Issuu on Google+

RABU 1 MEI

33

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Kronologi Paket SS dalam Ayam Pedas Petugas mendapat info, bakal ada paket kiriman SS masuk Lapas.

Ayam pedas yang dibawa Effendi sebanyak lima potong kepala.

1 Setelah digeledah, di dalam ayam pedas tersebut terdapat 7 paket SS 4 dalam sedotan

Nur Effendi akan membesuk Febri, napi kasus narkoba 2

MODUS BARU: Petugas lapas membongkar masakan ayam pedas berisi paket SS kemarin.

Dua potong kepala ayam masing-masing diisi dua pahe SS

Petugas menggiring Effendi dan ayam pedas ke ruang keamanan

3

Tiga potong kepala ayam pedas lain masing-masing berisi satu pahe SS FOTO-GRAFIS: GALIH COKRO-ZAKARIA/RaBa

Ayam Pedas Diisi Sabu-Sabu Tujuh Paket SS Gagal Diselundupkan ke Lapas BANYUWANGI - Upaya penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu (SS) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi berhasil digagalkan petugas keamanan kemarin (30/4). Yang menarik, paket SS tersebut dimasukkan ke

diberikan kepada seorang napi di lapas,” terang Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Marlik Subiyanto. Demi keperluan pengusutan, tersangka Nur effendi bersama sabu dan ayam pedas yang dibawanya langsung diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Banyuwangi. “Tersangka kita serahkan ke polres

dalam menu ayam pedas. Petugas lapas langsung membekuk pengirim barang haram itu, yakni Nur Effendi, 26, asal Dusun Perangan, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo. SS yang akan diselundupkan ke lapas itu berjumlah tujuh paket hemat (pahe). Berat SS tersebut diperkirakan lebih dari satu gram. “Tujuh pahe sabu-sabu tersebut akan

untuk diproses hukum,” kata Marlik. Upaya penyelundupan narkoba ke dalam penjara itu sebenarnya sudah terdeteksi pihak Lapas Banyuwangi. Salah satu narapidana (napi) di dalam lapas melaporkan akan ada warga yang membesuk dan membawa narkoba. “Napi yang lapor itu juga menyebut identitas napi yang akan dibesuk,” terangnya n  Baca Ayam...Hal 43

Banyuwangi Dapat Penghargaan IDSA Sebagai Pioneer Masyarakat Digital JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring menyerahkan penghargaan The Pioneer of Digital Society untuk Kabupaten Banyuwangi dalam ajang Indonesia Digital Society Award (IDSA) 2013

UNAS

di d Jakarta kemarin (30/4). Selain dino n bat kan seba gai daerah pelopor digital society, Banyuwangi juga mendapatkan certificate of acknowledgement pada kategori overall society. Ada empat kriteria penilaian dalam IDSA, yaitu

Tabrakan Maut di Kedungringin Pasutri Kasdar dan Kom mengendarai Honda Grand P 6889 VR dari selatan, hendak mendahului kendaraan lain.

1

perencanaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), upa ya perwujudan rencana TIK, tingkat penetrasi dan penggunaan internet (usership), dan manfaat yang bisa dinikmati dalam menggunakan internet (benefit). Penghargaan tersebut berdasar hasil survei yang dilakukan di 99 kota/kabupaten di seluruh Indonesia n  Baca Banyuwangi...Hal 43

Batal menyalip, Kasdar berbelok ke kiri dan menyenggol motor lain, akhirnya Kasdar oleng ke kanan.

3 Toyota Avanza nopol S 1461 WA lalu menabrak motor Kasdar. GALIH COKRO/RaBa

SAKIT: M. Syaiful Hasan mengerjakan unas susulan di RSI Fatimah Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI - Empat siswa kelas IX SMP/ MTs yang tidak bisa mengikuti ujian nasional (unas) Senin (22/4) hingga Kamis (25/4) lalu diberi kesempatan mengikuti unas susulan. Secara serentak, unas susulan itu dimulai Senin (29/4) dan akan berakhir Kamis (2/5) mendatang n  Baca Jalani...Hal 43

ADA APA LAGI

Curi PS untuk Biaya Pengobatan Ibu SEMPU - Mengaku tak punya uang untuk biaya pengobatan ibunya yang sedang sakit, Irianto, 21, warga Dusun Paras Tembok, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, nekat mencuri play station (PS) kemarin siang. Pencurian di rumah Yono, 28, yang tak lain tetangganya tersebut, diketahui oleh yang punya rumah. Irianto pun tak bisa mengelak. Dia akhirnya dijebloskan ke balik jeruji besi Mapolsek Sempu. Kapolsek Sempu AKP Toha Choiri menuturkan, kasus tersebut bermula ketika Irianto main PS di rumah korban. Dia pulang paling akhir di banding penyewa lain. Sesaat setelah pelaku pulang, Yono melihat dua PS yang sebelumnya digunakan Irianto ternyata hilang n  Baca Curi...Hal 43

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Pasutri Tewas Ditabrak Avanza MUNCAR - Sungguh tragis nasib pasangan suami istri (pasutri) ini. Keduanya meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu-lintas di jalan raya Tembokrejo-Sumberberas, tepatnya di Dusun/Kedungringin, Kecamatan Muncar, kemarin malam. Pasutri tersebut tewas setelah sepeda motor yang mereka kendarai dihantam Avanza dari arah berlawanan. Pasutri nahas tersebut adalah Kasdar, 60, dan Bu Kom, 50, warga Dusun Krajan, Desa Sumbersewu,

kendaraan itu dibatalkan. Entah karena apa, tiba-tiba motor yang dikendarai Kasdar berbelok ke kiri. Seketika itu, sepeda motor bernopol P 6889 VR itu bersinggungan dengan motor lain dari arah yang sama. Akibat serempetan itu, Kasdar tidak mampu mengendalikan kemudi. Sejurus kemudian, sepeda motor warna hitam itu oleng ke kanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan muncul Toyota Avanza bernopol S 1461 WA n  Baca Pasutri...Hal 43

BANYUWANGI - Adanya na ma bakal calon legislatif (bacaleg) yang terdaftar dalam daftar caleg sementara (DCS) dua parpol berbeda, ternyata ti dak serta-merta masuk dalam ra nah pelanggaran pemilihan umum (pemilu). Pasalnya, dua par pol yang menaungi bacaleg tersebut masih memiliki waktu untuk melakukan perbaikan. Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Banyuwangi, Rorry Desrino Purnama mengatakan, sampai saat ini pihaknya hanya melakukan pengawasan terkait proses verifikasi administrasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dikatakan, terkait bacaleg yang terdaftar ganda, pihaknya merekomendasikan KPU mengembalikan persoalan tersebut ke masing-masing parpol. “Domain kita (Panwaslu) hanya pengawasan. Namun, jika memang ada indikasi bacaleg ganda, kita rekomendasi KPU mengembalikan permasalahan itu ke masing-masing parpol,” ujarnya kemarin (30/4). Menurut Rorry, kalaupun ada dua parpol yang memasukkan

DOK. RaBa

Mey Istiorini

satu bacaleg yang sama dalam DCS-nya, hal itu belum bisa di kategorikan pelanggaran pemilu. Sebab, saat ini proses pemilu masih dalam tahap verifikasi administrasi masingmasing bacaleg yang terdaftar da lam DCS parpol. “Parpol masih punya waktu melakukan perbaikan DCS. Kalau KPU sudah mengumumkan DCT (daftar caleg tetap) dan ternyata ada caleg ganda, itu baru masuk kategori pelanggaran,” katanya n  Baca Bacaleg...Hal 43

Melihat Persiapan Kontingen Porprov Banyuwangi

Pakai Dana Pribadi, Utang untuk Biayai Latihan Bila Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV di Madiun digelar 20 hingga 30 Juni mendatang, artinya ada waktu dua bulan bagi kontingen Banyuwangi untuk bersiap diri. Dengan target masuk 10 besar pendulang medali terbanyak, seperti apa persiapan tim Banyuwangi sejauh ini? NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi ANTUSIASME cabang olahraga dan KONI Banyuwangi menyambut Porprov IV Madiun mendatang sebenarnya cukup tinggi. Hasil even yang sama dua tahun lalu dengan finis di posisi ke-15 dari 38 kabupaten atau

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Kecamatan M u n c a r. In formasi yang dihimpun ko ran ini menyebutkan, petaka itu terjadi ketika Kasdar mengendarai Honda Astrea Grand dari arah selatan. Malam itu dia membonceng istrinya. Sebelum kecelakaan, Kasdar hendak mendahului kendaraan lain di depannya. Tetapi, niat menyalip

ISTIMEWA

Bacaleg Ganda Belum Masuk Pelanggaran

Kasdar meninggal di lokasi, Kom me- 4 ninggal di PKU Muncar.

2

Jalani Ujian Susulan di Rumah Sakit

AWARD: Menkominfo RI Tifatul Sembiring menyerahkan penghargaan kepada Bupati Abdullah Azwar Anas di Jakarta kemarin.

kota di Jawa Timur menjadi salah satu alasannya. Tidak heran angan-angan meraih hasil terbaik di ajang yang sama tahun ini pun mengemuka. Seluruh cabang olahraga dan KONI pun siap mengamini kontingen Banyuwangi bersaing di ajang multieven tersebut. Targetnya, Banyuwangi digadang menjadi peserta dengan dulangan medali terbanyak. Memang realistis, tapi itu dipastikan tidak bakal mudah direalisasikan. Sementara itu, demi memompa semangat cabang olahraga dalam menggelar pembinaan, KONI dan pemerintah daerah mencanangkan Banyuwangi menjadi tuan rumah ajang tersebut di tahun 2015 mendatang. Itulah yang membuat cabor dan KONI bersemangat menatap ajang dua tahunan yang akan dilaksanakan di Madiun tersebut. Namun, seperti pohon tinggi yang

Panwas anggap bacaleg ganda bukan pelanggaran pemilu Bukan pelanggaran tapi bibit-bibit pelanggaran

Ayam pedas diisi sabu-sabu selundupkan lapas Itu namanya ayam pedaSSS …

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

KETAT: Seleksi atlet Porprov di GOR Tawang Alun beberapa waktu lalu.

tertiup angin kencang, sederet persoalan dalam menyongsong Porprov IV di Madiun pun muncul. Seperti kasus

sebelumnya, persoalan dana menjadi penyakit belum mendapat perhatian  Baca Pakai...Hal 43 serius n email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com

34

Rabu 1 Mei 2013

Kaltara, Provinsi Paling Bungsu Berjuluk Bulungan Raya WARGA di pulau Kalimantan bagian utara sudah mencatat sejarah baru. Sebab, setelah menunggu belasan tahun akhirnya aspirasi untuk mendirikan provinsi baru benar-benar telah terwujud. Adalah Provisi Kalimantan Utara (Kaltara) terbentuk tanggal 25 Oktober 2012 lalu berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2012. Provinsi yang paling bungsu itu merupakan pemekaran dari Kalimantan Timur (Kaltim). Yang lebih menggembirakan lagi, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Senin, 22 April lalu, sudah menunjuk dan melantik Penjabat (Pj) Gubernur. Sekretaris Provinsi Kaltim, Irianto Lambrie adalah Pj Gubernur yang dilantik untuk menggawangi roda

menjadi provinsi. tan alias orang rantau, Banyak harapan yang saya yang sekarang muncul dari warga. Naberdomisili di Tanjung mun rata-rata warga berSelor juga serasa sepharap pembangunan di erti orang kabanyakan daerah perbatasan ini di Provinsi Kaltara. bisa seperti pembanguRasanya, mengasikkan nan di daerah Pulau Jawa, jika bercerita tentang terkhusus pembangunan Kaltara. Terlebih, cerita infrastruktur jalan. Seitu digelar di warung lain itu, perkembangan kopi waktu pagi hari. perekonomian juga diBagi warga di sini, harapkan lebih cepat dan Provinsi Kaltara bagai Oleh: bisa menyamai negara anugerah yang tidak Syaifudin Didin tetangga. Dengan itu, kebisa diperoleh di daerah lain. Bisa dibayangkan, pasca morato- banggaan warga perbatasan sebagai rium daerah otonom baru (DOB), hanya warga Indonesia bisa lebih tinggi. Setelah ditetapkan menjadi Ibu Kota Kaltara yang disetujui untuk dimekarkan

pemerintahan dan pembangunan di daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu. Sedikit digambarkan, Provinsi Kaltara terbentuk dari gabungan lima daerah. Yakni Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung, dan Kota Tarakan. Kelima daerah itu merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bulungan. Karena itu, ada juga yang menyebut provinsi bungsu itu dengan istilah Bulungan Raya. Dari latar belakang sejarah itulah, kemudian Bulungan ditetapkan menjadi Ibu Kota Kaltara, tepatnya di Kota Tanjung Selor, meski sempat terjadi tarik ulur antar lima daerah tadi. Meski bukan asli kelahiran Kaliman-

saya saat nongkrong di warung kopi. Efek lainnya dari menjadi Ibu Kota Provinsi, yakni harga tanah yang langsung melejit. Harga satu kapling ukuran 15 x 30 meter di pusat kota yang dulu dihargai hanya puluhan juta kini bisa dijual dengan mudah dengan harga ratusan juta. (syaifudin.didin.7@facebook.com) *) Penulis adalah warga yang dibesarkan di Dusun Tapansari, Kec. Cluring. Kini tinggal di Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara.

Komisi I dan II Kunker ke Bali

Menangis Ingat Anak-Suami BANYUWANGI - Mahbullah, 44, warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi, ini terus menangis saat duduk di kursi terdakwa di ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, kemarin (30/4). Dia disidang lantaran terlibat peredaran judi toto gelap (togel). Perempuan berjilbab itu mengucurkan air mata saat majelis hakim yang dipimpin Widarti SH didampingi anggota Bawono Effendi SH dan I Wayan Gede Rumega SH menanyakan keberadaan suaminya. “Suami kerja di Malaysia, tapi sudah lama tidak ada kabar,” terang Mahbullah sambil mengusap air mata. Mahbullah ditangkap anggota Polsek Giri karena dipergoki sedang ngecer nomor togel di rumahnya. Saat dibekuk, polisi menemukan sejumlah nomor togel di ponselnya dan uang Rp 109 ribu. “Saya hanya pengecer. Hasil jualan saya setor ke Hakim,” katanya tanpa menyebut alamat rumah lelaki bernama Hakim itu. Air mata Mahbullah semakin mengucur deras saat hakim anggota Bawono Effendi menanyakan anaknya. Sambil menundukkan wajah, perempuan itu menyebut punya tiga anak. “Sekarang anak-anak ikut neneknya,” tuturnya sambil menahan isak. Sidang tersebut agendanya adalah mendengar keterangan saksi. Saksi yang dipanggil oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Karimudin SH adalah anggota Polsek Giri yang menangkap terdakwa. “Saya dan teman yang menangkap,” terang Agus, anggota Polsek Giri, menjawab pertanyaan Karimudin. (abi/c1/bay)

Kaltara, Kota Tanjung Selor mulai merasakan efeknya. Kota yang dulu hanya memiliki beberapa bangunan tinggi (bertingkat) dan masih banyak lahan yang kosong, saat ini pembangunan dari pihak swasta mulai terlihat dengan mudah. Di beberapa jalan poros dan sudut kota mulai di bangun beberapa tempat usaha mulai dari hotel, sorum mobil serta pusat-pusat perbelanjaan. Kawan saya di sini menyebutkan bahwa menjadi Ibu Kota Provinsi itu seperti menjadi gula. Di mana dengan sifat manisnya gula bisa mengundang banyak semut, termasuk lebah yang akan membuat madu. “Ibu Kota Provinsi itu seperti gula,” kata teman

Radar Banyuwangi mengundang warga Banyuwangi dan Situbondo yang berada di perantauan untuk menulis pengalamannya. Tulisan kirim ke radarbwi@gmail.com. Sertakan juga foto diri. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

AGUS BAIHAQI/RaBa

SEDIH: Mahbulah mengucurkan air mata di PN Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI - Kesibukan seluruh bakal calon legislatif (bacaleg) menyongsong Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 ternyata tidak sertamerta membuat para anggota DPRD Banyuwangi menghentikan kebiasaan menggelar kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah. Padahal, seperti diketahui, mayoritas wakil rakyat yang duduk di kursi legislatif tersebut berniat kembali maju dalam memperebutkan kursi DPRD pada pemilu mendatang. Bahkan, agenda kunker terdekat dijadwalkan dijalani para anggota dewan yang tergabung dalam Komisi I dan Komisi II DPRD hari ini (1/5). Dua kota di Pulau Dewata, Bali, menjadi tujuan kunker yang diagendakan berlangsung dua hari tersebut. Di hari pertama, para wakil rakyat yang terhormat itu akan bertandang ke Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar. Selanjutnya, sejumlah anggota Komisi I dan Komisi II DPRD akan menggelar kunker ke Pemkab Tabanan. Dikonfirmasi wartawan Jawa Pos Radar

Kami akan mendalami keterlibatan masyarakat dalam mendukung kelestarian budaya Bali. Kita lihat di Banyuwangi, gandrung saja nyaris tinggal nama. Di desa-desa tidak banyak seniman gandrung. Ismoko Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi

Banyuwangi kemarin (30/4), ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, Ismoko mengatakan, tujuan kunker kali ini adalah

mempelajari pelestarian budaya di dua wilayah tersebut. Dikatakan, hingga saat ini kebudayaan di Bali, termasuk di Denpasar dan Tabanan, tetap lestari. “Kami ingin tahu sejauh mana dukungan yang diberikan pemerintah setempat terhadap pelestarian budaya lokal,” ujarnya. Dikatakan, sebenarnya di Banyuwangi juga telah dilakukan berbagai upaya dalam mendukung kelestarian budaya lokal, misalnya menggelar even budaya dan lain sebagainya. Namun, dukungan itu hanya dilakukan di tingkat pemerintah kabupaten, dan belum sampai ke tingkat kecamatan dan desa. Menurut Ismoko, pihaknya akan mendalami keterlibatan masyarakat dalam mendukung kelestarian budaya lokal di Bali. “Kita lihat di Banyuwangi, gandrung saja nyaris tinggal nama. Di desa-desa tidak banyak seniman gandrung,” papar politikus asal Partai Golkar tersebut. Lebih jauh dikatakan, para peserta kunker bertolak ke Bali tadi malam (30/4). “Kita hanya dua hari kunker di Bali,” pungkas Ismoko. (sgt/c1/bay)

Aktivis Demo Masalah Tambang BANYUWANGI - Puluhan warga yang mengatasnamakan diri Gabungan Elemen Masyarakat Banyuwangi Peduli Lingkungan Hidup menggelar unjuk rasa di depan kantor pemkab kemarin (30/4). Mereka menuntut keterbukaan terkait eksploitasi emas di Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran. Para pendemo menilai, proses yang dilakukan Pemkab Banyuwangi terkait penambangan logam mulia di Gunung Tumpang Pitu tersebut cukup rawan. Karena itu, mereka menuntut transparansi terkait golden share tersebut. Dikatakan, lantaran tidak ada keterbukaan, masyarakat tidak tahu proses dan mekanisme penentuan golden share tersebut. “Jika prosesnya jelas, kami memohon bupati membuka hal itu kepada masyarakat,” Ujar koordinator aksi tersebut, Budi Kartioko. Sayang, para aktivis tersebut enggan berdialog dengan pihak pemkab. Secara terpisah, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT)

Banyuwangi, Dr. Abdul Kadir, menjelaskan bahwa pemkab belum menerima golden share tambang emas. Sejauh ini, pemkab sudah menyurati Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), agar mendapat regulasi yang jelas terkait golden share tambang tersebut. ‘’Pemkab Banyuwangi berjuang mendapatkan golden share yang sesuai regulasi,’’ ujarnya. (sgt/c1/bay)

GALIH COKRO/RaBa

Gabungan elemen masyarakat Banyuwangi peduli LH berorasi di depan Pemkab Banyuwangi kemarin.

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini:

SUARA PEMBACA Tulis permasalahan yang Anda hadapi terkait layanan publik. Baik terhadap intansi swasta maupun pemerintah. Sertakan alamat yang lengkap disertai fotokopi identitas dan nomor telepon Anda. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com Atau kirim langsung ke kantor Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Biro Genteng: Jalan Raya Jember 47 Genteng, Biro Situbondo: Jalan Wijaya Kusuma 60 Situbondo. Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/ mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

Rabu 1 Mei 2013

27

BALJEBOL

Rabu 1 Mei 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

41

LUMAJANG

DPO Penganiayaan Keok

KDRT

Lima Tahun Kabur ke Bali

ALI NURFATONI/RaBa

MENYESAL: Sumari diinterogasi petugas di Mapolsek Muncar kemarin.

Cemburu, Istri Kena Bogem MUNCAR - Dibakar cemburu, seorang suami yang tinggal di Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, tega memukul istrinya sendiri. Aksi kekerasan yang dilakukan Sumari, 48, itu dipicu rasa cemburu garagara istrinya menerima telepon dari seorang kiai. Kekerasan dalam rumah tersebut terjadi pukul 07.00. Kala itu sang istri, Suswati, berbincang-bincang melalui telepon dengan seorang kiai. Ternyata, perbincangan tersebut didengar sang suami. Usai menutup telepon, sang suami menanyakan perihal yang diperbincangkan istrinya itu. Si istri menjawab tidak memperbincangkan hal penting dan mengaku tidak punya hubungan spesial dengan kiai tersebut. Sebab, perbincangan itu sekadar konsultasi. Mendengar jawaban itu, Sumari tidak terima. “Gak tahu apa yang sedang dibicarakan, istri saya selalu terima telepon tanpa sepengetahuan saya,” ungkap Sumari kemarin. Dia mengaku memang sering berselisih paham dengan istrinya, tapi perselisihan itu dianggap sesuatu yang lumrah dalam rumah tangga. ‘’Namanya rumah tangga ya seperti itu, Mas. Tapi, memang saya sering bertengkar dengan istri saya. Gara-garanya cuma sepele,” akunya. Apa yang membuat sering berselisih hingga berujung pertengkaran? Dia mengatakan bahwa istrinya sering menolak ajakan berhubungan intim meski akhirnya hasrat tersebut bisa terwujud. ‘’Tapi, ya gitu kayak terpaksa,” imbuh bapak satu anak itu. Dia membantah jika dituduh melakukan kekerasan terhadap istrinya. Dia berdalih, saat itu hanya mendorong istrinya hingga jatuh. ‘’Saya jujur, saya tidak pernah memukul. Saya hanya mendorong,” elaknya. Meski begitu, dia menyesali perbuatannya itu. Dia berjanji tidak akan mengulangi di kemudian hari. ‘’Kalau memang istri saya tidak mau mencabut laporan, saya terima. Memang, istri saya katanya minta cerai,” tandasnya. Kapolsek Muncar Kompol Ary Murtini langsung bersikap usai menerima laporan kekerasan dalam rumah tangga itu. Saat itu juga pihaknya langsung menangkap Sumari tanpa perlawanan. ‘’Pelaku langsung kita tahan,’’ tandasnya. Untuk kepentingan penyidikan, pihaknya juga sudah mengantongi hasil visum et repertum. Terkait kasus tersebut, polisi menjerat Sumari dengan Pasal 6 jo Pasal 44 ayat 1 dan 4 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. ‘’Yang jelas, korban mengaku dipukul dengan tangan hingga telinga kiri lebam,” kata Ary Murtini. (ton/c1/aif)

ABDUL AZIZ/RABA

DPO: Agus Hariyanto meringkuk di balik jeruji besi Mapolsek Rogojampi kemarin.

ROGOJAMPI - Setelah menjadi buron polisi sejak 2009, Agus Hariyanto, 40, akhirnya ditangkap aparat Polsek Rogojampi kemarin. Warga Dusun Krajan, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, itu ditangkap polisi karena kasus penganiayaan. Dia dibekuk setelah beberapa hari pulang dari pelariannya di Pulau Bali selama lima tahun. Kapolsek Rogojampi Kompol Bagio SP mengatakan, penangkapan pelaku justru terjadi ketika petugas melakukan operasi sikat di Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi. “Dalam operasi tersebut, ada petugas yang melihat pelaku

dan langsung melakukan penangkapan,” tuturnya. Kapolsek menceritakan, kasus penganiayaan yang melibatkan Agus Harianto terjadi pada 2009 di Dusun Pancoran, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi. Korbannya adalah M. Sholeh, 48, seorang sopir asal Desa Kasihan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Saat itu Agus melakukan pengeroyokan bersama seorang temannya bernama Yayak, 39, warga Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat. Tak lama setelah kejadian, polisi berhasil menangkap Yayak dan Agus berhasil lolos dari sergapan petugas. “Yayak sudah divonis bersalah oleh pengadilan, sedang Agus baru kita tangkap,” pungkas kapolsek. (azi/c1/aif)

Bos Koperasi Masuk Bui Tipu Jutaan Rupiah Dengan Iming-Iming Pekerjaan JEMBER - Banyaknya orang yang butuh pekerjaan menjadi kesempatan segelintir orang untuk meraup keuntungan. Dwi Muhamad Yusuf SE, 25, warga Dusun Palombo, Desa Sumber Salak, Kecamatan Ledokombo dilaporkan puluhan orang, karena ditipu direktur utama sebuah BPR yang dipimpinnya. Atas laporan itu, Yusuf langsung dijebloskan ke tahanan Polsek Silo, sejak ditangkap di rumahnya, sekitar pukul 19.00 WIB kemarin. Dari hasil pemeriksaan, modus tersangka adalah mengiming-imingi korban sebuah pekerjaan. Untuk memuluskan itu semua, korban ditarik sejumlah uang yang jumlahnya bervariasi. Tersangka Yusuf sendiri mengaku semua uang setoran itu diberikan pada seseorang berinisial AS, 50, warga Desa Plalangan,

Kecamatan Kalisat sebagai Ketua Lembaga Pengawas Independen Indonesia. “Pak AS inilah yang minta saya untuk mencari pekerja di Lembaga Pengawas Independen (LPI) dengan gaji Rp 2 juta sebulan,” kata Yusuf, yang jadi pendiri sekaligus Direktur Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jaya Mandiri Ledokombo. Menurut tersangka, AS memerintahkan untuk meminta uang Rp 1,2 juta pada orang yang ingin bekerja di LPI tersebut. “Orang yang saya ajak masuk di LPI semua nggak sanggup bayar Rp 1,2 juta. Mereka melakukan penawaran,” jelasnya. Ada yang bayar Rp 500 ribu, Rp750 ribu dan ada juga yang Rp 1 juta. Tapi penawaran itu sudah disepakati juga oleh AS. Hanya ada tujuh orang yang berminat kerja. “Total uang yang masuk ke saya sekitar Rp 5,5 juta,” kata Yusuf. Kejadian itu sekitar delapan bulan lalu, tepatnya Agustus 2012. Tersangka sendiri membuat surat

LANGSUNG DITAHAN: Tersangka Dwi Muhammad Yusuf dimintai keterangan di ruang Satreskrim Polsek Silo.

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

panggilan kerja bagi para korban untuk ditempatkan di koperasi miliknya 22 April 2013 lalu. Namun setelah korban mendatangi koperasi yang dimaksud, ternyata koperasi itu juga tidak jelas.

“Koperasi saya sudah kolaps beberapa tahun yang lalu,” kata Yusuf. Karena itulah, korban memilih melaporkan kejadian itu ke polisi, agar kasus tersebut di proses secara hukum. (jum/hdi/jpnn)

ADA APA LAGI

Warga Kedungrejo Butuh Lapangan MUNCAR - Sejumlah warga mendatangi kantor Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, kemarin. Mereka mendesak kepala desa (kades) setempat, Abdur Rakhman, agar menagihkan janji Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang akan membangun fasilitas olahraga berupa lapangan di sana. Perlu diketahui, Desa Kedungrejo termasuk satu dari dua desa di Kecamatan Muncar yang tidak memiliki lapangan. Padahal, jumlah penduduk di desa tersebut terbanyak kedua setelah Desa Tembokrejo. Namun, hingga saat ini desa tersebut belum mempunyai lapangan. Keberadaan lapangan dirasa penting sebagai sarana olahraga demi menjaga kesehatan. Warga sangat berharap lapangan tersebut segera terealisasi. Sebab, lahan milik Pemkab Banyuwangi di sana memang sudah ada. ‘’Tempatnya sudah ada, yakni di sebelah kantor desa yang sedang ditanami pohon kelapa,” tunjuknya. Ahmad Busro mengatakan, para pemuda sangat ingin memiliki lapangan. Sebab, lapangan bisa dijadikan tempat mengasah kemampuan di berbagai bidang olahraga. Menanggapi desakan itu, Kades Abdur Rakhman mengaku tidak tahu jika warga dijanjikan lapangan. Sebab, kala itu dirinya masih belum menjabat sebagai kepala desa. ‘’Tapi, menurut saya, lapangan memang sangat dibutuhkan. Nanti akan kami sampaikan kepada Pak Bupati,” kata Abdur Rakhman. (ton/c1/aif)

RADAR JEMBER/JPNN

BELI PREMIUM: Antrean panjang sepeda motor di SPBU Jalan A.Yani, Jember, kemarin. Panjangnya antrean diduga karena masyarakat panik dengan kabar kenaikan BBM.

Antrean Bensin Mengular, Warga tak Perlu Panik JEMBER – Hampir sebulan lamanya solar mengalami kelangkaan di Jember. Namun, saat ini mulai ada indikasi terjadi aksi borong bensin (premium). Antrean bensin di sejumlah SPBU di Jember mulai panjang. Panjangnya antrean panjang bensin diduga karena masyarakat panik dengan kenaikan harga BBM mulai Mei ini. Menurut H. Mulyanto Asbullah, pengelola SPBU Jalan A. Yani Jember, saat ini sebenarnya tidak ada kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Jember. Hal itu, kata dia, dikuatkan

oleh pengiriman solar dan bensin yang tidak pernah berkurang di SPBU yang dikelolanya. Bahkan, kedatangan solar dan bensin normal dan tidak kendala. Karena itu, masyarakat tidak perlu panik dengan melakukan aksi borong. Meski demikian, sekitar dua jam lamanya SPBU-nya sempat mengalami kekosongan bensin dan solar. “Jatah solar dan bensin dari Pertamina tidak pernah dikurangi. Namun, nyatanya memang seperti ini. Belum waktunya habis sudah habis. Setelah kami pelajari, ternyata aksi borong dari sejumlah warga yang kha-

watir akan ada kenaikan harga BBM,” terang Mulyanto. Meskipun ada aksi borong warga, Mulyanto menjamin di SPBU-nya tidak ada pembelian selain menggunakan kendaraan bermotor. “Kami taat Keppres No 15 Tahun 2003. Karena jelas isi Keppres tersebut melarang pembelian

selain menggunakan kendaraan bermotor, apalagi dengan jeriken,” katanya. Pada waktu yang berbeda, Yeni, seorang pengelola SPBU Tegal Besar mengungkapkan, antrean pembelian solar terjadi karena di beberapa SPBU sulit menemukan solar. Hal tersebut terjadi karena pihak

Pertamina mengurangi jatah solar di setiap SPBU. “Sejak awal bulan April ini jatah solar mulai dikurangi. Di SPBU kami saja, yang awalnya dapat jatah 16 ton sekali kirim, sekarang cuma diberi 8 ton. Itu pun pengirimannya sering telat,” ungkap Yeni. (mg3/c1/ har/jpnn)

PKU Muhammadiyah Rogojampi Peduli Donor Darah ROGOJAMPI – Kegiatan Peduli Banyuwangi yang dicanangkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berupa kegiatan donor darah pada tanggal 24 April lalu, mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) PKU Muhammadiyah Rogojampi. Dalam even donor darah itu, RSIA PKU Muhammadiyah mengirimkan karyawannya untuk berdonor darah. Moment tersebut juga bertepatan dengan program Rogojampi Berdonor yang ketiga, yang dilaksanakan secara rutin setiap 4 bulan sekali. Melalui program tersebut, RSIA PKU Muhammadiyah mengajak masyarakat Rogojampi yang ingin menjadi pendonor darah untuk bergabung bersama RSIA PKU Muhammadiyah Rogojampi. ”Untuk kegiatan selanjutnya akan diadakan pada bulan Agustus di rumah sakit kami,’’ kata dr. Handri Irawan, MMRS, Direktur RSIA PKU Muhammadiyah Rogojampi. Rumah sakit yang berlokasi di

ISTIMEWA

PARTISIPASI: Sebagian tim RSIA PKU Muhammadiyah Rogojampi usai berdonor darah. jalan Raya 20 Rogojampi sejak tahun 2013 ini telah melayani pasien Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Masyarakat pemegang kartu Jamkesmas dapat mempergunakannya di rumah sakit tersebut tanpa biaya dan tak perlu jauh-jauh ke datang ke Kota Banyuwangi. Layanan

yang disediakan adalah penyakit kandungan, kesehatan anak, penyakit dalam, penyakit syaraf baik rawat inap dan rawat jalan yang kesemuanya ditangani oleh dokter spesialis. RS PKU Muhammadiyah Rogojampi juga menyediakan poliklinik dokter spesialis kandungan, anak,

penyakit dalam, juga poliklinik gigi dan umum. Selain buka praktik pagi, seperti klinik gigi yang berpraktik mulai pukul 09.00 hingga pukul 13.00. ”RSIA PKU Muhammadiyah Rogojampi juga membuka poliklinik pada siang hari. Klinik dokter spesialis anak melayanani pasien setiap hari mulai pukul 12.00 WIB,’’ ujar Handri. Sementara khusus poli kandungan, setiap hari senin dan rabu. Untuk klinik spesialis kandungan ditangani 2 orang dokter spesialis kandungan, hari Senin khusus pukul 14.00, dan hari Rabu buka pada pukul 12.00 dan 14.00. ”Pada bulan Mei dibuka klinik fisioterapi yang akan membantu pasien di rawat jalan maupun rawat inap,’’ kata Handri. Yang unik dari layanan klinik fisioterapi ini adalah layanan massage kesehatan, yang bisa dimanfaatkan penderita rawat inap. ”Badan pegal-pegal karena berbaring lama di tempat tidur akan kembali segar setelah memanfaatkan layanan ini,’’ cetus dokter asal kota Genteng ini. (adv) TOHA/RaBa

BERITA UTAMA

Rabu 1 Mei 2013

43

HALAMAN SAMBUNGAN

Kena 4 Tahun, Sudah Dijalani 2 Tahun n AYAM... Sambungan dari Hal 33

Menindaklanjuti laporan tersebut, kata Marlik, semua warga yang akan membesuk keluarganya diperiksa lebih ketat. Akhirnya sekitar pukul 13.30 kemarin, ada seorang pria yang diketahui bernama Nur Effendi masuk ke lapas untuk menemui Febry Prayogi, 22. “Nur Effendi akan membesuk Febry sambil membawa menu ayam pedas,” sebutnya. Ayam pedas yang dibawa ter sangka itu, kata Kalapas Marlik, oleh petugas diperiksa serius. Hasil pemeriksaan itu, di temukan tujuh pahe sabu. “Tujuh paket sabu itu dikemas dalam plastik sedotan. Paket nar koba itu disembunyikan di balik kulit ayam pedas,” jelasnya. Kalapas Marlik mengaku belum tahu pasti berapa berat SS yang akan diselundupkan tersangka ke dalam lapas itu. Yang

GALIH COKRO/RaBa

KENA: Nur Effendi memegang paket SS yang sudah dilepas dari ayam pedas di Lapas Banyuwangi kemarin.

pasti, SS tersebut dimasukkan ke tujuh potongan sedotan dan ditutup rapi. “Memang cukup rapi, potongan sedotan berisi

sabu itu diselipkan di balik menu ayam pedas,” katanya. Ayam pedas yang dibawa Nur Effendi itu, berupa kepala ayam

dan leher ayam. Ayam pedas yang dibawa Effendi ada lima potong kepala. Dua po tong kepala ayam masing-masing diisi dua pahe SS, dan tiga potong ayam pedas lain masing-masing berisi satu pahe. “Semua tujuh paket,” sebutnya. Sementara itu, Nur Effendi mengaku tidak tahu bahwa di ayam pedas yang dibawanya itu terdapat paket sabu. Dia mengaku, ayam pedasnya itu sem pat dipinjam seseorang yang tidak dikenal. Effendi menyebut, lima potong ayam pedas itu dibeli seharga Rp 15 ribu di warung Desa Kradenan, Kecamatan Pur woharjo. Saat membeli ayam pedas tersebut, dirinya dihubungi seseorang yang tidak dikenal. “Orang itu ngajak bertemu di Stadion Purwoharjo,” katanya. Saat bertemu di Purwoharjo, orang yang baru dikenal itu ternyata sudah tahu bahwa dirinya akan menjenguk Febry di Lapas

Banyuwangi dan membawakan ayam pedas. “Ayam pedas itu sempat dipinjam sebentar dan bilang titip untuk Febry,” ujarnya. Sambil menundukkan wajahnya, Effendi mengaku tidak membuka ayam pedas itu setelah dimasukkan sesuatu oleh orang yang baru dikenal itu. Di rinya mengaku langsung meluncur ke Banyuwangi untuk membesuk temannya itu. “Saya baru sekali ini membesuk di lapas,” cetusnya. Sementara itu, Kasatreskoba

Polres Banyuwangi, AKP Watiyo, langsung tiba di lapas setelah dilapori kejadian itu. Watiyo segera memeriksa tujuh pahe SS yang diselundupkan ke lapas lewat ayam pedas itu. Untuk pembuktian, satu bungkus pahe SS sempat dibuka. “Ini memang narkoba,” tegas Watiyo sambil mengamati kristal putih tersebut. Untuk keperluan pengusutan, Effendi dan tujuh pahe SS itu dibawa ke Mapolres Ba nyuwangi. Napi kasus narkoba,

Febry Prayogi, yang akan dikunjungi tersangka juga diperiksa petugas kepolisian. “Akan kita kembangkan, Febry akan kita periksa,” kata Watiyo. Febry yang diduga sebagai pemilik tujuh pahe itu merupakan napi kasus narkoba. Dia baru menjalani masa pidana dua tahun dari empat tahun empat bulan masa hukuman yang harus dijalani. “Febry yang akan dibesuk tersangka ini adalah napi narkoba,” kata Watiyo. (abi/c1/bay)

Ibarat Jalan Tol di Dunia Maya n BANYUWANGI... Sambungan dari Hal 33

Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan,peningkatanjaringan internet di daerah mempunyai dampak positif signifikan terhadap masyarakat. Riset Bank Dunia menunjukkan, setiap pertumbuhan broadband 10 persen akan mampu mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi (produk domestik bruto/PDB) hingga 1,3 persen. Tifatul menjelaskan, kesenjangan spasial atau georeference bisa diatasi dengan menggelar broadband yang masif ke daerah-daerah. Digitalisasi daerah bisa mempercepat peningkatan daya saing (competitiveness) dae rah. ”Saya mengapresiasi program inovasi Banyuwangi yang menjadi kota pertama yang dipilih Telkom untuk menjadi kota yang digital friendly dengan 10.000 WiFi,” kata Tifatul.

Dampaknya digital friendly itu, lanjut Tifatul, luar biasa di sektor pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, mengembangkan dunia usaha, dan mempercepat pelayanan publik. Karena itu, Menkominfo Tifatul mendorong Banyuwangi terus berinovasi meningkatkan IT demi menyejahterakan rakyat. Sementara itu, saat ini telah terpasang 1.100 WiFi di Banyuwangi. 2014 mendatang, di Banyuwangi ditarget terpasang 10.000 titik. Instrumen TIK telah digunakan untuk mengembangkan berbagai sektor kehidupan di Banyuwangi, mulai pendidikan, kesehatan, ekonomi, keagamaan khususnya pembayaran zakat, hingga berbagai ma cam pelayanan pemerintah daerah ke masyarakat. Percepatan pembangunan infrastruktur dunia maya itu dirangkai dalam program Banyuwangi Digital Society (B-Diso).

Bupati Anas mengatakan, digitalisasi daerah diharapkan bisa meningkatkan per ge rakan ekonomi lokal. Digi ta lisasi daerah juga akan mengefisienkan kehidupan pu blik. Instrumen teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah kebutuhan wajib dalam menghadapi tantangan zaman. ”Dalam dunia yang semakin tan pa batas, borderless, semua orang bisa mengakses pengetahuan, mencari inspirasi bisnis, hingga mengembangkan dunia usaha melalui internet,” kata Bupati Anas. Masyarakat harus me manfaatkan instrumen TIK secara positif demi meningkatkan kualitas kehidupan sosial-ekonomi. Pemkab Banyuwangi akan memanfaatkan instrumen TIK untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. ”Kami akan mengembangkan penyelenggaraan kepemerin-

tahan yang berbasis TIK demi memacu kualitas layanan publik secara efektif dan efisien,” tekadnya. Ada dua pilar yang akan di bangun, ungkap mantan anggota DPR RI itu, yakni pengelolaan sistem informasi ma najemen (management information system) dan peningkatan pelayanan publik menggunakan instrumen TIK. Bupati Anas optimistis infra struktur dunia maya tersebut akan menjadi pe micu per tumbuhan dan pe merataan ekonomi. ”Jalan tol di dunia maya yang di bangun di Banyuwangi ini bisa dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pasar dari dunia usaha di Banyuwangi. Selain itu, bisa digunakan menciptakan inovasi baru dari sisi peningkatan nilai tambah produk atau layanan jasa services,” pungkasnya. (afi/c1/bay)

Klarifikasi Hadirkan Mey dan Panwaslu n BACALEG... Sambungan dari Hal 33

Seperti diberitakan kemarin, mendekati Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014, persai ngan antar partai politik se makin terasa. Setidaknya, terbukti dengan adanya nama satu bacaleg yang tercantum dalam daftar caleg sementara (DCS) dua parpol berbeda. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menye-

butkan, satu nama bacaleg yang terdaftar ganda tersebut adalah Mey Istiorini. Perempuan yang satu ini terdaftar dalam DCS Partai Demokrat (PD) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Uniknya, di dua parpol tersebut, Mey sama-sama ditempatkan di Daerah Pemilihan (Dapil) Banyuwangi IV. Dalam DCS PD, Mey terdaftar sebagai bacaleg Dapil IV nomor urut enam. Di DCS Hanura, Mey menempati nomor urut tiga di dapil yang meliputi Kecamatan Purwoharjo,

Tegalsari, Bangorejo, Siliragung, dan Pesanggaran, tersebut. Dikonfirmasi terkait bacaleg yang ditengarai terdaftar ganda tersebut, Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin me ngatakan, pihaknya akan me minta kelompok kerja (pok ja) pencalegan atau divisi hukum KPU melakukan klarifikasi. Dikatakan, dalam klarifikasi tersebut KPU akan menghadirkan pengurus PD dan Hanura. “Kami juga akan menghadirkan Mey Istiorini dan

Panwaslu (Panitia Pe ngawas Pemilu),” ujarnya Senin (29/4). Menurut Syamsul, jika terbukti bahwa dua nama Mey Istiorini tersebut satu orang, maka pihaknya akan mempersilakan Mey memilih salah satu parpol. “KPU tidak bisa memaksa perseorangan maupun parpol menentukan bacaleg. Yang jelas, peraturan menyebut seorang caleg tidak boleh diajukan dua parpol berbeda,” tegas mantan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi tersebut. (sgt/c1/bay)

ALI NURFATONI/RaBa

TABRAKAN MAUT: Seorang petugas menunjukkan bodi Toyota Avanza yang menabrak pasutri hingga tewas di Mapolsek Muncar kemarin.

Kedua Korban Mengalami Pendarahan yang Hebat n PASUTRI... Sambungan dari Hal 33

Karena jarak terlalu dekat, sopir Avanza, Khoirul Ikhwan, 25, warga Dusun/Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, tidak bisa menghindar. Mobil warna merah itu pun langsung menabrak motor yang dikendarai pasutri tersebut. Akibat tabrakan itu, pasutri lanjut usia tersebut mengalami pendarahan hebat. Masdar dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian,

sedangkanBuKommengembuskan napasterakhirdiPKUMuhammadiyah, Muncar. Selain menelan dua korban jiwa, kecelakaan yang terjadi pukul 19.30 tersebut juga menga kibatkan dua kendaraan rusak. Hanya saja, kerusakan motor pasutri tersebut lebih parah. Sampai kemarin, dua kendaraan tersebut masih berada di halaman Mapolsek Muncar. Kanitlantas Polsek Muncar Aiptu Tri Agus mengungkapkan, sesaat setelah kejadian pihaknya

langsung membawa dua korban ke rumah sakit terdekat. Tetapi, nyawa dua korban tidak bisa diselamatkan. ‘’Dua korban samasama mengalami pendarahan dan patah tulang,” kata Agus Tri. Setelah itu, petugas langsung menyerahkan kedua korban kepada pihak keluarga. Kedua pasutri tersebut dimakamkan di pemakaman umum Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar. “Sopir Avanza masih kita mintai keterangan,” tandas Tri Agus. (ton/c1/aif)

CINTA IBU: Irianto diamankan petugas di Mapolsek Sempu kemarin.

Ortu Menunggu di Luar Ruangan n JALANI... Sambungan dari Hal 33

Dari empat siswa yang mengikuti unas susulan itu, tiga di antaranya melaksanakan di kantor Dispendik Kabupaten Ba nyuwangi. Satu siswa lain mengikuti unas susulan di Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah, Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat. “Mengikuti unas di Fatimah karena masih sakit,” cetus Sekretaris Dispendik Banyuwangi, Dwi Yanto, kemarin (30/4). Siswa yang mengikuti unas susulan di RSI Fatimah itu

adalah M. Syaiful Hasan, 17, peserta dari MTsN Wongsorejo. Syaiful menjalani perawatan di rumah sakit itu sejak Minggu (21/4) lalu karena mengalami kecelakaan lalu lintas. “Yang mengikuti unas susulan di rumah sakit hanya satu siswa,” terang Dwi Yanto. Dwi Yanto menyebut, tiga siswa lain yang mengikuti unas susulan itu berasal dari SMPN 3 Rogojampi, SMPN 2 Kalipuro, dan MTsN 1 Banyuwangi . Semua siswa yang m e ngikuti unas susulan itu tidak mengikuti unas sesuai waktu yang dijadwalkan. “Unas su sulan ini waktunya

Senin hingga Kamis mendatang,” katanya. Aturan dalam unas susulan ter sebut tidak beda dengan unas. Selain diawasi guru, juga dipantau pihak kepolisian dan perguruan tinggi. “Aturan dan model pengawasan dalam unas susulan sama,” ujar Dwi Yanto. Alasan para siswa tidak mengikuti unas dan harus ikut unas susulan itu ternyata beragam. Ada yang tidak bisa ikut unas karena sakit, ada pula yang mengalami kecelakaan lalu lintas. “Ada yang pergi ke Bali, sekarang pulang dan ikut unas susulan,” bebernya.

Sementara itu, M. Syaiful Hasan yang terpaksa mengikuti unas susulan di RSI Fatimah terlihat serius mengerjakan semua soal. Kedua orang tuanya, Asran Yazuli dan Siti Khodijah, terus memperhatikan putranya dari luar ruang perawatan. “Saya suruh ikut unas tahun depan gak mau. Maunya sekarang,” kata Siti Khotijah, ibu kandung Syaiful. Khotijah menyebut, putranya itu mengalami kecelakaan usai mengikuti istighotsah di sekolahnya sehari sebelum unas pekan lalu. “Akan unas malah tabrakan,” katanya. (abi/ c1/bay)

Tetap Semangat meski Gadaikan BPKB n PAKAI... Sambungan dari Hal 33

Pembahasan dan alokasi anggaran untuk duta olahraga Banyuwangi tersebut luput dalam APBD 2013. Hal itulah yang mereduksi semangat kontingen Banyuwangi ke ajang Porprov mendatang. Beberapa persiapan atlet mendadak dihentikan. Persiapan menuju Porprov hanya terasa di beberapa cabang olahraga yang melakoni babak kualifikasi (pra-Porprov). Cabang sepak bola, bola basket, catur, pencak silat, dan bola voli menjadi penjaga api spirit tim Banyuwangi tampil di Porprov mendatang. Meski tetap bersemangat, tapi sejatinya masalah mereka sama dengan cabor lain. Mereka juga kesulitan mendapatkan dana untuk pembinaan dan persiapan atlet. Untuk menyiasati kondisi itu, banyak cabor yang melakukan upaya penyelamatan pribadi agar semangat para atlet tidak kendur. Salah satu caranya, menggunakan uang pribadi sebagai

biaya persiapan para atlet. “Semua kegiatan sementara dibiayai oleh pengurus. Entah dari mana sumbernya, pokoknya harus ada dulu demi atlet,” ujar Bambang Wahyuono, salah satu pelatih silat Banyuwangi. Tidak hanya cabor pencak silat yang harus mengongkosi pemusatan latihan para atlet denganuangpribadipengurus.Beberapacabang yang berlaga di pra-Porprov juga melakukan hal yang sama. Bahkan, bukan hanya uang pribadi, tapi juga pinjam alias utang. Bolak-balik ke bank dan koperasi adalah solusi atas masalah dana pemusatan latihan. Sertifikat dan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) terpaksa menjadi jaminan demi kelangsungan pemusatan latihan kontingen Banyuwangi di ajang prestisius di Jawa Timur tersebut. Nominal yang dipinjam ternyata tidak sedikit. Rata-rata pentolan cabor terpaksa ngutang mulai Rp 25 juta hingga ratusan juta. Itu belum termasuk bunga tiap bulan atas utang tersebut. Itu pun baru untuk menutup biaya pemusatan latihan, termasuk ongkosongkos lain dalam pra-Porprov.

Tengok saja cabang sepak bola yang sempat menjadi tuan rumah babak kualifikasi ajang dua tahunan tersebut. Biaya penyelenggaraan dipastikan membengkak. Biaya pertandingan sebagai tuan rumah, perangkat pertandingan, hingga izin keamanan, sangat menyita biaya. Dana yang dipinjam ke bank itu, selain untuk akomodasi atlet dan pelatih, juga untuk konsumsi para atlet agar fit. Itu belum ditambah biaya lain-lain yang tentu saja tidak sedikit, seperti biaya penginapan. Lalu, bagaimana dengan KONI? Secara prinsip KONI dan pemerintah sudah menjalin komunikasi. Solusi tidak populis pun diambil dalam mengatasi kekurangan anggaran itu, yakni meminjam dana cabor. Ada dana Rp 1,6 miliar dari Rp 3 miliar dana KONI yang dipinjam untuk membiayai pahlawan olahraga Banyuwangi itu ke Porprov mendatang. Sayang, hingga kemarin dana itu belum cair. Bendahara KONI Mandiri Warang Agung mengungkapkan, dana tersebut masih dalam tahap pencairan. “Dana itu sedang dalam proses,” ujar politisi asal PKS tersebut. (c1/bay)

ABDUL AZIZ/RABA

Disembunyikan di Rumah n CURI... Sambungan dari Hal 33

Yono pun curiga pelakunya adalah Irianto. “Kemudian, korban melapor ke polsek,” Kata Kapolsek Sempu AKP Toha Choiri. Atas laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, dugaan kuat memang mengarah kepada Irianto. “Kemudian, dia

kita datangi dan kita tanya,” tandasnya. Awalnya pelaku membantah. Namun, setelah didesak, akhirnya dia mengakui dan barang bukti disembunyikan di rumahnya. Mengapa pelaku nekat mencuri PS tersebut? Menurut kapolsek, Irianto kebingungan biaya pengobatan ibunya yang sedang sakit. “Katanya ibunya sakit dan butuh biaya,” pungkasnya. (azi/ c1/aif)

Belum Ada Kiriman dari Pusat n RIBUAN... Sambungan dari Hal 44

Di Kecamatan Jangkar, dari 25.524 orang yang melakukan pe rekaman e-KTP, 5.823 warga belum menerima e-KTP. Di Kecamatan Asembagus, 3.500 warga belum menerima e-KTP, dan di Kecamatan Ba nyuputih ada 1.063 warga yang belum menerima e-KTP. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, H. Agus Tjahjono, membenarkan kabar ri-

buan warga Situbondo belum menerima e-KTP. Bahkan, selain di 5 kecamatan tersebut, keterlambatan pengiriman e-KTP juga terjadi di beberapa kecamatan lain di Situbondo. “Benar, banyak e-KTP yang sampai saat ini belum dikirim dari pusat,” terang H. Agus, Senin (29/4) lalu. Pihaknya sudah berupaya agar ribuan e-KTP tersebut segera dikirim. Namun, sampai saat ini e-KTPitubelumbisadidistribusikan. Sementara itu, keterlambatan pengiriman ribuan e-KTP itu

menjadi masalah baru bagi masyarakat, terutama mereka yang masa berlaku KTP-nya sudah habis. Selain itu, juga banyak remaja yang berusia 17 tahun belum menerima e-KTP. Lantaran tidak memiliki KTP yang berlaku, beberapa orang terpaksa mengurungkan niatnya keluar kota. Seperti dialami Muhammad Saleh, warga Desa Sekarputih, Kecamatan Ma ngaran. Keinginannya bekerja di Bali terpaksa ditunda. (rri/c1/als)

Keluarga Langsung Histeris n DITERJANG... Sambungan dari Hal 44

Mereka bahu-membahu membantu tim SAR BPBD dan Satuan Polisi Air Polres Situbondo. Beberapa jam kemudian, se telah petugas dan warga

melakukan penyisiran ke sejumlah tempat, tubuh Samo di temukan di pinggir pantai dalam keadaan tak bernyawa. Sejumlah anggota keluarganya pun langsung histeris. Mila, anak korban, mengungkapkan bahwa sang bapak yang

memang berprofesi sebagai nelayan itu memancing ikan ke laut setiap hari. Usai salat Subuh, Samo melaut. “Saya mendengar kabar bapak mengalami tenggelam di laut dari tetangga yang datang ke rumah,” terang Mila. (pri/c1/als)

44

Rabu 1 Mei 2013

Ribuan Warga Belum Terima e-KTP SITUBONDO - Meski perekaman masal kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) sudah berakhir beberapa waktu lalu, tapi warga di sejumlah kecamatan di Kota Santri sampai hari ini masih banyak yang

YUSROH ABDILLAH/RaBa

WISUDA S1: Suasana wisuda mahasiswa STKIP PGRI Situbondo kemarin (30/4).

STKIP Wisuda 329 Sarjana SITUBONDO - STKIP PGRI Situbondo mewisuda 329 sarjana pendidikan strata satu (S1) kemarin (30/4). Diah Suci Ning Sari dinobatkan sebagai wisudawan dengan indeks prestasi (IP) terbaik, yakni 3,39. Hadir dalam wisuda sarjana yang ditempatkan di GOR Baluran, Situbondo itu, Bupati Dadang Wigiarto dan Wabup Rachmad, Ketua PGRI Jawa Timur dan Drs. H. Ikhwan Sumadi, MM. “Selamat ke-

pada wisudawan STKIP PGRI Situbondo. Semoga STKIP Situbondo mampu meningkatkan prestasi dan terus berkembang,” terang Bupati Dadang. Ketua STKIP H. John Hari Santoso MM berharap para sarjana itu bisa menerapkan kompetensi yang dimiliki. “Yang ingin berprofesi menjadi guru silakan. Begitupun yang ingin bergelut di bidang lain,” kata John. John mengungkapkan, satu tahun ini STKIP akan membuat

tiga terobosan demi meningkatkan kualitas, yakni mendirikan empat laboratorium grafis, multimedia, sistem jaringan, sistem informatika, dan perkembangan perangkat lunak, serta pemrograman dan informatika teori. Selain itu, terkait pelayanan, akan dikembangkan pelayanan secara online, peningkatan proses pembelajaran dan peningkatan SDM. “Kita akan menyekolahkan sepuluh tenaga pengajar ke S2,” imbuhnya. (pri/*/c1/als)

Diterjang Badai, Nelayan Tewas SITUBONDO - Samo, 65, nelayan asal Dusun Asta, Desa/ Kecamatan Arjasa, bernasib malang. Perahu yang ditumpanginya terbalik dan tenggelam di perairan Setonggek, Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, kemarin (30/4). Setelah dilakukan penyisiran, tubuh korban ditemukan di pinggir pantai tidak jauh dari lokasi kejadian dalam keadaan tak bernyawa. Kemudian, jenazah Samo dilarikan ke puskesmas setempat. “Dari keterangan sejumlah temannya, korban d i ha nt a m o m b a k b e s a r,” kata Kasatpol Air Situbondo, Iptu Basori Alwi. Informasi yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, Samo hendak pulang melaut sekitar pukul 11.00 WIB. Tiba-tiba angin kencang datang dan menyebabkan gelombang laut besar dan membalikkan perahu yang ditumpangi Samo. Akibatnya, tubuh korban yang sudah tua tersebut terpental dan tenggelam di laut.

Mendengar kabar tersebut, puluhan warga membantu

melakukan pencarian n  Baca Diterjang...Hal 43

Siswa SDK dan SMPK Tanam Mangrove KENDIT - SDK Xaverius dan SMPK St Elias Situbondo punya cara sendiri untuk memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April lalu. Lembaga pendidikan yang berkantor di Jalan Mawar itu melakukan penanaman mangrove di pantai Desa Klatakan, Kecamatan Kendit. Kegiatan bertajuk “Penanaman Mangrove Bersama: A Hope For Mother Earth, A Hope For Mankind” ini juga melibatkan warga Gereja Katolik BMV Stella Maris Situbondo dan anggota Ikatan Alumni Sekolah Katolik Situbondo (Ika SKS). Selain itu Dinas Perikanan dan Kelautan serta dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP juga ikut di dalamnya. Jumlah peserta mencapai lebih 200 orang. Ada 750 pohon mangrove yang ditanam. Jenisnya apiapi (avicennia marina) dan tinjang

EDY SUPRIYONO/RaBa

RAWAT ALAM: Siswa SDK Xaverius dan SMPK St Elias Situbondo menanam mangrove di pantai Desa Klatakan kemarin.

(Rhizopora mucronata). Kegiatan penanaman mangrov oleh SDK Xaverius dan SMPK St Elias Situbondo rutin dilakukan di lokasi yang sama. Kali pertama dilakukan pada 2012 dengan penyulaman sebanyak tiga kali sepanjang 2012. Kepala SDK Xaverius Rudi Afianto, S.Pd, M.Pd mengatakan,

para siswa harus dikenalkan dan dididik mencintai lingkungan sejak dini. “Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa semakin menyadari pentingnya ekosistem mangrove bagi kehidupan manusia dan alam semesta, serta mencintai dan melestarikannya,” terang Rudi.(pri/adv/als)

Camat Kapongan Juara 3 Jatim SITUBONDO - Camat Kapongan, Agung Wintoro, S.Sos, MSi meraih penghargaan bergengsi. Dia dinobatkan sebagai juara ketiga lomba camat berprestasi yang digelar Provinsi Jawa Timur. Lulusan IPDN itu mampu berada di posisi tiga besar setelah camat dari Kabupaten Pacitan dan Madiun. Penghargaan diberikan langsung Sekretaris Provinsi (Sekprov) Jatim pada upacara hari otonomi daerah di halaman kantor Gubernur Jawa Timur. “Kunci suksesnya adalah sinergistas antar berbagai pihak dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab secara profesional dan keteguhan komitmen untuk mewujudkan visi-misi Bupati Situbondo,” terang Camat Kapongan, Agung Wintoro. Dia mengungkapkan, salah satu penunjang nilai plus dalam

ISTIMEWA

lomba camat berprestasi adalah Kecamatan Kapongan telah lebih awal melaksanakan pelayanan administrasi terpadu kecamatan (PATEN). Di Jawa Timur, baru Sumenep dan Situbondo yang telah melaksanakan PATEN. Menurut Agung, penilaian lomba camat berprestasi semua aspek bidang kerja camat. Mulai upaya peningkatan derajat

JEMPOL: Camat Kapongan, Agung Wintoro, menerima penghargaan dari sekprov Jatim sebagai juara III camat berprestasi.

kesehatan masyarakat, bidang kamtibmas, bidang sosial, bidang pendidikan, dan bidang-bidang lainnya “Di bidang keagamaan kita berusaha mewujudkan visi misi bupati membentuk masyarakat yang beriman dan bertakwa. Apalagi bupati sudah mencanangkan Situbondo sebagai bumi Selawat Nariyah,” ungkapnya. (pri/adv/als)

belum menerima e-KTP. Berdasar data yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, ada sekitar 4 ribu warga di Kecamatan Kapongan yang belum menerima e-KTP. Di

Kecamatan Arjasa, dari total 26.367 penduduk yang mengikuti perekaman e-KTP, sebanyak 6.367 warga belum menerima e-KTP n  Baca Ribuan...Hal 43


Radar Banyuwangi | 1 Mei 2013