Issuu on Google+

Edisi Majalah 2011 Q No.267 Tahun XXVIII Q www.bahanamahasiswa.com

327 DATANG, PULAU PADANG

‘PERANG’

1

Majalah 2011

BAHANA MAHASISWA

DAFTAR ISI FEATURE

64 Kampus Atlet Minim Perawatan

REPORTASE

LAPORAN UTAMA

10 Isjoni dan Buanri Turun Pangkat

10 Rame-rame ‘Melawan’ SK PULAU PADANG adalah lahan rawa gambut dengan ketebalan 6 meter. Teguh buktikan dari hasil uji pengeboran empat kilo dari bibir pantai. Tepatnya di RT 01 RW 03 Desa Lukit. Dan, lanjut Teguh dalam artikelnya, jarak lima kilometer dari bibir pantai kedalaman gambut capai 5.8 meter. Kondisi ini, didukung hasil penelitian Tim Fakultas Kehutanan UGM pada 2011 dengan gunakan pendekatan pengeboran 70 titik koordinat. Hasilnya, lahan gambut Pulau Padang termasuk kedalaman tiga meter lebih, bahkan ada 6.5 meter lebih. Tambah lagi hasil disertasi Dr. Michael Allen Brady dari Universitas British Columbia—sekarang jabat Executive Director Global Obseva-tion of Forest and Land Cover Dynamics (GOFC-GOLD). Disertasinya tunjukan sebagian besar kawasan Pulau Padang miliki kedalaman gambut 9-12 meter. Lalu, lanjut Teguh dalam artikel-nya, sebagian besar pemukiman dan kebun karet warga ada pada ketinggian 1-6 meter di atas permukaan laut (dpl). “Sehingga masuknya HTI dengan kanalisasi besar-besaran akan mempercepat tenggelamnya Pulau Padang.” IN MEMORIAM

45 Politik Ilmuan Politik

PADA 2002, Syofyan kembali ke dunia politik praktis. Ia dipecaya jadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Saya sebenarnya agak keberatan, tapi Bapak memang suka politik, mau apalagi,” kata Fini. Satu diinginkan Syofyan, “Agar politik di daerah berjalan dengan baik, dan masyarakat merasakan itu,” kata Asrul. Ia hobi berdiskusi. Dilaog soal politik, kepemimpinan. “Ia sering ajak saya makan siang untuk diskusi, kadang-kadang saya datang ke KPU,” kata Asrul. sekarang.”

ALUMNI

56 ‘Merahnya’ Bembenk BEMBENK LAHIR di Sungai Pak-ning, Bengkalis, Riau, 23 Maret 1980. Ia mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Riau angkatan 1998. Awal kuliah, masa reformasi— tumbangnya rezim Soeharto—juga pengaruhi sikap Bembenk.

SEULAS PINANG..................... 3 SURAT PEMBACA................... 4 BEDAH BUKU...........................22 GELAGAT.................................... 32 DAPUR REDAKSI..................... 36 KHASANAH...............................38 ARFAUNNAS.............................41 KOLOM........................................ 42 CERPEN.......................................48 ARTIKEL ILMIAH....................50 SEMPENA................................... 52 KILAS BALIK............................. 54 KOLOM........................................ 61 KARIKATUR.............................. 66

BINCANG-BINCANG

58 Nasionalisme Kita Beda KEINDONESIAAN itu kan pe-ngalaman bersama pada zaman kolonial. Saat Indonesia merdeka, nasionalisme anti kolonial tak ada musuh lagi. Lalu ketika pemerintah tak mampu menampung aspirasi masyarakat Indonesia, terutama di luar Jawa, maka pengalaman bersama sesudah kolonial terasa beda. Misal, orang Sumatera lihat Jawa kok makmur. Jalannya bagus. Juga orang Papua lihat kehidupan di Jawa lebih baik, padahal hasil alam Papua banyak diambil.

STT: Surat Keputusan Menteri Penerangan RI No.1031/SK/Ditjen PPG/STT/1983. ISSN:0215 -7667 Penerbit: Lembaga Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa UR. Penasehat: Prof. Dr Ashaluddin Jalil, M.S (Rektor Universitas Riau). Drs. Rahmat, MT (Pembantu Rektor III Universitas Riau). Pemimpin Umum/Pemimpin Perusahaan: Lovina Pemimpin Redaksi/ Redaktur Pelaksana: Aang Ananda Suherman Bendahara Umum/Sekretaris Umum: Lovina Litbang: Ahlul Fadli Redaktur: Aang Ananda Suherman Reporter: Ahlul Fadli, Nurul Fitria, Herman, Hidayat Sulaiman Fotografer: Ahlul Fadli Artistik/ Lay Out/Ilustrator: Aang dan Hidayat Sirkulasi:Ahlul Fadli Perpustakaan dan Dokumentasi dan Staf Iklan: Nurul Fitria Alamat Redaksi/Tata Usaha/Iklan: Kampus Universitas Riau Jl. Pattimura No.9 Pekanbaru 28131 Telp.(0761) 47577 Fax (0761) 36078. Dicetak pada: PT. Riau Pos Graindo Pekanbaru. Isi di luar tanggung jawab percetakan.

website: www.bahanamahasiswa.com Email: bahanamahasiswa@yahoo.com.

Facebook: Bahana Mahasiswa

BAHANA MAHASISWA

Lembaga Pers Mahasiswa

BAHANA MAHASISWA Majalah 2011

2

SEULAS PINANG

Jurnalisme Muntah dan Wan Abu Bakar SEKETIKA saja Anwar berang saat dukung RAPP di Pulau Padang? baca pemberitaan Riau Pos, 16 Januari Kalau iya… berapa banyak? Sampai 2012. Anwar warga Desa Bagan hari ini belum ada penelitian yang Melibur Pulau Padang, Kabupaten membuktikan. Lalu, Wan juga tak Kepulauan Meranti. Ia katakan state- bilang berapa desa yang ia kunjungi. ment Wan Abu Bakar, anggota DPR Parahnya si reporter tiga media lokal RI, Daerah Pemilihan (Dapil) Riau, ‘besar’ di Riau juga tak mau cari tahu. Mungkin saja Wan hanya turun di satu di koran itu salah besar. “Ini berita kabur,” kata Anwar. “Si desa. Begitu juga soal adanya pengaWan itu turun kemana, dia hanya turun satu desa, lalu bicara seolaholah mewakili semua orang di Pulau Padang, lalu illegal logging dimana? Siapa pelakunya? Kok seolah-olah bikin anggapan warga di sini yang lakukan. Ini sungguh kabur.” Riau Pos tulis berita bertajuk Wan Abu Bakar: DPR RI Temukan Fakta Menarik di halaman Pro Otonomi. Riau Pos menulis pernyataan Wan tentang hasil temuannya di Pulau Padang. Ada beberapa statement dikemukakan Wan. Pertama, katanya masyarakat Pulau Padang banyak mendukung PT RAPP dan kondisi di Jakarta (aksi depan gedung DPR RI) sengaja dikondisikan guna pencitraan negatif RAPP. Kedua, Wan bilang, memang ada pengakuan soal masyarakat ilustrasi: istimewa lakukan pembalakan liar di Pulau Padang. Ketiga, Wan menyebut pelaku pembunuhan dan pembakaran eskavator RAPP medio 2011, harus kuan warga lakukan pembalakan liar. Media ‘besar’ berhenti sampai perdiusut tuntas. Tak hanya Riau Pos, Haluan Riau, kataan itu. Tak pernah ingin cari tahu Tribun Pekanbaru juga muat statement data tertulis soal pembalakan liar di Wan. Tiga media ini media lokal Pulau Padang. Mamun Murod, Ka‘besar’ di Riau. Kurang lebih isinya dishut Kabupaten Kepulauan Mesama. Kalau begini wajar Anwar ranti pun, saat dijumpai Bahana, tak meradang. Soalnya tiga pendapat Wan punya data pasti sola pembalakan liar yang ditulis media lokal ‘besar’ itu jelas di Pulau Padang. Lagi-lagi verifikasi data tak dilakukan. Masyarakat kembali kabur; tak terverifikasi dengan baik. Kenapa wartawan tiga media di dirugikan ulah berita kabur macam atas tak lakukan verifikasi saat Wan begini. Sisi lain, pemberitaan begini dinilai bilang banyak warga mendukung RAPP di Pulau Padang? Mengapa politis. Menurut Muslim Rasyid, begitu mudah mengutip perkataan Koordinator Jikalahari, pembalakan seseorang? Apakah begini sistem kerja liar di Riau bukan berita baru dan tak hanya di Pulau Padang. Tapi hampir media lokal? Jelas ini salah. Masyarakat kembali dirugikan, di semua kabupaten di Riau yang padahal loyalitas pertama jurnalisme memiliki hutan alam yang tersisa. Ada pada warga. Warga berhak tahu, apa di Semenanjung Kampar, Kerumemang banyak orang yang men- mutan, Giam Siak Kecil, Senepis dan 3 Majalah 2011 BAHANA MAHASISWA

Rimbang Baling. Nilai politisnya, seolah-olah untuk basmi pembalakan liar di Pulau Padang PT RAPP harus masuk, sehingga bisa menjaga kawasan dan ada dampaknya bagi perkembangan Kabupaten Kepulauan Meranti. Ini sungguh politis. Pemunculan berita seperti ini wajib kita pertanyakan; apakah ini berita atau berita ‘pesanan’? Terakhir, media lokal ‘besar’ juga kembali memunculkan tulisan soal pembunuhan dan pembakaran eskavator RAPP di Tanjung Padang. Anehnya sampai hari ini tersangka pun belum ditetapkan dan jauh hari saat kejadian media pun sudah meliput dengan berita yang sama. Warga butuh informasi valid; siapa pelakunya? Sekali lagi, media lokal ‘besar’ hanya mengutip secara mentah perkataan Wan. Mungkin ini yang dibilang Jurnalisme ‘Muntah’; perkataan orang (narasumber) langsung naik jadi berita tanpa ada verifikasi yang ketat dan tak mencari kebenaran. Ke-benaran dalam Jurnalisme, dalam buku Sembilan Elemen Jurnalisme karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel, adalah kebenaran fungsional. Misal hakim memvonis bersalah. Polisi menghukum pelaku kriminal. Bu-kan kebenaran versi A, versi B, maupun versi Wan. Kita juga mesti angkat topi pada TIME; majalah berita mingguan di Amerika Serikat. Jason Tejakusuma, wartawannya turun langsung ke Pulau Padang. Ia langsung wa-wancarai warga Pulau Padang. Ia cari tahu betul konflik yang terjadi. Lantas, mengapa media lokal ‘besar’ tak lakukan, malah hanya mengutip ‘muntah’ narasumber yang belum tahu benar atau salah dan parahnya lagi tak disiplin lakukan verifikasi. Jika Jurnalisme ‘Muntah’ selalu hiasi pemberitaan di Riau, entah apa yang terjadi pada masyarakat. Mereka selalu dibuat bingung. Tak tahu apa yang seharusnya mereka ketahui, karena berita cenderung dihiasi ‘muntah-muntah’ narasumbernya.# Redaksi

SURAT PEMBACA

Jalan Rusak TERIMA KASIH kepada Bahana yang telah memuatkan tulisan saya. Kepada Pak Dekan FE, jalan di sekitar kampus FE Panam tolong diperhatikan. Jalan ini sering digunakan mahasiswa. Terutama jalan menuju gerbang Jalan Bangau. Itu rusak, kalau hujan becek. Juga jalan di dalam kampus dekat Gedung A menuju parkiran, kalau hujan becek dan berair. Jalan ini setiap hari dilewati ratusan motor dan juga mobil mahasiswa. Terima kasih. Mita Mahasiswa FE UR Jawaban: JALAN di samping FE yang menuju gerbang Bangau Sakti bukan termasuk area FE tapi UR. Jalan UR hanya dua, yaitu gerbang HR Soebrantas dan gerbang M. Yamin. Jalan sebelah FE ini dibuka hanya permintaan mahasiswa supaya akses mahasiswa lebih cepat. Justru dengan adanya jalan ini sering terjadi kemalingan. Kalau jalannya rusak, penanganannya ada pada PR II UR. Jalan di samping Pasca Sarjana menuju parkir depan Gedung A itu sedang diusulkan pengerjaannya ke rektorat. Terimakasih. Drs. Kennedy, MM, Ak Dekan FE UR

Siapa Cepat Dia Dapat KURANGNYA fasilitas di kampus berakibat terhambatnya aktifitas perkuliahan. Seperti kurangnya infokus di kampus Fakultas Pertanian, Agar bisa dapat infokus, mahasiswa harus antri. Siapa cepat dia dapat. Padahal infokus termasuk fasilitas penting pendukung perkuliahan. Mohon solusi dari Bapak Dekan. Terima kasih. Kasrul Akbar Dahlan Mahasiswa Agroteknologi Faperta UR

Fungsi Menwa? TERIMAKASIH kepada Bahana Mahasiswa yang telah memuat tulisan ini. Saya ingin bertanya apa fungsi dan pengaruh Menwa di Universitas Riau ini? Kalau soal keamanan Kampus, sudah ada security. Kepada Komandan Menwa, tolong ditanggapi ya. Terimakasih. Daulay MS Daulay Jawaban: TUGAS Menwa Batalyon 041 Indra Buana Universitas Riau di lingkungan perguruan tinggi: bersama security melaksanakan pengamanan. Namun beberapa tugas tambahan Menwa, yaitu membantu terlaksananya acara wisuda di UR (mengawal para senator), mengamankan pengukuhan guru besar (sterilisasi area serta mengawal para senator), membantu rektorat dalam upacara setiap bulan tanggal 17 (Menwa sebagai pelaksana), pelaksana upacara hari-hari besar, serta stabilisator dan dinamisator kampus (mengamankan benda yang bergerak dan tidak bergerak di kampus).

Fasilitas di FISIP PAK Dekan FISIP yang terhormat. Saya mahasiswa FISIP angkatan 2010. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepada Bapak terkait fasilitas kampus kita. Tentang ruangan kelas, mengapa pemakaiannya dibatasi? Seringkali saat menunggu jam kuliah berikutnya, saya diminta keluar. Selain itu, pemakaian AC dan proyektor juga dibatasi. Hal lain yang ingin saya tanyakan, mengapa ruang kelas A5 lebih kecil? Juga tidak ada ruang untuk penyaluran minat dan bakat. Mohon jawabannya Pak. Terimakasih. Syhintia Fawaati Mahasiswa Hubungan Internasional FISIP ‘10 Jawaban:

SEBENARNYA jumlah infokus di Fakultas Pertanian Universitas Riau cukup, tapi beberapa mengalami kerusakan atau pada saat yang bersamaan digunakan untuk keperluan Seminar Usul Penelitian dan Seminar Hasil Penelitian maka terjadi proses antri. Sebagai antisipasi, Insya Allah akan dilakukan pembelian infokus baru sehingga tidak akan antri lagi pada Semester Genap 2011/2012 mendatang. Terimakasih masukannya.

FASILITAS di FISIP adalah dari, oleh, dan untuk aktivitas kegiatan belajar mengajar serta kegiatan lainnya. Masing-masing ruangan sudah ada peruntukannya. Kelas hanya digunakan khusus untuk belajar mengajar yang utama. Di luar itu, harus memberitahu atau izin dari pimpinan fakultas. Hal ini untuk menghindari penggunaan alat atau fasilitas dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan menghindari kehilangan atau kerusakan karena tidak mungkin pihak FISIP mampu mengawasi 24 jam. Itu semata-mata hanya untuk keamanan dan kenyamanan bersama. Untuk kegiatan di luar belajar mengajar Anda dapat menggunakan shelter, gerai IT, auditorium, serta tempat lain sekitar kampus FISIP yang layak dengan tidak mengganggu kegiatan lain. Fasilitas yang ada saat ini di FISIP memang masih belum memuaskan. Pimpinan fakultas akan terus berupaya memenuhi kebutuhan civitas akademika sesuai dengan kemampuan anggaran. Terima kasih atas kritik dan saran Anda, kami dengan senang hati menerima masukan yang konstruktif. Salam.

Prof. Dr. Ir. Usman Pato M.Sc Dekan Faperta UR

Hery Suryadi Pembantu Dekan II FISIP UR

Komando Resimen Mahasiswa Jawaban:

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

4

TOLAK!

SK Menhut 327

Ormas, maupun organisasi mahasiswa. Komnas HAM dan Dewan Kehutanan Nasional turut beri dukungan dalam bentuk rekomendasi penghentian operasional RAPP yang ditujukan pada Menteri Kehutanan. Namun hingga kini perjuangan warga masih belum usai. BERIKUT secuil cerita beberapa warga tentang perjuangan dan kehi-

Menilik Konflik Pulau Padang dupan mereka di kampung. Kami tak katakan orang-orang di dalam tulisan ini adalah tokoh masyarakat Pulau Padang. Juga tiada niat mendiskreditkan perjuangan warga lain. Mereka hanya sampel untuk menggambarkan perjuangan masyarakat Pulau Padang menuntut pemerintah revisi SK 327 tahun 2009 dan RAPP menghentikan operasionalnya di Pulau Padang.

Secuil Cerita

Perjuangan Warga Oleh

Lovina

foto: Aang BM

DARI Desa Lukit, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Yahya dan Purwati bertekad ke Jakarta untuk ikut aksi jahit mulut di depan Gedung DPR/MPR RI. Mereka berangkat dari desa naik sepeda motor menuju ke pelabuhan kecil. Diteruskan naik pompong menuju Button. Naik bus dari Button, mereka tiba di Pekanbaru pagi hari tanggal 14 Desember 2011. Mereka semua kenakan kaos bertulisan sama, “Aksi jahit mulut rakyat Pulau Padang. Tinjau ulang SK 327 Menhut tahun 2009. Hentikan operasional RAPP sekarang juga!!! Indonesia harus menyelamatkan Pulau Padang.� Ada warna hitam, merah, dan putih. Siang harinya, mereka semua berangkat ke Jakarta menggunakan dua bus. Terhitung akhir Desember 2009, warga mulai melakukan aksi protes terhadap izin HTI di Pulau Padang milik PT RAPP lewat SK Menhut 327 Tahun 2009. Berbagai bentuk aksi mulai dari sampaikan petisi maupun pernyataan sikap, hearing dengan pejabat pemerintahan, pendudukan kantor pemerintahan, doa bersama, mogok makan, hingga jahit mulut. Seperti aksi Stempel Darah di depan Gedung Pemkab Meranti. Mereka jual kebun, masuk-keluar rumah sakit, hingga ada warga depresi sehingga harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Ke Kantor Bupati Meranti, Kantor DPRD Meranti, DPRD Propinsi Riau, Kantor Kementerian Kehutanan, Komisi Pemberantasan Korupsi, Kementerian Lingkungan Hidup, Mabes Polri, Kedutaan Besar Norwegia, hingga hampir dua bulan menginap di depan Gedung DPR RI di Jakarta. Tak hanya sekali-dua kali didatangi, namun puluhan kali. Tak sedikit pula dukungan berdatangan, baik dari LSM lingkungan,

BERLAYAR: Naik kapal kayu biasa digunakan warga Pulau Padang saat lakukan aksi penolakan HTI RAPP di Selat Panjang.

5

Majalah 2011

BAHANA MAHASISWA

TOLAK!

SK Menhut 327

foto: Aang BM

“Hentikan Operasional RAPP Secara Permanen.”

KAMIS, 19 Januari 2012 MUHAMMAD RIDUAN, warga Bagan Melibur ‘muncul’ di televisi. Media elektronik antv meliput tentang perjuangan masyarakat Pulau Padang di Jakarta. Riduan diwawancara. Ini hal biasa. Bukan sekali itu pula Riduan ‘masuk’ televisi. Mungkin sudah berulang kali. Namun bagi orang tua Riduan, momen tersebut begitu berharga. Saking rindunya, ibu Riduan langsung mencium televisi begitu anaknya

muncul di sana. “Namanya juga Ibu. Pasti rindu pada puteranya. Sudah hampir dua bulan di Jakarta,” kata Anisah El Aliyah, isteri Riduan. Riduan dan Anisah resmi menikah tiga tahun lalu. Karena Riduan sedang berjuang di Jakarta, menuntut pemerintah merevisi SK 327 tahun 2009, Anisah pun terpaksa Riduan titipkan di rumah orang tuanya. Sudah dua tahun ini Riduan berjuang bersama warga Pulau Padang lainnya. Ia ikut organisasi Serikat Tani Riau (STR) dan menjabat Ketua STR Kabupaten Kepulauan Meranti. Dibantu teman-teman lain, Riduan masuk ke desa-desa di Pulau Padang

untuk melakukan advokasi kepada masyarakat. Riduan pernah melakukan aksi jahit mulut di depan Gedung DPRD Propinsi Riau pada 1 November 2011. Anisah setia mendampingi Riduan saat itu. Tak sedikit pula Riduan mengkoordinir warga Pulau Padang melakukan aksi dengan mendatangi berbagai kantor pemerintahan. Terakhir ia ajak warga aksi di Istana Negara, 26 Januari 2012 lalu. Ia mewakili warga Pulau Padang untuk bertemu dengan Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha. “Harapanku hanya satu, pemerintah menghentikan operasional RAPP secara permanen dari Pulau Padang.”#.

SUDAH hampir tiga minggu SULATRA--warga Desa Pelantai--menginap di Rumah Sakit Jiwa Grogol, Jakarta Barat. Kawan-kawan seperjuangan di posko terpaksa membawa Sulatra ke RSJ karena depresi. “Dari pada meresahkan yang lain, lebih baik Pak Sulatra kita bawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan,” ujar Muhammad Riduan. Menurut teman-temannya, Sulatra depresi sejak Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan tak jadi menemui warga dalam rangka penyelesaian sengketa HTI RAPP di Pulau Padang. Pertemuan direncanakan 6 Januari 2012 lalu. Namun tak jadi karena

Menhut minta perwakilan warga tiga orang, sedangkan warga bersikeras yang masuk harus 20 orang, sesuai kesepakatan tanggal 3 Januari 2012. Sulatra sudah tinggal di Desa Pelantai, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti sejak 1992. Kini ia dipercaya sebagai Ketua RT di kampungnya. Selain itu, Sulatra juga seorang petani karet. Ia punya lahan karet seluas 1 hektar. Saat aksi ke Jakarta, Sulatra meninggalkan isteri dan 4 anaknya di kampung. Anak bungsunya berusia 1 tahun. Hingga kini ia sudah bolak-balik Meranti-Pekanbaru sebanyak 20 kali

foto: Aang BM

“Tidak ada cara lagi untuk menyadarkan pemerintah selain jahit mulut.” untuk menuntut penghentian operasional RAPP dan revisi SK 327 tahun 2009. Ia berjuang bersama warga lain sejak SK 327 terbit pada 12 Juni 2009. Terakhir ia ikut aksi jahit mulut di Jakarta bersama 27 warga lainnya sebelum akhirnya depresi dan dirawat di Rumah Sakit Jiwa Grogol. “Tidak ada cara lagi untuk menyadarkan pemerintah selain jahit mulut, agar mereka tahu penderitaan kami,” kata Sulatra sesaat sebelum berangkat ke Jakarta, 14 Desember lalu.#

Jalan Panjang Melawan SK

30 Desember 2009. Sekitar 1000 masyarakat dari berbagai desa di Meranti datangi Kantor Bupati. Mereka menolak rencana operasional PT. RAPP di Pulau Padang. Bupati Syamsuar mendukung masyarakat untuk menolak kehadiran PT. RAPP di Pulau Padang. Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Meranti mengirim surat ke Walhi, WWF, Jikalahari, Greenpeace mohon dukungan penolakan IUPHHKHT PT SRL, PT LUM, dan PT RAPP di Meranti.

10 Februari 2010. 12 Februari 2010. 6 Maret 2010. Warga Pulau Padang Perwakilan Warga Pulau dan beberapa LSM masyarakat temui Padang datangi Kantor KemenInstiawati Ayus, datangi Komisi terian Kehutanan di anggota DPD RI Pemberantasan Jakarta menuntut tinjau asal Riau seta Korupsi (KPK) ulang SK 327 tahun MAHASISWA anggota DPR-RI dan Mabes BAHANA Majalah 2011 2009. Mereka juga Komisi IV meminta Polri menuntut datangi Kantor PT RAPP tinjau ulang SK hal yang sama. menutut hal yang sama. 327.

6

Menilik Konflik Pulau Padang

foto: Aang BM

YAHYA dan PURWANTI—warga Desa Lukit—pasangan suami-isteri. Mereka sejak awal bersikeras menolak RAPP masuk ke kampung mereka. Yahya cerita, mereka sudah tujuh kali aksi ke Pekanbaru dan Jakarta menuntut pemerintah merevisi SK 327. Terakhir mereka berdua lakukan aksi jahit mulut pada 20 Desember 2011 di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, tanpa bantuan medis. Hingga kini, tuntutan tersebut belum dipenuhi pemerintah. Hingga kini Yahya masih melakukan aksi jahit mulut. “Kita sudah janji sama orang kampung. Kalau buka, nanti dibilang hanya bisa omong saja, tak ada bukti,” sebut Yahya. Meski mulut terjahit, Yahya bisa berbicara. Sedangkan Purwati sudah melepas benang di mulutnya sejak 1 Januari 2012 bersama 26 warga lainnya. Purwati bilang ia terpaksa melepas jahitan di mulut karena sakit parah. “Selama jahit mulut, tiga kali masuk rumah sakit,” katanya. Setelah buka jahitan, Purwati pun belum bisa makan nasi. Ia hanya bisa makan bubur, sedikit demi sedikit namun sering. “Makan terlalu banyak

26 Juli 2010. Masyarakat Merbau sebanyak 350-an orang datangi Kantor DPRD Meranti menuntut penghentian operasional dan cabut izin HTI PT. SRL, PT. PT. RAPP.2011 Ketua 7LUM danMajalah DPRD Meranti mendukung aksi warga dan berjanji turun ke lapangan.

perut tak mau terima, tak makan juga tak bisa.” Hampir sebulan setelah berkutat dengan bubur, Purwati baru bisa mulai makan nasi. Hal ini berbeda dengan Yahya. Suami Purwati ini bersikeras belum mau buka jahitan mulutnya meski sudah diminta oleh temantemannya. “Waktu itu saya tidak yakin kalau pemerintah betul-betul mau memenuhi permintaan kami. Berdasarkan pengalaman yang sudahsudah juga. Ternyata dugaan saya benar.” Karena itu, ia masih jahit mulut hingga kini. “Bukaan ada lah 5 sentimeter. Kondisi lemas, hanya bisa duduk dan baring saja di posko.” Selama jahit mulut, Yahya hanya sekali masuk rumah sakit, saat aksi di Istana Negara. “Kalau batuk dan sakit kepala, badan panas, demam, itu biasa. Karena cuaca tak menentu.” Tapi dengan minum obat dan istirahat, biasanya sembuh lagi. Yahya dan Purwati ke Jakarta dengan menjual kebun sagu mereka sebagai modal. Mereka punya lahan sawit, karet, dan sagu di kampung. “Semuanya masuk konsesi RAPP,”

Istimewa

“Mau pertahankan hak sendiri, hak anak kita, kok sampai begini. Harus ke Jakarta.”

ujar Yahya. Selain berkebun, Yahya juga bekerja sebagai pegawai kantor di Desa Lukit. Purwati sering termenung sendiri bila memikirkan kondisi mereka sekarang. “Mau pertahankan hak sendiri, hak anak kita, kok sampai begini. Harus ke Jakarta,” keluhnya. Ia juga cerita tentang anaknya yang sedang panas demam karena merindukan orang tuanya. Purwati dan Yahya punya empat anak. Sejak mereka ke Jakarta, anak tertua yang mengasuh adik-adiknya. Anaknya yang bungsu berusia 12 tahun, sering sakit sejak kepergian orang tuanya ke Jakarta. “Sedih sekali saya kalau memikirkannya,” kata Purwati. Namun ia bersikeras tak mau pulang sampai tuntutan terpenuhi. “Kalau tak ada hasil, bisa marah orang di kampung,” tambahnya. Begitu pula dengan suaminya, Yahya.#

Aksi penunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ini dilakukan karena sering warga Pulau Padang yang menolak HTI RAPP dituduh bukan warga asli. 11 Oktober 2010. Merespon SK 19 Agustus gubernur tentang izin pembuatan 2010. Sebakoridor, masyarakat Pulau Padang nyak 700 dan Rangsang datangi Kantor Bupati orang masyamenuntut penghentian operasional rakat kembali PT. SRL dan pencabutan izin PT. datangi Kantor RAPP di Pulau Padang. Mereka DPRDMAHASISWA Meranti BAHANA dialog dengan Wakil Bupati dan menuntut hal Bupati minta keluarkan surat yang sama. penolakan SK Gubernur.

13 Desember 2010. Istighotsah di Masjid Raya Teluk Belitung. Istighotsah dipimpin KH. Mas’ud, K.H. Ahmadi, Ustad Sudarman, Ustad Yakup, kepala desa dan anggota DPRD Meranti.

TOLAK!

SK Menhut 327

foto: Aang BM

“Mereka mengerti perjuangan orang jauh seperti kami. Bayangkan mereka saja peduli melihat kami, tapi pemerintah?”

TAK JAUH beda dengan Muhammad Riduan, SUTARNO, warga Desa Pelantai, juga aktif mengadvokasi masyarakat Pulau Padang untuk turut serta menuntut Menteri Kehutanan revisi SK 327 tahun 2009. Sutarno per-

nah memimpin warga aksi di Kantor Bupati Meranti. Ia ajak ibu-ibu dan anak-anak menduduki kantor Bupati saat bapak-bapak melakukan aksi yang sama di Jakarta. Puluhan kali Sutarno bolak-balik Meranti-Pekanbaru-Jakarta demi aksi ini. “Ya sudah kembang-kempis lah sekarang. Cukup terkuras,” kata Sutarno. Sehari-hari ia hanya bekerja menoreh karet. Sutarno jelas tak bisa bekerja selama aksi. Sementara isteri dan dua anaknya mesti tetap makan dan memenuhi kebutuhan lainnya. Untung ia juga menjabat ketua BPD Desa Pelantai. Setidaknya itu bisa bantu keuangan keluarga. Namun yang jelas isteri harus menggantikannya mencari nafkah untuk menghidupi kedua anak mereka.

ISA, warga Desa Meranti Bunting KETIKA dihubungi via telepon Kamis, 26 Januari lalu, Isa sedang belanja ke Pasar Palmerah, Jakarta Selatan. Ia dapat tugas belanja pagi itu. Sambil belanja keperluan makan di posko depan Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Isa bercerita tentang hidup dan perjuangannya menuntut penghentian operasional RAPP dari kampungnya, Desa Meranti Bunting, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Meski tak ikut serta dalam aksi jahit mulut, Isa tetap komitmen bertahan di Jakarta sampai tuntutan mereka terpenuhi: revisi SK 327 tahun 2009 dan mengeluarkan blok Pulau Padang. “Saya kebagian jadwal hari keempat, sedangkan jahit mulut cuma tiga hari,” sebutnya. Isa memikirkan nasib anakcucunya kelak ketika lahan mereka di kampung dijadikan konsesi HTI oleh PT RAPP. Isa punya 5 anak dan

“Tapi kami yakin menang dalam perjuangan ini.” sedang menanti kelahiran anak keenam. Isterinya sedang mengandung 3 bulan. Anak tertua kelas 1 SMP, anak kedua dan ketiga masih SD, anak keempat usia 4 tahun, dan kelima usia 7 bulan. Sehari-hari Isa bekerja sebagai penoreh karet. Karena kini sedang di Jakarta, tugas menoreh terpaksa digantikan isterinya. Dalam kondisi hamil isteri harus kerja keras mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan 5 anaknya. “Di kampung mah sudah biasa noreh karet dalam kondisi hamil. Kalau isteri saya tidak ada, anak saya yang tertua yang jagain adikadiknya,” cerita Isa mencoba tabah. Ada tiga kali suaranya terhenti sejenak saat mengucapkan kalimat tersebut. Isa hanya bawa uang Rp 300 ribu untuk modal ke Jakarta. Itu pun hasil sumbangan dari teman-teman di

Jalan Panjang Melawan SK

15 Desember 2010. Seminar terbuka bertema Dampak HTI terhadap Lingkungan dan Kehidupan Masyarakat. Beberapa input dari seminar tersebut: areal konsesi RAPP berada pada areal tumpang tindih. Dibukanya kanal akan sebabkan intrusi air masin ke darat. Kekeringan lahan.

Sutarno juga turut serta ikut aksi di Depan Gedung DPR/MPR RI di Jakarta. Berbekal Rp 700 ribu, ia berangkat ke Jakarta pada 13 Desember 2011. Hari pertama aksi di Jakarta, Sutarno kena demam. Ditambah lagi datang telepon bertubi-tubi dari orang tua dan orang rumah, meminta Sutarno untuk pulang karena kedua anaknya sakit. “Saya tetap harus berjuang di sini,” ujarnya sembari memberi pengertian ke orang rumah. Sutarno cerita, ketika hujan lebat datang, mereka tak bisa tidur karena posko banjir. “Jadi harus berdiri sampai pagi,” ujarnya. Namun ia masih merasa beruntung karena banyak masyarakat Jakarta membantu kebutuhan mereka. “Mereka mengerti perjuangan orang jauh seperti kami. Bayangkan mereka saja peduli melihat kami, tapi pemerintah?” tanyanya.#

kampungnya. Selama ikut berjuang di Jakarta, seringkali ia mengalami demam dan pusing karena cuaca tak menentu. “Bila perlu saya akan berjuang sampai mati. Bila perlu isteri dan anak ikut mati memperjuangkan tanah kami,” tekadnya. Isa berazam, daripada dibunuh perlahan oleh RAPP lebih baik ia mati berjuang di Jakarta. “Kalau RAPP masuk ke kampung, tidak akan ada lagi penghasilan kami,” ujarnya. Isa punya lahan karet setengah hektar dan menurutnya, lahan tersebut masuk areal konsesi HTI RAPP. “Tapi kami yakin menang dalam perjuangan ini,” ujarnya mengakhiri percakapan. Ia mesti melanjutkan belanja bahan makanan di pasar untuk makan teman-temannya yang menginap di posko selama dua bulan ini.#

3 Januari 2011. 4 Januari 2011. Masyarakat menuntut camat Masyarakat mencabut surat yang dikirim memblokir acara ke kepala Desa Tanjung sosialisasi RAPP di Padang dan menggagalkan Dusun Suka Jadi rencana sosialisasi RAPP Desa Tanjung di Tanjung Padang. Padang dan BAHANA MAHASISWA Sosialisasi berujung pada menggagalkan pemasukan alat berat Ke sosialisasi tersebut. Pulau Padang.

20 Januari 2011. Masyarakat Pulau Padang berangkat pada malam hari dengan kapal pompong memblokir masuknya2011 alat berat di 8 Majalah Dusun Sungai Hiu Desa Tanjung Padang.

Menilik Konflik Pulau Padang MISRI, warga Desa Bagan Melibur

“Selama saya di Jakarta, baru tiga hari dia masuk sekolah. Dia nggak mau sekolah, katanya tunggu saya pulang.” perasaan rindu dari isteri dan keempat anaknya. Misri pun rindu pula ingin pulang, berjumpa keluarga. Apalagi anaknya yang masih TK sedang sakit. “Sudah seminggu demam. Kata isteri saya kalau malam ngigau panggil nama saya,” kata Misri. Namun Misri sudah bertekad tak akan pulang sebelum tuntutan terpenuhi. Jadi sampai kini ia hanya bisa minta isterinya untuk terus bersabar dan berdoa. “Usahakan dulu apa yang bisa. Kalau tidak ada uang beli obat, kasih minum air kelapa saja. Allah pasti membantu,” kata Misri untuk menguatkan isterinya. Misri cerita ia juga mesti bayar Rp 180 ribu untuk uang baju sekolah anaknya yang masih nunggak. Namun yang paling jadi beban pikiran Misri adalah anaknya yang TK. “Selama saya di Jakarta, baru tiga hari dia masuk sekolah. Dia nggak mau

sekolah, katanya tunggu saya pulang baru mau sekolah.” Sampai kini Misri sering sakitsakitan selama nginap di posko. Batuk, demam, sesak napas jadi penyakit rutin yang menghampiri. Uang Rp 300 ribu sebagai modal selama di Jakarta sudah makin menipis. “Habis untuk beli energen, air minum, dan obat kalau sakit.” Sisa uangnya tinggal Rp 10.500. “Jadi kalau isteri tanya, masih ada uang tidak di sana? Saya jawab ada. Rp 10.500 kan uang juga. Walaupun Rp 10 ribu-nya tak bisa dipakai karena sobek. Yang ada tinggal Rp 500.” Untuk menambah penghasilan, ia kumpulkan gelas air mineral kemasan yang sudah tak terpakai dan dijual. “Uangnya bisa buat beli rokok. Dapatlah 5 batang. Dibagikan ke kawan-kawan satu seorang.”#

Kaum ibu sedang di kapal kayu (pompong) pada subuh hari sebelum melakukan Tolak HTI di Pulau Padang ke kantor Bupati di Selat Panjang.

foto: Aang BM

MISRI relawan jahit mulut pertama di posko depan gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. Selama 13 hari beraktifitas dengan mulut terjahit, Misri akhirnya membuka benang jahitan di mulutnya tepat tahun baru 2012. “Sudah lemas sekali. Bibir sudah penuh nanah,” sebutnya. Misri katakan jahit mulut sebagai upaya terakhirnya menuntut penghentian operasional HTI RAPP di kampungnya. “Kita sudah muak. Kata orang Melayu sudah malas ngomong. Jahit mulut kami ibaratnya sama dengan aksi bungkamnya pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini.” Selain ketua RW, sehari-hari Misri bekerja menoreh karet. “Kerja di kebun orang lain juga, untuk tambahtambah penghasilan,” ujarnya. “Sebagai Ketua RW hanya digaji Rp 200 ribu sebulan.” Dengan uang tak sampai Rp 2 juta, ia mesti menghidupi isteri dan keempat anaknya: kelas 3 SMA, 1 SMA, TK dan 2 tahun. Selama Misri di Jakarta, keluarga sering menelepon sekedar bertanya kapan ia pulang. Maklum, Misri sudah hampir dua bulan di Jakarta. Ada

22 Februari 1 Februari 2011. Masyarakat 2011. PPRM Pulau Padang datangi Kantor dan Ampel Bupati Meranti. Mereka menuntut mendirikan pencabutan izin RAPP dengan posko di depan menyerahkan petisi. Mereka DPRD Riau diterima Asisten I Setdakab menuntut Mereka 9Meranti, Ikhwani. Majalah 2011 BAHANA MAHASISWA pemerintah bertahan sampai tanggal 2 mencabut SK Februari menanti kedatangan 327 tahun 2009. Bupati Meranti.

28 Maret 2011. Sekitar seribu lebih warga Pulau padang datangi Kantor Bupati Meranti melakukan aksi stempel darah sebagai wujud perlawanan terhadap masuknya alat berat RAPP ke Pulau Padang. Mereka diterima Wakil Bupati dan disampaikan Bupati tak berwenang menarik mundur eskavator tersebut.

29 Maret 2011. Aslin Putra (22 tahun), Zulkifli (23 tahun), Solihudin (20 tahun), M. Abdu (24 tahun), Mahfuzah (19 tahun), Retno Purnamasari (21 tahun) melakukan mogok makan di posko PPRM dan Ampel. Tuntutannya cabut SK 327 dan sahkan Pansus HTI.

TOLAK!

SK Menhut 327

SEKETIKA saja Sarwan, 47 tahun, warga Desa Mengkirau, menangis. Lututnya bergetar saat melihat hamparan luas tak berhutan di Senalit, Desa Lukit, Pulau Padang. Senalit salah satu titik masuk PT Riau Pulp And Paper (RAPP) di Pulau Padang, Kecamatan Merbau, Kabupaten

lainnya. Pulau Padang terdiri satu kelurahan dan 13 desa; Kelurahan Teluk Belitung. Desa Bagan Melibur, Bandul, Kudap, Dedap, Lukit, Mekar Sari, Mengkirau, Mengkopot, Tanjung Kulim Meranti Bunting, Pelantai, Selat Akar dan Tanjung Padang.

Rame Rame ‘Melawan’ 327 Oleh

Aang Ananda Suherman

foto: istimewa

Melihat persoalan SK Menhut 327 tahun 2009 milik PT Riau Pulp and Paper di Pulau Padang.

SENALIT: Kondisi areal PT RAAP di Senalit, Desa Lukit Pulau padang. DI sana kayu siap tebang sudah ditumpuk, ada akasia sudah ada yang mulai tanam

Kepulauan Meranti. Selain Senalit, titik masuk RAPP ada di Sungai Hiu, Desa Tanjung Padang. Senalit perbatasan Desa Lukit dan Tanjung Padang. Pulau Padang berada di sebelah Timur Pulau Sumatera, dipisahkan Selat Panjang. Sebelah Barat berbatasan dengan Pulau Sumatera, Timur Pulau Merbau, Tenggara Pulau Rantau dan sebelah Utara dengan Pulau Bengkalis. Pulau Padang termasuk 13 pulau kecil dalam Kabupaten Kepulauan Meranti. Meranti kabupaten termuda di Propinsi Riau. Meranti berdiri

tahun 2009; mekar dari Bengkalis. Luas Pulau Padang 1.115 kilometer persegi. Dalam artikel yang disarikan dari beragam sumber dan diskusi dengan LSM Riau dan masyarakat Pulau Padang, Teguh Yuwono, S.Hut. M.Sc., Dosen Kehutanan UGM tulis, sejak kolonial, Pulau Padang sudah dihuni. Buktinya, dalam peta 1933, dibuat pemerintah kolonial Belanda, terlihat perkampungan seperti Tandjoeng Padang, Tg. Roembia, S. Laboe, S. Sialang Bandoeng, Meranti Boenting, Tandjoeng Kulim, Lukit, Gelam, Pelantai, S. Anak Kamal dan

Jalan Panjang Melawan SK 30 Maret 2011. Ihsan (29 tahun) ikut serta mogok makan di posko PPRM dan Ampel dengan tuntutan sama.

14 April 2011. 46 perwakilan masyarakat Pulau Padang berangkat ke Jakarta. Rencana melakukan aksi jahit mulut namun urung.

20 April 2011. Warga datangi Kementrian Kehutanan tapi tak direspon.

Januari 2011, dari data UPTD dan catatan sipil Merbau, jumlah penduduk Pulau Padang 35.224 jiwa, meliputi beberapa suku; Akit, Melayu, Jawa dan Cina. Mata pencaharian penduduk tak lepas dari hutan, karet, sagu dan ada juga buruh lepas. Bahkan, tulis Teguh, ada sagu dan karet sudah 80-100 tahun masih produksi. “Jadi tak benar kalau Pulau Padang tak berpenghuni. Tak benar juga kalau kebanyakan di Pulau Padang itu pendatang. Jadi kami ini siapa? Kami sudah turun temurun di sini,” kata Sarwan. Sarwan tak pernah bayangkan kondisi Senalit sebelumnya. Biasanya, Sarwan hanya dapat cerita kondisi lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Pulau Rangsang. Rangsang juga dimasuki perusahaan HTI; PT Sumatera Riang Lestari—perusahaan mitra RAPP. “Tentu saya terkejut, saya sedih, saya berpikir tak separah ini, tapi kenyataanya berbeda,” kata Sarwan. Di Senalit, kata Sarwan, hutan sudah ‘bersih’, kayu ditumpuk, ada juga sudah ditanami akasia setinggi satu meter. Sarwan mengira luas hamparan itu sekitar 10 ribu hektar. “Saya tanya security di sana juga bilang segitu,” kata Sarwan. Sarwan miliki enam orang anak. Kerjanya berkebun dan cari kayu ke hutan. “Dua keturunan dari saya mungkin masih bisa memanfaatkan hutan, setelah itu mungkin tidak.” Sarwan ke Senalit ikut rombongan Tim Mediasi bentukan Menteri Kehutanan (Menhut). Selain Tim Mediasi ada sekitar 30 warga Pulau Padang yang ikut. Sarwan salah satunya. Darwis, warga yang juga ikut Tim Mediasi, ceritakan saat rombongan dilarang masuk areal. Darwis juga lakukan dokumentasi selama di areal konsesi RAPP di Senalit. “Awalnya Tim Mediasi dan kita (warga) tak boleh masuk sama security, tapi setelah Tim Mediasi tunjukkan surat

21 April 2011. Warga kembali datangi Kementerian Kehutanan. Mereka bertemu Hadi Daryanto (Setjen Kemenhut RI), Imam santoso (Ditjen Kemenhut), Bedjo Santoso (Dir. Bina Pengembangan Hutan Tanaman), Kabiro Hukum Kemenhut, Staf Ahli Kemenhut, Ali Tahir dan beberapa pejabat Kemenhut lainnya. Masyarakat mendesak agar Kemenhut meminta RAPP menarik mundur alatBAHANA berat dari Pulau Padang. Pihak Kemenhut MAHASISWA Majalahbilang 2011 akan mendengar penjelasan pemerintah daerah dan berjanji memanggil Bupati Meranti ke Jakarta untuk membahas persoalan tersebut.

10

Menilik Konflik Pulau Padang berita acara hasil pe-ngambilan data dan observasi lapa-ngan di Desa Mengkirau. Isinya, Kamis 19 Januari 2012, Timbul Batubara, Sekretaris Tim Mediasi dan Ahmad Zazali, anggota Tim Mediasi didampingi warga Mengkirau; Abdul Wahid, Hudi, Muhlasin, Hasan Basri, Thoyib dan Maskur lakukan observasi pada lahan atau kebun milik warga. Misal pada koordinat 01008’134" LU dan 102024’39,1" BT dengan radius kurang lebih satu kilometer ada kebun masyarakat. Beberapa koordinat lainnya yang diambil, ada rumah penduduk, kebun karet. Dalam berita acara itu, Tim Mediasi akan lakukan overlay dengan peta kawasan hutan, peta administrasi pemerintah dan peta areal kerja RAPP. Di Bagan Melibur. Saya diajak Semaun, Kepala Desa Bagan Melibur, ke areal sumur minyak PT Kondur Petroleum S.A. Wikipedia.org menulis, Kondur produksi minyak bumi 8.500 barel per hari. Selain minyak bumi, juga gas bumi sebesar

25 April 2011. Petani Pulau 26 April 2011. Komnas HAM menerima Padang lakukan aksi mogok pengaduan masyarakat Pulau Padang makan massal di pintu masuk soal keberatan terbitnya SK 327. Kemenhut. Lantas Kemenhut Masyarakat juga minta agar Komnas keluarkan surat pemanggilan HAM menyediakan tempat bagi mereka Bupati Meranti agar datang ke untuk melanjutkan aksi mogok makan. Jakarta tanggal 28 April 2011. KomnasMAHASISWA HAM memberi tempat dan 11 Majalah 2011 BAHANA Malam hari mereka diusir Satpol mengeluarkan rekomendasi pengPP dengan alasan jam unjuk hentian operasional HTI di Pulau rasa sudah berakhir. Padang.

12 MMSCFD (juta kubik kaki per hari). Di sana jelas terjadi subsidensi— penurunan tanah. Di sebuah sumur Kondur yang ada sejak 1986, penurunan tanah sudah 1,3 meter. “Dulu tanahnya di sini, sekarang lihat sudah jauh turun ke bawah, ya… ginilah kondisi tanah gambut di sini,” kata Semaun. “Ini baru Kondur dengan kanal relatif kecil, apalagi HTI RAPP dengan kanal-kanal besar.” Di desa Mekar Sari juga jelas terlihat penurunan tanah. Banyak pohon karet akarnya terlihat. Begitu juga pohon kelapa. Menurut Raflis, TII Riau, “Tak mungkin akarnya tumbuh ke atas, tentu tanah yang turun ke bawah. Ini salah satu alasan warga menolak HTI RAPP.” TII Riau fokus lakukan riset korupsi sektor kehutanan. Raflis juga aktif di LSM Kabut Riau. Kabut Riau berdiri 1998. Diinisiasi beberapa Pecinta Alam saat itu masih studi di Universitas Riau. Fokus perhatian Kabut pada isu-isu sosial, lingkungan dan hutan.

Dok BM

dari Menhut, baru kami dipersilahkan,” kata Darwis. Kini, kata Darwis, “Saya akan tontonkan pada warga dokumentasi video kondisi Senalit hari ini.” Biasanya, kata Darwis, untuk mengetahui bagaimana perusahaan HTI bekerja, Darwis tontonkan video kondisi HTI di Pulau Rangsang. Bahana, pada Maret 2011 juga pernah coba masuk ke areal RAPP di Sungai Hiu bersama tiga warga Tanjung Padang. Tapi dihadang dan akhirnya gagal masuk. Di Tanjung Padang, Bahana dapat cerita soal abrasi Pulau Padang. Dedi, warga Tanjung Padang ajak ke salah satu tempat di bibir pulau. Ia menunjukkan tebing runtuh. “Beginilah abrasi di sini,” kata Dedi. Berdasarkan peta bikinan kolonial 1933 dan dibandingkan dengan peta Pulau Padang hari ini, hitungan Alfian, warga Tanjung Padang, sudah sekitar 1,3 kilometer Pulau Padang habis ‘dimakan’ abrasi. Dedi juga lihatkan sebuah lahan terbakar di Tan-jung Padang. Di sana, ada kebun karet warga juga terbakar. “Ini kebun karet baru tertanam,” kata Dedi. “Beginilah kondisi t-anah gambut kami, kalau hujan sehari banjir, kalau panas panjang terbakar.” Desa Mengkirau juga terjadi per-soalan. Dari Gusti dan Ha-san—duadua-nya warga Mengkirau— Bahana dapat dokumen

sumber: Raflis TII Riau

27 April 2011. Masyarakat datangi KPK dan mengadukan ada dugaan korupsi dalam pemberian izin pengelolaan tanah kepada PT RAPP. Mereka juga datangi Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) serta Kedutaan Besar Norwegia di Jakarta.

SK Menhut 327

Raflis pernah menulis di blognya—raflis.wordpress.com—bertajuk Hipotesa Awal Tenggelamnya Sebuah Pulau. Raflis katakan, antara pemanasan global dan laju penurunan tanah daratan sekitar 7 sampai 8 sentimeter per tahun. Jika, tulis Raflis, elevasi (ketinggian suatu tempat terhadap daerah sekitarnya) antara darat dan laut sekitar 5 meter, daratan akan sama tinggi dengan permukaan laut rentang waktu 60 sampai 70 tahun. Jika kondisi ini terus terjadi, “Seluruh pinggir pantai harus di dam seperti beberapa daerah di Jakarta, jika Pulau Padang masih ingin dihuni manusia,” kata Raflis. Pada 2010, Raflis pernah diundang Serikat Tani Riau (STR) Meranti jadi pimbicara saat ada seminar soal lingkungan di Pulau Padang. “Saat itulah saya lihat fenomena tenggelamnya Pulau.”

PT. RAPP, pabrik pulp milik Asia Pacific Resources International Holdings Ltd. (APRIL), di bawah konglomerasi Raja Garuda Mas (RGM); perusahaan

Apakah persetujuan itu sudah dilengkapi permintaan kami tahun 2004. Kalau tidak, dokumennya cacat. Kalau cacat, artinya penerbitan izinya patut dipertanyakan. Prof. Adnan Kasry Guru Besar Universitas Riau

bergerak di berbagai bidang, terutama kertas dan sawit. Pendiri dan CEO RGM Sukanto Tanoto. Tanoto lahir di Belawan, Medan, 25 Desember 1949. September 2006, ia dinobatkan orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes. Tapi pada 2011, tulis wikipidia.org, Forbes kembali rilis daftar orang terkaya di Indonesia. Tanoto ada di posisi enam. Total kekayaannya US$ 2,8 miliyar. Pada 1992 RAPP berdiri di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. RAPP miliki pabrik pulp dan kertas dengan kapasitas produksi 750 ribu ton per tahun pulp. RAPP mulai operasi 1995. Kebutuhan bahan baku kayu pulp kurang lebih 3,5 juta meter kubik per tahun. Laporan Indonesian Working Group On Forest Finance (IWGFF) Desember 2010, sejak awal berdiri hingga kini, kapasitas industri RAPP tunjukkan peningkatan; capai 2 juta ton pulp per tahun. Kertas 350 ribu ton pertahun. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian RAPP miliki kapasitas produksi 2,21 juta ton per tahun atau 35 persen dari total kapasitas nasional. Baru-baru ini, RAPP kembali ajukan peningkatan kapasitas produksi menjadi 2,7 juta ton per tahun dan kertas jadi 1,3 juta ton per tahun. Analisis Muslim Rasyid, Koordinator Jikalahari, kebutuhan bahan baku RAPP tahun 2012 sekitar 11 juta dan tahun 2013 sekitar 10 juta. Jika, lanjut Muslim, sumber pasokan bahan baku tetap dari kayu alam sebesar 9,5 juta, maka konversi hutan alam akan diperkirakan seluas 120 ribu hektar dihitung dengan potensi kayu 80 meter kubik per hektar. “Ini tak masuk akal, melihat realisasi tanaman masih jauh dari kata berhasil. Bukankah seharusnya dilakukan penurunan (down sizing) kapasitas?” kata Muslim. Pemerintah, kata Muslim, harus berani lakukan tinjau ulang kapasitas produksi pulp

Istimewa

TOLAK!

Tony Wenas Presiden Komisaris PT RAPP dan kertas RAPP agar sesuai kemampuan pasokan bahan baku dari HTI. Agar tak lagi andalkan pasokan kayu dari hutan alam. MASUKNYA RAPP ke Pulau Padang bermula 2004. Dirut Utama RAPP ajukan permohonan persetujuan penambahan areal IUPHHK pada Hutan Tanaman. Lantas keluar izin prinsip dari Menhut bernomor S.143/MENHUT-VI/2004. Menhut setuju, karena adanya pernyataan tak keberatan Gubri tentang areal PT Nusa Prima Manunggal (NPM) dan PT Selaras Abadi Utama (SAU) jadi IUPHHK-HT atas nama PT RAPP. Lalu Menhut suruh RAPP lengkapi syarat administrasi. Yakni, perubahan rekomendasi Gubri— semula ditujukan pada NPM dan SAU menjadi rekomendasi atas nama RAPP dan menerima pertimbangan teknis Bupati. Menyusun dan menyampaikan suplemen studi kelayakan Hutan Tanaman sesuai areal perluasan. Ketiga, menyusun dan menyampaikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal). Terakhir, konsultasi dengan Badan Planologi Kehutanan untuk peta areal kerja penambahan perluasan. Keluarnya izin prinsip, RAPP langsung minta surat rekomendasi Gubri soal penambahan perluasan. Juli 2004, Gubri sepakat ubah rekomendasi. Tapi bersyarat; harus

Jalan Panjang Melawan SK 28 April 2011. Masyarakat kembali melakukan aksi mogok makan di Kantor Kemenhut. Bupati Meranti yang dijanjikan hadir tak kunjung tiba. Namun sekitar pukul 14.00 mereka diizinkan masuk menemui Bupati dan Menhut. Dalam pertemuan tersebut Menhut menyangsikan warga yang menuntut pencabutan SK 327 adalah asli warga Pulau Padang. Menhut nyatakan Pulau Padang tak berpenghuni.

11 Mei 2011. Tujuh wakil petani Pulau Padang datangi Mabes Polri untuk mengadukan pernyataan Menhut tersebut.

30 Mei 2011. Warga Pulau Padang melakukan aksi penghentian operasional RAPP di lokasi operasional Desa Tanjung Padang karena surat rekomendasi BAHANA MAHASISWA Komnas HAM tidak diindahkan.

30 Mei 2011. Malam harinya, setelah massa aksi pulang ke desa masing-masing, terjadi pembakaran 2 alat berat dan 2 camp RAPP. Akibat peristiwa tersebut warga desaMajalah diburu aparat. 2011Zainal 12 sempat ditangkap, namun dibebaskan.

adendum HPH yang masih tumpang tindih. Ubah status lahan dari non kawasan hutan jadi kawasan Hutan Produksi Tetap. Menyelesaikan hak masyarakat dan perusahaan lain. Sebelumnya Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Riau, Syuhada Tasman, sampaikan pernyataan serupa. Pada 11 November 2004, Gubri terbitkan keputusan kegiatan IUPHHK-HT areal tambahan RAPP di Bengkalis, Siak dan Pelalawan. Tapi, dalam surat itu IUPHHK-HT perlu ditinjau dari aspek lingkungan hidup. Oktober 2005 Bupati Bengkalis, Syamsurizal pun keluarkan pertimbangan teknis dan lengkapi semua syarat sesuai aturan. Usai dapat rekomendasi Gubri dan Pertimbangan Teknis Bupati, soal Amdal pun mulai dibahas di Komisi Amdal Propinsi. Soalnya, penambahan areal RAPP lintas kabupaten. “Penilainya ya… komisi Amdal Propinsi,” kata Zulfahmi, Koordinator Jikalahari 2004. Ia anggota Komisi Amdal Propinsi 2004. Masih 2004, ditaja pertemuan pembahasan Amdal bikinan konsultan penyusun Amdal RAPP; PT. Widya Cipta Buana beralamat di Komplek Rukan Metro, Jalan Venus Barat Kav.15 Margahayu RayaBandung. Pembahasan dilakukan di Bappedalda—kini Badan Lingkungan Hidup (BLH). Ada juga perwakilan Camat Bengkalis. Karena Meranti masih wilayah Bengkalis. Zulfahmi kritik beberapa hal. Mulai soal publikasi Amdal. “Mereka publikasi saat itu di media yang oplah kecil, kita minta dipublikasikan di Koran beroplah besar.” Kedua, Zulfahmi menilai konsultan Amdal harus turun ke lapangan. Katanya, saat pertemuaan itu, pengakuan Camat—saat itu Pulau Padang masih masuk Bengkalis—tak pernah dijumpai konsultan Amdal RAPP saat proses pembuatan Amdal. 1 Juni 2011. Terjadi kriminalisasi terhadap warga Pulau Padang pasca eskavator dan camp RAPP dibakar. Heri (25 tahun) ditangkap polisi, Nazlan (20 tahun) danMajalah Mazlin (18 13 2011 tahun) belum diketahui keberadaannya.

“Saya tak pernah dijumpai konsultan Amdal, apalagi masyarakat tentu tidak tahu,” kata Zulfahmi tirukan perkataan Camat. Adnan Kasry, Guru Besar Universitas Riau (UR) asal Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (Faperika), sampaikan kritikan soal Gambut. Adnan juga Komisi Amdal Propinsi pada 2004. Pasalnya, konsultan Amdal RAPP sampaikan areal konsesi RAPP di Pulau Padang kedalaman gambut

Menilik Konflik Pulau Padang

fahmi. “Apakah persetujuan itu sudah dilengkapi permintaan kami tahun 2004. Kalau tidak, dokumen-nya cacat. Kalau cacat, artinya pener-bitan izinya patut dipertanyakan,” kata Adnan. Ternyata, 1 Mei 2006 Amdal RAPP kembali dibahas di Komisi Amdal Propinsi. Zulfahmi dan Adnan Kasry tak masuk tim lagi. Atas pembahasan tersebut, Gubri kembali terbitkan SK--merevisi SK Kelayakan Lingkungan 2004--Kelayakan Ling-

Rincian Arel Konsesi PT RAPP di Riau

kecil dari 3 meter. Tapi, Adnan dapat info beda. “Saya dengar dari berbagai pihak termasuk LSM, gambut di sana lebih dari 3 meter bahkan sampai 10 meter pada kawasan yang luas,” kata Adnan. Lantas, Adnan dan Zulfahmi usulkan penelitian menyeluruh kedalaman gambut oleh lembaga independen. “Saya usul saat itu lembaga peneliti gambut di Bogor; Wetlands Indonesia.” Usul diterima. Pertemuan usai. Lima tahun kemudian, pada 12 Juni 2009, SK 327/Menhut –II/2009 terbit. Ini perubahan ketiga dari Kepmenhut nomor 130/Kpts-II/ 1993 yang telah diubah dengan Kepmenhut nomor 137/Kpts-II/ 1997 dan Kepmenhut nomor SK.356/Menhut-II/2004. Total areal konsesi RAPP, atas terbitnya SK Menhut 327,350.165 hektar di empat Kabupaten Riau; Kampar, Siak, Pelalawan, Kuantan Singingi dan Kepulauan Meranti. Khusus blok Pulau Padang seluas 41.205 hektar Zulfahmi dan Adnan kaget. “Begitu lama setelah pertemuan 2004, kita tak tahu kabarnya,” kata Zul-

9 Juni 2011. Pagi dini hari, sekitar jam 04.00, pasukan keamanan menggunakan 1 kapal Dinas dari Polres Bengkalis mendatangi beberapa warga desa Lukit dan menculik 3 orang. Solehan (34 tahun) Dalail (54 tahun) dan Yahya (45 BAHANA MAHASISWA tahun). Namun dibebaskan setelah ada perlawanan dari warga.

kungan pada Juli 2006. Isinya kelayakan lingkungan IU-PHHK-HT milik RAPP. Hasil rapat Komisi Amdal 2006 salah satu pertimbangan dalam SK ini. Dan, tulis Gubri dalam SK itu, dengan keluarnya keputusan ini, maka keputusan kelayakan lingkungan IUPHHK-HT pada 11 November 2004 tak berlaku. Lantas, Menhut terbitkan SK 327 tahun 2009. JAMIE MENON, Manejer Komunikasi APRIL langsung respon tulisan Dede Kunaifi pada 2 Desember 2011. Dede Kunaifi, saat itu Asisten Riset TII Riau—kini Dede bergabung di Tree House—bertajuk A Silent Protest in Pulau Padang. Fokus tulisan, adanya kesalahan aturan dalam terbitnya SK Menhut 327 yang melegalkan HTI RAPP di Pulau Padang. Tulisan Dede terbit di transparency.org pada 28 November 2011. “Saya prihatin dengan kondisi masyarakat yang takut kehilangan mata pencaharian setelah HTI RAPP masuk,” kata Dede. Menon katakan RAPP setahun lebih konsultasi secara luas dengan penduduk setempat setelah diberi

29 Juni 2011. Petani Pulau Padang gelar rapat akbar di lapangan sepak bola Desa Mengkirau. Rapat dilakukan dalam rangka mensosialisasikan hasil klarifikasi Polda Riau terkait penculikan dan penangkapan paksa 3 orang petani Pulau Padang.

TOLAK!

Rusmadya (Greenpeace)

Raflis (TII Riau)

konsesi oleh pemerintah Indonesia untuk kembangkan HTI di Pulau Padang. Proses itu, kata Menon, sosialisasi dan diskusi juga pada tingkat komunitas dan individu. Tony Wenas, Presiden Komisaris RAPP katakan untuk dapatkan izin HTI di Pulau Padang, RAPP sudah lewati banyak tahapan dan melibatkan tim-tim independen dari beberapa Universitas. Barulah, kata Tony, menyimpulkan Pulau Padang layak HTI (Riau Pos, 26 Januari 2012). Soal lingkungan, Tony Wenas, Presiden Komisaris PT RAPP katakan HTI suatu tumbuhan sumber daya terbarukan, ditanam, dipanen lalu tumbuh lagi. Ini, kata Tony, dampak pada gambut cukup bagus. “Karbon akan lebih terserap dengan penjagaan kami,” kata Tony (Riau Pos, 26 januari 2012). Tapi, berita acara hasil pengambilan data dan observasi lapangan di desa Mengkirau oleh Tim Mediasi bentukan Menhut, pengakuan warga berbeda. Warga Mengkirau mengaku RAPP belum pernah lakukan sosialisasi langsung ke desa Mengkirau. Bahkan, masyarakat pernah mengundang secara swadaya RAPP ke Kelurahan Teluk Belitung, tapi perusahaan tak datang. Sosialisasi baru dilakukan RAPP setelah terjadinya penolakan masyarkat, itupun di tempat lain. Juga, hasil kunjungan Komisi I DPRD Kepulauan Meranti 27 Juli 2010 di Kecamatan Merbau. Hasilnya,

Susanto K (Jikalahari)

Komisi I berpendapat RAPP baru sekali lakukan sosialisasi terkait keberadaan RAPP di Pulau Padang. Makanya, tulis surat itu, timbul pro dan kontra di tengah masyarakat. Teguh juga menulis; Tim Amdal tak lakukan survei sosial pada masyarakat yang langsung kena dampak. Harusnya, kata Teguh, survei dilakukan di Lukit—salah satu titik masuk RAPP di Pulau Padang. Ini sesuai PP 27 tahun 1999 pasal 34 tentang Amdal. Menurut Dokumen Andal areal penambahan PT RAPP halaman V-68 sampai V-82 Tim Amdal justru lakukan survei di desa Tanjung Kulim dan Kurau yang lokasinya berada di luar areal HTI RAPP. PULAU PADANG adalah lahan rawa gambut dengan ketebalan 6 meter. Teguh buktikan dari hasil uji pengeboran empat kilo dari bibir pantai. Tepatnya di RT 01 RW 03 Desa Lukit. Dan, lanjut Teguh dalam artikelnya, jarak lima kilometer dari bibir pantai kedalaman gambut capai 5.8 meter. Kondisi ini, didukung hasil penelitian Tim Fakultas Kehutanan UGM pada 2011 dengan gunakan pendekatan pengeboran 70 titik koordinat. Hasilnya, lahan gambut Pulau Padang termasuk kedalaman tiga meter lebih, bahkan ada 6.5 meter lebih. Tambah lagi hasil disertasi Dr. Michael Allen Brady dari Universitas

Jalan Panjang Melawan SK

20 Juli 2011. Koalisi Pendukung Perjuangan Rakyat Kepulauan Meranti (KPPRKM) mendesak dibentuk tim TPF guna menyelidiki kasus Pulau Padang. Meminta RAPP menghentikan semua operasional di lapangan sampai ada keputusan bersama dari semua pihak. Mendesak RAPP, Pemda Meranti dan Polres Bengkalis bertanggung jawab atas kematian 1 orang operator alat berat akibat pembiaran konflik berkepanjangan.

Istimewa

Istimewa

Istimewa

Istimewa

SK Menhut 327

Muslim (Jikalahari)

British Columbia—sekarang jabat Executive Director Global Obsevation of Forest and Land Cover Dynamics (GOFC-GOLD). Disertasinya tunjukan sebagian besar kawasan Pulau Padang miliki kedalaman gambut 9-12 meter. Lalu, lanjut Teguh dalam artikelnya, sebagian besar pemukiman dan kebun karet warga ada pada ketinggian 1-6 meter di atas permukaan laut (dpl). “Sehingga masuknya HTI dengan kanalisasi besar-besaran akan mempercepat tenggelamnya Pulau Padang.” Makanya, tulis Teguh, secara ketentuan perundang-undangan— Kepres 32 tahun 1997 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung dan PP 47 tahun 1997 yang telah diganti PP 26 tahun 1998 tentang Rencana Tata Ruang Nasional (RTRWN)—kawasan gambut kedalaman lebih tiga meter termasuk kawasan lindung. Tak diperuntukkan pengusahaan HTI kerena berpotensi merusak kawasan. SOAL TATA RUANG Bahana undang Raflis ke sekretariat pada 1 Desember 2011. Ditemani makanan kecil-kecilan, Raflis jelaskan SK Menhut 327 tahun 2009 langgar semua aturan soal tata ruang; RTRW Kabupaten, Propinsi, Nasional dan TGHK. Raflis ditemani Dede Kunaifi, Asisten Riset TII Riau saat itu. Dalam penjelasan, Raflis tampilkan peta-peta. Luas daratan Riau 9,4 juta hektar,

29 Agustus 2011. 30 Oktober 2011. Warga Pulau 79 warga Pulau Padang untuk Padang berangkat kesekian kalinya dari pelabuhan kembali mendatangi Desa Lukit menuju Kantor Bupati Pekanbaru. Meranti menuntut Mereka mendirikan BAHANA MAHASISWA pencabutan SK posko di Kantor 327. DPRD Propinsi Riau.

1 November 2011. 5 orang dari 79 orang melakukan aksi jahit mulut di Masjid Komplek DPRD Propinsi Riau. Meraka adalah M. Riduan, Sulatra, Sapridin, Khusaini dan Sohim. Aksi jahit mulut dilakukan guna mendesak para pengambil 14 Majalah 2011 kebijakan agar mendengar aspirasi masyarakat Pulau Padang.

40 persen dataran rendah bergambut. Sebagian dipengaruhi pasang surut . Penataan ruang penggunaan lahan diatur Perda No 10 tahun 1994 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Riau (RTRWP). Sebelumnya, ada Kepmen 173 tahun 1986 tentang TGHK. Di Riau, hingga Agustus 2011, kata Raflis, ada perbedaan fungsi TGHK dan RTRWP dan belum ditemukan solusi. TGHK tetapkan 97,8 persen dari luas wilayah Riau sebagai kawasan hutan sedangkan RTRWP tetapkan 54 persen. Beberapa kali revisi RTRWP, tapi belum juga ada kesepakatan dengan Kemenhut. “Ini gila. Hampir sepuluh tahun, pembahasan tentang adanya ketidak serasian TGHK dan RTRWP tak kunjung selesai. Padahal pemberian izin mengacu pada dua poin ini. Sebelum ini selesai, pasti izin yang keluar langgar arahan TGHK dan RTRWP,” kata Raflis. Kini, ada 71 Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHKHT) di Riau. Peta TGHK, lanjut Raflis, rujukan resmi Menhut dalam beri izin sifatnya dinamis. Pasalnya, ada TGHK Up Date. Lewat TGHK Up Date, Kemenhut merubah fungsi hutan sesuai keperluan, tanpa alasan jelas dan tak pernah di-publish. “Ini akar masalah besar. Jadi penunjukan kawasan hutan sama kayak Nagabonar bikin peta. Tunjuk sana, tunjuk sini. Lihat aja di TGHK, Pekanbaru masih kawasan hutan produksi, masuk akal gak? Hutan yang mana?” Ini terjadi saat perbuhan fungsi kawasan hutan untuk perkebunan, pertambangan dan pembangunan lain lewat proses perubahan kawasan hutan dan pinjam pakai kawasan hutan. Tapi, tak diikuti perubahan peta fungsi kawasan hutan per Propinsi dan perubahan SK Menhut 173 tahun 1986 soal TGHK.

BARU-BARU INI, 26 Januari 2012, Raflis posting dokumen power point bertajuk Penyimpangan Perizinan di Pulau Padang. Ada empat penyimpangan yang dikritisi Raflis. Dokumen ini pernah ia sampaikan saat pertemuan Tim Mediasi bentukan Menhut dengan pakar di Gedung Manggala Wanabakti Kemenhut Blok II Lantai III pada 25 Januari 2012. Ada empat penyimpangan yang dikritisi Raflis. Raflis ktitisi penyimpangan syarat administrasi. Menurutnya, rekomendasi Gubri;SK 522/Ekbang/33.10 pada 2 Juli 2004 tak sesuai Peraturan Daerah (Perda) 10 tahun 1994 tentang RTRW Propinsi Riau. Rekomendasi ini jadi salah

Menilik Konflik Pulau Padang

Hutan Produksi Tetap (HPT). Lanjut, kata Santo, sesuai Kepmenhut 10.1/Kpts-II/2000 pasal 3 ayat 1 areal hutan dapat dimohon untuk usaha hutan adalah areal kosong dalam kawasan Hutan Produksi dan areal hutan yang akan dialih fungsikan jadi kawasan hutan produksi serta tak dibebani hak-hak lain. Makanya, lewat PP 27 tahun 1999 tentang Amdal pasal 16 ayat 4 instansi yang bertanggung jawab wajib menolak Kerangka Acuan (KA) dokumen Amdal RAPP. Raflis juga nilai rekomendasi Bupati Bengkalis 522.1/Hut/820 pada 11 Oktober 2005 tak sesuai RTRW Kabupaten. Lalu analisis fungsi kawasan terbitan Dishut

Ini jelas, bahwa pejabat yang memberi izin bisa dipidanakan lewat UU No 26 Tahun 2007 pasal 1 dan 2, karena SK Menhut 327 tahun 2009 melanggar rencana tata ruang. Raflis TII Riau satu dasar pertimbangan SK Menhut 327 tahnu 2009. Susanto Kurniawan, Dewan Pertimbangan Jikalahari, pertengahan 2011, pernah menulis analisis Andal Kpts 326/VII/2006 konsesi RAPP SK 327/Menhut-II/2009. Ia sepakat Raflis. Ia nilai rekomendasi Gubri pasal 1 sebutkan areal direkomendasikan pada PT NPM tumpang tindih dengan beberapa areal perkebunan, HTI dan HPH. Makanya, tulis Santo, meski bunyi pasal 6 Gubri mendukung rekomendasi perubahan, tapi dengan syarat. Pertama, Menhut harus lebih dulu addendum SK HPH tumpang tindih sebelum berikan persetujuan prinsip. Kedua, melaksanakan perubahan status dari non kawasan hutan jadi

4 November 2011. Empat dari lima peserta jahit mulut bersama 70-an warga Pulau Padang melakukan aksi Ke Kantor Gubernur Riau. Menuntut Gubernur bertanggung jawab terhadap operasioanal RAPP di Pulau Padang. Kemudian mereka datangi Radio Republik Indonesia (RRI) Pekanbaru menyiarkan penolakan operasional RAPP. Pukul 14.00 perwakilan warga Pulau Padang berdialog dengan Pejabat Pemprov Riau di Kantor 15 Majalah 2011 BAHANA MAHASISWA Gubernur. Hasilnya Pemprov berjanji akan turun ke lapangan. Jika ditemukan tumpang tindih lahan, akan dikeluarkan rekomendasi pencabutan izin operasioanl RAPP di Pulau Padang.

13 Desember 2011. 400-an warga Pulau Padang berkumpul di Masjid Raya Desa Bagan Melibur dalam rangka melepas 82 peserta aksi jahit mulut ke Jakarta.

Bengkalis saat itu tak sesuai TGHK. Selain itu, Santo persoalkan SK Menhut 327 tahun 2009, tak gunakan keputusan Gubri No.Kpts/326/ VII/2006 soal kelayakan lingkungan. Tapi, masih gunakan keputusan Gubri soal kelayakan lingkungan No.Kpts/667/XI/2004. “Tegas sudah Gubri tulis dalam keputusan 2006 bahwa putusan rekomendasi 2004 tak berlaku lagi. Artinya keputusan kelayakan lingkungan pada SK Menhut 327 kadaluwarsa.” Santo merujuk PP No.27 tahun 1999 tentang Amdal pasal 24 ayat 1; keputusan kelayakan lingkungan hidup suatu usaha dan/atau kegiatan dinyatakan kadaluwarsa apabila rencana usaha dan/atau kegiatan tak dilaksanakan dalam jangka waktu tiga tahun sejak 14 Desember 2011. Forum Komunikasi Masyarakat Penyelamatan Pulau Padang sebanyak 70 orang berangkat ke Jakarta dari Pekanbaru. Mereka lakukan aksi protes berupa jahit mulut di depan kantor DPR RI guna menuntut penghentian operasional RAPP di Pulau Padang.

TOLAK!

SK Menhut 327

Istimewa

diterbitkannya kelayakan lingkungan tersebut. Pasal 2; apabila kelayakan lingkungan hidup dinyatakan kadaluwarsa sebagaimana dimaksud pada ayat 1, maka untuk melaksanakan rencana usaha dan/ atau kegiatannya, pemrakarasa (RAPP, red) wajib ajukan kembali permohonan persetujuan atas Analisis Dampak Lingkungan Hidup (Andal), Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan HIdup pada instansi yang bertanggung jawab. Selanjutnya, Raflis sampaikan penyimpangan SK Menhut 327 tahun 2009 dari sisi hukum. Pertama, soal kriteria Pulau Kecil. UU No.27 tahun 2007 pasal 1 ayat 3; Pulau Kecil adalah pulau dengan luas lebih kecil atau sama dengan 2.000 kilometer persegi beserta ekosistemnya. Melihat luas Pulau Padang hanya 111.500 hektar atau 1.115 kilometer persegi, Pulau Padang masuk kriteria Pulau Kecil. Pasal 23 ayat 1; Pemanfaatan pulaupulau kecil dan perairan di sekitarnya dilakukan berdasarkan kesatuan kesatuan ekologis dan ekonomis secara menyeluruh dan ter padu dengan pulau besar di dekatnya. Pasal 23 ayat 2; Pemanfaatan pulau-pulau kecil dan perairan di sekitarnya diperioritaskan untuk salah satu atau lebih kepentingan berikut: a. Konservasi b. Pendidikan dan Pelatihan c. Penelitian dan Pengembangan d. Budidaya Laut e. Pariwisata f. Usaha perikanan dan

kelautan dan industry perikanan secara lestari g. Pertanian organik h. Peternakan “Artinya tak diperioritaskan untuk kegiatan kehutanan,” kata Raflis. Kedua, Raflis mengacu pada UU No.26 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Penataan Ruang. Pasal 73 ayat 1; Setiap pejabat pemerintah yang berwenang yang menerbitkan izin tak sesuai dengan rencana tata ruang sebagaimana dimaksud dalam pasal 37 ayat 7 (Setiap pejabat pemerintah yang berwenang menerbitkan izin pemanfaatan ruang dilarang menerbitkan izin yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta rupiah. Ayat 2; Selain sanksi pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pemberhentian secara tidak hormat dari jabatannya. “Ini jelas, bahwa pejabat yang memberi izin bisa dipidanakan lewat UU No 26 Tahun 27 pasal 1 dan 2, karena SK Menhut 327 tahun 2009 me-langgar rencana tata ruang,” kata Raflis. Melihat persoalan ini, pada 5 Januari 2012, di sekretariat Jikalahari, gabungan LSM, Ormas dan organisasi mahasiswa taja diskusi. Hasilnya, Kementerian Kehutanan harus ambil langkah bentuk Tim Ve r i f i k a s i Independen dan multipihak, u n t u k meninjau kembali perizinan SK.327/ Menhut-II/ 2009. Kedua, mensinergikan berbagai

MENGGUGAT MENHUT DAN BUPATI PELALAWAN: Sedang berlangsung pembacaan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PHM). Tergugat I Menhut dan Tergugat II Bupati Pelalawan.

Jalan Panjang Melawan SK 16 Desember 2011. Forum Komunikasi Masyarakat Penyelamat Pulau Padang (FKMPPP) tiba di Jakarta. Sampai di Jakarta langsung aksi ke Gedung Manggala Wanabakti Kemenhut Jalan Gatot Subroto. Mereka disambut perwakilan Menhut dan berjanji tuntutan masyarakat akan ditindak lanjuti. Akan dibuat surat kepada Bupati Kepulauan Meranti untuk menerbitkan rekomendasi pencabutan HTI atas nama PT RAPP. Akan dibuat surat kepada kepala dinas Kehutanan Propinsi Riau untuk tidak menerbitkan RKT atas nama perusahaan PT RAPP.

pihak dan inisiatif guna menjadikan pe-ngelolaan ekosistem lahan gambut dalam oleh masyarakat Pulau Padang yang terbukti mampu menopang kehidupan lebih 32 ribu orang. PAGI di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, 25 Januari 2012. Sekitar pukul 11.00, 12 orang aktivis LSM di Riau hadir. Mereka tergabung dalam Tim Pendukung Penyelamat Semenanjung Kampar (TP2SK). Anggota TP2SK; Greenpeace, Jikalahari, Walhi Riau, Scale Up, TII Riau, Kaliptra Sumatera, JMGR, KBH Riau dan LBH Pekanbaru. Pagi itu, TP2SK dampingi enam warga Teluk Meranti lakukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terkait terbitnya SK Menhut 327 tahun 2009 areal Teluk Meranti, Pelalawan terhadap Menteri Kehutanan dan Bupati Pelalawan. Agendanya, pembacaan gugatan TP2SK. Ali Husin Nst, salah satu Kuasa Hukum, bacakan gugatan. Menhut tergugat I dan Bupati Pelalawan tergugat II. Proses ini dilanjutkan pasca sidang mediasi di PN Pelalawan 9 Juni 2012 tak temukan kata sepakat. Saat itu, kuasa hukum Penggugat Suryadi, SH dan Alamsyah SH. TP2SK ajukan usulan perdamaian pada para Tergugat. Intinya merevisi SK Menhut 327 tahun 2009 dan jadikan hutan negara tidak lagi kawasan HTI PT RAPP melainkan konsesi seluas 43.400 hektar di Semenanjung Kampar dijadikan Hutan Desa, Hutan Tanaman Rakyat atau Hutan Kemasyarakatan, dengan catatan tanah milik warga terlebih dahulu dikeluarkan (inclave). Namun ditolak oleh Tergugat I dan Tergugat II. Alasan Tergugat I menolak karena tidak ada dasar hukum yang kuat untuk merevisi SK 327 tahun 2009 tersebut, dan Tergugat II hanya mengikuti apa yang menjadi keputusan Menhut RI. Usulan perdamaian Penggugat

20 Desember 2011. 21 Desember 2011 . Penambahan Delapan warga Pulau 10 peserta aksi jahit mulut warga Padang melakukan aksi Pulau Padang yang dibantu tim jahit mulut tanpa tim medis medis. Kesepuluh orang tersebut dengan menusukkan jarum adalah Sidiq Hasanuddin (35 secara sendiri-sendiri. tahun), M. Nurhadi (26), Jumaini Kedelapan orang tersebut: (31), Zuwin (31), Syafrudin BAHANA MAHASISWA Majalah 2011(35), Masri, Tamsur, M. Busro, Budiyono (31), Kasmawi (36), Joni Yahya HS, Junaidi, Muslim, Setiawan (33), Abdullah (27), dan Sutoto dan Purwati. Husaini 46).

16

22 Desember 2011. Aksi jahit mulut bertambah 10 orang lagi menjadi 28 orang.

PADA 26 OKTOBER 2011, TP2SK antar berkas gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan. Surat terdaftar bernomor 15/PDT.G/2011/PN. PLW tanggal 26 Oktober 2011. Ada delapan Kuasa Hukum. Mereka dari Kantor Bantuan Hukum (KBH) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru. Mereka wakili lima orang warga Teluk Meranti, Kelurahan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, yang berikan kuasanya pada 6 April 2011. Dalam gugatan itu, Menteri Kehutanan RI jadi Tergugat I dan Bupati Pelalawan Tergugat II. Dalam gugatan ditulis, terbitnya SK Menhut 327 Tahun 2009 melanggar beberapa aturan.

Menilik Konflik Pulau Padang

Istimewa

ditolak Tergugat I (Menteri Kehutanan). Alasanya, untuk poin revisi SK Menhut 327 tahun 2009, tak ada alasan yuridis untuk merevisi. Terkait usulan Hutan Desa, Hutan Tanaman Rakyat atau Hutan Kemasyarakatan, menurut Tergugat, soal Hutan Desa harus di dalam hutan negara yang belum dibebani izin. Soal Hutan Tanaman Rakyat (HTR) juga hampir serupa; HTR dilakukan Menhut pada kawasan hutan produksi yang belum dibebani hak atau izin pemanfaatan hutan. Dengan alasan di atas, Tergugat menolak permohonan Penggugat. Terakhir, Tergugat sampaikan PT RAPP sudah lakukan kewajibannya dengan alokasikan lahan seluas 2.300 hektar di kelurahan Teluk Meranti dengan bangun tanaman kehidupan. Dan, Tergugat meminta Penggugat cabut gugatannya. Waktu itu, Tergugat I diwakili kuasa hukumnya: Drs. Afrodian Lutoifi, SH., M.Hum dan Yudi Ariyanto, SH.,MT. Tergugat II mewakili Bupati Pelalawan: Devitson, Saharuddin SH, M.N, Alfirdaus, SH.,MH dan Nasarudin, SH.,MH. Tentu saja, Penggugat tak mau. Mediasi pun gagal.

Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan RI

Pertama, terbitnya SK Menhut 327, berada dalam kawasan lindung gambut. Ini sesuai peta pola Ruang Wilayah Nasional lampiran tujuh berdasarkan PP No. 26 tahun 2008; hutan gambut di Semenanjung Kampar adalah kawasan lindung gambut. Kedua, melanggar UU No. 41 tahun 1999 pasal 28 ayat 1; usaha pemanfaatan hutan tanaman diutamakan pada hutan produksi yang tak produktif, kenyataan sebaliknya; hutan sangat produktif. Ketiga, adanya aturan kadaluarsa yang digunakan Menhut guna terbitkan SK Menhut 327. Yakni, SK Gubri No. Kpts 667/XI/2004 tentang kelayakan lingkungan. Artinya sesuai PP No.27 tahun 1999 tentang Amdal pasal 24 ayat 1 nyatakan keputusan kelayakan lingkungan dinyatakan kadaluarsa apabila kegiatan usaha tak dilakukan selama tiga tahun sejak terbitnya kelayakan lingkungan tersebut. Buktinya, pihak yang gunakan SK Menhut 327 sampai 2009 belum juga lakukan usaha kegiatan. Keempat, terjadinya kerugian pada warga Teluk Meranti. Seperti, perubahan suhu, banyaknya binatang keluar dari hutan dan masuk perkampungan sehingga mencemaskan warga. Punahnya ekosistem sungai akibat masuknya air gambut kedalam sungai warga, sehingga pengaruhi mata pencaharian warga. Terancamnya petani padi. Hilangnya mata pencaharian warga yang mencari satwa liar di hutan serta musnahnya hasil hutan;

rotan, da-mar, madu lebah. Melihat kelima poin di atas, ada lima tuntutan dalam pokok perkara. Pertama, menerima gugatan penggugat seluruhnya. Kedua, menyatakan tergugat lakukan perbuatan melawan hukum. Ketiga, menyatakan tidak berharga dan punya kekuatan hukum tetap SK Menhut 327 tahun 2009. Keempat, memerintahkan tergugat lakukan penyelamatan dan perbaikan hutan yang telah rusak akibat SK Menhut 327 tahun 2009. “Kami sadar kemungkinan menang sulit, tapi kami tak punya pilihan dengan kondisi lingkungan di Teluk Meranti,” kata Efendi, warga Teluk Meranti. SK MENHUT 327 TAHUN 2009 Meranti,” kata Efendi, warga Teluk Meranti. Ini tentu jadi persoalan warga Teluk Meranti dan Pulau Padang yang selama ini sering lakukan aksi penolakan. “Kami ingin tenang hidup di kampong kami. Tak ade lagi gangguan RAPP. Kami dah cukup lemah, lunglai, pulang balek Selat Panjang, pakai biaya, anak ditinggalkan, semua dikorbankan. Ngadu ke Bupati, Bupati lontar kami ke Pekanbaru, ngadu ke Pekanbaru kami dilontar ke Jakarta. Jadi, masyarakat ni untok ape? Kami seperti binatang. Ade yang bilang Pulau Padang tak berpenghuni, jadi kami ini memang dianggap binatang. Tolong katekan pade Bupati, kami di sini menolak seratus persen RAPP, anak kami berani mati di Jakarta, kami pun berani mati di sini,” kata Ramlah, 45 tahun, warga Desa Bagan Melibur, Pulau Padang. Anak Ramlah sampai kini masih lakukan aksi penolakan terhadapa HTI RAPP di depan Gedung DPR RI, Jakarta. “Bilang same Presiden di sane, Menhut di sane, jangan kan kebun, rumah pun tak ada suratnye. Kalau nanti kami digusur nak cari makan kemane? Lihat rumah di sini, tak ade dari beton, semua dari kayu, kalau hutan habis mau gimane nanti anak-anak kami?” tim laput

22 Desember 2011. Warga Pulau Padang 27 Desember 2011. Pagi hari warga Pulau yang melakukan aksi jahit mulut di Jakarta Padang dari berbagai desa menduduki Kantor melakukan demo di Depan Istana Negara. Bupati Kepulauan Meranti dengan segala Saat demo sedang berlangsung 7 dari 28 perlengkapan memasak, beras, kuali, panci, warga Pulau Padang yang melakukan aksi tenda. Massa menolak berdialog, namun jahit mulut dilarikan ke RSCM karena massa secara resmi menyerahkan pernyataan kondisinya memburuk. Ketujuh BAHANA sikap tuntutan masyarakat kepada Bupati 17 makin Majalah 2011 MAHASISWA orang itu: Jumaini (30), Sulatra (37), Misri Meranti yang diterima Asisten I H. Nuriman. (65), Muslim (64), Purwati (47), Yahya Aksi pendudukan berlangsung hingga 5 hari 4 (54), dan Mustofa (30). malam.

28 Desember 2011. Massa menduduki kantor Bupati Meranti mendatangi kantor DPRD Meranti. Tuntutan sama, menghentikan operasional RAPP di Pulau Padang. Sikap DPRD jelas, kata Fauzi Hasan. DPRD Meranti sudah melayangkan surat ke Menhut untuk meminta peninjauan ulang atas izin RAPP di Pulau Padang.

TOLAK!

foto: Istimewa

SK Menhut 327

SIDANG PANSUS:

Menanti ‘Langkah’ Menhut Oleh

Lovina

Bagaimana semua pihak menyelesaikan konflik HTI di Pulau Padang GEDUNG Manggala Wanabakti, Blok I Lantai III Kantor Kementerian Kehutanan, Jumat, 25 Januari 2012. Tim Mediasi bentukan Menhut undang para pakar dari berbagai bidang mengkaji SK 327. Raflis dari Transparency International Indonesia (TII) Riau salah satunya. Ia paparkan beberapa penyimpangan perizinan di Pulau Padang. “Dari usulan perizinan tahun 2004 hingga dikeluarkan SK tahun 2009 ada beberapa aturan baru yang keluar,” jelas Raflis. Aturan tersebut: UU No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, PP No. 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, dan UU No. 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Kawasan Pesisi dan Pulau Kecil. Seharusnya, kata Raflis, sebelum dikeluarkan SK 327 Menhut harus merujuk ketiga UU tersebut. Nyatanya Menhut melewatkannya. “Itu salah satu penilaian dari aspek hukum mengapa SK 327 harus dibatalkan,” ujarnya. Raflis mengaku tak tahu apakah presentasinya di Kantor Kemenhut akan dijadikan bahan pertimbangan

oleh Tim Mediasi dalam bekerja. Namun ia menilai pertemuan tersebut kurang efektif. “Saya lihat tim itu tidak netral melihat persoalan.” Saya tidak diberikan banyak waktu untuk menyampaikan pemikiran. Sementara pakar lain yang membenarkan izin RAPP itu dikasih kesempatan berbicara lebih.” Hal lain, pakar yang membenarkan izin tidak hadir sampai acara selesai. “Jadi kita tidak bisa bertukar pikiran saat terjadi perbedaan pendapat. Ini sangat disayangkan Raflis. Pada 30 Januari 2012, Bambang Aswandi, Kelompok Advokasi Riau (KAR)--anggota Jikalahari--posting tulisan di grup Facebook Bahana. Isinya; Tim Mediasi sudah keluarkan rekomendasi untuk Menhut. Pertama, revisi SK Menhut No 327 tahun 2009, dengan mengeluarkan seluruh blok Pulau Padang dari area konsensi PT RAPP. Kedua, revisi SK Menhut No 327 tahun 2009 dengan mengurangi luasan IUPHHK-HTI RAPP blok Pulau Padang. Sampai tulisan ini terbit, Bahana belum dapat konfirmasi dari Andiko, Ketua Tim Mediasi.

Jalan Panjang Melawan SK

29 Desember 2011. Forum Komunikasi Masyarakat Penyelamat Pulau Padang keluarkan mosi tidak percaya kepada anggota DPR RI asal Riau. Mosi diberikan karena pernyataan anggota DPR tersebut yang mengatakan sebagian masyarakat Pulau Padang mendukung keberadaan HTI RAPP di Pulau Padang. Warga juga gelar Shalat Isya berjamaah di jalan raya, sholat hajat, istighotsah akbar dan wirid yasin yang dipimpin tokoh agama dari berbagai desa.

30 Desember 2011. Purwati dilarikan ke rumah sakit karena gangguan lambung besar saat melakukan aksi jahit mulut. Warga juga datangi Kemenhut sampaikan penolakan pada Tim Mediasi. Di Selat Panjang, perwakilan massa sebanyak 10 orang berdialog dengan Bupati di dalam kantor. Hasilnya Bupati Meranti bersama 3 perwakilan warga akan datang ke Jakarta menemui Menteri Kehutanan.

TIGA MINGGU sebelum pertemuan tersebut. Instiawati Ayus, anggota DPD asal Riau dampingi rencana pertemuan warga dengan Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan dan Bupati Kabupaten Ke-pulauan Meranti, Irwan Nasir, 6 Januari 2012 di Kantor Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta. Pertemuan gagal gara-gara jumlah peserta pertemuan. Kesepakatan hari sebelumnya; warga 20 orang bisa masuk, “Kalau tidak kami tak masuk,” kata Riduan. Kesepakatan lainnya Menhut bersedia keluarkan surat revisi SK 327 tahun 2009 jika Bupati Meranti rekomendasikan revisi tersebut. Ini hanya salah satu tahap penyelesaian yang gagal terlaksana. Catatan Bahana, masih ada pembentukan Panitia Khusus Hutan Tanaman Industri (Pansus HTI) Riau yang tak jadi dibentuk; tim terpadu bentukan DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti yang tak juga menyelesaikan masalah; serta pembentukan Tim Mediasi oleh Menhut yang masih bekerja.

1 Januari 2012. Sebanyak 27 dari 28 masyarakat yang melakukan aksi jahit mulut di Jakarta melepaskan jahitannya karena alasan medis. Mulut sudah banyak yang bernanah dan asupan makanan kurang selama aksi jahit mulut. Yahya takBAHANA bersedia melepas jahitan MAHASISWA mulutnya. Hingga kini ia masih menjalankan aksi jahit mulut di depan Gedung DPR RI.

4 Januari 2012. Sekitar pukul 16.00 Bupati Meranti bersama pihak Kementerian Kehutanan adakan pertemuan di aula kantor Kecamatan Merbau untuk sosialisasi surat penghentian sementara operasional RAPP di Pulau Padang yang dikeluarkan Kemenhut 3 Januari Majalah 20112012. Warga menolak sosialisasi tersebut dan meminta Bupati untuk segera ke Jakarta menemui Menhut.

18

Upaya penyelesaian telah dilakukan sejak 2009, namun konflik warga dengan perusahaan RAPP di Pulau Padang masih berlangsung hingga kini. PULUHAN ANGGOTA dewan dari tujuh fraksi hadiri sidang paripurna, 5 April 2011. Agenda; pembentukan Pansus HTI Riau. Pansus HTI dibentuk untuk mengkaji dampak positif dan negatif dari operasional HTI oleh PT RAPP. Begitu Ketua DPRD Riau, Johar Firdaus didampingi ketiga wakilnya, Raja Thamsir Rachman, Alamainis, dan Taufan Andoso Yakin masuk ke dalam ruang rapat, semua anggota yang tadinya di lobi turut masuk. Diikuti para wartawan dari berbagai media. Johar Firdaus buka sidang paripurna sekitar pukul 22.00. Tanpa panjang-lebar, Johar langsung sampaikan, dari tujuh fraksi yang ada, baru empat fraksi yang memberikan usulan nama untuk Pansus HTI. “Untuk itu, kepada fraksi yang belum serahkan nama, Golkar, PDIP, dan PPP supaya memberikan penjelasan terlebih dahulu,” kata Johar. Ketua fraksi Golkar, Iwa Sirwani Bibra pertama kali berbicara. Ia menolak adanya Pansus HTI. “Sesuai dengan pembagian tugas pemerintahan, ada prosedur dan kewenangan pihak lain dalam hal ini Departemen Kehutanan,” kata Iwa. Kemudian bergantian Ketua Fraksi PDIP, Robin Hutagalung dan Ketua Fraksi PPP, Rusli Effendi berikan penjelasan. Selain pembentukan Pansus tidak diatur dalam tatib DPRD, Robin menilai tidak ada hasil kajian akademis dari anggota Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Propinsi Riau. Sedangkan Rusli beralasan belum ada satu materi sebagai dasar hukum. Karena itu, Robin dan Rusli juga sama-sama menolak pembentukan Pansus HTI. 5 Januari 2012. Warga Pulau Padang 90-an orang yang berada di Jakarta datangi Kemenhut untuk pertemuan denga Bupati dan Menteri Kehutanan. Namun hanya 20 orang yang diperkenankan masuk beserta Anggota DPD RI asal Riau Instiawati Ayus. Pertemuan menghasilkan: tanggal 6 Januari 2012 diadakan pertemuan dengan Bupati Meranti dan Menteri Kehutanan Majalahbeserta 2011 masyarakat Pulau Padang; Kemenhut siap mengeluarkan surat revisi SK 327 jika Bupati Meranti merekomendasikan pencabutan tersebut.

19

Lantas Johar Firdaus minta empat fraksi lainnya, Demokrat, PKS, PAN, dan partai Gabungan yang sudah mengusulkan nama, juga menyampaikan pendapat. Pendapat mereka mengejutkan bagi para maha-siswa yang tergabung dalam Posko Perjuangan Rakyat Meranti (PPRM) dan Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (Ampel) yang turut hadir pada sidang paripurna tersebut. PPRM dan Ampel dirikan posko di depan Gedung DPRD Propinsi Riau sejak 22 Februari 2011 guna menuntut pemerintah mencabut SK 327 tahun 2009 tentang perluasan areal konsesi HTI PT RAPP. Dari keempat fraksi yang sudah mengusulkan nama, hanya Partai Demokrat yang sepakat Pansus HTI tetap dibentuk. Sementara fraksi PAN, PKS dan Gabungan membelot. Meski sudah mengusulkan nama untuk Pansus HTI, ternyata mereka menolak pembentukan Pansus. Ketua fraksi PAN, Hazmi Setiadi, juru bicara fraksi PKS, Syafruddin, dan juru bicara fraksi Gabungan, Zulkarnain Nurdin mengemukakan alasan penolakan yang sama: tidak ada kajian akademis yang kuat sebagai dasar pembentukan Pansus HTI. “Jadi kami menunggu kajian akademis itu sesuai pasal 108 tata tertib DPRD Riau,” kata Syafruddin. Sidang diskor 5 menit. Johar umumkan keputusan. Pansus HTI tak jadi dibentuk karena dari tujuh fraksi hanya Demokrat yang setuju pembentukan Pansus. KAPAL POMPONG membawa tiga ratusan warga Pulau Padang ke pelabuhan Selat Panjang. Mereka datangi Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menuntut pencabutan izin RAPP di Pulau Padang melalui SK 327 tahun 2009. Masyarakat hendak bertemu Bupati Meranti, Irwan Nasir. Karena tidak ada, masyarakat Pulau Padang pu-

6 Januari 2012. Warga Pulau Padang mendatangi Kemenhut. Menhut minta hanya tiga orang yang boleh masuk. Massa tidak bersedia. Mereka bersikeras yang masuk harus tetap 20 BAHANA MAHASISWA orang seperti pertemuan tanggal 5 Januari 2012. Pertemuan batal.

Menilik Konflik Pulau Padang

tuskan menginap di depan Kantor Bupati dengan mendirikan tenda. Mereka bertahan hingga esok harinya, tanggal 2 Februari 2011. Sebelum bubar, masyarakat sempat menyerahkan petisi penolakan terhadap rencana operasional PT RAPP di Pulau Padang, PT SRL di Pulau Rangsang, dan PT LUM di Tebing Tinggi. Petisi diterima Asisten I Setdakab Kepulauan Meranti, Ikhwani. Berdasarkan aksi warga tersebut, Komisi B DPRD Propinsi Riau melakukan kunjungan kerja ke Pulau Padang dan Rangsang pada 11 Februari 2011. Zulfan Heri, Sumiyati, dan Mahdinur, anggota dewan dari Komisi B tersebut melihat langsung operasional perusahaan di sana. Dari kunjungan itulah wacana pembentukan Pansus HTI Riau muncul kembali. Pansus akan mengkaji dampak positif dan negatif operasional perusahaan di area yang sesuai dengan SK 327 tahun 2009, termasuk di Pulau Padang. Tak lama usai kunjungan Komisi B DPRD Propinsi Riau, tepatnya 14 Februari 2011, rapat Badan Musyawarah (Banmus) menyepakati pembentukan Pansus HTI Riau. Pansus akan membedah seluruh persoalan kehutanan di Riau, termasuk Pulau Padang dan Semenanjung Kampar. Kedua daerah ini sama-sama masuk dalam wilayah konsesi PT RAPP sesuai SK 327 tahun 2009. Namun saat itu belum ditentukan kapan rapat paripurna pengesahan Pansus HTI tersebut. Beberapa kali diagendakan rapat Banmus lanjutan, namun tertunda karena berbagai alasan. Rapat Banmus 3 Maret 2011 tak jadi dilaksanakan dengan alasan Ketua DPRD Riau, Johar Firdaus berhalangan hadir karena ada acara keluarga. Lantas rapat Banmus tanggal 25 Maret 2011 juga gagal mengagendakan pembentukan Pansus karena beberapa anggota beralasan

16 Januari 2012. Warga Pulau Padang berencana menduduki kantor Bupati untuk menjemput rekomendasi revisi SK 327. Namun di pelabuhan sekitar 500 orang menghadang mereka. Khawatir terjadi bentrok sesama warga, warga Pulau Padang yang dari kampung menggunakan pompong balik lagi ke kampung mereka. Aksi dibatalkan.

18 Januari 2012. Petugas keamanan DPR/MPR akan membubarkan tenda massa Pulau Padang di depan Gedung DPR RI. Warga sudah mempersiapkan tabung gas dan bambu runcing untuk melawan petugas keamanan. Pembubaran tenda tak jadi dilakukan.

26 Januari 2012. Muhammad Riduan, seorang perwakilan warga diterima Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha. Secara kebetulan ada Menhut Zulkifli Hasan di Istana Negara. Menhut tetap nyatakan revisi akan dikeluarkan bila ada rekomendasi Bupati Meranti.

Pansus belum diatur dalam tata tertib DPRD Propinsi Riau. Hingga akhirnya Johar Firdaus putuskan adakan sidang paripurna pada 5 April 2011 dan sebagian besar fraksi tidak menyetujui pembentukan Pansus HTI Riau. Banyak kalangan kecewa Pansus HTI Riau 5 April 2011 gagal dibentuk, termasuk Jefry Noer dari fraksi Demokrat DPRD Propinsi Riau. Ia seakan berkaca pada rencana pembentukan Pansus HTI Semenanjung Kampar yang juga mengalami jalan buntu hingga sekarang. Perbedaan pendapat antara Komisi A, B, dan C DPRD Propinsi Riau menjadi latar belakang wacana pembentukan Pansus HTI Semenanjung Kampar. Komisi B yang bertugas meninjau kondisi Semenanjung Kampar menyatakan tak ada masalah di lokasi operasional PT RAPP tersebut. Sementara Komisi A yang meneliti masalah perizinan menyatakan ada masalah pada izin RAPP setelah beberapa kali diskusi dengan Dinas Kehutanan Propinsi Riau maupun organisasi sosial di bidang lingkungan. Salah satunya dengan Greenpeace yang getol berkampanye mengenai kerusakan lingkungan di Semenanjung Kampar akibat operasional RAPP hingga jadi sorotan internasional. Komisi C yang meneliti tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) tak punya argumen terkait hal tersebut. Karena perbedaan pendapat, Komisi A lantas mengusulkan pada Ketua DPRD Riau, Johar Firdaus untuk menyelenggarakan rapat komisi gabungan membahas persoalan ini. Rapat komisi gabungan berlangsung pada 14 Januari 2010 dengan dihadiri perwakilan Gubernur dan Dinas Kehutanan Propinsi Riau. Esoknya, diadakan rapat Banmus dan disepakati pembentukan Pansus HTI Semenanjung Kampar. Namun rapat belum menyepakati jadwal sidang paripurna untuk mengesahkan Pansus HTI tersebut. Setali tiga uang dengan Pansus HTI Riau, rapat Banmus guna penetapan jadwal sidang paripurna pembentukan Pansus HTI Semenan-

jung Kampar juga mengalami beberapa penundaaan. Seperti pada 26 Januari 2010 rapat Banmus ditunda dengan alasan harus ada keputusan Badan Legislasi dulu sebelum menyepakati pembentukan Pansus HTI Semenanjung Kampar. Lalu pada 24 Februari 2010, lagi-lagi rapat Banmus belum tentukan jadwal pembentukan Pansus. Alasannya belum ada tata tertib DPRD Riau yang mengatur pembentukan Pansus HTI, sehingga tatib yang ada harus direvisi dulu. Rapat Banmus kembali diadakan pada 22 April 2010 namun tidak ada agenda pembentukan Pansus HTI Semenanjung Kampar. Begitu pada rapat Banmus berikutnya, berikutnya, dan berikutnya. Agenda pembentukan Pansus HTI Semenanjung Kampar tak jua dijadwalkan. Hingga akhirnya rapat Banmus pada 14 Februari 2011 yang menyepakati pembentukan Pansus HTI Riau. Awalnya Jefry Noer ngotot rapat tersebut hanya menyetujui pembentukan Pansus HTI Semenanjung Kampar yang sudah tertunda setahun lebih. Namun sebagian besar anggota Banmus sepakat pembentukan Pansus HTI Riau dengan alasan masalah HTI tak hanya di Semenanjung Kampar. Sampai pada 5 April 2011 digelar sidang paripurna dan Pansus HTI Riau pun gagal dibentuk. “TAK HANYA Pansus HTI, kejadian begini juga terjadi pada pembentukan tim oleh Menhut untuk mengkaji hal terkait operasional HTI ini,” ujar Rusmadya Maharuddin, juru bicara Greenpeace. Kecang, sapaan akrab Rusmadya lanjutkan, tim mediasi yang dibentuk Menhut untuk kasus Pulau Padang hampir mirip dengan tim pakar independen yang pernah dibentuk untuk mengkaji kasus Semenanjung Kampar pada akhir 2009 lalu. Tim mediasi Pulau Padang dibentuk Menhut Zulkifli Hasan pada 30 Desember 2011. Menhut melalui Dirjen Bina Usaha Kehutanan bahkan sampai mengeluarkan surat keputusan Nomor 5.3/VI-BUHT/ 2012 tanggal 3 Januari 2012 tentang penghentian sementara operasional HTI di Pulau Padang sementara tim

mediasi bekerja. “Makanya pada pertemuan dengan tim mediasi di Jikalahari kemarin kita menolak tim mediasi bentukan Menhut ini,” lanjut Kecang. Pertemuan di kantor Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) berlangsung pada 5 Januari 2012. Hadir berbagai organisasi masyarakat sipil di Riau, seperti LSM, Ormas, dan Organisasi Mahasiswa pada pertemuan tersebut. Tim mediasi dihadiri oleh ketuanya, Andiko.

Seharusnya Menhut bentuk tim verifikasi independen. Tim ini akan mengkaji tiga sisi: izin, lingkungan, dan hak masyarakat. Muslim Rasyid, koordinator Jikalahari membenarkan pernyataan Kecang. “Seharusnya Menhut bentuk tim verifikasi independen,” sebutnya. Tim ini akan mengkaji tiga sisi: izin, lingkungan, dan hak masyarakat. “Meskipun tim mediasi mungkin akan mengkaji izin juga, tapi berdasarkan pengalaman waktu Semenanjung Kampar dulu, kita yakin kajian lingkungan dan haknya akan lolos juga.” Akhir Desember 2009 lalu, Menhut membentuk tim pakar independen atas desakan warga Semenanjung Kampar dan organisasi lingkungan di Riau. Mereka meributkan bahwa izin RAPP di Semenanjung Kampar diduga bermasalah. “Namun tim pakar independen yang dibentuk bukan mengkaji terkait izin yang diributkan warga, melainkan hanya menganalisis sistem water hidro RAPP atau manajemen tata kelola air,” ujar Kecang. Dari catatan Jikalahari, jika pemerintah (Menteri Kehutanan) dan perusahaan HTI mau mengevaluasi perizinan yang bermasalah dan melibatkan semua komponen masyarakat kawasan hutan sebelum izin terbit, konflik tidak akan terjadi begitu pula dengan penghancuran hutan alam yang tersisa oleh perusahaan

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

20

HTI, sebab penambahan luas area dalam SK 327 mayoritas berada pada hutan gambut yang seharusnya di- Karena kita tahu SK 327 itu bermasalah makanya kita lindungi. “Walau pesimis, setidaknya minta Menhut tinjau ulang,” kata di tim mediasi Pulau Padang ini kita bisa sedikit berharap karena ada orang Zulkifli Yusuf, Kadishut Propinsi Riau kita (asli Riau, red) masuk anggota timnya. Semoga masukan kita dialam, menunda pelayanan sampai di- Salah satu isinya mohon tinjau ulang SK respon,” harap Muslim. lakukan pengukuran dan penataan batas 327. Permohonan tinjau ulang tersebut UPAYA PENYELESAIAN konflik lapangan, melak-sanakan terlebih dahulu didasarkan pada tuntutan warga KeHTI di Pulau Padang tak hanya datang perubahan fungsi kawasan hutan, dan camatan Merbau tanggal 26 Juli 2010 dari DPRD Propinsi Riau—Pansus meminta kawasan Indragiri Hulu di- untuk menghen-tikan operasional HTI Riau—dan Menhut Zulkifli Ha- masukkan dalam areal RAPP sesuai perusahaan di sana. Juga didasarkan pada san—tim mediasi. Ia juga datang dari pengukuran dan penataan batas. kunjungan kerja Komisi I DPRD SK tanggal 2 Juli 2004 tersebut berisi Kabupaten Kepu-lauan Meranti ke DPRD Kabupaten Ke-pulauan Meranti dengan membentuk tim terpadu pada syarat yang diajukan Gubernur Riau atas Kecamatan Merbau. Hasilnya RAPP Februari 2011. Dialog dihadiri berbagai rekomendasi pembangu-nan HTI untuk baru melakukan satu kali sosialisasi unsur dari tingkat daerah, wilayah, PT RAPP. Beberapa syarat tersebut: kepada masyarakat tanpa melibatkan hingga pusat. Ada perwakilan Dinas mengadendum HPH yang masih tum- pemerintah. Tang-gal 19 Agustus Ketua Kehutanan dan Perkebunan Meranti, pang tindih, me-rubah status dari non DPRD kirim surat pada Direktur RAPP Bupati Meranti, DPRD Meranti, Dinas kawasan hutan menjadi kawasan hutan untuk menghentikan sementara kegiatan Kehutanan Propinsi Riau, BPN Riau, berproduksi tetap, dan menyelesaikan operasional HTI mereka. DPRD Riau, anggota DPD RI asal Riau: hak masya-rakat dan perusahaan lain. Imam Santoso, Dirjen Bina Usaha Gafar Usman dan Instiawati Ayus, dan “Karena kita tahu SK 327 itu bermasalah Kehutanan pada Kementerian KehuLSM lingkungan seperti Scale Up, Walhi, makanya kita minta Menhut tinjau tanan RI tanggal 3 November 2010 dan JMGR. Hadir pula perwakilan dari ulang,” kata Zulkifli Yusuf. Namun menyatakan bahwa pencabutan SK 327 PT RAPP serta warga Pulau Padang dan hingga sekarang surat tersebut tak tahun 2009 harus mengacu pada PeraSerikat Tani Riau (STR) Daerah Meranti. kunjung mendapat respon dari Menhut. turan Menteri Kehutanan Nomor 39 Sayang tim ini pun tak juga bisa Zulkifli juga tak mau keluarkan RKT tahun 2008. Permenhut tersebut meselesaikan konflik warga Pulau Padang RAPP waktu itu, “Silahkan kalau Menhut ngatur tentang tata cara pengenaan sanksi mau ke-lauarkan.” Akhirnya RAPP dapat administratif terhadap pemegang izin dengan perusahaan. Muhammad Riduan, Ketua STR sertifikasi. RAPP bisa keluarkan RKT pemanfaatan hutan. Bahwa perizinan Kabupaten Kepulauan Meranti kata- sendiri (self approval). pemanfaatan hasil hutan yang diterZulkifli Yusuf bahkan mem-perkuat bitkan Menhut, pencabutan izinnya juga kan, Tim Terpadu telah terjadi perubahan fungsi tanpa melibatkan warga rekomendasi tinjau ulang tersebut merupakan kewenangan Menhut. dalam diskusi perubahan tersebut. dengan mengeluarkan kronologis per“Tim yang semula bertugas mengkaji luasan areal RAPP pada bulan Januari MESKI TAK jadi menemui warga Pulau kelayakan tanah, Amdal, dan izin RAPP 2010. Ia simpulkan SK 327 tahun 2009 Padang pada 6 Januari 2012, Menteri menjadi tim yang bertugas mengawasi cacat administrasi dan perlu direvisi agar Kehutanan bersikukuh akan keluarkan operasional RAPP di Pulau Padang. tidak menimbulkan permasalahan di surat revisi SK 327 tahun 2009 asal ada Karena itu kami menolak,” tegas kemudian hari. rekomendasi berisi permohonan tinjau Selain Dishut Propinsi Riau, Bupati ulang dari Bupati Meranti. Riduan. Kabupaten Kepulauan Me-ranti juga Sementara Bupati Meranti, Irwan JAUH SEBELUM protes warga melakukan hal sama pada 26 Agustus Nasir bersikeras sudah kirimkan reterkait izin HTI di Pulau Padang, 2009—saat itu Pjs Bupati Meranti komendasi tersebut pada 26 Agus-tus menurut catatan Bahana, Kepala Dinas Syamsuar. Bupati mengirim surat pe- 2009 dan 3 September 2010. Bupati juga Kehutanan Propinsi Riau, Zulkifli ninjauan ulang SK 327 kepada Direktur mengacu pada Permenhut Nomor 39 Yusuf sudah lebih dulu keluarkan surat Jenderal Bina Pro-duksi Kehutanan pada tahun 2008; tak ditemukan ketentuan yang ditujukan kepada Menhut, saat itu, Kementerian Kehutanan Jakarta. Lalu bahwa pro-sedur pencabutan izin harus MS Kaban. Surat tertanggal 2 Septem- pada 3 September 2010 Bupati Meranti terlebih dahulu mendapat rekomendasi ber 2009 tersebut meminta Menhut juga kirim surat lagi meminta hal yang Bu-pati. Semua hal tersebut dituanguntuk meninjau ulang SK 327 tahun sama: tinjau ulang SK 327 tahun 2009. kannya dalam sebuah surat perihal Kali ini surat ditujukan kepada Menteri klarifikasi kegiatan pembangunan HTI 2009 yang diterbitkan 12 Juni 2009. Inti suratnya meminta Menhut Kehutanan RI. PT RAPP di Pulau Padang tanggal 10 Pada 30 Juli 2010 giliran Ketua DPRD Januari 2012 dan ditujukan pada Menteri mengacu pada surat Gubernur tanggal 2 Juli 2004, mengurangi areal yang Kabupaten Kepulauan Meranti me- Kehutanan, Zulkifli Hasan. tim laput tumpang tindih dengan kawasan suaka ngirim surat kepada Menteri Kehutanan.

21

Majalah 2011

BAHANA MAHASISWA

BEDAH BUKU

Jobs: Think Different Judul: Steve Jobs Penulis: Walter Issacson Penerbit: Bentang Tahun Terbit: Oktober 2011 Jumlah halaman: xxii + 742 halaman

DE ANZA Community College Auditorium Flint, Cupertino, San Fransisco, 27 Januari 2010. Di sebuah layar besar terlihat gambar iPhone dan laptop dengan tanda tanya di bagian tengahnya. “Pertanyaannya, masih adakah tempat untuk sesuatu di tengah ini?” tanya Steve Jobs. ‘Sesuatu’ yang harus andal pada web browsing, email, foto, video, musik, game, dan e-book. “Kita punya sesuatu yang bisa melakukan itu semua. Kita menyebutnya iPad!” kalimat tersebut meluncur dari mulut Steve Jobs saat peluncuran perdana iPad. Ide pembuatan iPad bermula dari kekecewaan Jobs terhadap produk Microsoft. Menurut Jobs, para ahli rekayasa Microsoft memaksakan penggunaan perangkat lunak untuk komputer tablet. Mereka ciptakan produk dimana pengguna bisa memasukkan informasi di layar menggunakan stylus atau pen. Sejumlah produsen mengeluarkan PC tablet tersebut, namun lagi-lagi Jobs kecewa. “Tidak seorang produsen pun dapat membuat tampilannya menjadi lebih ramping.” Tahun 2007 Jobs berencana bikin netbook berharga terjangkau. Saat sesi tukar pendapat, Jony Ive, rekan kerja Jobs mempertanyakan mengapa harus ada keyboard. Keyboard membuat harga lebih mahal dan memakan tempat. “Letakkan keyboard pada layar gunakan antar muka multi touch,” saran Ive. Jobs setuju. Ive dan Jobs juga bikin sketsa seorang pria memegang komputer tablet di tangan kirinya tanpa kesulitan

sementara telunjuk kanan menyentuh layar--mirip iPad yang kita kenal sekarang. Steve Jobs adalah pemilik perusahaan Apple. Seluruh perjalanan hidupnya diabadikan oleh Walter Issacson ke dalam sebuah buku biografi setebal xxii + 742 halaman. Tentu saja ia juga memuat proses penciptaan seluruh produk Apple—iMac, iTunes, iPod, iTunes Store, iPhone dan iPad. Inti semua produk Jobs adalah kesederhanaan. Untuk bikin biografi Steve Jobs ini, Isaacson mewawancarai Jobs lebih dari 40 kali dalam dua tahun baik via email, telepon, atau sambil melakukan hal yang disenangi Jobs: jalan-jalan. Ia juga mewawancarai lebih dari 100 orang saudara, keluarga, kerabat, musuh, pesaing dan kolega Jobs. Walter Isaacson adalah CEO Aspen Institute (organisasi nirlaba internasional). Ia juga pernah menjadi pimpinan CNN dan manajer editor majalah Time. Selain biografi Steve Jobs, Issacson sudah menulis biografi Einstein: His Life and Universe; Benjamin Franklin: An American Life; Kissinger: A Biography; dan bersama Evan Thomas menulis The Wise Men: Six Friends and the World They Made. Semuanya best seller. Awalnya Steve Jobs minta Isaacson menulis tentang dirinya. Isaacson sempat menolak. Ia berpendapat Jobs masih muda dan perjalanan karirnya masih panjang. Tapi pada 2009, Laurene Powell, istri Jobs menghubungi Issacson dan mengatakan Jobs sedang sakit. Jika

ingin menulis tentang Jobs, sekaranglah saatnya. Isaacson bersedia. Hasilnya terbitlah sebuah biografi yang paparkan suka duka kehidupan Jobs dalam capai keinginannya. Kepribadiannya yang dapat membuat orang sekeliling merasa nyaman atau terancam menjadi daya tarik dari dirinya. Jobs sangat semangat serta peduli terhadap kesempurnaan. Inilah yang membuat ia berhasil melahirkan karya-karya yang dapat mengubah dunia. Mulai dari bidang komputer, film animasi, musik, telepon, komputer tablet dan penerbitan digital. Isaacson dapatkan hak eksklusif untuk mengorek kehidupan pribadi Jobs yang tidak diketahui media di Amerika. Jobs terkenal sangat merahasiakan kehidupan pribadinya sendiri. Bahkan tentang penyakit yang ia derita, tidak ada media yang tahu. Dalam buku ini, Isaacson mendeskripsikan suatu kejadian dengan baik. Kutipan langsung dari para tokoh membuat tulisan komunikatif. Isaacson terampil dalam mengatur alur tulisan. Terkadang bantahan atau klarifikasi dari para tokoh perlihatkan betapa berbedanya pandangan mereka terhadap suatu peristiwa yang terjadi. Background yang ditampilkan juga menambah pengetahuan pembaca. Prediksi Jobs benar. Ia meyakinkan Isaacson untuk menulis biografi tentang dirinya karena ia tahu buku tersebut akan banyak diminati masyarakat. Terbukti pada minggu pertama peluncuran, biografi Steve Jobs terjual sebanyak 379 ribu kopi di Amerika Serikat. Rencana awal biografi Steve Jobs akan diterbitkan Maret 2012. Namun pada 5 Oktober 2011 Jobs meninggal akibat kanker pankreas yang telah lama ia derita. Ini membuat Penerbit Simon & Schuster di Amerika Serikat memutuskan untuk mempercepat peluncuran buku Steve Jobs pada 24 Oktober 2011. Tapi terjemahan bahasa dari Inggris ke Melayu pada buku ini masih gunakan beberapa istilah yang tidak familiar bagi pembaca. Seperti tampilan antar muka, tetikus dan lini produk. Walaupun ada daftar istilah yang dilampirkan pada akhir buku, ia masih belum merangkum semua istilah dalam buku tersebut. Nurul Fitria

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

22

PERCA BERITA

Seminar Kanker Serviks BEM FMIPA adakan seminar kanker serviks di auditorium FMIPA UR, Minggu (4/12). Seminar bertajuk Deteksi dan Cegah Kanker Serviks Sekarang Juga terselenggara atas kerjasama BEM FMIPA dengan Gerakan Anti Kanker Servik Indonesia (GAKSI). Acara mulai pukul 08.00. Pembicaranya, Jeki Harius dari tim

GAKSI. Sebelumnya tim GAKSI telah adakan seminar di beberapa tempat. Tujuannya untuk memberitahu masyarakat khususnya mahasiswa tentang bahaya kanker serviks. “Sebelumnya kami telah adakan seminar di Akademi Kebidanan (Akbid), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) dan masih banyak lagi,” ujar Kamil Hakiki, tim trainer GAKSI.

“Kanker serviks pembunuh nomor satu di dunia. Sedikitnya 8000 jiwa per tahunnya meninggal karena kanker ini.” “Sebenarnya kami menargetkan 200 orang. Tapi, banyaknya permintaan membuat peserta yang ikut seminar lebih dari 200 orang,” ucap Dedi Mukhlas, ketua pelaksana seminar.*8

KAMIS hingga Jumat (29-30/12), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) taja Law Mufal; festival musik akhir tahun. Law Mufal terbuka untuk umum. Selain itu juga dimeriahkan Jamaika Urban, Jumping Jumpers, Morning Madona, Rapper Elk Pekan, Dance Naughty Fresh dan Wantabe Dancer. Penyelenggaraan Law Mufal didukung Honda, Speedy, Flexy, Haluan Riau, dan Telkom Indonesia. Acara ini kompetisikan band terbaik, dancer, grafity dan photography. Keseluruhan Law Mufal diikuti 26 grup band, 17 dancer, 5 photografy, dan 4 grafity. Mereka dikenai biaya pendaftaran Rp 150 ribu untuk band, Rp 50 ribu dance dan photography, dan Rp 80 ribu untuk daftar grafity. Syahrial, Ketua BEM FH, “Ini untuk pengambangan bakat anak

foto: Herman BM

Law Mufal

Law Mufal Festival: Salah satu grup dari kategori kompetisi dance.

muda, juga perkenalkan FH ke masyarakat.” Law Mufal akan dibikin jadi program rutin BEM FH tiap tahunnya. “Ini baru dua kali diadakan, pertama tahun 2005, dan kita harap 2011 ini langkah yang baik,” kata Iyal, sapaan Syahrial.

Menurut Ardansyah, Ketua Panitia, Law Mufal ajang silaturahmi mahasiswa dan pelajar se Pekanbaru. “Hanya saja, masih ada pelajar sedang ujian,” kata Ardan. Law Mufal, kata Ardan, diurus sejak November 2011. *31

43 Tahun Himagara HIMPUNAN Mahasiswa Administrasi Negara (Himagara) FISIP UR rayakan ulang tahun ke-43 di Ruang Payung Sekaki Hotel Mona, Sabtu (24/12). Dimulai pukul 13.30 dengan kata sambutan oleh Ketua Himagara Khairul Amri. Acara dibuka Ketua Prodi Administrasi Negara (Ana) Drs. Zaili Rusli, M.Si. Workshop digelar dalam helat ultah tersebut. Bertema Efektivitas Kebijakan Otonomi Daerah dalam Pemberdayaan Masyarakat di Provinsi Riau, Zaili dan Isril didaulat sebagai

23

Majalah 2011

pembicara. Isril adalah dosen Ana FISIP UR. Zaili menilai masih banyak kebijakan pemerintah yang gagal dalam pelaksanaan di lapangan. Selain workshop, ada pula tampilkan teater bertema Perjuangan, Merah Putih oleh Administrasi Teatrical Community (Antic) sekaligus launching perdananya. Antic berada di bawah Dinas Bakat Seni dan Olahraga (Bakso) Himagara. Antic terdiri dari mahasiswa Ana angkatan ‘09, ‘10 dan ‘11. Melalui teater

BAHANA MAHASISWA

tersebut, Himagara hendak ingatkan kembali sejarah perjuangan para pahlawan di Yogyakarta 10 November 1945 silam. Masih sempena ultah, Himagara juga berikan plakat untuk Khairul Amri sebagai ketua hima demisioner. “Saya ingin Himagara semakin maju, mampu menyatukan heterogenitas mahasiswa, dan melahirkan kader yang kompeten di masa depan,” harap Khairul. Acara ditutup dengan pemotongan kue dan acara hiburan. dayat

PERCA & BERITA

Perayaan Natal UR UMAT Kristiani Universitas Riau merayakan Natal pada Rabu (21/12) di Hotel Furaya Pekanbaru. Lima puluhan panitia dan pengisi acara bersiap menyambut tamu sore itu. Menjelang pukul 19.00 satu per satu tamu berdatangan ke Grand Ballroom Hotel Furaya. Para tamu terdiri dari mahasiswa Universitas Riau. Gemerlap pohon natal menemani para tamu menjelang acara dimulai. Suara pembawa acara menggema dari depan panggung. Acara ibadah pun dimulai dengan nyayian rohani oleh para singer. Dilanjutkan prosesi dan saat teduh. Pendeta Yongki Karma menjadi pengkhotbah malam itu. Ia seorang staf pengajar dari

Sekolah Tinggi Teologia Universitas Kristen Indonesia Jakarta. Usai khotbah, acara dilanjutkan dengan penampilan drama oleh para mahasiswa Kristen se-UR. Selanjutnya ibadah varia (hiburan). Varia dimeriahkan penampilan vocal group dari paduan suara Serafim, vocal group dari kampus Politeknik Caltex Riau (PCR), serta penampilan penari Tortor Batak yang mengenakan ulos (kain khas suku Batak). Acara diakhiri dengan doa penutup. Pembantu Rektor II UR, Yanuar Hamzah turut hadir memberi kata sambutan dan ucapan selamat menyambut Natal 25 Desember. Ketua Umum Pelaksana acara ini, Gulat M.

E. Manurung, SP, MP, dalam kata sambutannya ucapkan selamat datang pada semua hadirin dan berterima kasih kepada panitia dan pengisi acara. “Kali ini kita angkat tema Carilah Dahulu Kerajaan Allah dan KebenaranNya,” ujar Gulat. Sub temanya, Melalui Perayaan Natal Ini Mari Kita Tingkatkan Sumber Daya Manusia dalam Menyongsong Universitas Riau Menuju Universitas Riset 2020. “Hujan ternyata tak mengurangi niat mahasiswa untuk datang. Saya sempat khwatir ibadah kurang maksimal, ternyata tidak,” kata Amzal Rido Manurung, Ketua Pelaksana. Sekitar 2 ribu orang memadati Ballroom Hotel Furaya. *33

Hilang Barang dan Kebobolan Oleh

BEBERAPA mahasiswa FISIP kehilangan barang berharga November ini. Latifa Karomah (Ilmu Komunikasi ’10) kehilangan 1 unit HP Blackberry, Wulandari HP Nokia, Wiriyanto Azwir (Ilmu Pemerintahan ’10) 1 unit Notebook, dan Fauzi (Hubungan Internasional ’10) 1 unit motor merk Jupiter. Latifa dan Wulan kehilangan HP setelah selesai latihan persiapan acara ulang tahun Komunitas Pecinta Teater (Koper) Sabtu (19/11). Saat itu Latifa dan Wulan istirahat di Pendopo sambil cas HP mereka. Lantas HP mereka tinggalkan sejenak. HP-nya dimasukkan ke dalam tas. Saat kembali ke Pendopo, HP mereka sudah tak ada lagi. Setelah dilaporkan ke satpam yang sedang berpatroli, kedua HP itu tetap tidak bisa ditemukan. Berbeda dengan Wiriyanto Azwir, ia kehilangan notebook. Karena dipanggil senior, ia keluar kelas meninggalkan tasnya. Setelah perkuliahan selesai, dosen menghubungi rekan Riyan untuk mengambil tas tersebut. Tas itu dibawa satpam ke posnya. Riyan menuju pos untuk mengambil tas. Tapi saat ia memeriksa barang-

Hasna Lathifah Khusaini

barang yang ada di tasnya, ternyata notebook sudah tidak ada lagi. Bukan hanya HP dan notebook, motor Jupiter milik Fauzi juga hilang di FISIP. Saat Almadani sedang adakan acara Rihlah, keadaan parkiran memang sepi. Karena hanya mahasiswa S2 yang kuliah. Selesai Rihlah Fauzi menuju parkiran dan melihat motornya sudah tidak ada lagi. Fauzi lapor ke satpam, tetapi satpam menuduh Fauzi sudah bekerjasama dengan teman-temannya untuk menghilangkan motor tersebut. Sampai saat ini barang-barang yang hilang itu belum jelas penyelesaiannya. Selain kehilangan barang berharga di FSIP, ada pula berita kebobolan di FKIP. Saat itu (6/11) malam takbiran. Esoknya hari Idul Adha, salah satu hari besar umat Muslim. Malam itu pula BEM FKIP, Himpunan Mahasiswa Matematika (Himapentika) dan ruang dosen Kimia FKIP dibobol maling. Monitor, printer Laser Jet HP milik BEM FKIP, komputer, wireless dan printer Cannon milik Himapentika ludes diambil maling. Ketua BEM FKIP, Toni Era

Wijaya saat malam sebelum kejadian berada di sekretariat BEM bersama beberapa rekannya. Mereka memang berencana kumpul di Sekre untuk melaksanakan takbiran bersama. Pukul 10 malam, Toni dan kawankawan keluar untuk membeli gorengan dan makanan lainnya. Mereka kembali pukul 12 malam dan terkejut melihat gembok trali besi sudah dirusak. Ia memeriksa barang-barang di sekre ternyata monitor dan printer sudah hilang. Mereka langsung melaporkan ke satpam yang berada di pos depan Mesjid Arfaunnas. Toni merasa bahwa mungkin ada ruang lain yang dibobol, maka ia berkeliling FKIP. Ternyata benar, ruang dosen Kimia dan Himapentika juga dibobol. Kejadian ini langsung dilaporkan ke polisi. Pagi harinya polisi mengadakan penyelidikan, tetapi hasil penyelidikan tidak membantu untuk menemukan pelaku. Hal ini sudah diketahui dosen dan PD II FKIP UR. Usulan untuk menambah jumlah personil keamanan sudah disampaikan tetapi realisasinya pun belum terlihat.#

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

24

Study Tour Ke Dumai

foto: Aang BM

MAHASISWA Jurusan Ilmu Ekonomi FE angkatan 2009 kunjungan ke PT Nagamas, Selasa (8/11). Sebanyak 32 peserta ikut ke kawasan industri di Dumai ini. Study tour merupakan salah satu program mata kuliah Analisis Kebijakan Industri yang diampu Drs. Zulkarnini, SU.

PT Nagamas memproduksi tiga jenis produk, Crude Palm Oil (CPO), Minyak Goreng dan Industri Ikutan—olahan air laut yang bisa diminum—dengan tenaga kerja 6 orang. “Mereka hanya duduk di depan komputer untuk mengoperasikan. Lebih banyak teknologi yang bekerja,”

ujar Tomi Saputra, panitia pelaksana. Rina Prihartini, peserta study tour ceritakan manfaat study tour ini. “Saya jadi tahu ekspor di Dumai cukup besar. Jadi tak hanya tahu minyak goreng sebatas di rumah atau dipasar saja. Bisa lihat langsung proses produksinya,” kata Rina. herman

Studium General di BI

Aliansi Parlemen Jalanan: Mereka terdiri dari berbagai Ormas, Organisasi Mahasiswa. Dalam orasinya ada 10 kejahatan Rusli Zainal, Gubri. Mulai soal kasus korupsi sampai gagal mencegah konflik agraria.

Studi Banding FH UR ke USU AWAL Desember lalu, BEM FH taja studi banding ke Universitas Sumatera Utara (USU). Ini studi banding pertama bagi FH UR. Kegiatan diikuti 48 mahasiswa hukum dan 2 dosen pembimbing. Bertema FH UR Goes to USU, tujuan kegiatan ini untuk membandingkan FH UR yang berdiri tahun 2001 dengan FH USU tahun 1954. “Studi banding hanya ditujukan bagi mahasiswa yang mau ikut,” ujar Adil, ketua pelaksana. Rombongan tiba di USU Jumat (2/12), pukul 18.00. Acara se-

25

Majalah 2011

harusnya mulai pukul 10.00, tertunda karena rombongan terjebak macet di Duri. Penyampaian kata sambutan dari kedua Ketua BEM FH UR dan USU jadi pembuka acara. “FH USU punya gedung peradilan semu, gedung serbaguna dan infrastrukturnya baik,” kata Andi Susilawan, peserta dari UR, “Tapi dari sistem kemahasiswaan UR lebih spesifik dalam pembagian kerja.” “Mereka punya 100 dosen dan 30 profesor, dan sebagian besar dosennya alumni FH USU,” tutup Adil. *1

BAHANA MAHASISWA

AULA Bank Indonesia dijadikan tempat oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Ekonomi (IE) Fakultas Ekonomi UR untuk acara Studium General. Acara bertema Perekonomian Indonesia dan Tantangan Gobal Terkini diadakan Selasa (15/11). Hadir Abdul Majid, peneliti Ekonomi Madya sebagai pemateri. Acara dimulai pukul 09.00. Hari Utomo, Pemimpin BI Pekanbaru jelaskan tentang BI berencana bikin bekerjasama dengan UR. Kerjasama untuk mata kuliah kebanksentralan, pelatihan staf pengajar dan bantuan dana penyusunan skripsi terkait kebanksentralan. “Dari segi kebijakan moneter, BI Pekanbaru hanya melakukan kebijakan di level nasional, membantu pelaksanaan BI pusat serta mengawasi bank-bank,” ujar Hari Utomo. Majid katakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2011 masih cukup kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun pengaruh gejolak ekonomi global akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi tahun 2012 yang diperkirakan akan berada pada kisaran 6,3 – 6,7 persen. “Studium General dilakukan untuk memberitahu mahasiswa mengenai kebijakan BI terhadap perekonomian Indonesia. Budiman, Ketua HMJ Ilmu Ekonomi berharap acara serupa diadakan tiga bulan sekali. “Jadi tiap triwulan kita tahu perkembangan ekonomi,” tutup Budiman. herman

PERCA & BERITA

foto: Rubi BM

Sempat Gaduh, Zulfikar dan Khairunnisa Disahkan

Sidang Paripurna Faperika: Sidang sempat gaduh, ulah adu pendapat soal pengesahan Ketua dan Wakil Ketua BEM Faperika.

Rubianto BERTEPATAN hari Pahlawan 10 November, Badan Legislatif Ma-hasiswa (BLM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (Faperika) UR taja paripurna di ruang Patin 4 Faperika Hadir perwakilan hima dari jurusan Budidaya Perairan (BDP), Teknologi Hasil Perikanan (THP), Sosial Ekonomi Perikanan (SEP), Pemanfaatan Sumberdaya Perairan (PSP), Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Ilmu Kelautan (IK). Unit Kegiatan Mahasiswa Islam PKRI, Mapala Phylomina, dan kesenian Dolphin turut hadir sebagai peserta. Oleh

DENDI Tri Affiandi, Ketua BLM Faperika—pengganti Andit—pimpin sidang sementara. Dendi dibantu oleh Rina Noviastuti dan Ria Hartika sebagai pimpinan sidang sementara 2 dan 3. Agenda awal pengesahan tata tertib. Dendi bacakan poin per poin. Perdebatan mulai terjadi saat pembacaan tata tertib poin empat tentang fungsi dan wewenang. Spesifiknya pada huruf G: mengesahkan gubernur dan wakil gubernur. Beberapa peserta tak setuju. “Pemenangnya belum jelas tapi sudah paripurna,” kata Saparudi, salah seorang peserta sidang. BLM lantas beri penjelasan. “Sidang paripurna kita laksanakan setelah dapat SK dari dekanat,” kata Dendi. “Saya diberi mandat dari Ketua BLM sebelumnya untuk selesaikan paripurna

ini,” sambung Dendi. Kemudian PKRI, Hima SEP, dan Hima THP protes lagi. Mereka nyatakan keberatan karena adanya dugaan intervensi kandidat nomor 2—Zulfikar dan Khairunissa—ke dekanat untuk memenangkan Pemira. Hima IK, Hima MSP, dan Phylomina tak sepakat dengan dugaan itu. Situasi mulai panas. Masing-masing pihak saling adu argumen. Lama-lama mereka saling dorong. Situasi gaduh. Syaifuddin, Pembantu Dekan III Faperika masuk ke dalam ruang sidang. Ricuh pun terkendali. SYAIFUDDIN nyatakan kekecewaannya melihat mahasiswa tak bisa jalankan pemira dengan kepala dingin. Begitu keadaan terkendali, Syaifuddin minta sidang dilanjutkan kembali. Roba’i Ketua Hima SEP bertanya ke Syaifuddin. Pertanyaan terkait desasdesus pertemuan antara Zulfikar, calon ketua BEM nomor 2 dengan pihak dekanat. “Yang diundang pada pertemuan itu Andit, Zulfikar, dan Febri Mayoka,” sebut Roba’i. Ia mempertanyakan status Zulfikar diundang pada pertemuan itu. “Mengapa kandidat nomor 1 tidak diundang juga, bila pertemuan bertujuan untuk menyelesaikan masalah pemira?” Zulfikar jawab bahwa kehadirannya pada pertemuan dekanat atas permintaan Syaifuddin, PD III Faperika untuk selesaikan masalah paripurna. Ia gantikan Febri Mayoka, Ketua BEM Faperika, yang sudah wisuda Oktober lalu. “Silahkan tanya sendiri pada Pak Syaifuddin,” kata Zulfikar. Perdiman, calon Ketua BEM nomor 1 bertanya lagi kepada Syaifuddin. “Mengapa pasangan nomor 2 yang dimenangkan di Pemira? Sementara rekapitulasi suara belum ada?” Syaifuddin yang masih ada di dalam ruang sidang coba menengahi. Ia cerita memang pernah panggil Hima dan UKM. Namun karena libur

semester, yang hadir saat itu hanya Hima BDP, MSP, dan THP “Mau dilanjutkan atau tidak terserah pada sidang ini. Pada prinsipnya dekanat tidak berpihak pada calon manapun.” Satu yang ditekankan Syaifuddin, jangan sampai ada kekerasan pada sidang paripurna. AKHIRNYA Poin 4 huruf G tentang pengesahan gubernur dan wakil gubernur disepakati oleh mayoritas peserta sidang. Lalu, pimpinan sidang tetap di pegang Kurniawan, Nofri Sandria, dan Slamet. Saat mau mengesahkan Ketua dan Wakil Ketua BEM Faperika--Zulfikar dan Khairunnisa--kembali ada perdebatan. “Kenapa BEM yang mengesahkan SK dari PPRF?” tambahnya. Iman Nurzaman, pejabat sementara ketua panitia pemilihan raya fakultas (PPRF) menjelaskan perkara ini. Diceritakannya saat tim PPRF memanggil kedua calon terkait beberapa kejanggalan perihal syarat pemira calon nomor 1—Perdiman dan Fakhrial Ananda. “Kami sudah beri surat peringatan pada calon nomor 1, bila tak datang harus menanggung segala konsekuensinya,” jelas Iman. Faktanya, calon nomor 1 tidak datang pada pertemuan tersebut. “Dan karena kandidat nomor 1 terbukti bersalah maka kami putuskan mendiskualifikasi mereka,” lanjut Iman. ZULFIKAR dan Khairunissa disahkan sebagai gubernur dan wakil gubernur Faperika UR. Hima THP, SEP dan UKM PKRI yang tak sepakat memilih walk out dari sidang. “Tidak ada surat pengesahan dari BLM,” ujar Roba’i, Ketua Hima SEP menyatakan alasannya walk out dari persidangan. Marwan, Ketua UKM PKRI dan Saparudi, Ketua Hima THP menyatakan hal serupa. “Yang jelas pemira dan paripurna ini tidak adil,” kata Marwan. Andit, mantan Ketua BLM Faperika, “Saya tak ada keluarkan SK apakah calon nomor 1 atau nomor 2 yang menang. Itu PPRF yang buat,” jelas Andit. Sidang paripurna juga memilih Haris Daulay sebagai ketua BLM Faperika UR. #

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

26

foto: Ifa BM

Talkshow BEM UR: Pembicara dalam Talkshow BEM UR bertajuk Indonesia Dalam Jerat Kapitalisme dan Neoliberalisme

BEM UR Peringati HIV/AIDS BEM UR adakan aksi peringatan hari HIV/AIDS sedunia, Kamis (1/12). Peserta kumpul pukul 08.30 di depan fakultas masing-masing. Aksi berlangsung di kantor Gubernur dan bundaran Walikota. BEM UR punya dua program peringati hari AIDS sedunia: aksi kampanye bahaya dan pencegahan HIV/AIDS 1 Desember dan seminarnya 3 Desember di Yudisium Fakultas Ekonomi UR. Aksi bertujuan agar masyarakat lebih paham tentang penyakit menular tersebut. Ada pembagian pita merah dan stiker saat aksi. “Masyarakat biasanya cenderung takut, alergi bahkan jijik terhadap penderita penyakit AIDS. Kegiatan ini dibuat agar masyarakat jauhi penyakitnya, bukan orangnya,” ujar Surianto, Menteri Luar Universitas BEM UR. Acara seminar 3 Desember dihadiri Drs. H.R Mambang, MIT, Dr. Didi Burhanudin Agung dan Dr. Sri wahyuni M. Kep. “Akar masalahnya ketidaktahuan,” lanjut Surianto. “Rokok, Napza, penggunaan jarum suntik secara bergantian dan free sex merupakan penyebab HIV/AIDS di Riau. BEM sebagai elemen masyarakat berperan untuk mengingatkan,” tegasnya. Harian Republika mencatat, 573 kasus HIV/AIDS di Riau, 49 penderitanya adalah generasi muda yang berumur 15 hingga 24 tahun. *23

27

Majalah 2011

PKM FISIP BHINEKA tunggal IKA dalam Keakraban jadi tema acara Pekan Keakraban Mahasiswa (PKM) di lingkungan FISIP pada Sabtu-Minggu (19-20/11). Acara ini bertujuan meningkatkan keakraban untuk seluruh mahasiswa, khususnya angkatan 2011. Pembukaan Pekan Keakraban diawali dengan kegiatan hiking. Kegiatan bekerja sama dengan Mapala Sakai FISIP. Kemudian dilanjutkan dengan berbagai lomba. Ada lomba debat, akustik, mimbar bebas serta pertandingan olah raga tenis meja, voli dan tarik tambang.

Esoknya, kegiatan diawali senam pagi, lalu pembekalan materi simulasi aksi. Usai makan siang, pertandingan kembali dilanjutkan. Selain pertandingan hari sebelumnya, ditambah dengan pertandingan mini soccer, basket, dan graviti secara serentak. Acara ditutup dengan lomba panjat pinang dan pengumuman pemenang lomba. “Acara ini memberikan wadah bagi mahasiswa baru untuk menyalurkan minat, bakat dan kreatifitasnya,” ujar Idham, ketua pelaksana PKM. *5

IMS Kunjungi Fajar Harapan SABTU, (17/12) Kepala Bidang Sosial Ikatan Mahasiswa Sosiologi (Kabid Sos IMS) FISIP UR beserta anggota kunjungi panti asuhan bayi dan balita Fajar Harapan, Jalan Mustafa Yatim nomor 12. Kunjungan ini merupakan program kerja IMS tiap tahun. Sebelumnya mereka lakukan kunjungan ke panti jompo. “Sesuai dengan jurusan kami, sebagai mahasiswa sosiologi harus peduli terhadap masyarakat,” ujar Panca, Kabid Sos IMS. Melihat kondisi bayi dan balita serta berbincang-bincang dengan ibu asuh jadi kegiatan selama kunjungan yang berlangsung selama 2 jam. “Kami merasa senang ada mahasiswa yang berkunjung ke panti ini. Sebelumnya mahasiswa UR dari

BAHANA MAHASISWA

Fakultas Ekonomi juga berkunjung ke panti ini. Biasanya, mahasiswamahasiswa yang berkunjung mereka membawa uang untuk bayi dan balita di panti ini,” jelas Yessi, Ibu Asuh. Selesai bincang-bincang dengan Ibu Asuh, Kabid Sos beserta anggota meninggalkan Panti Asuhan. “Kunjungan ini untuk mensurvei keadaan Panti Asuhan. Apa yang kurang di Panti Asuhan ini, Insya Allah akan kami lengkapi pada kunjungan 7 Januari mendatang. Jadi, kami tidak memberikan uang kepada panti tersebut seperti yang dilakukan mahasiswa dari jurusan lain. Pemberian kami be-rupa barang yang merupakan ke-kurangan panti tersebut,” tutup Panca. *27

PERCA & BERITA memilih ketua Himagrotek tetap. Selain Himagrotek, pada saat yang sama diadakan pula Mubes hima Kehutanan dan Agribisnis. Sehingga saat pembukaan oleh Dekan Faperta Usman Pato, acara dirangkai jadi satu. Selain Usman Pato, acara pembukaan juga dihadiri para pembantu dekan serta beberapa kelembagaan di Faperta. BEM dan BLM Faperta tak hadir. Usai sholat dan makan siang, Mubes dilanjutkan di ruang terpisah. Hima Kehutanan di Ruang Kakao, Hima Agribisnis di ruang seminar Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (SEP), dan Himagrotek di Aula Dekanat Faperta. Selang beberapa menit setelah Mubes Himagrotek dimulai, Ferry Fadli (Komting Agronomi angkatan KEBINGUNGAN HARDIAN 2006), Abdul Ghafur (Ketua BLM dan Yosi berawal dari April 2010 lalu. Faperta) dan beberapa temannya Sekitar pukul 10.00 hari ke-12 di bulan datang. Mereka tak setuju dengan April itu Ahmad Rifai, Pembantu pelaksanaan Mubes hari itu. “ReDekan (PD) III Faperta taja Coffee komendasinya tidak sah,” protes Ferry. Morning. Selain bahas peleburan tiga Terjadi adu argumen di Mubes himpunan mahasiswa (hima), pada tersebut. Kasrul Akbar Dahlan, ketua coffee morning juga diagendakan panitia Mubes, tetap bersikeras Mubes pembahasan soal pustaka dan sekreakan dilanjutkan. “Kalau tidak sepakat tariat lembaga. dengan Mubes ini, silahkan keluar dan Rencana peleburan tiga hima— bentuk hima baru,” ujar Akbar. Himpunan Mahasiswa Agronomi Akhirnya, Ferry, Ghafur, dan temantemannya keluar dari ruangan. “Saya katakan Mubes ini tidak sah. Kami akan bentuk Mubes baru,” ujar Ferry Kemelut kelembagaan di jurusan sembari keluar ruangan. Agroteknologi belum juga usai. Mubes tetap dilanjutkan. Kasrul Akbar Dahlan terpilih sebagai Ketua Oleh Herman Himagrotek pada Mubes tersebut. Agri Septiadi, Ketua BLM Faperta periode ini jelaskan alasan ketidak sepakatannya terhadap Mubes itu. “Mubes hanya diikuti ketua Himagron dan perwakilan angkatan pun hanya komting tertentu,” ujarnya. Soal perwakilan angkatan, Faisal Fajri, ketua Himagrotek sementara, beri penjelasan. Komting Himagrotek per angkatan, dari 2006 hingga 2010 memang seharusnya dipilih lagi sebelum Mubes. “Tapi sampai Mubes berlangsung, yang terpilih baru Komting angkatan 2010 dan 2009. Angkatan lain tak sempat lagi,” kata Faisal. Alasannya, waktu sudah mepet. Namun perwakilan semua angSEKRE Himagrotek Faperta UR katan—2006 hingga 2010—ada dalam bersambung... 28 BAHANA MAHASISWA Majalah 2011 HARDIAN INDRAGUNA, mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Riau bingung. “Pertama masuk kuliah memang membingungkan lihat dua hima di Agroteknologi,” kata mahasiswa semester satu ini. Saat pengenalan kelembagaan mahasiswa pada Pengenalan Kegiatan Akademis (PKA) di Faperta, Hardian hanya kenal Himagrotek. “Setelah kuliah baru tahu ternyata ada ASC juga.” Yosi Ana Sri Wulandari, teman seangkatan Hardian juga mengeluhkan hal senada. “Jangan biarkan kami bingung,” katanya. Untuk itu, Yosi minta pimpinan Himagrotek dan ASC bisa kurangi ego masing-masing.

(Himagron), Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah (S3C), Himpunan Mahasiswa Hama dan Penyakit Tanaman (Himalintan)—disebabkan meleburnya tiga program studi jadi satu. Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Nomor 163 tahun 2007 tentang Penataan dan Kodifikasi Program Studi pada Perguruan Tinggi, Prodi Agronomi, Ilmu Tanah, dan Hama Penyakit Tanaman di perguruan tinggi seluruh Indonesia, dilebur menjadi Prodi Agroteknologi. Melalui mediasi yang diadakan dekanat Faperta dan dihadiri oleh dekan, para pembantu dekan, ketua jurusan Agrobisnis, Kehutanan, Agroteknologi, BEM dan BLM Faperta, perwakilan Himalintan, Himagron, dan S3C, terpilih Faisal Fajri sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Himagrotek) sementara. Proses pemilihan itu berlangsung 17 Mei 2010. Faisal diminta buat kegiatan di Himagrotek menjelang musyawarah besar (Mubes) untuk pemilihan ketua Himagrotek tetap. Ia diberi waktu hingga akhir Desember 2010. Sesuai perjanjian, pada 30 Desember 2010 diadakan Mubes untuk

foto: Anju BM

Dua Hima Satu Jurusan

Mubes tersebut. “Sudah lupa siapa saja orangnya,” kata Faisal. KETUA HIMALINTAN dan S3C yang tak hadir saat Mubes Himagrotek pada 30 Desember 2010, adakan Mubes juga pada Januari 2011. Mubes menyepakati penggabungan Himagron, Himalintan, dan S3C tersebut menjadi Agrotechnology Student Community (ASC). Zakaria terpilih sebagai ketuanya. ASC pun disahkan pada sidang parpurna Faperta 12-13 Maret 2011. Ferry Fadli dihubungi via email menyatakan tak tahu persis detail pembentukan ASC. “Yang lebih tahu itu Zakaria,” ujarnya. Hingga kini Bahana belum berhasil jumpai Zakaria. Berkali-kali dihubungi, panggilan sering tak dijawab. Saat diangkat, ia beralasan sibuk kuliah dan ada kegiatan di luar. Ditunggu di sekre ASC dan Mushola Faperta, juga tak jumpa dengan Zakaria. “Saya juga kurang mengerti pembentukan ASC. Saya hanya tahu yang dapat SK Dekan cuma Himagrotek,” ujar Aditya Wahyudi, sekre-

taris ASC. Bahana minta tolong Aditya tun-jukkan kos Zakaria untuk dapatkan cerita pembentukan ASC. “Hubungi aja langsung Bang Zakaria, tanya dimana kosnya,” kata Aditya. Armaini, Ketua Jurusan Agroteknologi nyatakan tak bisa sahkan dua hima dalam satu jurusan. Menurutnya, Mubes Himagrotek pemilihan Akbar sebagai ketua sudah sesuai mekanisme yang berlaku. Dekan Faperta pun sudah keluarkan SK-nya. Namun ia juga tak bisa melarang mahasiswa berkegiatan. “Kalau kegiatan positif, harus kita dukung,” ujarnya. Konsekuensinya, ASC tak bisa ajukan dana ke fakultas. “Kalau mau dapat dana dari fakultas, ASC harus di bawah Himagrotek,” terang Armaini. “ASC diakui di kelembagaan UR karena sudah diakui di sidang paripurna fakultas,” jelas Muhammad Rokhim, Ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) UR. Ia bilang, status ASC bisa saja diakui di fakultas, tergantung komunikasi dengan pihak dekanat. “BLM UR tak punya kewenangan apa-apa dalam hal ini. Itu kewenangan BLM

fakultas untuk menyelesaikannya.” BULAN JANUARI 2011, tak lama setelah ASC dibentuk dan Zakaria terpilih sebagai ketuanya, diadakan pertemuan untuk menyelesaikan persoalan dua hima dalam satu jurusan ini. Faisal Fajri, mantan ketua Himagron, Tuhumena, mantan Ketua S3C, dan Mario, mantan Ketua Himalintan dimintai pendapatnya mengenai persoalan ini. Mereka bertiga sepakat menyerahkan masalah ini ke Akbar dan Zakaria, ketua Himagrotek dan ASC yang terpilih. Lantas diadakan pertemuan tertutup antara Zakaria, Akbar, dan Armaini, Ketua Jurusan Agroteknologi. Menurut Akbar, Zakaria sebagai ketua ASC saat itu minta pemilihan ulang untuk ketua Himagrotek yang baru melalui pemira. Namun pemira belum juga terlaksana. Alhasil hing ga kini Jurusan Agroteknologi masih punya dua hima: Himagrotek dan ASC. Himagrotek dengan ketua Kasrul Akbar Dahlan dan ASC dengan ketua Zakaria.#

foto: Aang BM

Futsal Aquacultur

Sidang Korupsi: Yohanas Oemar, Mantan PR II UR saat jalani sidang perdananya di PN Pekanbaru, 15 Desember 2011. Dari keterangan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yohanas dinilai melanggar pasal 9 ayat 3 huruf j junto pasal 1 butir 21 Perpres RI nomor 8 tahun 2006, tentang pedoman pelaksanaan penganggaran barang dan jasa pemerintahan. Kasus ini bermula tahun 2007. Saat itu UR dapat alokasi dana untuk 12 proyek; pembangunan pagar kampus,perbaikan jalan lingkungan kampus, bengkel, gedung Fisipol, gedung Teknik, gedung FKIP, gedung Rektorat, penghijauan taman pelindung dan perbaikan rumah dinas. Dalam dakwaan JPU, Yohanas perintahkan bawahannya pungut fee dari nilai kontrak 12,5 persen. Total, masih dalam dakwaan JPU, Yohanas terima dana capai Rp 200 juta.

29

Majalah 2011

BAHANA MAHASISWA

SENIN (21/11), pukul 15.00 lapangan futsal Faperika jadi tempat pelaksanaan pembukaan Aquacultur Cup 2011. Kegiatan perdana ini ditaja Himpunan Mahasiswa Aquacutur (Himaqua) dengan peserta sebanyak 32 tim se-UR. Turut hadir Ketua Jurusan Budidaya Perairan, Ir Mulyadi M.Phill. Acara dibuka PD III Faperika, Syaifuddin, M.Si. Tema kegiatan, Dengan Olahraga Mari Kita Tingkatkan Sportifitas dan Kebersamaan. Rubianto, Ketua Pelaksana berharap melalui kegiatan ini mahasiswa se-Faperika lebih akrab dan rasa kekeluargaannya lebih dekat. Pertandingan diadakan sekitar 2 minggu lebih. Juara I dari lomba ini Lolygo FC (BOM IKA), Jago-Jago FC (BOM IKA) juara II, dan juara III Casper FC (UKM Olahraga). *33

PERCA & BERITA

Parade Olimpiade FKIP Nurul Fitria

BEBERAPA Program Studi (Prodi) di FKIP UR adakan olimpiade. Olimpiade PPKn tanggal 6-10 Oktober dan Olimpiade Sains Biologi 9 (OSB 9) 1722 Oktober. Menyusul Olimpiade Fisika 7 (OF 7), 12-16 November. Olimpiade Sejarah 1 (OaSe 1), 21-24 November dan Olimpiade Kimia 9 (OK 9), 28 November – 3 Desember pada tahun 2011 ini. Untuk tahun 2012 Olim-piade Ekonomi 1 pada 24-28 Januari dan Olimpiade Matematika 12 (OM 12), 30 Januari- 4 Februari. Seluruh kegiatan olimpiade bertempat di lingkungan kampus FKIP UR. Tiap olimpiade yang dilaksanakan memiliki kegiatan yang berbeda. Olimpiade PPKn yang diadakan seRiau-Kepri kegiatannya lomba debat PPKn untuk SMA, Cerdas Cermat (CC) untuk SMP dan lomba meng-gambar burung garuda, menulis dan mendeklamasikan naskah teks proklamasi serta mendeklamasikan pembacaan pembukaan UUD 1945 untuk SD. Sedangkan kegiatan OSB diantaranya,Uji Kemampuan Tertulis (UKT), Uji Kompetensi Laboratorium (UKL) dan Cepat Tepat (CT) untuk SMP dan SMA. Juga ada Bio EXPO School Competition dan Simposium Regional. OaSe yang dilaksanakan untuk tingkat SMA sederajat adakan lomba Cerdas Cermat, Tes Tertulis dan Menulis Esai. Untuk OF yang ke 7 sedikit berbeda dibanding tahun lalu. Mereka membagi tiga bidang untuk Tes Tertulis tingkat SMA yaitu, fisika mekanika, astronomi dan geosains. Selain itu juga ada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Kuis Sains Fisika (KSF), Tes Teori. OK 9 juga mengadakan perubahan kegiatan dari tahun sebelumnya. Selain Lomba Cerdas Cermat, Uji Kemampuan Tertulis, LKTI, bazar buku dan Asah Kemampuan Kimia, ada juga kegi-atan Training Motivasi. “Training ini tujuannya untuk memotivasi siswa agar dapat belajar dengan lebih baik lagi,” ujar Fadli, Ketua Pelaksana OK 9.

foto: Yaya BM

Oleh

Serius: Para peserta Olimpiade Sejarah serius ikuti pengarahan.

Kegiatan Olimpiade Ekonomi perdana terdiri dari lomba Tes Tertulis (TT), Cerdas Cermat (CC), Debat Ekonomi dan Mading 2. Tema debat tentang masalah ekonomi dan kebijakan yang banyak diperbincangkan sepanjang tahun 2010-2011. Sedangkan OM 12 adakan lomba Math Individual Competition (MIC), Complex Math Competition (CMC), Deklamasi dan Musikalisasi Puisi serta Mading 3 Dimensi. Kegiatan olimpiade merupakan realisasi program kerja Himpunan Mahasiswa (Hima) masing-masing Prodi. Berbeda dengan OF, OK, OSB dan OM yang telah lama melaksanakan olimpiade, PPKn, Sejarah dan Ekonomi baru pertama kali mengadakan kegiatan ini. “Ada juga yang mencemeeh karena dibilang ikut-ikutan. Padahal kegiatan ini sudah dari 15 periode kepengurusan dahulu direncanakan, tapi baru terlaksana sekarang,” ujar Zulfa Hendry, Ketua Pelaksana OaSe 1. Yonestio Faqi, Ketua Pelaksana Olimpiade Ekonomi mengatakan memang olimpiade ini baru pertama dilaksanakan. Tapi, sebelumnya Prodi Pendidikan Ekonomi sudah melaksanakan Uji Kompetensi Ekonomi tiga kali sebagai syarat untuk melaksanakan olimpiade. Ketua Pelaksana OSB, Fadli, mengatakan ia sangat mendukung olimpiade yang dilaksanakan Prodi di FKIP. Senada dengan Fadli, Sudarmono, Ketua Pelaksana OM 12 juga mendukung kegiatan ini.

Jumlah peserta dari kegiatan olimpiade ini beragam. Untuk Olimpiade PPKn, peserta yang me-ngikuti lomba tingkat SMA 30 tim, dengan satu tim terdiri dari 3 orang. SMP 15 tim dan 9 orang peserta untuk SD dengan 3 orang peserta di setiap cabang perlombaan. Peserta OF sempat membuat panitia ragu. Dua minggu sebelum acara barulah banyak peserta mendaftar. “Sampai harus kita batasi karena terlalu banyak peserta, padahal udah sebulan pendaftaran dibuka,” ujar Berry, Ketua Pelaksana OF. Jumlah peserta untuk TT tingkat SD 193 orang, SMP 205 orang, 220 orang untuk tingkat SMA bidang Fisika Mekanika, 60 orang bidang Astronomi dan 40 orang bidang Geo Sains. Cabang KSF tingkat SD diikuti 40 tim, masingmasing tim 3 orang, SMP 50 tim dan SMA 50 tim. Peserta Mading 3D 25 tim dan LKTI tingkat SMA 7 tim, 1 tim 2 orang dan tingkat SMP 1 tim. Sedangkan peserta Ranking 1, 100 orang yang tergabung dari tingkat SMP dan SMA. Training Motivasi OK diikuti 200 orang peserta, guru dan murid. CC 53 tim, UKT 439 orang, Atraksi Kimia 15 tim, LKTI 25 tim dan Asah Kemampuan Kimia 16 tim. Untuk Olimpiade Ekonomi dan OM 12 yang baru dilaksanakan tahun 2012 berharap agar peserta yang mengikuti kegiatan ini juga banyak. “Tahun lalu peserta yang ikut 1600 orang, mudahmudahan tahun ini bisa meningkat,” ujar Sudarmono.#

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

30

Tekad, BEM UR, Himagrotek bikin Diklat Jurnalistik AWAL Desember ini tiga lembaga adakan pelatihan jurnalistik tingkat dasar. Sabtu (3/12), pers kampus Tekad taja Diklat Jurnalistik Tingkat Dasar (DJTD) di Auditorium Drs. Sutan Balia FISIP. Acara berlangsung 2 hari. Panitia angkat tema Kenali Fakta, Terampil Menulis Berita. Berbeda dengan diklat sebelumnya yang hanya untuk mahasiswa Ilmu Komunikasi (IK) dan kru magang Tekad, kali ini peserta mencakup mahasiswa se-UR. “Kita ingin mengajak para mahasiswa untuk mengenali fakta yang berawal dari kampus ini serta bisa menulisnya,” jelas Novia Faradila, ketua pelaksana. Acara hari pertama dibuka oleh Evawani Elysa Lubis, S. Sos, M. Si, Sekretaris jurusan IK. Dilanjutkan doa dan latihan menulis. Di waktu senggang kegiatan diisi games. Untuk materi pertama, teknik wawancara oleh Voki A. Sinaga dari Riau Pos. Voki ajak peserta bahas teknik wawancara untuk peresmian Jembatan Siak III di Pekanbaru. Materi kedua, teknik penulisan berita oleh Taufik Hidayat dari Koran Riau. Taufik tekankan tentang 5W+1H dan sarankan peserta belajar Jurnalisme Investigasi. Terakhir foto jurnalistik oleh Taufik dari Pekanbaru MX. Ia beri penjelasan perbedaan foto jurnalistik dan dokumentasi serta teknik pengambilan foto jurnalistik. Hari kedua, diagendakan kunjungan media ke Haluan Riau, tapi tak

jadi. Panitia juga adakan penghargaan Tekad. Kategorinya penulis straight news, feature, kru terloyal dan peserta diklat terbaik. Peraih Tekad Award Marlia kategori penulis straight news. “Saya harap dengan hadiah yang saya dapatkan ini bisa jadikan saya berkarya lebih baik di Tekad,” ujar Novita Sri Gamala, peraih peserta diklat terbaik. Usai Tekad, giliran BEM UR taja pelatihan jurnalistik, Minggu (4/12) di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UR. Acara dimulai pukul 09.30. “Pelatihan ini salah satu agenda BEM serta Tim Kreatif. Peserta ditargetkan 100 orang, 70 persen dari kelembagaan dan 30 persen dari nonkelembagaan,” ujar Wed, Menteri Komunikasi dan Informasi BEM UR. Setelah break dilanjutkan materi pertama dari Chaidir dengan topik Spirit Menulis. “Verba valant, Scripta manent; ucapan akan terbang, tulisan akan dikenang. Jika seorang penulis meninggal dunia, maka karyanya akan tetap dikenang,” kata Chaidir. Pukul 13.00 materi kedua, teknik wawancara, disampaikan Firman Agus. Ia berikan beberapa trik wawancara. “Kata ‘seandainya’ salah satu trik memancing narasumber untuk bercerita,” ujarnya. Pukul 14.57 dilanjutkan materi ketiga dari Candra Dani Fachrizal, S.IP tentang teknik penulisan berita. Manager Redaksi Tribun Pekanbaru ini membahas tentang kelayakan berita,

Iron Games KAMIS, (1/12) Iron Games ketiga ditaja mahasiswa Hubungan Internasional FISIP UR. Tiga cabang olahraga yang diperlombakan: sepakbola se-FISIP di lapangan Faperta, voli dan basket se-UR masing-masing di lapangan voli Rektorat dan lapangan basket FISIP. Peserta yang mendaftar melebihi batas 16 tim setiap cabang, sehingga

31

Majalah 2011

ada peserta yang tidak diterima lagi pendaftarannya. Perlombaan di Iron Games ketiga ini berbeda dari tahun pertama yang mengadakan lomba tenis meja. Alasan tidak diadakan karena peminatnya tidak banyak dan diganti dengan sepakbola. Dana yang tersedia masih minim untuk menyelengggarakan perlombaan yang berlangsung 23 hari ini.

BAHANA MAHASISWA

anatomi berita dan unsur-unsur berita. AKHIR Desember (22-23/11) giliran Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Himagrotek) adakan ke-giatan Pelatihan Dasar Jurnalistik. Acara dirangkai dengan Pelatihan Penulisan Proposal di Aula Dekanat Faperta UR. Acara bertema Cepat Sarjana, Pintar Jurnalistik dihadiri 42 orang. Ia merupakan program kerja Litbang Himagrotek. Pelatihan penulisan proposal ditujukan untuk mahasiswa minimal angkatan 2009, sedangkan pelatihan dasar jurnalistik untuk angkatan 2010 dan 2011. Hari pertama diisi dengan pe-latihan jurnalistik dengan pemateri Puput Jumantirawan dari LPM Aklamasi UIR dan Arie Gunawan dari LPM Gagasan UIN Suska. Puput isi materi Sembilan Elemen Jurnalisme, sedangkan Arie isi materi Teknik Wawancara dan Penulisan Berita. Untuk hari kedua, pelatihan penulisan proposal diisi Ir .Fifi Puspita M,si, dosen Faperta. “Banyak beri wawasan dan pengetahuan baru. Saya ingin ada sebuah karya jurnalistik yang bermanfaat dari acara ini,” ujar Rizal, mahasiswa Agribisnis. “Melalui pelatihan ini, saya harap mahasiswa terbantu dalam me-nyusun proposal,” kata Muhammad Fodhil, ketua pelaksana. Sedangkan untuk mahasiswa baru, ia berharap bisa jadi insan jurnalistik berkualitas,” tutupnya. dayat, *5, *22 Aldrian, ketua pelaksana mengatakan sebagian proposal yang diajukan kepada sponsor ada yang ditolak dan ada yang diterima. Dari peserta juga dipungut uang pendaftaran. “Panitia Iron Games tahun ini kurang siap. Seperti waktu pelaksanaan perlombaan yang selalu molor, wasit tak siap bahkan bola voli untuk perlombaan harus dibawa tim yang akan berlaga,” keluh Mai-munah, kapten tim voli Sosiologi. *27

GELAGAT

Koleksi Dong Dong, kini berganti nama jadi Afrizal Tanjung, gemar mengkoleksi Cangkang. Selain itu, juga ada parfum dan pedang. Oleh

Rubianto

foto: Rubi BM

BANDORO RADEN Mas Sudiro dan Bandoro Raden Mas Sudiono lahir 16 April 1961 di Pekanbaru. Mereka kembar. Saat usia 2 tahun, Sudiro berganti nama menjadi Thai. Kemudian diganti Dong. Saat SMP, namanya jadi Afrizal. “Karena di kelas banyak yang namanya Afrizal, jadi saya tambah nama belakang saya dengan Tanjung. Itu suku ibu saya,” kata Tanjung. Sejak itu, Sudiro dikenal dengan nama Afrizal Tanjung, hingga sekarang. Namun di keluarga, Tanjung dipanggil Dong. Tanjung seorang kolektor. Kini ia koleksi senjata tradisional, parfum, dan cangkang hewan laut. Koleksi

Koleksi Tanjung: Beberapa pedang dan cangkang hewan laut milik Tanjung

senjata sudah dilakoni saat usia 10 tahun. Koleksi parfum dimulai saat tamat sarjana. Koleksi cangkang ketika ia melanjutkan S2. “Koleksi cangkang dimulai saat mendalami mata kuliah Ekologi dan Malakologi. Indonesia kan terkenal dengan biotanya yang beragam,” sebut Tanjung. Ia juga seorang dosen Ilmu Kelautan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Tanjung serius dalam mengkoleksi cangkang tersebut. Ia mengaku hampir dua per tiga perairan Indonesia sudah diselami. “Setiap menyelam itulah saya mengambil cangkang,” ujarnya. Tak sampai di situ, setiap kali praktikum Ekologi dan Malakologi

cangkang itu dikumpulkan lalu diidentifikasi. Lebih dari 500 cangkang sudah dikoleksi, dengan spesies yang berbeda. “Sudah teridentifikasi 150 jenis, yang lain belum,” jelasnya. Dari 150 jenis tersebut, di antaranya berjenis bivalvia, kerang mutiara, gastropoda, poliket atau cacing. Bukti keseriusan lainnya, Tanjung juga mengikuti klub penyelam ilmiah Moana. Moana berkantor di Polandia dan Jezera, punya Diving Center di Jantung Marina. Klub menyelam ini berdiri sejak 1999, menyediakan fasilitas lengkap untuk menyelam. SEBELUM KOLEKSI cangkang, Tanjung sudah mengoleksi senjata tradisional dan parfum. “Kakek dari

ibu saya pendekar Taralak bergelar Tuanku Bancah di Bukit Tinggi,” cerita Tanjung. Ia keturunan Tantaramista dari anak Wangsa Sanjaya. Beberapa senjata koleksinya: Rencong Aceh, Piso Surit Batak, Batu Bara, Sinyaman milik Tuanku Bancah, Keris Bengkulu, Pedang Pangeran Suryo Kencono Jawa Barat, senjata Kiyai Tresno Jogjakarta, Mandau dari kepala suku Kalimantan, Badik Makasar, Badik Bugis, Tongkat Komando Garuda, Pisau Selam, Pisau Belati Artekad. Ada pula senjata asal luar negeri: pisau Komando Modern King Cobra Amerika, Tombak Tulip, serta Samurai Jepang. Koleksi senjata tersebut ada berupa hadiah, ada pula titipan or-

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

32

ang tak dikenal. Selebihnya ia cari sendiri di berbagai daerah. “Samurai senjata terhebat saya,” aku Tanjung. Tanjung mulai ‘ngeh’ koleksi senjata ketika belajar silat di hutan. “Saya main pedang-pedangan. Sejak itu saya sadar kalau senjata adalah sahabat laki-laki,” kenangnya. Lantas ia pun mulai koleksi senjata, dibawa kemana pun pergi. “Dulu punya senjata dianggap orang hebat.” Namun setelah tahu bawa banyak senjata membahayakan orang lain, “Saya tak mau lagi bawa senjata,” kata Tanjung. Ia hanya bawa toya di mobilnya. Toya senjata tradisional Betawi, terbuat dari kayu keras atau bambu. Toya biasa digunakan pada perguruan silat. “Toya punya saya sudah berusia ratusan tahun. Peninggalan nenek moyang saya, pesilat Taralak,” katanya.

foto: Rubi BM

KOLEKSI PARFUM dilakoni Tan-

jung ketika ia tahu parfum juga punya banyak jenis—tak hanya senjata dan cangkang hewan laut. Diawali dengan mengoleksi parfum dari beberapa negara yang dikunjungi selama studi S2. Denmark, Swedia, Jerussalem, Norwegia, Paris, Swiss. “Ketika wangi saya merasa ada kesegaran berpikir,” ujarnya. Tanjung mengenal tiga jenis minyak wangi: konsentret, parfum dan riodotiolet. “Paling wangi konsentret. Biasanya hanya orang tertentu yang pakai ini,” sebutnya. Yang banyak dipakai orang jenis riodotiolet. Beberapa merek parfum koleksi Tanjung: Channel Five, Gucci, Wonder Bill, Lacoste, Lapidus, Fahrenheit, Nina Ricci, Poeme, Avon, Escada, Chanel Coco, Miss Dior, Poison, La Vida Loca, Jasmine, Elizabeth Arden, Fuori Le, Pseudo. “Sebagian besar beli sendiri. Ada juga beberapa yang kasih sebagai hadiah.” Parfum-parfum milik Tanjung

Parfum: Deretan Parfum koleksi Tanjung

33

Majalah 2011

BAHANA MAHASISWA

termasuk tahan lama. Ia pernah kasih ibu dan mertuanya parfum Wonder Bill. “Setelah mereka meninggal, parfum itu diberikan lagi ke saya, cuma terpakai 4 per 5,” kata Tanjung. Ia berikan parfum tersebut sekira tahun 1992. Isteri dan empat anak Tanjung mendukung hobinya sebagai kolektor. “Kalau keluar daerah dan jumpa senjata bagus, saya pasti kasih tahu ke Bapak,” kata Arnita, isteri Tanjung. Senada dengan putri ketiga Tanjung, RUT Annisa Al Zuhra Pasa. “Selagi hobi buat apa dilarang, yang penting happy,” kata Icha, panggilan akrabnya. Tanjung berencana bikin museum. Untuk senjata, ia ingin buka museum di Candi Muara Takus. Juga mendirikan museum cangkang untuk menampung hasil koleksi cangkang hewan lautnya. #

REPORTASE GRAMEDIA PUSTAKA Utama, Jakarta menerbitkan buku Budaya Bahari karangan Mayor Jenderal Marinir (Purn) Djoko Pramono tahun 2005. Ia seorang Inspektur Jenderal Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Cover buku dihiasi gambar lautan. Tulisan Budaya Bahari terletak di bagian atas, di bawahnya ada tulisan Djoko Pramono. Dengan tebal 178 halaman. Sekira setahun lalu tiba-tiba Universitas Riau dikejutkan oleh isu plagiat yang dituduhkan kepada Prof. Isjoni, dosen Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UR. Ia mantan Dekan FKIP selama dua periode, juga ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) wilayah Riau. Tuduhan plagiat diawali dari surat yang masuk ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) atas nama Himpunan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Bersamanya juga dilampirkan buku Budaya Bahari karangan Djoko Pramono dan buku Sejarah Maritim karangan Prof. Isjoni dan Bunari. Bunari juga dosen Sejarah di FKIP UR. Ia bersama Isjoni mengajar mata kuliah Sejarah Maritim di Jurusan Sejarah FKIP. Bila dilihat secara seksama, isi buku Sejarah Maritim amat mirip dengan Budaya Bahari. Bedanya, buku Budaya Bahari dilengkapi gambar dan tabel. Sedangkan buku Sejarah Maritim tak ada. Ia penuh berisi tulisan yang sama persis dengan buku Budaya Bahari. Kecuali bab 5: penutup. Buku Sejarah Maritim tak ada memuat penutup. Pada daftar pustaka tak ada disebutkan sumber bacaan dari buku Budaya Bahari karangan Djoko Pramono. Hal tersebut membuat buku Sejarah Maritim lebih tipis dari Budaya Bahari. Tebalnya hanya 130 halaman. Sejarah Maritim ini diterbitkan tahun 2008 oleh Cendekia Insani Pekanbaru. Alamatnya Jalan Diponegoro V No. 31 Pekanbaru, Riau, Indonesia. Ada kata pengantar dari Prof. Isjoni sebagai Dekan FKIP pada buku tersebut. KEMBALI KE Dirjen Dikti. Mendapat surat perihal tuduhan plagiat tersebut, Dikti lantas mengirim surat ke Rektor UR, Prof. Ashaluddin Jalil

Isjoni dan Bunari, Turun Pangkat Herman guna mengecek kebenaran isi surat. yang jarang muncul pun hadir saat itu,” “Kami akan lihat dan pelajari dulu buku lapor Adhy Prayitno, Pembantu Rektor yang dimaksud. Sesuai aturan, masalah IV yang juga anggota senat UR. Dimulai ini akan dibawa ke Komisi Etika pukul 09.30, rapat akhirnya memutusAkademik,” kata Prof. Ashaluddin pada kan Prof. Isjoni dan Bunari dihadirkan Koran Riau edisi 23 Maret 2011. “Komisi untuk memberi kesempatan pada Etika akan berupaya secepat mungkin mereka melakukan pembelaan. Mereka mengkaji buku yang diduga plagiat berdua akan dipanggil pada agenda tersebut agar cepat diketahui benar atau rapat senat berikutnya. tidak tindakan tidak terpuji yang Selasa, 23 Agustus 2011. Seperti dilakukan yang bersangkutan,” sambu- kesepakatan di rapat senat sebelumnya, ng Prof. Ashaluddin. Pada 6 Juni 2011 persoalan Prof. Isjoni yang dituduh plagiat dibicarakan di rapat Senat UR. Ketua senat Prof. Ashaluddin meminta Komisi Etika membahas lebih lanjut. Karena Komisi Etika diketuai Prof. Isjoni, maka tugasnya diambil alih oleh Prof. Adrianto Ahmad, Sekretaris Komisi Etika. . Isjoni: Komisi E- Prof Mantan Dekan FKIP UR. Ulah bikin buku Sejarah Maritim ia turun pangkat. tika lalu mencari guru besar bidang Bahasa yang dianggap ber- rapat senat kali ini dihadiri Prof. Isjoni kompeten menilai kedua buku ter- dan Bunari. Mereka ceritakan apa sebut—Budaya Bahari dan Sejarah adanya. Lantas senat memutuskan Maritim. Menilai apakah ia termasuk untuk memberikan wewenang penuh plagiat atau tidak. Komisi Etika me- kepada Dewan Guru Besar—para milih perwakilan guru besar dari Uni- anggota senat yang sudah menduduki versitas Indonesia (UI), Universitas posisi guru besar—untuk mengambil Negeri Padang (UNP), dan Universitas keputusan. Padjajaran (Unpad) untuk menilai kedua “Setelah melihat review dari tiga buku itu. Hasil analisa ketiga guru besar profesor (UI, UNP, Unpad) serta tersebut dijadikan pertimbangan senat pengakuan Isjoni dan Bunari, diambil untuk mengambil keputusan terkait kesimpulan perbuatan mereka salah. tuduhan plagiat. Namun kita menganggap salahnya itu Rapat senat penentuan terhadap masuk dalam kelalaian,” ujar Prof. tuduhan plagiat Prof. Isjoni dihadiri 80 Adnan Kasry, salah seorang anggota persen anggota senat hari itu. “Sekitar senat Komisi Pendidikan Pengajaran 55 orang lebih yang datang. Pokoknya Laboratorium dan Kepustakaan. Oleh

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

34

Foto oleh???

SEBELUM Prof. Isjoni dan Bunari dipanggil oleh senat, mereka sudah mengirimkan surat klarifikasi ke Rektor UR atas tuduhan plagiat yang dikirimkan atas nama Himpunan Mahasiswa FKIP UR. Tanggal 3 April 2011 Prof. Isjoni kirim surat klarifikasi berisi tujuh poin penjelasan. Ia katakan bahwa buku Sejarah Maritim hanya sebuah modul yang disusun oleh Bunari, asistennya. “Modul diperuntukkan bagi mahasiswa dan tidak diperjual belikan, hanya untuk sekali penerbitan,” jelas Prof. Isjoni. Ia juga menyinggung bahwa modul tersebut tak ada kaitannya dengan penghargaan Museum Rekor Indonesia yang diterimanya pada April 2007 silam. “Karena modul diterbitkan 2008 dan tidak diperbanyak lagi.” Sanggahan lainnya yakni modul tersebut juga tidak dicantumkan dalam pengusulan KUM angka kredit untuk gelar Guru Besar. Alasannya modul tidak ilmiah. Prof. Isjoni juga sudah mengecek langsung ke Himpunan Mahasiswa FKIP UR yang disebut-sebut mengirim surat ke Dikti tentang dugaan plagiat Prof. Isjoni dan Bunari. Menurut pengakuan Prof. Isjoni, Himpunan Mahasiswa tersebut mengaku tidak pernah mengirim surat ke Dikti dan mereka juga berjanji akan mencari siapa orang yang mengatas namakan Himpunan Mahasiswa tersebut. Tanggal 4 Juni 2011 giliran Bunari melakukan hal sama: mengirim surat berisi kharifikasi kepada Rektor UR. Ada 8 poin klarifikasi. Bunari membenarkan pernyataan Prof. Isjoni bahwa Sejarah Maritim bukan sebuah buku, melainkan modul untuk bahan ajar. Poin terpenting, Bunari mengakui kesalahannya membuat modul Sejarah Maritim dan mencetaknya tanpa dikoreksi terlebih dahulu oleh Prof. Isjoni, penanggung jawab mata kuliah Sejarah Maritim. Selain itu, ia juga mengaku mencantumkan nama Prof. Isjoni tanpa seizin yang bersangkutan, karena ia berpikir Prof. Isjoni adalah penanggung jawab mata kuliah tersebut. Bunari cerita, ia ditunjuk sebagai pengasuh mata kuliah Sejarah Maritim bersama Prof. Isjoni. Lantas Prof. Isjoni minta Bunari bikin sebuah bahan ajar.

35

Majalah 2011

Prof. Isjoni berikan tiga buku referensi, salah satunya buku Budaya Bahari karangan Djoko Pramono. “Karena mata kuliah ini baru dan memang materinya sulit didapat, maka buku Budaya Bahari karangan Djoko Pramono yang banyak dipakai dan mahasiswa memberikan saran kepada saya agar buku itu diperbanyak,” aku Bunari. Kemudian buku tersebut dicetaknya dalam jumlah terbatas dan diberikan untuk mahasiswanya saja, itupun hanya sekali cetak. “Karena setelah itu saya sudah mendapat banyak referensi lain,” katanya. Tak cukup sampai di situ, tanggal 14 Juni 2011 Bunari pergi ke Jakarta untuk menemui Djoko Pramono, penulis buku Budaya Bahari. Ia pergi bersama Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah, Marwoto Saiman dan bertemu dengan Djoko di Kantor Koni Pusat, Senayan, Jakarta. Hasil pertemuan dituangkan dalam sepucuk surat tertanggal 18 Juni 2011 dan diserahkan kepada Rektor UR. Intinya, Bunari telah menjelaskan kronologis penulisan Sejarah Maritim dan meminta maaf pada Djoko selaku penulis buku Budaya Bahari. Menurut Bunari, Djoko maklum atas penjelasan tersebut. Djoko juga titip pesan pada Bunari untuk memberi tahukan Rektor UR agar menjawab surat yang pernah dikirimkannya terkait persoalan tersebut. Terakhir, Prof. Isjoni kirim surat kepada Kementerian Pendidikan Nasional tanggal 20 Juni 2011. Isinya memberi tahukan bahwa ia dan Bunari telah mengirimkan surat klarifikasi terkait tuduhan plagiat kepada Rektor UR. Isjoni juga menyatakan surat tanggal 3 April, 4 Juni, dan 14 Juni 2011 tersebut tentu akan jadi bahan pertimbangan bagi Rektor dalam mengambil keputusan. ADHY PRAYITNO, Pembantu Rektor IV katakan Prof. Isjoni dan Bunari dihukum sesuai peraturan tentang plagiat oleh Menteri Pendidikan Nasional. Peraturan bernomor 17 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi tersebut ditanda tangani oleh Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan Nasional pada tanggal 16 Agustus 2010.

BAHANA MAHASISWA

Pasal 2 ayat (1) menjelaskan lingkup plagiat. Plagiat meliputi: mengacu dan mengutip baik seluruhnya atau secara acak istilah, kata-kata, kalimat, data atau informasi, gagasan, pendapat, atau teori dari suatu sumber tanpa menyebutkan atau menyatakan sumber secara memadai. Membuat suatu karya yang sudah dihasilkan atau dipublikasikan pihak lain tanpa menyebutkan sumber secara memadai juga dikatakan plagiat. Permendiknas nomor 17 tersebut juga memuat sanksi pelaku plagiat. Ia tertera pada pasal 12 ayat (2). Sanksinya beragam, tergantung dari perbuatan si plagiator: apakah termasuk perbuatan ringan atau berat. Berturut-turut dari sanksi teringan: teguran, peringatan tertulis, penundaan pemberian hak dosen/peneliti/tenaga kependidikan, penurunan pangkat dan jabatan akademik/fungsional, pencabutan hak untuk diusulkan sebagai guru besar/ profesor/ahli peneliti utama bagi yang memenuhi syarat, pemberhentian dengan hormat dari status sebagai dosen/peneliti/tenaga kependidikan, pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai dosen/peneliti/ tenaga kependidikan, sampai pembatalan ijazah yang diperoleh dari perguruan tinggi yang bersangkutan. Bagi plagiator yang menyandang sebutan guru besar, maka diberi sanksi tambahan berupa pemberhentian dari jabatan guru besar oleh menteri atau pejabat berwenang atas usul perguruan tinggi yang bersangkutan. Ini tertera pada pasal 12 ayat (3) Permendiknas nomor 17 tahun 2010. Kesepakatan senat UR, menurut Prof. Adnan Kasry, Prof. Isjoni dan Bunari diturunkan pangkat dan jabatannya. Prof. Isjoni dari 4E ke 4D dan Bunari dari 3B ke 3A. Khusus Prof. Isjoni, karena ia menyandang sebutan guru besar, mestinya, bila sesuai dengan pasal 12 ayat (3) Permendiknas Nomor 17 tahun 2010, gelar guru besarnya harus dicabut. Namun keputusan sepenuhnya ada di tangan Dikti. “Kita sudah kirimkan hasil rapat senat terakhir (23 Agustus 2011). Tinggal menunggu keputusan Dikti,” ujar Yanuar Hamzah, Pembantu Rektor II sekaligus Sekretaris Senat UR. “Sampai sekarang balasan Dikti itu belum kita terima.” #

HASNA LATHIFAH KHUSAINI, senang dipanggil Ifa. Perempuan kelahiran Duri, 13 Mei 1993 kuliah di Jurusan Hubungan Internasional FISIP UR. SD hingga SMA di Duri, membuatnya ingin sekali kuliah di luar daerah. “Aku sebetulnya sudah lulus waktu ikut tes di Jogja. Iseng ikutan PBUD, eh malah lulus. Ya akhirnya kuliah di sini,” ceritanya. “Aku masuk Bahana karena hobi fotografi. Jadi hobiku bisa tersalurkan.” Pengalaman paling berharga Ifa, ketika harus meliput berita hingga subuh. “Berasa jadi wartawan perang,” celotehnya sembari tertawa ngakak. (kru magang)

HIDAYAT SULAIMAN aktif di Bahana sejak Mei 2011. Lahir 3 Agustus 1990. Hobinya ngartun dan masak. “Masak mie yuk, biar aku yang masak,” katanya ajak kru beli mie. Memang hobi masak atau karena lapar Yat? Ha ha ha… Dayat kuliah di Administrasi Negara FISIP UR. Selain kartunis, Dayat sedang belajar layout. “Aku diajar berpikir kritis ala jurnalis di Bahana,” kata lelaki yang bercita-cita jadi pengusaha ini. Selain itu, ia merasa tradisi kekeluargaan di Bahana sangat terasa. “Karena itu aku memilih bertahan di Bahana.”

Membaca dan menulis tak bisa lepas dari LOVINA. Hobi ini muncul dari kebiasaan yang diterapkan Bahana. Ia Pemimpin Umum dan Pemimpin Perusahaan di Bahana. Kelahiran 1988 di Pekanbaru. . Lovina kuliah di Fakultas Pertanian Jurusan Agroteknologi. Ia sedang selesaikan skripsi. “Pelanggaran HAM makin meningkat dari tahun ke tahun.” Selain isu HAM, si Amoy satu ini juga tertarik dengan sejarah Tionghoa. Mendalami sejarah bangsa sendiri ya Moy? Baguslah, tapi ingat skripsi juga ya Moy?

HERMAN. Ia akrab disapa Man. Namun pria kelahiran Bagansiapiapi, 11 Juni 1990 ini mengaku lebih senang disapa Her. “Pokoknya Her aja.”Yaah Man kan namamu juga toh? Herman masuk Bahana sejak Mei 2011. Mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi ini senang baca buku biografi. “Bisa buat motivasi diri.” Karena itu pula ia sering datang ke Bahana. “Banyak buku biografi, jadi bisa baca terus.” Ia ingin jadi penulis dan melestarikan budaya melayu. “Young man that love Malay culture,” katanya bangga. Yee lah Man…

Tika (*19)

Tiara (*28)

Redha (*23)

Yessy (*30)

Vidi (*29)

Hamzah (*16)

Adi (*27)

Indah (*18)

Yunita (*31)

Anju (*10)

Riki (*24)

Lisa (*20)

Zuhdy (*32)

Al (*9)

Rizka (*25)

Alan (*22)

Ica (*12)

Dena (*13)

Mona (*22)

Eco (*12)

Afri (*8)

Marsulin (*33)

RUBIANTO lahir di Bagan Sinembah, 27 Februari 1991. Sehari-hari kuliah di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan semester lima. Cita-citanya menjadi penulis membuatnya berkecimpung di Bahana sejak Mei lalu. “Menjadi jurnalis kampus membuatku sedikit repot mengatur jadwal kuliah. Tapi Bahana tetap sumber ilmu bagiku,” kata Rubi, sapaannya. Ia senang berpuisi. Bila senggang Rubi sering main gitar dan menyanyi. Ia juga seorang drummer. “Bahana mengajarkan banyak hal, BAHANA MAHASISWA menulis, Majalah 2011 fotografi, juga cara 36 bersikap.” (kru magang)

IKA RETNO SARI kuliah di Fakultas Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian semester tiga. Gadis kelahiran Ponorogo, 3 Juli 1992 ini juga aktif di Hima SEP Faperta. Aku senang belajar di Bahana. “Aku bisa tahu realita kampus ini seperti apa,” ujar gadis berlesung pipi ini. “Melalui Bahana, aku bisa dapat berita yang sebenarnya. Bukan berita dari mulut ke mulut yang biasanya sudah ditambah atau dikurangi.” Ika juga senang dengan tradisi kekeluargaan di Bahana. “Aku bisa belajar apa itu ‘keluarga’ di luar rumah.” Terus berkarya ya Ka… (kru magang)

Semangat KUACI, kacang, serta roti kering jadi cemilan kami, malam minggu 12 November 2011. Seluruh kru hadir saat rapat proyeksi edisi Majalah 2011. Mulai 2007, setiap tahunnya, Bahana terbitkan edisi Majalah. Ia salah satu program kerja rutin kami, tentu sebagai wujud tanggung jawab. Dibanding tabloid bulanan 16 halaman, edisi Majalah memang terasa beda. Namanya saja edisi spesial. Lebih banyak menguras pikiran, waktu, dan tenaga. Namun setelah cetak, kepuasan batinnya juga terasa beda. Ruang redaksi, detik-detik menjelang naik cetak. Semua bahan kembali dicek. Perbai-kan di sana-sini. Akhirnya Bahana edisi Majalah akhir tahun 2011 terbit dengan 68 halaman. Tetap mengembangkan tradisi akademis yang kritis. Karikatur beberapa kru ini hanya menunjukan disetiap kerja kami selalu ceria; hannya ini yang bisa mengusir lelah kami. Soal latar warna warni, kami selalu beranggapan semakin beragam disebuah komunitas, maka semakin tinggi rasa toleran pada sesama. Semangat! ANDI WIJAYA lahir di Medan, 20 September 1990. Andi kecil bercita-cita jadi pilot. Awalnya tamat SMK ingin langsung kerja. Namun Ia malah lanjut kuliah ke Universitas Riau Fakultas Hukum. “Tapi tak apalah, kalau gak kuliah aku kan gak bakal ada di Bahana. Ha ha ha…” Memang Andi tak begitu pandai menulis, namun ia mengaku suka dengan tradisi kritis di Bahana. Untuk mem-bangun jiwa kritis di dirinya, maka ia pun masuk Bahana sejak Mei lalu. Itu pula alasannya memilih Fakultas Hukum. “Jadi advokat, 37hakim, atau Majalah jaksa,” 2011 ujarnya. Oke BAHANA MAHASISWA deh Andi, la lutta continua! (kru magang)

Di Bahana, AHLUL FADLI sering dibilang saudara Aang karena sama-sama berbadan besar. Selain menulis dan baca, ia senang main gitar dan menyanyi. “Penghilang suntuk,” kata lelaki kelahiran Kampar, 26 Juli 1991 ini. “Aku sering dimarahi Ibu karena jarang pulang.” Curhat ni yee… Maklum, Litbang Bahana ini anak tertua dan tak ada saudara perempuan. Kini ia kuliah di FKIP Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Ia juga pengajar di Akademi Rakyat. Semoga cita-citanya dirikan sekolah informal untuk anak kurang mampu bisa terkabul.

Lelaki kelahiran Koto Cengar, Kuantan Singingi, 4 November 1988 ini sangat percaya dengan ucapan Born to Win— hidup untuk menang. “Melalui Bahana, ucapan itu semakin nyata menghampiri,” kata AANG ANANDA SUHERMAN. Aang kuliah di Fakultas Pertanian Jurusan Agroteknologi. Ia Pemimpin Redaksi. Tugas utamanya, bagaimana Bahana bisa rutin cetak dan urusi website dengan baik. Baginya Bahana tempat belajar banyak hal, dari sepele sampai serius. Riset, wawancara, analisis dan menulis selalu jadi pegangan.

NURUL FITRIA, atau disapa Yaya gabung di Bahana sejak Mei lalu. Gadis kelahiran Pekanbaru, 11 April 1991 ini memang suka tulis-menulis dan jurnalistik. Ia kuliah di Pendidikan Matematika FKIP UR. Masuk kuliah tahun 2009. Bacaan favoritnya Sherlock Holmes karangan Sir Arthur Conan Doyle. “Bahana sudah seperti rumah kedua,” akunya. Yaya jabat Sekretaris rangkap Bendahara Bahana. Pengalaman paling berharga ketika ia harus begadang sampai pukul 04.00 subuh siapkan tulisan. “Gini nih kalau nggak disiplin, tobat deh.”

KHASANAH

Rumah Ukir Rantau Bais Oleh

Herman

Ukiran rumah Rantau Bais tak lepas dari kreasi orang Cina. Jauh sebelumnya Tambusai pernah di Rantau Bais. Bais terletak di pinggir Sungai Rokan. Sungai ini bermuara ke Selat Malaka. Hulunya sampai ke Pasaman, Sumatera Barat. Rantau Bais termasuk Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir. Sebelah Utara berbatasan dengan Jalan Ujung Tanjung, Bagan Siapi-api. Sebelah Selatan dengan Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Sebelah Barat berbatasan dengan Sedinginan dan Sebelah Timur berbatasan dengan Kepenghuluan Munggo Tanah Putih. SEKITAR 6 anak lelaki bersama seorang lelaki berusia 40-an bermain tangkap bola di pinggir sungai Rokan. Air sedang pasang sore itu (15/12). Persis di depan mereka bermain tangkap bola, berdiri sebuah rumah tradisional melayu. Rumah panggung bercat kuning pu-

foto: Herman BM

DARI PEKANBARU lewati Jalan Lintas Sumatera Utara-Riau sekitar tiga jam, kami tiba di kota Duri.Tujuan kami ke Desa Rantau Bais, Rokan Hilir. Letaknya sebelum Jalan Ujung Tanjung, Bagan Siapi-api, Rokan Hilir. Sepanjang jalan hanya pohon sawit dan pipa minyak Chevron Pasifik Indonesia yang tampak: Rumbai-MinasDuri-Dumai—memang pusat pengeboran minyak PT Chevron. Jalan menuju Rantau Bais tak begitu lebar, hanya cukup dilintasi dua sepeda motor dari arah berlawanan. Awalnya jalan mulus beraspal. Namun setelah dua kilometer, kami harus lewati tumpukan tanah merah. Desa Rant a u

dar. Rumah dari kayu beratap seng. Enam jendela rumah dan pintunya tertutup. Satu sepeda motor Supra terparkir di dekat rumah. “Ukiranukiran di atap itu yang menggambarkan ini rumah tradisional,” kata H. KhalifahMuhammad Khotib. Semua penduduk Desa Rantau Bais kenal dengan H. Khalifah Muhammad Khotib. Ruslan—sapaan akrabnya—kelahiran Rantau Bais. Kini usianya 65 tahun. Ia salah satu tokoh masyarakat. “Sekarang rumah tradisional begini tidak sampai 10 lagi,” ujar Ruslan. Dulu jumlahnya 18 buah. Beberapa sudah rusak dimakan usia. “Dibangun lagi tapi bukan rumah tradisional. Rumah semi permanen,” jelas Ruslan. Mau bangun rumah tradisional, “Bahannya sudah langka, apalagi ukirannya. Gak ada lagi yang bisa buatnya.” Rumah tradisional kedua yang kami jumpai tak berapa jauh dari rumah bercat kuning pudar. Persis di sebelah rumah Ruslan. Namun kondisinya sudah tak layak huni. Dindingnya warna kayu asli yang sudah pudar, sebagian atap sudah miring. “Kalau kena angin, rumahnya goyang. Tiang penyangganya sudah tidak kuat,” ujar Ruslan. Rumah ini pun tak berpenghuni lagi. “Ahli warisnya sudah pindah ke tempat lain.” D i tem-

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

38

foto: Herman BM

foto: Lovina BM

Khas: Ukiran khas di rumah Desa Rantau Bais

Pepao: Tempat menyimpan barang di bawah palfon. Penuh ukiran.

pat lain, rumah panggung Darwani, 54 tahun, juga masih tradisional. Ada tiga bagian. Bagian utama disebut anjungan untuk terima tamu. Dua bagian lagi di sisi kiri dan kanan. Ada lima anak tangga yang mesti dinaiki sebelum menuju pintu utama. Di anjungan ada dua jendela setinggi dua meter. Di sisi kiri dan kanan masingmasing satu jendela dengan tinggi yang sama. Jendela terdiri dari dua daun pintu dengan terali. Separuh terali dari besi, separuhnya lagi dari kayu berukir. Rumah tradisional ini penuh ukiran dengan motif berbeda. Ventilasi jendela, pintu, cucuran atap, serta pepao penuh ukiran. Pepao adalah tempat menyimpan barang di bawah plafon rumah. Luas seluruh rumah sekitar 5 x 9 meter. “Dulu kamar di sisi kiri rumah, sekarang pindah ke sisi kanan,” kata Darwani. Di dalam kamar ada meja batu berkaki satu dan tempat tidur dari besi. Umurnya seusia rumah. Dapurnya sudah empat kali ganti. ���Usia rumah ini lebih dari 130 tahun. Sejak nenek saya kecil sudah di sini,” cerita Darwani. Kondisi rumah memang sedikit goyang. “Memang terasa agak goyang, tapi gak jatuh kok,” kata Darwani. Menurut Ruslan, rata-rata rumah tradisional di Rantau Bais sudah berusia ratusan tahun. Setiap rumah tradisional ditopang oleh 12 tiang penyangga. RANTAU BAIS masuk jajahan Belanda. Tuanku Tambusai adalah orang yang getol mengusir penjajah, termasuk di daerah Rantau Bais. Ia berjuang antara tahun 1820-1839. Guna mempertahankan diri dari

39

Majalah 2011

jajahan Belanda, Tuanku Tambusai mendirikan benteng pertahanan, dari Mandailing hingga Dalu-dalu. Menurut buku Riwayat Perjuangan Tuanku Tambusai karangan Umar Ahmad Tambusai tahun 1970, untuk mendirikan benteng pertahanan terakhir, Tambusai meninggalkan Mandailing dan pergi ke Dalu-dalu, kampung halamannya. Masih menurut buku ini, Daludalu berlokasi di hilir Batang Sosah— lokasinya tidak sama dengan Daludalu sekarang. Batang Sosah adalah salah satu cabang dari Sungai Rokan. Dinamakan Dalu-dalu karena di pinggir Batang Sosah banyak tumbuh pohon dalu-dalu. Bahkan prajuritprajurit Tambusai, usai perang Paderi melawan Belanda, ada yang menetap di Rokan Tengah (Kecamatan Tanah Putih)—kini lokasi Desa Rantau Bais. Tambusai bertempur dengan Belanda mulai dari Padang Lawas (Mandailing, Tapanuli Selatan), Siminabun dan Portibi, Kota Pinang dan Gunung Intan, hingga pertempuran terakhir di Dalu-dalu. Ada 4 benteng pertahanan yang didirikan di Dalu-dalu: Kubu Talikemain, Kubu Baling-baling, Kubu Gedung, dan Kubu Aur Duri. Dalam pertempuran itu hanya Kubu Aur Duri tak dapat dikuasai Belanda. Belanda saat itu dipimpin Michiels. Belanda mengundurkan diri ke Sumatera Barat. Saat itu April 1838. Hampir sebulan Belanda tak lagi menyerang pertahanan Tambusai. Barulah pada Mei 1839, Belanda kembali menyerang Dalu-dalu. Terjadi pertempuran sengit antara pasukan Belanda dengan Tambusai. Sampai hari ke-20, Belanda berhasil menguasai

BAHANA MAHASISWA

seluruh benteng tujuh lapis Aur Duri tersebut. Banyak korban berjatuhan, baik dari pihak Belanda maupun prajurit Tambusai. Betapa marahnya Michiels ketika tak menemukan mayat Tuanku Tambusai dari gelimpangan mayat di benteng tersebut. Beberapa serdadu Belanda cerita Tambusai melarikan diri ke Batang Sosah dengan menaiki sampan. Beberapa serdadu sudah menembak, sampan terbalik dan Tambusai terjun ke dalam air. Ditunggu beberapa saat, Tambusai tak juga muncul, sehingga para serdadu menyimpulkan Tambusai tenggelam ke dalam air Sungai Rokan. Namun cerita menurut catatan Abdul Qohhar yang dijadikan rujukan penulisan buku Riwayat Perjuangan Tuanku Tambusai, Tambusai belum mati. Abdul Qohhar adalah salah satu perwira tinggi Tuanku Tambusai. Saat terjun ke dalam air, Tambusai berenang menuju sampan terdekat. Ada banyak sampan yang membawa Tambusai beserta rombongannya ke Batang Sosah. Tiba di Batang Sosah. Sebagian rombongan menetap di Rokan Tengah (Kecamatan Tanah Putih). Para pengungsi ini membuka perkampungan baru. Maka lahirlah kampung-kampung di sepanjang Rokan Tengah, antara lain Ujung Tanjung, Rantau Bais, Sedinginan, Teluk Mega, Sintung Sekeladi, Rantau Koar, dan lain-lain. Sementara itu, Tuanku Tambusai menyeberang ke Semenanjung Melaka (Malaysia). Ia bersama isteri dan seorang puterinya menetap di sebuah kampung kecil Sembilan Batu dari Resah, Seremban, dalam negara bagian Negeri Sembilan, Malaysia. Tuanku Tambusai yang bernama asli Muhamad Saleh menghabiskan sisa hidupnya dan dimakamkan di sana. KEMBALI KE rumah tradisional di

KHASANAH Rantau Bais. Menurut Ruslan, rumah-rumah ini baru dibangun sekira tahun 1934. Tukangnya dari Singapura dan Malaysia. Biaya bangun rumah, kata Ruslan, didapat masyarakat dari Kopun; uang pengganti yang diberikan Belanda setelah ditukar dengan pohon karet milik rakyat. “Nah orang Melayu kita ini kan pintar,” sebut Ruslan. Maksud Ruslan, kebiasaan orang Melayu dulu suka berpindah rumah. Sehingga pohon karetnya rata-rata tak hidup. Namun di celah-celah karet tumbuh mahang. Mahang adalah kayu bergetah mirip pohon karet. “Dikaplinglah mahang itu. Belanda kira karet, makanya kita dapat banyak uang dari Belanda,” cerita Ruslan. Uang itulah yang dipakai untuk bikin rumah beserta ukirannya. “Ahli ukirnya orang Cina,” katanya. Masyarakat Tionghoa (Cina) pada mulanya datang ke Bagansiapi-api— sekitar dua jam perjalanan darat dari Rantau Bais. Diduga orang Tionghoa tersebut yang mengukir rumah tradisional di sini. “Mungkin ada juga didatangkan dari Singapura atau Malaysia,” kata Ruslan.

Menurut situs bagansiapi-api.net, pada mulanya sekelompok masyarakat, sekitar 18 orang, datang ke Bagansiapi-api untuk meningkatkan kualitas hidup. Mereka menyeberangi lautan dengan kapal kayu sederhana dari Propinsi Fujian, Cina. Saat menyeberangi lautan pada suatu malam, mereka melihat sebuah cahaya samar-samar. Mengira itu adalah daratan, mereka mengikuti arah cahaya hingga tiba di daratan Selat Malaka. Mereka mendapat banyak ikan laut dan menangkapnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Lantas mereka bertahan hidup di sana. Merasa menemukan tempat tinggal yang baik, ke-18 orang tadi mengabari sanak famili di Tiongkok untuk datang ke Bagansiapi-api. Rumah tradisional melayu di Rantau Bais berfungsi sebagai rumah biasa, tempat tinggal anggota keluarga. Bila rumahnya milik kepala suku, ia akan dijadikan tempat berkumpul dan musyawarah. Kalau pemiliknya meninggal, rumah akan diwariskan ke anak perempuan. “Adat Melayu sini hampir sama dengan Minang. Sukunya menurut ibu atau matrilineal,” kata Ruslan. Menurutnya,

dari situ timbul istilah rumah adat. Uniknya, bila pemilik rumah punya empat anak perempuan, di setiap sudut rumah akan ada kelambu. Satu anak satu kelambu. Bila rumah sudah penuh, baru boleh bikin rumah lain.”Kata pepatah pucuk paku pucuk belimbing , tempurung dilengang-lengangkan, anak dipangku, kemanakan dibimbing, kampung halaman di pertengahkan.” Dapur terpisah dari rumah. Ada jembatan bila hendak ke dapur. Alasannya sederhana, “Agar asap memasak tak sampai ke rumah,” kata Ruslan. Nama Rantau Bais sendiri diambil dari nama pohon. Bais adalah nama pohon, bentuknya seperti pohon pinang. Bedanya, Bais dari batang hingga pelepah berduri. Rantau bais ada 400 kepala keluarga, mata pencaharian penduduk sebagian besar petani kelapa sawit dan nelayan. Mata pencaharian nelayan karena desanya terletak di pinggir Sungai Rokan. Selain mencari ikan, Sungai Rokan juga dijadikan tempat mencuci baju bagi masyarakat Desa Rantau Bais. lovina

BAHANA MAHASISWA

IKLAN

Majalah 2011

40

ARFA’UNNAS

Seimbang Muhammad Nashrullah

PENULIS ADALAH MAHASISWA FE JURUSAN AKUNTANSI 2009 KETUA UMUM BKIM

41

Majalah 2011

SUATU keadaan tidak akan berjalan baik tanpa keseimbangan. Tidak hanya manusia, keseimbangan sebuah keniscayaan bagi seluruh materi atau zat di alam semesta. Partikel terkecil seperti atom sampai kehidupan ruang angkasa, tata surya, dan segalanya yang ada di alam raya ini juga harus seimbang. Coba bayangkan, andai kata gravitasi bumi dikurangi dari bobot awalnya, mungkin kita akan melihat air hujan mengapung di udara karena tertahan oleh lemahnya gravitasi bumi. Sebaliknya, jika gravitasi bumi meningkat dari kadar awalnya, kita pasti akan mengeluarkan energi lebih banyak untuk berjalan kaki, atau kita jadi tidak bisa mengangkut beban berat. Allah SWT juga telah mewanti-wanti kita untuk hidup dalam fitrah yang sudah ditetapkan oleh-Nya semenjak kita diciptakan. Keseimbangan adalah salah satunya. “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS.30:30) Dalam kehambaan kita kepada Allah SWT, ada tiga aspek dalam hidup yang harus kita seimbangkan. Pertama, jasad. Jasad adalah aset berharga yang Allah titipkan pada kita. Karena itu kita harus memenuhi hak tubuh kita berupa nutrisi yang bergizi dan halal. Ini bukan hanya saran dokter, namun perintah Allah SWT pada kita. “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”. (QS.2 : 168) Yang sering terjadi manusia terlalu sibuk mengejar karir dan sering melupakan hak dari tubuhnya. Akhirnya, menzholimi diri sendiri. Jadi, mari kita penuhi kebutuhan jasad kita dengan seimbang. Hal kedua yakni akal. Ia adalah pemberian yang istimewa dari Allah. Ia menjadi indikator pembeda antara manusia dan hewan. Penggunaan dan pemanfaatannya BAHANA MAHASISWA

mejadi indikator pembeda antara manusia yang berakal dan manusia yag tidak berakal. Karena itu, akal juga harus kita beri nutrisi berupa ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Ini sebabnya kenapa wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT adalah perintah untuk membaca, bukan beribadah seperti sholat, dakwah, zakat, dan yang lainnya. 1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, 3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS.96 : 1 – 5) Aspek terakhir berupa ruh. Di saat arus globalisasi begitu parah, umat manusia justru melupakan kebutuhan ruhiyahnya, yakni kedekatan dengan Sang Pencipta, Allah SWT. Menghadiri majelis-majelis yang di dalamnya dibacakan ayat-ayat Allah adalah sesuatu yang ‘kuno’ menurut kita. Di sinilah terjadi ketidak seimbangan. Akhirnya, tubuh yang sehat, pengetahuan yang banyak tidak dibarengi dengan kedekatan dengan Sang Pencipta. Sehingga terjadi pengrusakan alam, korupsi, narkoba, dan segala perilaku menyimpang lainnya. Allah SWT mengingatkan kita akan pentingnya kebutuhan nutrisi ruhiyah itu. “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS.3 : 191) Islam bukan agama yang mengutamakan salah satu dari ketiga aspek tersebut, namun harus dipenuhi secara menyeluruh dan seimbang. Kita tidak akan bisa masuk surga tanpa ruhiyah yang kokoh. Ruhiyah yang kokoh tak akan bisa kita dapatkan tanpa pemahaman atau pengetahuan yang baik dan menyeluruh tentang Islam. Dan pengetahuan yang baik tadi tidak akan bisa kita peroleh jika tubuh tidak dalam kondisi sehat. Jadi semua harus seimbang, bukan? Wallahualam.#

OPINI

Budaya Miskin dan Kemiskinan MASALAH kemiskinan di Riau sungguh amat perihatin. Tiga kabupaten angka kemiskinannya tinggi; Kuantan Singingi, Rokan Hulu dan Indragiri Hilir. Coba saja simak hasil survei badan resmi pemerintah, seperti BPS, Balitbang, dan BKKBN, walaupun datanya cukup membingungkan. Bahkan kalau pakai garis kemiskinan Bank Dunia, pendapatan $ 2 per hari per orang, angka kemiskinannya besar dari 50 persen. Kelihatannya negeri ini kesibukannya lebih banyak diarahkan kepada taraf permainan data, dari pada tindakan efektif program penyelesaian masalah kemiskinan itu sendiri. Karena itu tak heran kalau data kemiskinan oleh lembaga yang sama dikeluarkan pada waktu berbeda. Sungguh pun data untuk tahun yang sama, maka datanya berbeda pula. Dari pada sibuk berdebat eloklah dicarikan jalan agar rakyat miskin dapat keluar dari kemiskinannya. Menurut hukum Eric Sevareid, “The chief source of problems is solutions.� (Puncak sumber masalah adalah penyelesaian). Albert Bartlett, profesor emeritus ilmu fisika Universitas Colorado menyatakan, “Solutions that fail to address the fundamental cause of the problem have little chance of success.� (Penyelesaian yang gagal menemukan penyebab dasarnya punya peluang kecil untuk berhasil). Sepanjang tidak ada diagnose kemiskinan suatu negara, tidak akan ada pengentasan kemiskinannya berhasil. Apalagi penyebab dan asal-usul atau sumber kemiskinan itu majemuk. Kemiskinan beragam beda penyebabnya dan ditentukan budaya, sejarah dan sistem ekonomi politik. PENULIS DARI Kemiskinan di negara berkembang RIAU INSTITUTION menurut Gunnar Myrdal (1968) disePEKANBARU babkan korupsi atau istilah tingginya

MA Syukron

sekarang moral hazard, dan jenisnya termasuk kemiskinan struktural. Banyak program dan upaya pengurangan kemiskinan pemerintah tak capai hasilnya atau gagal, karena dana untuk itu hanya sekitar 10 persen sampai sasaran. Sisanya dikorupsikan atau karena moral hazard, sehingga masalah kemiskinan tak teratasi. Suatu negeri yang korupsi dan moral hazard-nya merajalela, maka kemiskinannya makin parah, tapi birokrat bersama kroni dan rekanannya kaya-raya. Menurut J.K. Galbraith (1967), Profesor Ekonomi pada Universitas Harvard (Amerika Serikat), menulis dalam bukunya Economic Development bahwa kemiskinan disebabkan oleh tiga hal pokok; kemiskinan natural (sifat sumber alamnya), kultural (kebudayaan), dan struktural. Kalau kemiskinan natural jelas karena sumber daya alamnya miskin; kemiskinan kultural disebabkan memang budayanya menyukai dalam kemiskinan, menilai miskin itu dianggap mulia dan indah. Oleh karena itu semangat bersaing dan hasrat menjadi kaya rendah. Bahkan sungguh amat langka suatu negara di dunia ini orang yang tak mau kemajuan ekonomi, namun akan dijumpai hal itu tidak merupakan suatu keniscayaan politik. Budaya miskin, biasanya timpa perorangan atau keluarga di dalam suatu lingkungan pengaruh masyarakat makmur memiliki sifat khas: moral, keturunan keluarga, lingkungan, pedidikan, kesukuan sosial dan kesehatan; yang menyebabkan sejumlah orang terpisah dari kesejahteraan umum. Namun masih saja ada tersisa orang yang beranggapan bahwa hal itu sudah nasib yang ditakdirkan atasnya. Dia melarat karena kesalahannya sendiri, sehingga pantas menerima penderitaannya. Akan tetapi, bila suatu negeri yang sumber daya alamnya kaya, negerinya luas,

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

42

penduduknya banyak, akar budayanya memandang kaya itu mulia, tetapi rakyatnya miskin maka tentulah ada yang salah secara struktural. Ada tujuh hal penyebab kemiskinan struktural, semuanya saling berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan tingkahpola birokrasi yang korup dan zhalim. Dengan pemahaman tentang penyebab kemiskinan itu, maka disusunlah strategi dan kebijakan mengatasinya. Jadi tidak bisa ditangani secara sama untuk semua yang miskin. Tidak semua orang miskin itu disebabkan oleh masalah keuangan! Karena itu naïf sekali bila semuanya harus ditangani dengan satu kebijakan membagi uang (modal) atau dibuatkan kebun sawit. Apalagi sudah terbukti kebijakan seperti itu gagal, tidak efektif atau sumber korupsi yang telah memasukkan beberapa pejabat terkait ke dalam penjara atau diperiksa lalu sedang jadi tersangka. Bandingkan dengan negeri lain! Negeri tetangga Malaysia dan Singapura misalnya, yang tak kaya sumber daya alamnya, lebih kurang saja budayanya, tapi lebih kaya dan angka kemiskinannya kurang dari 5 persen, maka sinyalemen kelemahan struktural itu semakin terbukti. Padahal sekitar tahun 1950-an keadaan Indonesia taklah tertinggal sangat dengan Malaya (tambah Singapura), Taiwan dan Korea Selatan. Negeri yang disebut belakangan tidak pula memiliki kekayaan alam seperti Indonesia. Semuanya negara bekas jajahan. Malaya dijajah Inggris, Korea dan Taiwan dijajah Jepang; Indonesia dijajah Belanda dan Jepang. Waktu itu keadaan pendidikan, pendapatan dan perekonomiannya tak jauh berbeda, berbasiskan pertanian. Akan tetapi ketika menjelang Abad 21—lima puluh tahun kemudian—pendapatan ketiga negara itu jauh tinggalkan Indonesia. Angka kemiskinan di negara itu hanya sekitar 5 persen saja. Itupun dengan garis kemiskinan berdasarkan ukuran pendapatan sekitar $ 250 - $ 400 per kapita per bulan atau lebih dari US$ 10 per kapita per hari. Bandingkan dengan angka garis kemiskinan di Indonesia US$ 0,5 per kapita per hari

43

Majalah 2011

atau sekitar Rp 5 ribu per hari. Kalau standar kemiskinan Bank Dunia yang US$ 2 per kapita per hari, maka garis kemiskinan Indonesia (1/4-nya) sungguh sangat rendah. Bahkan hanya 1/20 angka garis kemiskinan Malaysia, Singapura, dan Korea, yang semula hampir sama pada tahun 1950-an. Artinya penanganan kemiskinan di negara itu dengan di negeri kita berbeda. Tak heran akibat-

Ilustrasi oleh???

nya dalam banyak hal mereka memandang rendah kepada Indonesia, yang negerinya kaya tapi rakyatnya miskin. Kemiskinan struktural menurut JK Galbraith, duta besar di India pada 1960-an, menuliskan dalam bukunya The Nature of Mass Poverty (1979), bahwa ada tujuh penyebab kemiskinan. Suatu negeri miskin sebab dengan sengaja dipelihara agar tetap dalam tekanan ekonomi dengan meneruskan kebijakan masa penjajahan; suatu negeri miskin sebagai konsekuensi penghisapan kelas (eksploitasi); kemiskinan disebabkan tak

BAHANA MAHASISWA

memadainya modal; kelebihan penduduk penyebab kemiskinan; kemiskinan disebabkan kebijakan ekonomi yang tak dirumuskan orang yang kompeten; kemiskinan disebabkan kecuaian atau kelalaian; kemiskinan disebabkan oleh lambannya pemindahan pengetahuan teknologi dan manajerial (kepada usaha mikro dan informal). Hampir seluruh penyebab kemiskinan struktural itu berkaitan erat dengan pemerintah dan kebijakannya. Kalau ditambah dengan pernyataan Gunnar Myrdal, pemenang hadiah Nobel ekonomi yang menulis buku Asian Drama An Inquiry Into the Poverty of Nations, bahwa kemiskinan disebabkan oleh korupsi pemerintah, pejabat dan birokrasinya, maka makin sem-purnalah penyebab kemiskinan itu adalah struktural. Tentu kebijakan atau program pemerintah yang bersih dengan pengurusan (governance), mungkin menyelesaikan masalah kemiskinan rakyatnya. Jika tidak ada perubahan yang mendasar maka kesan umum bahwa program mengentaskan kemiskinan sampai dewasa ini memang telah ikut membantu banyak orang miskin kehidupannya semakin buruk. Oleh sebab itu sudah tiba masanya bahwa program kemiskinan dirubah aturan mainnya, dalam mengurus kaum miskin itu. Selama ini program kesejahteraan dan program mengurangi kemiskinan lainnya terkesan memberikan begitu banyak ‘ikan’ dan umpan bukan ‘pancing’. Akan tetapi peluang ekonomi untuk mereka sudah tidak ada, karena kolaborasi dan kolusi pejabat, elit politik dengan pemilik modal sehingga sekalian aturan mereka beli. Suatu kapitalis liberal yang serakah seperti yang diramalkan Marx, kini menjadi kenyataan. Pada saat yang sama terjadi penurunan tolak ukur mutu pendidikan, kesehatan, yang telah mencabut rangsangan untuk belajar keras dan sungguhsungguh. Bahkan juga penegakan hukum semakin hari semakin buruk. Menghukum berat kaum miskin yang mencuri tiga buah cokelat, sembilan pisang, bunga atau sandal jepit. Sementara koruptor dan penjahat

bersambung...

OPINI atau perampok kekayaan negara dan rakyat lainnya, yang telah merugikan negara dan rakyat jutaan, miliaran bahkan triliunan rupiah, bebas di dalam dan keluar negeri. Pendidikan yang diharapkan akan memutus rantai belenggu kemiskinan menjadi tertawaan. Sebab budaya terbentuk dari tanggapan yang sama dan bersama suatu masyarakat terhadap suatu kenyataan, kejadian dan peristiwa yang dijadikan kebiasaan, adat istiadat, norma, nilai, dan etika yang dalam rentang waktu tertentu pada gilirannya menjadi budaya. Negara sejahtera berurat akar dalam politik. Tetapi politik pun mengkhianati kaum miskin atau rakyat yang diwakilinya. Masalah

hibah (bergulir), sertifikasi tanah cuma-cuma, dan pembangunan dikerjakan masyarakat desa ataupun dengan pendampingan. Sedangkan penyebab kemiskinan lain, hampir tak tersentuh oleh kebijakan umum lainnya. Dengan kebijakan seperti itu, hasilnya sejak tahun 2005, dari target pengurangan kemiskinan 2 persen per tahun, telah tercapai 1 persen. Jadi kemangkusan kebijakan mengurangi kemiskinan di Riau hanya 50 persen. Namun ada yang skeptis dan mempertanyakan apakah pengurangan kemiskinan yang terjadi itu akibat kebijakan pemerintah? Atau tanpa adanya program pemerintah pun, kemiskinan di Riau akan berkurang sebanyak itu juga. Sebab pada hakikatnya yang menggerakkan perekono-

Ada tujuh hal penyebab kemiskinan struktural, semuanya saling berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan tingkah-polah birokrasi yang korup dan zhalim. dengan negara sejahtera bukanlah besarnya kesejahteraan yang wujud, tetapi keadaan pembiaran dan sifat primordial. Sedikit saja kerja yang dilaksanakan sungguh-sungguh atau persyaratan lain yang melekat pada program yang berfaedah. Reformasi kebijakan sosial umumnya bermakna merubah keseluruhan kebijakan budaya kerja berkaitan dengan kemiskinan itu, kebijakan sosial haruslah diberi makna berbagai macam komunitas miskin yang berbeda sebabmusabab maupun akibatnya. Setiap orang mempunyai suatu tempat, tidak pandang nasib keberuntungannya dalam pasar. Suatu makna pemerataan di luar peluang yang sama. Maka dari ketujuh penyebab kemiskinan struktural itu, Riau menangani kemiskinan hanya dengan penyebab ketiga; kemiskinan disebabkan tidak memadainya modal. Untuk itu telah dilakukanlah program pemberian kredit, jaminan kredit,

mian itu adalah para usahawannya. Apalagi berita miring tentang pelaksanaan program pengurangan kemiskinan di lapangan tak berkurang negatifnya dan itu makin santer. Berdasarkan pertimbangan penyelesaian masalah menurut sumber asal penyebabnya yang lazim melalui diagnose pada kedokteran, maka patutlah dipertimbangkan upaya menurunkan angka kemiskinan yang difokuskan di pedesaan, sebagai kantong kemiskinan terbesar, dengan salah satu programnya mengembangkan entrepreneur (usahawan dan swasta, bukan wirausaha atau wiraswasta; karena usahawan di kalangan miskin bukan derajat perwira). MENURUT kajian peneliti Jepang pada masa awal orde baru, ada 19 perusahaan negara yang dikelola para perwira bangkrut pada tahun 1960an. Kebanyakan perusahaan dan dana tentara yang dikaryakan sampai se-

karang umumnya di bawah pengelolaan perwira, tapi dikerjakan oleh pengusaha (China). Jadi tidak ada alasan merubah usahawan jadi wirausaha atau wiraswasta, yang hendak memuluskan ‘dwi-fungsi’, yang ikut berperanan memelihara kemiskinan struktural dan korupsi di Indonesia. Budaya usahawan sudah rusak dan tidak tumbuh secara alamiah dan wajar. Cara mengurangi kemiskinan itu: pertama, mulailah dengan kegiatan registrasi usaha mikro dan kecil (UMK) dan dilanjutkan dengan pembinaannya sehingga mereka secara berangsur naik tingkat jadi usahawan menengah; kedua peningkatan produktivitas pertanian dengan penyuluhan dan pelatihan tentang manajemen dan teknologi pertanian; ketiga, menjamin kesehatan dan kecukupan gizi keluarga miskin dengan meningkatkan fungsi Puskesmas dan Posyandu; keempat pendidikan wajib bagi keluarga dan anak miskin dengan mengembangkan sekolah kejuruan teknis; kelima mengintegrasikan ekonomi tradisional di pedesaan dengan ekonomi modern di perkotaan boleh melalui pola kemitraan, ‘bapak angkat’, dan mengembangkan industri pedesaan; keenam, membangun kelembagaan ekonomi desa, seperti koperasi dan lembaga keuangan mikro; ketujuh, mendayagunakan belanja sosial bagi mempercepat pembangunan infrastruktur air, jalan, listrik, komunikasi dan pasar tradisional; kedelapan mencegah ‘moral hazard’ dan para kotuptor dihukum berat. Untuk semua kegiatan itu, idealnya sekitar 15 persen dari APBD digunakan untuk mengurangi kemiskinan. TANPA perubahan paradigma pengurangan kemiskinan atau dengan hanya sekedar melanjutkan kebijakan dan program kemiskinan seperti sampai dewasa ini, maka diramalkan bahwa apa yang akan dicapai di masa depan tidak akan jauh berubah atau berbeda dengan apa yang telah dicapai sampai hari ini. Sebab pembiaran dan memperalat kemiskinan secara struktural sudah menjadi budaya. Mudahmudahan saja ramalan itu salah.#

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

44

IN MEMORIAM

PADA 1972 dan 1973 momen penting bagi Syofyan. Pada 1972, ia terpilih jadi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau. Ia dicalonkan dari Generasi Muda Golkar; organisasi sayap partai Golongan Karya (Golkar). Periode jadi Dewan berakhir 1977. Pada 1973, Universitas Riau (UR) gelar pemilihan Dewan Mahasiswa (Dema)—kini BEM UR. Syofyan ikut calonkan diri. Unjuk gigi di pentas perpolitikan antar mahasiswa di Universitas Riau dimulai. Syofyan juga ikut dirikan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) cabang Riau tahun 1974. Bersama Said Ghazali dan Thamrin Nasution. Syofyan dibantu Asrul Jaafar—mantan Bupati Kuansing—dalam pemenangan perebutan Dema. Asrul teman karib Syofyan sejak sama-sama kuliah di FISIP UR. Mereka tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Sosialis Indonesia (GMSos). “Periode sebelumnya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang jadi Dema,” kata Asrul. GMSos dipelopori Sutan Sjahrir. Ini juga lembaga pengkaderan seperti HMI dan GMNI. Cita-citanya wujudkan masyarakat sosialis, atas nilai kerakyatan. GMSos punya Partai Sosialis Indonesia (PSI). PSI terbentuk tanggal 12 Februari 1948 berdasarkan paham sosialis yang disandarkan pada ajaran ilmu pengetahuan Marx-Engels, menuju masyarakat sosialis yang berdasarkan kerakyatan. Pada tahun 1950-an, PSI melalui salah seorang anggotanya yaitu Soemitro Djojohadikusumo memberi penekanan pada program pembangunan daerah, industri kecil dan koperasi. Namun karena Soemitro mendukung Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)- gerakan pertentangan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusatmaka PSI dianggap turut serta melawan pemerintah. Pada Agustus 1960, PSI bersama Masyumi dibubarkan oleh Presiden Soekarno atas pertimbangan Mahkamah

45

Majalah 2011

Bersambung...

BAHANA MAHASISWA

Politik Ilmuwan Politik

Keinginan seorang ilmuwan politik yang berharap para politisi tidak mementingkan diri sendiri Oleh

Nurul Fitria istimewa

“PAPA mau pensiun Oktober tahun ini saja,” kata Dr. H. Syofyan Samad. “Kan seharusnya bulan Februari Pa, sesuai dengan bulan lahir,” kata Magda Evita, putri sulungnya. “Nggak ada, mau cepat-cepat saja.” Keluarga sempat bertanya maksud perkataan Syofyan. Tapi tak mau pikirkan hal tidak-tidak. “Ada perasaan tidak enak, ntah apalah yang terjadi. Sempat bingung, badan rasanya tak enak. Kadang-kadang dapat mimpi,” kata Hj. Tengku Arfini, istri Syofyan. Seminggu kemudian, 30 September 2011 Syofyan Samad dibawa ke ruang ICU RS Awal Bros. “Tensi darahnya mungkin naik, soalnya dia makan jeroan malam itu,” kata Fini, panggilan istrinya. Syofyan alami pecah pembuluh darah otak. Dari Awal Bros dipindah ke RS Bina Kasih. “Peralatan untuk obati bapak di Awal Bros kebetulan dipakai semua.” Setelah dirawat tiga hari, kondisinya tetap tak membaik. Ia meninggal pada 4 Oktober 2011 di RS Bina Kasih pukul 12.10.

IN MEMORIAM

MALARI adalah demonstrasi mahasiswa diwarnai pengrusakan, pembakaran dan penjarahan. Tindakan ini ketidaksenangan mahasiswa pada dwifungsi ABRI, kinerja pemerintah dan DPR yang tak layak. Hariman Siregar memang diingat tokoh Malari. Tercatat, dalam peristiwa itu, 11 orang meninggal, 300 luka-luka, 775 orang ditahan. Sebanyak 807 mobil dan 187 sepeda motor dirusak atau dibakar, 144 bangunan rusak dan 160 kg emas hilang dari sejumlah toko perhiasan. KEMBALI ke UR. Pemilhan Dema kian panas. Saat itu, Ketua Dema dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM). Dema eksekutif dan MPM legislatif. “Saya prediksi, suara di Sema imbang,” kata Asrul Jaafar, mantan Bupati Kuansing, teman karib Syofyan. Ketika itu, Asrul ketua tim sukses pemenangan Syofyan. Lawan politik Syofyan, Ismail dari HMI, mahasiswa asal FKIP. Benar saja. Saat penghitungan suara imbang15: 15, karena jumlah anggota MPM adalah 30 orang dari seluruh Fakultas. Syofyan dan Asrul putar otak. Lobi punya lobi, keputusan terakhir di serahkan pada pimpinan universitas. UR masih dijabat Gubernur Riau—Arifin Ahmad. Dan Arifin memilih Syofyan. “Mungkin Pak Arifin melihat Syofyan sudah teruji jadi Dewan.

istimewa

Agung. Pembubaran karena partai tersebut dinilai sedang melakukan pemberontakan terhadap pemerintah. GMSos pun tak bertahan lama. Ketika terjadi peristiwa Malapetaka Limabelas Januari (Malari) 1974, “Secara otomatis GMSos bubar,” kata Asrul. Pasalnya Syahrir dan Hariman Siregar—saat itu ketua Dema UI, juga dari GMSos—ditangkap dan diadili.

Rapat: Syofyan Samad sedang rapat bersama mantan Ketua DPRD Riau dan Kapolda Riau

Selain itu mungkin karena Golkarnya,” kata Asrul. “Tapi itu memang bagian dari taktik kita, agar pimpinan yang putuskan.” Tiga tahun jadi Dema tentu tak nyaman. Dengan separoh mahasiswa di Sema tak mendukung Syofyan, “Ya… berbagai cara pasti dilakukan untuk jatuhkan Raja—panggilan akrab Syofyan,” kata Asrul. Enam bulan sebelum habis masa di Dema, Syofyan dapat mosi tak percaya dari rekan-rekan kepengurusan Dema. Ia mundur. PADA 2002, Syofyan kembali ke dunia politik praktis. Ia dipecaya jadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Saya sebenarnya agak keberatan, tapi Bapak memang suka politik, mau apalagi,” kata Fini. Satu diinginkan Syofyan, “Agar politik di daerah berjalan dengan baik, dan masyarakat merasakan itu,” kata Asrul. Ia hobi berdiskusi. Dilaog soal politik, kepemimpinan. “Ia sering ajak saya makan siang untuk diskusi, kadang-kadang saya datang ke KPU,” kata Asrul. Ia sering katakan agar para politisi jangan mementingkan kepentingan pribadi saja. Ia juga semangat jika sudah bicara politik kotor.

Dia punya keinginan agar masih bisa melaksanakan pemilihan Gubernur Riau dengan baik

“Dia selalu berikan solusi dengan kondisi politik sekarang.” Apa yang tak diinginkan Syofyan terjadi. Medio 2011, Pemilihan Walikota (Pilwako) bermasalah. Sampai-sampai harus Pemungutan Suara Ulang (PSU). “Ini jadi beban pikiran bagi dia,” kata Asrul. Pada 2 Oktober 2011 semula Syofyan akan berangkat ke Jakarta. Agendanya pertemuan KPU 11 negara di ASEAN. Pertemuan dibuka di Istana Kepresidenan pada 3 Oktober oleh Presiden SBY. Acara ini membahas tata cara pemilu di 11 negara tersebut. Tetapi karena ia sakit, keberangkatannya di gantikan Lena Farida, salah satu anggota KPU Propinsi Riau. Selain Lena, anggota Syofyan di KPU ada empat lagi; Ir. T. Eddy Sabli, M.Si, Asmuni Hasmi,SH, Dr . Alimin Siregar, M.Si. “Beliau memang pendiam dan jarang bicara. Tetapi jika ada yang minta solusi, ia akan berikan solusi dan selalu tepat selesaikan masalah,” kata Lena. Sebelum meninggal, ia jalankan periode kedua sebagai Ketua KPU. Jabatannya berakhir pada November 2013 “Dia punya keinginan agar masih bisa melaksanakan pemilihan Gubernur Riau dengan baik,” kata Asrul. SYOFYAN lahir di Simandolak, 14 Februari 1947. Simandolak desa di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Beliau mengenyam pendidikan sekolah dasar di SDN 1 Benai, Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Taluk Kuantan dan

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

46

47

Majalah 2011

politik memerlukan kemampuan pemerintah yang ting gi untuk menjangkau dan mengatur seluruh warga dan wilayahnya. SIANG 17 Desember 2011. Hujan guyur rumah almarhum Syofyan di jalan Pinang Merah, Pekanbaru. Rumah itu dibeli sejak tahun 1982. Kesedihan belum juga hilang dari anak sulungnya Magda Evita. Saya banyak ngobrol dengan Fini. “Anakanak masih sedih,” kata Fini. Bagi Syofyan pendidikan amat penting. Itu selalu ia katakan pada anaknya. Kini, semua anaknya telah sarjana. “Papa itu suka baca, bukubukunya banyak sekali,” ujar Rinaldi, suami Magda Evita. Syofyan, kata Fini, sangat takut berobat ke dokter. Ia tidak suka diperiksa. Jika diperiksa, ia tidak ingin mengetahui hasil pemeriksaan. Jika tahu, ia akan stres. “Jadi hasil pemeriksaan diberitahu pada keluarga yang mengantar.” Beberapa hari sebelum wafat, Syofyan mengeluh pada istrinya badannya sakit-sakit. Malam sebelum masuk RS Awal Bros. Syofyan pergi bersama supirnya, Prayitno. “Katanya mau cari obat,” cerita Fini. Belakangan, Fini tahu selain cari obat Syofyan malam itu makan daging dan jeroan. “Bapak itu banyak pantangannya kalau di rumah, pilih-pilih kalau makan. Kalau di luar semuanya dimakan,” kata Fini. “Nggak juga. Kalau di kantor beliau itu pilih-pilih makanan juga. Dia tak mau makan kacang karena ada asam urat,” kata Lena. Prayitno yang telepon ke rumah malam itu. Ia bilang bapak tiba-tiba tak sadar di mobil. Akhirnya dibawa ke RS Awal Bros. “Bapak itu sangat baik. Saya sudah dianggap seperti anaknya sendiri,” ujar Suroso, pernah bekerja sebagai supir Syofyan selama 15 tahun. ASRUL pernah keberatan pada Syofyan, saat masih terima jabatan Ketua KPU kedua kalinya. Syofyan hanya ingin jadi ilmuwan saja. “Kenapa tak lanjutkan jadi Profesor Ja?” Syofyan hanya tersenyum. #

BAHANA MAHASISWA

1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 MAHASISWA identik dengan kon1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 disi keuangan yang pas-pasan. Bahkan 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 kekurangan uang siap mengancam jika 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 Anda salah mengatur pengeluaran. 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 Jika ini terjadi, bisa-bisa konsentrasi 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 belajar akan terganggu. Berikut tips 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 supaya Anda bisa mengatur keuangan 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 dengan tepat. 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 Pertama, buat catatan atau daftar 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 pengeluaran rutin selama sebulan. 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 Seperti uang kos, transport, makan dan 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 pulsa. Usahakan cari lokasi kos yang 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 dekat dengan kampus sehingga bisa 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 menghemat biaya transport ke kam1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 pus. 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 Kedua, buat catatan atau daftar 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 pengeluaran yang mungkin akan 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 terjadi. Ini biasa disebut dengan 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 pengeluaran tak terduga, seperti biaya 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 ke warnet, foto copy, dan sebagainya. 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 Menyisihkan sedikit uang setiap 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 bulan untuk ditabung juga penting. 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 Uang ini hanya digunakan untuk 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 keperluan mendesak. 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 Yang tak kalah penting namun 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 sering diabaikan, pisahkan penge1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 luaran yang telah dicatat. Untuk kos, 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 transport, makan, dan keperluan 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 lainnya. Pisahkan dengan amplop 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 yang diberi label. 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 Belajar mengatur keuangan pen1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 ting bagi kita. Apalagi bagi Anda yang 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 dikirim uang pas-pasan dari orang tua. 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 Selamat berusaha. Semoga tipsnya 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 bermanfaat. 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 Hasna Lathifah Khusaini 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 Mahasiswa Hubungan Internasional 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901 FISIP UR 1234567890123456789012345678901212345678901 1234567890123456789012345678901212345678901

JENGAH

Mari Atur Uang Kita

foto: istimewa

Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Payakumbuh. Memasuki masa kuliah, ia memilih FISIP UR. Tentu sesuai ketertarikannya pada politik. Ini ditunjukkan pada 1972 jadi anggota Dewan dan terpilih jadi Dema pada 1973. Urusan pendidikan juga tak kalah. Tingkat tiga, atau semester lima ia diangkat jadi asisten dosen. Usai selesaikan S1 ia lanjutkan studi S2 dan S3 di Universitas Indonesia tentang Politik. “Saat itu ada kesempatan sekolah ke Amerika, karena biaya tak jadi. Juga terlalu jauh,” kata Fini yang Syofyan nikahi saat kuliah tahun 1974. Syofyan dapat gelar Doktor pada Juli 2002. Ia Doktor pertama bidang politik di Riau. Selesai S3 itulah Syofyan diminta jadi Ketua KPU. “Mungkin karena doktor politik pertama,” kata Asrul. Sebelum di KPU, Syofyan sempat jadi Dekan FISIP periode 19942001. Masa Syofyan, program ekstensi FISIP dibuka. Ia juga menggagas program pengumpulan kredit, dan bangun kerjasama antar FISIP UI dan FISIP UR. Ia juga tinggalkan kenangan mengajar yang baik. Syofyan, kata Lena—juga muridnya di FISIP— dosen yang selalu memberi nasehat dan motivasi. “Pak Syofyan mengajar lebih suka dinamika kelas, ia lebih suka diskusi dan dialog,” tambah Ali Yusri, Dekan FISIP yang pernah diajar Syofyan pada mata kuliah kepemimpinan. Menurut Ali, penekanan Syofyan dalam mengajar lebih pada pemahaman. Begitu juga ia beri nilai. “Bisa saja mahasiswa yang hadir tak penuh, tapi baginya punya pemahaman mata kuliah baik, nilainya lebih tinggi.” September 2010. Ia selesaikan bahan disertasinya; buku bertajuk Negara dan Masyarakat, Studi Penetrasi Negara di Riau Kepulauan Masa Orde Baru. Buku ini dalami political penetraction; konsep dimana suatu negara mampu menjangkau seluruh wilayah dan masyarakatnya yang ada dalam kekuasaannya. Penetrasi politik menyebabkan terbentuknya loyalitas rakyat kepada pemerintah dan keutuhan wilayah. Penetrasi

CERPEN

Matahari Terbit Di Ufuk Barat Singapura “TOMMY, LIHAT matahari sudah tinggi. Segera antar makan siang Ayahmu ke sawah. Barangkali Ayahmu kelaparan,” teriak ibu dari dapur. “Sebentar, sedikit lagi ketikanku tuntas.” Segera ku-save deskripsi co-as-ku yang akan diserahkan kepada profesor sore nanti. Laptop tua kesayanganku buru-buru aku Drs. Yufrizal, M.Si simpan dalam lemari tua di kamar ibu. Aku langsung berlari menuju dapur. Ibu sudah persiapkan rantang untuk makan siang Ayah. Aku sangat mengagumi Ayah. Berkat kerja keras dan ketulusan hatinya aku masuk salah seorang kandidat dokter Universitas Andalas (Unand) Padang. Dari 31 mahasiswa pada awalnya, kini hanya tersisa 11 orang. Ibu sudah berada di depanku, seraya berkata, “Tom, sampai di sawah letakkan bungkusan ini di pondok (saung), dan siapkan cuci tangan.” “Beres, Bu,” ujarku. Ayah menyantap makan siang dengan lahap. Butiran keringat mengucur dari dahinya. Sesekali disekanya buliran keringat dengan telapak tangan kiri. Sambil menyuap nasi, mataku memandang wajah Ayah. Kumis, alis mata, dan rambut sudah memutih, wajah mengelam, kelopak mata berair dan sedikit bengkak. Sebagai calon dokter sudah empat tahun aku duduk di bangku kuliah. Selama itu pula ayah banting tulang di sawah setiap hari demi membiayai studiku. Suapanku terhenti. Hatiku menjerit pedih. “Tommy, sadarkah engkau? Tak pantas dirimu duduk di Fakultas Kedokteran. Itu hanya tempat anak orang berduit. Tidak buatmu.” Aku merasa berdosa. Di saat itu pula aku terperanjat kaku. “Tommy, kenapa suapanmu berhenti? Apa masakan ibumu sudah tidak lezat lagi?” tanya Ayah datar. “Tidak Yah, kebetulan saya ingat teman kuliah, Miranti namanya,” kilahku. “Kenapa dengan temanmu itu?” tanya Ayah lagi. “Nanti habis makan saya ceritakan.” Selesai makan, Ayah sandarkan diri ke tiang pondok sambil menikmati rokok gulungan tembakau daun nipah. “Tommy, PENULIS ADALAH coba ceritakan tentang temanmu itu,” pinta PENSIUNAN PNS Ayah ingin tahu. UNIVERSITAS RIAU “Begini Yah, Miranti teman satu ang-

katanku. Kebetulan satu kelompok co-as yang deskripsinya aku kerjakan di rumah sampai tadi siang. Kelompok kami lima orang. Saat diskusi bersama pembimbing kami, profesor Rizal, ahli bedah syaraf Rumah Sakit Umum Padang, Miranti sampaikan kalau ia tidak setuju aku gabung dalam tim tersebut. Rencananya co-as itu akan dilaksanakan di rumah sakit Singapore General Hospital. Dia beralasan akan lebih baik jika aku digantikan dengan temannya yang lain. Temannya itu anak pejabat di Sumatera Barat dan bapaknya bersedia memfasilitasi keberangkatan kelompok tersebut. Aku tahu siapa temannya itu. Dia adalah teman spesial Miranti. Namun aku juga tahu, dibalik itu, Miranti secara pribadi memiliki antipati terhadapku karena masa lalu kami. Untungnya profesor tidak setuju.” Dengan bijaksana Ayah katakan, “Tom, laksanakan cita-citamu. Kesampingkan kerikil-kerikil tajam yang berusaha menghalangi jalanmu.” Semangatku seketika meningkat, “Insya Allah Ayah,” janjiku mantap. TEPAT PUKUL 15.00, saya berada dalam bus ANS yang mangkal di Terminal Aurkuning Bukittinggi. Supir bus memberikan aba-aba bus segera berangkat menuju Padang. Keindahan panorama di sepanjang perjalanan membawa pikiranku ke sosok Miranti. Ia gadis idamanku. Rumahnya masih satu kota denganku. Ia anak pengusaha barang antik. Miranti mimpi cinta pertamaku. Namun keterbatasan ekonomi keluarga sebagai petani kecil di desa membuatku tak pernah merasakan cinta pertama. Kepedihan hatiku kepada Miranti berawal dari pertemuan di kantin kampus bersamanya, setahun yang lalu. Sebuah peristiwa yang tak dapat dilupakan sepanjang hidupku. Siang itu Miranti muncul di hadapanku. Belum sempat aku sapa, dia langsung memborbardir aku dengan katakata yang menyakitkan hati. “Tommy, lu jangan mimpi deh lebih dekat dengan gua, kita hanya berteman. Di kampus, di kampung, lu tetap cuma teman

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

48

gua, sampai kapan pun! Tentang Ibkar, dia pacar gua, jangan ganggu hubungan kami! Jangan pernah berharap lu bisa gantikan dia. Dia anak pejabat, orang berduit. Kami merencanakan co-as semester akhir nanti di Rumah Sakit Internasional Singapura. Lu jangan deh berlagak mau co-as di sana juga. Gua tau siapa keluarga lu, Tom! Ingat kata-kata gua ya, terbit matahari di ufuk barat kota Singapura, baru lu sampai di sana, camkan itu! Selamat siang.” Miranti berlalu dan meninggalkanku dalam kebingungan. Sejak saat itu aku berjanji dalam hati: pertama, Miranti, mulai saat pertemuan di kantin, adalah orang yang sudah hilang di lubuk hatiku; kedua, kegiatan belajarku harus ditingkatkan terus; ketiga, Rumah Sakit Internasional Singapura tetap sebagai target utama tempat co-as-ku, bagaimana pun caranya. Papan pengumuman kampus yang sudah agak tua dipenuhi beberapa mahasiswa. Ternyata mereka membaca berita panggilan untuk lima mahasiswa yang akan diberangkatkan ke Rumah Sakit Internasional Singapura. Tercantum nama Tommy salah satunya.

mengapa Miranti tidak jadi ikut?” “Kami tidak tahu Prof,” sela Andi. Profesor mengarahkan pandangannya ke saya. “Tommy, kamu tahu?” “Barangkali Miranti ciut menyaksikan fenomena alam yang direkayasanya sendiri,” ujarku. Profesor bingung. “Maksudnya?” tanya profesor penasaran. “Akhirnya matahari terbit di ufuk barat kota Singapura. Itulah rekayasanya Prof.” Kontan profesor dan teman-teman semakin bingung. Andi tersenyum tipis. Andi satu-satunya yang tahu bagaimana hubunganku dengan Miranti selama ini. Kebingungan itu dipecahkan oleh suara profesor. “Begini saja, sukseskan dulu

MINGGU, SEPTEMBER 2008 Garuda Airlines mendarat mulus di Bandara Internasional Changi Singapura. Selama penerbangan semuanya begitu fantastis bagiku. Kami berada di Stasiun Interchange Tanah Merah. Profesor merangkap guide rombongan kami berkomentar, “Saudarasaudara, sekarang kita akan menuju pusat kota. Kita akan naik kendaraan MRT (Mass Rapid Transit). Saya akan beli kartu Ez-link (kartu elektronik transportasi pra bayar kota Singapura) untuk kalian.” Tanpa terasa 30 menit di atas kereta api MRT, profesor kembali beri komando. “Kita turun beberapa saat lagi di MRT Station Dhoby Ghaut.” Hotel YMCA International House yang terletak di bilangan Orchard Road begitu tenang. Lokasinya tak begitu jauh dari stasiun Dhoby Ghaut. “Sebelum briefing, ada hal krusial yang ingin saya tanyakan kepada kalian,” kata profesor serius. “Kalian kan tahu kelompok coas lima orang, tapi kalian datang hanya berempat. Ini pasti jadi pertanyaan Prof. Liew besok.” Saya, Andi, dan dua teman lain terdiam. “Jadi, siapa yang tahu

kegiatan co-as kalian. Tentang misteri matahari terbit di ufuk barat akan kita bicarakan di Kampus Unand. Selamat malam.”

49

Majalah 2011

Ilustrasi: Dayat

KEDATANGAN PROF. Rizal dari Indonesia pertanda co-as kami sudah tuntas. Profesor Liew mengundang kami ke ruangannya. Tepat pukul 09.00 waktu setempat, kami berempat masuk ke ruangan Prof. Liew. Prof.Rizal sudah duluan hadir. Prof. Rizal mengawali pembicaraannya. “Berdasarkan evaluasi kegiatan coas kalian, Prof.Liew selaku President Singapore General Hospital melaporkan bahwa: pertama, sangat puas dengan kinerja kalian, artinya co-as kalian sukses; kedua, salah seorang dari kalian yang memiliki prestasi tinggi, Tommy, direkomendasikan untuk melanjutkan studinya pada spesialisasi bedah atas sponsor Singapore General Hospital. Selama masa studi ditawarkan untuk bekerja di RS ini. MoU akan dilakukan sebentar lagi.” Air mata bahagia menetes dari kedua mataku. Andi pasti cukup paham

BAHANA MAHASISWA

apa yang aku rasakan. Siapa sangka akan lahir seorang dokter spesialis bedah dari keluarga petani miskin. Dua tahun berlalu. Di seberang telepon sayup-sayup terdengar suara Andi. “Hallo Tom, aku sudah di Bandara Internasional Changi bersama Ayah dan Ibumu nih!” Aku sangat girang mendengarnya. “Ok, dr. Andi, aku segera ke bandara.” Dengan mobil dinas aku meluncur ke bandara. Sanubariku berkata, “Ayah, Ibu, kini saatnya aku mengembalikan sesuatu yang telah kurenggut selama ini. Betapa Ayah dan Ibu sengsara dulunya. Sekarang tidak ada lagi pakaian lusuh, gizi buruk, wajah sendu, gigi ompong, tidak ada lagi.” Tetesan air mata membasahi dua pasang mata yang sudah dihiasi banyak kerutan. “Ayah, Ibu, dr. Andi, selamat datang di kota matahariku.” Kami meninggalkan Bandara Changi Internasional menuju apertemenku di kawasan Orchid Center. “Tommy, apa kami berada di kota surga? Tadi kamu bilang, ‘Selamat Datang di Kota Matahariku’,” tanya ayah. Sambil menyetir dengan singkat aku jawab, “Nanti Ayah dan Ibu akan tahu sendiri.” Dari kursi belakang Ibu bersuara, “Tommy, Miranti sering ke rumah kita.” Sudah lama aku tak mendengar nama itu. Tak ada rasa apapun ketika nama itu masuk ke telingaku. Sekedar basa-basi aku jawab, “Oh, memangnya dinas di mana dr. Miranti, Bu?” Ibu pun menjawab, “Di Puskesmas kecamatan kampung kita.” Mobil kami berhenti di depan apartemen Somerset Orchard, S’pore. Ayah dan ibu belum mau turun. Mesin mobil aku matikan. “Tommy, jawab dulu pertanyaan Ayah. Kenapa di bandara tadi kamu katakan ‘Kota Matahariku’?” “Oke Ayah, aku akan jawab dengan tuntas. Di sini, di kota ini, akhirnya matahari terbit di ufuk barat.” Kening ayah berkerut. “Tommy, jangan kamu bikin kami bingung. Dengan senyum misterius aku jawab, “Sudahlah Ayah, tidak usah dipikirkan. Biarkanlah Miranti yang akan menguburnya. Ayah, Ibu, sahabat karibku dr. Andi, mari kita nikmati anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa ini.” Kami turun dari mobil. # Bogor, Kaki Gunung Salak, November 2011

ARTIKEL ILMIAH

LABORATORIUM BALAI Benih Ikan (BBI) di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (Faperika) Universitas Riau mencoba membenihkan ikan Selais. “Ya kita mempertahankan populasinya yang mulai langka, biar

Membenihkan Ikan Selais

Di tengah populasi yang mulai langka, Laboratorium Balai Benih Ikan Faperika UR berusaha terus membenihkan Selais. Sudah berjalan sejak 2003. Oleh

Ahlul Fadli

foto: istimewa

TUGU SELAIS Dipa Sepadan di depan kantor Walikota Pekanbaru menjadi pelengkap bundaran air mancur yang sudah ada sebelumnya. Ia diresmikan 14 Juli 2011 oleh mantan Walikota Pekanbaru, Herman Abdullah. Tugu ini berupa tiga ekor Selais yang saling berangkulan dalam gerak dinamis. “Itu mencerminkan orang Melayu yang hidup rukun dan damai, penuh kasih sayang serta lincah dalam pergaulan,” ujar Dedi Gusriadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pekanbaru seperti dikutip dari situs Bappeda Pekanbaru. Selain tugu Selais Dipa Sepadan, ikon ikan Selais lainnya dipasang pada bus Trans Metro Pekanbaru. Ikan Selais sudah jadi ikon kota Pekanbaru sejak lama. Bahkan pengusaha skala rumah tangga sudah banyak memproduksi peyek Selais dan dijadikan oleh-oleh khas Pekanbaru. Peyek terbuat dari Selais yang sudah disalai, dilumuri tepung dan digoreng. Spesies terbesar ikan Selais ada di Sungai Langgam, Kabupaten Pelalawan. Namun kini sudah sulit didapat. Di pasar pun harganya relatif mahal. Pasar Bawah menjual Selais seharga Rp 50 ribu per kilogram. Pasar Panam lebih mahal lagi: Rp 60 ribu per kilogram. “Kita tak ada jual, biasanya bapak di ujung situ yang jual,” kata seorang penjual ikan di Pasar Panam. Kini, Selais memang susah didapat. Dinas Perikanan Daerah Tingkat II Kampar mengeluarkan data produksi perikanan secara umum di Sungai Kampar. Termasuk di dalamnya produksi ikan Selais. Tahun 1995 sebanyak 6.686,29 ton; 1996 menjadi 6.375,03 ton (turun 4,6 persen); 1997 sebanyak 5.414, 72 ton (turun 15,05 persen); tahun 1998 menjadi 4.705,86 ton (turun 4,66 persen); tahun 2009 sebanyak 3.192,50 ton (turun 32,16 persen). Untuk tahun 2004 produksi ikan turun drastis menjadi 1.366,5 ton (78,5 persen).

SELAIS: Ikan Selais, salah satu ikan langka saat ini.

tidak punah,” kata Nuraini, tim pengelola labor. Kini ada sekitar 100 spesies ikan Selais yang dipelihara. Sebetulnya ikan-ikan tersebut adalah bahan praktikum mahasiswa. “Belajar membenihkan ikan secara buatan. Dari situ kita bisa memperbanyak populasinya,” kata Nuraini lagi. Ide pembenihan ikan Selais tersebut berawal dari tahun 2002. Saat itu Nuraini menjadi staf pengajar di Universitas Islam Riau (UIR). Ia melakukan penelitian bersama dosen UIR lainnya tentang pembenihan Selais. Proyek mereka didanai Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Pelalawan. “Lokasi awalnya di Kecamatan Langgam itu,” cerita Nuraini. Setelah proyek penelitiannya berhasil, setahun kemudian, Nuraini mengajak dosen Universitas Riau untuk melakukan hal serupa: pembenihan Selais. Akhirnya ia bersama Hamdan Alawi, juga dosen Faperika UR, rutin melakukan penelitian Selais. Penelitian mereka yang terakhir berjudul Pemijahan Buatan dan Pemeliharaan Larva Ikan Selais Modang (Ompok rhadinurus). Dananya dari program Strategi Nasional pemerintah pusat tahun anggaran 2010 juga dari Lembaga Penelitian (Lemlit) UR. “Sampai sekarang kami masih meneliti. Sudah banyak mahasiswa dilibatkan,” ujar Nuraini saat dijumpai

di Laboratorium BBI. Sejak 2003 hingga kini, Nuraini mengajarkan pemijahan buatan pada ikan Selais ke para mahasiswanya. “Sudah banyak sarjana dihasilkan dari Selais ini,” ujarnya bangga. Proses pemijahan ikan Selais diawali dengan penyuntikan hormon ovaprim pada induk betina. Ovaprim adalah hormon perangsang telur untuk merangsang telur supaya cepat keluar. Agar telurnya bagus, penyuntikan ovaprim dilakukan dua kali: siang dan malam. Bagian yang paling aman disuntik adalah punggung ikan karena dagingnya tipis sehingga cairan mudah mengalir ke bagian tubuh ikan. Butuh waktu 12 jam bagi hormon ovaprim untuk bekerja. Tahap berikutnya dinamakan streping, yakni mengeluarkan telur dari induknya. Caranya perut ikan ditekan pelan-pelan hingga telurnya keluar. “Supaya ikannya tidak mati,” kata Nuraini. Satu induk Selais bisa menghasilkan telur 4 hingga 6 ribu butir. Telur tersebut diletakkan ke dalam mangkuk kecil. Setelah itu diambil sperma ikan Selais jantan dan dicampur dengan sel telur. Proses ini disebut vertilisasi. Sperma dan sel telur yang ada dalam mangkuk kecil tersebut diaduk menggunakan bulu ayam. Alasannya, tekstur bulu ayam lebih halus. Dengan

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

50

begitu pengadukan lebih merata dan telur tidak rusak. “Dalam mengaduk kita perlu kontrol juga. Jangan terlalu ditekan atau terlalu kuat. Terlalu pelan juga tidak bisa.” Ia memerlukan keahlian lebih. Telur yang sudah tercampur dengan sperma disaring gunakan penyaring santan. Setidaknya perlu waktu 22 hari agar telur menetas. “Jangan lupa suhu ruangan dikondisikan 27 derajat celsius,” pesan Nuraini. Telur akan tumbuh jadi larva. Larva Selais ini diberi makan cacing Artemia sampai umur sebulan. Setelah itu bisa dikasih makan pelet. Sebulan ukuran ikan sekira 3 sentimeter. “Tergantung pola makan

juga, kalau teratur bisa lebih besar,” terang Nuraini. PULAU SUMATERA memiliki 270 spesies ikan, 42-nya endemik. Endemik berarti hanya bisa dite-mukan di tempat tertentu. Biasanya faktor iklim, fisik, dan biologis jadi penentu. Selain Indonesia, spesies Ikan Selais juga ada di Laos, Myan- mar, Kamboja, Nepal dan Malaysia. Program Asal-usul Trans 7 pernah menayangkan bahwa Indonesia punya 7 genus Ompok, namun keberadaannya sudah hampir punah. Menurut Nuraini, Riau, khususnya Pekanbaru harus ada tempat budidaya Selais agar tidak punah.Daging Selais dikenal bergizi tinggi. Kandungan proteinnya setara dengan daging dan lebih rendah

Kisruh Mapala-Menwa

Oleh

Ahlul Fadli

JUMAT malam, 14 Oktober 2011. Gani dan Kholik, dua anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) berpatroli keliling kampus Universitas Riau (UR). Saat melewati jalan antara Gedung Yudisium Fakultas Ekonomi dan kantin belakang kampus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Gani dan Kholik lihat dua orang—lelaki dan perempuan—di sana. “Waktu itu gelap. Mereka berdua terlihat duduk berhadapan di atas motor,” ucap Gani. Dua anggota Menwa tersebut menghampiri si lelaki dan perempuan ini. Diminta perlihatkan identitas masing-masing. Si lelaki bernama Rio Hidayat. Sedangkan perempuannya bernama Mega Putri Kumala Sari. Hanya Rio yang perlihatkan kartu identitas. Saat hendak dibawa ke markas Menwa untuk diminta keterangan lebih lanjut, Rio berontak dan mencoba lari. Namun Rio berhasil dibawa ke markas. Sebelum dibawa, ia pesan kepada Mega agar mengabari ke Mapala. “Dek, kasih tahu anak homestay,” kata Rio. Tiba di markas, Rio sempat ingin menelepon, namum handphone-nya ditahan. Waktu menunjukkan sekitar pukul 22.00 saat penangkapan terjadi. Tak berapa lama, beberapa orang dari Mapala mendatangi markas Menwa untuk minta penjelasan perihal penangkapan Rio. “Kami tidak tahu Mapala dari fakultas mana,” kata Arman

51

Majalah 2011

Nurivai, Komandan Menwa yang ditemui usai kejadian. Anggota Mapala tersebut minta Gani dan Kholik jelaskan soal penangkapan Rio. Arman tak izinkan. “Siapa yang bertanggung jawab jika Gani dan Kholik saya bawa ke hadapan mereka (Mapala),” ujar Arman. Di situ terjadi adu mulut dan berujung pada pengrusakan markas Menwa. “Kaca pecah dan pintu rusak,” aku Arman. Begitu tahu ada ribut-ribut di markas, Arman langsung menuju markas Menwa. Saat itu ia sedang berada di Rektorat, rapat dengan Rektor, para Pembantu Rektor, Dekan, dan Unit Kegiatan Mahasiswa se-UR membahas sengketa tanah di UR. Ia tinggalkan rapat tersebut. Belakangan, beberapa pejabat UR yang ikut rapat pun menuju markas Menwa. Di antaranya Pembantu Rektor (PR) III, Rahmat dan Pembantu Dekan (PD) III, Syafri Harto. Rahmat coba lerai ribut-ribut tersebut, namun tak bisa. Syafri lantas turun tangan. “Siapa yang bagak di sini, lawan saya,” teriak Syafri. Situasi agak tenang. Lantas ia minta perwakilan Menwa dan Mapala untuk datang ke ruangan PR III menjelaskan duduk perkara. Menwa dan Mapala menjelaskan kronologi kejadian. Terjadi perbedaan versi. “Saya tidak melakukan seperti apa yang dikatakan Menwa,” jelas Rio yang Bahana jumpai di Homestay Mapala Sungkai usai kejadian.

BAHANA MAHASISWA

dari telur. Selais juga mengandung asam amino yang baik untuk pencernaan serta Omega 3 untuk perkembangan otak dan mencegah penyakit jantung, diabetes dan asam urat. KARENA besar manfaatnya, amat disayangkan bila ikan ikon kota Pekanbaru ini harus punah. Untuk itu, Nuraini memberikan beberapa cara menjaga kelangsungan hidup Selais. Jangan terlalu banyak mengambil Selais dari habitat aslinya. Menebar benih langsung ke sungai agar populasinya tidak punah. Terakhir, harus ada pembenihan Selais. Dan ini pula yang sedang dilakukan Laboratorium Balai Benih Ikan Faperika UR. #

BERITA Menurut Rio, ia hanya ngobrol biasa dengan Mega. “Baru selesai makan di Bina Krida, lalu Mega ingin cerita tentang masalah dia dan keluarganya.” Lantas mereka pergi ke tempat di mana Rio ditangkap oleh Gani dan Kholik. “Kami juga tidak duduk berdua di atas motor. Saya duduk di bawah (aspal), Mega duduk di atas motor,” jelasnya. Namun di pertemuan Menwa dan Mapala yang difasilitasi PR III tersebut, menurut Syafri Harto, kedua pihak sudah damai. “Mereka menanda tangani surat pernyataan yang berisi perjanjian damai dan berjanji tidak ada lagi perkelahian setelah itu,” kata Syafri. Menurut Rahmat, ia bisa saja menindak lanjuti dan mencari siapa perusak markas Menwa tersebut. “Sanksi sebenarnya dikeluarkan dari kampus. Tapi di sini saya harus berperan sebagai orang tua agar mereka tidak terkena sanksi itu,” katanya. Rahmat mempertimbangkan masa depan si perusak markas Menwa. Rahmat juga katakan, tahun 2012 UR akan bikin peraturan kampus yang ditangani sepenuhnya oleh Komisi Disiplin Senat UR. Mengenai kisruh Menwa-Mapala, Arman Nurivai bilang kalau Menwa hanya jalankan tugas sesuai Surat Perintah dan Tugas dari Rektor nomor 345/H19/KM/2010. Dari 5 poin tugas Menwa, salah satunya memuat penertiban pasangan mesum atau sejenisnya. #

SEMPENA SPORT Center Jakabaring Palembang, ajang cabang Takraw digelar. Takraw salah satu cabang olahraga dalam SEA Games XXVI. Untuk Takraw putri ada tiga nomor dilombakan; beregu, ganda dan tim. Di nomor ganda, Indonesia ditekuk Laos dan hanya mampu rebut perunggu. Pada nomor Tim, Indonesia juga targetkan emas, namun kandas oleh Thailand. Saat itu dinomor tim, hanya tiga negara yang ikuti; Indonesia, Thailand dan Myanmar. Ketiganya saling bertemu. Sayang Indonesia dikalahkan Thailand. Negeri Siam itu juga berhasil kalahkan Myanmar, pupus sudah harapan Tim Takraw Putri Indonesia ingin medali emas di nomor tim. Pikiran Siti Maisyrah mulai gelisah. Ia salah satu anggota Tim Takraw Putri Indonesia. Baginya selain malu Indonesia sebagai tuan rumah, pemusatan latihan sekitar sembilan bulan selama ini akan sia-sia jika perak pun gagal direbut. Tapi, merebut perak, Indonesia harus Sea Games: Siti dan Tim Takraw Putri Indonesia sukses meraih perak pada Sea Games Palembang 2011

hadapi Myanmar. Hari dimana perebutan perak tiba. Penonton lumayan ramai. Posisi Siti sebagai pengumpan (feeder). Ia terus ucapkan sholawat dan berdoa agar tenang dan konsentrasi. Akhirnya Indonesia menang. Skornya 2-1. Air mata Siti menetes. “Aku betul-betul terharu. Usaha ku selama ini tidak sia-sia. Ini lah tanggung jawab untuk mengharumkan Negara. Aku bersujud mengucap syukur,” kata Siti. PADA 19 Desember 2011. Siti kenakan kaos hitam dilapisi jaket warna merah hati. Kenakan jins dan pakai sepatu. Tas sandang dibahunya. Kulitnya sawo matang. Logat bahasanya Jawa. Penampilannya sekilas tak feminim. “Saya orangnya biasa. Orang gak punya dan sederhana,” kata Siti. “Setelah kalah dari Thailand, kita sempat mikir. Waduh kalau kalah lagi lawan Myanmar malunya. Udah tuan rumah lagi. Traning Center (TC) dari bulan Januari masak tidak ada hasilnya. Sebagai pemicunya dipikir lagi gimana susahnya latihan dan tetap jaga kekompakan,” kata mahasiswa FKIP Olahraga angkatan 2006 ini. Setahun jelang SEA Games XXVI. Asian Games dihelat di Guangzhou Cina. Siti dipanggil. Tapi ia masih mikir, “Kuliah terkendala,” kata Siti. Ia putuskan tak ikut. Kata Siti, saat itu, dua temannya ikut. Barulah saat persiapan SEA Games XXVI Siti penuhi panggilan. Ia ikuti pemusatan latihan di Pelatnas Jakarta. “Ini juga berkat dorongan pelatih.” Lagian, kuliah teori Siti sudah tuntas. “Tinggal KKN.” Januari 2011, Siti mulai latihan di Pelatnas Jakarta. Persisnya, TC Siti di daerah Pondok Cabe. Tiga bulan di sana, kata Siti, tak pernah megang bola. “Main fisik terus, sampai naik betis,” kata Siti. Selama di Pelatnas, Siti ikut dua kejuaraan bergengsi; King’s Cup di Thailand dan Kartini’s Cup di Bandung. Setelah itu, Pelatnas adakan seleksi. Tiga temannya dipulangkan; Ayu dari Sulawesi Barat. Dari Daerah Khusus Ibukota (DKI) ada Inur dan Alia. “Inilah permulaan seleksi SEA Games.”

Siti Si Feeder istimewa

Ia mulai main Takraw dari lapangan becek di Desa Bantan Tua, Bengkalis. Perak ia persembahkan di SEA Games XXVI Palembang. Oleh

Herman

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

52

SITI lahir dan dibesarkan di Bantan Tengah. Ia lahir 21 Januari 1986. Siti anak ke enam dari sembilan bersaudara, empat laki-laki dan lima perempuan. Ibunya hanya Ibu Rumah Tangga (IRT). Bapaknya petani. “Bapak orang Jawa. Ibu Jawa, tapi lahir di Bengkalis.” Usia wajib sekolah Siti jalankan di Bantan. Siti kecil menyenangi olahraga. “Saya suka semua olahraga, tapi kalau bola kaki jarang. Siti mulai main Takraw sejak SMP kelas dua. Saat itu semua siswa mulai sibuk cari kegiatan ekstrakurikuler. Siti bingung. “Ada teman yang ajak, lalu ikut dan tertarik,” kata Siti. Ia bisa dibilang tomboy. “Mainnya suka sama cowok,” kata Siti. Ia pernah ikut Kejurnas Invitasi Nasional Sepak Takraw di Yogyakarta. Sejak SMP Siti dilatih seorang guru PPKN. Namanya Nuryanto. “Ia bukan guru olahraga, tapi hobi main takraw.” Mereka latihan di desa Bantan seadanya. Hampir tiap hari latihan disitu. Ada yang berhenti ada yang lanjut. Kondisi lapangan berair. Sebelum main, Siti dan temannya harus nguras air. Ambil tanah dan pasir lalu ditimbun. “Sedih tapi asyik,” kenang Siti. Jelang kelas tiga SMP, ia ikut Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Siti dapat juara dua. Mulai masuki SMA, prestasi Siti mekin meningkat. Ia juga mulai fokus pada Takraw. “Marah pelatih kalau ikut cabang olahraga lain.” Saat kelas dua SMA ia wakili Riau ikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) VII di Makassar. Bersama timnya raih juara satu. Kelas tiga, ia ikut Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) di Lampung, juara pertama kembali diraih.

53

Majalah 2011

istimewa

Di SEA Games, Siti ikut nomor tim putri. Posisinya pengumpan. Menurut Siti, setengah bulan sebelum pertandingan, harusnya sudah di Palembang, guna penyesuaian lapangan. “Dana tak cukup dan wisma atlet juga belum siap,” kata Siti. Di Palembang, Siti dan teman-temannya tinggal lumayan jauh dari tempat latihan. “Siang kan latihan usai, kami beli kasur aja, dan istirahat di situ, jauh soalnya, mandi pun di sana. Sampai di hotel aja udah malam.”

Foto Bersama: Siti dan Tim Takraw Putri Indonesia.

Beberapa prestasi juga pernah dimenangkan Siti. Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2007 di Kalimantan tim takrawnya juga juara satu. Kejurnas Mahasiswa di Pekanbaru 2007 juara satu. Andalas Cup di Palembang 2006 Juara I. Porwil VII di Medan 2007 juara satu. PON XVII di Kalimantan Timur 2008 juara satu. “Awalnya Ibu heran, cewek kok main takraw. Semenjak Siti mulai ikut tanding, lama-lama Ibu suka. Ibu sangat gembira kalau Siti dapat juara,” katanya. Siti akui uang saku salah satu motivasi bertan-dingnya. “Kalau tidak ikut tanding gimana mau biaya kuliah saya. Ibu saya kan cuma IRT,” kata Siti. TAMAT SMA, Siti nganggur kuliah hingga dua tahun. Maklum, urusan biaya. Bonus hasil raihan juara Siti cukup membantu kuliahnya. Barulah pada 2006, dia ikut tes kuliah Diploma II. Ia ikut seleksi dan lulus. Dari Pemda Bengkalis ia dapat beasiswa. Dapat uang saku tiap bulannya. “Tapi

sekarang kan S1, jadi tak dapat lagi,” kata Siti. Di kampus Siti jarang latihan. Kuliahnya kadang sampai sore. Siti dilatih Cahyadi Tamrin sejak 2006. “Memang kemauan dari dirinya sendiri untuk menjadi pemain takraw luar biasa, selalu ingin jadi yang terbaik,” kata Cahyadi. Ini ia buktikan, kata Cahyadi, baik wakili mahasiswa Riau maupun Propinsi Riau. “Kom-petisi Liga Indonesia 2010 di Yogyakarta, ia feeder terbaik,” kata Cahyadi. SITI merasakan kekompakan dan kebersamaan selama SEA Games Palembang 2011. Ia punya cita-cita ingin jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia sudah dua kali ikut tes, belum juga lulus. “Awalnya saya tak suka jadi guru, karena bidang olahraga akhirnya tertarik.” KEINGINAN berlaga di PON Riau 2012 tentu masih ada, sayang umurnya tak izinkan. “Batasnya kan 25 tahun,” kata Siti. “Semoga atlet Riau bisa harumkan nama negerinya.” #

Awalnya ibu heran, cewek kok main takraw. Semenjak Siti mulai ikut tanding, lama-lama Ibu suka. Ibu sangat gembira kalau Siti dapat juara.

BAHANA MAHASISWA

KILAS BALIK SORE pertengahan Desember 2011. Bahana sampai di dusun Tanjung Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar. Sekitar 180 menit dari Pekanbaru. Lewati candi Muara Takus. Dalam buku Sejarah Riau Muara Takus nama suatu kerajaan, juga biasa disebut Sijangkang atau Katangka pada zaman Pra Sejarah. Buku ditulis tim penyusun Universitas Riau; Prof. Muchtar Lutfi, Prof. Suwardi MS, Drs. Anwar Syair, Drs. Umar Amin. Masih dalam buku ini, Muara Takus kerajaan sebelum Sriwi-jaya. Muara Takus berada di Ke-camatan XIII Koto Kampar. Di Tanjung ketemu Jaelani Taher,

berdiri sejak 1901 Masehi. Kini, masjid Ar Rahman juga digunakan sebagai Taman Pendidikan Al-quran (TPA). Kata Jaelani, Ar Rahman mesjid yang didirikan Datuk Godang Cincin. “Sayangnya tak semua orang tahu tentang Datuk Godang Cincin. Orang yang dituakan di kampung ini tidak bisa lagi berkomunikasi dengan baik,” kata Jaelani. DATUK Godang Cincin, punya nama asli Muhammad. Asalnya Banda Ruhum. Kata Prof Suwardi MS, mantan dosen Sejarah UR, Banda Ruhum sebutan untuk wilayah di

lanjutkan pelayaran. Ia butuh teman berkonsultasi. Di perjalanan, tampak asap di atas sebuah bukit. Muhammad tepikan kapalnya. Asap berasal dari rumah keluarga Datuk Imam Jayo atau Datuk Penghulu Besar, di Koto Teleng. Lalu mereka bicara. Muhammad usul membuat Desa di bawah bukit. Kesepakatan terjadi, lahirlah Desa Koto, sekarang Koto Kampar Hulu. Muhammad mulai bermukim. Ia mulai cari penduduk untuk wilayahnya. Ia pergi kesana kemari. Suatu hari, cerita Jaelani, bertemu keluarga Datuk Paduko, Muhammad menawarkan kepadanya. Awalnya di

Datuk Godang Cincin Oleh

Ahlul Fadli

Orang (Romawi) pertama sampai di Koto Kampar Hulu lewat jalur air. Ia berjasa jalin kerjasama dengan kerajaan Rokan. MAKAM Datuk Godang Cincin di Dusun Tanjung, Desa Koto Kampar, Kampar Riau. Imam Masjid. Jaelani keturunan Datuk Godang Cincin. Paginya, Jaelani hantarkan kami ke makam Datuk Godang Cincin. Menurut Jaelani, Datuk Godang Cincin, orang pertama sampai di Desa Koto Kampar Hulu lewat jalur air. Makamnya tepat di belakang mesjid Ar Rahman. Ar Rahman direnovasi pemerintah kabupaten Kampar dua tahun lalu. Catnya baru. Kayu penyanggah dalam mesjid ditambah. Langit-langitya ditutupi triplek. Kini, usia Masjid Ar Rahman 160 tahun. “Lebih tua dari Masjid Jami’.” Masjid Jami’ di Air Tiris

Eropa; Romawi. Ia hidup pada 14 Masehi. “Ia hidup hingga 17 masehi, jadi umurnya 300 tahun.” Kata Jaelani. Ia seorang Filsafat. Muhammad punya adik yang juga seorang Filsafat. Muhammad merasa, jika masih bersama adiknya akan ada perselisihan pendapat. Muhammad ambil inisiatif. Ia pilih pergi cari tempat baru. Dengan kapal, ia pergi tinggalkan Romawi. Ia lewat Selat Melaka. Setelah jauh tempuh perjalanan, ia sampai di muara Sungai Kampar. Ia berhenti di Kuala Sako—kini desa Penyalai— mencari ikan untuk di salai. Lalu, ia

tolak Datuk Paduko. Tak lama, keluarga Datuk Paduko dapat musibah; di serang Ulat Bulu. Akhirnya, mereka pindah dan menetap di Desa Koto. MUHAMMAD terus mencari warga untuk menghuni kampungnya. Konon, Ia hobi sabung ayam. Sepanjang perjalanan ayam terus dibawanya. Di kampung Simelanggang ia jumpa warga sedang sabung ayam. Melihat ayam yang ia bawa, Muhammad ditantang warga se-tempat. “Siapa yang menang terserah mau minta apa,” kata warga tersebut. Ayampun diadu. Ayam Mu-

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

54

hammad menang. Ia berhak minta apapun. Mulanya warga berikan emas dan tanah. Ia menolak. Warga bingung. “Apa mau Datuk?” “Beri aku bekal yang tidak habis.” Warga bertambah bingung. Lalu Muhammad bilang ia minta perempuan dari daerah itu. Warga kabulkan. Muhammad mengawini Gendoya. Singkat cerita mereka punya anak bernama Bujang Pahlawan. Saat usia remaja Bujang diberi baju rantai keamanan untuk bela diri. DI DESA Koto Sembahjang Tinggi berdiri Kerajaan Rokan, sekarang

Tinggi. Nahkodanya Pendekar Alam Berkokok, dan membuat kekacauan. Ia cari lawan dengan cara berkokok seperti ayam dan mengepakkan tangan. Tujuh hari berlalu, Raja bingung usir Pendekar Berkokok. Kemudian ia mengutus hulu balang untuk minta pertolongan pada Bujang Palowan, anak Datuk Godang Cincin dari Desa Tanjung. Hulu balang pergi mencari sambil bawa seekor anjing. Tiba di bukit Suligi, mendadak anjing hulu balang berlari dan mengeluarkan suara khasnya. Ternyata anjing hulu balang bertemu seekor anjing di bukit Suligi. lalu

Dari sinilah awal hubungan Kerajaan Rokan dan Desa Tanjung sangat dekat. Teks foto??? Rokan Hulu. Kerajaan Rokan ibu negerinya (ibu kota) Rokan IV Koto. Meliputi, menurut buku Sejarah Riau, Rokan, Pendalian, Sekeban dan Lubuk Bendahara. Rajanya Tengkoe Panglima Radja bergelar Tengkoe Radja Rokan. Ajira Miazawa menulis dalam blognya (ajiramiazawa.wordpress.com), Koto Sembahjang Tinggi dulunya Teluk Sembahjang. Setelah Soetan Seri Alam—Raja pertama sebelum Tengkoe Radja Rokan—bikin perkampungan di sana, barulah diganti nama kampung itu jadi Koto Sembahjang Tinggi. Soetan Seri Alam adalah ayah Tengkoe Radja Rokan. Suatu hari, tulis Ajira, sebuah perahu singgah di Kota Sembahjang

55

Majalah 2011

berkelahi, kemudian hulu balang mendekat ke tempat perkelahian anjing itu. Ternyata anjing itu milik Datuk Godang Cincin. Hulu balang lantas sampaikan pesan Radja Rokan. Meminta Bujang Palowan, anaknya, membantu singkirkan Pendekar Berkokok. Menurut Jaelani, Datuk Godang Cincin bersedia menemui Radja bersama anaknya. Sejak peristiwa itu, ditetapkan batas Rokan dan Kampar; Bukit Kalaran Anjing atau Bukit Suligi. Datuk Godang Cincin dan Bujang Palowan, kata Jaelani, pergi ke Koto Sembahjang Tinggi sambil membawa sebatang tebu. Sesampainya, Datuk Godang Cincin dan anaknya menghadap Radja.

BAHANA MAHASISWA

Setelah itu, Datuk Godang Cincin dan Bujang Palowan, berjalan ke lapangan kosong. Tak lama, Pendekar Berkokok datang. “Apa kau mau melawan aku?” kata Pendekar Berkokok. “Ya, akulah lawanmu,” kata Bujang Palowan. Datuk Godang Cincin beranjak ke tepi lapagan. Pendekar Berkokok menggunakan pedang, sedangkan Bujang Paloawan pakai Kacip—alat pengupas pinang. Menurut Jaelani, Pendekar Berkokok dan Bujang Palowan tak sampai menyentuh badan, “Hanya gunakan tenaga dalam. Senjata mereka tidak digunakan berkelahi.” Di tempat lain, Datuk Godang Cincin duduk sambil memakan tebu, ampasnya di lempar ke tengah perkelahian. Tak sadar, Pendekar Berkokok injak ampasnya. Lalu Bujang Palowan berkata pada ayahnya. “Apakah hari sudah siang?” “Liat ke atas, Nak.” Bujang menoleh ke atas, saat menurunkan kepala, tiba-tiba lidah Pendekar Berkokok putus. Ia tak bisa berkokok seperti biasa. Untuk kedua kalinya Pendekar Berkokok menginjak ampas tebu, “Jantung Pendekar Berkokok putus dan mati.” Warga Koto Sembahjang gembira atas kemenangan ini. “Saya akan berikan apa saja Datuk Godang Cincin mau,” kata Radja. Datuk Godang Cincin kembali menjawab, “Saya hanya minta bekal yang tidak pernah habis.” Rdaja pun bingung. Radja perintahkan Hulu Balang mencari apa keinginan Datuk Godang Cincin. Hulubalang bertemu seorang anak yang mengusul jalin persaudaraan antar kerajaan Rokan dan desa Tanjung. Semua sepakat. DARI sinilah awal hubungan Kerajaan Rokan dan Desa Tanjung sangat dekat. Menurut Jaelani, pernah waktu itu ada pergantian Raja Rokan yang baru. Dan saat itu, perwakilan Desa Tanjung belum hadir, tak bisa menunggu, akhirnya Raja Rokan dilantik. Tapi tujuh hari acara besar digelar, ternyata perwakilan Desa Tanjung datang. Sesuai kesepakatan, pesta di ulang kembali selama tujuh hari. #

ALUMNI PADA 2001, selama delapan hari, di depan gedung DPRD Propinsi Riau, Bembenk lakukan aksi mogok makan. Ia bersama Kelompok Advokasi Rakyat (KAR). Mereka menentang kebijakan pemerintahan Megawati, Presiden RI, naikkan Bahan Bakar Minyak (BBM). “Kita aksi sampai malam. Tapi paginya diusir paksa dan diseret-seret. Nggak bisa ngapa-ngapain lagi,” kata Bambang Aswandi, nama lengkap Bembenk. Bembenk sapaan akrabnya sesama aktivis di Riau. Naiknya BBM akan mempersulit masyarakat. Bisa saja, kata Bembenk, anak-anak putus sekolah. “Sistem negara ini memang bermasalah. Sistem negara musuh kita.”

Pembangunan Indonesia (MPI), organisasi didikan Golkar dari 1999-2000. Bembenk belajar bagaimana cara berorganisasi di sana. Dari MPI ia ikut bentuk Lembaga Pencinta Alam (LPA) Kayangan. “Kita sering diskusi tentang lingkungan dari homestay ke homestay Mapala di Pekanbaru.” Karena keseringan diskusi tentang lingkungan hidup dan sosial masyarakat, forum diskusi pun dibentuk. Ini cikal bakal lahirnya KAR. KAR memang untuk forum diskusi anggota Mapala. KAR berdiri tahun 2000. Advokasi pertama kasus pertambangan minyak di Zamrud. Hasil diskusi mereka, pertambangan aki-

aktifitas pertambangan dan pemanfaatan lahan HTI oleh beberapa perusahaan. Bagi Bembenk, arah perjuangan KAR adalah advokasi masyarakat sipil dan mengembalikan kedaulatannya pada Sumber Daya Alam (SDA). Karena terbentur tim analisis yang lemah, akhirnya KAR mengerucutkan wilayah advokasinya khusus Kota Pekanbaru. Advokasi pertama untuk Pekanbaru masalah BBM. “Kalau sore sering ada yang nongkrong di depan Sekretriat Bersama (Sekber),” kata Hariansyah Usman, Koordinator Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau. Kaka, sapaan

‘Merahnya’ Bembenk Idolanya Sukarno. Sosialisme Indonesia jadi cita-citanya.

Nurul Fitria

Istimewa

Oleh

Bambang Aswandi

BEMBENK LAHIR di Sungai Pakning, Bengkalis, Riau, 23 Maret 1980. Ia mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Riau angkatan 1998. Awal kuliah, masa reformasi— tumbangnya rezim Soeharto—juga pengaruhi sikap Bembenk sebagai mahasiswa. Ia juga sempat lakukan aksi saat itu. Ia pernah dibayar Rp 20 ribu untuk aksi. “Gerakan mahasiswa saat reformasi memang inspirasiku. Tapi aku jadi benci, aksi dibayar,” kata Bembenk. Bembenk mulai cari organisasi luar kampus. Ia gabung dengan Mahasiswa

batkan habisnya hutan tanaman dan naiknya debit panas air di danau Zamrud. Akibat pengeboran di danau habitat ikan Arwana terganggu. Danau Zamrud terletak di Desa Zamrud, Kecamatan Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, sekitar 180 kilometer dari kota Pekanbaru. Kawasan danau dan hutan Zamrud dijadikan Kawasan Suaka Margasatwa sejak 25 November 1980. Kawasan ini jadi habitat berbagai jenis satwa langka, salah satunya Ikan Arwana emas (Sch-leropages formasus). Tapi sejak tahun 1998-2006 kestabilan ekosistem di daerah Zamrud mulai terganggu karena banyaknya

akrabnya, saat itu jadi Koordinator Kaliptra. Pada 2002, KAR beserta Non Government Organization (NGO) di Riau punya banyak data untuk diadvokasi. Namun mereka kewalahan karena tak punya wadah kampanye tingkat nasional. Lantas mereka bentuk Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) tanggal 26 Februari 2002 bersama 8 Mapala dan 21 NGO. Mereka juga bentuk Walhi Riau pada 14 Februari 2003 bersama 8 LSM lainnya. Kedua organisasi itu menjadi wahana sosialisasi peduli lingkungan hidup. Bembenk juga pernah aktif di Walhi. Ia

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

56

sempat calonkan diri jadi ketua, tapi kalah. Kini, KAR jadi salah satu anggota Jikalahari. Diakui Bembenk, KAR saat ini memang kurang aktif. Dulu KAR yang dipimpin Bembenk, kata Kaka, aktif lakukan investigasi lapangan di lokasi terjadinya kerusakan lingkungan. “Mungkin karena para penggeraknya banyak aktif di organisasi lain,” kata Muslim Rasyid, Koordinator Jikalahari. Muslim mengaku kontribusi KAR, yang juga salah satu anggota Jikalahari, masih ada hingga kini. Bembenk mulai berpikir beda. Kekuatan analisis yang dimiliki tak bisa mendobrak sistem negara. “Kita butuh dukungan rakyat.” Karena itu, pada 1 April 2007, Bembenk dan Rinaldi bentuk Serikat Tani Riau (STR). Tujuannya menampung aspirasi dan membantu advokasi persoalan buruh tani. Kini, selain di Pekanbaru, STR ada di Kampar, Siak dan Bengkalis. Bembenk kenal Rinaldi saat mengelola KAR. Rinaldi juga sempat jadi Ketua PRD cabang Sumatera Utara tahun 20052006. Saat di STR, Bembenk mulai aktif mengadvokasi persoalan konflik agraria. Salah satunya di Dusun Suluk Bongkal, Desa Beringin, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Konflik antara masyarakat dengan PT. Arara Abadi. Konflik yang terjadi pada Rabu, 18 Desember 2008 ini menelan 1 korban jiwa, bayi berumur 2 tahun 6 bulan. Akar masalahnya yakni penggunaan kawasan hutan oleh PT Arara Abadi yang melibatkan keberadaan masyarakat adat Sakai. Senin, 10 Agustus 2009 Pengadilan Negeri Bengkalis menjatuhkan pidana penjara 1 tahun 6 bulan kepada 8 terdakwa. STR juga advokasi persoalan yang dihadapi masyarakat Pulau Padang, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Aksi menuntut pemerintah hentikan operasional PT. RAPP di Pulau Padang serta meninjau ulang SK 327 Menhut. SK untuk PT RAPP ini menyangkut perluasan lahan pemanfaatan HTI di Pulau Padang. Tak berhenti disitu, ia lantas terjun dunia politik. Ia masuk Partai Rakyat Demokratik (PRD) tahun 2009. Walaupun tahun 2009 PRD gagal menjadi peserta pemilu karena tidak lolos

57

Majalah 2011

verifikasi. PRD BERDIRI 15 April 1996 di Sleman, Yogyakarta dan dideklarasikan 22 Juli 1996 di Jakarta. Tujuannya, galang kekuatan rakyat dalam politik untuk mempengaruhi dan menentukan kebijakan pemerintah, agar tercapai masyarakat adil dan makmur tanpa penindasan. PRD punya misi Sosialisme Indonesia. Menurut Fitra Antoni dari Front Nasional Penyelamat Bangsa Indonesia (FNPBI) Riau, sosialisme yang dimaksud; kesetaraan seluruh rakyat untuk mendapatkan kebutuhan sosial secara merata. “Sosialisme PRD adalah Sosialisme Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Mewujudkan masyarakat adil dan makmur tanpa ada penindasan terhadap masyarakat,” ujar Bembenk. PRD ada di Riau sejak 1999. Kegagalan PRD sebagai partai peserta Pemilu pada 1999 sempat membuat partai ini tak aktif. Tahun 2003 Rinaldi, Fitra dan teman-teman lainnya kembali mengaktifkan kegiatan PRD. PRD membangun Partai Persatuan Oposisi Rakyat (POPOR) sebagai partai koalisi PRD untuk ikut dalam Pemilu 2004. Pada 2010, PRD wilayah Riau taja konferensi. Bembenk terpilih jadi Komite Pimpinan Wilayah (KPW) PRD Riau. “Dia konsisten,” kata Rinaldi, KPW PRD Riau sebelum Bembenk. Bagi Rinaldi, Bembenk punya solidaritas tinggi. Rinaldi lihat itu saat Bembenk gabung dengan anak punk Pekanbaru. Mereka bentuk Sorak (Soeara Rakjat). PRD, pada 22 Februari 2011, turut tergabung dalam Posko Perjuangan Rakyat Meranti (PPRM). Mereka dirikan posko di depan gedung DPRD Propinsi Riau guna menuntut pemerintah mengkaji ulang konsesi HTI RAPP di Pulau Padang. Aksi berlangsung sekitar dua bulan. Bembenk kembali lakukan aktivitasnya seperti 2001 silam: tidur di depan gedung DPRD. Setahun sebelumnya, 2009, Bembenk juga ‘nginap’ di depan gedung DPRD Propinsi Riau. Saat itu ia pentolan Gerakan Rakyat Riau Menuntut (GeRRAM). GeRRAM juga gabungan beberapa lembaga. PRD salah

BAHANA MAHASISWA

satunya. Selama 43 hari Bembenk ‘nginap’ di depan gedung Dewan, sebelum GeRRAM bubar pasca aksi ricuh di depan kantor Bank Indonesia Pekanbaru. GeRRAM tuntut turunkan SBY dan Boediono serta Sri Mulyani. Ini terkait kasus Century yang lagi ‘panas’ saat itu. Neoliberalisme jadi isu seksi bagi kampanye GeRRAM. BEMBENK tentu tak bisa dipisahkan dari gerakan sosialisme Riau. Ia idolakan Soekarno. Soekarno pernah mengatakan bahwa masa depan untuk Indonesia bukanlah kapitalisme atau feodalisme, melainkan sosialisme Indonesia. Buah pemikiran Soekarno yang disukai Bembenk ialah ingin mendirikan Indonesia mandiri dan menolak intervensi negara asing. PRD satu kantor dengan KAR, FNPBI, Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) dan STR. “Kami punya visi yang sama. Mewujudkan kesejahteraan sosial bagi bangsa Indonesia,” ujar Agun Zulfaira dari SRMI. Selama memimpin PRD, Bembenk mendapat kesan beragam dari rekan kerjanya. “Ia punya cita-cita luhur memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Meski umurnya sudah mapan untuk menikah, ia masih sibuk advokasi tentang konflik agraria ataupun kesejahteraan rakyat miskin,” ujar Agun. BEMBENK TAMATKAN pendidikan di SDN 004, MTsN dan SMA I Sungai Pakning. Tamat SMA, Ia baru dapat gelar SE pada 2007. Terang saja, tekanan selesaikan kuliah dari orang tua ia rasakan. Ia sadar, saat tekuni organisasi kuliahnya akan lama, dan ini akan membebani keuangan keluarga. Atas desakan orang tua, semester empat ia mulai kerja. Semester delapan, ia tuntaskan teori. “Orangtua memang halangi untuk ikut organisasi. Tapi aku coba jelaskan bahwa yang aku lakukan membantu menyelesaikan masalah masyarakat banyak,” kata Bembenk. Kini ada satu desakan orang tuanya yang belum terpenuhi: menikah. “Kadang karena sibuknya aku lupa kalau usiaku sudah 31 tahun. Bicara pernikahan dan rumah tangga memang hal penting. Sepertinya aku terlena.” kata Bembenk. #

BINCANG-BINCANG

istimewa

Timor Timur. Berikut petikannya.

Otto Syamsuddin Ishak

Nasionalisme Kita Sudah Beda IA sangat paham bila diajak bicara sejarah, HAM, perempuan, dan politik Aceh. Ia mengulas gerakan pemisahan diri di Aceh, Papua, Timor Timur. Menurutnya, nasionalisme kita sudah beda. Ia Otto Syamsuddin Ishak. Otto lahir di Aceh, Oktober 1959. Kini ia dosen Sosiologi di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan tim peneliti Imparsial. Imparsial adalah lembaga non pemerintah yang menyelidiki dan mengawasi berbagai pelanggaran HAM di Indonesia. Didirikan oleh Otto, Munir dan 16 pekerja HAM lainnya pada Juni 2002. Ia juga ikut keluar masuk hutan saat Daerah Operasi Militer di Aceh. Saat DOM diterapkan, tercatat

8.344 korban sipil di Aceh. “Kami mendampingi dan mengadvokasi hak-hak sipil mereka,” ungkap Otto. Aktivitasnya sampai ke dunia internasional saat diundang Sub-Komisi Hak Asasi Manusia PBB di Geneva pada 1999. Hari itu Otto terlihat santai dengan jins dan kemeja lengan pendek. Ia mengampu kursus Jurnalisme Investigatif yang ditaja Yayasan Pantau Jakarta—dulu menerbitkan majalah Pantau yang concern memantau mutu jurnalisme di Indonesia—Juni 2011. Kru Bahana, Aang Ananda Suherman, berbincang bersama Otto Syamsuddin Ishak seputar gerakan pemisahan diri; di Aceh, Papua, dan

Apa arti nasionalisme bagi Anda? KeIndonesiaan itu kan pengalaman bersama pada zaman kolonial. Saat Indonesia merdeka, nasionalisme anti kolonial tak ada musuh lagi. Lalu ketika pemerintah tak mampu menampung aspirasi masyarakat Indonesia, terutama di luar Jawa, maka pengalaman bersama sesudah kolonial terasa beda. Misal, orang Sumatera lihat Jawa kok makmur. Jalannya bagus. Juga orang Papua lihat kehidupan di Jawa lebih baik, padahal hasil alam Papua banyak diambil. Itu jadi faktor utama mereka lihat kembali komunitas politik lama mereka, seperti romantisme sejarah lah. Orang Aceh lihat masa kesultanan Aceh dulu yang hebat. Bisa terkenal ke seluruh dunia, ketika berada dalam pemerintahan Indonesia seperti dalam tempurung. Orang Riau juga begitu, beromantisme dengan sejarah masa lalu. Kemudian romantisme sejarah itu tercampur dengan sentimen etnis. Etnisitas bila berbenturan dengan politik, ditambah perbedaan etnis, muncullah kasus. Saya kira begitu. Apakah gerakan pro kemerdekaan Aceh sudah mati sama sekali? Itu masih. Ia akan selalu berproses, bukan Aceh saja, tapi seluruh Indonesia. Sekarang malah ada faktor politik desentralisasi. Daerah mulai cari identitas. Ke-Aceh-an, ke-Melayuan, ke-Papua-an, ke-Bugis-an, dan seterusnya. Itu akan dicari lagi karena orang butuh identitas. Ketika dia masuk ke identitas Indonesia yang begitu besar, mereka tenggelam. Jadi dalam tempurung Indonesia sebenarnya ada pertemuan antar etnis. Tapi dalam sistem politik otoritarian masa lalu, maunya menyebut kita ini Indonesia, kan tidak bisa. Karena kita berasal dari daerah masing-masing. Terjadi pemberontakan apakah memang ketidak adilan pusat? Kenyataannya begitu kan? Misal soal jalan, Jawa lebih baik. Itu kan

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

58

menyatakan pengalaman hidup kita sudah beda. Di masa kolonial itu sama, malah ketika dipimpin Indonesia, berbeda. Jadi, hal penting nasionalisme adalah pengalaman bersama. Orang katakan ketidak adilan, penindasan, eksploitasi sumber daya alam. Itu semua faktor politik. Tapi yang jelas kata kuncinya, kita sudah tidak punya pengalaman bersama. Ketika pengalaman bersama tak bisa dirawat, maka muncul gerakan pemberontakan, pemisahan diri. Lalu operasi militer terjadi, efek negatifnya terjadi pelanggaran HAM. “Kami di Aceh kok dilanggar HAM-nya, di Jawa kok tidak?� Ini mempertajam pengalaman hidup tak bersama. Ini kerugian menggunakan operasi militer untuk selesaikan pergolakan di daerah.

Jadi menaruh militer di daerah pergolakan kebijakan yang salah? Saya tidak mau katakan salah atau benar. Yang jelas kebijakan itu makin mempertajam pengalaman hidup tidak bersama lagi. Bagaimana Anda melihat pelanggaran HAM di Aceh, Papua, dan Timor Timur? Sama saja, karena pelakunya sama: negara. Negara yang dalam eksekusinya dilakukan oleh militer, khususnya angkatan darat. Pola penculikan sama, penghilangan paksa sama, penyiksaan sama, karena aktornya sama, gak ada yang beda. Jadi gak bisa dikatakan pelanggaran HAM Timor Timur lebih sadis dari Aceh, atau di Papua lebih sadis dari Aceh, gak bisa. Karena pelakunya sama. Dalam hal ingin memisahkan diri dari NKRI, mana yang lebih kuat? Papua, Timor Timur dan Aceh beda ya. Landasan politiknya beda. Sejak awal Aceh masuk dalam NKRI. Kalau Papua ada unsur aneksasi. Timor Timur lebih jelas lagi, bahkan penyerbuan. Itu mempengaruhi spirit perlawanannya. Kenapa Timor Timur bisa lepas? Karena dukungan internasionalnya cukup kuat. Mereka bagian dari

59

Majalah 2011

Portugis. Saat itu sentimen aneksasi terkait perang dingin. Komunisme kan? Namun saat Soviet jatuh, situasi globalnya tak ada lagi istilah perang dingin. Orang pun bisa leluasa dukung Timor Timur setelah Soeharto jatuh.

Apakah Papua tak dapat dukungan internasional? Amerika datang dengan Freeport dan lakukan eksploitasi. Timor Timur eksploitasinya belum terjadi. Papua sudah terjadi. Ini buat repot Papua untuk dapatkan dukungan internasional. Aceh?

namun dilakukan sistematis dan terencana. Makanya sulit sekali diketahui detail-detailnya. Misal para pelaku bisa punya 10 nama. Kedua, dari sisi korban. Daya tahan mereka terbatas. Umumnya korban pelanggaran HAM masyarakat pedesaan, masyarakat ekonomi menengah ke bawah. ‘Napas’ panjangnya tak sanggup. Karena pelanggaran HAM ditujukan untuk menghancurkan martabat manusia, sehingga mereka tak ada lagi mentalitas perlawanan. Di masa DOM kita kenal sandi operasi jari merah dengan metode syok terapi. Ini menghancurkan harkat dan martabat serta harga diri sebagai

Misal, orang Sumatera lihat Jawa kok makmur. Jalannya bagus. Juga orang Papua lihat kehidupan di Jawa lebih baik, padahal hasil alam Papua banyak diambil. Aceh juga. Pemberontakan terjadi ketika ada Exon Mobile sudah mengeksploitasi. Jadi susah berpisah, karena kepentingan politik dan ekonomi bersatu. Alasan lain kenapa Timor Timur bisa berpisah dari NKRI, selain usainya perang dingin, muncul tokoh seperti Habibie yang rasional saja berpikirnya.

Kenapa sangat susah sekali mengadili penjahat HAM di Indonesia? Karena sistem politiknya.

manusia. Contohnya dengan memperkosa. Lalu di Aceh setelah 1992 dan 1993 dibentuk camp penyikasaan di pos-pos militer. Antar tahanan menyaksikan peristiwa pelanggaran HAM. Korban diperkosa, pertama oleh komandan, lalu anak buah, ketiga diperkosa sesama tahanan dan disaksikan semua. Serdadu seperti orang yang menikmati sebuah show seksual. Bukan sekedar perbudakan seksual tapi sebagai entertaiment bagi serdadu.

Maksudnya? Pertama, pasca 1955 sebenarnya Indonesia dikuasai militer. Kegagalan Pemilu 1955, puncaknya kudeta 1965, militer sudah di atas. Sampai Soeharto jatuh, masih kuat politik militer. Penguasanya militer, pelaku juga militer, ini yang bikin susah mengadili orang militer. Lihat di lapangan, pelanggaran HAM bukan terjadi serta merta,

Apakah ini perintah dari atas? Ya, paling tidak komandan membiarkan itu terjadi. Misal kasus di Aceh yang terekam dalam video. Tiap sore orang dibuat seperti adu biri-biri: tahanan disuruh lari dan membenturkan kepalanya. Tahanan dan serdadu lain melihat itu menikmati gitu lho. Pola pelanggaran HAM kedua baru terjadi setelah 1998, ya kan?

BAHANA MAHASISWA

Bersambung...

BINCANG-BINCANG kekerasan terhadap warga Ahmadiyah? Saya rasa konstelasinya ada perbedaan ya, kalau dulu konstelasinya perang dingin, ini kan konstelasi politik. Rezim SBY ini satu pihak buka partisipasi polilitik yang besar, tapi di satu sisi dia tidak lakukan penegakan hukum. Seperti Ahmadiyah. Itu kan jelas kebrutalan golongan agama ke golongan agama lainnya. Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa satu golongan tertentu tanpa dihukum bisa melakukan kekerasan? Ini kan menunjukkan ketidak beradayaan negara dalam kehidupan, negara tidak bisa mengelola relasi sosial yang baik. Bisa faktor person SBY yang lemah, atau memang situasi politiknya. Jadi kita kembalikan pembangunan, baik ekonomi, politik dan budaya ke arah pengalaman hidup bersama, dalam konteks nasionalisme. Jangan lihat orang, lihat perilakunya. Lihat perilaku politik yang sering mengklaim dirinya Indonesia itu sering didominasi budaya Jawa, tidak ada penelitian yang menolak ini.

Mereka membakar rumah, perkampungan, melakukan penyiksaan, penangkapan orang yang tidak bersalah, dan sebagainya. Tapi dalam sejarah Indonesia sampai sekarang belum ada pengungkapan pelaku pelanggaran HAM baik yang terjadi pada masyarakat awam maupun kaum aktivis. Kita perlu belajar pada pejuang HAM masa kekejaman Hitler. Ada suatu komunitas bekerja intensif, tekun sampai mereka memburu pelaku utamanya yang sudah berganti nama, berganti pola hidup di Brazil. Di Indonesia belum ada satu lembaga pun termasuk NGO yang melakukan itu. Karena ini perlu napas dan biaya panjang. Punya daya survival, daya fight yang tinggi. Pelanggaran HAM di Jakarta saja tak terungkap apalagi di pelosok. Pelanggaran HAM di kelas menengah saja tak terungkap apalagi di kelas bawah. Pelanggaran HAM yang terjadi di perkotaan saja tak terungkap apalagi di pedesaan.

Bagaimana Anda melihat kasus

Mind A

1

2

3 4

5

6 7

8

9

10 12

11 14

15

13 16

17 18

19 20 21

22

23 MENURUN 1. Keadaan tubuh tidak normal karena pengaruh obat 2. Ruang yang diatur dan dihias dengan baik untuk tempat kecantikan 3. Hubungan antar tulang 5. Tumpukan tanah yang lebih tinggi dari tempat sekelilingnya 6. Ternoda 7. Bergaya, banyak tingkah

8. Atau (b.inggris) 10. Lingkar dari karet yang dipasang melingkar pada roda 11. Berjalan kencang 12. Tempat bunga untuk hiasan di atas meja 13. Makhluk halus 16. Pecinta sesuatu 19. Foto (b.inggris)

David Brown mengatakan begitu. Terutama masa Orde Baru. Jadi politik Indonesia didominasi budaya Jawa. Jadi ada yang mengatakan pada awalnya nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme anti kolonial, sekarang nasionalisme internal kolonialisasi.

Bagaimana dalam pandangan sosiologi? Dalam sosiologi intelektual, peran intelektual yang paling penting adalah membangun suatu konstruksi dalam masyarakat. Misal bagaimana intelektual di suatu daerah. Bagaimana perannya untuk menghidupkan kembali bahasa daerah. Itu juga memungkinkan karena ada politik desentralisasi. Namun di sisi lain, masyarakat pengen punya identitas. Apakah begitu sulit menghukum pelaku pelanggaran HAM? Banyak aktivis menganggap ini pesimis, tapi kan seharusnya jadi tantangan intelektual. Dan apa yang bisa dilakukan dalam situasi politik seperti ini. # MENDATAR 1.Pekerjaan yang menjadi tanggung jawab seseorang 4. Surat pos untuk mengirimkan uang 5. Alat yang dapat mengeluarkan bunyi dering 6. Tiruan bunyi suara tikus atau anak burung 7. Mengajak supaya berbuat jahat 9. Teman sekerja 10. Menyerahkan sesuatu 11. Local area network 13. Pesawat terbang bermesin yang digerakkan oleh tenaga pancaran gas 14. Roh 15. Orang yang menurut hukum diserahi kewajiban mengurus anak yatim sebelum dewasa 17. Salah satu merek barang elektronik 18. Tarian melayu 20. Pengarang novel Perahu Kertas 21. Biawak besar 22. Bagian lagu yang diulang-ulang 23. Kamu (b. inggris)

KUPON

Sertakan Kupon Ini Saat Mengirimkan Jawaban ke Redaksi Bahana Mahasiswa. Dapatkan Hadiah Menarik.

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

60

KOLOM

Seputar Kontroversi Izin PT RAPP di Pulau Padang Pembenaran yang dilakukan PT RAPP, ternyata tidak benar. Made Ali

Staf Jikalahari. Alumni Bahana Mahasiswa. Pernah ikut Workshop Reporting Climate Change ditaja Asia Pasific Journalism Centre (APJC), Melbourne, Australia OktoberNovember 2011.

61

Majalah 2011

KORAN RIAU POS edisi 26 Januari 2012 lansir berita kunjungan PT RAPP ke Riau Pos pada halaman utama bertajuk: RAPP Merasa Diteror. Intinya RAPP merasa tindakan mereka sudah benar. Saya mencatat lima “pembenaran” itu; Pertama, RAPP merasa diteror terkait aksi pembakaran alat berat, penembakan dan pembunuhan karyawan dan kontraktor PT RAPP. Kasus itu sedang dalam penyelidikan Polisi. Dua kasus itu terjadi pada medio 2011. Kedua, dari 14 desa di Pulau Padang, hanya tiga desa tak dukung kehadiran PT RAPP di Pulau Padang. Tiga desa, kemudian menarik dukungan, padahal sebelumnya mereka sudah sepakat. Ketiga, PT RAPP mendapatkan izin HTI di Pulau Padang berdasarkan SK Menteri Kehutanan No 327/Menhut-II/ 2009. Untuk mendapatkan SK tersebut, pihaknya melewati banyak tahapan, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dengan melibatkan timtim kajian independen dari beberapa universitas yang kemudian menyimpulkan bahwa Pulau Padang layak untuk HTI. Keempat, terjadi illegal logging di Pulau Padang. Saat ini, telah terjadi illegal logging di banyak titik di Pulau Padang, termasuk banyaknya sawmill di dalam hutan. Letak Pulau Padang yang langsung berbatasan dengan laut Malaysia, bisa jadi kayu-kayu tersebut langsung dikirim ke sana. Mulia bersama timnya berdasarkan pantauan dari udara juga menemukan jalan-jalan dan rel pengangkutan kayu pada titik-titik perambahan itu. Kelima, Ketua Komnas HAM Nelson Simanjuntak terkejut lihat fakta di lapangan. ‘’Ketika Serikat Tani Riau mengadu kepada Komnas HAM, Pak Simanjuntak (Ketua Komnas HAM, red) marah dan mengeluarkan rekomendasi agar operasi kami dihentikan. Lalu ketika kami temui Komnas HAM, beliau terkejut melihat fakta lapaBAHANA MAHASISWA

ngan, tapi statemennya sudah terlanjur keluar,’’ lanjut Mulia. NAMUN, hasil kajian akademisi dan Jikalahari menemukan SK Menteri Kehutanan No 327/Menhut-II/2009 bermasalah. SOAL AMDAL. Teguh Yuwono akademisi dari UGM Jogjakarta mensarikan sebuah paper hasil diskusi dengan NGO di Riau. Ia menilai banyak temuan fakta dan data yang selama ini belum terungkap dan tak dipertimbangkan dalam proses perizinan (khusus penyusunan Amdal), pengambilan keputusan, dan implementasinya, sehingga izin tersebut perlu ditinjau ulang. Izin terbitnya SK 327/Menhut-II/2009 tentang Perluasan HTI PT. RAPP di Pulau Padang diteken oleh Menhut M.S Kaban pada 12 Juni 2009 jelang berakhirnya masa jabatan M.S. Kaban sebagai Menteri Kehutanan. “Ada indikasi terkesan “dipaksakan”,” kata Teguh. Sebelum izin itu terbit, saat proses penyusunan Amdal bertentangan dengan PP 27/1999 pasal 16 ayat 4 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, khususnya ketidaksesuaian perun-tukan kawasan hutan yang dicadangkan sebagai areal HTI dengan dokumen TGHK, RTRWN, RTRWP Riau (Perda No. 10 tahun 1994), dan RTRWK Beng-kalis (Perda No. 19 tahun 2004). Menurut Tim penyusun Amdal PT. RAPP kedalaman lahan gambut di Pulau Padang hanya dibawah 2.5 meter. Tapi, menurut penelitian Tim Fakultas Kehutanan UGM pada 2011, kedalaman lahan gambut di sebagian besar areal di Pulau Padang lebih dari 3 meter bahkan untuk areal yang menjauhi pantai lebih dari 6,5 meter. Dr. Michael Allen Brady (1997)— kini Executive Director GOFC-GOLD (Global Observation of Forest and Land Cover Bersambung...

KOLOM Dynamics (GOFC-GOLD)—GOFC-GOLD—pernah lakukan kajian di Pulau Padang melaporkan sebagian besar kedalaman lahan gambut di Pulau Padang bahkan berkisar antara 9 – 12 meter, sehingga termasuk ekosistem lahan gambut dalam. Menurut Keppres 32/1999 dan PP No. 47/1997, kawasan gambut kedalaman di atas 3 meter yang berada di hulu sungai dan rawa termasuk kawasan lindung. Pengusahaan HTI skala besar gunakan sistem land clearing dan silvikultur THPB (Tebang Habis Permudaan Buatan) dengan pola masif akan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap keberlangsungan fungsi kawasan lindung di Pulau Padang. Tim penyusun Amdal PT RA-PP tak lakukan survei sosial pada masyarakat terdampak akibat operasional HTI (sesuai PP 27/1999 pasal 34), khususnya di Desa Lukit sebagian besar areal HTI termasuk wilayah administratif desa tersebut. Tapi lokasi survey sosial Tim penyusun Amdal justru ke Desa Tanjungkulim dan Desa Kurau yang lokasinya berada diluar areal HTI. Selain itu, terdapat sikap tak kooperatif dari pihak RAPP terhadap akses dokumen Andal bagi para multi pihak di Pekanbaru (khususnya LSM dan masyarakat terkena dampak), padahal dokumen Andal merupakan dokumen pub-lik. Jikalahari dan akademisi dari Universitas Riau, salah satu tim penilai Amdal awalnya dilibatkan pada sidang Amdal RAPP pada 2004. Amdal RAPP waktu itu ditolak oleh Jikalahari, dan akademisi dari Universitas Riau. Sidang memutus waktu itu RAPP diminta perbaiki Amdal. Sidang berikutnya Jikalahari dan akademisi tadi tak dilibatkan lagi hingga terbitnya SK 327 tahun 2009. “Tidak ada perubahan hasil Amdal dokumen 2006, hanya lengkapi rekomendasi. Kenapa Jikalahari dan dua akademisi itu tak dilibatkan, RAPP takut Amdal mereka ditolak kem-bali. Penambahan ketiga ini jelas bermasalah,” kata Muslim, Koor-dinator Jikalahari. Intinya sesuai aturan, dua Amdal itu kadaluarsa. Lantaran umur Amdal yang dipakai untuk syarat izin lahan

konsesi, maksimal tiga tahun. Bila Amdal tahun 2004 dipakai, sudah kadaluarsa dua tahun. Begitu juga Amdal tahun 2006. Sudah kadaluarsa beberapa bulan. Hasil interpretasi Tim Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 2011, berbasis peta citra SRTM 30 dengan koreksi ground-check ketinggian tajuk tegakan pohon pada 130 titik di lapangan menunjukkan: sebagian besar kawasan pemukiman dan kebun karet berada pada 1-6 m dpl (di atas permukaan air laut) sehingga rencana HTI dengan kanalisasi besarbesaran berpotensi menyebabkan percepatan tenggelamnya Pulau

Hutan Tanaman; Kepmenhut Nomor: 21/Kpts-II/2001 Tentang Kriteria Dan Standar Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Pada Hutan Produksi; Kepmenhut No: SK. 101/ Menhut-II/2004, jo P.05/MenhutII/2004 tentang Percepatan Pembangunan Hutan Tanaman untuk Pemenuhan Bahan Baku Industri Pulp dan Kertas. Kontroversi tersebut, saat terbitnya IUPHHK HT diduga kuat melabrak aturan terkait kehutanan bahkan kejahanatan luar biasa dibalik terbitnya IUPHHK-HT: tindak pidana korupsi. Vonis Pengadilan

Oke illegal loging masih ada. Tapi itu bukan cerita baru. Illegal Logging bukan hanya terjadi di Pulau Padang. Tapi terjadi di hampir semua kabupaten di Riau terutama yang memiliki hutan alam yang tersisa, seperti di Semenanjung Kampar, Kerumutan, Giam Siak Kecil, Senepis dan Rimbang Baling. Padang akibat subsidensi dan meningkatnya pemukaan laut akibat pemanasan global. Pulau Padang dengan luas ± 111.500 ha (± 1.115 kilometer persegi) termasuk dalam kategori pulau kecil berdasarkan UU No 27/2007 pasal 1 ayat 3: Pulau Kecil adalah pulau dengan luas lebih kecil atau sama dengan 2.000 km2 (dua ribu kilometer persegi) beserta kesatuan ekosistemnya. Maka pengelolaan kawasan Pulau Padang tak diperuntukkan kegiatan pengusahaan hutan. Kontroversi kriteria areal yang dapat dijadikan IUPHHKHT: UU 41/1999 tentang Kehutanan; PP 6/ 1999 tentang Pengusahaan Hutan dan Pemungutan Hasil Hutan pada Hutan Produksi; PP Nomor 34 Tahun 2002, Tentang Tata Hutan Dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Pemanfaatan Hutan Dan Penggunaan Kawasan Hutan; Kepres No. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung; Kepmenhut Nomor: 10.1/Kpts-II/2000 Tentang Pedoman Pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu

Tipikor terhadap terpidana T Azmun Jaafar (eks Bupati Pelawalan), Arwin As (eks Bupati Siak) dan Asral Rahman (eks Kadishut kehutanan Riau) adalah bukti nyata bahwa terbitnya IUPHHK HT terselip korupsi. SOAL ILLEGAL LOGGING. Illegal Logging (dalam perspektif tidak mempunyai surat izin tebang) yang dilakukan warga di Pulau Padang, Jikalahari menilai, “ Oke illegal loging masih ada. Tapi itu bukan cerita baru. Illegal Logging bukan hanya terjadi di Pulau Padang. Tapi terjadi di hampir semua kabupaten di Riau terutama yang memiliki hutan alam yang tersisa seperti di Semenanjung Kampar, Kerumutan, Giam Siak Kecil, Senepis dan Rimbang Baling,” kata Muslim, Koordinator Jikalahari. “Illegal log ging umumnya dibekingi aparat pemerintah bahkan oknum polisi dan tentara serta pemodal dari luar. Itu memang harus ditindak cepat. Sejauh ini dari fakta penangkapan yang dilakukan Polda Riau tidak pernah menyentuh beking

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

62

Penyebab besar penghancuran hutan alam di Riau, pemerintahan SBY tidak tuntas melawan mafia hutan. dan cukong, hanya menangkap operator,” lanjut Muslim. Hasil penelitian Indonesia Corruption Watch pada 2009 menunjukkan para pelaku kejahatan yang diputus bersalah oleh hakim, umumnya pelaku lapangan (sopir pengangkut kayu illegal, mandor, permanen kayu). Para cukong, pemegang modal, pejabat yang terlibat, serta aktor intelektual dari kasus-kasus itu tidak terungkap, apalagi dihukum. Artinya kehadiran PT RAPP dengan dalih izin “resmi” dari Menhut, tidak menjamin illegal logging tak ada lagi di Pulau Padang. SOAL KOMNAS HAM. Pada 29 April 2011 Komnasham mengirim surat bernomor: 1.071/K/PMT/ IV/2011 kepada Pimpinan RAPP di Pangkalan Kerinci, Pelalawan berdasarkan aduan masyarakat Pulau Padang melalui Serikat Tani Riau. Johny Nelson Simanjuntak dari Komnas HAM mendesak PT RAPP menghentikan kegiatan operasional perusahaan di lapangan hingga ada keputusan penyelesaian masalah yang diadukan oleh pihak masyarakat dengan memperhatikan Hak Asasi warga masyarakat di Pulau Padang Kabupaten Kepulauan Meranti. Bagaimana mungkin, Nelson Simanjuntak bisa marah pada “fakta” yang dipaparkan PT RAPP? SOAL PT RAPP “DITEROR”. Pembunuhan dan pembakaran itu murni pidana, dan memang harus dihukum pembunuhnya. Lantas, apa kaitan pembunuhan dan pembakaran itu? Saya kerap diskusi dengan kawankawan yang pro dan kontra dengan RAPP. Soal siapa pelakunya, bisa saja PT RAPP itu sendiri, masyarakat tempatan atau massa Serikat Tani Riau. Toh, hingga detik ini polisi

63

Majalah 2011

belum bisa tetapkan tersangka. Siapapun pelakunya, harus ditindak sesuai hukum pidana. Itu berdiri sendiri. Namun, tidak mengalihkan isu soal izin RAPP memang bermasalah. Sutarno Ketua Badan Kerjasama Antar Desa Merbau sekaligus pengurus Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Pulau Padang di Koran Haluan Riau edisi 27 Januari, mengatakan,”Ini jelas mengalihkan isu. Mereka menuding masyarakat meneror, itu hanya akal-akalan, lucu, dan teramat menggelikan. Sangatlah tidak logis perusahaan sekaliber RAPP, konon perusahaan pulp and paper terbesar, mendapat teror dari masyarakat Pulau Padang…..” SOAL TIGA DESA. Penandatanganan Memorandum Of Understanding antara Kepala Desa dan Lurah sePulau Padang dengan PT. RAPP pada 27 Oktober 2011, ditolak oleh tiga desa, “Kenapa FKM-PPP mengatakan cuma 11 Kepala Desa saja? Sebab 3 Kepala Desa saudara Samaun S.sos, (Bagan Melibur), Kades Toha (Mengkirau) dan Edi Gunawan (Desa Lukit) telah menarik kembali dukungan dan kesepakatannya dan mengeluarkan surat penolakan terhadap operasional PT. RAPP setelah melakukan rapat dengan masyarakatnya,” tulis Muhammad Riduan dalam blognya http://riduan-meranti.blogspot.com. “Tegas kami katakan Penandatanganan MoU pada tanggal 27 Oktober 2011 tersebut dilakukan tanpa musyawarah terlebih dahulu antara Kepala Desa dengan masyarakat untuk mengambil kata sepakat.” PENGHANCURAN hutan alam di propinsi Riau terus berlangsung hingga kini. Data mutakhir Jikalahari tiga tahun terakhir tercatat: propinsi

BAHANA MAHASISWA

Riau loss (kehilangan) Tutupan Hutan Alam sebesar 86.345 hektar. Angka ini akan semangkin besar jika tidak ada perlawanan dari masyarakat Pulau Padang, karena self approval RKT RAPP 2011 telah siap untuk meluluh lantakkan 30.087 Ha hutan alam di Pulau Padang. Tahun 2011, telah terjadi penghancuran hutan alam sebesar 82.084 hektar dan 95 persen kehancuran itu terjadi pada Hutan Alam Gambut yang seharusnya dilindungi. Kita tahu bahwa penyumbang emisi dari degradasi dan deforestasi berasal dari pembukaan hutan dan lahan gambut. Penyebab besar penghancuran hutan alam di Riau, pemerintahan SBY tidak tuntas melawan mafia hutan. Sebab penuntasan Kasus Kejahatan Mafia Kehutanan (SP3 dan Korupsi kehutanan) di Riau jalan ditempat. Selain komitmen mengurangi emisi CO2, SBY juga berkomitmen melawan mafia hutan. Komitmen itu pernah ia sampaikan saat membentuk Satgas PMH pada 2009, yaitu menabuh genderang perang melawan mafia hukum atau perang terhadap mafia bigfish, salah satunya Mafia Kehutanan. Faktanya perang melawan Mafia hutan kandas di Riau, khususnya penuntasan kasus SP3 tahun 2008 yang diteken Kapolda Riau Hadiatmoko. Padahal akibat praktek melawan hukum 14 Perusahaan tersebut (APP dan APRIL), Satgas PMH pada Juni 2011 mencatat Negara dirugikan hampir Rp 2.000 triliun. Kini, Menhut membentuk tim turun ke Pulau Padang. Kita tunggu saja, keputusan Menhut. Sambil menunggu serangan PT RAPP selanjutnya setelah kunjungan ke media lokal di Pekanbaru. Biasanya diakhir cerita berkaca dari konflik sebelumnya, PT RAPP selalu menang melawan masyarakat. SAYA berharap, sudah saatnya pemerintah berpihak pada warga. Sebab, hanya pemerintah yang punya kuasa mencabut izin PT RAPP yang bermasalah. Jika tidak, bencana ini benarbenar terjadi: Riau Akan Porak Poranda.#

foto: Herman BM

FEATURE

Kampus FKIP Olahraga: Suasana mahasiswa sedang berolahraga sore hari di kampus Olahraga Rumbai.

Kampus Atlet Minim Perawatan Gedung FKIP Olahraga Rumbai juga ciptakan atlet Nasional. Bahkan Internasional. Tapi minim perawatan. Oleh

KAMPUS PENDIDIKAN Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau. Ia berada di Jalan Paus Nomor 5 Rumbai. Dari simpang empat lampu merah Jalan Yossudarso—lewati Jembatan Siak I bila dari pusat kota Pekanbaru—belok kanan. Kampus berada di sebelah kiri. Gedungnya berwarna kuning gading. Ia bangunan lama tak bertingkat terletak di atas tanah seluas 3,5 hektar. Gerbang setinggi 1,5 meter membatasi gedung dengan Jalan Paus. Melongok ke kiri dari gerbang masuk, akan terlihat kantin mahasiswa. Bila diikuti jalan tersebut, akan ketemu lapangan kosong. Lapangan ini biasa digunakan untuk parkir motor mahasiswa. Tak ada petunjuk parkir apapun, sehingga mahasiswa terbiasa parkir motor sembarangan di lapangan itu. Mushola berdiri di tepi lapangan. Kampus Pendidikan Olahraga terbagi jadi tiga gedung. Gedung pertama adalah gedung yang terlihat begitu masuk gerbang kampus. Bila berjalan dari tempat parkir motor pun akan dijumpai gedung pertama. Ada

Herman

lorong panjang di gedung pertama tersebut. Berjalan lurus mengikuti lorong dari tempat parkir motor, dua ruangan pertama merupakan ruangan kelas. Sebelahnya sekretariat Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Perpustakaan kampus, ruang ujian sarjana, ruang tata usaha berturutturut di sebelah sekre Hima Pendidikan Kepelatihan. Sebelahnya lagi ada lobi. Lobi terletak tepat di tengah gedung pertama. Kemudian ruang prodi, ruang dosen, kelas praktikum, sekretariat Hima Pendidikan Jasmani Kesehatan Rekreasi (Penjaskesrek), dan gudang di ujung lorong. Jika berjalan ke sisi kiri dari tempat parkir motor, akan dijumpai lorong gedung kedua. Gedung kedua ini hanya terdiri dari empat kelas. Dua kelas pertama kondisinya cukup baik, sedangkan dua kelas lagi sudah tidak digunakan. Tak ada kursi di dua kelas tersebut. Plafon atap terlihat lekang dan terkelupas. Sebagian kaca jendela juga sudah hilang. Di antara dua kelas yang tak digunakan tersebut, satu kelas sudah dijadikan gudang.

Di ujung lorong ada toilet. Dari kondisinya, terlihat toilet ini tak digunakan lagi. Klosetnya dipenuhi sampah bekas minuman gelas. Lantainya pun berserakan sampah plastik. Berjalan lurus dari toilet ada lorong kecil. Lorong tersebut menuju asrama kampus. Sedangkan bila belok kanan dari toilet di gedung dua, akan dijumpai gedung ketiga. Gedung ini digunakan sebagai ruang serba guna. Serba guna terdiri dari dua ruangan yang disatukan. Banyak matras di ruang serba guna. Namun beberapa kaca jendelanya sudah hilang. Dua dari tujuh kipas angin tak berfungsi lagi. Sebagian plafon pun sudah lepas dan lekang. Sebelah gedung serba guna ada gedung yang sudah tak terpakai. Dulunya digunakan untuk sekre hima. Posisinya agak menjorok ke depan dibanding gedung serba guna. Di belakang gedung bekas sekre hima ada sebuah bangunan tak terawat. Sampah berserakan. Ada meja dengan posisi terbalik. Di belakangnya lagi laboratorium. Setelah mendapat bantuan alat praktek fitnes dari Menteri Pemuda dan Olahraga,

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

64

Majalah 2011

“KAMPUS INI sepertinya tak terurus. Tak ada perawatan,” keluh Albert Simon, mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan Rekreasi, kuliah di kampus Pendidikan Olahraga sejak tahun 2008. Mustopik juga mengeluhkan hal serupa. Ia mengeluhkan perlengkapan dalam kelas sangat kurang. “Kursi, papan tulis, penghapus. Lampu hanya hidup sebagian. Dua ruangan kursinya sama sekali tak ada,” ucap Ketua Hima Penjaskesrek ini. Namun dari sisi fasilitas ia nilai sudah cukup baik. Hal senada diungkapkan Rian Ahmad Jani, mahasiswa Pendidikan Kepalatihan Olahraga angkatan 2010. Setahu Mustopik, kampus mereka belum pernah direnovasi atau dicat sejak dibentuknya Jurusan Pendidikan Olahraga tahun 2007. Bangunan kampus didirikan tahun 1976. Awalnya ia berupa gedung Sekolah Menengah Olahraga (SMOA). Tahun 1983 jadi Sekolah Guru Olahraga (SGO). Setelah SGO bubar, ia jadi gedung Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) D II tahun 1991. “Saat dibentuk Jurusan Pendidikan Olahraga, PGSD juga masih di sini,” kata Rahmadi, Ketua Jurusan Pendidikan Olahraga. Rahmadi cerita, mahasiswa Pendidikan Olahraga kini sekitar 500 orang. Dosen tetap 11 orang. “Kalau bisa ada penambahan dosen, jadi imbang dengan jumlah mahasiswa,” harap Rahmadi. Warga kampus Pendidikan Olahraga sedang terganggu dengan pembangunan gedung PON 2012 di kampus mereka. Alat berat sudah masuk ke areal kampus. Rencana akan ada penambahan areal untuk PON di sana. Sampai kini sudah dibangun GOR senam, GOR atletik, GOR basket, dan kolam renang di belakang kampus Pendidikan OlahBersambung...

BAHANA MAHASISWA

Rusak: Beberapa fasilitas di kampus FKIP Olahraga tak rusak, bahkan ada yang tak bisa digunakan.

foto: Herman BM

65

ang. Mereka dikenakan biaya Rp 80 ribu per bulan.

foto: Herman BM

labor ini baru difungsikan dan dirawat kembali. Luas labor sekitar 10 x 5 meter persegi. Ia berisi lima macam alat fitnes. Rusak Satu. Ada pula barbel serta alat pengukur ketinggian lompat dan kecepatan reaksi. Cat labor berwarna hijau. Di belakang labor ada bangunan bekas kantin mahasiswa. Kini sudah tak terpakai. Sebelahnya rumah seorang dosen kampus Pendidikan Olahraga. Sebelah rumah dosen ada labor praktek tenis meja. Plafon labor ada yang terkelupas. Beberapa kaca di ruangan praktek ini pun sudah hilang. Labor tersebut tepat di belakang gedung serba guna. Di tengah bangunan kampus Pendidikan Olahraga ada lapangan basket, takraw, voli, dan bola kaki. Ia dikelilingi ketiga bagian gedung kampus. Khusus gedung asrama mahasiswa. Ia terdiri dari 8 blok, 4 di lantai atas dan 4 di lantai bawah. Asrama hanya khusus bagi mahasiswa lelaki. Masing-masing blok ada 5 kamar. Blok pertama bernama Asoka, letaknya di atas. Blok lantai bawahnya tak bernama. Di depannya blog Serindit dan Merpati. Serindit di lantai bawah, sedangkan Merpati di lantai atas. Di belakang blok Serindit ada bak mandi berukuran sekitar 1x3 meter. Bak mandi ini sering digunakan penghuni asrama untuk mandi bersama. Penyebabnya, kamar mandi banyak tak berfungsi. Setiap blok ada dua kamar mandi. “Dari 16 kamar mandi di asrama, cuma dua yang berfungsi,” kata Riski, penghuni asrama. Plafon asrama, terutama blok Serindit, sudah mengelupas. Malah ada yang sudah bolong. Temboknya coret-coret. Di sebelah blok Asoka ada dua blok lagi. Lantai bawah blok Anggrek, lantai atas tak bernama. Di depan blok Anggrek ada blok Merpati di lantai atas. Blok lantai bawahnya juga tak bernama. “Rata-rata yang ditempati mahasiswa hanya blok atas, kecuali blok Anggrek,” ujar Zulkarnain, ketua asrama. Blok bagian bawah mereka gunakan untuk parkir motor. Menurut Zulkarnain, mahasiswa yang tinggal di asrama sekitar 35 or-

FEATURE raga. “Kami belum tahu gedung apa saja yang akan dibangun lagi,” kata Rahmadi. “Ada desas-desus kami mau dipindahkan ke Kampus Panam. Tapi belum jelas juga,” cerita Rahmadi. Bila jadi pindah, ia usul agar fasilitas praktek sudah lengkap dan tidak dipakai untuk umum. “Mata kuliah kita 70 persen praktek. Kalau dipakai sama jurusan lain, kan jadi terganggu.” Nur Mustafa, Dekan FKIP ketika dikonfirmasi menyatakan akan segera menambah fasilitas dan kelengkapan kampus yang masih kurang. Soal desas-desus pindah ke kampus UR Panam, “Belum ada itu. Tapi kalau mau dipakai untuk PON silahkan. Kita juga tak bisa paksa karena itu tanah negara. Yang penting jelas hitam di atas putihnya,” ujar Nur. Yang pasti, tambah Nur, keputusan tersebut ada di tangan Gubernur Riau, bukan Rektor UR. Pada acara Dialog Publik bersama Rektor UR yang ditaja oleh Badan

Eksekutif Mahasiswa UR, Sabtu sore (14/1) di halaman depan Rektorat. Dr. Rahmat, MT Pembantu Rektor III UR mengatakan, “Terkait kawasan kampus Olahraga di Rumbai, pemerintah sudah berjanji akan dipindahkan. Tapi kita dari pihak Rektorat tidak akan menerima kalau pindahnya begitu saja. Semua fasilitas baik praktek maupun teori harus sudah tersedia dulu sebelum pindah,” ujarnya. Rahmat tegaskan sebelum itu semua siap kampus Olahraga tidak boleh pindah. MESKI GEDUNG tak terawat, cukup banyak mahasiswa Pendidikan Olahraga yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Seperti Rivo Ariyanda, Permadi, dan Anggi Setiawan untuk cabang silat. Ada pula Amat di cabang atletik dan Suripto di cabang takraw putra. Masih ada Siti Maisyarah dan Sutini. Dua kakak beradik ini telah berlaga di tingkat internasional untuk cabang olahraga takraw putri.

Siti kini duduk di semester akhir. Ia bercerita, ketika tahun 2008, saat PGSD masih ada, kampus lumayan ramai. “Kalau mau belajar di kelas, biasanya berlomba dengan anak PGSD. Kalau tak dapat kelas, terpaksa belajar di luar,” katanya. Sebenarnya hingga kini mereka masih rebutan kelas. Hanya saja penyebabnya beda. “Kalau sekarang ruangannya ada, tapi bangkunya tidak ada,” sebutnya. Namun ia mengaku, kondisi tersebut tak menghambat prestasi olahraganya. Siti pernah meraih perak untuk cabang takraw putri di SEA Games XXVI Jakabaring Sport Center, Palembang, Sumatera Selatan. Ia juga pernah ikut The 26th King’s Cup di Thailand tahun 2011. Sutini, adik Siti yang kini duduk di semester lima, mengeluhkan hal berbeda. “WC gak bersih, air tidak ada, kalau kebelet terpaksa pergi ke tempat teman,” cerita mahasiswa yang pernah ikut Asean Beach Games di Oman tahun 2010. #

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Yvonne, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 DIAGNOSIS terbaik untuk kasus 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 kulit adalah dengan inspeksi atau 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 melihat langsung lesi atau kelainan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Assalamualaikum Wr. Wb. dokter, kulit secara visual. Tapi dari cerita 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 SEWAKTU kecil pernah muncul Anda, ada bintik-bintik merah yang 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 bintik-bintik merah di paha saya. terasa panas. Ada dua kemungkinan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Rasanya panas-panas dan bisa buat yang umum, yakni ragi (candidiasis) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 dr. Mona Amelia, MBiomed 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 meriang. Kata orang itu alergi ma- atau herpes. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Departemen Anatomi FK UR 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 kanan. Jadi saya tidak memakan Herpes sendiri bisa herpes sim1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 sejenis ikan dan beralih mengkon- plek atau herpes zooster. Namun sendiri. Jika Anda menggaruk di kaki 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 sumsi sayuran. Bintik-bintik itu tetap saja untuk membedakan ke yg ada lesi, dalam kuku Anda ada 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 menghilang. semua di atas harus dengan visualisasi sumber mikroorganisme. Lalu Anda 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Namun beberapa bulan lalu ia karena ada pola yang khas. Dan menggaruk tempat lain, maka itu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 kembali muncul. Bukan hanya di kemungkinan terjadi berulang me- memfasilitasi tumbuhnya mikro1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 paha, tapi sampai ke leher dan wajah. mang ada. Sayangnya Anda pun tidak organisme di tempat lain. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Berobat ke Puskesmas, diberi obat menginformasikan apakah penyakit Sedangkan untuk herpes, lebih 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 dan bedak Salisil. Tapi tidak mempan. yang lama sudah sembuh total atau tertuju pada pengobatan oral, bukan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Lalu saya berobat herbal Cina dan belum. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 topikal (salep, krim) yaitu anti virus. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 mengonsumsi obat pil yang diMeskipun begitu, kedua penyakit Infeksi virus lebih cenderung pada 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 berikan. Saya sudah mengonsumsi 4 di atas tidak bisa diberikan pengo- hygiene kulit yang buruk dan daya 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 botol, sekali minum 8 pil. Tapi tetap batan “gatal” biasa. Candidiasis harus tahan tubuh yang rendah. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 saja bintik-bintik tidak hilang. Tolong diberi anti fungi topikal yang spesifik Saran saya, Anda konsultasi ke 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 berikan solusi untuk penyakit saya ini, dilanjutkan dengan perubahan hydokter kulit agar keadaan ini tidak 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Dok. Terimakasih. giene, pola kebiasaan berpakaian dan berulang. Sebab sisa dari lesi bisa 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 mungkin pola hidup. menjadi sumber lesi baru. Terima 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Yvonne Mardanis Rislya Untuk candidiasis, penularannya kasih. # 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 Pendidikan Matematika ‘09 bisa melalui kontak dengan kulit 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345

Bintik Merah di Kulit

KESEHATAN

JAWABAN

BAHANA MAHASISWA

Majalah 2011

66

KARIKATUR

67

Majalah 2011

BAHANA MAHASISWA

12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 BAHANA MAHASISWA Majalah 2011 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890

IKLAN WITRA

68


Bahana Mahasiswa 2011