Issuu on Google+

23-30 Juni 2013 Selorejo, Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur

PEDOMAN UMUM TEMU KARYA NASIONAL V 2013 RELAWAN PALANG MERAH INDONESIA

Didukung oleh:

sponsor

sponsor

sponsor

Panitia Temu Karya Nasional V 2013 Relawan PMI Markas Pusat PMI: Jl. Jendral Gatot Subroto Kav. 96, Jakarta 12790 - Indonesia Telepon: +62 21 7992325, Fax: +62 21 7995188, email: pmi@pmi.or.id, website: www.pmi.or.id

23-30 Juni 2013 Selorejo, Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur

PMI Provinsi Jawa Timur: Jl. Jarang menjangan No. 22, Surabaya Telp/Faks: +62 31 5055175

sponsor

23-30 Juni 2013 Selorejo, Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur

PEDOMAN UMUM

i

KATA PENGANTAR

Salam kemanusiaan YOUTH ON THE MOVE “RELAWAN SEBAGAI AGEN PERUBAHAN� Palang Merah Indonesia, sebagai organisasi Sosial Kemanusiaan, telah berperan aktif membantu Pemerintah (auxiliary government) dengan memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat, pada saat normal sebagai pelayanan kesiapsiagaan maupun pada saat bencana dengan pelayanan tanggap darurat. Sebagai suatu kegiatan nasional, Temu Karya merupakan salah satu strategi pembinaan dan pengembangan relawan yang dikemas untuk mempertemukan para relawan PMI dari berbagai minat, budaya, dan pendidikan untuk bersama-sama belajar, bertukar pengalaman, memantau dan mengevaluasi proses pembinaan dan kepemimpinan Relawan yang telah dilaksanakan PMI, sekaligus merancang peran dan kegiatan relawan yang berkesinambungan. Relawan sebagai aset bangsa yang terdiri atas Korps Sukarela (KSR) sebanyak 32.568 orang, Tenaga Sukarela (TSR) sebanyak 19.294 orang dan Donor Darah Sukarela (DDS) sebanyak 893.381. Relawan PMI sebagai tulang punggung organisasi dan sebagai agen perubahan dengan hati dapat berkontribusi secara profesional terhadap penguatan kapasitas Organisasi PMI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, dibutuhkan peningkatan kualitas kegiatan kemanusiaan, telah menginspirasi PMI di setiap jajaran untuk berperan aktif melakukan pembinaan dalam melakukan perbaikan Manajemen Relawan. Mulai dari sistem perekrutan, pelatihan, penugasan, pengakuan, dan penghargaan untuk menguatkan komitmen dan motivasi Relawan dalam melaksanakan pelayanan kepalangmerahan dan pengembangan organisasi. Temu Karya Relawan Nasional PMI (KSR-TSR-DDS ) Tingkat Nasional V Tahun 2013 akan menjadi momentum yang pertama dimana akan terlibat juga Relawan Donor Darah dan Satgana PMI 2010, sehingga keberadaannya diharapkan dapat menjadi energi baru.

ii Dengan komitmen, motivasi dan semangat pengabdian yang tinggi, mereka juga bagian dari Relawan dimana keberadaannya sangat diakui oleh PMI. Dimasa depan Relawan PMI tetap akan menjadi kebanggaan dan sumber inspirasi yang tidak akan lekang ditelan waktu, dan dalam event Temu Karya ini Relawan Relawan akan berkarya lebih nyata dan lebih bermakna bagi masyarakat. Dengan tema “Youth on the Move: RELAWAN SEBAGAI AGEN PERUBAHAN�, Temu Karya Relawan PMI (KSR, TSR, DDS) Tingkat Nasional V Tahun 2013 ini juga menginspirasi saatnya Relawan Relawan PMI melakukan langkah perubahan menjadi agen perubahan, dengan professional, sepenuh hati, bersama masyarakat demi kemanusiaan. Selamat bertemu, bersahabat, mengembangkan kapasitas dan berkarya!

Jakarta, 23 Juni 2013 Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia Ketua Bidang Relawan

H. MUHAMMAD MUAS, SH.

iii SAMBUTAN KETUA PMI PROVINSI JAWA TIMUR

Assalamualaikum wr.wb. Salam kemanusiaan, Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan YME atas rahmat dan karunia-Nya kepada segenap keluarga besar Palang Merah Indonesia (PMI), khusunya para relawan yang senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memberikan pelayanan kemanusiaan yang terbaik kepada masyarakat. Jawa Timur sejak ditetapkan oleh Pengurus Pusat PMI sebagai tuan rumah penyelenggara Temu Karya Nasional V Relawan PMI 2013 pada tanggal 23-30 Juni 2013, maka saya selaku ketua PMI Provinsi Jawa Timur menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Pusat PMI dan pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya Temu Karya Nasional V 2013. PMI Provinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah telah siap memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh peserta dari 33 kontingen PMI Provinsi se-Indonesia dan perwakilan relawan dari negara-negara sahabat serta unsure peninjau. Ditetapkannya Waduk Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang sebagai tempat kegiatan Temu Karya Nasional V tahun 2013 sangatlah tepat karena mudah dijangkau, baik melalui transportasi darat maupun udara. Waduk Selorejo berada di ketinggian antara 900 meter – 1000 meter di atas permukaan laut, disamping udaranya yang sejuk lokasinya berdekatan dengan kita Batu yang terkenal dengan keanekaragaman objek wisatanya. Dengan tema “Youth on the the Move” ; “Relawan Sebagai Agen Perubahan”, Temu Karya Nasional V 2013 disamping sebagai ajang pertemuan bagi para relawan PMI, juga akan melaksanakan bakti sosial berupa karya nyata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, serta kunjungan ke objek wisata dan tempat bersejarah di sekitar Kabupaten Malang, kota Batu dan kota Blitar. Selanjutnya untuk menyuseskan

iv Temu Karya Nasional V 2013, mohon dukungan dari Pengurus PMI Pusat serta pihak-pihak terkait. RELA+WAN = PAHLAWAN “MENOLONG SECARA PROFESIONAL DENGAN SEPENUH HATI, BERGERAJ DENGAN MASYARAKAT, BERBUAT LEBIH BANYAK, LEBIH BAIK DAN BERKELANJUTAN”.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb. Terima kasih

Pengurus PMI Provinsi Jawa Timur Ketua,

H. Imam Utomo S

v

SAMBUTAN KETUA UMUM PMI

Salam Kemanusiaan , Segala Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas Rahmat dan KaruniaNya kepada kita sekalian, secara pribadi, maupun Organisasi Palang Merah Indonesia yang kita cintai, dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat luas. Sebagai organisasi sosial kemanusiaan, keberadaan Relawan yang terdiri dari Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR) dan Relawan Donor Darah (DDS) ini sudah diakui keberadaan baik oleh Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC) maupun masyarakat Indonesia pada umumnya. Tanpa kelompok Relawan ini, PMI dapat diibaratkan sebagai badan tanpa kaki, sering diartikan bahwa relawan adalah tulang punggung organisasi. Saat ini jumlah Relawan PMI yang terdiri atas Korps Sukarela (KSR) sebanyak 32.568 orang, Tenaga Sukarela (TSR) sebanyak 19.294 orang, Donor Darah Sukarela (DDS) sebanyak 893.381. Merupakan suatu kontribusi yang positif bagi generasi muda Indonesia untuk dapat terlibat dalam pengembangan Organisasi PMI, dengan tetap membawa “nilai universal“ sebagai manusia berbudaya yaitu memberikan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan. Tentu saja dengan semangat kebersamaan, secara professional, menolong sesama dengan hati.

vi Dengan makin bertambahnya peran Relawan Palang Merah Indonesia dalam berbagai event Nasional dan International, baik pada saat normal dan pada saat bencana, Palang Merah Indonesia memberikan kesempatan kepada organisasi untuk mengapresiasi semua Relawan, yang telah melakukan pelayanan dengan penuh dedikasi, bahkan dalam situasi yang sulit terkadang membahayakan, untuk memberikan bantuan kepada masyarakat paling rentan, dan mempromosikan perdamaian di seluruh dunia. Dengan meningkatkan strategi pembinaan Relawan melalui berbagai pendekatan dalam manajemen Relawan dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia relawan PMI yang profesional untuk melaksanakan pelayanan kemanusiaan. Para Relawan yang saya cintai. Melalui kegiatan Temu Karya Nasional V 2013 ini, merupakan momentum yang sangat istimewa sebagai ajang evaluasi terhadap Pembinaan Relawan PMI, dalam menghadapi tantangan yang dihadapi para Relawan dalam menjalankan tugas pelayanan kemanusiaan secara profesional . Kami juga mendorong kepada semua Jajaran Pengurus Palang merah Indonesia agar semakin meningkatkan komitmen dalam penguatan kapasitas melalui pembinaan, pelatihan serta dukungan psikososial dan asuransi dalam penugasan bagi Relawa. Mari bersama sama kita meningkatkan upaya pembinaan dan mengembangkan sumber daya yang ada di Palang Merah Indonesia untuk turut serta berkontribusi dalam memajukan organisasi ini. Kami bangga berjuang bersama para Relawan Palang Merah Indonesi dari Sabang hingga Marauke, yang telah memberikan baktinya bagi kepentingan kemanusiaan. Selamat berbakti dengan hati, melaksanakan dengan profesional bagi masyarakat! Jakarta, 23 Juni 2013 Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia Ketua Umum,

H. M. JUSUF KALLA

vi DAFTAR ISI

Kata Pengantar Sambutan Daftar Isi

i ii vi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Dasar Kegiatan C. Nama Kegiatan D. Waktu / Tempat E. Tujuan F. Hasil yang diharapkan G. Tema/ Logo H. Atribut I. Jenis Kegiatan J. Alur Kegiatan K. Temu L. Persahabatan M. Pengembagan Kapasitas N. Karya O. Perincian Kegiatan

1

BAB II PERANAN DAN FUNGSI SDM A. Kepanitiaan B. Penilai C. Fasilitator

13

1 1 2 2 2 3 3 4 4 4 5 6 7 8 9

12 13 14

BAB III KONTINGEN A. Kontingen

15

BAB IV PROSES KEGIATAN TEMU KARYA

19 10

vii A. Sebelum Pelaksanaan Kegiatan Temu Karya B. Saat Pelaksanaan Kegiatan Temu Karya\ C. Setelah Pelaksanaan Kegiatan Temu Karya

19 21 21

BAB V ATRIBUT A. Seragam B. Tanda Pengenal C. Lencana dan tanda kecakapan/ pin D. Logo/ Maskot E. Perlengkapan peserta yang diberikan oleh panitia F. Perlengkapan pribadi dan Kegiatan G. Perlengkapan Karya

23 23 23 24 24 25 25 25

BAB VI PERKEMAHAN A. Administrasi Perkemahan B. Pengaturan Perkemahan C. Fasilitas dan Arena D. Larangan dan sanksi E. Home stay F. Rekreasi

27 27 28 28 33 33

BAB VII PENUTUP

35

PETUNJUK TEKNIS

37

ATRIBUT JADWAL KEGIATAN SUSUNAN PANITIA

1 BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Temu Karya Nasional adalah : salah satu strategi pembinaan dan pengembangan relawan dikemas untuk melakukan evaluasi dan pembinaan serta mempertemukan para relawan PMI untuk bersama-sama memantau dan mengevaluasi pembinaan yang telah dilaksanakan PMI, sekaligus merancang peran dan kegiatan relawan untuk mendukung dan melaksanakan program peningkatan organisasi dan pelayanan PMI. Dalam rangka evaluasi pembinaan kepada relawannya, PMI melakukan berbagai macam kegiatan rutin sebagai strategi pengembangan relawan yang salah satunya adalah Temu Karya. Kegiatan ini dilaksanakan setiap 5 tahun sekali dengan melibatkan perwakilan relawan dari seluruh Indonesia yang terdiri dari Korps Sukarela (KSR) Tenaga Sukarela (TSR) dan Donor Darah Sukarela (DDS) serta melibatkan Relawan Mitra dari Perusahaan dan Organisasi lainnya. Acara tersebut dikemas sedemikian rupa sehingga dapat menjadi sebuah ajang pertemuan bagi para relawan PMI dari seluruh Indonesia dan beberapa perwakilan relawan dari negara - negara tetangga, sehingga diharapkan melalui acara ini para relawan dapat memperluas jejaring mereka dari berbagai segi diantaranya budaya, pendidikan, serta minat dan bakat. Selain itu, para relawan juga akan dilibatkan dalam perancangan peran dan kegiatan mereka dimasa yang akan datang guna mendukung program peningkatan organisasi dan pelayanan PMI.

B. Dasar Kegiatan 1. 2. 3. 4. 5.

Undang-Undang No. 40 tahun 2009, tentang Kepemudaan Anggaran Dasar dan anggaran Rumah Tangga PMI Rencana Strategi Palang Merah Indonesia 2009-2014 Program Kerja Bidang PMR dan Relawan 2009-2014 Surat Keputusan Bersama (SKB) antara PMI dengan Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Agama dan Menteri Dalam negeri RI No.168/31/29/SJ,

2

6.

7.

8.

9.

No 0184. KEP/PP/95 tentang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi Palang Merah Indonesia Perjanjian kerjasama antara Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan PMI No 01118/U/1995, No. 090/Kep/PP/V/1995 tanggal 24 Mei 1995 tentang pembentukan Tim Pembina Pengembangan Kepalangmerahan di kalangan siawa dan mahasiswa. Perjanjian Kerjasama antara Departemen Agama RI dengan PMI No 459 tahun 1995, No 0185.Kep/88/IX/1995 tanggal 26 September 1995 tentang Pembentukan Tim Pembina Pengembangan Kepalangmerahan di kalangan siswa san mahasiswa. MOU Pembinaan dan Pengembangan Kegiatan Kepalangmerahan di kalangan Pendidik Tenaga Kependidikan dan Peserta Didik, Nomor : 01/II/KB/2012 nomor : 0317/MOU PMIKEMENDIKBUD/II/2012. Surat Keputusan Pengurus Pusat PMI No. 01/III/KB/2003 dan 0753/SDM/III/2003, tentang Korps Sukarela Perguruan Tinggi.

C. Nama Kegiatan "Temu Karya Nasional V 2013 " Relawan Palang Merah Indonesia.

D. Waktu / Tempat 23-30 Juni 2013 atau selama 7 (tujuh) hari di Bendungan Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

E. Tujuan Umum

:

Khusus :

Meningkatkan manajemen dan kepemimpinan relawan untuk mendukung kapasitas organisasi dan pelayanan PMI. 1. Meningkatkan keterlibatan Relawan (KSR, TSR dan DDS) dalam proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan PMI. 2. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Relawan dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pelayanan PMI. 3. Membangun kerja sama dan jejaring antar Relawan dan Mitra. 4. Menyamakan pemahaman antar Pengurus, Staf, dan Relawan dalam proses pembinaan dan pengembangan Relawan.

3 F.

Hasil yang diharapkan

1.

Tersedianya akses keterlibatan Relawan dalam proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan PMI , sebagai pengakuan dan penghargaan kepada Relawan. Tersedianya sarana dan hasil evaluasi sebagai proses pembinaaan dan pengembangan Relawan untuk memperkuat kapasitas dan pelayanan PMI. Terjalinnya sistem kerja sama dan jejaring Relawan di Tingkat Nasional dan Internasional. Proses pembinaan dan pengembangan Relawan dapat dipahami oleh semua jajaran SDM (Sumber Daya Manusia) PMI.

2. 3. 4.

G. Tema/ Logo YOUTH ON THE MOVE "RELAWAN SEBAGAI AGEN PERUBAHAN “ Sub 1. 2. 3. 4.

tema "Menolong secara Profesional, dengan Sepenuh Hati, Bergerak Bersama Masyarakat” "Relawan PMI Membangun Harmonisasi Sosial Masyarakat Desa” "Gerakan Kemanusiaan Kemanusiaan Relawan Bekerja dengan Hati” "Berbuat Lebih Banyak, Lebih Baik dan berkelanjutan”

Logo Filosofi logo : Bentuk dasar diambil dari huruf V yang merupakan akronim dari kata Volunteer (Relawan ; Bahasa Inggris), dan V juga berarti 5 (lima) yang menandakan Temu Karya Nasional Relawan ini merupakan penyelenggaraan yang kelima. Warna merah pada sisi kiri adalah simbol PMI sebagai organisasi yang mengayomi para relawan di sisi kanan dengan simbol warna biru. Stilasi peta adalah Relawan PMI merupakan bagian dari relawan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sedunia. Simbol orang di sisi kiri nampak kecil dan di sisi kanan nampak besar menandakan pertemuan ini diikuti dari seluruh pelosok tanah air yang berjauhan namun tetap dalam kebersamaan

4 H. Atribut Akan diatur di Bab tersendiri

I. Alur Kegiatan TEMU dan KARYA merupakan kegiatan inti relawan. Dalam pencapaian tujuan Temu Karya Nasional semua komponen untuk mencapai tujuan perlu disinergikan antar Relawan, Pengurus, Staf, maupun Kepala Markas yang dikemas dalam PERSAHABATAN dan PENGEMBANGAN KAPASITAS sebagai kegiatan pendukung.

PERSAHABATAN Galeru karya relawan, olah raga persahabatan, seni budaya, kehidupan masyarakat dan sejarah bangsa, jejaring dan anjangsana, kontingen favorit, relawan favorit.

KARYA

PENGEMBANGAN KAPASITAS

TEMU

Latihan gabungan, best practice, volunteer, lintas terampil relawanm ajang kreatifitas relawan.

Lokakarya pengembangan kapasitas, kemitraan, pertemuan relawan nasional, pertemuan lintas negara.

Sosialisasi, advokasi dan promosi donor darag, ayo siaga bencana, pelayanan kesehatan, pengurangan risiko, pelatihan PP ke masyarakat dan bakti sosial di masayarakat.

5 TEMU 1. Sarasehan Bela Negara

Pertemuan untuk berbagi informasi tentang proses pendidikan, dan pelatihan kedisiplinan dan kepemimpinan yang diperlukan relawan dalam misi kemanusiaan yang diembannya. Pembicara : Kementerian Pertahananan

2. Sarasehan Kemitraan

Penerapan suatu strategi guna mempertahankan dan memperluas jejaring kemitraan seiring dengan perkembangan dunia dunia filantrofi dan lembaga sosial lainnya. Pembicara : Kementerian BUMN

3. Sarasehan Kewirausahaan

Pertemuan untuk memberikan pemahaman tentang kewirausahaan/enterpreneurship sehingga PMI Provinsi dan PMI Kabupaten/Kota mampu mengimplementasikan semangat kewirausahaan dan menjadi mandiri dalam hal pendanaan. Pembicara : - Kementerian Koperasi dan UKM - Ketua Umum HIPMI - Dr. Alim Markus (Maspion group)

4.

5.

6.

Sarasehan Pengembangan kegiatan Kepalangmerahan di institusi Pendidikan

Penerapan tindak lanjut kesepakatan bersama antara PMI dan Institusi pendidikan

Serasehan Peran Relawan Perempuan dalam Penanggulangan Bencana, anti kekerasan, diskriminasi dan menghargai perbedaan.

Bertukar informasi dan pengalaman antar Relawan perempuan dalam penanggulangan bencana , anti kekerasan, antidiskriminasi dan menghargai perbedaan Pembicara : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Sarasehan Koordinasi dan Kesiapsiagaan dalam Penanggulangan Bencana

Bertukar informasi dan pengalaman antar relawan terkait koordinasi dengan pemerintah dalam hal kesiapsiagaan dan respon bencana.

Pembicara : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Pembicara : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 7.

Sarasehan Penggunaan sosial Media untuk komunikasi, publikasi dan pengembangan citra organisasi

Pemanfaatan dan kode etik dalam penggunaan sosial media dalam pelayanan PMI.

6

8.

Sarasehan Sistem Informasi Manajemen

Sosialisasi tentang penggunaan, pengolahan sistim Informasi Manajemen/Data .

9.

Sarasehan Peran Relawan dalam bidang Kesehatan pada program berbasis masyarakat.

Pelaksanaan program pemberdayaan syang berbasis masyarakat, disinkronkan dengan Desa Siaga. Pembicara: Kementerian Kesehatan

10. Sarasehan UndangUndang Kepalangmerahan

Undang-Undang Kepalangmerahan dan perkembangannya sebagai salah satu proses pendidikan dan pengembangan yang diperlukan relawan dalam misi-misi kemanusian.

11. Sarasehan Relawan Nasional

Bertukar informasi dan pengalaman tentang kegiatan Relawan antar Provinsi, terkait dengan efektifitas pembinanaan dan pengembang , meningkatkan kinerja dan mempromosikan budaya tanpa kekerasan

12. Sarasehan Relawan Lintas Negara

Bertukar informasi dan berebagi pengalaman antar Relawan dari berbagai belahan negara lainnya dengan output menghasilkan “ Deklarasi Selorejo�

13. Sarasehan Pengurus Bidang Relawan dan Kepala Markas

Bertukar informasi dan pengalaman antar Pengurus Bidang dan Kepala Markas di tingkat PMI Pusat, PMI Provinsi, terkait dengan isue Relawan dan masalah lainnya.

PERSAHABATAN 1.

Galeri Karya Relawan

: Mempromosikan kegiatan KSR-TSR-DDS (relawan) yang telah dilakukan oleh masing-masing PMI Provinsi dan Kab/Kota yang ditampilkan dalam bentuk foto, laporan dan hasil karya yang telah mereka buat.

2.

Olah Raga Persahabatan

: Membangun kerjasama antar anggota tim, melihat diri sebagai bagian dari tim besar PMI.

3.

Seni Budaya

: Mengenal budaya masing-masing untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghargai antar sesama (dalam kerangka promosi budaya non-kekerasan).

4.

Kehidupan Masyarakat dan Sejarah Bangsa

: Memperkenalkan sejarah latar belakang bangsa dan budaya daerah untuk menimbulkan penghargaan dan rasa kebersamaan serta budaya daerah.

7 5.

Jejaring dan Anjangsana

: Berbagi informasi, pengenalan antar kontingen, mempererat persahabatan. Melihat diri bagian dari tim besar, memperkuat nasionalisme, dan saling berbagi informasi antar PMI dengan pihak eksternal.

6.

Outbound

: Membangun kebersamaan, kerjasama dalam tim, menumbuhkan jiwa kepemimpinan relawan.

7.

Kontingen Favorit

: Mengimplementasikan persahabatan dengan mempertimbangkan faktor sinergi untuk saling berbagi, mengkoreksi dan menilai untuk kemajuan bersama.

8.

Relawan Favorit

: Menciptakan relawan yang berkualitas secara personal dengan menggabungkan unsur pengetahuan, kemampuan serta jejaring yang baik.

PENGEMBANGAN KAPASITAS 1.

Latihan Gabungan

2.

Best Paractice Volunteer, "Berbagi Pengalaman�

3.

Lintas Terampil

4.

Ajang Kreatifitas Relawan

: Memberikan pengetahuan dan keterampilan bidang Publikasi & informasi, Air & Sanitasi, Pertolongan Pertama & Ambulans, Manajemen Kesiapsiagaan berbasis masyarakat, Penampungan Darurat, Perencanaan Program "Berawal dari sebuah ide" , Pertolongan di Air " Water Rescue", Kewirausahaan Relawan, Program Kesehatan dan pertolongan Pertama berbasis masyarakat. : Bertukar informasi dan pengalaman tentang kegiatan Relawan yang dapat dijadikan model atau dikembangkan didaerahnya masing-masing : Mengevaluasi tingkat pemahaman dan penerapan di bidang teknis antara lain ; Kepalangmerahan, Organisasi PMI dan Manajemen Relawan, Program berbasis masyarakat, sisitim peringatan dini, Assessement, Pertolongan Pertama dan Ambulans, Penampungan Darurat, dapur umum, Pelayanan Kesehatan, RFL, Logistik dan distribusi, Manajemen Posko dan Reporting,dll : Meningkatkan jiwa dan semangat kreatifitas Relawan PMI dalam menggali ide-ide serta inovasi dan wawasan Relawan PMI mengenai teknologi, keterampilan serta inovasi yang dapat digunakan dalam mengembangkan diri, organisasi.

8 KARYA NON FISIK, sasaran : Masyarakat dan Sekolah 1. 2. 3. 4. 5.

Sosialisasi dan Donor Darah Sukarela Advokasi dan Sosialisasi Ayo siaga Bencana Promosi dan Pelayanan Kesehatan Upaya Pengurangan Risiko Bencana Pelatihan singkat Pertolongan Pertama

a. Meningkatkan komitmen karya dan pengabdiannya kepada masyarakat. b. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap peran relawan dalam penguatan kapasitas organisasi dan pelayanan PMI di Masyarakat. c. Meningkatkan keterlibatan relawan dalam proses pengambilan keputusan di Masyarakat d. mengekspresikan kapasitas dan kompetensinya dalam karya dan baktinya di masyarakat.

FISIK (Bakti Sosial dan Bakti Fisik) 1. 2. 3. 4.

Bakti Sosial Penyediaan Air Bersih Perbaikan Jalan Perbaikan Rumah

PERINCIAN KEGIATAN : 1.

Saresehan a. Sarasehan Seminar Bela Negara Oleh Menteri Pertahanan b. Sarasehan Kemitraan Oleh Menteri BUMN c. Sarasehan Kewirausahaan Oleh Menteri Koperasi-HIPMI-Dr. Alim Markus d. Sarasehan Pembinaan Relawan di Institusi Pendidikan/tindaklanjut Mou Mendikbud e. Sarasehan Peran relawan perempuan dalam penanggulangan bencana Oleh Menteri Peranan Perempuan dan Perlindungan Anak. f. Sarasehan Koordinasi dan kesiapsiagaan bencana Oleh BNPB g. Sarasehan Penggunaan Sosial Media dan Pencitraan Organisasi h. Sarasehan Sistem Informasi Manajemen i. Pertemuan Pengurus Bidang Relawan dan Kepala Markas j. Pertemuan Relawan Nasional

9 k. Pertemuan Relawan Lintas Negara l. Saresehan Relawan dalam Bidang Kesehatan pada Program berbasis masyarakat Oleh Menteri Kesehatan. m. Saresehan Peranan dan Tanggung Jawab DPR RI untuk menguatkan Palang Merah dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaannya. 2.

Bakti Sosial a. Pipanisasi Air Bersih 1 km dengan Pipa 3 inch, dan bak penampung ukuran 18 m3 (P;3m x L;3m x T;2m) di Desa Banturejo. b. Drainase dengan panjang 500 m;lebar 0,5 m; tinggi 3 m di Desa Ngantru. c. Rabat Beton sepanjang 925 m; lebar 3 m untuk Desa Sidodadi. d. Rabat Beton sepanjang 700 m; lebar 2.5 m di Desa Purworedjo e. Rabat Beton sepanjang 1,3 km; lebar 3 m di Desa Pandansari.

3.

Simulasi, Simulasi, Evakuasi, Penanggulangan Bencana dikawasan Gunung Kelud.

4.

Kunjungan Bersejarah dan Wisata a. Paniwen Affair. b. Makam Bung Karno ( Blitar ). c. Agrobisnis apel dan sawah.

5. Apresiasi seni lukis kemanusiaan dan komik edukasi.

J. Alur kegiatan Rangkaian kegiatan Temu-Persahabatan-Pengembangan Kapasitas- Karya merupakan kegiatan dari penjabaran dari siklus manajemen pembinaan Relawan yang meliputi: 1. Kegiatan Rekrutment, meliputi gambaran kegiatan mulai dari tiba di lokasi Temu Karya, dimana peserta akan menjumpai sarana promosi seperti spanduk, baligho, umbul umbul, pos penerimaan untuk pendaftaran dan registrasi ulang, pemetaan kompetensi, penerimaan equipment (atribut dll), orientasi lokasi (kavling perkemahan) dan jadwal kegiatan. 2.

Kegiatan Pelatihan, meliputi rangkaian kegiatan yang akan memberikan pengetahuan, sikap dan keterampilan Relawan melalui kegiatan Latihan Gabungan, Best Practice Volunteer "Berbagi Pengalaman ", Pertemuan Relawan Nasional, Galeri Karya Relawan.

10 3.

Kegiatan Penugasan/Mobilisasi, meliputi rangkaian kegiatan seperti Lintas Terampil Relawan, Relawan Berkarya,Program Berbasis Masyarakat dan Sekolah.

4.

Kegiatan Pengembangan Kapasitas agar Relawan mampu mandiri meliputi rangkaian kegiatan yang akan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan serta upaya mempertahankan Relawan seperti kegiatan Saresehan Kemitraan Pemerintah dengan PMI terkait kegiatan Kepalangmerahan, Saresehan Pengembangan kegiatan Kepalangmerahan di institusi Pendidikan. Penggunaan media sosial untuk komunikasi, publikasi dan pengembangan citra organisasi, Saresehan Sistem Informasi Manajemen, Olahraga Persahabatan & seni Budaya, Kehidupan masyarakat dan Sejarah bangsa, Jejaring dan Anjangsana, Outbound, Kontingen Favorit, Relawan Favorit, Ajang Kreatifitas Relawan, Pemberian Hadiah - Hadiah dan penghargaan.

5.

Kegiatan Pengembangan Kapasitas juga dititik beratkan pada pengabdian bagi masyarakat dengan memberikan sumbangsih yang nyata berupa kegiatan Non Fisik (Sosialisasi dan Donor Darah Sukarela, Advokasi dan Sosialisasi Ayo Siaga Bencana, Promosi & Pelayanan Kesehatan, Upaya Pengurangan Resiko Bencana, Pelatihan singkat Pertolongan Pertama) dan kegiatan Fisik (Penyediaaan air bersih, Perbaikan jalan, Perbaikan rumah).

6.

Gambaran kegiatan Monev, meliputi kegiatan seperti Rapat Staf Bidang PMR dan Relawan Se-Indonesia, Manajemen Markas yang akan menunjang aktifitas Relawan.

Seluruh rangkaian kegiatan Temu Karya ini dirancang sesuai dengan Siklus Manajemen Relawan, sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pembinaan dan pengembangannya.

K. Sasaran 1. 2. 3. 4. 5.

Anggota KSR-TSR-DDS Pelatih PMI Staf yang membidangi Pembinaan PMR- Relawan Pengurus yang membidangi Pembinaan PMR-Relawan Anggota Relawan Luar Negeri

11

12

13 BAB II PERANAN DAN FUNGSI SUMBER DAYA MANUSIA

A. Kepanitiaan 1. Panitia pengarah terdiri dari unsur Pengurus PMI Pusat. PMI Provinsi Jawa Timur serta unsur Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota bertindak sebagai tuan rumah/penanggung jawab kegiatan dengan penjabaran tugas masingmasing. Jika diperlukan, panitia pengarah dapat membentuk tim teknis untuk membantu dalam proses perencanaan yang merupakan gabungan antara PMI dan unsur Pemerintah Pusat dan Provinsi . 2. Panitia pelaksana terdiri dari unsur Pengurus, staf dan relawan tingkat PMI Pusat, PMI Propinsi Jawa Timur, PMI Kabupaten/kota se - Jawa Timur dan Unsur Pemerintah Provinsi dan Kab/Kota serta ICRC, IFRC, dan PNS delegasi Indonesia dengan penjabaran tugas masing-masing. 3. Penetapan Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana Temu Karya di semua tingkatan ditetapkan melalui Surat Keputusan Pengurus PMI di masingmasing tingkatan. Gubernur dan Bupati/Walikota setempat bertindak sebagai panitia dari unsur Pemerintah serta sebagai Pelindung PMI.

B. Penilai 1. Terdiri dari PMI Pusat, PMI Provinsi, IFRC, ICRC, Perhimpunan Nasional (PNSs) dan tenaga ahli sesuai kompetensi dan jenis kegiatan. Bertugas mengevaluasi proses setiap kegiatan, serta keterlibatan PMI Provinsi dan kontingen/peserta dalam mengikuti kegiatan . 2. Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing penilai akan diuraikan dalam Surat Keputusan (SK)

14 C. Fasilitator 1. Terdiri dari PMI Pusat, PMI Provinsi, IFRC, ICRC, Perhimpunan Nasional (PNSs) dan tenaga ahli sesuai kompetensi dan jenis kegiatan. Yang bertugas mengklarifikasi apa yang sudah dilakukan oleh peserta terdiri proses pembelajaran, dari kegiatan yang dilakukan peserta Temu Karya. 2. Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing fasilitator akan diuraikan dalam Surat Keputusan (SK).

15 BAB III KONTINGEN

A. Kontingen Kontingen Temu Karya Nasional V PMI terdiri dari peserta yang berasal dari relawan yang terdiri dari anggota KSR,TSR dan DDS, Pimpinan dan Pendamping kontingen. Sedangkan kontingen peserta dari Perhimpunan Nasional (PN) negara lain sebagai kontingen tamu. a. Komposisi kontingen PMI Setiap PMI Provinsi mengirimkan kontingen dengan pilihan sbb: KONTINGEN Peserta KSR Peserta TSR

JUMLAH 30 10

Peserta DDS Pimpinan Kontingen

4

Pendamping Kontingen

1

Pengurus Bidang Relawan

1

Kepala Markas

1

Staf Bidang Relawan

1

Satgana (Alumni pelatihan Kopassus) TOTAL

1

1 50

Komposisi peserta pria dan wanita ditentukan oleh setiap kontingen dengan mempertimbangkan keseimbangan akses keterlibatan, peran, minat, kompetensi. b. Kriteria 1) Peserta, adalah anggota relawan PMI yang akan terlibat langsung diseluruh proses Temu Karya a) Anggota Korp Sukarela (KSR) ? Anggota KSR PMI (unsur unit Markas/Perguruan Tinggi), ? yang dibuktikan dengan foto copy Kartu Tanda Anggota (KTA)

16 ? Sehat jasmani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter. ? Mendapat mandat dari PMI Provinsi, yang dibuktikan dengan surat tugas ? Membawa 2 lembar foto diri ukuran 4 x 6 cm (foto berwarna terbaru latar

belakang biru). ? Telah mengikuti pelatihan dasar KSR sesuai kurikulum standar PMI Pusat.

b) Anggota Tenaga Sukarela (TSR) Anggota TSR PMI berasal dari unsur: ? Anggota TSR yang mempunyai ketrampilan/profesi sesuai kebutuhan pelayanan PMI, misalnya: dokter, paramedis, guru Pembina PMR, jurnalis, psikolog, seniman, akuntan, penerjemah, pendamping Odha/Ohidha, dll ? Dibuktikan dengan foto copy KTA TSR ? Membawa 2 lembar foto diri ukuran 4 x 6 cm (Foto berwarna terbaru latar belakang merah) ? Anggota TSR di masyarakat yang telah terlibat dalam kegiatan PMI berbasis masyarakat ditingkat desa atau kecamatan (a.l. Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat, Kesiapsiagaan Bencana Berbaasis Masyarakat). c) Anggota Donor Daerah Sukarela (DDS) ? Pria/wanita berusia 18 - 50 tahun dengan syarat minimal donasi 25 kali. ? Sehat jasmani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter. ? Mendapat mandat dari PMI Daerah, yang dibuktikan dengan surat tugas. ? Membawa 2 lembar foto diri ukuran 4 x 6 cm (Foto berwarna terbaru latar belakang biru). 2) Pimpinan kontingen ditetapkan dari unsur Pengurus Bidang Relawan yang ditunjuk oleh Pengurus PMI yang terdiri dari a) Ketua Kontingen b) Tugas Ketua Kontingen adalah bertanggung jawab terhadap proses persiapan, pelaksanaan dan akhir kegiatan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pengurus PMI. c) Peran Ketua Kontingen adalah berperan sebagai perwakilan dari Pengurus PMI dalam kegiatan Temu Karya 3) Pendamping kontingen Pendamping kontingen adalah orang yang ditunjuk oleh Pengurus PMI yang memiliki kemampuan dalam materi kegiatan Temu karya dengan peran yaitu : a) Peran: membantu pimpinan kontingen memfasilitasi setiap indivu peserta agar

17

b) c) d) e)

dapat melaksanakan peran dan tanggung jawab sesuai minat dan kompetensi masing-masing, sehingga mendukung pencapaian tujuan pembinaan dan pengembangan relawan. Pendamping bisa dari unsur Pengurus, staf, pelatih dan relawan Mendapat mandat dari PMI Provinsi yang bersangkutan, dibuktikan dengan surat tugas. Sehat jasmani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Membawa 2 lembar foto diri ukuran 4 x 6 cm (foto terbaru berwarna)

4) Peserta Tamu (Perhimpunan Nasional Negara Sahabat) a) Deskripsi Peserta Tamu adalah Utusan Perhimpunan Nasional Negara Sahabat, yang diundang oleh Palang Merah Indonesia untuk mengikuti Temu Karya Nasional V. b) Peran dan Fungsi Dalam Temu Karya Relawan peserta tamu berfungsi sebagai 1. Peserta Aktif Turut serta dan berperan aktif dalam kegiatan - kegiatan Temu Karya 2. Peninjau Dapat turut mengamati kegiatan Temu Karya. 3. Ketentuan Peserta Luar Negeri ? Kontingen Perhimpunan Nasional yang hadir adalah utusan Perhimpunan Nasional negara bersangkutan, akan mengikuti kegiatan - kegiatan yang telah ditentukan pihak panitia pelaksana. ? Setiap Perhimpunan Nasional yang hadir mengirimkan 1 orang pimpinan kontingen yang sekaligus berperan sebagai pendamping, dan maksimal 10 orang relawan berusia 20 - 45 tahun ? Mendapat mandat dari Perhimpunan Nasional masing-masing ? Sehat jasmani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter ? Membawa 2 lembar foto diri ukuran 4 x 6 cm (foto terbaru berwarna) ? Undangan untuk kontingen Perhimpunan Nasional dikirimkan minimal 2-3 bulan sebelum kegiatan dilaksanakan. ? Singapura ? Malaysia ? Brunei ? Myanmar ? Thailand ? Kamboja ? Vietnam ? Filipina ? Laos

? Timor Leste ? Korea Selatan ? Jepang ? Belanda ? German ? Denmark ? Perancis ? Swiss ? Italia

? Austria ? China ? Hongkong ? Pakistan ? India ? USA ? Norwegia ? Kanada ? Spanyol

? Jordania ? Arab Saudi ? Turki ? Australia ? Selandia Baru ? Papua Nugini ? Afrika Selatan ? Qatar

18

19 BAB IV PROSES KEGIATAN TEMU KARYA A. Sebelum Pelaksanaan Temu Karya Hal yang perlu dipersiapkan sebelum pelaksanaan Temu Karya : 1. Persiapan di PMI Propinsi a. Persiapan Sumber Daya Manusia 1) Pemilihan Staf dan Relawan yang memiliki komptensi sesuai dengan bidang Temu Karya 2) Menyiapkan keterlibatan personil dari unsur Pemerintah dan masyarakat 3) Melakukan orientasi Temu Karya KSR ,TSR dan DDS meliputi penyamaan persepsi melalui informasi pembinaan dan pengembangan relawan, kepemimpinan, koordinasi b. Persiapan Promosi dan Publikasi Kontingen dapat melakukan promosi dan publikasi kepada Pemda, Instansi, Perusahaan, dan Masyarakat terkait keterlibatannya dalam Temu Karya. Hal ini merupakan salah satu strategi penyebarluasan kepalangmerahan, serta menarik minat, dan advokasi kepada mereka untuk mendapatkan dukungan baik berupa non-material (misal: fasilitator, minat masyarakat untuk bergabung dengan PMI, minat perusahaan untuk bekerjasama), material, dan anggaran yang tidak saja bermanfaat untuk kegiatan Temu Karya, tetapi juga berdampak jangka panjang (pembinaan dan pengembangan relawan, serta program-program PMI). c. Persiapan Perlengkapan Pimpinan Kontingen bertanggung jawab menyediakan perlengkapan anggota tim, termasuk pelaksanaan beberapa kegiatan a.l.: ? Atribut kontingen ? Asuransi ? Perlengkapan akomodasi ? Konsumsi Perlengkapan yang dibawah oleh masing-masing PMI Provinsi antara

20 lain : Perlengkapan penunjang kegiatan, misal: kit pertolongan pertama, laptop, kamera, Material briefing/orientasi/diklat dan Temu Karya, misal: foto-foto, bahan presentasi, bahan-bahan lokakarya, souvenir d. Persiapan Transportasi Transportasi dari daerah asal ke lokasi perkemahan maupun kembali ke daerah asal menjadi tanggung jawab kontingen PMI provinsi masing-masing. e. Persiapan Anggaran 1) Anggaran untuk kebutuhan kontingen menjadi tanggungan masing-masing kontingen PMI Provinsi. 2) PMI Propinsi dapat melakukan upaya-upaya penggalangan dana untuk pembiayaan kontingennya. 2. Pendaftaran Pendaftaran kontingen Temu Karya dibagi menjadi 3 (tiga ) tahap : a. Pendaftaran Tahap I: Konfirmasi Keikutsertaan, 24 Februari 2013, PMI Provinsi harus sudah menyatakan keikutsertaan dalam Temu Karya Nasional. b. Pendaftaran Tahap II: Konfirmasi Jumlah, Nama Kontingen dan persyaratan (lihat BAB III), paling lambat 28 Maret 2013, PMI Provinsi harus sudah memberitahukan jumlah peserta, nama peserta, persyaratan. PMI Provinsi memberitahukan kepada PMI Pusat mengenai: ? Detail Nama Kontingen (Peserta, Peninjau, dan Penggembira) ? Beserta kelengkapan persyaratannya ? Detail Keberangkatan (Jadwal, Transportasi yang digunakan, Rute) c. Pendaftaran Tahap III : 10 April 2013, konfirmasi peserta yang mengikuti kegiatan Pengembangan Kapasitas. d. Pendaftaran Tahap IV : Pendaftaran Ulang , di Lokasi Temu Karya. Pimpinan kontingen mengurus seluruh persyaratan administrasi peserta di tempat pendaftaran ulang/ sekretariat panitia. Alamat Pendaftaran : Markas Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) Jl. Jend Gatot Soebroto Kav 96, Jakarta Selatan Telp. 021-7992325 Faks. 021-7995188

21 B. Saat Pelaksanaan Kegiatan 1. 2. a. b.

Mengikuti Upacara Pembukaan Mengikuti Pelaksanaan Kegiatan (lebih detail lihat Petunjuk Teknis) Temu Karya dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan Metode yang diterapkan beragam: diskusi, tanya jawab, simulasi, presentasi, eksebisi, kunjungan lapangan, bhakti masyarakat dll. 3. Mengikuti Upacara Penutupan

C. Setelah Pelaksanaan Temu Karya 1. PMI Pusat dan Provinsi melakukan evaluasi proses penyelenggaraan kegiatan untuk mengetahui faktor keberhasilan, kendala ataupun pendukung selama kegiatan sekaligus mencari pembelajaran untuk pelaksanaan kegiatan selanjutnya 2. Laporan kegiatan bersifat mutlak dan harus dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban panitia 3. Mensosialisasikan hasil dari Temu Karya kepada PMI Propinsi 4. Penunjukan tuan rumah Temu Karya berikutnya dilakukan pada saat penutupan Temukarya yang diputuskan melalui rapat pimpinan kontingen, dengan ditandai penyerahan bendera Temukarya oleh Pengurus Pusat kepada Pengurus PMI Provinsi tuan rumah.

23 BAB V ATRIBUT DAN PERLENGKAPAN

A. Seragam Terdiri dari 2 (dua) macam seragam: 1. Seragam Upacara: Pembukaan dan Penutupan a. Pada saat Upacara Pembukaan: Pakaian seragam kontingen berupa seragam sesuai pedoman yang berlaku (warna baju putih dan celana biru dongker), sepatu hitam, pakaian adat daerah boleh dipergunakan oleh peserta, dengan komposisinya yang seimbang dengan peserta yang menggunakan pakaian seragam. Peninjau dan Penggembira menggunakan seragam baju warna putih dan celana warna biru dongker. Pada saat kegiatan harian : Pakaian resmi (kaos) kegiatan yang diberikan oleh panitia. 2. Seragam Lapangan Pakaian seragam lapangan kontingen dapat digunakan oleh peserta, peninjau dan penggembira pada saat mengikuti kegiatan yang bersifat sosialisasi pengetahuan dan pemahaman, lokakarya .

B. Tanda pengenal 1. Tanda pengenal peserta kegiatan Temu karya a. Peserta (anggota KSR, TSR, DDS, ketua kontingen, pembina pendamping) b. Peninjau c. Penggembira d. Peserta Luar Negeri e. Panitia/Juri/Fasilitator

24

2. Tanda pengenal kendaraan a. Kendaraan angkutan peserta b. Kendaraan Panitia c. Kendaraan Pendukung Temu Karya d. Kendaraan Undangan 3. Bentuk, ukuran dan warna Bentuk, ukuran, dan warna tanda pengenal Temu Karya ditentukan oleh Panitia. 4. Ketentuan pemakaian a. Tanda pengenal diberikan oleh panitia, seluruh kontingen wajib melaporkan semua anggota kontingennya (Peserta Aktif, Pembina Pendamping, Peninjau, Penggembira, Pimpinan Kontingen) b. Tanda pengenal wajib dipakai selama Temu Karya berlangsung. c. Panitia/petugas berhak mempertanyakan keabsahan kehadiran di area Temu Karya bila tidak mengenakan tanda pengenal. d. Panitia/petugas berhak untuk mengeluarkan seseorang/kendaraan dari area bila tidak dapat membuktikan keikutsertaannya dalam Temu Karya.

C. Tanda kecakapan /Pin 1. Pin Temu Karya didapat pada saat daftar ulang,yang dipakai selama pelaksanaan Temu Karya. 2. Pin kegiatan bisa didapatkan setelah mengikuti kegiatan .

D. Logo dan Maskot 1. Logo Temu Karya bersifat tetap setiap tahunnya tidak berubah-ubah 2. Maskot dalam Temu Karya dapat berubah sesuai dengan karakter tuan rumah

25 E. Perlengkapan Peserta yang diberikan oleh Panitia Setiap peserta akan mendapatkan kelengkapan dari Panitia : 1. Kaos sebanyak 2 (dua) buah 2. Topi sebanyak 1(satu) buah 3. Tas Rangsel dan mastras masing-masing 1 (satu) buah. 4. Buku saku kegiatan 5. Tanda pengenal peserta 6. Pin

F. Perlengkapan Pribadi dan Kontingen a. b. c. d.

Membawa peralatan untuk mendirikan tenda (palu, tali tambang, dan lain-lain) Membawa seragam Relawan PMI (KSR-TSR) Membawa pakaian olahraga Membawa perlengkapan pendukung untuk kebersihan tenda dan lokasi kemah (seperti cangkul, linggis dan lain-lain) e. Membawa obat-obatan pribadi. f. Membawa peralatan untuk keperluan kegiatan Temu-Karya-Persahabatan-Pengembangan Kapasitas

G. Peralatan Karya dan Bakti Sosial Adalah peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan serangkaian kegiatan Community awarness di bidang kesehatan, community awarness di bidang PB, baik yang sifatnya edukasi, sosialisasi, advokasi pemberdayaan ranting, pembinaan TSR di masyarakat, bakti sosial, dan lain-lain. 1. Setiap kontingen diwajibkan membawa 1 (satu) kotak Pertolongan Pertama lengkap dengan isinya serta penjelasan penggunaannya. 2. Setiap kontingen (untuk anggota TSR profesi dokter/perawat) diwajibkan membawa perlengkapan untuk sarana pemeriksaan kesehatan dasar di masyarakat. 3. Setiap kontingen diwajibkan membawa peralatan bakti yang akan ditentukan kemudian sesuai dengan kondisi lokal. 4. Setiap kontingen diwajibkan membawa buku tulis, buku pelajaran dan buku bacaan

26 populer (komik atau bacaan pembelajaran), untuk disumbangkan ke sekolah/desa lokasi kegiatan. 5. Perlengkapan khusus yang terkait dengan Latgab dan simulasi (Lihat Kegiatan Latgab dan Simulasi). 1. Membawa seragam Relawan PMI (KSR-TSR-DDS) 2. Membawa pakaian olahraga (training, kaos, sepatu olah raga) 3. Membawa alat kebersihan diri (sabun, odol sikat gigi, handuk dan lain-lain) 4. Membawa obat-obatan pribadi 5. Membawa peralatan untuk mendirikan tenda 6. Membawa perlengkapan pendukung untuk kebersihan tenda dan lokasi kemah 7. Membawa peralatan untuk keperluan kegiatan Temu-Persahabatan-Pengembangan Kapasitas-Karya (Lihat Bagian Kegiatan)

H. Perlengkapan Karya Perlengkapan Karya diperlukan untuk melaksanakan serangkaian kegiatan kepada masyarakat di bidang kesehatan, dibidang PB, baik yang sifatnya Edukasi, Sosialisasi, Advokasi Pemberdayaan Ranting, pembinaan TSR di masyarakat, bakti sosial, dan lain-lain. 1. Setiap kontingen diwajibkan membawa 1 kotak Pertolongan Pertama lengkap dengan isinya serta penjelasan penggunaannya. 2. Setiap kontingen (untuk anggota TSR profesi dokter/perawat) diwajibkan membawa perlengkapan untuk sarana pemeriksaan kesehatan dasar di masyarakat. 3. Setiap kontingen diwajibkan membawa peralatan untuk bakti sosioal yang akan ditentukan kemudian sesuai dengan kondisi lokal. 4. Setiap kontingen diwajibkan membawa buku tulis, buku pelajaran dan buku bacaan populer (komik atau bacaan pembelajaran), untuk disumbangkan ke sekolah/ desa lokasi kegiatan. 5. Perlengkapan khusus yang terkait dengan Latgab dan simulasi (Lihat Kegiatan Latgab dan Simulasi). 6. Setiap peserta kontingen yang mengikuti kegiatan karya diwajibkan membawa alat pelindung diri seperti sarung tangan.

27 BAB VI PERKEMAHAN

A. Administrasi Perkemahan 1. Akomodasi; setiap kontingen mendirikan tenda sesuai dengan kavling yang diundi pada saat pendaftaran ulang di lokasi. 2. Untuk menempati kaveling, setiap kontingen mendaftarkan diri di lokasi Perkemahan dan mendapat bukti Surat Penempatan Kavling (SPK) yang dikeluarkan oleh Panitia Perkemahan (Camat Perkemahan). 3. Kontingen yang akan meninggalkan arena perkemahan sehubungan dengan berakhirnya acara Temu Karya, bertanggung jawab atas kebersihan kavling yang ditempatinya dengan bukti surat rekomendasi untuk meninggalkan perkemahan dan rekomendasi tersebut untuk syarat mengambil Piagam dan Lencana Temu Karya. 4. Setiap kontingen akan mendapatkan kavling dengan ukuran 20 x 30 m 5. Nomor kavling sesuai dengan hasil undian yang dilakukan saat daftar ulang. 6. Setiap kontingen akan disediakan sebanyak 7 (tujuh) unit tenda keluarga. 7. Perwakilan peserta luar negeri sebanyak 1 (satu) s.d. 3 (tiga) orang akan tinggal bersama dengan kontingen.

B. Pengaturan Perkemahan 1. Struktur Perkemahan Semua Peserta Temu Karya berada dalam satu kesatuan struktur perkemahan tertinggi, yaitu Kecamatan. Warga Kecamatan akan diatur sesuai dengan jenjang pemerintahan dengan tidak meninggalkan tata tertib kehidupan 7 (tujuh) Prinsip Palang Merah, yaitu sbb : a. Perkemahan Temu Karya Relawan merupakan satu Kelurahan yaitu Kelurahan "Bung Hatta". b. Kelurahan dibagi menjadi 2 RW, yaitu RW “Henry Dunant” dan RW “Henry P. Davison”. c. RW Henry Dunant terdiri atas 4 RT, yaitu RT Kemanusiaan, RT Kesamaan, RT Kenetralan, dan RT Kemandirian. d. RW Henry P. Davison terdiri atas 3 RT, yaitu RT Kesukarelaan, RT RT

28 Kesatuan, dan RT Kesemestaan. e. Setiap RT merupakan perwujudan dari masing- masing Kontingen Strukur Perkemahan

Kelurahan Bung Hatta

RW 01 Henry Dunant

RT 01 Kemanusian Kontingen 1 - 4 RT 02 Kesamaan Kontingen 5 - 8 RT 03 Kenetralan Kontingen 9 - 12

RW 02 Henry P. Davison

RT 05 Kesukarelaan Kontingen 17 - 20 RT 06 Kesatuan Kontingen 21 - 24 RT 06 Kesemestaan Kontingen 25 - 33

RT 04 Kemandirian Kontingen 13 - 16

2. Aparat Perkemahan a. Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah. b. Rukun Warga (RW) dipimpin seorang Ketua RW. c. Rukun Tetangga (RT) dipimpin seorang Ketua RT. d. Penentuan Aparat perkemahan menyesuaikan dengan Manajemen Penampungan. e. Aparat perkemahan, sesuai jenjangnya bertangung jawab kepada Menejer Perkemahan, dan Panitia Seksi Perkemahan (Air, Sanitasi, dan Listrik, dll.) f. Aparat perkemahan akan mengikutsertakan peserta, sebagai bagian dari kegiatan

29 persahabatan (Kepemimpinan) g. Aparat perkemahan di masing- masing tingkatan, dipilih dari peserta 3. Kehidupan sehari hari a. Tata Cara Perkemahan 1) Seluruh tata cara perkemahan disesuaikan dengan acara kegiatan sehari-hari dan hanya dapat diubah oleh panitia. 2) Segala pemberitahuan dan pengumuman, baik untuk peserta maupun Panitia Pelaksanan, harus melalui pusat informasi yang dikoordinasi oleh panitia yang membidangi 3) Segala kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi peserta dilayani dan disampaikan melalui jalur perkemahan b. Kegiatan 1) Kegiatan Perkemahan dimulai pk. 05.00 s.d. 22.30 WIB yang dinyatakan dengan bunyi sirine. 2) Sebelum pukul 08.00 dan pukul 17.00 WIB setiap warga perkemahan wajib melaksanakan kegiatan rutin dengan jadwal sbb : a) 05.00 - 05.30 Olah raga /Senam pagi b) 05.30 - 07.30 Keperluan Pribadi c) 07.30 - 08.00 Apel Pagi d) 17.00 - 17.30 Apel Sore Kegiatan tersebut dilaksanakan di tingkat RW, dan kegiatan selanjutnya dilaksanakan sesuai jadwal. 3) Untuk mengikuti kegiatan, peserta wajib menyerahkan kartu kegiatan kepada petugas yang bersangkutan. 4) Setiap Peserta berhak memperoleh tanda mengikuti kegiatan berupa paraf petugas dan cap/stempel pada kartu kegiatan, setelah mengikuti salah satu kegiatan pada saat itu juga. Hal ini merupakan penilaian keaktifan

C. Fasilitas dan Arena 1. Keamanan a. Keamanan perkemahan kontingen menjadi tanggung jawab masing-masing kontingen PMI Provinsi. b. Warga perkemahan (peserta, peninjau, penggembira, tamu) wajib menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh arena perkemahan. c. Jam malam diberlakukan mulai pkl 24.00-05.00 WIB, Perserta di harapkan dapat menjaga keamanan dan ketertiban.

30 d. Peserta dilarang membuat kekacauan dan kegaduhan dalam semua kegiatan, selama Temu Karya berlangsung. 2. Kebersihan a. Kebersihan perkemahan, MCK, maupun lingkungan perkemahan Temu Karya menjadi tanggung jawab setiap peserta dan akan masuk dalam kriteria penilaian kontingen favorit. b. Panitia menyediakan Air dan MCK di lokasi perkemahan. c. Panitia akan melakukan penilaian terhadap kebersihan perkemahan (lokasi kavling, MCK, dan lokasi perkemahan 3. Sumber Penerangan a. Panitia akan menyiapkan 1 (satu) titik sumber arus listrik di setiap kavling, b. Panitia akan menyiapkan penerangan jalan di setiap persimpangan jalan. c. Lampu penerangan diperoleh dari lampu petromaks, genset atau instalasi listrik yang dialirkan ke semua sektor penting 4. Kesehatan a. Panitia menyediakan Pos Kesehatan Temu Karya, tetapi diharapkan kontingen membawa obat obat sederhana yang dibutuhkan bagi pesertanya , dan diharapkan menjaga kesehatan masing masing. b. Sistem Rujukan ke Rumah sakit terdekat akan di lakukan apabila Pos Kesehatan Temu Karya tidak mampu menangani peserta yang sakit dan timbulnya kasus penyakit yang menimbulkan outbreak. Panitia akan menfasilitasi rujukan ke RS, dengan sepengetahuan Kepala Desa/ Ketua RW/RT, sedangkan secara administrasi keuangan dapat diselesaikan sendiri oleh kontingen ybs. 5. Pelayanan Konsumsi Pelayanan Konsumsi peserta Temu Karya (termasuk penggembira dan peninjau) dikelola oleh masing masing kontingen termasuk biaya dan peralatan. 6. Tempat Ibadah a. Panitia menyediakan tempat ibadah yang berlokasi tidak jauh dari tempat pelaksanaan Temu Karya b. Peserta dapat memanfaakan Tempat Ibadah yang tersedia, atau dapat dilakukan di tenda masing masing. c. Peserta wajib menjaga dan memelihara kebersihan dan ketertiban ditempat ibadah dan sekitarnya. d. Peserta wajib menghormati peserta lain yang sedang melakukan ibadah

31 7. Tamu a. Kunjungan tamu wajib melapor kepada Panitia Sekretariat/Aparat Perkemahan, Panitia Sekretariat/Aparat perkemahan memberikan surat pengantar dan tanda pengenal tamu. b. Di luar jam berkunjung yang telah ditetapkan, peserta dilarang menerima tamu kecuali ada ijin khusus dari Panitia/Aparat Perkemahan 8. Pentas Hiburan Rakyat a. Pentas Hiburan Rakyat, berupa pentas budaya dari masing masing Provinsi dilakukan pada malam hari. (Berbeda Budaya Satu Gerakan) b. Pentas Hiburan Rakyat dapat dilakukan oleh peserta Temu Karya dan atau pihak lain yang diundang mengisi acara. 9. Kedai/Pasar/warung a. Bahan makanan dan kebutuhan sehari hari dapat di beli di kedai/pasar/warung yang terdapat di sekitar perkemahan. b. Kebutuhan souvenir/cinderamata Temu Karya Nasional dapat dibeli di Ruang Usaha c. Jual beli/pemasaran barang barang dilarang dilakukan di arena perkemahan lain kecuali di tempat yang telah ditentukan. 10.Pameran hasil karya a. Panitia akan memamerkan hasil karya peserta dari masing masing Provinsi. Peserta akan mendampingi hasil karyanya , untuk dapat dipresentasikan kepada pengunjung pameran. b. Panitia akan melakukan penilaian terhadap hasil karya peserta. 11.Pos dan Telekomunikasi Semua peserta dapat menikmati pelayanan Pos dan Telekomunikasi yang tersedia di arena perkemahan dan sekitarnya 12.Alat transportasi a. Transportasi kontingen dari daerah asal ke lokasi perkemahan menjadi tanggung jawab dari Provinsi masing-masing, b. Transportasi kedatangan dan kepulangan dari bandara/pelabuhan laut ke area perkemahan disiapkan oleh penanggung jawab kegiatan. ? Udara : Bandara Juanda Surabaya dan Abdurahman Saleh Malang ? Laut : Pelabuhan laut Tanjung Perak Surabaya ? Darat : Stasiun Kereta Api Kota Baru Malang.

32 c. Transportasi untuk keperluan kegiatan selama Temu Karya berlangsung disediakan oleh panitia perkontingen berupa 2 ( dua ) buah motor ojek dengan pengemudinya. 13.Ruang Usaha a. Ruang Usaha disediakan bagi kontingen yang akan memamerkan/menjual barangbarang yang merupakan hasil karya Relawan/ makanan/kerajinan dari Provinsi masingmasing. b. Ruang Usaha terbuka untuk umum bagi masyarakat sekitar, Peserta/ Kontingen lain yang ingin membeli barang- barang tersebut dipersilahkan untuk saling mengunjungi antar ruang usaha tersebut. c. Dimohon untuk tidak melakukan jual-beli/ pemasaran barang-barang di arena perkemahan, kecuali ditempat yang telah ditentukan.

D. Larangan dan Sanksi 1. Larangan a. Merusak kelestarian alam. b. Merusak tanaman/pepohonan/gedung diperkemahan dan sekitarnya. c. Mengganggu ketertiban dan keamanan di lokasi kegiatan maupun di tengah masyarakat. d. Merokok pada saat mengikuti rangkaian kegiatan. e. Menggunakan narkotika, obat terlarang dan minuman beralkohol. 2. Pemberlakuan Sanksi a. Sanksi diberlakukan kepada peserta yang dengan sengaja atau tidak sengaja melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh panitia. b. Sanksi hanya dijatuhkan oleh camat Perkemahan melalui sidang Aparat Perkemahan 3. Sanksi pelanggaran berbentuk a. Peringatan Lisan b. Pernyataan tertulis c. Tidak berhak menerima Lencana/Piagam d. Tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan selama Temu Karya berlangsung

33 e. Dicabut haknya sebagai peserta f. Dilaporkan kepada pihak yang berwajib

E. Home stay (tentative) Home stay di manfaatkan untuk kegiatan yang jauh serta tidak mempunyai ruang khusus/lapangan di lokasi Penyelengaraan. Peserta dapat menginap/diinapkan di rumah masyarakat setempat dengan dikoordinasikan dan bekerjasama dengan Kepala Desa dan Pemda setempat. Adapun mekanisme kegiatan home stay sebagai berikut:

Assesment panitia lokal

Orientasi kepalang merahan dan pembekalan ilmu

Membantu aktifitas keluarga

Evaluasi kegiatan

Karya bakti bersama

Kombinasi antara Perkemahan dan Homestay dengan mensimulasikan program yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Peserta diarahkan untuk dapat mempraktekkan proses program mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil pemberdayaan masyarakat.

F. Rekreasi 1. Setiap kontingen diperbolehkan melakukan kegiatan rekreasi, selama tidak mengganggu jalannya proses kegiatan Temu Karya. 2. Kegiatan rekreasi yang dilakukan kontingen secara mandiri diatur dan ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing kontingen. 3. Panitia hanya menyediakan informasi wisata. 4. Jadwal rekreasi kontingen sebaiknya dilakukan oleh setelah selesai acara Penutupan.

34 5. Panitia menyediakan waktu untuk rekreasi kunjungan wisata dan tempat bersejarah sesuai dengan jadwal Temu Karya. 6. Pada saat akan melakukan kegiatan rekreasi, sebaiknya melaporkan diri kepada Panitia Kesekretariatan, Panitia Kesekretariatan akan memberikan form daftar peserta, dan rencana tujuan rekreasi, minimal 1 hari sebelum rencana kegiatan rekreasi. 7. Kontingen yang akan melakukan kegiatan rekreasi tetap memakai atribut Temu Karya, minimal tanda pengenal selama berada diluar arena Temu Karya Nasional. 8. Kegiatan resmi rekreasi akan dilaksanakan setelah upacara penutupan.

35 BAB VII PENUTUP Petunjuk Pelaksanaan Temu Karya Nasional, Relawan (KSR-TSR- DDS) PMI Tahun 2013 ini disusun sebagai acuan PMI Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota dalam mensukseskan pelaksanaan Temu karya Nasional. Hal teknis akan dijabarkan lebih detail pada Petunjuk Teknis Temu Karya Nasional, Relawan PMI 2013. Implementasi Petunjuk Teknis Temukarya Nasional ini memerlukan komitmen dan niat serta rasa tanggungjawab dari seluruh unsur-unsur PMI, baik Pengurus, Staf maupun Relawannya terhadap pola pengembangan kapasitas KSR, TSR dan DDS di Indonesia. Seluruh pihak diharapkan dapat memahami dan mendalami serta menjabarkannya kedalam kerangka acuan atau lainnya yang lebih operasional dengan harapan agar kerangka pola pembinaan Relawan yang sudah kita bangun dapat kita laksanakan sesuai dengan harapan dan panduan yang ada. Sekali lagi apabila hal ini dilaksanakan secara benar sesuai dengan visi dan misi PMI, maka peran Relawan (KSR - TSR-DDS) di masa mendatang dalam meningkatkan mutu pelayanan PMI akan lebih baik lagi dan hal ini secara tidak langsung memberi dampak positif bagi pencitraan organisasi PMI.

Relawan PMI Berbuat lebih banyak, profesional dan melayani dengan hati Siamo Tutty Fratelly Kita Semua Bersaudara

PETUNJUK TEKNIS KERANGKA ACUAN

PETUNJUK TEKNIS TEMU

37 PETUNJUK TEKNIS TEMU I. Saresehan Bela Negara 1. Latar Belakang Relawan sebagai salah satu pilar organisasi Palang Merah Indonesia yang terdiri dari unsur pemuda dan professional merupakan potensi yang besar dan berharga bangsa Indonesia. Tanpa mengurangi pengamalan 7 prinsip dengan benar, relawan sebagai bagian dari bangsa dan Negara mempunyai kewajiban juga untuk berbakti pada bangsa dan negaranya. Disamping hal tersebut diatas Bela Negara juga merupakan salah satu proses pendidikan dan pelatihan kedisiplinan dan kepemimpinan yang diperlukan relawan dalam misi-misi kemanusian yang diembannya. Pelatihan kepemimpinan ini akan bermanfaat pada saat melakukan operasi pertolongan kemanusian, untuk bagaimana memutuskan sesuatu dengan cepat dan tepat pada saat darurat, bagaimana seni menghadapi masalah darurat, bagaimana menjalankan operasi kemanusian dengan baik. Momentum Temu Karya ini dirasa penting untuk memberikan pemahaman kepada para peserta temu karya tentang Bela Negara oleh KEMENHAN. sehingga pada akhirnya masing-masing mampu mengimplementasikan pada operasi kemanusian yang dijalankan PMI sebagai tindak lanjut lokakarya ini. 2. Tujuan a. Memberikan pemahaman tentang Bela Negara b. Melakukan pembinanaan kedisiplinan c. Mengembangkan kepemimpinan d. Memperkokoh peran relawan dalam sumbang sih nya bagi nusa bangsa dan negara 3. Hasil yang diharapkan a. Pemahaman tentang Bela Negara meningkat b. Kedisiplinan dalam menjalankan misi palang merah meningkat.

38 c. Kepemimpinan yang lebih baik. 4. Peserta Wakil dari masing-masing kontingen sebanyak 3 orang: ? 1 (satu) orang pengurus bidang ? 1 (satu) orang staf bidang ? 1 (satu) orang relawan 5. Fasilitator Panitia bidang Temu 6. Narasumber ? Kementerian Pertahanan RI ? Pengurus Pusat PMI Ketua Bidang Relawan 7. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Tanggal : 24 Juni 2013 Waktu : Pukul 13.30 s.d. 14.30 WIB Tempat : Tenda/Pendopo Utama 8. Metode dan Proses pelaksanaan a. Panitia mempersiapkan tempat dan perlengkapan kegiatan b. Peserta melakukan registrasi di tempat pelaksanaan (penyerahan dokumen MOU, form Evaluasi kegiatan) c. Panitia memberikan pengantar dan tujuan saresehan d. Tata ruang: talkshow e. Pemaparan narasumber (ceramah informatif) f. Diskusi dan tanya jawab g. Rekomendasi 9. Sarana dan Perlengkapan a. Ruang pertemuan b. Dokumen MOU c. LCD Projector d. Sound system e. Meja registrasi f. Absensi peserta g. ATK (dibawa masing-masing peserta)

39 h. Pin Kegiatan (diserahkan setelah kegiatan) 10.Evaluasi a. Dokumen Rekomendasi b. Form evaluasi penyelenggaraan 11.Tindak lanjut a. Pengurus pusat menindaklanjuti hasil rekomendasi b. Masing-masing provinsi melakukan komunikasi dan advokasi diwilayahya c. Peserta menyebarkan apa yang diperolehnya kepada sesama relawan di PMI kabupaten/kota masing-masing. 12.Lain-lain Apabila membutuhkan informasi teknis lebih lanjut dapat menghubungi panitia Bidang Temu

II. Sarasehan Peran Relawan Perempuan dalam Penanggulangan Bencana, anti kekerasan, diskriminasi dan menghargai perbedaan. 1. Latar Belakang Upaya penanggulangan bencana mengutip definisi dalam Undang Undang no. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana secara bebas diartikan sebagai upaya dalam hal pencegahan, tanggap darurat dan rehabilitasi. Luasnya ruang lingkup penanggulangan bencana menempatkan setiap warga negara berpartisipasi dalam siklus penanggulangan bencana di Indonesia. Secara khusus dalam Bab V yakni Hak dan Kewajiban Masyarakat, tercantum bahwa setiap orang (tanpa membedakan jenis kelamin) mempunyai hak dan kewajiban dalam upaya penanggulangan bencana. Pada setiap kegiatan dan pelayanan, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) bertugas pada setiap fase penanggulangan bencana di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan data Divisi Relawan Markas Pusat tahun 2010-2011 tercatat lebih dari 1,5 juta relawan di dalam wadah Korps Sukarela (KSR) dan Tenaga Sukarela (TSR di seluruh Indonesia. Kesempatan dalam perekrutan dan pembinaan bagi laki-laki dan perempuan menjadi perhatian awal dalam upaya meningkatkan kesadaran gender.

40

Merujuk pada visi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia mewujudkan kesetaraan gender dan terpenuhinya hak anak, salah satunya dengan meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar bidang, sektor, program, stakeholder dan institusi. Pada kesempatan lokakarya ini, diharapkan peserta memperoleh pemahaman sama yang disampaikan oleh KPPPA hal yang perlu dilakukan guna menerapkan kesetaraan gender khususnya di bidang penanggulangan bencana serta mengembangkan sikap anti kekerasan, anti diskriminasi dan menghargai perbedaan. 2. Tujuan Meningkatnya kesadaran gender dari aspek pengetahuan dan sikap tentang definisi dan kesetaraan gender dengan meniadakan diskriminasi perbedaan jenis kelamin di bidang penanggulangan bencana dengan mengacu konteks budaya lokal, yang anti kekerasan, anti diskriminasi, menghargai perbedaan. 3. Hasil yang diharapkan a. Peningkatan pengetahuan dan sikap mengenai definisi gender. b. Menerapkan implementasi teknis dalam lingkup terkecil di organisasi PMI menuju kesetaraan gender. c. Mampu menganalisis kebutuhan khusus pada kelompok-kelompok rentan terhadap dampak bencana sesuai konteks budaya lokal. d. Menganalisis peluang-peluang kerjasama dengan KPPPA dalam bentuk peningkatan pengetahuan dan sikap di bidang pemberdayaan perempuan. e. Mengembangkan sikap anti kekerasan, anti diskriminasi, menghargai perbedaan. 4. Peserta Wakil dari masing-masing kontingen sebanyak 3 orang, perempuan memperoleh kesempatan yang sama menjadi peserta: 路 1 (satu) orang pengurus bidang 路 1 (satu) orang staf bidang 路 1 (satu) orang relawan 5. Fasilitator Panitia bidang Temu 6. Narasumber - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak - Pengurus Pusat PMI Bidang Relawan 7. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

41 Tanggal Waktu Tempat

: 24 Juni 2013 : Pukul 14.30 s.d. 15.30 WIB : Pendopo Utama

8. Metode dan Proses pelaksanaan a. Persiapan - panitia mempersiapkan tempat dan perlengkapan kegiatan. - setting ruang : Talkshow. - peserta melakukan registrasi di tempat pelaksanaan. - peserta diberikan bahan lokakarya dan form evaluasi kegiatan. b. Proses - panitia memberikan pengantar dan tujuan dari lokakarya. - pemaparan narasumber (ceramah informatif). - sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman. - peserta dibagi ke dalam kelompok untuk membahas topik dengan diberikan pertanyaan-pertanyaan kunci. - diskusi kelompok diberikan waktu selanjutnya memaparkan secara singkat hasil kelompok. - hasil setiap kelompok dirangkum untuk dijadikan rekomendasi bersama dari kegiatan. 9. Sarana dan Perlengkapan a. Ruang pertemuan b. Bahan terkait topik gender dalam penanggulangan bencana c. LCD Projector dan pointer d. Laptop presentasi e. Sound system f. Kanvas besar g. Kertas metaplan h. Spidol besar i. Meja registrasi j. Absensi peserta k. Alat tulis (dibawa masing-masing peserta) l. Pin kegiatan (diserahkan setelah kegiatan) 10.Evaluasi a. Dokumen rekomendasi b. Form evaluasi penyelenggaraan

42 11.Tindak lanjut a. Pengurus Pusat menindaklanjuti hasil rekomendasi. b. Pembelajaran dari lokakarya terhubung dengan topik-topik dalam kegiatan pengembangan kapasitas. c. Masing-masing provinsi melakukan komunikasi dan advokasi di wilayahnya. d. Peserta menyebarkan apa yang diperolehnya kepada sesama relawan di PMI kabupaten/kota masing-masing. 12.Lain-lain Apabila membutuhkan informasi teknis lebih lanjut dapat menghubungi panitia Bidang Temu.

III. Sarasehan Kewirausahaan 1. Latar Belakang Salah satu prinsip yang dimiliki oleh Palang Merah adalah semangat kemandirian. Kemandirian tersebut dapat diwujudkan jika organisasi mempunyai kapasitas sumber daya manusia yang mempunyai komitmen serta pengetahuan yang cukup. Salah satu pengetahuan yang diperlukan adalah tentang kewirausahaan. Kewirausahaan atau enterpreneurship dapat diartikan sebagai suatu tindakan dan seni dalam melakukan inovasi atau memperkenalkan hal baru, keuangan dan penilaian yang tepat sebagai suatu bentuk usaha untuk mentransformasi inovasi menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Temu Karya ini penting sebagai satu wadah untuk memberikan pemahaman kepada para peserta temu karya tentang kewirausahaan. Sehingga PMI Provinsi dan PMI Kabupaten/Kota mampu mengimplementasikan semangat kewirausahaan dan menjadi mandiri dalam hal pendanaan. 2. Tujuan Memunculkan dan meningkatkan jiwa kewirausahaan dalam diri para relawan agar mereka mampu mandiri sehingga pada saat akan dapat memberikan pelayanan lebih baik untuk kemanusiaan. 3. Hasil yang diharapkan a. Tumbuh dan meningkatnya Jiwa kewirausahaan (Enterpreneurship) Relawan PMI. b. Berdirinya koperasi Relawan ditiap PMI Provinsi di Indonesia. c. Adanya MoU antara PMI dengan Kementrian Koperasi dan UKM, Hipmi, Maspion terkait dengan Kewirausahaan.

43

4. Peserta Wakil dari masing-masing kontingen/Provinsi sebanyak 3 orang, laki-laki/perempuan mempunyai kesempatan yang sama menjadi peserta: - 1 (satu) orang pengurus bidang - 1 (satu) orang staf bidang - 1 (satu) orang relawan 5. Fasilitator Panitia bidang Temu 6. Narasumber - Kementerian Koperasi dan UKM - Dr. H. Rachmat Gobel - Dr. Alim Markus (Maspion group) - Pengurus Pusat PMI Bidang Relawan 7. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Tanggal : 24 Juni 2013 Waktu : Pukul 15.30-17.30 WIB Tempat : Tenda/Pendopo Utama 8. Metode dan Proses pelaksanaan a. Panitia mempersiapkan tempat dan perlengkapan kegiatan. b. Peserta melakukan registrasi di tempat pelaksanaan (penyerahan dokumen MOU dan form evaluasi kegiatan). c. Panitia memberikan pengantar dan tujuan Lokakarya. d. Setting ruang : Talkshow. e. Pemaparan narasumber (ceramah informatif). f. Diskusi dan tanya jawab. g. Rekomendasi. 9. Sarana dan Perlengkapan a. Ruang pertemuan b. Dokumen MoU PMI - Kemenakertrans c. LCD Projector d. Sound system e. Meja registrasi f. Absensi peserta g. Alat tulis (dibawa masing-masing peserta)

44 h. Pin kegiatan (diserahkan setelah kegiatan) 10.Evaluasi a. Dokumen rekomendasi b. Form evaluasi penyelenggaraan 11.Tindak lanjut a. Pengurus Pusat menindaklanjuti hasil rekomendasi. b. Masing-masing provinsi melakukan komunikasi dan advokasi di wilayahnya. c. Peserta menyebarkan apa yang diperolehnya kepada sesama relawan di PMI kabupaten/kota masing-masing. 12.Lain-lain Apabila membutuhkan informasi teknis lebih lanjut dapat menghubungi panitia Bidang Temu.

IV. Sarasehan Kemitraan 1. Latar Belakang PMI sebagai salah satu organisasi perhimpunan nasional yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan, memiliki jejaring / kemitraan yang sangat luas, adapun seiring dengan perkembangan dunia filantropi, dan banyak bermunculan lembaga sosial lainnya, PMI perlu menjaga hubungan baik dengan para jejaring atau yang biasa disebut dengan mitra, bahkan harus bisa memperluas jejaring tersebut. Untuk itu, diharapkan dengan adanya lokakarya ini, PMI di masing-masing cabang memiliki suatu strategi guna mempertahankan dan memperluas jejaring tersebut, karena tanpa mereka maka PMI tidak dapat bekerja dengan maksimal. Adapun relawan PMI sebagai salah satu ujung tombak atau bagian dari organisasi, diharapkan nantinya mampu membangun kemitraan strategis dengan BUMN atau perusahaan-perusahan anak cabang BUMN diwilayahnya masing-masing. Sehingga tercipta saling mendukung dan saling memberikan kontribusi positif bagi keduanya. BUMN akan dapat memberikan kontribusi positif dalam gerakan kemanusian yang dijalankan oleh Relawan Palang Merah Indonesia.

2. Tujuan 1. Mempertahankan dan memperluas kemitraan yang sudah bekerja sama dengan PMI,

45 baik mitra internal maupun eksternal guna meningkatkan pelayanan Kemanusiaan. 2. Mengembangkan Kemitraan strategis. 3. Hasil yang diharapkan ? PMI Propinsi dan PMI Kabupaten Kota memiliki database kemitraan yang update. ? Relawan memiliki kemampuan melobi dan negosiasi dengan mitra / pihak eksternal. ? Relawan PMI mampu menjalin kemitraan strategis untuk meningkan pelayanan kemanusiaan di masyarakat. 4. Peserta Wakil dari masing-masing kontingen sebanyak 3 orang, laki-laki/perempuan mempunyai kesempatan yang sama menjadi peserta: ? 1 (satu) orang pengurus bidang ? 1 (satu) orang staf bidang ? 1 (satu) orang relawan 5. Fasilitator Panitia bidang Temu 6. Narasumber ? Kementerian BUMN ? Pengurus Pusat PMI Ketua Bidang Relawan 7. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Tanggal : 25 Juni 2013 Waktu : Pukul 10.00 - 11.30 WIB Tempat : Tenda/Pendopo Utama 8. Metode dan Proses pelaksanaan a. Panitia mempersiapkan tempat dan perlengkapan kegiatan. b. Peserta melakukan registrasi di tempat pelaksanaan (penyerahan dokumen MOU dan form evaluasi kegiatan). c. Panitia memberikan pengantar dan tujuan Lokakarya. d. Setting ruang : Talkshow. e. Pemaparan narasumber (ceramah informatif). f. Diskusi dan tanya jawab. g. Rekomendasi. 9. Sarana dan Perlengkapan ? Ruang pertemuan

46 ? Dokumen MoU PMI - Kemenakertrans ? LCD Projector ? Sound system ? Meja registrasi ? Absensi peserta ? Alat tulis (dibawa masing-masing peserta) ? Pin kegiatan (diserahkan setelah kegiatan)

10.Evaluasi ? Dokumen rekomendasi ? Form evaluasi penyelenggaraan 11.Tindak lanjut ? Pengurus Pusat menindaklanjuti hasil rekomendasi. ? Masing-masing provinsi melakukan komunikasi dan advokasi di wilayahnya. ? Peserta menyebarkan apa yang diperolehnya kepada sesama relawan di PMI kabupaten/kota masing-masing. 12.Lain-lain Apabila membutuhkan informasi teknis lebih lanjut dapat menghubungi panitia Bidang Temu.

V.

Sarasehan Pengembangan Kegiatan Kepalangmerahan di Institusi Pendidikan

1. Latar Belakang Pada saat Mukernas PMI 2012 di Pekanbaru Riau pengurus pusat Palang Merah Indonesia melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementrian Pendidikan Dan kebudayaan tentang pengembangan kegiatan Kepalang merahan di institusi pendidikan. Isi dari nota kesepahan tersebut mengatur tentang pengembangan kegiatan-kegiatan pendidikan kepalangmerahan di institusi pendidikan nasional baik di perguruan tinggi, sekolah menengah, maupun pendidikan dasar. Momentum Temu Karya ini dirasa penting untuk memberikan pemahaman kepada para peserta temu karya tentang nota kesepahaman antara PMI dengan KEMENDIKBUD. sehingga pada akhirnya masing-masing PMI Provinsi dan PMI Kabupaten/Kota mampu

47 mengimplementasikan sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman dan lokakarya ini. 2. Tujuan a. Mengakomodir kegiatan kepalangmerahan di institusi pendidikan b. Memasukan materi kepalangmerahan dalam kurikulum pendidikan c. Mengembangkan Upaya pengurangan risiko di kampus dan sekolah d. Memperkokoh pengakuan relawan di institusi pendidikan 3. Hasil yang diharapkan a. Terakomodirnya kegiatan kepalangmerahan di institusi pendidikan b. Adanya materi kepalangmerahan dalam kurikulum pendidikan c. Adanya kegiatan penguragan resiko dikampus dan sekolah d. Dukungan kepada relawan dalam kegiatan kepalangmerahan dari institusi pendidikan e. Diakuinya Pembina PMR-KSR dalam akreditasi di institusi masing-masing. 4. Peserta Wakil dari masing-masing kontingen sebanyak 3 orang: ? 1 (satu) orang pengurus bidang ? 1 (satu) orang staf bidang ? 1 (satu) orang relawan 5. Fasilitator Panitia bidang Temu 6. Narasumber ? Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ? Pengurus pusat PMI Bidang 7. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Tanggal : 25 Juni 2013 Waktu : Pukul 11.30 s.d. 12.30 WIB Tempat : Tenda/Pendopo Utama 8. Metode dan Proses pelaksanaan a. Panitia mempersiapkan tempat dan perlengkapan kegiatan b. Peserta melakukan registrasi di tempat pelaksanaan(penyerahan dokumen MOU,form Evaluasi kegiatan) c. Panitia memberikan pengantar da tujuan Lokakarya d. Tata ruang: talkshow e. Pemaparan narasumber (ceramah informative)

48 f. Diskusi dan Tanya jawab g. Rekomendasi 9. Sarana dan Perlengkapan a. Ruang pertemuan b. Dokumen MOU c. LCD Projector d. Sound system e. Meja registrasi f. Absensi peserta g. ATK (dibawa masing-masing peserta) h. Pin Kegiatan (diserahkan setelah kegiatan) 10.Evaluasi a. Dokumen Rekomendasi b. Form evaluasi penyelenggaraan 11.Tindak lanjut a. Pengurus pusat menindaklanjuti hasil rekomendasi b. Masing-masing provinsi melakukan komunikasi dan advokasi diwilayahya c. Peserta menyebarkan apa yang diperolehnya kepada sesama relawan di PMI kabupaten/kota masing-masing. 12.Lain-lain Apabila membutuhkan informasi teknis lebih lanjut dapat menghubungi panitia Bidang Temu

VI.

Sarasehan Koordinasi dan Kesiapsiagaan dalam Penanggulangan Bencana

1. Latar Belakang Pada bulan Maret tahun 2009 lalu, Palang Merah Indonesia (PMI) menandatangani Nota Kesepahaman bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tentang Kerjasama di Bidang Penanggulangan Bencana, dalam nota kesepahaman tersebut hal koordinasi dikuatkan melalui legal formal antar kedua belah pihak. Pada salah satu pasal, PMI diakui sebagai satu-satunya organisasi Kepalangmerahan di Indonesia dan bertugas membantu pemerintah yang direpresentasikan BNPB dalam upaya penanggulangan bencana.

49 Setiap penyelenggaraan penanggulangan bencana, PMI dengan relawannya telah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana baik di tingkat nasional maupun daerah (provinsi/kabupaten/kota). PMI di seluruh tingkatan dengan beragam kapasitas masing-masing berupaya mendukung penyelenggaraan upaya penanggulangan bencana BPBD di daerah. Tentunya koordinasi antar pihak harus tetap diperkuat melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan bersama. Kegiatan dapat berupa peningkatan kapasitas SDM maupun peningkatan sumber daya lainnya. Peningkatan kapasitas SDM PMI di bidang pengurangan risiko bencana terus dilakukan dengan berbagai pelatihan yang diselenggarakan. Menurut perspektif siklus penanggulangan bencana saat ini, penguatan pada fase kesiapsiagaan atau upaya pengurangan risiko bencana diprioritaskan dalam mencegah dan mengurangi dampak jika terjadi bencana. Pembentukan tim relawan dan pelatihan penanggulangan bencana juga menjadi program BNPB/BPBD dalam menjalankan peran sebagai pelaksana penyelenggaraan penanggulangan bencana. Nota kesepahaman antara PMI dan BNPB yang telah ada perlu diperkuat dalam kegiatankegiatan bidang penanggulangan bencana yang memberikan peningkatan kapasitas SDM di kedua pihak. Guna mencapai hal ini, momen temu karya menjadi penting untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan/upaya pengurangan risiko secara institusi maupun SDM antara PMI dan BNPB. 2. Tujuan Memperkuat koordinasi di bidang penanggulangan bencana melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas SDM dan sumber daya lain guna mencapai penyelenggaraan yang terencana, terpadu dan terkoordinasi di bidang penanggulangan bencana. 3. Hasil yang diharapkan a. Pemahaman bersama mengenai koordinasi penyelenggaraan penanggulangan bencana. b. Peningkatan kapasitas relawan PMI melalui kerjasama dan program dari BNPB/BPBD. c. Relawan sebagai sumber daya manusia PMI dapat ikut serta dan berkontribusi serta bersinergi dengan program BNPB/BPBD. d. Dukungan dan kesempatan memperoleh akses dari BNPB atau BPBD setempat kepada PMI di setiap tingkatan. 4. Peserta Wakil dari masing-masing kontingen sebanyak 3 orang, perempuan memperoleh kesempatan yang sama menjadi peserta: 1 (satu) orang pengurus bidang 1 (satu) orang staf bidang

50 1 (satu) orang relawan 5. Fasilitator Panitia bidang Temu 6. Narasumber ? Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ? Pengurus Pusat PMI Bidang Relawan 7. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Tanggal : 25 Juni 2013 Waktu : Pukul 14.00 s.d. 15.30 WIB Tempat : Tenda/Pendopo Utama 8. Metode dan Proses pelaksanaan a. Persiapan - panitia mempersiapkan tempat dan perlengkapan kegiatan. - setting ruang : Talkshow. - peserta melakukan registrasi di tempat pelaksanaan. - peserta diberikan salinan Nota Kesepahaman PMI - BNPB dan form evaluasi kegiatan. b. -

Proses panitia memberikan pengantar dan tujuan dari lokakarya.\ pemaparan narasumber (ceramah informatif). sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman. peserta dibagi ke dalam kelompok untuk membahas topik dengan diberikan pertanyaan-pertanyaan kunci. diskusi kelompok diberikan waktu selanjutnya memaparkan secara singkat hasil kelompok. hasil setiap kelompok dirangkum untuk dijadikan rekomendasi bersama dari kegiatan.

9. Sarana dan Perlengkapan a. Ruang pertemuan b. Dokumen MoU PMI - BNPB c. Bahan terkait topik lokakarya d. LCD Projector dan pointer e. Laptop presentasi f. Sound system g. Kanvas besar h. Kertas metaplan

51 i. j. k. l. m.

Spidol besar Meja registrasi Absensi peserta Alat tulis (dibawa masing-masing peserta) Pin kegiatan (diserahkan setelah kegiatan)

10.Evaluasi a. Dokumen rekomendasi b. Form evaluasi penyelenggaraan 11.Tindak lanjut a. Pengurus Pusat menindaklanjuti hasil rekomendasi. b. Pembelajaran dari lokakarya terhubung dengan topik-topik dalam kegiatan pengembangan kapasitas. c. Masing-masing provinsi melakukan komunikasi dan advokasi di wilayahnya. d. Peserta menyebarkan apa yang diperolehnya kepada sesama relawan di PMI kabupaten/kota masing-masing. 12.Lain-lain Apabila membutuhkan informasi teknis lebih lanjut dapat menghubungi panitia Bidang Temu.

VI. Saresehan Penggunaan Media Sosial untuk Komunikasi, Publikasi dan Pengembangan Citra Organisasi 1. Latar Belakang Pemanfaatan media sosial dalam membangun komunikasi, publikasi dan pengembangan citra organisasi dalam menyongsong era globalisasi. Indonesia sebagai Negara berkembang harus peka terhadap perkembangan teknologi dan informasi termasuk pemanfaatan media sosial dalam setiap lini kehidupan termasuk dalam mengembangkan organisasi. Komponen organisasi kepalangmerahan seperti IFRC sudah mempunyai aturan yang jelas tentang penggunaan media sosial, maka palang merah Indonesia sebagai keluarga besar

52 Gerakan sudah selayaknya memiliki aturan tentang pemanfaatan media sosial untuk komunikasi, publikasi dan pengembangan citra organisasi. 2. Tujuan a. Peserta mendapat informasi tentang jenis-jenis media sosial b. Memahami manfaat media sosial untuk organisasi c. Mengetahui kode etik penggunaan media sosial 3. Hasil yang diharapkan a. PMI dapat memanfaatkan media sosial untuk kepentingan organisasi b. Dapat mengelola media sosial secara baik dan bertanggung jawab . c. Kegiatan-kegaiatan kepalangmerahan dapat dipublikasikan secara efektif d. meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan kepalangmerahan 4. Peserta Wakil dari masing-masing kontingen sebanyak 2 orang: ? 1 (satu) orang staf ? 1 (satu) orang relawan 5. Fasilitator Panitia bidang Temu 6. Narasumber ? Subdiv. Diseminasi Markas Pusat PMI ? Bagian komunikasi IFRC 7. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Tanggal : 26 Juni 2013 Waktu : Pukul 13.30 s.d. 14.30 WIB Tempat : Tenda/Pendopo Utama 8. Metode dan Proses pelaksanaan a. Panitia mempersiapkan tempat dan perlengkapan kegiatan b. Peserta melakukan registrasi di tempat pelaksanaan(penyerahan dokumen pengaturan penggunaan media sosial, form Evaluasi kegiatan) c. Panitia memberikan pengantar dan tujuan Lokakarya d. Pemaparan narasumber (ceramah informative) e. Diskusi dan Tanya jawab f. Rekomendasi

53 9. Sarana dan Perlengkapan a. Ruang pertemuan b. Dokumen tentang kode etik penggunaan social media c. LCD Projector d. Sound system e. Meja registrasi f. Absensi peserta g. ATK (dibawa masing-masing peserta) h. Pin Kegiatan (diserahkan setelah kegiatan) i. Konsumsi (berupa Kudapan) 10.Evaluasi a. Dokumen Rekomendasi b. Form evaluasi penyelenggaraan 11.Tindak lanjut a. Pengurus pusat menindaklanjuti hasil rekomendasi b. Masing-masing provinsi melakukan komunikasi dan advokasi diwilayahya c. Peserta menyebarkan apa yang diperolehnya kepada sesama relawan di PMI kabupaten/kota masing-masing. 12.Lain-lain Apabila membutuhkan informasi teknis lebih lanjut dapat menghubungi panitia Bidang Temu

VIII. Sarasehan Sistem Informasi Manajemen 1. Latar Belakang Diera informasi modern kebutuhan akan data sangat diperlukan untuk dapat membuat analisa secara lebih cepat dalam rangka membuat sebuah keputusan terkait dengan perencanaan program. PMI Pusat telah mengembangkan system informasi manajemen berbasis IT yang telah diaplikasikan ditingkat pusat dan beberapa Provinsi.Akan tetapi pada kenyataannya belum dipergunakan dan dikelola secara maksimal oleh para pihak. Diharapkan lokakarya ini dapat kembali menyegarkan kembali komitmen pentingnya data base bagi penyelenggaraan dan pengembangan organisasi.

54 2. Tujuan a. Menginformasikan pentingnya system informasi data b. Mendemonstrasikan serta melakukan pengolahan sistem informasi data 3. Hasil yang diharapkan a. Memahami manfaat database b. Peserta dapat mengolah sitem informasi secara baik c. Peserta mampu melakukan, merencanakan, mengelola database 4. Peserta Wakil dari masing-masing kontingen sebanyak 2 orang: ? 1 (satu) orang staf ? 1 (satu) orang relawan 5. Fasilitator Panitia bidang Temu 6. Narasumber ? Pengurus Pusat Bidang IT ? IT PMI Pusat ? IT IFRC 7. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Tanggal : 26 Juni 2013 Waktu : 14.30 s.d. 16.00 WIB Tempat : Tenda/Pendopo Utama 8. Metode dan Proses pelaksanaan a. Panitia mempersiapkan tempat dan perlengkapan kegiatan b. Peserta melakukan registrasi di tempat pelaksanaan(penyerahan dokumen pengaturan penggunaan social media,form Evaluasi kegiatan) c. Panitia memeberikan pengantar dan tujuan Lokakarya d. Pemaparan narasumber (ceramah informative) e. Diskusi kelompok dan Praktek input data f. rekomendasi 9. Sarana dan Perlengkapan a. Ruang pertemuan

55 b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l.

Dokumen tentang kode etik penggunaan social media LCD Projector Sound system Akses Internet Laptop ( dibawa peserta masing masing ) Akses listrik ( stop kontak ) Meja registrasi Absensi peserta ATK (dibawa masing-masing peserta) Pin Kegiatan (diserahkan setelah kegiatan) Konsumsi (berupa Kudapan)

10.Evaluasi a. Dokumen Rekomendasi b. Form evaluasi penyelenggaraan 11.Tindak lanjut a. Pengurus pusat menindaklanjuti hasil rekomendasi b. Masing-masing provinsi melakukan komunikasi dan advokasi diwilayahya c. Peserta menyebarkan apa yang diperolehnya kepada sesama relawan di PMI kabupaten/kota masing-masing. 12.Lain-lain Apabila membutuhkan informasi teknis lebih lanjut dapat menghubungi panitia Bidang Temu

IX.

Sarasehan Pengurus Bidang Relawan dan Kepala Markas

1. Latar Belakang PMI menjalankan roda organisasi ditopang oleh tiga pilar yaitu pengurus, staf, relawan. Dalam menjalankan roda organisasi pengurus dibantu oleh seorang Kepala Markas yang bertugas menjalankan roda organisas . Untuk itu dibutuhkan adanya perencanaan yang matang dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan akan tingkat kemandirian

56 manajerial pengurus beserta staf dalam memimpin dan penyelenggaraan organisasi. Kepala markas sebagai pemegang kendali operasional harian organisasi mempunyai Kapasitas perencanaan dan jaringan yang kuat pada setiap tingkatan organisasi PMI. Relawan PMI mempunyai peranan strategis dalam organisasi sehingga perlu menyiapkan diri lebih baik dan membekali diri dengan keterampilan-keterampilan yang memadai dengan bersinergi dengan pengurus dan kepala markas. Kesempatan Temu Karya Nasional ini tentu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk saling berbagi dan bertukar informasi antara pengurus dan kepala markas guna mendukung kerja-kerja kemanusiaan yang dijalankan relawan. Sinergi yang harmonis antara pengurus, Staf (Kepala Markas), relawan diharapkan akan menghasilkan pelayanan kemanusian yang prima pada masyarakat.Hal ini juga dapat dimanfaatkan untuk memunculkan ide / gagasana dalam rangka membuat PMI cepat,tanggap dan dicintai masyarakat . 2. Tujuan a. Bertukar informasi dan pengalaman tentang kegiatan Relawan antar Provinsi, terkait dengan efektifitas pembinaan dan pengembangan relawan. b. Meningkatkan komitmen bersama mengenai peran relawan PMI dalam pengembangan organisasi dan pelayanan masyarakat. c. Menguatkan kapasitas dan komitmen dalam penyelenggaraan tugas dan tanggung jawab terhadap kemajuan organisasi PMI. 3. Hasil yang diharapkan a. Pengurus dan Kepala Markas memiliki pemahaman bersama di dalam memajukan dan meningkatkan kapasitas Relawan PMI. d. Adanya komitmen bersama mengenai peran relawan PMI dalam pengembangan organisasi dan pelayanan masyarakat. c. Pengurus dan Kepala Markas mempunyai komitmen yang sama dalam penyelenggaraan tugas dan tanggung jawab terhadap kemajuan Organisasi PMI. 4. Peserta ? 1 orang Pengurus bidang Relawan. ? 1 orang Kepala Markas. 5. Fasilitator Panitia bidang Temu

57

6. Narasumber ? Sekretaris Jenderal ? Pengurus PMI Pusat Ketua Bidang Relawan ? Kepala Markas Pusat 7. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Tangal : 26 Juni 2013 Waktu : 16.00 - 17.00 WIB Tempat : Tenda/Pendopo Utama 8. Metode dan Proses pelaksanaan a. Panitia mempersiapkan tempat dan perlengkapan kegiatan b. Peserta melakukan registrasi di tempat pelaksanaan(form Evaluasi kegiatan) c. Panitia memeberikan pengantar dan tujuan Lokakarya d. Pemaparan narasumber (ceramah informatif) e. Diskusi kelompok f. rekomendasi

9. Sarana dan Perlengkapan a. Ruang pertemuan b. LCD Projector c. Sound system d. Meja registrasi e. Absensi peserta f. ATK (dibawa masing-masing peserta) g. Pin Kegiatan (diserahkan setelah kegiatan) h. Konsumsi (kudapan) 10.Evaluasi a. Dokumen Rekomendasi b. Form evaluasi penyelenggaraan 11.Tindak lanjut a. Pengurus pusat menindaklanjuti hasil rekomendasi b. Masing-masing provinsi melakukan komunikasi dan advokasi diwilayahya c. Peserta menyebarkan apa yang diperolehnya kepada sesama relawan di PMI kabupaten/kota masing-masing.

58 12.Lain-lain Apabila membutuhkan informasi teknis lebih lanjut dapat menghubungi panitia Bidang Temu

X. Sarasehan Undang-Undang Kepalangmerahan 1. Latar Belakang Undang-Undang Kepalangmerahan merupakan konsekuensi logis bagi Negara-negara penandatangan konvensi Jenewa, oleh karenanya setiap Negara yang sudah meratifikasi konvensi Jenewa berkewajiban untuk membuat Undang-Undang Kepalangmerahan di negaranya masing-masing, guna melindungi gerakan kemanusiaan ini agar lambang yang telah disepakati tidak disalahgunakan dan menyimpang dari prinsip-prinsip gerakan, sehingga setiap gerakan kemanusiaan yang dilaksanakan Palang Merah tidak menyimpang dari prinsip-prinsip gerakan Palang Merah dan Bulat Sabit Merah Internasional, yang pada akhirnya Negara tersebut akan menjalankan ketentuan gerakan bahwa hanya ada satu lambang gerakan dalam satu negara. Relawan sebagai salah satu pilar organisasi Palang Merah Indonesia yang terdiri dari unsur pemuda dan professional merupakan potensi yang besar dan berharga untuk melaksanakan kegiatan kemanusian dibawah lambang gerakan Palang Merah Tanpa mengurangi pengamalan 7 prinsip dengan benar. Relawan sebagai jantungnya gerakan palang merah merupakan bagian Integral dari Gerakan/ perhimpunan mempunyai kewajiban untuk mengetahui dan menjalankan konvensi Jenewa beserta aturan-aturan yang terkait dengan konvensi Jenewa, dalam rangka menjalakan tugas-tugas kemanusiaan mereka, sehingga relawan sangat berkepentingan dengan Undang-Undang Kepalangmerahan ini. Disamping hal tersebut diatas Undang-Undang Kepalangmerahan dan perkembangannya juga merupakan salah satu proses pendidikan dan pengembangan pemikiran yang diperlukan relawan dalam misi-misi kemanusian yang diembannya. Proses ini akan bermanfaat pada saat melakukan operasi pertolongan kemanusian, sehingga setiap gerak dan operasi kemanusian yang dijalankan oleh relawan dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan perlindungan yang baik pula. Momentum Temu Karya ini dirasa penting untuk memberikan pemahaman kepada para peserta temu karya tentang Undang-Undang Kepalangmerahan dan perkembangannya yang akan disampaikan oleh Ketua DPR RI. sehingga pada akhirnya masing-masing mampu mengimplementasikan pada operasi kemanusiaan yang dijalankan PMI sebagai tindak

59 lanjut lokakarya ini. 2. Tujuan a. Memberikan Pengetahuan dan Pemahaman tentang Undang-Undang Kepalangmerahan dan perkembangannya. b. Melakukan pembinanaan Kepalangmerahan c. Memberikan Perlindungan pada gerakan kemanusiaan d. Memperkokoh peran relawan dalam sumbang sih nya pada gerakan kemanusiaan dimanapun berada. 3. Hasil yang diharapkan a. Pemahaman tentang Undang-Undang Kepalangmerahan dan perkembangannya meningkat b. Kedisiplinan dalam menjalankan misi Palang Merah Meningkat. c. Perlindungan pada gerakan kemanusian yang lebih baik. 4. Peserta Wakil dari masing-masing kontingen sebanyak 3 orang: - 1 (satu) orang pengurus bidang - 1 (satu) orang staf bidang - 1 (satu) orang relawan 5. Fasilitator Panitia bidang Temu 6. Narasumber - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI - Pengurus Pusat PMI Ketua Bidang Relawan 7. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Tanggal : 27 Juni 2013 Waktu : 10.00 s.d. 12.00 WIB Tempat : Tenda/Pendopo Utama 8. Metode dan Proses pelaksanaan a. Panitia mempersiapkan tempat dan perlengkapan kegiatan b. Peserta melakukan registrasi di tempat pelaksanaan(penyerahan dokumen MOU,form Evaluasi kegiatan) c. Panitia memberikan pengantar da tujuan Lokakarya

60 d. e. f. g.

Setting ruang : talkshow Pemaparan narasumber (ceramah informative) Diskusi dan Tanya jawab Rekomendasi

9. Sarana dan Perlengkapan a. Ruang pertemuan b. Dokumen MOU c. LCD Projector d. Sound system e. Meja registrasi f. Absensi peserta g. ATK (dibawa masing-masing peserta) h. Pin Kegiatan (diserahkan setelah kegiatan) 10.Evaluasi a. Dokumen Rekomendasi b. Form evaluasi penyelenggaraan 11.Tindak lanjut a. Pengurus pusat menindaklanjuti hasil rekomendasi b. Masing-masing provinsi melakukan komunikasi dan advokasi diwilayahya c. Peserta menyebarkan apa yang diperolehnya kepada sesama relawan di PMI kabupaten/kota masing-masing. 12.Lain-lain Apabila membutuhkan informasi teknis lebih lanjut dapat menghubungi panitia Bidang Temu.

XI. Sarasehan Peran Relawan di bidang Kesehatan Pada Program Berbasis Masyarakat 1. Latar Belakang Program-program yang dilaksanakan oleh relawan tidak hanya terjadi pada saat respon bencana saja. Akan tetapi relawan juga menjalankan kerja-kerja kemanusian yang bersifat pemberdayaan salah satu program yang dilaksanakan adalah program-program berbasis

61 masyarakat. Program ini menitik beratkan kegiatan yang berada pada masyarakat, masyarakat menjadi subyek pada setiap kegiatan yang dilaksanakan relawan memfasilitasi kegiatan yang dijalankan. Masyarakat ini akan menjadi pusat kegiatan, masyarakat akan menolong dirinya sendiri pada setiap permasalahan yang dihadapinya termasuk masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pada saat ini kementerian kesehatan mempunyai program Desa Siaga, yang kurang lebih sejalan dengan program berbasis masyarakat yang dijalankan oleh Palang Merah Indonesia, program ini bisa saling melengkapi antara satu dan lainnya, bisa juga salaing menguatkan antara PMI dan Pemerintah. Sehingga diharapkan dari Lokakarya ini akan ditindaklanjuti dengan kerjasama yang baik antara Palang Merah Indonesia dan Pemerintah dalam Hal ini Kementerian Kesehatan. Diharapkan terjadi sinergi yang baik sehingga pada saatnya diharapkan masyarakat akan menerima manfaat yang sebaik-baiknya dari sinergi yang terbangun ini. Momentum Temu Karya ini dirasa penting untuk memberikan pemahaman kepada para peserta temu karya tentang Peran Relawan di bidang Kesehatan Pada Program Berbasis Masyarakat dari kacamata Pemerintah dan PMI sehingga sinergi yang terbangun akan menjadi lebih baik hal ini akan disampaikan Oleh Menteri Kesehatan . sehingga pada akhirnya masing-masing mampu mengimplementasikan pada operasi kemanusiaan yang dijalankan PMI dan Pemerintah sebagai tindak lanjut lokakarya ini. 2. Tujuan a. Memberikan Pengetahuan dan Pemahaman tentang Peran Relawan di bidang Kesehatan Pada Program Berbasis Masyarakat dari kacamata pemerintah dan PMI. b. Melakukan pembinanaan dalam sinergi kegiatan berbasis masyarakat c. Memperkokoh peran relawan dalam sumbang sih nya pada gerakan kemanusiaan dimanapun berada.

3. Hasil yang diharapkan a. Pemahaman tentang Peran Relawan di bidang Kesehatan Pada Program Berbasis Masyarakat meningkat. b. Sinergi yang baik antara Pemerintah dan PMI dalam Program berbasis Masyrakat Meningkat. c. Peran relawan dalam program berbasis masyarakat meningkat dan lebih baik. 4. Peserta Wakil dari masing-masing kontingen sebanyak 3 orang: - 1 (satu) orang pengurus bidang - 1 (satu) orang staf bidang

62 -

1 (satu) orang relawan

5. Fasilitator Panitia bidang Temu 6. Narasumber - Kementerian Kesehatan RI - Pengurus Pusat PMI Ketua Bidang Relawan 7. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Tanggal : 27 Juni 2013 Waktu : 15.00 s.d. 16.30 WIB Tempat : Tenda/Pendopo Utama 8. Metode dan Proses pelaksanaan a. Panitia mempersiapkan tempat dan perlengkapan kegiatan b. Peserta melakukan registrasi di tempat pelaksanaan(penyerahan dokumen MOU,form Evaluasi kegiatan) c. Panitia memberikan pengantar da tujuan Lokakarya d. Setting ruang : talkshow e. Pemaparan narasumber (ceramah informative) f. Diskusi dan Tanya jawab g. Rekomendasi 9. Sarana dan Perlengkapan a. Ruang pertemuan b. Dokumen MOU c. LCD Projector d. Sound system e. Meja registrasi f. Absensi peserta g. ATK (dibawa masing-masing peserta) h. Pin Kegiatan (diserahkan setelah kegiatan) 10.Evaluasi a. Dokumen Rekomendasi b. Form evaluasi penyelenggaraan 11.Tindak lanjut a. Pengurus pusat menindaklanjuti hasil rekomendasi

63 b. Masing-masing provinsi melakukan komunikasi dan advokasi diwilayahya c. Peserta menyebarkan apa yang diperolehnya kepada sesama relawan di PMI kabupaten/kota masing-masing. 12.Lain-lain Apabila membutuhkan informasi teknis lebih lanjut dapat menghubungi panitia Bidang Temu.

J. Sarasehan Relawan Nasional 1. Latar Belakang Temu Karya Nasional merupakan ajang berkumpulnya relawan palang merah indnesia dari berbagai unsur,baik itu KSR TSR maupun DDS. tercatat 33 Provinsi yang akan hadir. Relawan PMI mempunyai peranan strategis dalam organisasi sehingga perlu menyiapkan diri lebih baik dan membekali diri dengan keterampilan-keterampilan yang memadai. Kesempatan Temu Karya Nasional ini tentu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk saling berbagi dan bertukar informasi ajang ini jugadapat dimanfaatkan untuk memunculkan ide / gagasana dalam rangka membuat PMI cepat,tanggap dan dicintai masyarakat . 2. Tujuan a. Bertukar informasi dan pengalaman tentang kegiatan Relawan antar Provinsi, terkait dengan efektifitas pembinanaan dan pengembang relawan b. Meningkatkan kerja sama Relawan antar Provinsi, c. Adanya komitmen bersama mengenai peran relawan PMI dalam memperomosikan budaya tanpa kekerasan 3. Hasil yang diharapkan a. Pembinanaan dan pengembangan relawan lebih efektif b. Mendapat akses informasi terkait kegiatan,kesempatan mobilisasi/penugasan c. Keterlibatan seluruh unsur relawan dalam proses perencanan dan pengambilan keputusan

64 4. Peserta Wakil dari masing-masing kontingen sebanyak 2 orang: 2 (dua) orang relawan 5. Fasilitator ? Panitia bidang Temu ? Koordinator Forel Nasional ? Koordinator Forkom 6. Narasumber Pengurus Pusat PMI Ketua Bidang Relawan 7. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Tanggal : 28 Juni 2013 Waktu : Pukul 08.30 s.d. 10.00 WIB Tempat : Tenda/Pendopo Utama 8. Metode dan Proses pelaksanaan a. Panitia mempersiapkan tempat dan perlengkapan kegiatan b. Peserta melakukan registrasi di tempat pelaksanaan(form Evaluasi kegiatan) c. Panitia memeberikan pengantar dan tujuan Lokakarya d. Pemaparan narasumber (ceramah informative) e. Diskusi kelompok f. rekomendasi 9. Sarana dan Perlengkapan a. Ruang pertemuan b. LCD Projector c. Sound system d. Meja registrasi e. Absensi peserta f. ATK (dibawa masing-masing peserta) g. Pin Kegiatan (diserahkan setelah kegiatan) h. Konsumsi (berupa Kudapan) 10.Evaluasi a. Dokumen Rekomendasi b. Form evaluasi penyelenggaraan

65

11.Tindak lanjut a. Pengurus pusat menindaklanjuti hasil rekomendasi b. Masing-masing provinsi melakukan komunikasi dan advokasi diwilayahya c. Peserta menyebarkan apa yang diperolehnya kepada sesama relawan di PMI kabupaten/kota masing-masing. 12.Lain-lain Apabila membutuhkan informasi teknis lebih lanjut dapat menghubungi panitia Bidang Temu

XIII. Sarasehan Relawan Lintas Negara 1. Latar Belakang Pengasingan sosial sebagai kondisi lawan dari keterlibatan sosial merupakan proses terputusnya kehidupan sosial, yang memisahkan kelompok dan individu di dalamnya dari hubungan sosial dan lembaganya, dan mencegah keterlibatan mereka untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang normalnya dilakukan di masyarakat dimana mereka tinggal. Dalam prosesnya, para individu dan seluruh masyarakatnya secara sistemik dihalangi hak, kesempatan, dan sumber dayanya (misalnya, perumahan, pekerjaan, layanan kesehatan, hubungan antar warga, partisipasi demokrasi) yang secara normal tersedia dan merupakan kunci dari integrasi sosial. Pengasingan sosial dalam beberapa kasus terjadi pada orangorang yang berkebutuhan khusus, minoritas, berbeda orientasi seksual dan identitas gender, lanjut usia, dan anak-anak muda. Penyebabnya antara lain struktur sosial, ras, lokasi geografis, strata sosial, globalisasi, isu sosial, kebiasaan dan penampilan pribadi, pendidikan, agama, serta kondisi ekonomi dan politik. Pengasingan sosial dapat pula menimbulkan konflik internal yang keras. Lemahnya atau rusaknya keterpaduan kehidupan sosial dapat mengarah pada kekerasan. Melihat kondisi di Indonesia sendiri, kekerasan di negara ini semakin meningkat tajam per tahunnya. Menurut data dari mabes Polri, pada tahun 1992 tercatat 157 kasus tawuran pelajar. Dalam kurun waktu 6 tahun di 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri. Menuju akhir tahun 2012, kita melihat semakin banyak berita menayangkan mengenai tawuran pelajar. Menurut data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di tahun 2012 terdapat 339 kasus yang menewaskan 82 orang, dengan kenaikan 60% dari 2011 (128 kasus). Sementara itu,perkelahian antara mahasiswa juga cukup memprihatinkan, bukan hanya di pusat ibukota namun juga hampir merata diseluruh Indonesia. Sepanjang 2012, di kawasan Timur Indonesia, seperti Maluku Utara, dan Sulawesi Selatan, tercatat beberapa bentrok, baik antarperguruan tinggi, maupun "perang

66 saudara" antarfakultas di kampus yang sama.Disamping fakta data kekerasan diatas, fenomena kekerasan dimasyarakat yang terjadi karena hal-hal sepele antar ormas, desa, bahkan antar etnis, dan agama, marak terjadi. Dalam konteks global, Gerakan melihat kekerasan sebagai masalah universal dan dapat mempengaruhi siapa saja, dimanapun dan kapanpun, dan menjadi salah satu tantangan kemanusiaan di masa kini. Kekerasan merupakan masalah yang melibatkan kesehatan, sosial, keadilan, spiritual, ekonomi, budaya, pembangunan masyarakat, dan hak asasi manusia. Mulai tahun 1969 dengan Deklarasi Istanbul dan perhatian yang memuncak sejak 1999, kekerasan telah menjadi perhatian utama IFRC. Strategi 2020 IFRC mengemukakan "kekerasan tingkat tinggi" sebagai salah satu "tren global yang akan terjadi". Oleh karenanya, Tujuan Strategis 3 IFRC bertujuan untuk mendorong keterlibatan sosial dan budaya anti kekerasan dan perdamaian. Dengan menerapkan strategi ini, IFRC mengharapkan adanya (1) Dukungan publik mengenai Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan dan turunnya stigma dan diskriminasi, (2) Penurunan tingkat kekerasan dan peningkatan rekonsiliasi perbedaan sosial yang lebih damai, (3) Peningkatan integrasi orang-orang yang terpinggirkan ke dalam masyarakatnya. Pada September 2011 di Budapest, memperingati Tahun Relawan Internasional ke-10, dalam Konferensi Global Relawan yang diselenggarakan oleh IFRC dan United Nations Volunteers, sebuah deklarasi untuk kerelawanan dimasa depan yang lebih berkelanjutkan dirumuskan. Salah satu deklarasi mengarisbawahi pengakuan akan pentingnya peran relawan dalam membantu memperkuat keterpaduan sosial. Para penandatangan deklarasi tersebut mengakui peran kerelawanan dalam keterlibatan sosial dan situasi pasca konflik, mendorong peran generasi muda sebagai agen perdamaian, pengembangan dan perubahan perilaku, danberupaya memberikan pengembangan ketrampilan-ketrampilan dan kepemimpinan bagi relawan. Sebagai salah satu pemangku kepentingan dari deklarasi tersebut, kita RCRC memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan upaya perlindungan, promosi, dan pengakuan relawan dalam kapasitasnya sebagai auxilliary pemerintah. Relawan dalam Gerakan berkomitmen untuk berkontribusi terhadap pelaksanaan deklarasi tersebut dan diharapkan dapat menjadi salah satu kunci penting dalam promosi upaya keterlibatan sosial dan budaya anti kekerasan. Pertemuan ini bertema “Mobilisasi Relawan untuk Mendorong Upaya Keterlibatan Sosial Dan Budaya Anti Kekerasan� 2. Tujuan Memperkuat kapasitas manajemen relawan dengan memberikan ruang untuk bertukar pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman antar relawan Perhimpunan Nasional tentang bagaimana memampukan relawan dalam berperan sebagai agen perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam upaya keterlibatan sosial dan budaya anti kekerasan melalui

67 mobilisasi sumber daya yang inovatif dan menginspirasi. 3. Hasil yang Diharapkan a. Pemahaman yang kuat mengenai kebijakan Gerakan terkait keterlibatan sosial dan anti kekerasan. b. Terkumpulnya pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman antar relawan Perhimpunan Nasional tentang bagaimana memampukan relawan dalam berperan sebagai agen perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam upaya keterlibatan sosial dan budaya anti kekerasan melalui mobilisasi sumber daya yang inovatif dan menginspirasi. c. Terumuskannya sebuah inisiatif dari PMI untuk berfokus pada pengembangan relawan dan mobilisasi sumber daya pada upaya keterlibatan sosial dan budaya anti kekerasan. d. Kepedulian dan komitmen yang kuat dari peserta dalam mempromosikan dan mempraktekkan upaya keterlibatan sosial dan budaya anti kekerasan sebagai salah satu nilai/budaya utama, yang dirumuskan dalam sebuah deklarasi keterlibatan sosial dan budaya anti kekerasan. e. Rekomendasi tindak lanjut setelah lokakarya terkait bagaimana memampukan relawan dalam berperan sebagai agen perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam upaya keterlibatan sosial dan anti kekerasan melalui mobilisasi sumber daya yang inovatif dan menginspirasi. 4. Peserta a. Perserta Internasional. b. Perwakilan relawan, staf, dan pengurus 33 provinsi. Setiap kontingen menugaskan 2 perwakilan (laki-laki dan perempuan) untuk aktif ikut serta dalam proses lokakarya. Kriteria Peserta : a. Mampu dalam Bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan b. Memiliki ketertarikan dalam isu keterlibatan sosial dan budaya anti kekerasan c. Diutamakan memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam keterlibatan sosial dan budaya anti kekerasan d. Memiliki pengetahuan tentang manajemen relawan 5. Fasilitator/Nara Sumber a. Pengurus Pusat Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri b. Pengurus Pusat Wakil Ketua Bidang Relawan dan IT b. ICRC, IFRC, CRC c. Peserta yang terpilih untuk berbagi pengalaman dan success story

68 6. Waktu dan Tempat Pelaksanaan a. Tanggal : 28 Juni 2013 b. Waktu : Pukul 10.00 s.d. 11.30 WIB b. Tempat : Tenda/Pendopo Utama 7. Proses Pelaksanaan a. Penjabaran singkat mengenai strategi 2020 terutama Tujuan Strategis 3 b. Update kegiatan PMI terkait Tujuan Strategis 3, beserta gap yang dihadapi. c. Bertukar pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman antar relawan dalam pencapaian Tujuan Strategis 3 beserta gapyang mereka hadapi. d. Focus Group Discussion: d.1. Tema : "Peran relawan sebagai agen perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam upaya keterlibatan sosial dan budaya anti kekerasan melalui mobilisasi sumber daya yang inovatif dan menginspirasi.� d.2. Memberikan rekomendasi mengenai upaya keterlibatan sosial dan anti kekerasan. e. Pleno : mengumpulkan rekomendasi dan memfinalisasi komitmen bersama serta rekomendasi tindak lanjut. f. Penandatanganan komitmen bersama seluruh peserta Temu Karya. 8. Sarana dan Perlengkapan a. Papan Flipchart dan perlengkapannya b. Kain Kanvas besar c. Flexi - Big Banner d. Laptop e. LCD Proyector + Layar f. Pengeras Suara 9. Evaluasi Proses pelaksanaan kegiatan Lokakarya Temu Relawan Antar Negara selanjutnya akan dievaluasi sebagai bahan rekomendasi untuk Loka Karya Pembinaan Relawan. 10.Tindak Lanjut Rekomendasi menciptakan jejaring nasional dan internasional dalam rangka mempromosikan dan meningkatkan peran relawan dalam upaya keterlibatan sosial dan budaya anti kekerasan.

PETUNJUK TEKNIS KARYA

71 PETUNJUK TEKNIS KARYA A. Relawan Berkarya 1. Latar Belakang Relawan PMI telah menorehkan sejarah dalam pelayanan Kemanusiaan, dengan professional menunjukkan karya dan darma baktinya yang besar bagi masyarakat, bangsa dan negara, baik dalam situasi normal maupun situasi bencana. Bukan hanya itu saja Relawan juga telah mengekpresikan kemampuan, kapasitas serta kompetensinya dalam memberikan pelayanan dengan sepenuh hati. 7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah International yang memperkokoh upaya penerapan dari kompetensi Relawan dengan hati berbuat bagi sesama dalam upaya untuk mendukung penguatan Organisasi PMI menjadi landasan dalam mewujudkan pelayanan PMI di masyarakat. 2. Tujuan a. Meningkatkan komitmen karya dan pengabdiannya kepada masyarakat. b. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman relawan terhadap peran relawan dalam penguatan kapasitas organisasi dan pelayanan PMI yang professional di Masyarakat. c. Meningkatkan peran relawan dalam proses pengambilan keputusan di Masyarakat 3. Hasil yang diharapkan a. Relawan telah mengekspresikan kapasitas dan kompetensinya dalam karya dan baktinya di masyarakat. b. Meningkatnya kualitas sosialisasi antara peserta Temu Karya Relawan dengan masyarakat di desa mitra. c. Meningkatnya pengetahuan masyarakat khususnya para pelajar dan pemuda serta warga masyarakat disekitar lokasi Temu Karya Relawan, tentang pelayanan kepalangmerahan.

72 d. Meningkatnya pemahaman relawan terhadap kultur dan budaya masyarakat. e. Meningkatnya citra positif (image) PMI di masyarakat. 4. Peserta Peserta yang terlibat dalam Kegiatan Nonfisik dan fisik dari utusan kontingen PMI yang masing-masing 5 orang relawan (campuran KSR, TSR dan DDS) dengan kriteria: a. 1 (satu) orang pernah mengikuti pelatihan terkait SIBAT/KKBM/Asesment b. 1 (satu) orang sudah melakukan kegiatan Donor Darah Sukarela minimal 25 kali c. 1 (satu) orang pernah mengikuti Pelatihan spesialis PP d. 1 (satu) orang aktif membina PMR khusus terkait Sekolah Siaga Bencana e. 1 (satu) orang Medis/Paramedis/CBHFA/PHAST 5. Peserta penggembira, minimal 3 orang/kontingen. 6. Perwakilan dari peserta luar negeri bisa mengikuti kegiatan ini. 7. Pelaksana Kegiatan dan Pendamping Desa a. Pelaksana Kegiatan adalah peserta dari masing-masing kontingen. b. Pendamping Desa adalah panitia bidang Karya yang telah ditunjuk (Panitia Pusat dan Panitia Lokal) 8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan a. Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang pelaksanaan Temu Karya Nasional V , mulai tanggal 27 Juni s.d. 29 Juni 2013, pukul 08.30 s.d. 17.30 wib. b. Bertempat di 5 desa Mitra : desa Sidodadi, desa Purworejo, desa Ngantru, desa Baturejo, desa Pandansari. 7. Metode Pelaksanaan a. Kegiatan Relawan berkarya dengan hati ini merupakan karya terpadu para peserta temu karya baik peserta inti maupun para penggembira maupun peninjau yang pelaksanaannya diatur sebagai berikut: b. Jenis kegiatan, waktu dan tempat diatur sebagai berikut:

73 No.

Kegiatan

Waktu

Lokasi Pelaksanaan

Jumlah Peserta Setiap Kontingen

1.

Sosialisasi dan Kegiatan DDS di masyarakat

? 1 orang peserta, 27-29 Juni 2013 Balai Desa dan Sekolah-sekolah dengan Kriteria yang ada di 5 telah melakukan Desa; kegiatan DDS Desa Purworedjo, sebanyak 25 kali ? Perwakilan Peserta Desa Sidodadi, luar negeri Desa Ngantru, Desa Banturejo, Desa Pandansari.

2.

Kegiatan Donor Darah Sukarela (DDS)

24-25 Juni 2013 Lokasi Perkemahan

3.

Advokasi dan Sosialisasi “Ayo siaga Bencana�

1 orang peserta, 27-29 Juni 2013 Balai Desa dan di ? tempat dengan Kriteria penentuan jalur yang memahami evakuasi yang kegiatan Sekolah ada di 3 Desa; Siaga Bencana. Perwakilan Peserta Desa Purworedjo, ? luar negeri. Desa Ngantru, Desa Pandansari

4.

Promosi dan Pelayanan Kesehatan

28-29 Juni 2013 Balai Desa dan Sekolah-sekolah yang ada di 2 Desa; Desa Sidodadi, Desa Sidodadi,dan Desa Banturejo.

? Peserta,

penggembira, peninjau dan masyarakat umum

? 1 orang peserta

dengan kriteria spesialisasi Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (PPBM)/PHAST/spe sialis PP/spesialis air dan sanitasi atau yang mempunyai latar belakang kesehatan (bidan, perawat, SKM, dll). ? Perwakilan Peserta luar negeri.

74 5.

Upaya Pengurangan Risiko Bencana

6.

? 1 orang peserta Pelatihan singkat 27-29 Juni 2013 Balai Desa dan Sekolah-sekolah dengan Kriteria Pertolongan yang ada di yang mempunyai Pertama Kecamatan Spesialisasi PP. Ngantang dan di ? Perwakilan Peserta Desa Purworedjo. luar negeri

1 orang peserta 27-29 Juni 2013 Balai Desa dan di ? tempat dengan kriteria penentuan jalur telah mengikuti evakuasi yang pelatihan SIBAT/ KBBM/Asesmen. ada di 3 Desa Desa Ngantru, ? Perwakilan Desa Banturejo, peserta luar negeri Desa Pandansari.

8. Rincian pelaksanaan a. Peserta Kegiatan Relawan Berkarya dengan hati akan menginap di desa mitra selama kegiatan berlangsung (Home Stay). (tentative) b. Pada saat pelaksanaan : 1) Sebelum peserta diberangkatkan ke desa mitra masing-masing, terlebih dahulu akan diberikan penjelasan tentang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pendamping desa. 2) Desa yang menjadi area sasaran Relawan Berkarya ini merupakan desa yang telah menjadi daerah mitra untuk pengembangan program berbasis masyarakat maupun desa mitra lainnya yang telah dikaji oleh Tim Asesmen. Nama dan peta lokasi desa akan diberikan sebelum pelaksanaan nantinya. 3) Saat pelaksanaan Relawan berkarya di masyarakat, hanya peserta yang ditunjuk yang diberangkatkan ke desa mitra, sedangkan anggota tim lainnya tetap tinggal di lokasi perkemahan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan lainnya. Kontingen dapat mengikutkan penggembira pada kegiatan ini, maksimal 4 orang perwakilan penggembira dari setiap kontingen. Peserta luar negeri juga dapat mengikutkan perwakilannya untuk kegiatan karya relawan di masyarakat. 4) Materi dan bentuk kegiatannya merujuk pada hasil-hasil VCA/PRA serta rencana aksi yang telah disusun selama Tim Latgab Program Berbasis Masyarakat. 5) Kegiatan dilaksanakan sehari penuh, mulai dari jam 08.00 WIB s.d 17.00 WIB. Keberangkatan dan pemulangan peserta akan diatur oleh Panitia 6) Teknis pelaksanaan kegiatan Relawan Berkarya dengan hati akan dijelaskan oleh Koordinator lapangan di desa Mitra.

75

c. Proses Kegiatan yang dilakukan dapat meliputi bidang-bidang sebagai berikut : 1) Sosialisasi dan Donor Darah Sukarela 1.1. Sosialisasi donor darah ? Peserta sosialisasi donor darah adalah peserta kegiatan relawan berkarya dengan hati yang mempunyai spesialisasi DDS dan didukung oleh UDD PMI ? Bentuk kegiatan sosialisasi berupa dialog donor darah, berbagi pengalaman dengan DDS, pembagian KIE kepada masyarakat ? Sasaran sosialisasi adalah masyarakat di desa Mitra dan peserta Temu Karya ? Waktu pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan pada tgl. 27-29 Juni 2013 1.2. Donor Darah ? Pelaksana donor darah adalah oleh UDD PMI yang di tunjuk ? Bentuk kegiatan donor darah di Balai Desa. ? Sasaran donor darah adalah masyarakat di Desa Mitra dan peserta Temu Karya ? Waktu pelaksanaan Donor darah dilaksanakan pada tgl. 24-25 juni 2013 2) Advokasi dan sosialisasi "Ayo Siaga Bencana" dilakukan oleh peserta kegiatan relawan Berkarya sebagai pembina PMR. ? Peserta advokasi dan sosialisasi "Ayo Siaga Bencana" adalah Peserta kegiatan Relawan Berkarya yang mempunyai ketrampilan memfasilitasi PMR dan pengetahuan tentang sekolah siaga bencana. ? Bentuk kegiatan berupa pertemuan dengan pihak sekolah mengenai tujuan dan bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan di sekolah, pemetaan risiko di sekolah, games kebencanaan, simulasi disekolah ? Sasaran kegiatan adalah Kepala sekolah, guru sekolah, siswa sekolah yang ada di desa mitra. ? Waktu pelaksanaan kegiatan tgl. 27-29 Juni 2013. 3) Promosi kesehatan dan Pelayanan Kesehatan 3.1. Promosi Kesehatan ? Peserta kegiatan Promosi kesehatan adalah Peserta kegiatan Relawan Berkarya dengan hati yang mempunyai spesialisasi CBHFA/PHAST ? Bentuk kegiatan berupa Promosi PHBS (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat) Kesehatan Remaja (HIV/AIDS dan NAPZA), penyuluhan Demam Berdarah, Pencegahan Flu Burung, Diare dll.-->diperlukan asesment terkait dengan masalah kesehatan ? Sasaran promkes adalah masyarakat dan siswa yang ada di desa mitra ? Waktu pelaksanaan adalah tgl.28-29 Juni 2013 3.2. Pelayanan kesehatan ? Peserta Pelayanan Kesehatan adalah Peserta kegiatan Relawan Berkarya dengan hati yang mempunyai keahlian medis dan paramedis

76 ? Bentuk kegiatan berupa pengobatan gratis, mendukung kegiatan posyandu,

mendukung kegiatan Pustu (puskesmas pembantu) di desa mitra ? Sasaran kegiatan pelayanan kesehatan adalah ibu hamil, balita,

masyarakat rentan lainya di desa mitra ? Waktu pelaksanaan kegiatan tanggal 28-29 Juni 2013

4) Upaya Pengurangan Risiko Bencana ? Peserta kegiatan Upaya Pengurangan Resiko Bencana adalah Peserta kegiatan Relawan Berkarya yang mempunyai keterampilan dan pengetahuan mengenai mobilisasi masyarakat/KBBM/Assesment/PRA/VCA ? Bentuk kegiatan berupa Review kerentanan dan kapasitas, penentuan titik kumpul dan jalur evakuasi, pemutaran film kebencanaan dan simulasi evakuasi. ? Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat, perangkat desa, perangkat kecamatan Waktu pelaksanaan kegiatan: ÂŹ Review kerentanan dan kapasitas, penentuan titik kumpul dan jalur evakuasi adalah tgl.27-29 Juni 2013 ÂŹ pemutaran film kebencanaan dan simulasi evakuasi tgl 27-29 Juni 2013 5) Pelatihan Singkat Pertolongan Pertama ? Peserta kegiatan Pelatihan Singkat Pertolongan Pertama adalah peserta yang mempunyai spesialisasi Pertolongan Pertama. ? Bentuk kegiatan berupa pelatihan keterampilan pertolongan pertama dengan materi medis dasar (keracunan, pingsan, epilepsi), luka dan pendarahan, patah tulang, evakuasi/pemindahan korban, luka bakar. ? Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat dan guru. ? Waktu pelaksanaan kegiatan adalah tanggal 27-29 Juni 2013. 9. Mekanisme Mobilisasi ke Desa Mitra a. Sebelum meninggalkan lokasi perkemahan, peserta akan mendapatkan pengarahan terkait dengan teknis kegiatan yang akan dilaksanakan di masyarakat oleh panitia b. Peserta akan dibagi dalam 2 Tim yang selanjutnya tiap-tiap tim memilih ketua Tim dan perangkatnya untuk kemudian memperoleh pembekalan dari masing-masing pendamping desa dalam pembuatan desain rencana kegiatan di masyarakat; c. Tim akan mendapatkan perlengkapan kegiatan oleh panita dan di berangkatkan ke Desa mitra dengan kendaraan yang telah disiapkan oleh panitia; d. Tim akan diserah terimakan dari panitia Temu Karya kepada Camat Ngantang dan Kepala Desa yang selanjutnya akan ditempatkan di desa mitra; e. Di desa mitra peserta akan bertempat tinggal di rumah penduduk dan melakukan aktifitas kegiatan di masyarakat selama 4 hari dimana kegiatan yang akan dilakasanakan di masyarakat disesuaikan dengan hasil rencana kegiatan yang telah disusun selama 3 hari;

77 f. Selama berada di desa, konsumsi peserta menjadi tanggungan masing-masing kontingen yang secara teknis akan dikoordinir oleh Desa. g. Setelah akhir penugasan peserta akan diserahkan kembali oleh Kepala Desa dan Camat kepada panitia yang selanjutnya kembali ke kontingenya masing-masing; h. Setelah selesai kegiatan di lokasi, setiap kontingen wajib menyerahkan laporan kegiatannya; i. Pada saat melakukan bakti dan karya Relawan seluruh peserta memakai identitas yang disediakan oleh Panitia Penyelenggara; j. Debriefing pasca kegiatan. 10.Sarana dan Perlengkapan a. Sarana transportasi (truk/mini bus/pick up dll); b. Hasil-hasil VCA/PRA Desa Mitra (disiapkan panitia); c. Perlengkapan kegiatan baksos yang akan disumbangkan ke Desa Mitra (tas PP, bukubuku bacaan, buku sekolah dll); d. Alat Pelindung Diri (APD) disiapkan masing-masing kontingen; e. Material dan Bahan-bahan untuk kegiatan fisik akan disiapkan oleh panitia; f. LCD dan media KIE disiapkan oleh panitia dan peserta (film dokumenter); g. Material untuk pembuatan jalur evakuasi (disiapkan panitia); h. Lokasi untuk kegiatan bakti fisik dan sarana pendukungnya 11.Evaluasi Rangkaian proses pelaksanaan kegiatan Relawan Berkarya ini akan dievaluasi dengan menggunakan methode kuisioner dan FGD. 12.Tindak lanjut a. PMI dapat merencanakan kegiatan pemberdayaan relawan di masyarakat; b. PMI dapat merencanakan dalam pengembangan kegiatan pelayanan dimasyarakat; c. Adanya komitmen untuk melaksanakan kegiatan pelayanan Kepalangmerahan 13.Lain lain a. PMI dapat merencanakan kegiatan pemberdayaan relawan di masyarakat; b. PMI dapat merencanakan dalam pengembangan kegiatan pelayanan dimasyarakat; c. Adanya komitmen untuk melaksanakan kegiatan pelayanan Kepalangmerahan;

78 B. Bakti Sosial 1. Latar Belakang Relawan yang tergabung dalam Korps Sukarela (KSR) dan Tenaga Sukarela (TSR) telah banyak memberikan andil akan perkembangan organisasi PMI, baik dalam segi aktifitas pelayanan kemanusiaan maupun ide, pemikiran dan kreatifitasnya. Relawan PMI sebagai garda terdepan pelayanan PMI perlu diberikan media berkarya untuk mengekspresikan kapasitas dan kompetensinya dalam tugas-tugas pelayanan kemanusiaan, melalui pengamalan 7 Prinsip PM/BSM Internasional. Sebagai salah satu media penerapkan 7 Prinsip PM/BSM Internasional dan merupakan salah satu wujud penerapan dari kompetisi relawan dalam pelayanan PMI di Masyarakat serta mendukung pengembangan organisasi PMI melalui penyelenggaraan kegiatan Bakti Sosial (Baksos), dalam bentuk pemberian bantuan fasilitas sarana dan prasarana, seperti Kit PP, alat tulis sekolah, buku bacaan untuk melengkapi fasilitas di perpustakaan sekolah atau Desa. 2. a) b) c)

Tujuan : Belajar untuk berbagi dan berbakti melaui kegiatan Baksos Meningkatkan kapasitas masyarakat melalui sarana dan prasarana yang diberikan Meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan event Baksos.

3. Hasil yang diharapkan a) Meningkatnya rasa empati relawan melalui kegiatan Baksos b) Meningkatnya Kapasitas Masyarakat dalam ilmu pengetahuan yang berwawasan nusantara dan pengetahuan dan keterampilan PP. c) Relawan PMI mempunyai kemampuan mengelola kegiatan Baksos secara langsung kepada masyarakat. 4. Peserta a) Setiap kontingen mengirimkan sedikitnya 1 (satu) orang peserta dengan Kriteria Umum. b) Perwakilan Peserta luar negeri 5. Waktu dan tempat Pembagian waktu dan tempat diatur sebagai berikut:

79 Jenis Kegiatan

Tanggal

Bakti Sosial (Baksos) pembagian sarana dan prasarana bagi sekolah dan Desa, berupa; Buku Bacaan, Kit PP, dan ATK

27-29 Juni 2013

Tempat/Lokasi 2 Sekolah dan 2 Desa di Desa Banturejo, Desa Sidodadi

Kontingen Seluruh kontingen (33 Provinsi)

6. Metode fasilitasi a) Kerja Tim b) Brainstorming dengan Sekolah dan Masyarakat 7. Sarana dan Prasarana Disiapkan Panitia a) Rumah Warga untuk menginap b) Transportasi c) Profile desa/hasil VCA/PRA Disiapkan Kontingen a) Konsumsi Peserta Karya b) Buku Bacaan (5 unit buku bacaan, berupa; buku daerah(seni dan budaya), 5 jenis buku pelajaran SD. c) 1 unit Kit PP d) Satu paket ATK (10 buah Buku Tulis,10 buah ball point, 10 buah pensil, 10 penghapus, 10 mistar). 8. Pelaksana Kegiatan dan Pendampingan Desa a) Pelaksana kegiatan adalah peserta dari masing-masing kontingen b) Pendamping Desa adalah panitia bidang karya yang telah ditunjuk 9. Proses kegiatan a) Peserta kegaiatan relawan berkarya berada di Desa Mitra selama kegiatan berlangsung. b) Pada saat pelaksanaan: 1) Sebelum peserta diberangkatkan ke desa mitra masing-masing, terlebih dahulu akan diberikan penjelasan tentang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pendamping desa 2) Selama berada didesa, konsumsi peserta menjadi tanggungan masing-masing kontingen yang secara teknis akan dikoordinir oleh Desa Mitra. 3) masing-masing kontingen membawan material sarana dan prasarana Kegiatan

80 Baksos dalam bentuk Buku Bacaan, Kit PP, dan Peralatan ATK seperti pada point G. 4) Para peserta akan dibagi berdasarkan kelompok yang ditentukan. 5) Masing-masing Tim membuat laporan kegiatan pelayanan Baksos yang telah dilaksanakan. c) Pemenuhan penugasan kegiatan ini berpedoman pada kerja tim seluruh kontingen (Team Work) yang akan berkontribusi pada kontingen dalam penentuan penilaian secara menyeluruh di semua kegiatan yang telah dilaksanakan. 10.Evaluasi Seluruh proses pelaksanaan kegiatan Karya relawan ini akan dimonitor dan dievaluasi sebagai bahan rekomendasi yang di hasilkan dilaksanakan di akhir pelaksanaan kegiatan. 11.Tindak lanjut a. Adanya rencana kerja dari masing-masing Daerah untuk tindak lanjut pengembangan Baksos di daerah masing-masing. b. Adanya komitmen untuk melaksanakan kegiatan Bakti Sosial pada saat Hari-hari ke Palang Merahan, atau Hari Besar lainnya. 12.Lain-lain Apabila membutuhkan informasi teknis lebih lanjut dapat menghubungi Divisi Pelayanan Sosial dan Kesehatan Markas Pusat PMI.

C. Bakti Fisik 1. Pendahuluan : Relawan yang tergabung dalam Korps Sukarela (KSR) dan Tenaga Sukarela (TSR) telah banyak memberikan andil akan perkembangan organisasi PMI, baik dalam segi aktifitas pelayanan kemanusiaan maupun ide, pemikiran dan kreatifitasnya. Relawan PMI sebagai garda terdepan pelayanan PMI perlu diberikan media berkarya untuk mengekspresikan kapasitas dan kompetensinya dalam tugas-tugas pelayanan kemanusiaan, melalui pengamalan 7 Prinsip PM/BSM Internasional. Sebagai salah satu media penerapkan 7 Prinsip PM/BSM Internasional dan merupakan salah satu wujud penerapan dari kompetisi relawan dalam pelayanan PMI di Masyarakat serta mendukung pengembangan organisasi PMI melalui penyelenggaraan kegiatan Berkarya dalam Pembangunan Jalan Rabat Beton. Bersama Masyarakat, relawan PMI diajak untuk mengembangkan program pemberdayaan

81 dengan belajar memahami budaya setempat melalui Pembangunan Jalan Rabat Beton. Hal tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan akses perekonomian dan berkontribusi dan berpartisipasi mengurangi kecelakaan kendaraan bermotor di jalan. 2. Tujuan a. Membantu masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat untuk mendapatkan akses sarana transportasi yang lebih baik. b. Meningkatkan komitmen karya dan pengabdiannya kepada masyarakat. c. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman relawan terhadap peran relawan dalam penguatan kapasitas organisasi dan pelayanan PMI di Masyarakat. d. Meningkatkan keterlibatan relawan dalam proses pengambilan keputusan di Masyarakat 3. Hasil yang diharapkan a. Melalui pemberdayaan masyarakat bersama relawan, masyarakat mendapatkan akses transportasi yang lebih baik. b. Relawan telah mengekspresikan kapasitas dan kompetensinya dalam karya dan baktinya di masyarakat. c. Meningkatnya kualitas sosialisasi antara peserta Temu Karya Relawan dengan masyarakat di desa mitra. d. Meningkatnya pengetahuan masyarakat khususnya para pelajar dan pemuda serta warga masyarakat disekitar lokasi Temu Karya Relawan, tentang pelayanan kepalangmerahan. e. Meningkatnya pemahaman relawan terhadap kultur dan budaya masyarakat. f. Meningkatnya citra positif (image) PMI di masyarakat. g. Relawan PMI mempunyai kemampuan mengelola kegiatan Pemberdayaan Pembangunan Sarana fisik rabat beton secara langsung kepada masyarakat. 4. Peserta a. Setiap kontingen mengirimkan sedikitnya tiga (3) orang peserta dengan Kriteria Umum. b. Perwakilan Peserta luar negeri

82 5. Waktu dan tempat Pembagian waktu dan tempat diatur sebagai berikut: Jenis Kegiatan

Tanggal

Kontingen

Tempat/Lokasi

Pembangunan Jalan Rabat Beton panjang 700 meter dan lebar 2,5 meter.

27-29 Juni 2013

Desa Purworedjo

Seluruh kontingen (33 Provinsi

Pembangunan Jalan Rabat Beton panjang 925 meter dan lebar 3 meter.

27-29 Juni 2013

Desa Sidodadi

Seluruh kontingen (33 Provinsi

Pembangunan Jalan Rabat Beton panjang 1.300 meter lebar 3 meter.

27-29 Juni 2013

Desa Pandansari

Seluruh kontingen (33 Provinsi

6. Metode fasilitasi a. Rembug Desa b. Kerja Tim (Gotong Royong) 7. Sarana dan Prasarana Disiapkan Panitia a. Rumah Warga untuk menginap b. Transportasi c. Profile Desa/hasil VCA/PRA d. Material dan bahan-bahan kegiatan fisik Disiapkan Kontingen a) Alat Pelindung Diri b) Konsumsi Peserta Karya 8. Pelaksana Kegiatan dan Pendampingan Desa a. Pelaksana kegiatan adalah peserta dari masing-masing kontingen b. Pendamping Desa adalah panitia bidang karya yang telah ditunjuk 9. Proses kegiatan Pada saat pelaksanaan:

83 a. Sebelum peserta diberangkatkan ke desa mitra masing-masing, terlebih dahulu akan diberikan penjelasan tentang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pendamping desa. b. Selama berada didesa, konsumsi peserta menjadi tanggungan masing-masing kontingen yang secara teknis akan dikoordinir oleh Desa Mitra. c. Para peserta akan dibagi berdasarkan kelompok yang ditentukan. d. Masing-masing Tim membuat laporan kegiatan pelayanan Karya Pembangunan Rabat Beton yang telah dilaksanakan. e. Pemenuhan penugasan kegiatan ini berpedoman pada kerja tim seluruh kontingen (Team Work) yang akan berkontribusi pada kontingen dalam penentuan penilaian secara menyeluruh di semua kegiatan yang telah dilaksanakan. 10.Evaluasi Seluruh proses pelaksanaan kegiatan Karya relawan ini akan dimonitor dan dievaluasi sebagai bahan rekomendasi yang di hasilkan dilaksanakan di akhir pelaksanaan kegiatan. 11.Tindak lanjut a. Adanya rencana kerja dari masing-masing Daerah untuk tindak lanjut pengembangan Program Pemberdayaan Mashyarakat yang bersifat mitigasi bencana di daerah masingmasing. b. Adanya komitmen untuk melaksanakan kegiatan Program Pemberdayaan Mashyarakat yang bersifat mitigasi bencana. 12.Lain-lain Apabila membutuhkan informasi teknis lebih lanjut dapat menghubungi Divisi Penanganan Bencana Markas Pusat PMI

PETUNJUK TEKNIS PENGEMBANGAN KAPASITAS

97 PETUNJUK TEKNIS PENGEMBANGAN KAPASITAS Kegiatan Pengembangan Kapasitas dalam Temu Karya Nasional V Relawan PMI Tahun 2013, sebagai sarana evaluasi pengembangan dan pembinaan Relawan PMI serta pemberian pengetahuan, keterampilan , informasi kegiatan Relawan PMI yang dapat meningkatkan jiwa dan semangat kreatifitas serta wawasan Relawan PMI yang dapat digunakan dalam mengembangkan diri dan organisasi. Kegiatan yang termasuk dalam Pengembangan Kapasitas A. Latihan Gabungan (Latgab) 1. Latgab Publikasi dan Informasi 2. Latgab Air dan Sanitasi 3. Latgab PP dan Ambulans 4. Latgab Manajemen Kesiapsiagaan Berbasis Masyarakat 5. Latgab Penampungan Darurat 6. Latgab Perencanaan Program 7. Latgab Water Rescue 8. Latgab Kewirausahaan Relawan 9. Latgab Program program kesehatan dan Pertolongan Pertama berbasis Masyarakat. B. Best Practice Volunteer 1. Operasi Tanggap Darurat 2. Pengembangan Organisasi dan Pembinaan Relawan 3. Pengurangan Resiko dan Kesiapsiagaan Bencana C. Lintas terampil Relawan 1. Pos 1 (Kepalangmerahan; Pengembangan Organisasi dan Relawan ; Program Berbasis Masyarakat ) 2. Pos 2 (Sistem Peringatan Dini; Asesmen ; Pertolongan Pertama dan Ambulans ) 3. Pos 3 (Penampungan Darurat; Dapur Umum; Pelayanan Kesehatan ; Pemulihan Hubungan Keluarga; Logistik dan Distribusi ) 4. Pos 4 (Manajeman Posko; Reporting)

99 D. Ajang kreativitas Relawan 1. Budidaya ternak dan pertanian 2. Kerajinan Tangan, Seni dan Budaya 3. Tanggap Darurat dan pelayanan masyarakat 4. Lingkungan Hidup,Pengurangan Resiko dan perubahan iklim

A. Latihan Gabungan ( Latgab) Latihan Gabungan dalam Temu Karya Nasional V Relawan PMI Tahun 2013 ini, sebagai kegiatan pelatihan yang lebih mengutamakan makna kebersamaan, pembelajaran, penerapan di lapangan dan bukan merupakan berkompetisi semata. Kesempatan emas yang bisa dipetik bagi Relawan PMI dalam Latihan Gabungan ini adalah "Learning by doing : learning to know, learning to do dan learning to be" . Latihan Gabungan di bagi dalam 9 kelompok (cluster) pelayanan PMI, yaitu : 1. Latgab Publikasi dan Informasi 2. Latgab Air dan Sanitasi 3. Latgab PP dan Ambulans 4. Latgab Manajemen Kesiapsigaan Berbasis Masyarakat 5. Latgab Penampungan Darurat 6. Latgab Perencanaan Program 7. Latgab Water Rescue 8. Latgab Kewirausahaan Relawan 9. Latgab program program kesehatan dan Pertolongan Pertama berbasis Masyarakat.

A.1. Latihan Gabungan Publikasi dan Informasi 1. Latar Belakang Relawan PMI yang tergabung dalam Korps Sukarela (KSR) dan Tenaga Sukarela (TSR) merupakan garda terdepan dalam upaya penanggulangan bencana dalam wadah Satgana PMI. Mereka yang pertama merespon, sampai di lokasi dan selalu terlibat langsung melaksanakan prosedur tetap tanggap darurat apabila terjadi bencana. Keistimewaan tersebut membuat para Relawan PMI mempunyai akses informasi yang "up to date" seperti suasana wilayah yang terkena bencana, dampak bencana, serta korban yang diakibatkan

100 oleh bencana tersebut. Namun, informasi-informasi penting tersebut seringkali terabaikan oleh mereka karena berbagai keterbatasan, seperti kesadaran akan pentingnya informasi, pengetahuan mengenai teknik menjaring informasi dan memanfaatkannya, serta perlengkapan untuk menjaring informasi tersebut. Temu Karya sebagai ajang para Relawan PMI bertemu dan berkarya adalah saat yang baik untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidang komunikasi mengingat bidang komunikasi (Kehumasan dan Diseminasi) saat ini telah menjadi bagian dari strategi dan prosedur tetap Palang Merah Indonesia dalam Manajemen Penanganan Bencana. 2. Tujuan a. Umum Memberikan pengetahuan dan keterampilan bidang komunikasi sesuai pedoman yang berlaku di Palang Merah Indonesia, selanjutnya dapat diterapkan di Provinsi dan Kab/ Kota masing-masing. b. Khusus 1) Meningkatkan kesadaran akan pentingnya komunikasi dan informasi 2) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan jurnalistik 3) Meningkatkan Pengetahuan tentang media publikasi 4) Meningkatkan keterampilan menggunakan perlengkapan penunjang komunikasi. 5) Pemanfaatan Media Jejaring Sosial 3. Hasil yang diharapkan a. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap Relawan PMI dalam bidang komunikasi b. Menerapkan Pedoman Komunikasi pada situasi Normal dan Bencana 4. Peserta a. Setiap kontingen mengirimkan 2 (dua) orang, terdiri atas 1 orang KSR Unit Perguruan Tinggi, 1 orang KSR Unit Markas Kab/kota b. Kriteria Peserta 1) Mampu Mengoperasikan komputer dan internet 2) Dapat berkomunikasi dengan baik 3) Mengetahui penggunaan Kamera/Video 4) Bersedia terlibat dalam kegiatan komunikasi selama kegiatan Temu Karya 5. Fasilitator a. PMI Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota b. IFRC/ICRC/PNSs c. Praktisi kehumasan dan Komunikasi

101

6. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pembagian waktu dan tempat diatur sebagai berikut: Tempat

Hari/Tanggal/Waktu

Selasa, 25 Juni 2013

Tenda 1 dan 2

Pkl 08.00-12.00 dan 13.00-17.00

Kontingen

Seluruh Kontingen ; masing- masing 2 peserta

Rabu-Sabtu, tgl 26-29 Juni 2013

Pusat Infokom / Media - Tiap Kontingen 2 peserta Centre dan Seluruh Tempat - 8 Kontingen - 3 hari - 9 Kontingen - 1 hari Pkl 08.00-12.00 dan 13.00-17.00 Kegiatan Temu Karya ( sesuai jadwal) 7. Proses Pelaksanaan a. Peserta diberikan pelatihan singkat dari fasilitator tentang Penulisan, Fotografi dan Media sosial b. Selanjutnya, secara bergiliran peserta berkontribusi terhadap Berita/Foto kepada redaksi yang dikelola oleh Panitia c. Pembagian tugas ditetapkan oleh Panitia/Fasilitator d. Tim akan bekerja menghasilkan media publikasi yang akan disampaikan atau didistribusikan ke seluruh peserta selama kegiatan. e. Media Publikasi tersebut adalah bulettin, Media Sosial yang akan terus termutakhir setiap hari. f. Pada akhir kegiatan ini, masing-masing kontingen memahami hal yang dipelajari bersama ini dan mengambil makna dari kegiatan yang dilakukan dikaitkan dengan implementasinya nanti di daerah masing-masing. 8. Sarana dan perlengkapan a. Ruang Pusat Informasi / Media Centre b. Perangkat komputer (PC atau laptop) dengan Jaringan internet c. Perangkat kamera foto dan video d. Perangkat alat rekam e. Printer f. Mesin fotocopy 9. Perlengkapan yang dibawa oleh peserta a. Laptop (bisa akses internet) b. Kamera foto dan Video c. Alat perekam d. Alat tulis

102 10.Evaluasi a. Proses kegiatan 1) Kepesertaan 2) Keterlibatan dan keaktifan peserta 3) Urutan penyampaian materi 4) Kompetensi Fasilitator 5) Kompetensi Peserta 6) Pencapaian Hasil dengan tujuan yang ditetapkan b. Pemahaman Peserta 1) Pre dan Postes 2) Evaluasi oleh Fasilitator (tulis/praktek) c. Alat Evaluasi 1) Kuesioner 2) Produk komunikasi yang dihasilkan 11.Tindak lanjut a. Transfer Pengetahuan dan Ketrampilan kepada Relawan lain di Daerahnya b. Adanya komitmen untuk melaksanakan kegiatan kehumasan pada saat situasi Normal maupun Darurat

A.2. Latihan Gabungan Air Dan Sanitasi 1. Latar Belakang Belajar dari beberapa kejadian bencana selama ini menunjukkan bahwa permasalahan air dan sanitasi, khususnya di penampungan darurat masih menempati permasalahan utama. Bila kebutuhan air bersih dan pemeliharaan sanitasi bagi para korban bencana tidak dapat dipenuhi, akan berdampak buruk bagi kejadian wabah penyakit terkait makanan dan sanitasi seperti diare, muntaber, kulit, DBD, dll. Relawan sebagai bagian dari Satuan Tugas Penanganan Bencana (SATGANA) PMI, harus dibekali dengan ketrampilan teknis penyediaan air bersih serta pengelolaan sanitasi di penampungan darurat. Melalui kegiatan Latgab Manajemen Air dan Sanitasi ini, diharapkan para peserta Temu Karya dapat saling belajar dan berbagi pengalaman masing-masing. Selain itu juga dapat merangsang inovasi dan kreatifitas untuk peningkatan kinerja pengabdiaannya dalam melayani masyarakat.

104

7. Proses Pelaksanaan a. Para peserta akan dibagi secara berimbang berdasarkan tingkat kapasitas dari masingmasing kontingen. Pembauran kontingen antara kontingen berpengalaman dengan kontingen yang belum, dimaksudkan dalam upaya pembelajaran serta kerjasama tim. b. Seluruh peserta akan mendapatkan pelatihan singkat tentang bagaimana menggunakan peralatan Watsan, serta menerapkan kegiatan Watsan dalam situasi normal maupun bencana. c. Dalam kelompoknya, peserta akan mempraktekkan pengelolaan Watsan dengan beberapa kegiatan sebagai berikut : ? Perencanaan Watsan ? Pengorganisasian Tim Watsan ? Pengolahan Air Bersih. ? Pendistribusian Air Bersih ? Pengelolaan Sanitasi Perkemahan. ? Pengelolaan Sampah d. Hari berikutnya peserta secara bergiliran akan membantu Pelayanan Air dan Sanitasi Temu Karya 8. Sarana dan perlengkapan a. Sumber air bersih di area perkemahan b. Kendaraan operasional tanki air c. Tiga unit planta pengolahan air d. 2 unit fogging e. 2 unit mesin dan virkon f. Kartu pendistribusian. 9. Evaluasi a. Proses kegiatan 1. Kepesertaan 2. Keterlibatan dan keaktifan peserta 3. Urutan penyampaian Materi 4. Kompetensi Fasilitator 5. Kompetensi Peserta 6. Pencapaian Hasil dengan tujuan yang ditetapkan b. Pemahaman Peserta 1. Pretest dan Post test 2. Evaluasi oleh Fasilitator (tulis/praktek) c. Alat evaluasi 1. Kuesioner

103 2. Tujuan a. Umum Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan relawan PMI dalam manajemen air dan sanitasi. b. Khusus 1) Peserta mengetahui tata cara penyediaan air bersih dan pengelolaan sanitasi 2) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam pengolahan air bersih dengan peralatan standar PMI. 3) Meningkatkan ketrampilan peserta dalam mendistribusikan air 4) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengelolaan sanitasi 3. Hasil yang diharapkan a. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan ketrampilan peserta dalam pengelolaan Air dan Sanitasi. b. Peserta telah mahir dalam mengoperasikan peralatan Water and Sanitation (Watsan). c. Peserta telah mampu mengelola pelayanan Watsan secara langsung dengan memperhatikan manajemen standart SPHERE. 4. Peserta Setiap kontingen mengirimkan 2 ( dua) orang peserta, terdiri atas KSR dan TSR Kriteria: a. Telah mendapatkan Pelatihan Spesialiasi Air dan Sanitasi b. Telah bertugas/dimobilisasi dalam kegiatan pelayanan air dan sanitasi tingkat Nasional/Regional/Internasional 5. Fasilitator dan Narasumber a. PMI Pusat /Provinsi/Kabupaten/Kota b. IFRC/ICRC/PNS c. Pakar dan Praktisi Air dan Sanitasi 6. Waktu dan Tempat Hari/Tanggal/Waktu

Selasa, 25 Juni 2013,

Tempat

Tenda 12 dan 13

Kontingen

Seluruh Kontingen ; masing- masing 2 peserta

Pkl 08.00-12.00 dan 13.00-17.00 Rabu-Sabtu, 26-29 Juni 2013,

Pusat Pelayanan Air dan Sanitasi dan Kegiatan di Pkl 08.00-12.00 dan 13.00-17.00 masyarakat

- Tiap Kontingen 2 peserta - 8 Kontingen - 3 hari - 9 Kontingen - 1 hari ( sesuai jadwal)

105 2. Laporan hasil kerja simulasi pengelolaan Watsan 10.Tindak lanjut a. Transfer Pengetahuan dan Ketrampilan kepada Relawan lain di Daerahnya b. Menjadi pelaksana/nara sumber di daerah masing-masing jika diadakan pelayanan yang serupa.

A.3. Latihan Gabungan Pertolongan Pertama Dan Ambulans 1. Latar Belakang Pertolongan Pertama dan Ambulans merupakan salah satu pelayanan yang di siapkan dalam menghadapi situasi normal, dan situasi bencana atau konflik. Hampir seluruh PMI Kab/ Kota memiliki dan memberikan pelayanan Pertolongan Pertama dan ambulans. Pertolongan Pertama yang telah menjadi trademark PMI , telah dikembangkan hampir di semua Kab/ Kota, kapasitas dan kualitas Relawan PMI yang telah mendapatkan pelatihan Pertolongan Pertama telah teruji dan mampu memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat. Armada Ambulans menjadi alat transportasi rujukan yang bisa dikembangkan untuk menuju ke pada Pusat Pelayanan Kesehatan terdekat. Dalam Latihan Gabungan ini, dititik beratkan pada kesiapan Kab/ Kota dalam memberikan pertolongan pertama bagi masyarakat dan melakukan rujukan medis dengan menggunakan armada Ambulans sebagai pelayanan Prehospital ke Pusat Pelayanan Kesehatan terdekat. 2. Tujuan a. Umum Meningkatkan kapasitas dan kompetensi relawan dalam memberikan dan mengelola pelayanan Pertolongan Pertama dan Ambulans. b. Khusus 1) Meningkatkan kapasitas Provinsi/Kab/ Kota dalam pengelolaan pelayanan pertolongan Pertama dan Ambulans. 2) Meningkatkan kualitas Relawan khususnya spesialisasi Pertolongan Pertama dan Ambulans. 3. Hasil yang diharapkan a. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan ketrampilan peserta dalam pengelolaan Pertolongan Pertama dan Ambulans. b. Para peserta dapat melakukan pelayanan Pertolongan Pertama dan Ambulans di wilayahnya masing-masing.

106

4. Peserta Setiap kontingen mengirimkan 2 ( dua) orang, dapat terdiri atas KSR dan TSR. Kriteria : 1) Telah mendapatkan Pelatihan Pertolongan Pertama dan Manajemen Ambulans 2) Telah bertugas/dimobilisasi dalam kegiatan Pertolongan Pertama dan Pelayanan Ambulans 5. Fasilitator dan Narasumber a. PMI Pusat /Provinsi/Kabupaten/Kota b. IFRC/ICRC/PNS c. Pakar dan Praktisi Pertolongan Pertama dan Ambulans 6. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Hari/Tanggal/Waktu

Selasa, 25 Juni 2013,

Tempat

Tenda 5,6 dan 7

Kontingen

Seluruh Kontingen ; masing- masing 2 peserta

Pkl 08.00-12.00 dan 13.00-17.00 Rabu - Sabtu, 26-29 Juni 2013

Pos Pelayanan Kesehatan Temu Karya dan Kegiatan Pkl 08.00-12.00 dan 13.00-17.00 di masyarakat

- Tiap Kontingen 2 peserta - 8 Kontingen - 3 hari - 9 Kontingen - 1 hari ( sesuai jadwal)

7. Proses Pelaksanaan a. Hari pertama akan dilaksanakan pelatihan singkat mengenai Pertolongan Pertama dan Ambulans b. Hari berikutnya peserta akan membantu pelayanan kegiatan Pertolongan Pertama dan Ambulans c. Pembagian tim ditentukan oleh panitia dan peserta Latgab d. Para peserta dibagi dalam kelompok-kelompok kegiatan dengan pembauran antar kontingen secara merata dan mempertimbangkan secara proporsional kapasitas masing-masing e. Pada akhir kegiatan ini, masing-masing kontingen memahami hal yang dipelajari bersama ini dan mengambil makna dari kegiatan yang dilakukan dikaitkan dengan implementasinya nanti di daerah masing-masing f. Masing-masing kelompok membuat laporan kegiatan pelayanan yang telah dilaksanakan 8. Sarana dan perlengkapan a. Peralatan Pertolongan Pertama

117 107 b. c. d. e.

Ambulans 2 Unit Lapangan untuk simulasi Kuesioner Form Laporan PP dan Ambulans

9. Evaluasi a. Proses kegiatan 1) Kepesertaan 2) Keterlibatan dan keaktifan peserta 3) Urutan penyajian Materi 4) Kompetensi Fasilitator 5) Kompetensi Peserta 6) Pencapaian Hasil dengan tujuan yang ditetapkan (Kinerja) 7) Kerjasama TIM b. Pemahaman Peserta 1) Pre dan Postest 2) Evaluasi oleh Fasilitator (tulis/praktek) c. Alat evaluasi 1) Kuesioner 2) Laporan Pertolongan Pertama dan Ambulans 10.Tindak lanjut a. Transfer Pengetahuan dan Ketrampilan kepada Relawan lain di Daerahnya b. Menjadi nara sumber di daerah masing-masing jika diadakan pelayanan yang serupa

A.4. Latihan Gabungan Manajemen Kesiapsiagaan Berbasis Masyarakat 1. Latar belakang Kejadian bencana yang menimpa wilayah Indonesia semakin sering terjadi dengan membawa dampak besar kepada kehidupan masyarakat. Upaya tanggap darurat bencana sebagaimana mandat PMI telah diupayakan secara maksimal di setiap tingkatan PMI. Respon tanggap darurat bencana dirasa masih kurang mengingat area terkena bencana semakin luas dan sering terjadi di daerah yang sulit terjangkau. Mengatasi hal ini, PMI telah mencoba melakukan upaya pengurangan risiko melalui program kesiapsiagaan dengan berbasiskan masyarakat. Masyarakat sebagai first responder/perespon awal terhadap potensi dampak bencana dibekali pengetahuan dan ketrampilan pengurangan risiko. Kegiatan yang dilakukan antara lain adalah pengenalan bahaya dan kerentanan melalui baseline survey, pemetaan daerah rawan bencana secara partisipatif dan

108 pembuatan rencana pengurangan risiko berbasis masyarakat. Beberapa program berbasiskan masyarakat telah dan sedang dilaksanakan di beberapa PMI daerah dengan dukungan beberapa donatur. Namun, kita sadari bersama tidak semua PMI daerah mendapat kesempatan menjadi daerah program dengan berbagai pertimbangan sehingga belum melaksanakan kegiatan seperti disebutkan di atas. Pada kegiatan Temu Karya 2013 ini, merupakan kesempatan yang baik untuk mensosialisasikan dan implementasi beberapa kegiatan dalam kegiatan kesiapsiagaan berbasis masyarakat. Menggunakan metode pembelajaran learning by doing atau belajar sambil mempraktekkan, diharapkan peserta nantinya memperoleh pengetahuan sekaligus ketrampilan melalui kegiatan ini. 2. Tujuan a. Umum Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan relawan PMI dalam kegiatan kesiapsiagaan berbasis masyarakat. b. Khusus 1) Peserta mengetahui dan memahami konsep, strategi dan pendekatan kegiatan pengurangan risiko berbasis masyarakat yang dilakukan oleh PMI. 2) Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam perencanaan kegiatan pengurangan risiko di masyarakat. 3) Meningkatnya kemampuan peserta dalam pelaksanaan kegiatan berbasis masyarakat. 3. Hasil yang diharapkan a. Para peserta telah memahami konsep, strategi dan pendekatan kegiatan berbasiskan masyarakat. b. Peserta dapat mempraktekkan kegiatan occular survey, VCA/PRA, pemetaan risiko secara partisipatif dan perumusan rencana pengurangan risiko. 4. Peserta Setiap kontingen mengirimkan dua (2) orang peserta, dapat terdiri atas KSR dan TSR Kriteria: 1) Telah mendapatkan Pelatihan Dasar KSR dan Spesialisasi Assessment 2) Telah bertugas/dimobilisasi dalam kegiatan Assessmen disaat Norma maupun Darurat 5. Fasilitator dan Narasumber a. PMI Pusat /Provinsi/Kabupaten/Kota b. IFRC/ICRC/PNS

119 109 6. Waktu dan Tempat Hari/Tanggal/Waktu

Selasa, tgl 25 Juni 2013,

Tempat

Tenda 3 dan 4

Kontingen

Seluruh Kontingen ; masing-masing 2 peserta

Pkl 08.00-12.00 dan 13.00-17.00 7. Proses Pelaksanaan: a. Para peserta akan dibagi secara berimbang berdasarkan tingkat kapasitas dari masingmasing kontingen. Pembauran kontingen antara kontingen berpengalaman dengan kontingen yang belum, dimaksudkan dalam upaya pembelajaran serta kerjasama tim b. Seluruh peserta akan mendapatkan pelatihan singkat tentang bagaimana melakukan Assessmen, pemetaan, Advokasi dan penyadaran masyarakat c. Menerapkan kegiatan Asessment dalam situasi normal maupun bencana 8. Sarana dan perlengkapan a. GPS, Peta Lokasi, b. Alat tulis c. Lapangan untuk simulasi 9. Evaluasi a. Proses kegiatan 1) Kepesertaan 2) Keterlibatan dan keaktifan peserta 3) Urutan penyajian Materi 4) Kompetensi Fasilitator 5) Kompetensi Peserta 6) Pencapaian Hasil dengan tujuan yang ditetapkan (Kinerja) 7) Kerjasama TIM b. Pemahaman Peserta 1) Pre dan Postes 2) Evaluasi oleh Fasilitator (tulis/praktek) c. Alat Evaluasi 1) Kuesioner 2) Laporan hasil kerja Asessment, Pemetaan, advokasi dan penyadaran masyarakat 10.Tindak lanjut a. Transfer Pengetahuan dan Ketrampilan kepada Relawan lain di Daerahnya b. Menjadi nara sumber di daerah masing-masing jika diadakan pelayanan yang serupa

110 A.5. Latihan Gabungan Manajemen Penampungan Darurat Dan Dapur Umum 1. Latar Belakang Sebagai salah satu pelayanan dasar dalam respon bencana, pelayanan penampungan darurat berada pada prioritas tiga pelayanan tanggap darurat PMI. Hal ini menandakan bahwasannya dibutuhkan sumber daya yang cukup untuk melakukan pelayanan ini. Belajar dari pengalaman operasi bencana, pelayanan penampungan darurat membutuhkan pelayanan-pelayanan pendukung seperti pos kesehatan, dapur umum, pelayanan air dan sanitasi, PSP. Adalah tugas dari tim penampungan darurat untuk mengkoordinir beberapa pelayanan tersebut dalam manajemen pengelolaan penampungan darurat. Bersama kita sadari bahwa tidak banyak PMI yang mempunyai pengalaman dalam memberikan pelayanan ini. Melalui kegiatan Temu Karya 2013 ini, metode pembelajaran learning by doing atau belajar sambil melakukan praktek langsung diharapkan peserta nantinya memperoleh pengetahuan sekaligus ketrampilan melalui kegiatan ini. 2. Tujuan a . Tujuan umum Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan relawan PMI dalam hal manajemen penampungan darurat dan dapur umum b. Tujuan khusus1) Peserta mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemberian pelayanan penampungan darurat dan dapur umum oleh PMI. 2) Meningkatnya kemampuan analisa peserta dalam merencanakan penampungan darurat dengan penyediaan kebutuhan-kebutuhan dasar yang diperlukan. 3) Meningkatnya kemampuan peserta dalam mengelola/mengkoordinir penampungan darurat beserta aspek-aspek yang terkait lainnya. 3. Hasil yang diharapkan a. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan ketrampilan peserta dalam pengelolaan Penampungan Darurat dan Dapur Umum b. Para peserta telah melakukan manajemen penampungan darurat dengan memperhatikan standard SPHERE. 4. Peserta Setiap kontingen mengirimkan 2 (dua) orang, terdiri atas 1 orang KSR Unit Perguruan tinggi, 1 orang KSR Unit Markas Kab/kota Kriteria:

121 111 a. Telah mendapatkan Pelatihan Dasar KSR b. Telah bertugas/dimobilisasi dalam Operasi Penanggulangan Bencana 5. Fasilitator dan Narasumber a. PMI Pusat /Provinsi/Kabupaten/Kota b. IFRC/ICRC/PNS

6. Waktu dan Tempat Tempat

Hari/Tanggal/Waktu

Selasa, 25 Juni 2013,

Kontingen

Tenda 8-9

Seluruh Kontingen ; masing-masing 2 peserta

Tenda Kontingen masingmasing

Alumni Latgab membantu mengelola perkampungan dan dapur umum kontingennya masing-masing

Pkl 08.00-12.00 dan 13.00-17.00 Rabu-Sabtu, 26-29 Juni 2013, Pkl 08.00-12.00 dan 13.00-17.00

7. Proses Pelaksanaan a. Para peserta akan dibagi secara berimbang berdasarkan tingkat kapasitas dari masingmasing kontingen. Pembauran kontingen antara berpengalaman dengan kontingen yang belum, dimaksudkan dalam upaya pembelajaran serta kerjasama tim. b. Dalam kelompoknya, peserta akan mengelola penampungan darurat, dengan asumsi bahwa peserta temu karya merupakan komunitas tampungan yang dikelola langsung oleh para relawan PMI. c. Dalam manajemen penampungan darurat ini, terdiri atas beberapa komponen kegiatan, antara lain : 1) Perencanaan penampungan darurat 2) Pengorganisasian penampungan darurat 3) Pelaksanaan kegiatan warga (rapat warga dll). 4) Penerapan 5-K (Kebersihan, Kesehatan, Keindahan, Keamanan, Ketertiban). d. Pada akhir kegiatan ini, masing-masing kontingen memahami hal yang dipelajari bersama ini dan mengambil makna dari kegiatan yang dilakukan dikaitkan dengan implementasinya nanti di wilayahnya masing-masing. 8. Sarana dan perlengkapan a. Tenda b. Alat Dapur Umum c. Alat Transportasi

112 d. Peralatan Air dan Sanitasi 9. Evaluasi a. Proses kegiatan 1) Kepesertaan 2) Keterlibatan dan keaktifan peserta 3) Urutan penyajian Materi 4) Kompetensi Fasilitator 5) Kompetensi Peserta 6) Pencapaian Hasil dengan tujuan yang ditetapkan (Kinerja) 7) Kerjasama TIM b. Pemahaman Peserta 1) Pre dan Postes 2) Evaluasi oleh Fasilitator (tulis/praktek) c. Alat Evaluasi 1) Kuesioner 2) Laporan penugasan 10.Tindak lanjut 1. Transfer Pengetahuan dan Ketrampilan kepada Relawan lain di Daerahnya 2. Menjadi nara sumber di daerah masing-masing jika diadakan pelayanan yang serupa

A.6. Latihan Gabungan Perencanaan Program 1. Latar Belakang Relawan PMI sebagai garda terdepan pelayanan berada pada posisi yang sangat strategis dan ideal dalam organisasi PMI. Sebagai pelaku utama kegiatan pelayanan, relawan PMI perlu diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk berekspresi, berinovasi, berkreasi serta terlibat aktif dalam kegiatan perencanaan dan pengambilan keputusan. Jika relawan dilibatkan penuh dalam proses kepemimpinan dan pengambilan keputusan, baik yang berhubungan dengan masalahnya sendiri maupun PMI, maka pengalaman, kreatifitas, dan idealismenya akan meningkatkan kapasitasnya sebagai relawan PMI. Kegiatan ini merupakan salah satu media untuk menggali ide-ide cerdas dan kreatif dalam merencanakan kegiatan dan Program.

123 113 2. Tujuan a. Mengembangkan kreatifitas dan kompetensi Relawan dalam perencanaan programprogram. b. Membekali anggota Relawan dengan keterampilan yang bisa dikembangkan didaerahnya masing-masing dalam rangka mendukung pengembangan organisasi. 3. Hasil yang diharapkan a. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam menyusun dan mengembangkan program kerja PMI. b. Meningkatnya kapasitas dan kompetensi relawan dalam menyusun rencana-rencana kegiatan PMI berdasarkan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. c. Tersedianya proposal-proposal kegiatan sebagai referensi bagi PMI Pusat/Provinsi/Kab/Kota, yang dapat dilaksanakan (aplicable) dan berkesinambungan (sustainable) serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 4. Peserta a. Tiap Kontingen menugaskan 1 orang KSR Perguruan Tinggi pada hari pertama untuk mengikuti pelatihan Perencanaan Program b. Pada hari kedua tiap kontingen menugaskan 2 orang anggota KSR/TSR untuk mengikuti Pembuatan Proposal. Salah satu peserta tersebut harus yang telah mengikuti pelatihan Perencanaan Program pada hari Pertama 5. Fasilitator dan Narasumber a. PMI Pusat /Provinsi/Kabupaten/Kota b. IFRC/ICRC/PNS 6. Waktu dan Tempat Hari/Tanggal/Waktu

Selasa, 25 Juni 2013,

Kegiatan

Tempat

Kontingen

Latihan Perencanaan Tenda 10-11 Seluruh Kontingen ; Program masing-masing 2 peserta

Pkl 08.00-12.00 Selasa, 25 Juni 2013,

Penyusunan Proposal

Tenda 10-11 Seluruh Kontingen ; masing-masing 2 peserta

Pkl 13.00-17.00

7. Proses pelaksanaan a. Pada hari pertama Peserta dikumpulkan kemudian memperoleh pelatihan singkat /pembekalan dari fasilitator tentang pembuatan proposal program (Project Planning

114 Process) b. Hari kedua Peserta akan diberi kesempatan membuat proposal dengan topik yang sesuai dan dapat dikembangkan bersama dengan rekan-rekan dikontingennya, maksimal 8 jam. c. Materi yang akan ditulis dalam bentuk proposal harus benar-benar digali dari kebutuhan pengembangan program PMI (sesuai dengan mandat PMI) serta kebutuhan masyarakat yang digali melalui penerapan strategi dan pendekatan program berbasis masyarakat. d. Substansi proposal dapat terkait dengan : 1) Pengembangan Organisasi PMI 2) Peningkatan citra PMI 3) Peningkatan kapasitas dan kompetensi Relawan 4) Peningkatan Pelayanan Kesehatan PMI 5) Peningkatan kapasitas Tanggap Darurat PMI 6) Upaya Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim 7) Peningkatan sumber daya PMI dll e. Penulisan proposal menggunakan sistematika dan tata bahasa penulisan baku proposal, serta menerapkan kaidah-kaidah yang tepat. f. Kertas dan sarana perlengkapan penulisan disediakan sendiri oleh masing - masing kontingen, misal: alas/papan gambar, spidol, gunting, lem, laptop minimal 1 buah, kabel gulung untuk aliran listrik, kertas dan lainnya yang diperlukan. g. Peralatan lain yang dibutuhkan untuk presentasi disiapkan oleh masing - masing kontingen sesuai kebutuhan. Panitia hanya menyediakan papan Flipchart, spidol, LCD, Laptop (khusus untuk presentasi). Oleh karena itu setiap materi presentasi disiapkan dalam flashdisc masing - masing. h. Khusus 8. Sarana dan perlengkapan yang diperlukan a. Ruang/tenda b. Papan Flipchart c. Spidol d. LCD e. Laptop (khusus untuk presentasi) 9. Evaluasi a. Proses kegiatan 1) Kepesertaan 2) Keterlibatan dan keaktifan peserta 3) Urutan penyajian Materi

125 115 4) Kompetensi Fasilitator 5) Kompetensi Peserta 6) Pencapaian Hasil dengan tujuan yang ditetapkan (Kinerja) 7) Kerjasama TIM b. Pemahaman Peserta 1) Pre dan Postest 2) Evaluasi oleh Fasilitator (tulis/praktek)

c. Alat Evaluasi 1) Kuesioner 2) Proposal 10.Tindak lanjut a. Transfer Pengetahuan dan Ketrampilan kepada Relawan lain di Daerahnya b. Menjadi nara sumber di daerah masing-masing jika diadakan pelayanan yang serupa

A.7. Latihan Gabungan Pertolongan Di Air "Water Rescue" 1. Latar Belakang Penyelamatan di Air adalah salah satu pelayanan yang disiapkan di PMI sebagai salah satu pendukung dalam Pelayanan kepada masyarakat pada situasi Normal maupun Darurat. Dalam Temu Karya Relawan 2013 ini, akan dilaksanakan sebuah kegiatan yang dikhususkan kepada latihan gabungan. Kegiatan ini lebih menitikberatkan pada kesiapan daerah dalam memberikan pelayanan Pertolongan di AIR kepada Masyarakat. 2. Tujuan a. Umum Meningkatkan kapasitas dan kompetensi Relawan dalam Pertolongan dan Penyelamatan di Air dalam situasi Normal maupun Darurat b. Khusus 1) Meningkatkan kapasitas Relawan melalui Pengetahuan dan pengalaman dalam Operasi Penyelamatan di Air 2) Meningkatkan kinerja Relawan khususnya spesialisasi Water Rescue 3. Hasil yang diharapkan a. Meningkatnya pengetahuan, sikap dan ketrampilan peserta , khususnya materi Penyelamatan di Air b. Para peserta dapat melakukan Pertolongan Penyelamatan di Air wilayahnya masingmasing.

116

4. Peserta Setiap kontingen mengirimkan 2 (dua) orang KSR Syarat peserta : a. Telah mendapat Pelatihan Pertolongan Pertama b. Telah mendapat Pelatihan Dasar SAR Air c. Bisa berenang d. Telah bertugas/dimobilisasi dalam kegiatan Pertolongan Pertama Khususnya Operasi Penyelamatan di Air 5. Fasilitator dan Narasumber a. PMI Pusat/Provinsi Jawa Timur/Kabupaten Malang b. Pakar dan Praktisi Water Rescue 6. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Hari/Tanggal/Waktu

Selasa, 25 Juni 2013 Jam 08.00 – 17.00 WIB

Tempat

Kontingen

Ruangan / Tenda 14-15 dan Tiap Kontingen Danau Selorejo mengirimkan 2 orang peserta

7. Proses Pelaksanaan a. Peserta mendapatkan pelatihan singkat, serta bertukar Pengalaman mengenai Penyelamatan dan Pertolongan Pertama di Air a/l : 1) Pengoperasian perlengkapan Penyelamatan 2) Pertolongan Pertama di air 3) Materi Evakuasi Penyelamatan Korban di air b. Peserta akan melaksanakan Praktek/Simulasi Teknik Penyelamatan dan Pertolongan di Air c. Pembagian tim ditentukan oleh panitia dan peserta Latgab. d. Para peserta dibagi dalam kelompok-kelompok kegiatan dengan pembauran antar kontingen secara merata dan mempertimbangkan secara proporsional kapasitas masing-masing. e. Pada akhir kegiatan ini, masing-masing kontingen memahami hal yang dipelajari bersama ini dan mengambil makna dari kegiatan yang dilakukan dikaitkan dengan implementasinya nanti di daerah masing-masing. f. Masing-masing kelompok membuat laporan kegiatan telah dilaksanakan. 8. Sarana dan perlengkapan a. Rubber Boat + Dayung b. Pelampung c. Perlengkapan Pertolongan Pertama

127 117 d. Perlengkapan Penyelamatan di Air e. dll 9. Evaluasi a. Proses kegiatan 1) Kepesertaan 2) Keterlibatan dan keaktifan peserta 3) Urutan penyajian Materi 4) Kompetensi Fasilitator 5) Kompetensi Peserta 6) Pencapaian Hasil dengan tujuan yang ditetapkan (Kinerja) 7) Kerjasama TIM b. Alat Evaluasi 1) Kuesioner 2) Laporan hasil kerja Simulasi Pertolongan Pertama dan Penyelamatan di Air 10.Tindak lanjut a. Transfer Pengetahuan dan Ketrampilan kepada Relawan lain di Daerahnya b. Menjadi nara sumber di daerah masing-masing jika diadakan pelayanan yang serupa

A.8. Latihan Gabungan Kewirausahaan Relawan 1. Latar Belakang Dalam rangka menerapkan Prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yaitu Kemandirian, juga bahwa Relawan PMI pada masa sekarang ini semakin ditantang untuk dapat "Berbuat lebih banyak, Berbuat Lebih Baik, dan Menjangkau Lebih Jauh", maka diperlukan kreatifitas dan inovasi agar dapat menuju pada kondisi ideal yang diharapkan. Memperhatikan peran Relawan PMI dalam Peningkatan Kapasitas Organisasi, yang salah satunya adalah ikut serta dalam usaha-usaha Pengembangan Sumber Daya, melalui metode kewirausahaan, maka diperlukan suatu peningkatan pengetahuan dan pemahaman kewirausahaan melalui kegiatan Temu Karya. 2. Tujuan a. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai konsep Pengembangan Sumber Daya Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, dan keterlibatan Relawan b. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai konsep Pengembangan

118 Sumber Daya PMI serta keterlibatan Relawan sebagai bagian dari peran dalam Peningkatan Kapasitas Organisasi c. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai Kewirausahaan dan memberikan langkah-langkah praktis bagi peserta untuk dapat melakukan usaha Kewirausahaan dalam rangka kemandirian. 3. Hasil yang diharapkan a. Peserta memahami mengenai konsep Pengembangan Sumber Daya Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, dan keterlibatan Relawan b. Peserta memahami mengenai konsep Pengembangan Sumber Daya PMI serta keterlibatan Relawan sebagai bagian dari peran dalam Peningkatan Kapasitas Organisasi c. Peserta memahami mengenai Kewirausahaan serta langkah-langkah praktis bagi Relawan untuk melakukan usaha Kewirausahaan. 4. Peserta Setiap kontingen mengirimkan 2 (dua) orang, dapat terdiri atas KSR, atau TSR. 5. Waktu dan Tempat Hari/Tanggal/Waktu

Selasa , tgl 25 Juni 2013 Jam 08.00 – 17.00

Tempat

Ruangan / Tenda 16 – 17

Kontingen

Tiap Kontingen mengirimkan 2 orang peserta

6. Fasilitator dan Nara Sumber a. PMI Pusat b. IFRC c. Praktisi Kewirausahaan 7. Proses Pelaksanaan a. Peserta berkumpul di tempat yang telah ditentukan, dan sesi dibuka oleh fasilitator, perkenalan, dan penyampaian kerangka berfikir b. Para Nara Sumber dari IFRC, PMI Pusat, dan Praktisi Kewirausahaan mempresentasikan materi secara panel, dipandu oleh panitia. c. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dengan mempertimbangkan kapasitas daerah masing-masing. d. Fasilitator memandu seluruh kelompok untuk melakukan simulasi kerangka berfikir Kewirausahaan. e. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan dilanjutkan dengan klarifikasi

129 119 serta tanya jawab dari peserta. f. Setiap Perwakilan Kontingen membuat contoh Proposal Perencanaan Program yang akan dilaksanakan di wilayah masing-masing , Proposal diserahkan ke Panitia sebagai bahan penilaian 8. Sarana dan Perlengkapan a. Ruangan atau tenda b. LCD Proyektor beserta screen c. Papan serta kerta flipchart d. Spidol dan ATK e. Lembar peraga simulasi Kewirausahaan 9. Evaluasi a. Proses kegiatan 1) Kepesertaan 2) Keterlibatan dan keaktifan peserta 3) Urutan penyajian Materi 4) Kompetensi Fasilitator 5) Kompetensi Peserta 6) Pencapaian Hasil dengan tujuan yang ditetapkan (Kinerja) 7) Kerjasama TIM b. Pemahaman Peserta 1) Pre dan Postest 2) Evaluasi oleh Fasilitator (tulis/praktek) c. Alat Evaluasi 1) Kuesioner 2) Proposal 10.Tindak lanjut a. Transfer Pengetahuan dan Ketrampilan kepada Relawan lain di Daerahnya b. Peserta dapat menuangkan kreatifitas dan inovasi dalam menciptakan kegiatan kewirausahaan di wilayah masing-masing.

A.9. Latihan Gabungan Program Kesehatan Dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat 1. Latar belakang Salah satu program berbasis masyarakat yang tengah dilaksanakan PMI adalah Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat dengan tujuan meningkatkan

120 pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dalam hal pertolongan pertama untuk penanganan kecelakaan,musibah,penyakit atau bencana. Kegiatan ini merupakan kesempatan yang baik untuk mensosialisasikan dan implementasi kegiatan kesehatan dan pertolongan pertama berbasis masyarakat. Menggunakan metode pembelajaran learning by doing atau belajar sambil mempraktekkan, diharapkan peserta nantinya memperoleh pengetahuan sekaligus ketrampilan melalui kegiatan ini. 2. Tujuan a. Umum Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan relawan PMI dalam kegiatan kesehatan dan pertolongan pertama berbasis masyarakat. b. Khusus 1) Peserta mengetahui dan memahami konsep, strategi dan pendekatan kegiatan program kesehatan dan pertolongan pertama berbasis masyarakat yang dilakukan oleh PMI. 2) Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam kegiatan pengurangan risiko di masyarakat melalui program kesehatan dan pertolongan pertama berbasis masyarakat 3) Meningkatnya kemampuan peserta dalam pelaksanaan berbagai kegiatan berbasiskan masyarakat. 3. Hasil yang diharapkan a. Para peserta telah memahami konsep, strategi dan pendekatan kegiatan kesehatan dan pertolongan pertama berbasis masyarakat. b. Peserta dapat merumuskan rencana program pengurangan risiko melalui program kesehatan dan pertolongan pertama 4. Peserta Setiap kontingen mengirimkan dua (2) orang peserta, dapat terdiri atas KSR Perguruan tinggi dan TSR Syarat peserta: a. Telah mendapatkan Pelatihan Dasar KSR dan Spesialisasi CBFA b. Telah bertugas/dimobilisasi dalam kegiatan PP dan CBFA 5. Fasilitator dan Narasumber c. PMI Pusat PMI Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota d. IFRC/ICRC/PNSs

131 121 6. Waktu dan Tempat Hari/Tanggal/Waktu

Selasa, tgl 25 Juni 2013 Jam 08.00 – 17.00

Tempat

Ruangan / Tenda 18 - 19

Kontingen

Tiap Kontingen mengirimkan 2 orang peserta

7. Proses Pelaksanaan: a. Para peserta akan dibagi secara berimbang berdasarkan tingkat kapasitas dari masingmasing kontingen. Pembauran kontingen antara kontingen berpengalaman dengan kontingen yang belum, dimaksudkan dalam upaya pembelajaran serta kerjasama tim. b. Seluruh peserta akan mendapatkan pelatihan singkat tentang bagaimana melaksanakan Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat c. Menerapkan kegiatan Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama dalam situasi normal maupun bencana. 8. Sarana dan perlengkapan a. Buku Referensi CBHFA - Kit PP b. Alat tulis c. Ruangan / tenda dan Lapangan 9. Evaluasi a. Proses kegiatan 1) Kepesertaan 2) Keterlibatan dan keaktifan peserta 3) Urutan penyajian Materi 4) Kompetensi Fasilitator 5) Kompetensi Peserta 6) Pencapaian Hasil dengan tujuan yang ditetapkan (Kinerja) 7) Kerjasama TIM b. Pemahaman Peserta 1) Pre dan Postes 2) Evaluasi oleh Fasilitator c. Alat Evaluasi 1) Kuesioner 2) Laporan hasil diskusi kelompok dan Proposal 10.Tindak lanjut a. Transfer Pengetahuan dan Ketrampilan kepada Relawan lain di Daerahnya b. Menjadi nara sumber di daerah masing-masing jika diadakan pelayanan yang serupa

122 B. Best Practice Relawan 1. Latar Belakang Ancaman terhadap timbulnya bencana maupun timbulnya epidemi penyakit ternyata masyarakat kurang memiliki kapasitas untuk melakukan pengurangan risiko bencana dan pencegahan terhadap wabah penyakit. Begitu juga tidak disiplinnya dan kurang peduli pada sumber ancaman tersebut sehingga timbulnya faktor kerentanan yang sangat berpotensi terhadap timbulnya Penyakit dan berdampak buruk terhadap status kesehatan secara umum. PMI Provinsi dan Kab/ Kota pun telah banyak melakukan pengembangan program program yang berbasis masyarakat dan program pengurangan resiko bencana pada daerah yang rentan dan paling beresiko karena kurangnya tingkat kesadaran serta kapasitas dalam menghadapi dampak bencana . PMI ditiap tingkatan pun telah disiapkan dalam melaksanakan aksi kemanusiaan apabila timbul bencana maupun epidemi penyakit yang meluas. Dengan berbekal pada pelatihan manajemen bencana, manajemen relawan dan penguatan organisasi. PMI telah menunjukkan kapasitasnya. Pelatihan spesialis pun telah banyak dilaksanakan untuk memberikan bekal dan skill bagi Relawan sesuai dengan bidang yang diminati, kadang kesempatan pelatihan di negara tetangga pun memberikan bekal kemampuan bagi Relawan. Penugasan Relawan setelah melakukan pelatihan menjadi bahan evaluasi bagi Relawan atas kapasitas dan kualitas yang telah di milikinya. Kegiatan Berbagi Best Practice ini memberikan kesempatan bagi seluruh Kontingen untuk berbagi pengalaman dalam melaksanakan Operasi Tanggap Darurat ( Sukhoi, Wasior, Meletusnya Gunung Merapi dll), pengembangan Organisasi dan pembinaan Relawan melalui ( pengembangan organisasi, pelaksanaan DDS, pembinaan PMR dan pembinaan KSR-TSR , dan yang tidak kalah pentingnya adalah pengurangan resiko , kesiapsiagaan dan manajemen posko, air bersih di sekolah ,program HIV/AIDs. 2. Tujuan Bertukar informasi dan pengalaman tentang kegiatan Relawan yang dapat dijadikan model atau dikembangkan didaerahnya masing-masing 3. Hasil yang diharapkan a. Peserta mendapatkan informasi dan pengalaman dari Rekan-rekan Provinsi yang telah

133 123 melaksanakan contoh atau model kegiatan tertentu dan bermanfaat untuk dikembangkan di wilayahnya masing-masing b. Peserta termotivasi untuk terus melakukan Karya dan Bakti demi kemanusiaan 4. Peserta a. Tiap Kontingen yang bertugas sebagai presenter mengirimkan 3 (tiga) orang peserta terdiri dari : 1 orang KSR ; 1 orang TSR dan 2 orang DDS b. Tiap Kontingen mengirimkan 2 (dua) orang KSR/TSR sebagai Audiens 5. Fasilitator dan Narasumber a. PMI Pusat /Provinsi/Kabupaten/Kota b. IFRC/ICRC/PNS 6. Waktu dan Tempat Hari/Tanggal/Waktu Rabu-Jumat, 26 – 28 Juni 2013,

Tempat Tenda 16-17

Kontingen yang ditunjuk; masingmasing 4 peserta sbg Fasilitator/ Presenter sesuai Jadwal Seluruh Kontingen ; masing-masing 2 peserta sebagai Audiens

Tenda 16-17

Presenter kontingen luar negeri Seluruh kontingen sebagai audiens

Pkl 08.00-12.00 (4 Topik per hari)

Sabtu, 29 Juni 2013

Kontingen

7. Proses Pelaksanaan a. Propinsi yang ditunjuk mempresentasikan pengalamannya dalam kegiatan PMI Prov / Kab/Kota dan peran Relawan dalam mendukung kegiatan-kegiatan sesuai dengan Topiktopik dibawah ini : 1) Operasi Tanggap Darurat a. Sukhoi (Jawa Barat) b. Wasior (Papua Barat) c. Merapi (DI Yogyakarta) d. Gamalama (Maluku Utara) 2) Pengembangan Organisasi dan Pembinaan Relawan a. Pengembangan Organisasi (Jawa Tengah) b. DDS (Jawa Timur) c. Pembinaan PMR ( Aceh) d. Pembinaan KSR-TSR (Bengkulu) 3) Pengurangan Resiko dan Kesiapsiagaan a. Pengurangan Risiko (DKI Jakarta)

134 124 b. Kesiapsiagaan dan Manajemen Posko (Bali) c. Air Bersih di sekolah (Sulawesi Selatan) d. HIV/AIDS (Kalimantan Barat) b. Setiap penampil akan diberi waktu presentasi sebanyak 30 menit dan tanya jawab 30 menit. 8. Sarana dan perlengkapan yang diperlukan a. Ruang/tenda b. Papan Flipchart c. Spidol d. LCD e. Laptop (khusus untuk presentasi) 9. Evaluasi a. Proses kegiatan 1) Kepesertaan 2) Pembukaan Sesi presentasi 3) Keterlibatan dan keaktifan peserta 4) Urutan penyajian Materi 5) Kompetensi Fasilitator 6) Kompetensi Peserta 7) Pencapaian Hasil dengan tujuan yang ditetapkan (Kinerja) 8) Kerjasama TIM b. Pemahaman Peserta 1) Pre dan Postest 2) Evaluasi oleh Fasilitator c. Alat Evaluasi 1) Kuesioner 2) Proposal / makalah d. Kegiatan ini akan dinilai oleh tim evaluator/Fasilitator e. Aspek Penilaian 1) Efisiensi / efektifitas 2) Isi / materi proposal/makalah 3) Kesesuaian dengan kriteria pengembangan proposal program 4) Penyajian 5) Penguasaan bahan 6) Kerjasama Tim 11.Tindak lanjut a. Transfer Pengetahuan dan Ketrampilan kepada Relawan lain di Daerahnya

135 125 b. Menjadi nara sumber di daerah masing-masing jika diadakan pelayanan yang serupa

C. Lintas Trampil 1. Latar Belakang Komitmen dan kesadaran kolektif PMI untuk lebih menfokuskan kegiatan-kegiatan pelayanan PMI pada mandat utama yang mendorong kita untuk melakukan revitalisasi pembinaan relawan pada pengembangan kapasitas dan kompetensi pelayanan yang lebih fokus, profesional dan berkualitas. Dalam rangka memenuhi tanggungjawabnya untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada mereka yang membutuhkan, maka diperlukan adanya relawan-relawan yang terlatih, terampil, tanggap, dan peduli. Kegiatan Lintas Terampil Relawan dalam Temu Karya Nasional V 2013 ini merupakan ajang untuk mendapatkan gambaran sejauhmana kapasitas dan kompetensi relawan dari seluruh Indonesia ini sebagai bahan evaluasi dan kajian untuk revitalisasi kegiatan pembinaan relawan serta pengembangan kegiatan pelayanan PMI yang lebih cepat, tepat dan terkoordinasi. 2. Tujuan Mengevaluasi tingkat pemahaman dan penerapan di bidang teknis Kepalangmerahan, Kepemimpinan, Kesiapsiagaan Bencana, pelayanan PMI di masa normal dan dalam situasi tanggap darurat bencana, serta Monev. 3. Hasil yang diharapkan a. Adanya data base tingkat kapasitas dan kompetensi relawan dari seluruh PMI Daerah se Indonesia. b. Setiap peserta dapat saling berbagi pengalaman dan menunjukkan kerjasamanya dalam setiap pos dalam lintas terampil relawan. c. Adanya pemahaman, kesadaran dan komitmen kolektif untuk merevitalisasi dan meningkatkan pembinaan relawan merujuk pada konsep back to basic PMI dan pencapaian visi PMI. 4. Peserta Tiap kontingen PMI mengirimkan tim yang terdiri dari Regu Relawan terlatih yang merupakan gabungan KSR dan TSR sebanyak 12 orang dengan kapasitas dan kompetensi yang proporsional (8 putra dan 4 putri).

126 5. Pelaksana Kegiatan dan Tim Penilai a. Pelaksana Kegiatan adalah peserta dari masing-masing kontingen. b. Tim Penilai ditunjuk oleh panitia terdiri atas : PMI Provinsi, PMI Pusat, IFRC, ICRC, PNS's, UNOCHA dan BNPB 6. Metode pelaksanaan a. Peserta berkumpul di lokasi yang telah ditentukan untuk mendapatkan briefing tentang alur kegiatan Lintas Terampil. b. Sesuai dengan nomor timnya bergerak menuju pos-pos yang telah ditentukan : 1) Peran relawan dalam situasi Normal, terdiri atas 1 Pos dengan 3 unit kegiatan. 2) Peran relawan dalam situasi Bencana terdiri atas 3 pos dengan beberapa unit kegiatan yang diatur sebagaimana dalam matriks di bawah. c. Batas waktu mengerjakan tugas tiap pos ditentukan oleh Tim Penilai dan Fasilitator. Waktu mulai dan waktu selesai akan diberikan sinyal dan sirine. d. Materi kegiatan, tempat dan waktu masing-masing Pos sebagai berikut : Pos

Materi Kegiatan

Pos Tempat transit peserta sebelum Transit melaksanakan kegiatan lintas trampil Pos I

Pos II

Pos III

Tempat

Alokasi Waktu Maksimal

Kontingen dan Peserta

Tenda 1-2

Peran Relawan dalam Situasi Normal: Tenda 1. Kepalangmerahan dan Penerapan 3-4 Prinsip Dasar (Termasuk Code of Conduct dan Safer Access) 2. Pengembangan organisasi dan Pembinaan Relawan (Advokasi, jejaring, PSD dan Manajemen Relawan) 3. Program Berbasis Masyarkat

@ 45 mnt

Kontingen sesuai Jadwal Peserta 12 org / Kontingen Materi/peserta ; 1/3 org , 2/ 3 org , 3/6 org

Peran Relawan dalam Situasi Tanggap Darurat: 1. Sistem Peringatan Dini 2. Assessment 3. Pertolongan Pertama dan Ambulans

Tenda 5-6-7

@ 45 mnt

Kontingen sesuai Jadwal Peserta 12 org / Kontingen Materi/peserta ; 1/3 org , 2/2 org , 3/7 org

1. Penampungan darurat 2. Dapur Umum 3. Pelayanan Kesehatan (Psikososial,RS Lapangan, promosi kesehatan, watsan) 4. Pemulihan Hubungan Keluarga 5. Logistik dan Distribusi

Tenda 8 -9

@ 45 mnt

Kontingen sesuai Jadwal Peserta 12 org / Kontingen Materi/peserta ; 1/2 org , 2/2 org , 3/2 org, 4/4 org, 5/2 org

137

Pos IV

1. Manajemen Posko 2.Reporting

Tenda 10-11

@ 45 mnt

Kontingen sesuai Jadwal Peserta 12 org/kontingen Materi/peserta; 1/8 org, 2/4 org

e. Materi lintas terampil pada situasi normal maupun darurat bencana akan dibuat dalam satu sekuen dan alur. f. Setiap Tim dari masing-masing kontingen hanya akan melakukan kegiatan peragaan dengan salah satu dari jenis ancaman bencana /hazard yang akan di undi di lokasi pemberangkatan. Jenis ancaman bencana / hazard yang akan diperagakan antara lain : Banjir, tanah longsor, kebakaran, gempa bumi, tsunami, gelombang pasang, badai / puting beliung, dan Gunung Meletus. g. Jenis peragaan menggunakan beberapa metode partisipatif, antara lain Diskusi Kelompok Fokus, Table top exercises, demonstrasi, simulasi, Sharing, brainstorming dll. h. Pembagian tugas dan tanggungjawab masing-masing Tim ditentukan sendiri oleh anggota Tim yang bersangkutan. i. Seluruh sarana dan perlengkapan peragaan akan disediakan oleh panitia. Peserta diminta membawa kertas dan alat tulis. j. Pengetahuan yang harus dimiliki peserta sesuai Kurikulum Materi Pelatihan KSR Dasar dan Spesialisasi, Orientasi TSR terbitan PMI Pusat tahun 2007 dan Konsep Pendekatan Program Berbasis Masyarakat (CBDP, CBFA, PHAST, ICBRR)serta Pengetahuan Umum lainnya. k. Pos-pos tersebut terdiri dari pos penilaian dan pembelajaran dengan metode partisipatif, sehingga tiap pos dipandu oleh Tim Penilai dan Fasilitator yang kapabel dan profesional. 7. Waktu dan Tempat Pelaksanaan a. Kegiatan Lintas Terampil diikuti oleh utusan dari setiap kontingen dan akan dilaksanakan selama 4 hari, mulai tgl 26 s.d 29 Juni 2013, dari jam 08.00 s.d 17.00 WIB (istirahat jam 12.00 s.d 13.00). b. Lokasi menggunakan Lapangan di lokasi perkemahan c. Pengaturan waktu dan tempat sebagai berikut : Hari/Tanggal/Waktu

Tempat

Rabu-Sabtu,tgl 26 s.d 29 Juni 2013, Lapangan / Tenda Lintas Pkl 08.00-12.00 dan 13.00-17.00 Terampil 8. Kriteria Penilaian a. Kerjasama dan Kepemimpinan b. Pembagian Tugas

Kontingen Kontingen sesuai Jadwal Tiap hari 8 Kontingen ; pagi 4 Kontingen dan sore 4 Kontingen

128 c. d. e. f. g.

Ketepatan mengerjakan tugas/menjawab pertanyaan Ketepatan peragaan / keterampilan Ketepatan penggunaan peralatan / alat peraga Penampilan / pemerataan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Inisiatif

9. Evaluasi Evaluasi akan dilakukan dalam bentuk : a. Evaluasi proses kegiatan. Seluruh proses pelaksanaan kegiatan Lintas Terampil dalam Temu Karya ini akan dievaluasi dan dinilai sebagai bahan rekomendasi untuk revitalisasi kegiatan pembinaan relawan serta peningkatan kinerja pelayanan PMI, khususnya pelayanan penanggulangan bencana yang akan datang. b. Evaluasi pengetahuan,sikap,keterampilan dengan menggunakan format penilaian sesuai dengan kriteria yang tertera di atas. 10.Tindak lanjut a. PMI Daerah dan PMI Cabang masing-masing agar dapat menjadikan kegiatan Lintas Terampil ini sebagai referensi dalam pembinaan relawan dan revitalisasi PMI. b. Para peserta dapat berbagai pengalamannya dalam kegiatan lintas terampil ini kepada relawan-relawan lainnya di daerah / cabangnya masing-masing. c. Adanya komitmen dan kesadaran kolektif utamanya peningkatan pelayanan tanggap darurat bencana yang cepat, tepat dan terkoordinasi.

D. Ajang Kreatifitas Relawan 1. Latar Belakang Keberadaan Relawan PMI dalam penguatan Organisasi memegang peranan yang sangat vital, di tengah era globalisasi , dengan berlandaskan semangat pengabdian yang tinggi Relawan diharapkan memiliki ide ide dan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam Ajang Kreativitas Relawan ini, peserta dapat mengembangkan ide kreatifitas dan inovasi nya dalam bidang budidaya ternak dan pertanian, kerajinan tangan, seni dan budaya, tanggap Darurat dan pelayanan masyarakat, Lingkungan Hidup, pengurangan Resiko, dan perubahan iklim. Relawan sebagai pelopor untuk masa depan bangsa menuju kemandirian Organisasi sehingga melalui hasil/ produk produk yang dihasilkan mendapatkan manfaat bagi masyarakat luas.

139 129

2. Tujuan a. Meningkatkan jiwa dan semangat kreatifitas Relawan PMI dalam menggali ide-ide serta inovasi yang berguna untuk sesama. b. Meningkatkan wawasan Relawan PMI mengenai teknologi, keterampilan serta inovasi yang dapat digunakan dalam mengembangkan diri dan organisasi. 3. Hasil yang diharapkan a. Peserta mendapatkan pengetahuan dan pembelajaran atas penerapan kreatifitas, teknologi, dan inovasi Relawan dari berbagai Provinsi. b. Peserta mendapatkan wawasan baru mengenai teknologi, keterampilan, serta pengetahuan inovatif yang dapat diterapkan dalam mengembangkan diri dan organisasi 4. Peserta a. Setiap Kontingen mengirimkan 2 (dua) orang KSR/TSR sebagai Pemateri/Nara Sumber b. Setiap Kontingen mengirmkan 2 (dua) orang KSR/TSR sebagai Audiens/Peninjau . c. Syarat peserta (pemateri) telah melaksanakan kreatifitas atau inovasi di wilayah masing-masing yang bermanfaat bagi Relawan dan organisasi. 5. Waktu dan Tempat Hari/Tanggal/Waktu Rabu-Sabtu, tgl 26 – 29 Juni 2013

Tempat Tenda 18 - 19

Jam 08.00 – 12.00 dan 13.00 – 17.00

Kontingen Kontingen sesuai Jadwal Tiap hari 8 Kontingen ; pagi 4 Kontingen dan sore 4 Kontingen. 1 topik/hari

6. Fasilitator dan Nara Sumber a. PMI Pusat b. PMI Provinsi / Perwakilan Kontingen c. Praktisi atau tenaga ahli sesuai bidang 7. Proses Pelaksanaan a. Kegiatan ini akan mengangkat kreatifitas dan inovasi yang berkembang dalam bidangbidang berikut: 1) Budidaya ternak dan pertanian 2) Kerajinan tangan, Seni dan budaya 3) Tanggap Darurat dan pelayanan masyarakat 4) Lingkungan Hidup, pengurangan Resiko, dan perubahan iklim b. Sebelum pelaksanaan Temu Karya, setiap kontingen mendaftarkan diri beserta anggotanya yang akan mengikuti kegiatan ini sesuai bidang yang dipilih.

130 c. Setiap kontingen mempersiapkan bahan pembelajaran inovasi dan kreatifitas yang telah dilakukan atau dimotori oleh Relawan di daerahnya, sesuai bidang ditentukan dan terkait dengan manfaatnya bagi pengembangan diri Relawan dan organisasi. d. Pada pelaksanaan Temu Karya, setiap kontingen yang telah mendaftar diberikan waktu untuk mempresentasikan kreatifitas dan inovasinya dalam waktu 30 menit, dilanjutkan dengan tanya jawab dari peserta yang lain. Sesi presentasi akan dibuat dalam bentuk pleno e. Setiap kontingen yang ikut serta dalam kegiatan ini, diwajibkan untuk mempersiapkan bahan-bahan yang akan ditampilkan. f. Setelah presentasi dari masing-masing kontingen yang ikut serta, kegiatan dilanjutkan dengan paparan pengayaan dari Nara Sumber terkait bidang-bidang pembahasan g. Peserta/Kontingen yang peragaan karyannya dinilai baik dan memuaskan serta dapat dikembangkan lebih lanjut akan mendapatkan hadiah hiburan. 8. Sarana dan Perlengkapan a. Ruangan atau tenda b. LCD Proyektor beserta screen c. Papan serta kertas flipchart d. Spidol dan ATK e. Lembar peraga simulasi sesuai bidang 9. Evaluasi a. Proposal Kreatifitas b. Proses pelaksanaan presentasi c. Pemahaman Peserta dan Audiens 10.Tindak lanjut a. Peserta/Kontingen yang mengikuti kegiatan ini sesuai bidang, dapat melanjutkan untuk berbagi pemikiran dengan peserta/kontingen lain diluar sesi kegiatan selama Temu Karya berlangsung. d. Peserta dapat menyebarluaskan pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh kepada Relawan di wilayah masing-masing. e. Peserta dapat menuangkan kreatifitas dan inovasi dalam menciptakan kegiatan di wilayah masing-masing, yang berguna bagi pengembangan organisasi.

PETUNJUK TEKNIS PERSAHABATAN

131 PETUNJUK TEKNIS PERSAHABATAN A. Galeri Karya Relawan 1. Latar Belakang Diakui sepenuhnya bahwa selama ini umumnya relawan berkontribusi besar dan terlibat aktif dalam pelbagai kegiatan pembinaan remaja, pengembangan organisasi maupun pelayanan kesehatan dan penanggulangan bencana yang dilaksanakan oleh PMI. Kita juga mengetahui bahwa Relawan mempunyai kreatifitas yang tinggi baik berkreasi dalam mendukung pelayanan PMI maupun berkreasi dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kontribusi dan kreasi relawan perlu diapresiasi oleh semua pihak, salah satunya dengan menyajikan dalam bentuk pameran dengan nama “Galeri Karya Relawan�. Kegiatan ini selalu diminati oleh peserta dan pengunjung di setiap kegiatan Temu Karya Nasional berlangsung. 2. Tujuan a. Mempromosikan aktifitas yang sudah dilakukan oleh relawan di masingmasing PMI Provinsi. b. Berbagi informasi antar sesama kontingen. c. Memberikan informasi kegiatan Relawan PMI kepada masyarakat. 3. Hasil yang diharapkan a. Tersedianya media publikasi mengenai kegiatan pembinaan Relawan dari PMI Provinsi seluruh Indonesia. b. Terjadi pertukaran informasi, ilmu dan hasil-hasil karya kreasi Relawan. 4. Peserta a. Galeri Kontingen (Ganteng): Peserta dari 33 PMI Provinsi (2 orang per hari), peserta luar negeri

132 b. Bazzar Relawan (Ba'wan): Peserta dari 33 provinsi, peserta luar negeri, dan sponsor c. Lukisan Kemanusiaan (Lumas): Peserta dari 33 provinsi (1 orang per kontingen), dan peserta luar negeri d. Komik Edukasi Relawan (Kodel): Peserta dari 33 provinsi (1 orang per kontingen), dan peserta luar negeri 5. Bentuk Kegiatan A. Galeri kontingen (GANTENG) Galeri kontingen merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mempromosikan aktivitas relawan PMI dari provinsi masing-masing. Setiap provinsi memajang segala macam dokumentasi untuk mempromosikan PMI provinsi sekaligus kegiatan relawan dari PMI Provinsi tersebut. Kegiatan ini wajib diikuti oleh setiap kontingen sesuai dengan persyaratan di bawah: ? Pameran dokumentasi provinsi mengenai kegiatan relawan, tempat (booth) disediakan oleh panitia ? Materi pameran berupa foto, data, grafis, kliping artikel dan lain-lain yang terkait dengan aktifitas relawan di PMI Provinsi masing-masing. Semua materi yang dipamerkan disiapkan oleh kontingen. ? Kegiatan ini masuk dalam penilaian untuk 33 provinsi yang mengikuti temu karya ? Waktu pelaksanaan dimulai 24 s.d. 29 Juni 2013, pukul 08.00 - 17.00 ? Peserta terdiri dari 2 orang dari masing-masing kontingen ? Panitia akan menyediakan panitia booth seluas 3 x 4 m, 2 buah kursi, aliran listrik, dan tempat sampah. ? Pin kegiatan akan diserahkan pada saat pelaksanaan kegiatan ? Memperebutkan medali juara 1, 2 dan 3. B. Bazzar Relawan (Ba'Wan) Bazzar Relawan adalah salah satu kegiatan di bidang persahabatan yang tidak dimasukkan dalam penilaian. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan ruang bagi para peserta baik dari provinsi maupun dari unsur lain yang terlibat dalam kegiatan ini untuk menawarkan kreatifitas mereka dalam bentuk barang yang dapat dijual. Kegiatan ini bukan merupakan kegiatan wajib diikuti oleh peserta, adapun detail kegiatan : ? Relawan bertransaksi jual beli hasil karya. ? Barang-barang hasil kreatifitas seperti suvenir, kaos, gantungan kunci, dll ? Waktu: Setiap hari, 24 - 29 juni 2013 mulai pukul 08.00 - 22.00 ? Peserta: 33 Provinsi, sponsor, dan unsur lain yang terlibat dalam kegiatan ini

147 133 ? Panitia menyewakan tempat berupa booth (ukuran menyesuaikan), 2 buah kursi, 1

buah Meja, Aliran listrik. C. Lukisan Kemanusiaan (LUMAS) Lukisan Kemanusiaan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyalurkan bakat dan kreatifitas relawan PMI dalam hal melukis, kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan yang akan dinilai. Adapun detail kegiatan ini adalah sebagai berikut: ? Perwakilan kontingen akan membuat lukisan dengan tema “Relawan dan kemanusiaan�. ? Setiap PMI Provinsi diwakili oleh 1 (satu) orang. ? Waktu pelaksanaan; Rabu, 26 Juni 2013 (08.00 - 17.00), tempat di sekitar perkemahan. ? Panitia hanya menyediakan kanvas ukuran 50 cm x 100 cm dan cat minyak yang digunakan secara bersama-sama. Perlengkapan lain menjadi tanggung jawab peserta. ? Juri dari perguruan tinggi dan praktisi seni setempat. ? Memperebutkan medali juara 1, 2 dan 3. ? Pin kegiatan diberikan pada saat pelaksanaan. D. Komik Edukasi (KODEL) Komik edukasi salah salah satu kegiatan yang masuk dalam penilaian di bagian persahabatan. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk mengasah kemampuan relawan dalam membuat media edukasi dan promosi dalam bentuk komik, serta menilai kemampuan dalam hal tersebut. Detai dari kegiatan ini sebagai berikut: ? Peserta kegiatan ini akan membuat sebuah komik edukasi yang bertema pengurangan risiko (bencana, penyakit, dan lain-lain). ? Setiap PMI Provinsi diwakili oleh 1 (satu) orang ? Waktu pelaksanaan; Selasa, 25 Juni 2013 (08.00 - 17.00) ? Dilaksanakan di ruang tertutup. Disediakan meja dan kertas gambar ukuran A3. Jika ada perlengkapan lain, peserta bisa menyediakan sendiri. ? Juri dari perguruan tinggi setempat, komikus lokal ? Memperbutkan medali juara 1, 2 dan 3. ? Pin kegiatan diberikan pada saat pelaksanaan. ? Tempat : tenda untuk kegiatan komik edukasi E. Tindak lanjut a. Terkait dengan Komik Edukasi Relawan, komik hasil karya Relawan diharapkan akan menjadi media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) yang bisa digunakan pada program-program PMI. b. Dicetak sebagai bagian dari media publikasi PMI.

134 B. Olah Raga Persahabatan 1. Latar Belakang Dalam raga yang sehat terdapat jiwa yang kuat, motto yang kerap kita dengungkan dalam kegiatan olahraga. Pada perkembangannya olahraga merupakan salah satu media untuk melakukan persahabatan diantara peserta. Oleh karena itu setiap peserta dapat berperan aktif untuk mengikuti kegiatan olahraga sebagai bentuk persahabatan. 2. Tujuan a. Membangun kebersamaan dalam tim b. Memperkuat kerjasama antar anggota tim melihat diri sebagai bagian dari tim besar PMI 3. Hasil yang diharapkan a. Meningkatnya kerjasama tim antar kontingen b. Terbangunnya interaksi dan komunikasi antara relawan dan masyarakat 4. Bentuk Kegiatan A. Senam pagi bersama Dilaksanakan mulai tgl 24 - 29 Juni 2013 pukul 05.00 - 06.00 WITA, bertempat di lapangan B. Tarik tambang Tarik tambang merupakan salah satu olah raga yang membina kerja sama dan kekompakan dari tim, yang terdiri dari gabungan kontingen-kontingen seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi ajang bertemu, bersahabat dan bergembira antara peserta. Adapun detail kegiatan sebagai berikut: a. Peserta dari kegiatan ini merupakan tim gabungan dari 3 kontingen, 1 kontingen dapat diikuti oleh maksimal 3 orang yang terdiri dari perempuan dan laki-laki b. Waktu Pelaksanaan: Kamis, 27 Juni 2013 pukul 13.30 - 17.00 WITA c. Kegiatan ini tidak masuk dalam penilaian d. Lokasi : Lapangan C. Gebuk Bantal a. Peserta: Setiap Kontingen terdiri dari 3 orang (putra dan putri campur) c. Waktu pelaksanaan: Jumat, 28 Juni 2013, 13.30 - 17.00 WITA d. Kegiatan ini tidak masuk penilaian e. Panitia menyediakan kuda-kuda bambu, bantal gebug, peluit. f. Lokasi : Sekitar Perkemahan

149 135 D. Evakuasi air a. Setiap kontingen mewakilkan 2 (dua) orang peserta (penolong dan korban) b. Syarat : kedua peserta mahir berenang c. Waktu pelaksanaan: Kamis, 27 Juni 2013, 13.30 - 17.00 WITA d. Kegiatan masuk dalam penilaian. e. Panitia menyediakan rompi pelampung (30 buah) dan kebutuhan lomba lainnya (peluit, megaphone dan lain-lain) f. Lokasi : Kolam renang E. Panjat pinang a. Peserta kegiatan ini merupakan tim campuran yang terdiri dari 3 kontingen, dan setiap kontingen dapat mengirimkan peserta maksimal 3 (tiga) orang. b. Waktu kegiatan: Sabtu, 29 Juni 2013, 13.30 - 17.00 WITA c. Kegiatan ini tidak masuk dalam penilaian d. Lokasi : Lapangan F. Balap karung estafet berpasangan a. Setiap kontingen terdiri dari 6 orang (3 perempuan dan 3 laki-laki) b. Waktu pelaksanaan; Kamis, 27 Juni 2013, 13.30 - 17.00 WITA c. Kegiatan ini tidak masuk dalam penilaian d. Lokasi : Lapangan G. Peserta a. Semua peserta, peninjau, panitia, masyarakat sekitar (catatan medis dipertimbangkan) b. Jumlah maksimal peserta per kegiatan menyesuaikan. H. Wasit/Juri/Fasilitator Pemda (Dinas Olah Raga) dan Panitia I. Proses pelaksanaan a. Setiap kontingen mengirimkan seluruh kontingen untuk mengikuti senam pagi. b. Setiap kontingen mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti semua jenis olah raga persahabatan sesuai dengan ketentuan masing-masing. J. Waktu dan Tempat Menyesuiakan kegiatan masing-masing

136

K. Sarana dan Perlengkapan a. sound System b. Perlengkapan permainan (sesuai dengan permainan) yang disediakan oleh panitia L. Evaluasi a. Pengamatan dan penilaian b. Diskusi c. Check List M. Tindak lanjut a. Terkait dengan pengembangan kapasitas (ajang kreativitas) b. Lesson learn untuk provinsi dan kegiatan yang akan datang

C. Seni Budaya Relawan 1. Latar Belakang Keragaman budaya di Indonesia telah menjadikan Indonesia terkenal dengan Negara yang kaya akan budaya. Untuk memperkaya khazanah akan budaya daerah, maka setiap daerah diharapkan menampilkan satu kegiatan kesenian yang mencerminkan budaya dari daerahnya. 2. Tujuan a. Mengenal budaya masing-masing untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghargai antar sesama (dalam kerangka promosi budaya non-kekerasan dan nondiskriminasi) 3. Hasil yang diharapkan a. Terlaksananya acara panggung hiburan bagi masyarakat dan relawan b. ditampilkannya tari/lagu/puisi/drama budaya tradisional daerah dari 33 propinsi c. Animo masyarakat yang terlibat dalam acara Panggung Gembira tinggi 4. Peserta a. Berasal dari peserta, peninjau dan peserta luar negeri. b. Jumlah peserta sesuai dengan ketentuan setiap kegiatan 5. Kegiatan a. Panggung hiburan ? Peserta setiap kontingen terdiri dari maksimal 20 orang

151 137 ? Pelaksanaan; Senin - Sabtu (19.30 - 22.00) ? Ketentuan :

- Setiap hari akan tampil 6 kontingen berdasarkan ketentuan - Setiap kontingen mendapatkan alokasi waktu 20 menit (dengan persiapan) - Kebutuhan panampilan menjadi tanggungjawab setiap kontingen - Panitia menyediakan panggung dengan satu set alat band dan soundsystem - Lokasi: Panggung hiburan - Kegiatan ini dinilai B. Drama Tujuh Prinsip ? Peserta setiap kontingen terdiri dari maksimal 12 orang ? Pelaksanaan: Senin - Sabtu, 19.30 - 22.00 WITA ? Ketentuan : - Setiap hari akan tampil 6 kontingen berdasarkan ketentuan - Setiap kontingen mendapatkan alokasi waktu 20 menit (dengan persiapan) - Kebutuhan penampilan menjadi tanggungjawab setiap kontingen - Panitia hanya menyediakan panggung serta soundsystem - Lokasi : panggung drama di sekita perkemahan - Kegiatan ini dinilai C. Street Art ? Jumlah Peserta setiap kontingen tidak terbatas ? Hari : Sabtu, 29 Juni 2013 (13.30 - 17.00) ? Ketentuan : - Akan tampil seluruh kontingen di lokasi yang telah ditentukan - Kebutuhan penampilan menjadi tanggunjawab setiap kontingen - Kontingen yang ingin mengikuti kegiatan ini diharap dapat mendaftarkan diri kepada paniti untuk nantinya diorganisir sesuai dengan lokasi yang ditentukan - Transportasi dari dan setelah kegiatan menjadi tanggung jawab panitia - Kegiatan ini tidak dinilai. - Bentuk kegiatan : tarian, musik, dan segala bentuk kesenian dalam kemasan karnaval/pawai relawan 6. Fasilitator dan Juri Pemda (Budpar) + Panitia 7. Sarana dan Perlengkapan a. Sarana perlengkapan penampilan dari masing-masing daerah dipersiapkan oleh kontingen/daerah masing-masing.

138 b. Panggung untuk penampilan dan sound system disediakan oleh panitia. 8. Evaluasi a. Pengamatan dan penilaian b. Diskusi c. Check List 9. Tindak lanjut a. Terkait dengan pengembangan kapasitas (ajang kreativitas) b. Lesson learned untuk di provinsi dan kegiatan yang akan datang c. hasil Evaluasi ini berkontribusi terhadap evaluasi temu karya secara keseluruhan

D. Kehidupan Masyarakat dan Sejarah Bangsa 1. Latar Belakang Indonesia yang mempunyai ragam budaya, sejarah dan ke"khas"an dari masing-masing daerah sangat menarik untuk dilihat, dikenang dan dipelajari. Dalam temu karya relawan ini, peserta akan diajak untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur, melihat agro wisata dan taman satwa. 2. Tujuan Memperkenalkan sejarah latar belakang Bangsa untuk menimbulkan penghargaan dan rasa kebersamaan 3. Hasil yang diharapkan a. Terlaksananya kunjungan ke makam dan monumen dan renungan bersama b. Terlaksana kunjungan ke Taman Agrowisata dan Museum Satwa c. Adanya artikel mengenai kunjungan tersebut. 4. Peserta a. Setiap kontingen mengirimkan 8 orang (peserta atau peninjau) b. Peserta luar negeri juga akan ikut dalam kegiatan ini 5. Fasilitator dan juri Pemda (Budpar) + Panitia 6. Waktu dan tempat a. Makam Bung Karno, Blitar b. Agrowisata Buah, Batu

153 139 c. Musium Satwa, Batu d. Monumen Paniwen Waktu : Sabtu tgl 29 Juni 2013, 13.30 - 17.00 7. Proses pelaksanaan a. Setiap kontingen mengirimkan perwakilannyan untuk mengikuti kegiatan. b. Peserta wajib berada di jam yang telah ditentukan. c. Panitia menanggung tiket masuk. d. Konsumsi selama kunjungan menjadi tanggung jawab peserta masing-masing e. Transportasi menjadi tanggungjawab panitia

8. Sarana dan Perlengkapan a. Bus b. Mega phone

9. Evaluasi a. Pengamatan dan penilaian b. Diskusi c. Check List

10. Tindak lanjut a. Terkait dengan pengembangan kapasitas (ajang kreativitas) b. Lesson learn untuk di provinsi dan kegiatan yang akan datang

E. Jejaring dan Anjangsana 1. Latar Belakang Dalam Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, jelas tertuang makna yang dalam pentingnya kesatuan yang harmonis guna memperkokoh organisasi. Pada perkembangannya saling berkunjung dan bertegur sapa merupakan salah satu media untuk melakukan persahabatan diantara peserta. Oleh karena itu setiap peserta dapat berperan aktif untuk mengikuti kegiatan kunjungan persahabatan sebagai bentuk kebersamaan dan kesatuan dalam organiasi PMI. 2. Tujuan a. Saling berbagi informasi, pengenalan antar kontingen, mempererat persahabatan. Melihat diri bagian dari tim besar

140 b. Memperkuat nasionalisme Saling berbagi informasi antar PMI dengan pihak external 3. Hasil yang diharapkan a. Meningkatnya interaksi dan komunikasi antar sesama kontingen (verifikasi buku tamu/jumlah kunjungan) c. Terbaginya informasi 4. Peserta Anjangsana antar kontingen di ikuti oleh seluruh peserta kontingen. 5. Proses pelaksanaan a. Setiap kontingen diwajibkan mengirim wakilnya untuk berkunjung ke kontingen lainnya. b. Kunjungan ini bersifat persahabatan yang dilaksanakan antar perkemahan. c. Peserta peninjau dan penggembira dapat terlibat aktif dalam kegiatan ini. d. Dalam melakukan kunjungan, setiap kontingen diharapkan dapat saling bertukar cendramata. 6. Waktu dan Tempat a. Kunjungan ke Lanud dan UPT akan disampaikan kemudian, sedangkan anjangsana antar kotingen dilaksanakan setiap hari selama pelaksanaan kegiatan 7. Sarana dan Perlengkapan a. Dalam kunjungan persahabatan ke kontingen lain, kontingen dapat bertukar cinderamata 8. Fasilitator Panitia 9. Evaluasi a. Pengamatan dan penilaian b. Diskusi c. Check List 10.Tindak lanjut a. Terkait dengan pengembangan kapasitas (ajang kreativitas) b. Lesson learned untuk di provinsi dan kegiatan yang akan datang

F. Kontingen Favorit 1. Latar Belakang Salah satu kebanggaan yang akan dimiliki oleh kontingen bila terpilih menjadi kontingen

155 141 favorit. Kontingen favorit adalah yang dipilih dan ditentukan berdasarkan pengamatan dan penilaian keaktifan, dan kepopuleran yang dipilih oleh peserta daerah lainnya. 2. Tujuan Mengevaluasi relasi antar kontingen (persahabatan, keramahtamahan) 3. Hasil yang diharapkan a. Terpilihnya kontingen favorit selama Temu Karya berlangsung. b. Terbentuknya jejaring Relawan antar kontingen yang penuh persahabatan, seiring meningkatnya rasa kepedulian terhadap pengembangan kapasitas relawan sesama kontingen melalui evaluasi. 4. Peserta Seluruh Kontingen peserta Temu Karya Relawan (KSR-TSR) 5. Fasilitator dan Juri Panitia,IFRC, ICRC dan PNSs. 6. Waktu dan tempat Penilaian dilakukan selama pelaksanaan kegiatan sejak hari pembukaan hingga sehari sebelum acara penutupan di lokasi Temu Karya Relawan, formulir pemilihan hanya di isi sekali dan diserahkan pada 1 hari sebelum penutupan. 7. Proses pelaksanaan a. Setiap Kontingen disediakan formulir untuk diisi oleh Kontingen terhadap kontingen pilihan favoritnya pada 1 hari sebelum penutupan. b. Juri akan memberikan penilaian berdasarkan kunjungan dan pengamatannya atas kriteria yang telah ditetapkan. c. Bobot penilaian kontingen favorit berdasarkan pada aspek jumlah suara dari pilihan kontingen sebesar 80 % dan penilaian dari juri sebesar 20 %. d. Kontingen tidak boleh memilih kontingennya sendiri untuk dinominasi sebagai kontingen favorit. e. Penilaian Kontingen Favorit berdasarkan a.l. keramahan, kerja sama, saling menghargai, kreatifitas, kekompakan, kebersihan dan kenyamanan kavling kontingen. f. Mekanisme Penilaian akan diatur tersendiri. g. Akan menetapkan 3 urutan teratas kontingen terfavorit. 8. Sarana dan Perlengkapan a. Panitia menyiapkan lembar "Formulir Kontingen Favorit�

142 b. Setiap kontingen mendapatkan 1 lembar formulir "Kontingen Favorit" yang akan diisi atas nama kontingen 9. Evaluasi a. Check list b. Pengamatan 10.Tindak lanjut Mengembangkan budaya kerjasama, keramahan, kebersihan lingkungan hidup.

G. Relawan Favorit 1. Latar Belakang Sebagai media pertemuan relawan Palang Merah Indonesia, Temu Karya juga memberikan kesempatan kepada relawan yang dapat mewakili daerah sebagai Relawan Favorit, yang tentunya melalui suatu proses penyeleksian. 2. Tujuan a. Memilih sosok relawan terfavorit di arena temu karya relawan nasional. b. Mengembangkan budaya pengakuan dan penghargaan terhadap Relawan berdasarkan prestasi, kreatifitas dan kepribadian Relawan dalam beraktivitas di kegiatan kepalangmerahan. c. Mempererat persahabatan dan kerjasama diantara Relawan d. Memberdayakan peran relawan favorit dalam kegiatan temu karya relawan 3. Hasil yang diharapkan a. Terlaksananya proses pemilihan relawan terfavorit. b. Terpilihnya relawan favorit dalam kegiatan temu karya relawan nasional c. Terlibatnya relawan favorit dalam mendukung pelaksanaan kegiatan temu karya relawan. 4. Peserta Setiap kontingen menunjuk 1 orang pesertanya (perempuan atau laki-laki) sesuai dengan kriteria yang ditentukan. 5. Fasilitator Panitia dan ahli dari pihak external

157 143 6. Waktu dan tempat Mulai Rabu - Jumat, 26 - 28 Juni 2013 : setiap hari 5 kontingen 7. Proses pelaksanaan a. Setiap Tim harus sudah menyerahkan Bio Data lengkap dan paparan pengalaman yang ditulis dari kedua Relawan Favorit di kontingennya kepada Panitia Pelaksana paling lambat 1 minggu sebelum pelaksanaan Temu Karya Relawan. Bio Data dan pengalaman relawan tersebut disahkan secara administrasi oleh Pengurus PMI Daerah yang bersangkutan dan didukung oleh data lainnya (piagam, sertifikat dan lain sebagainya). b. Setiap peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan sesuai jadwal. c. Materi seleksi dibagi dalam 3 tahapan dan terbuka untuk publik, yaitu : 1) Tahapan Seleksi administratif dan curriculum Vitae. Kegiatan pada tahap ini akan menseleksi relawan favorit berdasarkan Bio Data dan paparan pengalaman dan sumbangsih pengabdiannya sebagai relawan PMI. 2) Tahapan seleksi Kompetensi Verbal dan Seni Panggung Pada Kompetensi Verbal peserta menunjukkan kemampuannya dalam bentuk presentasi, pidato, pembawa acara sesuai topic yang ditetapkan. Pada Uji seni Panggung, peserta akan menunjukkan kemampuannya dalam bentuk menari, menyanyi, melawak dan seni panggung lainnya. 3) Tahapan seleksi Komunikasi interpersonal Peserta akan melakukan pendekatan komunikasi kepada seluruh kontingen untuk mengadvokasi/mengedukasi/mensosialisasi tentang topic yang ditetapkan. d. Pemilihan relawan favorit terpilih, dilakukan oleh kontestan sendiri dan perwakilan kontingen yang masing-masing mempunyai hak memilih 1 relawan terfavorit. e. Setiap kontestan dan perwakilan kontingen tidak dapat memilih dirinya sendiri dan peserta dari kontingennya sendiri (harus memilih peserta dari kontingen lain/orang lain) f. Dalam tahapan seleksi ke dua dan ketiga, peserta relawan favorit tampil di depan perwakilan seluruh kontingen. Sesi ini merupakan kesempatan bagi kontingen untuk mengamati dan menentukan pilihan relawan favorit. g. Relawan terfavorit yang terpilih akan ditetapkan oleh panitia di tempat acara. h. Relawan terfavorit yang terpilih selanjutnya akan terlibat dalam proses pelaksanan temu karya relawan sesuai arahan panitia sampai selesainya kegiatan temu karya relawan nasional. i. Syarat peserta : a. Paham kepalangmerahan b. Aktif dalam kegiatan PMI c. Mampu berbahasa asing d. Berkepribadian baik

144 e. Mampu menampilkan bakat istimewa f. Berpengetahuan luas g. Peserta menggunakan pakaian adat masing-masing saat tampil di depan juri 8. Sarana dan prasarana a. Panitia akan memberikan selempang khusus kepada peserta kontestan relawan favorit. b. Selempangi khusus tersebut harus digunakan oleh kontestan relawan favorit setiap hari selama kegiatan berlangsung. c. Panggung dan kelengkapannya untuk seleksi menjadi tanggung jawab masing-masing kontingen 9. Evaluasi a. Check list b. FGD dengan fasilitator c. Pengamatan 10.Tindak lanjut a. Menjadi role model relawan di wilayahnya dalam memotivasi jiwa kerelawannya kepada sebayanya b. Menjadi contributor dalam aspek pengembangan relawan bagi PMI c, Menjadi role model relawan indonesia 11.Kebutuhan a. Selempang relawan favorit masing-masing propinsi b. Formulir pemilihan relawan favorit

LAMPIRAN

ATRIBUT

OR

SP ON S

S ON SP

OR

R SO

SO P

N O SP

NS OR

Peserta

VO

A R BE TO EE D NT OU PR LU

Depan

Belakang

VO

A R BE TO EE D NT OU PR LU

Belakang

Depan

Topi peserta/panitia

ATRIBUT/PENGURUS Pengurus

D OU PR TO BE A

Depan

Belakang

Topi Pengurus

Jadwal (tentative) Jam

23 Juni 2013

24 Juni 2013

25 Juni 2013

Minggu

Senin

Selasa

- Pribadi - Kegiatan Kerohanian U) - Senam Pagi (U-P) - Apel Pagi (Sekr-U)

05.00-08.00

08.00-12.00 Pendaftaran /

Registrasi peserta

(Sekr-

- Pembukaan (Sekr -U)

- Pribadi - Kegiatan Kerohanian U) - Senam Pagi (U-P) - Apel Pagi (Sekr-U)

26 Juni 2013 Rabu

(Sekr-

- Pribadi - Kegiatan Kerohanian U) - Senam Pagi (U-P) - Apel Pagi (Sekr-U)

Latihan Gabungan (K1 - K33 )

- Best Practice (K23 - K33 )

DDS (peserta & Masy)

- Lintas Terampil (K1 - K4 )

Jejaring Anjangsana

(Sekr-

(Sek-U) Lokakarya kepalangmerahan

- Ajang Kreatifitas (K17 - K20 )

Lokakarya BUMN Jejaring Anjangsana Lokakarya BNPB Lukisan kemanusiaan (K1 - K33) Jejaring Anjangsana Kontingen Favorite Komik Edukasi (K1 - K33)

Relawan Favorite (K1 - K6)

Istirahat / Ibadah / Makan Siang

12.00-13.00 13.00-17.00 - Pendaftaran /

Registrasi peserta (Sekr)

- Gladi UpBuk `(Sekr-U)

DDS (peserta & Masy)

Latihan Gabungan (K1 - K33 )

- Lintas Terampil (K5 - K8 )

Lokakarya (K1 - K33) kewirausahaan

DDS (peserta & Masy)

- Ajang Kreatifitas (K21 - K24 )

Lokakarya belanegara

Galeri Kontingen

Galeri Kontingen

Lokakarya peranan wanita & perlindungan anak

Bazar relawan

Bazar relawan

Komik Edukasi (K1 - K33)

Lukisan kemanusiaan (K1 - K33)

Bazar relawan

Seni Budaya (street art K7 K12)

Seni Budaya (street art (K13 - K18)

Seni Budaya (street art K1 - K6)

Jejaring Anjangsana

Jejaring Anjangsana

Galeri Kontingen

Relawan Favorite (K7 - K12)

Jejaring Anjangsana

Kontingen Favorite

Istirahat / Ibadah / Makan Malam

12.00-13.00 19.30-22.00 - Temu Teknis

(Sekr-U) - Temu Tim Penilai (SekrU) 22.00-05.00

Galeri Kontingen Bazar relawan Pangung Hiburan (K1 - K6) Drama & prinsip (K33 - K29) Jejaring Anjangsana

Galeri Kontingen Bazar relawan Pangung Hiburan(K7 - K12) Drama & prinsip (K24 - K28) Komik Edukasi (K1 - K33) Jejaring Anjangsana Istirahat

Catatan : Sekr-U = Sekretaris Umum ; T = Temu ; K = Karya ; P = Persahabatan ; PK = Pengembangan Kapasitas

Galeri Kontingen Bazar relawan Pangung Hiburan (K13 - K18) Drama & prinsip (K19 - K23) Lukisan kemanusiaan (K1 - K33) Jejaring Anjangsana Kontingen Favorite

27 Juni 2013

28 Juni 2013

29 Juni 2013

30 Juni 2013

Kamis

Jum’at

Sabtu

Minggu

- Pribadi - Kegiatan Kerohanian (Sekr-U) - Senam Pagi (U-P) - Apel Pagi (Sekr-U)

- Pribadi - Kegiatan Kerohanian (Sekr-U) - Senam Pagi (U-P) - Apel Pagi (Sekr-U)

- Pribadi - Kegiatan Kerohanian (SekrU) - Senam Pagi (U-P) - Apel Pagi (Sekr-U)

- Best Practice (K12 - K22 ) - Lintas Terampil (K9 - K12 ) - Ajang Kreatifitas (K25 -K28 )

- Best Practice (K1 - K11 ) - Lintas Terampil (K17 - K20 ) - Ajang Kreatifitas (K13 - K16 ) Donor darah di masy (K1 - K33) Advokasi dan sosialisasi keg. PMR (K1 - K33) Promosi Kesehatan di masy (K1 - K33) Pelayanan Kes di Masy (K1 -K33) upaya pengurangan risiko bencana (K1-K33) Pelatihan singkat PP di sekolah (K1-K33) Kegiatan Fisik (K1 - K33) @ 3 org Pertemuan relawan Nasional Jejaring Anjangsana Kontingen Favorite Relawan Favorite (K25 - K29)

- Lintas Terampil (K25 - K28 ) - Ajang Kreatifitas (K1 - K4 ) Donor darah di masy (K1 K33) Advokasi dan sosialisasi keg. PMR (K1 - K33)

Donor darah di masy (K1 - K33) Advokasi dan sosialisasi keg. PMR (K1-K33) Pelayanan Kes di Masy (K1 -K33) upaya pengurangan risiko bencana (K1-K33) Pelatihan singkat PP di sekolah (K1-K33) Bakti sosial di Masy (K1-K33) Kegiatan Fisik (K1 - K33) @ 3 org Jejaring Anjangsana Kontingen Favorite Relawan Favorite (K13 - K18)

Promosi Kesehatan di sekolah (K1 - K33) Pelayanan Kes di Masy (K1 K33) upaya pengurangan risiko bencana (K1-K33) Kegiatan Fisik (K1 - K33) @ 3 org Pertemuan relawan Nasional Jejaring Anjangsana

Istirahat / Ibadah / Makan Siang

- Lintas Terampil (K13 - K16 ) - Ajang Kreatifitas (K29 - K33 ) Donor darah di masy (K1 - K33) Advokasi dan sosialisasi keg. PMR (K1 - K33) Pelayanan Kes di Masy (K1 -K33) upaya pengurangan risiko bencana (K1-K33) Pelatihan singkat PP di sekolah (K1-K33) Bakti sosial di Masy (K1-K33) Kegiatan Fisik (K1 - K33) @ 3 org Galeri Kontingen Olahraga persahabatan (tarik tambang K1-K33) Olahraga persahabatan (evakuasi air K1-K33) Olahraga persahabatan (Balap karung estafet berpasangan K1 - K33) Seni Budaya (street art K19 - K23) Jejaring Anjangsana Kontingen Favorite Relawan Favorite (K19 - K124)

- Lintas Terampil (K21 - K24 ) - Ajang Kreatifitas (K9 - K12 ) Donor darah di masy (K1 - K33) Advokasi dan sosialisasi keg. PMR (K1 - K33) Pelayanan Kes di Masy (K1 -K33) upaya pengurangan risiko bencana (K1-K33) Pelatihan singkat PP di sekolah (K1-K33) Kegiatan Fisik (K1 - K33) @ 3 org Galeri Kontingen Bazar relawan Olahraga Persahabatan (dayung K1-K33) Seni Budaya (street art K24- K29) Jejaring Anjangsana Kontingen Favorite Relawan Favorite (K30 - K33)

- Lintas Terampil (K29 - K33 ) - Ajang Kreatifitas (K5 - K8 ) Donor darah di masy (K1 K33) Advokasi dan sosialisasi keg. PMR (K1 - K33) Pelayanan Kes di Masy (K1 K33) upaya pengurangan risiko bencana (K1-K33) Kegiatan Fisik (K1 - K33) @ 3 org Galeri Kontingen Bazar relawan Olahraga persahabatan (panjat pinang K1-K33) Seni Budaya (street art K30 K33) Jejaring Anjangsana Kehidupan Masy & sejarah bangsa (K1 - K33)

Istirahat / Ibadah / Makan Malam

Galeri Kontingen Bazar relawan

Galeri Kontingen Bazar relawan

Galeri Kontingen Bazar relawa

Pangung Hiburan (K19 - K23) Drama & prinsip (K13 - K18) Jejaring Anjangsana Kontingen Favorite

Pangung Hiburan (K24 - K28) Drama & prinsip (K7 - K12) Jejaring Anjangsana Kontingen Favorite

Pangung Hiburan (K29 - K33) Drama & prinsip (K1 - K6) Jejaring Anjangsana

Istirahat Jadwal sewaktu-waktu bisa berubah


Pedoman TKRN V 2013