Issuu on Google+

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011

Sahabat Perempuan

Kata Hati

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011 Hanya untuk kalangan medis

Sahabat P erempuan

2

Sahabat P erempuan

Kantor : Sekretariat PD IBI JATIM Jl. Kutisari Indah Utara 2 / 2 Surabaya Telp. 031-8430410 Penasehat : Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Ketua PD IBI Jatim, Bidan Endang Sri Resmiati.SH.SST.MMKes Konsultan : Dr. Marsianto SpOG Dr. Hardjono Sp A Pimpinan Redaksi/Pemimpin Umum : Bidan Lestari SST.SH Redaktur Pelaksana : Agus Staf Redaksi : Iqbal, Siska Sekretaris Redaksi : Bidan Emmy As. SST, Iswiharti Amd Keb, Tini Humas : Bidan Istijah, Amd Keb,SST,M.MKes Pimpinan Perusahaan : Bidan Trismintowati SST.MMKes Sekeretaris Perusahaan : Bidan Puji.S Manager Iklan dan Distribusi : Bidan Endang Damiati SST.MMKes Telp. (031) 8430410 Website : www.mediabidan.com Email : admin@mediabidan.com Anda juga bisa menjadi wartawan di Tabloid Bidan dan media online www.mediabidan.com. Kirim tulisan atau artikel anda ke alamat e-mail : admin@mediabidan.com Nama Ketua PC Se JAWA TIMUR Sti Hotijah, SST Bangkalan Panglima Sudirman 2/32 Hj U.Werdiningsih, SKM, MPh Banyuwangi Jl Kembiritan 2/18 Genteng Suprapti, SST.M.Kes Gresik Griya Kembangan Blok Cokro 4 Narulita, Amd.Keb, S.Psi Jember Agus Salim 20 Hj Sabrina Dwi Prihartini, SKM Jombang Brawijaya 51 Paterongan Sri Arnani Kediri Ds Bulurejo Kec Papar Tri Rahayu, Amd.Keb, S.Psi Lamongan Raya Deket Wetan 247 Endah Swaliyuni Lumajang Jeruk 6 Hj Dianti, SST Madiun Puskesmas Balerejo Sti Nurhayati, Amd.Keb Magetan Imam Bonjol 4 Sunarsih Yudawati, SST Malang Dk. Jurang Wungu RT5/RW5 Jedong Wager Rinawati, SST Mojokerto Ds Jabon, Kec Mojoanyar Mojokerto Sri Ngayomi, Amd.Keb Nganjuk Dr Sutomo 77 Sri Dewantari Ngawi A.Yani 13 Nur Hastuti, Amd.Keb Pacitan Ds Jati Gunung RT02/Rw02 Kec Tulakan Hj Hartatik, Amd.Keb Pamekasan Ronggosukowati 13Dinas Kesehatan Titik Muawanah, SST, M.Mkes Pasuruan Apel 385 Pandean Kidul Dalam Bangil Hj Thursini, Amd.Keb Ponorogo Parangeneng 29 Kepatihan Wetan Hj Mariah, Amd.Keb Probolinggo Raya Pejarakan 125 S. Suwarti, S.Sos Sampang Jamaluddin 152 Poniyem Sutomo Sidoarjo Agus Salim 7 Sri Sundari, S.Sos Situbondo Ds Juklangan, RT01/RW02 Panji Hj Rochani Sumenep Jl Kartini 5/55-B Istighanah, S.Pd.SST Trenggalek Ds Karangrejo Rt03/RW01 Triyuli Hartiningsih, Amd.Keb, S.Sos Tuban Brawijaya 3-B Dra Triswati Sasmito, M.Kes Tulungagung Pahlawan 216 Suhartini, Amd.Keb Kota Surabaya Jl Dupak 15-A Misri Andayani Kota Pasuruan Rumah Sakit Purut Nyamiatiningsih, S.Sos Kota Probolingo Suroyo 58 Yenny Sondakh Kota Malang Joyosuko 1 Kelrh Merjosari Sri Suryaningsih, SST Kota Batu Raya Punten 37 Kota Batu Suyadi Kota Blitar Mojopahit 44 Ninik Artiningsih, SST Kota Mojokerto Perumdam RT03 RE03 Kel Blooto D.Armining, Amd.Keb Kota Kediri Semeru 6A/11 Campurejo Sutarti, Amd.Keb Kota Madiun Jl Pilang Utama 4 Pilang Bangu

Kata – Kata Bijak

Jika kata-kata lahir dari hati, maka ia akan masuk ke hati, tapi jika berasal dari lidah, ia akan berhenti di telinga. (Al-Suhrawardi) Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan. (Tradisional Modern)

Ketua PD IBI Jatim

Bidan Endang Sri Resmiati.SH.SST.MMKes

Perjuangan

K

alau kita kilas balik ke belakang melihat sejarah masa lalu pendiri bangsa ini begitu hebat memperjuangkan dan mengorbankan tenaga serta pikiran, untuk mendirikan negara ini. Dalam benak kita perjuangan masa lalu identik dengan angkat senjata perang dan bertempur padahal dalam sejarah banyak pejuang bangsa ini yang berjuang melalui tulisan-tulisan serta karya-karya yang dapat mempengaruhi pikiran banyak orang. Contoh dari pejuang kita yang kita ingat dari karyanya “Habis Gelap Terbitlah Terang” dan kita rayakan setiap tanggal 21 April. RA Kartini, beliau berjuang dengan pemikiran serta tulisannya, hingga bisa merubah paradigma persamaan gender bahwa kaum perempuan juga bisa berjuang dan berkarya. Seiring berjalannya waktu di zaman yang serba cepat, dinamis dan modern ini kita dituntut untuk tetap berjuang. Perjuangan sekarang tentunya dengan keahlian dan ketrampilan yang kita miliki sesuai dengan bidang dan profesi masing-masing. Sesuai dengan profesi yang saya jalani dan teman-teman seprofesi saya sebagai seorang bidan kita juga harus berjuang memberikan yang terbaik bagi lingkungan kita,saat kita menolong persalinan tidak hanya sang ibu yang kita selamatkan tapi juga sang bayi hal tersebut memerlukan keahlian dan ketrampilan yang memadai, selain itu kita juga akan berbagi ilmu kepada anak didik kita yang memerlukan bimbingan dan pengajaran. Itu semua bisa dilakukan kalau kita mau terus belajar dan berlatih mengasah ketrampilan dengan pelatihan-pelatihan serta mencari dan menggali ilmu-ilmu terbaru, memang butuh waktu,tenaga dan materi tapi itulah perjuangan. Kunci dari perjuangan itu adalah ikhlas tanpa hati kita ikhlas perjuangan tidak akan ada artinya. Apapun yang kita peroleh percayalah itu semua buah dari perbuatan kita karena itu mulai sekarang marilah kita sama-sama mengikhlaskan diri untuk tujuan mulia,mengikhlaskan diri untuk bisa lebih memperbaiki diri sendiri dan mengembangkan profesi bidan yang kita jalani saat ini. (*)

Daftar Isi

Redaksional ................................................ : 02 - Perubahan Profil .............................................................. : 03 - dr Dodo Anondo, Abdikan Diri Kepada Masyarakat - Djuwartini SKM MM, Kepala BKKBN Jatim Pasang Badan Fokus ............................................................... : 04 - Depkes Siapkan Rp 1,2 Trillun untuk Jampersal - Bidan Siap Sukseskan Program Jampersal Fokus ............................................................... : 05 - Menkes keluarkan Juknis Jampersal Fokus ............................................................... : 06 - IBI Jatim Dorong Peran Aktif IBI Cabang - Dinkes Jatim Akomodir Bidan Praktik Swasta untuk Jampersal - IBI Nganjuk Targetkan 300 Bidak Praktik Swasta Ikut Program Jampersal AKTUALITA ....................................................... : 07 - Jatim Targetkan 10 Kota Layak Anak - Laju Pertumbuhan Penduduk Jatim 0,76 persen - 330 Ribu Warga Jatim Alami Gangguan Jiwa Berat LENSA ............................................................... : 08 - Rapat kerja IBI Jatim bersama Dinkes Jatim - Peresmian Gedung P2KP Surabaya LENSA ............................................................... : 09 - Sosialisasi Permenkes 1464/2010 tentang Izin dan Praktik Penyelenggaraan Praktik Bidan - Poltekkes Kemnkes dr Soetomo Menggelar Seminar Kebidanan Nasional Autis dan masa Depan - Pembentukan UPBD Bidan Dilema Cabang Surabaya pendidikan .................................................... : 10 - Bayam yang Menyehatkan, kenal Lebih Jauh Yuk - BKKBN Akan Latih 35 Ribu Bidan pendidikan .................................................... : 11 - Hima Prodi D-III kebidanan FIK UM Surabaya Gelar IUD - Mengembangkan Potensi di Tempat Kerja

UMUM .............................................................. : 14 - Program Keluarga Berencana Perlu Direvitalisasi - Waspadai Re-feeding Syndrom anak ................................................................ : 15 - Bidan Punya Peran Penting Terhadap kelainan Perkembangan Autis - ASI Hindarkan Bayi Dari Penyakit Mental kecantikan ................................................... : 16 - Kebiasaan Yang Bisa Bikin Perut Buncit - Diet Sehat dengan Air Putih - Kecilkan Perut dengan mengubah Pola Makan LIFE STYLE ....................................................... : 17 - 5 Tips Mengenakan Sepatu Hak Tinggi - Melangkah Nyaman dengan High Heels - 7 Dari 10 Ibu Hamil Alami Masalah Pada Kaki - Manjaga Agar Kaki tetap Sehat psiko ................................................................ : 18 - Kesukaran belajar dan Penanganannya - Tips Agar Anak Selalu mau Belajar OBGYN ............................................................. : 19 - Pola Hidup Punya Kontribusi Besar terhadap Kanker - Mencegah dan mengetahui Secara Dini rileks ............................................................... : 20 - Wisata Alam Budaya dan Religi Kabupaten Kediri med info ......................................................... : 21 - Pil dan Suntik KB untuk Pria - Radiasi Ada di Sekitar Kita kuliner ........................................................... : 22 - Ayam Goreng Jagung - Es Mangga Timun Jelly - Sayur Nangka Merah TOGA ................................................................. : 23 - Mau Suara Merdu atau Meningkatkan Gairah Seks Minum Jeruk Nipis - Ramuan Alami Pereda Sakit Kepala

Profil

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

dr Dodo Anondo

S

etiap manusia ingin memiliki materi yang berlebih serta kehidupan yang nyaman. Begitu pula dengan seorang dokter maupun bidan. Namun, selain kebutuhan akan materi, seorang dokter maupun bidan juga dituntut untuk mengabdikan diri untuk masyarakat khususnya masyarakat kurang mampu atau miskin. “Saya sangat prihatin karena jumlah dokter di desa sangatlah kurang dari kebutuhan. Para dokter muda sekarang lebih memilih tinggal dan praktek di kota,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr Dodo Anondo ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Jatim Jalan Raya A Yani Surabaya yang yang sekarang menjadi Direktur RSU dr Soetomo Surabaya Dodo menyebutkan jumlah dokter spesialis di Jatim ada 1.269 orang. Namun 629 orang dokter spesialis bekerja dan membuka praktek di Surabaya dan Malang. Ditambah dengan praktek di Sidoarjo dan Gresik totalnya ada 900 orang dokter spesialis. “Sisanya yaitu 369 orang dokter spesialis harus disebar di 34 kab/kota se-Jatim. Ini kan sangat memprihatinkan,” ungkap mantan Direktur RS Saiful Anwar Malang ini. Untuk itu, ungkap Dodo, pihaknya berusaha untuk menyebar dan menempatkan dokter junior atau dokter muda di desa-desa agar para dokter bisa mendapatkan pengalaman. Selain itu, juga agar ada pemerataan tenaga kesehatan yang merata. Kasus bidan pun tidak jauh berbeda. “Melalui program ponkesdes, kami menempatkan satu bidan dan satu perawat. Harapannya, bisa memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di daerah. Jadi kami harapkan bidan senior, dokter senior dan rekan bidan maupun dokter untuk membantu kami menyakinkan kepada para junior yaitu dokter dan bidan junior untuk rela dan bersedia mengabdi kepada masyarakat di desa,” papar pria yang saat ini juga merangkap sebagai Direktur RS Haji Surabaya. Sekali lagi Dodo mengungkapkan keprihatinannya, bila para dokter dan bidan sudah tidak benar-benar mengabdi ke masyarakat dan hanya mau melayani pasien berada. Maka, bagaimana nasib bangsa ini kedepan. “Untuk dokter senior, ya tidak apa-apa kalau sudah memikirkan ke pelayanan swasta. Tapi untuk yang muda harus memiliki empati dan bersedia mengabdikan diri. Bukan semata-mata tergiur dengan materi saja,” pungkasnya. (tabloid bidan/siska/mas)

Djuwartini SKM MM Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Jawa Timur

Pasang Badan S ebagai perempuan pertama dan satu-satunya yang menjabat kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Jawa Timur, Djuwartini SKM MM akan siap mengawal instansinya ketika ditimpai sebuah permasalahan. ‘’Saya sudah berkomitmen terhadap diri sendiri untuk menjaga dan mengawal (pasang badan, red) terhadap semua aktivitas (pegawai, staf dan karyawan, red) yang ada di BKKBN Jatim,’’ ujar Srikandi BKKBN Jatim ini, Perempuan kelahiran Madiun

ini menuturkan tidak sedikit pemimpin yang tidak mau bertanggung jawab atas masalah yang menimpa instansinya, terlebih terhadap beban dan masalah pegawainya. Ini sebabkan karena pemimpin tersebut tidak mau menanggung beban atau masalah yang ada di bawahnya. ‘’Jadi jarang ditemukan jika sorang pemimpin yang mau membantu bawahannya untuk menyelesaikan sebuah masalah dan beban,’’ tegas perempuan berjilbab ini. Sekarang ini, jelas Djuwartini, bukan waktunya seorang pemimpin

hanya fokus pada pekerjaannya, tetapi juga mengawasi dan bisa menjadi contoh dalam rangka meningkatkan kinerja pegiawainya. Salah satu contohnya adalah sering membantu seorang staf atau pengawai yang mengalami kesulitan pekerjaan. Selain itu juga membantu pegawainya jika mengami sebuah permasalah. ‘’Jadi saya tidak bisa lepas tangan jika para pegawai dan staf yang ada di BKKBN terkena masalah. Jadi masalah yang menimpa pegawai adalah masalah saya juga, sehingga saya harus dapat menyelesaikannya,’’ tandasnya. Mantan Kepala BKKBN Sulawesi Tengah ini menegaskan, kedepan dengan semangat saling membantu saling membantu, dapat memacu produktivitas kinerja yang ada di instansnya. ‘’Saya yakin jika setiap pegawai dan staf yang ada di BKKBN saling membantu maka produktivitas kinerja BKKBN akan meningkat,’’ yakinnya dengan nada oprtimis ini. (tabloid bidan/siska/mas)

3

Fokus

Kabar gembira, mulai April 2011 ini, setiap pasien yang melahirkan di rumah sakit pemerintah kelas III tidak akan ditarik biaya sepeser pun. Sebab, Pemerintah yang akan menanggung semua biaya persalinan. Melalui, program jampersal (jaminan persalinan) diharapkan setiap warga negara bisa menikmati pelayanan persalinan secara cuma-cuma.

M

enteri Kesehatan Endang Rahayu Sedya­ ningsih mengatakan program jampersal ini bisa diberikan kepada seluruh masya­ rakat untuk proses persalinan. Pelayanan

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011 Hanya untuk kalangan medis

tersebut sudah mulai berjalan dan rumah sakit yang melayani jamkersal bisa melakukan klain ke Kementerian Kesehatan mulai April 2011. ”Jampersal ini untuk siapa saja yang melakukan persalinan,” tegas Endang. Namun, jelasnya, program jampersal ini akan dilayani untuk pasien kelas III rumah sakit pemerintah. Selain di rumah sakit, jampersal juga berlaku bagi pasien yang melakukan persalinan di bidan serta rumah sakit swasta kelas III yang merupakan mitra kerjasama dengan Dinas Kesehatan. “Untuk program Jampersal ini, kami menyediakan dana sebesar Rp 1,2 triliun untuk tahun 2011,” sebutnya. Ahli bidang kesehatan Prof Ali Ghufron Mukti menjelaskan mulai tahun 2011 ini program jampersal diharapkan dapat menurunkan ang­ ka kematian ibu. Saat ini, angka kematian ibu di Indonesia masih sangat tinggi 228 per 100 ribu kelahiran.

Bidan Siap Sukseskan

Program Jampersal

P

Sahabat P erempuan

4

”Dengan program jampersal ini, ibu di seluruh Indonesia bisa mendapatklan pelayanan bersalin gratis. Asal mereka dirawat di kelas III rumah sakit pemerintah. Syaratnya, ibu-ibu tersebut tidak mempunyai jaminan kesehatan, baik mereka dari keluarga miskin maupun dari keluarga kaya,” kata Dekan Fakultas Kedokteran UGM ini. Sementara itu Kepala BKKBN Sugiri Syarief mengatakan jumlah persalinan di Indonesia setiap tahunnya sekitar 4,5 juta per tahun. Diharapkan angka kelahiran total dapat turun dari 2,6 per wanita menjadi 2,1 per wanita. Penurunan angka kelahiran tersebut dilakukan dengan menaikkan peserta kontrasepsi 61,4 persen menjadi 66 persen pada tahun akhir 2014. Kontrasepsi yang terus didorong adalah kontrasepsi jangka panjang karena lebih efektif dan pengaruh penurunan fertilitasnya lebih baik. ”Kalau menggunakan kontrasepsi yang ter­ potong-potong seperti pil, maka apabila dalam sehari lupa makan pil, peserta kontrasepsi bisa hamil, kata kepala BKKBN Sugiri Syarief ditemui di sela-sela acara Workshop Diseminasi Hasil SDKI 2007 Bagi Jurnalis Media Nasional dan Provinsi di Hotel Sahira Bogor. (tabloid bidan/siska/mas)

rogram jaminan persalinan atau jampersal yang sedang digalakkan oleh Pemerintah sangatlah bagus. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Kota Batu Hj Sri Suryaningsih. Bahkan, Sri mengharapkan para bidan praktek swasta (BPS) pun memiliki kesempatan untuk ikut berpartisipasi untuk menjalankan program Jampersal. “Jampersal sangat bagus. Saya ber­ harap agar pemerintah bisa memberikan kesempatan bagi BPS untuk ikut berpartisipasi aktif sebagai bentuk pengabdikan bidan kepada masyarakat,” kata Sri ditemui oleh Media Bidan di sela-sela acara Pertemuan Organisasi Ikatan Bidan Indonesia dan Dinas Kesehatan Kab/Kota se-Jatim dalam rangka Sosialisasi Permenkes nomor 1464/ 2010 dan Permenkes nomor 161/2010 di Dinas Kesehatan Jatim, Senin (20/3).

Sri menambahkan dirinya sangat menga­­­presiasi program Jampersal tersebut, mengingat program ini diberikan untuk memberikan keringanan persalinan bagi masyarakat khususnya bagi masyarakat miskin. Dimana, selama ini banyak ma­ syarakat miskin yang kesulitan untuk memenuhi biaya persalinannya. “Selama ini setiap ada program yang bagus hanya ditangani oleh rumah sakit milik pemerintah. Untuk program Jampersal ini, kami berharap ada alokasi untuk kami para BPS,” ungkapnya sekali lagi. Untuk itu, tambahnya, diharapkan pe­ me­rintah bisa segera menerbit­kan petunjuk teknis (juknis)-nya terkait bagaimana pro­ sedur bagi para BPS untuk bisa ikut serta aktif dalam menyukseskan program Jampersal yang baru diterapkan pada tahun ini. (tabloid bidan/siska/mas)

Fokus

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011 Hanya untuk kalangan medis

Sahabat P erempuan

5

Menkes Keluarkan

Juknis Jampersal Menteri Kesehatan

Endang Rahayu Sedyaningsih

M

enteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih akhir­ nya mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) mengenai jaminan persalinan (jampersal). Juknis ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 631/Menkes/per/ iii/2011 Tentang Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan. “Saya menyambut baik diterbit­ kannya Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan ini untuk digunakan se­ bagai acuan penyelenggaraan pro­ gram Jaminan Persalinan. Petunjuk Teknis ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Pedoman Pelaksa­ naan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas),” kata Menkes. Petunjuk Teknis ini telah disu­sun bersama-sama secara lintas sektor dan lintas program serta masu­kan dari ikatan profesi dan pe­lak­sana program di daerah. “Kepada semua pihak yang membe­ rikan kontribusinya saya ucapkan terimakasih yang sebesarbesarnya. Semoga petunjuk teknis ini ber­manfaat dalam mendukung upaya kita untuk mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan,” harap Menkes. Sebagaimana diketahui, dalam

rangka mempercepat pencapaian tujuan pembangunan kesehatan na­ sio­ nal serta Millennium Develop­ ment Goals (MDGs), pada tahun 2011 Kementerian Kesehatan meluncur­ kan kebijakan Jampersal. Dari beberapa pencapaian tujuan pembangunan kesehatan nasional serta MDGs, pihaknya menghadapi berbagai hal yang multi kompleks seperti masalah budaya, pendidikan masya­ rakat, pengetahuan, lingku­ ngan, kecukupan fasilitas kesehatan, sumberdaya manusia dan lainnya. “Penurunan Angka Kematian

Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan tantangan yang lebih sulit dicapai dibandingkan target MDGs lainnya,” ungkapnya. Oleh karena itu, tambah Endang, upaya penurunan AKI tidak dapat lagi dilaku­ kan dengan intervensi biasa, diperlukan upaya-upaya terobosan serta peningkatan kerjasama lintas sektor untuk mengejar ketertingga­ lan penurunan AKI agar dapat men­ capai target MDGs. Salah satu faktor yang penting adalah perlunya meningkatkan akses masyarakat terhadap persalinan

Besaran Tarif Pelayanan Jaminan Persalinan Pada Pelayanan Tingkat Pertama

yang sehat dengan cara memberikan kemudahan pembiayaan kepada seluruh ibu hamil yang belum memi­ liki jaminan persalinan. Jaminan Persalinan ini diberikan kepada semua ibu hamil agar dapat mengakses pemeriksaan persali­ nan, pertolongan persalinan, pemerik­ saan nifas dan pelayanan KB oleh tenaga kesehatan di fasilitas keseha­ tan sehingga pada gilirannya dapat menekan angka kematian ibu dan bayi. Materi Juknis Jampersal bisa didownload di www.mediabidan.com (tabloid bidan/siska/mas)

Bukti Penunjang Klaim

Fokus

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

6

IBI Nganjuk Targetkan 300 Bidan Praktik Swasta

Ikut Program Jampersal

IBI Jatim Dorong Peran Aktif IBI Cabang

Ketua PD IBI Jatim Bidan Endang Sri Resmiati.SH.SST.MMKes

P

emerintah bertekat untk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Sesuai dengan program Millenium Development Goals (MDGs), bidan memiliki peranan yang sangat penting untuk menyuk­ seskan capaian MDGs. Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Jatim, Endang Sri Resmiati SH SST MMKes menga­ takan program IBI pada tahun 2011

ini sangat banyak. Sehingga, IBI cabang harus berperan aktif dalam mendorong dan membantu untuk melaksanakan program-program tersebut yang tentunya sangat erat kaitannya dengan program pemerintah. “Bidan harus bisa menurunkan AKI dan AKB sesuai dengan program MDGs. Selain itu, bidan harus meningkatkan kesehatan ibu,” kata Endang dalam sambutannya pada acara Pertemuan Organisasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Dinas Kesehatan Kab/Kota se-Jawa Timur dalam rangka Sosialisasi Permenkes nomor 1464/2010 dan Permenkes nomor 161/2010 di Dinas Kesehatan Jatim Jalan Raya A Yani, Surabaya, Selasa (22/3). Endang menuturkan setiap bidan harus aktif untuk melaporkan segala kegiatannya ke Dinas Kesehatan Jatim melalui Dinas Kesehatan Kab/Kota setempat melalui Pus­kes­ mas yang ada di daerah masing-masing. Dalam memberikan laporan, ungkap Endang, tidak hanya harus aktif. Namun, data yang diberikan juga harus valid dan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Sebab, data yang diberikan akan sangat dibutuhkan dalam pembangunan Jatim pada khususnya dan Indonesia secara keseluruhan. “Memang Permenkes ini sudah banyak yang menanya­ kan kapan akan disosialisasi­ kan. Banyak telpon, sms maupun surat yang mempertanyakannya. Namun, IBI dan Dinas Kesehatan baru bisa menggelarnya saat ini. Kami mengharapkan peserta yang hadir bisa menyosialisasikan permenkes ini kepada anggotanya,” pungkasnya. (tabloid bidan/siska/mas)

P

rogram jaminan persalinan atau jam­ persal benar-benar sangat dinan­tikan tidak hanya oleh masyarakat tetapi juga oleh para bidan. Bahkan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Nganjuk menargetkan 300 bidan praktek swasta (BPS) bisa ikut berperan aktif untuk menyukseskan program Jampersal tersebut. “Jumlah total BPS di Kab Ngajuk ada 350 BPS. Kami berharap 300 BPS bisa bekerja sama dan melaksanakan program jampersal ini,” kata Ketua IBI Kab Nganjuk Sri Ngayomi ditemui oleh Media Bidan di sela-sela acara Pertemuan Organisasi Ikatan Bidan Indonesia dan Dinas Kesehatan Kab/Kota se-Jatim dalam rangka Sosialisasi Permenkes nomor 1464/ 2010 dan Permenkes nomor 161/2010 di Dinas Kesehatan Jatim, Senin (20/3). Untuk itu, ungkap Sri Ngayomi, IBI Kab Nganjuk akan gencar untuk menyo­siali­sasikan program Jampersal ini ke seluruh anggota IBI yang berjumlah 486 orang bidan. Diharapkan, para bidan ini pun bisa menyosialisasikan program Jampersal ini ke seluruh masyarakat yang ada di sekitar mereka. “Program Jampersal ini sangat bagus, kami berharap agar BPS bisa ikut berpartisipasi. Sebab, BPS di Kab Nganjuk pun bisa berpartispasi dalam program jamkesmas,” ungkapnya. Apalagi, sambung Sri Ngayomi, para Bidan di Kab Nganjuk sangat antusias saat mendapatkan informasi tentang jampersal. (tabloid bidan/siska/mas)

Dinkes Jatim Akomodir Bidan Praktik Swasta Untuk Jampersal

D

inas Kesehatan Provinsi Jatim mengakomodir para bidan praktek swasta (BPS) yang berminat untuk membantu suksesnya Program jaminan persalinan (jampersal) yang kini sedang digalakkan oleh pemerintah pusat. Untuk itu, diharapkan peran serta aktif BPS untuk mengajukan kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kab/kota di daerahnya masing – masing. “Program Jampersal untuk selu­ ruh masyarakat Indonesia yang tidak tercover oleh ansuransi jiwa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dr Dodo Anando ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Jatim Jalan Raya A Yani Surabaya.

Program Jampersal, sambung Dodo untuk memfasilitasi masyarakat yang tidak tercover oleh Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesda), Askes, Jamsostek maupun ansuransi kesehatan lainnya. Diharapkan dengan adanya Jampersal bisa menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Jatim yang jumlahnya masih tinggi. Data di Dinas Kesehatan Jatim mencatat pada tahun 2010, AKI di Jatim sebanyak 101 per 100.000 kelahiran hidup sedang untuk AKB sebesar 28 per 1000 kelahiran hidup.

“Untuk tahun ini, Jampersal untuk semua persalinan, baik orang mampu maupun tidak mampu, baik anak pertama ataupun anak kesepuluh. Mungkin tahun depan akan ada evaluasi jampersal untuk kelahiran anak pertama dan kedua,” paparnya. Agar pelaksanaan program jampersal ini merata dan bisa dinik­ mati oleh masyarakat khususnya masyarakat yang ada di pedesaan, Dodo menjelaskan dibutuhkan peran aktif BPS untuk bisa ikut bersamasama memberikan pelayanan kese­ hatan khususnya persalinan kepada ibu- ibu. “Agar BPS bisa ikut menjalankan program jampersal, caranya sangat mudah, yaitu cukup mengajukan kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kab/Kota setempat,” ungkapnya. Disinggung adakah syarat lain­

nya? Dodo menerangkan ten­ tunya ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh para BPS agar bisa menjadi mitra pemerintah dalam melaksanakan program jampersal ini. Misalnya, ada batasan minimal berapa tahun BPS tersebut membuka prakteknya. Sayangnya, dr Dodo tidak menyebutkan apa saja syarat lainnya. “Saya tidak hafal apa saja sya­ ratnya. Untuk lebih jelasnya, BPS bisa mengajukan dan meminta syarat-syaratnya ke Dinas Kesehatan setempat,” tegasnya. Masih menurut dr Dodo, sedang untuk masyarakat penerima pro­ gram jampersal. Tidak ada syarat khusus, yang penting pasien tersebut membawa fotocopy kartu tanda penduduk (KTP). (tabloid bidan/siska/mas)

Aktualita

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011 Hanya untuk kalangan medis

Sahabat P erempuan

7

330 Ribu Warga Jatim

Alami Gangguan Jiwa Berat

D

B

adan Pemberdayaan Perem­ puan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Ja­tim menar­ getkan akan memiliki 10 Kabu­paten/Kota Layak Anak (KLA) pada 2011 ini. Saat ini, Jatim baru memiliki lima kab/kota yang sudah menyatakan diri sebagai KLA antara lain Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Tulungagung yang baru 1 Februari 2011 ini melaunchingkan diri sebagai KLA. Kepala Subbidang Pemberdayaan Lembaga Masyarakat BPPKB Jatim, Ir Heru Indra Triyono Msi mengatakan tahun ini, BPPKB Jawa Timur semakin gencar untuk mengarahkan peme­rintah kabupaten/kota di Jatim guna mewujudkan daerahnya menjadi Kota Layak Anak (KLA). Program ini dimaksudkan untuk merangsang dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) anak agar dapat ikut berkecimpung dalam pembangunan (mengutarakan pendapat, red). “Kami masih belum bisa menye­ butkan 10 KLA itu mana saja, yang terbentuk 5 KLA. Dimana yang 4 KLA merupakan pilot project sedang yang satu yaitu KLA Kab Tulungagung merupakan binaan dari UNICEF,” ungkapnya. Heru menjelaskan dengan KLA di­harapkan setiap anak bisa lebih mendapat haknya untuk mengu­ta­ ra­kan pendapat dalam forum orang dewasa yaitu dengan mengikutsertakan anak di kegiatan-kegiatan desa atau kota. katagori anak adalah mereka yang berusia 0-18 tahun. Tentunya, anak yang dapat diikut­ser­takan dalam kegiatan orang dewasa telah mampu memilki pen­ dapat tentang ide-ide kreatif dalam pembangunan. KLA, KLA dilengkapi fasilitas-fasilitas yang memadai untuk anak, seperti rumah sehat yang dilengkapi tempat baca, tempat ber­main, dan lainnya. Ada juga fasilitas tambahan, yaitu mobil pintar yang berisi buku-buku edukasi bagi anak.

“Tujuan kami membuat program KLA ini, untuk membangun SDM anak, menanamkan sejak awal bahwa anak dapat ikut berperan da­ lam pembangunan, juga memberi pema­ haman kepada anak tentang hak dan kewajiban mereka,” jelasnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, kegia­tan-kegiatan yang akan dilaku­kan untuk program ini seperti sosialisasi, workshop, dan kongres anak. Untuk sosialisasi, akan diberi­kan pema­haman tentang buruknya pernikahan dini, juga pekerjaan yang layak dan pekerjaan yang buruk bagi anak. Begitu pula dengan workshop. Sedangkan kongres anak, dalam forum ini digunakan sebagai wadah anakanak se Jatim untuk bebas mengeluarkan aspirasi mereka dise­gala bidang. Nantinya, akan dipilih 8 anak terbaik dan akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti kongres anak tingkat Nasional. Akan ada pemilihan duta anak terbaik pula untuk tingkat Nasional. Pelaksanaan untuk kongres anak dijadwalkan pada bulan Juni atau Juli mendatang. “Segera akan kami seleksi untuk daerah yang terpilih sebagai KLA. Saat ini, kami telah mnyeleksi se­jumlah daerah yang layak men­dapat predikat KLA. Sedangkan pada 2010, KLA di Jatim yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Malang. Ketiga daerah itu diluar dari pengawasan BPPKB, pemantauannya langsung dari pusat,” ujarnya. Sedangkan untuk menyokong pro­gram ini, BPPKB bekerjasama dengan beberapa pihak seperti Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan, Unicef, SKPD terkait baik di tingkatan Pemprov Jatim mau­ pun pemkab/pemkot, dan be­be­rapa Lembaga Masyarakat Pe­merhati Anak. Untuk anggaran dana, menggu­nakan dana APBD dan bantuan dari sponsorship. (tabloid bidan/siska/mas)

iperkirakan sedikitnya 330.000 warga yang tinggal di Jawa Timur mengalami gangguan jiwa berat sedangkan penduduk yang mengalami gangguan jiwa ringan diperkirakan sebanyak 3,7 juta orang. Dari informasi yang disampaikan Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya, dr Hendra Riyanto SpKJ MM, kini sebanyak 0,9% penduduk Jawa Timur mengalami gangguan jiwa berat. Jika diasumsikan penduduk Jatim kini sebanyak 37 juta jiwa, maka 0,9 persennya, yakni 333.000 orang mengalami gangguan jiwa berat. “Jumlah penduduk dengan gangguan jiwa berat di Jatim itu masih tergolong lebih rendah dibanding DKI Jakarta yang persentasenya lebih dari 2 persen. Mayoritas yang mengalami gangguan jiwa itu berasal dari Kabupaten Malang,” ujar dr Hendra usai acara peringatan HUT RSJ Menur, Jumat (25/3/2010). Sedangkan penduduk dengan gangguan mental dan emosional atau kategori ringan mencapai 10 persen atau sekitar 3,7 juta orang. Jumlah penduduk yang alami gangguan jiwa ringan, seperti autis dan stress itu setara dengan jumlah penduduk Kota Surabaya. Sehingga, dengan tingginya jumlah tersebut, maka perlu diantisipasi sedini mungkin agar jumlah tak terus bertambah. Ia mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami ganguan jiwa. Salah satunya karena faktor ekonomi yang masih kurang atau di bawah rata-rata. Namun, saat ini Pemprov Jatim yang terus menggalakkan pro poor dan pro job untuk pengentasan kemiskinan dan mendokrak perekonomian di Jatim, menurut dia, sudah sangat tepat. “Banyak sarjana yang menganggur, itu bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan jiwa. Sehingga dengan berbagai program yang dicanangkan Pak Gubernur untuk menggerakkan ekonomi dengan sistem pemberdayaan masyarakat, maka akan sangat membantu menekan tambahan penduduk yang alami gangguan jiwa,” katanya. Menurut dia, pandangan masyarakat saat ini tentang RSJ masih banyak yang salah kaprah. Artinya, banyak anggapan kalau RSJ itu untuk mengirim orang-orang gila. Padahal, lanjut dia, jika ada pasien yang masuk akan dites terlebih dulu, sehingga tidak asal masuk dan dirawat begitu saja, karena kami memiliki prosedur melalui tes bagi pasien tersebut dinyatakan hasilnya. (tabloid bidan/siska/mas)

Laju Pertumbuhan Penduduk Jatim 0,76 Persen

D

alam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, Jawa Timur mencapai prestasi dengan menekan lima target kependudukan meliputi laju pertumbuhan penduduk (LPP). Pada periode 2000-2010 ratarata LPP Jatim sebesar 0,76 persen. Menurut Susenas 2010 turun menjadi 0,49 persen, angka Fertility Rate (T-FR) tahun 2000/2003 mencapai 1,64 persen, pencapaian angka Contraceptive Prevelence Rrate (CPR) sebesar 61,4 persen sedangkan Jatim mencapai 66,1 persen, menurunnya angka kematian ibu melahirkan 108/100.000 serta angka Unmet Need Jatim sebesar 6,6 persen. “Meningkatkan kesehatan Ibu ser­ta menurunkan angka kematian Ibu me­l a­­hir­k an sangat berdampak pada pem­bangunan secara kese­ luruhan khu­ s usnya di Jatim,” kata Pakde Karwo. Mantan Sekdaprov Jatim ini menu­turkan dalam upaya mewujudkan Program kependudukan dan keluarga berencana nasional yang solid dan kokoh, Pemprov Jatim disertai peran aktif masyarakat harus melakukan perubahan ke arah

perbaikan baik dalam kelembagaan, keta­ta­lak­sanaan ataupun dalam hal sumber daya manusia. “Ada pekerjaan serius yang harus dikerjakan oleh BKKBN dan Pemprov Jatim. Tidak ada gunanya bila pertumbuhan ekonomi yang tinggi, LPP juga ikut meningkat. Maka menjadi tugas BKKBN untuk memberikan penyuluhan KB kepada masyarakat di jatim,” lanjutnya. Kebijakan kesehatan KB dan kependu­dukan, Pemprov Jatim mempunyai dua program yakni, pertama, program asu­ ransi kesehatan. Kedua, program sistem kesehatan. Rumah sakit saat ini dipenuhi pasien, ini menandakan sudah saatnya kesehatan masyarakat Jatim harus mem­pe­roleh perhatian serius. “Pemprov membutuhkan tindakan preventif untuk menurunkan grafik pen­ derita. Caranya Pemprov bersepakat untuk membuat sistem dengan merubah Polindes menjadi Ponkes di tiap desa atau kelurahan. Polkes nantinya diisi tenaga 1 perawat dan 1 bidan dan buka 24 jam,” tandas Pakde. Untuk merealisasikan program ter­ sebut, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim segera membuat langkah konkritnya. Nantinya pasien atau penderita tidak perlu menuju rumah sakit besar di kota tetapi cukup ke Ponkes yang ada di tiap desa atau kelurahan.” Kalau program ini bekerjasama dengan BKKBN dan lebih diintensifkan maka program ini sangat menguntungkan masyarakat pedesaan,” terangnya. (tabloid bidan/siska/mas)

Lensa

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

Rapat Kerja

IBI Jatim Bersama Dinkes Jatim

Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Dodo foto bersama dengan Jajaran Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jatim. (foto atas)

Jajaran Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jatim bertatap muka dengan Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Dodo di kantor Dinkes Jatim Jl A Yani Surabaya. (foto bawah)

K

Peresmian Gedung P2KP Surabaya

epala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dr Esty Martiana Rachmie meresmikan Gedung P2KP Surabaya. Peresmian gedung tersebut dilaksanakan pada 15 Maret 2011. Gedung seluas 150 m2 tersebut berlokasi di dalam areal Kelurahan Kendangsari Surabaya dan

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya dr Esty (sedang memotong pita) didampingi Ketua PD IBI Jatim Bidan Endang Sri Resmiati MMKes dalam acara pembukaan Gedung P2KP di jalan Jemursari E2 Surabaya.

merupakan pemberian dari Dinkes Kota Surabaya. Dalam sambutannya Esty berpesan kepada para bidan pelatih untuk bisa mengunakan fasilitas yang diberikan dengan sebaik-baiknya. “Selain teori, perlu juga disisipkan pelatihan ESQ untuk menunjang diri pada saat pelayanan,� pesan dr Esty.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya dr Esty memotong tumpeng tanda dibukanya Gedung P2KP.

8

Lensa

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

9

Pembentukan

UPBD Bidan Delima

Cabang Surabaya

1

Sosialisasi

3

Permenkes 1464/2010 Tentang Izin

dan Penyelenggaraan Praktik Bidan

2

1. Peserta sosialisasi Permenkes 1464/2010 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan 2. Ketua IBI Jatim Bidan Endang Sri Resmiati MMKes memberikan sambutan 3. Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Dodo Anondo (kiri) saat memberikan materi

Poltekkes Kemenkes dr Soetomo

P

engurus UPBD (Unit Pelaksana Bidan Delima) cabang Surabaya yang sebelumnya sudah terbentuk sekarang dilakukan pergantian. Ini dilakukan untuk menghindari rangkap jabatan kepengurusan di dalam organisasi UPBD dan IBI. Rapat pleno pergantian pengurus UPBD ini digelar pada 26 Maret 2011 di kantor Dinas Kesehatan Surabaya. Ketua cabang IBI Surabaya Suhartini Amd Keb menegaskan, pengurus UPBD harus menjadi Bidan Delima. “Itu hukumnya wajib,� tegasnya. Calon dari UPBD diambilkan dari 6 ranting IBI cabang Surabaya. Masing-masing mengirimkan 1 wakilnya yaitu Satiyem Basori, Emy Nuryani,Rinin Marsjamsi, Emy Yuniati,EnyWidiyasari, Hanik Lutfiah dari kandidat tersebut akan diambil 4 untuk menjadi pengurus. Dalam pemilihan itu terpilih Emy Nuryani dengan 22 suara sebagai manager Bidan Delima yang baru, sedangkan Rinin Marsjamsi 16 suara,Hanik lutfiah dan Satiyem Basori masing –masing 10 suara.

Menggelar Seminar Kebidanan Nasional Autis dan Masa Depan

Poltekkes Kemenkes dr Soetomo menggelar Seminar Kebidanan Nasional Autis dan Masa Depan, di Surabaya (19/2/2011).

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia Harni Koesno (tiga dari kanan) didampingi Sekretaris PD IBI Jatim Lestari (empat dari kanan) turut menghadiri acara seminar Autis dan Masa Depan.

Pendidikan

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011

Bayam Yang Menyehatkan,

Kenal Lebih Jauh Yuk Ada yang tidak tahu tentang bayam? Bila ada maka sebaiknya anda berkaca dan bertanya pada diri anda sendiri ‘hidup di planet mana anda? ”. Tapi anda tidak perlu khawatir dan berkecil hati, karena saya akan mengajak anda untuk berkenalan dengan King Of Vegetables ini.

Pengirim : Prista Yusti Rusdini (bidan di sebuah Rumah Bersalin di Pasuruan)

A

da yang tidak tahu tentang bayam? Bila ada maka sebaiknya anda berkaca dan bertanya pada diri anda sendiri ‘hidup di planet mana anda? ”. Tapi anda tidak perlu khawatir dan berkecil hati, karena saya akan mengajak anda untuk berkenalan dengan King Of Vegetables ini. Bayam (Amaranthus spp) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting. Bayam (spinacea oleracea) ada­ lah tumbuhan yang berasal dari Amerika dan New Zealand. Tetapi karena mudah tumbuh di mana saja, kini bayam sudah sangat dikenal di Indonesia. Sayuran ini memang terlihat sangat sederhana. Tapi tahukah Anda bahwa bayam memiliki kandungan gizi yang sangat lengkap dan penting untuk tubuh kita? Selama ini, bayam sebagai salah satu jenis sayuran hijau yang secara luas dikenal kaya akan serat, vitamin, beta karoten, berbagai mineral termasuk zat besi, ternyata juga memiliki kandungan protein yang tinggi pada daun maupun bijinya. Sayuran ini tak cuma sedap dimasak. Bila diolah secara sehat dan dikonsumsi secara teratur, beberapa penyakit dapat dicegah, bahkan diobati. Menurut Marzuki Iskandar, STP, MTP, Dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Depkes RI Jakarta II, kandungan mineral dalam bayam cukup tinggi, terutama Fe yang dapat digunakan untuk mencegah kelelahan akibat anemia. Karena kandungan Fe dalam bayam cukup tinggi, ditambah kandungan Vitamin B terutama asam folat, zaman

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

memiliki risiko seperempat lebih rendah terkena PMS. Penelitian ini dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition. Dari segi lemak, kolesterol dalam bayam nol, artinya bayam aman untuk dikonsumsi sebanyak apapun tanpa ada pengaruh kolesterol. Lemak yang terdapat dalam bayam juga termasuk lemak yang jenisnya baik, yaitu lemak tak jenuh. Vitamin dalam bayam sangat penting, misalnya vitamin A yang bagus untuk mata serta mempertahankan daya tahan tubuh, sehingga orang tak mudah terserang penyakit.

dahulu bayam dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan melahirkan. Baik mineral Fe atau asam folat berhubungan dengan produksi darah sehingga saat melahirkan, persediaan dalam tubuh cukup. Karena seperti yang kita ketahui, melahirkan akan mengeluarkan sangat banyak darah dan memungkinkan sang ibu kehabisan darah. Selain itu bayam juga baik dikonsumsi oleh wanita pada saat haid. Bahkan, bayam juga dapat mengurangi gangguan Pra Menstruasi Syndrom ( PMS ). Sebuah penelitian menyebutkan makanan yang mengandung vita­ min B dapat mengurangi risiko PMS. Mereka yang makan bayam dan sereal yang kaya vitamin B

Bayam mengandung zat besi yang berupa Fe2+ (ferro) kalau

B

digelar dalam rangka menyukseskan program pengurangan laju pertumbuhan penduduk (LPP) di Indonesia. Kepala BKKBN Pusat Dr Sugiri Syarief mengatakan target Indonesia adalah menekan LPP. Tahun 2010, LPP Indonesia menembus 1,49 persen, target Indonesia angka LPP sebesar 1,1 persen. Untuk itu diharapkan peran serta aktif dari beberapa pihak, khususnya tenaga medis yang bergerak di bidang persalinan. “Tahun 2011, kami menargetkan akan memberikan pelatihan khusus kepada 35 ribu orang bidan se-Indonesia,” ungkap Sugiri dalam acara Workshop Jurnalistik Desiminasi Hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 bagi jurnalis di Sahira Butik Hotel, Bogor. Setiap provinsi, sambung Sugiri, belum bisa ditentukan berapa rata-rata bidan yang akan dilatih. Sebab, berapa orang bidan yang akan mendapatkan pelatihan khusus akan berbeda-beda

Tips Penyajian

10

dia terlalu lama kontak dengan O2 (Oksigen), Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ (ferri). Meski samasama zat besi, yang berguna bagi kita adalah FERRO, sedangkan FERRI bersifat TOXID pada bayam. Jadi, kalau bayam dipanasi, akan berlaku oksidasi tersebut. Jangan pernah mengkonsumsi bayam lebih dari 5 jam. Soalnya, selain mengandung zat yang dise­ butin tadi itu, bayam juga mengandung zat nitrat (NO3). Kalau teroksidasi dengan udara, maka akan menjadi NO2 (Nitrit). Nitrit adalah senyawa yang tidak berwarna, tidak berbau dan bersifat racun bagi tubuh manusia. Efek toksid (meracuni tubuh) yang ditimbulkan oleh Nitrit bermula dari reaksi oksidasi Nitrit dengan zat besi dalam sel darah merah, tepatnya didalam Hemoglobin (Hb). Mungkin ada yang belum tahu bahwa salah satu tugas hemoglobin adalah mengikat oksigen untuk disalurkan ke seluruh organ tubuh. Ikatan Nitrit dengan hemoglobin, disebut Methemoglobin, mengakibat­ kan hemoglobin tidak mampu mengikat oksigen. Jika jumlah methe­moglobin mencapai lebih dari 15% dari total hemoglobin, maka akan terjadi keadaan yang disebut Sianosis, yaitu suatu keadaan dimana seluruh jaringan tubuh manusia kekurangan oksigen. Jika hal ini terjadi pada bayi dikenal dengan nama “Blue Baby”. Efek TOKSID lainnya adalah kemampuan NITRIT bereaksi dgn AMINO SEKUNDER dapat membentuk senyawa yang dapat menyebabkan KANKER ! Jangan memasak bayam menggunakan panci aluminium. Soalnya bisa bereaksi dengan zat besi yang ada di bayam sehingga malah menjadi racun.

Tips mengkonsumsi bayam :

• Pilih bayam yang baru dipetik dan masih segar. • Hendaknya langsung diolah setelah mendapat bayam segar. • Jangan terlalu lama disimpan dilemari es.

BKKBN Akan Latih 35 Ribu Bidan

adan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menargetkan akan melatih 35 ribu bidan se-Indonesia. Pelatihan khusus tersebut

sesuai dengan permintaan dari pemerintah provinsi setempat. “Jelas tidak akan sama antara satu provinsi dengan provinsi lainnya. Sebab, kami akan melatih bidan sesuai dengan pengajuan dari pemprov setempat,” jelasnya dalam acara yang bertajuk penyebarluasan informasi kependudukan dan keluarga berencana (KB). Untuk menyukseskan program revitalisasi KB, ungkap Sugiri, selain memberikan pelatihan khusus kepada bidan. BKKBN juga memberikan pelatihan khusus kepada 23.200 klinik kesehatan dan 10. 300 orang dokter di seluruh Indonesia. Sugiri menambahkan diharapkan dengan pelatihan khusus untuk bidan, klinik kesehatan dan dokter bisa menekan LPP di Indonesia serta merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi terjadinya ledakan penduduk yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2035 mendatang. (tabloid bidan/int/sis/mas)

Pendidikan

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011

Hima Prodi D-III Kebidanan FIK UM

Surabaya Gelar IUD

H

impunan Mahasiswa (HIMA) Prodi D-III Kebidanan Fakul­tas Ilmu Kesehatan (FIK) Univer­ sitas Muhammadiyah Surabaya meng­ge­lar acara IUD (Interpersonal

A

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

Understanding Midwifery). Acara yang diikuti 316 peserta ini digelar di Pacet, Mojokerto pada 31 Januari - 1 Februari 2011 lalu. Acara ini bertujuan untuk men­

jalin kebersamaan dan kedekatan baik antar mahasiswa maupun maha­ siswa dengan dosen. Tidak hanya itu acara IUD diharapkan juga dapat menumbuhkan kerjasama antar mahasiwa, karena dalam acara ini terdapat kegiatan out bond yang kegiatannya tidak hanya menguras tenaga namun juga membutuhkan kerja sama antar anggota. Sehingga dalam diri mahasiswa akan tumbuh jiwa kebersamaan dan saling mem­ bu­tuhkan satu dengan yang lain.

11

IUD diadakan ketika seluruh kegiatan akademik semester ganjil sudah terselesaikan, jadi selain untuk meningkatkan kebersamaan IUD juga dapat dijadikan sebagai acara refresing setelah menjalani rutinitas akademik selama 1 semester. Karena tempat yang digunakan (Pacet Mini Park) juga tersedia berbagai fasilitas rekreasi. Selain out bond, panitia IUD yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan tim Embun juga mengisi acara tersebut dengan kegiatan Curhat Bareng Pembimbing Akademik. Hal ini menunjukkan bahwa dosen yang ada di Prodi D-III Kebidanan FIK UM Surabaya tidak hanya berperan sebagai pengajar akan tetapi bisa juga sebagai teman atau saudara yang bisa membantu menyelesaikan masalah yang dialami oleh mahasiswa. Dalam acara ini juga terdapat kegiatan seni yang dapat berguna untuk mengembangkan bakat dan kreativitas mahasiswa, karena selain menjalankan profesinya sebagai seorang bidan mahasiswa calon bidan juga harus bisa untuk menjadi sosok wanita yang multitalenta dan menarik di ma­ syarakat. (tabloid bidan/nova elok/mas)

Mengembangkan Potensi

langkah bahagianya bila dalam pekerjaan kita masih dapat mengem­bangkan berbagai po­ tensi yang ada dalam diri. Sebut saja si fulan, seorang karyawati yang telah bekerja beberapa tahun setelah lulus dari sebuah universitas swasta. Kariernya diawali dari staff biasa dan dengan cepat melesat hingga menduduki suatu jabatan, hanya setelah itu si fulan merasa kariernya mentok, pasalnya bercermin dari teman-teman seniornya di salah satu perusahaan/instansi tersebut. Ia mendapatkan gambaran bahwa untuk dipromosikan sebagai kepala seksi/cabang adalah butuh waktu yang tidak sebentar. Ia kini dilanda kejenuhan, ia merasa tidak ada tan­ tangan lagi. Sementara peluang untuk dipromosikan lagi pun masih jauh dari harapan, sampailah sifulan pada pertimbangan untuk keluar dari peru­ sa­haan/instansi tempat ia bekerja. Kasus yang dialami si fulan ini sesungguhnya banyak dialami juga oleh beberapa pekerja lainnya. Perasaan jenuh muncul karena tidak ada tantangan baru, tidak ada peluang untuk menjajakkan jabatan lebih tinggi dan tidak ada lagi kesempatan untuk mengembangkan diri. Semua itu menjadi alasan yang kerap me­ne­ gaskan seorang karyawan/karyawati untuk mengakhiri kariernya, keluar pekerjaan ditempat yang baru atau­ pun beralih profesi yang lebih baik atau ideal. Dunia kerja ideal adalah kerja yang memberikan setiap karyawan/ karyawati kesempatan untuk terus mengembangkan potensi pribadinya, namun untuk bisa menambah dunia

di Tempat Kerja

kerja yang dapat itu bukanlah suatu hal yang mudah. Tahulah anda bahwa semua itu diciptakan oleh diri kita sendiri? Lalu langkah cepat apa yang harus dilakukan...? Tip berikut semoga bisa mem­ beri anda inspirasi dalam upaya mengem­bangkan potensi diri mau­ pun meningkatkan karier anda selanjutnya :

1. Cintailah pekerjaan

Mengapa banyak orang yang gagal...? penyebabnya bisa saja kalau mereka bekerja tidak sesuai dengan potensi yang dimiliki. Mungkin juga seseorang itu sama sekali tidak men­ cintai pekerjaannya. Padahal inilah kunci keberhasilan dalam berkarier, bekerja dengan cinta jika melahirkan spirit yang terus menyala.

2. Bekerja adalah Ibadah

Ruh segala aktivitas seseorang adalah ibadah, apakah saat... tidak makan dan bekerja. Semua harus dilan­dasi niat untuk beribadah ke­ pada Alloh SWT. Menjadikan be­kerja sebagai ibadah, maka kita harus memberikan yang terbaik da­ lam men­ jalankan pekerjaan. Ingat apa­ pun yang kita kerjakan Alloh SWT selalu mengawasi secara langsung.

3. Gali dan Kembangkan Potensi.

Kenalilah diri dan kemampuan pribadi, cobalah mengeksplorasi ke­­ mam­­puan yang anda miliki, Se­bagai seorang dokter/akuntansi mi­sal­nya : kemampuan anda dibi­dang komputer mungkin bisa dikem­ bangkan selain untuk menjaga pe­ ker­ jaan, kemam­

Bidan Istiqomah Amd Keb SST

puan itu bisa juga diajukan kepada teman atau bawahan di kantor, kembangkan keluwesan anda dalam hal menjalin relasi dengan orang lain misal memberikan suatu EO baik program kantor maupun acara pribadi baik dengan bawahan, atasan, teman atau siapapun dan bersama untuk mempresentasikan secara pri­ badi maupun kelompok.

4. Tingkatkan Kemampuan Silaturahmi.

Mengapa Rasullulloh sendiri menge­­mukakan silaturahmi..? Lan­ taran silaturahmi bisa membuka komu­­nikasi, menumbuhkan kasih sayang dan memberi banyak peluang positif. Mulailah menjalin silaturahmi yang baik dengan atasan, bawahan, atau siapa pun dengan niat yang baik. Percayalah silaturahmi yang baik akan banyak membawa dukungan terhadap tempat kerja anda yang berguna untuk meningkatkan pres­ tasi secara pribadi maupun kelompok.

5. Ikhlas Membantu Teman.

Pribadi berkelimpahan adalah

pribadi yang senantiasa ingin mem­ bantu orang lain (Mario Teguh) Seorang motivator mengatakan bahwa bila anda membantu orang lain untuk sukses sesungguhnyaanda telah membantu diri sendiri untuk menjadi makin sukses, menjadikan orang yang anda bantu itu, bukannya Alloh juga menyuruh kita untuk selalu tolong menolong dalam kebaikan.

6. Lampaui Target.

Jadilah pribadi yang selalu mem­ berikan lebih dari target minimal yang ditetapkan. Bila tuntutan target 80% ternyata anda bisa 100% itu berarti anda mampu memberikan yang terbaik dari kemampuan anda, tapi bagaimana bila perusahaan tidak memberikan reward yang setimpal atas pekerjaan tersebut...? Katakan saja pada diri sendiri bahwa apa yang telah anda lakukan sejatinya untuk kemajuan diri anda pribadi untuk tabungan amal kelak.

7. Berdo’a Untuk Kebaikan.

Senjata terampuh dalam menga­ tasi persoalan setelah segala upaya dilakukan adalah berdo’a. Karena itu berdo’alah agar potensi diri anda terus berkembang, semakin positif, sukses dan berkah. Yakinlah bahwa pekerjaan yang kita lakukan secara baik dan dengan kesadaran diri akan mampu meningkatkan potensi diri kita pribadi, yakin juga bahwa kelak kita akan mendapatkan reward dari manager dan Insya Alloh dari yang Maha Manager (Alloh SWT). Penulis : Bidan Istiqomah Amd Keb SST

Umum

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia terus merangkak naik. Ancaman ledakan penduduk pun semakin nyata. Sayangnya, masalah kependudukan kurang mendapatkan perhatian sehingga anggaran untuk program kependudukan pun tidak terlalu besar.

Program Keluarga Berencana

Perlu Direvitalisasi D

ekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indone­ sia, Prof Firmanzah Phd menga­ta­ kan masalah kependudukan memer­ lukan perha­tian khusus. Apalagi, dari hasil Sur­ vey Penduduk (SP) 2010 jumlah pen­duduk di Indonesia sudah mencapai 237,6 juta jiwa. Otomatis akan men­jadi beban pembangunan. “Pada tahun 1970-an, satu persen pertumbuhan penduduk masih bisa terserap 700 ribu orang. Tapi tahun 2010 ini, satu persen pertumbuhan penduduk hanya bisa terserap 350 ribu hingga 400 ribu orang,” ungkap Prof Firmanzah pada acara Workshop

14

bagi Jurnalis yang digelar BKKBN bertema “Optimalisasi Penyebar­ luasan Informasi Kependudukan dan Keluarga Berencana melalui Media Massa” di Hotel Sahira Bogor, Kamis (17/3). Untuk menekan jumlah pen­ du­ duk serta menghindari anca­ man terjadinya ledakan pendu­ duk dibu­ tuhkan revitalisasi program keluarga berencana. Dimana, program revita­ lisasi ini membutuhkan dukungan dan suport dari pemerintah daerah beserta lembaga legistalif yang me­ miliki peran penting terkait dengan anggaran. “Apalagi di era otonomi daerah, pro­gram kependudukan sangat ku­ rang mendapatkan perhatian dari kepala daerah,” jelasnya. Prof Firman memaparkan para kepala daerah lebih mementingkan persoalan pembangunan infrastruk­ tur atau masalah lainnya yang lebih kelihatan hasilnya. Padahal, masalah penduduk juga akan sangat berimbas pada beban pembangunan dikemudian hari mulai dari beban pendidikan, beban kesehatan serta beban lapangan pekerjaan. Penyebaran penduduk di Indone­ sia belum merata. Ada beberapa dae­ rah yang jumlah penduduknya sangat kecil dibandingkan luas dae­ rah. Sedang di Jawa memiliki beban sebesar 57 persen dari jumlah pen­ duduk di Indonesia padahal luas wila­yah hanya 7 persen dari total luas Indonesia. Saat ini, ungkap Prof Firman pro­­gram transmigrasi kurang men­dapat perhatian bahkan ter­jadi stagnasi. Banyak faktor yang mempengaruhinya, salah sa­ tunya pemerintah daerah tujuan transmi­grasi kurang antusias bahkan cende­rung menolak adanya penduduk luar yang masuk ke wilayah mereka. (tabloid bidan/wh/sis/mas)

Waspadai Re-feeding Syndrom

P

ada kasus balita gizi buruk sangat rentan terjadi re-feeding syndrome. Orang tua menganggap hanya dengan pemberian asupan makanan sebanyak-banyaknya anaknya bisa terbebas dari gizi buruk. Padahal, itu salah dan bisa mengakibatkan kematian. dr. Ongko Susetia Totoprajogo, MNs, Sp.GK menjelaskan Re-feeding Syndrome adalah kondisi dimana terjadinya pergeseran cairan dan elektrolit (terlebih fosfat) yang berhubungan dengan penderita malnutrisi yang tengah mendapat makanan enteral maupun parental. “Ini bisa menggangu metabolisme, justru dapat menyebabkan kematian bagi pasien yang kelaparan atau sangat kurang gizi apabila salah penanganan,” kata dr Ongko saat berbincang dengan tabloid bidan. Pengajar Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang ini menjelaskan Re-feeding syndrome bisa mengakibatkan kematikan karena terjadi komplikasi disebabkan pemberian makanan terhadap penderita gizi buruk dengan beban makanan yang mengandung karbohidrat yang tinggi. Sehingga, terjadi penurunan fosfat, magnesium dan kalium. “Pada saat lapar, sekresi insulin akan berkurang seiring asupan karbohidrat yang rendah. Sehingga cadangan lemak dan protein akan dipecah untuk menghasilkan energi. Pemacahan ini menyebabkan elektrolit intrasel terkuras, terutama fosfat,” paparnya. Masih menurut dr Ongko, efek yang bisa disebabkan Re-feeding syndrome adalah penurunan selera makan (anorexia), gangguan fungsi jantung (ardiac Insuffiency), frekuensi nadi meningkat (tachardia), komplikasi neuorologis (kejang), gangguan penyerapan makanan (mal absorption) dan keradangan (active inflammation). Untuk pecegahannya, Re-feeding Syndrome sangat rawan di minggu-minggu pertama sejak dimulai pemberian dukungan nutrisi. Sebelum melakukan pemberian makanan (refeeding) perlu pemantauan selama 3 hingga 5 hari, kemudian memantau status gizi dan status dehidrasi. (tabloid bidan/int/sis/mas)

Anak

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

15

Bidan Punya Peran Penting Terhadap Kelainan Perkembangan Autis Dalam kasus kelainan perkem­bangan anak penderita Autis, seorang bidan memiliki pe­ran yang sangat penting. Hal itu disam­paikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Harni  Koesno MKM.

“S

esuai dengan Peraturan Men­ teri Kesehatan Nomor 1464/ MENKES/PER/X/2010 ten­ tang lzin dan Penyelenggaraan Prak­ tik Bidan. Bidan juga memiliki peran terhadap perkembangan kelai­ nan autis,” kata Harni dalam acara Seminar Kebidanan Nasional 2011 dengan tema “ Autis & Masa Depan, Kiat Mendidik Anak Autis agar Ber­ prestasi  untuk Masa Depan yang Lebih Cerah “ Jurusan Kebida­nan Prodi Kebidanan Sutomo Kam­pus Surabaya di Empire Palace, 17 Februari 2011. Harni menjelaskan peranan bi­ dan dalam kelaian perkembangan autis adalah bidan sebagai mitra pe­­rem­­puan. Para bidan bisa ber­ saha­bat dengan ibu-ibu hamil untuk memberikan informasi tentang kese­ hatan reproduksinya yaitu informasi pencegahan terhadap autis, promotif, deteksi dini komplikasi serta melak­ sa­nakan tindakan kegawat­daruratan. “Seorang bidan harus sabar, penuh perhatian, cinta dan meraba. Serta memberikan waktu untuk mendampingi para perempuan dan keluarganya,” ujarnya. Perem­puan berjilbab ini menje­ las­ kan merujuk pada Permenkes

Harni  Koesno MKM Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

1464 tahun 2010 pasal 9, tugas bidan adalah memberikan pelayanan kesehatan ibu, pelayanan kesehatan anak dan pelayanan kesehatan re­ pro­duksi perempuan dan KB.  Pada pasal 10 ayat 1, dijelaskan pela­yanan kesehatan ibu meliputi masa pra hamil, masa kehamilan, masa persalinan, masa nifas, masa menyusui dan masa antara dua kehamilan. “Disinilah peran penting bidan untuk terus memberikan informasi terkait autis. Karena autis juga bisa terjadi  pada saat bayi masih dalam kandungan atau proses persalinan,” paparnya. Harni menerangkan secara umum faktor resiko autis dibedakan men­jadi tiga periode, yang pertama adalah periode kehamilan, periode persalinan dan periode usia bayi. Pada periode kehamilan bisa terjadi akibat adanya kelainan placenta sehingga terjadi gangguan transportasi oksigen dan nutrisi ke bayi yang menyebabkan gangguan otak bayi.

Masih merujuk ke Permenkes 1464 Pasal 11 ayat 1 tentang pelaya­ nan kesehatan anak yang meliputi bayi baru lahir, bayi, balita dan anak pra sekolah.  Ini juga memiliki artian bahwa bidan juga bisa berperan aktif terhadap penderita autis. Sebab, autis bisa terjadi pada periode usia bayi. Tentunya dengan gangguan berisiko yang terdiri atas bayi lahir premature, bayi yang mengalami alergi makanan serta adanya kelainan bawaan. “Disinilah peran dan kompetensi bidan diperlukan dalam turut mence­ gah ataupun mendeteksi adanya ke­ lai­nan autis,” paparnya. Yang pertama, ungkap Harni, pada siklus reproduksi,  dimana bidan bisa memberikan asuhan tentang keha­ milan, asuhan tentang persalinan, asu­han tentang berat bayi lahir, asu­ han tentang nifas dan pendidikan kesehatan. Pada bayi, balita dan anak pra sekolah, seorang bidan bisa melaku­

kan deteksi tumbuh kembang, pem­ be­rian makanan tambahan. pendidi­ kan kesehatan serta merujuk. “Yang paling penting, bidan harus me­ miliki penge­tahuan tentang autis,” tegasnya. Harni menjelaskan bidan mem­ berikan asuhan sesuai  standar kom­ peten dan pencegahan infeksi yang benar pada periode kehamilan, periode persalinan dan periode bayi baru lahir. Selain itu bidan harus fokus terhadap tugasnya yang selalu memberikan pendidikan kesehatan dan memberikan konseling, men­ dam­pingi perempuan dengan penuh kesa­ baran dan merawat anak autis, merujuk pasien  anak autis ke dokter syarat atau ke psikiater serta memberikan perhatian kepada keluarga anak autis. “Seorang bidan bisa berkontri­ busi terhadap autis dengan cara be­ kerja sama dengan orang tua pende­ rita  autis,”pungkasnya. (tabloid bidan/wh/sis/mas)

ASI Hindarkan Bayi Dari Penyakit Mental

P

emberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan sangat diperlukan. Selain untuk meningkatkan sistem kekebalan tu­ buh, ASI ekslusif sangat dibutuhkan untuk kesehatan jiwa. Sebuah riset menyatakan bahwa bayi yang mendapat kan Air Susu Ibu (ASI) lebih dari enam bulan pertama relative akan lebih sehat secara mental. Ketika dewasa kelak, mereka beresiko lebih kecil untuk mengalami problem kejiwaan. Para peneliti percaya bahwa kandungan nutrisi yang terdapat pada ASI serta ikatan yang terjalin antara ibu dan anak saat prses menyusui dapat memberikan efek jangka panjang yang luar biasa pada perkembangan otak bayi. Temuan yang dipublikasikan dalam The Journal of Pediatrics ini merupakan hasil analisis rekam medik lebih dari 2.000 anak di Australia Barat. Professor Wendy Oddy, sebagai pemimpin riset tersebut menyatakan, “Menyusui tampaknya memberi manfaat yang signifikan pada kesehatan jiwa bayi hingga mereka dewasa”. Bayi-bayi yang dilibatkan dalam penelitian ini,

hampir separuhnya mendapatkan ASI selama enam bulan atau lebih. Hanya 38 persen saja yang mendapat ASI kurang dari enam bulan dan sisanya tidak memperoleh ASI sama sekali. Seiring bertambahnya usia para bayi, para ahli kemudian memeriksa kesehatan jiwa mereka saat berusia empat, lima, delapan, sepuluh dan empat belas tahun. Hasil penelitian tersebut menun­ jukkan, untuk setiap penambahan angka (bulan) proses masa menyusui, indicator menunjukkan perilaku se­ makin membaik, kata peneliti dari Telethon Institute for Child Health Research di Perth. Angka-angka ter­ sebut juga tetap valid walaupun sete­lah memperhitungkan faktor sosial, ekonomi serta pengaruh orang tua. UNICEF dan WHO pun telah mengan­jurkan para ibu untuk memberikan ASI ekslusif selama enam bulan pertama setelah  mela­ hirkan. Kegiatan  menyusui pun bisa diperpanjang hingga tahun kedua untuk mendukung kesehatan pencer­ naan serta kekebalan tubuh bayi. Selain mudah, murah, manfaatnya pun berlipat ganda. (tabloid bidan/wh/sis/mas)

Kecantikan

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

16

Kebiasaan Yang Bisa Bikin

Perut Buncit K

etika Anda telah mengatur pola makan, kemudian Anda telah melakukan exercise, masih ada yang perlu Anda perhatikan untuk mengecilkan perut buncit. Perhatikan kebiasaan kebiasaan yang tanpa Anda sadari ikut menyumbang munculnya perut buncit, jadi perhatikan kebia­ saan tersebut sebagai salah satu cara mengecilkan perut. Cara mengecilkan perut buncit dengan tidak melakukan kebiasaan kebiasaan buruk 1. Hindari melewatkan makan, jadi Anda harus makan minimal 3x sehari, tapi tentu saja dengan kalori rendah tapi penuh dengan nutrisi. 2. Hindari minum minuman ber­ alkohol, jika Anda kesulitan, ku­rangin konsumi minuman beralkohol Anda 3. Jangan diet dengan berpantang mengkonsumsi protein. 4. Jangan makan (makan malam ataupun makanan ringan) kurang dari 3 jam sebelum anda tidur, jadi

jika jam tidur anda adalah jam 22, maka makan makan anda maksimal adalah jam 19. 5. Tidur yang cukup,kurang tidur termasuk kebiasaan yang berten­ tangan dengan tips mengecilkan pe­­rut, tiap hari orang dewasa me­mer­­lukan waktu 6-7 jam tidur untuk beristirahat setelah seharian berak­tifitas. Selamat mencoba, semoga ber­hasil menjalankan tips cara mengecilkan perut buncit, selamat tinggal perut buncit. (tabloid bidan/sis/mas)

Kecilkan Perut dengan

Mengubah Pola Makan

B

anyak orang mengeluh karena sulit mengecilkan perut yang terus membuncit. Sebenarnya, perut bukan organ yang berukuran besar tetapi memiliki kemampuan untuk meregangkan dan menyusut sesuai dengan jumlah makanan yang dimakan saat itu. Bila Anda selalu dan konsisten mengkonsumsi makanan dalam porsi besar, maka secara bertahap perut akan terus meregang. Padahal, Anda akan membutuhkan semakin banyak makanan untuk membuatnya merasa kenyang. Cara mengecilkan perut yang dapat dicoba adalah Anda harus tetap makan 3 kali sehari dengan porsi kecil. Anda tetap memerlukan makan untuk menjaga agar metabolisme tidak melambat karena anda mengurangi asupan makanan secara drastis. Dengan mengurangi prosi makan secara berlebihan makan.

Diet Sehat dengan Air Putih

M

emiliki tubuh yang langsing dan sehat merupakan dambaan bagi setiap kaum hawa. Tidak sedikit demi mendapatkan bentuk tubuh bak model, segala cara rela ditempuh. Bahkan, mereka rela melakukan operasi plastik atau mengkosumsi obat-obatan mahal dan penuh dengan resiko. Padahal, masih ada jalan untuk memiliki bentuk tubuh ideal yang murah dan aman bagi kesehatan. Apa itu? Pasti semua kaum hawa sangat menginginkannya. Air putih, ya itulah jawabannya. Mungkin akan timbul pertanyaan, apakah dengan air putih saja cukup? Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, Dr Hardiansyah mengatakan berdasarkan hasil uji klinis air putih bisa membantu

diet. Penelitian yang dilakukan di mancanegara terhadap kelompok orang yang minum 500 ratus ml air atau dua gelas air sebelum makan dan dilakukan selama tiga bulan terbukti bisa menurunkan berat badan sebanyak 2 kg dibanding kelompok orang yang tidak minum sebelum makan. Meski kalori yang masuk sama. “Uji klinis ini sudah dilakukan di mancanegara terhadap 75 orang yang diberi minum dan75 orang yang tidak diberi minum sebelum makan,” kata Dr Hardiansyah. Bagaimana tipsnya ? caranya cukup mengosumsi air putih se­ banyak dua gelas satu jam sebelum makan pada pagi, siang dan sore hari. Tidak percaya? Coba dan buktikan serta rasakan manfaatnya bagi tubuh. (tabloid bidan/sis/mas)

Tips Cara mengecilkan perut buncit dengan pola makan : • Sarapan sekitar 200 kalori. Biasnya terdiri dari sepotong roti panggang dengan sedikit selai, satu butir telur dadar dan setengah gelas susu. • Makan makanan ringan yang menyehatkan, buah buahan segar, serat yang ada pada buah buahan segar akan membikin Anda lebih lama kenyang. • Makan siang sekitar 400 kalori. kira kira seukuran setengah dari rata rata porsi orang orang indonesia ketika makan siang. • Jika setelah 2 atau 3 jam dari makan siang tersebut Anda sudah merasa lapar kembali maka silakan anda ambil buah buahan segar sebagai snack Anda. • Makan malam cukup 400 kalori saja. Ini biasanya makanan yang paling sulit untuk menjaga 400 kalori, terutama jika Anda makan diluar, segera ingatlah anda sedang mencoba cara mengecilkan perut buncit. Seharusnya jika Anda telah mencoba pola makan yang diajarkan diatas sejak di pagi hari maka Anda tidak akan mudah lapar di siang harinya. Jika Anda merasa kesulitan dengan mengatur pola makan tidak ada salahnya anda milirik program diet nutrisi yang menyederhanakan pengaturan pola makan, terutama bagi Anda dengan waktu yang terbatas. (tabloid bidan/sis/mas)

Life Style

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011

Mengenakan Sepatu

Hak Tinggi 1. Saat membeli sepatu, selalu pastikan ukurannya tepat. Carilah sepatu yang bagian tumitnya bisa merengkuh tumit Anda dengan nyaman. 2. Gunakan bantalan. Untuk masalah ketika menggunakan sepatu kesayangan yang sudah telanjur dibeli itu, cukup gunakan bantalan untuk sepatu berhak tinggi yang terbuat dari silikon yang banyak beredar di pasaran. 3. Gunakan hak tebal untuk stabilitas. Hak yang lebih tebal (wedge) bisa memberikan keseimbangan lebih baik dan melegakan sedikit tekanan karena berat tubuh Anda tersebar dan tak bertumpu pada satu titik sempit saja.

4. Perhatikan kelandaian akibat tinggi sepatu. Meski memiliki tinggi hak yang sama, panjang sepatu juga bisa memengaruhi rasa sakit di telapak kaki. Jika panjang antara ujung depan sepatu ke bagian tumitnya kurang, mau tak mau, kaki Anda harus sedikit menekuk, dan ini akan menimbulkan problem sakit yang tak mengenakkan di bagian sepatu. 5. Jika Anda rentan terhadap kapalan atau lecet, maka temuilah dokter Anda untuk berkonsultasi. Minta masukan mengenai tipe sepatu seperti apa yang tepat untuk Anda. Jika memang sudah tak ada cara, cari sepatu bertali minim untuk menghindari gesekan di dalam sepatu yang bisa menimbulkan kapalan. (tabloid bidan/wh/sis/mas)

Melangkah Nyaman

M

dengan High Heels

Cara melangkah 1. Postur: Hak sepatu akan mendorong berat badan Anda ke depan. Jadi untuk menyeimbangkan tubuh Anda, tegakkan kepala Anda, dan tarik pundak ke belakang. Meregangkan pusat tubuh Anda akan meringankan sebagian tekanan pada kaki Anda.

17

Menjaga Agar Kaki Tetap Sehat

5Tips

engenakan sepatu berhak tinggi alias high heels bisa membuat perempuan lebih percaya diri. Jadi, tak ada salahnya sesekali mengenakan sepatu ini untuk ke kantor atau acara resmi lainnya. Agar lebih nyaman memakai high heels, berikut panduannya :

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

2. Langkah: Melangkah dengan gerakan tumit ke jari yang normal bisa membuat pergelangan kaki Anda terkilir. Untuk menghindarinya, ambillah langkah-langkah pendek, turun secara merata ke bola kaki dan tumit. 3. Berat badan: Ketika berat badan Anda berpindah seluruhnya ke kaki, renggangkan jari kaki Anda di dalam sepatu. Hal ini bisa membantu mendistribusikan berat badan ke area bola kaki. 4. Pinggul: Ketika Anda merasa tidak seimbang, tubuh Anda cenderung menjadi kaku. Biarkan pinggul Anda berayun dalam gerakan kecil. (tabloid bidan/wh/sis/mas)

1. Cobalah untuk tidak berjalan atau berdiri terlalu lama dengan sepatu berhak lebih dari 2 inci. Hindari berdiri lebih dari 4 jam. Jika Anda terpaksa melakukan hal itu, begitu sampai di rumah, kompreslah dengan air dingin untuk mengurangi pembengkakan atau sakit. 2. Kaki masih bisa berkembang dan membesar meski sudah dewasa, khususnya usai kehamilan, dan akan berada pada ukuran terbesar di malam hari, jadi, biasakan membeli sepatu di malam hari. Pastikan Anda selalu mengukur ulang kaki Anda sebelum membeli sepatu. 3. Untuk memberi bantalan nyaman pada tumit, selipkan insole ortopedi di bagian dalam sepatu hak datar (bisa didapatkan di toko-toko sepatu khusus, seperti Scholl atau apotek). Namun, bantalan gel lebih cocok untuk sepatu hak tinggi. 4. Kaki merupakan sistem penyangga tubuh yang paling penting. Kaki memang bisa menyangga tubuh Anda, bahkan menarik barang berat jika dibutuhkan. Tetapi, setiap kilogram tambahan berat tubuh akan memberikan beban tiga kali lipat pada pergelangan kaki. Upayakan Anda tidak menambah berat tubuh demi kesehatan kaki Anda juga. 5. Untuk menjaga kesehatan tungkai, lakukan peregangan, seperti mencoba menulis alfabet dengan kaki seperti menunjuk dengan ibu jari, gunanya untuk memijat otot-otot kaki, cara lain, sambil duduk, letakkan bola tenis di bawah telapak kaki Anda, lalu gulingkan bola tersebut tapi jangan sampai lepas (tabloid bidan/wh/sis/mas)

7 Dari 10 Ibu Hamil Alami Masalah Pada Kaki

M

eski hamil, namun urusan penampilan tak boleh diabaikan, termasuk juga urusan memakai sepatu. Bagi ibu hamil, memakai sepatu berhak tinggi banyak mengandung resiko. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Lorraine Jones dari Society of Chiropodists and Podiatrists terhadap 1.000 ibu hamil, ada empat jenis alas kaki, yakni sepatu datar (53 persen), sandal jepit (66 persen), high heels (32 persen) dan Ugg boots (30 persen) yang banyak dipakai ibu hamil. Survei tersebut menunjukkan, 7 dari 10 perempuan ha­ mil mengaku mengalami masalah pada kaki, seperti per­ge­ langan kaki bengkak (37 persen), kaki bengkak (45 persen), serta sakit pada tulang kering dan tumit (16 persen).

Komunitas ini menyarankan perempuan untuk mengenakan sepatu yang mampu mendukung kaki dan tubuh dengan baik demi meminimalkan ketidaknyamanan dan menghindari kerusakan jangka panjang. “Penambahan berat badan dan perubahan hormon saat kehamilan memberi pengaruh besar pada tubuh kita. Otot-otot dan jaringan pengikat sendi melunak dan meregang karena peningkatan hormon relaxin, yang membuat kaki Anda cenderung mengalami ketegangan pada sendi dan pergelangan kaki setiap harinya,” kata Jones, seperti dikutip BBC. Hal ini akan diperparah ketika Anda mengenakan high heels karena akan mengubah postur tubuh Anda, memendekkan otot-otot betis, dan meningkatkan te-

kanan pada punggung dan lutut. Sementara sandal jepit meningkatkan aktivitas otot-otot pada bagian depan tulang kering karena jari-jari kaki mencoba menjepit sandal supaya sandal tidak lepas. “Ketika Anda hamil, hak tinggi akan menambah tekanan pada sendi-sendi. Padahal kan sendi sudah menegang. Ini bisa mengakibatkan serangkaian masalah kaki, tungkai, dan punggung,” tambahnya. Alas kaki dengan hak 3 cm bisa menjadi pilihan yang lebih baik karena memindahkan berat badan sedikit ke depan kaki. Kondisi ini dapat membantu meringankan ketidaknyamanan. So, pakailah sepatu yang lebih nyaman untuk sehari-hari! (tabloid bidan/int/sis/mas)

Psiko

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

18

Kesukaran Belajar

dan Penanganannya RUBRIK PSIKOLOGI MEDIA “BIDAN” INI DIASUH OLEH JOKO

P

erhatian terhadap masalah ke­ su­ karan belajar pada anak telah meningkat sejak sepuluh tahun yang lalu termasuk perhatian terhadap cara-cara mengatasinya. Dengan meningkatkan perhatian tersebut. Maka segala usaha telah dilakukan untuk mengurangi kesu­ karan belajar ini yaitu penekanan lebih besar terhadap program baru dalam pendidikan. Tak saja untuk anak yang intelegensinya kurang tetapi yang normal dan tinggi se­ kalipun. Program baru yang dibentuk antara lain: • Remedial teaching • Good progressive school • Sekolah khusus Agar dapat diciptakan program baru dalam pendidikan yang tepat sesuai dengan kebutuhan anak, maka diperlukan penelitian yang luas menge­­nai sebab-sebab kesukaran be­ lajar terutama memasukkan tin­ jauan berbagai disiplin ilmu sehingga saling keterkaitan tinjauan ter­ sebut akan dapat ditemukan jalan pengatasan yang tepat untuk kasus kesukaran belajar. Sebab-sebab Kesukaran Belajar : Ada beberapa sebab kesukaran belajar yaitu : a) Inteligensi anak memang ren­ dah karena pembawaan sejak lahir (IQ kurang dari 85) b) Inteligensi anak tinggi (di atas 120) c) Anak belum matang untuk mengi­kuti pelajaran seko­lah (belum siap untuk kemam­ puan membaca, menulis atau berhitung) d) Adanya hambatan dalam gangguan pendengaran atau penglihatan e) Adanya gangguan fisik (lelah, penyakit fisik) f) Adanya kerusakan otak (trau­ ma, radang, tumor sehingga konsentrasi terganggu) g) Pengaruh lingkungan h) Adanya persoalan dalam emo­si atau tingkah laku i) Adanya kesukaran dalam bi­ dang membaca, berhitung atau menulis Penanganannya 1. Sekolah di : Slow Learner, SD dengan mutu yang sedang atau kurang, remedial tea­ ching atau SLB dan bila ada good progressive school 2. Dengan meloncat atau naik kelas sebelum waktunya atau anak sekolah anak berbakat 3. Program pematangan fungsi yang terhambat atau ditunda 4. Memakai alat bantu sesuai dengan bidang yang ter­ganggu 5. Menciptakan hubungan yang akrab meskipun secara perlahan

6. Manifest dalam tingkah la­ ku yang tidak wajar, per­ lu bantuan psikologi atau psi­ kiater yang akan menemu­kan penyebabnya 7. Biasanya bersumber factor organic sehingga bantuan neorolog perlu

Diagnose Kesukaran Belajar Untuk menentukan diagnose kesukaran belajar maka perlu secara teliti dengan menyertakan tinjauan berbagai ahli, yaitu : Guru, petugas BP, orang tua, pediater, psikolog, psikiater, dan neorolog

Untuk diagnose yang tepat maka diperlukan tentang : • Derajat inteligensi anak • Adakah ada ganggu fungsi organik pada otak (sering kejang, sakit panas, pingsan) • Adakah gangguan fisiknya (penyakit kronis, hambatan pendengaran, mata) • Adakah gangguan emosinya dan tingkah laku (mudah cemas, menangis, gelisah, agresif, dan hiperaktif) • Pengaruh lingkungan tak dise­nangi guru, teman, situasi dirumah • Kematangan fungsi motorik, sensorik, orientasi ruang dan bidang, kognisi dan bahasa. Pencegahan Untuk mengurangi banyaknya anak yang mengalami gangguan kesukaran belajar, maka perlu diciptakan dan diperhatikan bebe­ rapa hal antara lain: 1. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, merasa teman dan guru, orang tua menyenangi, menghindari si­

tuasi ketegangan da­lam pro­ ses belajar. 2. Menghindari kelelahan fisik atau penyakit menahun agar gairah belajar tetap ada 3. Perlu kesiapan kematangan fungsi-fungsi tertentu se­ hingga tidak menghambat pro­ses belajar 4. Mengurangi gangguan emosi dan tingkah laku 5. Guru dan orang tua perlu mem­per­kirakan tingkah laku inteli­gensi anak sehingga me­ milih sekolah yang seimbang kemampuan anak. 6. Guru dan orang tua hen­ daknya bersikap konsisten ter­hadap anak, yaitu apabila salah maka tunjukkan kesa­la­ han apalagi bila perlu menda­ patkan hukuman.

Misalnya : sering tidak membuat PR maka perlu hukuman dalam

bentuk yang biasanya berlaku di setiap keluarga (berdiri, mendapat pekerjaan tambahan , dsb) dalam hal ini guru atau orang tua perlu mengetahui mengapa tidak membuat PR tersebut.

Penutup Semoga bermanfaat bagi kita semua yang merasa bertanggung jawab akan keberhasilan anak-anak dalam belajar. Langkah umum dan mengatasi kesulitan belajar • Mencari informasi, fakta • Mengadakan klasifikasi dan analisa • Observasi dan wawancara • Biografi • Konseling dan pemecahan masalah • Mengubah situasi belajar • Menyesuaikan diri • Mengembangkan kerjasama dengan para murid (*)

Tips Agar Anak SELALU Mau Belajar

Y

ang namanya anak – anak, sangat wajar sekali kalau mereka inginnya hanya bermain. dan sangat susah untuk diajak / disuruh untuk belajar. Tapi tenang bunda, berikut merupakan tips agar anak mau belajar : 1. Buatlah suasana belajar yang menyenangkan untuk anak. Ini nerupakan SYARAT MUTLAK yang diperlukan supaya anak suka belajar. Menurut hasil penelitian tentang cara kerja otak, bagian pengendali memori di dalam otak akan sangat mudah menerima dan merekam informasi yang masuk jika berada dalam suasana yang menyenangkan 2. Membuat ANAK SENANG BELAJAR adalah JAUH LEBIH PENTING daripada menuntut anak mau belajar supaya menjadi juara atau mencapai prestasi tertentu. Anak yang punya prestasi tapi diperoleh dengan terpaksa tidak akan bertahan lama. Anak yang bisa merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan akan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan sangat mempengaruhi kesuksesan belajarnya di masa yang akan datang. 3. Kenali tipe dominan CARA BELAJAR ANAK. apakah

tipe AUDITORY (anak mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan) , VISUAL (melihat) ataukah KINESTHETIC (fisik). Meminta anak secara terus menerus belajar dengan cara yang tidak sesuai dengan tipe cara belajar anak nantinya akan membuat anak tidak mampu secara maksimal menyerap isi pelajaran, sehingga anak tidak berkembang dengan maksimal. 4. Belajar dengan JEDA WAKTU ISTIRAHAT setiap 20 menit akan JAUH LEBIH EFEKTIF daripada belajar langsung 1 jam tanpa istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu melakukan konsentrasi penuh paling lama 20 menit. Lebih dari itu anak akan mulai menurun daya konsentrasinya. Jeda waktu istirahat 1-2 menit akan mengembalikan daya konsentrasi anak kembali seperti semula. 5. Anak pada dasarnya mempunyai naluri ingin mempelajari segala hal yang ada di sekitarnya. Anak akan menjadi SANGAT ANTUSIAS dan SEMANGAT untuk belajar jika isi/materi yang dipelajari anak SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK. Anak akan menjadi mudah bosan jika yang dipelajari terlalu mudah baginya, dan sebaliknya anak akan menjadi stress dan patah semangat jika yang dipelajari terlalu sulit.

Obgyn

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011 Hanya untuk kalangan medis

Sahabat P erempuan

19

Pola Hidup Punya Kontribusi

Besar Terhadap Kanker Pola hidup yang tidak sehat sangat berpengaruh pada kualitas hidup seseorang. Bahkan, dalam sebuah literatur penyebab kanker ovarium banyak disebabkan karena pola hidup yaitu 90 persen karena pola hidup tidak sehat dan 10 persen karena keturunan.

K

onsultan Ginekologi Surabaya dr Marsianto SpOG (K) menga­ ta­kan setiap perempuan harus peduli dengan kesehatan repro­ duksinya. Disarankan bila ada ke­ lu­ han di sekitar perut bagian ba­ wah, yang bersangkutan harus se­gera berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. “Gejala awal dari sebuah penyakit tumor ganas atau kanker adalah rasa kemeng di perut bagian bawah. Rasa itu akan semakin terasa bila yang bersangkutan beraktivitas atau kecapekan,” jelas dr Marsianto ditemui di tempat prakteknya di RS Ibu dan Anak IBI Jalan Dupak nomor 15 Surabaya. Dr Marsianto menerangkan di dalam perut bagian bawah ada tiga organ yaitu rahim, indung telur dan saluran telur. Ketiga organ tersebut bisa mengalami gangguan yang disebut dengan tumor, baik tumor jinak maupun tumor ganas atau yang biasa disebut dengan kanker. Penyakit tumor ataupun kanker yang bisa menyerang ketiga organ tersebut memiliki gejala yang hampir sama, yaitu yang paling awal adalah timbulnya rasa kemeng di perut bagian bawah. “Gejala berikutnya bila diraba akan terasa ada benjolan. Setelah membesar baru bisa dilihat,” ungkap dokter berkaca mata ini. Sedang gejala khususnya, sam­ bung dr Marsianto, karena kandungan sangat erat hubungannya dengan mestruasi maka kadang-kadang juga disertai dengan gangguan haid. Misalnya, tumor kandungan yang

dr Marsianto SpOG (K) Konsultan Ginekologi Surabaya

disebut endometrosis, biasanya di­ tan­dai dengan timbulnya rasa nyeri waktu haid. Sedang untuk gejala lainnya adalah gangguan kesuburan. Beberapa tumor juga bisa meng­ ha­ sil­ kan hormon-hormon perem­ puan maupun hormon-hormon pria. Sehingga, pada perempuan akan tumbuh kumis ataupun air susu ibu (ASI) akan keluar meskipun tidak sedang hamil. Masih menurut dr Marsianto, ada beberapa tumor kandungan yang bertangkai dapat terkilir tangkainya baik secara tidak sengaja atau sengaja karena dipijat. Terkilirnya tangkai tumor tersebut akan menimbulkan rasa nyeri yang sangat hebat bahkan bisa menyebabkan shock bagi si penderita. Pada tumor yang sifatnya ganas bila sudah menyebar dapat menyebar dan mengganggu organ lainnya, yaitu di paru-paru, usus, kelenjar dan otak. Bila sudah menyebar bisa berakibat fatal hingga menyebabkan kematian. Dr Marsianto menuturkan pada dasarnya semua organ dan jaringan manusia tumbuh dan berkembang sesuai kodrat. Dalam setiap tubuh manusia sudah dibekali zat-zat yang mengontrol tumbuh kembang setiap organ yang ada.

Namun, pada suatu kondisi atau keadaan tertentu mekanisme tersebut bisa hilang. Sehingga, organ hingga jaringan tersebut tumbuh diluar kendali. Pertumbuhan tersebut bisa bersifat jinak (tidak menyebar ke organ yang lain) atau bisa bersifat ganas (yang bisa menyebar ke organ lain) yang disebut kanker. “Sedikitnya ada empat faktor yang menyebabkan kanker. Yang pertama adalah faktor genetik atau keturunan,” ujarnya. Setiap orang harus mengetahui riwa­yat penyakit keluarganya, ung­ kap dr Marsianto. Bila memang ada riyawat kanker, maka seseorang ter­ sebut harus lebih memperhatikan kesehatan diri dan menjaga pola hidup yang sehat. Sebab, faktor ketu­ ru­nan memiliki kontribusi 10 persen. Faktor kedua, sambung dr Mar­ sianto adalah banyak mengkon­ sumsi bahan-bahan yang bisa me­ rang­ sang atau memicu tumbuhnya tumor. Misalnya, mengkonsumsi ma­ ka­ nan atau minuman yang banyak mengandung bahan kimia termasuk bahan kimia mewarna, perasa mau­ pun pengawet. Selain bahan ma­

ka­ nan yang mengandung bahan kimia, radiasi pun bisa merangsang tumbuhnya tumor ganas. Faktor ketiga adalah turunnya daya tahan tubuh. Misalnya, stress atau terlalu sering mengalami stress, konsumsi makanan yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi atau kurang gizi. Sedang untuk faktor keempat adalah usia. Pada masa subur yaitu usia 20 hingga 40 tahun, kemungkinan mengalami tumor jinak sebesar 80 persen dan 20 persen terkena tumor ganas atau kanker. Namun, untuk perempuan yang sudah memasuki usia menapause kemungkinan terkena lebih besar yaitu 40 persen untuk tumor jinak dan 60 persen untuk kanker. “Kontribusi faktor genetik atau keturunan terhadap kemungkinan terjadinya suatu penyakit cukup kecil bila dibandingkan dengan faktor pola hidup yang meliputi makanan dan gaya hidup yang kurang sehat. Misalnya untuk kanker ovarium, faktor keturunan hanya menyum­ bang 10 persen namun 90 persen disebabkan karena pola hidup tidak sehat,” jelasnya. (tabloid bidan/siska)

MENCEGAH DAN MENGETAHUI SECARA DINI Dr Marsianto menuturkan selain memperhatikan gejala-gejala yang sudah disebutkan diatas. Disarankan bagi yang mampu untuk melakukan pemeriksaan rutin, termasuk melakukan pap smear dan ultrasonografi (USG) satu tahun sekali. Serta bagi remaja putri yang belum menikah bisa melakukan vaksinasi untuk kanker serviks. “Di Amerika Serikat, sebuah negara maju yang memiliki jumlah penduduk sekitar 200 juta jiwa, setiap tahun ditemukan kurang lebih 22 ribu kasus kanker ovarium dan 15 ribu penderita kanker ovarium meninggal dunia setiap tahunnya,” sebut dr Marsianto. Agar bisa meminimalis resiko ter­kena kanker, dr Marsianto menga­ takan setiap perempuan ha­rus melakukan pola hidup sehat yaitu dengan mengkonsumsi ma­ka­nan yang sehat dan bebas dari bahan kimia serta bebas dari makanan yang bersifat karsiogenik (dapat merangsang pertumbuhan sel kanker), bisa melakukan ma­na­gement stress serta segera berkon­sultasi ke dokter spesialis kandungan bila ada keluhan. (tabloid bidan/siska)

Rileks

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011 Hanya untuk kalangan medis

Sahabat P erempuan

20

Gunung Kelud

Wisata Alam, Budaya dan Religi

Kabupaten Kediri K

abupaten Kediri berbatasan dengan Kabupaten Jombang di utara, Kabupaten Malang di timur, Kabupaten Blitar dan Kabu­ paten Tulungagung di selatan, Kabu­ paten Madiun dan Kabupaten Pono­ rogo di barat, serta Kabupaten Nganjuk di barat dan utara. Kabupaten Kediri memiliki luas wilayah 963,21 km². Kabupaten Kediri terdiri atas 23 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Kabupaten Kediri mempunyai sejum­ lah tempat wisata, di antaranya adalah Gunung Kelud di Wates, Gua Maria Pohsarang di Semen, Candi Tegowangi di Pare dan juga petilasan Sri Aji Jayabaya di Desa Menang Kecamatan Pagu yang dulunya merupakan tempat dimana raga Raja Jayabaya hilang (muksa) dan yang tertinggal hanyalah pakaiannya.

Gunung Kelud

Gunung Kelud (sering disalahtu­ lis­ kan menjadi Kelut yang berarti “sapu” dalam bahasa Jawa; dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot, Kloet, atau Kloete) adalah sebuah gunung berapi di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang masih aktif. Gunung ini berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri dan Kabu­ paten Blitar, kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri.

Air Terjun Dolo

Tempat wisata ini terletak di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo,Kediri. Jarak tempuh dari Kota Kediri ke arah barat, kurang lebih 25 kilometer. Meski agak jauh, tapi pemandangan di sepanjang jalan menuju lokasi terbilang sangat indah dan mudah. Letak kawasan wisata air terjun ini kurang lebih 1.800 meter di atas permukaan laut. Sedang ketinggian air terjunnya sendiri diperkirakan mencapai 125 meter. Begitu mende­ kati air terjun ini,kita langsung merasakan butiran-butiran air terjun yang sebagian terbang mengikuti angin.

Air Terjun Dolo

Candi Surowono

Candi Tegowangi

Petilasan Sri Aji Joyoboyo

Candi Surowono

Candi Surowono terletak di Pare, ± 28 km, ± 50 menit dari kota Kediri. Bangunan candi merupakan hasil karya peninggalan sejarah sebagai tempat penyucian Raja Wengker, salah satu raja pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dari Mojopahit. Wisatawan dapat juga mengunjungi bangunan terowongan / sungai bawah tanah dengan aliran air jernih dan bercabang cabang yang terletak ± 100 meter dari bangunan Candi

Candi Tegowangi

Terletak di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan. Candi ini jadi monumen peninggalan Kerajaan Majapahit di masa pemerintah Hayam Wuruk. Candi ini juga dibangun dengan menggunakan batu andesit serta pondasi bata merah yang menghadap ke arah barat. Reliefnya bercerita tentang Wayang Purwo dengan tokoh Sundamala atau kisah tentang ruwatan Durga.

Petilasan Sri Aji Joyoboyo

Sekitar 10 km, ± 5 menit dari Kota Kediri. Situs ini dipercayai sebagai

Gereja Tua Puhsarang

tempat moksa Prabu Sri Aji Joyoboyo yang terkenal sebagai Raja Kediri abad XII dan juga ramalan Jongko Joyoboyonya. Situs – situs yang ada di kawasan budaya ini seperti Sendang Tirto Kamandanu, Palinggihan Mpu Bharada, dan juga Arca Totok Kerot. Banyak pengunjung yang melakukan ziarah di situs ini dan puncak ritual di Pamuksan tanggal 1 Suro dengan ribuan pengunjung dari berbagai daerah untuk prosesi ritual Bangunan utama, kolam peman­ dian yang airnya selalu mengalir melalui tiga tingkatan. Yaitu sumber, tempat penampungan, dan kolam pemandian. Kolam ini dilengkapi dengan Arca Syiwa Harihara (perda­ maian) dan Ganesha. Selain itu, tem­ pat ganti pakaian, gapura, tempat mengambil air, dan pagar.

Gereja Tua Puhsarang

Gereja Tua Puhsarang dibangun tahun 1936 dan sudah mengalami beberapa renovasi. Namun dalam rentetan inovasi tersebut, bentuk asli gereja masih terjaga. Bentuk – bentuk yang mengagumkan ini, tak terlepas dari

tangan dingin Ir.H..Maclaine Pont (1884-1971), arsitek berkebangsaan Belanda yang lahir di Meester Cornelis (Jatinegara). Ketika mulai mendisain gereja ini, ia tak lupa memasukkan unsur budaya lokal. Maklum, sebagai arsitek, Pont sangat mengagumi situs-situs penting di Jawa, salah satunya Mojopahit di Trowulan. Daya tarik yang lain yang bisa ditemui di tempat ini adalah Tiga Jalan Salib. Masing-masing ada di kompleks Gereja St. Maria Puhsarang, yang kedua disekeliling taman Hidangan Kana dan yang Ketiga di bagian belakan, berupa stasi renungan denganbentuk patung-patung sebesar manusia. Jalan Salib ini diresmikan pada hari Minggu 28 Mei 2000. Selain gereja antik, tiga patung Bunda Maria dan tiga jalan Salib, juga bisa menemui Tiga Pondok Rosario yang disiapkan khusus bagi peziara untuk berdoa rosario. Tiga pondok ini dibuat berdasar misteri hidup Yesus Kristus yang direnungkan dalam doa. Yakni peristiwa Gembira, Peristiwa Sedih dan Peristiwa Mulya. (tabloid bidan/ist/dk/sis/mas/pemkab kediri)

Med Info

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

21

Radiasi Ada

di Sekitar Kita

K

Pil Dan Suntik KB

Untuk Pria

A

lat kontrasepsi pria jenis vasektomi jumlah pemintanya tidak begitu signifikan diban­ dingkan alat kontrasepsi lainnya. Hal itu disebabkan, adanya pan­ dangan salah persepsi dari kalangan masyarakat bahwa jika menggu­ nakan Alkon vaksektomi dapat menyebabkan penis pria tidak bisa berdiri. Padahal, pandangan yang negatif itu tidak dapat dibenarkan. Kepala Bidang Keluarga Beren­ cana BKKBN Jatim Kustiyah

dengan ekstrak gandarusa sedang menjalani uji klinis kedua. Cakupan wilayah uji klinis saat ini lebih luas, tentunya, uji Klinis tersebut berbeda dengan uji klinis pertama yang hanya mencakup wilayah Surabaya. “Uji klinis yang luas ini mencakup Mojokerto, Gresik, Surabaya, Lamongan, Sidoarjo dan Jombang. Akan tetapi, Pil dan suntik ini akan diproduksi secara nasional,” paparnya. Lebih lanjut Kustiyah mengata­kan, mengetahui dampak efek samping

abar mengenai meledaknya reaktor nuklir di Fukushima Jepang membuat panik seluruh dunia mengingat akibat paparan radiai nuklir. Namun, tanpa kita sadari, tubuh kita terpapar radiasi setiap hari. Sumber radiasi itu berasal dari alam dan teknologi untuk membantu manusia. Sumber radiasi dari alam itu berasal dari radiasi kosmik, sinar matahari, kulit bumi, gas radioaktif radon, serta makanan dan minuman yang kita konsumsi. Tubuh manusia juga mengandung zat radioaktif, yaitu karbon-14, potasium-40, dan polonioum-210. Total radiasi dari alam yang tak bisa dihindari ini mencapai 2,4 milisieverts (mSv). Radiasi paling tinggi berasal dari radon yang berasal dari peluruhan uranium di kulit bumi sebesar 1,3 mSv. Adapun sumber radiasi yang berasal dari teknologi buatan manusia di antaranya berasal dari penggunaan radiasi untuk dunia medik, sisa uji coba bom atom dan PLTN, hasil pembakaran batu bara, hingga penggunaan produk-produk yang memancarkan radiasi. Jumlah paparan radiasi nonalami ini berbeda pada tiap orang, tergantung interaksinya dengan tempat, jenis pekerjaan, hingga penggunaan benda-benda yang bersifat radiatif. Paparan yang diderita pilot, petugas radiologi rumah sakit, hingga petugas di reaktor nuklir tentu jauh lebih tinggi dibandingkan masyarakat biasa. Tingkat radiasi dari penggunaan produk teknologi ini umumnya rendah. Untuk sumber radiasi nonalami, paparan tertinggi berasal dari penggunaan alat-alat medik sebesar 0,4 mSv per tahun. Salah satu teknologi yang menggunakan zat radioaktif adalah detektor logam dan mesin pemindai barang yang ada di terminal bandar udara. Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir Badan Penga­was Tenaga Nuklir Khoirul Huda, sebagaimana dilansir Kompas mengatakan, meski dirancang dengan radioaktif minim, jika terpapar radiasi dari alat itu cukup lama, tetap akan berbahaya. ”Ketika melintasi detektor logam, disarankan segera beranjak dari bawahnya,” katanya. Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menetapkan dosis radiasi bagi masyarakat umum adalah 1 mSv setahun. Hal itu untuk keamanan manusia. ”Dalam kondisi darurat, dosis ini bisa ditingkatkan menjadi 20-50 mSv sesuai standar bagi pekerja di reaktor nuklir,” kata Deputi Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Bidang Pengembangan Teknologi Daur Bahan Nuklir dan Rekayasa Djarot S Wisnubroto. Di Indonesia, kata Khoirul, paparan radioaktif di atas 20 mSv pernah ditemukan pada peneliti radioisotop yang bekerja terlalu lama di dekat reaktor riset di Bandung. Untuk sementara peneliti itu tidak boleh berada di dekat reaktor.

BPOM dan Bapeten Teliti Makanan Dari Jepang

Wardhani SS, di Surabaya, Rabu (2/3) mengatakan, rencananya akhir tahun ini varian baru kontrasepsi untuk laki-laki itu segera di-launching. “Pilihan alat kontrasepsi untuk lakilaki bertambah, dulu kan hanya kondom dan vasektomi,” ujarnya. Dia menjelaskan, Pil dan suntik ini dibuat dengan menggunakan ekstrak tanaman gandarusa. Ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Universitas Airlangga (Unair), pil itu bisa mengurangi kualitas sperma jika digunakan secara teratur. “Dua alat kontrasepsi tersebut mudah diterima pria, sebab, pil dan suntik sudah cukup familier di kalangan masyarakat,” tuturnya. Kustiyah menambahkan, seka­ rang ini, pembuatan pil dan suntik

dari penggunaan Alkon untuk pria jenis suktik dan pil ini, pihak BKKBN Jatim belum bisa memastikan secara pasti. Ini dikarenakan, jenis KB baru ini belum digunakan secara langsung ke masyarakat. Meski begitu, jika mengetahui efek samping Alkon untuk wanita jenis pil atau suntik sudah dapat mengetahui dampak efek samping dari penggunaan Alkon ini. Teknis penyebaran KB pria suntik dan pil ini, kata Kustiyah, akan dikoordinasi secara langsung oleh BKKBN pusat, kemudian akan disebarkan ke seluruh provinsi di Indonesia.”Kami saat ini terus berkoordinasi langsung pusat, ka­ pan KB pria baru ini sudah mulai disebarkan,” imbuhnya. (tabloid bidan/dk/sis/mas)

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Badan Pengawas Teknologi Nuklir (Bapeten) meneliti beberapa produk makanan dan minuman di Indonesia yang diimpor dari Jepang. Ini dilakukan setelah Jepang dilanda krisis nuklir. “Jadi, nanti BPOM akan menyerahkan beberapa produk impor. Kami yang punya fasilitas laboratorium yang lebih lengkap akan melakukan screening,” kata Kepala Bapeten, As Natio Lasman, dikutip Kompas. Untuk menjaga independensi terhadap hasil analisa, nantinya Bapeten akan menunjuk Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk melaksanakan analisanya. Media makanan merupakan salah satu cara zat radioaktif untuk masuk ke dalam tubuh, selain lewat inhalasi atau pernafasan. (tabloid bidan/dk/mas)

Kuliner

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

22

Ayam Goreng Jagung Lapisan cornflakes yang renyah gurih membuat ayam goreng ini makin enak. Bukan hanya itu aromanya jadi wangi dan menggiurkan saat digoreng. Bahan: l 104 buah paha ayam bagian bawah, kerat-kerat l 1 siung bawang putih, parut l ½ sdt merica bubuk l 1 sdt garam l Minyak goreng

LAPISAN: l 2 sdm tepung terigu l 1 putih telur ayam, kocok hingga berbuih l 40 g cornflakes, memarkan agak halus

Sayur Nangka Merah

Cara membuat: l Lumuri paha ayam dengan bawang putih, merica dan garam hingga rata. l Lapisi dengan tepung terigu. l Celup dalam putih telur hingga rata. l Balut dengan cornflakes hingga rata. l Diamkan hingga agak kering. l Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga kering. l Angkat dan tiriskan.

Bosan dengan menu sayuran biasa? Sayur gurih nangka ini bisa jadi alternatif buat lauk ketupat komplet. Aromanya wangi dan rasanya gurih pedas. Cocok buat pendamping lontong atau ketupat!

>> Untuk 4 buah

Bahan: l 500 g nangka muda, potong-potong l 75 g buncis, potong 3 cm l 75 g kulit melinjo merah l 4 sdm minyak sayur l 1 cm lengkuas l 2 lembar daun salam l 100 g udang kecil kupas l 750 ml santan

haLUSKAn: l 5 buah cabai merah l 3 buah cabai rawit merah l 5 butir bawang merah l 3 siung bawang putih l ½ sdt terasi goreng l 1 sdt garam l 2 sdt gula merah

Cara membuat: l Rebus nangka muda dengan air secukupnya hingga lunak. Tiriskan. l Tumis bumbu halus hingga wangi. l Tambahkan salam, lengkuas dan udang. Aduk hingga matang. l Tuangi santan, didihkan. l Masukkan nangka, buncis dan kulit melinjo. l Masak hingga matang. Angkat. l Sajikan hangat. >> Untuk 8 orang

Es Mangga Timun Jelly Mentimun tak hanya cocok untuk lalapan, karena enak juga lho jika diracik untuk minuman. Paduan mangga serut, mentimun suri serut plus jelly madu yang kenyal manis membuat es ini benar-benar segar! Bahan: l 250 g mentimun suri, belah, serut halus memanjang l 250 g mangga Indramayu, serut halus memanjang l 150 g jelly madu, siap pakai l 250 ml sirop merah l es batu, memarkan agak halus l air matang

Cara membuat: l Taruh mentimun suri dan mangga dalam lemari es hingga dingin. l Taruh dalam gelas-gelas saji. Beri jelly dan sirop merah. l Tuangi air dan beri es batu. l Sajikan dingin. >> Untuk 6 gelas

Toga

Tahun Ke-5 Edisi APRIL 2011

Sahabat P erempuan

Hanya untuk kalangan medis

23

Mau Suara Merdu Atau Meningkatkan Gairah Seks,

Minum Jeruk Nipis A

nda ingin punya suara merdu atau kepingin meningkatkan gairah seksual anda, gak perlu mengkonsumsi obat yang aneh-aneh deh. Cukup sediakan jeruk nipis. Secara umum buah jeruk kaya vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Seperti yang terkandung dalam jeruk manis, setiap 100 g terdapat kalori 51 kal, protein 0.9 g, lemak 0.2 g, karbohidrat 11.4 g, mineral 0.5 g, kalsium 33 mg, fosfor 23 mg, besi 0.4 mg dan asam askorbat 49 mg. Selain kaya gizi, zat kimia terkandung seperti bioflanid, minyak atsiri limonen, asam sitrat, linalin asetat dan fellandren dipercaya dapat menyembuhkan penyakit batuk, menurunkan demam, meningkatkan gairah seksual dan membuat suara merdu.

Berikut ramuannya : 1. Batuk dan Gejala flu

Campur 2 sdm air jeruk nipis, 1 sdm madu murni dan 2 tetes minyak kayu putih, aduk rata dan minum 2 hari sekali.

2. Menurunkan Demam

Kukus 5 buah jeruk nipis, potong dan ambil airnya. Campur dengan 1 sdt ragi tape dan 1 sdm bawang merah parut. Oleskan pada bagian dada dan perut.

3. Meningkatkan Gairah Seksual

Ambil 2 sdm air jeruk nipis, 1 kuning telur ayam kampung, ¼ sdt lada hitam dan 1 sdm madu murni. Aduk rata dan minum tiga hari sekali.

4. Suara Merdu

Siapkan 3 sdm air jeruk nipis, campur dengan ¼ sdt air kapur sirih. Minum campuran ini 2 minggu sekali. (tabloid bidan/dk/sis/mas)

Ramuan Alami Pereda

Sakit Kepala sintesis prostaglandin, melawan migrain. Jahe juga membantu mengatasi rasa mual yang sering menyertai migrain. Memasukkan tiga irisan jahe ke dalam sajian teh hangat bisa membantu meredakan sakit kepala atau migrain.

S

akit kepala bisa muncul akibat hal-hal sepele seperti menunggu terlalu lama, terlibat debat sengit, menghadapi atasan yang menjengkelkan, terjebak macet, bahkan makanan enak seperti es krim. Rasa nyeri itu timbul sebagai respons tubuh atas stres fisik atau emosional yang terjadi. Stres dapat membuat otot-otot di kepala dan leher mengalami kontraksi sehingga menciptakan ketegangan di kepala. Kondisi ini juga bisa memengaruhi pembuluh darah dan berkembang menghasilkan sakit kepala vaskular atau migrain. Berikut sejumlah ramuan sederhana yang bisa membantu meredakan sakit kepala, seperti dikutip dari Shine:

1. Minyak Rosemary

Oleskan satu atau dua tetes minyak esensial rosemary pada

dahi. Lalu, gosok dengan lembut ke beberapa bagian tubuh lain seperti perut, kepala leher dan punggung. Selanjutnya, duduk te­ nang selama beberapa menit tanpa aktivitas. Dalam sebuah penelitian 2010, minyak rosemary diklaim mengandung carvacrol, suatu zat yang bertindak sebagai inhibitor COX-II, seperti obat antiinflamasi.

4. Teh chamomile

3. Peppermint dan Minyak Lavender

2. Teh Jahe

Jahe dapat bekerja menghambat

menambahkan beberapa tetes pepper­ mint atau minyak esensial lavender, aromanya bisa juga mem­ bantu mengurangi sakitnya.

Sejumlah terapis percaya bahwa merendam kaki bisa menjadi obat meredakan sakit kepala. Air panas menarik aliran darah ke kaki. Ini akan mengurangi tekanan pada pembuluh darah di kepala. Dengan

Istirahat sejenak saat jadwal sedang padat bisa meringankan beberapa ketegangan yang menye­ babkan sakit kepala. Senyawa dalam sajian teh ini membantu meringankan rasa sakit dan membuat Anda lebih rileks . Masukkan satu kantong teh chamomile ke dalam cangkir air panas. Tutup rapat cangkir selama 10 menit. Menambahkan pemanis seperti madu akan lebih nikmat. Luangkan waktu sejenak untuk minum teh sambil duduk di tempat yang tenang demi memulihkan semangat. (tabloid bidan/dk/sis/mas)

Ketua PD IBI Jatim

Bidan Endang Sri Resmiati.SH.SST.MMKes

Didukung Oleh : Harga iklan Tabloid Bidan Include website th 2011 1 halaman FC 1 x tayang 4.500.000,½ halaman FC 1 x tayang 4.000.000,¼ halaman FC 1 x tayang 3.500.000,Iklan Banner depan/cover Ukuran (5 cm x 27 cm) 3 bulan 10.500.000,6 bulan 15.750.000,12 bulan 18.375.000,Iklan Kuping Ukr (cm x cm) 3 bulan 1.500.000,6 bulan 2.250.000,12 bulan 3.750.000,-

Iklan Paket FC Bandling TABLOID BIDAN dan MEDIABIDAN.COM 1 hal, 12 x tyng + 6 bln tyng di website ½ hal, 12 x tyng + 6 bln tyng di website ¼ hal, 12 x tyng + 6 bln tyng di website

: 28.000.000,23.000.000,18.000.000,-

1 hal, 6 x tyng + 4 bln tyng di website ½ hal, 6 x tyng + 4 bln tyng di website ¼ hal, 6 x tyng + 4 bln tyng di website

17.500.000,14.300.000,11.250.000,-

1 hal, 3 x tyng + 2 bln tyng di website ½ hal, 3 x tyng + 2 bln tyng di website ¼ hal, 3 x tyng + 2 bln tyng di website

10.900.000,8.950.000,7.000.000,-

IBI Cabang Bangkalan IBI Cabang Banyuwangi IBI Cabang Blitar IBI Cabang Bojoneoro IBI Cabang Bondowoso IBI Cabang Gresik IBI Cabang Jember IBI Cabang Jombang IBI Cabang Kediri IBI Cabang Lamongan IBI Cabang Lumajang IBI Cabang Madiun IBI Cabang Magetan IBI Cabang Malang IBI Cabang Mojokerto IBI Cabang Nganjuk IBI Cabang Ngawi IBI Cabang Pacitan IBI Cabang Pamekasan

IBI Cabang Pasuruan IBI Cabang Ponorogo IBI Cabang Probolinggo IBI Cabang Sampang IBI Cabang Sidoarjo IBI Cabang Situbondo IBI Cabang Sumenep IBI Cabang Trenggalek IBI Cabang Tuban IBI Cabang Tulungagung IBI Cabang Kota Surabaya IBI Cabang Kota Pasuruan IBI Cabang Kota Probolingo IBI Cabang Kota Malang IBI Cabang Kota Batu IBI Cabang Kota Blitar IBI Cabang Kota Mojokerto IBI Cabang Kota Kediri IBI Cabang Kota Madiun


Tabloid Bidan Edisi April 2011