Issuu on Google+

CMYK

EDISI SIANG

NO. 569/TAHUN 1 KAMIS 11 OKTOBER 2012

Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo

ANTARA

Kapolri Tegur Kapolda Bengkulu ● Terkait Upaya Penangkapan Novel di KPK JAKARTA, TRIBUN - Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo telah menegur Kepala Polda Bengkulu Brigjen (Pol) Albertus Julius Benny Mokalu terkait upaya penangkapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) asal Polri, Komisaris Novel Baswedan, di Gedung KPK, Jumat (5/10) pekan lalu. Teguran itu dilayangkan karena tindakan yang dilakukan dianggap tak tepat secara etik. “Teguran sudah diberikan langsung. Teguran itu sanksi. Secara hukum, kan tidak salah. Mungkin secara etika (salah),” kata Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/10). Sutarman mengatakan, niat kedatangan sejumlah anggota Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya ke Gedung KPK hanya untuk berkoordinasi. Namun, publik menganggap lain. “Silakan masyarakat yang menilai dan masyarakat menilai pasti minus pada Polri. Tetapi, kita terima saja,” kata dia. Ketika disinggung mengapa kasus yang terjadi delapan tahun lalu baru ditangani, Sutarman berdalih, banyak situasi semacam itu. Menurut dia,

pihaknya hanya mampu mengusut tak sampai 60 persen kasus per tahun dari seluruh laporan masyarakat. Karena itu, laporan lama ditangani. “Kita kan memang bukan ‘Kesatria Baja Hitam’. Kasus yang dilaporkan masyarakat bisa kita selesaikan ratarata per tahun 50 sekian persenlah,” kata Sutarman. Seperti diberitakan, kepolisian menuduh Novel melakukan penganiayaan berat terhadap enam orang pencuri sarang burung walet pada 2004. Ketika itu, Novel menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polda Bengkulu. Menurut kepolisian, surat perintah penangkapan Novel didasarkan atas laporan dua dari enam korban penembakan atas nama Dedi Mulyadi dan Irwansyah. Namun, pengacara korban penembakan membantah membuat laporan polisi atas perbuatan Novel. Yang dibuat pengacara atas nama korban ialah permohonan keadilan. Pimpinan KPK menyebut apa yang dilakukan terhadap Novel merupakan upaya kriminalisasi. Novel disebut tidak di tempat kejadian. Namun, sebagai pimpinan, Novel bertanggung jawab dan telah dikenakan sanksi etik. (kps)

ANTARA/NYOMAN BUDHIANA

Dua kerabat korban bom melihat prasasti nama-nama korban di Monumen Bom Bali, Legian, Kuta, Bali, Selasa (9/10). Menjelang peringatan 10 tahun bom Bali pada 12 Oktober 2012 kawasan itu ramai dikunjungi wisatawan, kerabat dan keluarga korban bom Bali untuk berdoa.

PM Australia Target Teror

Pemkot Samarinda akan Cabut Izin Tambang ● Jika Terbukti Penyebab Banjir Lumpur di SMPN 19

■ Jelang Peringatan Bom Bali ■ Densus 88 Siaga DENPASAR, TRIBUN Kepolisian Daerah (Polda) Bali memastikan adanya indikasi ancaman teror kepada Perdana Menteri Australia Julian Gillard dan pejabat Negeri Kanguru lainnya yang akan menghadiri acara peringatan 10 tahun Bom Bali di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jumat (12/10) besok. Wakil Kepala Kepolisan Daerah Bali Brigjen (Pol) Ketut Untung Yoga mengungkapkan kepada media Australia, Fairfax Media, mengenai adanya kelompok teroris yang akan mengancam. Oleh karenanya, polisi akan memberi prioritas guna mengamankan peringatan peristiwa tersebut. Ancaman tersebut muncul pada Rabu (10/10) pagi menjelang kedatangan Perdana Menteri Australia Julia Gillard dan mantan Perdana Menteri John Howard ke Bali. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan hadir dalam peringatan peristiwa yang menelan lebih dari 200 jiwa

tersebut. “Kalau ancamannya iya, indikasi-indikasi ke arah itu sedang kita deteksi. Yang menjadi target jelas VVIP. Tentu akan ada penjagaan keamanan meliputi mereka yang hadir, peristiwa, dan lokasinya,” ujar Untung Yoga seusai gelar pasukan pengamanan peringatan bom Bali di Markas Komando Brigade Mobil Polda Bali, Rabu (10/10). Dua hari menjelang peringatan bom Bali, Polda Bali akan semakin meningkatkan pengamanan di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Ground Zero, maupun tempat-tempat vital lain untuk mengantisipasi ancaman teror tersebut. Saat ini, Mabes Polri telah menggerakkan anggota Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menjelang peringatan Bom Bali yang jatuh pada 12 Oktober 2012 mendatang. Polri pun sudah menebar anggota intelejennya untuk melakukan deteksi dini terkait kemungkinan

adanya aksi teror pada saat peringatan yang akan berpusat di Bali tersebut. “Kegiatan-kegiatan dari satuan intelijen Polri tetap berjalan ya. Termasuk didalamnya aktivitas upaya deteksi dari satuan intelijen dan Densus 88 kita. Jadi Kita terus berupaya, kita berharap semuanya tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, kemarin. Pengamanan untuk Bali sendiri sudah mulai dilakukan langkah-langkah pengamanan oleh Polda Bali, termasuk menyiapkan rencana pengamanan saat pelaksanaan peringatan Bom Bali yang langsung dipimpin Kapolda Bali. “Ada tim-tim yang juga terkait dengan keterlibatan Mabes Polri khususnya lebih banyak tim selama ini melakukan deteksi dini aktivitas teror dari Densus 88,” ucapnya. (ant/kps/tribunnews)

CMYK

TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE

Wawali Samarinda Nusyirwan Ismail memeriksa buku yang dijemur di SMPN 19 pasca banjir lumpur, kemarin.

SAMARINDA, TRIBUN - Jika terbukti sebagai penyebab banjir lumpur di SMPN 19 Samarinda, dua perusahaan tambang yang beroperasi di sekitar lokasi tersebut terancam dihentikan sementara dan tutup operasi selamanya. Demikian dikatakan Wakil Walikota Samarinda Nusyirwan Ismail saat meninjau SMPN 19 Samarinda di Km 37 jalan poros Samarinda-Bontang, Rabu (10/10). Seperti diketahui, Senin (8/10) lalu, SMPN 19 Samarinda diterjang lumpur yang mengakibatkan proses belajar mengajar siswa terganggu. Banjir lumpur bukan yang pertama kalinya terjadi tapi kejadian terakhir ini merupakan yang terparah. Di dekat sekolah beroperasi dua perusahaan tambang yakni PT Lanna Harita dan PT Buana Rizky Armia. Kejadian ini juga akan menjadikan kedua perusahaan tambang diperiksa lebih intensif dalam evaluasi bulanan yang dilakukan Pemkot Samarinda. “Kalau ada korelasi kita akan tingkatkan sanksinya. Bisa penghentian sementara satu

bulan dan bisa ke arah pencabutan izin. Kalau sudah tidak aktif, kita lihat juga kewajiban reklamasinya. Jadi, kejadian ini akan kita kaitkan dengan pengawasan intensif setiap bulan yang di ekspos setiap tanggal 25,”kata Nusyirwan. Dikemukakan, Dinas Pertambangan (Distamben) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Samarinda akan melakukan penelahaan. Selain karena aktivitas tambang, ternyata pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB) juga memberikan kontribusi lumpur. Pembangunan bandara tidak memperhatikan drainase lingkungan sekitar termasuk sekolah dan beberapa permukiman warga yang juga sempat diterjang lumpur. Dijadwalkan, Selasa (16/10) pekan depan instansi terkait akan dipanggil untuk membicarakan masalah ini. Termasuk membicarakan Analisis Menganai Dampak Lingkunagan (AMDAL) dari BSB. “Kita akan berkoordinasi dengan provinsi berkaitan dengan dampak bandara. Karena bandara itu juga memiliki AMDAL. Nanti kita akan lihat sejauh mana AMDAL mengelola air sehingga tidak terjadi dampak ke sekolah dan masyarakat. Dan drainase ini akan kita perbaiki dengan waktu cepat dengan berkoordinasi dengan PU Provinsi, BLH Provinsi dan Dishub (Dinas Perhubungan) Provinsi,” kata Nusyirwan. Terkait musim hujan yang sudah mulai datang dan kondisi sekolah masih sangat rawan terjadi banjir lumpur, instansi terkait akan menurunkan alat beratnya sebagai langkah penanganan sementara. “Itu nanti, drainase yang kecil di parit sekolah diperbesar dengan pengerukan. Pihak terkait akan segera menurunkan alat beratnya,” kata Nusyirwan. (dep)

CMYK

2

Tribun Etam

KAMIS 10 OKTOBER 2012

TRIBUN KALTIM/AHMAD BAYASUT

Danlanal Balikpapan Letkol (P) IG Kompiang melepas KRI Frans Kaisiepo meunju pantai Sangatta.

Pemkot Datangkan Saksi Ahli ■ Berjuang Batalkan Putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia SAMARINDA, TRIBUN - Pemerintah Kota Samarinda akan mendatangkan saksi ahli dalam upaya memperjuangkan pembatalkan putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) yang saat ini sedang dalam proses hukum di Pengadilan Negeri Samarinda. “Jadi, langkahnya sudah dirumuskan dan kami akan mendatangkan saksi ahli. Saya lupa nama lengkapnya, tapi Prof Harahap. Saksi ahli kami datangkan yang mengetahui bagaimana masalah kerja sama yang dikaitkan dengan persoalan arbitrase. Jadi itu pakar, jadi itu yang kami datangkan sebagai penguatan untuk memperjuangkan pemkot di dalam proses hukum melalui Pengadilan Negeri untuk membatalkan putusan BANI,” kata Wakil Walikota Samarinda, Nuysirwan Ismail, Rabu (10/10). Pada sidang perdana perkara gugatan tentang permohonan pembatalan putusan BANI yang diajukan pemohon (Walikota Samarinda) melalui kuasa hukum dan jaksa pengacara negara mulai digelar di Pengadilan Negeri Samarinda, Senin (8/10) lalu. Namun, pada sidang yang beragendakan mendengarkan pembacaan gugatan permohonan pembatalan dari pemohon tidak berlangsung lama dan ditunda lantaran sebagian dari pihak termohon tidak hadir. Para termohon yang tidak hadir adalah dari PT NCR dan turut termohon DPRD Samarinda, DPRD Kaltim dan BANI. Karena sebagian pihak termohon dan turut termohon tidak hadir dalam sidang tersebut, Ketua Majelis Hakim Sugeng Hiyanto pun memutuskan sidang ditunda hingga Senin 15 Oktober mendatang. Seperti didiketahui, BANI mengabulkan sebagian gugatan PT NCR, yakni Rp 137 miliar dari nilai gugatan sisa utang proyek BSB (Bandara Samarinda Baru) sebesar Rp 213 miliar. Gugatan NCR itu dikabulkan BANI dalam sidang putusan Jumat 3 Agustus lalu. Beberapa item sisa pembayaran yang dikabulkan BANI, antara lain sisa pembayaran proyek, pembayaran dan pekerjaan fisik lapangan dan kerugian akibat keterlambatan pembayaran. Diketahui, NCR menggugat Pemkot Samarinda ke BANI senilai Rp 250 miliar. Dasar gugatan karena NCR menilai Pemkot Samarinda wanprestasi dikarenakan tak melunasi sisa pembayaran proyek yang sudah dikerjakan senilai Rp 75,9 miliar. (dep)

TRIBUN KALTIM/SYAIFUL SYAFAR

Rapat pembahasan Raperda Pendidikan antara Pansus DPRD dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Balikpapan, Rabu (10/10).

Raperda Pendidikan Rampung Akhir Oktober BALIKPAPAN, TRIBUN DPRD Kota Balikpapan terus menggenjot pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Penyelenggaran Pendidikan. Sesuai rencana, Raperda ini ditargetkan bisa rampung hingga akhir Oktober 2012. Ketua Pansus Raperda Pendidikan Syarifuddin Oddang mengatakan, pihaknya masih akan melakukan beberapa pertemuan dengan sejumlah stakeholder sebelum membawa hasil raperda ke rapat paripurna. “Kami sih maunya ini cepat selesai, tapi ternyata saat

pembahasan molor sampai 6 bulan. Karena ada beberapa masalah krusial yang harus disempurnakan dalam Raperda ini. Paling tidak kita ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Oddang usai memimpin rapat pansus bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Balikpapan, Selasa (10/10). Politisi Hanura ini mengharapkan hasil pembahasan Pansus bisa sempurna sehingga tidak ada lagi peluang untuk direvisi saat diajukan ke sidang paripurna. Pasalnya, sejauh ini Pansus

sudah melibatkan sejumlah stakeholder, mulai dari Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan Kota (DPK), MKKS, hingga Komite Sekolah. “Insya Allah pertemuan berikutnya kita akan undang komite sekolah. Kira-kira apa saja masukan dari mereka dan bagaimana responnya melihat Raperda ini,” terang Oddang. Dalam rapat bersama MKKS kemarin, sejumlah persoalan mengemuka diantaranya usulan penyesuaian kurikulum nasional dengan daerah. MKKS kata Oddang menginginkan, kurikulum khusus yang

bernuansa muatan lokal bisa dikolaborasikan dengan kurikulum nasional yang selama ini mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). “Kurikulum daerah artinya berbasis muatan lokal yang disesuaikan kebutuhan daerah, tapi ada kolaborasi dengan kurikulum nasional. Misalnya, mata pelajaran agama yang alokasi waktunya hanya dua jam ditambah menjadi empat jam. Jadi dibagi dua jam teori dan dua jam praktek, ini disesuaikan dengan karakteristik daerah,” jelasnya. (ful)

PEMIMPIN UMUM(Plt): Agus Nugroho PEMIMPIN REDAKSI: Achmad Subechi REDAKTUR PELAKSANA: Priyo Suwarno MANAJER PRODUKSI: Arif Er Rachman WAKIL MANAJER PRODUKSI: Baskoro Muncar KOORDINATOR LIPUTAN: Fransina Luhukay STAF REDAKSI: H Sjamsul Kahar, H Herman Darmo, Uki M Kurdi, Achmad Subechi, Ignatius Sawabi, Priyo Suwarno, Arif Er Rachman, Baskoro Muncar, Iwan Apriansyah, Fransina Luhukay, Adhinata Kusuma, Dwi Haryanto SN, Sumarsono, Mathias M Ola, Trinilo Umardini, M Abduh Kuddu, Rita, Reza Rasyid Umar, Margaret Sarita, M Wikan Hendarman, Maipah, Ahmad Bayasut, Fachmi Rachman, Feri Mei Efendi, Basir Daud, Rafan A Dwinanto, Syaiful Syafar. BIRO SAMARINDA, Jl Ulin No.106 Samarinda, Telepon: 0541 202416, 202417, fax: (0541) 769855: H Maturidi (kepala), Achmad Bintoro, Budhi Hartono, Khaidir, Maipah, Nevrianto HP, Reonaldus, Muhammad Yamin, Hasbi. KUTAI KARTANEGARA: Rahmat Taufik KUTAI TIMUR: Kholish Chered. BONTANG: Udin Dohang PASIR: Sarassani. PENAJAM PASER UTARA: Samir TARAKAN: Junisah. KUTAI BARAT: Alex Pardede. BERAU: Amalia Husnul A. NUNUKAN: Niko Ruru. BIRO JAKARTA, Jl Palmerah Selatan 3, Jakarta 10270, Telepon (021) 5356766 (7618), Fax (021) 5495360: Febby Mahendra Putra (Kepala), Domuara Ambarita (Wakil) Agung Budi Santoso, Johnson Simanjuntak, Chairul Arifin, Ismanto, Rachmad Hidayat, Toni Bramantoro, Yuli Sulistyawan, Yoni Iskandar, Bian Harnansa, Hendra Gunawan, Sugiarto, Budi Prasetyo, Hasanuddin Aco, Murdjani. DIREKTUR UTAMA: Asih Winanti. DIREKTUR: H Herman Darmo, Uki M Kurdi. PEMIMPIN PERUSAHAAN / MANAJER IKLAN: H Zainal Abidin. MANAJER SIRKULASI: Iskandar. BAGIAN IKLAN JAKARTA: Doddy Setiawan (HP 08164859626), Jl Palmerah Selatan 3 Jakarta, Telp: (021) 5483863, 5494999, 5483008, 5480888 (ext: 7635-7638) Fax: (021) 53696583 Tarif Iklan: ■ Umum Display (B/W) Rp 22.500/mm kolom ■ Spot Colour (2 warna): Rp 30.000/mm kolom ■ Spot Colour (1 warna): Rp 25.000/mm kolom ■ Full Colour: Rp 35.000/mm kolom ■ Halaman 1 (B/W) Rp 60.000/mm kolom ■ Halaman 1 (F/C) Rp 90.000/mm kolom ■ Iklan Baris (2 s/d 10 baris): Rp 10.000/baris. Harga di atas belum termasuk PPN 10%.KANTOR PUSAT BALIKPAPAN Jl Indrakila Straat III Dalam, RT 52 No 1 Kampung Timur, Balikpapan 76125. Telepon: (0542) 735015, 7020152, 7020151, Fax: (0542) 735013 No Rek 191.0724971 BCA Balikpapan a/n PT Mahakam Media Grafika. PENERBIT: PT Mahakam Media Grafika. ISI DILUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN

WARTAWAN “TRIBUN KALTIM” SELALU DIBEKALI TANDA PENGENAL DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APAPUN DARI NARASUMBER

CMYK

CMYK

KAMIS 10 OKTOBER 2012

3

Pantau Pemain Jepang & Korsel ■ Mitra Kukar Lepas Lee Sang Min dan Seiji Kaneko SAMARINDA, TRIBUN- Klub Mitra Kutai Kartanegara terus mempersiapkan skuad terbaiknya menjelang kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/ 2013. Target juara yang diusung tim Naga Mekes ini membuat manajemen terus memburu pemain berkualitas. Tiga pemain asing non Asia sudah dimiliki tim kesayangan masyarakat Tenggarong ini. Jose Esteban Hererra (Argentina), Oscar Roberto Cornejo Hernandez (Argentina) dan Dragan Ljubisavljevic (Serbia) dipastikan akan membela Mitra di musim depan. Sedangkan kuota dua pemain Asia hingga saat ini masih menjadi incaran manajemen. Dimungkinkan tim Naga Mekes akan merekrut pemain asing Asia dari Jepang, Korea dan Singapura. Direktur Operasional Mitra Kukar Suwanto mengatakan, hingga kini belum ada pemain incaran dari Asia. Pasalnya, untuk tugas rektruitmen pemain diberi kewenangan kepada Direktur Keuangan Mitra Kukar, Ari Junaidi. “Kami masih memantau untuk pemain Asia. Belum ada yang diincar,” kata Suwanto, Rabu (10/10) sore. “Itu tugasnya Mas Ari. Informasinya beliau kemarin sedang tugas ke Malaysia,” ujarnya. Disinggung pemain Asia dari negara mana yang bakal direkrut Mitra Kukar? Suwanto belum bisa memastikan. Hanya saja, tidak menutup kemungkinan pemain Asia yang diincarnya diantaranya dari Jepang, Singapura dan Korea Selatan. “Paling pemain dari Jepang atau Singapura. Bisa saja dari Korea Selatan lagi,” kata Suwanto. Namun, lanjut dia, sebelum diincar manajemen, Mitra Kukar akan mengumpulkan informasi pemain-pemain Asia yang bakal direkrut untuk musim depan. Pada musim lalu, tim Naga Mekes ini pernah menggunakan jasa pemain Asia asal Korsel yaitu Lee Sang Min, dan pemain Jepang Seiji Kaneko. Kedua pemain ini dipastikan tidak dipertahankan untuk musim depan. “Dua-duanya tidak diperpanjang, makanya manajemen sedang mencari pemain Asia baru,” tambah Suwanto.(bud) TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO

Pemain asal Korsel Lee Sang Min yang musim lalu membela Mitra Kukar, musim depan dipastikan tidak dipertahankan.

Persisam Belum Tambah Pemain Asing TIM Persisam Putra Samarinda belum berencana menambah pemain asing meskipun kuota penambahan pemain asing tersebut masih terbuka dengan hanya tiga pemain asing yang masuk dalam skuad tim berjuluk Pesut Mahakam tersebut. Direktur Operasional Persisam Putra Erwin Dwi Budiawan di Samarinda, Selasa (9/10) mengatakan, tiga pemain asing yang ada yakni Pierre Njanka, Arnold Lam dan Kone ditambah kekuatan pemain lokal diyakini bakal menjadi kekuatan baru tim asal Samarinda itu menapaki kompetisi ISL musim 2012/2013. “Untuk sekarang kita maksimalkan dulu pemain yang ada karena dari beberapa evaluasi oleh tim pelatih, gabungan pemain lokal dan asing yang ada masih menunjukan geliat positif,

artinya untuk apa kita tambah pemain baru kalau dalam tim sudah dirasakan solid,” jelas Erwin. Disisi lain, dikatakan Erwin, juga sesuai dengan keinginan menejemen untuk mengencangkan ikat pinggang, dalam rangka efesiensi anggaran, utamanya belanja pemain pasca tidak adanya subsidi APBD Daerah. “Efesiensi ini bukan hanya tim Persisam saja, namun semua tim kontestan ISL tentunya punya kebijakan serupa, meski pertimbangan dan langkah yang ditempuh berbeda-beda,” jelas Erwin. Dua kuoata pemain asing Asia yang masih tersisa, menurut Erwin, belum bisa menjadi jaminan akan kekuatan tim Persisam kedepannya. Terkecuali, lanjutnya, dalam perjalanan kompetisi, tambahan

pemain asing tersebut tetap diperlukan, maka bisa jadi akan ada pertimbangan lain. Saat ini skuad Persisam berjumlah 27 pemain, diantaranya sepuluh pemain merupakan pemain debutan dari tim PON Kaltim yang baru saja merebut medali emas pada PON XVIII/2012. Dari sepuluh pemain tersebut lima puluh persen akan masuk dalam skuad inti, sedangkan sisanya berstatus sebagai pemain pinjaman, karena mereka akan bergabung dalam tim Persisam U-21. “Kalau kita tetap memaksakan pemain asing masuk lagi, kapan anak-anak yang junior ini punya kesempatan tampil, makanya untuk posisi tertentu tetap kita berikan ruang kepada pemain junior naik kelas,” jelas Erwin.(ant)

Melia Kubus TRIBUN KALTIM/REZA

Delapan Judoka Kaltim Ikuti Pelatnas

ANTARA/YUDHI MAHATMA

Latihan Tim Nasional Indonesia Senior.

SAMARINDA, TRIBUN - Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kaltim mengumumkan sebanyak 8 atlet judo (judoka) masuk dalam daftar panggilan untuk mengikuti seleksi nasional persiapan SEA Games XXVII di Myanmar 2013. Ini diungkapkan Pelatih Judo Kaltim Adian Noor, Rabu (10/10). Adian merincikan, delapan judoka asal Kaltim yang dipanggil PB PJSI untuk mengikuti program pelatihan nasional (pelatnas) di Ciloto yakni, Rahmad (kelas +100 kg), Eri Sabri (kelas -100 Kg), Wawan Setiawan (kelas 81 kg), Muhammad Refli (kelas -55 kg), Ria Restika (kelas 52 kg), Indah (kelas 70 kg), Melia Kubus ( kelas 66 kg), Wahyuni (kelas 63 kg). “Yang sudah gabung ke Ciloto sudah lima atlet kita. Mereka Rahmad, Eri Sabri, Wawan Setiawan, Muhammad Refli, Ria Restika,” ungkap Adian Noor. Sedangkan, tiga atlet lainnya, masih belum bisa bergabung ke pelatnas. Tiga atlet Judo yang belum bergabung antara lain, lanjut Adian Noor, Melia Kubus, Wahyuni dan Indah. Ia menjelaskan, alasan tiga Judoka yang belum bisa bergabung dikarena ada yang cedera, persoalan

CMYK

pekerjaan dan belum ada konfirmasi dari yang bersangkutan. “Yang masih cedera adalah Indah. Kondisinya masih belum fit benar. Atlet andalan kita Melia Kubus masih memproses izin untuk ikut pelatnas di pekerjaannya. Dan yang belum ada konfirmasi adalah Wahyuni,” paparnya. Menurut dia, PB PJSI telah menetapkan sebanyak 63 atlet judo se-Indonesia yang direkomendasikan untuk mengikuti seleknas di Ciloto, Jawa Barat. PB PJSI telah menyiapkan program perampingan secara berkala setiap tiga bulan, berdasarkan progres kualitas atlet selama mengikuti seleknas. “Jadi secara berkala akan dikurangi 25 persen dari total 63 atlet, per tiga bulan. Itu akan dievaluasi sampai bulan Oktober 2013 yang akan datang. Target atlet yang disiapkan ke SEA Games hanya 20 atlet,” bebernya. Ia menambahkan, sebanyak 20 judoka yang disiapkan untuk berlaga di SEA Games XXVII di Myanmar 2013, 16 atlet diturunkan nomor tarung dan 4 atlet disiapkan untuk nomor seni ganda campuran.(bud)

CMYK

4

Tribun Ekbis

KAMIS 10 OKTOBER 2012

Mesjid Omar Ali Saifuddien

Media Familiarization Trip MASwings dan Brunei Tourism (3)

Mengintip Kubah Masjid Bertahta Emas Brunei Darussalam dikenal sebagai negara yang kaya. Tapi siapa sangka, negara dengan luas 5.765 km2 dan penduduk berkisar 400.000 jiwa ini ternyata juga menyimpan kekayaan alam yang mempesona. Berikut catatan perjalanan wartawan Tribun Kaltim Maipah, di Brunei Darussalam dalam Media Familiarization Trip kerjasama MASwings dan Brunei Tourism. MAIPAH

TAK hanya menikmati eksotisme yang ditawarkan alam Brunei Darussalam, saya pun beruntung bisa mengunjungi Royal Regalia Building, yakni museum yang memajang kekayaan budaya serta sejarah monarki Brunei Darussalam. Bangunan megah yang terletak di Bandar Seri Begawan ini memajang berbagai potret masa kecil hingga benda-benda yang digunakan saat penganugerahan tahta Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanah Bolkiah Mu’izzadin Waddaullah, pada 1 Agustus 1968 lalu. Salah satunya adalah Usongan Diraja yang diletakkan di lantai dasar Royal Regalia Building, beserta dengan benda-benda lainnya seperti tombak, meriam dan banyak lagi.

Saat berkeliling bangunan megah itu, kami juga bisa melihat berbagai koleksi Sultan, termasuk berbagai benda pemberian dari kepala negara dan perdana menteri dari negara lain. Saya pun sempat diperlihatkan keris pemberian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarno Putri yang dipajang di etalase di dalam museum. “Ini adalah pemberian Presiden Megawati Soekarno Putri,” kata Tom, sembari menunjukkan salah satu keris yang terpajang di lemari pajang. Tom, tourist guide yang setia mendamping kami juga menjelaskan berbagai foto yang memajang foto masa kecil Sultan, busana hingga singgasana yang digunakan Sultan saat coronation. Sebagian besar benda yang diletakkan di dalam

museum memang tak ternilai harganya, bukan saja karena dilapisi emas ataupun permata tetapi juga nilai historisnya bagi negara ini. Kami tak boleh membawa kamera saat berkeliling di seputar Royal Regalia Building. Hanya di lantai dasar saja, kami boleh memotret beberapa koleksi ‘harta kekayaan’ Brunei. Selain mengunjungi Royal Regalia Building, kami juga sempat menginjakkan kaki di Masjid Omar Ali Saifuddien dan Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah. Keduanya boleh dikata menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong, termasuk saya. Saya pun kegirangan saat dibawa berkunjung ke dua mesjid tersebut. Masjid Omar Ali Saifuddien dinamakan sesuai dengan nama Sultan ke-28, yakni ayah dari Sultan

Hassanah Bolkiah. Masjid ini menyatukan material terbaik dari berbagai penjuru dunia. Ciri khas yang paling mengagumkan dari masjid ini adalah kubahnya yang dilapisi emas murni. Masjid ini menjulang setinggi 52 meter dan dapat dipandang dari setiap sudut kota Bandar Seri Begawan. Masjid ini memadukan secara unik unsur renaissans arsitektur Italia dengan nuansa yang bernilai Islami. Di dalam menara masjid terdapat lift dan pengunjung dapat naik ke puncak menara dan menikmati pemandangan panorama kota dari ketinggian. Sayangnya, saya tak bisa berlamalama mengunjungi masjid ini, namun saya pun sudah cukup senang bisa mengabadikan potretnya. Selama berada di Brunei

Darussalam, saya juga sempat berkunjung ke night market di Bandar Seri Begawan. Pasar malam yang menjual berbagai makanan khas ini, ternyata menawarkan makanan dengan citarasa yang tak jauh berbeda dengan makanan Indonesia. Wajar saja, karena sebagian besar penduduknya adalah Melayu sehingga rata-rata kue dan makanannya pun tak begitu asing di lidah. Salah satu makanan yang cukup terkenal adalah Nasi Katok. Uniknya, asal nama makanan ini karena untuk membelinya dilakukan dengan mengetuk rumah sang penjual, sehingga lamakelamaan namanya pun menjadi Nasi Katok. Soal harga? Nasi Katok cukup murah yakni 1 Dollar Brunei, sudah bisa dinikmati dengan ayam goreng dan sambal khasnya. (*)

Mata uang China, yuan atau renminbi. Masih banyak eksportir Indonesia yang belum tertarik menggunakan pembayaran dalam renminbi walaupun berhubungan dengan perusahaan asal negeri tirai bambu tersebut. NET

Genjot Renminbi HSBC Perbanyak Produk ■ Mata Uang Milik China ■ Persiapan Perdagangan Global 2015 JAKARTA, TRIBUN - HSBC Indonesia bakal menggenjot transaksi renminbi. Salah satu caranya adalah dengan menelurkan banyak produk dalam mata uang milik China tersebut. Beberapa produk yang ditawarkan antara lain berbentuk Letter of Credit (L/C), bancassurance, deposito dan giro. “Sebelumnya kami sempat mengeluarkan L/ C import dalam bentuk renminbi tahun lalu,” kata Head of Global Trade and Receivables Finance HSBC Indonesia Nirmala Salli, Rabu (10/10). Walaupun produk yang telah dikeluarkan HSBC Indonesia ini sudah lengkap untuk memfasilitasi ekspor impor yang terjadi antara Indonesia dan China, namun realisasi transaksi dinilai masih sangat kecil. “Sepertinya para pelaku usaha di sini masih cenderung menunggu. Karena itu mereka (eksportir Indonesia) perlu banyak edukasi,” jelasnya. Edukasi yang dilakukan ini agar mempersiapkan pengusaha untuk menghadapi perdagangan global 2015 mendatang, di mana diperkirakan renminbi menjadi alat pembayaran ketiga terbesar setelah dollar AS dan euro. Lagi pula menurut Nirmala, pangsa pasar ekspor impor antara Indonesia dan China cukup besar. Ekspor impor non migas antara kedua negara ini di 2011 lalu mencapai 45 miliar dolar AS, dan di semester 1 lalu tercatat sudah

sebesar 26 miliar dolar AS. “Dalam jangka panjang, kalau kami bisa memfasilitasi dari 10% transaksi itu saja sudah sangat bagus,” ujar Nirmala. Kendala lain yang dihadapi HSBC Indonesia dalam pengembangan untuk deposito yang ditawarkan dalam bentuk renminbi adalah bunga yang masih 0%. “Kalau ada yang mendapatkan dana dalam renminbi dan mereka mau simpan di kami ya bisa. Tapi bunganya masih 0% dikarenakan memang permintaan renminbi saat ini cenderung tidak ada. Jadi ya dananya cuma mengendap saja,” pungkasnya. Saat ini China menjadi negara tujuan ekspor terbesar Indonesia. Menurutnya, keuntungan menggunakan mata uang renminbi adalah transaksi perdagangan antara pelaku usaha Indonesia dan China akan lebih mudah. Sebagai perbandingan jika menggunakan pembayaran dengan dolar, keduanya harus lagi melakukan penyesuaian terhadap mata uang masing-masing. “Itu memakan waktu. Kalau dengan renminbi ya tidak perlu lagi pemberlakuan swap,” terangnya. Kendala lain minimnya transaksi renminbi adalah belum adanya exchange rate untuk mata uang ini. Tidak seperti dollar AS ataupun euro yang setiap harinya sudah ada acuannya di Bank Indonesia (BI). (kontan)

NET

Peluncuran Galaxy Note II di Koera

Diskon Khusus Rp 600 Ribu ● Penjualan Perdana Galaxy Note II JAKARTA, TRIBUN - Galaxy Note II, perangkat terbaru perpaduan smartphone dan tablet dari Samsung, resmi dipasarkan di Indonesia pada Sabtu (13/10). Penjualan perdananya nanti bakal digelar di pusat perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta. “Kami telah memperbarui kategori Galaxy Note, smartphone yang punya layar besar untuk mendukung mobilitas, produktivitas, dan kreativitas,” kata Andre Rompis, Vice President Mobile Business Samsung Indonesia, dalam acara Galaxy Note II World Tour 2012 di Jakarta, Rabu (10/10). Samsung Indonesia membanderol Galaxy Note II dengan harga Rp 7,5 juta. Khusus untuk penjualan perdana di Indonesia, Samsung akan memberikan harga khusus dengan potongan sebesar Rp 600.000, menjadi Rp 6,9 juta.

CMYK

Harga tersebut hanya bisa didapat pada tanggal 13 Oktober 2012 dengan transaksi menggunakan kartu kredit bank tertentu. Tak seperti Galaxy Note generasi pertama yang punya layar 5,3 inci, Galaxy Note II dibekali bentang layar 5,5 inci. Tepi layar (bezel) pada Galaxy Note II dibuat lebih tipis. Dimensinya 80,5 x 151,1 x 9,4 mm dan berbobot 182,5 gr. Layar Galaxy Note II beraspek rasio 16:9, menggunakan teknologi HD Super AMOLED. Resolusinya 1.280 x 720 piksel. Desain Galaxy Note II mirip dengan Galaxy S III. Permukaan depan dan belakangnya menggunakan materi mengilat, dengan warna seperti batu alam. Sudut-sudutnya juga didesain membulat. Galaxy Note II dibekali spesifikasi perangkat keras yang lebih gahar. Produk ini diperkuat

dengan prosesor quad-core Exynos 1,6 GHz, RAM 2 GB, dan baterai berkapasitas 3.100 mAh. Galaxy Note II masih disertai dengan pena digital yang disebut SPen. Ini adalah ciri khas dari perangkat keluarga Galaxy Note. Samsung seakan membuat Galaxy Note II seperti secarik kertas, lengkap dengan penanya. “Banyak orang yang masih berpikir bahwa pena adalah alat yang mendatangkan kreativitas. Karena itulah, SPen hadir di Galaxy Note II,” jelas Andre. Kamera utama bersensor 8 MP dengan lampu kilat LED dan dapat merekam video pada resolusi 1080 p. Sedangkan kamera depan bersensor 1,9 MP. Galaxy Note II menggunakan sistem operasi Android 4.1 alias Jelly Bean. Di Indonesia, Galaxy Note II yang dipasarkan adalah versi memori internal 16GB. (kontan)


Digital_Tribunkaltim_Siang_11102012