Issuu on Google+

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011

Sahabat Perempuan

Kata Hati

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011 Hanya untuk kalangan medis

Sahabat P erempuan

2

Sahabat P erempuan

Kantor :

Sekretariat PD IBI JATIM

Jl. Kutisari Indah Utara 2 / 2 Surabaya Telp. 031-8430410, 031-70678002, 031-70255715 Penasehat : Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Ketua PD IBI Jatim, Bidan Endang Sri Resmiati.SH.SST.MMKes Konsultan : Dr. Marsianto SpOG Dr. Hardjono Sp A Pemimpin Umum/Pimpinan Redaksi : Muhammad Jani Redaktur Pelaksana : Mas Akgos Staf Redaksi : Iqbal, Siska Sekretaris Redaksi : Bidan Emmy As. SST, Iswiharti Amd Keb, Tini, Bidan Lestari SST.SH Humas : Bidan Istijah, Amd Keb,SST,M.MKes Pimpinan Perusahaan : Totok K Muluk Sekeretaris Perusahaan : Bidan Puji.S Manager Keuangan : Bidan Trismintowati SST.MMKes Manager Iklan dan Distribusi : Bidan Endang Damiati SST.MMKes Website : www.mediabidan.com Email : admin@mediabidan.com Anda juga bisa menjadi wartawan di Tabloid Bidan dan media online www.mediabidan.com. Kirim tulisan atau artikel anda ke alamat e-mail : admin@mediabidan.com

NAMA KETUA CABANG IBI SE JAWA TIMUR No Nama Ketua 01 Bidan SIti Hotijah, SST 02 Bidan Sri Suryaningsih, SST 03 Bidan Hj U.Werdiningsih, SKM, MPh 04 Bidan Hj Puji Utami 05 Bidan Suyati 06 Bidan Hj Nasiatul Aisiyah, SST 07 Bidan Sri Budiati 08 Bidan Suprapti, SST.M.Kes 09 Bidan Narulita, Amd.Keb, S.Psi 10 Bidan Hj Sabrina Dwi Prihartini, SKM 11 Bidan Sri Arnani 12 Bidan D.Armining, Amd.Keb 13 Bidan Tri Rahayu, Amd.Keb, S.Psi 14 Bidan Iswahyuni, Amd.Keb 15 Bidan Hj Diyanti, SST 16 Bidan Sutarti, Amd.Keb 17 Bidan Indah Setijawijati 18 Bidan Sunarsih Yudawati, SST 19 Bidan Yenny Sondakh 20 Bidan Rinawati, SST 21 Bidan Ninik Artiningsih, SST 22 Bidan Sri Ngayomi, Amd.Keb 23 Bidan Sri Dewantari 24 Bidan Nur Hastuti, Amd.Keb 25 Bidan Hj Hartatik, Amd.Keb 26 Bidan Titik Muawanah, SST, M.Mkes 27 Bidan Misri Andayani 28 Bidan Hj Thursini, Amd.Keb 29 Bidan Hj Mariah, Amd.Keb 30 Bidan Nyamiatiningsih, S.Sos 31 Bidan S. Suwarti, S.Sos 32 Bidan Poniyem Soetomo 33 Bidan Mardiah 34 Bidan Hj Rochani 35 Bidan Istighanah 36 Bidan Dry Yuli Hartiningsih, Amd.Keb, S.Sos 37 Bidan Dra Triswati Sasmito, M.Kes 38 Bidan Suhartini, Amd.Keb

Jabatan Ketua IBI Cabang Bangkalan Ketua IBI Cabang Batu Ketua IBI Cabang Banyuangi Ketua IBI Cabang Blitar Ketua IBI Cabang Kota Blitar Ketua IBI Cabang Bojonegoro Ketua IBI Cabang Bondowoso Ketua IBI Cabang Gresik Ketua IBI Cabang Jember Ketua IBI Cabang Jombang Ketua IBI Cabang Kediri Ketua IBI Cabang Kota Kediri Ketua IBI Cabang Lamongan Ketua IBI Cabang Lumajang Ketua IBI Cabang Madiun Ketua IBI Cabang Kota Madiun Ketua IBI Cabang Magetan Ketua IBI Cabang Malang Ketua IBI Cabang Kota Malang Ketua IBI Cabang Mojokerto Ketua IBI Cabang Kota Mojokerto Ketua IBI Cabang Nganjuk Ketua IBI Cabang Ngawi Ketua IBI Cabang Pacitan Ketua IBI Cabang Pamekasan Ketua IBI Cabang Pasuruan Ketua IBI Cabang Kota Pasuruan Ketua IBI Cabang Ponorogo Ketua IBI Cabang Probolinggo Ketua IBI Cabang Kota Probolinggo Ketua IBI Cabang Sampang Ketua IBI Cabang Sidoarjo Ketua IBI Cabang Situbondo Ketua IBI Cabang Sumenep Ketua IBI Cabang Trenggalek Ketua IBI Cabang Tuban Ketua IBI Cabang Tulungagung Ketua IBI Cabang Surabaya

Kata – Kata Bijak

Semua impian kita dapat menjadi nyata, jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya. (Walt Disney) Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang diidamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan. (Mario Teguh)

Ketua PD IBI Jatim

Bidan Endang Sri Resmiati.SH.SST.MMKes

Perjuangan dan Doa

B

agi manusia 60 tahun merupakan waktu untuk interopeksi diri di usia itu kita sudah banyak makan asam garam banyak yang sudah dilakukan dan waktunya untuk mendekatkan diri. Begitu juga dengan IBI tanggal 24 Juni nanti sudah berusia 60 tahun apakah sudah cukup bagi kita dengan perjalanan serta pengalaman yang sudah dlalui baik senang maupun susah tentu jawabannya belum, banyak hal yang masih harus dilakukan sama dengan diri kita di usia ini IBI juga perlu mendekatkan diri mohon petunjuk untuk bisa menjadi organisasi profesi yang diridhoi karena kita merupakan insan pilihanNYA yang ditunjuk untuk bisa menolong sesama tidak hanya satu nyawa tapi dua nyawa sekaligus. Itu semua merupakan perjuangan, perjuangan untuk menolong sesama tidak mengenal waktu dan semua dilakukannya dengan ikhlas. Begitu besar amanah dan tanggung jawab yang diberikan kepada kita sebagai seorang bidan hingga kita harus terus bekerja dan terus belajar tentang perempuan dan keluarganya. Diakhir tulisan ini dan juga dalam rangka menyambut HUT IBI ke 60 marilah kita samasama berdoa mohon petunjuk serta bimbinganNYA untuk masa depan yang lebih baik. DOA Berkatilah kami ya Allah dalam setiap tindakan yang kami lakukan. Berilah kami keberanian untuk memberi pertolongan pada setiap perempuan yang membu­tuhkan kami tanpa membedakan miskin dan kaya. Berilah kami kekuatan untuk bisa melakukan hal yang baik dan jauhkan kami dari hal yang buruk. Berilah kami kekuatan untuk bisa menyelamatkan kehidupan dan jauhkan kami dari hal yang menghancurkan kehidupan. Bantulah kami dalam kekurangan dan kelemahan kami untuk terus berjuang menjalankan tugas kami dengan baik dalam bimbinganMU. Dan berilah kepada kami kemampuan untuk menyelesaikan setiap pekerjaan dengan senang hati. Amin. Bravo IBI, Selamat HUT ke 60

Daftar Isi Redaksional ................................................ : 02 - Perjuangan dan Doa Profil .............................................................. : 03 - Direktur Akademi Kebidanan Sakinah Hj Siti Rahayu Hanfi, SST, M.Mkes Dari Pulau Ke Pulau - Dr Apin Setyowati SKM, MKes (Kep). Tak Kenal Usia Untuk Belajar Fokus ............................................................... : 04 - Dinas Kesehatan Tak Bisa Memaksa BPS - Kompensasi Jampersal Minim Fokus ............................................................... : 05 - Kata Bidan Soal Jampersal Fokus ............................................................... : 06 - Himbau BPS Sukseskan Program Jampersal - Ruang Lingkup Jaminan Persalinan AKTUALITA ....................................................... : 07 - Bidan Harus Rajin Ikut Seminar - KB di Jatim Sukses Angka Kematian Ibu dan Bayi Jauh di Bawah Tingkat Nasional LENSA ............................................................... : 08 - Memperingati Har Kartini dan Menyambut HUT IBI Ke-60 Rantin DKK Surabaya LENSA ............................................................... : 09 - Pelatihan Peningkatan Kemampuan Teknis Bidan IBI JATIM di Kota Malang - Bakti Sosial HUT Kota Surabaya PC IBI Surabaya - Sambut HUT Bidan dengan Tingkatkan Kemampuan Bidan pendidikan .................................................... : 10 - Mengenal LUPUS pendidikan .................................................... : 11 - Mata Kuliah Konsep Kebidanan Dan Agama - Tips Mudah Berlapang Dada

UMUM .............................................................. : 14 - IRJ RSU Dr Soetomo Rekrut Client Manager - Jatim Bentuk Koalisi Indonesia Untuk Kependudukan Dan Pembangunan - Jatim Bentuk PPK-BLUD Agar RS Beri Layanan Prima psiko ................................................................ : 15 - Mengenal Agresivitas Sebagai Dorongan Dasar Atau Hasil Belajar Dari Lingkungan kecantikan ................................................... : 16 - Pentingnya Mengeksfoliasi Kulit - Tanda-tanda Kulit Mulai Mengalami Penuaan Dini LIFE STYLE ....................................................... : 17 - Akademi Kebidanan Sakinah Pasuruan Gelar Donor Darah - Golongan Darah OBGYN ............................................................. : 18 - Distosia Bahu 1 OBGYN ............................................................. : 19 - Distosia Bahu 2 rileks ............................................................... : 20 - Pesona Keindahan Kawah Ijen med info ......................................................... : 21 - Siklus Tidur Perempuan Lebih Pendek Daripada Pria - Belanja Bisa Perpanjang Umur kuliner ........................................................... : 22 - Daging & Tofu Kuah Pedas - Onde-Onde Ketawa Keju - Wedang Roti, Peredam Masuk Angin TOGA ................................................................. : 23 - Jintan Hitam - Jintan Putih

Profil

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011 Hanya untuk kalangan medis

Sahabat P erempuan

3

Direktur Akademi Kebidanan Sakinah

Hj Siti Rahayu Hanfi, SST, M.Mkes

Dari Pulau

Ke Pulau B

idan merupakan profesi mulia yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat. Tugas bidan sangat berat, karenanya bidan harus memiliki dedikasi handal dan profesional. Itupula yang dilakukan Hj Siti Rahayu Hanfi, SST, M.Mkes, Direktur Akademi Kebidanan Sakinah pada awal ia mulai berprofesi sebagai bidan. Banyak pengalaman yang tidak bisa dilupakan karena selalu berpindah tugas dari pulau yang satu ke pulau yang lain karena mengikuti suami yang bertugas di pengadilan. Bidan kelahiran Banyuwangi 22 Nopember 1948 ini mengaku pernah terjatuh dari sepeda saat bertugas menolong seorang pasiennya. Padahal saat itu ia juga tengah mengandung anak keduanya dengan usia kehamilan menginjak bulan ketujuh. “Tenaga bidan saat itu terbatas, tapi karena sudah panggilan jiwa meski lokasi pasien sangat jauh, Saya tetap menolong persalinan pasien,” kenangnya. Namun sayangnya, karena kondisi jalan bergelombang, sepeda angin yang dikendarainya oleng dan akhirnya terjatuh. Akibatnya, bayi di

dalam kandungannnya lahir prematur dan kemudian bayinya meninggal dunia. Diakui ibu dua anak ini, profesi bidan sebenarnya bukan pilihan Siti Rahayu. Mungkin saja karena Siti yang saat itu berusia muda punya keinginan lain. Namun , mengingat tugas seorang bidan sangat mulia dan bisa menolong sesama maka anak pertama dari tujuh bersaudara itu di masukkan sekolah bidan yang diikuti juga kedua adiknya. Sekolah bidan dia tempuh di RS dr Soedono Madiun tahun 1966, D3 Kebidanan dr Sutomo tahun 2003, sedangkan D4 kebidanan lulus tahun 2006 di Stikes Insan Unggul, dan Magister Manajemen Kesehatan (M.MKes) diselesaikan tahun 2008 di STIE Malang. Semenjak Januari 2008 dipercaya sebagai Direktur Akademi Kebidanan Sakinah Pukul – Kraton Pasuruan. “Kami siap mencetak lulusan bidan yang berkompeten dan kelak setelah mengabdi di masyarakat bisa menekan angka kematian ibu dan bayi”, pungkasnya. (tabloid bidan/dtc/bbs/sis/mas)

Dr Apin Setyowati SKM, MKes (Kep).

Tak Kenal Usia Untuk Belajar

T

ak banyak orang yang berprofesi bidan bergelar Doktor. Apin Setyowati adalah satu diantara yang sedikit itu. Sejak akhir 2010, wanita kelahiran Madiun 56 tahun lalu itu resmi menyandang gelar Doktor. Kini, nama lengkapnya : Dr Apin Setyowati SKM, MKes (Kep). Mantan Ketua IBI Kota Kediri ini meraih gelar doktor ilmu sosial dari Universitas Merdeka (Unmer) Malang setelah sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul Kemiskinan dan Kehamilan dengan mengambil sampel ibu-ibu di Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Dalam disertasinya, ibu empat anak ini mempunyai kesimpulan bahwa persepsi dan perilaku masyarakat miskin yang menerima kehamilan sebagai peristiwa alamiah atau biasa saja membuat masyarakat miskin tidak mempedulikan penanganan ante natal care pada masa kehamilan. “Padahal kehamilan membutuhkan persiapan fisik dan psikis dari si ibu agar dapat menghasilkan generasi yang sehat, cerdas dan erkualitas,” ujar istri Bambang Ageng Sulistyono SH. Sebelum meraih gelar doktor, Wanita yang mempunyai motto “Hidup Harus Bermanfaat” itu sebelumnya menyelesaikan studi S2 Keperawatan di Universitas Indonesia Jakarta (2002), S1 Kesehatan Masyarakat di Unair Surabaya (1993), D-III Keperawatan Akper Karya Husada (1986) dan pendidikan bidan di RSUD Madiun (1975). “Belajar bisa dilakukan sepanjang waktu tanpa mengenal usia. Alhamdulillah, anak-anak saya juga mengikutinya,” ujar pengajar pada instansi Pendidikan Keperawatan dan Kebidanan di Kediri serta Pembantu Direktur I Akademi Kebidanan Dharma Husada. (tabloid bidan/dtc/bbs/sis/mas)

Fokus

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

4

Kompensasi

Jampersal Minim Program Jaminan Persalinan (Jam­persal) yang dilun­cur­kan Kemen­terian Kesehatan awal 2011 lalu belum mendapat respon bagus dari para bidan yang membuka praktik sendiri (BPS). Apa penyebabnya dan Kenapa? Kebijakan Jampersal ini diluncurkan untuk memper­cepat pencapaian tujuan pembangunan kesehatan nasional serta Millennium Development Goals (MDGs). Kebijakan jaminan Persalinan diselenggarakan dengan maksud untuk mempermudah akses ibu hamil dalam mendapatkan pelayanan ANC (Ante Natal Care) dan pertolongan persalinan yang hygienis oleh tenaga kesehatan yang terlatih baik persalinan normal maupun dengan penyulit. Sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) Jampersal, besaran tarif pelayanan Jampersal tingkat pertama untuk persalinan normal sebesar Rp 350.000. Sedangkan pemeriksaan kehamilan dipatok tarif Rp 10.000 tiap kali periksa. Tarif untuk pelayanan nifas termasuk pelayanan bayi baru lahir dan KB pasca persalinan Rp 10.000. Pelayanan tingkat pertama diberikan di Puskesmas dan Puskesmas PONED serta jaringannya termasuk Polindes dan Poskesdes, fasilitas kesehatan swasta termasuk bidan yang membuka praktik sendiri. Besaran nominal inilah yang membuat sejumlah bidan menimbang

masak-masak sebelum menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan tim pengelola Jampersal di daerah setempat. Bagaimana tidak, biasanya mereka mendapat Rp 600.000 - 700.000 untuk penanganan persalinan normal namun jika mereka mengikuti program pemerintah maka bidan cuma mendapat setengahnya, Rp 350.000. Beragam tanggapan muncul dari para bidan. Arie Esha misalnya mengatakan Jampersal jika diberlakukan untuk masyarakat mampu maka nilai kompensasinya terlalu kecil. “Tapi kalau untuk warga kurang mampu tidak masalah, itungitung tabungan amal,” ungkapnya saat memberi komentar dalam akun facebook mediabidan.com. Komentar juga datang dari Nanik Mujiami. “Kalau bisa mbok ya ada kriteria jelas ..kan utk masy miskin da ada jamkmas dan jamda...apa ini bukan penyempitan gerak bidan... kita kerja utk mempertaruhkan nyawa... tapi usaha kita kayaknya kurang di hargai!!!!!” Bahkan ada juga yag mengatakan bahwa kompensasi Jampersal ternyata masih ada potongan 25 persen. Fakta ini diungkapkan Sumiyati Yati yang juga memberi komentar dalam akun facebook mediabidan.com. “Ya udah kecil msh di potong 25% lagi, tp gak pp deh smg berkah.”

Kepala Bidang Yankes Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, dr Herlina Ferliana mengungkapkan hingga 20 Mei 2011, belum ada data yang masuk ke Provinsi dari 38 kabupaten/ kota terkait dengan berapa jumlah BPS yang sudah menandatangani MoU pelaksanaan Jampersal. “Belum ada data berapa BPS yang sudah mendatangi kontrak MoU, mungkin karena baru sebulan disosialisasikan sehingga pada BPS masih menimbang-nimbang keputusan mereka,” kata Herlina Ferliana saat dikonfirmasi Tabloid Bidan. Dinas Kesehatan Surabaya hingga 20 Mei 2011, baru mencatat 12 orang yang menandatangi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Kepala Seksi Jamkesmas Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Marisulis SKM menjelaskan, 12 orang yang sudah teken MoU itu terdiri atas 10 orang Bidan Praktek Swasta (BPS), 1 RS Bersalin dan 1 orang dokter praktek swasta. “Kami sudah mensosialisasikan program jampersal ini sejak April 2011 lalu. Kami juga telah menggandeng IBI Kota Surabaya untuk itu dan lebih dari 300 BPS Se-Surabaya yang sudah mengetahui program Jampersal,” papar Marisulis. (tabloid bidan/juknis jampersal/dtc/bbs/sis/mas)

Dinas Kesehatan Tak Bisa Memaksa BPS

M

inimnya jumlah bidan BPS yang mengikuti program Jaminan Persalinan (Jampersal) ternyata dimaklumi Dinas Kesehatan. Dinas Kesehatan juga tak bisa memaksa para bidan yang membuka praktik sendiri untuk mengikuti program Jampersal. Kepala Bidang Yankes Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, dr Herlina Ferliana mengatakan pihaknya dapat memaklumi bila para BPS masih menimbang-nimbang keputusan me­reka untuk ikut bergabung mem­berikan pelayanan jampersal atau tidak. Karena BPS yang sudah menan­ datangi MoU Jampersal harus rela dibayar dengan standar Jampersal dari pemerintah pusat yaitu sebesar Rp 10 ribu untuk pemeriksaan kehamilan sebanyak empat kali, biaya persalinan sebesar Rp 350 ribu dan biaya perawatan nifas sebesar Rp 10 ribu untuk tiga kali kontrol. “Sehingga total yang diterima oleh BPS sebesar

Rp 420 ribu rupiah. Me­mang bila dibandingkan dengan tarif persalinan BPS yang berkisar Rp 650 ribu hingga Rp 700 ribu selisihnya cukup besar. Sehingga sangat dimaklumi bila jumlah BPS yang mau MoU belum ada,” kata Herlina. Masih menurut Herlina, yang wajib menjalankan program Jampersal adalah rumah sakit milik pemerintah, puskesmas, puskesmas pembantu dan polindes. Dimana, di Jawa Timur ada 951 puskesmas, 2.300 puskesmas pembantu dan 5.400 polindes. “Program Jampersal ini memang ditekankan pada standar pelayanan bukan pada fasilitas. Dengan banyaknya pusat kesehatan masyarakat, kami yakin masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan tersebut,” tutur dia. Herlina juga mengakui fasilitas yang ada di BPS memang bagus. Sehingga, sangat dimengerti apa yang

dirasakan oleh para BPS bila mereka menerima program Jampersal. Herlina me­nambahkan apapun keputusan BPS nantinya, pihaknya akan sangat meng­­­hargai. Namun, bila mereka bisa membantu pemerintah untuk mensuk­seskan program Jampersal, maka akan banyak masyarakat kurang mampu yang bisa menikmati kemudahan ini. “BPS yang sudah meneken MoU nantinya akan diberi tanda khusus agar warga yang datang mengetahui kalau BPS tersebut mengikuti program Jampersal,” pungkasnya. Senada juga disampaikan Kepala Seksi Jamkesmas Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Marisulis SKM. “Kalau untuk BPS, kami tidak bisa memaksa, sebab BPS memiliki hak untuk menolak atau memutuskan bergabung dengan program ini,” ungkap perempuan berjilbab ini. (tabloid bidan/juknis jammpersal/siska/mas)

Fokus

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

5

Kata Bidan

Soal Jampersal Eva Safitri Amd Keb

Wiwid Yuniarti Amd Keb Nilai Tersebut Terlalu Kecil, Tak Sebanding Resikonya Program Jami­nan Persalinan (Jam­­per­sal) meru­pakan program yang sangat bagus. Namun, kompensasi yang diterima oleh Bidan Praktek Swasta (BPS) terlalu kecil. Memang uang sebesar Rp 350 ribu tersebut bisa dikatakan cukup untuk mengganti semua kebutuhan obat-obatan yang dipergunaan untuk proses persalinan. Namun, nilai tersebut belum cukup untuk membayar tenaga seorang bidan. Padahal, dalam proses persalinan, te­ naga yang harus dikeluarkan oleh seorang bidan sangatlah besar dan sangat beresiko. Belum lagi ketegangan yang harus dialami selama menunggu proses persalina serta observasi yang dilakukan oleh bidan kadang membu­ tuhkan waktu lebih dari 24 jam.

Mimiek Andayani Amd Keb Harus Menghargai Profesi Bidan

M e n o l o n g persalinan bagi warga yang kurang mampu su­dah merupakan panggi­­­lan jiwa. Na­ mun, adanya program Jampersal yang mem­ berikan bantuan per­ salinan dengan cumacuma juga memiliki segi negatif. Sebab, program tersebut bisa dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat, pada­ hal seharusnya program tersebut lebih tepat diarahkan khusus untuk masya­ rakat ekonomi lemah saja. Selain itu, dari sisi bidan praktek swasta, nilai Rp 350 ribu sangatlah kecil. Mengingat, seorang BPS juga memiliki seorang asisten yang dibayar Rp 100 ribu untuk satu kali persalinan. Belum lagi obat-obat serta alat medis sekali pakai yang dibutuhkan saat proses persalinan. Maka nilai Rp 350 ribu sangatlah kurang. Sedang untuk jasa bidan belum masuk dalam hitungan, padahal untuk memberikan pertolongan persalinan dibutuhkan tenaga yang tidaklah sedikit. Selain membutuhkan waktu yang relatif cukup lama untuk masa observasi pra persalinan, saat persalinan para BPS dan asistennya pun masih mengalami tekanan atau sport jantung. Kalau nilai tersebut terkesan tidak menghargai profesi bidan. Padahal, sudah jelas profesi bidan harus dihargai selain memang ada saatnya bidan juga harus melakukan fungsi sosial dengan memberikan pertolongan persalinan secara gratis atau potongan yang cukup besar bagi masyarakat miskin.

Setuju, Asal Pemerintah Memberi Wewenang BPS untuk Menarik Biaya Tambahan

Sumini SST M.Mkes Harapkan Dukungan Pemda Program Jampersal yang sedang diga­ lakkan pemerintah pusat meru­ pakan hal yang sangat sulit bagi Bidang Praktek Swasta (BPS). Bila tidak ikut mengambil bagian sangatlah tidak enak sebab organisasi bidan pun mengha­ rapkan agar BPS ikut berperan aktif dalam mensukseskan program tersebut. Namun, di sisi lain, besaran Jampersal senilai Rp 350 ribu sangatlah tidak cukup untuk mencover seluruh biaya persalinan. Sumini mengharapkan Pemerintah Daerah bisa mendukung BPS dalam mensukseskan program Jampersal, dengan mengeluarkan ke­ bi­ ja­ kan BPS boleh menarik biaya tambahan maksimal berapa. Sehingga, antar BPS bisa menarik biaya tambahan yang seragam. Berkaca pada Jamkesmas, meski­pun sudah ada standar harga yang diten­ tukan oleh pemerintah pusat namun pada prakteknya ada rumah sakit yang menarik biaya tambahan kepada pasien. Sehingga, proses pengobatan bisa terus berjalan. Apalagi untuk membantu persalinan, tentunya harus diperhatikan. Jangan sampai program Jampersal malah merugikan BPS. Sebab, pada persalinan setiap ibu yang akan melahirkan harus menjalani rawat inap minimal selama dua hari. Dimana, setiap ibu yang rawat inap, juga mendapatkan teh dan snack pada sore, susu dan roti pada pagi hari dan tiga kali makan. Belum lagi, suami, ibu, bapak dari pasien yang ikut mandi di tempat praktek. Tentunya akan menambah biaya air dan listrik. Padahal, untuk menyediakan air bersih, Sumini menga­ ku harus membeli air tangki yang se­ harga Rp 95 pertangki mengingat PDAM

yang jarang keluar. Sedang untuk persalinan, Sumini biasanya mematok harga persalinan minimal Rp 650 – 700 ribu bila semuanya lancar dan tidak ada permasalahan. Sebab, setiap persalinan dirinya selalu didampingi oleh seorang asisten. Dengan biaya Rp 30 ribu setiap pasien, selain itu asisten tersebut juga menerima gaji bulanan sebesar Rp 500 ribu dan uang makan perhari Rp. 7500. Belum lagi obat-obatan yang digunakan seperti benang, under pad, kassa, kendil dan lain-lain. Selama ini, pihaknya selalu memberikan pelayanan yang memuaskan.

Eny Ruslikawati Amd Keb SST MMKes Tunggu Janji Gubernur Untuk Memberi Tambahan

Pada dasarnya program Jampersal sangalah bagus. Namun, jujur angka Rp 350 ribu plus Rp 50 ribu untuk biaya nifas sangatlah kecil. Mengingat, proses persalinan membutuhkan obat-obatan sekali pakai serta membutuhkan tenaga tambahaan atau asisten. Belum lagi, kalau dalam proses persalinan ada suatu komplikasi atau pendarahan, dimana jampersal tidak mengcover biaya bila ada suatu keadaan yang tidak diinginkan. Apalagi, selama ini banyak masya­ rakat yang minta paket lengkap baik untuk perawatan ibu maupun bayi. Otomatis anggaran sebesar Rp 350 ribu yang diberikan pemerintah tidaklah cukup. Untuk itu, para BPS berharap agar Gubernur Jawa Timur H Soekarwo atau yang akrab disapa Pakde Karwo segera memenuhi janji yang akan memberikan tambahan anggaran Jampersal dari Rp 400 ribu menjadi Rp 650 ribu.

Sebagai seorang bidan, menolong sesama merupakan panggilan jiwa. Namun, dalam proses menolong per­ salinan tidak bisa ditinggalkan pro­sedur yang berlaku. Dimana, dibutuh­kan alatalat kesehatan serta obat-obatan sekali pakai, dimana obat-obatan tersebut nilainya juga cukup tinggi. Selain itu, dalam menjalankan proses persalinan seorang bidan tidak bisa bekerja sendiri melainkan ada bantuan dari beberapa orang asisten. Dimana, para asisten tersebut juga harus mendapatkan hak mereka yaitu berupa gaji dan bonus setiap persalinan yang mereka lakukan. Sehingga, proses persalinan dengan biaya jampersal dinilai sangat kecil dan memberatkan para BPS. Untuk itu, para BPS akan sangat senang bila saat menjalankan program jampersal, BPS diberi kemudahan dan wewenang dari pemerintah untuk menarik biaya tambahan sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Sebab, ada beberapa biaya yang belum tercover oleh besarnya biaya yang telah ditetapkan pemerintah dalam program jampersal tersebut.

Laurentia Amd Kes, S Psi, M Mkes Beramal Melalui Program Jampersal

Bila banyak BPS yang merasa kebe­ ratan dengan kecilnya nilai Jampersal, BPS Laurentia mengung­kapkan dirinya memang belum mela­kukan perjanjian dengan pihak Pemda Sidoarjo untuk melaksanakan program Jampersal. Namun, secara pribadi dirinya sangat mendukung dan ingin ikut bagian dalam program tersebut. Laurentia menuturkan memang nilai Jampersal hanya sebesar Rp 350 ribu per orang. Namun, dirinya ingin membantu sesama khususnya bagi keluarga ekonomi lemah. Dimana, di lingkungan sekitar tempat tinggalnya, banyak tukang becak yang selama ini tidak berani berkunjung ke BPS maupun BKIA miliknya. Itu karena para tukang becak tersebut takut tidak bisa membayar jasa pelayanan ke tempat praktek miliknya. Dirinya berharap, dengan adanya program Jampersal, para tukang becak bisa membawa istrinya untuk bersalin ke tempat prakteknya. Disinggung soal kecilnya anggaran Jampersal dari pemerintah, Laurentia mengungkapkan justru dengan program Jampersal dirinya sangat senang karena bisa beramal kepada orang-orang tidak mampu. Sedang untuk keuntungan, dirinya akan mendapatkan itu dari orang-orang mampu yang berkunjung ke tempat prakteknya. (tabloid bidan/juknis jampersal/dtc/bbs/sis/mas)

Fokus

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

6

Ruang Lingkup

Jaminan Persalinan

Himbau BPS Sukseskan

Program

B

Jampersal

anyaknya keluhan dari para Bidan Praktek Swasta (BPS) mengenai program Jampersal mendapatkan perhatian serius dari Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Jatim, Endang Sri Resmiati SH SST MMKes. IBI Jatim tetap mengharapkan para BPS bisa ikut serta dalam menyukseskan program pemerintah khususnya dalam hal membantu persalinan masyarakat miskin. “Seperti yang sudah saya ungkapkan, IBI sangat mendukung dan mengharapkan seluruh anggota IBI untuk menyukseskannya,” kata Endang. Namun, sambung Endang, pelaksanaan program Jampersal memang tidaklah sama. Setiap kabupaten/kota memiliki aturan yang mungkin tidak sama dengan daerah lainnya dalam membuat aturan MoU. Sebenarnya yang wajib melaksanakan program Jampersal adalah rumah sakit pemerintah, puskesmas, puskesmas pembantu dan ponkesdes. “Selain BPS, para dokter swasta dan RS swasta pun diharapkan juga bisa mengambil MoU Jampersal,” unkapnya. Endang mengharapkan para BPS bisa mengambil bagian dalam MoU Jampersal ini. Sebab, program Jampersal ini tidak lain dalam rangka pencapaian MDG’s yaitu dalam rangka menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). (tabloid bidan/juknis jampersal/dtc/bbs/sis/mas)

P

elayanan persalinan dilakukan secara terstruk­ tur dan berjenjang berdasarkan rujukan. Ruang lingkup pelayanan jami­nan persalinan terdiri dari:

A. Pelayanan persalinan tingkat pertama

Pelayanan persalinan tingkat pertama adalah pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten dan berwenang memberikan pelayanan pemeriksaan keha­ milan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk KB pasca persalinan, pelayanan bayi baru lahir, termasuk pelayanan persiapan rujukan pada saat terjadinya komplikasi (kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir) tingkat pertama. Pelayanan tingkat pertama diberikan di Puskesmas dan Puskesmas PONED serta ja­ ringannya termasuk Polindes dan Poskesdes, fasilitas kesehatan swasta yang memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Tim Pengelola Kabupaten/ Kota. Jenis pelayanan Jaminan persalinan di ting­kat pertama meliputi: 1. Pemeriksaan kehamilan 2. Pertolongan persalinan normal 3. Pelayanan nifas, termasuk KB pasca persalinan 4. Pelayanan bayi baru lahir 5. Penanganan komplikasi pada kehami­ lan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir

B. Pelayanan Persalinan Tingkat Lanjutan

Pelayanan persalinan tingkat lanjutan adalah pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan spesialistik, terdiri dari pelayanan kebidanan dan neonatus kepada ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi dengan risiko tinggi dan komplikasi, di rumah sakit pemerintah dan swasta yang tidak dapat ditangani pada fasilitas kesehatan tingkat pertama dan dilaksanakan berdasarkan rujukan, kecuali pada kondisi kedaruratan. Pelayanan tingkat lanjutan diberikan di fasilitas perawatan kelas III di Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta yang memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Tim Pengelola Kabupaten/Kota

Jenis pelayanan Persalinan di tingkat lanjutan meliputi: 1. Pemeriksaan kehamilan dengan risiko tinggi (RISTI) dan penyulit 2. Pertolongan persalinan dengan RISTI dan penyulit yang tidak mampu dilakukan di pelayanan tingkat pertama. 3. Penanganan komplikasi kebidanan dan bayi baru lahir di Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan yang setara. (tabloid bidan/juknis jampersal/dtc/bbs/sis/mas)

Aktualita

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

7

Bidan Harus Rajin Ikut Seminar

S

ebagai tenaga profesional di bidang pelayanan kesehatan ibu dan anak, bidan dituntut untuk terus mengem­ bangkan pengetahuan dan kemam­ puannya. Untuk itu, diharapkan bidan aktif dan rajin mengikuti berbagai pelatihan, seminar maupun talkshow kesehatan guna menambah wawasannya. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Jawa Timur Endang Sri Resmiati SH SST MMKes pada acara Seminar dan Talkshow Bidan 2011 dengan tema “ Upaya Kesehatan Kulit Ibu dan Anak menuju MDG’S 2015 “ yang digelar di Rumah Makan Nur Pasific Surabaya, 3 Maret 2011. “Saya berharap teman-teman bidan khususnya di daerah untuk rajin mengi­ kuti seminar apapun yang berguna untuk kepentingan meningkatkan profesio­ nalisme bidan,” kata Endang. Endang menambahkan seorang bidan harus sering mengikuti seminar tidak hanya seminar yang langsung berhubungan dengan kegiatan bidan

dalam memberikan pelayanan kepada ibu dan anak. Tetapi seminar untuk kesehatan pun juga harus diikuti. Begitu juga dengan seminar tentang excelent service bahkan seminar tentang management pun harus diikuti oleh bidan. “Apapun seminar dan talkshow yang

bisa meningkatkan profesionalisme ha­ rus diikuti jangan lihat harganya. Tetapi pentingnya informasi yang disampaikan dalam seminar tersebut,” tegasnya. Masih menurut Endang, untuk men­ jaga profesionalisme bidan dilakukan akre­ditasi bidan melalui uji kompetensi.

Diharap­kan dengan seringnya mengi­ kuti seminar dan talkshow semakin menambah wawasan sehingga saat dilakukan akreditasi melalui uji kompe­ tensi, para bidan bisa lolos. Yang secara otomatis sangat dibutuhkan untuk memperpanjang izin praktek mereka. Terkait soal Seminar dan Talkshow Bidan 2011 yang digelar di RM Nur Pasific, Endang mengatakan semi­ nar yang mengangkat tema ‘Upaya Kese­ hatan Kulit Ibu dan Anak menuju MDG’S 2015’ diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan para bidan terkait keseha­ tan kulit ibu dan anak. Dimana, banyak keluhan akan gangguan kulit yang diterima bidan baik gangguan kulit ibu hamil ataupun ganguan kulit pada bayi dan balita. “Jumlah bidan di Jatim ada 14 ribu dan yang hadir hanya 250 orang. Maka, saya mohon yang hadir bisa membagi informasi seminar dan talkshow ini ke teman yang lain apalagi seminar ini cuma-cuma,”pungkasnya. (tabloid bidan/siska)

KB di Jatim Sukses

Angka Kematian Ibu dan Bayi Jauh di Bawah Tingkat Nasional

P

elaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di Jatim sejauh ini cukup suskses. Angka kematian ibu melahirkan dan bayi jauh di bawah tingkat nasional. Total Fertility Rate (TFR) 1,92 % (2009) menjadi 1,64 % (2010). Laju Pertumbuhan Penduduk ( LPP) dari 0,52, menjadi 0,49, berarti sudah jauh di bawah tingkat nasional 1,49 %. Angka kematian bayi 28,2/ 1000 kelahiran, di tingkat nasional masih 34. Angka Kematian ibu melahirkan 90,7 per 100 ribu tingkat nasional masih 228. “Kami akan terus mempererat kerja sama dengan BKKBN untuk turun ke grass root, berinteraksi lang­ sung dengan masyarakat ke daerah pelosok-pelosok,” ujar Ketua TP PKK Provinsi Jatim Dra.Ny.Hj. Nina Soe­ karwo pada pembukaan Rakornis Opti­ma­lisasi Percepatan Revitalisasi pro­gram Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) bersama mitra kerja di Jatim, di Grand City Mall Surabaya, Selasa (3/5).

Selama ini, problem kependudukan ada dua, yaitu struktural dan kultural. Struktural dengan menjalin kerja sama membentuk Koalisi. Sedangkan kultural mengubah pandangan untuk melakukan penundaan perkawinan dan penundaan kelahiran setelah menikah. Sementara dari sisi non kependu­ dukan membentuk koalisi sehingga ada korelasi positif seluruh lapisan

masyarakat untuk saling memperkuat dan mempercepat program KB. Karena melalui pertumbuhan penduduk yang berkeadilan, berkeseimbangan dan pemerataan, akan berdampak terhadap pengurangan angka kemiskinan, pe­ ngang­guran serta lingkungan. “Untuk itu sangat penting dibangun korelasi positif terhadap kependudukan dan pembangunan dengan membentuk

Koalisi,” ujarnya. Dalam kesempatan itu Kepala BKKBN Prov Jatim dan Ny.Hj. Nina Soekarwo menandatangi kerja sama di bidang program KB. “Meski tanpa harus perjanjian MoU dengn BKKBN, sudah menjadi suatu kewajiban bagi TP PKK Prov Jatim untuk revitalisasi KB,” pungkasnya. (tabloid bidan/siska)

Lensa

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011 Hanya untuk kalangan medis

2

Sahabat P erempuan

8

Memperingati Hari Kartini dan Menyambut HUT IBI Ke-60 Rantin DKK Surabaya

2

3

Program Pendidikan : A. Program Studi D3 Kebidanan B. Program Studi D3 Keperawatan C. Program Studi S1 Keperawatan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Konsentrasi Studi :

Keperawatan Medical Bedah Keperawatan Maternitas Keperawatan Anak Keperawatan Jiwa Keperawatan Kegawat Daruratan Keperawatan Komunitas Keperawatan Keluarga Keperawatan Gerontik (Lansia) Manajemen Keperawatan

4

Fasilitas Pendidikan : Seluruh fasilitas PBM (kelas, laboratorium, perpustakaan) ber-AC, Perpustakaan dengan komputerisasi sistem informasi, dilengkapi koleksi cetak dan multimedia, Laboratorium : Lab. Keperawatan Dasar, Lab. Medikal Bedah, Lab. Anak, Lab. Maternitas, Lab. Jiwa, Lab. Komunitas, Lab. Biomedik, dan Lab. Bahasa Inggris dan Komputer, Ruang Diskusi Kelompok, Media Audio Video Aid : Multimedia, LCD Projector, OHP, Sound System di setiap kelas, Musholla, Sistem Informasi Akademik terpadu, Free akses internet dengan Wi-Fi.

Lahan Praktek :

RS Islam A. Yani Surabaya, RS Islam Jemursari Surabaya, RSUD. Dr. Soetomo Surabaya, RSAL. Dr. Ramelan Surabaya, RS. Jiwa Daerah, Menur Surabaya, RS. Darmo Surabaya, RS. Al-Irsyad Surabaya, RS. Haji Surabaya, RS. Siti Kadijah Sepanjang, RSU. Soewandi Surabaya, RS. Bakti Rahayu, RS. International Mitra Keluarga, RS. PHC Surabaya, RS. Siloam Surabaya, BPS (Bidan Praktek Swasta) di wilayah Gresik, Surabaya, Sidoarjo dan Jombang, Puskesmas di wilayah Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Praktek Kerja Komunitas, dilaksanakan di Kelurahan Wonokromo dan Kelurahan Jagir Kecamatan Wonokromo, Panti Wreda Hargo Dedali, Dinas Kesehatan Kota.

5

LULUSAN STIKES YARSIS SIAP PAKAI, TERBUKTI TERSERAP 100% DALAM WAKTU 6 BULAN DI RS PEMERINTAH DAN SWASTA, PUSKEMAS, INSTITUSI PEND KESEHATAN DAN PRAKTIK MANDIRI.

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA (STIKES YARSIS) Jl. SMEA no. 57 Surabaya Telp. 031-8284508, 8291920, 8298631/ faks : 031-8298582 Website : http://sipenmaru.stikesyarsis.ac.id

1. Selesai acara seluruh peserta dan panitia berpose bersama. 2,5. Peserta lomba busana dan paduan surabaya. 3. Peserta lomba berpose sebelum acara. 4. dr Kartika perwakilan dari Dinkes kota surabaya (tengah) menghadiri acara lomba busana yng diselenggarakan ranting IBI DKK.

Lensa

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

9

Bakti Sosial HUT Kota Surabaya PC IBI Surabaya

1

Pelatihan Peningkatan Kemampuan Teknis Bidan IBI JATIM di Kota Malang

Ketua PC IBI Surabaya, Suhartini (3 dari kiri) sedang memberikan konseling kepada peserta baksos.

Pemasangan implant oleh bidan di acara baksos HUT Kota Surabaya 2

Sambut HUT Bidan dengan Tingkatkan Kemampuan Bidan

3

4

5

6

1. Mereka panitia dari penggagas pelatihan. 2. Peserta Pelatihan yang diikuti dari berbagai daerah ft bareng dengan panitia dan pelatih dari Kemenkes RI. 3. Selain teori praktek jg prioritas utama dalam pelatihan tersebut. 4. Mejeng di sela-sela acara. 5. Peserta dibagi kelompok untuk memaparkan hasil praktek lapangan. 6. Perwakilan dari peserta menerima sertifikat hasil dari pelatihan selama 3 hari. 7. Peserta serius mendengarkan pemaparan materi.

7

Menyambut HUT IBI pada 24 Juni mendatang, IBI Ranting Sidoarjo menggelar berbagai acara, yakni lomba busana serasi dan lomba cerdas cermat. “Kami mengadakan dua lomba tersebut karena kami menilai keserasian busana menjadi hal yang penting, selain itu pengetahuan bidan juga harus ditingkatkan untuk itu lomba cerdas cermat juga kami gelar,” jelas Ketua IBI Ranting Sidoarjo, Laurentia Amd Kes, S Psi, M Mkes. Dalam lomba tersebut didapatkan juara  sebagai berikut juara 1 :  Fifi A-md Keb dari RB Bintari, juara 2 : Hj Siti Julianah Amd Keb dari RB Bintari, juara 3 :  Sunarsih amd keb dari Puskesmas Sidoarjo, juara Harapan 1 : Widiyati Amd Keb dari BPS Buduran, juara Harapan 2 :  Eva Savitri amd keb dari RB Eva Candi dan juara Harapan 3 : Ayu Vibrianti Amd Keb dari RB BKIA Tiara  Lomba Cerdas Cermat Juara 1 diraih Regu A yaitu RB Tiara dengan nilainya 96, Juara 2 adalah  Regu K dari Puskesmas Kardangan dengan nilai 68, juara 3 Regu I dari RSUD Sidoarjo dengan nilai 65, Juara harapan 1 : Regu J dari Puskesmas Sidoarjo dengan nilai 64, juara harapan 2 : Regu B dari RSB Buah Delima Sidoarjo dengan nilai 61 dan Juara harapan 3 : Regu F Puskesmas Buduran dengan nilai 60.

Pendidikan

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011 Hanya untuk kalangan medis

Mengenal LUPUS Pengirim : Prista Yusti Rusdini, Amd.Keb (Bidan di sebuah Rumah Bersalin di Pasuruan)

S

etiap tanggal 10 Mei seluruh orang di penjuru dunia memperingatinya sebagai Hari Lupus Sedunia. Akan tetapi, tak banyak orang awam tahu tentang penyakit LUPUS ini. Padahal penyakit LUPUS adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Apalagi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, dan lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.

Lantas, Apa Itu Penyakit LUPUS ?

Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan, rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.

Dr. Rahmat Gunadi dari Fakultas Kedokteran Unpad/RSHS menjelaskan, penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah. “Timbulnya penyakit

Gejala

Gejala - gejala penyakit dikenal    se­ bagai   Lupus Eritomatosus Siste­ mik (LES) alias Lupus. Eritomatosus  artinya kemerahan. sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai   organ tubuh. Istilahnya disebut   LES atau Lupus.   Gejala - gejala yang umum dijumpai adalah: Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan. Penderita sering merasa lemah, kele­ lahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadangkadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus. Anemia yang diakibatkan oleh selsel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan

Ruam pada wajah

Anjing Lupus

ruam pada kulit

ini karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres,” ujarnya.

Terbanyak Serang Wanita

Jumlah penderita Lupus ini tidak terlalu banyak. di   RS Ciptomangunkusumo Jakarta, dari 71 kasus yang ditangani  sejak awal 1991 sampai akhir 1996, 1 dari 23 penderitanya adalah laki-laki. Setelah diteliti penyebab Lupus karena faktor keturunan dan lingkungan. Penyakit ini justru diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun. Namun   begitu, ada juga pria  yang mengalaminya. Ahli menduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.   Karena Lupus menyerang wanita subur, kerap menimbulkan berbagai aspek kesehatan. Misalnya hubungan dengan kehamilan yang menyebabkan  abortus, gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal saat lahir.  

Sahabat P erempuan

10

Namun, hal ini bisa saja terjadi sebaliknya. Artinya, justru kehamilan bisa memperburuk gejala Lupus. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu hamil atau setelah melahirkan. Lupus merupakan penyakit yang menyerang perubahan  sistem kekebalan perorangan, yang sampai kini belum diketahui penyebabnya. Penyakit ini muncul akibat kelainan fungsi sistem kekebalan tubuh. Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibody yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini disebut autoimunitas. Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara  yaitu :. Pertama, antibodi aneh ini bisa   langsung menyerang   jaringan  sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan  selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan  penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia. Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibody), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun. Gabungan antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan. Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan baik. Malah selsel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ tubuh akan terganggu. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap  Lupus. Kesembuhan total dari penyakit ini tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus pada pengobatan yang sifatnya sementara. Lebih difokuskan untuk mencegah meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh. (*)

Pendidikan

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011 Hanya untuk kalangan medis

Sahabat P erempuan

11

Mata Kuliah Konsep Kebidanan Dan Agama

Sebagai Aplikasi Pendidikan Berkarakter Bagi Mahasiswa Diploma Kebidanan satu sumber daya yang penting. Sambil mengevaluasi tujuan kita, sangatlah penting untuk menyusun kurikulum yang secara jelas memuat pendidikan karakter. Namun, semakin singkatnya waktu studi serta mahalnya biaya pen­ di­­ dikan mendorong mahasiswa men­ jadi mahasiswa yang pragmatis dalam mencapai citacitanya.

Bagaimana dengan pendidikan bidan saat ini ???

Pengirim : Bidan Elly (Bidan praktek swasta dan staf pendidik di Surabaya)

D

ewasa ini pendidikan berkarakter memang menjadi isu utama dalam dunia pendidikan, tak terkecuali di lingkup perguruan tinggi. Selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak mahasiswa se­ bagai anak bangsa, pendidikan berka­ rakter diharapkan mampu menjadi kesuk­sesan peradaban bangsa. Karakter terbentuk saat seseorang lahir. Lingkungan di mana ia tumbuh mempengaruhi baik buruknya karakter. Karakter mahasiswa kembali mulai terbentuk setelah mereka melakukan interaksi di lingkungan kampus. Tolok ukur pembentukan karakter seorang mahasiswa dapat dilihat dari proses mulai dari saat berpredikat mahasiswa baru hingga mantan mahasiswa. Pendidikan berkarakter harus di­ mulai dan dibangun di lingkungan ke­ luarga, dikembangkan di dunia pendi­ dikan, serta pada akhirnya dite­rapkan secara nyata di dalam kehidupan ber­ ma­syarakat. Dengan pem­bentukan ka­ rakter yang baik maka akan membuka jalan buat mahasiswa ketika terjun ke dunia kerja, karena dunia global saat ini menuntut tenaga kerja profesional dan punya karakter khusus. Universitas/ Sekolah Tinggi sebagai lembaga pendidikan tinggi adalah salah

Untuk membina karakter maha­ siswa kebidanan telah dituangkan ke dalam rencana strategisnya dan peran­ cangan program yang sistematis dan terintegrasi sudah dilakukan. Sebagai pilot project, adalah mata kuliah konsep kebidanan dan agama. Dua mata kuliah ini memang tidak dapat langsung me­ ngu­ bah karakter mahasiswa, namun te­lah memberikan warna positif dalam suasana perkuliahan. Konsep Kebidanan adalah Mata ku­ liah ini membahas tentang nilai, teori dan konsep kebidanan dalam kaitannya dengan profesionalisme kebidanan dan penerapan manajemen kebidanan ber­­ da­ sarkan kompetensi yang dimi­ liki. Dida­lamnya telah dijelaskan ba­gai­­mana pengertian dan definisi kebi­­danan, per­ kembangan profesi, pelayanan dan pendidikan kebidanan, filosofi kebidanan, paradigma asuhan kebidanan, teori dan konseptual model kebidanan, manajemen kebidanan sebagai metode asuhan kebi­ danan, sistem penghargaan bagi bidan, serta prinsip perkembangan karir bidan dikaitkan dengan peran, fungsi dan tanggung jawab bidan. Mata kuliah ini telah menjelaskan secara gamblang bagimana kita menjadi seorang bidan yang benarbenar bertanggung jawab terhadap profesinya. Mata kuliah ini memang kelihatan statis, tetapi sesungguhnya mata kuliah ini sangat dinamis. Coba kita pelajari kembali bagai­ mana perkembangan bidan mulai dari

zaman Mesir sampai sekarang, disana terlihat bagaimana seorang bidan hanya sebagai pendamping wanita persalinan kini sudah menjadi pemimpin di bidangnya dan sudah menjadi profesi yang diakui oleh dunia. Falsafah kebi­ danan yang kita pelajari lebih awal memberikan gambaran dan pandangan kita bahwa bidan harus mempunyai karakter Responsibility. Perkembangan karir bidan adalah pokok bahasan setelah falsafah. Pada bahasan ini kita mempelajari bagaimana sejarah perkembangan bidan baik luar negeri atupun luar negeri, nah disi­nilah kita harus mengakui bahwa bidan adalah salah satu pofesi yang berkarakter Trustworthiness, karakter yang membuat seseorang menjadi ber­ integritas, jujur, dan loyal. Konsep Kebidanan sebagai dasar dalam praktik kebidanan, di sini kita akan membedah bagaimana kita memberikan asuhan kebidanan kepada sasaran kita yaitu manusia yang unik yang terdiri dari biopsikososial dan spiritual, menjadi menajer dalam diri kita sendiri serta bagaimana kita meng­ himpun profesi kita dalam bentuk orga­ ni­ sasi, hal ini sudah memper­lihatkan bagiamana mata

kuliah ini membentuk karakter individu menjadi seorang yang Fairness, Caring, Respect, dan Citizenship. Namun semua itu tidak akan ber­ jalan sebagaimana mestinya tanpa satu mata kuliah ini yaitu agama. Mata kuliah ini akan memberikan sebuah pencerahan, sebuah akhir tujuan dari perjalanan panjang. Tanpa didasari keyakinan, keikhlasan, ketakwaan yang seutuhnya, tentunya profesi kita akan jatuh berkeping- keping tanpa sisa. Banyaknya tugas dan tanggung jawab kita akan terasa berat dan lelah kalau hati kita tidak mempunyai setitik keikhlasan. Ketaqwaan yang kita miliki akan memberikan nuansa nyaman dan aman pada klien kita pada saat berada pada titik nadir. Membantu men-zerokan akal dan hati, meyakinkan pada klien masih ada harapan dariNYA... bahwa semua akan kembali padaNya. Sungguh pekerjaan yang tidak mudah. Batas hitam dan putih akan lebih jelas dengan mempelajari mata kuliah agama. Nah... sekarang tinggal kita... bagaimana mengkemas dua mata kuliah ini menjadi mata kuliah favorite dan tidak luntur sampai menjadi seorang bidan. (*)

Tips Mudah Berlapang Dada

B

ila kita membaca berita di media massa, banyak orang mengalami depresi karena desakan ekonomi, korban PHK, kasus asmara dan lain seba­gainya. Depresi juga kerap membuat kalap penderitanya, dia bisa nekat bunuh diri ataupun mengalami gangguan jiwa. Inilah tiga tips agar kita bisa berlapang dada atau istilah Jawa jembar dadane yang disadur  dari buku fenomental karya Dr.Aidh a-Qarni. 1. Selalu mengaitkan hati kepada sang pencipta, menyembah-Nya, taat dan berserah diri kepada-Nya. Semakin banyak mengingat Tuhan, pikiran anda akan semakin terbuka, hati akan tentram, jiwa semakin bahagia, dan nurani anda semakin damai sentausa. Itu karena dalam mengingat Tuhan terkandung nilai ketawakalan kepada-Nya, keyakinan penuh kepadaNya, ke­ ter­ gantungan diri hanya kepada-Nya, ke­ pasrahan kepada-Nya, dan pengharapan kebahagiaan dari-Nya. Tuhan senantiasa dekat ketika si hamba berdoa kepada-Nya, senantiasa dengar ketika anda

meminta dan senantiasa mengabulkan jika dimohon. 2. Menutup berkas-berkas masa lalu dengan semua kegetirannya dan genangan air matanya, semua kesedihannya, dan bencananya, semua kepahitannya, dan keresahannya. Janganlah kita terlalu larut dalam

kesedihan karena suatu kegagalan, bukankah kegagalan adalah suatu keberhasilan yang tertunda? Dan memulai sebuah kehidupan baru dengan hari yang baru pula. 3. Membiarkan masa depan yang masih gaib itu, tidak melarutkan diri di dalamnya, dan menjauhkan diri dari segala bentuk ramalan, prakiraan, dan ketidak­ jelasannya. Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demi­kian mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan ke­sialan yang mungkin akan terjadi pa­danya, memikirkan kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan? Semoga bermanfaat bagi para pembaca Yayuk Sri Rahayu (IBI Cabang Ngawi)

Umum

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

14

Jatim Bentuk Koalisi Indonesia

IRJ RSU Dr Soetomo

Rekrut Client Manager

U

ntuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada pasien, Instalansi Rawat Jalan (IRJ) RSUD dr Soetomo merekrut client manager. Nantinya petugas yang disebut client manager ini akan menjadi pemandu bagi pasien agar tidak tersesat saat berobat di IRJ RSUD dr Soetomo. Kepala IRJ RSUD dr Soetomo, Roestiniadi D.S., dr., Sp.THT mengatakan setiap hari sedikitnya ada 3000 pasien dan membuat setiap pasien puas dengan pelayanan merupakan hal yang tidak mudah, sebab setiap pasien memiliki watak dan perilaku yang berbeda-beda. “Untuk itu, IRJ selalu berusaha meningkatkan kompetensi pegawainya. Para pegawai IRJ yang kebanyakan adalah dokter dan perawat ini selalu diberi pelatihan seperti Saseta (salam, senyum, tanya) serta LSH (Layanan Sepenuh Hati). Dengan berbagai latihan tersebut, diharapkan pegawai IRJ dapat memberikan pelayanan yang prima,” ungkapnya. Ternyata usaha tersebut tidak sia-sia. Beberapa pasien pun mengakui, Heri salah satunya. “Mulai masuk loket sampai ke dokter pelayanannya baik,” ujar bapak berusia 43 tahun ini. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pelayan ini telah menggunakan jasa RSUD Dr. Soetomo sejak 1973 dan selama itu dia merasa bahwa pelayanan di rumah sakit pemerintah provinsi ini semakin baik, khususnya IRJ. Meski begitu, IRJ tidak berpuas hati. Di ulang tahunnya yang ke-27 tahun kali ini, IRJ berencana akan menambah personil. Mereka rencananya akan merekrut petugas client manager mulai awal Mei ini. Client manager tersebut akan bertugas menjelaskan pada pasien tentang prosedur pelayanan di IRJ. “Mereka (client manager) akan menjelaskan bahkan kalau perlu mengantar pasien yang membutuhkan hingga ke poli yang dituju tanpa dipungut biaya,” ujar Kepala IRJ yang akrab disapa dr. Yusi ini. Pasien yang dimaksud disini adalah mereka yang terihat bingung, dalam keadaan sendiri, dan dalam kondisi kesehatan yang buruk. Untuk uji coba, mereka, client manager ini akan ditempatkan di POSA (Poli Onkologi Satu Atap). Pertimbangannya karena poli ini letaknya terpisah dari poli lainnya di IRJ sehingga butuh perhatian lebih agar pasien tidak tersesat.

Untuk Kependudukan Dan Pembangunan

K

oalisi Indonesia untuk kependudukan dan pembangunan sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program pemerintah dalam upaya mencegah ledakan penduduk. Untuk itu, setiap provinsi, kabupaten dan kota diharapkan segera membentuk koalisi Indonesia Kependudukan dan Pembangunan. Jawa Timur merupakan koalisi ke tujuh yang ada di Indonesia. Ketua Umum Koalisi Indonesia untuk kependudukan dan pembangunan Dr. Sonny Harry B. Harmadi mengatakan koalisi di Jatim ini merupakan koalisi ke tujuh di Indonesia. Yang pertama dibentuk di Prov Sulteng, Jabar, Gorontalo, Sumbar, Sumsel, dan kemarin baru dikukuhkan Koalisasi di Sumut. Dalam waktu dekat Akan dikukuhkan Aceh, Maluku, dan NTB. Koalisi di Jatim dengan anggota 95 orang ini lebih besar dibanding Koalisi Pusat yang hanya 50 orang. “Koalisi ini dibentuk sebagai wahana untuk menampung aspirasi individu-individu yang peduli terhadap masalah kependudukan dan pembangunan di Indonesia,” kata Sonny usai mengukuhkan kepengurusan Koalisi Kependudukan dan Pembangunan Provinsi Jatim periode 2011-2014 di Grand City, Surabaya. Koalisi ini, sambung Sonny memiliki peranan sebagai sarana advokasi KIE, sarana jejaring membangun aliansi berbagai pihak, menjadi pusat dan sarana pertukaran informasi mengenai pembangunan kependudukan, memberikan rekomendasi kebijakan, serta membantu menggerakkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat sebagai mitra kerja. “Koalisi ini merupakan organisasi independen yang bebas dari kepentingan politik praktis terdiri dari orang-orang yang peduli pada masalah kependudukan serta mempunyai kemampuan untuk membantu dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan di bidang kependudukan,” papar dia. Rakornis diikuti 400 orang mitra kerja program KB di Jatim, antara lain jajaran TNI, Tim Penggerak PKK Kab/Kota se Jatim, APINDO Jatim, SKPD Kab/ Kota, serta Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan pembangunan. (tabloid bidan/dtc/bbs/sis/mas)

(tabloid bidan/dtc/bbs/sis/mas)

Jatim Bentuk PPK-BLUD Agar RS Beri Layanan Prima

A

gar pelayanan kesehatan khususnya bagi masya­rakat tidak mampu semakin baik, Pemprov Jatim mem­ bentuk tim Pelaksana Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) Jatim. “Pembentukan tim PPK-BLUD merupakan salah satu penerapan kebijakan Pemprov Jatim dalam rangka memberikan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” kata Sekdaprov Jatim, Dr. H. Rasiyo, Senin(2/5). Rasiyo menjelaskan selama ini, pelayanan kese­ hatan yang berlangsung di Jatim sudah bagus. Banyak program pemprov yang mengedepankan kesehatan bagi masyarakat miskin seperti membangun Ponkedes, Polindes, dan Jamkesmas. PPK-BLUD memberikan memberikan kepercayaan penuh kepada RS untuk mengelola sendiri dan memberikan kesejahteraan bagi karyawan. Ke depan diharapkan, RS berkembang lebih bagus dengan dana yang dihasilkan sendiri oleh RS tersebut. Artinya memberdayakan komponen yang ada untuk memberikan layanan yang lebih tidak semata untuk mencari keuntungan karena RS masih dibantu pemerintah untuk penggajian karyawan. Sebagai contoh, Pegawai

Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di setiap RS. “Untuk bisa berkembang seperti itu perlu ada penga­ wasan, kalau tidak diawasi bisa melenceng programnya,” tegas Rasiyo. Tahun 2011, sebanyak lima RSUD yang masuk dalam kepengurusan PPK-BLUD, antara lain RSUD Dr. Sotetomo, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, RSUD Dr. Soedono Madiun, RSUD Haji Surabaya, dan RS Sakit Jiwa Menur Surabaya. Setiap RSUD beranggotakan lima orang,

kecuali pada RS Sakit Jiwa Menur sebanyak tiga orang. Fungsi dari Tim PPK-BLUD antara lain, pertama, melakukan rapat koordinasi dengan seluruh dewan pengawas secara berkala, kedua, menganalisis dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang didapat dari pembinaan dan pengawasan dewan pengawas. Ketiga, memberikan saran, pendapat kepada Gubernur mengenai hasil pembinaan dan pengawasan, terhadap pelaksaaan PPK-BLUD RS Provinsi, keempat, memberikan saran kepada Gubernur mengenai rencana pengembangan pengelolan BLUD RS Provinsi dan kelima, menyusun laporan kepada Gubernur setiap enam bulan tentang pelaksanaan BLUD berdasarkan laporan dewan pengawas. Pada kesempatan yang sama, Asisten Adminstrasi Umum Setda Prov Jatim, Dr. H. Akhmad Sukardi, MM berpesan, agar para direktur RS Provinsi segera melengkapi sarana dan prasarana dewan pengawas untuk melaksanakan tugas, dan sebagai tambahan dewan pengawas dilibatkan dalam rencana pengembangan RS sesuai rencana strategis bisnis. (tabloid bidan/doc/siska/mas)

Psiko

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011

15

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

Mengenal Agresivitas Sebagai

Dorongan Dasar Atau Hasil Belajar Dari Lingkungan > cerai > Kematian sebelum usia 12 tahun > Tinggal di panti asuhan sebelum 12 tahun

RUBRIK PSIKOLOGI MEDIA “BIDAN” INI DIASUH OLEH JOKO SANTOSO

Penyebab Tingkah Laku Agresif

Banyak penyebab timbulnya ting­ kah laku agresif, namun dapat dipilah menjadi dua kelompok, yaitu : • dari dalam individu sendiri atau • Dari luar

Penyebab dari dalam individu antara lain:

• Faktor Organik – kerusakan otak; hal ini menyebabkan : kontrol kurang dan cenderung bersikap keras • Peyakit jiwa; dasar nerosa atau psikos • Dasar kepribadian (antisosial); sifat orangnya : > Impulsif > Pemberontak > Tanpa rasa salah > Kurang hangat > Tak gunakan pengalaman • Kecerdasan yang kurang; perkem­ bangan moral dan norma yang kurang berkembang • Pemabuk, alkoholik, narkotik • Terjadi “lupa diri” dengan tindakan lepas kontrol untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan “lupa diri” bisa saja terjadi setelah “pemenu­ han” kebutuhan tersebut. • Lelah • Stress • Kelainan kromosom, dimana sese­o­ rang dengan kromosom XYY cende­ rung melakukan tindakan agre­ sif, tanda phisik luarnya antara lain : > Dahi rendah > Bentuk kepala dan rahang aneh > Alis mata bertemu garis tengah > Telinga menonjol

Penyebab Khusus Pada Anak-anak :

Khusus pada anak – anak ada beberapa penyebab reaksi agresif antaralain : • Konflik dengan orang tua • Reaksi sedih • Kehilangan kasih sayang • Persoalan sekolah • Konflik seksual Khusus pada anak tingkah laku agresif dalam bentuk ledakan marah, antara lain timbul karena : > Orang tua yang kaku > Orang tu yang terlalu keras > Orang tua yang selalu menuruti permintaan anak > Disiplin atau aturan yang bertentangan > Disiplin atau aturan yang tidak konsekuen > Hukuman dan amarah (balasan)

Gejala Tindakan Agresif Sejak Dini

Tingkah laku agresif sebenarnya

bukan merupakan “tindakan yang muncul tiba-tiba”, tetapi merupakan hal yang dipelajari “reaksinya” sejak dini. Besar kecilnya, berat ringannya reaksi agresif tersebut barulah ditentukan oleh “dasar bawaan” yang berbeda untuk setiap orang.

Beberapa gejala dini yang nampak antara lain :

> Sering membolos > Kenakalan anak remaja > Dihukum, diskors di sekolah karena perilaku buruk > Lari dari rumah (minggat) > Berbohong > Berualang kali mabuk atau menggunakan obat terlarang > Merusak milik orang lain > Prestasi dibawah kemampuan > Melawan aturan > Sering memulai perkelahian > Penimbul masalah, perusuh > Sikap permusuhan

Gejala yang kemudian mulai menetap adalah :

> Iritabel > Agresif > Kegagalan tanggung jawab > Melawan aturan > Bertukar pasangan, sahabat

Penyebab dari luar antara lain :

• Rumah tangga berantakan, figure parental yang multiple • Penolakan orang tua (ayah) • Penerapan disiplin rendah • Orang tua berkepribadian social­ path • Lingkungan yang patologis • Pendidikan dan latihan kontrol diri kurang • Pemakaian senjata tajam secara bebas • Penyiaran dan pemberitaan media massa • Pembicaraan masyarakat • Konflik dengan orang lain yang penting • Perpecahan yang hebat dalam keluarga; Misalnya :

ganti-ganti > Implusif > Kepribadian ekslosiv

Perilaku Agresif Secara Kelompok

Berkembangnya usia yang mema­ suki remaja maka anak tak lagi didominir aturan dan norma orang tua, tetapi lebih dikuasai norma kelompok karena remaja sudah lepas dari ke­ luarga. Mereka mulai berkelompok dan mempunyai geng yang mendominir kehidupannya, termasuk perilaku social yang dianut serta tata aturan yang lebih digenggam. Secara psikologis mereka mem­ punyai kesamaan tertentu sehingga mereka berkumpul mengelompok dan apabila kesamaan itu negative, menurut aturan social yang lebih luas maka perilaku kelompok yang berlakupun menjadi negative dan sebaliknya. Menguatnya suara kelompok mem­buat bertanggung jawab masingmasing individu sukar dispisahkan. Hal tersebut karena suara massa yang lebih dominan, terlepas benar atau salah, baik atau buruk; asal sesuai dengan suara kesatuan kelompoknya. Temasuk dalam hal ini perilaku agresif kelompok, sehingga perilaku agresif ini akan hilang sendirinya bila orang tersebut lepas dari kelompoknya (apalagi lepasnya secara psikologis). Oleh karena itu justru perilaku agresif yang berkelompok mempunyai nilai prognos yang lebih baik daripada perilaku agresif yang individu. Dengan bertambahnya usia maka jiwa remajapun (hendaknya) mulai mengendor dan perilaku lebih terken­ dali oleh logika dan kognisi sehingga tidak lagi menjadi emosional. Jiwa massa yang tidak terbatas pada usia remaja, memang mudah dimanfaatkan oleh kelompok tertentuan yang kurang bertanggung jawab untuk melakukan tindakan-tindakan yang agresif yang bersifat menyerang, menghancurkan dan tindakan lain yang bersifat merusak, provokasi yang biasa saja merupakan media empuk yang bisa pula pemanfaatan kehidupan politik dalam suatu Negara. Keadaan yang demikian memang bisa mengkaburkan hal-hal yang semestinya benar menjadi pudar kebenarannya dimata masya­ rakat umum dan sebaliknya. Oleh karena itu tindakan gegabah dalam penyelesaian konflik yang bersifat massa jelas tidak akan menghasilkan penyelesaian yang memuaskan semua pihak. Namun demikian tindakan yang penuh dengan kebijaksanaan (yang pasti merugikan kelompok tertentu yang belum tentu salah) memang diperlukan demi ketenangan kelompok atau masyarakat yang lebih luas.

Harga iklan Tabloid Bidan Include website th 2011

Iklan Banner depan/cover Ukuran (5 cm x 27 cm) 1 hal FC 1 x tayang 4.500.000,- 3 bulan 10.500.000,½ hal FC 1 x tayang 4.000.000,- 6 bulan 15.750.000,¼ hal FC 1 x tayang 3.500.000,- 12 bulan 18.375.000,-

Iklan Kuping Ukr (cm x cm)

Iklan Paket FC Bandling TABLOID BIDAN dan MEDIABIDAN.COM :

3 bulan 1.500.000, 6 bulan 2.250.000, 12 bulan 3.750.000,-

1 hal ½ hal ¼ hal 1 hal

12 12 12 6

x x x x

tyng + 6 bln tyng di website tyng + 6 bln tyng di website tyng + 6 bln tyng di website tyng + 4 bln tyng di website

28.000.000,23.000.000,18.000.000,17.500.000,-

½ hal ¼ hal 1 hal ½ hal ¼ hal

6 6 3 3 3

x x x x x

tyng + 4 bln tyng di website tyng + 4 bln tyng di website tyng + 2 bln tyng di website tyng + 2 bln tyng di website tyng + 2 bln tyng di website

14.300.000,11.250.000,10.900.000,8.950.000,7.000.000,-

Kecantikan

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011

Pentingnya

Mengeksfoliasi Kulit S emakin kita bertambah usia, kemampuan kulit untuk meregenerasi dan membuang lapisan sel kulit mati makin menurun. Anda bisa mengatasi hal ini dengan mengeksfoliasi (pengelupasan ringan pada lapisan kulit paling atas) kulit setiap minggunya. Apa saja yang perlu diketahui seputar eksfoliasi?

Menstimulasi lapisan dermal

Daron Hope, pencipta produk perawatan kulit, Earthtonics percaya, bahwa eksfoliasi kulit adalah kunci mendapatkan kulit yang terlihat kencang dan berseri. Ketika kulit wajah secara rutin tereksfoliasi dengan lembut dan baik, lapisan kulit terluar akan meregenerasi lebih cepat. Plus, dengan begini akan memberikan kompleksi yang lebih cantik. Saran dari Hope, pastikan Anda mengeksfoliasi kulit wajah dengan lembut agar tidak membuat kulit tipis wajah teriritasi.

Lebih berseri-seri

Semakin kita bertambah usia, proses pergantian sel melambat, dan makin banyak

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

sel-sel kulit mati yang menumpuk di lapisan teratas kulit, membuat kulit terlihat kusam, kering, atau kasar. Ketika Anda mengangkat kulit-kulit tersebut Anda akan memberi jalan untuk kulit baru. Eksfoliasi dengan benar dan baik akan membantu produk-produk pelembap dan anti-aging masuk lebih dalam dan bekerja lebih efektif.

Ketahui eksfolian Anda

Ada dua jenis eksfolian; manual dan kimiawi. Eksfolian manual termasuk dalam penggunaan alat abrasif seperti sikat lembut atau scrub lembut. Sementara eksfolian kimiawi adalah pengelupasan menggunakan zat kimia yang melarutkan sel-sel kulit mati tanpa scrubbing. Disarankan, jika Anda ingin menggunakan scrub, pastikan bulir-bulirnya cukup lembut dan bulat. Jika Anda memiliki kulit sensitif, carilah produk yang mengandung enzim buahbuahan (seperti nanas, pepaya, atau labu). Cukup eksfoliasi seminggu sekali, lebih sering dari itu bisa membuat kulit kering dan teriritasi. (tabloid bidan/dtc/bbs/sis/mas)

16

Tanda-tanda Kulit Mulai Mengalami Penuaan Dini

S

iapa pun orangnya, meski usia sudah berumur atau bahkan memasuki usia senja, masih menginginkan penampilan tetap muda. Bagaimana tanda-tanda kulit mengalami penuaan dini dan bagaimana cara mencegahnya? Proses penuaan memang tak ada siapa pun yang dapat menahannya. Proses alamiah ini terjadi pada siapa saja, baik lelaki maupun perempuan. Tapi beberapa faktor luar terutama lingkungan dapat menyebabkan kulit mengalami penuaan dini. Berikut beberapa tanda penuaan dini yang terlihat di kulit, seperti dilansir Livestrong, yaitu:

1. Muncul bercak hitam atau Age spot atau liver spot

Liver spot yang juga dikenal dengan age spot merupakan bercak-bercak hitam yang muncul pada penuaan kulit. Menurut National Institutes of Health, age spot biasanya terjadi pada orang yang sering berada di bawah sinar matahari. Age spot biasanya muncul di lengan, punggung, dahi wajah, tangan dan bahu (daerah yang mudah terkena matahari). Selain menimbulkan bercak-bercak hitam atau age spot, penuaan dini juga sering menunjukkan adanya kelainan pigmen, terutama di kulit wajah.

2. Tekstur kulit kasar

Kulit kering dan kasar juga merupakan tanda umum yang dialami saat kulit mengalami penuaan dini. Ketika kulit terlalu sering terpapar matahari, kolagen dan elastin kulit akan rusak. Kolagen berfungsi memberikan kekuatan dan elastisitas kulit, sedangkan elastin membuat kulit kencang dan fleksibel. Sebagai akibat dari kerusakan sinar matahari, kulit menjadi kering dan kasar.

3. Pori-pori membesar

Pembesaran pori-pori juga terkait dengan penuaan kulit dini. Seiring bertambahnya usia, pori-pori tumbuh lebih besar karena penumpukan sel kulit mati di sekitar pori-pori. Pembesaran pori-pori dapat dikurangi dengan pengelupa­ san kulit secara teratur.

4. Tentu saja tanda yang mudah dikenali adalah keriput, kerut dan kendur.

American Academy of Dermatology melaporkan bahwa keriput disebabkan oleh paparan sinar matahari dan kerutan yang intensif oleh merokok. Paparan radikal bebas menyebabkan kerusakan DNA kulit dalam membran sel. Akibatnya, kolagen kulit dan elastin turun dari waktu ke waktu, hingga kulit mulai merosot dan kehilangan elastisitasnya.

Bagaimana cara menghindari penuaan dini?

Penerimaan Mahasiswa Baru

PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA TERAKREDITASI BAN PT No. 011/BAN-PT/AK-X/Dpl.III/VII/2010

Jadwal Pendaftaran dan Seleksi

Gelombang 1 Maret s/d Mei Gelombang 2 Mei s/d Agustus Mahasiswa Diikutsertakan Program Asuransi Perlindungan Jiwa

SEKRETARIAT : Jl. Dukuh Menanggal XII Telp.031–8289637 Surabaya 60234 Jl. Ngagel Dadi III-B/37 Telp 031-5041097 Fax.031 – 5042804 Surabaya 60245

Upaya untuk mempertahankan awet muda berarti meng­ hindari atau tepatnya menghambat atau memperlambat proses penuaan dini. Melalui antioksidan, proses penuaan dapat diperlambat jika antioksidan lebih kuat dari radikal bebas. Memperlambat proses penuaan dini dan agar tetap memperta­hankan kemudaan dapat diperhatikan beberapa hal di bawah ini: 1. Mengurangi kontak langsung dengan sinar matahari. Payung atau topi dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kontak langsung antara tubuh dengan sinar matahari. 2. Menghindari rokok 3. Menghindari polutan seperti udara kotor, asap kendaraan, debu yang diterbangkan angin, dll. 4. Jika kulit terlampau kering, sering-seringlah minum. Penggu­naan pelembab seperti moisturizing untuk kulit sangat disarankan. 5. Tetap berpikiran positif 6. Hindari mengerutkan dahi, cemberut, marah, atau mengum­ bar emosi. 7. Upayakan posisi tidur ideal seperti telentang dan jika mungkin hindari bantal. 8. Biasakan dengan pola hidup sehat, olahraga teratur, tidur yang cukup. 9. Asupan gizi, perbanyak sayur dan buah sebab kedua jenis makanan ini kaya akan antioksidan. 10. Apabila diperlukan mengonsumsi suplemen antioksidan.

Life Style

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

1

Akademi Kebidanan Sakinah Pasuruan

Gelar Donor Darah

M

enyumbang uang itu biasa, menyumbang darah luar bisa dan mulia, untuk itulah Akademi Kebidanan Sakinah, Pukul-Kraton Pasuruan menggelar donor darah pada 18 Mei 2011. Acara yang baru pertama kali digelar itu diikuti sekitar 200 mahasiswa kebidanan. “Program ini memang perdana tapi diharapkan nantinya setiap tiga bulan sekali diagendakan secara rutin,” kata Direktur Akademi Kebidanan Sakinah Bidan Hj Siti Rahayu Hanafi, SST, M.Mkes saat memberi sambutan. Menurut Siti Rahayu Hanafi, acara donor darah ini untuk menanamkan jiwa sosial karena sekali menjadi donor dapat menolong atau menyelamatkan tiga orang pasien yang berbeda. Bukan hanya membantu sesama, donor darah juga bermanfaat untuk mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh dan apabila secara teratur mendonorkan darah (setiap 3 bulan) akan menurunkan resiko terkena penyakit jantung karena memungkinkan terjadinya pergantian sel darah baru.

1. 2. 3. 4. 5.

2 Sebelum donor darah dilakukan pemeriksaan tensi serta cek darah wajib dilakukan. Selain mahasiswa, staff pengajar dan Direktur juga turut berpartisipasi. Sebagaian mahasiswa yang sudah donor tampak istirahat menunggu kondisi normal kembali. Ketua panitia acara donor darah Akbid Sakinah sedang memberikan sambutan. Direktur Akbid Sakinah (paling kiri) bersama dengan wakil kepala PMI Pasuruan (dua dari kiri) dalam pembukaan acara baksos donor darah.

Sari Kurma Dep Kes PIRT No : 214357812938

l Terbuat dari bahan kurma berkualitas l Memiliki rasa yang istimewah l Diproses secara modern l Tidak mengandung bahan kimia pengawet l Dikemas dalam botol anti pecah

(tabloid bidan/dtc/bbs/sis/mas)

MANFAAT dan KEGUNAAN l Meningkatkan Kadar Sel Darah Merah dan Mencegah Anemia l Membantu Pertumbuhan Tulang dan Gigi Pada Anak-anak l Mencegah Pengeroposan Tulang l Memperkuat Daya Tahan Tubuh Terhadap Penyakit l Mencegah Pendarahan bagi Wanita Ketika Melahirkan l Sangat Baik untuk Nutrisi Ibu Hamil dan Menyusui l Mencegah Stroke

4

3

5

Zait Habbatussauda’

G

Golongan darah

olongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Golongan darah manusia diten­tukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut: Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif. Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen

A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif. Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif. Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO. (tabloid bidan/sis/mas)

(Kapsul MINYAK JINTEN HITAM Habasyi) PIRT No : 207357842938 Sert Halal LP POM MUI untuk kapsul kosong : 00140016360701

Komposisi : 100% Jinten Hitam Habasyi “Sesungguhnya dalam jinten hitam terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit, kecuali kematian” (Bukhori & Muslim).

Manfaat dan Kegunaan l Memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakit l Mengobati kolestero, kencing manis dan asam urat l Menguatkan jantung l Menormalkan tekanan darah l Menambah energi dan kesuburan pria l Memperbaiki sistim hormon l Mencegah dan mengobati kista l Dan banyak lagi manfaat lainnya

Dicari AGEN dalam kota dan luar kota

Untuk informasi lebih lanjut Hubungi :

031-70678002

17

Obgyn

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011

DISTOSIA BAHU B Triagung Ruddy P.

7

14

1. Badan bayi tidak bisa lahir dengan tarikan yang wajar setelah kepala lahir. 2. Turtle sign : kepala bayi tertarik lagi kebelakang perineum setelah keluar dari vagina.

Turtle sign

PENGERTIAN • Distosia bahu terjadi karena adanya disproporsi antara diameter biakromial janin dan diameter antero-posterior panggul sehingga bahu depan tertahan di atas symfisis. • Angka kejadian : 0,5 –1,5 % dari seluruh persalinan.

8

15

Shoulder Dystocia

FAKTOR RISIKO

Shoulder Dystocia with Brachial Plexus Injury

2

9

• Diabetes pada kehamilan. • Obesitas ibu. • Penambahan berat badan yang berlebih selama kehamilan. • Bayi besar (berat lahir bayi lebih dari 4000 gram) • Berat Bayi persalinan sebelumnya besar. • Bayi lewat waktu. • Panggul sempit.

4

1. Lesi pleksus brachialis (10%) -Erb palsy, -Klumpke palsy. 2. Fraktur Klavikula (10%). 3. Fraaktur Humerus. 4. Asfiksia

Komplikasi ibu– distosia bahu • Kehilangan darah. • Laserasi vulva dan vagina. • Simfisiolisis.

PENANGANAN DISTOSIA BAHU

16

Faktor risiko– sebelum hamil

Komplikasi bayi– distosia bahu 3

10

• • • • •

Riwayat distosia bahu sebelumnya. Ibu dengan Obesitas. Usia ibu. Panggul yang abnormal. Multiparitas.

17

Shoulder Dystocia

3. Merubah posisi diameter biakromial terhadap tulang panggul : -Perasat Rubin 2 -Perasat Woods screw -Perasat Reverse Woods screw

Faktor risiko– selama kehamilan

11

• Makrosomia (< 4000 gr : 1,1 %, 4000 –4499 gr : 10%, > 4500 : 22,6 %) • Diabetes. • Pertambahan berat badan. • Seks janin. • Multiparitas, Postdate

ALGORITMA DISTOSIA BAHU 18

12

• • • • •

Persalinan dengan alat. Pengalaman penolong persalinan. Hambatan kemajuan persalinan. Tindakan oksitosin / anestesi. Episiotomi.

• • • •

Minta bantuan. Evaluasi perlu tidaknya episiotomi. Perasat McRoberts. Tekan Suprapubik – Perasat Rubin 1

Sukses 19

Gagal - Tangan masuk ke panggul : Perasat Rubin 2 Perasat woods screw Perasat Reverse woods screw - Melahirkan bahu belakang

Shoulder Dystocia

Shoulder Dystocia

EVIDENCE BASED 6

Prinsip penanganan distosia bahu ditujukan untuk : 1. Meningkatkan ukuran fungsional dari tulang panggul: -Perasat McRoberts. 2. Mengurangi diameter biakromial janin dengan: -Tekanan suprapubik. -Perasat Woods screw.

CATATAN : - Setiap perasat memerlukan 30 detik sebelum perasat yang lain. - Pertimbangkan untuk melakukan episiotomi atau memperlebar episiotomi yang sudah ada.

Faktor risiko– selama proses persalinan 5

18

Tanda adanya distosia bahu

Sabtu, 14 Mei 2011

1

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

13

• Distosia bahu tidak bisa diprediksi sebelumnya. • Distosia bahu tidak bisa dicegah.

20

Obgyn

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011

PERASAT McRoberts 21

1. Tempatkan ibu dengan posisi yang benar, ibu dengan posisi merangkul lutut maksimal. 2. Lepaskan bagian bawah tempat tidur atau posisi ibu melintang di pinggir tempat tidur. 3. Lakukan episiotomi. 4. Tarik kepala ke bawah secara baik dan benar.

PERASAT RUBIN 2 28

• Tangan penolong masuk kedalam vagina dan dengan tekanan jari pada bagian belakang bahu depan didorong ke depan ke arah dada bayi.

29

35

30

36

MELAHIRKAN BAHU BELAKANG

24

• Sambil kepala bayi ditarik kebawah, asisten melakukan tekanan suprapubik pada sisi belakang dari bahu depan janin. • Tekanan suprapubik harus dilakukan secara konstan dan terus menerus.

31

PERASAT RUBIN 1 25

• Sambil melakukan perasat Rubin 2, tangan kedua dari penolong masuk ke dalam vagina dan dilakukan penekanan jari pada bagian depan bahu belakang. Diharapkan dengan demikian bahu belakang akan berputar kedepan.

37

PERASAT WOODS SCREW

PERASAT RUBIN 1– TEKANAN SUPRAPUBIK

• Tangan penolong masuk kedalam vagina melewati dada bayi dan mengidentifikasi tangan belakang dan siku. Dengan melakukan tekanan pada fossa antecubiti terjadi fleksi siku ke depan bayi. Dengan melakukan pegangan pada tangan bayi dan melalui dada, tangan bayi dilahirkan.

MELAHIRKAN BAHU BELAKANG

PERASAT WOODS SCREW

23

KOMPLIKASI 38

Ibu : perdarahan post partum Trauma perineum Trauma psikologi Bayi : Trauma kelahiran Hipoksia

PERASAT WOODS SCREW 32

39

Semoga Bermanfat

PERASAT RUBIN 1 26

33

PERASAT RUBIN 1 27

19

MELAHIRKAN BAHU BELAKANG

PERASAT RUBIN 2 22

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

PERASAT REVERSE WOODS SCREW • Tekanan jari dilakukan pada sisi belakang bahu belakang sehingga bahu belakang akan berputar ke depan.

PERASAT REVERSE WOODS SCREW 34

Terima Kasih

DISTOSIA BAHU B Triagung Ruddy P.

Rileks

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

20

Pesona Keindahan

Kawah Ijen Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen, Jawa Timur, memiliki tinggi 2.368 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5466 Hektar. Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

U

dara dingin dengan suhu 10 derajat celcius, bahkan bisa mencapai suhu 2 derajat cel­ cius, akan menambah sensasi yang dingin sekali bagi yang tidak terbiasa merasakan udara di kawah Ijen. Saat yang paling tepat untuk menyaksikan keindahan Ijen adalah pada pagi hari. Untuk menuju Kawah Ijen, Anda harus menyusuri jalan setapak menyu­ suri tebing kaldera. Jangan lupa mem­ bawa penutup hidup karena kadang asap belerang tertiup angin melewati jalur tersebut. Anda juga dapat menge­ lilingi kaldera di kawasan ini yang memakan waktu mencapai 8 hingga 10 jam berjalan kaki. Yang menarik adalah kawah ini terletak di tengah kaldera yang terluas di Pulau Jawa. Ukuran kaldera sekitar 20 kilometer. Ukuran kawahnya sendiri sekitar 960 meter x 600 meter dengan kedalaman 200 meter. Kawah ini terletak di kedalaman lebih dari 300 meter di bawah dinding kaldera. Mengapa Kawah Ijen merupakan salah satu kawah paling asam terbesar di dunia? Tahukah Anda berapa de­ rajat keasaman (pH) dari kawah ini? Kawah ini memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi yaitu mendekati nol

sehingga bisa melarutkan tubuh manusia dengan cepat. Selain itu, suhu kawah yang mencapai 200 derajat celcius menambah takjub akan kawah yang sangat besar ini

Penambang Belerang Tradisional Salah satu yang menjadi perhatian pengunjung di kawasan Kawah Ijen ada­lah adanya penambang belerang tradi­sional. Mereka dengan berani men­dekati danau untuk menggali belerang dengan peralatan sederhana lalu dipikul dengan keranjang. Para penambang belerang ini mengam­bil belerang dari dasar kawah. Di sini asap cukup tebal, namun dengan peralatan penutup hidung sekadarnya seperti sarung, mereka tetap mencari lelehan belerang. Lelehan belerang didapat dari pipa yang menuju sumber gas vulkanik yang mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang berwarna merah. Setelah membeku belerang berwarna kuning. Setelah belerang dipotong, para penambang akan memikulnya melalui

jalan setapak. Beban yang dipikul cukup berat antara 80 hingga 100 kg. Para penambang sudah terbiasa memikul beban yang berat ini sambil menyusuri jalan setapak di tebing kaldera menuruni gunung sejauh 3 kilometer.

Menuju Kawah Ijen Anda dapat mencapai Kawah Ijen melalui rute yang sering digunakan oleh para pengunjung Kawah Ijen, yakni rute yang ditempuh dari Bondowoso, lalu menuju Wonosari, lalu ke Sempol dan akhirnya ke Patulding. Dari Patulding Anda tinggal berjalan kaki melewati

jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer menuju Kawah Ijen. Jarak tempuh melewati rute ini adalah 70 kilometer dengan pemandangan pohon kopi dan hutan pinus yang memesona. Anda dapat menuju Bondowoso mau­ pun Banyuwangi dengan tran­ sportasi umum dari Surabaya. Jarak dari Surabaya ke Bondowoso mau­ pun Banyuwangi kurang lebih 200 kilometer. Untuk alasan keamanan, Kawah Ijen ditutup mulai pukul 14.00 karena intensitas asap belerang yang beracun meningkat setelah jam tersebut. (tabloid bidan/dtc/bbs/sis/mas)

Med Info

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011

Siklus Tidur Perempuan

Lebih Pendek Daripada Pria

D

ibandingkan kaum lak-laki, kaum perempuan biasanya lebih mudah bangun pagi. Mengapa demikian? Ternyata dalam sebuah penelitian terbaru, hal itu disebabkan adanya siklus tidur. Pada kaum perempuan cenderung memiliki siklus tidur yang lebih pendek ketimbang laki-laki. Perbedaan siklus tidur inilah yang membuat perempuan biasanya tidur lebih awal dan bangun di pagi hari pun lebih awal. Siklus tidur yang lebih pendek inilah yang juga menyebabkan banyak perempuan yang mengalami insomnia dan depresi musiman dari­ pada kaum pria. “Seberapa mudah kaum perempuan bisa tertidur dan seberapa baik (kualitas) mereka bisa tidur. Ini bisa mengubah dan mempengaruhi adanya perbedaan antara individu untuk pergi ke tempat tidur dan bangun di pagi hari,” jelas peneliti Jeanne Duffy dari Harvard Medical School, seperti dilansir Livescience, Senin (9/5). Jeanny Duffy menjelaskan para peneliti menemukan bahwa rata-rata dalam 24 jam siklus tidur-bangun perem­puan yang disebut ritme sirka­ dian itu memiliki enam menit lebih

pendek dibandingkan laki-laki. Meski­ pun lebih pendek, namun realitas tidur dan bangun sebenarnya ini sama artinya dengan bangun pagi sekitar 30 menit lebih awal. “Penemuan ini bisa saja hu­ bungannya dengan perbedaan tingkat estrogen,” kata Duffy. Ini juga menunjukkan tingkat hor­ mon dapat mengubah ritme sirkadian, meskipun bukti pada perempuan pra dan pasca-menopause menunjukkan bahwa siklus tidur terkait dengan

Belanja Bisa

paparan hormon selama pengembangan (hormon), bukan karena tingkat dewasaan. “Mencari tahu apa yang mengontrol jam biologis kita adalah salah satu pertanyaan yang paling penting dalam penelitian kronologi manusia sekarang,” jelas Alfred Lewy, Oregon Health and Science University di Portland, yang tidak terlibat dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, tim peneliti yang dipimpin oleh Duffy dan penasehat Charles Czeisler, mempelajari siklus

I

itu sendiri bisa meningkatkan taraf kesehatan. ”Berbelanja sering untuk berse­ nang-senang dengan peluang untuk me­ning­katkan kondisi psikologi,” simpul mereka. ”Jika dibandingkan dengan jenis kegiatan fisik santai lain, seperti gerak badan resmi, yang biasanya memerlukan motivasi dan terkadang petunjuk profesional, ke­ giatan berbe­ lanja lebih mudah dilakukan dan diper­ta­hankan,” tam­ bah mereka. David Oliver, profeser tamu di

21

tidur dari 52 perempuan dan 105 lakilaki selama dua sampai enam minggu di laboratorium. Mereka meneliti dua indikator ritme sirkadian, yaitu inti suhu tubuh partisipan dan tingkat hormon mela­ tonin (yang memainkan peran dalam pengaturan siklus tidur-bangun). Se­ men­ tara itu, partisipan mengikuti jadwal ekstrem (setelah siklus tidur, kegiatan tersebar 20 atau 28 jam sehari, bukan 24 jam normal) di ruangan remang-remang. Lingkungan tersebut memungkin­ kan peneliti untuk mengukur irama sirkadian alami dari individu, yang biasanya reset setiap hari oleh paparan cahaya alami. Tanpa isyarat luar, tubuh kembali pada siklus alami yang kadang-kadang lebih panjang atau pendek dari 24 jam. Hasilnya, dalam studi ini sekitar 35 persen perempuan memiliki ritme sirkadian lebih pendek dari 24 jam, diban­ dingkan dengan 14 persen lakilaki. Perbedaan ini penting bagi orang dengan depresi musiman, yang dirawat dengan terapi cahaya untuk me-reset irama sirkadian. Jika memiliki siklus yang lebih pendek dari 24 jam, orang perlu cahaya malam untuk melakukan sinkronisasi atas, dan jika itu lebih dari 24 jam, orang membutuhkan terang di pagi hari. Penelitian ini telah dipublikasikan secara online pada 2 Mei dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. (tabloid bidan/dtc/bbs/sis/mas)

In Memoriam

Perpanjang Umur ni kabar gembira bagi penggila belanja karena berdasarkan hasil penelitian tim ilmuwan ternyata belanja bisa membuat orang panjang umur. Setelah memperhitungkan faktorfaktor seperti kelemahan fisik dan mental sekali pun, pria dan wanita yang berbelanja setiap hari hidup lebih lama daripada mereka yang menghindari terapi ritel, kata tim ilmuwan seba­ gaimana dilansir BBC. Ketika mempublikasikan hasil riset mereka di penerbitan ilmiah online Journal of Epidemiology & Community Health, berbelanja mungkin memberikan kesempatan bertemu orang lain, bergerak badan dan mem­ per­tahankan pola makan yang sehat. Dalam penelitian mereka, tim riset yang dipimpin Dr Yu-Hung Chang dari Lembaga Ilmu Kesehatan Kependudukan, Taiwan, meneliti ham­pir 2.000 pria dan wanita usia 65 tahun ke atas yang tinggal di rumah mereka sendiri. Peneliti menemukan bahwa mereka yang secara berkala berbelanja hidup lebih lama daripada mereka yang berbelanja hanya satu kali satu pekan atau kurang, termasuk ketika mereka memperhitungkan faktor-faktor seperti kelemahan fisik dan kemunduran kemampuan kognitif. Mereka mengakui berbelanja mung­ kin adalah pertanda awal kesehatan yang bagus, namun mereka juga secara tersirat mengatakan berbelanja

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

bidang kedokteran untuk lansia di City University, London, mengatakan temuan itu “masuk akal”. Dia mengatakan kepada BBC: ”Yang ditunjukkan peneliti Taiwan, terus berbelanja secara independen bisa menjadi pertanda kesehatan yang lebih panjang dan panjang umur. ”Berbelanja akan melibatkan kegia­tan fisik, interaksi sosial dengan pembelanja lain, dan sebab berbelanja itu urusan sangat kompleks, itu akan membuat mental anda aktif,” ujarnya. (tabloid bidan/dtc/bbs/sis/mas)

Segenap Pengurus PD IBI Jawa Timur Turut Berbela Sungkawa atas Meninggalnya

Siti Utami Soekaemi Soekir Nurhayati Maret 2011

April 2011

April 2011

Semoga Amal dan Ibadah Beliau diterima disisiNYA

Kuliner

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

22

Daging & Tofu Kuah Pedas Daging has sapi yang gurih, sangat enak diracik dengan kuah pedas menyengat. Aroma bawang yang kuat membuat sajian ini jadi makin menggoda. Tambahan tofu, daun bawang dan telur, membuat sup satu ini jadi makin enak saja. Jangan kaget kalau Anda jadi ketagihan! Bahan: l 2 sdm minyak sayur l 1 batang daun bawang, iris halus l 150 g daging has sapi, iris melintang tipis l 100 g tofu, potong-potong l 750 ml air l 2 sdt tepung maizena, larutkan dengan sedikit air l 1 butir telur ayam

HALUSKAN: l 4 buah cabai merah keriting l 2 buah rawit merah l 3 siung bawang putih l 1 butir bawang merah l 1 sdt gula pasir l 1 sdm garan

Cara membuat: l Tumis bumbu halus dan daun bawang hingga layu dan harum. l Masukkan irisan daging sapi, aduk-aduk hingga kaku. l Tuangi air dan didihkan. l Masukkan tofu, didihkan kembali. l Tuangi larutan maizena, didihkan hingga kental. l Pecahkan telur ke dalam kaldu panas, masak hingga matang atau setengah matang. l Angkat, sajikan panas. >> Untuk 4 Orang

Onde-Onde

Ketawa Keju

Camilan ini mudah dibuat. Rasanya beda naget dengan onde-onde biasa. Bentuknya merekah. Rasanya lebih renyah dan gurih banget karena memakai campuran keju. Bahannya murah dan mudah lho. Yuk, cobain! Bahan: l 100 ml Air l 175 g gula pasir l 1 butir telur ayam l 2 sdm minyak sayur l 100 g keju cheddar,parut l 100 g wijen l Minyak untuk menggoreng

AYAK JADI SATU: l 300 g tepung terigu protein sedang l 1/2 sdt baking powder l 1/4 sdt soda kue

Cara membuat: l Didihkan air dan gula sampai larut,dinginkan. • Kocok telur dan minyak sampai rata,masukkan sirup gula sedikit demi sedikit sambil di kocok rata. • Tambahkan campuran terigu, aduk rata. • Tambahkan keju, aduk lagi. • Bentuk bulatan-bulatan sebesar bakso. • Celup ke air,gulingkan ke wijen sampai terbalut rata. • Panaskan minyak goreng, goreng onde-onde hingga merekah dan matang. • Jaga api jangan sampai terlalu besar karena akan cepat gosong. >> Untuk 20 orang

Wedang Roti,

Peredam Masuk Angin

Di sore hari saat udara dingin dan perut sedikit lapar, cobalah menikmati wedang roti ini. Kuahnya gurih dengan aroma jahe dan rempah yang wangi. Hirup selagi hangat dan rasakan sensasi renyah dan legitnya. Perut kenyang dan masuk anginpun terhindar. Mau coba? Bahan: l 2 lembar roti tawar, potong dadu 2 cm l 2 sdm kismis kuning KUAH: l 500 ml air l 4 cm jahe segar, bakar, memarkan l 1 batang serai, memarkan l 1 lembar daun pandan, potong-potong l 150 g gula merah l 2 sdm gula pasir l 1/4 sdt garam l 500 ml santan encer

Cara membuat: l Panggang roti dalam oven panas hingga agak kering. Angkat, dinginkan. Sisihkan. l Kuah : Rebus air bersama jahe, serai, pandan, gula merah, gula pasir dan garam hingga mendidih. l Didihkan hingga agak menyusut. l Masukkan santan, didihkan kembali beberapa saat. Angkat. l Susun potongan roti dalam mangkuk. l Tuangi Kuah panasnya. Taburi kismis. l Sajikan panas. >> Untuk 4 Mangkuk

Toga

Tahun Ke-6 Edisi JUNI 2011 Hanya untuk kalangan medis

Sahabat P erempuan

23

Jintan Hitam H

abbatussauda (Nigella sativa Linn.) atau Jintan hitam adalah rempahrempah yang dapat digunakan sebagai tanaman obat. Rempah ini berbentuk butiran biji berwarna hitam yang telah dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India, Pakistan, dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai ma­ cam penyakit. Jenis tanaman ini telah disebut-sebut sebagai tanaman obat da­ lam perkembangan awal agama Islam.

Habbatussauda dalam sejarah pengobatan

Habbatussauda banyak dikenal dengan berbagai nama, diantaranya black seed, black caraway, black seed, natura seed, jintan hitam, black cumin, nigella sativa, kaluduru, dll. Digunakan sebagai herbal pengobatan sejak 2000-3000 ta­ hun sebelum Masehi dan tercatat dalam banyak literatur kuno. Orang Jawa sering menyebutnya, Temu Ireng. Abu Hurairah pernah mendengar Rasulullah Muhammad SAW bersabda: "Pada Habbatussauda ada obat bagi segala jenis penyakit kecuali Al-Sam, yaitu maut". Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (10:118-119); Muslim(7:25); Ibnu Majah (2:342); Termidzi (2:3 pada edisi BulaQ) ; dan Ahmad (2:241) meneruskan riwayat Sufyan bin 'Uyainah dari Al-Zuhri dan Abu Salamah. Dalam Alkitab terbitan Easton's, di dalam Perjanjian Lama pada Kitab Yesaya (28:25,27, NKJV), disebut kata 'ketsah' yang maksudnya adalah black cummin (nama Inggris untuk Habbatussauda) dan

dalam terjemahan New World Transla­ tion of the Holy Scriptures terbitan Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania, tertulis black cumin, yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai jintan hitam.

Manfaat utama Habbatussauda

Memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan Virus, Kuman dan Bakteri Hasil Penelitian Dr. Ahmad Al Qadhy, 1986 dan laporan penelitian lainnya seperti tertera dalam Jurnal Farmasi Pakistan, 1992 1. Mempertahankan tubuh dari se­ rangan kanker dan HIV Hasil penelitian Prof. G Reitmuller, Direktur Institut Immonologi dari Univer­ sitas Munich dan laporan terpisah dari penelitian tim Dr. Basil Ali, Universitas King Faisal, Arab Saudi, serta laporan penelitian Immono Biology Laboratory, California, AS. Laporan lain menyebutkan bahwa Habbatussauda dapat menghen­ tikan pertumbuhan sel tumor. 2. Meningkatkan fungsi otak Dengan kandungan asam linoleat (Omega 6) dan asam linolenat (Omega 3), Habbatussauda merupakan nutrisi bagi sel otak yang berguna untuk me­ ning­ katkan daya ingat, kecerdasan, dan relativitas sel otak agar tidak cepat pikun, Habbatussauda juga memperbaiki mikro (peredaran darah) ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan dan lansia.

3. Menyembuhkan berbagai jenis penya­kit pernafasan Menyembuhkan penyakit asma bronchial, bronchitis, gampang lelah, batuk kronis dan penyakit pernafasan lainnya

4. Mengatasi gangguan tidur dan stress Unsur Sapion terdapat pada Habbaussauda mempunyai fungsi seperti kortikosteroid yang dapat memengaruhi karbohidrat, protein dan lemak serta

memengaruhi fungsi jantung, ginjal, otot tubuh, dan syaraf. Sapion berfungsi untuk mempertahankan diri dari peru­ bahan lingkungan, gangguan tidur, menghi­ langkan stress, dan melancarkan air susu ibu (penelitian Potchestroom, 1989) 5. Sebagai Anti Histamin & Anti Alergi Berdasarkan penelitian Nirmal Chakravaty MD 1993, dan penelitian lain oleh Dr. Med. Peter Schleincher, ahli immonologi dari Universitas Munich. (tabloid bidan/wikipedia/dtc/bbs/msa/mas)

Jintan Putih J

intan putih (Cuminum cyminum) merupakan tumbuhan berbunga dari famili Apiaceae yang berasal dari daerah Laut Tengah bagian timur sampai India bagian timur. Tanaman ini merupakan tanaman tahunan berbentuk terna dengan batang ramping bercabang dengan tinggi 20-30 cm. Panjang daunnya 5-10 cm, berbentuk menyirip atau menyirip rangkap dan memiliki anak daun seperti benang. Bunganya kecil, berwarna putih atau merah muda, dan bergerombol pada payungan bunga. Buahnya merupakan longkah (achene) menggelendong lateral atau oval dengan panjang 4-5 mm dan mengandung satu biji. Biji jintan putih mirip dengan biji adas, tetapi lebih kecil dan gelap. Jintan putih umum digunakan sebagai bumbu dapur pada sejumlah masakan Indonesia, terutama dari Sumatra, Bali, dan Sulawesi. Aromanya kuat dan memberi efek pedas. Di Thailand dikenal sebagai yeera (dari nama Hindi gheera), di Malaysia dina­makan jintan putih, dan dalam literatur Inggris disebut cumin. Jintan putih dijual dalam bentuk biji kering (berbentuk memanjang seperti beras) berwarna coklat muda.

Penyakit Yang Dapat Diobati : Sakit Jantung, haid tidak lancar, Sulit tidur, Jamu putri ;

Pemanfaatan :

1. Sakit Jantung Bahan: 1 sendok the biji jintan putih, 1 siung bawang merah, 7 pasang biji kemukus, 6 lembar daun sirih; Cara membuat: semua bahan ter­ sebut ditumbuk bersama sampai halus, kemudia ditambah 4 sendok makan air masak dan diperas serta disaring. Cara menggunakan: diminum pagi dan sore secara teratur.

2. Haid tidak lancar Bahan: 1 sendok the biji jintan putih, 2 biji cengkeh kering, ½ potong biji pala, 1 rimpang kunyit, 1 buah kapulaga, 1 potong gula aren, 1 sendok makan gula pasir, 2 lembar daun srigading. Cara membuat: semua bahan ter­ sebut direbus dengan 2 ½ gelas air sampai mendidih, kemudian di saring. Cara Menggunakan: diminum lima hari sebelum tanggal haid.

3. Jamu Putri Bahan: 1 sendok the biji jintan

putih, 1 rimpang kunyit, 1 genggam bunga delima. Cara membuat: semua bahan ter­ sebut ditumbuk sampai halus kemu­ dian disedu dengan 1 gelas air dan disaring. Cara menggunakan: diminum biasa. 4. Sulit Tidur Bahan: 1 sendok the biji jintan pu­ tih, 3 potong kangkung sayur, 2 lem­ bar daun pegagan ¼ sendok makan ketumbar. Cara membuat: Semua bahan ter­

sebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum men­ jelang tidur. Komposisi : Biji Jintan putih mengandung unsur minyak menguap (terbang) sebanyak kurang dari 8%. Minyak menguap tersebut diperoleh dari biji jintan putih dengan cara disuling. (tabloid bidan/ipteknet/dtc/bbs/msa/mas)


Tabloid Bidan Edisi Juni 2011