Issuu on Google+

Edisi 44 / Juni / 2011

warta sosial

1

3.

SALAM REDAKSI Kemerdekaan Dan Keberadaban.

4. 5.

SURAT PEMBACA

10.

Belajar Dari kenyataan Sebagai bangsa yang berK e t u h a n a n Ya n g M a h a E s a , k h u s u s nya o ra n g Is l a m ya n g merupakan mayoritas dari bangsa ini mempercayai bahwa Tuhan Yang Maha Pencipta dan Maha Pemelihara telah memerintahkan kepada manusia atas nama Nya untuk membaca dan menulis. Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang mengajar manusia dengan perantaraan membaca dan menulis, maunusia yang telah diberi akal dan hawa nafsu dikodratkan sebagai makhluk yang belajar dan disunahkan untuk belajar sepanjang hayat, jauh-jauh sebelum UNESCO mengkampanyekan Long Life Education.

Cover

2

Ny. Sri Soedarsono Edisi 44 / Juni / 2011

warta sosial

14

SOROTAN Bellum Omnium, Contra Omnes, Law And Order, Memuja Uang !. Belajar Dari Kenyataan. LIPUTAN KHUSUS Study Banding LKKS Kep. Riau Di BKKKS Provinsi Jawa Timur. Pendamping Dan Para Lansia Home Care Menyelenggarakan Halal Bihalal. LIPUTAN DAERAH Ibu Rohana Penggagas Lembaga Pemberdayaan Perempuan Lanjut Usia (LPPLU) Kota Binjai dan Peradapan Perempuan. Kunjungan Ke Rumah Kasih Sayang di Ponorogo. Sekilas Melihat Tandon Dan Pipa Air di Dukuh Sidowayah.

19.

TOKOH Ny. Sri Soedarsono.

22. 27.

In Memoriam

KRONIK Sarasehan Memperingati Hari Pahlawan & Pengukuhan DPD Ikatan Relawan Sosial Indonesia (IRSI) Provinsi Jawa Timur & Kota Surabaya. Peringatan HIPENCA 2011. Peringatan Hari Anak Tahun 2011. Buka Puasa Bersama Tahun 2011.

30.

OASE Soichiro Honda : "Lihat Kegagalan Saya"

32.

PROFIL ORGANISASI Sekilas Yayasan AURICA

34.

TIPS KESEHATAN Aneka Herbal Untuk Awet Muda. Sayangi pendengaran Anda.

Ny. Sri Soedarsono

Pentingnya Sebuah Pendidikan Ny Sri Soedarsono dilahirkan pada tanggal 8 Oktober 1938 di Pare Pare, Sulawesi Selatan. Oleh orang tuanya diberikan nama Sri Redjeki Chasanah. Dalam bahasa Jawa Sri selalu digambarkan sebagai gadis muda yang cantik, redjeki adalah berkah yang diberikan Tuhan kepada mereka sedangkan chasanah dalam bahasa Arab berarti kebaikan. Sri Redjeki Chasanah, sebuah nama yang sarat arti ; seorang gadis muda yang cantik dan diharapkan membawa banyak berkah dan memberikan kebaikan.

Kunjungan Ke Rumah Kasih Sayang di Ponorogo

SALAM REDAKSI

KEMERDEKAAN DAN KEBERADABAN Telah lebih 66 tahun Indonesia merdeka. Namun apa yang dicita citakan oleh para pendiri bangsa seperti yang tertuang pada Mukadimah Undang Undang Dasar Tahun 1945 rasa rasanya semakin jauh panggang dari api. Prof. Dr. J. Sahetappy, SH, Guru Besar Emiritus Universitas Airlangga yang sejak sebelum reformasi dan berlanjut sampai sekarang tergolong vocal dalam berbagai paparan, beliau sering menyitir ungkapan Ambon (meskipun beliau adalah Arek Suroboyo) yang mengatakan bahwa : “ Busuknya ikan dimulai dari kepala!” Kata kata bijak ini benar-benar tergambar dalam keadaan yang terjadi di negeri tercinta Indonesia. Berbagai masalah yang timbul pada kurun waktu beberapa tahun terakhir ini : apakah itu dibidang politik, ekonomi, peradilan, sosial dan keamanan serta persatuan dan kesatuan bangsa tidak terlepas dari tidak berkualitasnya para elite bangsa ini. Elite bangsa yang nyaris tidak punya prinsip, tidak punya karakter dan integritas serta tidak memiliki pandangan yang jauh kedepan. Para pemuka bangsa ini yang seharusnya berupaya keras untuk mencerdaskan kehidupan bangsa justru melakukan yang sebaliknya. Sebagai politisi para elite telah mengeksploitasi kelemahan bangsanya. Mereka menggunakan senjata “money politic” untuk memenangkan semua kontes kepemimpinan yang merupakan atribut dari perwujudan demokrasi. Mulai dari Pilkades, Pilkada, Pemilu dan Pilpres . Korupsi yang dilakukan oleh kader atau fungsionaris partai semakin merajalela. Baik APBD maupun APBN telah ditempatkan sebagai sumber untuk pendanaan kegiatan politik baik yang sifatnya pribadi sang penguasa maupun partainya. Slogan mereka adalah : “ Kalau mau jadi elite politik dan atau penguasa harus punya duwit!” Ini adalah ekspresi ketidakberadaban dari para elite politik kita. Dalam pada itu persatuan dan kesatuan bangsa juga semakin rapuh. Penembakan gelap di Timika banyak membawa korban. Belum lagi korban perang antar suku

yang dipicu oleh Pilkada untuk memilih Bupati di Kabupaten Puncak Papua. Masih ditambah lagi dengan penembakan di Aceh terhadap buruh asal Pulau Jawa. Sementara pihak memberi tengara bahwa kekerasan bersenjata yang terjadi baik di Papua dan Aceh merupakan ekses dari Pilkada. Namun dibalik itu adanya motif kecemburuan sosial tidak dapat dinafikan. Kecemburuan sosial yang diakibatkan karena ketidak mampuan dari warga setempat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak di kampung sendiri. Hanya disayangkan bahwa kecemburuan sosial ini diluapkan dalam ungkapan amarah berbentuk pembunuhan atas para buruh yang tak berdosa. Sekali lagi kita bertanya baru sampai disinikah hasil kemerdekaan dalam upaya membentuk peradaban bangsa Indonesia? Sebuah bangsa merdeka namun belum beradab! Surabaya, awal Januari 2012

SOSIAL WARTA

Pelindung : Ny. Hj. R. Asijah Djoemra (Ketua Umum Yayasan BK3S Jatim) Penasehat : Drs. Machdar Somadisastra, Ny. Dra. Hj. Ami S. Poerwanto, Ny. Hj. Sri Murti Sutardjo Penanggung Jawab dan Pimpinan Redaksi: DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE Dewan Redaksi: Prof. DR. IR. Sunaryo, M.Pd., Dra. Pinky Saptandari W, MA., Djumadi Ramelan, SH. Redaktur Pelaksana: Drs. Sutopo Wahyu Utomo, SH, MM., Drs. Moch. Ghozy, Dr. Asri Widjiastuti, M.Pd, Drs. Paito Staf Redaksi: Pri Handayani, Adi Saputro Tata Letak: Nafi Tata Usaha: Susanti Dewi, SE Iklan/Sponsorship: Dra. Hariyati , Farida Martarina

Fotografi dan sirkulasi: Team Sekretariat Alamat Redaksi : Jl. Raya Tenggilis 10 Blok GG No. 10 Surabaya Telp : 031- 8411672, Fax : 031- 8498300 Website & e-mail: Website : http://bk3sjatim.org e-mail : sekretariat@bk3sjatim.org pengurus@bk3sjatim.org warta@bk3sjatim.org bk3s_jatim@yahoo.co.id

Edisi Edisi44 38//Juni Juli / 2008 2011

Ijin Terbit: ISSN No. 1410-1254 warta sosial

3

Kirimkan komentar anda ke Redaksi Jl. Raya Tenggilis Blok GG No 10 Surabaya, http://bk3sjatim.org email: sekretariat@bk3sjatim.org

Surat Pembaca PERMOHONAN BANTUAN PERALATAN MOBILITAS BAGI ANAK DISABILITAS Dengan hormat, Dalam upaya peningkatan pelayanan bagi anak-anak disabilitas khususnya anak-anak yang masih dalam proses belajar mengajar utamanya dalam kegiatan mobilitas, maka sekolah kami bermaksud mengajukan permohonan bantuan peralatan mobilitas bagi anak Disabilitas atau Tuna Daksa. Sebagai pertimbangan bersama ini kami sampaikan : 1. Proposal 2. Foto keadaan siswa 3. Foto peralatan mobilitas Besar harapam kami atas terkabulnya permohonan ini, atas perhatian dan perkenaannya kami sampaikan ucapan terima kasih. Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Trenggalek SDLB Bagian AD (Tuna Netra dan Tuna Daksa) Jl. HOS Cokroaminoto 7 Trenggalek Telp. (0355) 793039

Jawaban : BKKKS Provinsi Jawa Timur dan Yayasan BK3S Jawa Timur telah memberikan bantuan 3 buah kursi roda kepada Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Kemala Bhayangkari Cabang Trenggalek Bagian AD (Tunanetra dan Tuna Daksa) Jl. HOS. Cokroaminoto 7 Trenggalek.

BANTUAN BKKKS PROVINSI JAWA TIMUR CATURWULAN III TAHUN 2011 -

Bantuan Buka Puasa Bersama anak panti asuhan, Penyandang cacat, lanjut usia dll

-

Bantuan untuk DPD GERKATIN dalam Kongres Nasional Ke VIII di Jakarta

-

Bantuan Munas IV PPCI di Bandung

Rp. 114.486.882

Rp.

2.500.000

Rp.

2.500.000

-

Bantuan kegiatan HIPENCA dan Reuni Akbar Klien UPT RSCT di Kab. Pasuruan

Rp.

1.500.000

-

Bantuan untuk pembelian kitab suci Al quran untuk PA Mambaul Khoirot Jombang

Rp.

1.250.000

-

Bantuan pengobatan Penyandang cacat (Saudari Ariyati) di Depok

Rp.

1.005.000

-

Bantuan kegiatan rapat kerja Disable Motorcycle Indonesia

Rp.

1.000.000

-

Bantuan lebaran untuk lansia kurang mampu (Ibu Poliyem) di Sragen

Rp.

1.200.000

-

Bantuan MUSDA II Pengurus HWPCI Jawa Timur di Mojokerto

Rp.

1.000.000

-

Bantuan kegiatan Rakernas PERTUNI DPD Jawa Timur

Rp.

1.000.000

-

Bantuan kepada Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FK- PSM) Kab. Gresik

Rp.

1.000.000

-

Bantuan kepada UPT. Pelayanan Sosial Asuhan Balita Terlantar Sidoarjo

Rp.

500.000

-

Biaya pengobatan penyandang cacat (Sdri Neni) di Surabaya

Rp.

295.000

4

Edisi 45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

Sorotan

Bellum Omnium Contra Omnes, Law and Order, Memuja Uang ! “Sebuah dialog interaktif dengan si abang imajiner�

Oleh: Oleh : Dokter Ario Djatmoko *

Sikap seseorang terhadap suatu keadaan, menunjukkan jati dirinya. Jati diri dibangun oleh formative process, di dalamnya terkandung aspek : kognitif, afektif dan konatif (action tendency) yang khas tiap orangnya. Sikap adalah refleksi kesadaran seseorang atas ; perbuatannya dan situasi yang bersangkut - paut dengan perbuatannya. Sikap menentukan sifat dan hakikat perbuatannya kini dan yang akan datang. Hirarki berkaitan dengan jenjang luas akibat dari sikap seseorang, karenanya hirarki menentukan jenjang kebutuhan kebesaran jiwa dan rasa kebangsaan pemegang otoritas. Bila tukang sapu

tak bertanggung-jawab, paling rumah jadi kotor, tetapi bila presiden, Kapolri, menteri, jaksa-agung atau Pangab yang bejat, akibatnya akan ngeri.

Edisi Edisi45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

5

Sorotan “Maksud Abang”

Begini, dalam posisi apapun orang berjiwa kerdil - busuk, perilaku otoritasnya akan busuk - kerdil juga. Otoritas yang ada padanya akan digunakan sebisanya untuk mendapatkan apapun demi pemenuhan nafsu busuk - kerdilnya, tentunya dengan cara kerdil dan busuk pula. Apapun dia. Di tangan mandatory power (kekuasaan yang sah) seperti itu, negara akan jadi mesin destruksi yang dikendalikan oleh siapapun yang bisa mensuplai kebutuhan kekerdilan - kebusukan mereka. Untuk menjaga keberlangsungan peluang menjarah daya hidup rakyat, secara tersistem dan terstruktur mesin ini dengan kekuatan dahsyat bekerja 24 jam tanpa henti, menggerakkan proses pemiskinan dan pembodohan. Secara massal men-tidak berdaya-kan rakyat. Di tatanan yang kanibalistis ini, rakyat tak berdayalah yang jadi pihak paling teraniaya. Penguasaan peluang dan kebutuhan hidup terakumulasi di kelompok konspirasi penguasa-pengusaha lokal-import. Bagian terbesar rakyat hanya dapat porsi minimal. Ketidakadilan ini progresif, tekanan hidup kian menghimpit, yang tak tahan lari untuk hidup nista jadi babu - jongos di negeri orang. Hukum rimba, bellum omnium contra omnes (perang semua manusia melawan manusia), adalah gambaran disfungsinya law and order (ketertiban hukum). Disfungsi law and order diikuti oleh merosotnya fungsi negara lainnya. Bila maling itu halal, maka semua ak an ikut kompetisi jadi penyamun. Hancur leburnya bangsa ini adalah akibat dari devastating effect (efek penghancuran) korupsi. “Kalau makannya udah, kalian aja biar mejanya diberesin. Kakak mau nidurin Ajeng dulu, liat tuh matanya sudah lima wat. Abis nggak ada yang ngajak ngobrol” “Ayo Ajeng cium oom Wawan dan Tante Ria, terus cuci kaki, kalau udah bilang mama”…………”Oya, kopi…apa…teh?

“Gimana sampai bisa jadi begini, Bang” Supaya mirip situasi bangsa kita yang kritis ini, untuk ilustrasi Abang pakai UGD Rumah sakit, bayangin ; Penanganan pasien gawat di UGD, harus komprehensif, efektif dan efisien. Mati-hidupnya pasien ditentukan oleh performa upaya life saving, response time kecepatan dan ketepatan penanganan. Biarpun konsep tata-laksananya baik, di tangan orang yang salah, pilihan-tindakan akan salah. Akan didasari oleh motif busuk dan kerdil, seperti; uang, ambisi superioritas pemegang-otoritas di team itu. Tak mengacu pada standard penanganan yang seharusnya. Peforma tak akan cepat-tepat, pokoknya amburadul. Akhirnya pasien yang tak berdaya dan tidak tahu apa-apa yang jadi korban pemuasan dorongan kebusukan itu, musti nanggung semua akibatnya ; mahal, cacat permanen

6

Edisi 45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

yang tak perlu atau kematian yang tak seharusnya. Di medan yang sangat teknis dan rumit seperti ini kendali eksternal ; hukum, etika sosial-profesi sulit menjangkau, apalagi bila pelakunya powerfull. Hanya nuranilah yang bisa diandalkan, setidaknya nurani pemegang otoritas disana. Norma di suatu unit organisasi kerja adalah refleksi norma nurani bossnya. Bila boss nya busuk, norma unit kerja itu akan busuk. Begitulah norma mainstream pemegang otoritas di Indonesia sampai saat ini. Bila analogi itu dipakai di UGD-nya perbankan BPPN dan BUMN, pertanyaannya; apakah semua keputusan disana adalah yang terbaik untuk bangsanya atau terbaik untuk diri pemegang otoritas (meski itu adalah pilihan terburuk buat bangsa) ? Di sinilah rasa kebangsaan bisa dinilai. Lihat, waktu BPPN dilikuidasi kemarin mereka pada minta agar dibebaskan dari kemungkinan tuntutan hukum kelak dikemudian hari, akibat keputusan BPPN saat ini. Pasang kuda-kuda, kay” ninggalin bom waktu aja.

"Kalau dianalogihan sama UGD, situasinya sudah gawat dong ?" Iya emang, secara objektif keadaan sangat mengerikan. Lihat aja indeks performa negara saat ini, mustinya seluruh sendi kehidupan; ekonomi, ekologi, pendidikan, ketenaga kerjaan, moral dan hukum, sudah harus di-UGD-kan. Keadaan yang sudah harus dirawat secara intensif ini ternyata ditangani hanya secara business as usual (apa adanya seperti biasa). Susahnya, tingkat kegawatan situasi tak ditentukan oleh fakta-objektif dan kaidah-standard yang benar, tapi ditentukan oleh kehendak kekuasaan atau tekanan opini. Tanpa kehendak kekuasaan dan tekanan opini penanganan akan jalan apa-adanya, hutan misalnya; meski hutan nyaris tak bersisa, pemegang otoritas diinstansi yang berkaitan dengan nasib hutan tetap aja men-transaksi-kan otoritasnya. Begitulah terjadinya perdarahan di sekujur tubuh bangsa ini, laju kehancuran di segala bidang kian cepat. Dana-daya sepenuhhya diprioritaskan untuk upaya kelanggengan dan kenikmatan kekuasaan dengan ongkos tanpa batas. Semua kehancuran yang tampak di permukaan adalah refleksi nurani para penentu nasib bangsa yang kian merosot tiap saat. Tahun 60-an ; saat Soekarno mulai represif, para pemimpin oposisi ditangkap dan dipenjara. Semua oleh sebab sikap mereka yang luhur : perbedaan pandangan politik.Tak ada yang minta grasi dan bersikap kerdil lainnya, dengan kepala tengadah mereka menghadapinya. Sejak Soeharto, norma-moral bergeser, merosot sampai semua jadi terbalik. Kalau dulu pejabat malu bila kaya, sekarang pejabat ditempat basah malu kalau tidak kaya, kena sangsi sosial; dibilang bodoh.

Hampir semua elit bangsa saat ini pernah terangkat jadi wacana publik oleh sebab yang kerdil, ada yang sampai jadi urusan hukum; karena korupsi (Mega menyebutnya mencuri), ada yang karena malsu KTP. Terlebih cara mereka menghindari pemeriksaan mengesankan upaya malingerer.

“Apa itu malingerer”

Artinya dengan sengaja pura-pura sakit untuk keuntungan pribadi atau menghindari tanggung-jawab. Pakai surat dokter opname, pakai neck-guard segala. Semua gitu, dari Suwondo tukang-pijat Gus Dur yang maling-duit Bulog, sampai Soeharto. Ini selanjutnya jadi standard procedure sah para penegak-hukum untuk melepas para tersangka korupsi dari proses hukum. Di luar birokrat; politisi, ex. aktivis, pers, pemuka agama dan elit lain, sama aja. Semua turut ambil bagian menghancurkan negeri ini, tersistem dan terstruktur sesuat posisinya. Di dunia usaha lebih lagi, etika kebangsaan tak dikenal. Nyari pengusaha beneran di antara mereka yang sebenarnya penipu-penjarah - tulen, ahli menguangkan kebusukan tak gampang. Negara bukannya menyelesaikan, malah jadi sumber masalah. Hanya penipu yang bisa lancar berurusan dengan DPR dan pemerintah. Kalau kita lurus-lurus saja, jangan harap. Semua itu bukannya tidak terlihat dan terdengar oleh pemegang otoritas, mata batin mereka buta oleh peluang oportunistis yang terbuka di atas kesakitannya bangsa ini. Tanpa perubahan, habisnya negeri ini hanya soal waktu. Seperti menghitung hari. Kata Solon tentangini ; ………Polis kita takkan bisa dilenyapkan oleh sabda

Zeus atau tingkah kaum abadi, tetapi dengan pemujaan terhadap uang, warga negara akan menghancurkan polis kita yang besar ini. Langit negeri ini kian gelap, semua kian blatant (terang-terangan) oleh kerendahan adab para elit yang baru manggung. Mareka sangat agresif dan kreatif. Tak ada sinar di ujung lorong yang gelap. Inilah yang bikin Abang belakangan ini susah tidur. Abang diam.. …….diam. Kakak gabung lagi “ Begitu nempel bantal, langsung tidur. Gitu deh kalau abis berenang. Tadi udah kaka larang dia maksa ikut berenang sama Uti tementa. Dia kam masih pilek”………”Eh Bang dua minggu lagi Ajeng masuk, kita lesin berenang aja, di TK nya ka nada”….. Abang diam tak menyahut, menolehpun tidak………………”Kok pada diem sih”. Abang nunduk, telapak tangannya ditangkupkan ke mukanya. Waktu diangkat wajahnya lain, matanya nerawang, uratnya keluar, nafas memburu. Dia berdiri “Abang masuk dulu ya” suaranya lirih serak “Begitu itu deh yang kakak ceritakan ke kamu, kalau udah gini biasanya dia ke kamar Ajeng, kita temenin aja. Coba kamu bikin Abang ngomong biar kita tau kenapa, kakak susah sekali”. Kita ke kamar Ajeng……..Abang lagi melukin Ajeng yang lagi tidur. * Aktifis sosial dan kemanusiaan tinggal di jakarta

Edisi Edisi45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

7

Sorotan

Machdar Somadisastra

Belajar dari Kenyataan

Sebagai bangsa yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, khususnya orang Islam yang merupakan mayoritas dari bangsa ini mempercayai bahwa Tuhan Yang Maha Pencipta dan Maha Pemelihara telah memerintahkan kepada manusia atas nama Nya untuk membaca dan menulis. Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang mengajar manusia dengan perantaraan membaca dan menulis, maunusia yang telah diberi akal dan hawa nafsu dikodratkan sebagai makhluk yang

8

Edisi 45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

belajar dan disunahkan untuk belajar sepanjang hayat, jauh-jauh sebelum UNESCO mengkampanyekan Long Life Education. Dengan belajar, manusia mengenali Tuhan Yang Maha Esa dengan segala kekuasaanNya, mengenali sesama manusia lainnya, mengenali alamnya atau lingkungannya yang terdiri dari daratan dan lautan, air, tumbuh tumbuhan dan hewan hewan. Dengan terus menerus mau pelajari ke tiga ikhwal itu akhirnya manusia mencintai Tuhan Yang Maha Esa dan Yang

Maha Kuasa, mencintai sesama manusia dan mencintai lingkungannya. Dengan belajar itu pula manusia mencapai jati dirinya menjadi manusia yang ikhlas untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk bekerjasama dan tolong menolong dalam hal kebaikan dengan sesama serta untuk memanfaatkan, memelihara dan menjaga kelestarian lingkungan dalam rangka merealisasikan fungsi manusia untuk mensejahterakan kehidupan dunia. Sebagai hasil belajar dari ketiga ikhwal itu lahirlah kebudayaan dan manusia belajar mengembangkan kebudayaan yang meliputi aspek ekonomi, aspek politik dan aspek sosial. Sebagai roh kebudayaan adalah system nilai atau pedoman perilaku manusia dalam berkebudayaan. Bangsa Indonesia yang sekarang ini, sebelum Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 atau resminya sebagai Bangsa dan Negara Merdeka dan berdaulat sejak tanggal 17 Agustus 1945 adalah merupakan suku-suku bangsa dan budaya yang mendiami tanah air Nusantara telah berbuat sebesar suku bangsa dan budaya-budaya ini beralkulturasi dengan budayabudaya dari luar seperti Budaya Hindu, Budaya Nasrani dan Budaya Islam. Dalam waktu 3,5 abad suku-suku bangsa ini dijajah bangsa/negeri asing sehingga menjadi negara koloni bernama Nederlands Indie. Suku-suku bangsa yang dijajah ini merasakan kesengsaraan dan kemelaratan padahal hidup di tanah air yang kaya raya dengan sumber alam. Pemudapemuda dari suku-suku itu menunjukkan harga dirinya dengan membentuk organisasi-organisasi sosial politik seperti Serikat Dagang Islam (1906), Boedi Oetomo (1908), Indische Partie (1911), Serikat Islam (1912), Yong Islamic Bond, Jong Sumatera dan lain-lain. Pada tahun 1924 perhimpunan pelajar Indonesia di Negeri Belanda menerbitkan warta “Indonesia Merdeka” dan redaksinya menulis “Indonesia Merdeka menjadi suara Pelajar Indonesia” karena tulisan itu Moh. Hatta dan kawan-kawannya diadili di Pengadilan Den Haag tanggal 09 Maret 1928. Pada tahun 1927 Soekarno dan kawan-kawannya mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) dan karena gerakan-gerakannya pada tanggal 18 Agustus 1930, Soekarno dan kawan-kawannya diadili di Pengadilan Bandung. Bung Hatta dan kawan-kawannya di Den Haag menuntut kemerdekaan demikian pula Soekarno dan kawan-kawan di Bandung menuntut kemerdekaan atas bangsanya, atas tanah air yang telah mereka nyatakan pada Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 : “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Indonesia”.

Hasil belajar itu telah melahirkan jiwa, karakter patriotik untuk memerdekakan bangsa dan tanah airnya. Semangat dan kegigihan untuk perjuangan kemerdekaan membawa pada hati para pemuda. Ditengah-tengah ancaman senjata dari pendudukan Jepang, para pemuda tidak gentar, mereka memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia, itulah contoh Pemuda Indonesia, Soekarno, Hata dan kawankawannya yang belajar dari kenyataan pahit dari bangsanya yang terjajah. Setelah Indonesia merdeka, para penjajah tidak rela dan datang kembali menjajah dan pemuda-pemuda Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaannya. Pecahlah perang kemerdekaan secara terbuka di seluruh pelosok tanah air. Pada tanggal 10 November 1945 terjadilah perang yang sangat hebat, antara para pejuang dan penjajah tentara sekutu di Surabaya yang menyebabkan terbunuhnya seorang Jenderal (Mallaby) pada peperangan tersebut dan dari peperangan tersebut Kota Surabaya dijuluki kota Pahlawan. Sosok pahlawan tidak lahir dalam situasi vacum, ia lahir dari kenyataan kehidupan, karena ia bagian dari kehidupan itu sendiri, ia peduli, ia cinta, ia bertanggung jawab, ia berkeinginan berkehidupan yang lebih sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya yang telah lebih dahulu menganggap dirinya modern. Dari sosok Pahlawan itu ada roh yang mendorong, yaitu nilai-nilai yang jadi pedoman perilakunya yaitu cinta dan membela kebenaran, cinta kejujuran, meraih kepercayaan, cinta keadilan, mencintai kedamaian dan sepi ing pamrih. Negara Kesatuan Republik Indonesia merdeka sudah 66 tahun dan sekarang sedang dalam masa reformasi, yang tentu saja hasil dari reformasi itu menghasilkan system politik, system ekonomi dan system sosial yang dapat mewujudkan kesejahteraan rakyat yang adil dan merata. Kiranya tangan kaum muda sekarang yang harus belajar tentang kenyataan kesejahteraan rakyat masa sekarang sehingga menjadi pahlawan dalam masa reformasi ini. Berjuang menumpas korupsi, mengentaskan rakyat yang masih dalam kemiskinan, membuka lapangan kerja, pemerataan distribusi hasil pembangunan dan lain-lain. Semoga pemuda-pemuda sekarang ini belajar dari kenyataan kehidupan sekarang ini dan Tuhan Yang Maha Esa menunjukkan jalan yang benar, Amin.

Edisi Edisi45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

9

Liputan Khusus

STudy banding lkks Kep. Riau di bkkks jatim Sejumlah 46 orang Pengurus anggota LKKS Kepulauan Riau mengadakan study banding ke BKKKS Provinsi Jawa Timur, study tersebut bertujuan: 1. U n t u k m e n i n g k a t k a n d a n mengembangkan LKKS Kepulauan Riau yang baru berdiri kurang lebih 6 bulan. 2. Melihat dari dekat kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan BKKKS Provinsi Jawa Timur. 3. Ingin mengetahui mengenai bentuk Yayasan yang sudah dilaksanakan oleh

10

Edisi 44 45/Januari/2012 / Juni / 2011

warta sosial

BKKKS Provinsi Jawa Timur yang telah sukses dan menjadi percontohan. Pada acara study banding tersebut seluruh peserta/pengurus/anggota LKKS Kepulauan Riau meninjau Home Care lansia binaan BKKKS Provinsi Jawa Timur, nampaknya mereka senang berkunjung kerumah embah- embah walaupun rumahnya kecil dikunjungi tamu yang banyak, embah-embahnya juga senang. Ditanya oleh ibu-ibu LKKS Kepulauan Riau embah-embah menjawab dengan tenang dan senang hati, bahkan ada rasa bahagia. Selanjutnya selesai mengunjungi embahembah para tamu menuju ke Balai RW VI Tenggilis Mulyo yang telah ditunggu oleh

para lansia lainnya dan para pendamping. Di Balai RW VI Tenggilis Mulyo Ibu Ketua LKKS Kepulauan Riau menyampaikan rasa terima kasih, beliau mengatakan bahwa LKKS Kepulauan Riau juga melaksanakan pembinaan dan pelayanan lansia, tetapi tidak seperti yang dilaksanakan oleh BKKKS Provinsi Jawa Timur, masih sederhana, oleh karena itu bilamana nanti sampai di Kepulauan Riau LKKS akan meningkatkan dan mengembangkan pelayanan dan pembinaan seperti program Home Care lansia di Surabaya. Pada acara tersebut Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE memberikan sambutan bahwa kegiatan pelayanan dan pembinaan yang telah dilaksanakan oleh LKKS Kepulauan Riau tinggal meningkatkan untuk menjadi program Home Care, Bapak Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur percaya bahwa program Home Care lansia dapat dilaksanakan dengan baik oleh LKKS Kepulauan Riau, harapan Bapak Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur agar setiap Kabupaten/Kota di Kepulauan Riau dapat melaksanakan Home Care lansia sampai pada tingkat Kecamatan, mudah-mudahan apa yang dilaksanakan oleh LKKS Kepulauan Riau dibidang kesejahteraan sosial dapat berhasil dengan baik. Acara malam hari dilanjutkan pertemuan antara pengurus Yayasan dan BKKKS Provinsi Jawa Timur dengan seluruh pengurus/anggota LKKS Kepulauan Riau. Pada kesempatan acara

tersebut Bapak Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur menginformasikan sejarah berdiri dan perkembangan BKKKS Provinsi Jawa Timur sampai pada kondisi pada saat sekarang yang telah dicapai oleh BKKKS Provinsi Jawa Timur. Demikian juga sambutan dari Ketua Umum LKKS Kepulauan Riau mengatakan sangat beruntung sekali bisa melihat dan belajar dari BKKKS Provinsi Jawa Timur dengan informasi dan kegiatan yang telah dicapai, perkembangan Yayasan yang sangat berguna sekali bagi LKKS Kepulauan Riau yang baru tumbuh dan akan melangkah lebih jauh, oleh karena itu study banding yang dilaksanakan ke BKKKS Provinsi Jawa Timur sangat mendorong dan menjadi acuan lebih lanjut diwilayahnya. Infromasi dari BKKKS Provinsi Jawa Timur menjadi motor penggerak untuk melancarkan jalannya usaha kegiatan kesejahteraan sosial bagi LKKS Kepulauan Riau. Study banding ini mempunyai nilai manfaat yang sangat tinggi. Pada tanggal 10 November 2011 semua pengurus/ anggota LKKS Kepulauan Riau mengikuti sarasehan Hari Pahlawan 10 November 2011 yang diselenggarakan oleh IRSI Jatim yang menjadi motornya BKKKS Provinsi Jawa Timur. Nampaknya rasa puas tersirat pada sikap perilaku serta dari para pengurus/anggota LKKS Kepulauan Riau. Pada waktu acara kunjungan Home Care lansia LKKS Kepulauan Riau memberi bantuan kepada Home Care lansia BKKKS Provinsi Jawa Timur. (Ibu Dra. Hj. Ami S. Poerwanto & Ibu Hj. Indijati Sukiadi, SH)

Edisi Edisi45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

11

Liputan Khusus

pendamping dan para lansia home care menyelenggarakan halal bihalal Diruangan RW. 06 RT. 06 Kelurahan Tenggilis Mejoyo pada tanggal 15 September para pendamping Home Care bersama dengan lansia binaannya menyelenggarakan Halal Bihalal, hadir pada waktu itu Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE bersama para Pengurus

12

Edisi 44 45/Januari/2012 / Juni / 2011

warta sosial

BKKKS Provinsi Jawa Timur dan Pengurus Yayasan BK3S Jawa Timur, hadir pula pada acara tersebut Bapak Lurah Tenggilis Mejoyo dan Bapak Ketua RW. 06 Tenggilis Mulyo. Perlu diketahui jumlah lansia binaan seluruhnya ada 85 orang dan jumlah pendamping 25 orang, jumlah Pembina dari Pengurus BKKKS Provinsi

NO 1. 2. 3. 4. 5.

KELOMPOK Kelompok I Kelompok II Kelompok III Kelompok IV Kelompok V Jumlah

JUMLAH LANSIA BARU JUMLAH LANSIA LAMA 15 Orang Lansia 10 Orang Lansia 20 Orang Lansia 10 Orang Lansia 15 Orang Lansia 10 Orang Lansia 20 Orang Lansia 10 Orang Lansia 15 Orang Lansia 10 Orang Lansia 85 Orang Lansia 50 Orang Lansia

Jawa Timur + 9 orang dibagi dalam 5 kelompok : Te r n y a t a p a r a p e n d a m p i n g m a m p u mengembangkan jumlah yang dibina, jumlah pengembangan seluruhnya 35 orang dengan jumlah bantuan yang sama, jumlah pengembangan dananya inisiatif para pendamping sendiri dengan pelayanan yang sama dengan jumlah bantuan dana dari BKKKS Provinsi Jawa Timur, sedangkan untuk pengembangannya pendamping usaha sendiri. Acara halalbihalal walaupun sederhana cukup mengesankan, acara ini usaha dan dari ide dari Pendamping sendiri yang tujuannya untuk : - Meningkatkan kemampuan lansia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan - Mengembangkan syiar Islam karena pada umumnya lansia beragama Islam - Meningkatkan semangat Ukhuwah Islamiyah - Untuk menjalin keakraban dan silahturahim diantara lansia. Sambutan Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE, beliau menjelaskan mengenai keberadaan BKKKS Provinsi Jawa Timur dan kegiatan pelayanan para lansia

berbasis keluarga dan masyarakat yang beada di luar panti sosial, kondisi lansia binaan para pendamping tersebut dari golongan bermasalah ekonomi, kesehatan dan masalah yang berkaitan dengan keluarga. Home Care semacam ini perlu dikembangkan paling tidak setiap Kecamatan ada kegiatan Home Care lansia, karena pelayanan lansia dengan system Home Care sangat murah bila dibandingkan dalam panti sosial, disamping itu pelayanan dalam keluarga lebih menguntungkan karena setiap saat masih bisa bertemu dan bercengkrama dengan para keluarganya (anak, cucu dan saudaranya) serta didukung oleh masyarakat sekelilingnya, silahturahim setiap saat bisa berjalan/terlaksana. Acara Halal Bihalal diisi dengan ceramah dan dilanjutkan ramah tamah dengan para lansia, pendamping, Pembina dan undangan yang hadir. Dimeriahkan dengan elekton dari Pengurus Yayasan BK3S Jawa Timur serta lagu lansia bahagia oleh para pendamping yang diikuti oleh semua hadirin. (Ibu Dra. Hj. Ami S. Poerwanto & Ibu Hj. Indijati Sukiadi, SH)

Edisi Edisi45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

13

liputan daerah

IBU ROHANA PENGGAGAS LEMBAGA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN LANJUT USIA (LPPLU) KOTA BINJAI DAN PERADABAN PEREMPUAN Perjalanan panjang dari P. Samosir menuju Kota Binjai bersama rombongan BK3S Jawa Timur (Ny.Hj. Sri Murti Sutarjo, Ny. Hj.Asijah Djoemra, Ny.Hj. Indijati Sukiadi,SH, Drs. Machdar Somadisastra, Drs. Soeroso, Drs. Sutopo Wahyu Utomo,SH,MM, Drs. Moch. Ghozy,M.Si, Prof. Dr. Ir. Sunaryo,M. Pd., Asri Wijiastuti, dan Dra. Dyah Purnamasari KW) yang dipimpin Dr. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE pada tanggal 22 Juli 2011 untuk bercermin pada kiprah sosial yang dilakukan Ibu Rohana dalam mewujudkan LPPLU terbaik nasional. Sesampai di Kota Binjai kami diterima Asisten II di Kantor Walikota dan dilanjutkan perjalanan menuju lokasi LPPLU Kota Binjai. Rasa lelah dan terik panas seakan sirna ketika ibu-ibu lansia berjajar rapi menyambut kami diujung jalan dengan nyanyian yang diiringi lantunan irama hadrah.

14

Edisi 44 45/Januari/2012 / Juni / 2011

warta sosial

Ibu Rohana merupakan salah satu dari sekian tokoh wanita yang memperjuangkan keberadaan lansia di Kota Binjai. Beliau tidak hanya aktif dalam dunia pendidikan, keagamaan, sosial, namun juga memiliki peranan yang sangat berarti dalam sejarah perjuangan berdirinya LPPLU Kota Binjai. Pada tanggal 29 Mei 2003 Beliau bersama-sama beberapa rekan kerjanya menggagas berdirinya sebuah lembaga yang sangat peduli dengan lansia yang diberi nama Lembaga Pemberdayaan Perempuan Lanjut Usia (LPPLU) Kota Binjai. Sampai saat ini ada sejumlah 2000 orang anggota LPPLU Kota Binjai. Kegiatan yang dilakukan diawali dengan melaksanakan pengajian antar kecamatan secara bergantian setiap hari selasa dan mengadakan pengajian gabungan dari seluruh anggota LPPLU Kota Binjai

di Masjid An Nur Jl. Umar Bakti No. 3 Kelurahan Tangsi Kota Binjai setiap hari Jum’at. Kegiatan bulanan yang dilakukan adalah memberikan bantuan kesejahteraan social bagi anggota dan bukan anggota yang tidak mampu berupa beras, gula, mie instant dan uang sebesar Rp. 10.000,- dalam bentuk bantuan kesejahteraan social permanen. Sebagian dananya merupakan bantuan dari Departemen Sosial RI dan sebagian lainnya berasal dari uang pribadi dan sumbangan dari donator lainnya. Setiap bulan pada hari Jum’at pagi melakukan senam lansia dengan mengundang pelatih senam dan diberikan makanan bergizi dalam bentuk bubur kacang hijau, telur rebus, roti, susu. Kegiatan tahun dilakukan dengan memperingati hari besar Islam dan peringatan HUT LPPLU setiap 29 Mei. Di luar kegiatan rutin LPPLU juga mengadakan wisata yang disponsori Walikota Binjai dan melakukan kegiatan asuransi kesejahteraan social bagi pra lansia dengan menabung sebesar Rp. 5.000,-/ orang selama 3 tahun. Apabla mereka sakit akan mendapat santunan sebesar Rp. 100.000,-/tahun. Apabila peserta meninggal ahli waris mendapat santunan sebesar Rp. 200.000,-, tahun kedua mendapat santunan sebesar Rp. 400.000,- dan tahun ketiga mendapat santunan sebesar Rp. 600.000,- ditambah uang tabungan yang sudah terkumpul. Saat ini LPPLU telah mewujudkan rumah singgah (home care service) sebagai tempat bersosialisasi dan tempat melakukan aktivitas produktif membuat makanan olahan dan kerajinan bordir dan handicraft lainnya. Karya yang dihasilkan dipamerkan dan dijual pada saat kami mengadakan kunjungan ke rumah singgah yang masih mengontrak rumah di Jl. Kol. Achyar C g Keluraga No. 1 Kelurahan tangsi Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai. di usia 85 tahun masih gesit dan lantang memimpin LPPLU. Beliau senantiasa berbuat untuk kepentingan masyarakat sosial. Apapun yang ditempuh Ibu Rohana Ridwan semata-mata beliau menginginkan agar bangsa Indonesia terutama kaum perempuan lansia menjadi warga yang memiliki manfaat di akhir kehidupannya, dan memiliki manfaat sosial agar terlepas dari rasa kesepian dan merasa dibuang. Untuk mengenal beliau lebih jauh berikut biodata yang sempat kami rekam. Ibu Hj. Rohana Ridwan lahir di Bukit Tinggi, 26 Desember 1926. Dengan latar pendidikan SD MIS Belanda Bukit Tinggi Sumatra Barat Tahun 1946, SLTP (Modevak School Jurusan Imona, INS) Tahun 1949, SLTA (SGKP Negeri Jurusan Bahasa Inggris) Padang Tahun 1955, Fakultas Hukum Universitas Islam Sumatra Utara Tahun 1973. Dengan pendidikan yang mapan beliau memulai karir menjadi seorang guru SRT Keutamaan Putri Bukit Tinggi Tahun 1947-1951, guru SGKP Aisyiyah Tahun 1951-1956 di Bukit Tinggi, Kepala sekolah

SKP Tahun 1956-1963, Kepala sekolah SGKP Taman Putri Binjai Tahun 1958-1963, Pembina Putri Pramuka Kabupaten Langkat tahun 1980, Ketua Korps Wanita Veteran RI Tahun 1991 sampai sekarang, Ketua Peranita Legiun Veteran RI Kota Binjai Tahun 2002 sampai sekarang, Ketua LPPLU Kota Binjai Tahun 2003 sampai sekarang, Wakil ketua I Lembaga Pemberdayaan Perempuan Lanjut Usia Sumatra Utara. Perkawinan dengan H.M. Ridwan rasyid dikarunia 4 putra dan 5 orang putrid yang kesemuanya sukses di pendidikan dan kehidupan berkat kerja social yang dilakukan ibunda Rohana. Salah satu putrinya menjadi ahli farmasi dan tinggal di Amerika Serikat. Penghargaan yang pernah beliau dapatkan adalah tanda penghargaan oleh panitia pasar malam amal bhakti Bukit Tinggi tahun 1956, penghargaan Hari pendidikan Binjai tahun 1961, penghargaan HUT Kemerdekaan RI ke 20 Langkat tahun 1962 di Binjai, Penghargaan Bupati Kabupaten Langkat tahun 1977, Anugerah Kehormatan Veteran RI tahun 1981 oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan Letjen Sudomo, Penghargaan Ibu Teladan Sumatra Utara tahun 1988, penghargaan ibu teladan nasional II tahun 1989, penghargaan PMI tahun 1966, dan penghargaan wakil ketua PKK selama 20 tahun dari Gubernur Sumatra Utara tahun 1998. Kiprah dan perjuangan beliau kepada bangsa tercinta ini menunjukkan bahwa peradapan kaum perempuan tidak lagi hanya berkisar masalah domestic tapi ikut terlibat dalam pekerjaan social. Hal ini tidak lepas dari keberhasilan ikon perempuan Indonesia, Ibu Kartini. Perempuan yang mewakili jati diri Indonesia, perempuan cerdas yang menginspirasi, open minded, tidak cepat putus asa, tetapi tetap menyadari fitrahnya sebagai perempuan. Emansipasi sebagai wujud peradapan perempuan yang ditunjukkan Kartini bukanlah liberalisasi, bukan pula feminisasi. Perjalanan Kartini adalah perjalanan panjang, belum sampai tujuan, tetapi masih dalam proses. Melalui kiprah nyata Ibu Rohana perempuan 85 tahun masih menunjukkan eksistensinya dengan mendedikasikan dirinya dalam kegiatan social dan kerelawanan. Bagaimana generasi muda penerus bangsa akan memaknai kearifan yang sudah dicontohkan oleh Ibu Rohana-ibu Rohana di negeri ini. Kalau saja muncul 100 saja Ibu Rohana-ibu Rohana berikutnya persoalan social di negeri ini akan menemukan jalannya. Peradapan perempuan yang di perjuangkan Kartini tersirat pada isi Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 oktober 1902. Seorang kartini tetap kembali kepada fitrah, perempuan harus cerdas, mengejar cita-citanya, kejar ilmu setinggi mungkin, bukan obsesi mengalahkan pria, tetapi untuk kepentingan abadi, karena seorang ibu memiliki tugas mulai yaitu pendidik awal bagi manusia baru. Saya sangat berharap akan hadir ibu-ibu baru yang cerdas dan memiliki dedikasi social yang akan melahirkan generasi baru mendatang yang humanistic, memiliki kepekaan nurani, moral dan spiritual. Ibu yang akan membawa generasi mendatang dari kegelapan bangsa ini ke jalan terang benderang menyongsong Fajar. “Habis Gelap Terbitlah Terang� Asri Wijiastuti Sekretaris I BK3S Jatim

Edisi Edisi45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

15

liputan daerah

KUNJUNGAN KE RUMAH KASIH SAYANG DI PONOROGO Menurut berita, empat bulan yang lalu, tepatnya tanggal 11 Juli 2011 Menteri Sosial Republik Indonesia Dr. Salim Segaf Al Jufri telah meresmikan “Rumah kasih Sayang” did esa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo. Rumah itulah yang jadi daya tarik bagi tim warta sosial BKKKS Provinsi Jawa Timur untuk mengunjunginya. Setelah berkonsultasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan sekaligus dengan Kepala Desa Krebet diputuskan pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 07 dan 08 Oktober 2011 untuk datang berkunjung. Pada hari jumat pagi jam 05.00 pagi tim yang terdiri dari 4 (empat) orang termasuk sopir berangkat menuju Kabupaten Ponorogo. Perjalanan cukup lancar, jam 10.00 sudah sampai di Kantor Kabupaten Ponorogo. Dikantor itu tim menanyakan alamat Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ponorogo. Setelah dicari, ternyata kantor itu sudah pindah ke tempat lain. Tim terus bergerak mencari lokasi, alhamdulilah ditemukan. Ternyata benar-benar baru pindah. “Baru boyongan pak, mohon maaf” celetuk seorang pegawai. Tim ditemui oleh 3 orang pejabat yaitu Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta 2 orang Kasubid dan 1 orang diantaranya Kepala Rehabilitasi Sosial, “mohon maaf pak, saya orang baru di Dinas ini, jadi belum tahu apa-apa, saya pindahan dari kantor lain”, ujar Kepala Dinasnya. Kemudian mereka menceritakan bahwa di Kabupaten Ponorogo ada “Kampung Idiot” di Desa Krebet. Hal ini disebabkan karena kekurangan garam yodium dan kekurangan

16

Edisi 44 45/Januari/2012 / Juni / 2011

warta sosial

gizi, disini juga ada “Kampung Gila” di desa Paringan Kecamatan Genangan, disitu ada Puskesmas Pembantu untuk melayaninya. Waktu ternyata sudah jam 11.20, tim pamitan untuk sholat jumat di Masjid Agung Kabupaten Ponorogo. Setelah berwudhu tim berpencar mencari tempat sendirisendiri setelah sholat tahiyatul masjid, kemudian tiba tiba terdengar suara dur…dur…!!! Keras sekali, cukup memekakan telinga, ternyata itu suara bedug yang diletakkan di ruangan masjid sebelah kiri belakang. Khutbahnya bertema seruan Majelis Ulama Indonesia tentang bahaya terorisme. Selesai sholat jumat langsung mencari Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ponorogo di Jl. Brigadir Suprapto, setelah sampai ternyata gedungnya sedang dibangun kembali menjadi 2 lantai. Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ponorogo sementara pindah ke Jl. Cempaka No. 14, kemudian dicari dan ketemu Kantor Biro Perjalanan Haji. Mana kantor statistiknya? Ternyata ada di lantai 2, Kepala Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ponorogo masih diluar kantor dan Tim ditemui oleh Kepala Tata Usahanya, seorang putri setengah baya, yang serius menghadapi tim. Sesuai keperluan tim, dia menyodorkan buku statistic tahun 2011 untuk mencari data yang diperlukan. Dibuka pada halaman daftar isi, dia langsung tanya, “Bapak bawa flashdisk?”, bawa, jawab anggota tim”. Langsung dia ambil diproses oleh stafnya dan tim membawa flashdisknya.

Keluar dari Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ponorogo tim berangkat mencari makan siang dan ketemu “angkringan sate ayam Ponorogo”, salah satu angkringan bernama pak Gareng, seingat dulu, di sini Pak Bagong mungkin generasi barunya, rasanya masih sama dengan yang dulu, tetat originale. Selesai makan, mobil meluncur langsung menuju Desa Krebet Kecamatan Jambon, kondisi jalan rata-rata cukup baik, hingga perjalanan lancar, mungkin karena kemarau panjang, hutan-hutan di kanan kiri jalan tampak kering kerontang, hampir tiada daun hijau, rata-rata kuning kecoklat coklatan, terasa gersang sekali. Setelah sampai dan lewati perkampungan penduduk, tampak perumahan penduduk rata-rata lebih baik dari masa yang lalu, rumah gedek dipinggir jalan hampir tiada tampak, yang tampak mencolok ditengah tengah rumah-rumah papan, berdiri rumah-rumah mewah yang megah dengan warna cat yang ngejreng, terkesan rumah-rumah itu agak “angkuh” dibanding dengan tipe bangunan perumahan pedesaan Jawa yang rata-rata disitu “doro gepak” sangat sedikit sekali yang tipe joglo. Di dalam mobil tim menebak bahwa rumah-rumah mewah itu milik para tenaga kerja yang bekerja diluar negeri. Sekitar pukul 15.30 tim sampai dirumah Kepala Desa Krebet, yang bentuknya hampir serupa dengan rumah mewah megah lainnya. Oleh Kepala Desa tim dibawa ke rumah sebelahnya yang juga tak kalah megahnya, yang diperuntukkan menginap tim warta sosial, sambil beres beres Kepala Desa menanyakan acara tim di desanya. Tidak panjang lebar, mungkin dia tipe orang hemat bicara, langsung kesasaran, ia menjelaskan Bapak Menteri Sosial membangun rumah diatas tanah desa, kemudian tim dari Temanggung melatih 20 orang Kader Desa Krebet. Bapak Menteri memberi makan untuk 104 orang pasien (mungkin yang dimaksud adalah client) penderita di Desa Krebet. Kepala Desa menutup pembicaraannya dengan “disini tidak ada yang masak, makan nati malam kita ke warung”. Setelah sholat magrib tim berangkat , rupanya pak Kepala Desa berhalangan dan tim mencari pedagang makan disekitar perempatan jalan di Desa Krebet, karena masih kangen sama sate ayam Ponorogo, ya cari sate ayam lagi, setelah duduk, ternyata tulisannya Sate Ayam dan Kambing Madura, ngak apa apa sama sama satenya. Anggota tim menanyakan asal tukang sate, ternyata dari Bangkalan, sudah 11 tahun jualan sate disini, sate Madura didaerah sate ayam Ponorogo, ternyata kompetitif juga, jualannya disitu habis juga, pantas sudah bertahan 11 tahun. Besok hari Sabtu tanggal 08 Oktober 2011 pagi jam 08.00 tim sambil sekalian pamitan meluncur mencari warung makan pagi, ternyata tidak menemukan, terus saja meluncur sambil tanya sana sini menuju Rumah Kasih Sayang, ternyata rumah itu ada dipinggir jalan desa, berlantai, tembok dan keramik serta berangka kayu tanpa dinding beratap genting dengan ukuran + 100 m2 , dibelakang ada dapur dan 1 kamar ukuran masing-masing + 6 m2 dan dibelakangnya ada 2 toilet. Dari lahan seberang jalan melewati ruang Rumah Kasih

Sayang menjulur selang plastic hijau, tampaknya aliran air untuk mengisi ember-ember persediaan air didapur dan bak-bak di toilet. Salah seorang dari kader menggelar tikar dan seorang lagi membawa 4 gelas kopi dan biscuit, Alhamdulillah, dapat sarapan pagi, sambil masak 6 kader yang memasak didapur itu ditanya anggota tim tentang berbagai hal, malah salah satu tim sambil membantu“deplok” cabai untuk bumbu. Tim juga Tanya sana sini kepada tetangga Rumah Kasih Sayang. Dari dokumentasi Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, tim mencatat di 4 Kecamatan terdapat 670 orang penyandang cacat dan sakit jiwa yang tersebar di Kecamatan Jambon 322 orang, 89 orang di desa Krebet dan di Desa Sidoharjo 283 orang, di Kecamatan Badegan di desa Dayakan 117 orang, di Kecamatan Balong di desa Pandak 54 orang, di desa Karang Patihan 43 orang, di Kecamatan Jenengan, masing-masing di desa Paringan 60 orang, didesa Tanjungsari 40 orang, didesa kemiri 30 orang dan didesa Merica 19 orang, sedang di dokumentasi Rumah Kasih Sayang Desa Krebet terdapat 104 orang client yang terdiri dari tuna grahita 35 orang (laki-laki 19 orang dan perempuan 16 orang), tuna daksa 23 orang (laki-laki 10 orang dan perempuan 13 orang), tuna rungu wicara 24 orang (laki-laki 10 orang dan perempuan 14 orang), tuna netra 9 orang (laki-laki 4 orang dan perempuan 5 orang), dan tuna laras (psikotik) laki-laki dan perempuan 13 orang. Adapun susunan umunya terdiri dari balita (0 - 5 tahun =

3 orang), anak-anak (6 - 12 tahun = 5 orang), remaja (13 - 19 tahun = 5 orang), dewasa (20 - 59 tahun = 77 orang) dan lansia (60 tahun keatas = 14 orang). Hingga saat tim berkunjung ke Rumah Kasih Sayang dan kesebagian rumah penyandang cacat dan psikotik, pelayanan yang diberikan oleh Rumah Kasih Sayang baru sebatas mengirim nasi bungkus untuk tiga kali makan, yang dikirimkan 2 kali yaitu pada pagi hari sekitar jam 08.00 - 09.00 dan sore hari sekitar jam 15.00 - 16.00 untuk makan siang dan makan malam. Tampak kesibukan 6 orang kader Rumah Kasih Sayang yang dalam pekerjaan-pekerjaan adalah belanja, memasak, membungkus makanan dan mengantarkannya sampai dirumah rumah 104 orang client. Ada pembagian diantara kader untuk mengantarkan makanan ke client-client tertentu, sentuhan para kader kepada client relative sangat minim, kecuali komunikasi selintas dengan para cient, tampak komunikasi kader dengan client cukup baik tak terkecuali dengan client Psikotik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Rumah Kasih Sayang masih sangat jauh dari maksimal, selain kader yang bekerja hanya 6 orang dari 20 kader yang sudah dilatih, juga tidak ada pelayanan lain dalam bidang rehabilitasi sosial dan rehabilitasi mental serta psikotik terhadap client. Mudah mudahan tidak dalam waktu lama lagi, akan dilaksanakan pelayanan prima bagi client-client ini seperti apa yang diharapkan oleh Kepala Desa Krebet, semoga. (MS)

Edisi Edisi45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

17

liputan daerah

SEKILAS MELIHAT TANDON DAN PIPA AIR DI DUKUH SIDOWAYAH

Pada tahun 1992, Kanwil Departemen Sosial Provinsi Jawa Timur telah membangun tandon air pada sumber air di lereng Pegunungan Rajekwesi yang jauhnya 2,5 KM dari Dukuh Sidowayah, Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo. Tandon ini pernah tertimpa longsor dan masyarakat Dukuh Sidowayah bergotong royong merehabilitasinya dan menanam pohon-pohon di sekitar tandon itu. Untuk dapat mengalirkan air dari tandon ke perkampungan, BKKKS Provinsi Jawa Timur membangun tandon air diujung perkampungan. Dengan pipa-pipa air dialirkan ke perumahan penduduk. Sejak tahun 1994 LSM PLAN masuk Desa Krebet dan bersama masyarakat melanjutkan pembangunan tandon-tandon hingga berjumlah 63 buah. Disamping program air, PLAN juga membantu masyarakat dengan program pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Kondisi ini sudah dilaporkan oleh Warta Sosial edisi 30/Th. VI/Juni/2004 pada kolom Potret Desa. Pada tahun 2011 ini, tepatnya pada bulan Oktober Tim Warta Sosial berkesempatan berkunjung ke Rumah Kasih Sayang di Desa Krebet Kecamatan Jambon “Wah kebetulan bisa sekaligus lihat tandon airnya� pikir tim Warta Sosial, eh ternyata kata Kepala Desa Krebet sekarang Pak Jamiran sejak tahun 2007,

18

Edisi 44 45/Januari/2012 / Juni / 2011

warta sosial

Desa Krebet sudah dimekarkan menjadi 2 desa, yaitu Desa Krebet dan Desa Sidoharjo dan Dukuh Sidowayah termasuk Desa Sukoharjo. Karena waktu sangat terbatas tidak sempat bertemu Kepala Desa Sidoharjo. Tim mencari sendiri dukuh Sidowayah berdasar petunjuk Kepala Desa Krebet. Berbekal info tersebut Tim bersusah payah untuk mencari keberadaan tandon dan pipa air tersebut dikarenakan daerah dan medan berbeda jauh dari beberapa tahun yang lalu, setelah bertanya tanya kepada beberapa penduduk asli desa tersebut akhirnya Alhamdulilah bisa ketemu juga tandon dan pipa air yang dibangun BKKKS Provinsi Jawa Timur pada tahun 1992 tersebut walaupun harus berjalan kaki karena medan yang tidak bisa dilalui mobil. Tandon yang pernah dilaporkan Tim Warta Sosial 7 tahun yang lalu itu tetap masih bermanfaat untuk masyarakat dukuh Sidowayah, namun dengan berjalannya tahun kondisi sekitar tandon memang butuh perbaikan. Dari informasi beberapa warga disekitar keberadaan tandon air tersebut menyampaikan bahwa tandon air ini sangat bermanfaat sekali karena warga tidak perlu lagi jaun jauh ke lereng gunung untuk mengambil air karena sudah dapat dialirkan ke rumah-rumah warga. (MS)

Ny Sri Soedarsono dilahirkan pada tanggal 8 Oktober 1938 di Pare - Pare, Sulawesi Selatan. Oleh orang tuanya diberikan nama Sri Redjeki Chasanah. Dalam bahasa Jawa Sri selalu digambarkan sebagai gadis muda yang cantik, redjeki adalah berkah yang diberikan Tuhan kepada mereka sedangkan chasanah dalam bahasa Arab berarti kebaikan. Sri Redjeki Chasanah, sebuah nama yang sarat arti ; seorang gadis muda yang cantik dan diharapkan membawa banyak berkah dan memberikan kebaikan. Sebuah nama yang diberikan pasangan suami isteri itu merupakan perpaduan nama Jawa dan Islami. Ini karena asal usul kedua orang tuanya. Ibunya adalah seorang asal Jawa, sedangkan sang ayah seorang lelaki muslim asal Sulawesi yang sarat dengan nuansa Islami. Oleh karena itu, tak heran jika kedua pasangan suami isteri itu memberikan nama untuk anaknya yang merupakan perpaduan antara bahasa Jawa dan nuansa Islami. Ibu Sri memiliki delapan bersaudara dan beliau merupakan anak ke enam. Mereka terdiri dari Titi Sri Sulaksmi Mathofani, Sutoto Moh Duhri, Alwini Karsum, Baharuddin Jusuf, Junus Efendi, Sri Redjeki, Sri Rahayu, dan Suyatin Abd. Rahman.

Masa Kecil, Kemandirian dan Pentingnya Sebuah Pendidikan Kehidupan bahagia Ibu Sri bersama ayah dan ibu yang mencintai dan dicintainya tiba-tiba terengut pada 3 September 1950. Hal ini dikarenakan, ayah Sri meninggal ketika Ibunya baru berumur 36 tahun dan sedang Edisi Edisi45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

19

mengandung adiknya yang berumur tujuh bulan, sedangkan saat itu, Ibu Sri sendiri baru 12 tahun. Ibu Sri mengaku kurang merasakan peran dari ayah. Hal ini karena dirinya ditinggalkan ayahnya ketika masih kecil. Tapi ayah beliau telah mendidik dalam kejujuran, kesempatan untuk belajar, menjalankan agama yang bagus, dan harus sekolah. Setelah sang ayah meninggal, Ibu Sri dan saudarasaudara yang lain ditempa ibunya. Ibunya yang memegang kendali. Pendidikan ibunya begitu kuat. “Anak-anaknya diajarkan untuk hidup mandiri, semua anaknya dididik untuk bekerja dan bisa melakukan segala hal� kenang beliau. Meski tidak gampang menanggung delapan orang anak, tetapi tekad ibunya, untuk mandiri dan begitu besar dalam mendidik anak-anaknya. �Dia bekerja untuk membesarkan anak-anaknya,�lanjut beliau mengenang ibunya. Sepeninggal ayahandanya, otomatis ibundanyalah yang menghidupi dan membesarkan kedelapan anakanaknya. Dia telah bertekad untuk membesarkan anakanaknya dan mewujudkan cita-cita almarhum suaminya untuk memajukan pendidikan bagi anak-anaknya. Sebagai seorang yang telah ditinggal suami, tidaklah mudah. Bukan saja harus memikirkan biaya hidup sehari-hari, tetapi juga memikirkan masa depan dan pendidikan anak-anaknya. Masalah pendidikan inilah yang paling diutamakan. Menurut beliau pendidikan adalah warisan yang tak bisa ditawar-tawar lagi untuk

20

Edisi 45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

masa depan anak-anaknya. Beliau sangat menyadari bahwa pendidikan adalah modal utama untuk membangun masa depan anakanak yang lebih baik. Hal itu terutama ditujukan untuk anak laki-lakinya. Karena itu tidak heran kalau ibunya begitu sungguh-sungguh memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Ibunya sangat yakin, jika pendidikan anak-anaknya baik, maka kelak masa depannya akan lebih baik. Pada tahun 1950, keluarga besar Ibu Sri pindah ke Bandung, sebuah kota yang pada akhirnya akan memberi pelajaran panjang dan turut menentukan sejarah dalam kehidupannya kelak. Ibu Sri tampaknya tidak saja ditempa menjadi perempuan mandiri di Bandung melainkan selalu peduli memikirkan orang lain. Benih-benih jiwa sosial dan peduli dengan lingkungannya mulai berkembang dalam dirinya. Seusai menyelesaikan pendidikan di SMP Ursula, dia melanjutkan ke Sekolah Asisten Apoteker (SAA) di Bandung. Dirinya memilih sekolah kejuruan di SAA lantaran ibunya tidak mampu menyekolahkannya ke perguruan tinggi. Karena itulah ibunya menyarankan untuk melanjutkan pendidikan ke kejuruan agar mudah bekerja. Sang Ibu memang lebih memprioritaskan anak laki-lakinya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi. Sedangkan anak-anak perempuan di arahkan ke sekolah kejuruan.

Masa Indah Bersama Pak Dar Setelah menyelesaikan pendidikan SAA, tak lama kemudian ia dilamar oleh seorang laki-laki bernama Soedarsono Darmosoewito. Ketika itu Soedarsono yang bekerja sebagai tentara menjadi ajudan Jenderal A. Haris Nasution atau biasa dipanggil Pak Nas. Ibu Sri menerima lamaran Soedarsono, apalagi ibunya sudah menyetujui hubungannya. Pernikahan tersebut dilangsungkan pada tanggal 18 Januari 1958 di rumah kediamannya di Bandung. Sejak itu resmilah Ibu Sri menjadi istri Soedarsono. Sejak itu pula namanya lebih dikenal sebagai Ny. Sri Soedarsono Darmosoewito. Bahkan kemudian ia lebih akrab dipanggil Ibu Dar. Dari hasil pernikahan tersebut mereka dikaruniai 4 orang anak yaitu tiga laki-laki dan si bungsu perempuan. Keempat anaknya itu yaitu Masmaryanto BA, DR. Ir. Ade Avianto Msc, Ir. Harry Rudiono, dan Drg. Sri Utami dan telah dianugerahi 13 cucu dan 2 cicit. Ibu Sri Soedarsono tiba di Batam tahun 1978, hal tersebut terkait dengan tugas sang suami Mayjen TNI (Purn) Soedarsono Darmosoewito yang mengemban tugas sebagai Ketua Badan Pelaksana (Kabalak) Operasi Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam (OPDIPB)

yang kemudian menjadi Otorita Batam. Sang suami dipercaya Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie yang saat itu menjadi Ketua Otorita Batam sekaligus juga kakak iparnya, untuk membangun Batam sebagai kawasan sentra industri. Ibu Sri Soedarsono sudah menyadari kondisi Batam yang masih perlu penanganan serius. Ketika suaminya diminta Pak Habibie untuk memegang Pulau Batam, beliau sudah diberitahukan tentang kondisi Batam. Akan tetapi sebagai seorang istri yang taat tehadap suami beliau selau siap mendampingi kemana saja sang suami berpindah tempat.

Selalu Berperan Aktif Dalam Kegiatan Sosial Beliau sudah aktif menjadi relawan sosial sejak tahun 1968, pada saat sang suami masih menjadi seorang tentara beliau pernah menjadi Ketua Persit. Selain itu beliau juga pernah menjadi salah satu Ketua DNIKS pada masa Bapak Bustanil dan Bapak M. Noer (Alm). Bu dar “sapaan akrab beliau� selalu memunculkan hal-hal yang

inofatif khususnya dalam bidang kerelawanan sosial dan pendidikan serta kesehatan, pada tahun 1985 an beliau pernah melatih lebih kurang 400 relawan di Batam. Dalam kegiatan sosial beliau selalu mengembangkan sayapnya, hal ini ditandai di bidang kesehatan di tahun 1984 berawal dari pemikiran Ibu Dar, untuk membantu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak di pulau Batam. Kemudian dengan dukungan Dr.Soemarno, selaku Ketua Perhimpunan Budi Kemuliaan Jakarta, maka niat mulia itupun terwujud, dengan berdirinya Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Budi Kemuliaan Batam yang diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI pada tanggal 8 Oktober 1984.

Balai Pengobatan dan rumah bersalin berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada semua lapisan masyarakat, termasuk diantaranya kelompok sosial masyarakat tertinggal (suku laut) dan masyarakat dari daerah yang sulit dijangkau; kelompok sosial resiko tinggi (penghuni kompleks WTS, pekerja kasar, buruh Industri). Bahkan saat ini pada lokasi-lokasi tertentu telah didirikan Balai Pengobatan Pembantu. Sesuai dengan perkembangan dan tantangan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih baik, maka pada tanggal 8 Oktober 1933, betepatan dengan hari jadinya yang ke-IX, Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan mengembangkan diri menjadi Rumah Sakit Budi Kemuliaan - Batam. RS. Budi Kemuliaan Batam tetap berpedoman pada tujuan awal serta selalu berusaha meningkatkan peran sertanya dalam pembangunan kesehatan bangsa melalui pelayanan dan penyiapan sumber daya manusia potensial dalam bidang kesehatan. RS. Budi Kemuliaan juga menyelenggarakan Pusat Penelitian dan upaya pencegahan penyakit menular seperti HIV/AIDS dan Hepatitis B bekerja sama dengan berbagai instansi terkait dalam dan luar negeri. Selain dibidang Kesehatan dalam bidang pendidikan Pada tahun 2008 Suatu gagasan yang luar biasa juga telah muncul, hal ini dengan didirikannya Sekolah Luar Biasa atau SLB Agro Industri yang mengajarkan anak berkebutuhan khusus dengan keterampilan di bidang industri pertanian diresmikan di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sekolah ini akan menjadi percontohan di tingkat nasional karena baru sekolah ini yang mengajarkan pertanian bagi anak berkebutuhan khusus. Yayasan Penyantun Wiyata Guna Sri Soedarsono adalah yang mendirikannya, Ibu Dar menyampaikan bahwa SLB ini nantinya menjadi sekolah berbasis inklusif yang menampung siswa berkebutuhan khusus dan siswa yang tidak mampu. Semua siswa akan diberikan keterampilan pertanian, seperti pertanian jamur dan sayuran serta pemeliharaan ayam, sapi, dan ikan. Dalam bidang pendidikan di Batam beliau juga begitu konsen, disini ia bersama beberapa teman seperjuangan kemudian mendirikan Ikatan Keluarga Batam (IKB) yang selanjutnya berubah menjadi Yayasan keluarga Batam (YKB). Lembaga ini yang merintis sekolah-sekolah Kartini hingga terus berkembang. Ibu Dar begitu energik dalam segala hal dan tidak tampak beliau sudah memasuki usia ke 74 tahun. Di akhir pembicaraan beliau berpesan pada generasi muda bahwa kunci sukses kehidupan ini adalah pentingnya sebuah pendidikan dan beliau juga akan selalu menjadi contoh sauri teladan bagi generasi muda. (AS)

Edisi Edisi45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

21

KETELADAN WARISAN NILAI-NILAI (ALMH) IBU GRIETJE SOETOPO VAN EYBERGEN DALAM MEMBANGKITKAN KEMULIAAN, KELUHURAN BUDI, DAN KEPEKAAN NURANI ANAK NEGERI

Pantang Menyerah Pasti Berhasil Ibu Grietje Soetopo van Eybergen (lahir di Rotherdam Belanda, 18 Oktober 1912– meninggal di Jakarta, 7 September 2011 pada umur 99 tahun) adalah pendiri Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta (YPAB) Surabaya. Beliau bersama suaminya Profesor Dr. M. Soetopo pada 9 Maret 1959 mendirikan sekolah untuk anak buta di garasi rumah mereka. Mereka tidak pernah meminta biaya apa-apa, dengan motto “Yakin Pasti Akan Berhasil”. Ibu Grietje Soetopo van Eybergen menurut orang-orang yang pernah dekat dengan beliau adalah sosok perempuan yang tegas, disiplin tetapi berhati sangat lembut, dan dermawan. Ibu Grietje Soetopo adalah seorang perempuan yang mempunyai komitmen yang kuat pada pendidikan untuk anak buta. Pada zamannya Ibu Grietje Soetopo termasuk salah satu dari segelintir istri Mentri Kesehatan pertama Indonesia yang percaya bahwa diskriminasi terhadap anak buta, termasuk kesempatan untuk mendapat pendidikan adalah tindakan semenasemena dan harus dilawan. Dengan kecerdasan, keberanian, pengorbanan serta perjuangannya Ibu Gritje Soetopo melawan ketidakadilan untuk perubahan nasib anak buta. Dimata anak-anak Ibu Grietje Soetopo adalah lentera bagi mereka untuk mendapatkan kesempatan berjalan dalam terang. Ibu Grietje Soetopo adalah mata hati dan pembimbing anak-anak buta, tanpa pamrih, hanya satu yang dituntut beliau dari anakanak “jangan pernah menyerah pasti berhasil”. Menurut anakanak beliau adalah sosok yang tegas tetapi sangat mencintai anak-anak buta. Saking cintanya beliau menginstruksikan

22

Edisi 45/Januari/2012 44 / Januari 43 Juni / 2011 / 2011

warta sosial

Pemberian Penghargaan dari BKKKS Jawa Timur

untuk membebaskan anak-anak dari tugas mencuci baju, memasak, dan pekerjaan keseharian. Anak-anak buta hanya boleh belajar. Kepercayaan yang diberikan kepada beliau dan ketulusan tanpa batas yang beliau berikan membuat anak-anak terbuka harapan bahwa mereka bisa berhasil berjalan dalam terang menyongsong fajar. Beliau selalu memperjuangkan untuk membantu hak-hak anak-anak buta dan terlantar mendapatkan pendidikan yang layak. Nilai-nilai yang beliau wariskan akan memberikan tauladan kepekaan nurani dan moral. Sikap sabar, ulet, telaten, dan cermat yang merupakan entitas kebersahajaan dan kejujuran. Beliau mewariskan budaya “proses” dalam mencapai sesuatu. Beliau tunjukkan dalam perjuangan mendirikan sekolah anak buta melalui budaya proses, dimulai pada Tahun 1956 dengan mengirimkan guru untuk mengikuti pelatihan ke Institut Tunanetra Bandung. Pada tahun 1957 sekolah TK untuk anak buta dibuka. Sekolah berlokasi di Jalan Tegalsari No. 56. Surabaya. Pada tanggal 9 Maret 1959 disahkan akta Notaris dan pada tahun 1965 sejumlah 3 siswa mengikuti ujian sekolah dan dinyatakan lulus. Pada tahun 1966 mendirikan sekolah SMP dengan 3 siswa. Setelah hampir 52 tahun berdirinya YPAB (2011) sekolah yang berlokasi di Jl. Tegalsari 56 dan Jl. Gebang Putih 5 Surabaya di area lahan seluas 10.600 m2. Anak sejumlah 23 siswa SMP dan SMA, yang tinggal di Asrama sejumlah 14 siswa. Sedangkan siswa TK/SD sejumlah 43 siswa. Ibu Grietje Soetopo dimata kepala sekolah dan guru. Beliau sosok ibu yang sangat perhatian kepada guru baik awas maupun buta. Terlebih apabila seorang guru buta yang miskin tutur P. Eko Purwanto kepala sekolah YPAB. Ibu Grietje setiap kali datang di Gebang Putih selalu berkeliling untuk memeriksa kebersihan lingkungan sekolah dan asrama. Apabila beliau menemukan ada kaca kotor beliau akan langsung menegur tuturnya. Beliau juga sosok yang sangat disiplin, saat anak-anak berlatih angklung posisi tubuh harus tegak, apabila ditemukan ada anak posisi tubuhnya miring-miring maka P. Eko ditegur selaku Pembina angklung . saat berlatih harus serius tidak boleh bergurau. Beliau juga akan mengoreksi guru yang duduk dengan posisi kepala disandarkan pada sandaran kursi. Guru harus posisi tegak di kursi.

Beliau juga mewariskan dunia pendidikan yang memanusiakan manusia secara utuh, lahir dan batin, lebih diorientasikan pada hal-hal dengan sentuhan nilai moral, kemanusiaan, dan kemuliaan budi. Beliau juga tidak akan tinggal diam apabila teman-teman tunanetra belum mendapat pekerjaan maka mereka akan di rehabilitasi untuk mendapatkan kepercayaan diri sampai diangkat menjadi PNS. Beliau akan memperjuangkan guru tunanetra yang diangkat di luar YPAB untuk tetap dipertahankan di YPAB tutur P. Rila Guru penyandang tunanetra yang menurut teman-temannya adalah guru kesayangan beliau. Beliau menyukai irama musik riang untuk lagu-lagu yang dibawakan anak-anak melalui angklung tuturnya. Beliau akan memberikan apresiasi permainan bagus kepada pembina angklung apabila audiens ikut terlibat riang bernyanyi dan merespon penampilan anak-anak. Apabila penonton tidak antusias maka beliau akan menegur Pembina angklung. Hal senada pernah dialami oleh P. Tjuk pada thaun 2005 pada saat anak-anak diundang bermain angklung di Gubernuran dalam acara peringatan Hipenca. Meskipun kesalahan terletak pada panitia. Beliau menegur oleh karena anak-anak saat pentas para tamu undangan utama sudah pada pulang mengikuti mentri sosial yang meninggalkan acara. Beliau mengatakan untuk siapa anak-anak bermain. Nilai yang beliau wariskan melalui kesenian angklung ini adalah kecerdasan hati nurani, emosi, dan spiritual. Imbasnya, apresiasi keluaran pendidikan terhadap keagungan nilai humanistik, keluhuran dan kemuliaan budi menjadi tumbuh. Ibu Grietje Soetopo dimata komunitas pada acara mengenang beliau oleh Dewankota, adalah sosok yang mampu menginspirasi, memotivasi, dan memberikan energizer pengabdi sosial yang sedang berjuang seperti yang dituturkan B. Titik Winanti. Beliau juga sosok yang sangat menjaga kesehatan, porsi makan sedikit dengan lauk yang selalu dicari adalah tempe dan tahu tutur B. Yuni salah satu pengurus YPAB. Beliau sangat perhatian dengan orang-orang disekitarnya dengan selalu mengingat hari ulangtahun dan selalu mengunjungi yang sakit tutur B. Yuni lebih lanjut. Dari hasil diskusi 52 tahun beliau mendedikasikan diri untuk kegiatan sosial terutama untuk komunitas tunanetra di negeri tercinta ini, tetapi pemerintah belum pernah memberikan penghargaan. Penghargaan justru beliau peroleh dari BK3S. Beliau memberikan contoh kepada kita semua sebagai manusia ukuran ke-empat adalah manusia tanpa ciri (tanpa tenger), yang memiliki rasa bebas, bebas dari rasa benci dan sukanya, senang dan susahnya. “Dudu aku lan dudu kowe” menemukan “jati diri” manusia. Manusia tanpa tenger inilah yang akan menemukan kebahagiaan sejati. Selamat jalan Ibu, Eyang semoga segala yang telah engkau ukirkan di negeri tercinta ini akan senantiasa menjadi tongkat penuntun menuju cahaya terang di kegelapan peradapan dan kebutaan hati yang sedang di rundung bangsa ini. Semoga Allah akan mencatat menjadi amalan yang akan menemani saat menghadap Sang Khalik. Oleh :

DR. Asri Widjiasturi (Sekretaris I BKKKS Jatim)

Edisi 45/Januari/2012

warta sosial

Edisi Edisi Edisi 4345/Januari/2012 /44Januari / Juni / 2011

warta sosial

23 23

Nama : Dra. Hj. Dijah Purnamasari K. W. lahir : Lumajang, 25 September 1961 Meninggal : Surabaya, 21 Desember 2011 Jabatan : Kepala Sekretariat BKKKS Provinsi Jawa Timur Teriring Doa Kiranya Allah SWT Berkenan Menerima Segala Amal Shalehnya dan Mengampuni Segala Khilafnya. Aminnn...

24

Edisi 44 / Juni / 2011

warta sosial

Sang Pemenang Engkau tahu bahwa hidup ini sangatlah keras dan penuh dengan rintangan. Engkau tahu bahwa perjalanan hidup ini amatlah terjal, dan selalu penuh dengan liku-liku Engkau tahu bahwa kenyataan tidaklah seindah harapan dan impian Bahkan engkau juga tahu bahwa apa diinginkan tak selalu harus tercapai Namun semua itu tidak membuatmu menyerah ataupun putus asa Dan juga sedikit pun tak menyurutkan semangat perjuanganmu Bahkan engkau seakan-akan cuek dan tak perduli dengan semua itu Dengan gigih dan penuh semangat, engkau tetap melangkah dan terus berjuang Walaupun pada akhirnya takdir harus menentukan semuanya Engkau telah pergi meninggalkan kami semua Mengoreskan kisah di dalam sanubari yang mendalam Namun semua itu bukanlah akhir segalanya Karena kepergianmu adalah kemenangan bagimu Dan engkaulah sang pemenang yang sebenarnya Terangkai dan tertulis puisi ini, tertuju untuk sang pemenang Bapak H. Rachmad Syamsudin, SH Selamat jalan sang pemenang, semoga engkau mendapat tempat yang paling mulia di sisi Allah SWT, Amin. Dari Eka Tutik Ismawati Alumni BSM Jakarta/Surabaya 27 November 2011

Edisi 44 / Juni / 2011

warta sosial

25

Nama lahir Meninggal

: Bapak Soelarso : Semarang, 11 Agustus 1929 : Surabaya, 21 Desember 2011

Dia menjadi Gubernur Jatim pada periode 1988-1993 menggantikan Wahono. Selanjutnya, jabatannya sebagai orang nomor satu di Jatim digantikan oleh Basofi Soedirman.

Teriring Doa Kiranya Allah SWT Berkenan Menerima Segala Amal Shalehnya dan Mengampuni Segala Khilafnya. Aminnn...

Nama : Peni Budiati Lahir : Malang, 21 November 1959 Meninggal : Malang, 21 November 2011 Jabatan : Wakil I Himpunan Wanita Penyandang Cacat Indonesia (HWPCI) Provinsi Jawa Timur Masa Bhakti 2006 - 2011

26

Edisi 44 / Juni / 2011

warta sosial

Teriring Doa Kiranya Allah SWT Berkenan Menerima Segala Amal Shalehnya dan Mengampuni Segala Khilafnya. Aminnn...

kronik

Sarasehan Memperingati Hari Pahlawan & Pengukuhan DPD Ikatan Relawan Sosial Indonesia (IRSI) Provinsi Jawa Timur & Kota Surabaya.

Setiap tahun kita mengenang jasa para pahlawan. Namun terasa, mutu peringatan itu menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah makin tidak menghayati makna hari pahlawan. Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung bersifat hanya seremonial saja. Memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang di Surabaya pada waktu itu. Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya. Kita wajib menundukkan kepala untuk mengenang jasa-jasa mereka. Hal inilah yang memotivasi BKKKS Provinsi Jawa Timur dan Yayasan BK3S Jawa Timur untuk menyelenggarakan sarasehan yang diikuti oleh generasi muda dengan tema “Penanaman Nilai-Nilai Kepedulian Sosial dan Kerelawanan” dengan besar harapan dapat mempererat integritas antar pelajar, rasa nasionalisme serta dapat memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa dan Negara dan juga sekaligus Pengukuhan Pengurus Ikatan Relawan Sosial Indonesia (IRSI) Provinsi Jawa Timur dan Pengukuhan Pengurus Ikatan Relawan Sosial Indonesia (IRSI) Kota surabaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 10 November 2011, bertempat di Gedung Pertemuan Yayasan BK3S Jatim (Sasana Bhakti Tribuana Tungga Dewi), Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya, dengan Narasumber DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE, Ibu Wowong Winarti (Director Executive Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia) dan Bapak Parni Hadi (Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa sekaligus

Ketua Umum Ikatan Relawan Sosial Indonesia Pusat). Peserta dan undangan sarasehan yang lebih kurang berjumlah 900 orang terdiri dari unsur pelajar SMA/SMK Surabaya, organisasi pemuda dan organisasi sosial tingkat Provinsi dan tingkat Kabupaten/Kota. Bertepatan dengan kegiatan sarasehan tersebut dan menindaklanjuti dideklarasikannya Ikatan Relawan Sosial Indonesia (IRSI) pada tanggal 10 November 2010 di tempat ini juga, maka pada tanggal 10 November 2011 juga dilaksanakan Pengukuhan Pengurus Ikatan Relawan Sosial Indonesia (IRSI) Provinsi Jawa Timur dan Pengukuhan Pengurus Ikatan Relawan Sosial Indonesia (IRSI) Kota surabaya. Dalam pengukuhan tersebut Bapak Parni Hadi selaku Ketua Umum Ikatan Relawan Sosial Indonesia (IRSI) Pusat dalam sambutannya menyampaikan bahwa “IRSI bukan saingan, apalagi musuh, pemerintah, orpol, ormas, LSM dan yayasan, melainkan mitra untuk berbuat kebaikan. IRSI siap membantu menjadi pelaksana amal-amal ibadah para mitra itu. Kalaupun terjadi persaingan adalah dalam kebaikan atau fastabiqul qairat atau berlomba dalam kebaikan dan Relawan sosial adalah orang yang dengan suka rela dan sukacita memberikan tenaga, pikiran/keahlian, waktu dan harta bendanya atau gabungan dari semuanya itu untuk membantu orang lain yang memerlukan tanpa pamrih, terutama untuk tidak mendapatkan imbalan financial. Semuanya itu dilakukan karena CINTA sebagai bentuk ibadah kepada Allah.”

Edisi45/Januari/2012 44 / Juni / 2011 Edisi

warta sosial sosial warta

27

kronik

Peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat (HIPENCA) Tahun 2011

Tanggal 03 Desember merupakan hari yang sangat spesial untuk para penyandang cacat, hal ini dikarenakan pada tanggal tersebut diperingati Hari Internasional Penyandang Cacat, untuk memberikan apresiasi kepada para penyandang dan sebagai agenda rutin tahunan BKKKS Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Yayasan BK3S Jawa Timur dan masyarakat peduli penyandang cacat menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat tahun 2011 di Halaman dan Gedung Yayasan BK3S Jawa Timur Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya selama 2 hari tanggal 03 dan 04 Desember 2011. Untuk tahun 2011 ini ada beberapa kegiatan yang cukup menarik dan juga ide serta gagasan kegiatan-kegiatan dalam peringatan tersebut murni dari para penyandang cacat. Kegiatan diawali dengan kegiatan renungan suci para penyandang cacat pada tanggal 03 Desember 2011 pukul 19.00 sampai dengan pukul 23.00 bertempat di Gedung Yayasan BK3S Jawa Timur. Berbagai kelompok penyandang cacat seperti cacat netra, cacat rungu wicara, maupun cacat tubuh dengan jumlah 400 orang berkumpul melakukan renungan suci, sebagai bentuk refleksi akan keberadaan Disable yang memiliki kemampuan serta hak yang sama dengan orang yang tidak cacat. Suasana renungan suci berlangsung sangat syahdu, dengan menyalakan lilin para peserta menyaksikan berbagai kegiatan. Masih dalam kegiatan renungan suci tersebut, Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Gedung BKKKS Provinsi Jawa Timur jadikanlah rumah kalian, tempat berkumpul untuk menyuarakan aspirasi, saya dukung sepenuhnya yang kalian kerjakan demi menyamakan hak di tengah masyarakat”. Pada keesokan harinya tanggal 04 Desember 2011 masih bertempat di Gedung dan Halaman Yayasan BK3S Jawa Timur berlangsung beberapa kegiatan yang sangat menarik. Kegiatan pada hari tersebut yaitu Jalan Sehat start dan finish di halaman Gedung Yayasan BK3S Jawa Timur dengan peserta penyandang

28

Edisi45/Januari/2012 44 / Juni / 2011 Edisi

warta sosial warta sosial

cacat dan undangan lebih kurang 2.000 orang, Pentas seni penyandang cacat, Pameran hasil karya penyandang cacat dan Pasar murah, Pemeriksaan kesehatan gratis bagi penyandang cacat serta Bantuan prothese dan orthese. Masih pada tanggal tersebut, terdapat kegiatan lainnya yang merupakan bentuk aspirasi atau tuntunan penyandang cacat kepada Pemerintah dan Kepolisian yaitu agar disediakan akses khusus ditempat umum dan dapat mengeluarkan SIM D untuk para penyandang cacat. Bentuk aspirasi tersebut adalah dengan dilaksanakannya touring motor penyandang cacat dengan peserta 100 motor dari DMI (Disability Motor Indonesia) dengan rute keliling Surabaya. Ditemui dalam kegiatan tersebut Abdul Sakur Ketua DMI Jawa Timur menyampaikan bahwa “Kami yang tergabung dalam Disabel Motor Indonesia (DMI) bisa menjadi pengendara motor yang baik, motor kami juga layak di jalan, tapi SIM D bagi Disable belum terealisasi. Maka kalau tidak punya SIM D, maka hak-hak kami akan hilang, kalau terjadi kecelakaan kita yang dirugikan”. Touring tersebut berhenti di depan Gedung Grahadi untuk membacakan tuntutan yang intinya meminta kepada Pemerintah agar disediakan akses khusus di tempat umum, sekaligus meminta kepolisian agar mengeluarkan SIM D. Ternyata keinginan dan harapan para penyandang cacat tidak betepuk sebelah tangan, setelah dilaksanakan mediasi di beberapa media akhirnya tepat beberapa minggu setelah kegiatan tersebut salah satu anggota DMI Surabaya telah mendapatkan SIM D dari Kepolisian. Dengan mengangkat tema “Peningkatan Mobilitas Penyandang Cacat Indonesia Mewujudkan Dunia Yang Lebih Baik Bagi Semua”. Diharapkan peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat tahun ini mampu memberikan hak yang sama serta perlakuan yang sama antar orang pada umumnya dengan penyandang cacat.

kronik

Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2011 di Taman Flora Surabaya

Taman Flora atau Kebun Bibit yang berlokasi di Jl. Manyar Surabaya, hari Minggu, 10 Juli 2011 tampak begitu semarak dengan kehadiran ratusan anak-anak. Mereka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2011 yang diprakarsai oleh BKKKS Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Yayasan BK3S Jawa Timur dan masyarakat peduli kesejahteraan anak dengan mengadakan berbagai lomba untuk anak-anak dengan tema “Anak Indonesia yang Sehat, Kreatif dan Berakhlak Mulia.” Peserta kegiatan tersebut diikuti lebih kurang 400 anak-anak dan undangan dari 19 organisasi anak disekitar Kota Surabaya, mereka berpartisipasi dalam lomba-lomba yang diadakan, yakni lomba menghias dan melukis caping, lomba deklamasi, dan berbagai pentas seni. Peserta acara tersebut tidak hanya anak-anak dari Panti Asuhan saja yang larut dalam kegembiraan ini, akan

tetapi juga anak-anak dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) dan anak jalanan. Antusiasme tak hanya tampak pada para peserta juga para pengunjung Taman Flora. Hal ini dibuktikan dengan ramainya pengunjung yang berkerumun baik di depan stage deklamasi maupun stage pentas seni. Dari beberapa penampilan karya seni terdapat salah satu penampilan yang cukup membuat bangga saat siswa SLB Karya Mulia membawakan karya seni tari yang memberikan bukti bahwa meski memiliki keterbatasan fisik, tetapi mereka tidak akan pernah terhambat dalam berkreasi khususnya dalam bidang seni. Dalam kegiatan tersebut Ketua Umum BKKKS Provinsi Jawa Timur Bapak DR. H. Tjuk Kasturi Sukiadi menyampaikan, tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk meningkatkan kepedulian, kesadaran dan peran aktif stakeholders serta masyarakat dalam bidang kesehatan, pemenuhan hak-hak anak, pemberian layanan pendidikan, dan gizi serta pencegahan kekerasan pada anak. Beliau juga menyampaikan acara ini akan membantu anak-anak untuk mengekspresikan kemampuan dan kreatifitas mereka dengan seni dan budaya. Dalam kesempatan yang lain Ketua Panitia Penyelenggara Bapak Drs. Paito menyampaikan bahwa adanya acara ini dapat membantu membuka wawasan masyarakat tentang pentingnya tumbuh kembang anak, dimana anak harus diberikan ruang sebebas-bebasnya untuk berkreasi dan berkembang, agar pada masa dewasanya kelak akan menjadi pribadi yang sehat, kreatif dan berakhlak mulia. Pada akhir kegiatan ini telah terpilih 20 pemenang untuk seluruh kategori lomba. Masing-masing 10 untuk lomba menghias caping dan lomba deklamasi puisi. Mereka yang menang dalam lomba tersebut akan mendapatkan uang pembinaan dan peralatan sekolah.

Buka Puasa Bersama Tahun 2011 Sebagai wujud kepedulian sosial dan dalam rangka memakmurkan Bulan Suci Ramadhan Tahun 1432 H/2011 ini, BKKKS Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Yayasan BK3S Jawa Timur dan masyarakat peduli telah menyelenggarakan acara buka puasa bersama dengan anak-anak panti asuhan, anak jalanan, penyandang cacat, lanjut usia, petugas sampah, tukang becak dan penjaga palang pintu kereta api serta para undangan yang lebih kurang berjumlah 700 anak/orang. Acara buka puasa bersama ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 13 Agustus 2011 dimulai jam 16.00 yang bertempat di Gedung BKKKS Provinsi Jawa Timur, Jl. Raya Tenggilis Blok GG. No. 10 Surabaya. Pada kesempatan acara tersebut BKKKS Provinsi Jawa Timur juga memberikan Penghargaan Kerelawanan Sosial kepada Ibu Rr. Suprapti Katidjo (Pekerja Sosial Masyarakat Kabupaten Gresik), Ibu DR. Hana Amalia Vandayani (Ketua dan Pendiri Yayasan Pondok Kasih) dan Ibu. Hj. Lilik Soepijah Soenandar Pryosoedarmo (Inisiator Utama dan Pendiri Yayasan BK3S Jawa Timur) atas kepeloporan dan kepedulian dalam melaksanakan kegiatan kesejahteraan Sosial di Jawa Timur yang diberikan secara simbolis oleh Ketua Umum BKKKS

Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. H. Tjuk Kasturi Sukiadi, SE. Sementara itu seluruh peserta tampak bahagia dengan digelarnya acara ini, “Kami sangat mensyukuri dengan diselenggarakannya buka puasa ini dan merasa diperhatikan BKKKS Provinsi Jawa Timur serta berharap selalu diundang tiap tahun” ucap Bapak Alex, salah satu pengurus Panti Asuhan yang diundang dalam kegiatan tersebut.

Edisi 44 45/Januari/2012 Edisi / Juni / 2011

warta wartasosial sosial

29

oase

SOICHIRO HONDA : "Lihat Kegagalan Saya" "Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya..."

Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi. Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki "raja jalanan". Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri "kerajaan" Honda - Soichiro Honda - diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. "Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya di sekitar mesin, motor dan sepeda," tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84

30

Edisi 44 45/Januari/2012 / Juni / 2011

warta sosial

tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengidap lever. Kecintaannya kepada mesin, mungkin 'warisan' dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang. Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri. Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke kawasan lain di Jepang, bekerja Hart Shokai Company.

oase Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya. Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hin gga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama. Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Piston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi temantemannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Kuliah

Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah. "Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan berteletele tentang hukum makanan dan pengaruhnya," ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan. Berkat kerja kerasnya, desain Ring Piston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk

mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibahdatang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali. Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingg diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal. Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, "sepeda motor" - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu , kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobilnya, menjadi "raja" jalanan dunia, termasuk Indonesia. Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalankegagalan yang dialaminya. "Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya", tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru. Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Sukses itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin.

5 Resep keberhasilan Honda :

1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda. 2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi. 3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin. 4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis. 5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama. Sumber : tjuk kasturi sukiadi kasturi_sukiadi@yahoo.co.id

Edisi Edisi45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

31

PROFIL ORGANISASI

SEKILAS YAYASAN AURICA orang tua anak dengan gangguan pendengaran,dengan tujuan untuk dapat turut serta membantu/ mengembangkan potensi anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran agar dapat lebih berpartisipasi dan prestasi serta dapat memiliki pilihan yang lebiih luas. Seluruh anak-anak di Yayasan Aurica menggunakan alat bantu dengar, baik hearing aid atau cochlear implant dengan tingkat gangguan pendengaran ringan hingga berat (profound). Para orang tua yang bergabung di Yayasan Aurica memiliki harapan yang sama, ingin anak mereka dapat berintegrasi dalam lingkungan sosial mereka. Hal ini berarti dapat berkomunikasi secara Verbal didalam rumah,lingkungan rumah dan disekolah padaumumnya. Pendanaan Alamat : Margorejo Indah 3/A-408 Surabaya 60238, Indonesia Phone: +62 31 8475341 , +62 31 70130801, Fax: +62 31 8475341 E-mail: yayasan.aurica@gmail.com, yayasan_aurica@telkom.net Visi : Anak-anak dengan gangguan pendengaran dapat mendengar, berkomunikasi verbal & mengembangkan potensi yang dimiliki semaksimal mungkin sejajar dengan teman-temannya untuk berperan serta aktif dimasyarakat.

Sampai dengan saat ini, yayasan Aurica menerima donasi dari beberapa pihak dengan jumlah terbatas dan sampai dengan Mei 2009, kami dapat member bantuan keringanan biaya pelatihan dan donasi Hearing Aid.

Misi : Membantu anak-anak dengan gangguan pendengaran untuk dapat berkomunikasi secara verbal dengan keluarganya, lingkungan pendidikannya dan di lingkungan sekitarnya yang lebih luas, dengan melibatkan orang tua dan lingkungan sekolah serta masyarakat luas sedini mungkin.

Seluruh bantuan dan dukungan dari semua pihak akan kami kelola secara baik dan hati-hati agar dapat meringankan beban anak-anak dengan gangguan pendengaran ini untuk memperoleh kesempatan dan masa dapan yanglebihbaik.

Mengembangkan kemampuan dan skill orang tua dengan menyediakan program pelatihan sedini mungkin, sehingga anak-anak diharapkan akan dapat berkomunikasi secara verbal menggunakan sisa pendengaranyang mereka miliki dengan bantuan alat bantu dengar yang sesuai.

Bagi para donatur yang ingin memberikan sumbangannya, dapat dikirimkan ke: YayasanAurica NoRek. 034-01-06594-00-6, BankNiagacabangJemursari,Surabaya

Sejarah dibentuknya Yayasan Aurica

Gambaran Kegiatan

Pada akhir Desember1999,beberapa orang tua yang merasa tidak puas dengan penanganan anak mereka yang mengalami gangguan pendengaran, berkumpul, berdiskusi untuk memberikan bantuan berupa informasi/sharing bagimana penanganan gangguan pendengaran yang sudah dijalani maupun yang diharapkan orang tua. Kelompok ini bertemu secara rutin seminggu sekali menceritakan pengalaman dan kesulitan masing-masing orang tua dalam menangani anak mereka. Semakin hari semakin banyak orang tua yang bergabung dalam kelompok ini. Kemudian kelompok ini dinamakan Surabaya parents support group.

Kegiatan di Yayasan Aurica meliputi: konsultasi mengenai pananganan gangguan pendengaran pada anak atau bayi, habilitasi auditory atau auditory learning, Parents Support Group, kids club, home visit, school visit, seminar dan diskusi, bekerja sama dengan beberapa intitusi mengadakan kegiatan hearing screening kepada anak usia sekolahTK dan playgroup kebawah.

Kegiatannya adalah seputar pemberian habiltasi Auditory kepada orang tua dan anak yang mengalami gangguan pendengaran, konsultasi mengenai penanganan gangguan pendengaran,menjalin hubungan dengan para profesional medis dan profesional pendidikan. Dengan semakin banyaknya keluarga/orang tua anak yang bergabung, maka dipandang perlu untuk mendirikan sebuah lembaga yang mempunyai kekuatan hukum guna lebih mengakomodasi kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan. Oleh karena itu dibentuklah Yayasan Aurica pada September 2004 dengan program dan kegiatan yang lebih beragam dan terstruktur guna menunjang keberhasilan anggota. Yayasan Aurica adalah sebuah lembaga yang didirikan oleh para

32

Yayasan Aurica adalah lembaga sosial yang terdaftar sebagai pembayar pajak, dimana tujuan utamanya adalah untuk membantu anak-anak dengan gangguan pendengaran dari semua tingkat lapisan masyarakat. Sampai dengan saat ini sumber pendanaan utama yayasan adalah dari penghasilan kegiatan habilitasi atau auditory learning, kegiatan seminar dan parents course dan sumbangan-sumbangan dari pihakl ain.

Edisi / Juni / 2011 Edisi 44 45/Januari/2012

warta sosial warta sosial

Konsultasi mengenai gangguan pendengaran Konsultasi ini diberikan kepada orang tua mengenai manajemen gangguan pendengaran, mulai dari pemeriksaan gangguan pendengaran, pemilihan alat bantu dengar yang sesuai dan habilitasi dengan pendekatan auditory verbal. Habilitasi auditory atau auditory learning, yang ditujukan kepada Anak dan orang tua Dalam habilitasi, anak dilatih untuk menoptimalkan sisa pendengarannya melalui alat bantu dengar yang dipakainya sehingga mampu berkomunikasi secara verbal. Sedangkan orang tua dan keluarganya diberikan informasi dan pedoman mengenai teknik dan strategia uditory verbal untuk diaplikasikan dalam kehidupansehari-hari. Orang tua akan diberikan panduan untuk mengembangkan 5 potensi anak yang meliputi kemampuan mendengar, berbicara, berbahasa, berlogika dan berkomunikasi.

Parents Support Group Diadakan untuk memberikan dukungan kepada orang tua,berupa dukungan pengetahuan, ketrampilan dan dukungan psikologis. Kidsclub. Diadakan untuk melatih anak bersosialisasi dalam kelompok kecil dan besar dan memberi bekal kepada anak untuk masuk dalam masyarakat secara lebih luas,termasuk untuk bersekolah disekolah umum. Schoolvisitdanhomevisit. School visit dilakukan terutama kepada sekolah umum yang menerima anak dengan gangguan pendengaran, agar mempunyai informasi terkini mengenai managemen gangguan pendengaran. Sedangkan home visit lebih ditujukan untuk membantu keluarga untuk memastikan apakah penerapan program habilitasi sudah berjalan benar di rumah. Home visit juga ditujukan untuk mendapatkan data yang lebih kompleks mengenai keseharian anak untuk menyusun program terapi yang bersifat khusus, apabila terjadi hambatan perkembangan yang cukup signifikan dalam proses habilitasi. Hearing screening. Bekerja sama dengan dokter, rumah sakit, dan pihak lain melakukan pemeriksaan pendengaran dan konsultasi gratis pada sekolah play group dan TK untuk mensosialisasikan penanganan dini gangguan pendengaran pada anak. Seminar,diskusi,parents course. Menyelengarakan Seminar, diskusi dan parents course, dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan, informasi, meningkatkan kemampuan para professional, baik untuk professional medis, professional pendidikan, atau para professional lain yang bergerak di bidang penanganan gangguan pendengaran, maupun orang tua, megenai penanganan gangguan pendengaran yang uptodate. Profil sumber daya manusia Secara umum semua sumber daya manusia di Yayasan Aurica telah memperoleh pendidikan dan training yang berkualitas yang mengacu pada pendekatan Auditory Verbal internasional. Koordinator habilitasi Cochlear Implant International yang berkantor di Sydney, datang secara berkala ke yayasan untuk meng-up date ketrampilan para personel kami. Support ini diberikan mengingat cukup banyaknya anak yang ditangani di yayasan Aurica dengan tingkat keberhasilan yang cukup baik. Ketua Yayasan Aurica Sri Gutomo adalah orang tua dari anak tuna rungu. Bermula dari belajar secara otodidak mengenai management anak tuna rungu, Sri Gutomo memperdalam pengetahuannya mengenai audiologist dan managemen anak dengan gangguan pendengaran melalui berbagai workshop dan seminar. Keaktifannya memajukan kualitas hidup anak tuna rungu mendorong beberapa institusi international menawarkan program workshop dan course kepadanya. Beberapa workshop dan course yang diikuti antara lain Auditory verbal Therapy Workshop di Hongkong, Audiological Technician workshop di Jakarta, Cochlear Implant Basic Workshop dari Cochlear Ltd. dan Advance AuditoryV erbalWorkshopdiKualaLumpur, Malaysia. Di tengah-tengah kesibukannya, Sri Gutomo menjadi ketua yayasan Aurica, aktif menjadi volunter di rumah sakit Dr. Soetomo Surabaya sebagai konselor dan aktif menjadi pembicara diberbagai seminar. Koordinator habilitasi. Sinta Nursimah adalah orang tua dari anak tuna rungu. Pengetahuan auditory verbal pertama kali diperoleh di Perth, Australia saat mengantar anaknya untuk memperoleh program habilitasi di sana.

Kesuksesannya mengantar sang anak lancar berkomunikasi secara verbal dan berprestasi di sekolah umum, mendorong dia untuk membantu anak-anak tuna rungu lainnya mengoptimalkan potensi diri mereka. Menyadari bahwa bekal pengalaman tidak cukup, maka ia mengikuti short course di Singapore General Hospital, Singapore. Berbekal pengetahuan dasar, Sinta mulai memberikan terapi habilitasi, dan atas support dari Cochlear Ltd. di Sydney ia berkesempatan mengikuti Intermediate Auditory Verbal Workshop di Sheperd Centre,Sydney dan Advance Auditory Verbal Workshop di Kuala Lumpur, Malaysia. Saat ini ia dibantu oleh team habilitasi yang terdiri dari Fitri, Utari dan Ratih dalam menyelengarakan program habilitasi di Yayasan Aurica. Dimana mereka telah mendapatkan pelatihan yang intesif sebelum bergabung di dalam team habilitasi di Yayasan Aurica. Bendahara dan Sekretaris Yayasan Aurica. Bendahara, Cecilia, dan sekretaris yayasan, Silvia, juga berasal dari orang tua anak dengan gangguan pendengarn. Komitmen dan kepeduliannya terhadap anak dengan gangguan pendengaran membuat mereka bersedia meluangkan waktu dan tenaga di tengah aktivitas rutin mereka untuk memajukanYayasan Aurica demi peningkatan kualitas hidup anak dengan gangguan pendengaran. Koordinator Paretns support group dan coordinator kids club. Para orang tua yang telah sukses menghantarkan anak mereka berkomunikasi dan berbahasa secara verbal, dan yang telah memiliki ketrampilan auditory verbal ditunjuk sebagai koordinator parents dan koordinator kids club untuk menjadi motivator bagi orang tua yang lain. Mereka bertugas untuk memotivasi dan memberi dukungan pengetahuan, ketrampilan dan dukungan psikologis kepada orang tua lain, dan untuk menyelenggarakan parents meeting sebagai wadah diskusi antar orangt ua. Selintas tentang anak di Yayasan Aurica Yayasan Aurica mendorong intervensi sedini mungkin pada anak-anak dengan gangguan pendengaran untuk dapat mengembangkan potesi anak semaksimal mungkin. Saat ini anak- Anak yang tergabung diYayasan Aurica,mulai dari usia yang termuda adalah 8 bulan sampai dengan 12 tahun. Mereka semua tumbuh dan berkembang dengan potensi yang sama dengan anak-anak yang tidak mengalami gangguan pendengaran dan dapat berprestasi sema seperti “teman-teman�nya yang lain. Ashila, 3,5tahun. Ashila mengikuti program habilitasi mulai usia 8 bulan. Kemajuannya sangat pesat karena usianya yang dini saat memulai program habilitasi, alat bantu dengar yang tepat dan proses terapi yang konsisten dan berkesinambunan. Saat ini dia sekolah diplay group umum dan dapat mengikuti kegiatan-kegiatan di sekolah dengan sangat baik. Ia dapat menyenyi dengan intonasi yang tepat, berpuisi dengan tekanan nada yang berirama, menjawab pertanyaan- pertanyaan guru dan menimpali dongeng yang dibacakan didepan kelas. Dian, 11tahun. Dian saat ini duduk di kelas 5 SD. Prestasinya di sekolah cukup baik, bahkan pada pelajaran science ia menduduki peringkat tinggi di sekolahnya hingga diberi julukan professor of sciencedi sekolahnya. Dian juga pernah mendapat beasiswa dari Alexander Graham Bell Foundation atas prestasi yang sangat baik disekolah umum.Dian memulai program habilitasi sejak usia kurang dari 3 tahun dan mendapat cochlear implat saat 3,3 tahun. Baru-baru ini ia memenangkan tiga kejuaraan sekaligus pada lomba peringatan isra’ miraj di sekolahnya, yakni juara pertama lomba biografi Rosul, juara ke dua lomba melukis dan juara ketiga lomba kaligrafi. Edisi Edisi45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

33

TIPS kesehatan

Aneka Herbal Untuk awet muda Berbagai bahan alami berkhasiat dalam membantu memelihara penampilan tetap awet muda dan sehat. Beragam herba itu contohnya kunyit, jeruk nipis, mentimun, sirih, pegagan, sambiloto, jahe, lidah buaya, dan kencur. Keinginan untuk tetap tampil muda dan sehat sudah muncul sejak berabad-abad lampau. Buktinya, orang Mesir rela berendam dalam lumpur karena yakin dapat mengencangkan kulit. Di dalam negeri, air pancuran maupun air terjun juga sering dimaknai sebagai sarana awet muda. Minat kuat untuk tetap muda, di sisi lain seringkali tidak dilandasi oleh pengetahuan yang cukup, sehingga banyak orang salah jalan. Kondisi itu membuat orang memilih cara atau terapi yang berisiko meski memberikan dampak cepat atau instan. Tawaran yang relatif murah dengan risiko sangat minimal adalah dengan memanfaatkan khasiat beragam bahan alami. Apalagi sejatinya negeri kita ini kaya tanaman maupun herba yang secara turun termurun dimanfaatkan untuk memelihara kemudaan. Dr. Michael dari Herbacure menyebutkan beberapa jenis bahan alami atau herba yang dapat dimanfaatkan agar tampak awet muda luar dan dalam. Herbal untuk menghaluskan dan mengencangkan kulit adalah yang banyak mengandung antioksidan alami dan astringent (mengecilkan pori). Bahan itu di antaranya kunyit (Curcuma domestics), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), mentimun (Cucumis sativus), lidah buaya (Aloe vera), dan sirih (Piper betle). Sementara herba yang dapat bereaksi dalam tubuh agar kulit tampak segar, daya tahan tubuh lebih baik serta tidak lekas pikun, diantaranya pegagan (Centella asiatica), sambiloto (Andrographis paniculata), jahe (ZingPber officinale), dan kencur (Kaemferia galanga). Beberapa indikator awet muda antara lain kulit segar, elastisitas terjaga, tidak banyak flek hitam akibat paparan sinar matahari, bersih, dan bersinar. Selain itu, rambut sehat, lebat, dan tidak banyak uban. Tak kalah penting, fisik dan pikiran terjaga alias tetap fit dan tidak cepat pikun. 1. Jeruk nipis, penghalau keriput. Jeruk nipis mengandung sitrat tinggi, bahkan 10 kali lebih besar dibandingkan dengan kandungan sitrat pada jetuk keprok,atau enam kali jeruk manis. Kandungan sitratnya mencapai 55,6 gram per kilogram. Kandungan asam sitrat inilah yang sering dimanfaatkan dalam dunia kecantikan untuk perawatan rambut. Selain itu, kandungan vitamin C-nya yang tinggi membuat buah ini pantas dipakai dalam ramuan awet muda. Berbagai penelitian membuktikan bahwa vitamin C merupakan salah satu

34

Edisi45/Januari/2012 44 / Juni / 2011 Edisi

wartasosial sosial warta

2.

3.

4.

5.

antioksidan yang dapat menangkal terjadinya keriput atau kulit kusam. Cara pemanfaatan buah ini relatif mudah. Cukup dengan mengoleskan bagian dalam buah yang sudah dibelah ke kulit muka atau menggunakannya sebagai campuran masker. Sambiloto, penghambat penuaan. Kandungan andrografin, androfolit (zat pahit), dan panikulin dalam sambiloto merupakan antibiotika alami. Zat ini membantu tubuh dari dalam untuk mengurangi risiko penuaan kulit dan menjaga fungsi organ tubuh dari efek radikal bebas. Ekstrak sambiloto mampu meningkatkan pertahanan tubuh terhadap infeksi yang menurunkan kualitas organ dalam tubuh, termasuk jaringan kulit. Pemanfaatan herba ini biasanya dalam bentuk kering atau ekstrak daun, batang, akar, dan bunga agar tahan lama. Timun, penghalus wajah. Sayuran ini jadi favorit untuk merawat kesegaran kulit wajah. Mentimun kaya akan silikon dan fluorin, serta rendah kalori. Sifatnya yang dingin dan menyegarkan terasa nyaman di kulit. Tak heran, produsen kosmetik menjadikannya sebagai bahan dasar produknya. Timun mentah mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol. Biji timun mengandung banyak vitamin E yang berkhasiat menghambat proses penuaan dan menghapus keriput. Selain dijus, timun juga dapat dijadikan pasta atau cukup diiris lalu ditempelkan di kulit wajah. Ambil 2-3 buah timun ukuran sedang lalu diparut. Tempelkan parutan timun ke wajah. Sebaiknya lakukan sehari sekali. Cara ini mampu mengurangi kerutan sekaligus membuat wajah segar dan awet muda. Sirih, percantik kulit. Dari berbagai penelitian diketahui bahwa sirih mengandung arecoline di seluruh bagian tanaman. Zat ini bermanfaat merangsang saraf pusat dan daya pikir guna menekan risiko kepikunan. Daunnya mengandung eugenol yang bersifat analgesik (pereda nyeri). Secara tradisonal daun sirih dikenal efektif mengatasi keputihan dan bau badan. Kandungan minyak atsirinya, antara lain chavicol dan betlephenol, memiliki daya antijamur, antioksidasi, dan antikuman. Tumbuk 4-6 lembar daun sirih segar yang telah bersih sampai halus, lalu gunakan sebagai bedak kompres agar kulit tetap sehat, bersih, dan segar. Kencur, pelangsing alami. Kencur memiliki kandungan minyak atsiri (borneol, kamfer, sineol, etilalkohol), sehingga dapat dimanfaatkan sebagai peluruh dahak atau pembersih tenggorokan, menghilangkan lendir yang menyumpat hidung, menghangatkan badan, sebagai pelangsing, membantu mengeluarkan gas dari perut, serta baik untuk menangkal radikal bebas sebagai salah satu penyebab penuaan dini. Umumnya sebagai ramuan awet muda, kencur bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku minuman beras kencur atau

TIPS kesehatan

bear cikur (dalam bahasa Sunda). Karena rasanya agak getir, disarankan untuk menambahkan gula aren yang harum. 6. Pegagan, pereda stres. Sebagai tanaman berkhasiat obat, pegagan dimanfaatkan terutama oleh masyarakat India, Pakistan, Malaysia, dan sebagian Eropa Timur sejak ribuan tahun lalu. Ia dipercaya bisa meningkatkan ketahanan tubuh (panjang umur), membersihkan darah, dan memperlancar air seni. Saat ini pegagan sudah dimanfaatkan sebagai tonik untuk memperkuat dan meningkatkan daya tahan otak dan saraf. Tanaman ini juga digunakan secara oral maupun topikal untuk meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki. Selain meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh, pegagan bisa membantu menyeimbangkan tingkat energi serta menurunkan gejala stres dan depresi. Kondisi stres ini bisamembuat tubuh cepat tua. Pemanfaatan tanaman ini relatif mudah, yakni mengonsumsinya langsung sebagai lalapan atau dibuat sayur. Meski bukan sepenuhnya karena konsumsinya, banyak orang percaya pegagan potensial dikembangkan sebagai pemelihara kesehatan dan kemudaan. 7. Kunyit, bikin berseri. Kandungan kimia dari rimpang kunyit di antaranya minyak atsiri sebanyak 6 persen, zat warna kuning yang disebut kurkuminoid 5 persen (meliputi kurkumin 50-60 persen, monodesmetoksikurkumin, dan bidesmetoksikurkumin), protein, fosfor, kalium, besi, dan vitamin C. Kunyit biasa dimanfaatkan sebagai jamu bersama asam atau dalam bentuk serbuk (kapsul). Kunyit juga sering digunakan wanita untuk memperlancar haid serta meringankan nyeri haid dan gangguan menopause. Untuk

menjaga kesehatan dan kecantikan, selain dengan asam, kunyit juga bisa dicampur kulit delima putih dan sidowayah. Kunyit bekerja dari dalam tubuh untuk membuat kulit tampak lebih berseri. 8. Jahe, pemelihara pencernaan. Jahe merupakan bahan alami paling populer. Hampir setiap orang kenal wedang jahe, ronde, bandrek, atau esteemje alias susu-telur-madu-jahe, untuk membuat badan lebih hangat. Khasiat ini memang yang paling terkenal yang dimiliki jahe. Sebenarnya masih banyak khasiat jahe, seperti untuk menyembuhkan batuk kering dan radang tenggorokan, serta sebagai tonikum. Selain itu, jahe juga menambah nafsu makan dengan merangsang selaput lendir perut besar dan usus. Khasiat inilah sebenarnya yang membantu seseorang jadi terlihat awet muda dari dalam. Dengan terpeliharanya usus, berarti metabolisme juga berjalan dengan baik. Pemanfaatan jahe relatif gampang karena cukup diseduh air panas atau direbus, atau serbuknya dijadikan tambahan untuk membuat berbagai bahan pangan seperti kue. 9. Lidah buaya, peremaja sel. Lidah buaya mengandung saponin yang bersifat antikuman serta senyawa antrakuinon dan kuinon sebagai antibiotika dan penghilang rasa sakit. Ia juga merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Kemampuan ini yang disebut rahasia awet muda. Gel lidah buaya mengandung lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Gel ini menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit, sehingga wajah terlihat segar berseri. Lidah buaya juga memiliki kemampuan antijamur, antibakteri, antiinflamasi, dan regenerasi sel, selain menurunkan kadar gula darah pada pengidap diabetes, mengatasi gangguan hati, serta menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan kanker. Mari Meramu. Pemanfaatan sembilan bahan alami ini mudah dilakukan sendiri di rumah. ÂŻ Menghilangkan flek-flek hitam akibat sengatan sinar matahari serta mencerahkan kulit: Oleskan jeruk nipis, lendir lidah buaya, atau parutan mentimun pada wajah. Diamkan selama 15 menit, basuh dengan air bersih. Ketiga herbal ini digunakan untuk mengencangkan, memudarkan keriput serta flek-flek hitam di wajah. Selain itu, minum ramuan kunyit dapat menjaga kulit tetap kencang. Untuk hasil maksimal, lakukan secara rutin. ÂŻ Mengecilkan pori-pori : Daun sirih segar diremas-remas. Gunakan untuk masker selama 10 menit. ÂŻ Menjaga tubuh supaya tetap bugar dan sehat: Ekstrak sambiloto direbus atau diseduh, lalu airnya diminum. Atau minum jamu beras kencur, temulawak, atau wedang jahe. ÂŻ Menjaga otak supaya tidak lekas pikun: Manfaatkan pegagan yang sering juga disebut ginkgo bilobanya Indonesia. Konsumsi pegagan sebagai lalapan, asinan, atau dibuat sayur. Sumber : tjuk kasturi sukiadi (kasturi_sukiadi@yahoo.co.id)

Edisi45/Januari/2012 44 / Juni / 2011 Edisi

warta sosial

35

TIPS kesehatan

Sayangi Pendengaran Anda Pada hari kedua pelaksanaan KNKS di Batam tepatnya tanggal 19 Juli 2011, sejumlah peserta mengikuti presentasi Dr. Damayanti, Sp. THT dari Komite Nasional Gangguan Pendengaran dan Ketulian (KOMNAS PGPKT) yang berpusat di Jakarta. Setelah itu mengikuti kunjungan lapangan ke Pulau Bertam, pulau kecil dekat Pulau Batam yang penduduknya + 20 keluarga, satu setengah jam perjalanan dengan perahu motor sangkut (temple) dari pelabuhan fery Batam. Sebelum naik perahu, panitia membagikan topi kertas bertuliskan “Sayangi Pendengaran Anda�, tepat sekali tulisan itu menyadarkan khalayak yang ada di pelabuhan yang gemuruh dengan suara fery, perahu motor angkut dan diperjalananpun para penumpang menemukan para penyelam local tanpa peralatan selam. Itulah seruan atau kampanye dari Komite Nasional Penanggulangan G angguan Pendengaran dan Ketulian (Komnas PGPKT) yang dibentuk guna menanggulangi gangguan pendengaran dan ketulian dalam rangka mencapai tujuan sound hearing 2030 : The Right To Better Sound Hearing. Angka gangguan pendengaran dan ketulian dunia, menurut WHO tahun 2005 ada 278 juta orang (4,2%) penduduk dunia mengalami gangguan pendengaran, lima puluh persen (50%) dari jumlah itu ada di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Survey Nasional di 7 Provinsi di Indonesia tahun 1994 - 1996, gangguan pendengaran dialami 16,8% penduduk dan ketulian 0,4% dan setiap tahun diperkirakandi Indonesia lahir 5.000 bayi tuli. 1. Tuli sejak lahir Tuli sejak lahir atau disebut tuli kongential merupakan ketulian, berdampak terluas dan

36

Edisi 45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

terberat jika tidak ditolong anak tidak mampu bicara dan berbahasa, sulit berkomunikasi, sulit belajar, akan menjadi manusia sulit mandiri dan kurang dapat kesempatan kerja, akhirnya menjadi beban keluarga, beban masyarakat dan beban Negara. Tuli kongetial bisa terjadi di saat kehamilan (dimana terjadi gangguan pembentukan pendengaran) atau saat proses kelahiran, prinsip tuli syaraf gradasi sedang dan berat terjadi pada kedua telinga. Adapun penyebab ketulian di masa kehamilan adalah :1) Infeksi masa kehamilan, campak, parotik (gondongan), terasing, infeksi TORCHS (Toksoplasma Rubella Cytonegeto Vario Herpes dan Sifilis), 2) Obat-obatan yang diminum ibu saat hamil seperti salisilat, kina, gentamisin, atreptomisin dll, 3) Cacat telinga marmed siput atau telinga tengah tidak terbentuk. Ada ketulian saat lahir, yang disebabkan lahir premature, berat badan rendah (< 1500 gr) saat kelahiran dibantu alat (vacuum, foresego) bayi kuning (hiperbihirubinemia), lahir tidak langsung menangis (asifiksia), otak kekuurangan oksigen. Bagaimana menolong bayi-bayi ini? Penanganan khusus dimulai sebelum umur 6 bulan, lewat masa ini anak akan sulit belajar bicara secara rasional. Deteksi dini penting! Seharusnya semua bayi lahir diperiksa pendengarannya dengan alat OAE (Oto Aconitie Emmision), rumah sakit atau klinik bersalin dianjurkan memeriksa bayi lahir dengan alat OAE ini. Tuli kongetial bisa juga diturunkan (genetik) oleh karena itu hindari perkawinan antar keluarga/ sedarah. Bagaimana mengetahui bayi anda tuli? Gejala awal sulit diketahui karena saat itu ketulian tidak tampak. Orang tua baru sadar jika anak tidak bereaksi terhadap suara keras atau belum bicara pada umumnya 3 tahun. Perkembangan bicara berkaitan erat dengan perkembangan

TIPS kesehatan

telah ada di Jakarta sejak tahun 2002 dan beberapa Kota lain di Indonesia. 2. Congek sebabkan tuli Congek atau Otilis media suparatif kronis atau kopok, toher. Congek adalah peradangan selaput lendir rongga telinga bagian tengah disertai cairan/ nanah yang keluar melalui lubang di gendang telinga. Cairan/nanah dapat keluar terus menerus atau hilang timbul, dapat kental dan berbau. Kejadian congek dipengaruhi berbagai faktor antara lain (ISPA) batu pilek tingkat sosio ekonomi dan keadaan gizi. Bagaimana batuk pilek dapat menyebabkan congek? Jika ISPA tidak tuntas teratasi, daya tahan tubuh lemah atau kumannya ganas, maka infeksi dari hidung dan tenggorokan mencapai telinga tengah menyebabkan peradangan yang dapat berlanjut menjadi congek. Komplikasi congek dapat berupa ketulian, muka moncong akibat kelumpuhan saraf wajah, yang berbahaya adalah radang otak akibat infeksi menyebar ke otak dan kematian. Ketulian akibatcongek karena adanya lubang di gendang telinga atau nanah dalam telinga tengah atau mendengar, maka curigai anak anda tuli di usia : tulang pendengaran yang rusak/kropos, ketulian juga terjadi karena zat yang diproduksi kemudian merusak - 12 bulan belum dapat mengoceh atau telinga dalam menyebabkan tuli serta pusing berputar. meniru bunyi. Gejala radang otak akibat konflikasi congek ke otak. - 18 bulan tidak dapat menyebut 1 kata yang Penderita mengalami sakit kepala hebat, demam, ada artinya. mual, muntah dan penurunan kesadaran. - 24 bulan perbendaharaan kata kurang dari 10 kata. Pengobatan congek berupa pemberian obat atau - 30 bulan belum dapat merangkai 2 kata. operasi, operasi bertujuan mengeluarkan nanah, jaringan sakit agar penyakit sembuh dan tidak Bayi segera periksa ke dokter THT (Telinga Hidung berlanjut menyebabkan konflikasi berbahaya. Kejadian Tenggorokan) untuk dikirm ke pusat kesehatan yang congek dan konflikasi yang berbahaya harus dikurangi punya OAE, AABR (Artomated Audiory Brain Respon) melalui usaha-usaha penanggulangan secara promotif, atau ASSR (Antronate Study Stage Response) untuk proventif, kuratif dan rehabilitative. Diperlukan dianalisis lengkap. kerjasama yang terpadu baik dari masyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan Pemerintah dalam hal ini Setelah diketahui tuli apa yang dikerjakan? Jika Instansi Kesehatan. bayi menjalani screning saat lahir, maka saat usia 3 bulan, semua pemeriksaan yang diperlukan sudah 3. Serumen (Kotoran Telinga) selesai dan penanganan dapat dimulai di usia 6 bulan Serumen atau kotoran telinga adalah hasil produkis berupa : pemberian ABD (Alat Bantu Dengar) akan kelenjar-kelenjar liang telinga, lepasan kulit dan membantu anak dalam proses pengenalan suara partikel debu, berbau khas sebagai perlindungan dan belajar bicara. Kemudian di usia 1,5 - 2 tahun agar serangga tidak masuk telinga. Warnanya coklat anak mulai dilatih disarana pendidikan anak usia dini kehitaman, ada yang kuning dan keras hingga sulit (PAUD), atau operasi tanam alat bantu dirumah siput dikeluarkan, kepadatannya dipengaruhi iklim, usia, untuk mendengar program implementasi kohler ini kondisi lingkungan dan faktor keturunan. Jika

Edisi Edisi45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

37

TIPS kesehatan berwarna putih curigai jamur, jika ada nanah keluar, curigai congek. Serumen umumnya di satu pertiga hari liang telinga, tetapi bisa mengembang menutup, liang telinga menyebabkan ketulian ringan sampai sedang. Survey di Indonesia menunjukkan + 30 - 50% anak SD mengidap serumen yang menggangu pendengaran dan proses kelenjar. Para guru dan orang tua diharapkan menyenter liang telinga anak-anak dan murid-muridnya. Jika melihat ada serumen kirim anak ke Puskesmas/ dokter. Pada hari kesehatan pendengaran yang dideklarasikan tanggak 03 Maret 2010 dilaksanakan maka skrening dan pembersihan serumen anak-anak SD di beberapa Kota di Indonesia. Bagi sekolah dasar yang membutuhkan screening pembersihan serumen, harap hubungi Komnas PGPKT. Telinga punya cara membersihkan diri, dibantu gerak rahang saat mengunyah, telinga tidak perlu dibersihkan, jika telinga rasa terganggu jangan dikorek-korek, periksakan ke puskesmas/Dokter. 4. Bising sebabkan tuli Organ pendengaran dapat rusak akibat kebisingan dan ini disebut GPAB (Gangguan Pendengaran Akibat Bising) Bising adalah suara keras, bisa berasal dari pabrik/ industry, lalu lintas, music, diskotik, bioskop, rumah tangga, dll. Perlu perhatian BISNIS DITEMPAT MAIN ANAK-ANAK BALITA dan REMAJA di MAL-MAL Kota Besar. Komnas PGPKT telah mengukur di 10 kota besar di Indonesia, hasilnya mengejutkan, kebisingan mencapai 90-97.9 desibel (db). Padahal diatas 85 db, para pekerja harus memakai perlindungan telinga. Bagaimanan nasib anak-anak ini? Mereka terancam ketulian di usia muda, jika Pemerintah tidak segera membuat peraturan pengendalian bising di tempat hiburan anak-anak. Bising menggangu : 1. Kesehatan fisik seperti peningkatan tekanan darah, percepatan denyut nadi, dll. 2. Kesehatan psikis seperti stress, iritasi, lelah, sulit tidur, sulit konsentrasi dll. Hal ini dapat membahayakan pekerja saat bertugas. Ketulian dikalangan pekerja industri/ pabrik terjadi karena pekerja tidak pakai pelindung telinga, tidak menyadari resiko tuli. Pekerja agar sadar memelihara pendengarannya dan perusahaan agar meningkatkan program konservasi perlindungan. Pekerja seni seperti pemusik, penari, penyanyi, penabuh gamelan, pembuat gong, terancam ketulian akibat bising, cegahlah, batasi waktu latihan, istirahatkan organ pendengaran. Masyarakat agar waspada dan sadar kondisi tempat bising demi menjaga kesehatan pendengaran.

38

Edisi 45/Januari/2012 44 / Juni / 2011

warta sosial

5. Tuli Usia Tua (Presibikusis) Tuli usia tua atau presbiskusis terjadi akibat proses degenerasi (penuaan) organ pendengaran. Jenis ketuliannya adalah tuli saraf (sensari meural). Ketulian terjadi di kedua telinga, apa gejalanya? Penurunan pendengaran mulai dari frekuensi/media tinggi hingga sulit mendengar pembicaraan di telepon dan percakapan ditempat ramai, selanjutnya pendengaran berangsur kurang pada semua frekuensi, tidak paham apa yang didengar dan timbul suara berdengung. Terjadi gangguan komunikasi sehingga akhirnya lansia cenderung menyendiri, kesepian, depresi, frustasi. Bahaya di jalan raya tidak dengar klakson, terancam kecelakaan lalu lintas. Mengapa sudah tua menjadi tuli? Organ pendengaran menua, tidak elastik, tebal, sel sel berkurang, saraf melemah dll. Tuli usia tua dapat dipercepat jika sering terkena bising, diet yang menyebabkan perubahan metabolism tubuh, penyakit diabet, obat ototoksil, polusi kimia dan factor keturunan. Dll. Apa obatnya? Karena proses salami tidak ada obatnya, justru proses berlanjut sendiri peningkatan usia, penderita ditolong dengan Alat Bantu Dengar (ABD) untuk memproses (amplifikasi selektif ) suara sekitar, dibantu ajaran bibir (lip reading). Sayang ABD harganya mahal, karena belum diproduksi di dalam negeri, pajaknya tinggi, belum masuk kategori alat kesehatan. Semoga kampanye dari KOMNAS PGPKT ini terbaca oleh semua elemen masyarakat dan instansi kesehatan sudah siap melaksanakan pelayanan bagi warga masyarakat yang membutuhkannya, terima kasih. (MS)

Edisi 44 / Juni / 2011

warta sosial

1

Yayasan BK3S Convention Center Informasi Yayasan Badan Kerjasama Kegiatan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur Jl. Raya Tenggilis Blok GG No. 10 Surabaya Telp. (031) 8411672, 8472740 Faks. (031) 8498300 Situs : http://www.bk3sjatim.org/bkkks-convention-center.html e-mail : gedung@bk3sjatim.org

Edisi 44 / Juni / 2011

warta sosial

1


Warta Sosial