Issuu on Google+

DAFTAR ISI

GARAM PETANI MAKIN TERGERUS GARAM PABRIK PETANI garam di Pamekasan, Jawa Timur yang mengembangkan usaha kepada garam konsumsi rumahan, mengalami kesulitan pemasaran. Pasalnya, kondisinya terus terhimpit dan kalah bersaing dengan serbuan garam produksi pabrikan. Akibatnya, akhir-akhir ini petani memproduksi garam konsumsi ketika ada pesanan saja. Garam dari hasil panen terpaksa dijual kiloan daripada diproduksi menjadi garam konsumsi.

Menuai Asa Bangkit Bersama Sejahtera Berkualitas

LAPORAN UTAMA | 12 Kriteria Kelulusan Tidak Hanya dari Hasil UN |6 Calon Jamaah Haji Pamekasan 2013 Meningkat | 6 Belum Pastikan Jamaah Haji Biki Paspor di Pamekasan | 7 LINGKUNGAN

Banjir Mulai Mengintai Pamekasan | 10 200 Hektar Mangrove Kritis | 12

Komisi D Minta Disdik-Kemenag Perketat Sekolah Baru | 5 Dana Bos Meningkat Dua Persen Tahun 2013 | 5 PEMERINTAHAN

Diperlukan Upaya Revitalisasi Fungsi Musrembang | 8 Dua SKPD Pamekasan Akan Dimekarkan | 9

PERCERAIAN

PEMERINTAHAN

Faktor Ekonomi, Perceraian Meningkat | 16

Operasioanl Terminal Barang Butuh 30 Miliar | 14

FOKUS

GERBANG SALAM

Merawat Warisan Gus Dur Melalui Gusdurian | 16 MUI Madura Terbitkan Panduan Wisata Religi | 17 OPINI

Membaca Hegemoni dan Politik Media | 19 REHAL PUSTAKA

Sisi Lain Sosok Muhammad SAW | 18 CERPEN

Malaikat Bergaun Merah| 16 SALAM REDAKSI

Transparansi PPDB | 2 Suara Pembaca | 2

Penerbit :Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Pamekasan. Pelindung : Drs. KH. Kholilurrahman, SH. (Bupati Pamekasan). Penasihat : Drs. Kadarisman Sastrodiwirjo, (Wakil Bupati Kabupaten Pamekasan). Penanggung jawab : Ir. Media Informasi Pemerintah Kabupaten Pamekasan H. Bahrun MM, (Kepala Dishubkominfo). Pengarah: Drs. Ec. Arrahman Suindranata (Kabid. Komunikasi). Pemimpin Redaksi: Taufiqurrahman, Wakil Pimpinan Redaksi: Wiyono, Sekretaris Redaksi : Dra. Herlina (Kasi Pembinaan Media Komunikasi ), Editor : Edy Firmansyah, Reporter : Achmad Fawaid, Ahmad Wiyono. Koresponden: Petugas fungsional Dishubkominfo di Kecamatan. Layout: Taufiqurrahman. Fotografer: Taufiqurrahman. Alamat Redaksi: Jl. Bonorogo No. 88. Telp. (0324) 322440/330925. E-mail: fokuspamekasan@yahoo.com. Redaksi menerima sumbangan tulisan berupa artikel, cerpen, puisi, resensi, yang sesuai dengan visi dan misi majalah FOKUS. Sertakan foto dan identitas anda. Redaksi berhak mengedit semua tulisan selama tidak merubah substansi isi.

2

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VIII 2013

Salam Fokus

Suara Pembaca Jalin Persaudaraan Selama Pilkades Di Kabupaten Pamekasan beberapa waktu lalu dilaksanakan pemilihan kepala desa serentak di beberapa desa. Pilkades merupakan penyelenggaraan politik yang amat dekat dengan masyarakat. Semakin dekat maka semakin besar gesekan antarpara pendukung. Bahkan gesekan itu berujung pada permusuhan. Lebih buruk lagi meski masih ada hubungan saudara saling intimidasi dan menjurus pada aksi kriminal. Berbeda-beda pilihan adalah wajar. Namun, ikatan persaudaraan tetap sama hingga kapan pun. Semua itu tak akan bisa tergantikan.

Muhammad, pengajar di Madrasah Diniyah.

Selamat Menempuh Ujian Nasional Untuk beberapa pekan ke depan peserta didik mulai tingkat SLTP hingga SLTA akan menempuh Ujian Nasional tahun 2013. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pelaksanaan UN selalu dibumbui oleh halhal yang menghalalkan segala cara agar bisa lulus. Tidak hanya dari pihak siswa sendiri namun pihak sekolah juga ikut-ikutan. UN ibarat pertaruhan nama baik sekolah. Kabarnya pelaksanaan UN kali ini mengalami masalah distrbusi dokumen yang amburadul. Praktis, rencana UN yang akan dilaksanakan serentak seluruh Indonesia harus gagal. Risiko kebocoran soal pasti terjadi. Selamat ber-UN ria...

Ali Murtadho, orang tua siswa SMA Pamekasan.

Transparansi PPDB

D

ALAM beberapa pekan ke depan adalah saat-saat para orangtua dan siswa berkerut pikirannya. Karena mereka harus berjuang untuk mendapatkan sekolah seperti yang diinginkan. Sejak beberapa hari ini adalah masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Para siswa dan orang tuanya disibukkan dengan persyaratan pendaftaran serta seleksi sekolah favorit seperti yang diharapkan. Tapi banyak sekolah di eks Karesidenan tampaknya belum memberikan layanan yang memuaskan kepada masyarakat yang akan mendaftar. Beberapa tahun yang lalu, Di Sukoharjo misalnya, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP dan SMA pada tahun ajaran 2010/2011 di Sukoharjo menimbulkan banyak masalah. Pasalnya, banyak siswa yang mendaftar di sekolah negeri ditolak hanya karena tidak menyertakan Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) asli (Harian Jogolo Semar: 2010) Itu hanya salah satu masalah yang muncul dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Masih banyak kendala-kendala yang dialami sekolahan. Termasuk di beberapa daerah lain tak hanya Sukoharjo. Dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ini para siswa akan bersaing, sementara daya tampung sekolah-sekolah favorit sangat terbatas. Maka adanya kekhawatiran tidak transparannya proses seleksi penerimaan siswa baru merupakan suatu hal yang wajar yang muncul dari kalangan orangtua siswa. Banyak dugaan adanya surat sakti atau kemungkinan titipan kepada pemangku sekolah, atau dugaan uang tambahan agar anaknya bisa diterima. Dugaan-dugaan itu wajar muncul karena tingkat kompetisi yang sangat ketat. Termasuk kemungkinan munculnya tambahan ruang kelas di sejumlah sekolah

favorit hanya karena mengejar jumlah sumbangan, bisa saja muncul. Maka dari itulah, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ini harus dilakukan dengan pengawasan dan pemantauan secara ketat dan tegas. Baik oleh masyarakat maupun pemerintah. Bagaimana penambahan ruang kelas harus bisa dipertanggungjawabkan, lalu transparansi pembayaran siswa dan faktor-faktor lainnya yang bisa memunculkan penyimpangan. Proses pendaftaran terhadap siswa baru harus didorong agar transparan, tertib, objektif dan jujur. Jangan sampai muncul-muncul biaya-biaya di luar ketentuan yang telah dibuat. Maka keseluruhan biaya yang harus ditanggung orangtua harus diumumkan secara transparan. Jangan sampai ada praktik-praktik surat sakti atau katebelece. Agar transparansi dan objektivitas proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bisa berlangsung maka faktor utama yang harus didorong adalah pengawasan dari masyarakat. Setidaknya ada lima hal yang harus diperhatikan untuk menciptakan iklim kondusif dalam PPDB tahun ini diantaranya, Pertama, obyektif, artinya PPDB baik peserta didik baru maupun pindahan harus memenuhi ketentuan umum yang telah ditetapkan.kedua transparansi. Artinya, PPDB bersifat terbuka dan dapat diketahui oleh masyarakat termasuk orangtua peserta didik. Hal ini untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan yang kemungkinan dapat terjadi. Ketiga akuntabilitas, yakni PPDB dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat baik dari segi prosedur maupun hasilnya. Sedangkan aspek keempat dan kelima adalah tidak adanya diskriminatif yang artinya PPDB tidak membedakan suku, agama, ras, ataupun golongan, dan PPDB dilakukan melalui seleksi berdasarkan kompetensi yang diisyaratkan oleh satuan pendidikan tertentu. (Wiyono/Redkasi)

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VII 2013

3

PENDIDIKAN

Kriteria Kelulusan Tidak Hanya dari Nilai UN

P

ARA siswa di Kabupaten Pamekasan yang akan mengkuti Ujian Nasional (UN) tahun ini, nampaknya kian berharap-harap cemas, pasalnya kelulusan mereka nanti tidak sepenuhnya ditentukan dari hasil UN yang mereka kerjakan tersebut, namun juga ditentukan dari beberapa spek lain seperti keaktifan dan hasil nilai sekolah. Pihak dinas pendidikan pamekasan mewarning semua siswa yang akan mengikuti ujian nasional, untuk menjaga sikap dan keaktifan. nilai ujian nasional yang nantinya akan dikeluarkan kemendiknas pusat melalui badan stadart nasional pendidikan (BSNP), hanya menjadi bagian dari aspek kelulusan setelah diakumulasi dengan aspek lainnya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan Akhmad Hidayat menuturkan bahwa Siswa dinyatakan lulus, jika target nilai UN dan nilai sekolah mencapai target, termasuk pula tingkah laku dan keaktifan siswa. ”sekalipun nilai UN dan nilai ujian sekolah tinggi, tidak ada jaminan siswa tersebut lulus, jika prilaku dan keaktifan 4

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VIII 2013

dengan soal-soal diujian nasional. Termasuk pula melakukan langkah agar angka ketidaklulusan siswa di pamekasan bisa ditekan, melalui bimbingan khusus bagi siswa yang dinilai kemampuan belajarnya dibawah ratarata.” kami juga meminta kepada sekolah, untuk memberikan bimbingan khusus kepada siswa yang kemampuan belajarnya dibawah rata-rata”. kata hidayat. Tahun lalu angka ketidak lulusan siswa, untuk tingkat SD sederajat  mencapai 100%, sementara untuk tingkat SMA di pamekasan mencapai 99,997 persen, dari jumlah total peserta 3 ribu 200 peserta, Sementara untuk tingkat SMK kelulusanya mencapai 99,97, dari jumlah peserta unas 2 ribu 2 peserta, atau 10 siswa yang tidak lulus UN, masing-masing 1 siswa dari SMA dan 9 siswa dari SMK untuk tingkat SMP sederajat di kabupaten ini tahun 2012 hanya tercatat 4 orang Sosialisasi pelaksanaan Ujian Nasion- siswa yang tidak lulus, menurun dari al tingkat SD/MI oleh Dinas Pendidikan tahun sebelumya 9 orang siswa. Kabupaten Pamekasan. Adapun Pengawasan Ujian nasional tahun ini, pengaturanya diberikan siswa kurang, bisa jadi siswa tersebut kepada masing-masing rayon, untuk tidak lulus”. Kata hidayat. menentukan sistem pengawasanya seDalam kreteria kelulusan siswa cara mandiri. yang baru tegas hidayat, sekolah juga Sementara itu sekretaris komisi D memiliki kewenangan untuk menen- DPRD pamekasan K.Amin Rifki metukan siswa tersebut lulus ataupun minta agar Disdik lebih aktif memantidak. tergantung dari hasil evaluasi tau proses kegiatan belajar disekolah yang dilakukan oleh guru dimasing- menjelang pelaksanaan ujian nasional. masing sekolah. Dan terus menerum melakukan koorUntuk itu dirinya menghimbau ke- dinasi dengan sekolah, guna memanpada siswa, agar memerhatikan aspek tapkan persiapan pelaksanaan ujian kedisiplinan tersebut. Serta dapat me- nasional matuhi semua tata-tertib sekolah. TerSelain itu kata politisi Partai binmasuk pula disdik meminta agar orang tang reformasi (PBR) yang kini hijrah tua siswa juga ikut serta mendukung ke partai kebangkitan bangsa (PKB) proses kegiatan belajar dan tata tertib ini, sekolah juga melakukan kegiatan yang diterapkan disekolah. kerohanian seperti istiqosah dan do’a menjelang ujian nasional, pihak bersama, agar siswa-siswinya bisa didisdik kata hidayat sudah melaku- beri perlindungan oleh Allah SWT, kan beberapa upaya mempersiapkan  serta bisa lulus 100%.” jangan lupa ispelaksanaan ujian nasional, mulai dari tiqosah dan do’a bersama juga harus sosialisasi, dan himbauanya kepada se- digelar oleh sekolah, agar lebih menkolah untuk menambah jam mata pe- dekatkan lagi kepada sang ilahi rabbi”. lajaran yang akan di unaskan. sehing- Pungkasnya. ga, para siswa nantinya tidak lagi kaget Wiyono

Komisi D Minta Disdik-Kemenag Perketat Pendirian Sekolah Baru

K

OMISI D DPRD pamekasan meminta agar dinas pendidikan dan kementrian agama pamekasan, memperketat pendirian sekolah baru di kabupaten ini. Himbauan untuk memperketat pendirian sekolah baru itu, menyusul banyaknya sekolah yang jumlah muridnya tidak sesuai dengan standar, sebagaimana yang ditentukan oleh 2 institusi pendidikan tersebut. ”Banyak ditemukan sekolah yang keberadaan muridnya tidak mencapai target, dan keberadaanya terkesan dipaksakan, dengan targey agar tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah”. Kata wakil ketua komisi D DPRD pamekasan Juhaini. Ia menjelaskan, salah satu ukuran Kemajuan pendidikan tidak hanya karena banyak lembaga pendidikan, melainkan perjalan sistem pendidikan, melalui penerapan kurikulum.” banyak sekolah bukan jaminan kemajuan pendidikan disuatu daerah”. Jelasnya. Malah sebaliknya, pihaknya mendu-

Tahun 2013 Dana Bos SMP Meningkat Dua Persen

P

ADA tahun 2013 ini bantuan operasional yang mengalir ke sekolah menengah pertama(SMP) di kabupaten pamekasan meningkat sebesar 2 %, dari tahun sebelumnya. Penyebabnya karena meningkatnya jumlah siswa yang ada disejumlah sekolah di kabupaten ini. Tahun lalu BOS yang mengalir ke SMP sebesar Rp. 15.718.690.000, atau setara 22.139 siswa, sementara tahun ini Bos SMP meningkat menjadi 16 miliar 33 juta 63 ribu 8 ratus rupiah, “Tahun ini hanya SMP yang mengalami kenaikan sebesar 2 %, sementara untuk SD relative tidak mengalami kenaikan dari jumlah tahun sebelumnya, mengingat jumlah penerima tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya”. Kata kabid pendidikan dasar dinas pendidikan pamekasan prama jaya. Dikatakan, untuk jenjang pendidikan

kung adanya perampingan sekolah, agar bisa menjangkau ketersediaan tenaga kependidikan.” lebih baik banyak guru yang mendidik, ketimbang banyak  sekolah tetapi tidak ada gurunya”ujarnya. Dikatakan, komisi D DPRD pamekasan sebelumnya sudah pernah meminta agar disdik melakukan pendataan sekolah secara keseluruhan, berikut jumlah siswanya. Jika dinilai tidak memenuhi standart, sebaiknya dilakukan regruoping ataupun pemberhentian masa ijin operasional Apalagi kata juhaini, yang terjadi ditingkat desa, terjadinya tarik menarik siswa, antara Sekolah dasar (SD) dengan madrasah ibtidaiyah (MI).” yang terjadi bukan bersaing agar lembaga pendidikanya berkualitas, melainkan tarik-menarik siswa”. Terang juhaini. Dalam waktu dekat komisi D bejanji akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) kesejumlah sekolah dasar, untuk mengetahui kondisi sekolah secara umu, baik mengenai siswa, guru, kurikulum dan Sekolah Dasar jumlahnya perolehan dana bos sebesar   Rp. 39.130.860.000, atau setara dengan 67.467 siswa,” jumlah ini tidak ada perubahan dibandingkan jumlah tahun lalu”. Ujarnya. Dana BOS yang diperoleh ini terang Prama Jaya, diberikan berdasarkan usulan yang diajukan Dinas Pendidikan, disesuaikan dengan jumlah siswa masing-masing lembaga yang ada di kabupaten ini.” Dari sekolah mengusulkan, disdik hanya memverivikasi dan menyesuaikan dengan yang ada disekolah, selanjutnya disdik melayangkan usulan tersebut ke pemerintah pusat”. Tegasnya. Menyoal tingginya penyimpangan pada penggunaan dana BOS itu, pihak Dinas Pendidikan Pamekasan, berkomitmen untuk melakukan sosialisasi pada para kepala dan bendahara sekolah, dengan melibatkan komite sekolah sebagai fungsi control.” Selain kami akan melakukan sosialisasi dengan kepala sekolah, bendahara dan komite sekolah, kami juga melakukan pemantauan secara langsung kesejumlah sekolah”. Ungkapnya. Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Jatim Imadudin saat menjadi pemateri dalam pendidikan anti  korupsi di pendopo ronggosokowati pamekasan kemaren menyatakan, kabupaten pamekasan berada

fisik sekolah. Sementara kasi pembelajaran SD dinas pendidikan pamekasan mutammam menerangakan, tahun ini bakal ada tambahan sekolah dasar swasta di kecamatan palenga’an.” tambahan sekolah dasar tahun ini 3 sekolah, semua SD swasta”. Terangnya. Diakui, 3 lembaga pendidikan tersebut siswanya sudah melebihi ketentuan, yakni diatas 30 setiap kelas, dan proses keluarnya ijin operasional berlangsung selama 5 tahun.”3 SD swasta itu jumlah muridnya melebihi ketentuan,dan proses penerbitan ijinya berlangsung lama”. Tegasnya. disdik kata mutammam, saat ini sudah memperketat penerbitan ijin sekolah. Bahkan, saran komisi D, agar melakukan regruoping segara dilakukan.” jumlahnya lumayan tinggi, yakni 15 sekolah dasar negeri bakal di merger”. tandasnya. Ahmad Fawaid

di peringkat kedua terendah dalam hal keterbukaan informasi diatas Kabupaten Sumenep. Kurang terbukanya informasi ini, menyebabkan adanya sengketa informasi yang dilaporkan pada KIP, sebab perilaku korupsi kerapkali dapat terjadi karena kurangnya transparansi badan publik, sehingga masyarakat tidak bisa ikut menjalankan perannya sebagai fungsi control.“keterbukaan informasi publiknya ketika tidak terbuka kan berarti tertutup maka kemudian ruang perilaku korupsi itu akan muncul ketika tidak ada keterbukaan informasi karena publik tidak bisa mengontrol mulai dari perencanaan pelaksanaan sampai dengan realisasi kebijakan-kebijakan,” jelas Imadudin. Akhmad Fawaid

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VII 2013

5

HAJI 2013

Calon Jemaah Haji Pamekasan 2013 Meningkat

J

UMLAH jemaah calon haji kabupaten pamekasan tahun 2013 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2012 kemaren, jemaah calon haji yang sudah menunaikan ibadah haji mencapai 1.413 jemaah, tahun 2013 ini meningkat menjadi 1.495 Jemaah. Atau naik sekitar 82 Jemaah dari tahun 2012. Kepala seksi penyelenggara haji dan umroh kementrian agam pamekasan juhedi saat dikonfermasi membenarkan adanya kenaikan jumlah jemaah haji tersebut. Sementara jemaah haji yang berangkat tahun ini, merupakan jemaah haji yang mendaftar tahun 2009 Pada bulan Januari, Februari Dan Awal April.” Tahun ini jemaah haji pa-

mekasan memang ada kenaikan dari tahun 2012, dan yang berangkat tahun ini jemaah haji yang mendaftar tahun 2009 lalu”.Jelasnya. Dikatakan Juhedi, kouta jemaah haji pamekasan tersebut sudah berdasarkan surat yang diterima dari kakanwil Kemenag Jawa timur Tertanggal 01 Februari lalu dengan nomor surat  1300/318/750.” Jadi kouta jemaah haji ini sudah berdasarkan kouta yang ditentukan kanwil kemenag jawa timur. Yang disesuikan dengan sistem Kompeterisasi Haji (Siskohat)” Urainya.  Lebih lanjut diterangkan, Para caPara calon jamaah haji asal Pamekasan saat mengikuti pembekalan.

lon jemaah haji yang akan berangkat tahun ini, nantinya akan diberikan surat pemberitahuan, melalui Kelompok Bimbingan ibadah  Haji (KBIH).” Kami akan melayangkan surat pemberintahuan kepada calon jemaah haji melalui KBIH-nya”. Jelasnya. Ditanya Soal Jemaah Haji Lansia yang akan diberangkatkan lebih dahulu, juhedi mengaku hingga saat ini belum mendapat surat pemberitahuan dari kementrian agama RI.” Kemenag pamekasna belum mendapat surat resmi dari kemenag RI soal calon jemaah haji lansia tersebut, kalau wacana kami sudah mendegarnya”. Ucapnya. Ditambahkan, Jika tidak ada perubahan, pemberangkatan jemaah haji kabupaten pamekasan tahun 2013, Untuk tahap pertama akan diberangkatkan pada 09 september 2013 Mendatang. Sementara untuk kloternya, masih akan menunggu keputusan kakanwil kemenag jawa timur.” Insyaallah Tanggal 09 september 2013, untuk kloternya masih menunggu dari kakanwil kemenag jatim”. Urainya. Diakui, Untuk ongkos haji masih menunggu keputusan presiden, yang dituangkan dalam pepres, yang dibahasa secara bersama-sama dengan DPRD RI.” Untuk ongkos haji, tunggu keputusan presiden”. Ungkapnya. Sementara itu kemenag didesak komisi D DPRD Pamekasan, untuk melakukan pembinaan secara terus menerus kepada calon jemaah haji pamekasan. Agar kejadian penangkapan calon jemaah haji, karena membawa surat nikah palsu tersebut, tidak terulang lagi.” Komisi D tidak mau mendegar lagi, adanya jemaah haji ditangkap polisi karena membawa surat nikah palsu”. Kata wakil ketua komisi D DPRD pamekasan juhaini. Sebelumnya Pasutri jemaah calon haji asal kecamatan waru ditangkap polisi sektor Juanda Surabaya, karena setelah diperiksa terdapat 400 buku nikah palsu Tersimpan di tasnya. Akhmad Fawaid

6

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VIII 2013

Proses pembuatan paspor salah seorang calon jamaah haji asal Pamekasan. Saat ini paspor bisa dibuat tanpa harus ke luar kota.

Imigrasi Belum Pastikan Jemaah Haji Bisa Bikin Paspor di Pamekasan

K

EPALA kantor imigrasi klas III A Pamekasan slamet mudjianto belum bisa memastikan, apakah jemaah calon tahun ini bisa membuat paspor dipamekasan, atauhkah harus kembali mendatangkan petugas imigrasi tanjung perak surabaya ke pamekasan. ”Hingga saat ini belum ada perintah dari kantor wilayah hukum dan ham propinsi jatim, tentang pembuatan paspor jemaah haji asal madura bisa membuat di pamekasan”. Kata slamet. Dikatakan, sekalipun di madura sudah memiliki kantor imigrasi, Namun, kapasitas alat pencetak paspor setiap hatinya hanya mampu mencetak 80 paspor. Sehingga, jika kanwil memerintahkan ke kantor imigrasi pamekasan, maka pembuatanya harus dilakukan secara bertahap.” tentu

harus bertahap, mengingat terbatasnya alat pencetak paspor dikantor imigrasi pamekasan”. Ujar slamet. Ia menjelaskan, jika mengacu pada tahun sebelumnya, kantor imigrasi disetiap daerah mendapat surat edaran khusus untuk pembuatan paspor haji.” kami menunggu dulu surat edaran dari atasan saya”. ungkapnya. tetapi slamet memastikan, kalau hanya calon jemaah haji pamekasan saja dengan jumlah totalnyaseribu empat ratus, kantor imigrasi pamekasan sangat terjangkau untuk membuat paspor jemaah haji.” kalau hanya jemaah haji Pamekasan sangat terjangkau, namun tidak tahu kalau seMadura”. Akunya. Sementara itu kepala seksi haji umroh kemeneg pamekasan juhedi mengaku sudah melakukan koordinasi dengan kantor imigrasi pamekasan,

dalam hal pembuatan paspor haji tersebut Namun hingga saat ini kata juhedi belum ada kesimpulan tentang pembuatan paspor jemaah haji pamekasan.” hingga saat ini belum final apakah bisa membuat paspor disini”. ungkapnya. Jika jemaah haji pamekasan harus membuat paspor ke surabaya, makan pihaknya akan bekerja sama dengan forum bimbingan haji pamekasan, untuk mendatangkan dari surabaya.” seperti tahun sebelumnya kami mendatangkan petugas imigrasi surabaya ke pamekasan”. ujarnya. Komunikasi kata juhedi akan terus dilakukan dengan pihak imigrasi, guna mempermudah pelayanan terhadap jemaah haji pamekasan.” saya akan terus berkomunikasi dengan pihak imigrasi”. Tukasnya, seperti diketahui, jika tidak ada perubahan jumlah jemaah haji kabupaten pamekasan tahun ini mencapai 1.459 calon jemaah haji, jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 1300 jemaah haji. Akhmad Fawaid

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VII 2013

7

PEMERINTAHAN

P

EMERINTAH dituntut melakukan upaya mengembalikan pentingnya fungsi (Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam perencanaan pembangunan, yang saat ini mulai luntur. Kegiatan yang berisi penetapan prioritas kegiatan pembangunan mulai dari tingkat desa (Musrenbang Desa) dan kecamatan itu mulai ditinggalkan karena ada anggapan dari sebagian pemimpinan pemerintahan desa yang menganggap kegiatan itu sia-sia, karena rencana kegiatan yang sudah ditetapkan sebagian besar tidak terlaksana. Upaya yang perlu dilakukan adalah mengembalikan kepercayaan terhadap kegiatan itu dengan menjamin bahwa semua kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan hanya merujuk pada hasil ketetapan dalam musrenbang. Ketua Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Heru Budi Prayitno, mengatakan tanpa ada upaya tersebut,maka selamanya minat kepala desa untuk melaksanakan dan mengikuti kegiatan itu tetap minim. “Sebagian masyarakat kita masih bergantung pada kepala desanya. Kalau sudah kepala desa tidak percaya dengan musrenbang, itu akan diikuti oleh masyarakatnya,” kata Heru. Salah satu sumber utama tidak terlaksananya rencana kegiatan itu, kata Heru, karena pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap pembangunan di desa, menempuh jalurnya sendiri-sendiri dan terkesan mengabaikan ketetapan tentang prioritas masalah dan prioritas rencana kegiatan di masing-masing desa. Ia mencontohkan, adanya kegiatan serap aspirasi masyarakat yang dilaksanakan oleh anggota DPRD. Kegiatan cenderung hanya melibatkan kelompok tertentu dalam menjaring rencana program pembangunan dan tidak melihat kebutuhan masyarakat yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) maupun Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) sebagai produk perencanaan yang ditetapkan melalui musren.

8

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VIII 2013

Diperlukan Upaya Revitalisasi Fungsi Musrenbang “Seharusnya, untuk apa mengadakan serap aspirasi, sementara di masing-masing desa telah ada prioritas yang ditetapkan sendiri oleh masyarakat,” katanya. Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pamekasan, Nur Qodim, mengakui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) masih dianggap sebagai kegiatan yang bersifat formalitas oleh sebagian masyarakat. Penilaian itu disebabkan sebagian besar rencana yang diusulkan dan dibahas di dalam Musrenbang tidak terlaksana..  Nur Qodim mengatakan akibat anggapan itu, sebagian desa merasa enggan untuk mengikuti musyawarah perencanaan tersebut karena yakin usulan mereka tidak akan terlaksana seperti tahuntahun sebelumnya.  “Anggapan itu yang banyak muncul di beberapa desa sehingga kegiatan musren hanya dilaksanakan seadanya dan tidak berjalan maksimal,” katanya.  Ia mengakui, pada sebagian besar

usulan yang dibahas secara matang melalui musrenbang tingkat desa hingga kecamatan di tahun-tahun sebelumnya sangat sedikit yang terlaksana. Hingga akhirnya berpengaruh pada pelaksanaan musren yang seharusnya menghasilkan rujukan rencana pembangunan menjadi tidak maksimal dan hanya sekedar formalitas.  Penyebabnya, kata dia, karena belum adanya kesadaran dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap pembangunan di tingkat desa, untuk menggunakan hasil musyawarah warga untuk kegiatan mereka. Selain itu, masih kuatnya kepentingan politis pihak-pihak tertentu yang memaksa dokumen perencanaan menjadi tidak memiliki arti. “Itu kondisi yang telah lalu.  Saat ini kita bisa memulai hal yang baru dan menjadikan Musyawarah Perencanaan Pembangunan, baik di tingkat desa maupun kecamatan sebagai sebuah proses menentukan prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan dan

menjadi acuan siapapun,” katanya. Ia berjanji, akan ikut mengembalikan peran proses perencanaan itu agar menjadi bagian terpenting dalam menentukan arah pembangunan.  “Nantinya, usulan prioritas kecamatan akan dibahas di kabupaten melalui forum Satuan Kerja Perangkat Daerah. Dan mari kita bekerjasama mengawal hal ini,” katanya. Fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan, Anwar Hariyono, menga-

takan pihaknya juga akan mengawal segala hasil Musrenbang dan menjadikannya sebagai sesuatu yang paling penting dalam kegiatan pembangunan.  Ia meminta agar masing-masing desa memiliki dokumen Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Desa yang benarbenar berangkat dari kebutuhan masyarakat. Sehingga nantinya, dokumen itu akan menjadi rujukan siapapun yang akan melaksanakan pembangunan di

desa.  “Kami bersama Bappeda dan unsur lainnya sudah berkomitmen akan menjadikan RKP Desa yang merupakan turunan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa sebagai acuan bagi siapapun yang akan melaksanakan program pembangunan. Termasuk anggota dewan,” kata Anwar.

Dua SKPD Akan Dimekarkan

anggaran. Di Dinas PU sebelumnya terdiri dari tiga dinas yang disatukan yakni Dinas Pemukiman, Bina Marga dan Pengairan. Kini Dinas PU akan dipecah kembali dan rencananya akan dijadikan d u a SKPD. “ bagian

sekolah dan perkantoran seharusnya dikerjakan oleh Dinas PU. Namun saat ini pembangunan sarana dan prasarana dikerjakan oleh SKPD tekhnis. Sehingga tidak sedikit proyek pembangunan yang berujung dengan kasus hukum. “kalau nanti sudah ditangani SKPD khusus, SKPD tekhnis tidak lagi memikirkan pembangunan sarana dan prasarana. Kemungkinan untuk terbelit masalah hukum relatif kecil bagi SKPD tekhnis,” ungkapnya. Sementara di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset rencananya akan dipecah menjadi dua SKPD. Namun sejauh ini belum jelas bidang mana yang akan dipecah. Hanya saja DPPKA yang kewalahan untuk menanganinya yakni pasar dan penanganan aset. Untuk bidang pendapatan dan pengelolaan keuangan bisa disatukan. “bagaimana perkembangan telaah staf ini saya belum tahu. Namun disposisinya biasanya akan turun ke SKPD terkait yakni bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala),” ungkapnya

D

UA Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemkab Pamekasan yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset akan dimekarkan menjadi SKPD lain. Pemekaran itu disebabkan gemuknya struktur yang ada di dua SKPD tersebut. R e n c a n a pemekaran struktur itu berdasarkan telaah staf yang dilakukan staf ahli ke Bupati Pamekasan. Yusuf Suhartono, Staf Ahli Bupati Pamekasan Bidang Pemerintahan mengatakan, berdasarkan kajian bahwa dua SKPD sangat membutuhkan untuk dipecah. Pasalnya, terlalu berat beban yang harus dipikul oleh kepala dinasnya. Di samping itu banyak pekerjaan yang terbengkalai hingga melampaui tahun

pengaspalan jalan dan s a r a n a prasarana masih bisa digabung. Namun soal permukiman yang perlu dipecah jadi SKPD sendiri,” ungkap Yusuf. Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pamekasan ini menambahkan, untuk pembangunan sarana dan prasarana seperti Stadion,

Wiyono

Taufiqurrahman

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VII 2013

9

LINGKUNGAN

Banjir Mulai Mengintai Pamekasan

P

AMEKASAN diprediksi pada tahun 2018 mendatang akan banjir besar. Itu akan betul-betul terjadi Jika aliran kali samajid yang merupakan aliran sungai utama di pamekasan, tidak dilakukan pengerukan dan pelebaran sungai. Sementara yang saat ini dilakukan pengerukan dan pelebaran  hanya pada kali Jombang dan kali Keluang. Prediksi banjir tersebut disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Sumber Daya Air Wilayah Sungai (PSAWS) Madura Moh.Ismail yang mengaku akan terjadi banjir pada lima tahun kedepan.” Lima tahun kedepan, pamekasan akan banjir jika kali samajid tidak dilakukan pengerukan dan pelebaran sungai”.Tuturnya. Selama ini kata Ismail, dirinya kesulitan melakukan pengerukan dan pelebaran dikali terbesar pamekasan tersebut. Pasalnya, di pinggir sungai sudah banyak berdiri rumah-rumah warga. Sehingga, alat-alat berat kesulitan untuk memasuki daerah tersebut.” sulit kita melakukan 10

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VIII 2013

Sepanjang jalan di Kota Pamekasan yang tergenang air. Kemungkinan beberapa tahun berikutnya akan lebih parah lagi.

pengerukan dan pelebaran. Sementara di pinggir-pinggir sebadan sungai sudah bertumpuk rumah-rumah warga”. Tuturnya. Beberadap pendekatan kata ismail melalui kelurahan sudah dilakukan. Namun, hingga kini belum ada titik terang dari masing-masing pemilik rumah.”kami sudah lakukan pendekatan kepada mereka. Namun, hingga kini belum ada titik terang”. Jelasnya. Dikatakan, jika pemerintah daerah membiarkan adanya berdirinya pemukiman warga di sebadan sungai. Bukan tidak mungkin, banjir jakarta akan terjadi pula di pamekasan.” saya meminta agar pemerintah daerah tidak membiarkan berdirinya pemukiman warga di sekitar sungai”. Pintanya. Sebelum tahun 2007 kata ismail,

disepanjang kali samajid, jombang dan keluang tersebut, sulit ditemukan pemukiman warga. Saat ini, hampir merata di sebadan aliran sungai tersebut ada pemukiman. Lebih lanjut ismail menerangkan, kali samajid merupakan aliran sungai utama di pamekasan. Sementara aliran sungai lainya seperti kali jombang, keluang, blumbungan dan klampar merupakan kali pembuangan dari rumah-rumah warga.” kali samajid ini menampung aliran sungai dari beberapa kali. Seperti kali jombang, keluang dan klampar dan blumbungan semua tertampung di kali samajid”.Terangnya. Ditahun 2012 kemaren, yang dilakukan pengerukan dan pelebaran dari anggaran dinas pekerjaan umum propinsi jawa timur dengan nilai proyek 700 Juta hanya 2 aliran sungai yakni Kali jombang dan kali keluang. Sisanya masih diusulkan untuk dilakukan pengerukan dan pelebaran jalan pada tahun 2013 ini.” sisanya akan diupayakan untuk diusulkan pada tahun 2013 ini”. Imbuhnya. UPT Pengelola Sumber Daya Air Wilayah Sungai hanya meminta warga yang ada disekitar sebadan sungai, untuk merelakan pepohonan yang ditanamnya untuk ditebang. Pasalnya, jika tidak ditebang, alat berat kesulitan untuk melakukan pelebaran sungai.” saya berharap agar warga merelakan pepohonanya ditebang, untuk kepentingan pengerukan”. Tukasnya. Sementara itu, Muqhsit aktifis Lingkungan di pamekasan mengakui bahwa lemahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih menjadi masalah utama dalam proses peingkatan kebersihan, menurutnya masyarakat masih apatis terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya, sehingga yang terjadi kata Muqhsit masyarakat justru tidak perduli terhadap kebersihan yang semestinya dijaga dan dipelihara. Oleh karena itu, dirinya beserta aktifis lingkungan lainnya sangat berharap agar masyarakat mulai menyadari pentingnya lingkungan bersih yang diawali dari kesadaran individu. Wiyono

200 Hektar Lahan Mangrove Butuh Penanganan Serius

K

ONDISI pantai selatan di Kabupaten Pamekasan masih relatif aman dari terjadinya abrasi besar-besaran. Penambangan pasir di pantai selatan masih belum marak, meskipun ada sebagian warga yang melakukan penambangan dengan skala kecil. Berbeda dengan kondisi pantai utara yang kondisinya sangat mengkhawatirkan. Abrasi sudah tidak dapat dihindari lagi. Terutama di sepanjang pantai Desa Tlonto Rajeh, Desa Bato Kerbuy, Kecamatan Pasean dan di Desa Tamberu Daja, Kecamatan Barumarmar, dimana kondisinya sudah cukup parah. Namun, di sepanjang pantai selatan kondisi mangrovenya masih membutuhkan penanganan serius. Meksipun Pemkab Pamekasan sudah seringkali melakukan penyulaman pantai degan penanaman mangrove, masih saja banyak yang mati dan hilang sia-sia. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Pamekasan, Nurul Widiastuti mengatakan, luas lahan mangrove di Pamekasan mencapai 600 hektar. Kondisinya kini hanya tinggal 400 hektar yang terawat dan tidak mengalami kerusakan. Sementara 200 hektar sisanya sangat mengkawatirkan. “Yang paling parah di sepanjang pantai Kecamatan Tlanakan. Di daerah itu sudah dilakukan beberapa kali penanaman ulang. Namun hanya tinggal separuh yang hidup,” terangnya. Selain di sepanjang pantai Tlanakan, di pantai Desa Pegagan

dan Padelegan Kecamatan Pademawu, serta di Desa Polagan Kecamatan Galis. Dijelaskan Nurul, faktor rusaknya mangrove yang baru ditanam itu karena banyaknya sampah yang melilit pada pohon mangrove yang baru ditanam. Padahal, setiap tahun pula sudah dilakukan kegiatan bersih-bersih pantai agar tanaman mangrove tidak mati sia-sia. “meskipun kita sudah galakkan bersih-bersih pantai, tapi tanda adanya kesadaran dari masyarakat pesisir untuk tidak membuang sampah dan kotoran ke laut, maka tanaman mangrove tidak akan hidup dengan baik,” ungkapnya. Selain karena terlilit sampah, ada juga mangrove yang dengan sengaja dicabuti oleh warga. Entah apa alasannya warga mencabut mangrove itu. Padahal biaya yang dihabiskan untuk penanaman mangrove tidak sedikit. Tujuannya juga untuk menjaga biota laut dan melindungi warga sekitar pesisir. “agar tidak dicabuti, kita juga sudah beri tempolong yang ditanami mangrove. Namun masih saja dicabuti. Bahkan mangrove yang sudah mulai tumbuh besar, juga dicabuti warga,” tandasnya. Meski demikian, pihaknya tidak akan pernah berhenti untuk terus menanam mangrove sampai semua lahan mangrove terisi. “Pemprov Jatim juga setiap tahun menanam mangrove di Pamekasan. Maka kami juga akan terus mendukung demi menyelamatkan pantai di Pamekasan,” pungkasnya.

Abrasi Pantura Akan Ditanami Cemara Udang Abrasi yang terjadi di sepanjang pantai utara di Kabupaten Pamekasan, menjadi perhatian serius Dinas Perikanan dan Kelautan untuk segera melakukan reklamasi pantai. Pantai utara kondisinya sangat memprihatinkan karena disebabkan penambangan pasir liar besar-besaran yang dilakukan oleh warga untuk kepentingan bisnis. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pamekasan Nurul Widiastuti menjelasakan, untuk reklamasi pantai utara sudah direncanakan untuk ditanami cemara udang. Tanaman cemara udang dinilai cocok untuk struktur tanah pantai utara. Namun hal itu masih akan dilakukan kajian awal sejauh mana efektivitasnya. “kita akan buat demplot dulu dimana skalanya tidak terlalu besar, yang penting ada kesesuaian alam dengan tanaman cemara udang yang akan kami tanam,” katanya. Demplot ini kata Nurul juga akan dilakukan di pantai selatan Pamekasan yang tidak cocok untuk ditanami mangrove. Khususnya daerah-daerah yang struktur pantainya lebih banyak pasirnya daripada lumpurnya. “di daerah selatan seperti kawasan pantai Jumiang yang pantainya lebih dominan pasirnya sepertinya lebih cocok untuk ditanami pohon cemara udang,” ungkapnya. Dijelaskan Nurul, jika pantai selatan dan pantai utara sama-sama ada kecocokan untuk ditamani pohon cemara, maka perlahan penanamannya akan dilakukan secarabergantian. Jika tahun sebelumnya di daerah utara maka tahun berikutnya di daerah selatan. Namun karena kondisi pantai utara lebih besar kerusakan pantainya, maka akan diprioritaskan. Sementara di pantai selatan relatif sedikiti kerusakannya dan sudah lebih banyak ditanami pohon mangrove. “rencananya akan dimulai tahun ini dan sudah ada respon dari Dirjen Kelautan,” tandasnya. Untuk memaksimalkan rencana tersebut, pihaknya tidak akan bekerja sendiri. Melainkan akan menggandeng masyarakat sekitar pesisir untuk menjaganya. Tanpa adanya keterlibatan masyarakat pesisir, mustahil program tersebut bisa berjalan dengan baik.

Taufiqurrahman

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VII 2013

11

IRONI GARAM M A D U R A

KALAH DARI PABRIK, PETANI SULIT JUAL GARAM KONSUMSI

P

ETANI garam di Pamekasan, Jawa Timur yang mengembangkan usaha kepada garam konsumsi rumahan, mengalami kesulitan pemasaran. Pasalnya, kondisinya terus terhimpit dan kalah bersaing dengan serbuan garam produksi pabrikan. Akibatnya, akhir-akhir ini petani memproduksi garam konsumsi ketika ada pesanan saja. Garam dari hasil panen terpaksa dijual kiloan daripada diproduksi menjadi garam konsumsi. Fathorrahiem, petani garam asal Desa Lembung, Kecamatan Galis, mengatakan, industri garam konsumsi milik petani saat ini antara hidup dan mati. Dia hanya bisa memproduksi ketika sudah ada pesanan dari penjual. "Kalau tidak ada pesanan kita tidak produksi dan pekerjanya beralih ke pekerjaan lainnya," ungkapnya, Kamis (4/4/2013). Ditambahkan Fathor, selain karena tidak menentunya pesanan pasar, garam konsumsi petani juga Sejumlah petani membungkus garam untuk diproduksi menjadi garam industri rumahan. Garam industri rumahan masih kalah bersaing dengan garam pabrikan. (atas) Tumpukan garam yang baru saja dipanen dari tambak. Nasib petani garam konvensional tak menentu. (bawah)

12

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VIII 2013

kalah bersaing dalam hal kemasan, kualitas dan kuantitas produksi. Milik perusahaan garam, kemasannya lebih bagus dan lebih rapi. Produksinya juga dalam skala besar, beda dengan milik petani garam yang tidak menentu. "Kalau perusahaan garam, produksinya sudah menggunakan alatalat modern berupa mesin. Sedangkan kita masih lebih mengandalkan tenaga manusia," terang Fathor. Peralatan mesin yang dimiliki petani saat ini hasil dari modifikasi mereka sediri. Walaupun ada mesin hasil bantuan dari pemerintah namun tidak dipakai. Alasannya karena tidak sesuai dengan kebutuhan petani. Bahkan ada sebagian mesin hasil bantuan pemerintah yang tidak dipakai dan surat karatan. "Kalau kondisinya sudah karat bisa berbahaya untuk dimanfaatkan karena hasilnya tidak higienis lagi," ujarnya. Tidak adanya mesin yang memadai itu berdampak terhadap biaya produksi garam yang harus dikeluarkan. Dalam setiap kali produksi, tidak cukup dikerjakan oleh tiga orang saja tetapi harus lebih. Tenaga manusia itu ongkosnya lebih mahal daripada menggunakan mesin. "Dengan biaya produksi yang tinggi maka harga di pasaran secara otomatis akan mahal. Ini berbeda dengan garam perusahaan yang lebih murah," kata Fathor. Kesenjangan harga itu kemudian juga berdampak kepada kondisi pemasaran. Selama ini, pemasaran yang dilakukan petani masih tradisional. Tidak ada promosi yang didukung oleh pemerintah. Peredarannya pun masih sebatas tingkat lokal Madura saja. Untuk diedarkan keluar daerah masih terkendala dengan ijin edar dan ijin produksi dari Departemen Kesehatan. "Ijin ini seharusnya dibantu oleh pemerintah sehingga petani lebih mudah. Apalagi prosesnya panjang harus sampai ke Jakarta dan biayanya mahal," tegas Fathor.

TAUFIQURRAHMAN

Petani Tolak Tekhnik Ulir Garam Para petani garam mencoba menggunakan teknik ulir garam dari Kementerian Perikanan dan Kelautan .

U

NTUK meningkatkan produksi garam di Pamekasan, Dinas Kelautan dan Perikanan Pamekasan akan melakukan uji coba tekhnis baru yakni tekhnik ulir garam. Tekhnik ini dinilai mampu menghasilkan garam beberapa kali lipat daripada sistem tradisional petani garam yang ada saat ini. Nurul Widiatuti Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan mengatakan, sistem geomimbran yang sudah diterapkan oleh PT Garam masih belum direkomendasikan untuk diterapkan oleh petani. Namun, yang perlu diterapkan petani yakni tekhnik ulir garam yakni menuakan air garam di sebuah penampungan sebelum disebar ke petak-petak garam. Tekhni ini sudah pernah dilakukan di Cirebon Jawa Barat dan cukup berhasil. "Kita akan lakukan uji coba di Pamekasan kalau sudah mendapat rekomendasi dari Kementrian Kelautan dan Perikanan," ungkap Nurul, Senin (15/04). Teknik ini lebih murah jika dibandingkan dengan geomimbran yang menggunakan hamparan plastik atau menggunakan hamparan keramik. Namun yang harus dilakukan petani garam yakni merombak lahan garam yang sudah ada dan membuat

lahan penampungan air untuk dituakan. "Alasan masyarakat karena harus merombak lahan maka usulan ini masih belum disepakati karena menelan biaya besar," imbuhnya. Untuk mengatasi persoalan biaya, Pemkab Pamekasan sudah mencoba mengusulkan melalui dana bantuan Proram Usaha Garam Rakyat (Pugar). Namun petani memilih dana Pugar untuk dibelanjakan kebutuhan sak pembungkus garam dan gudang penyimpanan garam. "Saya kira dibutuhkan satu kelompok petani garam untuk dijadikan demplot agar terlihat seperti apa hasilnya," tandasnya. Sementara itu Mistaji, petani garam asal Desa Pandan, Kecamatan Galis mengaku enggan untuk menerapkan tekhnologi ulir garam (TUG). Pasalnya tidak semua petani garam memiliki tambak yang luas. Ide itu sudah lebih dikenal petani garam dan bagus. Namun kendalnya pada lahan. "Kalau petaknya hanya satu hektar kemudian dibongkar dan dibuat penyimpanan air untuk dituakan, maka akan memperlambat produksi garam," terangnya. Lebih baik, kata pria beranak tiga ini, produksi tidak melimpah yang penting produksi lebih cepat dalam semusim bisa sampai dua kali panen.â–  FOKUS Edisi VII Tahun Ke VIII 2013

13

PERHUBUNGAN Terminal barang yang terletak di Desa Larangan Tokol dalam kondisi lengang karena masih belum beroperasi.

Operasional Terminal Barang Butuh 30 Milyar Rupiah

T

ERMINAL barang di Desa Larangan Tokol Kecamatan Tlanakan yang pembangunan area dan perkantorannya sudah rampug sejak tahun 2011 lalu, masih belum ada aktivitas apapun dan terlihat lengang. Tidak ada fasilitas penunjang yang bisa menggerakkan aktivitas untuk melakukan bongkar muat barang. Dibutuhkan dana sebesar Rp. 30 Milyar untuk memfungsikan terminal barang tersebut. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Pemkab Pamekasan Bahrun, menjelaskan, anggaran sebesar itu cukup untuk membangun fasilitas penunjang aktivitas bongkar muat barang di terminal barang. Namun anggaran itu di APBD Pamekasan tahun 2013 belum muncul karena

14

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VIII 2013

m a s i h banyaknya kebutuhan

Ir.H.Bahrun, MM

pembangunan lainnya yang lebih urgen. “tahun ini kita sudah mulai mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah pusat untuk memberikan dana sharing agar pemanfaatan terminal barang bisa beroperasi,� ungkapnya. Diuraikan Bahrun, meskipun usulan Rp. 30 Milyar itu tidak terpenuhi keseluruhan, dirinya berharap ada tambahan dana untuk mengoperasikan terminal barang meskipun pelayanannya masih bersifat minimal. “kita mengupayakan untuk bisa memberikan pelayanan minimal seperti bongkar muat barang sementara. Sebab banyak kegiatan bongkar muat barang yang dilakukan masyarakat Pamekasan di pinggir jalan dan trotoar yang bisa mengganggu lalu lintas,� terangnya. Untuk memberikan pelayanan minimal, kebutuhan yang mendesak adalah bangunan tenda penyimpanan barang dari terik matahari ataupun dari hujan. Kalau tidak ada tendanya, dipastikan barang yang akan dibongkar muat akan rusak. Bahrun menjanjikan, jika pelayanan minimal bongkar muat barang itu dapat terpenuhi tahun ini, tidak akan ada penarikan retribusi kepada pemilik kendaraan. Hanya saja yang wajib diatrik retribusinya khusus parkir kendaraan saja. Terminal barang itu pula nantinya akan dijadian sebagai tempat uji kelayakan layak tidaknya kendaraan untuk melakukan aktivitas angkutan jalan sesuai dengan kewenangan Disubkominfo. Taufiqurrahman

PERCERAIAN

Dipicu Faktor Ekonomi, Perceraian Meningkat

HP dan lain sebagainya. Namun yang paling pokok penyebabnya adalah karena menjauhnya keluarga dari niat mengikuti sunnah rasul dalam melakukan perkawinan,” ungkapnya. Diungkapkannya juga ada sekitar

A

NGKA Perceraian di kabupaten Pamekasan ternyata terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, hal tersebut dipicu oleh maraknya kasus perselingkuhan serta faktor Ekonomi di internal keluarga, dua faktor memicu tersebut mendominasi dari sekian penyebab lainnya. Pada Tahun 2011 misalnya, data Pengadilan Agama Kabupaten Pamekasan menyebutkan baha jumlah kasus perceraian yang ditangani lembaga tersebut sebanyak 1.660 kasus. Dari jumlah itu perceraian yang diajukan oleh pihak perempuan mencapai 1.131 kasus sedangkan yang diajukan oleh suami sebanyak 529 kasus. Jumlah ini, sudah lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. “data tahun 2011 kemaren kasus perceraian mencapai 1.660 kasus, didominasi cera gugat atau yang mengajukan cerai dari pihak perempuan dengan jumlah kasusnya 1.131, sementara yang diajukan oleh pihak laki-laki hanya berjumlah 529 kasus”. Kata Rohemah wakil panitra pengadilan Agama Pamekasan.   Ditambahkan,   pada tahun 2012 angka itu justru  naik lagi dengan jumlah total mencapai 1.763 kasus. Rinciannya  530 kasus perceraian diajukan oleh pihak laki laki dan 1.233 kasus perceraian diajukan oleh pihak perempuan.” 2012 pun cerai gugatnya masih dominan, disbanding cerai yang diajukan oleh pihak laki-laki”. tegasnya. Sementara pada awal tahun 2013 ini terang   rohemah, mulai dari bulan januari hingga akhir februari ini saja telah terjadi 204 kasus perceraian.” bayangkan pada awal 2013

saja ini sudah mencapai ratusan yang mengajukan cerai”. tuturnya. Kasus penceraian ini kata rohema yang masuk ke Pengadilan Agama sudah benar-benar parah dan sulit untuk didamaikan. Dan perceraian itu terjadi lebih banyak dilakukan oleh pasangan yang pendidikannya tingkat menengah ke bawah.’’kasus ini tergolong kasus parah, yang obatnya hanya kesadaran pada masing-masing pasangan”. Tandasnya. Lebih lanjut dijelaskan, Perceraian di Pamekasan terjadi karena banyak factor. Salah satunya faktor ekonomi dan perselingkuhan yang banyak dilakukan oleh kaum laki-laki. Namun juga ada perselingkuhan yang dilakukan oleh ibu atau pihak perempuan. Yang ironis,  kata dia, perempuan yang selingkuh itu terjadi bagi ibu rumah tangga yang ada di rumah, bukan yang aktif bekerja di luar.“Salah satu faktor yang menjadi penyebab perselingkuhan yang dilakukan oleh ibu rumah tangga ini adalah mudahnya komunikasi dengan adanya

Suasana sidang kasus perceraian di Pengadilan Agama Pamekasan.

50 masalah yang bisa melahirkan problem rumah tangga yang bisa berakhir dengan  perceraian, antara lain masalah yang terkait dengan kesiapan mental,  niatan dalam menikah, lingkungan budaya, ekonomi, ikatan keluarga, pendidikan. Rohemah berharap, peran serta para ulama’ dan pejabat di kabupaten pamekasan untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat, sangat peting.” Ini menjadi tugas kami bersama, khususnya para ulama’ untuk memberikan penyadaran”. Harapnya. Sementara itu Musaffak kepala badan pemberdayaan perempuan dan keluarga berencaa kabupaten pamekasan mengaku akan berupaya untuk melakukan penyadaran kepada para perempuan-perempuan.” Kami akan berupaya untuk maksimal untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat,” tukasnya. Wiyono

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VII 2013

15

GERBANG SALAM

Merawat Warisan Gus Dur Melalui Gusdurian

U

NTUK menjaga eksistensi pemikiran dan sepak terjang perjuangan mantan presiden RI kelima, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sekelompok pemuda di Pamekasan mendeklarasikan komunitas pengagum Gus Dur atau Gusdurian. Komunitas ini diresmikan Selasa (9/04/2013) di Aula Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan . Miftahurrahman, Koordinator Gusdurian Pamekasan mengatakan, komunitas penggemar Gus Dur itu dibentuk untuk membumikan pemikiran Gus Dur yang dikenal sebagai tokoh yang toleran, plural dan moderat serta pro terhadap kaum minoritas. Pemikiran semacam itu harus dikaji dan diaplikasikan dalam segala tindakan sehari-hari, baik dalam beragama, bersosial dan berpolitik. “Sekarang pemikiran dan sepak terjang Gus Dur mulai terkikis, terutama di kalangan intelektual muda. Sehingga pemikiran Gus Dur harus tetap dijaga selamanya dari generasi ke generasi,” terang Miftah. Dijelaskan Miftah, komunitas Gusdurian di Pamekasan akan selalu menjaga dan mengawal apa yang sudah diwariskan oleh Gusdur. Sebab Gusdur yang lebih dikenal setelah wafatnya sebagai bapak bangsa, sudah membangun pondasi pemikiran yang tidak ekstrem kanan dan ekstrem kiri. “Modernitas yang dibangun Gus Dur telah mengantarkan bangsa Indonesia disegani oleh bangsa-bangsa lain. Terbukti Gus Dur lebih diterima oleh bangsa lain daripada bangsa sendiri,” beber Miftah. Dijelaskan pemuda yang juga 16

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VIII 2013

aktivis kampus ini, salah satu pemikiran politik Gus Dur yang monumental adalah penghapusan Dwi fungsi ABRI dan pemisahan Polri dengan TNI. Pemisahan ini sudah mengantarkan institusi Polisi lebih bermartabat dan profesional. “TNI juga demikian menjadi lebih terhormat karena profesionalisme menjaga integritas bangsa,” tandasnya. Acara peresmian Gusdurian Pamekasan ini, juga disemarakkan dengan kegiatan pameran foto Gus Dur selama masa hidupnya hingga wafatnya. Foto-foto Gus Dur yang dipajang di antaranya saat bersama dengan sejumlah petinggi negaranegara di Asia dan Eropa dan Afrika, bersama sejumlah kiai dan tokoh masyarakat lintas agama dan lintas partai politik. Selain itu, ada juga fotofoto saat bersama calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa waktu aktif di Nahdlatul Ulama. “Foto-foto ini kami pajang adalah

Salah seorang pengunjung bersama anaknya menyaksikan pameran foto Almarhum Gus Dur.

milik Adi M Massardi mantan juru bicara Gus Dur yang monumental. Dengan dioajangnya foto-foto Gus Dur, kerinduan atas Gus Dur sedikit terobati,” ungkapnya.  Selain itu, kegiatan ini juga disemarakkan dengan bedah buku karya Khofifah Indarparawansa yang berjudul Melawan Pembajakan Demokrasi. Buku tersebut berisi tentang telikungan politik di Jawa Timur khsusnya dan di Indonesia pada umumnya, selama Khofifah mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Timur tahun 2008 lalu. Khofifah sendiri yang datang membedah buku tersebut dengan dihadiri ratusan mahasiswa, aktivis muslimat, IPNU, IPPNU dan masyarakat umum lainnya.

Taufiqurrahman

MUI Madura akan Terbitkan Panduan Wisata dan Industri Islami

M

AJELIS Ulama’ Indonesia (MUI) yang tersebar di 4 kabupaten di madura akan menerbitkan panduan wisata dan industri islami ala madura. Panduan tersebut kata koordinator MUI se-Madura KH. Ali Rahbini untuk memberikan pemahaman kepada para investor yang akan mengembangkan usaha di madura, baik yang berwisata dibidang perhotelan maupun industri Pabrik, tentang pengembangan investasi secara islami.” buku panduan itu akan diberikan kepada setiap investor yang akan menanamkan modal usahanya di madura,” terangnya. Dikatakan, Panduan tersebut saat ini tengah dikaji secara bersama-sama, oleh puluhan kyai khos yang ada di

madura, termasuk melakukan kajian dampak dan positifnya pengembangan investasi di madura.”Para kyi khos tengah membahas penerbitan buku panduan tersebut, selanjutnya akan diterbitkan”. Tegasnya. Penerbitan buku panduan tersebut kata KH. Ali Rahbini, sudah mendapat dukungan dari Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf. Bahkan, dalam pembahasan beberapa waktu yang lalu, ia melihat dan mendegarkan langsung pembahasan panduan islami tersebut. ”Iinisiatif menerbitkan panduan islami ini sebetulnya juga inisiatif syaifullah yusuf,” urainya. Para peziarah di Asta Buju’ Batu Ampar, Pamekasan sedang bertawassul. Diharapkan wisata ziarah di Madura akan semakin baik dengan dibuatnya buku panduan.

KH. Ali Rahbini berharap langkah ini mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat madura. Sehingga, cita-cita madura berkembang, tanpa meninggalkan identitas keislaman bisa tercapai.” kami mohon dukunganya terhadap semua elemen masyarakat madura,” urainya. Buku panduan tersebut nantinya akan berisi tiga poin peting yang semuanya tentang pengembangan usaha, diantaranya, berisi panduan wisata islami, Industri islami, serta pendidikan Islami. Langkah MUI ini mendapat dukungan dari moh. Rusdi pembina LSM Madura Obsever Of Education Forum (forum pemerhati pendidikan madura, menurutnya, penerbitan buku panduan itu, akan berdampak positif terhadap pembangunan madura.” kami LSM yang bergerak dibidang pendidikan sangat mendukung langkah MUI tersebut,” ujarnya. Bahkan terang Rusdi, LSM-nya siap bekerja sama dengan MUI, untuk mengsosialisasikan program yang akan dicanangkan oleh MUI tersebut.” saya siap membantu rencana MUI itu, untuk mengsosialisasikan kepada masyarakat,” jelasnya. Awalnya rencana mengelurkan buku panduan itu, hanya dikeluarkan di pamekasan saja. Namun, saat disampaikan diforum MUI se-madura, rencana ini mendapat dukungan dari MUI di 3 kabupaten di madura serta wakil gubernur jawa timur yang hadir langsung dalam pembahasan rencana tersebut. Akhmad Fawaid

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VII 2013

17

REHAL PUSTAKA

Sisi Lain dari Sosok Muhammad Saw

S

ALAH satu manusia terhebat di muka bumi ini, dalam hal menjaga kesehatan yakni Nabi Muhammad. Pasalnya selama hidupnya beliau hanya dua kali mengalami sakit. Padahal letak geografis dataran Jazirah Arab seperti Makkah maupun Madinah memiliki cuaca yang ekstrim.  Tentu saja sebagai pemimpin umat memiliki kesibukan yang luar biasa. Dengan begitu, pantas dijadikan panutan dalam segala hal khususnya menjaga kesehatannya. Sesungguhnya, apa yang menjadi resep beliau sehingga mampu menjaga kesehatanya? Buku karya Ade Hashman, seorang dokter spesialis anetesi yang peduli pada kesehatan profetik ini, mencoba menguraikan sisi lain dari sosok Muhammad Saw khususnya dalam bidang kesehatan. Menurutnya, dalam diri Muhammad Saw banyak pelajaran yang penting untuk dipetik dan dijadikan panutan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, Nabi selalu bergosok gigi (bersiwak), menjaga kebersihan dan kesucian. Serta menerapkan pola hidup yang berkualitas. Salah satu tema buku ini yang menarik yakni, Bab I, Mengenai Kesehatan: Nikmat Ilahi Yang Tidak Ternilai Mahalnya. Menurut Ade Hasman, kesehatan merupakan variabel penting bagi seseorang untuk bisa menjalani dan menikmati hidup. Bahwa   kelezatan duniawi terasa hampa begitu kesehatan sirna. Seperti, menikmati makanan, minuman, tidur, dan beraktifitas lain. Jika tidak ada kesehatan, kearifan dengan sendirinya tidak tercapai, seni tidak akan muncul, kekuatan akan sirna, kekayaan menjadi tidak berguna. Dan kecerdasan tidak akan bisa dipraktikan. (hal, 36)  Ditengah kondisi kehidupan orang modern yang hidup dipenuhi dengan segala kecanggihan teknologi dan informasi serta lebih banyak memberikan orientasi hidupnya pada hal kedunia18

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VIII 2013

Judul: Rahasia Kesehatan Rasulullah: Meneladani Gaya Hidup Sehat Nabi Muhammad SAW. Penulis: dr. Ade Hashman Penerbit:Naura Books, 2013  Tebal: 324 halaman Peresensi: Ahmad Faozan, Alumnus PP. Tebuireng Jombang Jatim

wian belaka ketimbang memikirkan dirinya menjadi manusia banyak manusia yang mudah sakit. Bahkan, pola hidupnya dari mulai bangun tidur hingga menjelang tidur disibukkan dengan dunia eksternalnya. Tak pelak, saat memasuki usia 40 tahun banyak yang berjatuhan secara fisik. Menjalani pola hidup sehat serta menghindari diri dari pola gaya hidup yang tidak sehat, seperti makan berlebihan dan memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi untuk tubuh kita merupakan hal yang amat susah. Padahal dengan gaya hidup yang destruktif (merusak), seseorang sebenarnya telah “menginvestasi” sendiri penyakitnya sejak usia muda. Penting sekiranya memperhatikan aspek kesehatan jasmani dan ruhani. Bukankah, kesehatan adalah mahkota di atas kepala orang yang sehat, yang juga tidak akan mampu dilihat kecuali orang tersebut yang  jatuh sakit? Orang modern juga banyak yang mengkonsumi obat-obatan termasuk obat untuk perangsang untuk memompa vitalitas secara instan. Kesemuanya itu lambat, tetapi pasti akan menghancurkan bangunan kesehatan.(hal, 40) 

Konon, serentetan daftar hitam peradaban modern yang menyumbangkan terjadinya cacat kesehatan masih di perpanjang oleh pencemaran teknologi. Seperti, kini mahalnya air bersih dan udara sehat. Sesungguhnya banyak cara untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan kita sejatinya. Pertama, menggerakan badan, baik dengan menjalankan olahraga secara teratur maupun saat menjalankan ibadah seperti sholat. Pasalnya dengan bergerak selain memperkuat otot juga tidak akan membuat sakit. Kedua, menjaga kebersihan lahir dan bathin, seperti berwudhu. Ketiga, tidur dan istirahat. Sebagaimana terurai dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari ”Sesungguhnya badanmu punya hak atasmu.”(hal, 201)  Pakar kesehatan Andrew Weil MD menuturkan kepada kita, bahwa sebagian besar ”suku cadang” tubuh kita dirancang layak pakai, bergaransi atau produktif tidak bermasalah selama 80 tahun asalkan syarat dasar bagi pemeliharaan dan pencegahan ditaati. Sesungguhnya, dengan kesehatan yang Anda miliki dan rasakan segala hal dapat dicapai. Sebagaimana diungkapkan Prof Sayyed Hossein Nasr, pondasi ilmu kedokteran Islam ialah  al-Thib al-Nabawy  (kedokteran profetik) yang digali dari ucapan, kebiasaan, atau perilaku Nabi Muhammad Saw yang berkaitan dengan kesehatan, kebersihan, pemeliharan badan, dan hubungan antara batin dan tubuh. Kehadiran buku ini semakin menarik dibaca. Pasalnya pembaca diajak untuk menjaga kesehatan lahir dan batin. Dengan menghadirkan sosok Muhammad Saw untuk dijadikan keteladanan khususnya dalam bidang kesehatan membantu Anda menemukan inspirasi dan keteladanan yang sangat berharga. Serta dalam meningkatkan kualitas dalam kehidupan Anda. Hal ini juga sesuai dengan tujuan kehadiran Islam adalah untuk memelihara agama, akal, jiwa jasmani, harta dan keturunan umat manusia. Selamat membaca! 

OPINI

Membaca Hegemoni dan Politik Media

S

AYA akan mengawali tulisan ini dengan cerita fakta dari negeri Paman Sam. Pada bulan Mei 1986, publik Amerika dikejutkan dengan terbitnya sebuah buku memoir yang ditulis Armando Valladeres, seorang bekas tawanan Kuba yang baru saja dibebaskan. Berdasarkan ulasan buku yang dilansir media sepertiWashington Post dan New York Times secara berulangulang, buku tersebut dianggap sebagai buku yang membangkitkan inspirasi karena menceritakan tentang kebiadaban sebuah penjara di negeri sosialis di mana Fidel Castro berkuasa. ”Inilah laporan tentang sebuah sistem penyiksaan dan pemenjaraan yang tak berperikemanusiaan yang dilakukan Castro untuk menghukum dan memusnahkan musuh-musuh politiknya” demikian media menjelaskan isi dari memoir tersebut. Dan dengan cepat, buku tersebut menjadi sensasi di berbagai media. Menjadi pembicaraan publik Amerika hingga membuat gedung putih merasa perlu bereaksi atas pemberitaan media soal memoir tersebut. Apa reaksi gedung putih? Pada sebuah upacara di gedung putih yang disebut Hari Hak Asasi Manusia, tulis Noam Chomsky, Velladeres dipilih oleh Ronald Regan sebagai wakil Amerika di Komisi Hak Asasi Manusia PBB karena ketegarannya melewati horor dan sadisme yang dilakukan tiran Kuba

yang kejam. Hal itu dilakukan tak lain karena Kuba adalah musuh bebuyutan Amerika. Dan penunjukkan Velladeres bisa menjadi alat cuci tangan AS terhadap kekejaman yang dilakukan pada masyarakat El Savador dan Guatemala saat mendirikan negara ‘boneka’nya. Sementara itu, di bulan yang sama, Noam Chomsky melanjutkan, beberapa anggota kelompok HAM El Savador yang selamat—beberapa pimpinannya telah dibunuh— tertangkap dan disiksa, termasuk direkturnya, Anaya. Mereka dibawa ke sebuah penjara yang bernama La Esperensa (harapan). Mereka

Oleh: Edy Firmansyah* disiksa dengan keji; mulai dari pemukulan hingga sengatan listrik. Tapi penyiksaan tak menyurutkan perjuangan mereka. Sebaliknya, karena sebagian besar dari mereka adalah pengacara, perlawanan terus dilakukan. Salah satunya dengan mengumpulkan tanda tangan persetujuan bukti tentang adanya penyiksaan tersebut. Hasilnya, dari 432 narapida di La Esperensa mereka berhasil mengumpulkan 430 tanda tangan di bawah sumpah tentang adanya penyiksaan yang mereka alami. Termasuk penyiksaan yang dilakukan oleh seorang Mayor Amerika yang mengenakan seragam dan dijelaskan

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VII 2013

19

OPINI dengan tambahan beberapa detail. Pengakuan tersumpah yang tebalnya 160 halaman itu berhasil diselundupkan ke luar penjara dan disebarkan oleh satgas antar agama di Marin Country. Apa yang terjadi? Tidak ada media dan stasiun televisi yang mau meliputnya. Apalagi melakukan investigasi. ”Memang ada sebuah artikel yang ditulis dan dimuat koran lokal di Martin Country, San Fransisco Examiner, tapi setelah itu tak ada lagi. Tak ada yang mau menyentuh persoalan ini” tulis Noam Chomsky. Dan tak ada penghargaan apaapa yang diperoleh Anaya. Pemerintah Amerika tidak menunjuk Anaya mewakili Komisi HAM d i

organisasi internasional manapun seperti yang diberikan pada Armando Valladeres. Sebaliknya justru tragedi menimpa Anaya. Dia dibebaskan dalam sebuah pertukaran napi dan kemudian dibunuh oleh kesatuan rahasia Amerika. Tak ada yang mempertanyakan kelanjutan laporan Anaya. Juga media. Laporan Anaya tentang kekejaman penjara El Savador dan Guatemala di mana Amerika berhasil mendirikan negara “boneka” di sana hilang tertindih oleh isu-isu lain. Apa yang bisa ditarik dari cerita di atas di tengah makin menjamurnya media baru baik cetak maupun online di Indonesia? Mungkin masyarakat mempunyai beragam pilihan bacaan atas tafsiran media (dengan awak reporternya di lapangan) atas peristiwa-peristiwa yang terjadi. Tapi perlu diingat bahwa media juga mempunyai peran besar dalam mengontrol opini publik berdasarkan tafsirannya atas peristiwa. Bukankah pemberitaan yang dilakukan media Amerika seperti diawal tulisan ini juga 20

FOKUS Edisi VII Tahun Ke VIII 2013

kerap terjadi di negeri ini? Pada medio 2009 publik Indonesia dikejutkan dengan peristiwa yang menimpa Manohara Odelia Pinot, seorang model Indonesia yang mendapatkan KDRT oleh suaminya, Pangeran Kerajaan Kelantan, Malaysia, Muhammad Fakhry. Media massa di Indonesia memberitakannya dengan detail. Sontak Manohara mendapatkan perhatian publik. Dan pemberitaan media pula

kritis atas maraknya kemunculan media massa baik cetak maupun online yang bak jamur di musim hujan. Sikap kritis tersebut diperlukan karena tidak ada pemberitaan yang ‘bersih’ di media manapun. Kita tak bisa sepenuhnya percaya pemberitaan media. Setiap media punya sikap politik dan ekonominya sendiri-sendiri. Kisah soal Armando Valladeres dan Herbert Anaya diawal tulisan ini bisa dilakukan media manapun dalam bentuknya yang lain. Tentu saja kita tak menginginkan itu terjadi. Ataukah memang tengah terjadi dan terus

yang terjadi juga di negeri i n i ?

mendorong pemerintah (melalui Kementerian Perempuan) memperjuangkan “nasib” Manohara. Tapi berbeda misalnya pemberitaan media mengenai kasus TKW dan TKI di Malaysia yang mendapatkan perlakukan keji dari majikannya. Media tak sanggup mendorong pemerintah menuntaskan banyak kasus TKI dan TKW yang meninggal secara tak wajar di negeri Jiran, misalnya. Dalam kasus lain misalnya, kasus penghilangan paksa aktivis-aktivis pada medio 19961997 yang dilakukan negara melalui kopassus dengan tim mawarnya juga tak mendapatkan berita serius dari media massa. Siapa dalang dibalik penghilangan paksa itu juga belum terungkap hingga sekarang. Sebuah ironi sebenarnya ditengah menjamurnya media massa cetak dan elektronik di negeri ini. Itulah mengapa diperlukan sikap

Entahlah. Tapi saya punya pengalaman untuk menutup tulisan ini. Pada awal 2006 saya meliput demo besar buruh di depan kantor Gubernur Jatim yang menuntut soal UMR. Saya mewancarai aktivis dari FNPBI dan PRD Jatim sebagai perwakilan ‘suara’ buruh. Ketika hasil liputan itu saya serahkan ke redaktur, tiba-tiba saya dipanggil. ”Ganti narasumbermu. Bos tidak suka komentar dari PRD dan sejenisnya.” Kata redaktur saya. Malam itu saya pontang-panting mencari narasumber lain dari serikat buruh. Beruntung ada kawan reporter dari media lain yang baik hati mau membantu saya membagi hasil wawancaranya dengan perwakilan serikat buruh yang moderat. Esoknya, berita saya turun. Dan komentar dari perwakilan FNPBI dan PRD Jatim tak muncul. Diganti dengan komentar dari serikat buruh yang saya dapat dari kawan saya itu. Nah! * Editor Majalah Fokus

CERPEN

Malaikat Bergaun Merah Oleh: Endah Raharjo

D

I atas, langit jernih berhias seminau bintang. Di bawah, Kuala Lumpur bagai kain beludru hitam bertabur mutu manikam. Mestinya aku tak meminta Arman menemaniku minum teh pada petang ini. Kupikir ia akan jadi teman ngobrol yang menyenangkan, seperti biasanya bila kami berjumpa. Nyatanya aku hanya menjadi pendengar, selama satu jam teronggok diam di kursi rotan, serupa patung penghias sudut ruang. Teman baikku sejak kuliah itu sudah tiga tahun bekerja di Kuala Lumpur, menjadi perancang etalase berbagai authorized reseller barang-barang branded. Tiga bulan lalu ia mengirim surel, katanya sudah ia temukan cinta, pada diri perempuan cantik asal Surabaya. Tiga hari ini aku di Kuala Lumpur, bersama dua teman kerjaku, membahas hasil penelitian kami dengan lembaga mitra yang sama-sama bergerak di bidang peace building dan resolusi konflik. Meskipun berjauhan, aku dan Arman biasa bertukar cerita soal apa saja. Kami rajin saling berkirim surel. Hampir satu jam lelaki jangkung berkulit sawo matang, bermata bulat, dan berambut jabrik disisir ke atas itu tumpah ruah memuji kekasihnya, yang katanya cantik, mulus, baik hati, manis budi, cemerlang, pintar, dan mandiri. “Bila punya sepasang sayap ia pasti jadi malaikat,” cetusku. “Oh! Pastinya. Ia memang malaikatku!” Arman nyaris bersorak. “Kamu bisa berhenti bicara tentang pacarmu, nggak? Atau aku pergi?” ancamku, siap-siap bangkit dari kursi. “Ouch!” serunya, menutup mulut, berlagak menyesal. “Sampai kapan kamu di sini?” tanyanya. Akhirnya ia sadar aku juga ingin bicara. “Seharusnya dua hari lagi pulang. Tapi

tugasku diperpanjang tiga hari. Bossku, Pak Brandon, masih di Frankfurt. Ada urusan mendesak. Mestinya ia mampir KL untuk membahas proyek berikutnya. Tapi istrinya tadi pagi sudah tiba.Jam 7 ini aku harus ke hotelnya. Bossku nitip dokumen,” jelasku, menengok arloji. “Aku pingin banget ngenalin kamu ke Puspa,” kembali Arman menyebut malaikatnya. “Besok malam kamu ada acara?” tanyanya. “Belum tahu. Mungkin mau makan di KL Tower. Kayaknya Pak Howard mau ngundang kami makan di sana,” ujarku. Pak Howard adalah ketua lembaga mitra kami, Center for Research on Conflicts, Peace Building, and Negotiation. Aku tak mau menyianyiakan kesempatan makan malam di restoran berputar di puncak KL Tower itu. Meskipun terjangkau, buffet dinner di sana tarifnya cukup mahal untuk standarku. Lagi pula aku tak bisa membayangkan berada di antara Arman dan malaikatnya itu. Kalaupun kami batal diajak makan, aku pilih jalanjalan sendiri menikmati lelampu dan keramaian di kawasan Bukit Bintang. “Ah! Mungkin ada baiknya aku ajak Puspa makan di KL Tower juga. Tolong kasih kabar, ya….” Sepasang mata

bulatnya melebar. Aku mendengus. Beberapa menit berikutnya Arman melanjutkan ocehannya tentang Puspa.“Aaahhh… aku sampai lupa ngasih lihat fotonya!” ujarnya. Aku buru-buru berdiri. “Nggak usah, Arman. Orangnya pasti lebih cantik dari ceritamu. Besok aja…. Aku harus cepetcepet nemui istri bossku.” Kutinggalkan Arman yang sibuk mencari koleksi foto dari tabletnya. Sebelum keluar pintu café, masih sempat kulihat lelaki 30 tahun itu tersenyum-senyum sendiri, mungkin gemas menatap foto-foto kekasihnya. Aku jadi ingat masa-masa kuliah dulu.Sesama mahasiswa sering bercanda, kalau ada yang jatuh cinta dunia terasa milik berdua, manusia lainnya entah ngungsi entah pindah ke planet lainnya.Arman sedang menikmati masa-masa itu.Meskipun bosan dengan repetannya tentang Puspa – indah sekali namanya – aku ikut bersyukur. Sudah lama Arman berangan-angan punya pacar yang pekerjaannya membawanya keliling dunia. Katanya asyik. Meskipun terpisah, mereka bisa berkencan pindahpindah negara. Empat bulan lalu cinta mereka berawal di Perth. Tiga minggu berikutnya mereka berkencan dua malam di Jakarta. Dua minggu kemudian sepasang merpati itu terbang ke Bangkok, menyewa boat menyusuri sungai Chao Phraya. Lalu ada tiga-empat kota lagi yang ia sebutkan tadi, aku lupa. Pada kencan kali ini mereka akan menghabiskan dua malam di sebuah hotel bintang lima di kawasan Bukit Bintang, tak jauh dari mal Pavilion. Pertemuan mereka hanya singkatsingkat, satu sampai tiga malam. Namun kata Arman panasnya mampu menghangatkan hati mereka sampai berminggu-minggu, hingga ke saat kencan selanjutnya.Kuseka keringat yang meleleh di jidatku.Bukan cuma udara lembab dan panas, cerita Arman ikut membakarotakku.Tak sadar langkahku telah membawaku ke halaman depan hotel tempat istri bossku menginap. “Arini… Apa kabar?” Bu Triana, istri bossku, beranjak dari sofa di sudut kanan FOKUS Edisi VII Tahun Ke VII 2013

21

CERPEN lobi, menyambutku ramah. Keelokan perempuan tanpa anak itu selalu berhasil memukauku.Kalau belum pernah melihat fotokopi paspornya, aku tak bakal mengira usianya dua bulan lagi genap 40 tahun. Tak ada orang yang akanrambangjika ia mengaku baru saja lulus sarjana. Banyak staf kantorkami – yang pernah bertemu dengannya – curiga ia memakai botox, atau semacamnya. Setelah berbasa-basi sebentar, ia menyerahkan dokumen titipan suaminya. “Oh, yaaa…!” celetuknya kenes bagai gadis SMA, “ini… ada oleholeh untukmu. Jangan bilang-bilang Brandon, ya,” tambahnya, menyerahkan tas kertas mungil warna fuchsia berhias pita. “Aduuuh… Ibu…!” Kuterima tas itu, pura-pura tersipu. “Boleh kubuka?” tanyaku tak sabar. Kepala mungilbermahkota rambut sebahu disemir chestnut itu melenggutlembut.“Ohhh!” pekikku, memegang sehelai sabuk kulit merah marun produk Jerman.Sebagai pialang barang-barang antik taraf dunia, Bu Triana kaya, tak bergantung pada uang suaminya. Kami berbincang beberapa menit lebih lama dari semestinya. Sungguh beruntung bossku itu, pikirku, punya istri 25 tahun lebih muda, cantik, kaya, dan baik hati seperti ini. Sebelum kami berpisah, sekali lagi ia melarangku cerita pada yang lain soal oleh-oleh itu. Sambil menyeberangi lobi, pikiran nakal masuk ke batok kepalaku. Jangan-jangan Bu Triana juga sering memberi oleh-oleh pada teman-teman kerjaku. Siapa tahu. Ia berpesan begitu untuk mengambil hatiku, supaya aku mengira diriku istimewa di matanya.Perempuan seperti dirinya selain ahli memikat hati orang pasti juga piawai menyembunyikan isi hatinya.Namun untuk apa aku berpikir buruk begitu? Kuomeli diriku. Ikat pinggang itu cocok dengan gaun yang akan kupakai besok malam, bila kami jadi diundang makan.Hatiku riang langkahku ringan. Keesokannya Arman menelpon.Aku

baru usairapat. “Rin, gimana? Nanti malam jadi ke KL Tower?” suaranya penuh semangat. “Jadi,” jawabku setengah hati, tak tega berbohong. “Kami juga mau ke sana. Kita bisa ketemu,” jelasnya. Aku berpikir sebentar. “Aku tidak janji, Arman. Pak Howard mau ngajak istrinya.Ini setengah resmi.Tidak enak kalau aku meninggalkan meja untuk ngobrol dengan kamu dan Puspa….” suaraku menggantung. “Alaaah… Gampang. Bisa diatur. Pokoknya kamu harus aku kenalin. Kita bisa ketemu di meja desserts apa di ruang yang ada pianonya itu. Nanti aku yang akan keliling cari kamu. Okay. Aku harus pergi.See you at the tower!” Arman mengakhiri pembicaraan.Temanku itu pasti sedang girang bukan kepalang. ** Sebuah malam yang tak mungkin kulupakan. Di atas, langit jernih berhias seminau bintang. Di bawah, Kuala Lumpur bagai kain beludru hitam bertabur mutu manikam. Kami duduk berlima, di dalam restoran berputar di lantai teratas KL Tower.Ini kali kedua aku makan di sini, namun sensasinya tak berkurang. Bagi teman-teman kerjaku – keduanya lelaki – ini pengalaman pertama. Salah satunya mengenakan kemeja sutera yang baru dibeli tadi sore, di salah satu mal di dekat hotel kami. Aku memakai sesuatu yang baru juga, ikat pinggang oleh-oleh Bu Triana. Mendapat undangan makan malam di restoran fancy seperti ini selalu menyenangkan, mengurangi stress akibat pekerjaan. “Makannya dikit-dikit dan pelanpelan aja. Ada banyak makanan buat dihabiskan,” selorohku pada temantemanku, saat Pak Howard dan istrinya sedang mengambil appetizers. Bertiga kami sama-sama meninggalkan kursi, berpencar menuju meja buffet yang berbeda. “Arini! There you are!” Arman berada kira-kira tujuh meja dari meja kami.Aku berjalan melewatinya.Ia benar-benar membawa

Puspa ke sini.Sahabatku itu berdiri. Kulihat piring kecil berisi beberapa potong salmon segar, irisan lemon, dan sesendok mayonais. Juga ada dua goblet berisi entah anggur putih entah apa. Aku tidak minum alkohol jadi aku tak tahu bedanya. “Wow. Kamu manis banget malam ini,” senyum Arman terkembang. “Puspa sedang ngambil makanan. Ayo, kamu harus kukenalkan,” katanya, menghampiriku, merengkuh pundakku. “Mungkin dia nggak mau malam kalian terganggu,” alasanku. “Aaahhh… seperti katamu, dia malaikat tanpa sayap yang senang ketemu semua orang,” cetusnya. Kami berjalan beriringan. “Itu… Perempuan bergaun merah itu.Puspa. Malaikatku,” bisik Arman dari belakangku. Kuakui ia tidak mengada-ada dengan segala puja-pujinya. Sosok perempuan itu tidak hanya sexy, tubuh lampainya seolah memancarkan cahaya. Ayunan kakinya serupa penari, ringan dan gemulai.Rambutnya digelung ke atas, seikal dibiarkan jatuh melewati telinga kiri, menambah feminin leher jenjangnya. Arman mendahuluiku. Aku berhenti sekitar empat langkah di belakang perempuan yang asyik memilih makanan pembuka itu.Gaun merahnya menjuntai beberapa inci di atas lutut, mempertontonkan betisnya. Orang Jawa punya ungkapan yang pas untuk melukiskan betis itu: ngembang pudak, ramping-berisi-berlekuk sempurna. Armanmenggamit pinggang ramping malaikatnya, mendekatkan mulutnya ke telinga kirinya, membisikkan sesuatu dengan mesra. Sang malaikat bergaun merah itu mengangguk, menoleh ke belakang. Lehernya berlenggok seiring putaran tubuhnya.Ujung bawah gaunnya berayunseirama gerakan kakinya. Kini bisa kulihat wajah cantiknya. Senyumku kuncup seketika. Jantungku sesaat berhenti berdentang. Perempuan itu sudah kukenal.Kemarin malam ia memberiku oleh-oleh ikat pinggang.


Fokus Edisi VII April 2013