Issuu on Google+

SABTU 9 MARET

33

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Mengunjungi Pulau Nusa Kambangan, Alcatraz-nya Indonesia (1)

Bukitnya Dikeruk untuk Bahan Utama Semen selama 80 Tahun Pulau Nusa Kambangan ternyata tak hanya berisi beberapa lembaga pemasyarakatan. Sisi timur pulau itu ternyata merupakan tambang batu gamping sebagai bahan baku utama semen. Berikut catatan CHOLIQ BAYA dan BAYU SAKSONO yang baru saja mengunjungi pulau tersebut. NUSA Kambangan memiliki luas sekitar 12.290 hektare (Ha). Pulau yang masuk

wilayah Cilacap, Jawa Tengah, tersebut sepenuhnya dikuasai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia. Ada beberapa lapas di pulau tersebut, antara lain Lapas Besi, Lapas Batu, Lapas Narkotika, Lapas Kembang Kuning, dan Lapas Permisan. Atas izin Kemenkum & HAM, sebagian wilayah yang dijuluki Alcatraz-nya Indonesia tersebut dimanfaatkan PT Semen Holcim Indonesia sebagai tambang batu gamping atau batu kapur. Sejauh ini, Kemenkum & HAM hanya memberikan kuasa kepada PT Semen Holcim untuk mengelola lahan

seluas 1.000 Ha di Nusa Kambangan. ‘’Itu pun, dari lahan 1.000 Ha yang diizinkan, yang kami tambang hanya sekitar 400 Ha. Ka rena yang mengandung batu kapur hanya sekitar 400 ha,” jelas Kunto Wulung, ahli tambang PT Holcim Indonesia. Memang, batu kapur sangat penting dalam industri semen. Bahan baku utama semen adalah batu kapur dengan persentase sekitar 75 persen. Bahan baku pendukungnya adalah tanah liat (clay), pasir besi, dan beberapa bahan tambahan lain dengan persentase kecil n

TERPENCIL: Lokasi tambang batu kapur di Pulau Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

 Baca Bukitnya...Hal 43

BAYU SAKSONO/RaBa

Tewas Dilindas Truk Gandeng Terseret, Tangan Remuk

INFRASTRUKTUR

GLENMORE - Sungguh tragis nasib yang menimpa Wagimin, 50. Warga Du sun Terongan, Desa Kebunrejo, Kecamatan Kalibaru, itu kehilangan tangan kiri setelah dilindas truk gandeng di Jalan Raya Jember, masuk Dusun Krajan, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, pukul 10.00 kemarin.

Bukan hanya itu, tak lama setelah dirawat di rumah sakit (RS) Bhakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore, pengemudi sepeda motor Honda Beat bernopol P 5195 XJ itu akhirnya meninggal dunia n

Kecelakaan Maut di Glenmore

 Baca Tewas...Hal 43

5

4

Bangun Jalan Alternatif Kalibaru-Glenmore BANYUWANGI - Pemerintah daerah terus menggenjot perbaikan jalan. Tahun lalu, perbaikan jalan hotmix panjangnya mencapai 250 Kilometer (Km). Tahun ini target perbaikan jalan rusak mencapai 300 Km. Perbaikan jalan itu dalam rangka mendukung investasi dan memperlancar aktivitas perekonomian di Banyuwangi. Untuk menyulap jalan rusak sepanjang 300 Km itu, pemkab akan menggelontor dana Rp 120 miliar. Anggaran itu akan digunakan memelihara dan membangun jalan yang diprioritaskan, yakni jalan poros antar kecamatan, akses pariwisata, dan pendidikan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Cipta Karya Banyuwangi, Mujiono mengatakan, perbaikan jalan rusak itu akan dibagi menjadi dua. Pertama dari arah barat Kalibaru hingga selatan dan utara n  Baca Bangun...Hal 43

PLURALISME

GALIH COKRO/RaBa

PERSIAPAN:Warga membersihkan tempat ibadah Tri Dharma Hoo Tong Bio, Banyuwangi, kemarin.

Besok Pawai Cie Swa BANYUWANGI - Persiapan menyambut peringatan ke-229 hari kebesaran Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin terus dilakukan di tempat ibadah Tri Dharma Hoo Tong Bio, Banyuwangi, kemarin (8/3). Kegiatan yang berlangsung tiga hari itu membuat pengurus tempat peribadatan tersebut sibuk. Mereka tampak membersihkan tempat ibadah dan mempersiapkan upacara Cie Swa (tolak balak). Hari pertama diadakan ritual tolak bala. Ritual itu digelar di Klenteng Hoo Tong Bio, yakni berupa pergelaran wayang kulit semalam suntuk. Pergelaran wayang kulit tersebut dimulai pukul 10.00 hingga selesai. Di hari kedua, yakni hari ini (9/3), diadakan sembahyang. Puncak kegiatan akan dilaksanakan Minggu besok (10/3). Selain akan dilakukan sembahyang bersama dan penempatan Kim Sin Ke Kio (tandu), beberapa atraksi budaya juga akan digelar. Atraksi liang-liong dari Kodam IV Arhanudse Diponegoro Semarang, barongsai, reog ponorogo, gandrung, barong, dan gamelan bali, akan mengisi hari di akhir pekan ini. Di ujung acara, kirab tolak bala dilaksanakan. Dimulai di depan Klenteng Hoo Tong Bio, rombongan akan menyusuri jalanan di pusat Kota Gandrung n  Baca Besok...Hal 43

http://www.radarbanyuwangi.co.id

3

4 2

1 1

2 Wagimin membonceng Hafid mengendarai Honda Beat nopol P 5195 XJ dari arah timur.

Wagimin hendak mendahului truk gandeng nopol P 8658 UV. Dari arah berlawanan muncul mobil station wagon tak dikenal.

3

Wagimin banting setir ke kiri, lalu motornya menyenggol ban belakang truk gandeng.

Wagimin jatuh dan tangan kirinya terlindas ban truk dan terluka parah. Hafid juga jatuh dan terluka.

5

Nyawa Wagimin tak bisa diselamatkan meski sudah dirawat di rumah sakit Bhkati Husada Krikilan.

MASIH MEMBEKAS: Darah berceceran di jalan raya sesaat setelah Wagimin terlindas truk gandeng kemarin pagi. FOTO-GRAFIS: ABDUL AZIZ-ZAKARIA/RABA

Sopir Truk-Bus Dites Urine KALIPURO - Satuan Lalu-Lintas (Satlantas) Polres Banyuwangi bersama tim medis RS Islam Fatimah memeriksa urine para sopir bus dan truk kemarin (8/3). Pemeriksaan tersebut digelar usai salat Jumat di Terminal Sri Tanjung, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Dalam pemeriksaan urine tersebut, anggota Satlantas Polres menghentikan semua truk dan bus antarprovinsi. Sebelum dilakukan tes urine, polisi juga memeriksa surat kelengkapan berkendara, yakni STNK dan SIM. “Maaf mengganggu, kami akan tes urine para sopir antarprovinsi,” ujar anggota Satlantas kepada sopir truk. Para sopir yang dihentikan tersebut hampir semua meninggalkan kendaraan di tepi jalan n  Baca Sopir...Hal 43

AGUS BAIHAQI/RaBa

WAJIB: Polisi mengajak sopir truk menjalani tes urine di Terminal Sri Tanjung, Ketapang, Banyuwangi, kemarin.

Kades Kembalikan Kerugian Negara BANYUWANGI - Kepala Desa (Kades) Kalirejo, Wiwin Zuama’syah, akhirnya mengajukan permohonan penga lihan penahanan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi kemarin. Melalui pengacaranya, kades yang diduga me lakukan penyimpangan penggunaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) 2011 itu juga mengembalikan kerugian negara senilai Rp 15 juta. Surat permohonan tersebut disampaikan salah satu penasihat hu kum Kades Wiwin, yakni Siti Nurhayati SH. Saat mengajukan surat tersebut, pengacara tersebut diterima Kasi Intel Kejari Yudi Istono SH dan Kasi Pidsus Kejari Firmansyah SH n  Baca Kades...Hal 43

Mengenal Rising Star Kiper Persewangi Dodi Boy Vinalosa

Pamit Sekolah, Foto di Vietnam Masuk Koran Banyak yang tidak tahu jejak karir kiper Persewangi, Dodi Boy Vinalosa, 23. Selama ini, pemuda asal Ringinsari, Kecamatan Pesanggaran, itu lebih dikenal sebagai pemain level sekolahan. NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi MENDENGAR nama Dodi Boy Vinalosa, sebagian orang mungkin akan mengerutkan dahi. Bagi penggemar tinju profesional, nama tersebut tentu bukan hal yang asing. Sebab, nama tersebut mirip mantan juara dunia tinju IBF kelas terbang junior asal Filipina. “Ya, nama pemberian orang tua memang identik dengan petinju. Mungkin dulu ayah saya penggemar petinju itu. Sampai nama yang diberikan pun sama dengan atlet favoritnya kala itu,” jelas Boy kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Namun, kini Boy yang sudah berusia 23 ta-

hun itu bukanlah seorang petarung di atas ring. Pemuda yang memiliki tinggi badan 179 cm dan berbobot 75 Kg itu merupakan seorang pemain sepak bola profesional. Bersama Persewangi Banyuwangi, dia memulai karir profesional dengan berposisi sebagai penjaga gawang. Sepak bola bukan hal asing bagi anak ketiga pasangan Sujono dan Tukini itu. Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, Boy sudah hobi bermain sepak bola. Kemampuannya memainkan si kulit bundar diperoleh secara alami. Inilah yang membuatnya tidak memiliki riwayat klub yang membinanya. Dia pun lebih dikenal teman, keluarga, dan masyarakat sekitar tempat tinggalnya, sebagai pemain sepak bola level sekolah. Awalnya dia tidak berposisi sebagai penjaga gawang. Awalnya, dia berposisi sebagai bek kanan. Namun, kejelian pemandu bakat membuat semua berubah. Atas saran kenalan kakaknya yang tinggal di Surabaya, Boy disarankan berganti posisi menjadi penjaga gawang n  Baca Pamit...Hal 43

Data

Sopir bus dan truk antarprovinsi dites urine Kalau negatif, layak dapat gelar SH MM (sopir harian mengantar dan menjemput)

Nama : Dody Boy Vinalosa Lahir : Banyuwangi,30Mei1990 Alamat: Ringinsari, Kecamatan Pesanggaran

KARIR KLUB: Minta tahanan kota, Kades Kalirejo kembalikan kerugian negara

Assyababab Surabaya PON Jatim Riau Persewangi Banyuwangi

Kasus RSUD Genteng jadi tren baru

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com

34

Sabtu 9 Maret 2013

HUKUM

John Robert Mangkir BANYUWANGI - Terpidana kasus illegal logging John Robert Andreas, 43, asal Ngagel, Surabaya, mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi kemarin (8/3). Hingga pukul 16.00 kemarin, pengusaha yang sempat ditahan karena kasus pembalakan liar itu tidak terlihat di kejaksaan. John Robert yang kalah di tingkat kasasi seharusnya kembali masuk tahanan sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah memvonis enam bulan penjara dan denda Rp 1 juta subsider satu bulan kurungan. Dari enam bulan penjara itu, John Robert baru melakoni lima bulan penjara. “Hari ini (kemarin), John Robert kita tunggu tidak datang,” terang Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Banyuwangi, Wayan Sumartayasa. Kasi Pidum Wayan mengaku tidak tahu apa alasan ketidakhadiran John Robert ke kejaksaan ■  Baca John...Hal 43

TAMU KITA AGUS BAIHAQI/RaBa

Senam Sehat Bersama JP RaBa KEGIATAN senam sehat bersama keluarga besar Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP RaBa) digiatkan kembali sejak sore kemarin (8/3). Senam gratisan tersebut boleh diikuti siapa saja, terutama warga sekitar kantor JP-RaBa. ‘’Tahun lalu, kegiatan senam ini dilakukan setiap Jumat pagi. Tahun ini, kegiatan senam sehat ini dilakukan setiap Jumat sore,” jelas Iwan Setiono, koordinator senam sehat JP RaBa. (c1/bay)

GERDA/RaBa

GAYENG: Rombongan PIRA berdiskusi dengan Direktur RaBa Choliq Baya di Seblaang Room kemarin.

Bagi Bunga Dilanjutkan Diskusi BANYUWANGI - Rombongan pengurus Cabang Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Banyuwangi berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Rombongan yang dipimpin Ketua PIRA Diyah Wardhani, ST itu diterima Direktur Radar Banyuwangi A. Choliq Baya dan Redaktur Pelaksana (Redpel) Syaifuddin Mahmud. “Mumpung hari ini (kemarin, Red) Hari Perempuan Internasional, PIRA ingin berdiskusi tentang politisi perempuan dalam bingkai media massa,” kata Diyah Wardhani, ketua PIRA Banyuwangi. Sebelum berkunjung ke Radar Banyuwangi, rombongan PIRA sempat bagi-bagi bunga dan stiker di Simpang Lima, Banyuwangi. Isi stiker itu mengajak kaum perempuan menolak eksploitasi dan menghentikan diskriminasi. “PIRA hadir untuk membela kaum perempuan,” timpal Sekretaris PIRA, Hj. Nurhayati, Spd. (c1/aif)

Tambang Pasir Wajib Direklamasi BANYUWANGI - Komisi IV DPRD Banyuwangi menggelar hearing (rapat dengar pendapat) terkait maraknya penambangan pasir ilegal kemarin (8/3). Dalam kegiatan itu, para wakil rakyat menyesalkan para pengusaha yang tidak melakukan reklamasi di lokasi tambang pasir yang dikelola. Dengar pendapat yang digelar di ruang Komisi IV DPRD itu diikuti Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi, Hery Cahyo Utomo; Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Satuan Polisi Pamong Praja Banyuwangi, Ripa’i; dan dua perwakilan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Dwi Handayani dan Andi Riyanto. Kepala Disperindagtam Hery Cahyo menyebut, hampir semua penambangan pasir di Kabupaten Banyuwangi tidak memiliki izin alias ilegal. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak atas pelanggaran tersebut. “Bidang pertambangan ini masih baru, stafnya juga masih dua,” katanya. Hingga saat ini, lanjut Hary, pihaknya

AGUS BAIHAQI/RaBa

HEARING: Camat Siliragung, Didik Suharsono, memberikan penjelasan saat dengar pendapat terkait tambang pasir di DPRD Banyuwangi kemarin.

tidak memiliki penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). Sehingga, pihaknya belum bisa menangani bila ada pelanggaran dalam pertambangan pasir. “Ini kondisi

yang ada di dinas,” bebernya. Kasi penyidik dan penindakan Satpol PP Banyuwangi, Ripa’i menyampaikan, selama ini pihaknya telah banyak menutup

penambangan pasir tidak berizin. Hanya, di antara yang ditutup itu ternyata ada yang buka lagi. “Kita pernah menutup lokasi penambangan pasir ilegal, ternyata lokasi itu milik oknum kepala desa,” sebutnya. Data yang ada, lanjut Ripa’i, hampir semua lokasi penambangan pasir tidak memiliki izin. Hingga saat ini, sudah puluhan titik penambangan pasir sudah ditutup. “Pagi kita tutup, malamnya sudah beroperasi lagi,” Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Zaenal Arifin Salam, mengapresiasi kinerja Satpol PP Banyuwangi yang telah menutup penambangan pasir. Hanya saja, hal itu harus berkoordinasi dengan aparat kepolisian. “Biar tidak salah melangkah,” pintanya. Arifin mengaku kecewa dengan sejumlah pengusaha penambangan pasir yang dianggap tidak memiliki kepedulian terhadap keseimbangan lingkungan. Bekas galian tambang pasir dibiarkan hingga menjadi kubangan yang dalam. “Bekas penambangan pasir itu wajib direklamasi,” ujarnya. (abi/c1/bay)

ICHSAN RASYID/RaBa

DISKUSI: Pakar statis ITS Surabaya, Krisnayana Yahya, menjadi narasumber dalam seminar e-Catalog dan e-Government di aula Rempeg Jogopati, Banyuwangi, kemarin.

Hari Ini Menkominfo Launching B-Diso BANYUWANGI - Setelah soft launching 14 Februari lalu, Banyuwangi Digital Society (Bwi-Diso) akan diresmikan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Tifatul Sembiring, hari ini (9/3). Launching akan ditandai akses internet kolosal 3.000 client pelajar tingkat SLTA se-Banyuwangi. Mereka akan bersama-sama mem-posting harapan mereka dan ungkapan kecintaan mereka terhadap Banyuwangi. Pada acara itu juga akan di-launching situs ilovebanyuwangi. Di acara yang dipusatkan di lapangan Tenis Indoor GOR Tawang Alun itu akan dilakukan pengukuhan relawan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) oleh Menteri Kominfo. Sehari sebelum grand launching, digelar seminar e-Catalog dan e-Government di Aula Rempeg Jogopati kemarin (8/3). Seminar itu menghadirkan pakar statis ITS Krisnayana Yahya sebagai narasumber. Seminar itu dihadiri kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) se-Jawa Timur dan pengelola Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) se-Jatim. Dalam kesempatan itu, Krisnayana menyampaikan Banyuwangi merupakan kota pertama

yang menerapkan digital friendly. Langkah yang dipilih Banyuwangi sangat tepat dalam mengembangkan dan membangun infrastruktur teknologi. Penggunaan ICT, kata Krisnayana, akan mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi. Penggunaan ICT akan menghemat cost, waktu, dan mempercepat pembangunan ekonomi Banyuwangi. Melalui ICT, berbagai pelayanan pemerintah bisa dilakukan dengan cepat dan murah. Melalui fasilitas ICT pula, sejumlah hambatan bisa diselesaikan secara tepat dan tepat. Sementara itu, grand launching B-Diso mendapat perhatian sejumlah media. Kemarin, rombongan wartawan dari Surabaya datang dan menyewa satu gerbong kereta api (KA). Kedatangan para kuli disket itu untuk meliput grand launching B-Diso yang akan dilakukan Menkominfo Tifatul Sembiring bersama Dirut PT Telkom Indonesia Tbk Arief Yahya. Banyuwangi dipilih sebagai daerah percontohan digital society lantaran prospek perekonomiannya dan respons masyarakatnya yang tinggi terhadap perkembangan teknologi. (afi/ c1/bay)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

35

Sabtu 9 Maret 2013

ADA APA LAGI

Pulang Nyopir Dicokok Polisi GLENMORE - Apes menimpa Gito. Baru semalam pulang sebagai sopir truk di Kalimantan, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, itu dicokok polisi di rumahnya kemarin pagi. Lelaki 50 tahun tersebut ditangkap polisi atas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap Beni yang tak lain tetangganya sendiri. Kasus itu sebenarnya berlangsung November tahun lalu. Kala itu Beni dan saudaranya yang bernama Anom sedang melihat bangunan rumah toko (ruko) yang kebetulan berdekatan dengan rumah Gito. Ketika melihat ruko tersebut, Beni dan Anom juga sempat melihat-lihat rumah Gito. Namun, tak disangka oleh keduanya, hal itu membuat si empunya rumah tersinggung. “Kenapa lihat-lihat rumah saya,” kata seorang anggota Polsek Glenmore menirukan ucapan Gito kepada Beni dan Anom kala itu. Ucapan ini membuat Beni tersinggung. Dia pun mengeluarkan jawaban yang memerahkan telinga Gito. Merasa tersinggung dengan jawaban Beni, tersangka langsung masuk ke dalam rumah dan mengambil senjata tajam berupa buding. Saat itu, Beni dan Anom sudah balik ke rukonya. Tak lama berselang, Gito datang ke ruko sambil membawa sebilah buding. Setelah cekcok sebentar, pelaku langsung membacok lengan kiri Beni hingga berdarah. Setelah dibacok, Beni langsung lari. Dia mengambil motor dan lapor ke Mapolsek Glenmore. Sementara itu, Anom dan dua saksi lain yang melihat kejadian tersebut hanya diam. Tak lama berselang, aparat kepolisian setempat datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Saat polisi tiba, ternyata Gito sudah tidak ada di tempat. Gito pergi ke Kalimantan dan menjadi sopir. “Kemarin malam dia pulang dan paginya kita tangkap,” Kata Kapolsek Glenmore AKP Subardi melalui Kanitreskrim Ipda Abdullah Sajad. (azi/c1/aif)

INFRASTRUKTUR

GALIH COKRO/RaBa

MAKET: Kelanjutan pembangunan Pabrik Gula Glenmore (PGG) masih menunggu hasil studi kelayakan yang dilakukan PT Indocode Surya.

PG Glenmore Masih Tunggu Studi Kelayakan

GLENMORE - Masyarakat Banyuwangi tampaknya masih harus bersabar menunggu realisasi pendirian Pabrik Gula Glenmore (PGG) yang sudah di-launcing beberapa waktu lalu. Sebab, sejak Desember 2012 hingga Juni 2013, pihak konsorsium beberapa PTPN masih menunggu hasil studi kelayakan yang dilakukan salah satu PT Indocode Surya selaku

pemenang tender. Saat ini, tim dari PT pemenang tender masih melakukan studi kelayakan di Kecamatan Glenmore. “Dimulai Desember lalu dan berakhir Juni,” kata Sekretaris Perusahaan PTPN XII, Hery Purwanto, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, kemarin. Hery menuturkan, tim dari PT pemenang tender tersebut akan

melakukan studi kelayakan yang meliputi berbagai bidang, mulai luas lahan, dampak sosial, hingga berbagai hal lain yang menentukan layak-tidaknya PGG dilanjutkan. Bila hasil feasibility studi menunjukkan bahwa PGG layak dilanjutkan, maka pihak konsorsium akan melanjutkan tender pendirian pabrik n Baca PG Glenmore...Hal 43

Warga Melawan, Eksekusi Gagal ALI NURFATONI/RaBa

DIPROTES: Di pantai Dusun Sumberjoyo, Desa Kemendung, Muncar, ini akan segera dibangun plengsengan.

Diprotes, Pembangunan Plengsengan Jalan Terus MUNCAR - Meski diprotes warga, rencana pembangunan plengsengan di kawasan pantai Dusun Sumberjoyo, Desa Kemendung, Kecamatan Muncar, terus berlanjut. Kemarin, PT Sumberyala Samudra sudah mulai mengedrop bahan bangunan di lokasi pembangunan plengsengan. Humas PT Sumberyala Samudra, Muncar, Supriyadi mengatakan, pembangunan tersebut membutuhkan perencanaan yang matang. Namun, karena desakan para nelayan, itu segera ditindaklanjuti. “Hari ini sudah drop material ke lokasi,” ungkapnya kemarin. Menurut dia, persoalan dengan para nelayan sudah klir. Sebab itulah, perusahaan berani mengerjakan plengsengan yang didesain miring itu. ‘’Dengan desain miring, perahu nelayan bisa sandar. Selain itu, plengsengan itu bisa menahan ombak agar tidak terjadi abrasi,” paparnya. Jika dihitung, pembangunan tersebut membutuhkan dana ratusan juta rupiah. Meski begitu, perusahaan sudah siap menggelontorkan dana demi menjaga kawasan pantai. “Kita butuh sekitar Rp 200 juta untuk pembangunan itu,” terang Supiyadi. Yang jelas, kata dia, niat tersebut dilandasi kepentingan bersama. Artinya, nelayan bisa sandar di pantai dengan baik. ‘’Tujuan kita memang membantu nelayan,” tandasnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Seperti diberitakan sebelumnya, rencana pembangunan plengsengan di kawasan pantai Dusun Sumberjoyo, Desa Kemendung, Kecamatan Muncar, disoal warga. Nelayan terancam kehilangan tempat sandar perahu akibat plengsengan yang dikerjakan PT. Sumberyala Samudra tersebut. Salah satu warga, Mustama mengatakan, bangunan di sempadan pantai itu akan mengancam nelayan. Sebab itu, warga menolak rencana pembangunan plengsengan tersebut. (ton/c1/aif)

PURWOHARJO - Puluhan warga siap menghadang eksekusi lahan di Dusun Kedungringin, Desa Temurejo, Kecamatan Purwoharjo, kemarin. Tampaknya rencana itu membuahkan hasil. Sebab, agenda eksekusi lahan seluas 8275 meter persegi itu gagal total. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, warga yang siap melawan itu adalah pendukung Siti Muntamamah, 46, warga Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo. Diceritakan, sengketa lahan itu bermula saat Siti Muntamamah pinjam uang senilai Rp 158 juta ke salah satu bank di Banyuwangi. Sebagai jaminan, istri Nur Salim memberikan sertifikat lahan tersebut. Rencananya, kredit itu akan berlangsung selama dua tahun. Namun,

persoalan muncul saat kredit macet. Kemudian, bank yang bersangkutan melelang tanah tersebut. ‘’Kenapa kok tiba-tiba dilelang. Kredit macet cuma tiga bulan,” sesal Anim, putri Siti Muntamamah, kemarin. Tanah tersebut dilelang pada 15 November 2010. Padahal, jatuh tempo pembayaran tanggal 20 Desember 2010. ‘’Setelah dilelang, tanah itu dibeli orang. Itu harganya sangat kecil sekali,” terangnya. Dia menyebut, lahan tersebut dibeli warga Dusun Jatirejo, Desa Glagah Agung, Kecamatan Purwoharjo. Tanah itu dijual hanya seharga Rp 210 juta. ‘’Padahal, kalau dirinci, tanah milik ibu saya itu harganya bisa sampai Rp 1 miliar,” taksirnya. Ada banyak kejanggalan dalam proses lelang. Betapa tidak, hanya satu orang yang melakukan penawaran n Baca Warga...Hal 43

ALI NURFATONI/RaBa

DUKUNGAN: Warga berorasi di Dusun Kedungringin, Desa Temurejo, Kecamatan Purwoharjo, kemarin.

Manfaatkan Kulit Manggis untuk Mencegah Kepikunan ALI NURFATONI/RaBa

RUSAK PARAH: Kondisi ruas jalan menuju Pos Pengamatan Gunung Raung di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon.

Tunggu Perbaikan Akses Menuju Raung SONGGON - Warga Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, masih menunggu kepastian perbaikan jalan menuju Gunung Raung. Hingga kemarin, jalan sepanjang 3 kilometer itu masih rusak. Warga menganggap perbaikan jalan menjadi prioritas utama. Sebab, sudah lama jalan tersebut rusak berat. Status Gunung Raung yang masih siaga level III termasuk

menjadi pertimbangan. Jika sewaktu-waktu warga diharuskan mengungsi, maka proses evakuasi akan terhambat. Hal itu harus menjadi pertimbangan serius Pemkab Banyuwangi. Tidak bisa dimungkiri, jalan itu rusak akibat lalu-lalang truk pengangkut tebu. Bayangkan, di musim panen tebu, muatan truk mencapai belasan ton. Tentu itu akan menyebabkan jalan cepat rusak. (ton/c1/aif)

Pikun memang sering terjadi pada orang yang telah berusia lanjut. Namun, batasan lanjut itu amat relatif. Ada orang yang baru berumur 70 tahun sudah pikun. Tapi, ada juga orang yang sudah berumur 90 tahun belum juga pikun. Maka, Anda yang sering bermasalah dengan daya ingat, apalagi jika usia Anda mnasih muda, perlu berhati-hati. Bisa jadi, itu adalah pertanda dari penyakit alzeimer yang mulai mampir di tubuh Anda. Penyakit alzeimer adalah penyakit yang tergolong gangguan otak degeneratif, berupa penyakit lupa atau pikun. Meski demikian, penyakit ini memiliki gejala yang berbeda pada setiap penderitanya. Penelitian di Amerika membuktikan, seseorang yang berusia 65-74 tahun berpotensi terserang penyakit ini. Jadi, Anda yang berada pada ki saran umur itu perlu lebih berhati-hati. Akan tetapi, penelitian lain me nyatakan, penyakit ini sebenarnya tak memandang umur. Artinya, orang muda pun berpotensi terserang penyakit ini. Penelitian itu juga telah membuktikan bahwa alzeimer telah menyerang kelompok usia 40-50 tahun belakangan ini. Meskipun demikian, Anda yang lebih muda dari usia itu juga perlu berhati-hati. Sebab, betapa tak bergunanya hidup ini bila Anda yang berusia 25-30 tahun itu terserang penyakit ini. Alzeimer tergolong penyakit dementia. Cirinya adalah melemahnya kemampuan pertuturan, kewarasan, ingatan, dan pertimbangan. Selain itu, juga terjadi perubahan personalitas dan tingkah laku yang tidak terkawal. Keadaan ini tentu amat membebani, bukan saja kepada si pengidap melainkan juga kepada keluarganya. Penyakit ini menurunkan fungsi memori, fungsi intelektual, dan fungsi sosial. Dan biasanya, lantaran malu, keluarga pasien baru membawa si pasien ke rumah sakit bila penyakit itu sudah parah. Tentu ini tak banyak membantu.

Penyakit alzeimer ditemukan pertama kali oleh psikiater dan neuropatolog Jerman bernama Alois Alzheimer, tahun 1907. Gejala awalnya adalah hilangnya memori jangka pendek. Berikutnya, terjadi gangguan dalam perilaku dan aktivitas sehari-hari. Faktor genetik atau keturunan juga memiliki peran penting dalam keberadaan penyakit ini. Tapi, sejauh ini, belum diketahui secara mendalam apa penyebabnya, dan belum ditemukan obat yang dapat menanganinya secara efektif. Meskipun demikian, sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa xanthone, zat yang terkandung dalam kulit manggis, dapat mencegah penyakit ini. Dan sejumlah jurnal ilmiah menyatakan secara gamblang bahwa xanthone kulit buah manggis memiliki sifat antialzeimer. Dalam hal ini, jurnal tersebut mengatakan bahwa xanthone itu me miliki kemampuan untuk menjaga ketajaman selsel saraf otak. Bila ingin tahu lebih lengkap tentang khasiat manggis itu, Anda bisa membaca buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia se-Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu mengimpornya dari luar negeri atau menggiling kulit manggis dulu untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul. Namanya Garcia. Bukan xanthone, karena xanthone adalah zat yang dikandungnya. Bila ingin tahu lebih banyak tentang ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi telepon bebas pulsa 08001401430, email info@manggisgarcia. com, atau website www.manggisgarcia. com. Produk ini bisa didapatkan di Apotek dan toko obat terkemuka di kota anda atau segera hubungi Banyuwangi : 03337703239 & 081336445358.

KOMUNIKASI BISNIS

36

Sabtu 9 Maret 2013

Dua Pesapon Pulang Umrah Gratis BANYUWANGI - Dua pesapon kebersihan yang beruntung mendapat hadiah umrah dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat (8/3) kemarin kembali dari tanah suci. Mereka selama 10 hari melakukan ziarah ke Makkah dan Madinah. Kedatangan kedua orang itu disambut hangat oleh keluarganya yang menunggu kedatangannya di Bandara Blimbingsari, Rogojampi. Mereka adalah adalah Ikwannuddin, warga Kelurahan Karangrejo, dan Nurhamidah dari lingkungan Kramat, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi. Ikwannuddin mengaku terharu telah menikmati hadiah yang didapatnya dari bupati. Dia tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan umrah. Dalam menjalankan tugas sebagai tenaga kebersihan di kawasan Taman Sri Tanjung, dirinya menjalankannya dengan ikhlas. Selain tugas uta-

manya menyapu, dia memiliki tugas untuk merawat tanaman di Taman Sri Tanjung dengan baik. “Saya melakukannya dengan ikhlas. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi,” ungkapnya kemarin. Hal yang sama dikatakan Nurhamidah. Menurutnya, pergi ke Makkah untuk umrah tidak terbayang sebelumnya. Namun, hadiah dari Pemkab Banyuwangi membuatnya lebih banyak bersyukur. “Ya saya bersyukur sekali atas hadiah umrah ini. Dan alhamdulillah rangkaian umrah lancar. Saya malah diberi uang 100 real setara Rp 250 ribu oleh orang Jakarta, yang saat itu melakukan umrah. Tidak hanya itu, di Raudah dan mencium Hajar Aswad, semuanya diberi kemudahan,” kenangnya. Perhatian Pemkab Banyuwangi terhadap tenaga harian lepas seperti pesapon memang besar. Selain memberikan reward berupa umrah, mereka

I LOVE BWI

juga diberikan fasilitas asuransi. Ada asuransi kesehatan dan keselamatan kerja. Dengan asuransi itu, ratusan pesapon terlindungi. Ketika mengalami musibah sakit, mereka akan mendapat pengobatan gratis hingga sembuh. Sementara itu, kepergian kedua pesapon ke tanah suci difasilitasi KBIH Sabilillah Banyuwangi. Sebagai lembaga yang membantu kelancaran jamaah calon haji dan umrah, KBIH Sabilillah sangat berkompeten dalam menjalankan misi membantu masyarakat yang ingin ke tanah suci. KBIH Sabilillah juga menangani umrah dan haji plus yang bekerja sama dengan biro perjalanan yang berkompeten. Seperti Armina, EBAD, dan Shafira. “Informasi silakan menghubungi sekretariat di Jalan Brawijaya 32 Banyuwangi, telepon 0333425540, 08123292997 atau 08123484845,” kata Ketua KBIH Sabilillah HM. Faisholi Harun. (adv/irw)

TOHA/RaBa

KEMBALI KE TANAH AIR: Ikwannuddin dan Nurhamidah di tengah-tengah keluarga sesaat setelah mendarat di Bandara Blimbingsari, Rogojampi, kemarin.

Tren Pasang Wallpaper Geser Cat Tembok

IRWAN/RaBa

KOMPAK: Jadi seragam karyawan Resto Mahkota Plengkung.

Jadi Seragam Karyawan Resto KAUS I Love BWI tak hanya dipakai untuk bergaya maupun mejeng. Tetapi juga bisa dikenakan sebagai seragam. Hal itu dilakukan oleh para karyawan Restoran Mahkota Plengkung di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Mereka bekerja dengan mengenakan kaus bertuliskan I Love Bwi. Nah, kaus dengan beberapa desain itu dibeli dari kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi. Tersedia banyak pilihan desain dengan warna hitam dan putih dalam berbagai ukuran. Anda yang belum memiliki kaus I Love BWI, bisa segera mendapatkannya di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi. Silakan datang ke kantor di Jalan Yos Sudarso 89C Banyuwangi. Stok dan pilihan masih banyak. Awas, jangan sampai kehabisan! (*/irw)

BANYUWANGI-Saat ini, untuk memperindah dinding tidak selalu menggunakan cat dinding. Berbagai alternatif sudah tersedia. Dalam suatu rumah, dinding merupakan bagian yang paling dominan yang selalu mengelilingi kita. Bagian itu pula yang paling sering kita lihat saat berada di rumah. Dinding dalam rumah tidak hanya dipandang sebagai pemisah antar ruang. Tetapi juga menjadi media bagi penghuni rumah untuk mengekspresikan diri. Salah satu penutup dinding yang digemari saat ini adalah wallpaper atau kertas dinding. Pemilik Wallpaper Center Fendi Triawan mengatakan, wallpaper memiliki banyak corak yang bervariasi. Warna dan desainnya lebih menarik. Mulai dari warna polos hingga corak simpel, seperti garis dan lengkung. Ada juga corak lain, seperti corak bunga, polkadot. Bahkan ada pula wallpaper yang dapat bercahaya saat gelap atau glow in the dark. Dari segi harga, bedanya tidak terlalu signifikan dibanding harga cat tembok. Tetapi, kesan yang ditampilkan lebih baik dibanding cat tembok yang cenderung monoton. Corak-corak rumit yang ditawarkan wallpaper tidak bisa dihasilkan bila Anda menggunakan cat tembok. Itulah salah satu alasan dipilihnya wallpaper

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

• Puri Mendut •

• Ruko Jl. Sucipto 36 •

• STNK •

nyediakan korden, f oto wall, vertical blind, wooden blind, dan rooler blind. Untuk memudahkan pemilihan wallpaper, pihaknya juga menyediakan ratusan katalog. Untuk harga, dia menawarkan mulai Rp 100 ribu per meter hingga Rp 350 ribu. Satu rol ada lima meter, na mun ada ju ga yang 15 meter. “Untuk pe ma sang an bulan Maret, ada diskon hingga 40 persen serta free biaya pemasangan untuk TOHA/RaBa PEMANIS RUANGAN: Penggunaan wallpaper di dinding akan lebih efisien dan manis ketimbang cat dalam kota,” ungtembok yang terkesan monoton. kapnya. Ditambahkan, untuk dinding. Beragamnya pilihan terasa lebih hidup. “Kesan lain yang di- pihaknya menerima agen untuk pencorak dan warna juga memudahkan tawarkan oleh wallpaper adalah kesan jualan wallpaper. “Silakan mengdinding rumah disesuaikan dengan modern, kreatif, dan elegan,” katanya. hubungi Wallpaper Center di Ruko konsep rumah secara keseluruhan, seFendi menjelaskan, selain menye- Kepiting telepon 03334460171 atau hingga bisa dirasakan tema rumah yang diakan wallpaper, tokonya juga me- 0818595320,” kata Fendi. (adv/irw)

SITUBONDO

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Honda City ‘01 •

• Kijang Krista ‘03 •

• Suzuki Aerio ‘03 •

• Toyota Avanza ‘07 •

Honda City ‘01, MT, silver, PS/PW/EM/AC dingin/ Audio, BBM irit, shockbreaker 4 bh baru, ori luar dlm, cat utuh tdk lecet, siap pakai, plat DK Denpasar, 95jt nego, bisa a/n Pembeli. 085854304697 (Stbd)

Dijual Kijang Krista 03, hitam metalik, P Banyuwangi, pajak 1 tahun utuh, istimewa, yang serius, hubungi 0813366109999, no SMS

Dijual Suzuki Aerio DR MT tahun 2003, abu-abu metalik, harga 87,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60IRM tahun 2007, biru metalik, harga 127,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Toyota (Jeep) ‘77 •

• Suzuki Splash ‘10 •

• Daihatsu Terios ‘07 •

Dijual Toyota ( Jeep ) FJ 40RV Tahun 1977, Nebula Green hrg 85 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Suzuki YV4 1.2 RHD Splash GL tahun 2010, abu-abu metalik, harga 118,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700RG TS tahun 2007, silver metalik, harga 133,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Hlg STNK Nopol P 6897 ZC, an. Ihwan, Krajan RT03/03 Kabat Hlg STNK Nopol P 2159 VH, an. Diah Musfiroh, Jl. Gatot Subroto, Krajan 01/06 Ketapang, Kalipuro Hlg STNK Nopol P 6695 YG, an. Djumali, Jl. Yos Sudarso, Sukowidi 03/03 Klatak Kalipuro

Rumah siap huni di Puri Mendut, Jl. Mendut 88 Banyuwangi (100m dari Kantor Pemda), cash/kredit, bunga ringan. 081336143490, cepetan sisa hanya 5 unit.

Djl Ruko Jl. Sucipto 36 Talkandang Timur Stb. LT 480m2, full bangunan, fas lngkap, lokasi pinggir Jl. Raya, kond bgs, tnp prantara. H: Budianto 085234890808, 087857570577

Hlg STNK Nopol P 4437 XL, an. Hariyono, SP. Gurit RT01/01 Pengantigan Rogojampi

• Tanah & Rumah • Djl tanah & rumah 355m2, Geladag Rgojampi, sblh Bimantara, tnp prntra 08133633898

BANYUWANGI

• Rumah Tengah Kota •

BANYUWANGI

Jual cepat murah rumah tengah kota Jl.letjen Sutoyo 087851295602

• Lovebird • Grosir / eceran Lovebird, Jl. Ciliwung 5 Banyuwangi, 085334845244

• Pengepul Karet Alam • Dicari Petani/Pengepul karet alam. Hubungi 082338833778/0321 513700

• Salesman • Dicari Salesman produk laku, lamaran ke Jl. Ikan Wijinongko 11 Sobo Banyuwangi

• Adm & Marketing • Dibutuhkan ADM dan Mar keting. Lowongan dikirim ke Banyuwangi Motor Benculuk, Jalan Raya Benculuk 136 atau Banyuwangi Motor Sumberayu Jl Pasar Sumberayu Muncar

BANYUWANGI • Toyota Starlet ‘94 • Dijual 1 unit Toyota Starlet ‘94 merah metalik Rp 53,5 Juta Hub: 085646477168

• Kijang G ‘94 • Dijual Kijang G ‘94, nusa-long, abu2 metalik, PW, AC double, audio, aki baru, ban 90%, 65 jt nego. HP: 085204886116

BALJEBOL

Sabtu 9 Maret 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

41

LUMAJANG

Ijazah Calon Kades Palsu Terbongkar Saat Diverifikasi Dispendik

RADAR JEMBER/JPNN

ORASI: Syamsiatul Kurniawati berorasi di Johar Plasa Jember kemarin. Aksi ini dalam rangka mempretingati Hari Perempuan Internasional.

JEMBER – Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember benarbenar serius dalam melakukan memverifikasi ijazah calon kepala desa (cakades). Buktinya, Dispendik Jember menemukan ijazah paket B milik salah seorang Cakades Lampeji, Mumbulsari, yang diduga palsu. Ada sejumlah kejanggalan dari ijazah atas nama EA tersebut. Antara lain, tanda tangan yang tidak sama dari pemilik ijazah, stempel dispendik, stempel legalisir dispendik, tanda tangan kepala dispendik, termasuk kepangkatan kepala dispendik yang tidak sesuai. Dugaan ijazah palsu tersebut diperkuat setelah Dispendik Jember juga menerima ijazah yang sama dari Bagian Pemerintahan Desa Pemkab Jember. Semua ijazah cakades memang diverifikasi oleh Dispedik Jember. Berdasarkan informasi yang diterima Jawa Pos Radar Jember, EA sebenarnya sudah mengajukan legalisasi ijazah paket B dari Kelompok Belajar Rengganis, Desa Candi Jati, Arjasa ke Dispendik Jember. EA berniat melegalisasi ijazah paket B yang diterbitkan oleh

Kementerian Pendidikan Nasional pada 19 Agustus 2002. Namun, pengajuan legalisasi yang dilakukan EA tidak kunjung ditandatangani oleh Kepala Dispendik Jember Bambang Hariono. Karena tidak kunjung mendapatkan legalisasi, yang bersangkutan nekat menyerahkan ijazah yang ditengarai palsu kepala panitia pemilihan kepala desa (pilkades) Lampeji. Diduga kuat ijazah yang ditengarai palsu itu dilegalisasi sendiri. Legalisasi tersebut mengatasnamakan dispendik dan ditandatangani oleh Kepala Dispendik Jember Bambang Hariono. Namun, dalam stempel legalisasi itu tidak disertai tanggal dan nomor registrasi legalisasi. “Ijazah paket B EA tidak langsung dilegalisasi oleh dinas pendidikan,” ungkap sumber terpercaya Jawa Pos Radar Jember. Kepala Dispendik Jember Bambang Hariono tidak mengelak dengan temuan ijazah yang diduga palsu tersebut. “Kami memang terima pengajuan legalisasi ijazah paket B dari EA. Petugas kami meragukan keabsahan ijazah itu, makanya tidak langsung dilegalisasi,” ujarnya. Dia menambahkan, di tengah proses penelitian ijazah itu, dispendik menerima ratusan ijazah dari Bagian Pemdes Pemkab Jember untuk diverifikasi. (aro/jum/har/jpnn)

Pendukung Brengos Beraksi di Johar Plasa Dibungkus dengan Hari Perempuan Internasional JEMBER – Pengunjung Johar Plasa Jember kemarin (8/3) dikagetkan dengan orasi puluhan orang yang melakukan aksi peringatan Hari

Perempuan Internasional. Aksi yang bertema Selamatkan Generasi Bangsa Dengan ASI Eksklusif itu semula cukup bagus. Tetapi, lamalama mirip dengan kampanye Soekarwo, gubernur Jatim sekarang, yang menyatakan akan maju lagi dalam Pilkada Jatim 2013. Awalnya, puluhan orang itu membagi-bagikan brosur tentang pent-

ingnya ASI eksklusif bagi anak. Tetapi, mereka tidak sekadar membagi selebaran, melainkan juga membagi-bagikan pin dada Pakde Karwo serta brengos (baca: kumis) palsu. Brengos menjadi ikon Soekarwo dalam pilkada Jatim 2008. Dalam aksinya, mereka yang mengatasnamakan Komunitas 1 Juta Brengos untuk Pemenangan Sokar-

wo ini mengajak masyarakat untuk menyelamatkan generasi bangsa dengan pemanfaatan ASI eksklusif. Disela-sela aksi, kegiatan yang dijaga sejumlah aparat kepolisian itu beberapa kali meneriakkan Hidup Brengos, Hidup Pakde Karwo. Oleh karena itu, banyak warga yang menilai jika kegiatan tersebut sebagai bentuk kampanye terselubung. (ram/har/jpnn) RADAR JEMBER/JPNN

DIDUGA PALSU: Ijazah paket B milik salah seorang cakades Lampeji.

KRIMINALITAS

Menang Gugatan, PBB Konsolidasi

Komplotan Perampok Kelas Kakap Diciduk LUMAJANG - Langkah Satuan Reskrim Polres Lumajang dalam memburu perampok mulai membuahkan hasil. Kemarin, salah seorang yang menjadi komplotan perampok kelas kakap diciduk. Pelaku mengaku sudah berulah di 24 TKP yang diantaranya membacok korban. Penangkapan dilakukan satuan reskrim atas bukti-bukti yang akurat. Salah satu pelaku yakni Didik Andika,28, asal dusun Krajan Desa Tempursari Kecamatan Kedungjajang kemarin ditangkap dirumahnya. Didik tak bisa mengelak saat petugas mengelernya ke Mapolres Lumajang dengan menunjukkan bukti-bukti. Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Kusmindar mengaku penangkapan atas izin Kapolres Lumajang AKBP Susanto. Dia mengatakan penangkapan pelaku ini sudah menjadi target. “Kami tangkap saat pelaku berada di rumahnya,” jelasnya. Kusmindar men jelaskan, pelaku ini adalah salah satu dari perampok kelas kakap. Yang kerap berulah di banyak lokasi kejadian kawasan resort Lumajang. Mulai dari perampokan toko emas, begal kendaraan, pencurian hewan termasuk aksi kejahatan lain. Dalam aksinya, Kusmindar menerangkan, pelaku tidak pernah menggunakan tangan kosong. “Selalu pakai senjata. Mulai senjata api rakitan, senapan angin, senjata tajam dan alat lain,” katanya. Bahkan, untuk memuluskan tindak kejahatannya, pelaku tak segan-segan pelaku membacok korban yang melawan. Itu pun menurutnya berdasarkan bukti dan pengakuan pelaku dalam proses pemeriksaan. Pelaku ini juga kerap menggunakan sistem tebus pada korban. Contohnya pada  pencurian hewan. Ketika berhasil, salah satu anggota komplotan meminta tebusan pada korban. Saat itulah cara yang dimainkan itu membuahkan rupiah. Untuk hasil kejahatan lainnya pelaku yang bekerjasama dengan teman-temannya yang lain membagi tugas. Ada yang menjadi perantara, ada yang bagian menjual dan ada juga yang sebagai eksekutor. Hasilnya dibagi bersama-sama. Dalam pengakuannya, Didik yang kemarin diperiksa di ruang Pidana Umum (Pidum) mengakui semua ulahnya. Dihadapan penyidik dan Kasatreskrim dia menceritakan modus beraksi dan cara kerjanya. Didik menyebutkan jumlahnya tidak sedikit. “Banyak pak. Mulai toko emas, ranmor, jambret dan pencurian hewan,” ungkapnya santai senada tak bersalah. (fid/sh/jpnn)

HAFID ASNAN/RADAR JEMBER/JPNN

NYERAH: Didik Andika (tengah) menyerah dan mengakui ulahnya bertindak kejahatan.

Persiapan Hadapi Pemilu 2014

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

BEDAH PERTANIAN: HM Arum Sabil bersama dosen tamu di bidang pertanian saat mengisi materi dalam rangkaian peringatan Milad 4 Windu Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember.

Persediaan Pangan Indonesia Menurun JEMBER – Indonesia sudah saatnya melakukan sebuah inovasi pada teknologi pangan dan perkebunan. Hal ini terungkap saat digelar kuliah umum peringatan Milad 4 Windu Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ), kemarin (8/3) tang dipusatkan di gedung Ahmad Zaenuri. Sedikitnya ada tiga dosen tamu yang diundang. Diawali dosen tamu dari praktisi pertanian dan perkebunan, HM. Arum Sabil SP berbicara data kuantitatif terkait rekam jejak pertanian

Indonesia. Arum menjelaskan, jika saat ini Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris dianggapnya masih lemah dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Sesuai data yang telah berhasil dihimpun, luas pertanian pangan di Indonesia pada tahun 2013 ada sekitar 13,5 juta Ha, dengan jumlah petani sebesar 30 juta orang. Artinya, kata Arum, jumlah rata-rata kepemilikan lahan pertanian, yang dimiliki setiap petani seluas antara 0,3- 0,4 Ha saja. Alumnus Fakultas Pertanian UMJ tersebut menilai,

sudah saatnya anak bangsa mampu memberikan kontribusi terbaiknya, pada dunia pertanian Indonesia, yang kondisinya memprihatinkan. Pengambilan kebijakan yang telah dilakukan pemerintah dengan melakukan panen di pelabuhan (impor, Red), akan menjadikan pertanian Indonesia semakin terpuruk. Arum berharap, mulai saat ini harus ada karya nyata yang dilakukan seluruh adik angkatannya yang masih duduk di bangku kuliah agar mampu menjawab permasalahan tersebut. (mg3/wnp/jpnn)

JEMBER – Menyusul kemenangan gugatan dalam sidang Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN), Partai Bulan Bintang (PBB) langsung bergerak. DPC PBB Jember menyambut kemenangan itu dengan melakukan konsolidasi. Konsolidasi dilakukan karena PBB bisa menjadi peserta Pemilu 2014. ‘’Kami sangat bangga atas kemenangan dalam sidang PTTUN tersebut. Dan kami tidak ingin menyianyiakan hasil perjuangan ini. Oleh karena itu, saat ini kami konsentrasi untuk berlaga dalam Pemilu 2014 yang tinggal sesaat lagi,’’ kata Ahmadi Wijaya, ketua DPC PBB Jember kemarin (8/3). Dia menjelaskan, sejatinya PBB sudah melakukan berbagai upaya konkrit dalam persiapan pemilu 2014. Namun, dalam perjalanannya ada kendala terkait dengan verifikasi yang dilakukan oleh KPU. “Namun, bukan berarti kami berhenti,’’ katanya. Perjuangan terus dilakukan seluruh jajaran PBB. Di tingkat pusat, upaya hukum terkait dengan masalah itu dilakukan. Sedangkan DPD dan DPC melakukan penataan barisan. ‘’Kami sudah melaku-

kan upaya itu. Upaya ini kami lakukan sambil menunggu keputusan sidang dalam PTTUN,’’ katanya. Upaya keras itu, menurut dia, tampaknya membuahkan hasil. Kemenangan dalam sidang PTTUN diraih oleh PBB. Sehingga, partai yang mengklaim sebagai warisan Masyumi itu kembali bisa ikut dalam pemilu 2014. ‘’Kami sudah solid, namun setelah keputusan itu kami akan lebih meningkatkan konsolidasi,’’ tegasnya. Setelah melakukan konsolidasi dari tingkat DPC hingga ranting, dia mengatakan, pihaknya akan menyusun strategi pemenangan pemilu. Khususnya, di tingkat Jember. ‘’Kami yakin bisa melakukan itu. Sebab, kami sangat paham dengan militansi kader-kader PBB,’’ tuturnya. Bahkan, kata dia, saat ini sejumlah kader PBB Jember sudah menyiapkan diri. Mereka sudah siap untuk ikut memenangkan PBB di Jember. Tak hanya itu, sejumlah simpatisan sudah ikut bergabung dengan partai yang didirikan Yusril Ihza Mahendra ini. Menurut Ahmadi, DPC PBB Jember akan segera melakukan sosialisasi hasil keputusan PTTUN itu kepada masyarakat luas. Sehingga, ada kepercatyaan dari masyarakat bahwa PBB masih ada dan ikut dalam pemilu 2014. (rid/ram/har/jpnn)

Pencuri Mobil Dosen, Mantan Sopir JEMBER - Berkat kerja keras tim Reskrim Polres Jember, akhirnya pelaku pencurian mobil di parkiran Fakultas Ekonomi Universitas Jember pada Rabu lalu (6/3) terungkap. Pelaku pencurian Daihatsu Xenia milik Nurhayati, 51, dosen Fakultas Ekonomi Unej ini adalah mantan sopir pribadinya sendiri. Pelakunya adalah Slamet Agus Hermanto, 51, warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, Jember. Diduga kuat, pelaku mencuri mobil warna hitam Nopol P 337 TM dikarenakan sakit hati

dengan perbuatan majikannya dulu. Berdasarkan pengakuannya kepada sejumlah media yang menemuinya di hadapan penyidik kemarin, Agus mengungkapkan bahwa dirinya melakukan aksi pencurian itu sendirian tanpa dibantu orang lain. Pelaku mudah melakukan aksi pencurian karena sudah memiliki duplikat dari kunci mobil tersebut. “Sebelum berhenti bekerja setahun lalu, kontak mobilnya memang sudah saya duplikat dulu,” kata Slamet di sela-sela menjalani pemeriksaan, kemarin.

Pelaku memang merencanakan untuk mencuri mobil. Pelaku sempat menaruh dendam karena sakit hati pernah dipecat majikannya itu. Bahkan, sempat terungkap jika pelaku sering dimarahi majikannya saat bekerja dulu. Oleh karena itu, dengan berbekal memegang kunci tersebut, pelaku tinggal menunggu lengahnya pemilik kendaraan. Kesempatan itu semakin terbuka setelah mengetahui jika alarm mobil milik mantan majikannya itu mati beberapa waktu terakhir. (jum/ram/wnp/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

DENDAM LAMA: Tersangka Agus Hermanto, mantan sopir pribadi Nurhayati, saat dikeler ke ruang Satreskrim Polres Jember, kemarin.

42

Sabtu 9 Maret 2013

DUEL UDARA: Pemain SMPN 2 Genteng (merah) berebut bola dengan pemain SMPN 3 Srono (kuning) di Stadion Diponegoro kemarin (8/3).

Ke Jombang, PASI Target Dua Medali BANYUWANGI - Konsentrasi penuh diperlihatkan jajaran Pengkab PASI Banyuwangi. Adalah kejuaraan atletik bertajuk Jombang Open yang akan menjadi perhatian serius pentolan olahraga atletik di Banyuwangi itu. Mengusung semangat berprestasi, sejumlah atlet dipersiapkan untuk tampil di even yang digelar 9 hingga 10 Maret tersebut. PASI ingin menjadikan kejuaraan tersebut sebagai arena persiapan jangka panjang untuk menghadapi Porprov IV

yang digelar di Madiun. Karena itu, PASI akan menurunkan sprinter muda. “Ini akan menjadi pematangan program jangka panjang PASI,” beber Agus Sujiono, pelatih PASI Banyuwangi. Agus menuturkan, ada sedikit persoalan yang dihadapi sebagian atlet dalam persiapan mengikuti kejuaraan tersebut. Sebab, hingga kini masih ada ujian di kampus. Hasilnya, salah satu tahap, yakni timbang berat badan atlet tidak bisa dilakukan secara maksimal.

Agus mengatakan akan mengirim dua sprinter sebagai perwakilan. Dua sprinter itu adalah Lia Indrianti dan Ranik Maria Ulfa. Tak lama lagi mereka akan mengikuti sesi timbang badan sebagai legalitas mengikuti kejuaraan tersebut. Terkait target, Agus menyatakan siap memberikan yang terbaik. Dia berani menarget minimal dua medali bisa dibawa pulang. “Kami ingin prestasi dan pemantapan jelang porprov mendatang,” tegasnya. (nic/c1/als)

Kompetisi Internal Ditabuh April

GALIH COKRO/RaBa

Butuh Tambahan Satu Poin Lagi Tiga Tim SMP Berebut Tiket Semifinal LPI BANYUWANGI - Tim sepak bola SMP 2 Genteng membuka peluang lolos ke babak semifinal kompetisi Liga Pendidikan Indonesia (LPI) 2013. Dalam pertandingan kedua babak delapan besar yang digelar di Stadion Diponegoro kemarin (8/3), tim asal Genteng itu

sukses membukukan kemenangan saat melawan tim asal Srono, SMP 3 Srono. Dalam laga yang disaksikan puluhan pasang mata tersebut, SMP 2 Genteng unggul 2-0 (10) atas SMP 3 Srono. Tambahan tiga poin membuat SMP 2 Genteng menempel SMP 2 Siliragung di posisi kedua klasemen sementara. Kini, sekolah asal Genteng itu hanya membutuhkan satu angka lagi untuk memastikan lolos ke

babak berikutnya. Bagi SMP 3 Srono, meski gagal mendekatkan jarak dengan SMP 2 Siliragung, tim tersebut masih memiliki peluang. Syaratnya, di pertandingan pamungkas melawan SMP 3 Banyuwangi, SMP 3 Srono wajib mengamankan poin maksimal. Sementara itu, di laga pamungkas, SMP 2 Genteng akan bertemu SMP 2 Siliragung yang secara matematis sudah me-

Digenjot Serangkaian Latihan Skuad Futsal Proyeksi Porprov BANYUWANGI - Seleksi pamungkas yang digelar Badan Futsal Daerah (BFD) Banyuwangi menjaring 21 pemain sebagai skuad yang akan tampil di Porprov IV Madiun mendatang. Rampungnya penjaringan pemain tersebut sekaligus menandai dimulainya pemusatan latihan cabang teranyar di ajang dua tahunan tersebut, yakni futsal. Program pemusatan latihan dan

uji coba adalah kegiatan yang akan dilakukan berikutnya. Asisten manajer tim futsal Banyuwangi, Ricky Reza Luika mengatakan, para pemain yang lolos tersebut akan terus dipantau. Mereka akan menjalani sejumlah program, seperti latihan dan uji coba. “Seleksi sudah rampung. Kini kita fokus pembangunan team work,” ujarnya. Rikcy menambahkan, pemusatan latihan akan dilaksanakan di dua tempat, yakni Surabaya dan Banyuwangi. Surabaya dipilih karena Kota Pahlawan dikenal memiliki kom-

petisi futsal yang sudah teratur dan tim futsal yang kuat. Di sana, tim futsal Banyuwangi akan melakukan uji coba dengan klub lokal. Selain melaksanakan uji coba dengan klub, Rikcy mengungkapkan, sejumlah kota juga berminat menjadi mitra tanding Banyuwangi. Tim Porprov Malang dan tim futsal Bali menyatakan berminat untuk melakukan uji coba dengan Banyuwangi. “Kami masih mengatur waktu yang pas untuk uji coba. Uji coba memang diperlukan,” imbuhnya. (nic/c1/als)

ngamankan tiket ke babak berikutnya. SMP 3 Banyuwangi, SMP 3 Srono, dan SMP 2 Genteng, masih memiliki peluang sama besar. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Teka-teki terkait digelarnya kompetisi internal Pengkab PSSI Banyuwangi hasil muscab Hotel Surya Jajag menemukan titik terang. Setelah menunggu lama, klub di bawah naungan induk sepak bola Banyuwangi kini sudah bisa mempersiapkan diri. Diagendakan, kompetisi internal yang sempat vakum itu akan digelar mulai April mendatang. Ketua PSSI Banyuwangi versi KPSI, Mohamad Kayun Rosyid mengatakan, berdasar pembahasan dan rapat pengurus, kompetisi internal akan dilaksanakan bulan depan. Semua tingkat kompetisi, mulai divisi utama sampai kasta terbawah, akan digelar tahun ini juga. “Bulan April mendatang akan diputar,” katanya. Hanya saja, menurut Kayun, pihaknya masih mencari momen yang pas untuk menggelar kick off perdana. Komposisi setiap tim di setiap level akan diumumkan kemudian. Terkait molornya jadwal kom-

DOK.RaBa

SEGERA DIPUTAR: Pemain Remaja Kalipuro (hijau) mencoba menghadang laju pemain Galatasari dalam kompetisi lokal 2010 silam.

petisi internal yang rencananya digelar Februari lalu, Kayun memiliki alasan. Dari sejumlah alasan yang dikemukakan, kendala verifikasi keabsahan klub adalah alasan pertama. Sebab, proses tersebut memakan waktu cukup lama. Pendataan klub ber-

dasar tingkat kompetisi membutuhkan waktu dan tenaga. Verifikasi tersebut akhirnya berhasil diselesaikan. “Secepatnya hasil verifikasi klub peserta kompetisi internal PSSI akan diumumkan,” cetusnya. (nic/c1/als)

BERITA UTAMA

Sabtu 9 Maret 2013

43

HALAMAN SAMBUNGAN

Sopir Truk Berhenti setelah Diteriaki Warga n TEWAS... Sambungan dari Hal 33

Sementara itu, sang anak yang dibonceng, Ahmad Hafid, 26, mengalami luka parah di kedua kakinya. Hingga kemarin Hafid masih menjalani perawatan intensif di RS Bakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore. Kanitlantas Kalibaru Aipda Yulianto mengatakan, kecelakaan bermula ketika Wagimin menunggang motor dari arah timur. Dia membonceng anaknya, Ah-

mad Hafid. Pagi itu, Wagimin baru saja mengantarkan Hafid ke sebuah tukang pijit sangkal putung di Banyuwangi karena anaknya tersebut mengalami patah tangan kiri. Nah, di tempat kejadian perkara (TKP) yang jalannya menanjak, Wagimin bermaksud mendahului sebuah truk gandeng di depannya. Namun, ketika posisi motornya persis di samping truk gandeng, dari arah berlawanan mendadak ada sebuah mobil Carry yang tak diketahui identitasnya melaju

dengan kecepatan tinggi. Takut terjadi tabrakan, Wagimin berusaha banting setir ke kiri. Celakanya, motornya menyenggol ban belakang truk gandeng. “Begitu motornya menyerempet truk, Wagimin jatuh dan tangan kirinya terlindas ban truk,” ungkap Yuli. Hafid juga jatuh. Hanya saja, dia tidak terlindak truk. Meski demikian, kedua kakinya mengalami luka parah. Beberapa bagian tubuhnya juga penuh luka. Anehnya, saat kecelakaan terjadi, pengemudi truk gan-

deng, Sudarmono, 35, warga Dusun Krajan, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, tetap melaju dengan tenang. Seolah dia tak merasa mengalami kecelakaan. “Sopir truk baru berhenti setelah ada warga yang meneriakinya,” tutur Yuli. Tak lama setelah kejadian, kedua korban langsung dilarikan ke RS Bhakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore, untuk mendapatkan perawatan intensif. “Namun, tak lama setelah dirawat, Pak Wagimin meninggal dunia,” pungkas Yuli. (azi/c1/aif)

Kegiatan Dibantu Anggota Lanal n SOPIR... Sambungan dari Hal 33

Dikawal anggota polisi, sang sopir berjalan menuju lokasi pemeriksaan tes urine di selasar kedatangan terminal bus Sri Tanjung. Usai menyerahkan sampel urine kepada petugas medis, para sopir harus menunggu sam pai ada kejelasan hasil pemeriksaan. Setelah petugas menyatakan negatif, para sopir bisa langsung melanjutkan perjalanan. “Negatif, Pak. Bisa melanjutkan perjalanan,” kata

pe tugas medis kepada sopir setelah memeriksa. Dari 20 sopir truk dan bus antarprovinsi yang menjalani tes urine, semua tercatat negatif. Itu artinya, para sopir itu tidak ada yang mengonsumsi obat terlarang. “Kita memeriksa urine para sopir secara acak,” cetus Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi. Pemeriksaan urine tersebut, terang kapolres, hanya dilakukan terhadap sopir truk dan bus yang trayeknya antar provinsi. Tes urine itu dilakukan dalam rangka menekan angka kecelakaan di

jalan. “Tes urine ini khusus sopir angkutan barang dan angkutan orang an tar provinsi,” sebut Kapolres Nanang. Kapolres Nanang menyebut, tidak sedikit kecelakaan yang terjadi di jalan raya akibat sopir mengonsumsi obat terlarang. Karena itu, untuk mengantisipasi kecelakaan, digelar tes urine. “Hasil pemeriksaan yang kita lakukan secara acak, semua negatif,” katanya. Bila dalam pemeriksaan itu ada yang dinyatakan positif, sebut dia, maka pihaknya akan memproses sesuai hukum yang

berlaku. Untungnya, tidak satu pun sopir yang dites urine itu yang dinyatakan positif. “Tes urine itu akan terus kita lakukan secara terprogram,” ujarnya. Tes urine yang dilakukan anggota Satlantas Polres Banyuwangi itu juga melibatkan ang gota Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi. Sejumlah anggota TNI AL membaur bersama anggota polres dalam pe meriksaan tes urine para sopir tersebut. “Tes urine ini digelar juga demi mewujudkan Banyuwangi zero narkoba,” ungkapnya. (abi/c1/bay)

Mengajukan Penangguhan Penahanan n KADES... Sambungan dari Hal 33

“Permohonan pengalihan penahanan sudah kita sampaikan ke kejaksaan,” terang Siti Nur Hayati SH. Selain mengajukan permohonan pengalihan penahanan untuk kliennya, Nurhayati juga menyerahkan uang tunai senilai Rp 15.350.000.Dana sebesaritudisebut sebagai kerugian negara akibat perbuatan kliennya. “Kerugian negara

katanya Rp 15 juta, makanya klien kami mengembalikan,” katanya. Menurut Nurhayai, pengajuan permohonan pengalihan penahanan itu merupakan hak kliennya. Apa yang dilakukan itu demi mendapatkan hak kliennya tersebut. “Yang menentukan permohonan diterima ataukah tidak itu Bapak Kepala Kejari,” cetusnya. Nurhayati berharap, Ka jari Banyuwangi Syaiful Anwar mengabulkan surat permohonan

pengalihan penahanan tersebut. Sehingga, kliennya yang saat ini ditahan di rumah tahanan negara bisa diganti menjadi tahanan kota. “Kami sangat berharap per mohonan itu dikabulkan, seperti tiga tersangka RSUD Genteng yang bisa dialihkan menjadi tahanan kota,” tuturnya. Menurut Nurhayati, kliennya saat ini masih menjadi Kades Kalirejo di Kecamatan Kabat. Peran kades sangat besar dalam kelangsungan pembangunan

desa. Selain itu, selama kliennya ditahan di rumah tahanan negara, pelayanan kepada masyarakat terganggu. “Demi pelayanan masyarakat,” dalihnya. Selama ini, imbuh Nurhayati, kliennya sangat kooperatif. Pengembalian uang yang disebut se bagai kerugian negara sebesar Rp 15 juta lebih itu juga merupakan bentuk iktikad baik. “Klien kami juga tidak akan kabur dan menghilangkan barang bukti (BB),” cetusnya. (abi/c1/bay)

BAYU SAKSONO/RaBa

PENGHIJAUAN: Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Choliq Baya menanam pohon di bekas lokasi tambang kapur di Pulau Nusa Kambangan Selasa lalu (5/3).

Ditanami Lagi Vegetasi Asli Hutan Hujan Tropis n BUKITNYA... Sambungan dari Hal 33

Nah, khusus pabrik semen Holcim di Cilacap, bahan baku batu kapur melimpah. Dengan area produktif 400 hektare di Pulau Nusa Kambangan, ternyata sudah cukup untuk memenuhi bahan baku bagi pabrik Holcim Cilacap selama hampir 80 tahun mendatang. Pabrik Holcim di Cilacap terletak di Kelurahan Karang Ta lun, Kecamatan Cilacap Utara, Jawa Tengah. Di Pulau Jawa, PT Holcim memiliki bebe rapa pabrik, di antaranya di Tuban (Jatim) yang akan segera berproduksi tahun ini, kemudian pabrik di Cilacap (Jateng), Narogong dan Ciwandan (Jawa Barat). Khusus pabrik di Cilacap yang beroperasi sejak 1977, Holcim me miliki kapasitas produksi sekitar 2,6 juta ton per tahun. Kapasitas tersebut adalah yang terbesar ketiga dari PT Holcim di Indonesia. Mereka juga mem pekerjakan kontraktor yang mencapai 2.542 orang. Pabrik semen Holcim di Cilacap memiliki hal yang jarang dimiliki pabrik semen lain. Pabrik semen tersebut

merupakan satu-satunya pabrik semen di dunia yang mengambil bahan baku dari pulau lain, yakni Pulau Nusa Kambangan. Proses pengambilan bahan baku gamping-gunung juga memperhatikan unsur lingku ngan. Lapisan tanah atas (top soil) yang subur dikupas, lalu disimpan di tempat khusus. Setelah itu, gunung dikeruk untuk diambil batu gampingnya. Setelah bahan baku habis sekitar ketinggian sepuluh meter dari permukaan laut, top soil yang subur dipasang kembali di atas bekas tambang itu. Selanjutnya, bekas tambang ter sebut kembali dihijaukan de ngan tanaman asli Nusa Kambangan. Menurut Kunto Wulung, hutan di Nusa Kambangan termasuk hutan hujan tropis yang alami. Karena itu, pihaknya sengaja menanam kembali bekas tambang kapur tersebut dengan tanaman asli hutan Nusa Kambangan. ”Total sudah ada 27,76 ha lahan bekas tambang batu kapur yang sudah dihijaukan lagi,” ujarnya. Di Nusa Kambangan, Holcim juga bekerja sama dengan Fauna dan Flora International (FFI)

– Indonesian Programme untuk melaksanakan studi keanekaragaman hayati di pulau tersebut. Studi tersebut merupakan tindak lanjut Biodiversity Management System (BMS) Holcim yang memanfaatkan penilaian terhadap semua aspek tambang berkenaan dengan keanekaragaman hayati dan menjadi dasar tingkat pengelolaannya. Karena itu, Holcim ak tif menyelamatkan ke ane karagaman hayati di pulau yang identik dengan tempat para narapidana kelas kakap tersebut. Saat ini, ada sekitar 12 poin rekomendasi para pemangku kepentingan dengan stake holder terkait pembangunan berbasis konservasi. Di antaranya, patroli ber sama, penegakan hukum, zona si berbasis konser vasi, dan mengembangkan Nu sa Kambangan sebagai la boratorium pendidikan dan konservasi. ”Bekas-bekas areal pertambangan nyaris tak kelihatan. Semua dihijaukan se perti awal. Sehingga, tak ke lihatan kalau wilayah itu se benarnya telah diambil kekayaan alamnya,” kata Kunto. (bay/c1/bersambung)

Perbaikan Menunggu Pengaduan Warga Diawali Pergelaran Wayang n BANGUN... Sambungan dari Hal 33

Di wilayah barat akan diba ngun jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Kalibaru dan Kecamatan Glenmore sepanjang lima kilometer dan lebar empat meter. Pembangunan akan dimulai dari SPBU Krikilan ke utara, belok kanan, dan akan tembus di kantor Pegadaian Kecamatan Kalibaru. “Jalan itu kita bangun se bagai jalan alternatif. Jika

jalan utama penuh, pengguna jalan bisa melewati jalan alternatif itu,” jelas Mujiono. Selain itu, pemerintah daerah juga akan melebarkan ruas jalan Kalisetail menuju ruang terbuka hijau (RTH) Maron. Saat ini, lebar jalan hanya enam meter dan akan di tambah menjadi 12 meter. Jalan tersebut akan dilebarkan tiga meter di kanan dan tiga meter di kiri. “Poros jalan itu akan kita dibuat double way,“ kata Mujiono. Terkait akses menuju objek

wisata, pemkab akan membangun jalan menuju wisata Pantai Plengkung. Jalan yang ada saat ini akan dilebarkan men jadi enam meter mulai Desa Tegaldlimo hingga Dambuntung, Desa Kalipahit. Jalan ke Rowobayu di Kecamatan Songgon juga akan direhabilitasi. Jalan di wilayah selatan, perbaikan akan dimulai dari Bangorejo, Bomo, hingga Muncar. Jalan dari Tapanrejo (Muncar) me nuju Plampangrejo (Cluring), dan Jalan Tegalsari me-

nuju Bangorejo juga masuk sasaran perbaikan. Di Banyuwangi utara, pemkab akan membangun jalan dari Kabat menuju Pakis, Sobo, Karangrejo, hingga Pasar Pujasera. Perbaikan jalan dari Glagah menuju Kemiren, Jambesari, Grogol, Pesucen, dan Boyolangu, akan dituntaskan tahun 2013 ini. “Khusus jalan yang rusak akan kita perbaiki secara langsung tanpa harus menunggu perencanaan jika ada pengaduan dari warga,” tambah Mujiono. (afi/c1/bay)

Penahanan masih Kurang Sebulan n JOHN... Sambungan dari Hal 34

Sebab, terpidana kasus illegal logging itu tidak memberi tahu atau berkirim surat ke kejaksaan. “Tidak ada ke terangan dari John Robert,” sebutnya. Pemanggilan John Robert itu, jelas Wayan, untuk mengeksekusi keputusan kasasi yang sudah diturunkan MA. Nya tanya, dalam panggilan pertama yang dikirim melalui pos itu, dia tidak datang. “Akan kita panggil untuk yang kedua kali,” katanya. Dalam panggilan yang ke-

dua, jelas Wayan, pihak Kejari Banyuwangi akan minta bantuan Kejari Surabaya. Itu artinya, panggilan kedua untuk John Robert akan dilaksanakan Kejari Surabaya. “Dalam panggilan kedua, John Robert tetap diminta datang ke Kejari Banyuwangi,” terangnya. Wayan berharap John Robert kooperatif dan datang ke kejaksaan. Sehingga, pihaknya tidak akan mengirim surat panggilan untuk yang ketiga. “Bila setelah panggilan yang ketiga itu ternyata yang bersangkutan tidak datang, akan kita panggil paksa,” ancamnya. Seperti diberitakan sebelum-

nya, John Robert Andreas, 43, yang pernah divonis bebas dalam perkara illegal logging oleh Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi 7 Juni 2012 lalu, tampaknya harus kembali ke tahanan. Kasasi ke Mahkamah Agung (MA) yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) Dodik Susanto SH ternyata memutus terdakwa bersalah. Salinan keputusan MA tertanggal 30 Januari 2012 itu telah diterima Pengadilan Neger i (PN ) Banyuwangi dan diteruskan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi untuk eksekusi. “Surat salinan putusan dari MA tentang John

Robert telah kami terima,” terang Humas PN Banyuwangi Bawono Effendi SH. Dalam putusan itu, lanjut dia, MA memvonis terdakwa dengan hukuman enam bulan penjara. Selain itu, dia juga diwajibkan membayar denda Rp 1 juta subsider satu bu lan kurungan. “Terdakwa pernah menjalani penahanan selama lima bulan, jadi kurang sebulan,” ungkapnya. Dalam melaksanakan eksekusi tersebut, imbuh dia, pihaknya telah mengirim putusan MA itu ke Kejari Banyuwangi. Selanjutnya, pihak Kejari yang akan melakukan eksekusi. (abi/c1/bay)

Dikenal sejak Gabung Tim PON Jatim n PAMIT... Sambungan dari Hal 33

Melihat bakat dan kemampuan terpendam tersebut, pemuda kelahiran 5 Mei 1990 itu pun memutuskan hijrah ke Surabaya. Selesai sekolah di tingkat menengah atas, dia bergabung dengan klub anggota PSSI Surabaya, Assyabab. Di klub Kota Pahlawan itu, kemampuan Boy terasah. Selain bermain di kompetisi internal PSSI Surabaya, dia juga melanglang buana ke sejumlah klub di Jawa Timur. Bermain di tingkat junior, warga Ringinsari, Kecamatan Pesanggaran, itu pernah berkostum tim besar, PSMP Junior. Bakat Boy membuatnya dipanggil dalam skuad sepak bola Jawa Timur. Sebagai penjaga gawang, Boy tampil di PON Riau 2012. Namun, dia tidak dianggap sebagai atlet Banyuwangi. Dia dianggap se-

bagai atlet asal Surabaya. “Aku pakai nama atlet asal Surabaya saat itu,” ujarnya. Lewat PON, identitas Boy sebagai seorang pesepak bola mulai terdengar. Memamerkan gerakan akrobatik saat menangkap bola menjadi ciri khasnya. Hal itulah yang membuatnya sering mendapat aplaus dari penonton yang menyaksikan. Sementara itu, munculnya Boy sebagai anggota tim sepak bola membuat teman dekatnya terkejut. Keluarga, teman, dan para tetangga, hanya mengetahui Boy sebagai pemain bola level sekolah. Apalagi, kepindahannya ke Surabaya setelah lulus SMP tidak dalam rangka mengembangkan bakat sepak bola. “Awalnya terkejut. Tapi orang tua akhirnya tahu pas akan pemusatan latihan di Vietnam. Di koran ada foto saya, dan itu jadi bukti untuk mereka (orang tua),” bebernya. Belum selesai terkejut melihat Boy di

PON 2012 di Riau, para kerabat kini kembali terkejut. Kepercayaan manajemen Persewangi merekrut adik Lilik Damiati dan Sugeng Hariadi itu yang membuat mereka kembali terkejut. Apalagi, dalam tim berjuluk Laskar Blambangan di pentas Divisi Utama Indonesia Super League musim ini, Boy dipercaya sebagai kiper utama. Justru itulah yang menjadi spirit sekaligus tantangan bagi Boy. Keterkejutan orang terdekatnya itu dijawab dengan penampilan luar biasa di bawah gawang Persewangi. Di tiga kali pertandingan yang sudah dilakoni Persewangi, dia masih menjadi dipercaya pelatih Bagong Iswahyudi dan Mohamad Hasan. Boy berharap, dirinya mampu mengangkat prestasi Persewangi Banyuwangi di pentas Divisi Utama. “Saya ingin mengangkat dan meraih prestasi bersama Persewangi,” tegasnya. (c1/bay)

n BESOK... Sambungan dari Hal 33

Sejumlah perwakilan etnis Jawa, Madura, dan Bali, ikut memeriahkan kirab tolak bala tersebut.

Ketua panitia peringatan hari kebesaran Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin, Alexander Martin menuturkan, rangkaian ke giatan tersebut bertujuan menghindarkan Banyuwangi dari bahaya. Selain itu, even

tersebut diharapkan bisa peningkatan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi. “Kami ingin kegiatan ini membawa kebaikan bagi masyarakat Banyuwangi,” ujarnya. (nic/c1/ bay)

Status Tanah Masih Sengketa n WARGA... Sambungan dari Hal 35

‘’Itu sudah menyalahi aturan dan tidaksesuaiUULelang,”tandasAnim. Oleh karena itu, lanjut dia, tanah tersebut masih menjadi sengketa. Dasarnya, pihaknya

masih mengajukan banding ke PTUN Surabaya usai kalah di Pengadilan Negeri Banyuwangi. ‘’Kita masih banding,” tegasnya. Sementara itu, warga melakukan orasi tak jauh di lokasi lahan sengketa kemarin. Kapolsek Purwoharjo AKP Trijoko

Setyonarso mengungkapkan, rencana eksekusi lahan tersebut batal. Sesuai surat yang diterima dari PN Banyuwangi, dia menyebut belum jelas kapan eksekusi dilaksanakan. ‘’Batas waktu tidak ditentukan,” katanya. (ton/c1/aif)

Luas Pembangunan PGG 100 Ha n PG GLENMORE... Sambungan dari Hal 35

Bagaimana kalau hasil studi kelayakan menunjukkan sebaliknya? Menurut Hery, berarti PGG tidak akan dilanjutkan. “Jadi, lanjut atau tidaknya pendirian pabrik masih menunggu studi kelayakan yang dilakukan PT pemenang tender,” tandasnya. Bagaimana dengan analisis

mengenai dampak lingkungan (AMDAL)? Mantan Manajer Perkebunan Sungailembu, Kecamatan Pesanggaran, itu hanya menjawab singkat. “Kalau AMDAL akan dilakukan pleh PT MHI (Mitra Hijau Indonesia). Selesai pertengahan bulan Mei 2013 setelah studi kelayakan dinyatakan layak untuk dijalankan,’’ jelas Hery. Seperti pernah diberitakan sebelumnya, pabrik gula terbesar

resmi dibangun di Glenmore. Pem bangunan PGG de ngan luas bangunan 100 hektare yang ditunggu-tunggu masyarakat Banyuwangi akhirnya benarbenar diresmikan. Peresmian PGG de ngan kapasitas 5000 TCD itu dilakukan Deputi Menteri Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Bidang Usaha Primer Muhammad Zamkani. (azi/c1/aif)

Timbul Jabat Kabid Pengembangan BPMP n KURSI... Sambungan dari Hal 44

Posisi Budi digantikan Candrasa Christian Yunianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Pengawasan Perairan Dinas KelautandanPerikanan(Dislutkan). Sekcam Jangkar, Kholil, kini

menempati posisi baru di kantor lama sebagai Kabid Perikanan Dislutkan. Posisi Kholil digantikan Suratmin yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Kepelabuhanan Dinas Perhubungan. Timbul Surjanto dimutasi sebagai Kabid Pengembangan

Pe rekonomian BPMP. Sebe lumnya, dia menjabat seba gai Kabid Pemberdayaan pe rempuan. Drs. Hariyono yang sebelumnya menjabat se bagai Kasubag Tata Usaha Kantor Lingkungan Hidup, kini menjabat sebagai Sekcam Banyuputih. (pri/c1/als)

44

Sabtu 9 Maret 2013

KAKANG MURTAPIK BADALUDDIN LOPA

Tak Mau Lama Terkejut MURTAPIK Badaluddin Lopa selama ini tumbuh di organisasi pergerakan. Dia besar di parlemen jalanan. Pria yang akrab dipanggil Lopa itu kini masuk dalam lingkaran struktur lembaga pemerintah dan menjabat sebagai ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Situbondo. Menurut suami Lilik Maryana itu, banyak perbedaan mencolok yang dia rasakan antara sebelum dan sesudah masuk ke lingkaran sistem. “Terkejut juga. Namun, saya tidak mau berlarut-larut dengan keterkejutan itu. Sebab, saya harus segera menjalankan tugas dan bertanggung

jawab atas tugas yang saya pikul,” terang Murtapik. Pria kelahiran 1979 itu mencontohkan, dulu dirinya bebas berekspresi sekehendak hati. Namun, kini tak bisa lagi. Sebab, kini dirinya memiliki tanggung jawab besar, khususnya terkait pelaksanaan pemilihan umum di Kota Santri. Lopa mengaku bangga karena teman-teman seperjuangannya dulu memberikan dukungan, baik secara langsung maupun tak langsung. “Intinya, dengan masuk dalam sistem, kita harus bisa memperbaiki keadaan,” terang bapak satu anak itu. (pri/c1/als)

& EMBUG

SINTA BELLA

Rindu Dunia Panggung DUNIA panggung sudah mendarah daging dalam dirinya. Namun, sejak berkeluarga, dia memilih berkonsentrasi mengurus rumah tangga. Itulah yang kini dilakukan Sinta Bella. Ibu satu anak kelahiran Jember itu berkenalan dengan dunia panggung sejak duduk di bangku SD. Bahkan, sejak di bangku SMP, dirinya sudah profesional karena diajak pamannya yang memiliki grup musik. “Aku suka banget dangdut,” cetusnya. Untuk mengobati kerinduannya terhadap dunia tarik suara, pemilik nama asli Sinta Dwi Jayanti itu sering menyempatkan diri me-

nyanyi di acara resepsi. Itu pun setelah sang suami mengizinkan. “Kalau menjadi penyanyi lagi, suami tak mengizinkan,” terang istri Andi Handoko itu. Sinta mengaku gembira dengan dibentuknya PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia) dan SFCI (Soneta Fans Club Indonesia) Kabupaten Situbondo. “Saya nanti pasti bergabung (dengan organisasi tersebut) agar bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk musik dangdut,” pungkasnya. (pri/c1/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

EDY SUPRIYONO/RaBa

Kursi Kadispendik Tetap Kosong

PEMILU 2014

Bupati Mutasi 57 Pejabat

NUR HARIRI/RaBa

TINGGAL WAWANCARA: Beberapa peserta melihat pengumuman calon PPK kemarin (8/3).

168 Calon PPK Lolos Tes Tulis SITUBONDO - Hasil tes tulis calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kabupaten Situbondo diumumkan KPU kemarin (8/3). Dari 241 peserta yang mengikuti tes tulis, hanya 168 peserta yang dinyatakan lolos dan bisa mengikuti tes selanjutnya. Salah seorang staf KPUD Situbondo, Zainudin Anis mengatakan, tes selanjutnya adalah wawancara. “Ada satu tes lagi, yaitu wawancara langsung,” kata Zainudin. Data yang berhasil dikumpulkan, tes wawancara tersebut akan dibagi menjadi tiga tahap sesuai jadwal yang telah ditentukan. Tahap pertama adalah calon dari Kecamatan Suboh, Besuki, Jatibanteng, Banyuglugur, dan Sumbermalang. Wawancara tahap pertama akan dilaksanakan hari ini (9/3). Tahap kedua 10 Maret, yakni calon dari Kecamatan Panji, Situbondo, Panarukan, Kendit, Bungatan, dan Mlandingan. Tahap ketiga 11 Maret, yakni calon dari Kecamatan Banyuputih, Asembagus, Jangkar, Kapongan, dan Mangaran. Dalam tes wawancara tersebut, 168 calon anggota PPK akan disaring menjadi 85 orang. Sejumlah itulah yang akan ditetapkan sebagai anggota PPK dalam pemilu mendatang. “Rencananya, pada 14 Maret akan dilakukan pengumuman anggota PPK yang terpilih,” papar Zainudin. Rencananya, jika jadwal tersebut berjalan lancar, maka antara tanggal 15-20 Maret mendatang, KPU akan melantik 85 anggota PPK terpilih. (rri/c1/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

JABATAN BARU: Bupati Dadang (kanan) melantik pejabat di lingkungan Pemkab Situbondo kemarin (8/3).

Sekda Tunggu SK Menteri USAI melaksanakan mutasi, Bupati Dadang menerangkan kepada sejumlah wartawan seputar jabatan sekretaris daerah (sekda) yang hingga kini belum definitif. Bupati Dadang mengaku masih menunggu SK menteri. “Untuk sekda masih menunggu SK menteri. Tidak ada masalah (untuk mendefitifkan sekda). Tetapi, kalau Plt, yang bersangkutan tidak dapat tunjangan,” terang Dadang kepada sejumlah wartawan kemarin (8/3). Sekadar diketahui, selain jabatan kepala Dinas Pendidikan, jabatan lain yang dibiarkan terkatung-katung tanpa pejabat definitif adalah jabatan sekda. Bupati sudah dua kali menunjuk Plt

Beli Dua Hektare Tebu, Panen Satu Hektare JANGKAR - Muh Ridwan, 48, warga Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, melaporkan MM, 45, warga Desa Curah Kalak, Kecamatan Jangkar, ke Mapolres Situbondo kemarin (8/3). Dalam laporannya, Ridwan menjelaskan bahwa pada Minggu 15 Juli 2012 lalu dirinya membeli tanaman tebu seluas dua hektare kepada terlapor. Setelah sepakat, korban pun memberikan uang pembelian tanaman tebu itu kepada MM sekitar pukul 10.00. Setelah transaksi selesai, korban menunggu tanaman tebu tersebut besar. Selanjutnya, pada saat korban hendak memanen tebu yang telah dibelinya itu, ternyata tanaman tebu yang sebelumnya

disepakati seluas dua hektare itu hanya satu hektare. Korban pun merasa ditipu, dan melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Situbondo. Korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 50 juta. Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi membenarkan laporan penipuan tersebut. “Begitu mendapat laporan, petugas langsung melakukan penyelidikan. Yang jelas, kedua pihak yang melakukan transaksi akan dipanggil untuk dipemeriksa,” kata Wahyudi. Jika nanti terbukti melakukan penipuan sesuai yang dilaporkan, imbuh Wahyudi, maka terlapor akan dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman kurungan maksimal 4 tahun penjara. (rri/c1/als)

untuk menempati kursi sekda. Yang pertama adalah Eko Triwarso, dan yang kedua adalah Syaifullah. Sementara itu, tentang mutasi 57 PNS yang terkesan mendadak, diakui bupati sebagai salah satu strategi. “Ada beberapa cara bagi kami untuk tidak terburu-buru menempatkan namanama pada jabatan yang kosong itu. Pertama, mengatasi dengan cara mendadak seperti ini,” terangnya. Selain itu, kata Dadang, pihaknya juga menerjunkan tim inspektorat. Itu dalam rangka melakukan pengawasan lebih ketat. Sebab, sistem pembinaan pegawai sangat rentan penumpangpenumpang gelap. “Harus ada komit-

men dari kita semua untuk menertibkan itu,” imbuh bupati. (pri/rri/c1/als)

SITUBONDO - Bupati H. Dadang Wigiarto kembali menggerakkan gerbong mutasi siang kemarin. Sebanyak 57 pegawai negeri sipil (PNS) eselon II, III, dan IV, di lingkungan Pemkab Situbondo meninggalkan kursi lamanya untuk menduduki baru. Sayang, dalam kesempatan kemarin, bupati masih belum menjawab teka-teki siapa pejabat yang akan menduduki kursi kepala Dinas Pendidikan. Meski sudah cukup lama ditinggal pejabat definitif, tapi orang nomor satu di lingkungan Pemkab Situbondo tersebut hingga kemarin tetap mempercayakan kepada seorang Plt (pelaksana tugas). Bupati lebih tergerak untuk mengisi jabatan kepala Dinas Perhubungan (Dishub) meski belum lama ditinggal Eko Triwarso karena pensiun. Kursi itu kini diduduki Edi Susilo yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran). Pengganti Edi Susilo hingga kini masih teka-teki. Kursi eselon dua lain yang dibiarkan kosong oleh bupati adalah Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan yang sebelumnya dijabat Faridhurrokhman yang kini sudah purna tugas. Hanya saja, Edi Susilo-lah satu-satunya pejabat eselon II yang kemarin masuk gerbong mutasi. Selain itu, 12 pejabat adalah eselon III dan selebihnya eselon IV. Anang Suharyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Sosial Kecamatan Mlandingan, kini menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Kapongan. Anang mengganti jabatan Rid Arhaliq yang dipromosikan sebagai Kabid Pengembangan dan Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial. Kasubag Pengadaan Bagian Perlengkapan, H. Choiril Sholeh, menempati posisi baru sebagai Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial. Selanjutnya, Kasubag Umum Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Drs. Rasidi, menempati posisi baru sebagai Kabid Bina Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Dinas Koperasi dan UKM. Tutik Sri Andayani yang sebelumnya menjabat Kabid Sosbud di Bapedda kini menjabat Kabid Pemberdayaan Perempuan di BPMP. Jabatan Tutik digantikan Edy Wiyono yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Kajian Strategis BKP3. Posisi Edi digantikan Ir. H. Budi Priyono yang sebelumnya menjabat sebagai Kapala Bidang Perkebu Baca Kursi...Hal 43 nan di Dinas Pertanian n


Radar Banyuwangi | 9 Maret 2013