Issuu on Google+

PERTAMA DITOLAK, LALU DITERIMA Menilik kinerja BEM UR hingga Pleno II. Masih ada catatan. Oleh Indah Puspasari

foto:dayat

Protes.

Nofri Andri Yulan protes terhadap penolakan progress report oleh BEM UR.

PIMPINAN sidang pang gil Muhammad Rokhim ke depan ruang sidang. Rokhim selaku ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Universitas Riau. Di depan seluruh peserta sidang Pleno II, Rokhim sampaikan pandangan BLM terhadap laporan perkembangan kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau. Penyampaian Rokhim diawali menyebutkan beberapa butir rekomendasi untuk pengurus BEM. Butir rekomendasi adalah hasil musyawarah seluruh anggota BLM UR. Ia dijadikan acuan menilai kinerja BEM UR saat kongres mahasiswa nanti. Beberapa butir rekomendasi tersebut: perbaikan laporan keuangan secara menyeluruh, meningkatkan kaderisasi, meminta media Suara Mahasiswa Online yang dikelola BEM UR menginformasikan kegiatan seputar kampus—tidak hanya kegiatan BEM UR saja. BLM UR juga merekomendasikan agar BEM UR melibatkan seluruh organisasi mahasiswa dalam kegiatan sosial dan meningkatkan inspeksi mendadak kelembagaan. Tak lupa mengoptimalisasikan butir rekomendasi di amanat kongres tahun lalu serta mempercepat program kerja Komisi Pemberdayaan Kelembagaan Mahasiswa (KPKM). Untuk persoalan lingkungan kampus, BLM

1 Bahana News

UR minta agar BEM UR mengoptimalkan program Green Campus dan mengawasi kelestarian tanaman di lingkungan UR. “Ada beberapa evaluasi khusus dari Pleno II ini untuk BEM,” kata Rokhim usai membacakan butir rekomendasi. Evaluasi tersebut berkaitan dengan laporan keuangan. “Beberapa data tak jelas pada laporan keuangan,” kata Rokhim. Selain itu, lanjut Rokhim, pelaksanaan butir rekomendasi oleh BEM UR belum sampai 50 persen dari Pleno I ke Pleno II, meski kinerja secara umum sudah meningkat. “Hasil voting di BLM UR memutuskan kami menolak progress report BEM UR pada Pleno II ini,” kata Rokhim. Sebagian besar pengurus BEM UR kaget mendengar pernyataan itu. Nofri Andri Yulan, Ketua BEM UR spontan berteriak. “Hoy! Tidak ada alasan untuk menolak progress report kami.” Seketika suasana sidang pleno tegang. Pengurus

Kami berhak menolak hasil pleno, itu diatur dalam PUOK.

BEM dan BLM saling adu mulut. Terdengar suara dari pengurus BLM, “Kami berhak menolak hasil pleno, itu diatur dalam PUOK.” Yulan membantah lagi, “Tidak ada alasan yang jelas kenapa progress report kami ditolak.” Perdebatan terus terjadi. BEM minta rasionalisasi kenapa BLM tolak progress report. BLM berusaha jelaskan bahwa mereka menolak karena masih ada beberapa laporan keuangan yang salah. BEM tidak terima. Julian Caesar, Wakil Ketua BEM UR turut angkat bicara. Ia jelaskan bahwa kalau begitu alasannya, seharusnya bukan progress report yang ditolak, tapi laporan unjuk kerja yang mesti diperbaiki. Azan Ashar berkumandang. Mereka masih berdebat seputar alasan penolakan progress report. Pimpinan sidang melalui usulan peserta putuskan sidang di-pending 20 menit. BLM UR juga diminta bermusyawarah lagi untuk memutuskan apakah progress report BEM UR diterima atau ditolak. Waktu 20 menit berlalu. Pimpinan sidang mencabut pending. Karena masih ada ang gota BLM UR yang belum masuk, sidang diskors kembali. Dua menit kemudian, sidang dimulai. Pimpinan sidang langsung minta pada perwakilan BLM UR bacakan sekali lagi pandangan umum terhadap kinerja BEM UR. Kali ini Suyitno yang bacakan. Ia Wakil Ketua BLM UR. “Kami bangga terhadap BEM, yang membuat peradaban yang luar biasa. Meskipun demikian harus ada perbaikan pada Pleno II ini. Terkait padangan umum BLM, melihat dan menimbang beberapa usulan masuk dan sebagainya. Atas nama pengurus BLM, setelah menimbang dan memperhatikan beberapa poin penting, kami memutuskan, menetapkan bahwasanya progress report BEM kami terima.” Pimpinan sidang bacakan SK pengesahan progress report. Hasilnya BLM UR menerima progress report BEM dengan syarat menyelesaikan butir rekomendasi yang telah dibacakan Rokhim. BLM UR ber-statement, keputusannya bukan berarti menunjukkan mereka plin-plan, namun mereka mengaku melihat substansi progress report BEM tersebut. “Tidak ada alasan BLM me-

bersambung... Edisi Februari-Maret 2012

nolak progress report kami. Saya akan terima kalau alasannya jelas dan rasional,” tegas Yulan. Rokhim menambahkan pandangan umum BLM UR tidak ada intervensi dari siapapun. “Itu murni keputusan BLM,” katanya. Ia me-lanjutkan, ada beberapa alasan internal yang tidak dapat disebutkan mengapa mereka menolak maupun menerima progress report BEM UR. “Itu rahasia internal kita.” AULA lantai 2 Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UR jadi tempat penyelenggaraan Pleno II. Tepat pukul 09.00, Sabtu, 17 Maret, sidang Pleno II resmi dibuka. Agenda inti sidang Pleno II adalah penyampaian perkembangan kegiatan BEM UR selama 8 bulan menjabat. Menjunjung slogan Pengabdian, BEM UR nyatakan kegiatan mereka mengambil fokus pada gerakan langsung ke masyarakat. Salah satu contohnya mereka turut sikapi isu kenaikan bahan bakar minyak dengan aksi turun ke jalan. Selain itu, aksi turun ke jalan juga dilakukan beberapa kali terkait momen atau hari besar tertentu. Seperti pada hari anti korupsi maupun hari AIDS sedunia. Kegiatan lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat: peduli anak jalanan, penyaluran bantuan serta BEM UR Goes to School yang dihelat oleh Kementerian Luar Universitas. Pelatihan pengembangan jiwa kewirausahaan merupakan kegiatan yang terlaksana dari Kementerian Keuangan. Kajian strategis, diskusi atau aksi juga telah ditaja Kementerian Sosial dan Politik. Sedangkan advokasi permasalahan Wi-Fi kampus, Potma, wisuda, gedung Fakultas Hukum dan jaket kukerta telah dilaksanakan Kementerian Hukum dan Advokasi. Kementrian Komunikasi dan Informasi juga telah laksanakan pelatihan jurnalistik, desain grafis, menulis di media lokal serta workshop IT nasional. Kajian lingkungan, seminar, lomba karya ilmiah, gerakan penghijauan serta kampanye lingkungan merupakan kegiatan yang telah dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup. Untuk kegiatan internal, BEM UR juga sudah melakukan pembenahan sekretariat BEM, pengadaan fasilitas penunjang kegiatan BEM serta konsolidasi pengurus dan pelatihan kesekretariatan. Berbagai perlombaan, kunjungan serta seminar juga telah dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Universitas. Selain membacakan ‘prestasi-prestasi’, tak lupa BEM UR juga menyampaikan laporan keuangan sebagai penutup pembacaan progress report. Sesi tanya-jawab dibuka. Beberapa kritikan datang dari peserta sidang. Rian Hadi Wijaya dari BEM FKIP bahas

2 Bahana News

Kami sudah menutup mata terhadap kinerja BEM kurang tertibnya peserta sidang. Saat Ketua BEM UR bicara, peserta lain juga berbicara. Rian juga usul agar kunjungan BEM ke fakultas diketahui mahasiswa. Berikutnya Aang Ananda mewakili UKM Bahana Mahasiswa kritik persoalan SDM pada tubuh BEM UR. “Jangan hanya bertumpu pada Yulan dan Julian saja.” Aang juga menilai BEM UR kurang peka dengan keadaan kampus. Salah satu bukti, kata Aang, BEM tidak pantau kasus korupsi pembangunan di UR yang menjerat Yohanas Oemar, dosen Fakultas Ekonomi juga mantan PR II UR. Ahlul Fadli, juga perwakilan Bahana Mahasiswa, turut memberi kritik. Ia nyatakan persoalan diwajibkannya mahasiswa yang wisuda setelah bulan Agustus 2012 untuk membuat dan mempublikasikan jurnal ilmiah. Fadli menyayangkan BEM UR tidak mengadvokasi masalah ini. Masalah SDM yang kurang serta baru melaksanakan ressuffle kabinet dijadikan alasan pengurus BEM UR untuk merespon kritikan Aang. Terkait jurnal ilmiah, Al Razi Izzatul Yazid, Sekretaris Kabinet menjawab singkat, “Itu tidak jadi syarat kelulusan.” Peserta sidang juga ungkapkan permasalahan kurangnya sosialisasi beasiswa PPA dan BBM di UR serta kejelasan kontrak politik saat Menteri Hatta Rajasa datang ke Universitas Riau. Beberapa pertanyaan lainnya menyangkut transparansi dana Potma serta tindak lanjut dari setiap kunjungan yang dilakukan BEM UR. Sebelum sesi tanya-jawab berakhir, Yulan sampaikan bahwa mereka tak menutup diri untuk dikritik. “Hanya saja, jangan semua masalah di UR ini BEM yang harus selesaikan. Kami juga butuh dukungan dari lembaga lain.” SAMA seperti Pleno II, pada Pleno I yang berlangsung November tahun lalu, BLM UR juga menerima laporan perkembangan kegiatan BEM UR. Namun tetap disertai beberapa catatan. BEM UR diminta memperbaiki redaksional tata tertib BEM dan SK Rektor soal struktur pengurusan BEM, melengkapi komponen laporan keuangan sesuai PLKOK, menyertakan bukti pembayaran, mengintensifkan koordinasi lembaga tingkat fakultas dan UKM se-UR, bentuk KPKM, buat draft sidak kelembagaan dan melaksanakannya minimal sekali sebulan, mengadakan agenda Pengab-

dian Women Club (PWC) dan meningkatkan kinerja forum kelembagaan UR. Mereka juga diminta mengintensifkan komunikasi antar kementerian, menyelesaikan persoalan dualisme kelembagaan di Fakultas Pertanian, dan sosialisasi Green Campuss serta mengintensifkan lagi penerbitan Suara Mahasiswa serta sosialisasi kegiatan melalui media online. Tak semua kelembagaan Universitas Riau menilai baik kinerja BEM UR meski progress report BEM UR pada Pleno I dan II diterima. Koperasi Mahasiswa (Kopma) anggap BEM UR tidak peduli pada mereka. “Kami sudah menutup mata terhadap kinerja BEM,” kata Muhammad Faisal, Ketua Kopma. Kekesalan Kopma berawal dari terbakarnya sekretariat mereka di Unri Gobah. “Kami minta bantu BEM mengurus sekretariat baru, namun tak ditanggapi.” Senada dengan Kopma, Korps Suka Rela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) pun akui hubungan mereka dengan BEM UR tidak solid. “Setiap ada surat masuk dari BEM UR, tidak pernah kami tanggapi,” kata Meizaldi, Ketua KSR PMI. Ketua BEM Fakultas Hukum, Syafrial katakan kinerja BEM sudah bagus. “Namun beberapa orang yang mengundurkan diri serta kekurang aktifan pengurus membuat kinerja BEM terganggu.” Mifta, Wakil Ketua BEM Fakultas Ekonomi (FE) berharap agar kaderisasi di BEM UR bisa lebih optimal. Yulan, Ketua BEM UR ditemui di Sekretariat BEM, membantah kekurang pedulian BEM terhadap UKM. “Jangan semua masalah diserahkan ke BEM. UKM juga harus lakukan usaha jika ada musibah,” tegasnya. Untuk tiga bulan sebelum masa periode BEM UR berakhir, Yulan ber janji akan mengoptimalkan kerja BEM yang belum terlaksana. Namun ia sangat mengharapkan kerjasama kelembagaan lainnya. “Membangun kampus butuh kebersamaan, tidak bisa hanya dengan dua unit saja,” katanya. PASANGAN Nofri Andri Yulan dan Julian Caesar terpilih pada Pemilihan Raya Universitas bulan Juni 2011. Mereka peroleh 3316 dari 6558 suara mahasiswa Universitas Riau. Sebanyak 1329 suara dianggap tidak sah. suryadi, yunita, riki, icha Edisi Februari-Maret 2012

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau. Tentunya selama kepengurusan, BEM memiliki program kerja yang harus direalisasikan. Itu menyangkut permasalahan internal atau eksternal kampus, fasilitas kampus dan pendidikan. Berbagai kegiatan seperti seminar, perlombaan, pelatihan ataupun kegiatan pekan kreasi mahasiswa diselenggarakan BEM. Baik skala se-UR, se-Riau ataupun se-Indonesia. Namun, masih ada mahasiswa yang mengeluhkan bahwa kegiatan BEM tak tepat sasaran. Selain itu sosialisasi kegiatan yang dilaksanakan tidak sampai ke seluruh mahasiswa. Baik di kampus UR Panam, Gobah ataupun Rumbai. Permasalahan di dalam kampus pun jadi tugas tambahan yang harus diselesaikan BEM. Dari hasil jajak pendapat yang dilakukan Kru Magang Bahana pada 1924 Maret 2012, sekitar 40 persen responden mengatakan sosialisasi, penyebaran informasi serta fungsi BEM sebagai wadah yang menampung aspirasi mahasiswa masih kurang. Jajak pendapat ini menggunakan random system. 50 angket disebarkan ke setiap fakultas di UR. Dari 450 angket, hanya 290 yang terkumpul.

Masih Kurang Sebagian besar responden menyarankan agar BEM lebih meningkatkan realisasi program yang lebih tepat sasaran dan berikan banyak manfaat

EDISI PERDANA CUY...

untuk mahasiswa. Selain itu BEM juga harus lebih tang gap dalam menyelesaikan masalah di kampus.

PENERBIT: Lembaga Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa UR PELINDUNG: LPM Bahana Mahasiswa KOORDINATOR LIPUTAN: Riki Riandi

SENANG rasanya kami bisa hadir di tangan pembaca. Sedari akhir November 2011 kami ikuti proses--mulai Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) hingga pemagangan--akhirnya karya perdana kami ini bisa terbit. Alhamdulillah... Tentu tak sedikit juga halangan dan tantangan selama pengerjaan. Mulai dari kesibukan kuliah hingga turunnya semangat. Bahkan ada juga beberapa teman-teman kami yang nyatakan tak bisa aktif lagi, huh.... Tapi, sebuah karya tak tergantung pada satu orang, melainkan kerja tim. Itulah modal kami, sehing g a bisa menghadikan edisi perdana ke tangan pembaca sekalian. Semoga kehadiran kami bisa bermanfaat bagi pembaca.

3 Bahana News

Pembaca setia, Edisi Bahana News (BN) kali ini kami menilik tentang kinerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UR hingga Pleno II. Apa-apa saja yang sudah dilakukan BEM? Kami juga menyampaikan hasil jajak pendapat terkait kinerja BEM di bawah kepemimpinan Nofri Andri Yulan dan Julian Caesar. Selain itu, ada pula liputan tentang Andi Wijaya, mahasiswa Fakulta Ekonomi (FE) yang berhasil masuk 10 besar finalis Call For Essay tingkat mahasiswa Se-Indonesia tahun 2011. Ditambah lagi, dengan liputan menarik seputar komunitas pesulap UR. Bagaimana keseharian mereka? Ia tersaji di rubrik feature. Selamat membaca.***

REPORTER: Anju Nofarof, Chairunnisa Rachmani, Kartika Chandra Kirana, Hamzah, Indah Puspasari, Redha Alfian, Suryadi, Rizka Syulfia, Yunita Sari, Zuhdy Febriyanto, Eco Silalahi, Denaria Oktavia, Tiara Gianatika, Yessi Seftiani LAY OUT: Hidayat Sulaiman ALAMAT REDAKSI: Jl. Pattimura No.9 Kampus UR Gobah, Pekanbaru 28131 Telp. (0761) 47577 EMAIL: bahanamahasiswa@yahoo.com FACEBOOK: Bahana Mahasiswa

Edisi Februari-Maret 2012

SKeTDa Alkamil ALKAMIL Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UR adakan Studi Keislaman Terpadu Dua (SKeTDa) di Mushalla Nurul ‘Ilmi FMIPA. Acara bertema Be The Best Generation with Islam dilaksanakan dua hari, dimulai pada Sabtu (25/2). Acara hari pertama seminar dan hari kedua hiking. “Acara diikuti oleh 90 peserta, walaupun target kami 150 peserta,” ucap Muhammad Zaini Afdlan, Ketua Pelaksana SkeTDa. Seminar mulai pukul 09.00. Pematerinya Dodi Armawan dan Umar Khotob. Setelah Ashar diadakan Forum Group Discussion (FGD) untuk review pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Dilanjutkan kegiatan Malam Binaan Dakwah (Mabid). Untuk pria di Mushalla Nurul ‘Ilmi FMIPA dan wanita di kosan kakak tingkat. Hari kedua hiking dimulai pukul 08.00 di Arboretum hingga penutupan 12.30. “SkeTDa lanjutan dari Studi Keislaman Terpadu Satu (SkeTSa) sebagai syarat menjadi anggota Alkamil,” ujar Dadhe Riawan, Koordinator Pendanaan SkeTDa. “Acara ini juga mempererat tali silaturahmi antar sesama dan menambah kekompakan,” tambahnya. *Dena

Diskusi Rindang KAMIS (1/3), Lembaga Pengkajian Ilmiah Informasi (LPII) Fakultas Ekonomi (FE) UR adakan diskusi pohon rindang. Nasib Riau Airlines Tahun 2012 jadi tema diskusi yang diadakan dua minggu sekali. Diskusi yang jadi program kerja LPII sudah berjalan 6 edisi. Acara mulai pukul 13.30 dengan pembicara Iwan Nauli Daulay, ST. MT, dosen Manajemen FE UR. Iwan sampaikan tentang nasib Riau Airlines yang selalu merugi. Diskusi ini tampak lengang karena diikuti sekitar 10 orang. Padahal panitia sudah beri tahu kegiatan ini melalui Short Message Service (SMS) dan Facebook. “Diskusi ini bermanfaat untuk buka wawasan, buat sudut pandang baru yang lebih ideal dan lebih peduli dengan isu-isu daerah,” ujar Hardiansyah, Direktur SDM LPII. Harapannya, banyak mahasiswa FE yang berpartisipasi ikut diskusi yang akan datang. “Narasumber semangat, panitia semangat, mahasiswa pun semangat,” ujar Hardiansyah. “Sekarang mahasiswa tahunya Futsal dan tanding Voli, nasib daerah nggak tahu, kan parah,” tutup Hardiansyah. *Riki

4 Bahana News

BBM Naik, Rakyat Menjerit SABTU (10/3), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UR adakan kajian strategis bertema BBM Naik, Rakyat Menjerit. Peserta kajian, mahasiswa UR, perwakilan lembaga fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) se-UR. Darma Yudha, dosen Fakultas Ekonomi (FE) UR jadi pemateri. Menurut Darma Yudha, kenaikan harga BBM bersubsidi premium dan solar pada 1 April dikarenakan beberapa hal. Pertama harga minyak di dunia sudah di ambang batas standar nasional. Dari inilah.com dikatakan bahwa harga premium dan solar dunia saat ini telah mencapai Rp 8 ribu per liter. Kedua, jika harga BBM subsidi tidak dinaikkan, beban subsidi yang ditanggung pemerintah bisa melonjak dari Rp 123,56 triliun menjadi Rp 178 triliun. Ketiga, pemerintah rancang skenario untuk mencabut subsidi BBM secara bertahap diganti dengan alih guna BBM ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan Bahan Bakar Gas (BBG). Keempat,

biaya pengeluaran pemerintah meningkat akibat biaya impor BBM dan terakhir produksi minyak dalam negeri turun. “Negara harus berhemat, mengurangi belanja modal yang tak tepat guna serta menaikkan pajak orang kaya. Itu solusi dari masalah ini,” ujar Darma Yudha. Nofri Andri Yulan, Ketua BEM UR katakan tidak setuju dengan kenaikan harga BBM, yang cenderung kapitalis dan neoliberalis. Berdasarkan pasal 33 dalam UUD 1945, semua yang ada di bumi Indonesia, baik air, tanah ialah milik Negara, dan dipergunakan sebesarbesarnya untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. “Ini jelas tidak memperhatikan kondisi rakyat Indonesia yang belum sejahtera. Sekarang malah menambah kesengsaraan rakyat Indonesia dengan naikkan harga BBM,” ujar Yopi Pranoto, Dirjen Kebijakan Publik dan Jaringan Sospol BEM UR. *Anju

Mimbar Bebas Tolak Kenaikan BBM SENIN (12/3), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (BEM FISIP UR) adakan mimbar bebas. Ia dilakukan di simpang depan Diploma III Fakultas Pertanian UR. Mereka menuntut naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Mimbar Bebas bertujuan untuk kumpulkan massa. Karena esoknya (13/3), BEM UR lakukan aksi tolak kebijakan kenaikan harga BBM di bundaran Walikota Pekanbaru. Mimbar Bebas dilakukan selama sejam, dimulai pukul 11.00.

Beberapa orang bagikan selebaran berisi data naiknya harga BBM. Dijelaskan, kebijakan pemerintah naikkan harga BBM Rp. 1.000 - Rp. 1.500 karena membengkaknya ang garan subsidi BBM. Meroketnya harga BBM di pasaran internasional hingga nyaris menembus USD 115,91 per barel atau di atas asumsi perhitungan APBN 2012 sebesar USD 90 per barel. Teriknya cuaca matahari menyebabkan orasi berpindah-pindah tempat. Kadang dipinggir jalan, terkadang di bawah pohon. *Suryadi

BEM UR Goes To School SABTU (10/3), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UR kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) taja BEM UR Goes to School. Acara dilaksanakan di Gedung Engku Kelana, Tembilahan dengan tema Sukses Ujianku, Cemerlang Masa Depanku. Tujuan acara, berikan motivasi kepada pelajar agar siap hadapi ujian nasional, SNMPTN, dan tantangan kehidupan kampus. Panitia undang peserta dari Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di sekitar kota Tembilahan. Target peserta sebelumnya 300 orang, ternyata peserta yang hadir mencapai 600 orang. “Nggak nyangka antusias pelajar disini,” ujar Peny Yanda, sekretaris acara. Sebelum materi, peserta dihibur Nasyid Madrasah Aliyah Negeri 039 Tembilahan. Dilanjutkan materi Ujian

Nasional Siapa Takut, Kiat SNMPTN, Motivasi Berprestasi: Biar Kuliah Gak Sekedar Ngampus, dan Run Away University. Pematerinya Rokhim, Azdro’i, serta Julian Caesar. Pemateri sampaikan kegiatan apa saja yang dapat dilakukan di sekitar kampus dan bermanfaat bagi mahasiswa. Mereka juga berikan motivasi agar siswa semangat untuk lanjutkan pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Menurut Drs. H Kaspul Anwar, pembimbing MAN 039 Tembilahan, acara ini jarang ada dan bagus. Karena dari materi yang disampaikan memberi motivasi kepada siswa. “Harapannya acara ini bermanfaat buat pelajar, untuk bekal dan sebagai motivasi serta spirit kepada mereka,” ujar Peny. *Hamzah Edisi Februari-Maret 2012

LKPP I Himapentika SABTU(25/2), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himapentika) FKIP UR taja Latihan kepemimpinan dan Pengkaderan Pengurus I (LKPP I). Senang Susah Tapi Tetap Bersatu jadi tema acara yang dilaksanakan di Ruang F5 Matematika ini. Acara mulai pukul 08.00 hingga 14.30. Setelah kata sambutan dari Ketua Pelaksana, Vadhillah Rivha Vicry dan Ketua Himapentika, Ujang Kardi, acara dilanjutkan dengan pemberian materi. Di antaranya materi Antara Organisasi dan Akademis serta Team Work. Pemateri jelaskan kegiatan mahasiswa tidak hanya di organisasi ataupun akademik. Tapi

keduanya harus balance. Materi Team Work, peserta diberi tahu bahwa dalam melaksanakan kegiatan dibutuhkan kerjasama. “Tujuannya agar mahasiswa baru tahu apa permasalahan yang mungkin akan mereka hadapi setelah bergabung di Hima,” ujar Ujang. LKPP I merupakan program kerja Divisi Kaderisasi Himapentika. Pertama kali diadakan pada 2005. Tujuannya, perkenalkan mahasiswa baru dengan kegiatan kepengurusan di Himapentika sekaligus perekrutan untuk pengurus biro. Target peserta LKPP I mahasiswa 2011. Setelah magang 1 bulan, mereka

akan direkrut. Peserta dibagi dalam biro Intelektual, Kesekretariatan (Kestari), Dana Usaha (Danus), Bakat dan Kreatifitas (BBK), Data, Informasi dan Komunikasi (Dafakom). Setiap biro ditugaskan untuk buat program kerja untuk satu bulan. Rencananya mereka akan adakan pelatihan website, seminar kewirausahaan, bazar buku, temu ramah mahasiswa FKIP serta perlombaan Majalah Dinding (Mading) dan lainnya. “Kendalanya, susah atur waktu adakan acara karena bentrok dengan jadwal kuliah yang padat,” ujar Ujang. *Indah

PMI Adakan Diklatsar

Seminar IT Se-Indonesia Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UR taja talk show dan workshop se-Indonesia tentang Security vs Hacking Website and Network. Bertajuk The Highest Security System for Website and Network. Acara dilaksanakan di ruang DPH gedung Rektorat lantai 4. Dihadiri 34 peserta dari mahasiswa, siswa dan umum. Panitia hadirkan pemateri dari Founder, Devilzkode, Exploid ID, Jasakom dan echo.or.id. Talk show diadakan 28 Februari 2012 mulai pukul 08.00 hingga 12.00. Asri Naldi, admin Pusat Komputer (Puskom) UR gantikan Rektor UR buka acara. Ia berharap agar workshop dan pelatihan IT ini bisa jadi wadah untuk mengeratkan silaturahmi antar peserta dan pemateri. Talk show seputar pengenalan security dan hacking website bahas tentang pengetahuan dasar web security, istilahistilah dasar, serta pencegahan. Beberapa tips diberikan, seperti selalu gunakan update terbaru untuk aplikasi seperti wordpress, joomla serta mem-backup secara berkala data-data yang dimiliki. Setelah talk show, dilanjutkan acara Pelatihan IT se-Indonesia. Aurel dari Jasakom Padang berikan materi fokus pada tata cara melakukan pengamanan jaringan dan website. Seperti memasang anti virus dan update keamanan sistem operasi. “Jika di tempat umum, berhatihatilah mengakses transaksi internet

5 Bahana News

Istimewa

seperti e-banking, karena kemungkinan terjadinya penyadapan data berharga,” ujar Aurel mengingatkan peserta. Pelatihan hari kedua dan ketiga membahas materi web security system. Mereka membahas bagaimana hacker dapat meng-hack web ataupun aplikasi yang dimiliki karena tidak adanya filter ataupun pengaman yang sering di-update. Hal yang dapat terjadi ialah hacker memasukkan data atau file yang berdampak buruk atau malah menghapus seluruh data penting dan mengacak-acak tampilan web tersebut. Satu materi yang mesti jadi perhatian adalah social engineering. Ini salah satu metode digunakan hacker untuk peroleh informasi tentang targetnya. Info diperoleh dengan meminta informasi langsung kepada korban atau pihak lain yang miliki informasi itu. Misal, agar target isi blanko yang memuat pin dari rekening bank dengan alasan perubahan server bank. Peserta pelatihan diundang meliputi BEM se-Indonesia. Tapi, karena jadwalnya bertepatan dengan Musyawarah Nasional BEM se-Indonesia di Lampung, tak banyak undangan bisa hadir. “Acara ini menarik karena jarang ada, saya berharap agar acara ini ada lagi,” ungkap Fajar, peserta pelatihan. *Hamzah

KORPS Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) UR adakan Diklat Dasar (Diklatsar) ke-13 selama empat hari di Teluk Kenidai, Kampar Kiri. Kegiatan dimulai sejak Kamis (16/2). Dengan tema Menjadikan Relawan Muda Berkarakter dan Tang gap Bencana, 10 peserta ikuti diklat untuk jadi anggota muda PMI. Pukul 14.00 dimulai upacara pembukaan, dilanjutkan tendanisasi atau pendirian tenda pleton oleh para calon anggota muda. Jumat pagi, kegiatan pertolongan pertama jadi pelatihan tingkat dasar. Latihan pertolongan pertama berupa Bantuan Hidup Dasar (BHD), evakuasi korban bencana menggunakan tandu, dan cara membuat tandu. “Setiap hari setelah pelatihan, malamnya ditutup dengan evaluasi,” kata Rocky YS, Ketua Pelaksana. Tujuan evaluasi, menurut Rocky, agar peserta mengerti inti dari pelatihan tersebut. Pelatihan penyelamatan di air dan simulasi korban bencana gempa bumi adalah kegiatan esok harinya. Simulasi korban bencana gempa bumi langsung gunakan praktek korban. Menandai korban bencana meng gunakan tiga kartu berwarna merah, kuning, dan hitam untuk membedakan korban prioritas untuk diselamatkan. Seusai pelatihan, malamnya dilanjutkan dengan malam keakraban dengan tamu undangan dari KSR-PMI UIR, UIN dan UKM se-UNRI, seperti Mapalindup, Olahraga, Kopma dan Tekad FISIP. Minggu, pembongkaran tenda dan kegiatan penghijauan dilaksanakan. Pohon Mahoni, Pohon Matoa, dan Pohon Ketapang ditanam 3 meter dari tepi sungai tempat dilaksanakannya Diklatsar. Setelah berkemas-kemas dan kembali ke UR, dilakukan penutupan di Sekretariat PMI. Selain upacara pengukuhan anggota muda, peserta juga ‘mandi kembang’, sebagai peresmian anggota muda yang harus jalani kontrak satu tahun jadi anggota tetap. *Icha

Edisi Februari-Maret 2012

PRIA berdarah Tionghoa dan berkacamata ini tak asing di kalangan mahasiswa Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi (FE) UR. Punya kemampuan akademik yang baik buat Andi–sapaan akrab Andi Wijaya—masuk 10 besar finalis Call For Essay tingkat mahasiswa Se-Indonesia tahun 2011. Di forum studi dan diskusi ekonomi dengan judul 13th Year Indonesia’s Reform: Opportunities and Challenges of Agricultural and Industries Development, dan sub tema Agricultural Devolepment, ditaja Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta akhir September 2011 lalu. Call For Essay merupakan lomba buat paper maksimal 8 halaman. Selain paper ada juga cerdas cermat tingkat SMA dan seminar nasional. UGM baru pertama adakan Call For Essay. Andi bikin paper soal Transformasi Ekonomi Pertanian ke Industri Berbasis Pertanian untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi.

ia Juara 1 Lomba Karya Ilmiah Remaja Tingkat Kota Pekanbaru 2008. Pada 2009 ia kembali Juara 1 di Lomba Karya Ilmiah Remaja Tingkat Provinsi Riau, Juara 2 Lomba Cerdas Cermat Bahasa Indonesia “Soeman Hs” Tingkat SMA se-Kota Pekanbaru. Ia raih Juara 2 Lomba Kreatifitas Pemanfaatan Limbah Tingkat SMA seProvinsi Riau dan Juara 3 Olimpiade Sejarah Tingkat SMA se-Provinsi Riau. Selain itu ia juga Juara 1 Bio Expo School Competition dan Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Anak Nasional Tingkat SMA tahun 2009. Pada Maret 2012 ini ia Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah se-Sumatera yang di adakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi UR. Andi lahir 12 Juni 1992 di Pekanbaru. Sejak TK sampai SD, ia sekolah di Santa Maria. Ia lanjutkan ke SMPN 04 Pekanbaru. Sebenarnya ia ingin lanjut ke SMP Santa Maria tapi karena ada ma-

sekolah di situ,” katanya. Setelah tamat SMA, awalnya ingin lanjutkan kuliah di Jakarta. Ia tertarik dengan President University. Menurutnya itu karena promosi dan presentasi President University bagus, pemaparan program serta diwajibkannya mahasiswa berbicara bahasa Inggris. Selain itu juga ada kegiatan turun ke lapangan untuk menambah pengalaman kerja. Tapi kakak Andi tawarkan kuliah di Jogjakarta karena kota pelajar. Lalu, kakaknya juga kuliah di sana. “Ada saudara yang mengawasi dan bisa lebih konsentrasi,” jelas Andi. Andi tetap dengan pilihannya. Tapi kakak tak setuju. Andi putuskan kuliah di Universitas Riau ambil jurusan Ilmu Ekonomi. “Tetap berkreasi dan berprestasi, tidak ada yang tidak bisa selagi kita mencoba. Orang gagal selau mencari alasan untuk berhenti. Orang sukses berhenti mencari alasan,” ungkapnya.#

Andi cerita tentang Ikan Patin dan Lele, berupa produk catfish yang dilirik pasar Asia. Menurutnya ikan Sarden bisa diproduksi di Amerika ataupun Indonesia. Sedangkan ikan Patin tidak semua tempat bisa. Riau salah satu daerah penghasilnya, maka ia coba bahas hal ini. “Tahunya saya bisa masuk 10 besar finalis,” kata mahasiswa dengan moto hidup I’m not the first but I will be the best. Andi dapat ide saat belajar ekonomi regional. Riau merupakan daerah penyumbang sektor pertanian cukup besar dari produk domestik br uto. Sebagai negara yang masih berkembang, sektor industri memang penting untuk memajukan negara. “Kenapa kita tidak banggakan sektor pertanian yang sudah ada ke sektor industri berbasis pertanian (Agro Industri),” kata Andi. Jika ikuti sebuah lomba, dari permasalahan yang dibahas kita harus tawarkan solusi dan berikan analisis yang tepat. “Ini cara agar bisa menang,” kata Andi. Di kampus Andi kerap membantu teman-teman yang kesulitan dalam pelajaran kuliah. Selain di bidang akademik Andi aktif juga di bidang organisasi Persaudaraan Mahasiswa Unri Buddhis (PERMURIDHIS). Andi tak hanya berprestasi di Universitas, sejak SMP ia sudah banyak menjuarai perlombaan. Ia jadi Juara Lomba Cerdas Cermat PAS (Peduli Anak Sekolah) Tingkat SMP se-Kota Pekanbaru tahun 2007. Sewaktu SMA

6 Bahana News

salah keluarga dan ekonomi maka ia masuk ke SMPN 04. Andi masuk SMAN 1 Pekanbaru lewat jalur penerimaan siswa ung gul, jalur undangan seperti olimpiade. Ada beberapa mata pelajaran yang dites. Siswa yang lulus diundang sekolah di SMAN 1. Andi waktu itu merasa tidak yakin lulus. Sebagai alternatif Andi ambil formulir SMAN 8. Saat pengumuman ia lulus keduanya, Andi pilih SMAN 1, “Karena pengen beda saja, kalau SMAN 8 kakak sudah pernah

Istimewa

Oleh Riki Riandi

Edisi Februari-Maret 2012

SITI Musdah Mulia dikenal sebagai pemikir Islam liberal. Pemikirannya tak jarang menuai kecaman dan cacian dari banyak orang, meski tak sedikit pula yang kagum dengan pola pikirnya yang amat terbuka. Melalui www.icr p-online.org—website milik organisasi Indonesian Conference on Religion and Peace di mana Musdah jadi Ketua Umumnya— kita bisa tahu pola pikirnya melalui banyak tulisannya di sana. Sehari-hari ia aktif perjuangkan hak asasi manusia (HAM), pluralisme serta kesetaraan hakhak perempuan. Salah satu buah pemikirannya tercantum dalam buku Negara Islam. Buku ini diolah dari hasil disertasinya untuk peroleh gelar doktor dalam bidang pemikiran politik Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 1997. Berbeda dengan banyak agama lain di dunia, buku ini menulis bahwa Islam adalah agama yang sejak awal kehadirannya selalu bersentuhan dengan masalah kenegaraan dan politik. Ia terlihat dalam kejayaan Pemerintahan Nabi Muhammad SAW di Madinah. Pada masa kepemimpinannya, Muhammad membentuk negara teokrasi. Namun setelah ia wafat, pemerintahan yang dijalankan oleh para sahabatnya tak punya konsep baku. Belakangan konsep Islam ramai dibicarakan para pemikir Islam, terutama setelah sistem khalifah di Turki (1924) berakhir. Salah satu pemikir tersebut adalah Muhammad Husain Haikal (18881956). Haikal mengutamakan kemerdekaan individu dan kebebasan berpikir. Menurutnya, ajaran Islam sangat mementingkan kebebasan berpikir, sebab antara agama dan ilmu tidak ada pertentangan. Pemikiran Haikal tentang Islam ini jadi rujukan utama Musdah Mulia dalam menulis disertasinya tentang Negara Is-

1

3

2

4

5

6

7

8 9 11

12

13

10

MENCARI NEGARA ISLAM lam. Haikal banyak menulis tentang politik, sejarah, sastra serta filsafat agama. Karyanya sangat banyak, namun karya terpenting Haikal dalam pemikiran politik Islam: Al-Hukumah al-Islamiyyah. Ia uraikan asal mula terbentuknya negara Islam di Madinah dan pengelolaannya. Musdah sepakat dengan Haikal bahwa bila hendak bentuk negara Islam, nilai persaudaraan, persamaan dan kebebasan harus jadi prinsip dasar negara. “Tanpa ketiga prinsip itu, negara akan rapuh,� tulisnya. Sedangkan untuk landasan hidup masyarakatnya, mesti berpegang pada tauhid (keesaan Tuhan), sunatullah (hukum alam) dan persamaan sesama manusia. Musdah tentu tak sembarang ambil buah pemikiran orang dalam menulis disertasi. Sebelumnya, wanita kelahiran Bone, 3 Maret 1958 ini lakukan kajian historis terhadap latar belakang kehidupan Haikal, membaca karya-karyanya untuk mengetahui bagaimana pola pikir Haikal serta melakukan studi pustaka serta wawancara dengan kerabat Haikal. Buku ini juga memuat pendapat dari berbagai sudut pandang tokoh intelektual dan lintas agama. Seperti, Prof. Dr. Adnan Buyung Nasution dan Prof. Dr. Franz Magnis-suseno, SJ yang memberikan pandangan mereka tentang negara Islam yang objektif. Sehingga bukan hanya dari satu sudut pandang Haikal saja. Karena itu, ia layak jadi salah satu referensi dalam mempelajari konsep Negara Islam.

Berhubung berupa naskah disertasi, ia lebih banyak meng gunakan bahasa ilmiah. Perlu analisa lebih untuk memahami detail pembahasannya. Selain itu, foot note yang diletakkan pada bagian akhir buku agak menyulitkan pembaca. Harus berulang kali bolakbalik untuk melihat keterangannya. Akan lebih baik bila keterangan berada pada halaman yang sama. *anju, rizka

Mendatar 1. Menyekutukan Tuhan 4. Alat melumpuhka tank 6. Bahan bangunan 7. Penyakit mata 8. Olahraga (Ingg) 9. O2 11. Peru 12. Pewarna 13. Percaya diri sangat tinggi

KUPON

Sertakan kupon saat mengirim jawaban

7 Bahana News

Judul: Negara Islam Pengarang: Siti Musdah Mulia Penerbit: KATAKITA Tahun Terbit: 2010 Halaman: 362 halaman Menurun 2. Umur 3. Peta bintang kelahiran 4. Peranti pengukur penyesuaian indra 5. Suara bernada 10. Alat transportasi Kirimkan jawaban anda dengan melampirkan KUPON minda dan fotokopi KTM ke redaksi Bahana Mahasiswa Jl.Pattimura No.9 Gedung H Kampus UR Gobah. Tlp. 0761 47577 email: bahanamahasiswa@yahoo.com. Edisi Februari-Maret 2012

ARLOJI menunjukkan pukul 17.25, 19 Maret 2012. Senja itu jalan menuju gerbang timur sedang ramai. Ada yang berolahraga, duduk-duduk atau pulang setelah menyelesaikan kuliah. Di sekitar Arboretum, tepatnya jembatan kupukupu, Imaginer unjuk kebolehan di depan mahasiswa. “Saat tidak ada jadwal kuliah, kami sering kumpul untuk bermain sulap di tempat umum,” ujar Feby. Terkadang

8 Bahana News

dulu logikanya,” ujar Feby. Banyak trik sulap yang telah mereka kuasai. Mulai dari trik kartu, hipnotis hingga ilusi. Madi unjuk kebolehan. Ia menutup matanya dengan kain hitam hingga tak dapat melihat. Kemudian Feby beri instruksi untuk menunjuk benda-benda di sekitar Teknik yang ia sebutkan. Madi pun menunjuk dengan benar dan tepat benda yang disebut. Feby tak mau keting galan dan beraksi dengan permainan kartu. Ia mengocok kartu lalu minta seseorang untuk ambil kartu dan jangan diperlihatkan ke dirinya. Kartu yang diambil adalah 5 heart. Kemudian kartu diletakkan tepat di tengah tumpukan dan kembali dikocok. Feby cari kartu yang dipilih tadi. Dia ambil kartu yang salah, 7 heart. Kartu itu dimasukkan ke kotak kartu yang terbuat dari plastik, penonton disuruh memperhatikan. Secara tiba-tiba kartu itu berubah menjadi 5 heart. Masih banyak lagi trik sulap yang belum diperlihatkan. Mereka berharap untuk mempopulerkan seni sulap di

IMAGINER MAIN SULAP Oleh Zuhdy Febriyanto

Istimewa

“ANDA harus tidur kalau lihat api,” ujar Madi kepada sukarelawan yang bersedia jadi korban. Ia coba hipnotis melalui media api. Setelah korban tertidur, ia berikan sugesti bahwa teman di dekatnya adalah pacar korban. Madi berhasil. Madi lahir di Rokan Hilir (Rohil), 9 Juli 1991. Pria bernama lengkap Asmadi ini kuliah di Fakultas Teknik UR jurusan Arsitektur. Ia salah satu dari tiga orang perintis komunitas sulap yang mereka beri nama Imaginer. Madi sejak SMA belajar bermain sulap secara otodidak. Ia bisa menghilangkan kain merah kecil yang dimasukkan ke lubang kepalan tangannya. “Belajar dari perkumpulan dunia maya dan baca di ceviemagicman.blogspot.com,” ujar Madi. Madi bersama Feby Pratama Nugraha dan Aidil bentuk Imaginer pada Desember 2011. Aidil kuliah di jurusan yang sama dengan Madi. Sedangkan Feby kuliah di jurusan Teknik Kimia. Pria kelahiran Jepara, Jawa Tengah 18 Februari 1992 ini jadi promotor terbentuknya komunitas sulap tersebut. Feby ingin membentuk perkumpulan pesulap mahasiswa yang selama ini sangat susah ditemukan di Pekanbaru. Mereka bertiga mahasiswa FT angkatan 2010. Awalnya Madi dan Feby tidak saling mengenal sama sekali. Karena sering menggunakan facebook, keduanya berkenalan karena memiliki hobi yang sama, tertarik dengan sulap. “Dari facebook baru tahu ternyata Feby dari Teknik juga. Kami mulai tukaran nomor Hp,” kata Madi. Awalnya mereka hanya berdua, kemudian Aidil, teman Madi tertarik dengan sulap. Aidil pun bergabung. Untuk nama, Madi punya andil. “Imaginer berarti sesuatu yang bersifat khayalan atau ilusi,” ujar Madi. Mereka saling berbagi ilmu dan info mengenai sulap agar mereka dapat mengembangkannya.

jika ada undangan atau permintaan, mereka juga bisa tampil di panggung. “Yah, lumayan untuk tambah jajan,” tambahnya. Imaginer juga sharing tentang sulap dengan komunitas sulap yang sudah eksis lebih dulu. Salah satunya Neo Magic Lover yang juga berada di Panam. Imaginer punya tipe sulap yang beragam. Tapi Madi dan Feby lebih menguasai Cardician, gunakan kartu untuk pertunjukannya. Pesulap tipe ini mahir memainkan kartu untuk dapat menemukan kartu yang dipilih, menghilangkan kartu, mengubah kartu dan lainnya. Aidil lebih menguasai penampilan sulap jarak dekat (Close Up Magic). Sulap dengan jarak dekat dapat dilakukan di mana saja dan cenderung menggunakan alat-alat sederhana seperti sapu tangan, koin, kertas, kartu ataupun buku dalam penampilan teknik sulapnya. Dari dexdysukurbuzier.blogspot.com, dijelaskan banyak sekali aliran dalam sulap. Di antaranya Cardician, Escapology Escape Magic, aliran sulap berhubungan dengan meloloskan diri dan lebih

banyak menggunakan teknik murni sehingga memiliki resiko yang besar. Selanjutnya Illusionist, aliran yang ciptakan ilusi dengan kemahiran gunakan peralatan ilusi. Membuat suatu hal yang mustahil dapat terjadi. Mentalism, gunakan kekuatan pikiran, seperti membaca pikiran (Mind Reading), menggerakkan benda dari jauh (Telekinesis), prediksi dan lainnya. Mathemagic, kemampuan menghitung sangat cepat, Bizarre, sulap yang gunakan cerita atau berhubungan dengan alam roh. Ventriloquism, gunakan boneka seola-olah hidup, Pick Pocket, mengambil barang dari penonton, Sleight of Hand, kecepatan tangan dan banyak lagi. Feby mengatakan bahwa mereka mau membagi ilmu bagi yang serius belajar sulap. Namun sebelum belajar, mereka harus mempunyai bekal dasar tentang sulap agar mudah memahami. “Sulap hanya permainan logika, sebelum belajar sulap lebih baik latih

Indonesia dan mengubah persepsi orang-orang. Sulap bukan hanya berhubungan dengan gaib ataupun kemampuan khusus, tapi merupakan seni. Setiap orang bisa memainkan sulap jika mau belajar. Kendala Imaginer kembangkan komunitasnya; keterbatasan waktu luang bersama. Karena jadwal kuliah yang padat serta minimnya anggota. Rencananya, mereka akan merekrut anggota yang berminat dan benar-benar serius belajar sulap. Mereka berharap Imaginer bisa dikenal banyak orang dan mengubah persepsi masyarakat tentang citra buruk sulap yang berhubungan dengan ilmu sihir atau ilmu gaib. Saat ditanya tokoh sulap yang dikagumi, mereka mempunyai jawaban yang sama. Demian Aditya yang dapat julukan Sang Illusionist. “Semoga Imaginer bisa jadi sepertinya,” seloroh salah satu dari mereka.# Edisi Februari-Maret 2012


Bahana News (Buletin Kru Magang Bahana Mahasiswa)