Issuu on Google+

HARIAN UMUM

LINGKAR JABAR

SUARA RAKYAT JAWA BARAT Edisi 184 - Tahun 1 - Selasa, 13 November 2012

Redaksi/Iklan: Telp./Fax. 0251 -8663605 Redaksi/I

https://www.lingkarjabar.net

Rp. 2.000

Peran Pejabat Pemerintah di Proyek Hambalang Sudah Jelas

8 | Infota Infotainment ain inme menntt

Asmirandah CINLOK DENGAN JONAS RIVANNO Indeks 3 | Sampah Pasar Cibitung Dikeluhkan Pasien RSUD KAB.BEKASI (LJ) – Sejumlah pedagang dan warga disekitar Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi resah akibat bau dan tumpukan sampah yang menggunung di areal pasar. Sebab, timbunan sampah dari para pedagang pasar itu saat ini seperti gunung, karena belum diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.

9 | Pemkab Diminta Tindak Tegas Pengusaha Batu Alam KAB.CIREBON (LJ) – Pengusaha batu alam ilegal alias tidak mengantongi ijin dari warga maupun pemerintah di Kecamatan Dukuh Putang disorot kalangan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Kabupaten Cirebon. Sebab, keberadaannya diduga sudah melakukan pencemaran lingkungan, terutama di sekitar aliran irigasi yang ada di wilayah tersebut.

“Datanya cukup signifikan. Menyebutkan pelanggaran wewenang, itu akan kita dalami. Penyidikan yang dilakukan KPK akan tetap jalan terus, kepada siapapun pejabat yang disebut melakukan pelanggaran wewenang,”

JADWAL | SHOLAT

KAB.BOGOR (LJ) - Laporan audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas proyek Hambalang sudah dengan jelas menyebutkan peran pejabatpejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Keuangan yang berdampak pada terjadinya pelanggaran aturan. Pihak Komisi

Shubuh | Dzuhur | Ashar | Maghrib | Isya 04.26 11.48 15.04 17.50 18.57 Untuk Wilayah Jawa Barat dan Sekitarnya

Jangan Takut Bicara ! Pak Walikota Bogor Tolong Tindak Pemborong Bekerja Asal-Asalan

Pemberantasan Korupsi (KPK) pun memastikan akan menindaklanjuti temuan BPK tersebut, termasuk mendalami peran Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dalam kasus itu. “Kan, Pak Taufik (Taufiqqurahman Ruki) juga sudah menyebut nama yang bersangkutan. Datanya cukup

Dede Yusuf Dipilih Karena Kompetensi dan Integritasnya

Kepada Yth Walikota Bogor, Kami atas nama warga mau bertanya kepada bapak, apakah dalam pengerjaan proyek betonisasi dan gorong-gorong yang sedang berlangsung di Kota Bogor, apakah murni proyek PU atau plus swadaya masyarakat? Karena kami warga Bogor menuai imbasnya. Kelihatannya pemborong atau pelaksana proyek sengaja membuat berantakan jalan dan tidak nyaman. Mereka mengerjakannya sangat lambat dan terkesan asal-asalan, sehingga dengan terpaksa masyarakat harus membenahi dan merapikan sendiri pekerjaan pemborong itu. Mohon instansi terkait memantaunya. Bila perlu ambil tindakan tegas, karena galian tanah dibiarkan begitu saja. Terima kasih......

087872121xxx

Listrik Sering Padam, Pelanggan Kesal Kepada Yth Bapak Dirut PLN Area Bogor, saya warga Bogor Utara, disini sudah 2 sampai 3 x terjadi pemadaman listrik. Kenapa PLN sekarang begitu payah? Kalau ada pemadaman listrik sosialisasi terlebih dahulu dong kepada warga atau pelanggannya. Alat elektronik bisa cepat rusak kalau gini caranya. Bayar terus tapi pelayanan tidak bagus. Tolong dong ditingkatkan kinerjanya. Terima kasih.... .

087872303xxx

Info Pertanahan

oleh

ARN Consultant

Sejarah Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (11) Namun jika dicermati lebih lanjut, ternyata ketentuan Pasal 15 ayat (2) huruf “f” tidak memberikan kepastian hukum, karena tidak mampu memberikan penjelasan lebih lanjut tentang apa saja yang dimaksud dengan kewenangan di bidang pertanahan tersebut dan bagaimana kewenangan di bidang pertanahan itu dilaksanakan. Karena penjelasan pasal tersebut menyatakan sudah jelas. Padahal beberapa pertanyaan dapat saja muncul, misalnya, apakah wilayah jabatan Notaris secara otomatis juga menjadi wilayah jabatan PPAT. Jika demikian, mengapa harus ada lagi ketentuan Pasal 17 huruf “g” dalam UUJN tersebut. Selain itu secara kelembagaan, juga akan menimbulkan permasalahan, sebab selama ini dua jabatan tersebut berada pada instansi pemerintahan yang berbeda termasuk pengangkatan dan pemberhentiannya serta hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan jabatan tersebut, termasuk pengawasannya. Memang dapat dipahami bahwa terjadi ketidakpastian hukum dan menimbulkan penafsiran yang beragam terhadap ketentuan pasal tersebut, sebab tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai maksud pasalnya karena dianggap cukup jelas, termasuk bagaimana ketentuan itu dilaksanakan secara operasional. Seharusnya pelaksanaan ketentuan Pasal 15 ayat (2) huruf “f” tersebut didelegasikan pada peraturan perundang-undangan di bawah Undangundang, yaitu dengan Peraturan Pemerintah atau Peratu Bersambung ke hal 11 Sampaikan Temuan Keluhan dan Saran Anda ke: 081210781404 email: lingkarjabar@yahoo.com lingkarjabar

@lingkarjabar

BANDUNG (LJ) - Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar dicibir oleh sejumlah pemerhati dan praktisi politik lantaran keikutsertaan tiga sosok selebritis alias artis peran yang cukup populer, yakni Dede Yusuf, Rieke Dyah Pitaloka dan Deddy Mizwar. Namun Partai Demokrat berkilah Dede Yusuf dipilih bukan karena dia seorang artis. Bagi Demokrat, status sosial Dede Yusuf, yang masih dikenal sebagai artis, tak lebih sebuah bonus. Dan hal itu bukan menjadi pertimbangan utama yang membuat partai pemenang pemilu tersebut memutus-

kan untuk mengusung Dede. ‘’Mengapa artis? Saya katakan, itu merupakan hal yang kedua. Yang pertama tentu kompetensi, integritas, sepak terjang, serta pengalaman di Jabar. Soal artis, itu daya tambah. Keuntungan untuk yang bersangkutan,” kata Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) kepada wartawan, Senin (12/11). “Tapi, semuanya itu kita kembalikan ke masyarakat Jabar sendiri yang nanti akan melihat dan menilai, bagaimana sosok para kompetitor yang bertarung di Jabar. Bagi Demokrat, Dede

Yusuf adalah figur terbaik yang kami yakini mampu merebut simpati masyarakat Jabar yang menginginkan perubahan lebih baik. Apalagi Dede sudah belajar banyak sebagai wakil gubernur periode 2008-2013,’’ imbuhnya. Partai Demokrat memutuskan mengusung Dede yang dipasangkan dengan Lex Laksamana. Selain Demokrat, pasangan ini juga didukung oleh Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dengan koalisi tersebut, maka pasangan DedeLex memperoleh dukungan sebanyak 46 kursi. Atau sekitar 46 persen dari jumlah 100 kursi DPRD Jabar. Menurut Ibas, dalam mencalonkan pemimpin di setiap pemilukada, Demokrat menentukan pilihan kepada tokoh terbaik yang diinginkan masyarakat. Itu yang dilakukan ketika mengusung Dede dan Lex. ‘’Keduanya sudah sangat dikenal di Jabar. Jadi, kami tak perlu kecil hati. Kedua tokoh ini memiliki background yang cukup baik, profesional dan terbukti di bidang birokrasi,’’ ujar anggota Komisi I DPR tersebut. Bersambung ke hal 11

signifikan. Menyebutkan pelanggaran wewenang, itu akan kita dalami,” kata Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Pradja dalam keterangan persnya, Senin (12/11). Adnan mengatakan, penyidik KPK saat ini masih terus Bersambung ke hal 11

Pat-gulipat Proyek Sarpras Pendidikan Kabupaten Bogor Mencuat KAB.BOGOR (LJ) -Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor sudah sejak lama menjadi sorotan publik Kabupaten Bogor. Dugaan tentang praktek korupsi dan kolusi dalam pengelolaan proyek sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan menjadi topik yang paling sering digunjingkan. Bukan rahasia lagi, kalau proyek-proyek sarpras pendidikan dan pengadaan barang sudah diatur oleh pejabat Disdik dan pejabat Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk digarap oleh pengusaha “piaraan” oknum pejabat. Cerita tentang jual-beli paket proyek sarpras dan pengadaan barang bukanlah barang tabu, bahkan tak sedikit pegawai di SKPD lain yang merasa geram melihat praktek kotor di Disdik terjadi leluasa tanpa pernah disentuh aparat penegak hukum. Pat gulipat proyek dengan tujuan merampas uang negara untuk kepentingan pejabat Disdik, petinggi Pemkab Bogor dan pengusaha, itu pun tak pernah direspon oleh Bersambung ke hal 11

Dugaan Korupsi di Disdik Garut Semakin Terkuak

GARUT (LJ) – Pengamat pemerintahan sekaligus penggiat anti korupsi dan suap Kabupaten Garut-Jawa Barat H.Yayan Sting menilai, meski sudah banyak para koruptor yang dijebloskan ke jeruji besi (penjara.red), namun para pelaku korupsi bukan berkurang, tapi justru semakin bertambah. “Hukum kurungan badan, ternyata tidak bisa membuat jera para tikus-tikus berdasi ini, mungkin hanya satu cara yaitu hukuman mati buat mereka, lalu harta benda dan semua kekayaannya disita

menjadi milik negara. Hukum pemiskinan ini setidaknya bisa menjadi efek jera bagi para pelaku koruptor lainnya di tanah air khususnya di Garut ini,” tegasnya kepada LINGKAR JABAR, Senin (12/11). Di Kabupaten Garut lanjutnya, instansi Dinas Pendidikan (Disdik) ditenggarai sarat dengan praktek kotor yang dilakukan oleh oknum pejabat bermental rendah. Pihaknya menduga, ada segelintir oknumnya yang nekad memanfaatkan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK)

Bersambung ke hal 11

Ditindas Perhutani, Ratusan Petani Tuntut Perhatian Bupati Indramayu “Kedatangan kami ke pendopo bupati, untuk menyampaikan unek-unek yang selama ini kami dan seluruh petani pendam. Terutama dari sisi perhatian Pemkab Indramayu terhadap petani yang kami nilai sangat kurang,” INDRAMAYU (LJ) - Lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Indramayu mendadak gaduh oleh teriakan para petani setempat. Pasalnya, ratusan petani yang tergabung dalam Serikat Tani Indramayu (STI) melakukan aksi demo di halaman Pendopo Bupati Indramayu, Senin (12/11). Mereka menuntut pihak Pemkab memperhatikan nasibnya yang selama ini dianggap kurang diperhatikan. Selain itu, kedatangan petani untuk menyampaikan aspirasinya perihal lahan yang selama ini mereka garap ternyata harus diserahkan ke pihak perhutani. “Kedatangan kami ke pendopo bupati, untuk menyampaikan unek-unek yang selama ini kami dan seluruh petani pendam. Terutama dari sisi perhatian Pemkab Indramayu terhadap petani yang kami nilai

sangat kurang,” ungkap Sadar CB, Kordem (Koordinator Demo) kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Dalam orasinya, para petani mengaku bertahuntahun hidup bersama perusahaan yang bekerjasama dengan pihak Perhutani, tapi diperlakukan seperti masa lalu dalam kekangan penjajah. Sebab, semuanya sangat dibatasi kecuali harus mengemis, menangis, dan mengais sisa-sisa yang mereka dapatkan. “Padahal kami harus menanam kayu putih, kayu jati, dan macam macam pohon. Belum lagi harus menjaga dan merawatnya hingga panen, kemudian hasilnya mereka bawa tanpa tersisa. Sementara setiap panen padi yang kami tanam, walau jumlahnya tidak seberapa harus ada iuran kepada petugas yang namanya mandor,” ujar Sadar.

Perwakilan masa kemudian diterima perwakilan Pemkab Indramayu dan melakukan musyawarah di ruang data II Setda Indramayu. Hasil musyawarah yang dilakukan antara Pemkab Indramayu dengan petani menghasilkan 6 kesepakatan, seperti pembentukan tim penyelesaian Agraria di Indramayu, Pemkab harus lindungi petani dan menghapus kemiskinan, tolak impor beras dan singkong dari Korea.

Bersambung ke hal 11

OPINI

Edisi 184 - Tahun 1 - Selasa , 13 November 2012

Iman & Taqwa

Catatan Redaksi

Menghapuskan Penjajahan oleh Bangsa Sendiri Manusia secara harfiah telah ditugaskan jadi aktor sejarah yang wajib saling bersama dalam membangun toleransi dan kooperatifnya. Sayangnya, banyak manusia yang menjatuhkan opsi menolak jadi pahlawan ini, dan lebih suka menjadi pelanggar, perusak, dan produsen perilaku yang merugikan hak-hak manusia lain. Mereka, acapkali mencabut kedamaian dan keharmonisan sosial, atau menghadirkan keterjajahan bagi sesamanya. Mereka pun sudah diingatkan oleh adagium bahwa ‘penjajahan oleh bangsa sendiri itu jauh lebih menyakitkan dan menyengsarakan dibandingkan dijajah bangsa lain.’ Perbudakan oleh bangsa sendiri itu jauh lebih menestapakan dibandingkan dijajah bangsa lain. Tentu saja, dalam bentuk apa pun, yang namanya penjajahan atau perbudakan, tetaplah sebagai perilaku yang bermodus dehumanistik, cermin kesewenang-wenangan, dan kejahatan yang mencabik-cabik harkat kemanusiaan, yang seharusnya dijadikan musuh bersama (common enemy) oleh setiap manusia dan bangsa mana pun di muka bumi, apalagi jika itu dilakukan oleh bangsa sendiri. Pertama, bangsa sendiri itu seharusnya berdiri di garis depan penjagaan atau perlindungan citra dari segala bentuk penyakit bertajuk penindasan. Kedua, bangsa sendiri adalah saudara se-nation yang seharusnya memahami kesulitan yang diderita saudaranya, dan bukannya justru menciptakan sumber malapekata kemanusiaan dan nasional. Ketiga, sesama anak bangsa ini lebih tahu kondisi ketidakberdayaan yang menimpa sesamanya, yang seharusnya diberdayakan, dan bukannya diperdaya secara sistemik dan masif. Mereka yang dinafikan keberdayaannya ini adalah cermin pahlawan dalam ketertindasan. UDHR (Universal Declaration of Human Rights) Pasal 4 menyebutkan tidak seorang pun boleh diperbudak atau diperhambakan; perhambaan dan perdagangan budak dalam bentuk apa pun mesti dilarang. Dalam Pasal 4 UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) juga disebutkan bahwa hak untuk hidup, tidak disiksa, kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, beragama, tidak diperbudak, diakui sebagai pribadi dan mendapat persamaan di hadapan hukum, dan tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah HAM yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun dan oleh siapa pun. Dalam trafficking, ada penjinakan kemerdekaan, pemasungan kebebasan, penafian ekspresi, perampasan berinovasi, dan penghilangan hak memilih, di samping komulasi berbagai bentuk pezaliman yang diabsahkan oleh pebisnis atau pedagangnya. Mereka yang terlibat dalam trafficking sama artinya telah atau sedang menjerumuskan para pahlawan dalam lingkaran ketidakberdayaan, keteraniayaan, dan ketertindasan luar biasa. Penjerumusan pahlawan dalam lingkaran setan ketidakberdayaan dan keteraniayaan seperti yang kini sedang menimpa sebagian perempuan Indonesia, adalah bentuk lain dari perbudakan gaya baru atau neokolonialisme yang diabsahkan oleh kaum sindikat. Komunitas bajingan atau pedagang dehumanisasi ini diduga menggunakan jalur birokrasi kotor atau korporasi PJTKI (Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia) yang berkolaborasi dengan oknum aparat dan birokrat untuk memperdagangkan perempuan. Masalah perdagangan perempuan dan anak-anak masalah serius yang tentu saja harus ditangani secara profesional. Pasalnya, Indonesia masih ditempatkan sebagai negara pemasok dalam jaringan perdagangan perempuan dan anak-anak ke banyak negara di dunia. Perdagangan anak dan perempuan tidak hanya terjadi di satu wilayah, hampir seluruh wilayah tidak luput dari sindikat perdagangan perempuan dan anak-anak. Faktanya, Indonesia menjadi salah satu negara pemasok utama perdagangan perempuan dan anak-anak tersebut. Bisnis perdagangan perempuan dan anak-anak sekarang ini menduduki peringkat ketiga dunia setelah perdagangan senjata dan obat-obatan psikotropika dari segi keuntungan yang didapat. Ironisnya, jaringan perdagangan perempuan itu sulit diurai dan diberantas akibat oknum bangsa yang tega mengabsahkan saudara sebangsa sebagai budak. Mereka mengail keuntungan besar dan terus menebar jala untuk pundi-pundinya. Karena itu, kita wajib mendisain diri menjadi pahlawan tidak boleh membiarkan para pekerja Indonesia, yang sejatinya adalah pahlawan bangsa dan keluarga, dijadikan komoditas seksual, iklan produk politik penindasan, diskriminasi, dan berbagai sikap dan perilaku oknum elitis yang melecehkan harkat bangsa. Ayo berjuang hapuskan penjajahan oleh bangsa sendiri!!

Renungan Mulailah untuk dirimu, bersedekahlah untuk dirimu. Jika masih tersisa, maka berinfaklah pada keluargamu dan jika masih tersisa, maka berinfaklah pada kerabatmu.

Bobodoran Encep VS Bapa Encep : “Pa, Encep enjing bade ulangan Matematika. Pami Encep kenging peunteun 10, bapa bade masihan naon ka Encep?” Bapa : “Bapa bade masihan duit saratus rebu..!” Encep : “Alim ah saratus rebu mah, sarebu wae nya, Pa?” Bapa : “Naha, Cep?” Encep : “Saratus rebu mah cape ngetangna..” Redaksi Menerima kiriman Tulisan Artikel tentang berbagai topik dan peristiwa. Dimohon untuk tidak mengirimkan tulisan berbau pornografi, menghina SARA, mendiskreditkan pihak tertentu dan memecah belah NKRI. Kirim ke lingkarjabar@yahoo.com (kode : artikel) DIHIMBAU KEPADA SEMUA PIHAK UNTUK TIDAK MEMBERIKAN

IMBALAN ATAU SESUATU KEPADA WARTAWAN LINGKAR JABAR YANG SEDANG MENJALANKAN TUGAS JURNALISTIK

2

Keajaiban Sedekah (5) Ada pula sekelompok sahabat yang fakir yang hanya dapat menangis karena kehilangan kesempatan berjihad dengan jiwa dan harta mereka. Tak ada sarana untuk mengikutkan dan memberangkatkan mereka bersama pasukan. Allah pun menurunkan ayat untuk mereka, “Dan tiada (pula dosa) atas orangorang yang apabila mereka datang kepadamu supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata, “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu”. Lalu mereka kembali, sedangkan mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.” (QS. AtTaubah: 92). Cermatilah, wahai hamba Allah yang dianugerahi limpahan harta! Ada sahabat yang bercucuran air mata karena tak punya harta benda untuk diinfakkan di jalan Allah. Bandingkan dengan kebanyakan orang berada di zaman sekarang ini. Mereka pun menangis, tapi karena takut kehilangan harta mereka.

SI BAKHIL YANG MERUGI Allah Subhaanahu wa Taala berfirman, artinya: “Dan orangorang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (QS. At-Taubah: 34). Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidaklah ada satu hari, di mana para hamba dapat berpagi-pagi di dalamnya kecuali akan turun dua malaikat (ke muka bumi). Salah seorang di antara keduanya berkata, “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang bersedekah.” Sedangkan yang satu lagi berkata, “Ya Allah, musnahkanlah harta orang yang menahan hartanya tak mau bersedekah.” (HR. Bukhari). Cermatilah hadits di atas! Malaikat pertama memohon kepada Rabbnya dengan berkata, “Ya Allah, siapa saja yang menyedekahkan hartanya, gantilah sedekahnya dengan sesuatu yang lebih baik.” Sedangkan malaikat lainnya

“Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”

menyeru kepada Rabbnya, “Ya Allah, siapa saja yang pelit terhadap hartanya dan tidak mau bersedekah, musnahkanlah hartanya.” Bayangkanlah, seandainya harta Anda melimpah! Jika Anda kikir kepada Allah dengan harta Anda, pada hakikatnya Anda tidaklah berbuat kikir kepada Allah, akan tetapi pada diri Anda sendiri. Sebagaimana firman Allah; “Dan

siapa saja yang kikir, sesungguhnya ia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allahlah Yang Mahakaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkanNya.” (QS. Muhammad: 38). Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Berinfaklah dan janganlah kamu menghitung-hitung hartamu, karena Allah juga .... bersambung....

Kisah Sufi

Siapakah Dzul Qarnain? (9) dalam. Hal itu menunjukkan bahwa di dalam pintu betul-betul ada makhluk jenis manusia yang konon Ya’juj-Ma’juj itu.Dalam Nuzhat al-Musytaq, al-Syarif al-Idrisi juga menuturkan bahwa Sallam pernah bertanya kepada penduduk sekitar pegunungan, apakah ada yang pernah melihat Ya’juj-Ma’juj. Mereka mengaku pernah melihat gerombolan orang di atas tembok penutup. Lalu angin badai bertiup melemparkan mereka. Penduduk di situ melihat tubuh mereka sangat kecil. Setelah itu, Sallam pulang melalui Taraz (Kazakhtan), kemudian Samarkand (Uzbekistan), lalu kota Ray (Iran), dan kembali ke istana al-Watsiq di Surra Man Ra’a, Iraq. Ia kemudian menceritakan dengan detail hasil penelitiannya kepada Khalifah. Kalau menurut penuturan Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah pegunungan Ya’jujberada sekitar perjalanan 6 (QS. Al-Kahfi (18) : 94) Ma’juj hari dari Cina. Penuturan ini tidak bertentangan dengan al-Syarif alIdrisi. Soalnya di sebelah Barat Laut Sallam kemudian pergi menuju Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq, karya Cina adalah daerah-daerah Rusia. Wallahu’alam… pegunungan Ya’juj-Ma’juj. Di situ al-Syarif al-Idrisi, hal. 934 -938). ia melihat pegunungan yang terpiAl-Idrisi juga menceritakan sah lembah. Luas lembah sekitar 150 bahwa menurut cerita Sallam pen- BEBERAPA PENELITIAN TENmeter. Lembah ini ditutup tembok duduk di sekitar pegunungan bi- TANG KEBERADAAN DINDberpintu besi sekitar 50 meter.Dalam asanya memukul kunci pintu besi ING YA’JUJ DAN MA’JUJ Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir Nuzhat al-Musytaq, gambaran Sal- 3 kali dalam sehari. Setelah itu lam tentang tembok dan pintu besi mereka menempelkan telinganya ke The Holy Qur’an menulis bahwa di itu disebutkan dengan sangat detail pintu untuk mendengarkan reaksi distrik Hissar, Uzbekistan, 240 km (Anda yang ingin tahu bentuk de- dari dalam pintu. Ternyata, mere- di sebelah tenggara Bukhara, ada tailnya, silakan baca: Muzhat al- ka mendengar gema teriakan dari celah sempit di antara gunung-gu-

“Wahai Dzul Qarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan suatu pembayaran kepadamu, supaya kamu dapat membuat DINDING PEMISAH antara kami dan mereka?”

nung batu. Letaknya di jalur utama antara Turkestan ke India dengan ordinat 38oN dan 67oE. Tempat itu kini bernama Buzghol-khana dalam bahasa Turki, tetapi dulu nama Arabnya adalah Bab al-Hadid. Orang Persia menyebutnya Dar-iahani. Orang Cina menamakannya Tie-Men-Kuan. Semuanya bermakna PINTU GERBANG BESI. Hiouen Tsiang, seorang pengembara Cina pernah melewati pintu berlapis besi itu dalam perjalanannya ke India di abad ke-7. Tidak jauh dari sana ada danau yang dinamakan Iskandar Kul. Di tahun 842 Khalifah Bani Abbasiyah, alWatsiq, mengutus sebuah tim ekspedisi ke gerbang besi tadi. Mereka masih mendapati gerbang di antara gunung selebar 137 m dengan kolom besar di kiri kanan terbuat dari balok-balok besi yang dicor dengan cairan tembaga, tempat bergantung daun pintu raksasa. Persis seperti bunyi surat Al Kahfi. Pada Perang Dunia II, konon Winston Churchill, pemimpin Inggris, mengenali gerbang besi itu.Apa pun tentang keberadaan dinding penutup tersebut, ia memang terbukti ada sampai sekarang di Azerbaijan dan Armenia. Tepatnya ada di pegunungan yang sangat tinggi dan sangat keras. Ia berdiri tegak seolah-olah diapit oleh dua buah tembok yang sangat tinggi. Tempat itu tercantum pada peta-peta Islam maupun Rusia, terletak di Republik Georgia. bersambung....

Biarkan Masa Depan Datang Sendiri “Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya.” (QS. An-Nahl: 1) Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah Anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun kebumi. Maka, tidak

sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya. Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (anganangan yang terlalu jauh). Secara nalar, tindakan itu pun tak masuk akal, karena sama halnya dengan

berusaha perang melawan bayang-bayang. Namun ironis, kebanyakan manusia di dunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit dan prediksi perekonomian yang kabarnya akan menimpa mereka. Padahal, semua itu hanyalah bagian dari kurikulum yang diajarkan di “sekolahsekolah setan”. “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia”. (QS. Al-Baqarah: 268) Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di ‘genggaman yang lain’ tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada. Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud. Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya. Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk.Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit didalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan-angan yang berlebihan. bersambung....

Penerbit : PT. PANCA LINGKAR MEDIA Griya Indah Bogor Blok C No. 3 Jl. KH. M. Soleh Iskandar Kota Bogor - Telp./ Fax . 0251-8663605 SIUP : 517/345/PK/B/BPPTPM/V/2012 NPWP : 31.493.964.6.404.000 email : lingkarjabar@yahoo.com Rekening : Bank BCA Cabang Juanda No. Rek: 0953025563

Penasihat H. HARIS THAHIR • Pemimpin Umum AANG SUTRISNA • Pemimpin Perusahaan DEDDY AFRIADI, SH • Pemimpin Redaksi & Penanggung Jawab COKY PASARIBU • Dewan Redaksi ENANG SUTRIYADI, - PIYARSO HADI - COKY PASARIBU - H. RM. DANANG DONOROSO - H. DIDI CHOSIDIN - H. TARWONO - FUZI MARKUNAH - RIZKI ASTAKA • Redaktur Pelaksana M. BASIR • Asiten Redaktur : MUHAMMAD ALI • Staf Redaksi : DEDE SUHENDAR - IWAN R. - JASON SEMBIRING - ASEP SUPRIADI - ANDREAS TAIRAS • INDRIANI • ANDRI Fotographer : E. SUTRIYADI • Desain & Artistik : H. SANDI SANJAYA • Layout : ANGGA HARJA S. - M. RENDY IRAWAN• Perwakilan : (Bekasi) SAFA ARIS MUZAKAR (Kepala) - SUGENG BIANTORO - RIBAH SETIAWAN - ADI TOTALOR - HISAR PS - RIZAL R.P • (Depok) HARLIS SYAM - FERRY M.S. • (Cianjur) RUSDI - AGUS SHOLEH • (Garut) BADEN ABDURACHMAN - MOCH JULIADI • (Sukabumi) HEPIE HERMAWAN (Kepala) WAHID - SIDIK - AANG KUNAIDI• ASWIN (Kota Bandung) FERRY ARDIANSYAH - HERI JUHANA (Kab. Bandung) KI AGUS N FATAH UDEN SOBIRIN • R. GINDO • RUSTANDI (Sumedang) YAYAT H. HARI M. • (Karawang) RUSLI • (Subang) ALIM MUNANDAR - H. ADE RACHMAT • (Purwakarta) TRYAS HENDRAYANA• (Cirebon) SUBAGIO (Kepala), WASTIJA, APIP, HENDI • (Kuningan) DEDE P. • (Tasikmalaya) CECEP • (Garut) RIZAL • (Ciamis) ABDUL ROJAK • (Banjar) AEP • (Majalengka) GARIB SETIA - SAMSUL• (Indramayu) IHSAN MAHFUDZ Koresponden : M. NASIR - AFRIYOU RIZAL - HANDOYO - TRI AHMAD KUSMANTO - TUMPAL PANJAITAN - YUSUF FADILAH Sirkulasi : AGUS MUDRAZAT - SUSAN WIJAYANTO - YANTO - ADI R.

WARTAWAN LINGKAR JABAR ADALAH YANG TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI DAN DILENGKAPI KARTU PERS ATAU SURAT TUGAS

PT. PANCA LINGKAR MEDIA Direktur Utama : PIYARSO HADI • Marketing/Promosi : KENNY FARAH CAROLINE SAPULETE - AMALLIA RETNO SAPUTRI • Pengembangan Usaha & Iklan : YUDHI KURNIAWAN - A. SAFITRI HANDAYANI - RENDY M. ADAM - ARN CONSULTANT • Bagian Umum : IAN - ANDRI

LINGKAR MEGAPOLITAN

Edisi 184 - Tahun 1 - Selasa , 13 November 2012

Sampah Pasar Cibitung Dikeluhkan Pasien RSUD

KAB.BEKASI (LJ) – Sejumlah pedagang dan warga disekitar Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi resah akibat bau dan tumpukan sampah yang menggunung di areal pasar. Sebab,

timbunan sampah dari para pedagang pasar itu saat ini seperti gunung, karena belum diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng. “Selain sudah seperti

gunungan sampah dan sangat bau, timbunan sampah itu juga mengundang lalat,” ujar warga Perumahan Grama Puri, Jalan Bosih, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Arman, kemarin. Menurut dia, akibat tidak diangkutnya sampah di Pasar Cibitung, bau yang ditimbulkan mencapai radius 2 kilometer. “Sudah sampe perumahan bau sampah Pasar Induk Cibitung. Apa lagi sekarang udah musim hujan, makin busuk aja itu sampahnya. Kayanya Dinas Kebersihan sama pengelola pasar tutup mata, kok sampah sudah menumpuk tidak di angkut-angkut,” keluhnya. Hal yang sama juga dikeluhkan seorang keluarga pasien, Parlin, yang menjalani rawat inap di RSUD Cibitung. Karena lokasi rumah sakit tersebut bersebelahan dengan lokasi pasar, bau tidak sedap dari timbunan sampah itu juga sampai di areal rumah sakit. “Bau sampah dari pasar tembus ke areal rumah sakit. Saat saya menunggu keluarga saya yang sedang rawat inap terganggu dengan bau busuk sampah itu,” tuturnya. Parlin khawatir, jika timbunan

Pemkot Bekasi Klaim LPSE Hemat Miliaran Rupiah

BEKASI (LJ) – Kepala Bagian Telematika Kota Bekasi, Sri Sunarwati mengklaim, proses lelang dengan menggunakan sistem Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), mampu menghemat anggaran per tanggal 7 Nopember sebesar kurang lebih Rp42,5 miliar. “Itu suatu keberhasilan dapat menghemat miliaran rupiah. Berarti tujuan LPSE tercapai,” ujar Sri kepada wartawan, kemarin. Oleh sebab itu, kata Sri, keberhasilan itu dapat memacu kinerja para pegawai untuk lebih memaksimalkan transparansi dan akuntabilitas serta juga meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat. “Diharapkan 40 persen dari 1.130 paket proyek pengadaan barang dan jasa yang ada di pemerintahan Kota Bekasi bisa dilakukan di LPSE, sehingga tingkat efisiensi proses pengadaan bisa lebih besar lagi,” bebenya. Menurut dia, besarnya efesiensi anggaran totalnya mencapai Rp42.508.869.345 atau 6.66 persen jumlah total paket yang terdaftar

di LPSE sebanyak 245 paket dan jumlah paket proyek pengadaan barang dan jasa yang sudah dilelangkan dan sudah dimenangkan sejumlah 220 paket. “Akhir tahun ini optimis semua paket yang tersisa sebanyak 25 paket bisa terlaksana semua, saat ini ke 25 paket tersebut sudah dalam proses,” katanya. Untuk itu dengan adanya sytem lelang pengadaan barang dan jasa bisa mencapai apa yang menjadi tuntutan reformasi birokrasi di jajaran Pemkot Bekasi, dan tuntutan zaman di bidang tehnologi informasi dan komunikasi. Lanjut dia menambahkan, saat ini total penyedia yang masuk ke LPSE Kota Bekasi sebanyak 2.308 penyedian dan jumlah penyedia yang telah di setujui sebanyak 446 penyedia. “Masyarakat khususnya para pengusaha sangat tinggi dalam mengapresiasikan fasilitas LPSE ini berdasarkan data jumlah pengunjung LPSE mencapai 101.439 pengunjung,” terangnya. Q RIS

Dewan Saka Pramuka Wira Kartika Depok di Lantik

LINTAS | MEGAPOLITAN

sampah di Pasar Induk Cibitung itu tidak segera diangkut oleh dinas terkait, bau busuk sampah itu akan mempengaruhi kondisi pasien yang sedang berobat dan menjalani rawat inap,” ujarnya. Padahal, lanjut dia, dengan anggaran yang dikelola oleh Dinas Kebersihan dan Pasar untuk pengangkutan sampah sudah lebih dari cukup. Kalau mereka berasalan armada pengangkut sampah belum memadai, bisa jadi itu hanya alasan saja,” beber Parlin. Lebih jauh dikatakan Parlin, Pemkab Bekasi memiliki 3 alat berat di TPA Burangkeng. Namun, informasi yang berkembang, dari ke tiga alat berat itu hanya satu yang bisa beroperasi. “Jika ditanya, biasanya karena alat berat yang ada di TPA cuma beroperasi satu. Kemana anggaran perbaikan dan solar untuk alat berat itu,” ucapnya. Parlin berharap, Kejaksaan Negeri Cikarang memeriksa pengelolaan keuangan untuk pembelian solar alat berat. Dia khawatir, pembelian bahan bakar alat berat itu disalahgunakan oknum tertentu,” pungkasnya. Q

RBH/SAM

2 Kilometer Jalan Rusak, Pemkab Bekasi Tutup Mata KAB.BEKASI (LJ) – Banyaknya titik jalan di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi yang rusak parah sepanjang 2 kilometer dikeluhkan warga. Pasalnya, hingga saat ini, jalan yang menjadi akses transportasi warga Desa Cikedokan dan Desa Jatiwangi itu, hingga saat ini belum diperbaiki pemerintah daerah setempat. Warga di dua desa itu menuding, Camat Cikarang Barat, Abdul Karim tidak merespon dan memprioritaskan keluhan para warga . “Kondisi jalan yang rusak parah itu sudah 7 tahun tidak diperhatikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Kami merasa di anaktirikan oleh pemerintah setempat,” tutur seorang warga Desa Cikedokan yang mengaku bernama Saman (34), Senin (12/11). Parahnya, kata Saman, karena tidak adanya perbaikan kerusakan jalan itu makin meluas. “Kerusakan sudah meluas hingga mencapai 2 kilometer. Jalan itu adalah jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Setu dan Kecamatan Serang Baru,” paparnya. Hal yang sama juga dikatakan warga lainnya, Sarnoto (40). Menurut dia, kondisi jalan rusak itu mempengaruhi jalannya perekonomian warga. “Transportasi yang melewati jalan itu menjadi terhambat. Padahal, jalan itu sering digunakan warga untuk mengangkut barang dagangan,” ujar Sarnoto yang sehari-hari berjualan sayur mayur di Pasar Cikarang. Selain itu, lanjut Sarnoto, sejumlah angkutan umum juga tidak mau melintas jalan yang rusak parah itu. “Gara-gara jalan rusak ini, akses masyarakat jadi kesulitan. Soalnya angkot sudah tidak mau lagi lewat sini. Warga jadi pusing,” keluhnya. Dia bersama warga lainnya berharap kepada pemerintah daerah segera perbaiki jalan rusak tersebut, guna kepentingan masyarakat. Q RBH

Pelajar Perlu Pendidikan Budi Pekerti

DEPOK (LJ) - Jajaran Pengurus Pimpinan Dewan Satuan Karya (Saka) Pramuka Wira Kartika Kota Depok telah dilantik disertai pengambilan Sumpah Janji oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Depok, Sariyo Sabani, Senin (12/11) di Aula Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0508 Depok. Ketua Majelis Wira Kartika Kota Depok, Dandim 0508 Depok Letkol (Inf) M. Zamroni mengatakan, seluruh Pengurus Dewan Satuan Karya Pramuka Wira Kartika, dapat bersama-sama menghidupkan kembali, semangat Pramuka di Kota Depok. Pramuka ini merupakan media yang paling baik dalam memahami dan mengenal serta menguasai wilayah, dengan demikian dapat mengembangkan pada

teritorial yang ada. “Dengan menghidupkan kembali kegiatan kepramukaan di wilayah, maka kita akan kuat untuk menuju masa depan dalam membangun Pramuka yang jaya,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kota Depok, Sariyo Sabani mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik dengan adanya dukungan yang diberikan oleh Kodim 0508 Depok, dalam membina dan mengembangkan kepramukaan di Kota Depok. Selain itu, kata dia, bangga terhadap prestasi yang telah diukir oleh para anggota Kwarcab Pramuka Kota Depok. “Telah berhasil menjadi juara ke 3 dalam penilaian Kepramukaan se-Jawa Barat,” ucapnya. Ia berharap agar prestasi yang

telah diraihnya, dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Selain itu, para Pramuka Kota Depok agar dapat memelihara, menjalin persatuan dan kesatuan. Usai melakukan pelantikan, susunan pengurus Dewan Saka Pramuka Wira Kartika Depok antara lain, Ketua Majelis Saka Pramuka Wira Kartika, Dandim 0508 Depok, Letkol (Inf) M. Zamroni, - Pimpinan Satuan Karya, Kasdim 0508, Mayor (Inf) Ariyo Windutomo, - Ketua Harian, (Pasiter) Kapten (Inf) Iwan Setiawan, - Sekretaris 1, Kapten Sumadi, - Sekretaris 2, Erdito Nugroho, - Bendahara, Kapten (Arm) Matrawi (Danramil Limo), - Anggota, Kapten (Inf) Kasim, Kapten (Arh) Sugiyanto, Kapten (Inf) Jarmali, Kapten (Inf) Warto, Kapten (Arh) Sairi. Q TYS/HRS

PENGUMUMAN Diberitahukan kepada khalayak luas bahwa nama : 1. Sdr. M. Satiri 2. Sdr. Asep Budi Kurniawan 3. SdrHilam Sudakta 4. Sdr. Herman (Prwk.Indramayu) bukan lagi kontributor HU Lingkar Jabar di Wilayah Sukabumi terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2012. Segala tindak tanduk dan perbuatan yang mengatasnamakan Lingkar Jabar diluar tanggung jawab kami. Demikian disampaikan agar maklum dan diketahui

3

DEPOK (LJ) - Remaja dan pelajar, perlu ditanamkan pendidikan budi pekerti dengan pendidikan yang dapat membentuk karakter sehingga menjadi berkepribadian yang berbudi luhur dan arif. “Nantinya akan menjadikan sang pemuda yang sukses dalam berkarya sehingga akan berdampak pada perilaku yang positif dan menghindari perbuatan tercela yang merugikan pada lingkungan tempat bekerja dan tempat tinggal,” kata Wakil Ketua komisi D DPRD Depok Hj. Lilis Latifah, pada wartawan, usai acara Seminar Anti Korupsi dengan tema “Pemuda Berani Melawan dan Memberantas Korupsi,” dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, di SMAN 1 Kota Depok, kemarin. Dalam kegiatan tersebut, dihadiri Anggota KPK bidang Sosial Campain, Irawati dan Masagus Dewanto, Ketua dan Pengurus LISUMA Gunadarma Kota Depok, Anggota DPRD Kota Depok, Hj. Lilis Latifah, dan ratusan pelajar SMAN 1 Depok. Hj Lilis berharap, agar para pelajar dapat pengetahuan tentang hal menyangkut perbuatan korupsi. “Maka hal itu, hendaknya sejak kini dapat terhindarkan, hingga mereka nanti menjadi manusia dewasa dan bekarya,” ucapnya. Sementara itu, Ketua LISUMA Gunadarma Rizqy Fariana mengatakan, dalam rangka memperingati hari pahlawan, pemuda-pemudi Kota Depok mesti dapat meneruskan perjuangan para pahlawan di masa lalu. Selain itu, perlu dilakukan penyuluhan anti korupsi ini, dapat berlanjut ke seluruh SMA yang ada di Depok. “Sebagai pemahaman, caranya mengimplementasikan anti korupsi di lingkungan sekolah, dan pada peserta mampu mengawal seluruh kegiatan sekolahnya, agar tidak terjadi penyelewengan. Dan itu harus berani melawan korupsi, baik dari diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya. Anggota KPK Irawati memaparkan, materi tentang mengurai tuntas mengenai korupsi ini, perlu dilakukan bagaimana cara melawan dan menghindari perilaku korupsi. “Ini harus diberikan pemahaman oleh remaja, bagaimana mengatasi masalah korupsi yang ada di lingkungan kita,” tuturnya. Q TYS/HRS

Atribut Cagub Jabar Mulai Mengotori Kota Depok DEPOK - Jelang pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) pada calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat (Jabar), atribut berupa poster, spanduk dan baliho kini kian menjamur di Kota Depok. Hal itu terlihat, dibeberapa ruas jalan seperti Jalan Sawangan, Beji, Cilodong dan pemukiman penduduk di Kota Depok, mulai mengotori keindahan Kota. Menanggapi hal tersebut, Ketua KPUD Kota Depok Raden Salamun Adiningrat menilai protes warga atas banyaknya poster cagub dan cawagub merupakan kewenangan Pemkot Depok. Menurutnya, warga yang keberatan bisa melaporkannya pada Satpol PP untuk menertibkan. “Kalau penertiban poster cagub, itu bukan kewenangan dari KPUD. Tapi, dari Pemkot Depok terkait ketertiban umum,” kata Raden kepada wartawan, kemarin. Dia mengaku hal itu belum diartikan dalam pelanggaran pemilu ataupun mencuri start. Apalagi, mereka belum dinyatakan sebagai cagub dan cawagub belum memasuki masa kampanye Pemilu. “Ya mau dibilang mencuri start bagaimana. Mereka itu kan belum terdaftar sebagai Cagub dan belum memasuki masa kampanye,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Depok Sutarno menilai saat ini masih belum ada penetapan secara khusus perihal cagub Jabar. “Keberadaan poster, sepanduk dan baliho itu sah-sah saja, kalau ada yang mau pasang, siapa saja silahkan,” ucap Sutarno. Dia menjelaskan, semua calon boleh memasang spanduk atau poster. Hanya saja, jika menggunakan fasilitas umum seperti di pohon dan lainnya menjadi kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Lanjut Sutarno, dalam pelanggaran Perda Ketertiban Umum merupakan tugas dan wewenang Pemkot Depok. “Untuk saat ini, belum ada tim suksesnya dan lainnya. Jadi, kalaupun diduga melanggarpun ya tidak bisa diarahkan ke mereka. Jadi, ini kewenangan Pemkot Depok,” ujarnya. Q HTS/TYS

BMPS dan Pemkot Sepakati MoU Bina Lingkungan BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkab) Bekasi dan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) menyepakati untuk tidak menggunakan sistem bina lingkungan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun depan. Hal itu diungkapkan Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta Kota Bekasi, Supardi, kepada wartawan, usai penandatangan MoU di Plasa Pemkot Bekasi, Senin (12/11). Supardi mengatakan, dengan kesepatakan bersama ini, berakhir pula kekisruhan PPBD kemarin, yang merugikan swasta, akibat menggunakan sistem bina lingkungan pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2012. “Isi kesepatakan antara BMPS dan Pemkot Bekasi yakni pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2013, tidak akan lagi menggunakan sistem bina lingkungan, karena banyak terjadinya praktik korupsi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya. Dia menjelaskan, PPDB hanya sistem online. Dinas Pendidikan harus mengikutsertakan BMPS dan Dewan Pendidikan, sebagai panitia PPDB. “Untuk mengawasi setiap proses PPDB dan agar pemerataan siswa antara sekolah negeri dan sekolah swasta,” imbuhnya. Saat ini BMPS, tambah Supardi, Dewan Pendidikan dan Pemerintah sudah menjalin sinergitas setelah berakhirnya kekisruhan. “Pemerintah memberikan perhatian kepada sekolah swasta dengan memberikan subsidi sebagai kompensasi akibat kekisruhan PPDB kemarin yang sudah merugikan sekolah swasta,” tuturnya. Ia berharap, perjanjian ini dapat berjalan sesuai dengan harapan, dan di tahun depan pemerintah melalui Dinas Pendidikan dapat menepati janjinya untuk tidak menggunakan sistem bina lingkungan pada penerimaan peserta didik baru.Q ADT

TKD Diduga Dijual Oknum Kades Bekasi KAB.BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi diminta untuk inventarisasi sertifikat Tanah Kas Desa (TKD), karena diduga banyak diperjual belikan. Hal itu dikatakan Bendahara Forum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Bekasi, Iyon Junaedi kepada wartawan, kemarin. Iyon menjelaskan, lahan TKD yang menjadi aset Desa saat ini kian hari kian menyusut dan bahkan ada sebagian TKD diperjual belikan diduga oleh oknum kepala desa (kades) untuk kepentingan pribadi. “Dari data yang diperoleh, beberapa desa yang menjual TKD itu, diantaranya desa Jayasakti, di Kecamatan Muaragembong, Desa Banjarsari di Kecamatan Sukatani dan desa Sukaresmi di Kecamatan Tambelang,” ujarnya. Untuk itu, kata dia pihak pemkab segera melakukan pendataan terhadap aset-aset milik negara. “Saya minta kepada bupati Bekasi, memerintahkan kepada dinas terkait, secepatnya melakukan inventarisasi lahan TKD,” ucapnya. Lebih lanjut, Iyon menambahkan dari hasil pilkades yang dilakukan beberapa bulan lalu, kinerja Kepala desa hingga kini belum terlihat maksimal. “Ketidakmaksimalan itu terlihat dari cara-cara kepala desa merekrut pegawai kantor desa, selain itu penggunaan Anggaran Dana Desa juga belum maksimal dan tidak menyentuh ke masyarakat,” pungkasnya. Q RIS

JADWAL SIM KELILING NOVEMBER 2012 KOTA DAN KABUPATEN BOGOR WILAYAH KOTA BOGOR WILAYAH KABUPATEN BOGOR Hari/Tgl

Lokasi

Hari/Tgl

Lokasi

Jumat/2 Sabtu/5 Senin/5 Jumat/9 Sabtu/10 Jumat/16 Sabtu/17 Senin/19 Jumat/23 Sabtu/24 Senin/26

Polsek Bogor Barat Graha Pena Radar Bogor KFC Taman Topi Polsek Bogor Selatan Pasar Bogor/Dpn Toko Bata Polsek Bogor Timur BTW Jembatan Merah Graha Pena Radar Bogor Polsek Bogor Utara KFC Taman Topi Pasar Bogor/Dpn Toko Bata

Kamis/1 Selasa/6 Rabu/7 Kamis/8 Selasa/13 Rabu/14 Selasa/20 Rabu/21 Kamis/22 Selasa/27 Rabu/28

Polsek Babakanmadang Pondokudik, Kemang Polsek Gunungputri Simpang Taman Safari Polsek Leuwiliang Polsek Ciawi Polsek Jonggol Kawasan Menara Cileungsi Polsek Ciomas Polsek Ciampea Indocement

Wa ktu: Seta Setap p Sa btu P ukul 19.00 19. 00 S/D S/ D 21.00 21. 00

Wa ktu: 08.00 08. 00 S/D S/ D 15.00 15. 00

LINGKAR BOGOR LINTAS | BOGOR

Edisi 184 - Tahun 1 Selasa, 13 November 2012

70 Jalan di Kota Bogor Gunakan Aksara Sunda

Bupati Lantik Dua Kepala Desa KAB.BOGOR – Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) melantik dua Kepala Desa (Kades) untuk masa bhakti 2012 – 2018, di Gedung Serbaguna 2 Setda Kabupaten Bogor Senin (12/11). Kedua Kades tersebut yaitu H. Supriani Kades Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, serta Hj. Srie Budy Sayekti Kades Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung. RY berpesan agar para kades dapat menjalankan tugas sebaik–baiknya sesuai sumpah yang telah diucapkan. “Jalankanlah amanat dan tanggung jawab ini sebaik–baiknya sesuai dengan sumpah yang telah diucapkan tadi, karena pertanggung jawabannya selain kepada masyarakat juga langsung kepada Allah S.W.T,” katanya. Bupati juga menegaskan saat ini Kades bukan lagi sebagai penguasa tapi pelayan masyarakat. “Ingat jabatan Kades dipilih oleh rakyat yang bertugas untuk melayani masyarakat, jadi bukan jamannya lagi Kades itu sebagai penguasa,” tegasnya. Bupati juga berpesan agar para Kades yang baru dilantik ini nantinya dapat menerima segala masukan yang bersifat membangun. “Jadilah seorang pemimpin yang tidak anti kritik, jika menjadi pemimpin yang anti kritik akan menjadikan diri kita pemimpin yang seenaknya. Terima segala kritikan yang bersifat membangun bagi pembangunan desa,” imbuhnya. Q DED

Jelang Pilgub Ratusan Buruh Jabar ‘Masih’ Netral KAB.BOGOR - Keberadaan kaum buruh merupakan salah satu lumbung suara yang tak bisa disepelekan menjelang Pilkada Jawa Barat Februari 2013 mendatang. Tercatat, ada 125 ribu buruh yang tersebar di Jabar akan menyalurkan aspirasi politiknya pada perhelatan pilgub dan cawagub. Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jabar, Iwan Kusmawan menuturkan, semenatara ini buruh seJabar belum menentukan sikap untuk mendukung pasangan cagub dan cawagub Jabar. “Kami belum menentukan sikap dalam memberikan dukungan,” kata Iwan. Dia menegaskan, SPN tak akan gegabah memberikan dukungan sebelum melakukan polling internal terlebih dahulu yang akan digelar pada bulan Desember dan Januari yang dilakukan secara bertahap. “Minimal harus ada kesepakatan 20 ribu buruh. Setelah itu baru akan terlihat ke arah mana mengerucutnya,” ungkapnya. Ditanya apakah buruh akan menjadi komoditas politik pada situasi menjelang Pilkada Jabar, terlebih saat ini kaum buruh tengah berjuang keras memperjuangkan hak-haknya. “Saya berharap, siapapun figur yang bakal terpilih nanti mampu mengakomodir semua aspirasi masyarakat Jabar pada umumnya. Terutama kata dia, sosok cagub/cawagub mendatang harus lebih peduli dengan nasib kaum buruh,” ujarnya. Q ASP

Pria Bugil Tewas di Sungai Citeureup KAB.BOGOR - Sesosok mayat tanpa busana (bugilred) tewas ditemukan di Sungai Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Hal itu, membuat geger warga Cicadas terhadap penemuan mayat tanpa ada identitas tersebut. Ukat (50) dan Emuh (40) yang pertama kali menemukan mayat tersebut, saat akan mandi di sungai, Kampung Cicadas RT 02 RW 04, Desa Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin (12/11) sekitar pukul 06.00 WIB. “Mayat itu, tersangkut mas di bebatuan,” ucap dia kepada wartawan, kemarin. Dengan penemuan mayat itu, warga langsung melaporkan kepada pihak polisi. Kanit Reskrim Babakan Madang Iptu Sonson Sudarsono mengatakan, dengan adanya laporan dari warga setempat, pihaknya langsung meluncur dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP). “Saat olah TKP, petugas kami langsung dibantu oleh warga setempat, untuk mengevaluasi korban. Untuk saat ini, kemungkinan korban dibunuh di tempat lain, lalu dibuang ke sungai,” ujarnya. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh pihak kepolisian, kata dia, korban diperkirakan berusia 30 tahun. Polisi telah memeriksa saksisaksi untuk menyelidiki kasus tersebut. “Korban saat ini, kami bawa ke RS Polri Kramatjati untuk dilakukan autopsi,” pungkasnya.Q JAS

BOGOR (LJ) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah memasang

penamaan jalan yang dilengkapi dengan aksara sunda di 70 jalan pro-

Wacana Pembangunan Waduk , Menuai Pro dan Kontra “Karenanya, baik pemerintah pusat, provinsi maupun pemkab, wajib melakukan sosialisasi terlebih dulu kepada seluruh masyarakat yang akan terkena dampak proyek rencana pembangunan waduk itu. Sehingga tidak membuat keresahan dan kekhawatiran dimasyarakat,”

KAB.BOGOR, LJ– Wacana pemerintah DKI Jakarta yang akan membangun waduk di kawasan Ciawi Kabupaten Bogor sebagai upaya menangani banjir yang kerap mendera warga Jakarta, masih sebatas wacana yang belum ditindaklanjuti ke pemerintah daerah (Pemkab Bogor, red). Banyak pihak berharap, wacana pembangunan waduk yang masuk dalam program pembangunan nasional tersebut tak mengkesampingkan berbagai aspek. Tanpa terkecuali, persoalan dampak lingkungan, pembebasan lahan dan berbagai dampak lainnya. M. Nurman, Ketua LSM Pemerhati Pembangunan dan Lingkungan Hidup Bogor (PPLHB), yang merupakan salah satu anggota Tim TK PSDA dua Ci, yakni Ciliwung dan Cisadane menilai, sebelum mega proyek pembangunan waduk dimulai, tahapan-tahapan awal seperti sosialisai dan perencanaan Grand desain harus didahulukan. “Karenanya, baik pemerintah pusat, provinsi maupun pemkab, wajib melakukan sosialisasi terlebih dulu kepada seluruh masyarakat yang akan terkena dampak proyek rencana pembangunan waduk itu. Sehingga tidak membuat keresahan dan kekhawatiran dimasyarakat,” katanya. Dijelaskannya, pembangunan waduk di kawasan Ciawi sebenarnya sudah menjadi rencana pemerintah DKI Jakarta sejak 2008 silam, namun wacana itu sempat terkendala karena beberapa persoalan. Kata dia, wacana itu kembali dimunculkan ketika DKI Jakarta dipimpin Gubernur Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, dalam beberapa kegiatan rapat koordinasi (rakor) dengan pihak Kementrian Pekerjaan Umum (Kemen-PU), ada beberapa item yang berubah dari wacana sebelumnya. “Saat ini, pembangunan waduk itu akan memilikli dwi fungsi, yakni sebagai waduk pengendali banjir yang merupakan target program awal serta sebagai sumber baku air bagi warga Jakarta,” paparnya. Lanjutnya, pembangunan waduk ditargetkan terealisasi pada tahun 2014 mendatang. Kini, wacana itu menjadi buah perbincangan dan perhatian berbagai kalangan di kawasan Selatan Kabupaten Bogor. Salah satu tokoh masyarakat Ciawi, H. Iing Abdul Nasir, secara tegas menolak rencana pembangunan waduk yang direncanakan menghabiskan lahan seluas 185 hektar. Pasalnya, ia kuatir, dampak negatifnya lebih dominan ketimbang dampak positifnya bagi masyarakat. Bahkan, jika pemerintah tetap memaksakan pembangunan waduk, pihaknya mengancam akan mendatangi kantor pimpinan daerah. Di sisi lain, Abdullah (42), warga Ciawi, menyambut baik wacana pembangunan waduk. Alasannya, jika pembangunan waduk mulai direalisasikan mampu mengangkat taraf perekonomian warga sekitar. “Kami sangat mendukung program pemerintah tersebut karena beberapa alasan itu,” tandasnya. Q ASP/HEP

Ratusan Warga Sukawangi Minta Jalan Segera Diperbaiki

KAB.BOGOR(LJ) - Ratusan warga Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, mengharapkan real-

isasi untuk perbaikan Jalan ST 14, yang selama ini kurang diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

4

Pasalnya, jalan tersebut, sering digunakan oleh warga sakitar untuk melakukan aktifitas warga yang ingin bekerja dan sekolah. “Kami minta, agar secepatnya jalan ini diperbaiki,” ujar warga Sukamakmur Indri kepada wartawan, kemarin. Keberadaan jalan tersebut, Kepala desa (kades) Sukawangi Dadang Supriat mengatakan, banyak warga yang mengeluhkan jalan tersebut, untuk segera diperbaiki. Dan ini, pihaknya sudah menyampaikan ke pemkab Bogor. “Permintaan dari warga terhadap jalan tersebut, akan dilakukan perbaikan tahun ini,” ujar Dadang kepada wartawan, usai melaksanakan musrembang kecamatan tahun

2012, kemarin. Dia menjelaskan, bahwa permasalahan jalan itu, sudah disepakati pada acara musrembang. “Pihak pemda sudah melakukan pengecekan dan pengukuran jalan. Tinggal kita nunggu pekerjaan yang akan dilakukan oleh pemkab bogor. Saya juga ingin, sebelum jabatan saya sudah habis maka pekerjaan yang ada di wilayah harus sudah usai dikerjakan semuannya,” tuturnya. Dadang berharap, jalan ST 14 s/d 17 merupakan salah satu program yang harus terealisasi, agar masyarakat Sukawangi memiliki akses jalan yang baik dan semua masyarakat dapat menikmati untuk menunjang sarana transportasi. Q DIR

tokol di wilayah Kota Bogor. “Dari rencana pemasangan di 100 jalan protokol, baru dipasang di 70 jalan, “kata Kepala Seksi Manajeman Rekayasa Lalu Lintas Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor Dody Wahyudi di Balaikota Bogor, Senin (12/11). Dody mengatakan, sisanya 30 jalan lagi akan dipasang secara bertahap, sehingga 100 jalan protokol di Kota Bogor akan dilengkapi selain aksara latin juga aksara sunda. “Akasa sunda yang dipasang dalam papan nama yakni aksara sunda Kaganga dari Prasasti Kawali Kerajaan Galuh Ciamis,“ ujar Dody kepada wartawan. Ia menjelaskan, dari 70 jalan protokol yang dilengkapi aksara sunda antara lain jalan Ir. H. Juanda, Jalan Kapten Muslihat, Jalan Pajajaran, Jalan Oto Iskandardinata, Jalan Surayakencana, Jalan Pemuda, Jalan KH. Abndullah Bin Nuh, Jalan KS Tumbun, Jalan RE Martadinata, Jalan Pahlawan, dan Jalan Batu Tulis. Sekedar mengingatkan, penamaan jalan dilengkapi aksara sunda realisasi dari amanat Perda Kota Bogor tentang pedoman Pem-

beriaan Nama Jalan. Sebelumnya Walikota Bogor, Diani Budiarto, menjelaskan bahwa penamaan jalan di Kota Bogor harus menyesuaikan dengan budaya sunda atau kekhasan yang dimiliki Kota Bogor. “Selain huruf latin, dalam penamaan jalan juga ditambah dengan aksara sunda kaganga. Penggunaan aksara sunda ini dimaksudkan untuk melestarikan budaya luhur yang ternacam punah akibat jarang dipergunakan. Penamaan jalan yang dilengkapi aksara sunda pertama kalinya digagas oleh Kelurahan Cikaret Kecamatan Bogor Selatan. yaitu Jalan Rd Kosasih Kelurahan Cikaret. Hal itu dibenarkan oleh mantan Lurah Cikaret Syafrudin. Ia menuturkan, ketika itu dalam acara ngaliwet bareng warga Cikaret saya sempat ngobrol–ngobrol dengan Ki Dadang HP merencanakan penggunaan aksara sunda di Jalan Rd Kosasih. Melalui ide ki Dadang, kata Syafrudin, akhirnya penamaan jalan aksara sunda terwujud untuk pertama kalinya di Kota Bogor di Jalan Kosasih. “Sampai sekarang masih ada dan masih jelas dibaca,” paparnya. Q ALI

Imigrasi II Bogor, Sulit Awasi Imigran di Puncak KAB.BOGOR (LJ) - Keberadaan warga negara asing (WNA) di Kawasan Puncak, yakni di wilayah Megamendung dan Cisarua, semakin sulit ditangani. Tak hanya minimnya koordinasi dan kerjasama antar seluruh instansi di Kabupaten Bogor saja yang dipersoalkan, namun kendala terbesar yang dihadapi Kantor Imigrasi Bogor saat ini yakni keterbatasan personil pengawas. “Bayangkan saja, kami hanya memiliki delapan personil pengawas. Mereka bertugas memonitoring dan mengawasi WNA di Kota dan Kabupaten Bogor, jelas jumlah ini jauh dari ideal,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi II Bogor Bambang Catur Puspitowarno, kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Pihaknya mengaku kewalahan mengawasi peradaran WNA di Kawasan Puncak.

Terlebih, kata dia, hingga kini, tak ada pihak manapun yang membantu kinerja pihaknya. Bahkan, dukungan dari Pemkab Bogor hingga kini masih belum optimal. “Kalau delapan personil ini disuruh mengawasi gerak-gerik WNA di villa-villa jelas tidak optimal. Sementara, peredaran WNA di Puncak banyak yang bersifat mandiri, artinya mereka hanya terdaftar ke UNHCR saja tanpa melapor ke Dirjen Imigrasi dan Kantor Imigrasi. Jelas ini pelanggaran besar,” ungkapnya. Ditanya soal penanganan, Bambang mengakui jika pengawasan yang dilakukan oleh pihaknya belum optimal. Ia juga mengatakan, saat ini pihaknya telah menggodok usulan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai tentang ilegal imigran dan perlindungan WNA pencari suaka serta perdagangan orang. Perpres

ini, kata dia, mengatur bahwa setiap kepala daerah harus bersedia mengkoordinir seluruh instansi baik tingkat Muspida maupun Muspika untuk turut andil mengawasi WNA. “Kita tinggal menunggu pengesahan dan kajian dari Deputi V Dirjen Imigrasi RI,” jelasnya. Bambang juga menilai bahwa tidak terkendalinya jumlah WNA di Kawasan Puncak lebih disebabkan karena banyaknya oknum yang bermain dalam tubuh INHCR. Disamping itu, kondisi rumah detensi imigran (rudemin) yang overload juga menjadi pemicu kenapa WNA lari ke Puncak. “Ada 13 rudemin di Indonesia. Semuanya overload. Sebelumnya, kita sempat akan melempar imigran gelap ke Penjara Imigran Banten. Tapi setelah kita cek, disana sudah penuh,” bebernya. Q

ASP

Bupati Bogor Periode 1998 - 2008 Tutup Usia

KAB.BOGOR (LJ) - Innalillahi Wainna Ilaihi Rooji’uun. Suasana duka menyelemuti masyarakat Kabupaten Bogor, tidak terkecuali para pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Pasalnya, pada hari Senin pagi (12/11), salah satu putera terbaik Kabupaten Bogor H. Agus Utara Effendi yang pernah menjabat selaku Bupati Bogor selama dua periode yaitu Periode 1998 - 2003 dan 2003 2008 berpulang ke Rahmatullah. Almarhum yang dilahirkan di Bogor pada tanggal 28 Agustus 1945 silam, menghembuskan nafas terakhirnya diusianya yang ke 67 setelah sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit FMC Sukaraja Kabupaten Bogor dihari yang sama karena pingsan. Almarhum meninggalkan seorang istri Hj. Sri Indartini dan dua orang anak serta dua orang cucu. Salah satu putera Almarhum yaitu Fitri Putera Nugraha atau yang akrab dipanggil Nungki yang kini menduduki sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor. Sesaat sebelum dilakukan prosesi pemakaman, jenazah terlebih dahulu disemayamkan di rumah duka di Komplek Mutiara Sentul Blok W 8 - 9, dan disholatkan di Masjid Assa’adah yang tak jauh dari kediaman almarhum usai sholat Dzuhur, selanjutnya jenazah diberangkatkan menuju Taman Makam

Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg, Cibinong. Setelah pelepasan oleh pihak keluarga yang diwakili oleh Dede Yusuf yang juga Wakil Gubernur Jawa Barat kepada Bupati Bogor H. Rachmat Yasin yang memimpin secara langsung prosesi pemberangkatan jenazah,dan dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Bogor, pihak keluarga, Muspida, Pimpinan SKPD, Camat dan lurah serta sebagian Kepala Desa. Almarhum dimakamkan di TMP Pondok Rajeg, Cibinong, tepat disamping makam mantan Bupati Bogor sebelumnya H. Eddie Yoso Martadipura, yang dilakukan dengan prosesi upacara kemiliteran dipimpin langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 061 Surya Kencana Kolonel. Inf. Agus Rohman. Sejumlah pejabat dan mantan pejabat serta warga Kabupaten Bogor ikut mengiringi proses pemberangkatan jenazah, bahkan disepanjang kompleks perkantoran Setda Kabupaten Bogor, nampak terlihat para pegawai Pemkab Bogor berbaris memberikan penghormatan terakhirnya kepada almarhum sebagai bentuk ungkapan duka saat rombongan jenazah melintasi kompleks Perkantoran Pemkab Bogor, Cibinong. Bupati Bogor H. Rachmat Yasin (RY), dalam sambutan pelepasan jenazah antara lain menyampaikan belasungkawa

atas berpulangnya ke rahmatullah Almarhum H. Agus Utara Effendi. Menurutnya, almarhum merupakan sosok orang tua yang ulet dalam bekerja dan tidak kenal lelah demi kepentingan masyarakat, sehingga patut menjadi teladan bagi masyarakat Kabupaten Bogor. “Kami berdoa, semoga Allah SWT menerima Iman Islamnya, amal ibadahnya, melimpahkan rahmat dan tempat yang layak disisi-Nya, serta mengampuni segala dosanya, menghapuskan kesalahan dan kekhilafannya, begitu juga kepada keluarga yang ditinggalkannya dapat bersabar dan tabah dalam menerima takdir yang telah ditentukan Allah SWT,” ujar Rachmat Yasin. Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf yang juga merupakan keponakan almarhum mengungkapkan, selama ini almarhum merupakan sosok yang sangat dibanggakan dan menjadi panutan dalam keluarga. “Almarhum merupakan kebanggan di keluarga besar kami karena beliau merupakan satu – satunya yang masuk menjadi anggota TNI, dan saya sebagai keponakan beliau dari dulu selalu mengidolakan beliau sebagai sosok pemimpin, dan juga beliau merupakan sosok yang sangat peduli terhadap keluarga” ungkap Dede Yusuf. Ia juga menyatakan bahwa banyak pelajaran yang diambil dari almarhum ketika memimpin Kabupaten Bogor yang sangat berguna bagi dirinya saat ini. “Kenangan manis bersama beliau sangat banyak sekali, salah satunya saya terpengaruh oleh beliau ketika beliau terjun ke pemerintahan, dan saya pun ikut belajar dari beliau,” jelasnya. Almarhum mengawali kariernya sebagai anggota TNI Angkatan Darat, diawali sebagai Danton II/B/YON-133 DAM III pada tahun 1969 dengan pangkat terakhir yang disandangnya Kolenel Infanteri, yang selanjutnya mengakhiri kariernya sebagai Bupati Bogor selama dua periode pada tahun 1998 hingga 2008. Q DED

NO TELP. RUMAH SAKIT DI KOTA & KABUPATEN BOGOR : RS PMI BOGOR 0251-8324080 | RSUD CIAWI 0251-8241767 | BMC 0251-8390435 | RS SALAK BOGOR 0251-8318456 | BMC 0251-8390435 | RS. DR H MARZOEKI MAHDI 0251-350658 | RS GUNUNG SALAK 0251-8373031 | RS ISLAM 021-8393339 | RS KARYA BHAKTI 0251-8312292 | RS LANUD ATS 0251-7535976 | RSUD Cibinong 021-875348 | RS Mary Cileungsi Hijau 021-8249-2222 | Klinik Insani Citeureup 021-0879-42723 | RS Bina Husada 021-875-8441 | RS MH Thamrin 021-823-0338 | Bina Husada Cibinong 021-875-8440 | RS Bersalin Assalam 021-875-3724 | RS Bersalin Tunas Jaya 021-875-2396 | RS Bina Husada 021-8790-3000 | RS Ibu dan Anak Trimitra 021-8756-3055 | RB & Klinik Insani Cibinong 021-875-7567

Bisnis.

LINGKAR R JABAR J Edisi 184 - Tahun 1 - Selasa, 13 November 2012

5

Dispora Kabupaten Bogor Terus LakukanPembinaan Dini Terhadap Pemuda pemuda pelopor, dan penyuluhan pencegahan penanggulangan narkoba yang dilakukan terhadap para pelajar tingkat SMA, mulai SMAN 1 Cariu, Cigudeg, Rumpin, Ciampea, Parung, Cisarua, Cigombong, Tajurhalang dan Cileungsi dengan peserta tiap sekolah sebanyak 300 pelajar. Sedangkan beberapa kegiatan lainnya dilaksanakan sesuai jadwal, pada bulan Oktober 2012 kegiatan Jambore Pemuda Kabupaten Bogor, pelaksanaan penyelenggaraan lomba keterampilan baris berbaris bulan Oktober 2012, aksi bakti sosial kepemudaan bulan Oktober 2012, dan pelatihan manajemen organisasi kepemudaan, bulan November 2012. Terkait perkembangan pemberdayaan dan peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Bogor, Dispora telah melakukan pemberdayaan dan pembinaan secara intensif maupun berjenjang, serta adanya apresiasi dan penghargaan terhadap perkembangan atlet atau insan olahraga. Beberapa kegiatan untuk perkembangan pemberdayaan dan peningkatan prestasi olahraga yang dilakukan Dispora, mensosialisasikan senam Jumsihat (Jum’at Bersih dan Sehat) di beberapa kecamatan. Penyelenggaraan kelas olahraga, yang pada awalnya dikembangkan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan, guna merancang program pendidikan diperbatasan Bodetabek. Untuk pembinaan kelas olahraga dilaksanakan pada jenjang sekolah, baik tingkat SMP maupun SMA.

K

AB.BOGOR (LJ) - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, terus melakukan pembinaan dini terhadap pemuda melalui pendekatan institusional, baik melalui institusi pendidikan, sekolah dan pramuka serta dilakukan pula melalui pembinaan institusi kepemudaan, seperti KNPI dan Karang Taruna. Sebagai tindak lanjut dari pelayanan kepemudaan dilaksanakan dua program, mulai program pengembangan dan keserasian kebijakan pemuda, dan program peningkatan peran serta pemuda. Untuk program pengembangan dan keserasian kebijakan pemuda, Dispora telah melaksanakan beberapa kegiatan pada tahun 2012, yakni sosialisasi UU No 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan yang telah dilaksanakan di empat lokasi dari tanggal 16-28 Februari dengan jumlah peserta sebanyak 400, dibagi menjadi empat kali kegiatan yang berjumlah 100 peserta. Program peningkatan sentra pemberdayaan pemuda, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha dan memperluas jaringan usaha, serta mendorong berkembangnya usaha bagi pengelola budidaya perikanan. Kegiatannya sendiri dilaksanakan pada tanggal 24-25 April 2012 di Hotel Gondangdia Cisarua dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang dari enam kecamatan, yaitu Kecamatan Ciawi, Caringin, Ciseeng, Parung, Megamendung dan Cigombong. Indikator hasil dari kegiatan tersebut, terbentuknya 20 kelompok pengelola budidaya perikanan

dikalangan pemuda khususnya. Adapun program lainnya yang telah dilaksanakan Dispora, tentang peningkatan kapasitas IPTEK bagi pemuda dengan jumlah sebanyak 100 peserta dari lima kecamatan, seperti Kecamatan Megamendung, Caringin, Dramaga, Sukaraja dan Cigombong yang digelar selama dua hari mulai tanggal 6-7 Juni 2012. Materi yang diberikan kepada 20 peserta ditiap perwakilan atau kecamatan itu, pelatihan teori dan praktek pemanfaatan umbi-umbian serta singkong yang dimodifikasi menjadi nuget, syrup, ice cream dan nasi. Indikator hasil dari kegiatan itu, berkembangnya kreativitas pemuda dan terbentuknya lima kelompok usaha pemanfaatan umbi-umbian di lima kecamatan.Dispora juga telah melakukan temu wicara organisasi kepemudaan yang dilaksanakan dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke 84 tingkat Kabupaten Bogor tanggal 29 Oktober bertempat di Gedung Tegar Beriman, pesertanya terdiri dari organisasi kepemudaan, pelajar dan pramuka serta tokoh pemuda dengan cara berdialog bersama Bupati Bogor. Dalam pelaksanaan program peningkatan peran serta pemuda, Dispora telah melaksanakan beberapa kegiatan, diantaranya pelatihan dan pembentukan PASKIBRAKA dan Pasukan 45 Kabupaten Bogor, lomba tata upacara bendera (LTUB), fasilitas pengiriman pemuda ke provinsi, nasional dan internasional. Selain itu, kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar kepemimpinan (PPDK), seleksi dan pembinaan

*MENGGALI BIBIT POTENSIAL* Untuk menggali dan menyeleksi bibit atlet usia dini asal Kabupaten Bogor, Dispora menggelar kegiatan pekan olahraga pelajar tingkat Kabupaten Bogor (POPKAB-IV tahun 2012). Dalam kegiatan ini, atlet yang berprestasi akan diprtsiapkan mengikuti even olahraga pelajar tingkat provinsi Jawa Barat (POPDA atau Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) tahun 2012. Dan hasil POPKAB IV 2012 kali ini, untuk peringkat 1 diraih Kecamatan Cibinong dengan raihan 39 emas, 14 perak dan 14 perunggu, peringkat II Kecamatan Citeureup yang mendapatkan 13 emas, 6 perak dan 6 perunggu, peringkat III Kecamatan Gunung Putri meraih 11 emas, 7 perak, 11 perunggu, dan Kecamatan Kemang harus puas berada diperingkat IV dengan mendapatkan 8 emas, 8 perak, 10 perunggu, serta Kecamatan Cileungsi menduduki peringkat V karena mendapatkan 7 emas, 4 perak dan 10 perunggu. Dispora juga melaksanakan kegiatan olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) provinsi Jawa Barat, kegiatan tersebut merupakan program berjenjang dari tingkat provinsi dan nasional. Pada tingkat provinsi, wajib diikuti oleh semua kabupaten/kota se Jawa Barat, untuk mendukung hal tersebut perlu difasilitasi oleh pemerintah daerah guna keikutsertaan atlet pelajar Kabupaten Bogor mengikuti even kejuaraan O2SN tahun 2012. Pelaksanaan O2SN di Bandung, Kabupaten Bogor berada diperingkat II setelah Kota Bandung dengan hasil jenjang SD, SMP dan SMA yang memperoleh medali 1 emas untuk cabang olahraga (cabor) tenis lapang, 2 perak pada cabor renang dan tenis lapang, serta 4 perunggu di cabor catur, karate dan sepak bola mini dari jenjang SD yang mengikuti 12 cabor. Dari tingkat SMP, atlet Kabupaten Bogor meraih 1 emas dalam cabor catur, 2 perak cabor tenis lapang dan 1 perunggu, cabor atletik. Dan tingkat SMA memperoleh 3 emas pada cabor atletik dan karate, 1 perak pada cabor karate serta 1 perunggu di cabor bulu tangkis.

Sementara itu, Dispora juga telah melaksanakan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat. Kegiatan itu merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dilaksanakan 2 (dua) tahun sekali. POPDA jabar wajib diikuti oleh Kabupaten/kota dan merupakan sarana untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu pembinaan dan menjaring bibit olahragawan pelajar yang potensi, serta menanamkan sikap olahragawan yang sportif, menumbukan rasa percaya diri pada atlit. Kontingen dan atlet pelajar Kabupaten Bogor yang mengikuti POPDA JABAR 2012 untuk pelajar tingkat SD, SMP/MTs, SMA/SMK dilaksanakan pada tanggal 4-8 juli 2012 di Bandung dengan mengikuti 12 cabang Olahraga seperti, Bola Voli, Teakwondo, Dayung, Pencak Silat, Bulu Tangkis, Sepak Takraw, Tenis Lapangan, Renang, Karate, Senam, Panahan dan Atletik. Kabupaten Bogor pada tahun 2012 masuk pada peringkat X, sedangkan pada POPDA tahun 2012 masuk pada peringkat 5 (lima) dengan perolehan medali, 14 emas, 33 perak dan 17 perunggu. Selain itu, Penyelenggarakan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Perempuan tingkat Kabupaten Bogor. PORSENI perempuan Kabupaten Bogor yang diselengarakan Dispora, bekerjasama dengan PKK Kabupaten Bogor dan dilaksanakan 2 (dua) tahun sekali. Kegiatan ini bertujuan dalam rangka pemberdayaan olahraga terhadap kaum perempuan sesuai dengan amanat UU Nomor 3 Tahun 2005, tentang sistem keolahragaan Nasonal bahwa setiap warganegara mempunyai hak yang sama untuk melakukan kegiatan olahraga dan memperoleh pelayanan dalam kegiatan olahraga. Penyelengaraan PORSENI perempuan dengan mempertandingkan beberapa cabor, mulai cabor Bola, Voli, Senam, Gerak Jalan dan Kasti, dilaksanaan melalui tahapan pelaksaanaan di tingkat wilayah. Untuk cabor Bola Voli dan Kasti tanggal 14,15,21 dan 22 April, sedangkan untuk di tingkat kabupaten tanggal 22,24 Mei 2012. Dispora juga menyelengarakan Liga Pelajar Indonesia (LPIO) tingkat Kabupaten Bogor, pelaksanaan LPIO tahun 2012 telah dilaksanakan sesuai rencana dengan tahapan palaksanaan sebagai berikut, pelaksanaan tingkat wilayah (babak Kualifikasi Wilayah) bulan Maret 2012, dan pelaksanaan tingkat kabupaten (Babak 8 Besar) pada tanggal 11 Maret sampai 12 April 2012. Fasilitas Pekan Olahraga Pemerintah Daerah (PORPEMDA) Jawa Barat tahun 2012, menjadi agenda Dispora untuk melaksanakan kegiatannya, karena PORPEMDA merupakan agenda tahunan pemerintah provinsi Jawa Barat yang wajib diikuti oleh pemerintah kabupaten/kota, bertujuan meningkatkan olahraga dan dilaksanakan PNS sebagai ajang silaturahmi pegawai pemerintah se Jawa Barat. Pelaksanaan PORPEMDA Jawa Barat Tahun 2012 dilaksanakan pada tanggal 16 sampai 19 Oktober 2012 di Kabupaten Kuningan. Kabupaten Bogor diikuti 11 cabor yang di pertandingkan, yaitu cabor Gerak Jalan Putra /i, Bola Voli putra/i, Tenis Meja Putra/i, Tenis Lapangan, Senam, Golf, Catur, Bulu Tangkis Putra/i, Futsal dan Bilyard, perolehan medali kontingen Kabupaten Bogor pada PORPEMDA Jabar 2012 adalah, emas 2 (dua) dari gerak jalan putri dan catur perorangan, dan perak 1 (satu) dari voly putri. Q ADV

LINGKAR PRIANGAN

Edisi 184 - Tahun 1 - Selasa 13 November 2012

Kesaksian Mantan Kabag Umum Beratkan Edi Iryana CIANJUR (LJ)- Kesaksian mantan Kepala Bagian Umum Pemda Kabupaten Cianjur tahun 2007 s/d 2008, Ahmad Warsoma dalam sidang lanjutan kasus korupsi biaya kegiatan Bupati Cianjur di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, cenderung memberatkan terdakwa Edi Iryana. Dalam kesaksian dipersidangan yang berlangsung selama hampir 4 jam tersebut, saksi Ahmad warsoma mengungkapkan, kalau dirinya pada saat menjabat sebagai Kepala Bagian Umum beberapa kali mendapat perintah dari terdakwa Edi Iryana untuk menggunakan anggaran non urusan di Sekretariat Daerah yang dikelolanya untuk membiayai kegiatan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. Salah satunya adalah untuk biaya perawatan kendaraan dinas bupati. “Saya diminta oleh pak Edi untuk memperbaiki kendaraan dinas pak Bupati, sedangkan anggaran yang dipakai adalah anggaran non urusan di Bagian umum Sekertariat Daerah untuk perawatan kendaraan dinas Setda,’ ujar Warsoma menjawab pertan-

yaan Majelis Hakim. Pernyataan Warsoma tersebut sempat dibantah oleh terdakwa Edi Iryana yang oleh majelis hakim diminta tanggapan soal kesaksian dari Warsoma. Menurut Edi, ia mengaku tidak pernah memerintahkan saksi untuk membayar jasa service mobil bupati dengan menggunakan anggaran non urusan setda. “Saya keberatan dengan keterangan saksi. Saya tidak pernah memerintahkan saksi untuk memperbaiki kendaraan bupati dengan mengggunakan anggaran di setda, dan urusan perbaikan kendaraan bukan tugas saya,” kata Edi. Sementara itu, selama jalannya persidangan Warsoma beberapa kali kelihatan bingung dan ragu ragu dalam menjawab pertanyaan majelis hakim, JPU, dan penasehat hukum terdakwa Edi Iryana terutama saat mendapat pertanyaan tugas dan fungsinya sebagai kuasa pengguna anggaran di Setda pada tahun 2007 s/d 2008 dan sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan anggaran non urusan KDh/ WKDh.

Alat Uji Coba Ujian Solusi Tingkatkan Kualitas Siswa

LINTAS | PRIANGAN ADPSI Minta Pemerintah Perjelas Kedudukan Anggota DPRD

Warsoma juga menjawab secara plin plan dalam memberikan ketarangan saat ditanya keterlibatan Edi sehingga Majelis hakim yang dipimpin Setyobudhi berulangkali memberi teguran secara keras dan menanyakan apakah keterangan yang benar adalah keterangan yang ada di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atau keterangan yang diberikan di depan persiangan. Didalam BAP Warsoma menerangkan bahwa bupati melalui terdakwa Edi memerintahkan dirinya untuk membayar biaya service kendaraan operasional Bupati dengan memakai dana non urusan dibagian umum, sementara di hadapan majelis keterangan tersebut dibantahnya. Namun saat JPU menunjukan bukti bukti kuitansi dan bukti pencairan Warsoma mengakuinya bahwa apa yang tercantum dan ditandangani didalam BAP adalah benar. “Kenapa keterangan anda berbeda dengan BAP. Anda jangan main-main,anda memberikan keterangan disini dibawah sumpah,. Kalau anda memberikan keterangan atau kesaksian palsu anda bisa dipenjara,” ujar Setyobudi. Q RUS

Polres Cianjur Perketat Pengamanan Obyek Vital “Kita tingkatkan antisipasi pengamanan di beberapa obvit yang memang rawan kejahatan,” “Selain ada petugas berseragam, kita juga menempatkan personel berpakain preman di kantor perbankan maupun toko emas,” tuturnya.

KAB.BANDUNG (LJ)- Kepala Bidang SMP, Dr Marlan Nisyamsu didampingi Kasi Sarana Prasarana Bidang SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Use Rakhmat mengatakan, ujian Nasional (UN) sebagai evaluasi tahap akhir formal mesti ditempuh oleh peserta didik untuk menentukan kelulusan guna melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hasil UN juga dipakai sebagai bahan evaluasi pendidikan dan acuan guna menyeleksi calon peserta didik baru. “Dalam ranah kualifikasi kompetensi, UN mengukur kemampuan peserta didik dari segi kognitif,” jelasnya saat dihubungi LINGKAR JABAR di kantornya, Senin (12/11). H. Use Rakhmat menambahkan, indikator utama terjadinya peningkatan mutu pendidikan adalah keluaran pendidikan yang bermutu yaitu lulusan bermutu dan diakui di tingkat nasional, regional, maupun internasional. Dalam konteks ini pendidikan nasional yang bermutu merupakan keniscayaan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu. “Upaya peningkatan dan perbaikan mutu tersebut salah satunya melalui perbaikan mutu pengujian atau penilaian hasil belajar. Hal ini berdasar asumsi bahwa ujian mempunyai peran yang sangat sentral sebagai quality control terhadap mutu pendidikan,” paparnya. Ia sendiri mengakui bahwa Sistem ujian akhir satuan pendidikan telah mengalami beberapa kali perubahan, baik pada prosedur penyiapan naskah, proses penyelenggaran ujian,

jumlah mata pelajaran yang diujikan, maupun dalam kriteria penentuan kelulusan. Berbagai perubahan dan perbaikan itu bermuara pada tekad untuk memperbaiki dan menyempurnakan sistem ujian yang akurat, berkeadilan, dan akuntabel. Bahkan pada tahun 2010, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) bersama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional (Balitbang Kemdiknas) sudah melakukan berbagai kajian tentang penyelenggaraan Ujian Nasional. Kajian yang dilakukan meliputi kajian yuridis, pedagogis, literature/teori, dan empirik. Hasil kajian pedagogis menunjukan bahwa Ujian Nasional dapat meningkatkan mutu pendidikan, mendorong guru meningkatkan kualitas mengajar, siswa lebih giat belajar, dan orang tua lebih memperhatikan belajar anaknya. Hasil kajian empirik menunjukan bahwa mutu proses dan hasil pembelajaran sangat dipengaruhi siklus pembelajaran yang dilakukan yaitu mulai dari rencana pembelajaran, proses belajar mengajar, evaluasi, pengolahan hasil evaluasi, pelaporan dan umpan balik perbaikan. “Untuk itu, dengan adanya bantuan Alat Uji Coba Ujian SMP diharapkan bisa menghasilkan generasi-generasi muda yang lebih berkualitas agar mampu mengimbangi tantangan jaman. Apa lagi bantuan alat tersebut bisa mengasah wawasan dan kreativitas semua pihak sehingga segala sesuatunya bisa lebih berkesinambungan,” tegas Marlan dan Use Rakhmat.Q GUS

CIANJUR (LJ)- Guna mengantisipasi maraknya terjadi kasus perampokan di obyek vital (obvit), seperti kasus perampokan took emas di Kecamatan Bojongpicung yang mengakibatkan kerugian bernilai Rp 1,5 miliar. Polres Cianjur meningkatkan pengamanan di objek-objek vital (obvit), seperti kantor-kantor perbankan, toko emas, maupun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di wilayah Kabupaten Cianjur. Kapolres Cianjur AKBP Agustri Heryanto melalui Kabag Ops Polres Cianjur Kompol Gatot Satrio Utomo mengatakan pihaknya menerjunkan tim patroli dengan cara mobiling (bergerak) secara bergantian ke semua lokasi yang dianggap rawan ancaman kriminalitas. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi dini, mengingat kasus perampokan kerap terjadi di obvit. “Kita tingkatkan antisipasi pengamanan di beberapa obvit yang memang rawan kejahatan,” kata Gatot di Mapolres Cianjur, Senin (12/11). Selain personel sabhara, reskrim, dan bimas, menurut Gatot, Polres Cianjur juga melibatkan personel dari satuan intelijen. Pengamanan dilakukan dalam bentuk tertutup dan terbuka. “Selain ada petugas berseragam, kita juga menempatkan personel berpakain preman di kantor perbankan maupun toko emas,” tuturnya. Patroli akan berlangsung setiap saat, sejak selesai apel pagi hingga tengah malam. Namun, pihaknya lebih mengintensifkan pada jam-jam tertentu, di saat tingkat kewaspadaan berkurang. “Pada saat jam-jam rawan minim pengawasan, biasanya dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melakukan aksi kejahatannya,” paparnya. Di wilayah Cianjur kota, terdapat kantor-kantor perbankan swasta maupun negeri. Tak sedikit juga toko emas yang mayoritas berada di Jalan Mangunsarkoro. Sedangkan untuk SPBU lebih menyebar merata. Tidak hanya di wilayah perkotaan, di setiap kecamatan terdapat SPBU. Menurut Gatot, dalam melaksanakan pengamanan, setiap personel akan dipersenjatai secara lengkap. Jika memang memenuhi prosedur penembakan, petugas diperbolehkan melumpuhkan pelaku yang memang terbukti melawan atau membahayakan jiwa. “Pengawasan lebih diperkuat di toko-toko emas, lantaran di tempat itu tidak seperti di kantor perbankan yang sudah menyiagakan tenaga pengamanan,” pungkasnya. Sebelumnya, sekawanan perampok diperkirakan berjumlah empat orang, menggasak toko emas Sinar Sumiati sekaligus rumah keluarga Toyib Muhamad Akbar (72) dan Enung Sobariah (43), di Kampung Cibarengkok RT 01/02 Desa Sukajaya Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur, Jumat (9/11) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Walhasil, perampok menggasak berbagai jenis perhiasan senilai hampir Rp1,5 miliar. Q RUS

Komisi B Pertanyakan Ikon Pariwisata Jabar BANDUNG (LJ)-Komisi i i B DPRD JJawa B Baratt menilai il i Pemerintah P i t h P Provinsi i i (Pemprov) Jabar hingga saat ini belum bisa menentukan ikon pariwisatanya yang dapat merangsang wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Barat. Ketua Komisi B DPRD Jawa Barat Selly Gantina mengatakan,”Jabar belum bisa menetukan ikon pariwisatanya apa sih. Ikon apa yang akan digolkan oleh Provinsi Jabar sebagai ikon pariwisatanya,” ungkapnya kepada wartawan di gedung dewan jalan Diponegoro no 22 Kota Bandung kemarin, Lebih lanjut dikatakan legislator dari F-PDIP ini , selain persoalan penentuan ikon pariwisata Pemprov Jabar juga belum dapat melakukan pembenahan destinasi pariwisata yang ada di Jabar. “Kami juga menyoroti soal pembenahan destinasi pariwisata Jawa Barat itu mana saja sih, selama ini kan belum ada,” tandasnya. Dikatakannya, potensi pariwisata di Provinsi Jabar sangat banyak namun persoalan tentang pariwisatanya pun juga banyak dan hal tersebut perlu dibena-

hi oleh l h semua pihak ih k ttermasuk k DPRD ”K i selalu l l mendorong kepada pihak DPRD.”Kami eksekutif agar road map dan ripda tentang ikon dan destinasi pariwisata yang ditetapkan harus segera disosialisasikan kepada masyarakat,”ujar wakil rakyat daerah pemilihan Cirebon ini. Menyikapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf mengatakan, masih belum dimilikinya ikon kepariwisataan menjadi penyebab utama kepariwisataan Jawa Barat masih jauh tertinggal dibandingkan daerah lain. Sebagai contoh di Bali, di sana pasti identik dengan pantai atau tarinya atau di Yogyakarta yang identik dengan keratonnya.Tetapi ketika mendengar Jawa Barat, identik dengan apa ya,” ujar Dede Yusuf beberapa waktu lalu. Apabila merujuk pada IPM (Indeks Pembangunan Manusia), kata Dede Yusuf, sektor kepariwisataan belum dijadikan potensi besar.”Dan seandainya sektor itu didorong, maka ini akan menjadi motor pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sangat besar,” tutur Dede. Q FER

PDAM Talk Show dengan Forum Komunikasi Pelanggan BANDUNG(LJ)- Dalam upaya mencari masukan terhadap kinerjanya,guna meningkatkan pelayanan kepada para pelangan.Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung bekerjasama dengan Forum Komunikasi Pelanggan PDAM mengadakan acara talk show untuk mencari solusi apa yang di berikan perusahaan dan apa yang didapat pelangan. Ketua Forum Komunikasi Pelanggan PDAM Tato Sutamto mengatakan,pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung sampai hari ini masih saja dikeluhkan warga.Mulai dari air tak mengalir, air keruh, hingga keluhan ulah nakal para pencatat meter yang suka main tembak. Menurut PDAM Tirtawening, per hari keluhan ada sebanyak 20 keluhan. Pernyataan ini diungkap Tato Sutamto di sela-sela talk show PDAM di kantor PDAM Jalan Badaksinga No 10 Kota Bandung, kemarin. Lebih lanjut dikatakannya, terkadang air PAM

tidak masuk ke dalam. Sehingga di bulan tertentu tagihan jadi membengkak,Tato pun mengimbau agar masyarakat yang tinggal di lingkungan Situ Cileunca sebagai penyedia sumber daya air yang berasal dari air permukaan sebaiknya selalu menjaga dan melestarikan lingkungan,katanya. Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung Pian Sopian mengatakan, saat hujan konsisi air turun 50 persen ke sungai sehingga air tanah berkurang. “Ini memang fenomena alam, dan kita harus bersahabat serta menyikapinya secara bijak. Harus melakukan banyak penghijauan, terutama di kawasan seperti Situ Cileunca. Kalau tidak kembali ke kondisi normal, akan ada kondisi ekstrem hingga menjadi masalah,” jelas mantan di Diral ini sebelum menjabat orang nomor satu di PDAM. Lebih lanjut dikatakan, untuk menormalkannya harus koordinasi antarkota dan kabupaten yang dikoordinisaikan oleh provinsi berikut dengan anggaran yang cukup besar.Sementara upaya penanggu-

langan memang sudah ada, tapi untuk memaksimalkan kapasitasnya, memang butuh biaya dan perhatian yang lebih banyak. “Peraturan sudah ada, tetapi komitmen untuk menjalankan peraturan itu. Terutama pembangunan di kawasan Bandung Utara (KBU),”ujarnya. Sedang untuk masalah ketersedian air, menurutnya, bisa saja karena masalah lokal, misalnya satu rumah ada air sementara rumah sampingnya tidak ada. Kemungkinan, lanjutnya, pipa airnya bermasalah atau mengalami kerusakan.Tetapi bila se-RW atau Kelurahan tidak ada air, itu bisa karena debet air memang menurun. Sedangkan untuk pelanggan yang tidak merasa menggunakan air PDAM, namun tetap keluar tagihan, pian meyakinkan pelanggan hanya akan membayar yang dipakai. Ditambahkan Pian,kalau tidak ada pemakaian angka pencatatan pasti nol, kalaupun ada tagihan hanya abudemen. “Namun, kalau murni karena gangguan, tentu tidak akan ada pembayaran. Beda lagi kalo air yang memang sengaja tidak dipakai,”terangnya. Q

6

FER

BANDUNG- Wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif memiliki peran yang cukup strategis,karena mereka merupakan mitra eksekutif untuk bersamasama membangun daerahnya,dalam peran yang berbeda namun satu tujuan.Untuk memantapkan program kerja Asosiasi DPRD Provinsi Se-Indonesia (ADPSI), pekan ini telah menggelar raker yang yang berlangsung dua hari dari tanggal 9 Sd 10 November 2012 lalu, bertempat di Savoy Homan Hotel Bandung. Rakor tersebut diikuti oleh Satkorwil Jawa.Ketua DPRD Jabar, Irfan Suryanagara dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan ada beberapa hal yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Dari beberapa hal yang dibicarakan, yang menjadi pusat perhatian adalah masalah kejelasan atas kedudukan anggota DPRD baik untuk DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota.Menurutnya, kedudukan anggota DPRD diatur dalam UU Nomor 27 Tahun 2009. Kendati regulasi tersebut, sudah ada namun belum memberikan ketegasan soal status. Hal tersebut, berbeda dengan kedudukan DPR RI, statusnya sudah jelas yaitu pejabat negara.Ditambahkannya sedangkan kedudukan DPRD ditegaskan sebagai bagian dari Pemerintah Daerah. Namun, hak dan kewajibannya masih kabur. Padahal sebagai bagian dari Pemerintah Daerah yang setara dengan Pejabat Eselon II kewajiban pajaknya yang setara dengan pejabat negara, sudah diberlakukan.”Melalui pertemuan ini, kami mendesak pemerintah memberikan kejelasan soal kedudukan anggota DPRD, apakah kita mendapat tunjangan dan dukungan sarana layaknya pejabat eselon II,” jelasnya. Q FER

Angka Kematian Ibu dan Bayi Menurun CIANJUR - Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Cianjur perlahan menunjukan penurunan signifikan. Pada 2011 lalu persentasenya mencapai 76%. Namun kini menurun menjadi sekitar 40%.Direktur Rumah Sakit Ibu Bersalin (RSIB) Kabupaten Cianjur Kamayasari mengatakan, menurunnya tingkat kematian ibu dan bayi saat melahirkan, tidak terlepas intensifnya sosialisasi mengenai cara penanganan ibu melahirkan. Sosialisasi efektif lantaran AKI maupun AKB tahun ini menurun dibandingkan 2011 lalu.“Saat ini AKI dan AKB sebesar 40%. Sedangkan tahun lalu mencapai 76%, lantaran tidak optimalnya penanganan,” ujar Kamayasari kepada wartawan, Senin (12/11). Kamayasari menyebutkan masih tingginya AKI dan AKB pada tahun lalu, dikarenakan banyak bidan di daerah yang merasa takut untuk segera bertindak ketika pasien sudah harus ditolong. Karena itu, RSIB juga berkewajiban membina setiap bidan yang ada di puskesmas-puskesmas agar selalu siap dan sigap dalam kondisi apapun.“Makanya kita optimalkan sosialisasi penanganan. Alhamdullilah, upaya itu bisa menurunkan AKI dan AKB di Cianjur, meskipun target penurunan setiap tahunnya hanya 23 orang bayi dan ibu,” katanya.Kamayasari mengaku tak sedikit pasien yang datang ke rumah sakit dalam kondisi yang sudah parah. Sehingga kematian rata-rata kurang dari enam jam sesudah sampai rumah sakit. “Dalam sebulan, sedikitnya 11 puskesmas poned kami datangi untuk melakukan sosialisasi ini. Materi sosialisasi di antaranya menyangkut ciri-ciri ibu berisiko tinggi, dan beberapa tindakan dalam menanganinya,” pungkasnya.Sementara itu, Kepala Ruangan Bersalin RSIB Kabupaten Cianjur Rohani mengatakan selama bulan November 2012 ini, pihaknya sudah menangani hampir 154 bayi yang lahir selamat. “Gizi yang cukup membuat para ibu melahirkan menjadi lebih lancar. Mudah-mudahan kondisi ini bisa terus dijaga sehingga AKI maupun AKB bisa terus ditekan,” katanya. Q

RUS

Pemilukada Kota Bandung 23 Juni 2013 BANDUNG(LJ)- Ketua KPU Kota Bandung Apipudin mengatakan, pemilihan kepala daerah (Pilkada) untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung ditetapkan pada Minggu 23 Juni 2013.”KPU Kota Bandung sudah menetapkan pemungutan suara Pilkada Bandung 2013 pada Minggu 23 Juni,”terangnya kepada wartawan di Bandung, Senin (12/11).Menurutnya, penetapan pemungutan suara tersebut, dilakukan setelah pembahasan dalam rapat-rapat internal dan kajian antara KPU Kota Bandung yang melakukan rapat dengar pendapat dengan pemangku kepentingan pada 1 November lalu, di Pendopo Kota Bandung. Peserta rapat dengar pendapat yang dihadiri oleh pimpinan pemerintahan Kota Bandung, pimpinan parpol, ormas dan lain-lain.Lebih lanjut dikatakannya , masa jabatan dari Wali Kota Bandung Dada Rosada dan Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda sendiri akan berakhir pada tanggal 16 September 2013.”Oleh karena itu, KPU Kota Bandung harus sudah mempersiapkan diri untuk menyelenggarakan Pilkada Bandung 2013.Sedang pada 9 November, KPU sudah menggelar rapat pleno penetapan hari dan tanggal pemungutan suara untuk Pilwalkot Bandung 2013,”ujar Apip. Ditambahkannya, tahapan Pilkada Bandung masih dalam penyusunan dan rencananya pada bulan Desember 2012 tahapan Pilwalkot Bandung akan diumumkan kepada warga Kota Bandung. Sehingga pada pertengahan Desember sudah ada regulasinya,kata Apip.Ketua Tim Divisi Program dan Data KPU Kota Bandung, Heri Sapari menambahkan, penemtuan waktu pemungutan Pilwakot Bandung itu berdasarkan pertimbangan yuridis, teknis, dan sosiologi.”Jadi aspek yuridis untuk menyusun tahapan, program, dan jadwal Pilwalkot Bandung yang berpedoman pada perundangan yang berlaku, yakni UU Nomor 12 Tahun 2008 dan UU Nomor 12 Tahun 2018, PP Nomor 6/2005 dan Peraturan KPU Nomor9/2012,” jelasnya. Menurut Heri, ditinjau dari sisi teknis, tahapan, program dan jadwal pemilihan wali kota harus mampu dilaksanakan oleh segenap penyelenggara dengan mempertimbangkan beban pekerja yang cukup berat. Q FER/HER

LINGKAR PRIANGAN

Edisi 184 - Tahun 1- Selasa 13 November 2012

7

Hasil Audiensi dengan DPRD: PT Condong dan Masyarakat Sepakat Ukur Ulang Lahan Sengketa

LINTAS | PRIANGAN Pemkab Sukabumi Peringati Hari Kesehatan Nasional ke 48

SUKABUMI- Pemerintah Kabupaten Sukabumi Peringati Hari Kesehatan Nasional yang ke 48 di Hotel Salabintana,kemarin, Dalam peringatan tersebut diikuti kurang lebih 2000 pegawai kesehatan dari 47 kecamatan se-kabupaten sukabumi. Wakil Bupati Sukabumi Akhmad Jajuli mengatakan, dalam pembangunan kesehatan upaya promotif-prefentif harus diutamakan, karena selain akan menurunkan jumlah orang yang sakit juga berdampak pada efisiensi biaya kesehatan. Upaya promotif – prefentif juga mencakup upaya prilaku hidup bersih dan sehat sebagai prilaku sehari-hari dan menciptakan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat dengan menjaga dirinya agar tetap sehat,” ujarnya . Dikatakan, pemerintah berupaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang bermutu dan menitikberatkan upaya promotif-prefentif dengan tetap memperhatikan upaya-upaya kuratif-rehabilitatif, untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan maka jangkauan program jaminan kesehatan masyarakat diperluas sedangkan pelayanan kesehatan ibu dan anak diperkuat dengan program jaminan persalinan atau program jampersal sejak tahun 2011. Sesuai dengan amanat UU No 40 tahun 2004 tentang system jaminan social nasional (SJSN) dan UU no 24 tahun 2011 tentang badan penyelenggara jaminan social (BPJS), pada saat ini pemerintah sedang melakukan penyiapan pelaksanaan SJSN bidang kesehatan untuk mewujudkan jaminan kesehatan semesta atau universal health coperage. Pelaksanaan SJSN bidang kesehatan tersebut dimulai pada tahun 2014 secara bertahap ditingkatkan cakupan kepesertaan hingga mencapai jaminan kesehatan semesta pada tahun 2019.Q HEP

GARUT (LJ)- Koordinator Lapangan (Korlap) Gerakan Moral Peduli Garut (GMPG) Andri Rahman Dani mengatakan, audiensi yang digelar di Aula Paripurna DPRD Garut Rabu pekan lalu, tujuannya adalah membahas masalah sengketa lahan berupa saling klaim antara PT Condong Garut dan masyarakat di 10 desa pada 3 kecamatan yaitu Cikelet, Pakenjeng, Bungbulang. “Tetapi setelah kita melakukan verifikasi dengan BPN pusat dan Provinsi diketahui banyak lahan masyarakat yang di caplok oleh pihak PT.Condong. Disini kami melakukan audiensi dengan anggota dewan yang juga dihadiri

pihak dari Polres Garut,dari Perhutani,BPN, Kejaksaan,Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, Setda Garut termasuk Camat-Camat.Dari pihak PT.Condong Garut diwakili oleh Ir.Ade Mahyar.Pastinya hampir semua pihak menghadiri audiensi tersebut,” ujarnya pada LINGKAR JABAR di Garut Senin (12/11). Audiensi tersebut lanjut Andri, membahas kronologis daripada mulai terjadinya sengketa condong. Antara lahan masyarakat dengan perkebunan Hak Guna Usaha(HGU) PT.Condong itu. Jadi kata dia, dalam audensi itu, di paparkan dari beberapa pengalaman mulai dari mantan karyawan,dari masyarakat yang pada akhirnya substansinya adalah akhir daripada audiens tersebut adalah harus di ukur ulang terkait permasalahan HGU PT.Condong Garut dengan masyarakat. “Ini merupakan kesepakatan dari semua instansi yang hadir. Yang akan diukur kurang lebih puluhan hektar, yang terpenting lagi adalah lahan di HGU 2 Bumi Ayu blok Pasir Bawang, Kampung Tegal Gede Pakenjeng dulu, yang sekarang kasusnya lagi masuk ke ranah pidana di Pengadilan Negeri Garut,” ujarnya. Menurut Andri, seharusnya hasil audensi tersebut perlu segera ditindak lanjuti, apalagi ada jaminan dari ketua DPRD Garut Ahmad Bajuri dan Ketua Komisi A Bapak Nono yang berjanji akan membuat suatu pansus kerja masalah sengketa lahan PT.Condong.”Sekarang kita tinggal menunggu kapan waktu pelaksanaan pengukuran dilaksanakan dan siapa saja yang menjadi tim-nya,” paparnya. Dalam kasus PT Condong dengan masyarakat diakui kalau pihaknya berada dalam posisi netral, yang jelas hukum harus tegak tidak boleh berpihak pada siapapun,apapun posisinya,harus mengacu pada keadilan. “Harapan saya kedepan adalah hak masyarakat diterima oleh masyarakat, condong pun tetap berada dalam posisinya bahwa condong adalah HGU yang bisa mensejahterakan masyarakatnya. Jadi PT.Condong Garut harus maju dan jalan dalam produksinya, bisa menyerap tenaga kerja terhadap rakyat sekitarnya,” ujar Andri. Q BDN/JUL

Dinas Kehutanan & Perkebunan Terus Lakukan Penghijauan

Dewan Minta Moratorium PNS Diperpanjang SUBANG - Kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengabdikan diri kepada negara dengan menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) di lingkungan pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Subang ditahun ini, bakal terganjal aturan. Pasalnya, wakil rakyat di DPRD Subang mengajukan perpanjangan moratorium PNS hingga 2013. Seperti diungkapkan Agus Masykur, wakil Ketua DPRD Subang yang meminta moratorium PNS di Kabupaten Subang diperpanjang hingga tahun mendatang.“Kalau melihat PNS di Subang saat ini, kita rasa udah cukup, baik PNS guru maupaun intansi lainya. Makanya, kita harapan moratorium bisa diperpanjang sampai 2013 atau sebelum ada kajian benar-benar bahwa Subang itu butuh PNS, kebutuhan berapa PNS di kita itu belum jelas,” ungkapnya kepada wartawan.Menurut dia, dibukanya pendaftran PNS itu akan menjadi beban APBD, di mana untuk tahun 2012 saja dari APBD Subang yang sekitar Rp 1,5 triliun 70 persennya untuk biaya tidak langsung.Sementara 30% nya untuk biaya Publik atau biaya langsung .”Untuk itu, kalau moratorium tidak diperpanjang maka kapan kita akan mau membangunya,” tegasnya.Soal kebeutuhan PNS guru menurut Agus di kabupaten Subang saat ini sudah cukup tinggal bagaimana guru-guru PNS ini bisa tersebar secara merata. Buktinya sekarang banyak guru yang kekurangan jam belajar.“Guru di kita itu sudah cukup,” tegasnya. Agus menambahkan memang Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB ) 3 Menteri Terkait Moratorium atau penghentian sementara perekrutan PNS, berlaku 1 September 2011 hingga 31 Desember 2012 saja. Namun menurutnya perlu diperpanjang.“Pemerintah berkomitmen membenahi segala sesuatu terkait penerimaan PNS. Nah, begitupun kita kenapa mesti diperpanjang? selain untuk membenahi PNS, diharapkan meningkatan anggaran biaya publik atau biaya belanja langsung,” tukasnya. Q ADE

Perampok Bersenpi Satroni SPBU di Purwakarta PURWAKARTA - SPBU di Jalan Raya Wanayasa di Kampung Pameungpeuk, Desa Wanasari Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta menjadi sasaran para perampok. Kawanan perampok yang membawa senjata api (senpi) itu berhasil mengasak uang tunai dari kas SPBU sebesar Rp28 juta, Senin (12/11) dini hari. Kapolres Purwakarta AKBP Bahtiar Ujang Purnama mengatakan kasus perampokan itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Berdasarkan keterangan yang diperolehnya di TKP, pelakunya berjumlah empat orang. Mereka datang secara tiba-tiba, menodongkan senpi kepada seorang satpam.“Kita belum dapat memastikan apakah senjata api yang digunakan menodong korban asli atau mainan. Sebab, kesimpulan bahwa mereka menggunakan senpi itu, baru berdasarkan keterangan saksisaksi,” ungkapnya kepada wartawan. Ia mengatakan, para pelaku menodongkan senpi ke arah Satpam itu untuk mengorek keterangan supaya menunjukan tempat penyimpanan uang. Karena mungkin ketakutan, korban kemudian menunjukan tempat dimana uang tunai Rp28 juta hasil penjualan BBM itu disimpan kepada mereka. Tanpa menunggu lama para pelaku kemudian mengambilnya.Tak hanya menggondol uang tunai, mereka juga membawa kabur sejumlah alat elektronik dan sejumlah bungkus rokok. Sebelum meninggalkan SPBU, satpam yang kini masih dimintai keterangan di Polsek Wanayasa, diikat kedua tangan dan kakinya, serta mulutnya dilakban.“Terus terang saja belum banyak keterangan yang dapat kita peroleh, termasuk kendaraan pelaku yang digunakan, serta senjata yang digunakan. Kita masih terus mendalami kasus ini agar sesegera mungkin pelaku dapat tertangkap,” tukasnya. Q

YAS

SUKABUMI(LJ)-Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sukabumi setelah beberapa bulan kebelakang menggelar pelatihan tehnis managerial kelompok tani kegiatan pembangunan Kebun Bibit Rakyat (KBR) tahun 2011 – 2012. Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Pengembangan Dinas Kehutanan & Perkebunan Kabupaten Sukabumi, Anwarheruman mengatakan, bahwa Dinas Kehutan dan Perkebunan kabupaten Sukabumi saat ini sedang mendata berbagai lahan kritis yang ada di kabupaten Sukabumi, perioritas utama kegiatan itersebut harus masuk ke daerah RTKHL (Rencana Teknik Rehabilitasi Lahan), salah satu contohnya Kelompok Kebun Bibit Rakyat (KBR). “Jadi untuk kegiatan tersebut pihak ke tiga harus melakukan croscek lokasi lahan kritis atau lahan yang telah banyak ditebangi,” ujarnya. Kegiatan ini lanjut dia, ternyata mendapat respon positif bupati, karena bila saja dari 77

kelompok masing-masing menanam 40.000 pohon, maka jumlah pohon yang ditanam mencapai 3,5 juta lebih. Semua pohon yang ditanam ini, selanjutnya berada di bawah pengelolaan langsung oleh rakyat. “Dengan adanya penanaman pohon sejumlah ini, makanya kita telah ikut mensukseskan program pemerintah khususnya dalam rangka menyambut Hari Menanam 1 Miliar Pohon,” jelasnya. Seraya menambahkan, untuk mensukseskan penanaman pohon tersebut, pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan sedang melakukan survey ke wilayah yang diketahui sebagai lahan kritis khususnya di wilayah Sukabumi Selatan. Menyinggung pengadaan bibit pohon untuk ditanam oleh rakyat, dia menambahkan, setiap kelompok dapat mengajukan permintaan bibit melalui Balai Penanaman yang ditujukan langsung kepada PPTH Jawa dan Madura Kehutanan Kabupaten Sukabumi. Q

HEP

Direktur PDAM Cianjur Tegur Rekanan Tak Perhatikan Keselamatan CIANJUR (LJ)- Akibat pengerjaanya kurang memperhatikan keselamatan orang lain, Direktur Perusahaan Air Minum (PDAM) Cianjur, H. Herman Suherman menegor rekanan yang tidak memerhatikan keselamatan orang lain ketika melakukan penggalian untuk pemasangan pipa induk bagi PDAM Cianjur di sepanjang jalan Pangeran Hidayatulloh hingga Joglo. Teguran tersebut disampaikan mengingat banyaknya laporan masyarakat yang masuk ke PDAM Cianjur bahwa akibat adanya galian mengakibatkan orang lain terganggu dan sempat menimbulkan kecelakaan lalu lintas. “Saya sudah sampaikan teguran kepada pihak rekanan yang mengerjakan penggalian dan pemasangan pipa untuk PDAM, agar mereka juga memikirkan keselamatan orang lain tidak seenaknya sendiri melaksanakan pekerjaanya. Terutama dalam mengembalikan bekas galian harus bisa seperti semula,” kata H. Herman, kemarin. Diakui H. Herman, pekerjaan penggalian untuk pemasangan pipa induk PDAM itu anggapan masyarakat yang mempunyai hajat adalah PDAM Cianjur. Padahal sebenarnya pekerjaan tersebut tidak ada kaitanya dengan PDAM Cianjur. Pihak rekanan yang mengerjakan proyek galian dan pemasangan pipa induk PDAM itu mendapatkan pekerjaanya dari Dinas Ciptakarya Provinsi Jawa Barat. “Kita tidak tahu apa-apa dan tidak terlibat dalam pelaksanaan pekerjaanya. Proyeknya dari Dinas Ciptakarya Propinsi, kita hanya mengusulkan saja untuk penggantian pipa induk PDAM Cianjur dan sebagian baru tahun ini bisa terlaksana,” katanya. Pihaknya juga mengaku tidak mengetahui persis berapa besaran anggaran untuk pembangunan pemasangan baru pipa induk PDAM Cianjur itu. “Benar kita tidak mengatahui berapa nilai kontrak pekerjaannya. Pihak rekanan kurang melakukan koordinasi dengan kami mengenai pembangunan pemasangan pipa induk itu,” katanya. Meski pihak rekanan kurang melakukan koordinasi, atas nama PDAM Cianjur menyampaikan permohonan maaf jika selama ada aktivitas pekerjaan penggalian untuk pemasangan pipa induk PDAM itu sedikit banyak telah menganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat Cianjur. Pemasangan pipa induk tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan PDAM Cianjur kepada masyarakat. “Kami juga mohon maaf jika dalam minggu-minggu ini saluran air kerumah warga tersendat, karena akan dilakukan penyambungan pipa induk dari yang lama ke saluran yang baru. Dipastikan distribusi air akan mati beberapa saat selama proses penyambungan atau pengalihan jalur pipa induk dilaksanakan oleh pihak rekanan,” jelasnya. Q AGS

Tim Penyehat Pinjaman Selidiki Raibnya Uang Simpan Pinjam GARUT (LJ)-Terkait raibnya uang simpan pinjam sebesar Rp900 juta oleh pihak unit penyelenggara kegiatan (UPK), dimana uang tersebut akan dipergunakan untuk Program PNPM Mandiri Pedesaan, di Kecamatan Malangbong, Kab. Garut, membuat tim penyehat pinjaman (TP2) turun tangan. Hasil penyelidikan sementara yang dilakukan Tim Penyehat Pinjaman (TP2), menemukan beberapa kejanggalan, diantaranya banyaknya peminjam fiktif di setiap desa. Hal tersebut di ungkapkan Anggota TP2 Ukun Juhana, yang juga Kepala Desa Mekar Asih kepada LINGKAR JABAR, Senin (12/11). Dikatakan Ukun, tim ini bekerja setelah dibentuk oleh pemerintah kecamatan, yang tugasnya melakukan pendataan pada setiap peminjam, apakah benar dana tersebut di salurkan untuk simpan pinjam. Ternyata berdasarkan hasil wawancara dengan para penerima simpan pinjam, mereka sama sekali belum pernah mengajukan pinjaman. “ Kami menemukan data fiktif setelah melakukan pengecekan pada setiap penerima pinjaman, ternyata mereka juga sama sekali tidak pernah mengajukan pinjaman,”ungkapnya. TP2 di bagi menjadi 3 tim yang didalamnya juga melibatkan unsur kepolisian. “Kami bekerja sudah tiga hari, yang nantinya hasil laporan kami akan dilaporkan pada pemerintah kecamatan, berapa besar dana simpan pinjam ini di gelapkan. Baru dugaan saja total dana Simpan Pinjam yang diduga di selewengkan mencapai Rp900 Juta. Kami belum bisa menuduh siapa pelakunya, yang jelas mereka yang terlibat adalah strukur kepengurusan UPK yang lalu,” jelasnya. Ditempat terpisah Camat Malangbong, Rena Sudrajat saat di konfirmasi LINGKAR JABAR membenarkan telah dibentuknya Tim untuk penanganan masalah penyimpangan dana PNPM.”Kami telah membentuk 2 tim, yakni TP2

(Tim Penyehatan Pinjaman) dan TPM (Tim Penyelesaian Masalah), kedua tim tersebut bertugas untuk mengumpulkan data. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal penanganan masalah sebelum nantinya di serahkan kepada pihak hukum,”jelasnya. Menurutnya, kedua tim ini akan melaporkan secara gamblang pada acara musyawarah hasil laporan kedua tim. Berdasrkan laporan sementara ternyata dana yang telah disimpangkan oleh pihak UPK baru mencapai Rp397 juta, hal ini bisa terus meningkat, soalnya kedua tim belum selesai melaksanakan tugasnya. “ Kami baru mendapatkan laporan baru mencapai Rp397 juta yang peminjamannya fiktif, sedangkan sisanya kami belum mendapatkan laporan lagi dari kedua tim,”akunya. Dia menjelaskan, permasalahan tersebut sampai kini belum dilimpahkan kepenegak hukum, soalnya sesuai dengan Petunjuk Teknis Operasional (PTO), untuk menyelesaikan permasalahan dalam program PNPM harus mengikuti prosedur. “Makanya kami membentuk dulu Tim, sebelum melimpahkannya ke pihak hukum,” ucap dia. Ketika didesak, siapa saja yang terlibat dalam penyimpangan dana tersebut, pihaknya belum bisa berandai dulu, yang jelas ini kelalayan dan kesalah pengurus UPK yang sebelumnya. “ Kami masih tetap yang terlibat adalah pengurus UPK yang lama,”katanya. Namun demikian, pihaknya telah menemukan penyimpangan sejak satu tahun yang lalu, namun baru bisa terbuka saat ini. Untuk dana yang telah disimpangkan oleh mereka adalah dana Simpan Pinjam PNPM tahun 2010,ungkapnya.Q BDN/JUL

Banyak Kegiatan Proyek Tanpa Papan Nama SUKABUMI (LJ)- Sejumlah proyek pembangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang ada di Kecamatan Kabandungunan Kabupaten Sukabumi, diduga telah melanggar Undang-undang No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Pasalnya, proyek pembangunan tersebut tidak mencantumkan papan nama (direksi kit) sehingga masyarakat tidak bisa mengetahui masa kerja kontraktor maupun nilai proyek. Diantara proyek dimaksud adalah SD Negeri 01 Pamempek, SD Negeri Pasirhaur, Desa Cihamerang kecamatan Kabandungunan, merupakan bangunan “siluman”. Pelaksana proyek sekolah diketahui tidak memasang papan proyek saat pekerjaan dimulai. Menurut Kepala Sekolah SDN 01 Pamempek, Endang, sekolahnya mendapatkan pembangunan dua lokal, satu untuk kantor sekolah, satu lagi buat gedung sekolah. Program ini, kami terima dari aspirasi salah satu dewan,” katanya. Hal serupa dikatakan oleh komite sekolah SDN

Pasirhaur, program ini adalah dari aspirasi salah satu dewan, namun pihaknya dalam proyek hanya sebatas mengawasi. “Silahkan bapak datang langsung ke kepala sekolah,kami tidak tau menahu tentang permasalahan papan informasi tersebut, setahu saya kepala sekolah mengimformasikan sumber anggaran tersebut dari salah satu partai yang membawanya,”katanya. Namun sejumlah guru SDN Mekarjaya yang engan disebutkan namanya,mengatakan di kecamatan Kabandungan ada lima sekolah yang mendapatkan rehab gedung sekolah,tapi bukan dari aspirasi namun program percepatan susulan yang bersumber dana dari APBN.”Kalau ada yang bilang dari aspirasi bohong soalnya kami ikut juga saat MOUnya,”paparnya Hadi Hartono,pemerhati pendidikan mengatakan,s etiap proyek pembangunan harus memasang papan proyek, karena pemasangan papan proyek sudah diatur dalam kontrak kerja serta aturan perundang-undangan. “Karena itu, kami

mengimbau agar pelaksana proyek bisa menjalankan aturan yang berlaku, diantaranya memasang papan nama proyek,” jelasnya. Ditegaskan, pemasangan papan nama proyek merupakan bagian dari implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat bisa turut mengawasi proses pembangunan. “Masyarakat mempunyai hak dan kewajiban untuk mengawasi segala bentuk kegiatan pembangunan yang dilakukan pemerintah. Namun, proses pengawasan itu tidak akan berjalan jika tidak ada papan informasi,” tegasnya. Ia menyebutkan, bahwa Dinas Pendidikan dapat memberikan penertiban terhadap konsultan yang tidak mematuhi aturan tersebut dengan tidak memasang papan nama setiap melakukan pekerjaan proyek.“Selain itu dengan papan nama yang dipasang menjadi jelas bahwa pengerjaan proyek yang didanai dari anggaran daerah atau dari pusat misalnya dan masyarakat juga dapat melihat dengan jelas bahwa ada keterbukaan setiap melakukan pembangunan,” terangnya. Q WIN

SENI BUDAYA & PANTURA

Asmirandah

LINGKAR

JABAR

Edisi 184 - Tahun 1 - Selasa , 13 November 2012

8

INFOTAINMENT

Seren Taun Cigugur Turut Mendukung Pelestarian Budaya Sunda (2)

Terdengar Cinlok dengan Jonas Rivanno

S

iapa tak t k kkenal Artis cantik berparas mungil Asmirandah , yang biasanya tertutup soal so oal kekasih baru kini mulai terbuka. Ia mengiyakan ketika seorang fans berta bertanya anyyaa tentang hubungan spesialnya dengan pesinetron Jonas Rivanno. Ke Keti etikka dara kelahiran 5 Oktober ktober 1989 itu tu kembali dikonfirmasi mengemenge Andah begitu diaa biasa disapa nai kabar tersebut, terseeb bi a d sapa membantahnya. di b h “@itsmeAsmirandah ka Asmirandah pacaran “@itsmeA Asm mi m n h ndah p caran sama ka Jopa nas Rivano ya???” yaa????” tanya pemilik akun, @ m me memartadebora, martadebora, Senin (12/11). (12/11)). Andah A kemudian meree etweet t eet tw pesan tersebut da dan an menjawab, m “Iyah :).” Jon Jonas nass atau a yang akrab disapaa Vanno Vanno merupak pakan kan n lawan main Andah di d “Nikita” “N Nikita” (2009), “K “Kemilau Kem m Cinta Kamila”” (2010) d dan an “Binar Bening Ber-lillian” an” ((2012). 20 01 1 2010 lalu, rumorr kkisa kisah aah asmara merekaa ssan santer nt berhembus namun n un ma mantan aan pacar Dude Harlino no no itu u menolak m berkomentar. r r. ““Jangan tanya-tanya itu, ma malu,” aal sahut Andah. “Mungkin ungkin diaa anggap aku adiknya,” a sahut a,” Va Vanno an yang terpaut usiaa 2 tahun lebih le b muda dengan Andah. a Q ANG ah.

D

iikuti acara syukuran berupa pemanjatan do’a bersama, disertai sambutan-sambutan dari sesepuh adat dan para pejabat. Padi hasil ngajayak tadi, selanjutnya pada penghujung puncak upacara adat itu, sebagian ditumbuk menggunakan lesung dan alu. Sebagian lagi dipilih serta dibagibagikan kepada masyarakat sebagai padi bibit. Demikian halnya padi yang ditumbuk pun, setelah menjadi besar selanjutnya dibagi-bagikan kepada masyarakat untuk ditanak. Sesepuh (Tokoh pimpinan masyarakat adat sunda Cigugur) Jati Kusumah, menyebutkan upacara adat seren taun yang biasa dilaksanakan pihaknya setiap tanggal 22 rayagung tahun saka, merupakan acara syukuran masyarakat Sunda agraris kepada Yang Maha Kuasa. “Makna dari seren taun ini, adalah syukuran kepada Yang Maha Kuasa atas keberhasilan panen pertanian tahun ini disertai pemanjatan do’a kepada Yang Maha Kuasa agar hasil tanaman dan hasil panen pertanian yang akan datang

lebih meningkat lagi,” kata Jati Kusumah. Seren taun sebagai budaya masyarakat sunda tradisional, tutur Jati Kusumah, sampai saat ini masih dilestarikan dan rutin digelar oleh masyarakat adat sunda beberapa daerah di Jawa Barat. “Bedanya, kalau di daerah lain dilaksanakan oleh masyarakat lokal setempat, tetapi kalau di Cigugur biasa dilaksanakan oleh multi masyarakat adat yang ada di Jawa Barat bahkan senusantara,” ujarnya, seraya menyatakan upacara adat seren taun di Cigugur rutin dilaksanakan sekaligus sebagai pelestarian seni budaya tradisional masyarakat. Sementara itu, Buoati Kuningan H. Aang Hamid Suganda yang hadir bersama unsur Muspida Kuningan, dalam sambutannya berpesan kepada masyarakat adat sunda Cigugur agar tradisi upacara adat seren taun itu terus dipertahankan. “Selain itu saya titip agar seren taun di Cigugur ini terus dikemas lebih bagus lagi dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur budaya sunda. Budaya sunda jangan sampai tergeser oleh budaya-budaya lain,” katanya. Q ANG

PANTURA & INDRAMAYU

Tak Dicantumkan Anggaran

SMPN 3 Sindang Disinyalir Jual Buku LKS

Pelaksana Proyek Jalan Mulia Asri Disoal Warga

I

NDRAMAYU (LJ) – Pelaksanaan proyek peningkatan Jalan Mulia Asri 2 di Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu yang dikerjakan PT. Conblok Infratecno disoal warga setempat. Pasalnya, pengusaha rekanan pemerintah yang mengerjakan proyek bersumber dana dari pusat atau APBN tersebut tidak memasang besaran biaya anggaran di papan plang pekerjaannya. “Memang, sejak dipasangnya plang nama proyek, tidak disebutkan besaran biaya anggaran yang dikerjakan perusahaan tersebut,” ungkap Dastir, warga Rawadalem, Kecamatan Balongan kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Menurut dia, warga pernah mempertanyakan masalah anggaran proyek tersebut kepada pengusaha, tetapi tak ada jawaban sama sekali. Sehingga, pihaknya menduga ada kejanggalan dalam pelaksanaan proyek ini. “Kalau tak ada masalah, kenapa biayanya tidak dimasukan kedalam plang proyek. Kami dan warga umum diperbolehkan mengetahuinya, karena duit yang dialokasikan dalam proyek ini berasal dari rakyat,” ujarnya. Adanya persoalan ini, tentunya harus ada tindakan tegas dari semua kalangan, baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu maupun aparat penegak hukum di wilayah ini, mulai kejaksaan ataupun kepolisian. Sebab, dalam pengerjaannya disinyalir berbau korupsi. “Wajar saja kalau kami berpendapat seperti itu, toh pengusaha tidak transparan terhadap proyek yang dikerjakannya, terutama masalah biaya. Inikan mengundang asumsi miring dari kami sebagai warga setempat,” paparnya. Sementara, pelaksana proyek sampai berita ini diturunkan belum bisa ditemui. Karena di lokasi proyek tidak dite-

mukan perwakilan pengusaha yang bisa memberikan tanggapan. “Pemborongnya lagi pulang dan sampai sekarang belum kembali,” kata Dastir. Tetapi informasi yang didapat, PT. Conblok Infratecno tak hanya melaksanakan proyek peningkatan jalan saja, tapi mengerjakan juga proyek TPT yang tak jau lokasinya dari peningkatan pembangunan jalan. Bahkan, konon sebagian proyek yang didapat pengusaha itu dilaksanakan oleh salah satu anggota DPRD Indramayu dan Kuwu Sukareja. Informasi didapat di lokasi proyek, sejumlah pekerja dari PT. Conblok Infratecno menjual aspal bekas yang dikeruk mengunakan alat berat jenis Exefator kepada pemilik saung dan rumah makan di lokasi tidak jauh dari pembangunan jalan. Hal itu dilakukan pekerja, hanya untuk mendapatkan sesuap nasi dan rokok. Casrudi (34), warga Desa Rawadalem lainnya membenarkan adanya penjualan aspal bekas yang dilakukan para pekerja, karena saat dirinya meminta sisa aspal tersebut ditolak oleh salah seorang mandor pelaksana. “Awalnya karena warga disini ada yang mengambil, jadi ikut-ikutan ngambil juga. Tapi ditolak, dalih mandor aspal ini sudah dibeli sama orang,” jelasnya. Baren (35), surveyor dari pelaksana BUMN itu membantah, apabila pihaknya menjual bekas aspal dari proyek peningkatan jalan tersebut. “Sebetulnya kami tidak menjual pak, hanya sekarang sedang kami tertibkan dulu. Soalnya nanti lokasi ini dipergunakan untuk tempat pengadaan material TPT, masalah menjual kepada salah satu orang tanyakan saja pada mandor kami,” tukasnya. Q IHS/AGS

Program Serbu XL Direspon Masyarakat Indramayu

I

NDRAMAYU (LJ) - PT XL Axiata Tbk secara resmi meluncurkan paket terbarunya, bernama paket Serba Seribu (Serbu). Program yang diluncurkan sejak Oktober 2012 bersamaan dengan HUT XL itu, mendapat respon positif dari masyarakat Indramayu. Itu terlihat saat LINGKAR JABAR mengunjungi XL Centre yang beralamat di Jalan DI. Panjaitan, Senin (12/11) jumlah pengunjung rata-rata setiap harinya mencapai 70 orang. “Dengan menggunakan program Serbu ini, pelanggan dari seluruh lapisan masyarakat akan bisa memanfaatkan layanan dengan tarif terjangkau dan berkualitas. Hanya dengan tarif Rp 1.000, pelanggan sudah bisa mendapatkan bonus nelpon 200 menit (on net) atau bonus mengirimkan SMS sebanyak 1.000 SMS dengan menggunakan layanan data sebesar 10 MB. Bahkan bisa gratis pulsa mulai Rp10 ribu, Rp25 ribu,

Rp100 ribu hingga Rp250 ribu,” ujar Serly, coustomer service XL centre kepada LINGKAR JABAR. Terkait pengunjung yang datang ke XL center Indramayu, kedatangan mereka rata-rata untuk mengupdate SIM XL yang hilang atau rusak menjadi prioritas pelayanan. “Jika pelanggan XL kartu perdanya hilang, bisa diaktifkan kembali dengan menggunakan nomor yang sama. Caranya dengan mencocokkan identitas yang ada pada data base XL centre, selanjutnya jika data tersebut sama dengan pengguna kartu maka tidak dilakukan pemutahiran data atau mengisi formulir yang bermaterai 6000, maupun mengisi 5 nomor telpon yang pernah dihubungi, tapi bisa langsung diganti SIM baru dengan biaya Rp.2000. Tapi sebaliknya, jika data yang dimiliki tidak sama maka harus mengisi ketentuan tadi,” tukas Serly. Q IHS

I

NDRAMAYU (LJ) - Niat Pemkab Indramayu agar masyarakatnya mengenyam pendidikan hingga kejenjang sekolah menengah atas dengan cara menggratiskan biaya sekolahnya, nampaknya hanya omong kosong. Buktinya, siswa kelas VII SMPN 3 Sindang, untuk mendapatkan buku LKS dan baju seragam dipaksa harus merogoh kocek sebesar Rp 445 ribu. Seperti diakui salah seorang siswa yang minta namanya dirahasiakan, sekolahnya dis-

inyalir telah menjual belikan buku LKS kepada sitiap siswa melalui sebuah koperasi. “Gak tau pak, saya diminta membayar buku LKS dengan harga sebesar Rp110 ribu melalui koperasi sekolah untuk mendapatkan 11 mata pelajaran,“ akunya kepada LINGKAR JABAR, akhir pakan lalu. Sementara, H. Sucipto, Kepala SMPN 3 Sindang ketika hendak dikonfirmasi kesekolahnya sedang tidak berada ditempat. Kabid Dikmen pada Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, H. Ali Hasan menegaskan, sejak diberlakukannya program wajib belajar 12 tahun, sekolah tidak diperkenankan mengutip biaya buku, LKS, investasi dan sebagainya. Sekolah juga dilarang mengutip uang bulanan, PPDB, daftar ulang serta berbagai pungutan lainnya. “Kalau masih ada yang nekad melakukan pungutan, tentu akan ditindak tegas. Karena tidak menjalankan program wajib belajar 12 tahun. Kemudian bagi sekolah yang sudah memungut uang LKS, hendaknya segera dikembalikan pada orangtua murid masing-masing,” tegasnya. Ali berjanji, adanya jual beli buku LKS di SMPN 3 Sindang itu akan ditindak lanjuti lebih dalam. Bahkan, pihaknya akan melakukan kroscek terhadap semua sekolah. “Pastinya kami akan menindaklanjuti informasi jual beli buku LKS dan seragam itu. Untuk mengantisipasi hal sama dilakukan sekolah lain, kamipun akan mengecek keseluruh sekolah yang ada di lingkungan Pemkab Indramayu,” tukasnya. Q IHS/IYAN

Alumni Akper Pemkab Indramayu Gelar Reuni

I

NDRAMAYU (LJ) - Alumni Akper (Akademi Perawat) pemerintahan daerah (Pemda) Indramayu gelar reuni akbar atau temu kangen dalam rangka mempererat talisilaturahm. Kegiatan tersebut dimotori Pudir 3 Bidang Kesiswaan akper pemda, Indra Ruswandi, bertempat di Gor Dharma Ayu Indramayu. Menurut Indra, yang mendorong dirinya untuk mengadakan acara reuni akbar ini, semata-mata sebagai bentuk persaudaraan diantara sesama alumni akper pemda dengan mengambil tema “Satu hati, satu jiwa, satu keluarga dalam bhakti dan mengembangkan potensi. Acara ini, kata Indra, merupakan ajang mempererat tali silaturahmi yang sekian lama terputus. Dalam kegiatan inipun pihaknya membuka untuk semua angkatan, seperti SPK (Reguler/suplementer/program C), PPB (Program Pendidikan Bidan) maupun akper pemda (Reguler/Program khusus), semuanya dari angkatan tahun 1985 sampai angkatan sekarang 2012. “Kami sebetulnya merasa pesimis dengan kehadiran mereka, karena diperkirakan akan sedikit yang datang. Ternyata yang hadir diluar dugaan kami, tak kurang dari 327 alumni

akper ditambah panitia 32 orang hadir dalam kegiatan ini,” ujarnya. Indra berharap, temu alumni ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi semata, tapi lebih pada sharing berbagi informasi. Dan hasil akhirnya dapat terbentuk ikatan alumni dari SPK, PPB, Akper Pemda Indramayu, sehingga kedepannya dapat mendorong akper pemda lebih maju dan berkembang menjadi Poltekes handal dengan membuka program studi baru. “Keinginan kami sih para alumni akper pemda mampu membuka program baru, seperti Diploma 3 farmasi. Untuk para alumni setelah acara ini tetap proaktif sesuai dengan bidang yang digelutinya,” paparnya. Dalam acara tersebut hadir pula mantan Direktur Akper Pemda Indramayu, Carsim, didampingi Direktur Akper Pemda yang masih menjabat, Hj. Sri Ratna. Dalam sambutannya Hj. Sri mengatakan, dirinya merasa bangga dan terharu apa yang telah digagas para alumni saat ini, kekompakan dan soliditas dalam mempersatukan para alumni menjadi sebuah keluarga yang harmonis dan dinamis. “Ini suatu program mulia, makanya kami sangat mendukung kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi bagi semua alumni akper pemda,” tukasnya. Q SLH

LINGKAR CIREBON

Edisi 184 - Tahun 1 - Selasa, 13 November 2012

Diduga Lakukan Pencemaran

LINTAS | CIREBON

Pemkab Diminta Tindak Tegas Pengusaha Batu Alam

KAB.CIREBON (LJ) – Pengusaha batu alam ilegal alias tidak mengantongi ijin dari warga maupun pemerintah di Kecamatan Dukuh Putang disorot kalangan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Kabupaten Cirebon. Sebab, keberadaannya diduga sudah melakukan pencemaran lingkungan, terutama di sekitar aliran irigasi yang ada di wilayah tersebut.

“Sudah seharusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mengambil tindakan tegas terhadap oknum pengusaha batu alam yang tak mengantongi ijin di wilayah itu. Khawatir dampak dari adanya dugaan pencemaran irigasi yang dilakukan pengusaha akan semakin meluas,” tegas Suherman, Ketua LSM Perduli Pendidikan dan Kesehatan Ka-

Disdik Kab. Cirebon Sikapi Sekolah Jual LKS

KAB.CIREBON (LJ) - Maraknya oknum sekolah di Kabupaten Cirebon melakukan transaksi jual beli buku LKS (lembar kerja siswa) terhadap anak didiknya, ternyata disikapi serius Dinas Pendidikan (Disdik). Bahkan, instansi yang dinahkodai Plt Dedi Nurul tersebut, mengajak semua kalangan melaporkan sekolah yang diketahui telah melakukan praktek seperti itu. “Kalau masih ada sekolah di wilayah ini, baik tingkat SD maupun SMP yang menjual belikan buku LKS kepada siswa laporkan saja pada kami. Nanti kami akan menindak tegas oknum sekolah maupun tenaga pendidiknya, biar ada efek jera,” tegas Dedi Nurul, Plt Disdik Kabupaten Cirebon kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Menurut dia, pihaknya sudah berupaya melakukan pencegahan terhadap adanya penjualan buku LKS di lingkungan sekolah dengan mengeluarkan surat edaran larangan nomor 481/3399/disdik. Dimana, dalam surat itu setiap sekolah tidak diperbolehkan menyuruh siswanya membeli buku LKS dengan dalih apapun. “Surat edaran itu kami tujukan kepada seluruh kepala UPT pendidikan dan semua kepala sekolah, baik tingkat SD Negeri/swasta dan SMP Negeri/swasta. Karena semua biaya sekolah maupun kebutuhan buku, sudah disubsidi dari pemerintah pusat dan daerah melalui program BOS (Bantuan Operasional Sekolah),” ujarnya. Apa yang telah dilakukannya itu, sambung Dedi, semata-mata sebagai upaya dinasnya dalam rangka mensukseskan program pendidikan. Selain itu juga, agar dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Cirebon menjadi lebih maju dan berkembang lagi. “Makanya, untuk membuat dunia pendidikan disini lebih maju dan berkembang, kami berharap sekolah jangan memunggut biaya apapun terutama untuk tingkat SD. Karena semua biaya sekolah sudah ditangung oleh

pemerintah,” paparnya. Sementara, Imam, Korlap FK-LSM Kabupaten Cirebon menjelaskan, sampai saat ini penjualan buku LKS masih banyak dilakukan pihak sekolah. Namun, dalam pelaksanaannya sekolah itu mengorbankan koperasi, karena sekolah menjadikannya sebagai distributor LKS. “Saat diketahui melakukan penjualan buku LKS, pihak sekolah cuci tangan. Alasannya, yang menjual itu koperasi bukan sekolah, dan tak ada paksaan kepada siswa,” jelasnya. Imam mengakui, jika dengan menjual buku LKS kepada setiap siswa, sekolah bisa mendapatkan untung besar. Kenapa, sebab sudah ada permainan antara penyedia jasa dengan pihak sekolah, terutama dalam masalah harga buku yang dijualnya tersebut. “Bila keuntungan yang didapat sekolah kecil, kami yakin mana mau sekolah menjual buku-buku LKS kepada siswanya. Untuk itu, kami berharap pengawasan yang dilakukan dinas terhadap sekolah harus lebih ditingkatkan lagi, bila ada yang diketahui sekolah melakukan penjualan buku tentunya harus ditindak tegas,” tukasnya. Dari informasi yang didapat, sekolah mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan buku LKS ini bisa di lihat dari harga. Biasanya para penerbit memberi harga kepada sekolah antara Rp 3000 - Rp 4000 per mata pelajaran, dan sekolah melalui koperasi menjual ke siswa dengan harga Rp 10.000 permata pelajaran. Sedangakan siswa dibebankan harus membeli 11 mata pelajaran (mapel), secara matematika sangat jelas sekali sekolah akan mendapatkan keuntungan dari setiap siswa perbuku Rp 6000, kalau siswa diwajibkan membeli 11 buku, berati Rp 6000 x 11 buku = Rp 66000 keuntungan sekolah dari satu siswa. Padahal, di satu sekolahan negeri itu ada rata-rata 900 siswa, bila Rp 66000 X 900 siswa = Rp 59.400.000, ini adalah keuntungan sekolahan menjual buku LKS dan yang pastinya keuntungan ini bisa saja naik bisa saja turun, tergantung kondisi sekolahan. Q DUD

bupaten Cirebon kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Selain itu, kata Suherman, akibat sikap pembiaran yang dilakukan jajaran pemerintah terhadap keberadaan pengusaha batu alam itu, besar kemungkinan akan muncul perusahaan baru dengan aktivitas sama di wilayah Dukuh Puntang. “Mending keberadaannya membawa manfaat kepada warga, kalau hanya mencemari lingkungan sekitar buat apa. Kami rasa segera mungkin ada tindakan dari pemerintah, pengusaha batu alam yang tak kantongi ijin dan hanya membuat sengsara warga lebih baik ditutup saja aktivitasnya,” ujarnya. Sementara, Hendi, warga Desa Balad Kecamatan Dukuh Puntang membenarkan jika keberadaan pengusaha batu alam yang ada di wilayahnya itu diduga telah mencemari aliran irigasi. Padahal, aliran irigasi itu sering digunakan warga untuk kebutuhan MCK (mandi, cuci dan kakus). “Kalau air sumur kami mengalami kekeringan seperti sekarang ini, solusinya kami dan warga disini mengunakan air dari irigasi tersebut. Bahkan, kami terpaksa mengunakan air irigasi yang sudah tercemar campuran tanah hasil dari industri batu alam,” akunya. Selama terjadinya pencemaran, lanjut dia, warga sudah pernah mengeluhkan masalah itu ke pemerintahan desa, serta mencari solusinya. Akantetapi, upaya yang sudah dilakukan warga selalu menemui kegagalan. “Harapan kami Pemkab Cirebon agar secepatnya mengambil tindakan tegas terhadap para pengusaha mikro yang dengan sengaja dan tanpa izin membuang limbahnya langsung kesumber mata air. Sebab sumber air tersebut merupakan kebutuhan bagi kami maupun warga lainnya dalam melakukan aktivitas sehari-hari,” tukas Hendi. Q PIP/ADE

Tujuh Pasangan Ramaikan Pilwalkot Cirebon CIREBON (LJ) - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Cirebon yang akan dihelat 13 Februari 2013 mendatang dipastikan bakal seru. Pasalnya, banyak yang berminat dan ingin menjadi orang nomor satu di daerah pemasok udang tersebut, karena dari data KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) Kota Cirebon tujuh pasangan bakal calon (Balon) wali kota maupun wakilnya masuk meramaikan bursa Pilkada 20132018. Ketujuh pasangan tersebut, yakni Yuyun Wahyu Kurnia-Idris Sardi (Wahid), Ano Sutrisno-Nasrudin Azis (AA), Bamunas S. Boediman (Oki)-Priyatmo Aji (OKA), SofyanSunarko Kasidin (SS), Ayi Nadjib-Ahmad Azrul Zuniarto, Basirun-Suryaman dan Sultan Saladin-Heru Cahyono. Ketua KPUD Kota Cirebon, Didi Nursidi mengatakan, dari beberapa pasangan balon yang sudah mendaftarkan diri, masih ada beberapa kekurangan berkas persyaratan yang harus dilengkapi. “KPUD masih memberikan waktu sampai batas akhir verifikasi, dua minggu setelah pendaftaran ditutup pada 10 November 2012, KPUD juga akan mempelajari dulu apa saja yang masih kurang. Karena baru sekilas dilihat, masih ada beberapa berkas yang masih terdapat kekurangan,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Dari pasangan balon Wahid, Didi menyoroti perbaikan dukungan yang telah disampaikan sebelumnya. Pasangan Wahid diberi waktu dari tanggal 18 November sampai 1 Desember untuk menyerahkan perbaikan dukungan yang masih kurang sekitar 17.000 suara. Sementara untuk pasangan AnoAzis, Ketua KPUD mengaku masih akan mempelajari berkas yang sudah diserahkan. Terkait laporan harta kekayaan, Didi menegaskan, sampai saat ini baru Ano Sutrisno yang sudah menyerahkanya kepada KPU. Namun, laporan tersebut dikembalikan lagi kepada Ano untuk segera diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “KPU nantinya hanya akan menerima salinan surat tanda terima laporan kekayaan dari KPK ke balon yang bersangkutan,” ujarnya. Menyoal perbaikan dukungan, Idris, pasangan calon Wahid mengatakan, saat ini pihaknya masih kekurangan sekitar 9.000 sampai 17.000 suara yang disyaratkan KPU Kota Cirebon. “Tetapi saya yakin, pada 30 November berkas kekurangan dukungan sudah bisa memenuhi syarat dan menyerahkannya kembali ke KPUD,” jelasnya. Sementara, Ano, pasangan dari balon AA yang saat ini masih menjabat Kepala Badan Koordinasi Pembangunan dan Pemerintahan (BKPP) Pemprov Jawa Barat Wilayah III Cirebon mengaku, dirinya sudah menyampaikan surat pengunduran diri kepada Gubernur Jawa Barat. “Surat pengunduran diri sudah saya serahkan ke KPU untuk memenuhi persyaratan. Namun, saya masih menunggu jawaban dari gubernur terkait hal ini,” paparnya. Nasrudin Azis, wakil dari pasangan AA juga mengaku, sudah membuat surat penonaktifan dirinya sebagai Ketua DPRD Kota Cirebon. Tetapi surat tersebut baru akan berlaku setelah dirinya ditetapkan sebagai salah satu pasangan calon yang lolos bersama Ano. “Jika sudah ditetapkan sebagai calon yang lolos verifikasi, saya serahkan semua tugas dan fasilitas diri saya sebagai Ketua DPRD Kota Cirebon. Selama belum ada penetapan, saya masih menjalankan tugas dan kewajiban saya,” tukasnya. Q

ADE/PIP

Dinkes Fokus Terhadap Pelayanan Ibu CIREBON (LJ) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon bakal memfokuskan kinerjanya terhadap pelayanan kesehatan ibu sebagai penunjang untuk menjalankan program persiapan generasi platinum atau emas di masa mendatang. Hal itu dilakukan Dinkes, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 48 tahun 2012. “Sesuai tema Hari Kesehatan Nasional tahun ini “Indonesia Cinta Sehat” dengan sub tema yang dipilih, ibu selamat anak sehat merupakan sasaran prioritas pembangunan kesehatan,” ungkap Eddy Sugiarto, Kepala Dinkes Kota Cirebon kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Menurut Eddy, untuk menunjang program generasi emas perlu ada peran serta dari masyarakat, terutama bagi mereka yang kelak akan memiliki keturunan. Peran serta yang dimaksud, sederhananya dengan cara berprilaku hidup sehat dan bersih dalam kehidupan sehari-hari. “Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke

9

48 ini akan dioptimalkan sebagai momentum untuk meningkatkan semangat, kepedulian, serta memantapkan kerja sama seluruh pihak untuk berjuang dalam mempercepat target program pelayanan ibu sehat menuju generasi emas. Tentunya perlu ada peran serta dari masyarakat untuk mengutamakan pola hidup sehat dan bersih,” ujarnya. Eddy mengungkapkan, indikator pencapaian program ditandai dengan menurunnya angka kematian bayi (AKB), menurunnya angka kematian ibu (AKI), menurunnya prevalensi gizi kurang dan gizi buruk serta meningkatnya umur harapan hidup (UHH). Sementara, sebanyak 28 regu pawai yang berasal dari instansi kesehatan di wilayah Kota Cirebon terdiri dari Puskesmas dimasing-masing kecamatan, instansi pendidikan kesehatan, tingkat SD hingga Perguruan Tinggi. Setiap regu terdiri dari belasan hingga puluhan peserta dengan mengusung tema kesehatan yang bervariasi turut meramaikan perayaan Hari Kesehatan Nasional. Q EKA

Kepala Sekolah SD Ikut Nyalon Pilwalkot CIREBON - Jelang penutupan pendaftaran calon Wali Kota dan Wakil Walikota Cirebon oleh KPUD (Komisi Pemilihan Umum Darah), Sabtu (10/11), dalam pelaksanaan Pilwalkot (pemilihan walikota) yang akan dihelat pada tanggal 14 Februari 2013 mendatang. Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Walikota Cirebon yang berangkat dari jalur independent itu, H. Basirun-Suryaman, ikut memanaskan hajatan masyarakat daerah pemasok udang tersebut.Bahkan, wakil yang menjadi pasangan H. Basirun, berasal dari kalangan PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang menjabat sebagai kepala sekolah dasar di Kota Cirebon.Saat dikonfirmasi, Suryaman mengakui apabila dirinya seorang kepala sekolah di salah satu SD. Namun, majunya menjadi wakil mendampingi H. Basirun, karena ingin ikut membangun Kota Cirebon menjadi lebih baik lagi dimasa mendatang.“Memang saya menjabat kepala sekolah SD, mencalonkan di Pilwalkot ini karena ingin sekali membangun Kota Cirebon ke arah lebih baik lagi dari sekarang. Apalagi saya putra asli daerah ini,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR. Keberanian Suryaman, ikut dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah itu mendapat apresiasi masyarakat setempat. Seperti diungkapkan Nando Herdiansyah, masyarakat pesisir Kota Cirebon, dirinya menilai pencalonan kepala sekolah tidak melanggar aturan dan sah-sah saja. Sebab Pilwalkot ini pesta demokrasi, siapa saja boleh mencalonkan asalkan niatnya baik untuk membangun wilayah ini lebih baik lagi. “Kalau memang kepala sekolah itu mau mencalonkan, saya siap mendukungnya dan memenangkan menjadi Wakil Wali Kota Cirebon. Karena harapan saya, bilamana Suryaman terpilih harus betul-betul memikirkan masyarakat Kota Cirebon yang tertinggal,” tukasnya. Q DUD/NAN

Gubernur Buka Kegiatan Epitech Tingkat Jabar

CIREBON (LJ) – Sebanyak 20 SMK (sekolah menegah kejuruan) se Jawa Barat (Jabar) mengikuti kegiatan Epitech ke 7 (Expo Pendidikan dan Teknologi) tahun 2012 yang digelar di Stadion Bima Kota Cirebon. Kegiatan yang dilaksanakan tingkat Jabar itu, dibuka Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Senin (12/11). Dalam sambutannya, Ahmad Heryawan mengatakan, sejauh ini potensi yang dimiliki pelajar SMK di Jabar sangat besar dan perlu dikembangkan, sehingga pelajar SMK di Jabar dapat bersaing menjadi yang terbaik. ”Melalui kegiatan Epitech ini, potensi para pelajar SMK di Jabar diharapkan akan lebih berkembang. Karena saya yakin, pelajar SMK di Jabar memiliki kemampuan yang lebih dan patut di orbitkan,” ungkapnya. Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Muhammad Wahyudi Zarkasih mengatakan, dalam rangka mengembangkan potensi para pelajar SMK, serta dalam upaya memajukan kualitas SMK di Jabar, Epitech ke 7 ini juga wadah pembinaan dan pengarahan untuk para lulusan SMK dalam menyongsong lapangan pekerjaan berbekal skill serta kemampuan khusus yang diajarkan ditiap sekolah. Wali Kota Cirebon, Subardi memberikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan Epitech ke 7 terutama kepada Gubernur Jabar. Sebab, wilayahnya sudah dipercaya dan ditunjuk menjadi tuan rumah dalam kegiatan tersebut. “Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon mengucapkan terima kasih atas terpilihnya sebagai tuan rumah Epitech se Jabar,” ujarnya. Subardi mengungkapkan, rasa optimistisnya terhadap para pelajar SMK di Kota Cirebon yang akan mampu berprestasi, baik dalam bidang ilmu pengetahuan dan juga ketrampilan. Sehingga, lanjutnya, Kota Cirebon akan menjadi barometer prestasi bagi pelajar SMK di Jabar. Q EKA

NO TELP. PENTING DI CIREBON : ABADI MOTOR JAYA | RUMAH MAKAN DALEM ARUM | CV SETIA BHAKTI. | WELLIA SALON. | SD NEGERI 1 KRAMAT. | RINA BUTIK. | TOKO ARMADA. | SLB BAGIAN B C ALFALAH. | HOTEL BERINGIN TRANSIT. | APOTIK BUNDA FARMA. | CV PERMATA ROTAN. | SMP NEGERI 13. | BANK LIPPO PT TBK. | VARUNA TIRTA PRAKASYA PT PERSERO. | SMA NEGERI 6. | CV NAGARI CARUBAN GEOTAMA. | MEDIKA BINA HUSADA. | CV MITRA UTAMA. | MADRASAH TSANAWIYAH MANDIRANCAN. | RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GUNUNG JATI. | POLSEK ARJAWINANGUN. 0231 357110 | RUMAH SAKIT BUDI LUHUR. | RUMAH SAKIT PEMERINTAH DAERAH CAKRABUANA. | RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PERTAMINA. | SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN.

POLKUM

Edisi 184- Tahun 1 - Selasa, 13 November 2012

Partai Demokrat Terancam Batal Usung Dede-Laksamana tiga parpol itu. Fungsionaris DPD Partai Demokrat Jabar Yan Rizal Usman mengaku SK yang diserahkan ke KPU saat pendaftaran ditandatangani Ketua DPD Partai Demokrat Jabar periode sebelumnya yakni Iwan Sulandjana. Iwan sendiri kembali terpilih sebagai ketua pada Musda di Bogor. “Tapi hari itu (saat pendaftaran) juga susunan pengurus sudah terbentuk. Malam setelah setelah pendaftaran, sekitar pukul 23.30 WIB, kita ganti SK-nya, ditandatangani ketua periode 20122017,” jelas Yan. Kepengurusan Demokrat periode baru memang baru terbentuk. Sebab musda baru selesai belum lama ini, ditambah persiapan jelang pendaftaran beberapa waktu lalu. Namun ia memastikan susunan kepengurusan sudah sah dan tinggal diumumkan secepatnya. Ia pun yakin SK yang diserahkan ke KPU tidak akan bermasalah. BANDUNG (LJ) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar berencana mengecek keabsahan surat keputusan (SK) dukungan Partai Demokrat yang mengusung pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana pada Pilgub Jabar 2013. Jika SK dukungan tidak sah, maka dipastikan Partai Demokrat tidak akan bisa mengusung Dede-Lex. Meski begitu, pasangan Dede-Lex tetap bisa maju ke Pilgub karena koalisi PAN, PKB dan Gerindra sudah cukup memenuhi kuota suara untuk mengusung pasangan ini. “Kita akan cek keabsahan SK dukungan Partai Demokrat bagi pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana,” kata Ketua KPU

Jabar Yayat Hidayat saat dihubungi via ponsel, Senin (12/11). Pengecekan dilakukan karena susunan kepengurusan Partai Demokrat Jabar baru terbentuk. Sementara SK dukungan yang harus diserahkan ke KPU saat pendaftaran harus ditandatangani ketua DPD Demokrat Jabar yang baru. “Tapi kalaupun SK Demokrat tidak sah, itu tidak masalah karena jumlah suara dari partai koalisinya cukup untuk mengusung pasangan calon,” ujar Yayat. Partai koalisi Demokrat yakni Gerindra yang meraih 8 persen suara saat Pemilu 2009, PAN 5 persen, dan PKB 2 persen. Sehingga jika SK Demokrat tidak sah, Dede-Lex akan diusung

Eggy Sudjana Menggugat Sementara itu, praktisi hukum-Eggi Sudjana--yang juga cagub Jawa Barat (Jabar) dari jalur independen menilai Undang-Undang No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dinilai menyulitkan cagub dari jalur independen. Oleh karena itu, dia mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK). Adapun pasal yang diajukan oleh Eggi Sudjana adalah pasal 59 ayat 2a huruf D. Pasal tersebut mengharuskan Eggi Sudjana mengumpulkan dukungan dari 3 persen jumlah penduduk Jawa Barat. Merasa berat dengan ketentuan itu, Eggi pun meminta MK membatalkan pasal tersebut. “Pasal

59 ayat 2a huruf d melanggar hak konstitusional pemohon yang akan mencalonkan diri dalam pilgub Jabar,” kata kuasa hukum pemohon, Hadrar Wilham, saat membacakan permohonan dalam sidang di gedung MK, Jakarta, kemarin Menurut Hadrar, pasal tersebut bertentangan dengan UUD 1945 karena pemohon untuk memenuhi persyaratan dukungan sebagai Calon Independen Gubernur Jabar dengan syarat dukungan KTP sebesar 1.474.600 jiwa. Dengan demikian, cagub Independen Jabar harus merogoh kocek sebesar Rp 200 juta. “Semisal Jabar pemilih 49 juta orang, maka dukungannya satu juta lebih jiwa dengan menyiapkan dana fotocopy KTP kali 200 atau sekitar Rp 294 juta lebih untuk biaya ini,” kata Hadrar. Dia menjelaskan, pasal tersebut sangat diskriminatif kepada cagub jalur independen di Pilkada Jabar. Pemohon juga mengungkapkan kerugian konstitusional akibat pasal tersebut ialah sebesar Rp 800 juta. “Untuk itu, pemohon meminta MK menyatakan Pasal 59 ayat 2a huruf d UU Pemda bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,” katanya. Ahmad Sodiki selaku ketua majelis meminta agar pemohon lebih menjelaskan perbedaan alasan permohonan dengan putusan MK terkait pasal yang sama. “Sudah ada putusan MK No 14 PUU/2009, mengenai pasal ini. Tolong dipelajari apakah kemudian alasan-alasan yang dikemukakan berbeda, kalau sama tentu tidak mungkin dilakukan kembali,” kata Sodiki. HER/FER

11

Lintas Polda Jabar Pecat 15 Polisi Nakal dan Bermasalah BANDUNG - Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) memecat 15 anggotanya dengan tidak hormat (PTDH) dari dinas kepolisian. Bahkan, delapan di antaranya berstatus buron (masuk daftar pencarian orang/DPO). “Para anggota Polri itu diberhentikan tidak dengan hormat karena terbukti meninggalkan tugas secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, di Bandung, Senin (12/11). Keputusan PTDH bagi anggota Polri tersebut, kata berdasarkan keputusan Kapolda Jabar Nomor Kep/843/X/2012 tertanggal 2 Oktober 2012. Dari 15 orang aparat yang dipecat itu, enam di antaranya berasal dari dari wilayah Polrestabes Bandung, sisanya dari Karawang, Ciamis, Sukabumi, serta dari satuan Brimob dan Polda Jabar. “Semua anggota yang dikenai PTDH semuanya pria. Bagi yang DPO prosesnya masih akan berlanjut, semuanya masuk kategori desersi,” tambah Kombes Sitompul. HER

Gara-Gara Politik, Bupati Sumedang Mundurkan Sekda SUMEDANG - Jabatan sekretaris daerah (sekda) di Kabupaten Sumedang untuk beberapa hari ini kosong karena penjabat sekda sebelumnya yaitu Atje Arifin sudah mengundurkan diri. Atje Arifin dikabarkan mengundurkan diri terkait dengan rencana pencalonanya dalam Pilbup Sumedang. Hal ini dibenarkan Bupati Sumedang Don Murdono. “Surat pengajuan pengunduran diri Atje Arifin sudah diterima,” kata Don melalui pesan singkatnya (sms), kemarin. Don juga menyebutkan alasan Atje mengundurkan diri untuk mengikuti pencalonan pilbup. Don menambahkan, surat tersebut sudah diproses dan sudah diajukan ke provinsi. “Jabatan sekda kini kosong sejak pengajuan surat tersebut pada Jumat (9/11) sampai Senin (12/11) ini. Kami tidak tahu kalau pencalonannya tidak jadi,” kata Don. Namun ketika dikonfirmasi, Atje Arifin membantah pengunduran dirinya. Ia mengatakan dirinya masih menjabat sekda. Demikian juga pihak Humas Pemkab Sumedang mengatakan, sekda masih mengikuti apel pagi pada Senin (12/11/2012) pagi seperti biasa. “Tidak ada pengunduran diri, sekda masih biasa bertugas. Pada apel pun beliau ada,” kata Kabag Humas Pemkab Sumedang, Tono Martono. WAN

Sambungan Hal 1 Peran.. mempelajari hasil audit BPK. KPK, lanjutnya, tetap memprioritaskan penyelesaian kasus Hambalang. Pasalnya, kerugian negara atas kasus tersebut mencapai hingga sekitar Rp 2,5 triliun. “Laporan itu lebih kepada bentuk real menyebutkan kerugian negara. Penyidikan yang dilakukan KPK akan tetap jalan terus, kepada siapapun pejabat yang disebut melakukan pelanggaran wewenang,” tutur Adnan. Sebelumnya, dalam laporan audit, Andi diduga membiarkan Sesmenpora Wafid Muharam melakukan penyimpangan serta tidak melaksanakan pengendalian dan pengawasan sebagaimana yang diuraikan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2008. Andi mengaku tak tahu jika menteri harus terlibat dan menandatangani dokumen kontrak proyek di kementeriannya yang bernilai di atas Rp 50 miliar, termasuk proyek Hambalang.

Anas dan Andi Disebut Sebelumnya, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, kembali membeberkan peran angggota DPR maupun pihak Kemenpora dalam proyek Hambalang. Nazaruddin kembali menyebut namanama mantan rekan separtainya, yakni Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh, Mahyudin, serta Mirwan Amir. Menurut Nazaruddin, kasus ini berawal saat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyurati Kemenpora pada 2008. Dalam surat tersebut, BPK memperingatkan Kemenpora bahwa proyek Hambalang tidak bisa dijalankan jika masalah sertifikat lahan belum selesai. “Di situlah peran Anas, memanggil Ignatius Mulyono dan memerintahkan dia memanggil Pak Joyo Winoto,” kata Nazaruddin seraya menambahkan Anas

kemudian bertemu dengan Joyo Winoto yang menjadi Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) saat itu. “Setelah Anas ketemu Joyo, satu minggu setelah itu, sertifikat selesai. Itu peran Anas,” ungkap Nazaruddin. Setelah sertifikat selesai diurus, lanjutnya, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga saat itu, Wafid Muharam, melapor kepada Anas. Ketika itu, menurut Nazaruddin, sedang ada masalah di internal Kemenpora. Pada awal masa kepemimpinan Andi, semua eselon satu sedang dievaluasi sehingga tidak ada yang berani menjalankan proyek Hambalang dan program Menpora lainnya. Untuk itulah, katanya, Wafid menemui Anas dan meminta agar Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu bicara kepada Andi sehingga Wafid mendapat instruksi langsung dari Menpora untuk berkomunikasi intens dengan

Dede...

Setelah Wafid bergabung dalam pertemuan itu, lanjutnya, Andi menginstruksikan bawahannya itu untuk berkomunikasi intens dengan Komisi X, khususnya dengan Mahyudin, Angelina, dan Mirwan. “Kalau mereka ngeluh lagi, dan tidak ada komunikasi intens, maka Bapak termasuk salah satu eselon satu yang saya evaluasi,” kata Nazaruddin, menirukan perkataan Andi kepada Wafid saat itu. “Andi menekan Wafid supaya proyek Hambalang jalan,” tambahnya. Nazaruddin pun menyebut aliran uang yang diterima anggota DPR dan pihak Kemenpora terkait proyek Hambalang tersebut. “Uang Rp 100 miliar itu kesepakatan Anas sama PT Adhi Karya. Rp 50 miliar buat Anas, Rp 10 miliar buat Mirwan dan Olly. Rp 10 miliar buat Mahyudin, Rp 5 miliar buat Mukhayat, dan Rp 5 miliar buat Wafid, Rp 20 miliar untuk Menpora,” ungkapnya. CPS/BSR

Pat...

Ibas mengaku merasa yakin bahwa calon yang diusung tersebut akan dapat menang di Jabar. Tak hanya berkat upaya kandidat saja, melainkan juga dukungan dari pihak-pihak lain. Termasuk Demokrat sebagai mesin partai dan elemen masyarakat pendukung lainnya. ‘’Kami tak ingin berandai-andai. Tapi sebaik mungkin kami menginginkan menang dalam satu putaran,’’ tandas putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Rieke Merasa Berat Sementara itu, pasangan Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki (PATEN)

mengaku peluang mereka di Pilgub sangatlah berat karena mereka diusung PDIP sendirian. Untuk itu, keduanya akan bekerja keras untuk meraup dukungan suara. Dengan mendeklarasikan ‘Koalisi Rakyat untuk Relawan Jabar Baru Jabar Bersih’ mereka berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat. “Ini menguntungkan, walaupun hitungan di atas kertas cukup berat, tapi kami optimis berkoalisi dengan rakyat,” ujar Rieke. Saat ini, menurut Rieke, sudah ada banyak elemen masyarakat yang berkoalisi dengan mereka, buruh, petani, nelayan, pedagang kaki lima,

kaum miskin kota, pengusaha kecil hingga anak jalanan. “Mudah-mudahan mereka bisa membantu dengan lagulagu mereka untuk mensosialisasikan kita,” harap Rieke. Soal mereka nantinya akan benarbenar menyumbangkan suara, Rieke menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan. “Saya kira mereka memperjuangkan kami, sebetulnya sedang memperjuangkan diri mereka sendiri. Bukan semata-mata kekuasaan. Menang kalah urusan Allah, tapi kami tetap ihktiar. Manjadda wajadda weh,” ungkap Rieke. FER/BSR

Dugaan.. untuk memperkaya diri pribadi. Proyek DAK Bidang Pendidikan Tahun 2011 sebesar Rp 85 miliar yang implementasinya bulan November 2012, diduga telah menjadi proyek bancakan oknum-oknum pejabat Disdik. Sebagai contoh gamblang ada pada proyek pembangunan Sekolah Dasar, dari sebanyak 422 paket itu, dalam pelaksanaannya diketahui banyak bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa, prosedur dan mekanisme tender lelang benar-benar diabaikan. “Disini banyak oknum yang bermain, ditambah lagi

Komisi X DPR terkait program-program kementerian. “Mas Anas lalu memanggil Mahyudin, Nazar, Angelina Sondakh, Mirwan Amir, diperintahkan ketemu Andi Mallarangeng,” tambahnya. Pertemuan itu berlangsung pada Januari 2010 di Kantor Menpora di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, menurut Nazaruddin, Mahyudin yang ketika itu menjadi Ketua Komisi X mengatakan kepada Andi agar Kemenpora berkomunikasi intens dengan Komisi X supaya program-program bisa berjalan dengan baik. Sebagai perwakilan Kemenpora diusulkan Wafid Muharam. “Angie bilang, Pak Menpora, kalau eselon satu tidak ada instruksi langsung dari Bapak juga tidak akan jalan. Langsung Pak Menpora dari meja makannya menelepon supaya Wafid ke ruangannya. Begitu Pak Wafid naik ke lantai 10, dia dikenalin sama kami,” ucap Nazaruddin.

dengan 70 paket Proyek untuk tingkat SLTP. Kalau kita telaah, ada 122 paket dengan total nilai Rp14 miliar telah menjadi bancakan para oknum pejabat Disdik. Mereka melakukannya dengan cara berkolusi dengan para oknum pejabat di jajaran eksekutif dan legislatif,” ujarnya. Lebih ironis lagi, tambah Yayan Sting, ada oknum pejabat Disdik Garut sengaja mendatangi salah seorang pengusaha untuk menawarkan pekerjaan sebanyak 35 paket proyek . Masing-masing paket pekerjaan dimintai prosentase antara 8% sampai 10% dari nilai total proyek.

“Anehnya, aparat penegak hukum seperti tidak bernyali untuk meringkus para tikus-tikus berdasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Padahal, secara kasat mata sudah jelas terlihat adanya permainan kotor yang ditenggarai mendapat persetujuan dari petingginya Dinas Pendidikan, karena terbukti kepala dinasnya tidak pernah mau bertindak tegas,” ucapnya. Kalau begini terus lanjut dia, dunia pendidikan akan semakin rusak dan sebaiknya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Mahmud segera melepaskan jabatan dan jangan sam-

pai masyarakat turun tangan dan melakukan aksi demo besar-besaran. “Saya yakin kalau awalnya sudah kusut maka sampai akhirnya juga pasti akan bertambah kusut dan bermasalah. Korupsi di lingkungan Disdik Kabupaten Garut saya anggap sudah sangat kronis,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kab.Garut H.Mahmud, ketika dikonfirmasi terkait kasus tersebut tak berhasil ditemui LINGKAR JABAR di ruang kerjanya. Menurut salah seorang Staf Disdik, Mahmud lagi keluar kota, tepatnya sedang urusan dinas ke Cirebon.

JUL/BDN

Sejarah... ran Presiden. Misalnya tata cara pelaksanaan kewenangan Notaris di bidang pertanahan akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden. Atau setidaknya menjelaskan dalam penjelasan pasalnya tentang apa yang dimaksud dengan kewenangan di bidang pertanahan tersebut, sebab bidang pertanahan sangat luas dan beberapa perbuatan hukum yang berkaitan dengan pertanahan, tidak selalu dibuat aktanya oleh PPAT.

Misalnya Akta Pengikatan Jual Beli, Akta Sewa Menyewa. Pelaksanaan Pasal 15 ayat (2) huruf “f” UUJN, sampai saat ini tidak dapat diterapkan, karena dianggap berkonflik dengan peraturan perundang-undangan yang lain yang mengatur hal yang sama. Dalam kondisi demikian, maka terjadi kondisi “contra consuetudinem non obligat” yaitu peraturan yang bertentangan tidak mengikat. Bagaimanapun, konstrversi harus diakhiri, sehingga kita

harus sepakat untuk membedah polemik ini secara jernih berdasarkan kaidahkaidah pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik. Apalagi saat ini sedang berlangsung pembahasan RUU Jabatan Notaris sebagai pengganti UU No. 30 Tahun 2004. Demikian halnya, jika hendak memberikan pengukuhan terhadap Jabatan PPAT,maka memang sudah pada saatnya kita merekomendasikan untuk mengajukan RUU.. bersambung...

Bupati Bogor Rachmat Yasin. Menurut Ketua Komite Pemantau Pembangunan (KPP) Arthur Herman S, selain dugaan konspirasi merugikan negara di proyek sarpras itu, ada pula kisah tentang dugaan penyelewengan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) miliaran Rupiah. Modusnya, dengan cara menggelembungkan data siswa penerima dana BOS. Hal itu, jelas Arthur, sebenarnya sudah terendus oleh auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat melakukan audit pada tahun anggaran 2011 lalu. Namun entah kenapa, temuan BPK tentang kelebihan pembayaran dana BOS tahun 2011 itu tak lagi ditindaklanjuti. Pimpinan DPRD Kabupaten Bogor yang sebelumnya berteriak kencang menghujat sinyalemen korupsi dana BOS itu, kini diam tak berdaya. Demikian pula dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong yang sebelumnya melalui Kasi Intel Bayu Adi Nugroho berjanji

akan menindaklanjuti temuan BPK itu, sekarang ikut-ikutan berdiam diri seperti patung. “Bupati Bogor diam, DPRD bungkam, dan pihak penegak hukum pun seperti patung. Ada apa ini? Padahal, temuan BPK terkait dana BOS itu bisa menjadi pintu masuk dalam membongkar kasus korupsi di Disdik, tapi nyatanya tidak pernah tindakan tegas. Lantas kepada siapa masyarakat bisa menyandarkan harapannya dalam penegakan hukum dan penyelenggaraan pendidikan yang bersih dan transparan?” kata Arthur kepada LINGKAR JABAR, kemarin. Secara terpisah, Ketua Umum DPP LSM Komite Pemantau Keuangan dan Aset Negara (KompasKN), Timbul Gultom, dengan lantang meminta aparat penegak hukum, baik Kepolisian atau Kejaksaan, untuk segera bertindak menelusuri berbagai dugaan korupsi di instansi yang menangani bidang pendidikan itu. “Selama ini, kasus korupsi di Disdik yang

dibongkar penegak hukum cuma kasus kecil. Yang besarnya tidak ada. Jadi ini terkesan tebang pilih,” kata Timbul. Dikatakannya, dia pernah mendapat informasi beberapa waktu lalu instansi penegak hukum dari tingkat Provinsi telah melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi di lingkungan Disdik, khususnya pada proyek-proyek yang dananya bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov). Namun, sampai kini tidak diketahui bagaimana kelanjutan atas penanganan kasus dugaan korupsi di dinas yang paling besar anggarannya itu. Kepala Disdik Didi Kurnia yang hendak dikonfirmasi terkait hal tersebut, tak berhasil dimintai komentar atau konfirmasinya sampai berita ini diturunkan. Wartawan LINGKAR JABAR mencoba untuk menemui Didi Kurnia di kantornya, tak pernah berhasil karena Didi lebih sering tak ada di ruang kerjanya. DED

Setelah puas menyampaikan aspirasinya di halaman pendopo Indramayu, para petani pun melanjutkan aksinya menuju Gedung DPRD. Di sana pun para petani menyampaikan aspirasi sama ketika mengelat aksi di halaman pendopo, agar anggota dewan untuk meninjau kembali nasib mereka yang dialaminya saat ini. Petani menilai, kearoganan para mandor, mantri dan asper di sekitar lahan yang mereka garap untuk mengais rezeki, sangatlah meresahkan. Parahnya lagi, mandor

Perhutani berani menganiaya para petani. “Belum lama ini, kawan kami dari Desa Sukaslamet Blok Cayut dikeroyok dan digebuki para mandor, mantri dan asper Perhutani sampai masuk rumah sakit. Itu terjadi hanya garagara ingin menggarap lahan terlantar, namun tidak diperbolehkan oleh mereka, karena lahan tersebut akan diberikan kepada seseorang pengusaha asal Bekasi, yaitu bos singkong,” cetus Wasdi, salah seorang petani yang ikut aksi. SLH/HIS

Ditindas... Kemudian, Pemkab harus satu nafas dengan STI dan jangan dijadikan ajang bisnis, Pemkab dituntut untuk mendatangi kepolisian dalam mengungkap kasus penganiayaan petani, Pemkab harus koreksi tata batas Perhutani dengan benar, dan jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, STI akan mendatangi pendopo setiap 2 Minggu sekali. “Kami juga minta Pemkab untuk meninjau ulang keberadaan perhutani di Indramayu. Karena hanya menyengsarakan rakyat,” papar Sabar.

OLAHRAGA

Edisi 184 - Tahun 1 - Selasa, 13 November 2012

12

Lintas Arena P l tih M Pelatih Maung Kepincut Bek Tangguh Korea Selatan BANDUNG - Bek asal Korea Selatan yang disebut-sebut akan bergabung mengikuti latihan Rabu nanti, Kwon Jun memiliki kans besar untuk masuk dalam skuad Persib Bandung. Pelatih Djadjang Nurdjaman meyakini, Jun lebih baik ketimbang pemain lain yang sebelumnya mengikuti seleksi tim. Ini karena mantan pemain PSM Makassar musim lalu tersebut juga pernah bermain bersama tim Indonesian Premier League (IPL) All Star, saat menghadapi laga eksebisi kontra tim asal Italia, Inter Milan FC. “Kwon Jun dia punya teknik dasar. Makanya kita akan lihat. Waktu lawan Inter dia main sama LPI All Star. Ya mudah-mudahan saja sesuai dengan apa yang kita inginkan,” ujar Djanur (sapaan Djadjang Nurdjaman) kepada wartawan, kemarin. Bahkan kata Djanur, jika Jun mampu tampil mengesankan selama latihan, bukan tidak mungkin keikutsertaannya diperpanjang hingga laga uji coba, Sabtu (17/11) pagi mendatang. “Kalau pas seleksi dia bagus, sekalian kita bawa untuk game uji coba. Kalau enggak, ya langsung kita pulangkan,” ucapnya. Disinggung mengenai masuknya nama Jun sebagai pemain seleksi, Djanur mengakui pemain berusia 25 tahun dan bertinggi 183 cm tersebut hadir atas undangannya, yang ingin melihat kualitas pemain tersebut. “Kita tahu dia. Selain bek, dia juga bisa main di posisi gelandang,” tandasnya. Q FER

Manajer Timnas Jamin Masa Depan Pemainnya BOGOR - Setelah kiper timnas, Samsidar, kebingungan dan akhirnya meninggalkan training camp tim nasional, manajer Habil Marati akhirnya menyatakan akan mencarikan klub yang siap menampungnya. Hal itu disampaikan Habil, kemarin, setelah Samsidar meninggalkan Jakarta karena dipanggil Mitra Kukar untuk segera menyelesaikan urusan kontrak mereka. Dikatakan Habil, pihaknya siap mencarikan klub baru buat Samsidar asalkan mantan kiper PSM dan Semen Padang itu kembali ke Jakarta. “Saya sudah bicara dengan Sihar Sitorus selaku pemilik Produta. Dia oke saja dan mau menampung Samsidar. Tapi tidak langsung kontrak. Semua ada prosesnya,” jelas Habil. Sementara Samsidar sebelumnya mengatakan, ia sangat ingin membela timnas. Namun, karena manajer dan PSSI tak kunjung memberi jaminan kepastian untuk kariernya, ia pun bersiap menerima pinangan Mitra Kukar, walaupun ia dilarang memperkuat timnas oleh klub ISL tersebut. “Saya bingung sekali untuk memilih. Di satu sisi, saya ingin membela timnas. Tapi ada tawaran yang menarik dari Mitra Kukar,” tuturnya. Habil kini berjanji akan menjamin seluruh pemain di timnas Indonesia terkait masa depannya. Ia mengaku akan mencarikan klub kepada masing-masing pemain. “Saya sudah berbicara dengan PSSI. Mereka akan segera memberi jaminan. Saya minta pemain semua sabar,” kata Habil. Q CPS

Pasukan Merah Putih Haus Gelar !!

BOGOR (LJ) - Menyosong Piala AFF 2012 yang digelar di Malaysia pada 24 November - 1 Desember 2012, banyak masalah yang menerpa tim nasional Indonesia. Masalah itu, antara lain pelarangan pemain klub-klub ISL untuk bermain di skuat “Garuda”, sampai yang terakhir kasus hukum yang sedang dihadapi Diego Michiels, serta PSSI yang masih mencari dana untuk kebutuhan turnamen. Namun, Irfan Bachdim, mengaku suasana hamonis di tim tetap terjaga dan para pemain menikmatinya. “Para pemain termasuk saya dalam kepercayaan diri tinggi. Kondisi tim kondusif dan tidak terpengaruh masalah-masalah di luar. Timnas saat ini seperti keluarga saja, ini yang membuat kami menjadi lebih solid dan tetap percaya diri untuk berjuang keras mempersembahkan prestasi maksimal di piala AFF,” ujar Irfan di sela-sela jumpa pers peluncuran jersey baru timnas Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (12/11) sore. Penyerang bernomor punggung 10 itu juga mengekspresikan ambisinya di turnamen antar negara-negara ASEAN tersebut. Dua tahun lalu, di turnamen internasional pertama Irfan bersama Indonesia, pasukan Merah-Putih hanya mampu menjadi runner-up di bawah Malaysia. “Kali ini, saya bersama teman-teman ingin datang menjadi juara, bukan runner-up, itu tekad kami,” tegasnya. Timnas Indonesia akan mulai kiprahnya dengan menghadapi Laos pada 25 November.

Tiga hari kemudian menghadapi Singapura, dan merampungkan laga di Grup B melawan tuan rumah Malaysia pada 1 Desember. Semua pertandingan digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur. “Apalagi dengan Jersey baru timnas, semangat kami semakin berlipat,” tambah Irfan.

Tidak Terpengaruh Sementara itu, pelatih Timnas Nil Maizar juga mengakui bahwa tantangan timnya sebelum turun di turnamen Piala AFF. “Itu sudah biasa. Semakin dekat pertandingan masalah pasti banyak yang datang. Tapi kami tidak akan terpengaruh,” katanya usai memimpin latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, kemarin. Nil yang mantan pelatih klub Semen Padang itu mengaku tidak akan terpengaruh oleh banyaknya tantangan tersebut dan tetap akan menjalankan program yang telah dibuat. Masalah pertama yang terjadi adalah cedera pemain. Salah satu pemain kunci yang diharapkan menjadi palang pintu pertahanan yaitu Hengki Ardiles terpaksa keluar dari pemusatan latihan karena harus menjalani perawatan panjang. Absennya pemain Semen Padang itu bisa langsung ditutup pemain lain di antaranya Nopendi dan Novan Setya Sasongko. Selain itu, timnas juga kehadiran pemain Espanyol B, Arthur Irawan. Setelah posisi bek kanan terisi, giliran posisi bek kiri yang bermasalah. Hanya saja, permasalahan

yang terjadi berbeda karena bukan karena pemain mengalami cedera melainkan tersangkut kasus hukum atau indisipliner. Diego Michiels, pemain naturalisasi yang diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya terpaksa harus berurusan dengan hukum karena diduga telah melakukan penganiayaan. Setelah itu, permasalahan terjadi di barisan penjaga gawang karena satu di antara tiga penjaga gawang yang ada yaitu Samsidar harus keluar dari pemusatan latihan. Mantan pemain Semen Padang itu memilih bergabung dengan klub barunya yaitu Mitra Kukar. “Terus terang kami tidak ada kecemasan dengan kondisi tim. Kalau kita takut maka kita akan lebih takut. Makanya kita harus memaksimalkan pemain yang ada,” kata Nil. Ia mengatakan, secara umum persiapan timnas untuk Piala AFF 2012 sudah maksimal meski banyak permasalahan yang muncul. Bahkan, kemampuan Andik Vermansyah dan kawan-kawan akan dicoba oleh Timor Leste, Rabu (14/11). “Saat ini tinggal pematangan saja. Gambaran kerangka tim juga sudah ada. Lihat saja di lapangan nanti,” kata pria yang pernah mengenyam pendidikan kepelatihan di Jerman itu. Hingga saat ini, pemain yang terus menjalani pemusatan latihan sebanyak 23 orang. Tiga di antara mereka adalah pemain naturalisasi, yaitu Johnny van Beukering, Tonni Cussel, dan Raphael Maitimo. Jumlah pemain saat ini hampir sama dengan jumlah yang harus didaftarkan ke AFF yaitu 22 pemain. Q CPS

PENDIDIKAN & KESEHATAN

Info Kesehatan Waspadai Cacingan Pada Anak (2)

Edisi 184 - Tahun 1 - Selasa , 13 November 2012

Pelayanan KB di Rumah Sakit Menurun, Revitalisasi Jadi Mendesak

C

acing pita : Dapat menimbulkan rasa sakit di daerah perut. Cacing pita dapat menutupi daerah otot, kulit, jantung, mata & otak. Selain hal tersebut di atas, gejala lain yang mungkin timbul adalah: Rasa mual Lemas Hilangnya nafsu makan Rasa sakit di bagian perut Diare Turunnya berat badan karena penyerapan nutrisi yang tidak mencukupi dari makanan Pada infeksi yang lebih lanjut apabila cacing sudah berpindah tempat dari usus ke organ lain, sehingga menimbulkan kerusakan organ & jaringan, dapat timbul gejala: Demam Adanya benjolan di organ/jaringan tersebut Dapat timbul reaksi alergi terhadap larva cacing Infeksi bakteri Kejang atau gejala gangguan syaraf apabila organ otak sudah terkena Pengobatan Cacingan Obat yang mempunyai efek sebagai anti parasit dapat digunakan untuk pengobatan cacingan ini, ada 2 jenis obat yang biasa digunakan yaitu: Pyrantel Pamoat Dosis untuk pengobatan cacingan yang belum diketahui jenisnya adalah : - Dewasa/anak-anak : 10 mg/kg BB, diberikan dalam dosis tunggal Mebendazole Dosis untuk pengobatan cacingan yang belum diketahui jenisnya, sama dengan dosis diatas, yaitu: - Dewasa/anak-anak : 10 mg/kg BB, diberikan dalam dosis tunggal Apabila ada anggota keluarga yang terkena cacingan, sebaiknya pengobatan juga diberikan untuk seluruh anggota keluarga untuk mencegah/mewaspadai terjadinya penularan cacingan tersebut. Selama masa pengobatan hindari penularan cacingan ke anggota keluarga lain dengan cara mencuci tangan dengan sabun setiap habis ke toilet atau sebelum menyentuh makanan, hindari juga untuk menyentuh mulut dengan tangan yang belum dicuci. Mencegah Cacingan Datang Kembali Menjaga kebersihan diri adalah salah satu kunci untuk mencegah timbulnya cacingan kembali. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu: Pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan/setiap habis dari toilet. Jagalah selalu jari kuku untuk selalu bersih & terawat. hindari kebiasaan menggigit kuku/menggaruk bagian anus (terutama untuk infeksi cacing kremi). Biasakan untuk selalu mandi di pagi hari (terlebih apabila mengalami infeksi cacing kremi). Biasakan untuk membuka jendela kamar sepanjang hari, karena telur cacing sensitif terhadap sinar matahari (terutama untuk cacing kremi). Jagalah selalu kebersihan makanan yang dikonsumsi Biasakan untuk selalu mengkonsumsi daging yang telah dimasak dengan sempurna

BOGOR (LJ) - Plt Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Drs.Subagyo.MA, mengemukakan bahwa pelayanan KB di sektor rumah sakit (RS) dinilai cenderung menurun. Oleh karena itu upaya merevitalisasi peran

RS dalam pelayanan KB menjadi hal penting. Hal ini secara langsung sangat berkaitan dengan upaya menurunan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) “Upaya ini sebagai bagian menurunkan angka kematian ibu (AKI)

BOGOR - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengungkapkan bahwa rencana dan tahapan perombakan kurikulum yang

akan dilakukan untuk tahun ajaran 2013/2014 segera dilaporkan ke Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono. Substansinya, kurikulum baru ini

DIJUAL LUKISAN KARYA PELUKIS TERNAMA Judul : “Kereta Kencana” Harga : Rp 350 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hub. Nur Hamidan 081584965577 DIJUAL UANG KUNO Harga : Rp 2 250 000 Lokasi : Jawa Barat - Depok Hub Lingga 021-92739059

OLAHRAGA DIJUAL : JERSEY LADIES ARSENAL ( Size S masih baru ) Lokasi : Jawa Barat - Cimahi Harga : Rp 140 000 Hubungi : 089657634819 Handy Hermawan DIJUAL : SEPEDA WIM CYCLE FISHBONE ( type Fishbone ukuran 20 inch) Harga : Rp 900 000 Lokasi : Jawa Barat - Depok Hubungi : Bernard Renaldi 08158036466 DIJUAL : AIR CLIMBER Alat Fitness Praktis Harga: Rp 650 000 Lokasi: Jawa Barat - Bogor Hubungi : Babe Shop HP. 081585828666

APARTEMEN DISEWAKAN APARTEMEN setiabudhi , Ukuran: 48 m² Harga sewa: Rp 6 juta perbln Lokasi: Jawa Barat - Bandung Hub. : Christopher 081910006100 DISEWAKAN APARTMENT GRAND Setiabudi Bandung Harga : Rp. 50 Juta / Tahun Lokasi: Jl. Setiabudi 130-134 Bandung - Jawa Barat Hubungi: Rizal (08121471598) Dijual : Rumah + kontrakan diBakom Harga : Rp 370 000 000 Lokasi : Cileungsi - Bogor Hubungi: 0812 8770 3305

RUKO

RUKO PINGGIR JALAN di Jl.Raya Tajur Harga : Rp 1 350 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi :081806341259 KAVLING KOMERSIAL SENTUL ukuran 180000 m² Harga : Rp 2 000 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi : 081387742916

di RS, maka perlu dibuat terobosan dan inovasi kembali dalam bentuk revitalisasi PKBRS,” ungkapnya. Salah satu faktor penting untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap persalinan yang sehat, adalah dengan cara memberikan kemudahan pembiayaan kepada seluruh ibu hamil, yang belum memiliki jaminan persalinan. “Tentunya diharapkan mereka dapat mengikuti program KB setelah persalinan, sehingga dapat menurunkan kematian ibu akibat melahirkan,” ujarnya. Dia pun memuji peran Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi Award) dan Indonesia Hospital Management Award (IHMA), yang mengadakan kegiatan untuk menunjang program pemerintah setiap tahun. “Khususnya untuk kategori Hospital Famili Planning Project, yang diadakan bekerja sama dengan BKKBN guna meningkatkan peran serta RS dalam upaya pencapaian pemakaian kontrasepsi, khususnya metode jangka panjang,” pungkas Subagyo. Q CPS

lebih mengutamakan kompetensi anak yang tecermin dalam tiga hal. Namun demikian, kata Musliar, materi kurikulum masih ada kemungkinan berubah harena bisa jadi ada masukan yang diberikan oleh orang nomor dua di Indonesia itu. “Yang disampaikan besok juga belum final. Tapi kami lebih utamakan untuk mendapatkan kompetensi yang berimbang. Jadi yang pertama attitude. Selanjutnya skill dan knowledge,” kata Musliar dalam keterangan persnya, kemarin. Sementara untuk jumlah mata pelajaran masingmasing jenjang sekolah akan diajukan sesuai dengan yang telah diberitakan sebelumnya. Untuk tingkatan sekolah dasar (SD), hanya akan ada enam mata pelajaran wajib, yaitu PPKn, Agama, Matematika, Bahasa Indonesia, Seni Budaya, dan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes). Untuk jenjang SD ini, Kemdikbud memang lebih menitikberatkan pada pembentukan sikap sehingga diharapkan muncul generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mempunyai sikap yang baik dan bijak ke depannya. “Untuk mata pelajaran wajib tetap enam. Tapi itu bukan berarti tidak ada sains. Sains tetap ada untuk anak SD tapi diintegrasikan dengan mata pelajaran lain,” katanya. Seperti diketahui, kurikulum baru yang akan diberlakukan pada tahun ajaran 2013/2014 ini memiliki sasaran dalam setiap jenjang. Untuk tingkat SD, diprioritaskan untuk pembentukan sikap. Sementara tingkat SMP difokuskan untuk mengasah keterampilan dan untuk tingkat SMA dimulai membangun pengetahuan. Kurikulum baru fokus pada attitude, skill, dan knowledge. Q CPS

Iklan Baris - LOWONGAN KERJA - PELUANG USAHA - PROPERTY - KEHILANGAN - OTOMOTIF - ELEKTRONIK -

--- MINI Iklannya BESAR manfaatnya --RUMAH

dan bayi (AKB) sesuai dengan tujuan keempat dan kelima Millenium Development Goals (MDG’s),” jelas Subagyo dalam keterangan persnya, barubaru ini. Menurutnya lagi, pada era 1980-1990an, pelayanan KB di rumah sakit (PKBRS) terbilang cukup sukses, bahkan sampai di tingkat ASEAN. Pada masa Orde Baru tersebut PKBRS diselenggarakan di hampir seluruh rumah sakit Indonesia, baik swasta dan RS pemerintah. Caranya dengan membentuk unit pelaksana fungsional (UPF) yang dipimpin penanggung jawab PKBRS di bagian obsgin. “Namun, beberapa tahun terakhir ini dapat dikatakan cakupan pelayanan KB di RS, belum sesuai harapan,” terang Subagyo. Lebih jauh Subagyo memaparkan, hasil SDKI 2002/2003 dan 2007, memperlihatkan terjadi penuruunan PKBRS. Pada RS pemerintah dari 6,9% turun jadi 4,3%. Begitu juga di RS swasta dari 3,4% jadi 2,2%. “Untuk itu dalam upaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB, khususnya

Kurikulum Baru 2013 Menunggu Masukan dari Wakil Presiden

Iklan MINI HOBI

DIJUAL : RUMAH + KONTRAKAN 12 pintu Harga : Rp 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0812 8770 3305 DIJUAL RUMAH nyaman dan sejuk Harga: Rp 875 000 000 Kamar Tidur: 5 Ukuran: 180 m² Lokasi: Jawa Barat - Bandung Hubungi Silva/ bu Hany CP: 085624331105 / 0856208007

JASA

KEHILANGAN

HANDPHONE

Telah Hilang STNK Motor Suzuki Thunder warna hitam no.Pol F 5279 AS a/n Adi Adriadi, GRIYA INDAH BOGOR BLOK M No. 01 Hubungi : 081574277754

KOMPUTER METRO CELL Jual Beli HP Baru & Second Segala Macam Merk. “Harga Menarik” Plaza Jambu 2 Lantai 1 Bogor Hubungi: 081310361202 (Anang) DIJUAL : N8 SECOND mulus Harga : Rp 1 800 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0877 5401 9962 DIJUAL : HTC DOPOD D810 Harga : Rp 650 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 081947428629

A.O.S RECORD Rekaman terjangkau demo,Mixing,mastering,etc lokasi : Jawa barat - Bogor komp badak putih 1 no.31 kotabatu, ciapus bogor hubungi : 085692628092

DIJUAL :BLACKBERRY dua nomer tour 9630 Harga : Rp 1 200 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi:YUDI : 02199683702

SPESIALIST SERVICE LAPTOP&PC Alamat : Bogor - Jawa Barat Telp : 0815 1753 8858

BENGKEL LAS LISTRIK WIDA SARI Jl Raya Narogong Km. 21.5 RT. 01/08 Rawa Hingkik Lokasi :Cileungsi - Bogor (Depan Perum. Cileungsi Hijau) Hubungi Oma Sualiaman 08129342380/081932976548 (021) 82497139

KHATULISTIWA CATERING SERVICE Alamat: Jawa Barat - Bogor Hubungi : 08561431845 SEWA PERALATAN/ PERLENGKAPAN CATERING/ KATERING Lokasi Jawa Barat - Bogor Telp. 081389392450 / 087872242744 YULIA SALON Melayani : Creambath, gunting rambut ,Make up,keriting dll Dan menerima Tata Rias pengantin Discount harga 20 % Buka jam 9 pagi tutup jam 6 sore, Lokasi jl. By pass Jenun Arjawinangun Telp. 081 320 009 411

AUDIO DIJUAL POLKAUDIO TSI 100 Spesifikasi Produk: Speaker type Bookshelf Lokasi: Jawa Barat - Bogor Harga: Rp 2 500 000 Hubungi : Mulyana - 022-61420730

AMALLIA

0251 - 8653016/08568505170

DIJUAL :RUMAH + KONTRAKAN di Bakom Harga : Rp 2 700 000 Lokasi : Cileungsi - Bogor Hubungi: 0812 8770 3305 DIJUAL : RUMAH Harga : Rp 150 000 000 Lokasi : Jl.raya Jampang Kalisuren,bogor Hubungi: 087870256116

10

BENGKEL

BENGKEL LAS DOMA PUTRA canopy,pintu,pagar,relling, balkon, tangga putar,harmonika,teralis minimalis, rotern,cor bahan galfanis Lokasi : Jawa Barat - Bandung Hubungi : 085852424198 BENGKEL KERJASAMA BERSAMA Cuci Stream Motor Sudah Berjalan 3 Tahun lokasi strategis di Jalan Utama Pantura utara dekat dengan kota Jl. Sunan Gunung jati Cirebon Hubungi : 08127137003/0231224801

KESEHATAN AHLI GIGI MULIA Melayani, Menerima Pesanan dan Panggilan ( Pasang Gigi, Pasang Behel / Kawat Gigi,Jaket Gigi,Tambah Gigi, Dll) Jl.Baru No.474 Seberang SMA PGRI 3 Bogor Telp : 085854585539/081283016660 (Rofan)

DIJUAL : KOMPUTER AMD DualCore 2,2ghz Harga : Rp 1 300 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 0889 1503959 DIJUAL : LAPTOP DELL D600 Harga : Rp 1 300 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi:Dijual : 085691582049

AYOO..... PASANG IKLAN DI

AMALLIA : 08568505170

DIJUAL : KOMPUTER CORE I3 Harga : Rp 4 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi:083819530285/ 085776594078

Dijual Kayu Cendana Ukuran 2M x 40cm Gelondongan 8 batang Harga : 30.000.000 Hub :085776000089

Telah Beredar Album Terbaru Tarling Dangdut

MOBIL

“ Candra Lelana Bangkit “

DIJUAL

DIJUAL KAWASAKI BINTER MERSI LOKASI: JAWA BARAT ͳ BOGOR HUBUNGI :087872038009 DIJUAL VESPA SERADA THN 89 F KOTA MULUS WARNA MERAH LOKASI: JAWA BARAT ͳ BOGOR HUBUNGI :087872038009

Di Jual : Lukisan Dari bulu Burung dan Cek Darah Objek Naga dan Burung Home Ukuran : 220 Cm x 180 Cm Bingkai Jati Tua Lama Harga : Rp.15.000.000,Hub : 085776000089 Di jual : Keris Antik 60 buah Rp.20.000.000,Hub : 085776000089 Di Jual : Sepeda Ontel kuno Tahun 1940 Dames Rp : 5.000.000,Hub : 085776000089

DIJUAL USB VACUUM CLEANER Bisa digunakan untuk membersihkan debu-debu yang menempel di keyboard komputer Anda. Harga: Rp 161 000 , Hub: Prayogo 087869772469

Dengan lagu-lagu hitsnya Iyeng Permata-Maman S Diproduksi oleh CV Alan Jaya Record Untuk dapatkan kaset dan cd nya Hubungi Di Alamat : Jl by pas Arjawinangun - Cirebon Kontak Person: 085314567948

BARANG ANTIK Di Jual : Kepala Rusa Tanduk Build Up Kepala Utuh Afrika Besar antik Harga : Rp.5.000.000,Lokasi : Bogor - Jawa Barat Hubungi : 087872038009

DIJUAL : PEUGEOT 505 GR PAUS TH 86 Classic Retro 1986 Harga : : Rp 28 500 000 Lokasi : Jawa Barat - Bogor Hubungi: 02519387247

Prima Motor Cirebon Gebyar Hadiah Akhir Tahun JAWA BARAT DALAM GENGGAMAN ANDA

PANGGILAN Dengan ini memanggil kepada : 1. Sdr. INDRA GUNAWAN (eks Perwakilan Bandung) 2. Sdr. MAMAN SUHARMAN (eks Perwakilan Cirebon) 3. Sdr. SUDIRMAN (eks Perwakilan Indramayu) 4. Sdr. JOKO WARIHNYO (eks Perwakilan Depok) 5. Sdr. ENDANG YUSUF (Eks Perwakilan Purwakarta) Untuk hadir ke kantor HU. LINGKAR JABAR, Griya Indah Bogor Blok.R No.8, Jl. Soleh Iskandar, Kota Bogor Telp. (0251) 8653016 - 8664342 atau Konfirmasi langsung ke 081210781404, 087870707004, 087880036777, untuk menyelesaikan kewajiban saudara dengan pihak manajemen kantor. Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih. Pemimpin Redaksi, COKY PASARIBU

Dapatkan hadiah langsung sepeda motor HONDA REVO AT, untuk bembelian cash/kredid di Dealer PRIMA MOTOR CIREBON pada bulan September-Desember 2012, di wilayah kota/kabupaten Cirebon. Address: Jl Jend A Yani 18-20, Larangan, Harjamukti City: Cirebon Postal code: 45141 Phone number: +62.231.222246 Website: tokolg.com Fax: 0231 222246


lingkar jabar