA Maumere memiliki sarana perkuliaan yang representatif. Ada empat ruang kuliah dan lima ruangan laboratorium sedangkan kegiatan praktikum yang membutuhkan pasien, dilaksanakan di RSUD dr. TC. Hilers Maumere. (Stef /42na)

Dispar dan BPMD................sambungan dari hal. 5 Menurutnya, Ende memiliki potensi pangan lokal yang cukup. Makanan lokal mempunyai kandungan gizi dan protein yang tinggi tinggal bagaimana kita menata potensi di wilayahnya masing-masing. Dalam menyukseskan program Bupati Ende ini, BPMD Kabupaten Ende di percayakan oleh Bupati sebagai koordinator Pokja 1 dan instansi-instasi lainnya yang bertugas menyusun instrumen pendataan potensi dan masalah SDM tani-nelayan, melakukan singkronisasi program kegiatan lintas sektor, mengkoordinasi dan menumbuh kembangkan kelompok tani nelayan serta melaksanakan pembinaan dan lomba/fes-

tival. Semua program dan tugas Pokja 1 katanya, akan berjalan efektif pada minggu ke 3 bulan November 2009. Disadari bahwa ketahanan pangan merupakan suatu sistim yang kompleks yang mencakup subsistim ketersediaan, distribusi dan konsumsi. Dengan demikian, koordinasi dan harmonisasi kebijakan dan kegiatan menjadi kunci keberhasilan dalam melaksanakan program budaya mengkonsumsi pangan lokal. Untuk diketahui pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif pengganti beras merupakan ide besar sekaligus solusi untuk mengantisipasi terjadinya rawan pangan," kata Martinus. (Sipri/42na)

dukungan dana yang cukup demi kemajuan dunia kepariwisataan di NTT sekaligus dapat meningkatkan PAD. Mereka juga meminta agar pemerintah memfasilitasi bantuan modal usaha dan memberikan upaya pembinaan bagi koperasi-koperasi yang baru mulai bangkit dalam kerangka mendukung kabupaten Sikka sebagai kabupaten koperasi. Terkait upaya peningkatan produksi dan produktivitas mutu produk pertanian/perkebunan khususnya peremajaan kakao dan rehabilitas kakao,

pemerintah diminta untuk dapat menjangkau semua desa yang memilik usia kakao di atas 15-20 tahun seperti di desa Umawuta dan desa Hokor Kecamatan Bola. Pengadaan entries untuk peremajaan kakao, hendaknya harus dipertimbangkan selain aspek kemudahan akses ke sumber entries, namun perlu di perhatikan syarat-syarat teknis yang mendukung produksi tanaman sehingga dapat memberikan produksi yang maksimal dan ketahanan terhadap hama dan penyakit. (fdl/42na)

15

Profil Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

Vinsen Patta : Semua Pihak Dukung Iklim Investasi Mabar P

EMBANGUNAN kabupaten Manggarai Barat kedepan sangat ditentukan oleh seberapa besar iklim investasi yang ada. Kabupaten paling Barat di ujung pulau Flores itu merupakan jantungnya pariwisata di propinsi NTT. Untuk memajukan iklim investasi di Manggarai Barat (Mabar) maka semua pihak diminta untuk sehati dan bersinergi. Harapan itu disampaikan Anggota DPRD NTT, Vinsen Patta,SH,MM kepada Fortuna pekan lalu. Anggota DPRD dari Dapil Manggarai ini berpendapat majunya investasi suatu daerah termasuk di Mabar sangat dipengaruhi oleh dukungan pemerintah, masyarakat dan investor itu sendiri. Intervensi pemda katanya erat kaitan dengan aspek regulasi dan kepastian hukum bagi investor. Dikatakan, mesti ada produk-produk regulasi seperti

Perda yang memberikan kemudahan dan rasa nyaman untuk investor. "Hindari birokrasi ekonomi yang cenderung mempersulit investor dan menyedot banyak dana awal hanya untuk berbagai urusan administrasi. Saya berharap Perda Sistim Pelayanan Perizinan Satu Atap sudah waktunya diterapkan dalam kerangka melayani berbagai urusan masyarakat dan investor. Agar investasi itu berkembang, Vinsen Patta juga meminta masyarakat agar memberikan rasa aman bagi investor dan yang terpenting mendukung iklim investasi dengan ikut mempermudah berbagai hal termasuk masalah pengurusan tanah. Sementara untuk investor, mantan dosen Sekola Tinggi Ilmu Manajeken (STIM) Kupang meminta agar masyarakat perlu diberi peran yang proporsional

dalam usaha invetasi itu. "Investor tentu berpikir tentang untung dan rugi tetapi harus memahami banyak aspek termasuk berkontribusi bagi peningkatan PAD setempat. Investor juga mesti memperhatikan penyerapan tenaga kerja lokal kendati banyak kualifikasi dan kemampuan teknis SDM yang dibutukan dari luar. Vinsen yang adalah Kandidat Kuat Calon Wakil Bupati Manggari Barat berpasangan dengan calon incumbent, Fidelis Pranda ini juga meminta gar selain melibatkan masyarakat dan memperhatikan aspek dukungan bagi peningkatan PAD maka persoalan lingkungan juga arus dijaga. Dia optimis manakala iklim investasi sudah berajalan baik maka kabupaten Mabar dipastikan secara bertahap maju dan berkembang. (fdl/42na)

Vinsen Patta

KURSUS MUSIC HALELUYA

Focus Pada Music Gereja dan Tradisional

Jhony Tedens saat memberikan kursus musik disela-sela acara Expo NTT pekan lalu di Museum Negeri Kupang

KEBERADAAN komunitas professional sesuai dengan speifikasinya dalam kehidupan sehaari-hari adalah

sebuah kemestian. Demikian juga dengan kehadiran Kursus Music Haleluya. Komunitas kursus ini dalam kiprahnya

menfokuskan pada music gereja dan alat musik tradisional berupa sasando. Instruktur music sekaligus

owner kursus music halleluya, Jhony Tedeens, kepada FORTUNA di sela-sela pageleran NTT Expo (ENTEX) III mengatakan, program yang dirancang untuk kebutuhan pembelaran music adalah sesuai dengan kondisi daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). "Kondisi NTT dari sisi music memang agak berbeda dengan daerah lainnya sehingga yang ditekankan dalam Kursus Musik Halelluya bukan saja pengetahuan secara teknis tetapi juga teori music harmonic dan pengetahuanpengetahuan praktis yang disertai dengan analisa. Sehingga bagi peserta yang belajar music di Halleluaya benar-benar digodok untuk menjadi seorrang musisi yang professional", ujar sosok yang kini mengabdi sebagai Kabid Sarana pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTT. Dengan kiat ini, menurut Thedeens, diharapkan kepada peserta kursus setelah purna belajar bisa menkomposisikan lagu, arangements lagu untuk kebutuhan paduan suara maupun vocal group. Dia berpendapat bahwa, memang tidak mudah mempelajarinya sehingga dibutuhkan

keseriusan untuk mempelajarinya. Antara ilmu teori dan harmoni, tidak semua orang bisa mempelajarinya tapi di Kursus Music Haleluya diwajibkan untuk mempelajarinya. Untuk ketrampilan memainkan alat music alat-alat yang diajarkan adalah drum, gitar akustic/elektronik, orgel, piano, keybord yang dibimbinng oleh tenaga pengajar yang memiliki kompetensi handal dibidang alat-alat music. Untuk music tradisional juga akan dibuka kursus music sasando. Langka ini menurut thedeens dimungkinkan kepada wisatawan untuk mempelajari musi sasando karena saat ini sudah disediakankan buku panduannya. Selain untuk memasyrakat music sasando juga untuk turut melestarikan keberadaan music sasando demi mendukung industry pariwisata di NTT," paparnya Dijelaskan bagi yang berminat untuk mendalami seni musik dan musik tradisional NTT, dapat mengubungi Kursus Musik Haleluya di line telp 081339438051. Dijamin anda terampil dan mahir bersama Kursus Musik Haleluya. (elas/42na)

Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

Iklan

16

17 Edisi 24 Nopember - 01 Desember/III/2009

M

EMBANGUN dunia pariwisata adalah membangun hajat hidup orang banyak. Tugas pariwisata adalah membentuk pola pikir orang sehingga apa yang dihasilkan bermanfaat untuk oranglain. Orang dilatih untuk bagaimana memahami tentang pentingnya pola hidup Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, Kenangan sebagaimana amanat Sapta Pesona. Disinilah pentingnya membangun manusia dengan pola pikirnya. Lebih dari itu manakala seorang mengerti tentang pariwisata sebagai sumber hidup dan ekonomi bagi keluarganya dan mau menjadi pelaku pariwisata maka saat itulah dia mulai berbuat sesuatu bagi sesamanya. Tugas pemerintah disini adalah meningkatkan SDM pariwisata dan mempermudahkan regulasi yang membiarkan orang bisa memanfaatkan kemudahan itu untuk dirinya dan membantu orang lain. "Pada tataran lain, ada hubungan kausatif antara pariwisata dan ekonomi. Kalau di bidang ekonomi kita belajar hukum permintaan dan penawaran. Di pariwisata ada juga pemasaran dan produksi. Demikian halnya dibidang pariwisata kita belajar tentang bagaimana memasarkan produk-produk pariwisata keluar. Pariwisata juga memfasilitasi masyarakat memproduksi hasil kerajinan unggulan lokal yang siap dipasarkan serta mengoptimalkan produk/objek wisata yang ada sehingga memiliki daya tarik bagi wisatawan. Saya kira pariwisata dan ekonomi memang sejalan," papar Kadis Pariwisata Sikka, Rita D.P.Harsasi terkait basic ilmunya dan bidang tugas yang harus diemban menjadi seorang kepala dinas. Sarjana Ekonomi jebolan Universitas Udayana Denpasar ini berpendapat bahwa kendati basic ilmunya jauh dari pariwisata tetapi untuk mengangkat sektor ekonomi masyarakat maka pariwisata mempunyai kontribusi yang sangat besar. " Di ilmu ekonomi khususnya kita belajar tentang pemasaran dan produksi. Di pariwisata pun demikian ada promosi, pemasaran tinggal bagaimana kita mengemasnya dengan memanfaatkan semua potensi daerah yang ada. Dan didinas kami sangat kompak majukan pariwisata Sikka," ungkap wanita cantik kelahiran, 1 Februari 1961 ini. Suami dari Ir. Roby Lameng ini menceritakan, sejak tahun 1986 dirinya diangkat menjadi PNS pada lingkup Pemkab Sikka, tahun 1987 ditempatkan dibagian perekonomian pada Setda Sikka, kemudian dipercaya untuk menduduki Eselon V dan menjabat Kepala Sub Bagian perusahaan daerah dan perbankkkan daerah. Baru pada tahun 1991, Rita Harsasi dipercaya menjadi Kepala Bagian Umum pada PD Mawarani Maumere selama dua tahun dan pindah ke Kepala Bagian Kepegawaian pada Setda Sikka selama tujuh tahun. Dia juga kemudian dipercayakan menjabat Kepala Bagian Perkebunan, lalu Kepala Bagian Tata Usaha pada Dinas Pertanian kabupaten Sikka selama dua tahun dan akirnya mengemban tugas baru sebagai Kepala Dinas Pariwisata Sikka hingga kini.

PINTU UTAMA FLORES : Inilah gerbang menuju Bandara Waioti Maumere, pintu utama ke Flores

Proses pembuatan tenun ikat Sikka

Tarian dan Makanan Khas Sikka Lalu bagaimana konsep Rita Harsasi dalam membangun pariwisata Sikka setelah dilantik oleh Bupati Alex Longginus waktu itu dan kini di masa Bupati Sosimus Mitang? Bagi Pemilik nama lengkap Rita Diah Purnamaning Harsasi ini, kabupaten Sikka memiliki banyak potensi baik itu wisata budaya, wisata alam dan bahari. Kabupaten nyiur melambai ini juga terkenal dengan taman laut teluk Maumere, aset wisata religi, dan karena topografinya Sikka juga cocok untuk aktivitas tracking. Namun diakui Rita yang menjadi kandala dan kini menjadi tanggungjawab Dinas yang dipimpinnya adalah menggali dan menonjolkan apa yang menjadi kekhasan/icon pariwisata dari Kabupaten Sikka. "Kita lagi memasyarakatkan tarian Rokatenda sebagai tarian khas Sikka. Selama ini kita hanya mengenal tarian Ja"i, milik Kabupaten Ngada. Kami juga akan melahirkan kue khas Sikka lewat lomba/sayembara yang melibatkan masyarakat. Tujuan dari sayembara atau lomba ini adalah menghasilkan kue khas Sikka dengan pengepakannya yang baik sehingga paling tidak layak dijual kepasaran pariwisata bekerjasama dengan pijak hotel&restaurant," ungkap sosok low profile ini. Untuk menghasilkan kue khas Sikka kata Rita, pihaknya tengah menggerakan kaum muda dan ibu-ibu untuk bisa menciptakan makanan khas Sikka selanjutnya akan dikreasikan sehingga lebih gurih rasanya, mantap kemasanya dan higienis. Untuk mencapai semua ini, dia berharap ada kerjasama dengan segenap komponen masyarakat dan pemerintah. Menyoal pengembangan pariwisata secara umum, wanita yang pernah mengunjungi situs-situs wisata di Portugal ini berpendapat bahwa produk-produk pariwisata Sikka memiliki daya tarik wisata dan tinggal pengelolaanya. Saat ini katanya, ada sekitar 77 objek wisata yang bisa dijual/dipromosikan terdiri dari 17 objek wisata alam, 20 objek wisata bahari, 20 objek wisata budaya, 5 objek wisata ap sejarah,11 objek wisata rohani, 1 objek agrowisata dan tiga objek wisata minat khusus. Terhadap potensi ini, dirinya bersama 43 orang stafnya siap untuk mengoptimalkan mengandeng pelaku pariwisata dan pers. Dia juga berharap kerjasama lintas sektor untuk mewujudkan pariwisata Sikka sebagai sektor andalan yang bisa mendongkrak devisa bagi daerah dan mensejaterakan rakyat. (fdl/42na)

Penyambutan wisatawan secara adat dengan suguhan (Bako Wua Taa)

Juara Nasional : Anak-anak Sikka berhasil menjadi juara I Nasional pada acara Festival Anak Indonesia di Jakarta belum lama ini.

Teka Iku (kiri) Pahlawan Sikka dan Jong Dobo, salah satu warisan Portugis di Sikka (kanan)

CMYK


Fortuna Indonesia 4