Issuu on Google+

JUMAT 28 DESEMBER

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2012

Merpati

Pangkas Hari Terbang

ASDP

n Sepekan hanya Layani Empat Penerbangan BANYUWANGI - Pesawat Merpati Nusantara Airlines (MNA) mengurangi hari terbang ke Bandara Blimbingsari. Selama ini, pesawat Merpati terbang setiap hari. Nah, sejak 21 Desember 2012 lalu Merpati hanya terbang empat kali dalam seminggu n  Baca Merpati...Hal 35

Waspadai Lonjakan Penumpang Tahun Baru KALIPURO - Empat hari jelang pergantian tahun baru 2013, suasana Pelabuhan Penyeberangan Ketapang masih normal. Belum terlihat lonjakan penumpang yang berarti. Aktivitas penyeberangan menuju Bali masih lancar. “Penumpang terus mengalir, tapi belum ada lonjakan,” ujar Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry, Saharuddin Koto. Kendaraan barang yang sempat melonjak drastis, sepanjang hari kemarin (27/12) sudah tidak terjadi lagi. Sebaliknya, kendaraan barang cenderung mengalami penurunan cukup drastis. Aktivitas bongkar-muat di dermaga pelabuhan landing craft machine (LCM) berlangsung cukup lancar. Tidak ada antrean panjang seperti yang terjadi beberapa minggu belakangan. Meski belum ada lonjakan, pihak ASDP Indonesia Ferry (IF) tetap waspada kemungkinan adanya lonjakan. BUMN penyeberangan antar pulau tersebut memprediksi lonjakan penumpang tahun baru akan terjadi mulai 28 dan 29 Desember 2012. Meski aktivitas penyeberangan berkurang, tapi pengamanan tetap berlangsung ketat n  Baca Waspadai...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

KURANGI JADWAL TERBANG: Pesawat Merpati Airlines mendarat di Bandara Blimbingsari. Sejak 21 Desember lalu hanya melayani empat penerbangan dalam sepekan.

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Pengiriman 20 TKI Ilegal ke Australia BANYUWANGI - Aparat Polres Banyuwangi hingga kemarin masih terus mengusut kasus dugaan pengiriman 20 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Australia. Kabar terbaru, mereka diusung oleh pasangan suami istri (pasutri) Camak dan Eni, warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Pasutri yang dijemput polisi di rumah-

KESEHATAN

 Baca Polisi...Hal 35

Jaksa Kasus Sigit Resmi Daftar Banding

GALIH COKRO/RaBa

Jumlah Penerima Jamkesmas Tembus 492 Ribu Orang BANYUWANGI - Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) 2013 kemarin (27/12) diluncurkan di Puskesmas Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Peluncuran Jamkesmas itu dilakukan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko. Tahun 2013 mendatang Banyuwangi mendapatkan jatah kartu Jamkesmas sekitar 492 ribu jiwa dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jumlah penerima program Jamkesmas kali ini mencapai 492 ribu jiwa. Penyerahan kartu Jamkesmas tersebut dilakukan secara simbolis kepada beberapa warga. Dalam kesempatan itu, ada 6.012 kartu yang dibagikan. Kartu dibagikan kepada warga miskin yang tersebar di empat kelurahan, yakni Kertosari, Kepatihan, Karangrejo, dan Panderejo. “Kartu yang dibagikan itu berlaku mulai 1 Januari 2013,” jelas Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Widji Lestariono. Rio mengungkapkan, kartu Jamkesmas akan dibagikan kepada sekitar 492 ribu warga miskin berdasar pendataan tahun 2012. Pendataan penerima kartu Jamkesmas itu dilakukan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Dinas Kesehatan menargetkan, pendistribusian kartu Jamkesmas rampung sebelum 31 Desember 2012. Tujuannya, agar awal Januari masyarakat sudah bisa memanfaatkan kartu tersebut. Kartu Jamkesmas itu berguna untuk mendapatkan berbagai macam layanan kesehatan secara gratis n  Baca Jumlah...Hal 35

BANYUWANGI - Jaksa penuntut umum (JPU) Djoko Susanto yang menangani perkara sabu-sabu atas terdakwa Brigadir Sigit Dwi Susanto, 28, secara resmi menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) di Surabaya. Pendaftaran banding itu dilakukan Jumat (21/12) lalu. “Kami belum bisa menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi,” cetus Djoko Susanto saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin. Menurut Djoko, banding tersebut bukan hanya untuk putusan lima tahun penjara bagi Brigadir Sigit karena terbukti melakukan transaksi sabu-sabu (SS). Tetapi, sebut dia, juga terkait penyerahan mobil Toyota Avanza bernopol M 519 IT kepada I Wayan Baola. “Putusan lima

tahun masih terlalu rendah,” jelas dia. Berdasar isi tuntutan, pihaknya meminta majelis hakim menghukum oknum polisi itu tujuh tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara. “Karena terdakwanya penegak hukum, hukumannya jangan disamakan dengan warga biasa,” cetusnya. Terkait putusan hakim yang menyatakan mobil Toyota Avanza bernopol M 516 IT harus dikembalikan kepada pemiliknya, I Wayan Baola, juga dianggap kurang pas n  Baca Jaksa...Hal 35

AGUS BAIHAQI/RaBa

USAI PUTUSAN: Brigadir Sigit Dwi Susanto menyalami majelis hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi.

“Di tahun 2013 alokasi anggaran jasmas tiap anggota dewan naik sekitar Rp 100 juta, sehingga menjadi Rp 561 juta per orang Hermanto Ketua DPRD Banyuwangi

Anggaran Jasmas DPRD Rp 561 Juta per Orang BANYUWANGI - Ini kabar menggembirakan bagi anggota DPRD Banyuwangi. Mendekati Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2014, kantung wakil rakyat bakal semakin tebal. Itu terjadi lantaran anggaran jaring aspirasi masyarakat (jasmas) masing-masing anggota dewan di tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar Rp 100 juta dibanding anggaran serupa di tahun 2012 ini. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan koran ini menyebutkan, alokasi dana jasmas anggota DPRD Banyuwangi pada Anggaran Pen-

dapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 mencapai Rp 561 juta per orang. Padahal, anggaran jasmas masing-masing anggota dewan pada APBD 2012 “hanya” Rp 400-an juta per orang. Ketua DPRD Banyuwangi, Hermanto, membenarkan bahwa di tahun 2013 anggaran jasmas tiap anggota dewan mengalami peningkatan dibanding tahun 2012. “Di tahun 2013 alokasi anggaran jasmas tiap anggota dewan naik sekitar Rp 100 juta, sehingga menjadi Rp 561 juta per orang,” ungkapnya n  Baca Anggaran...Hal 35

Melihat Pameran Lukisan dan Patung di Gedung Wanita

Meski Liburan Sekolah, Banyak Pelajar yang Berkunjung Pameran lukisan yang digelar sejak 23 hingga 30 Desember 2012 di Gedung Wanita Banyuwangi terus menyita perhatian masyarakat. Setiap hari hampir 100 pengunjung datang untuk menikmati karya seni tersebut. AGUS BAIHAQI, Banyuwangi

http://www.radarbanyuwangi.co.id

DILEPAS: Sebagian calon TKI ketika berada di Polres Banyuwangi Rabu kemarin (26/12).

GALIH COKRO/RaBa

LAUNCHING: Warga menunjukkan kartu Jamkesmas di Puskesmas Kertosari kemarin.

26

nya itu kini ditangani penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Banyuwangi. Keduanya masih menjalani pemeriksaan. “Kasus ini (dugaan pengiriman TKI ilegal) akan kita proses terus,” tegas Kasatreskrim AKP Bagus Ikhwan Cristian. Saat dikonfirmasi, kasat menyebut Camak dan Eni sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sambil menjalani proses hukum, sementara keduanya diamankan di ruang tahanan Mapolres Banyuwangi n

MOZES Misdi terus mengumbar senyum saat hadir dalam pembukaan pameran lukisan dan patung pada Minggu (23/12) di Gedung Wanita Banyuwangi. Didampingi pelukis lain, S. Yadi K., Aris Sugiarto, Rama Hadiyono, dan pelukis lain, Mozes tampak semangat bercerita

tentang lukisan kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang hadir membuka pameran tersebut. Dari raut wajahnya, terlirat jelas pelukis senior itu sedang semringah. Sepertinya sang legenda hidup itu tidak menyangka perjalanan seni lukis di Kota Gandrung bakal hidup. “Cukup lama bisa menggerakkan seni lukis di Kabupaten Banyuwangi,” ujarnya sembari tersenyum. Hingga tahun 1970-an, seni lukis belum memiliki tempat yang layak di Bumi Blambangan ini. Bahkan, AGUS BAIHAQI/RaBa di tahun itu, Kota Gandrung yang KARYA SENI: Lukisan gandrung cukup mendominasi dalam pameran dikenal kaya seni dan budaya itu yang digelar di Gedung Wanita Paramitha Kencana. ternyata masih kering seni lukis. Pameran lukisan dan patung “Tidak ada yang namanya pame- terwujud. Apalagi, pameran seni lukis sudah bisa digelar setiap tahun. yang diikuti 112 pelukis dan peran lukisan seperti ini,” cetusnya. Mozes bersama para pelukis lain kini “Alhamdulillah, pengunjung cukup matung tersebut setiap hari dikuntentu bisa tersenyum. Perjuangan para lumayan,” cetus Abdul Rahim, salah jungi sekitar 65 hingga 100 orang n pelukis menggelar pameran akhirnya satu peserta pameran.  Baca Meski...Hal 35

Anggaran jasmas DPRD Rp 561 juta per orang Semoga tidak ada yang hobi bolos lagi!

Jaksa kasus Sigit resmi daftar banding Tanpa banding pun sudah cukup untuk modal memecat!

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com

26

Jumat 28 Desember 2012

Bupati Lantik Kades Pakel dan Wringinrejo Kades Diminta Tidak Segan Belajar kepada Staf Desa GAMBIRAN - Para kepala desa diharapkan terus meningkatkan sumberdaya manusianya (SDM) demi memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Bahkan, para kades diharapkan juga tak segan-segan untuk belajar. Termasuk kepada bawahannya. Harapan tersebut disampaikan Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas, usai melantik Kepala Desa Pakel, Kecamatan Licin, Mulyadi; dan

ABDUL AZIZ/RaBa

PELANTIKAN: Bupati Anas melantik Kades Pakel dan Wringinrejo di Pendapa Kecamatan Gambiran kemarin.

Kepala Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Muad Damiri,

di Pendapa Kecamatan Gambiran, kemarin siang (27/12).

Bupati Anas menuturkan, banyak tugas yang harus diemban oleh para kepala desa. Termasuk di antaranya mensukseskan program bedah rumah bagi warga miskin yang saat ini terus digencarkan oleh Pemkab Banyuwangi. Untuk itu, selain dibutuhkan kerja keras, para kepala desa juga dituntut untuk lebih bisa memahami dan mencari terobosan demi suksesnya berbagai program pemerintah pusat maupun daerah. “Harus banyak belajar, dan tidak perlu malu untuk belajar termasuk kepada para stafnya. Saya saja kalau nggak tahu juga tanya kepada staf saya,” ujarnya,

memberikan motivasi. Selain itu, bupati juga mengajak para kepala desa khususnya yang baru dilantik untuk ikut mensukseskan program pen-

gendalian belajar para siswa terutama ketika di rumah. Yaitu, pada pukul 17.00 sampai dengan 19.00 para siswa diharapkan bisa memanfaatkan

waktunya belajar dan mengaji di rumah serta tempat ibadah masing-masing. “Matikan televisi, dan ajak anak-anak untuk belajar,” himbaunya. (azi/als)

25

Jelang Deadline, PPPI Serahkan Berkas BANYUWANGI - Keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) memverifikasi seluruh partai politik (parpol) yang sebelumnya dinyatakan tidak lolos verifikasi administrasi, disikapi serius KPU Banyuwangi. Sejak beberapa hari terakhir, lembaga penyelenggara pemilu tersebut melaksanakan proses verifikasi terhadap sejumlah parpol di Bumi Blambangan. Sekadar diketahui, dari 18 parpol yang dinyatakan tidak lolos verifikasi administrasi di tingkat pusat, hanya tujuh parpol yang menyerahkan dokumen kelengkapan administrasi ke KPU

Banyuwangi. Di antaranya, Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Nasional Republik (Nasrep), dan Partai Kedaulatan. Selain itu, ada juga Partai Serikat Rakyat Independen (SRI), Partai Buruh, dan Partai Karya Republik (Pakar). Setelah melakukan verifikasi faktual terhadap tujuh parpol tersebut, KPU mendapati kenyataan bahwa tidak ada satu pun partai yang memenuhi persyaratan. Partai-partai tersebut lantas diberi tenggat waktu menyerahkan berkas perbaikan sampai tanggal 18 Desember yang lalu n  Baca Jelang...Hal 35

STOP PETI (PENAMBANGAN TANPA IZIN) Penambangan Tanpa Izin (PETI) diancam dengan sanksi pidana sebagaimana Ketentuan dalam UndangUndang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, antara lain: n Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 ( sepuluh miliar rupiah). - [Pasal 158]-; n Setiap orang atau pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batubara yang bukan dari pemegang IUP, IUPK, atau izin sebagaimana ketentuan yang berlaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). -[Pasal 161]n Setiap orang yang merintangi atau mengganggu kegiatan usaha pertambangan dari pemegang IUP atau IUPK yang telah memenuhi syarat-syarat yang berlaku dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah). -[Pasal 162]Termasuk dalam Jenis Mineral yaitu Kelompok Mineral Logam (emas, pasir besi, dll) serta Kelompok Mineral Bukan Logam dan Batuan (Bahan Galian Golongan C). [Pasal 2 - Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara).

DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN DAN PERTAMBANGAN KABUPATEN BANYUWANGI Jln. Jenderal A. Yani No. 96 Banyuwangi Telp/Fax. 0333-412100 E-mail: disperindagtam@banyuwangikab.go.id Website: www.banyuwangikab.go.id Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

27

Jumat 28 Desember 2012

Nyuci Pakaian, Terseret Arus, Tewas Muazin Tenggelam Sudah Ditemukan

GAMBIRAN- Nasib malang menimpa Katini, 62. Wanita itu tewas mengenaskan setelah hanyut di Sungai Kalisetail, masuk Dusun Lidah, Desa/Kecamatan Gambiran, kemarin. Ceritanya, pukul 16.00 Katini bersama seorang cucunya mencuci pakaian di Sungai Kalisetail di belakang rumahnya di Dusun Lidah, Desa/ Kecamatan Gambiran. Ketika sedang mencuci, mendadak ada pakaian yang terseret arus sungai. Katini pun berusaha mengambilnya. “Namun, saat itu arus sungai sangat besar, sehingga Bu Katini terbawa arus sungai tersebut,” kata Suyitno, salah satu tetangganya. Ketika Katini terbawa arus sungai, sang cucu yang masih belajar di taman kanak-kanak (TK) tersebut naik ke tepi sungai dan berteriak minta tolong. Tak lama kemudian, warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) langsung berhamburan mendatangi lokasi. Sayang, derasnya air sungai membuat tubuh Katini cepat sekali terbawa arus, sehingga upaya warga tak membuahkan hasil. Sekitar 200 meter arah selatan sungai tersebut, Slamet, yang tak lain adalah anak kandung Katini, sedang memancing ikan. Dia pun sangat terkejut saat melihat tubuh manusia terbawa arus sungai  Baca Nyuci...Hal 35

ALI NURFATONI/RaBa

RITUAL: Sejumlah warga membungkus makanan usai menggelar doa di Kanal Singir, Desa Blambangan, Muncar.

BAGAIMANA INI

Percaya Orang Asing, Alat Semprot Melayang

ALI NURFATONI/RaBa

POLUSI: Tumpukan sampah di bak sampah di kawasan pesisir Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, kemarin.

SONGGON - Jangan mudah percaya dengan ucapan orang yang baru dikenal. Jika tidak hati-hati, Anda akan menjadi korban penipuan. Seperti yang dialami Umaiyah, 41, warga Dusun Sragi Tengah, Desa Sragi, Kecamatan Songgon. Perempuan tersebut kehilangan alat semprot pertanian gara-gara terlalu percaya kepada orang lain yang bertamu di rumahnya Rabu pekan lalu. Dia ceritakan, seorang pria bertamu ke rumahnya. Orang asing itu akan meminjam mesin semprot milik suaminya. ‘’Katanya pinjam semprotan itu sudah izin suami saya,’’ ujar Umaiyah saat ditemui di rumahnya kemarin. Dia mengatakan, pria tersebut berlagak kenal dengan suaminya yang bernama Tumin, 43. Sebab itulah, dia langsung

menyerahkan alat tersebut. ‘’Orang itu ngakunya bernama Parman. Alat semprot itu akan digunakan menyemprot kebun kacang yang hanya dua petak,” katanya. Dia baru curiga setelah pria yang membawa sepeda motor dan tobos tersebut pergi. ‘’Saya langsung sadar kena tipu. Lalu, saya ke sawah tanya suami. Ternyata, suami saya sama sekali tidak kenal Parman,” ujar Umaiyah sambil geleng-geleng kepala. Ibu kandung Rohmatullah Afan Abdillah, 7, itu menjelaskan, saat mendatangi rumahnya siang itu, pria tersebut memakai topi. ‘’Kulitnya hitam bersih dan pendek. Sepeda motornya berwarna merah. Itu yang saya ingat,” ungkapnya sambil memberi tahu koran ini bahwa kasus tersebut tidak dilaporkan polisi. (ton/c1/aif)

Dua Pekan tak Diangkut MUNCAR - Sejumlah bak sampah sudah tersedia di sejumlah titik di pesisir Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Bak sampah itu sekaligus sebagai pengingat agar warga tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi, membuang sampah ke laut. Kalau itu dilakukan, maka akan menimbulkan pencemaran. Namun demikian, bak sampah tersebut akhirnya justru mengganggu masyarakat. Sebab, tumpukan sampah di bak tersebut tidak diangkut dua pekan lebih. ‘’Katanya warga disuruh buang sampah ke tempat yang disediakan, tapi sama sekali tidak pernah diangkut truk,” sesal Tukimin, warga setempat, kemarin. Dia sangat mengeluhkan kondisi itu, mengingat tumpukan sampah tersebut menimbulkan aroma tak sedap. ‘’Ini bagaimana kok nggak diambil-ambil. Apa memang nggak ada truk yang mengangkut,” keluh Tukimin. (ton/c1/aif) ABDUL AZIZ/RaBa

SIMBOLIS: Ketua GPMMP Hj. Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menanam pohon trembesi di Lapangan Maron, Genteng kemarin

Canangkan Gerakan Perempuan Menanam Pohon GENTENG - Ketua Gerakan Perempuan Menanam dan Memelihara Pohon (GPMMP) Hj. Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengajak semua lapisan masyarakat untuk menggalakkan gerakan menanam pohon. Tujuannya untuk mengurangi emisi karbon sebesar 26 sampai 41 persen pada tahun 2020 mendatang. Ajakan tersebut disampaikan Mbak Dani -sapaan akrabnyadalam kegiatan GPMMP di Lapangan Maron, Kecamatan Genteng, kemarin pagi. Dalam kesempatan tersebut, Mbak Dani juga berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kepedulian berbagai pihak untuk menanam demi mengurangi pemanasan global yang terjadi. “Kita ingin timbul budaya menanam pohon pada masyarakat,” harapnya. Acara menanam pohon ini diikuti oleh kelompok tani, kelompok tani wanita, organisasi wanita, polisi hutan, pengusaha dan pelajar. Dipilihnya Lapangan Maron sebagai pencanangan gerakan tersebut, karena lokasi itu dianggap sebagai salah satu tempat yang perlu dihijaukan. Khusus di Lapangan Maron kemarin, ada 300 pohon yang ditanam jenisnya trembesi dan mahoni. Secara keseluruhan, rencana bibit yang akan ditanam mencapai 3.778.550 jenis sawo kecik, mahoni, jabon,

manggis, melinjo, meranti dan trembesi. Sedang lokasi penanamannya akan dilakukan di kebun bibit rakyat, kebun rakyat, penghijauan perkotaan. “Kanan dan kiri sungai, perusahaan dan di lingkungan perhutani,” sebutnya. Sementara itu, Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas berharap agar kegiatan tersebut terus dikembangkan. “Tahun 2013 perlu dilakukan langkah-langkah yang lebih optimal terhadap gerakan bersih dan hijau di Banyuwangi,” harapnya. Di sela-sela acara kemarin juga disalurkan bantuan untuk kelompok tani senilai Rp. 7.727.742, berupa bibit, pompa air, power sprayer, pengembangan agribisnis pedesaan, hand tracktor, bibit cemara laut untuk konservasi laut, bantuan ternak itik, perahu jukung, jitut dan jides. Acara itu sendiri dihadiri oleh Ibu Wakil Bupati Banyuwangi, Ny. Minuk Yusuf Widyatmoko, Sekkab Slamet Karyono, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Ir. Ikrori Hudanto, para kepala dinas yang lain, para camat, Forum Pimpinan Kecamatan Genteng, UPTD TK/SD, Kepala Sekolah dan para guru di Genteng, Babinsa, Babinkamtibmas, pelajar dan mahasiswa, BUMN dan BUMD. (azi/adv)

SEMENTARA itu, Abdullah, 37, yang hanyut di Kanal Singir, tepatnya di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, akhirnya ditemukan sore kemarin. Warga Dusun Karanglo, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, itu ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Pria lajang yang dinyatakan hanyut Rabu sore (26/12) tersebut ditemukan sekitar pukul 16.00 kemarin. ‘’Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Sarimuda, salah satu personel Satuan Tanggap Bencana (Tagana) Banyuwangi yang ikut mencari korban. Di beberapa bagian tubuh Korban terdapat lebam. Itu timbul karena korban terseret arus sungai yang cukup deras. ‘’Korban dalam keadaaan telanjang bulat,” jelas Sarimuda saat menghubungi koran ini. Rencananya, jenazah muazin tersebut akan diserahkan kepada pihak keluarga. Abdullah tenggelam di Kanal Singir, tepatnya di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, sejak Rabu sore. Prediksi beberapa warga sekitar, korban jatuh ke sungai sekitar pukul 16.00. Sebab, saat itu korban terlihat sedang mandi di tepi kanal yang membelah Desa Sukonatar dan Blambangan itu.  Baca Muazin...Hal 35

28

Jumat 28 Desember 2012

Mahkota Juara Milik SMAN 1 Gambiran BANYUWANGI - Tim bola voli putra SMAN Wongsorejo berhasil mengalahkan tim dari SMK Situbondo pada pertandingan perebutan juara ketiga Rektor Stikes Cup Rabu malam (26/12) di Lapangan Stikes Penataban, Kecamatan Giri. Pada perebutan tempat ketiga malam kemarin, SMAN Wongsorejo menang

tipis 3-2 atas SMK Situbondo. Sementara itu, gelar juara voli putri berhasil dibawa pulang SMAN 1 Gambiran. Di final Rabu malam (26/12), pemain SMAN 1 Gambiran berhasil mengalahkan SMAN Panarukan, Situbondo, dengan skor telak 3-1. Smash yang dilakukan oleh tim SMAN

Panarukan tidak mampu menembus benteng lawan. Blok disiplin yang diperagakan anak-anak Gambiran membuat eksekutor SMAN Panarukan tidak berkutik. “Kamis malam (tadi malam, Red), akan terjadi duel perebutan juara satu putra antara SMA Ibrahimy Wongsorejo yang berhadapan dengan SMAN Pana-

rukan,” ujar M Sunoto Bahtiar, ketua panitia Rektor Stikes Cup. “Jika tidak ada kendala, Rektor Stikes H. Soekardjo bersama Kapolres Banyuwangi selaku ketua PBVSI akan hadir dan menutup acara,” imbuh Sunoto Bahtiar. Hingga berita ini ditulis pukul 20.00 tadi malam, pertandingan kedua tim masih berlangsung. (*/als)

TOHA/RaBa

BLOKING: Penampilan salah satu tim voli putri saat bertanding di lapangan Stikes Penataban, Kecamatan Giri, kemarin malam.

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Melihat Hasil Penelitian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tahun 2012 (3)

Transaksi Perdagangan dan Jasa Tertinggi Kecamatan Genteng, Terkecil Licin Kekayaan alam Banyuwangi sangat melimpah. Potensi pertanian, perkebunan, kelautan, peternakan, pariwisata, dan pertambangan. Kekayaan Banyuwangi itu harus dikelola secara berkelanjutan (sustainable). Agar tidak hanya memberi manfaat bagi peningkatan PDRB, PAD dan kesejahteraan masyarakat saat ini, tetapi juga memberikan manfaat pula bagi generasi yang akan datang. Berikut hasil penelitian ‘Mapping sentra komoditas unggulan untuk pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi di kabupaten Banyuwangi’ yang dilakukan tim peneliti Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Blok Agung, Kecamatan Tegalsari. MEADOWS dan Meadows (dalam Ratnaningsih, M., dkk., 2009) mengingatkan bahwa sumber daya alam jika tidak dikelola secara berkelanjutan akan terkuras habis, lingkungan menjadi rusak serta menjadi batas pertumbuhan ekonomi. Suparmoko (2006) menjelaskan bahwa berkelanjutan antara lain berarti eksploitasi sumber daya alam dan mencemari lingkungan, menginvestasikan kembali dalam bentuk sumber daya alam yang dapat diperbarui (SDA), atau pada sumber daya capital buatan manu-

sia (produced asset) atau pun pada sumber daya manusia (SDM). Uraian tersebut memberikan pesan bahwa pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tahun 2011 yang mencapai 7,02 persen dan meningkat pada posisi 7,15 persen pada tahun 2012, masih mempunyai peluang besar untuk terus meningkat. Dengan syarat pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara berkelanjutan. Produksi padi sawah dan ladang tahun 2011 sebesar 852.536 ton (dalam bentuk gabah kering giling) mengalami kenaikan sebesar 10,95 persen dibanding tahun 2010. Produksi padi pada tiga tahun terakhir menunjukkan pola yang meningkat. Tahun 2008 sebesar 752.526 ton, tahun 2009 sebesar 768.339 ton (naik 2,1%), dan tahun 2010 sebesar 852.536 ton (naik 10,95%) (BDA, 2011). Pada tahuntahun mendatang, produksi padi dan komoditas unggulan Banyuwangi lainnya diproyeksikan masih akan terus meningkat. Komoditas unggulan tersebar di seluruh wilayah Banyuwangi. Atas dukungan Pemkab Banyuwangi, tim peneliti STAIDA Blok Agung berupaya mengungkap sumber daya alam yang bervariasi antar kecamatan di Banyuwangi, serta permasalahan yang terjadi di setiap kecamatan, adanya ketimpangan antar kecamatan yang terjadi sehingga upaya yang dapat dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya alam yang ada menjadi komoditas potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasar analisis Tipologi Klassen, sektor unggulan di Banyuwangi dibagi dalam 4 kategori, 1) Sektor maju dan tumbuh pesat (sektor prima) yaitu Sektor Per-

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Jl. Ikan Tongkol •

• Kebalenan •

Jual rumah di Jl. Ikan Tongkol Kertosari, LT 322m2, SHM, Hub: 0811350821

• Jl. Adi Sucipto •

Perum permata genteng blok AA-01 Lt 113, Lb 70, rumah cantik, murah,harga 390jt djual 320jt cukup byar 50% sisa 2th lagi bunga 0% ada yg siap sewa 15 jt/th hub 08885105987

• Lugonto - Rogojampi •

Djl Tanah + bangunan L 10 x 14,5 = 145m2, bisa dibeli dgn cash atau kredit, & jg bisa di sewa, SHM, Lokasi Desa Balak Songgon, hrg nego,H:(0333)631526–635176,0811351148

Djl Rmh L 8 X 25 = 200m2 SHM, lok Lugonto/Rogojampi, bs dibeli dgn cash atau kredit, & juga bisa disewa, hrg nego, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

• Tanah Strategis •

• Cuci Gudang Daihatsu •

• Carry Pick Up ‘88 •

• Avanza & Rumah •

Lokasi Banjarsari, pinggir jalan, cocok utk perumahan/ dikavling, luas 2600m2, harga 1,5M. Bisa bayar separoh, separohnya 1thn lagi. Hubungi pemilik. Ita 085785087588

Terios disc 12jt, Xenia disc 9jt, Luxio 15jt, Grandmax 7jt, Xirion 13jt, buruan barang ready stock. Hub: Vira 081336244377

Jual Carry Pick Up ‘88, putih (cat baru) harga nego, Hub: 082331488668

Djl Avanza G htm ‘09 & Djl rmah Brawijaya Asri B4 Kebalenan SHM 085746365778

• PRIMA Mobil •

SITUBONDO

Djl proyektor BENQ MW 512 Sepc 2800 lumens, Barunya 7jjt. Jual Rp. 4jt msh ada garansi spt baru. Hub 081249400460

• Tanah Ketapang •

Ibu2 mau bisnis bergaransi tnp rugi? Jualan tas ibu2 saja. Hub: 081236550459

• Anda Telat Bulan? •

• Kijang Krista ‘01 • Dijual Kijang Krista Diesel ‘01, silver, 116 juta bisa nego. Hub: 081358979111

Jual tnh blkg Bulog Ketpg L 1600m2 strtgis, hrg nego, bs utk gudang. H: 08123461944

STW ELf '11, Kjg Krista'03, PU SS '09, STW Espass '96, APV X '05, PU Futura '11, Avanza G'07'11, PU Granmax '11, Jazz'10, Escudo'98, Fortuner'10,Innovadiesel'08,Coltdiesel.Bscash/ kredit, hdh lgsg TV/lemari Es. H: 0811301676

• Honda Genio ‘92 • BANYUWANGI

• Bisnis Bergaransi •

Anda telat bulan?? Solusi cepat & tepat melancarkan haid secara teratur dalam jangka 3 jam dijamin lancar, garansi & tanpa efek samping. Hubungi: 082333794444

• Balak - Songgon •

BANYUWANGI

• Desain Interior •

• Jual Proyektor BENQ • DjlRmhlokasiKebalenandiJl.RayaRogojampi/ Genteng L 10 x15= 150m2, SHM, bs dibeli dgn cash atau kredit, & juga bisa di sewa, hrg nego, H: (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

nlai LQ>1 berarti bahwa penduduk di Kabupaten Banyuwangi dapat memenuhi kebutuhan sendiri dan bahkan sudah mampu mengekspor atau mengirim ke luar Banyuwangi (surplus). Hasil analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) menunjukkan bahwa sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 46.3 pada kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Banyuwangi. Hasil analisis ini selaras dengan fakta bahwa Banyuwangi memiliki andil besar dalam menopang ketahanan pangan nasional. Kondisi geografis Banyuwangi yang subur, berpotensi besar bagi peningkatan produksi tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan, dan kehutanan. Hampir sepanjang 175 km garis pantai yang ada, merupakan daerah potensi perikanan laut dan biota yang lain yang masih belum dikelola secara optimal. Hasil analisis Location Quotient (LQ) PDRB Kecamatan Tahun 20092010 dan mengacu pada nilai PDRB Kabupaten Banyuwangi Tahun 2009 dan 2010 menunjukkan sektor potensial di Kecamatan Wongsorejo adalah sektor pertanian pada

bahwa kecamatan yang memiliki disparitas yang paling tinggi adalah Kecamatan Wongsorejo yaitu 0,0266 pada Tahun 2009 dan menurun pada Tahun 2010 sebesar 0,0250 diikuti dengan Kecamatan Kalipuro 0,0205 pada Tahun 2009 dan menurun menjadi 0,0150 pada Tahun 2010 dan Kecamatan Licin 0,0137 pada Tahun 2009 dan meningkat pada Tahun 2010 menjadi 0,0140. Sebagai produk unggulan daerah, batik mulai menggeliat di Banyuwangi. Hal itu terlihat dari antusias pengrajin dalam memproduksi batik, hingga marketnya sampai ke mancanegara. Berkembangnya produk unggulan batik diharapkan memberikan multiplier effect bagi pengurangan jumlah pengangguran, serta penurunan kemiskinan sehingga kesejahteraan masyarakat Banyuwangi meningkat. Potensi Banyuwangi yang sangat besar, namun masih ada beberapa kecamatan yang memiliki disparitas/ketimpangan distribusi pendapatan. Oleh karena itu perlu peningkatan kolaborasi positif seluruh pemangku kepentingan pembangunan daerah baik pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat di Kabupaten Banyuwangi untuk turut serta dalam berkontribusi, memberikan solusi dalam mengoptimalkan potensi unggulan, mencintai produk lokal, dan ikut mempromosikan dan memasarkan potensi daerah sehingga dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengurangan disparitas distribusi pendapatan di Banyuwangi. (*) (Tim Peneliti: Nur Anim Jauhariyah, S.Pd, M.Si., Dr. H. Abdul Kholiq Syafa’at, MA., Nurul Inayah, SE, M.Si., Lely Ana Ferawati Ekaningsih, S., MH, MM)

Butuh Desain Interior untuk rumah, ruko, & kntor? Arya Property 081336659258

Dijual selep & mesin Fuso mrh L2935m2, hrg 135jt.Djl msinTemes mrh nego 081336596124

• Bunga Residence •

• Rumah Cantik Murah •

BANYUWANGI

• Selep & Mesin Temes •

Djl rmh 2Lantai Jl. Adi Sucipto LT 1742m2 LB 600m2 Strategis Hub. 08123461944

Jual rumah Bunga Residence blok A31 LT 104m2, LB 55m2, SHM. Hub: 081358639444 / 085646477168

tanian (termasuk di dalamnya peternakan, perikanan kelautan, perkebunan, dan kehutanan), sektor inilah yang sebaiknya mendapatkan prioritas utama untuk dikembangkan; 2) sektor maju tapi tertekan (Sektor Potensial) adalah sektor Pertambangan dan Penggalian, dan Sektor Keuangan, Persewaan, dan Jasa perusahaan; 3) Sektor Berkembang adalah sektor Kontruksi dan Listrik, gas, dan air bersih; 4) Sektor tertinggal adalah Industri Pengolahan, Perdagangan, Hotel, dan Restoran, Pengangkutan dan Komunikasi, dan Jasa-jasa. Selanjutnya, berdasar analisis Location Quotient (LQ), Sektor unggulan Banyuwangi yaitu sektor yang memiliki nilai LQ>1 yang terdiri dari 1) Sektor Pertanian (nilai LQ sebesar 2,80); 2) Sektor Pertambangan dan penggalian (nilai LQ sebesar 2,12); dan 3) Sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan (nilai LQ sebesar 1,23). Sektor pertanian merupakan sektor yang berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyuwangi, terlihat dari kontribusinya yang dominan (LQ>1) terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Sektor unggulan mempunyai

sub sektor tanaman perkebunan, sedangkan Kecamatan Banyuwangi memberikan kontribusi kecil pada sektor Pertanian. Sektor potensial di Kecamatan Licin adalah sektor Pertambangan dan Penggalian, karena mengingat bahwa kecamatan tersebut memiliki kawasan pertambangan belerang. Sub sektor Listrik dan Air bersih banyak dipergunakan oleh masyarakat Kecamatan Banyuwangi, mengingat daerah tersebut padat penduduk dan berada di kawasan perkotaan. Kecamatan yang melakukan transaksi perdagangan yang paling tinggi secara data berada di Kecamatan Genteng. Kebalikannya adalah Kecamatan Licin yang memiliki nilai yang rendah pada sektor tersebut. Kecamatan Kalipuro memiliki nilai kontribusi besar pada sub sektor pengangkutan laut karena mengingat satusatunya pelabuhan besar yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali berada di Desa Ketapang di Kecamatan tersebut. Kecamatan Genteng memiliki kontribusi yang tinggi pada sektor jasa-jasa dan kebalikannya adalah Kecamatan Wongsorejo paling kecil. Hasil analisis disparitas ekonomi dengan menggunakan indeks ketimpangan Williamson menunjukkan Kecamatan Muncar memiliki nilai ketimpangan yang tinggi yaitu 0.349 tahun 2009 dan meningkat Tahun 2010 yaitu 0.359. Kemudian Kecamatan Wongsorejo sebesar 0.253 pada Tahun 2009 dan meningkat menjadi 0.255 Tahun 2010. Diikuti Kecamatan Kalipuro 0,186 pada Tahun 2009 dan meningkat 0.187 pada Tahun 2010. Hasil analisis PDRB Kecamatan Tahun 2009 dan 2010 menggunakan indeks entropi theil menunjukkan

BANYUWANGI • STNK • .Hlg STNK Nopol P 8185 VC a/n Kristian Budianto. Cungking RT 4/III Kel. Mojopanggung

• Investasi •

Hlg STNK Nopol P 5985 VM a/n Luluk Sulastri. Lingk. Cungking RT 04/02 Kel. Mojopanggung Kec. Giri Bwi

Dibuka Investasi sengon setot mdl 7 juta tagl 2-9 januari jangka waktu 5 tahun terima 22 juta. huubungi GS INVESMENT 08574680823

Hlg STNK Nopol P 5678 WZ a/n Teguh Sanjaya. Lingk. Sukowidi RT 03/02 Klatak Kec. Kalipuro Bwi Hlg STNK Nopol P 2703 WC a/n Supriyadi Piyantoro. Krajan RT 02/03 Kel. Pengatigan Rogojampi Bwi

Jual Honda Genio 92 Silver, 61 juta nego, BU. 081333346665, 081805144642

• Sakila Offset•

• Daihatsu Taft GT ‘94 •

Dibutuhkan segera tukang cetak mesin toko 820 yang berpengalaman, siap kerja lembur. Anda berminat, langsung datang aja ke Percetakan Sakila, jl. Kolonel Sugiono 29B Banyuwangi, Telpn 0333777777

Dijual Taft GT 1994 hitam mulus 75 juta, velg racing & ban besar. H: 081249689188

• Satpam & Cleaning Srvc • Butuh segera: (1) Tenaga Satpam, min SMA, bhs Inggris, max 40th, brsedia dtempatkan di perhotelan Seminyak KutaBali. (2) Calon Tenaga Satpam, min SMA, usia 20-35, pnempatan Situbondo, diutamakn pnglaman & sertifikasi. (3) Cleaning Service, min SMP, brsedia dtmpatkn d Situbondo, Srabaya, usia 1827. Krm lamrn ke PT Diana Abadi Santosa Jl. Budiono 42 Komplek PKBR Bwi 411000

• Suzuki Carrry ‘90 • Dijual murah: Suzuki Carry tahun ‘90, no. L, body Alexander, warna kuning metalic, BU, Rp. 25 juta. Hubungi: 082 333 00 8871

• Kijang ‘91 • Djl Kijang ‘91 P Silver, hrg 47,5jt & Kijang LGX ‘03 P Jbr 1,8 cc. Pajak br, biru, hrg 135jt. H: 081335292597 / 087757767416

• Suzuki Swift ‘08 •

• Obral Murah • Dijual obral murah 3 unit Honda Revo + 1 unit Honda Spacy, kadaan bru. 1 Unit mobil Bison Stcn, knds bgus. 3 Gerobak kue kndisi bgs. Hub: Jago Oli Rogojampi 0333-632888 / 08179680253

• 2 Isuzu Bison • Dijual 2 Isuzu Bison tahun 1993, engkel Box posisi jalan, kondisi prima. Berminat, Hubungi: 085258568953

Dijual Suzuki RS415 Swift ST4 MT tahun 2008, merah muda metalik, harga 128,5 juta nego barang istimewa bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Grand Livina ‘07 •

• Honda Stream ‘07 •

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5MT tahun 2007 abu-abu tua metalik, harga 143,5 juta nego barang istimewa bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Honda Stream S7A 1.7MT tahun 2007 hitam, harga 135 juta nego barang istimewa bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Kijang Inova•

• Daihatsu Xenia ‘04 •

• Suzuki RW 415 ‘08 •

Dijual kijang innova 08 euro type G warna hitam bensin tangan pertama maaf tampa pertama hub. 085859687870

Dijual Daihatsu Xenia F600 tahun 2004 biru metalik, harga 87,5 juta nego barang istimewa bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Suzuki RW415 F-Road 4x2 tahun 2008 abu-abu metalik, harga 139,5 juta nego barang istimewa bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

BANYUWANGI • Mutiara Blambangan • Dijual 2 Ruko gandeng di Mutiara Blambangan (Barat Bank Mandiri) Hubungi 0333-7751000

• Toko + Rumah Genteng • Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto, 081233499888, 03170338181

• Disewakan • Disewakan Toko/Kantor dpn pasar. Jl Raya Sumberayu Muncar uk 3x7m, listrik 900+Toilet. Hub: 081338391966

OPINI

Jumat 28 Desember 2012

AGENDA KOTA

Bupati Anas Hadiri Perayaan Natal Perayaan Natal bersama Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) digelar Jumat (28/12) hari ini. Rencananya, puncak Natal akan dihadiri Bupati Abdullah Azwar Anas di Aula Hotel Surya, Jajag. (*)

PANGGILAN TES Nama-nama di bawah ini diharap hadir untuk mengikuti tes desain grafis di kantor Radar Banyuwangi Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi pada hari Jumat, 28 Desember 2012. Pukul 14.00. 1. Asis Rudi Hartono Dusun Krajan, Kluncing, Licin, Banyuwangi 2. Roni Efendi Jl. Brawijaya Gg. Cemoro No. 2 Kebalenan Banyuwangi 3. Nizar Yanuar Jl. Abdullah No. 61 TMP Banyuwangi 4. Afreza Rusmantyo Perum Giri Blok DC Kav. XVII Banyuwangi 5. Imam Suyuti Dsn. Kedungbaru, Ds. Gintangan, Rogojampi 6. Dina Daniati Jl. Mayor Supono Gg. IV No. 8 Tukangkayu, Banyuwangi 7. Verry Hadiwianto Jl. Ikan Belanak Blok G 1 Perum Sutri, Sobo 8. Moh. Zakaria Ishaq

Dsn Curahkecak RT 01/02 Purwoharjo Catatan: Harap membawa pensil, penghapus (alat gambar).

Let’s Kill of The Lawyers! SELAMAT atas kelahiran DPC Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) Banyuwangi. Akhirnya kota Gandrung memiliki wadah tunggal organisasi advokat di penghujung tahun 2012. Setelah sekian lama bersimbiosis dengan para advokat Probolinggo, Lumajang, Situbondo, Bondowoso dengan satu wadah DPC Peradi Jember. Ini merupakan preseden positif bagi teguh kukuhnya citra organisasi advokat. Sekaligus menjadi perekat dan pelengkap satu kesatuan pilar dari catur wangsa penegak hukum bersama penegak hukum lainnya yakni polisi, jaksa dan hakim. Eksistensi Peradi Banyuwangi digadang-gadang bakal bisa meningkatkan pelayanan bagi para pencari keadilan dengan bara fiat justitia roet coelum (tegakkan keadilan walaupun langit runtuh). Sehingga profesionalisasi advokat benar-benar di posisi officium nobile (profesi yang mulia) sebagaimana teraktualisasi dalam Undang-undang No. 18 /2003 tentang Advokat dan Kode Etik Advokat.

Selain itu, lahirnya Peradi Banyuwangi ini menjadi lebih jelas bagi rekan sejawat dan seprofesi. Kemana seharusnya langkah kaki ini harus berhenti dan mengabdi kepada organisasi, kalau bukan disini? Makna dan jati diri advokat semakin menukik sebagai orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik didalam maupun diluar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan undangundang. Hanya saja, cikal bakal Peradi pusat yang telah njembul sejak 2003 banyak menemui gesekan. Terutama benturan dari teman seprofesi yang berbeda kubu dan kepala suku. Indikasinya salah satu kubu tidak diperkenankan ikut sidang resmi di pengadilan. Lantaran tidak punya bukti pelantikan oleh Ketua Pengadilan Tinggi sebagai syarat beracara. Ketika kita melihat dan mendengar pethengkrengan antar advokat. Itu sah-sah saja. Asal tidak kampleng-kamplengan. Jeruk tak boleh minum jeruk-lah. Adalah keniscayaan. Wong, stempel advokat kita berasal dari

O l e h

IPUNG PURWADI pelangi multidimensi. Ada pokrol, makelar kasus, kuli perkara hingga makcomblang. Tapi mereka itu tetap bisa diapresiasi sebagai profesi yang mendatangkan verbintunis (perikatan). Bagaimanapun juga, yang punya rasa natural advokat dan dijamin keasliannya oleh UU Advokat No 18/2003 adalah yang baru saja menuntaskan pembentukan DPC Peradi Banyuwangi dengan memilih Misnadi, SH, MH sebagai ketuanya.

Tentu kita tahu kalau wadah tunggal organisasi advokat ini dibidani 8 organisasi advokat yang telah ada sebelumnya, yakni Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI), Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI), Serikat Pengacara Indonesia (SPI), Asosiasi Konsultan Hukum Indonesia (AKHI), Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) dan Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI). Mestinya ke-8 organisasi itu memfusikan diri menjadi satu kesatuan dalam wadah tunggal Peradi, sebagaimana pesan pasal 32 (4) UU No. 18/2003. Shakespeare benar :”Let’s kill of the Lawyers !”. (mari kita bunuh semua advokat). Bagaimana hebatnya profesi advokat ! Berapa banyak senjata yang mesti dia bawa saat menghadapi ancaman pembunuhan ? Ancaman Shakespeare wujud ketakutan menghadapi advokat. Tapi itu sebenarnya implikasi dan halusinasi. Andai saja berhadapan

dengan advokat : hentikan alibinya, matikan argumentasinya, redam somasinya, stop inovasi kalimatnya dan mentahkan alat buktinya. Kata dilawan dengan kalimat. Ungkapan harus di lawan dengan alasan, dstr. Itu maksud Shakespeare. Boleh jadi ada pertanyaan lanjutan : “Apakah kamu takut jerangkong, gondoruwo, setan alas, demit kobong ?”. Jawabannya :”Tidak satupun yang kamu sebutkan. Saya hanya takut pada Advokat !”. Advokat bukan untuk ditakuti. Tetapi untuk didekati. Boleh percaya atau tidak, dunia ini adalah tempat yang bahaya untuk ditinggali; bukan karena ada orang-orang yang jahat tetapi karena ada orang-orang yang hanya duduk dan membiarkan kejahatan terjadi. Karena itu dunia ini perlu hukum dan para penegaknya. Apapun yang adil dan baik adalah hukumnya hukum (eguum et bonum est lex legum). Selamat berjuang DPC Peradi Banyuwangi dan selamat tahun baru 2013. Adalah Advokat anggota DPC Peradi Banyuwangi

Kepemimpinan NU Tantangan dan Harapan TIDAK lama lagi, tepatnya 10 Januari 2013, PCNU Banyuwangi menggelar konferensi cabang di Ponpes Darussalam Blokagung. Tentunya dalam prosesi akbar itu nanti akan ditetapkan pengurus baru. Siapa yang bakal terpilih menjadi komandan NU pada periode mendatang, tampaknya tidak terlalu susah untuk ditebak, tetapi yang terpenting adalah bagaimana mereka kaum elit NU itu bisa membawa organisasi di garis yang tepat, produktif dan manfaat bagi semuanya. Namun jangan berharap banyak jika pengurus NU kelak tidak profesional. Elitis NU Banyuwangi bisa saja belum bergeser dominasinya dalam organisasi akan tetapi paradigma dalam membawa organisasi mau tidak mau harus bergeser menyesuaikan diri dengan tuntutan dan kebutuhan zaman. Dinamika perkembangan masyarakat Banyuwangi yang begitu akseleratif dengan segala dampak dari pembangunan baik infrastruktur maupun suprastruktur memaksa siapapun yang menjadi stakeholder di struktural NU harus rela dan iklas baik piki-

Apakah Belajar Hipnotis Dibolehkan? BANYUWANGI - Pelaksanaan workshop yang digelar Instan Hipnotis Center (IHC) tinggal menghitung hari. Even tersebut digelar SabtuMinggu (29-30/12) nanti. Untuk informasi keikutsertaan, bisa menghubungi Miera (08123497288/087857278087), alumni IHC Angkatan Pertama. Acara ini adalah pusat pelatihan dan terapi yang menggunakan metode hypnotis dalam praktek. Untuk Wilayah NTB dan Banyuwangi, IHC adalah yang pertama yang secara aktif mengenalkan positifnya ilmu hipnotis. Hipnotis adalah ilmu untuk “memprogram pikiran bawah sadar” manusia. Manfaat hipnotis sangat banyak sekali. Hipnotis bisa berperan dalam semua problem yang berkaitan dengan pikiran dan perasaan manusia. Saat ini, ilmu hipnotis sudah berkembang pesat dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Sebagian masyarakat menilai, bahkan mungkin Anda adalah salah satunya, menganggap ilmu hipnotis adalah ilmu sesat dan kuasa kegelapan yang sarat dengan mistis. Padahal, sebenarnya ilmu hipnotis adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari pengaruh sugesti terhadap pikiran manusia. Sangat ilmiah dan bisa dipelajari siapa saja yang mengerti dan memahami bahasa verbal. Menurut IHC, belajar hipnotis sudah pasti halal. Karena yang dipelajari adalah ilmu pengetahuan yang ilmiah. Layaknya matematika dan biologi. Hipnotis yang sebenarnya adalah ilmu yang baik dan bermanfaat. Sama halnya dengan

33

ran, tenaga dan waktunya untuk ‘dibelanjakan’ demi perjuangan kemaslahatan umat. Pergeseran paradigma ini tidak hanya sekedar formal seremonial tetapi benar-benar aplikatif sehingga sehingga tidak menjadikan NU jatuh menjadi organisasi ‘tunggangan’ yang sarat dengan ‘vested interest’ yang pragmatis. Pengurus NU Banyuwangi ke depan harus benar-benar seorang ‘driver’ organisasi yang profesional, visioner, prospektif dan tidak salah nawaitu-nya. Munculnya sikap-sikap apriori yang selama ini terjadi terhadap organisasi NU satu di antaranya ketidakmemampuan NU mengambil peran di tataran mainstreem, baik di pusat maupun di daerah. Kata K.H. Hasyim Muzadi, Peran-peran strategis yang seharusnya menjadi bagian dari wilayah garapan NU begitu mudah diserobot pihak lain yang sebenarnya tidak siqnifikan presentatifnya di masyarakat. Makanya, kata beliau, pengurus NU harus cerdas, tangkas dan bermoral tinggi sehingga tidak gampang dipermainkan, dikalah-kalahkan, yang akhirnya

O l e h

MOCHMAAD RIFAI* harus puas pada peran-peran marginal. NU sering dihadirkan di garis depan dalam kondisi ‘genting’, setelahnya saat bagibagi peran NU kebagian di garis paling buncit, ngurusi hal-hal yang kurang urgen. Jadi, modal semangat dan kepemimpinan ‘kharismatik’ saja belum cukup, kualitas SDM yang mumpuni sangat diperlukan. Tantangan NU Banyuwangi dewasa ini tidak hanya dihadapkan pada persoalanpersoalan konsep ideologis, tetapi dituntut untuk bisa

mengimbangi dan mengambil peran-peran penting di tengah hingar bingar deru pembangunan infrastruktur penopang industrialisasi komersial yang begitu deras. Elitis NU tidak boleh hanya mengambil dan mengurus risiko dampaknya, tetapi juga memiliki tingkat diplomasi yang kompeten pada tataran ‘decision making’ sehingga sebanding dengan ‘investasi’ NU sepanjang sejarah negeri ini berdiri. Memang benar NU bukan organisasi politik tetapi memiliki peran dan political power resource dan keputusan-keputusannya bisa dijadikan pertimbangan politik oleh pemerintah. Makanya kata Prof. Said Agiel pengurus NU tidak boleh buta politik agar tidak mudah dipolitiki dan akhirnya menjadi korban politik sebaliknya pengurus NU juga tidak boleh masuk ke ranah politik lebih jauh dikawatirkan akan menjadi agen politik dan ‘makelar’ politik. Harapan ke depan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, kepemimpinan NU dengan sikap egaliternya mampu menjadi ‘lokomotif ’

yang handal bagi pergerakan dinamika pembangunan di Banyuwangi. Lokomotif NU dengan gerbong panjang yang sarat dengan warna warni baju dan asesoris penumpangnya itu agar dapat berjalan lancar di atas relnya, perlu seorang ‘masinis’ dibantu perangkat profesional, yang reputasi dan prestasinya teruji. Tentunya ‘rem’ dan ‘klakson’ harus pakem sehingga jelas kapan kereta bergerak, berhenti dan membunyikan klason. Jika hal tersebut tidak dipenuhi, bisa jadi NU bagaikan kereta pajangan, stagnan, dan sebaliknya bisa jadi bergerak tanpa rel, tanpa rem dan tanpa klakson ‘ngawur’ dengan daya rusak yang sangat tinggi. Semoga pengurus NU yang baru bisa menjadi tumpuhan harapan bukan sekadar ‘gerombolan’ orang-orang berjubah yang sibuk dengan egoisme urusannya sendiri sementara tidak danggup membawa amanah perubahan menuju Banyuwangi lebih baik. (*) Aktivis dan Tim Litbang PCNU Banyuwangi

PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO),Tbk. KANTOR CABANG BANYUWANGI Jl. Jenderal Achmad Yani No. 12 Telp. (0333) 421444, 412285, 412777, 424888, Facsimile (0333) 424616, 412286 BANYUWANGI

PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Nomor : B. 7292/KC-XVI/ADK/12/2012

Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996 dan Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi selaku pemegang Hak Tanggungan Peringkat Pertama atas kekuasaan sendiri akan menjual Obyek Hak Tanggungan melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember dan berdasarkan Surat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember Perihal Penetapan Hari dan Tanggal Lelang, terhadap:

ISTIMEWA

BERPENGALAMAN: Pengajar Instan Hipnotis Center (IHC) Master Trainer Ir. Afifi, CHI, CNLP, saat talk show di radio VIS FM beberapa waktu lalu.

ilmu kedokteran dan psikologi yang bertujuan untuk penyembuhan jiwa raga seseorang. Hipnotis memang bisa digunakan untuk main-main seperti yang sering Anda lihat di TV. Namun hanya main-main saja. Seseorang dalam kondisi hipnotis secara otomatis akan bangun apabila diberi perintah yang bertentangan dengan norma atau keyakinan yang dianutnya. Anda perlu belajar hipnotis karena hipnotis sangat banyak manfaatnya. Hipnotis berguna untuk diri Anda sendiri, keluarga Anda, dan orang-orang di sekitar Anda. Misi dan visi IHC adalah memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang manfaat dan kegunaan hipnotis bagi kemaslahatan umat. Kesaksian Rasul Jailani, Kepala Cabang Pembantu Bank Syariah Mandri, Jajag, Banyuwangi mengatakan, setelah belajar ilmu hipnotis dari Afifi C.HI.C.NLP, dia baru benar-

benar yakin kalau hipnotis adalah ilmiah/rasional, dan bukan memakai mantra atau ilmu apapun. Ilmu itu juga dapat dipelajari dengan mudah oleh siapa saja. “Dan, yang terpenting lagi selama ini Hypnotis/Hypnosis banyak orang beranggapan menggunakan ilmu hitam dan terkesan negatif (untuk kejahatan seperti gendam, dll). Padahal, setelah saya perlajari benar-benar memberikan manfaat yang sangat luar biasa buat diri saya sendiri dan orang lain, terutama untuk keluarga dan rekan kerja. Dengan menerapkan dan mempraktekkan hipnotis saya bisa membangkitkan motivasi diri saya sendiri untuk lebih giat bekerja,” kata Rasul Jailani. “Dengan tenaga pengajar seperti Bapak Afifi, saya dapat dengan mudah meresapi dan mempelajarinya. Terima kasih pak Afifi,” imbuhnya. (adv/als)

1. Debitur : DALIMAN, Alamat: Dsn. Bongkaran Ds.Parijatahwetan,Kec.Srono, Kab.Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 2365 m2, SHM No.774 a/ n. SUTINAH, Ds Parijatahwetan, Kec.Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 126.000.000,- (Seratus Dua Puluh Enam JutaRupiah). Uang jaminan Rp. 38.000.000,- (Tiga Puluh Delapan Juta Rupiah). b. Tanah bangunan, Luas : 3.000 m2, SHM No. 1503 a/n. 1. DALIMAN 2. SUTINAH, Ds. Wonosobo, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 136.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 41.000.000,- (Empat Puluh Satu Juta Rupiah). 2. Debitur : BAWONO, Alamat: Kec. Kalibaru, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 420 m2, SHM No. 1369 a/ n. BAWONO, Ds. Kalibarukulon, Kec. Kalibaru, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 102.000.000,(Seratus Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 31.000.000,- (Tiga Puluh Satu Juta Rupiah). 3. Debitur : TULUS KURNIAWAN, Alamat: Jl. Malabar I Rt.03 Rw.01, Kel. Singotrunan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 154 m2, SHM No. 393 a/ n. TULUS KURNIAWAN, Kel. Pengantigan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 292.000.000,- (Dua Ratus Sembilan Puluh Dua Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 88.000.000,- (Delapan Puluh Delapan Juta Rupiah). 4. Debitur : YASANI, Alamat: Dsn. Sukolilo Rt.01 Rw.03 Ds. Sukomaju, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 1190 m2, SHM No. 2311 a/ n. YASANI, Ds. Kebaman, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 137.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Tujuh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 42.000.000,- (Empat Puluh Dua Juta Rupiah). 5. Debitur : ERTIEN MUNDHIARI, Alamat: Dsn. Curahsawo Rt.02 Rw.01, Ds. Sidodadi, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 267 m2, SHM No. 309 a/n. ERTIEN MUNDHIARI, Ds. Sidodadi, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 95.000.000,- (Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 29.000.000,- (Dua Puluh Sembilan Juta Rupiah). 6. Debitur : TUKIMIN, Alamat: Dsn. Umbulrejo Rt.02 Rw.04, Ds. Bagorejo, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi. a. Tanah kebun, Luas : 8365m2, SHM No. 746 a/n. TUKIMIN Bin SAJI, Ds. Wonosobo, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 95.000.000,(Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 29.000.000,- (Dua Puluh Sembilan Juta Rupiah). 7. Debitur : SLAMET IRIYANTO, Alamat: Jl. Citarum Rt.04 Rw.02 Kel. Panderejo, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah kebun, Luas : 2640 m2, SHM No. 692 a/n. SITI ROKAYA, Kel. Kalipuro, Kec. Giri, Kabv. Banyuwangi, harga limit Rp. 60.000.000,- (Enam Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 18.000.000,(Delapan Belas Juta Rupiah).

b. Tanah bangunan, Luas : 241 m2, SHM No. 910 a/n. NANI ASIANY MUSTIKOWATI, Kel. Karangrejo, Kec./Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 131.000.000,- (Seratus Tiga Puluh Satu Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah). 8. Debitur : REZA HERTA IRAWAN, Alamat: Jl. Tidar Rt.05 Rw.03, Kel. Singotrunan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 1325 m2, SHM No. 1059 a/ n. 1. REZA HERTA IRAWAN 2. DWI MAYA PUSPITASARI, Kle. Giri, Kec. Giri, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 90.000.000,- (Sembilan Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 27.000.000,- (Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah). 9. Debitur : KARTINI, Alamat: Dsn. Aseman Rt.02 Rw.05 Ds. Watukebo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 412 m2, SHM No. 16 a/n. KARTINI, Ds. Bimorejo, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 79.000.000,- (Tujuh Puluh Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 24.000.000,- (Dua Puluh Empat Juta Rupiah). 10. Debitur : LUKMAN WASIS, Alamat: Tamansuruh Rt.02 Rw.02 Ds. Bangorejo, Kec. Bangorejo, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 291 m2, SHM No. 1689 a/ n. LUKMAN WASIS, Ds. Bangorejo, Kec. Bangorejo, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 210.000.000,(Dua Ratus Sepuluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 63.000.000,- (Enam Puluh Tiga Juta Rupiah). 11. Debitur : PATMANIA, Alamat: Lingk. Krajan Surodilagan Rt.03 Rw.02, Kel. Kepatihan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 183 m2, SHM No. 536 a/n. PATMANIA, Kel. Kepatihan, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 186.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Enam Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 56.000.000,- (Lima Puluh Enam Juta Rupiah). 12. Debitur : INDAH LESTIANA, Alamat: Dsn. Krajan Rt. 04 Rw.04 Ds. Siliragung, Kec. Siliragung, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 1640 m2, SHM No.135 a/ n. SUDIRMAN BIN SAMIRAN, Ds. Siliragung, Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 117.000.000,- (Seratus Tujuh Belas Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 36.000.000,- (Tiga Puluh Enam Juta Rupiah). 13. Debitur : KHOIRUL ANAM, Alamat: Dsn. Sumberagung Rt.01 Rw.03, Ds. Rejoagung, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi. a. Tanah bangunan, Luas : 512 m2, SHM No. 247 a/n. SULEHAN, Ds. Rejoagung, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 99.000.000,- (Sembilan Puluh Sembilan Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah).

a. Tanah bangunan, Luas : 538 m2, SHM No. 200 a/n. ENDY WAHYUDI, Ds. Sukomaju, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi, harga limit Rp. 220.000.000,- (Dua Ratus Dua Puluh Juta Rupiah). Uang jaminan Rp. 66.000.000,- (Enam Puluh Enam Juta Rupiah). LELANG AKAN DILAKSANAKAN PADA : Hari / Tanggal : Jum’at / 11 Januari 2013 Pukul : 09.00 WIB Tempat : Kantor Cabang BRI Banyuwangi (Lantai 3), Jl. A. Yani no. 12, Banyuwangi SYARAT-SYARAT LELANG : 1. Setiap peserta diwajibkan menyetorkan uang jaminan sesuai yang tertera dalam masing-masing point ke rekening Penampungan Lelang KPKNL Jember nomor : 143.0009894476 pada PT. Bank Mandiri Cabang Jember Alun-alun paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang telah efektif diterima, dengan menyebutkan identitas penyetor (dan kuasanya) serta nomor urut barang yang akan ditawar dan bagi peserta lelang penawarannya dianggap tidak sah apabila barang yang ditawar tidak sesuai dengan obyek yang disebutkan pada waktu menyetor uang jaminan. Terhadap barang yang sama setiap peserta hanya dapat mengajukan 1 (satu) penawaran. 2. Lelang dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis dalam amplop tertutup atau akan ditentukan kemudian saat pelaksanaan lelang. 3. Peserta lelang wajib melakukan pendaftaran kepada Pejabat Lelang dengan menunjukkan identitas diri dan bukti setoran asli/sah. 4. Peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang dapat mengambil kembali uang jaminan lelang tanpa dikenakan potongan apapun setelah lelang berakhir. 5. Pemenang lelang yang ditunjuk wajib melunasi harga lelang dan bea lelang sebesar 1% dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sejak ditunjuk sebagai pemenang lelang dan BPHTB sesuai ketentuan yang berlaku. 6. Apabila sampai dengan waktu yang telah ditentukan pemenang lelang belum melunasi harga lelang, maka pemenang lelang tersebut dinyatakan wanprestasi dan uang jaminan lelang menjadi milik Negara yang disetorkan ke Kas Negara. 7. Semua barang yang akan dijual dalam kondisi sesungguhnya, dilokasi dan dengan semua cacat dan kekurangannya, kami menganjurkan peminat untuk melihat, memeriksa obyek yang bersangkutan sebelum mengikuti pelelangan. 8. Apabila karena sesuatu hal terjadi pembatalan / penundaan lelang terhadap salah satu barang atau beberapa barang tersebut diatas, pihak-pihak yang berkepentingan / peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan dalam bentuk apapun baik pidana maupun perdata kepada KPKNL Jember dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. 9. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi Nomor Telepon (0333) 421444, 412285, 412777, 424888. 10. Syarat-syarat lainnya akan ditentukan pada saat lelang. Demikian pengumuman lelang ini dan atas perhatian dan partisipasinya disampaikan terima kasih. Banyuwangi, 28 Desember 2012 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Kantor Cabang Banyuwangi

Ttd. 14. Debitur : ENDY WAHYUDI, Alamat: Dsn. Sukorejo Rt.03 Rw.02, Ds. Sukomaju, Kec. Srono, Kab. Banyuwangi.

SULAEMAN TAHE Pemimpin Cabang

34

KALEIDOSKOP 2012

Jumat 28 Desember 2012

Ibu-Anak Tewas Digantung SELAIN diwarnai keberhasilan, awal 2012 juga disertai kejadian kekerasan. Mulai kebakaran toko tekstil, perampokan toko emas, hingga pembunuhan ibu dan anak di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. Berikut sebagian peristiwa yang terekam lensa Jawa Pos Radar Banyuwangi. (bersambung) 24 MARET: Akibat kelalaian karyawan, toko tekstil Sahabat ludes dilalap si jago merah. Diperkirakan, akibat kebakaran hebat di toko yang terletak di Jalan Susuit, Banyuwangi, itu, kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

18 APRIL: Warga Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, dikejutkan peristiwa perampokan Toko Emas Cemerlang. Akibat perampokan tersebut, sejumlah perhiasan yang disimpan di dalam etalase ludes digondol kawanan perampok yang berjumlah enam orang itu. 23 MEI: Yeni, 57, dan Serly, 18, warga Dusun Pandan, RT 01, RW 04, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng ditemukan tidak bernyawa di gudang rumahnya kemarin. Saat ditemukan, ibu dan anak perempuan tersebut tewas dengan kondisi tubuh menggantung. Tali tampar warna biru menjerat leher masing-masing. Mereka menjadi korban pembunuhan tiga sekawan, Dimas Yudo Pranoto, 25, dan Muhamad Yazid, warga Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon; dan Bayu Trilakasana Putra, 21, asal Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.

15 MARET: Warga nampaknya harus mewaspadai musim penghujan kali ini. Sebab, saat musim yang sama terjadi awal tahun 2012 lalu, hujan disertai angin kencang merobohkan sejumlah pohon di pinggir-jalan. Akibatnya, selain mengakibatkan sejumlah kemacetan, beberapa fasilitas umum dan milik warga juga mengalami kerusakan.

FOTO-FOTO: DOK.RaBa

8 MEI: Selain di bidang pendidikan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga menggalakkan program perikanan. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan pekarangan rumah warga untuk budidaya ikan air tawar. Program ini disambut antusias masyarakat. Terbukti, masyarakat di beberapa wilayah mulai mengembangkan kolam ikan terpal.

Jumat 28 Desember 2012

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Usai Diperiksa, Belasan CTKI Dilepas n POLISI... Sambungan dari Hal 25

“Dua tersangka kita jerat Undang-Undang Trafficking (perdagangan manusia),” katanya. Kadua tersangka ditangkap

anggota polres setelah polisi mengamankan 20 orang yang diduga calon TKI ilegal dengan tujuan Australia. Berdasar keterangan para calon TKI, yang membawa mereka ke Banyuwangi adalah Ca-

mak dan Eni. “Keduanya kita amankan di polres,” ungkap kasatreskrim. Menurut kasat, Camak yang diduga sebagai Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) itu ternyata berasal dari Kediri.

Sementara itu, Eni, istrinya, asli Banyuwangi. “Kita masih mengembangkan kasus ini,” ujar kasatreskrim saat dikonfirmasi melalui ponsel kemarin. Ditanya nasib 20 calon TKI yang sempat dibawa ke polres,

kasat mengungkapkan bahwa semua sudah dilepas. Para calon TKI itu diminta pulang ke rumah masing-masing. “Mereka (para calon TKI) itu hanya kita mintai keterangan, selanjutnya kita lepas,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, aparat Polres Banyuwangi mengamankan puluhan orang yang diduga akan berangkat ke luar negeri untuk menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) secara ilegal. Mereka diciduk saat

berkumpul di sebuah villa di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, sekitar pukul 12.30 kemarin (26/12). Rumah tersebut ditengarai merupakan tempat penampungan calon TKI ilegal. (abi/c1/aif)

Wings Air Terbang Setiap Hari Libur Natal Jumlah Penyeberang 130 Ribu n MERPATI... Sambungan dari Hal 25

Pengurangan hari terbang itu diketahui setelah manajemen Merpati berkirim surat kepada Kepala Satuan Kerja Bandara Blimbingsari, Andy Hendra Suryaka. Menurut Andy, pihaknya menerima surat pemberitahuan dari pihak Merpati bahwa Merpati tidak

lagi terbang setiap hari. Pemberitahuan itu, kata Andy, tidak menyebutkan sampai kapan kebijakan itu berlaku. Sebab, izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pesawat Merpati terbang setiap hari ke Banyuwangi. Dalam surat itu, pihak Merpati tidak menyebutkan alasan pengurangan hari terbang itu. Kini, pesawat Merpati hanya terbang setiap

Senin, Rabu, Sabtu, dan Minggu. Andy tidak bisa memprediksi alasan pengurangan hari terbang itu. Kalau alasan tidak ada penumpang, itu tidak mungkin karena grafik penumpang terus meningkat. “Kita tidak tahu pasti sampai kapan kebijakan itu,” katanya. Kendati pesawat Merpati mengurangi hari terbang, tapi penerbangan ke Blimbingsa-

ri tetap dilayani setiap hari. Sebab, di hari-hari yang tidak dilayani Merpati, penumpang akan dilayani pesawat Wings Air. Wings Air terbang ke Banyuwangi setiap hari Selasa, Kamis, Jumat, dan Minggu. Izin terbang Wings Air juga setiap hari, tapi karena armadanya kurang, jadi masih melayani empat hari. “Hari Minggu dilayani dua maskapai penerbangan,” kata Andy. (afi/c1/aif)

Kelengkapan Administrasi Bisa sambil Berjalan n ANGGARAN... Sambungan dari Hal 25

. Hermanto menambahkan, saat draf Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) Tahun Anggaran 2012 masuk ke meja DPRD, elemen

masyarakat yang akan diberi bantuan dana jasmas memang belum tercantum secara by name by address. “Namun dalam waktu dua sampai tiga hari, masing-masing anggota dewan sudah menyerahkan daftar by name by address. Sehingga, saat KUA-PPAS disahkan, daftar by

name by address tersebut sudah terakomodasi,” kata dia. Hermanto menambahkan, kelengkapan administrasi penyaluran dana jasmas oleh tiap anggota dewan kepada konstituen bisa dilakukan sambil “berjalan”. “Yang penting by name by address-nya sudah siap.

Misalnya (dana jasmas) akan diserahkan kepada kelompok masyarakat mana? pimpinannya siapa? Soal kelengkapan administrasi, misalnya proposal dan lain sebagainya, bisa dilakukan sambil berjalan,” pungkas politikus asal PDI Perjuangan tersebut. (sgt/c1/aif)

Warga Tidak Perlu Khawatir n JUMLAH... Sambungan dari Hal 25

Pelayanan kesehatan tersebut bisa didapatkan di seluruh puskesmas se-Kabupaten Banyuwangi dan dua rumah sakit pemerintah daerah, RSUD Blambangan dan RSUD Genteng. Selain itu, kartu Jamkesmas juga bisa digunakan di empat rumah sakit swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah, yakni RS Bhakti

Husada Krikilan, RS NU Mangir, RS PKU Muhammadiyah Rogojampi dan RS Yasmin Banyuwangi. “Pengguna kartu Jamkesmas tidak dipungut biaya apa pun alias gratis,” ungkap Rio. Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko mengatakan, kartu Jamkesmas bisa digunakan masyarakat yang sebelumnya menggunakan Surat Pernyataan Miskin (SPM) untuk mendapat pelayanan kesehatan.

Masyarakat tidak perlu repot mengurus berbagai persyaratan, karena bisa langsung datang ke puskesmas. Wabup menyerukan agar masyarakat tidak takut berobat dengan alasan tidak punya biaya. “Jika sakit, segera periksa dan berobat ke puskesmas atau rumah sakit,” pinta Yusuf. Bagi masyarakat miskin yang belum mendapatkan kartu Jamkesmas, Wabup menyampaikan tidak perlu khawatir.

Sebab, dalam APBD 2013, pemerintah daerah sudah menyediakan dana Rp 10 miliar untuk menjamin kesehatan warga tidak mampu melalui program Jamkesda dan Jamkesmin. Anggaran Rp 10 miliar itu jauh lebih besar dibandingkan tahun 2012 yang hanya Rp 3 miliar. “Walau tersedia anggaran, tapi saya berharap semua masyarakat tetap sehat,” harap Wabup Yusuf. (afi/c1/aif)

Warga Diberitahu Jika Pemadaman n KELUHKAN... Sambungan dari Hal 36

Selanjutnya, pihak PLN memberikan waktu kepada masyarakat Desa Prajekan Kidul untuk menanyakan keluh kesah seputar PLN. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, masyarakat banyak yang mengeluhkan adanya lampu mati. Selain itu, ada pula yang mengeluhkan adanya calo, serta persoalan lain seputar PLN. Karena itu, PLN

mengimbau kepada masyarakat apabila ingin mendaftar atau mengadukan keluhan terkait PLN, lebih baik disampaikan langsung kepada petugas PLN. Menurut Manager PLN Rayon Wonosari, Bondowoso, M. Dahlan, terjadinya lampu padam bisa disebabkan beberapa faktor. Jika ada pembenahan, maka sebelumnya akan ada pemberitahuan. Tetapi jika matinya lampu karena penyebab lain, maka pihaknya tidak dapat memberitahukan. “Jadi korsletnya listrik

juga banyak disebabkan adanya layang layang, dan pohon atau ranting yang tumbang. Sehingga mengakibatkan lampu padam,” ujar Dahlan. Selain itu, padamnya listrik dan kebakaran yang diakibatkan korsleting, bisa juga terjadi karena kabel listrik yang tidak standar atau telah usang. Karena itu, diharapkan agar warga juga menjaga kabel listrik yang ada di rumahnya. Manager Komunikasi Hukum dan Administrasi, Jawa Timur,

Ir Nurdajanto, MM, menambahkan, acara nangkring bareng PLN itu sengaja dilakukan agar masyarakat mendapat pelayanan yang baik. Sementara itu, Manager PLN Area Situbondo Arif Mudori ST menjelaskan, dalam bertugas, petugas PLN tidak ada yang masuk ke dalam rumah. “Jadi tidak ada petugas PLN yang saat membetulkan listrik itu masuk ke dalam rumah. Jika ada, berarti bukan petugas,” ujar Arif. (rri/adv/als)

20 Orang Sudah Sembuh Total n BERDAYAKAN... Sambungan dari Hal 36

Seperti yang terjadi terhadap Mugni, 53, Warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih. Dia sembuh total dari kusta yang menyerang tangannya. Sebelum mendapat perawatan, Mugni tidak dapat menggerakkan tangannya. Sepanjang waktu tangannya mengepal. Sehingga, saat dia tidak bisa memegang barang alias tidak bisa bekerja. Namun, setelah mengikuti program dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Situbondo, akhirnya Mugni bisa sembuh dan kembali normal. Kabid P2PL Dinkes Situbondo, Dr H Ahmad Khusnul

Imtida’ melalui Kasi Penanggulangan Kusta sekaligus Wakil Supervisor di Situbondo, dr Heryawan mengatakan, ada 20 orang eks penderita kusta telah sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa. “Ada dua puluh orang yang sudah sembuh dan bisa bekerja kembali seperti Pak Mugni. Dari dua puluh orang itu, ada yang buka warung nasi, bengkel, rias pengantin, penjual pindang, pengrajin kerang, dan sebagainya,” ujar Heryawan kemarin (27/12). Menurut Heryawan, sebenarnya ada dua macam penyakit kusta. Yaitu kusta basah dan kering. Khusus penderita kusta basah, bisa menular kepada orang lain. Karena itu, pihak-

nya memprogramkan pendampingan kepada penderita kusta. Lebih jauh, Heryawan menjelaskan, pendampingan yang dilakukan oleh Dinkes tidak akan berhasil tanpa adanya bantuan dari beberapa pihak seperti Dinas Sosial yang bisa memberikan bantuan, Puskesmas, PKK, Fatayat, Muslimat, Aisyiah, dan lainnya. Karena itu, pihaknya meminta agar lembaga-lembaga tersebut juga bisa membantu dalam melakukan pendampingan terhadap penderita kusta. Data yang berhasil dikumpulkan, untuk menanggulangi penyakit kusta, Dinkes telah membentuk kelompok perawatan diri. Yakni lewat

teknik melatih anggota tubuh yang cacat dan tidak berfungsi agar kembali menjadi normal. “Jadi, dalam kelompok perawatan diri itu, ada kegiatan senam yang rutin dilakukan,” terang Heryawan. Sejauh ini, kata dia, pendampingan yang dilakukan sudah berjalan dengan pendataan secara massif. Sementara ini diketahui ada sebanyak 202 penderita kusta yang sudah dalam masa penyembuhan. Selain itu, yang dilakukan Dinkes kepada penderita adalah dengan memberikan motivasi hidup, serta melakukan kerja sama dengan Dinas Sosial agar eks penderita kusta bisa mendapat bantuan seperti kambing dan sebagainya. (rri/adv/als)

Pameran Diikuti 112 Pelukis n MESKI... Sambungan dari Hal 25

Jumlah itu diakui Rahim sudah cukup bagus, apalagi di kota kecil seperti Banyuwangi. “Dikunjungi 65 orang hingga 100 orang itu sudah cukup bagus,” kata pelukis yang mengaku pernah mengikuti pameran lukisan di Bali, Jogjakarta, dan Jakarta, tersebut. Kebanyakan pengunjung datang pada malam hari. Para pelajar yang kini sedang memasuki masa liburan sekolah ternyata

banyak yang datang untuk melihat langsung 120 lukisan yang dipamerkan. “Bila tidak masa liburan, mungkin yang datang lebih banyak lagi,” ujar pelukis asal Manggisan, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, itu. Pameran lukisan dan patung tersebut memang cukup istimewa. Selain diikuti pelukis Kota Gandrung, juga diikuti pelukis dari Bali, Bondowoso, Situbondo, Jember, dan Jogjakarta. Bahkan, pelukis asal Slovakia, Brazil, dan Jepang, juga mengirim karya mereka. Dalam pameran lukisan tersebut, para

pelukis menampilkan berbagai aliran, mulai realis, naturalis, ekspresionis, impresionis, hingga abstrak. Semua terpajang di gedung yang cukup besar itu. “Pelajar biasanya suka lukisan gaya realis,” ungkap Abdul Rahim. Pengunjung yang datang juga banyak dari kalangan usahawan dan penikmat seni. Tidak sedikit lukisan yang dipajang dalam pameran tersebut ternyata sudah terbeli. “Kalau yang diberi pita merah berarti sudah ada yang membeli,” sebutnya sambil menunjukkan pita merah di beberapa lukisan. (c1/aif)

n WASPADAI... Sambungan dari Hal 25

Aparat kepolisian memeriksa satu per satu penumpang yang akan menyeberang. Pada libur Natal lalu, lonjakan penumpang naik cukup tajam dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan itu terjadi karena libur Natal berdekatan

dengan libur akhir pekan. Selain itu, liburan sekolah yang bersamaan dengan libur Natal juga memicu lonjakan penumpang. Jelang liburan tahun baru, lonjakan penumpang tetap diwaspadai karena liburan sekolah belum berakhir. Kemungkinan siswa sekolah menghabiskan tahun baru di Bali masih ada peluang. Apa-

lagi, hingga saat ini, jumlah bus pariwisata yang membawa anak sekolah berlibur ke Bali masih mengalir. Pada liburan Natal, jumlah penumpang yang menyeberang ke Bali mencapai 130 ribu orang. “Penumpang pejalan kaki saja jumlahnya mencapai 85 ribu orang,” ungkap Saharuddin. (afi/c1/aif)

Belum Serahkan Memori Banding n JAKSA... Sambungan dari Hal 25

Apalagi, terdakwa mengaku tidak kenal dengan pemilik mobil tersebut. “Mobil Avanza itu adalah barang bukti kasus peredaran narkoba,” sebutnya. Lantaran menjadi BB, lanjut dia, maka mobil itu harus disita untuk negara. Nyatanya, majelis hakim yang dipimpin Elly Istianawati meminta mobil itu dikembalikan kepada pemilik, I Wayan Baola.

“Kita juga memprotes para penasihat hukum terdakwa yang berstatus anggota polisi,” ungkapnya. Meski sudah mendaftar banding, Djoko menyebut belum menyerahkan memori banding. Sebab, salinan amar putusan belum diserahkan PN Banyuwangi. “Salinan memori banding baru diserahkan,” sebut Djoko. Seperti diberitakan sebelumnya, oknum anggota polisi bernama Brigadir Sigit Dwi

Susanto yang tinggal di Perum Griya Giri Mulya, Klatak, Kecamatan Kalipuro, oleh majelis hakim PN Banyuwangi dianggap melanggar UndangUndang (UU) No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan telah divonis lima tahun penjara. Dalam putusan itu, majelis hakim juga mewajibkan oknum polisi tersebut membayar denda Rp 1 miliar. Bila tidak membayar denda, bisa diganti hukuman tiga bulan penjara. (abi/c1/aif )

Gelar Pleno Terbuka 30 Desember n JELANG... Sambungan dari Hal 26

“Sampai tenggat waktu penyerahan berkas perbaikan, ternyata hanya empat partai yang menyerahkan berkas perbaikan tersebut. antara lain, PKNU, PDS, Nasrep, dan Partai Kedaulatan,” ujar komisioner KPU Banyuwangi, Atim Hariyadi kemarin (27/12).

Uniknya, menjelang tenggat waktu penyerahan berkas perbaikan berakhir, lanjut Atim, ada satu parpol yang belakangan menyusul menyerahkan berkas kelengkapan administrasi. Parpol tersebut adalah Partai Pekerja dan Pengusaha Indonesia (PPPI). Padahal, sejak tahapan proses verifikasi administrasi berlangsung beberapa bulan lalu, PPPI tidak menyerahkan

berkas kelengkapan administrasi ke KPU Banyuwangi. “Karena berkas baru masuk pada masa perbaikan, kita langsung melakukan verifikasi. Hasilnya seperti apa? akan kita umumkan bersamaan dengan hasil verifikasi tujuh parpol yang lain, yakni saat kami menggelar pleno terbuka pada tanggal 30 Desember mendatang,” pungkasnya. (sgt/aif)

Korban Mengidap Penyakit Epilepsi n MUAZIN... Sambungan dari Hal 27

Sejak sore itu pria yang sering menginap di musala tersebut tak menampakkan batang hidungnya. Di sekitar lokasi kejadian, warga hanya menemukan sepasang sandal,

sabun, dan gayung. Berbagai upaya pun dilakukan warga untuk mencari korban. Aliran air di Kanal Singir hingga pesisir pantai Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, juga dikeringkan. S e o ra n g w a r ga, Su y u t i , menuturkan bahwa korban

mengidap penyakit epilepsi. Sebab itu, dia menduga penyakit tersebut kambuh saat korban mandi. Selain melakukan pencarian, warga juga melakukan selamatan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) agar korban cepat ditemukan. (ton/c1/aif)

Meninggal di Rumah Sakit n NYUCI... Sambungan dari Hal 27

Tanpa pikir panjang, lelaki berusia sekitar 37 tahun tersebut langsung melompat ke tengah sungai dan memberikan pertolongan. “Setelah ditolong, Slamet bertambah kaget, karena ternyata yang hanyut itu adalah ibu kandungnya sendiri,” tutur sekretaris Himpunan Kerukunan Tani

Indonesia tersebut. Masih kata Suyit, sesaat setelah berhasil dientas dari sungai, Katini dibawa ke Rumah Sakit Al-Huda, Gambiran, untuk mendapatkan pertolongan. “Tapi akhirnya Bu Katini meninggal,” ujarnya. Suyit menyebutkan bahwa besarnya arus sungai tersebut sebenarnya bukan karena hujan deras. Namun, karena pintu air di Dam Jembatan

Gantung, Dusun Maron, Kecamatan Genteng, baru saja dibuka oleh penjaganya. Terkait dibukanya pintu air di dam tersebut, karena saat itu cuaca sangat mendung. Dikhawatirkan akan turun hujan deras yang menyebabkan air sungai membesar. “Itu memang rutin. Kalau akan hujan, pintu dam dibuka agar air tidak meluber,” pungkasnya. (azi/c1/aif)

Dorong Tumbuhnya Pendidikan Bermutu n PENGURUS... Sambungan dari Hal 36

Bahkan, terkait tarik-ulur dengan kepengurusan DP sebelumnya, yang dipimpin Mahmudi Badjuri. Untuk mengatasi persoalan itu, pemkab melalui Dinas Pendidikan kemudian mencari solusi. Yakni, mengadakan rekrutmen atau seleksi kembali pada 2011. Dari hasil seleksi tersebut, terpilih 11 orang yang akan menduduki jabatan pengurus DP. Kepengurusan DP periode 2012-2017 terdiri dari bupati sebagai pelindung atau penasehat, Ketua, H John Hari Santoso; Wakil Ketua, Jamal Tarik; Sekretaris, H Sahamo Efendi; Wakil Sekretaris, M. Ismail Ali Yasin, dan Bendahara, H Syamsudin Noer. Selain mereka, ada H Hosnadi dan Sutipyo yang menangani

Bidang Pengendalian Kualitas Pelayanan. Imam Nawawi dan Ahmad Abu Bakar menangani bidang Usaha Dan Pengelolaan Potensi. Sedangkan Supriyono dan Yuniati Iswari berada di Bidang Jaringan Kerjasama dan Sistem Informasi. Dalam sambutannya, Bupati Dadang menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus DP. Pengukuhan tersebut tidak semata-mata sebagai kegiatan seremonial semata. Namun, sebagai rasa tanggung jawab kolektif atau kebersamaan terhadap dunia pendidikan di Situbondo. “Apalagi pendidikan mempunyai pengaruh dan fungsi yang sangat besar sekali. Tidak hanya memberikan ilmu dan mencerdaskan intelektual anak didik. Prinsip pendidikan pada hakikatnya adalah bagaimana kian mempererat hubungan ketuhanan kepada

Allah,” kata Dadang. Bupati berharap, dikukuhkannya pengurus DP ini dapat mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Yakni dengan adanya kerjasama dengan masyarakat baik perorangan maupun organisasi serta Pemkab dan DPRD Situbondo. Supriyono, anggota DP Situbondo mengungkapkan, apa yang disampaikan bupati dalam sambutannya sangat tepat. Sebab, dengan begitu DP Situbondo akan mampu berperan dan menjalankan fungsinya dengan baik. “Baik sebagai pengontrol dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan, serta sebagai mediator antara Pemkab Situbondo, DPRD dan masyarakat,” imbuhnya. (pri/*/als)

36

Jumat 28 Desember 2012

Heboh Penemuan Emas di Demung

DINKES

Diduga Peninggalan Prabu Damar Wulan

NUR HARIRI/RaBa

SEMBUH TOTAL: Mugni (kiri), mantan penderita kusta, yang membuka usaha mebel di rumahnya di Desa Sumberanyar.

Berdayakan Eks Kusta SITUBONDO - Jangan percaya dengan anggapan bahwa penyakit kusta tidak bisa disembuhkan. Apalagi menakut-nakuti bahwa penyakit kusta adalah penyakit turunan. Sebab, sebanyak 202 penderita kusta di Kabupaten Situbondo, 92 persen menunjukkan tandatanda kesembuhan. Bahkan, dari 92 persen yang masih dalam masa penyembuhan itu, sebanyak 20 orang telah sembuh total dari penyakit kusta dan bisa menjalani hidup normal kembali n  Baca Berdayakan...Hal 35

NANGKRING BARENG PLN

SITUBONDO - Datangnya hujan ternyata membawa berkah tersendiri bagi warga di Dusun Watu Ketu, Desa Demung, Besuki, kemarin (27/12). Bagaimana tidak, sejak pagi hingga sore, sepanjang aliran Sungai Deluwang dipenuhi warga yang ingin mengais emas. Dengan menggunakan tangan dan alat seadanya, warga pencari emas itu mengeruk batu dan pasir di sungai tersebut. Pencarian emas ternyata tidak hanya dilakukan orang dewasa, tapi juga dilakukan anak-anak. Menurut Anang, 35, warga setempat, sudah banyak warga yang mendapatkan butiran emas. Dirinya juga pernah dapat. “Emas yang saya temukan ada yang kecil dan ada juga yang besar,” kata Anang kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (27/12). Menurutnya, sejak dia mencari butiran emas di sungai tersebut, dalam sebulan ini penghasilannya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. “Harganya Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu setiap gram. Satu bulan terakhir ini saya mendapat cukup banyak,” paparnya. Selain Anang, warga yang juga sering mendapat emas adalah Suharto. Beberapa warga lain juga mengaku pernah

NUR HARIRI/RaBa

NUR HARIRI/RaBa

MENGAIS EMAS: Beberapa warga mencari butiran emas di Kali Deluwang, Desa Demung, Kecamatan Besuki, kemarin (27/12).

menemukan emas. Tak heran, kemarin banyak warga yang berbondongbondong mencari emas di sungai tersebut. “Yang mencari emas di sini puluhan orang,” kata Suharto. Data yang berhasil dikumpulkan koran ini, berdasar cerita masyarakat setempat, emas tersebut merupakan

SYAMSURI/RaBa

DISKUSI: Petugas PLN memaparkan sejumlah masalah yang terkait kendala distribusi aliran listrik dari PLN.

KEPENGURUSAN: Bupati Dadang mengukuhkan pengurus Dewan Pendidikan periode 2012-2017, di Aula SMKN 1 Panji, kemarin.

Keluhkan Listrik Padam

Pengurus DP Dilantik

SITUBONDO - Petugas gabungan PLN Area Situbondo dan Rayon Wonosari menggelar program Nangkring Bareng bersama PLN. Acara tersebut digelar di Desa Prajekan Kidul, Kecamatan Prajekan, Bondowoso, untuk wilayah Jawa Timur. Dalam acara nangkring bareng PLN kali pertama itu diikuti ratusan warga. Mereka diberi penjelasan mengenai cara pendaftaran memasang PLN sampai perawatan PLN dalam mengantisipasi terjadinya korsleting listrik agar tidak terjadi kebakaran n  Baca Keluhkan...Hal 35

SITUBONDO - Bupati Situbondo, H. Dadang Wigiarto, mengukuhkan pengurus Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Situbondo periode 2012-2017 kemarin (27/12). Pelantikan yang digelar di Aula SMKN 1 Panji itu dihadiri kepala sekolah SMP dan SMA, Kepala UPTD dan kepala

Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Situbondo

Doa Bersama Pererat Kerukunan SITUBONDO - Ratusan umat beragama yang ada di Kabupaten Situbondo mengikuti acara doa bersama yang digelar Forum Komunikasi Umat Beragama Kabupaten Situbondo. Dalam acara yang digelar di pendapa kabupaten Rabu malam (26/12) itu dihadiri pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Hadir juga dalam acara tersebut berbagai ormas seperti MUI, NU, Muhammadiyah, Al-Irsyad Al-Islamiyah, GP Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, Aisiyah, PHDI, LDII, serta seluruh pimpinan SKPD, Camat, BUMN, BUMD. Kegiatan Situbondo berdoa itu dibuka Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto. “Tujuan doa bersama ini untuk meningkatkan kerukunan umat beragama dan memaksimalkan partisipasi segenap elemen bangsa untuk berperan dalam menyikapi situasi dan kondisi sosial yang berkembang. Sehingga tetap terpelihara dan menjaga suasana yang kondusif,” ungkap Sekretaris FKUB, H. Achmad Munir. Dalam sambutannya, Bupati Dadang mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas apa yang telah dilakukan FKUB Situbondo. “Paling tidak, dengan acara semacam ini, ikatan emosional di antara kita semakin kuat. Mudah-mudahan ini menjadi contoh bagi masyarakat yang ada di bawah,” kata Bupati Dadang. Sementara itu, Ketua FKUB, KH. Syaiful Islam menambahkan, secara sosiologis,. Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras dan adat istiadat. “Nah, NKRI merupakan alat perekat terpenting agar segala macam perbedaan menjadi simponi yang harmoni serta mencegah terjadinya anarki,” katanya. Menurut Syaiful, adanya pemahaman keagamaan yang kurang sering kali tercermin dalam sikap sebagian pemeluk

SYAMSURI/RaBa

KEBERSAMAAN: Habib Al-Muhdar (kiri) memimpin doa diikuti sejumlah pemuka agama di pendapa kabupaten, Rabu (26/12).

PERERAT KERUKUNAN: Bupati, Kapolres, Dandim 0823, Ketua TP PKK, Pimpinan SKPD, dan pemuka agama berdoa bersama.

agama yang masih mengklaim kebenaran. “Keyakinan keagamaan yang mestinya berlaku internal kemudian dipaksakan untuk berlaku eksternal,” terang KH. Syaiful Islam. Karena itu, imbuhnya, melalui acara tersebut, pihaknya berharap kerukunan antar umat beragama semakin kokoh. Sekretaris FKUB, H. Achmad Munir, menambahkan, dalam berbangsa dan bernegara pun masih muncul pemikiran yang utopis dan sektarian. Hal itu ditandai munculnya gerakan anti Pancasila dan menggantikannya dengan faham keagamaan tertentu. “Oleh karena itu, FKUB terus berperan aktif bersama pemkab mensosialisasikan atau mengimplementasi kepada masyarakat terkait masalah peraturan-peraturan serta monitoring kerukunan umat bergama. Salah satunya dengan menggelar silaturrahmi kepada enam unsur

agama yang ada di Kabupaten Situbondo,” ungkap Achmad Munir. (adv/als)

SKPD, perguruan tinggi, organisasi profesi, serta pemerhati pendidikan Kota Santri. Pelantikan pengurus DP ini sekaligus mengakhiri polemik kepengurusan organisasi yang berkantor di Jalan Kartini ini. Pasalnya, sejak 2010, DP tak kunjung memiliki kepengurusan n  Baca Pengurus...Hal 35

peninggalan Prabu Damar Wulan. Cerita itu berawal dari penemuan batangan emas oleh seorang istri sopir truk yang sedang mencuci pakaian di sungai tersebut sekitar 10 tahun silam. Saat mencuci, tiba-tiba perempuan itu mendapat emas batangan. Tetapi, karena saat itu ada seekor ular, akhirnya

perempuan itu berteriak dan meminta tolong. Sejurus kemudian, emas yang tadi dia lihat berubah menjadi besi biasa. “Dulu, istri sopir truk yang pertama kali menemukan. Sekarang besinya masih ada dan ditanam di rumahnya,” cerita Misyadi, warga lain. Awalnya, warga tidak percaya terkait cerita penemuan batangan emas di sungai tersebut. Namun, setelah banyak warga yang mencari, ternyata itu benarbenar ada. Mereka banyak yang menemukan butiran-butiran emas. Lima tahun terakhir, setiap hari sungai tersebut selalu didatangi warga sekitar. Sebenarnya, beberapa tahun lalu sudah pernah dilakukan penelitian dengan cara dibor. Namun, dalam penelitian yang dilakukan orang yang berasal dari Surabaya itu sama sekali tidak ditemukan kandungan emas. Karena itu, emas yang ditemukan warga sejak lima tahun lalu itu dikaitkan dengan peninggalan Kerajaan Damar Wulan. Sebab, butiran emas yang ditemukan warga itu sudah memiliki bentuk. Ada yang berbentuk butiran kecil, bintang, kalung yang patah, cincin, uang zaman kuno, dan sebagainya. Karena itu, warga percaya bahwa emas tersebut merupakan peninggalan Damar Wulan. “Emas yang masih menempel atau ada di dalam batu tidak ada. Yang ditemukan warga itu sudah dalam bentuk jadi,” pungkas Misyadi. (rri/c1/als)


Radar Banyuwangi | 28 Desember 2012