Issuu on Google+

13 JANUARI

27

TAHUN 2013

Masykur-Gus Maki Menguat TEGALSARI - Perkembangan di arena Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU) mengerucut kepada dua nama kandidat ketua tanfidz. Kedua kandidat itu adalah incumbent H. Masykur Aly dan Wakil Ketua Tanfidziah H. Ali Maki Zaini (Gus Maki). Sejumlah ketua Tanfidz MWC dan Ranting NU yang me miliki hak suara kebanyakan menyebut nama Masykur dan Gus Maki sebagai kandidat ketua Tanfidz

PCNU Banyuwangi periode mendatang. Hanya, siapa yang lebih berpeluang di antara dua nama tersebut masih sulit diprediksi. Sebab, masingmasing memiliki peluang yang sama untuk meraih suara terbanyak n  Baca Masykur...Hal 33 AGUS BAIHAQI/RaBa

n Berita terkait baca halaman 28

PEMBUKAAN: Bupati Abdullah Azwar Anas menabuh beduk di Ponpes Darussalam, Blokagung, Tegalsari, kemarin.

Bengkak Sebesar Kepala KALIPURO - Nasib memilukan menimpa Nurhayati, 37, warga Lingkungan Kampung Baru, RT 2/RW 3, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Penyakit kanker ganas menyerang payudara sebelah kanannya. Saking parahnya serangan penyakit tersebut, payudara perempuan tersebut membengkak hingga nyaris seukuran kepala. Hingga kemarin (12/1), Nurhayati hanya bisa berbaring di tempat tidur sejak beberapa bulan terakhir n  Baca Bengkak...Hal 33

Kanker Mendera Nurhayati

menunjukkan DATA MEDIS: Sudirman inya. istr G US o dokumen fot Dampak : Sulit tidur, sakit luar biasa, tak cukup mengenakan baju

Posisi : payudara kanan Kondisi terkini : - Bengkak sebesar ukuran kepala - Ada luka - Berisi nanah dan darah Keluhan : mulai sakit sejak 2 tahun lalu Mulai terdeteksi : 5 bulan lalu

Saran medis: harus dioperasi

Payudara kiri : ukuran masih normal

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

DADA MEMBESAR: Nurhayati hanya bisa berbaring di rumahnya di Kampung Baru, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin.

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

FEE

Pawai Disambung Lomba Zikir Maulid BANYUWANGI - Guslah 6 Kecamatan Banyuwangi mendaftar Festival Endhog-Endhogan (FEE) yang akan digelar tanggal 24 Januari 2013 mendatang. Ketua Kelompok Kerja Guru Pen di dikan Agama Islam (KKGPAI) Kecamatan Banyuwangi, Mujtahid, men daftarkan Endhog-endhogan Guslah 6 di kantor Jawa Pos Radar Ba nyuwangi kemarin (12/1). Me nurut Mujtahid, bersamaan dengan pawai FEE yang start dari depan Pemkab Banyuwangi dan finis di depan SDN Kepatihan itu, KKGPAI Kecamatan Banyuwangi menggelar lomba Zikir Maulid yang dipusatkan di SDN Kepatihan n  Baca Pawai...Hal 33

PPT-KKTPA Ancam Tempuh Jalur Hukum SITUBONDO - Kabar akan dikeluarkannya Mawar (bukan nama sebenarnya), siswi Ma drasah Aliyah yang menjadi korban asusila gurunya sendiri, dari sekolahnya memantik reaksi Divisi Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT-KKTPA) Kabupaten Situbondo. Organisasi yang bermarkas di kompleks perkantoran RS dr.

Abdoer Rahem tersebut memastikan akan menempuh jalur hukum jika itu benarbenar terjadi. Jayadi, anggota Divisi Hukum PPT KKTPA Situbondo, mempersilakan sekolah tempat Mawar mengenyam pendidikan mengeluarkan siswi kelas III tersebut. “Silakan keluarkan korban dari sekolah agar kita tambah mudah memidanakan,” ancamnya kemarin.

Pria yang akrab dipanggil Jay tersebut mengatakan, PPT-KKTPA sangat terkejut de ngan berita bahwa Mawar akan dikeluarkan dari sekolah atau dititipkan ke sekolah lain. Sebab itu, PPT-KKTPA akan segera melayangkan surat klarifikasi dan permohonan perlindungan untuk Mawar kepada pihak sekolah dan Kemenag Kabupaten Situbondo.

Divisi hukum PPT KKTPA mendesak pihak sekolah dan Kemenag Kabupaten Si tubondo memberikan perlindungan terhadap korban dengan segala cara. Jika korban tetap dikeluarkan dan tidak mendapatkan perlindungan dari pihak sekolah, apalagi ada upaya diskriminasi, maka itu termasuk perbuatan pidana n  Baca PPT-KKTPA...Hal 33

Makam Dibongkar, Tali Pocong Raib

Festival

ADA APA LAGI

ISTIMEWA

ANEH: Kondisi makam Ngadinah di TPU Dusun Krajan, Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kemarin.

MUNCAR - Pencurian tak wajar menghebohkan warga Dusun Krajan, Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kemarin. Betapa tidak, pencuri nekat membongkar makam hanya untuk menggondol tali pocong. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, kuburan yang dibongkar itu adalah makam Ngadinah alias Nyai Karto Singas yang meninggal di usia 85 tahun. Nenek tersebut mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 03.30 Jumat lalu (11/1). War ga mengubur jasad Ngadinah sekitar pukul 08.00 di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat. Subandi, 70, juru kunci TPU, adalah yang pertama mengetahui ma kam tersebut dibongkar orang tidak dikenal. Peristiwa itu membuat dia kaget bukan kepalang. Sebab, kuburan sudah berlubang dan kain kafan yang membalut jasad almarhumah tampak. ‘’Diketahui pagi tadi

sekitar pukul 05.00. Yang pertama kali tahu juru kuncinya,” ujar Kapolsek Muncar Kompol Ary Murtini. Kompol Ary menegaskan, jenazah nenek tersebut masih utuh. Pencuri hanya mencuri tiga tali yang mengikat jenazah. “Jadi, terjadi pembongkaran diam-diam, lalu mengambil tiga tali pocong,” terangnya. Kepala Desa Tapanrejo, Suryatmojo mengungkapkan, jasad almarhumah tersebut kembali dimakamkan usai diketahui dibongkar. ‘’Sudah dikubur lagi. Ini saya masih ada di makam,” tururnya melalui telepon kemarin (12/1). Menurut Kades Suryatmojo, kematian warganya itu memang hari Jumat Kliwon. Meski begitu, dia tidak mengetahui tali pocong tersebut akan dimanfaatkan sebagai apa. ‘’Meninggalnya Jumat Kliwon, saya gak paham untuk apa barang tersebut,” ujarnya. (ton/c1/bay)

Melongok Kehidupan Nelayan Situbondo saat Cuaca Ekstrem GALIH COKRO/RaBa

PANGKAS: Petugas DKP menebang tanaman palem di Jalan A. Yani, Banyuwangi, kemarin.

Halangi Pintu, Pohon Ditebang BANYUWANGI - Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) menebang sejumlah pohon di Jalan A. Yani, Banyuwangi, kemarin (12/1). Pohon itu ditebang karena mengganggu akses masuk gedung milik warga. Selama ini, beberapa pohon itu tidak menghalangi warga karena belum ada bangunan. Saat ini, sudah berdiri bangunan perkantoran. Rencananya, bangunan yang persis berada di depan Bank BRI Banyuwangi itu akan digunakan sebagai kantor cabang Bank Panin. “Ada pengajuan pemotongan dari warga karena menghalangi pintu masuk gedung,” kata Kepala DKP Banyuwangi, Arief Setiawan. Karena menghalangi akses masuk, maka pihaknya memutuskan menebang po hon tersebut. “Kita potong hanya yang menghalangi pintu masuk,” kata Arief. (afi/c1/bay) http://www.radarbanyuwangi.co.id

Dipaksa Cuti oleh Ombak dan Angin Kencang Ada banyak sentra nelayan di Situbondo yang merupakan kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) itu. Di masa-masa rob dan cuaca ekstrem seperti saat ini, ribuan nelayan Situbondo pun terpaksa cuti melaut. NUR HARIRI, Situbondo NEL AYAN menghidupi ke luarganya dengan mencari ikan di laut hampir setiap hari. Ada yang me mancing dan ada pula yang menjaring ikan. Namun, dua pekan te rakhir, para nelayan di sekitar Pelabuhan Kalbut, Desa Tanjung Pecinan, dan nelayan di Pelabuhan Panarukan sudah tidak melaut.

Mereka tidak bekerja bukan karena malas, tapi lantaran cuaca ekstrem. Beberapa pekan terakhir, angin kencang di ser tai hujan terus mendera. Mereka pun tidak berani melaut karena takut tenggelam. Apalagi, Badan Pe nanggulangan Ben cana Daerah (BPBD) Situbondo sudah memberikan peringatan agar NUR HARIRI/RaBa nelayan tidak me- ISTIRAHAT: Nelayan berjalan sambil menggotong karung di Pantai Kalbut, Situbondo. laut sementara. Angin kencang disertai hujan itu perti di Kecamatan Besuki, Kendit, Peristiwa alam semacam itu mejuga terjadi di seluruh pesisir wi- Panarukan, bahkan hingga wilayah mang tidak bisa dilawan n  Baca Dipaksa...Hal 33 layah Kabupaten Situbondo, se- timur, yakni Kecamatan Banyuputih.

Masykur dan Gus Maki menguat di Konfercab NU Stok lama ternyata masih laku

Makam dibongkar, tali pocong raib Benar-benar keterlaluan, sudah meninggal pun masih dijarah

@gmail.com / radarbwi@yahoo.com email: radarbwi@gmail.com

KONFERCAB NU

28

Minggu 13 Januari 2013

12 - 13 JANUARI 2012 PP DARUSSALAM, BLOKAGUNG

Diikuti 1.116 Peserta

Peserta Wajib Pakai ID Card SEMENTARA itu, Konferensi Cabang (Konfercab) NU memang terkesan santai dan sering diisi guyonan. Namun, untuk urusan peserta yang akan masuk ke ruang konferensi, panitia pelaksana menyeleksi dengan ketat. Setiap peserta yang akan masuk ke ruang sidang diwajibkan mengenakan ID card (kartu identitas) yang telah disiapkan panitia. Petugas keamanan dari Barisan Serba Guna (Banser) GP Ansor Banyuwangi sengaja disiapkan di pintu masuk. Mereka langsung menegur peserta yang tidak mengenakan identitas. “Maaf, ID card harus dipakai,” tegas anggota Banser. Tidak sedikit peserta Konfercab NU yang akan masuk ke ruang sidang terpaksa ditahan di pintu masuk. “Kalau tidak membawa ID card, maaf bapak tidak bisa masuk,” kata anggota Banser yang lain. Ketua panitia Konfercab NU, Guntur Al-Badri mengatakan, ID card yang disediakan panitia itu harus digunakan setiap mengikuti sidang. Tanpa ID card, mereka tidak diperkenankan mengikuti acara. “Ini demi ketertiban,” dalihnya. Menurut Guntur, jumlah peserta konfercab cukup banyak. Berdasar data yang diterima, semua peserta dari MWCNU dan Ranting NU berjumlah 1.114 orang. (abi/c1/bay)

AGUS BAIHAQI/RaBa

TEGANG: Sidang pembahasan tatib sempat diwarnai protes dan interupsi para peserta konfercab kemarin.

TIDAK semua pengurus ranting NU yang diundang hadir dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Banyuwangi di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Dari 523 pengurus ranting NU, yang hadir dan mendaftar hanya 511 ranting. Itu artinya, ada 12 ranting yang tidak ikut konfercab. “Tidak semua pengurus ranting hadir,” cetus sekretaris panitia Konfercab NU, Muhamad Naseh. Menurut Naseh, di wilayah PCNU Banyuwangi ada 24 MWCNU dan 523 ranting. Semua pengurus itu telah diundang untuk mengikuti acara lima tahunan tersebut. “24 MWCNU hadir semua,” terangnya. Dalam konfercab, setiap MWCNU, yang berhak menjadi peserta empat orang. Pengurus ranting, yang bisa ikut konfercab hanya dua orang. “Semua peserta ini telah mendapat SK (surat keputusan),” katanya. Dari 24 MWCNU dan 509 ranting, jelas Naseh, peserta yang ikut konfercab sebanyak 1.116 peserta. “Peserta dari MWCNU 96 orang, dan peserta yang berasal dari ranting 1.020 orang,” bebernya. Selain dari MWCNU dan ranting, ada peserta peninjau yang berasal dari organisasi Badan Otonom (Banom) NU. Peserta yang berasal dari banom jumlahnya 60 peserta. “Peserta dari banom hanya diberi kesempatan ikut sidang komisi, tapi tidak punya suara,” ungkapnya. (abi/c1/bay)

Sidang Tatib Memanas

AGUS BAIHAQI/RaBa

KETAT: Banser mengecek ID card di depan ruang sidang.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

TEGALSARI - Sidang pleno pertama dengan agenda pembahasan tata tertib (tatib) pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) NU berlangsung panas kemarin (12/1). Sejumlah pasal dalam draf yang telah disiapkan panitia dibelejeti. Meski berlangsung aman dan lancar dalam pembahasan awal, tapi saat membahas kriteria calon dan proses pemilihan, suasana menjadi tegang. “Kami usul calon harus menyandang gelar S1 atau S2, karena ini sudah menjadi kebutuhan,” usul Syahroini, dari MWCNU Rogojampi. Usul itu ternyata ditolak kebanyakan peserta konfercab. Banyak alasan yang disampaikan peserta atas penolakannya. “Gelar sarjana tidak menjamin keberhasilan memimpin

organisasi,” kata salah satu peserta dari Glenmore. Perdebatan panas kembali terjadi saat membahas Pasal 27 ayat 3. Dalam draf yang ada, bakal calon (balon) bisa maju dalam pemilihan bila mendapat dukungan 150 suara. “Saya usul dukungan bagi calon yang akan maju dalam pemilihan ini didukung 250 suara,” sebut Ketua Rais Syuriah MWC NU Genteng, KH. Arsyad. Usul 250 suara bagi balon yang akan mengikuti pemilihan tersebut mendapat banyak dukungan. Akhirnya, Guntur Al Badri sebagai pimpinan sidang harus mengubah draf. “Calon bisa maju harus didukung 250 suara,” katanya sambil mengetuk palu. (abi/c1/bay)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

AGUS BAIHAQI/RaBa

KIAI: Peserta menyalami KH. Agus Ali Mashuri di arena Konfercab NU kemarin.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Jual Gedung •

• Investasi •

• Marketing •

• Rumah Cantik Murah •

• STNK •

• Karimun ‘00 (L) •

Dibuka Investasi sengon setot mdl 7 juta tagl 2-9 januari jangka waktu 5 tahun terima 22 juta. huubungi GS INVESMENT 08574680823

Dbthkn Marketing P/W max 30th min D1 pnmpiln mnrk&komp dg baik, krja dg deadline ktat&team work. Kirm: PT F1 Perkasa Jl. Pantai Pacemengan Blimbingsari Rgjampi Bwi eml: f1perkasa@yahoo.co.id

Djl Rmh Jl. Ronggolawe 36 (SMP 3 Kblnan) Bwi, hrg 250jt (nego). H. 085236396077. TP

• Obral Murah •

Dijual Gedung + fasilitas serta isinya bks tampung & pelatihan TKI, dulu PT Iin Era Sejahtera, al: Jl. Inspektur Suwoto 95B Lawang, Malang. LT 10.000m2, LB 4.000m2. Hub: Bu. Tatik 08129901823

Hlg STNK Nopol P 7442 ZS, an. Srinanti, Lingk. Cungking 03/01 Mojopanggung, Giri

Dijual Suzuki Karimun 2000 (L) Hijau Muda Metlk Istmwa 75Jt Nego 085335734023

• Rumah Cantik Murah •

Hlg STNK Nopol P 6026 ZI, an. Drs. Sunardi, MH. Jl. Letjen Sunyoto 26 03/01 Tukangkayu

Dijual obral murah 3 unit Honda Revo + 1 unit Honda Spacy, kadaan bru. 1 Unit mobil Bison Stcn, knds bgus. 3 Gerobak kue kndisi bgs. Hub: Jago Oli Rogojampi 0333-632888 / 08179680253

• Anda Telat Bulan? •

• Admin & Sales •

Anda telat bulan?? Solusi cepat & tepat melancarkan haid secara teratur dalam jangka 3 jam dijamin lancar, garansi & tanpa efek samping. Hubungi: 082333794444

Dbutuhkn Admin, max 25th, min SMA Kompt (min rumus2 Excel) pnglmn min 2th. Sales, max 25th, min SMA, jujur ulet, pglmn min 25th. Bersedia luar kota. Lamr: Jl. Gajah Mada A3C Banyuwangi

BANYUWANGI

Perum permata genteng blok AA-01 Lt 113, Lb 70, rumah cantik, murah,harga 390jt djual 320jt cukup byar 50% sisa 2th lagi bunga 0% ada yg siap sewa 15 jt/th hub 08885105987

Hlg STNK Nopol P 6507VD, an.Utomo Dauwis, H. Drs.MM.LingkGunungsariRT03/01BanjarsariGlagah

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK Nopol P 4847 EV, SIM A, C, KTP. an. Aryanbara Hartoadi, Sumberkolak

• Butuh Dana Cepat? •

• Tanah Kebun •

• Drafter •

Butuh Dana cepat jaminan BPKB Mobil/ Motor, lgsg cair. 08170051758/500018

Dijual tanah kebun di Kalipuro 1,3 Ha, Hub: Arya 082141057540. Tdk trma SMS

Dcr Drafter, pnglmn, bs autocad. Krm ke Hotel Ketapang Indah, Jl. Gatot Subroto km6 Bwi

BANYUWANGI

• Teknisi Oli, Kasir & Acc •

• Toko + Rumah Genteng •

Dcr Sgr Wanita u poss Kasir/SPG & Accounting, pglmn Min SMU/sdrjt & S1+Teknisi Oli & Variasi Mobil (Pria) pnglmn. Hub: Gas Car Wash & Variasi Jl. Piere Tendean No. 49 Bwi. 081803216312

Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto, 081233499888, 03170338181

• BPKB • Hlg BPKB Honda Nopol P 6999 ET, an.Slamet H. Jl. Irian Jaya II, RT01/01 Mimbaan, Panji

• Chevrolet • Dijual Chevrolet Captiva Aveo Spark baru. Hubungi: Fendy 081336495825

SITUBONDO

• Baleno ‘97 • Jl Baleno 1997, hijau metalik, 69jt nego, tangan prtama, original, 081333346665

• Mitsubishi New • Kredit DP ringan, bunga mulai 0%, hadiah lgsung BB, TV LED, ready Stock, all type, Mirage Pajero L300 dll, T. 081217913037

• KIA Picanto • Djl Picanto 2005 M/T hitam VR DVD LCD kamera 85 Nett. Hub. 081317774500 TP

• PRIMA Mobil •

• 2 Isuzu Bison • Dijual 2 Isuzu Bison tahun 1993, engkel Box posisi jalan, kondisi prima. Berminat, Hubungi: 085258568953

• Suzuki Carrry ‘90 • Dijual murah: Suzuki Carry tahun ‘90, no. L, body Alexander, warna kuning metalic, BU, Rp. 25 juta. Hubungi: 082 333 00 8871

• Grand Vitara JLX ‘07 •

STW ELf '11, Kjg Krista'03, PU SS '09, STW Espass '96, APV X '05, PU Futura '11, Avanza G'07'11, PU Granmax '11, Jazz'10, Escudo'98, Fortuner'10,Innovadiesel'08,Coltdiesel.Bscash/ kredit, hdh lgsg TV/lemari Es. H: 0811301676

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.

• Vario CW 09 • Jual Vario CW 09 htm STNK panjang ist ex dokter 11 jt pas hub 08887105016

• Honda Genio ‘92 • Jual Honda Genio 92 Silver, 61 juta nego, BU. 081333346665, 081805144642

Dijual Grand Vitara JLX tahun 2007, harga 161 juta nego, bisa cash /kredit atau tukar tambah, hubungi 08123453975 081335897888

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Deni Setiawan, Mega Dwi P. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

29

Minggu 13 Januari 2013

CYBER VILLAGE

Terpasang 900 Titik Wi-Fi BANYUWANGI - Rencana pemasangan seribu wireless fidelity (Wi-Fi) di Bumi Blambangan terus dimatangkan. Program seribu Wi-Fi itu merupakan kerja sama Pemkab Banyuwangi dengan PT Telkom Tbk. Rencananya, launching seribu Wi-Fi itu akan dilakukan Februari 2013 mendatang. Dari seribu titik yang direncanakan, sebagian besar sudah terpasang. “900 titik Wi-Fi sudah terpasang,” ungkap Plt Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Banyuwangi, Nur Agus Suharto. Sasaran pemasangan seribu Wi-Fi itu adalah kantor pemerintahan, mulai tingkat desa hingga kabupaten, area publik, dan pendidikan. Untuk kantor pemerintahan, semua kantor kecamatan, dan sebagian kantor desa. Untuk area publik, lanjut Agus, sasarannya adalah terminal, pelabuhan, dan sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) yang sudah selesai dibangun. Untuk lembaga pendidikan, prioritasnya adalah SMP, SMA dan SMK, serta sebagian sekolah dasar (SD). Selain sekolah, kata Agus, beberapa perguruan tinggi (PT) juga menjadi sasaran pemasangan seribu Wi-Fi. Jumlah Wi-Fi di masing-masing lokasi tergantung dengan tingkat kebutuhan. Seperti kampus PT dan RTH, ungkap Agus, pemasangan Wi-Fi lebih dari satu. Seperti di kampus Poliwangi, kampus yang sebentar lagi jadi negeri itu, dipasang sepuluh Wi-Fi. RTH Sritanjung, Taman Blambangan, Gor Tawang Alun, dan RTH Taman Makam Pahlawan dipasangi lebih dari satu. Selain areanya cukup luas, masyarakat yang berkunjung ke beberapa lokasi itu cukup banyak. Setelah di-launching, kata Agus, masyarakat bebas mengakses internet di sana. Internet itu bisa diakses semua kalangan dan semua umur. “Internet itu sudah dibersihkan dari situs-situs porno. Para pelajar bebas memanfaatkan fasilitas itu,” katanya. Dalam program seribu Wi-Fi itu, pemkab menyiapkan tempat dan jaringan listrik. Untuk jaringan Wi-Fi, seluruhnya disediakan pihak Telkom. “Tanggal launching belum kita putuskan. Februari mendatang insyallah sudah launching,” tambah Agus. (afi/c1/bay)

ADA APA LAGI

Puluhan Rumah Ambrol

NUR HARIRI/RaBa

BANYUPUTIH - Sungai di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, meluap Jumat malam lalu (11/1). Peristiwa itu mengakibatkan sebagian rumah warga rusak parah lantaran diterjang banjir bandang. Banjir bandang yang disertai banjir rob di Kecamatan Banyuputih itu menimbulkan kerusakan cukup parah. Diperkirakan, sedikitnya 30 rumah warga mengalami kerusakan. Dari sekian banyak rumah, yang paling parah adalah rumah milik Rumokso, 48, dan Alwi, 40, warga Desa Sumberanyar. Banjir yang berasal dari luapan sungai di sekitar Desa Sumberanyar tersebut diketahui berasal dari tiga sungai, yakni Sungai Bangeran, Sungai Curahtemu, dan Sungai Kalompret. Ketiga sungai itu tidak mampu menampung debit air di malam itu. Atas insiden itu, aparat kepolisian dan TNI bertindak cepat. Petugas gabungan tersebut langsung membantu warga yang rumahnya roboh. Selain merusak puluhan rumah warga, banjir bandang itu juga merendam ratusan rumah di tiga dusun hingga setinggi pinggang orang dewasa

RONTOK: Rumah salah satu warga yang ambrol setelah dihantam banjir bandang di Desa Sumberanyar, Banyuputih, Situbondo, kemarin (12/1).

 Baca Puluhan...Hal 33

Harga Cabai Terus Melambung

ALI NURFATONI/RaBa

DITAHAN: Sairi (tengah) dan barang bukti di Mapolsek Muncar kemarin.

Ingin Kaya, Rp 50 Juta Amblas MUNCAR - Kasus penipuan dengan modus penggandaan uang terjadi di area hukum Polsek Muncar. Tersangkanya adalah Sairi, 48, warga Dusun Sentong, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Usai ditangkap Kamis lalu (10/1), polisi langsung menetapkan pria tersebut sebagai tersangka. Hingga kemarin (12/1), tersangka masih mendekam di tahanan Mapolsek Muncar. Adalah Suparman, 54, warga Dusun/Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, yang menjadi korban kasus tersebut. Kasus tersebut bermula pada Oktober 2012 lalu. Ceritanya, Sairi mengetahui bahwa korban memiliki banyak utang. Kemudian, Sairi menawarkan diri untuk menggandakan uang Suparman agar tak habis hingga tujuh turunan. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi Suparman. Salah satunya, menyetorkan uang senilai Rp 85 juta. Bak gayung bersambut, korban percaya dengan tipu muslihat tersebut. Sampai-sampai dia nekat memberikan mobil pikap senilai Rp 30 juta. Selain itu, korban juga rela menyerahkan sepeda motor Honda Revo secara cuma-cuma kepada pelaku. Sairi menukar barang tersebut dengan sebuah piring kuno yang diklaim seharga Rp 25 juta. Sairi kembali datang ke rumah korban beberapa hari kemudian. Kali ini, korban diminta mengubur piring tersebut. Ada syarat lagi, yakni piring harus dipendam dengan uang tunai Rp 1,5 juta  Baca Ingin...Hal 33

AGENDA KOTA

KH. Yusuf Iskandar di MAB PENGAJIAN Ad-Dhuha digelar di Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi pukul 07.00 pagi ini (13/1). Pembicara dalam pengajian tersebut adalah KH. Yusuf Nur Iskandar, SH., M.Hum. Acara dilanjutkan dengan santunan yatim-piatu dan fakir miskin. (*)

BANYUWANGI - Tren peningkatan harga sejumlah bahan kebutuhan rumah tangga semakin membuat konsumen kembang-kempis. Bagaimana tidak, pasca lonjakan harga yang mencapai dua kali lipat pekan lalu, kini harga sejumlah bumbu masakan masih terus merangkak naik. Akibatnya sudah bisa ditebak, konsumen kelabakan dan terpaksa mengurangi jumlah pembelian. Pantauan wartawan koran ini di Pasar Banyuwangi menyebutkan kemarin (12/1), cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang meneruskan tren peningkatan harga. Setelah mengalami lonjakan harga dari Rp 12 ribu per kilogram (Kg) menjadi Rp 24 ribu per Kg, kini harga cabai rawit kembali naik

menjadi Rp 26 ribu per Kg. Fenomena serupa juga terjadi pada cabai merah. Sepekan lalu harga cabai merah naik dari Rp 8 ribu per Kg menjadi Rp 12 ribu per Kg. Nah, dua hari terakhir harga cabai merah kembali membumbung menjadi Rp 16 ribu per Kg. Tidak hanya itu, bawang merah dan bawang putih juga mengalami tren serupa. Sekitar sepekan lalu, bawang merah naik dari Rp 15 ribu per Kg menjadi Rp 20 ribu per Kg. Nah, kemarin harga bawang merah di pasaran mencapai Rp 24 ribu per Kg. Sementara itu, harga bawang putih melonjak menjadi Rp 26 ribu per Kg  Baca Harga...Hal 33

GALIH COKRO/RaBa

KOLEKSI: Perhiasan di sebuah toko emas di Pasar Banyuwangi kemarin.

Logam Mulia Naik SEMENTARA itu, kenaikan harga rupanya tidak hanya terjadi pada beberapa jenis bumbu masakan. Harga emas juga mengalami tren serupa. Meski fluktuatif, sejak sepekan terakhir harga emas cenderung naik. Ding Ding, salah seorang pemilik toko emas di kawasan Pasar Banyuwangi mengatakan, emas 24 karat (emas murni) kini dipatok seharga Rp 530 ribu per gram. Padahal, sekitar sepekan lalu, emas 24 karat dijual seharga Rp 522 ribu per gram. Nah, peningkatan harga emas 24 karat itu tentu saja mengakibatkan naiknya harga emas 22

karat (kadar emas 70 persen) dan emas muda (kadar emas 42 persen). Dikatakan, harga emas 22 karat kini mencapai 410 ribu per gram, sedangkan harga emas muda sebesar 240 ribu per gram. “Harga emas tidak stabil, naik-turun. Tapi dalam sepekan terakhir, kecenderungannya naik,” ujar Ding Ding. Lantaran harga emas meningkat cukup signifikan, Ding Ding mengaku pembelian perhiasan berbahan logam mulia tersebut mengalami penurunan. “Mulai tahun baru pembelian konsumen sepi,” keluhnya.(sgt/c1/bay)

GALIH COKRO/RaBa

MAHAL: Misriah menjajakan cabai di Pasar Banyuwangi kemarin.

Ingin Dimuat di Koran?

32

Rubrik Koran Pelajar (Koper) Jawa Pos Radar Banyuwangi yang dimuat setiap hari Minggu menerima sumbangan pemikiran dan tulisan dari para siswa dan guru. Silakan kirim artikel ke alamat email radarbwi@gmail. com. Jangan lupa sertakan foto diri atau ilustrasi dan beri keterangan untuk rubrik Koper.

Minggu 13 Januarii 2013

Greget Ekskul

Langganan Juara Gitapati

Semilir angin berembus pagi itu Mengusap, mengelus ranting bambu Sorak-sorai, gelak tawa Membahana memecah kesunyian Semua terpaku, terpukau karnamu Tatapan penuh arti Menyibak belantara kebodohan Membuang selimut kemalasan Bangkit dari tidur panjangnya Perlahan goreskan pena Pena pengukir kata-kata Kata sebagai ungkapan rasa Rasa syukur yang tak terukur Rasa suka yang bertahta Disinggah sana kawula muda Mengongsong masa depan Yang penuh harapan Susilowati. Guru SMPN 1 Banyuwangi.

Sang Musuh Ada yang ketuk pintu rumahku Hei…keluarlah Siapa? Aku, akulah musuhmu Oh kau! Ya kenapa, takut? Maaf, tolong beri aku sealit waktu Tunggu sejenak, aku makan dulu Sebelum jiwa terjilat oleh apimu Izinkan kubasuh kaki ibu Damaikan hasratmu Berdirilah di ambang pintu Siapkan pedangmu Jangan masuk sebelum aku suruh Dan tusuklah kala aku buka pintu Di situ aku siap Musyaffa’. Pencinta sastra.

A ST

Bangkit

IR

Tasya Syams El-diny. Siswa 7D SMPN 1 Banyuwangi.

IF

Senyum ibu mengembang bersama asap di dapur yang mulai mengepul menyambut bapak yang pulang bersama sekeranjang ikan

AD IB

Pagi ini angin laut berhembus lembut sekali mengetuk pintu rumahku mengantarkan bau amis dari perahu nelayan

Banyuwangi, 18 Desember 2012 lalu. Gita Persada nekat bersaing dengan banyak grup yang telah lama eksis. “Dengan adanya ekstra kurikuler drum band ini, diharapkan sekolah kami juga tidak terlalu tertinggal dari sekolah lain, utamanya yang berada di perkotaan,” cetus Kepala SD Negeri 1 Bagorejo Harjo Yuwono. Humas PDBI Cornelis Mangisi menjelaskan bahwa PDBI terus melakukan pembinaan terhadap grup drum band yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Salah satu bentuk pembinaan itu dilakukan melalui agenda rutin kejuaraan tingkat kabupaten yang diadakan setiap setahun sekali. Kejuaraan kabupaten Desember 2012 lalu diikuti 88 grup peserta mulai dari TK sampai umum. “PDBI juga melakukan pembinaan berupa kursus kepada pembina dan pelatih setiap tahun,” ungkapnya saat dihubungi tim Koper. Saat ini, ungkap Cornelis, tercatat ada 190 grup drum band di bawah naungan PDBI Banyuwangi. Jumlahnya mengalami fluktuatif, karena setiap tahun ada grup yang memperbarui nomor induk anggota PDBI yang habis masa berlakunya. Namun, ada juga grup yang sengaja tidak memperbarui . Pada tahun 2012 tercatat 47 grup memperbarui nomor induk anggotanya. “Jumlah terbanyak pernah mencapai 192 grup, yang jelas fluktuatif,” katanya. Cornelis mengakui grup-grup baru terus bermunculan dari kalangan sekolah. Hal itu terjadi lantaran PDBI terus memotivasi munculnya pembinaan drum band di sekolahsekolah. Bahkan, PDBI mengusulkan kepada Pemkab Banyuwangi untuk memberikan bantuan peralatan kepada sekolah. Khususnya SD. “Pada tahun 2007 sempat direalisasikan bantuan peralatan drum band bagi 24 SD Negeri,” ungkapnya. (irw)

PR

Sekeranjang Ikan

EKSTRA kurikuler (Ekskul) drum band masih diminati di kalangan sahabat Koper (Koran Pelajar). Terbukti, saat ini tumbuh banyak grup drum band baru dari kalangan sekolah di perkotaan maupun pedesaan. Grup drum band yang sudah lama terbentuk juga semakin eksis dan menorehkan banyak prestasi gemilang. Contohnya, grup drum band Tunas Brawijaya SDN 4 Penganjuran, Banyuwangi. Menurut pembinanya I Nengah Dharma, grup drum band di sekolahnya sudah lama berdiri, karena terbentuk pada tahun 1994. Hingga kini grup drum band Tunas Brawijaya itu masih sangat eksis. Prestasi yang diraih sudah tak terhitung. Tidak hanya meraih prestasi di tingkat Kabupaten Banyuwangi, namun juga mengukir sejarah juara hingga di tingkat Provinsi Jawa Timur. “Sejak berdiri pada tahun 1994, Tunas Brawijaya terus berkibar dan sudah meraih banyak prestasi di tingkat kabupaten maupun provinsi,” ungkap Nengah. Sementara itu, grup drum band baru terus tumbuh di Banyuwangi. Salah satunya Gita Persada Nusantara SD Negeri 1 Bagorejo, Kecamatan Srono. Grup dari sekolah pinggiran tersebut terbentuk dan diresmikan pada 3 November 2012 lalu. Baru sebulan berlatih, grup anyar tersebut langsung unjuk gigi dalam Kejuaraan Drum Band Kabupaten Banyuwangi 2012 yang digelar Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Cabang

K

SAJAK-SAJAK

Drum Band

DO

MERAIH prestasi optimal butuh perjuangan keras dari sahabat Koper (Koran Pelajar) untuk menggapainya. Jadi, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Usaha keras harus dilakukan, mulai dari belajar sendiri, hingga mengikuti bimbingan belajar dari guru dan pelatih, bahkan orang tua. Semua komponen tersebut sangat mempengaruhi siswa untuk berprestasi di bidang akademik maupun non akademik. Di luar komponen itu, sahabat Koper harus bisa membagi waktu antara belajar, kegiatan ekstra kurikuler, dan kegiatan lain. Jangan sampai hanya berprestasi di bidang non akademik, namun justru jeblok di bidang akademik. Seperti yang dilakukan Firsta Yufi Amarta Putri, siswa kelas VI SDN Model Banyuwangi. Prestasi yang diraihnya merupakan bakat dan talenta yang dimiliki putri pasangan Hery Yulistianto, SE dan Fitriana Okta Purwati itu. Setiap hari, dia selalu menyempatkan diri untuk belajar, mengikuti bimbingan dari sekolah, serta berlatih bakat dan minat kepada pelatih drum band yang ada di sekolahnya. “Kita harus pandaipandai membagi waktu agar anak tidak jenuh dan tetap terus termotivasi meraih prestasi,’’ kata Hery, sang ayah, kemarin. Sejak tahun 2010, sahabat Koper yang akrab disapa Fia, itu sudah mengoleksi seabrek prestasi. Terutama saat menjadi gitapati dalam kejuaraan drum band baik yang diadakan di ringkat Kabupaten Banyuwangi maupun kota lain di Jawa Timur. Di antaranya, juara I Finalis Firsta Yufi Amarta Putri Gitapati Klasemen Dasar Brass pada Kejurkab Drumband Bupati Cup IX tahun 2010 di Banyuwangi. Pada tahun 2011, Fia kembali menjadi juara I Gitapati Klasemen Dasar Brass pada Kejurkab Drumband Bupati Cup X. Dia juga menyabet gelar juara I Gitapati dalam Lomba Kirab Klasemen Dasar Brass. Tidak hanya itu, prestasinya dilengkapi dengan juara I Lomba Unjuk Gelar ( LUG ) Klasemen Dasar Brass. Yang paling membanggakan, pada tahun 2012 Fia menjadi The Best Field Commander (Gitapati) Klasemen SD di Malang pada 25-27 Mei 2012. “Suatu kebahagiaan menjadi juara dan membawa nama harum sekolah dan Banyuwangi,’’ ucap Fia dengan perasaan bahagia.(adv/irw)

ISTIMEWA

MERIAH:Penampilan grup drum band Tunas Brawijaya dalam Kejurkab PDBI 2012, Desember lalu.

Berharap Cinta tak Berakhir Luka Oleh Vivi Anggraini*

Rintikan air mata ini bukan karena aku tengah terluka Sesak dada ini bukan karena aku tengah kecewa Sesekali kukedipkan mata untuk memastikan bahwa ini nyata Aku sedang iba Seandainya Tuhan menciptakan manusia dengan hati yang sama Mungkin takkan pernah ada air mata Mungkin takkan pernah ada hati yang terluka Mungkin… Lihatlah mega, ada saat ia tak menampakkan indahnya, karena awan Bintang dan bulan pun sama, ada saat ia bersembunyi di balik hitam Tuhan, Mengapa Kau ciptakan bercak kelam dan menyuruhku memaknainya seorang diri? Senyum yang ia tebarkan setiap pagi, membawa kesejukan bagi kebanyakan orang yang menyapanya. Suara khasnya menggema membuat sebagian orang tertarik untuk berbincang dengannya. Wanita itu bernama Dewi Purnama. Cukup memanggilnya Dee untuk mengakrabkan diri dengannya. Saat ini Dee telah bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang perbankan. Dee mempunyai seorang kekasih bernama Mahendra Saputra. Mereka berpacaran sekitar empat bulan terakhir. Dalam riwayat kisah cintanya, keduanya sama-sama pernah tersakiti. Terutama Dee, dari lima lelaki yang pernah dipacarinya, semua menduakan cintanya. Akankah kupanjatkan doa, agar ia menjadi yang terakhir? Sama seperti sebelumnya, Tiap kuuntai kata dalam doa agar luka itu tak menganga, Tuhan menjawabnya dengan goresan di bekas yang sama. Sama-sama menyakitkan. Tapi bukan berhenti sampai di sana Aku akan tetap mencari siapakah lelaki yang pantas untuk berada dalam sudut ruang di hatiku. Takdir membawa Dee mengenal sosok pria yang membuatnya menengadahkan tangannya di hadapan Tuhan untuk memohon agar ia menjadi yang terakhir untuknya. Rasa bosan membawa Dee mengucap banyak harapan agar luka yang pernah dirasakannya tak akan kembali lagi. Semua itu tentang Hendra. Terlebih setelah ia mendengar cerita dari tiga wanita hebat yang tak pernah menyerah melawan rasa sakit di hatinya. Suatu malam, setelah Dee melakukan aktivitas rutinnya (membaca novel), wanita terhebat dalam hidupnya mengisakkan tangis di hadapannya. Perlahan ia bercerita tentang masa lalunya. Betapa cinta membuat lelaki terlena. Sedikit pun ia tak berpikir bagaimana perasaan orang-orang yang selama ini mendampinginya. Menginginkannya seutuhnya, menginginkan cinta sucinya tercurah tanpa cacat, menginginkan ketulusan hati yang ia berikan tanpa imbalan. Tapi ada kalanya semua harapan terbuang sia-sia. Isak tangis yang ia dengar malam itu, adalah isak pertama yang ia dengar untuk yang pertama kalinya. Dee hanya terpaku, mem-

bayangkan dirinya beberapa bulan yang lalu. Duduk sendiri, hanya berteman boneka kodok miliknya. Sesekali ia mengusap mata dan hidungnya dengan tissue yang ada di sampingnya. Mungkin sesak yang saat itu ia rasakan sama dengan sesak yang dirasakan oleh wanita yang kini ada di hadapannya. Oohh… tidak, kali ini mungkin lebih sakit. Dengan pandangan kosong, sesekali Dee mengusap tetesan air mata yang tak sengaja melewati pipi halusnya. “Mama… mama hebat, sangat hebat. Mama bisa melewati ini. Mama bisa jadi kebanggaan kita semua. Dee sayang mama.” Pelukan dari Dee menjawab curahan hati wanita yang tengah terluka itu. Perlahan sebuah lekung senyuman menyeruak dari bibir wanita yang beberapa hari ini tenggelam dalam kesedihan. Ucapan terima kasih mengalun dengan lembut, beberapa hari setelah Dee mendatangi sebuah rumah yang tak lain adalah rumah sahabat lama mamanya. Aku datang untuk mencari keadilan Untuk menerangkan ke mana sebuah ketulusan harus bersandar Untuk meluruskan ke mana sebuah hati harus berjalan Untuk menegaskan ke mana hidup harus berpangkal Seandainya hati manusia diciptakan sama Entahlah ke mana perginya air mata Bermuarakah? Atau gersang ditelan masa. Seandainya hati manusia diciptakan sama Akankah masih berlaku hukum rimba? Akankah mereka akan terluka? Akankah aku mampu memaknainya? * Kriiiing… kriiing… kriiing… Ponsel Dee berbunyi beberapa kali. Tertulis nama Yaya menelepon Dee pagi itu. “Halo, kenapa Ya?” ujar Dee. “Dee, ketemu yuk? Nanti siang bisa nggak? Aku mau cerita. Tolongin aku ya Dee?” kata Yaya tergesa-gesa. “Woless Ya. Kamu kenapa?” tanya Dee. “Udah ntar ketemuan aja di Cafenya Ratna jam 5 sore.” Ujar Yaya sembari menutup teleponnya. Satu lagi, wanita kuat yang menyambut kedatangan Dee sore itu dengan tetesan air mata. Cincin yang melingkar di jari manis Yaya, tanda

pinangan dari kekasihnya, bukanlah jaminan ia akan bahagia seterusnya. Tanggal yang telah ditetapkan bukanlah alasan untuk kesetiaan itu dipertahankan. Satu lagi, wanita kuat yang pernah memeluknya saat ia tenggelam bersama luka melihat kekasih hatinya memakaikan cincin pada wanita lain, merasakan goresan yang sama, sama-sama menyakitkan. Suara tangis pun menggema di sudut café milik teman kecilnya, seolah tak peduli bahwa beberapa pasang mata sedang memperhatikannya dari sudut yang berbeda. “Dee, sakit Dee. Mungkin ini lebih sakit dari apa yang kamu rasain dulu. Tiga bulan lagi akad nikah itu digelar di rumahku, dan dia milih cewek lain Dee. Aku liat sendiri, bahkan segampang itu dia bilang putus ke aku. Sakit Dee, sakit.” Ungkap Yaya. Tak kulihat keindahan mega yang Kau siapkan untuk menenangkan hatiku sore ini Buram, tak terpancar Aku pun tak melihat semburat kemuning senja yang mengungkap sejuta harap sore ini Gelap, tak terlihat Sakitku hari itu, kupikir hanya aku yang tahu Tapi aku salah, aku bukan apa-apa Lebam di mataku hari itu, kupikir hanya aku yang tahu Lagi-lagi aku salah, aku bukan apa-apa Cincin yang ia selipkan di jari manisnya hari itu, Ternyata jauh lebih baik dibandingkan jika harus menyapa jariku terlebih dulu Seakan tak berhenti aku bertanya “Mengapa” Alur itu tetap sama, bercerita tentang hati yang terluka. * Ketakutannya akan luka, membuat Dee selalu bertanya, akankah Hendra berbeda dari mereka? Akankah Hendra adalah pelabuhan terakhirnya? Akankah Hendra mampu menjadi sosok yang bisa meyakinkan hatinya bahwa dialah penghuni terakhir hatinya. Terlebih saat ia mendengar lantunan isak wanita hebat yang ia kagumi setelah ibunya. Lagi-lagi tetap sama, lantunan drama tangisan bak klise mengalun dengan lembutnya. Tapi ini nyata. Bagaimana seorang wanita memeluk bayi kecilnya dan memastikan padanya bahwa keadaan itu akan baik-baik saja, padahal itu buruk baginya. Betapa tidak, lelaki yang ia kagumi

bercengkerama dengan wanita lain dengan bahagianya. Mereka tak sadar, di sudut ruang kecil di rumahnya yang sempit, ada seseorang yang menangis. Sesekali ia memasang senyum pada anaknya dan berkata, “Ibu baik-baik saja Nak.” Getar suara itu mengisyaratkan pada Dee, bahwa wanita itu menahan ganjalan kerikilkerikil tajam yang selalu menusuknya setiap saat, setiap ia mengingat masa lalunya yang lebih menyakitkan dari masa lalu yang pernah dirasakan oleh Dee. Wanita hebat itu pun mulai bercerita, bagaimana ia selalu mengajarkan anak-anaknya untuk menghargai sebuah cinta, sekecil apa pun itu. Betapa ketulusan itu sama sekali tak mengharap balasan yang sama, meski terkadang hal itu menyakitkan. Betapa rasa sakit itu tak sepatutnya dibalas dengan kebencian. Betapa kasih sayang itu mengalir dari hati dengan sendirinya. Dia menangis untuk cinta, dan untuk kesekian kalinya Dee melihat wanita hebat yang terluka. Dia merasa kecil dan lebih lemah dari mereka. Dia masih meraba, apakah ia akan sehebat mereka? Terus mencintai dan memeluk lelaki yang telah menyakitinya, berharap suatu hari nanti Tuhan memberinya jalan untuk terbangun dari mimpi panjangnya serta menyadarkannya, bahwa ada wanita yang setia mendampinginya selama ia terbuai dalam mimpi di tidur lelapnya. Dalam hatinya, Dee berbisik lirih. “Semoga anak ibu menjadi seseorang seperti ibu, seseorang yang kuat, seseorang yang mengerti arti ketulusan, seseorang yang dengan cuma-cuma memberikan penghargaan atas kesetiaan. Semoga Bu.” * Lelaki… apakah mereka sama? Kekasihku… mungkinkah kau sama? Apakah sepenggal cerita tentang masa laluku yang pernah kuceritakan dulu, membuatmu merasakan hal yang sama denganku? Aku takut kehilanganmu Air mataku yang pernah berkata bahwa luka itu begitu menyiksa sempat membawamu masuk ke dalamnya Aku begitu takut kehilanganmu Kamu… tahukah artimu bagiku? Kamu adalah doa pengantar tidurku. Kuharapkan kedatanganmu setiap malam. Kita bahagia, tanpa terusik nyata Kamu, tempatku berteduh kala terik siang menenggelamkan harapan Kamu, setiakah kau padaku? Meski nama dan wajah telah terganti Kamu, titipkanlah cinta sebelum kau pergi, aku akan menjaganya hingga kau kembali Kamu, rinduku tak pernah putus asa, jangan takut aku takkan melupakanmu Kamu, kedatanganmu membuatku lupa, berapa lama rindu telah menunggu Kamu, tahukah kau apa impianku? Mencintaimu dari waktu ke waktu Kamu, kuucapkan cinta hanya padamu. Cintaku satu-satunya, tanpa orang ketiga Kamu, aku tak takut mencintaimu, meski dibunuh luka dan patah hati Kamu, biarkan kukatakan sebuah rahasia kecil. Aku mencintaimu… mencintaimu… mencintaimu…

*)Cerpenis muda.

BERITA UTAMA

Minggu 13 Januari 2013

33

HALAMAN SAMBUNGAN

Menang-Kalah Diminta Tetap Rangkulan n MASYKUR... Sambungan dari Hal 27

Sementara itu, kandidat alternatif lain, mantan ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor, Abdillah Rafsanzani, dan Gus Shidiq dari Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Banyuwangi, suaranya semakin tenggelam. Terkait mengerucutnya nama Masykur dan Gus Maki, Bupati Abdullah Azwar Anas mengaku sempat melakukan kontak telepon dengan keduanya. Dalam sambutannya kemarin, bupati Anas mengatakan, kedua belah pihak sudah sepakat memberi contoh yang baik dalam proses pemilihan ketua tanfidz. “Saya sudah telepon dan pesan, siapa pun yang terpilih harus mem-

beri contoh yang baik. Harus tetap rangkulan, siapa pun yang menang,” tutur Anas. Bupati Anas menjelaskan, sebenarnya tidak ada yang terlalu serius dalam proses pemilihan ke tua Tanfidz PCNU. “Saya telepon Pak Masykur dan Gus Maki, mereka santai-santai saja. Saya telepon pengurus ranting, juga tenang. Jadi, memang perlu sedikit dibuat gawat agar banyak yang datang saat konfercab,” selorohnya. Sementara itu, sampai sore kemarin kandidat Rais Syuriah PCNU tampaknya masih dido minasi nama KH. Hisyam Syafaat. “Persaingan ketat kan hanya di tanfidziah, kalau rais syuriah sepertinya hanya Kiai Hisyam yang berpeluang,” tutur beberapa peserta.

Sementara itu, Konfercab NU Banyuwangi dibuka Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah (PWNU) Jawa Timur KH. Agus Ali Masyhuri. Dia datang mewakili Ketua Tanfidz PWNU Jatim KH. Hasan Mutawakil Alallah. Pembukaan Konfercab NU tersebut ditandai dengan pemukulan beduk oleh Kiai Agus Ali Mashuri dan Bupati Abdullah Azwar Anas. Pemukulan beduk itu disaksikan Rais Syuriah PCNU KH. Hisyam Syafaat dan Ketua Tanfidziah PCNU H. Masykur Ali serta Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko. Acara yang dimulai pukul 08.00 tersebut dihadiri ribuan peserta dari 24 MWCNU, ratusan Ranting NU, para tokoh lintas agama, organisasi massa Islam, tokoh partai politik, dan para pejabat

Pemkab Banyuwangi. Dalam sambutannya, Kiai Ali Mashuri berpesan agar seluruh pengurus NU menghindari konflik sesama kader agar kebersamaan tetap terbangun. “Kalaupun ada perselisihan pendapat, itu bisa diselesaikan secara intern. Tidak boleh sampai keluar ke manamana,” pesan pengasuh Pondok Pesantren Bumi Selawat Tulangan, Sidoarjo, itu. Kiai Ali juga berpesan agar dalam mencari program hendaknya yang realistis dan disampaikan dengan bahasa rakyat, sehingga mudah dipahami. “Kalau buat program jangan yang ndakik-ndakik, bahasannya yang merakyat,” tuturnya. Selain itu, dia berpesan agar setiap MWCNU di masing-masing kecamatan mendirikan

Belum Ada Kabar Jadwal Operasi n BENGKAK... Sambungan dari Hal 27

Sudirman, 39, suami Nurhayati mengatakan, sebenarnya istrinya mengeluh sakit di payudara bagian kanan sejak sekitar dua tahun lalu. Bahkan, tak jarang rasa sakit tersebut membuat Nurhayati tidak tidur semalam suntuk. Namun, saat itu mereka tidak menyadari bahwa sakit tersebut akibat serangan kanker. Sekitar lima bulan lalu, Sudir man membawa istrinya berobat ke Puskesmas Klatak, Kecamatan Kalipuro. Bak disambar petir, pemeriksaan medis menyatakan bahwa Nur-

hayati menderita kanker. Perempuan tersebut lantas dirujuk ke RSUD Blambangan. Tiga pekan Nurhayati menja lani rawat jalan di Rumah Sakit (RS) pelat merah tersebut. Selama itu pula, sang suami sibuk mengurus surat kelengkapan untuk mendapat asu ransi Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jemkesmas). Setelah berhasil mendapat Jamkesmas, Nurhayati dirujuk ke RS dr. Soetomo, Surabaya. “Istri saya menjalani perawatan di RS dr. Soetomo pada Oktober 2012,” ujar Sudirman kemarin (12/1). Ketika dirawat di RS dr. Soetomo, Nurhayati menjalani rawat jalan selama 17 hari. Se-

telah tiga pekan berada di Surabaya, Nurhayati dianjurkan pulang seraya menunggu kabar selanjutnya dari pihak RS dr. Soetomo mengenai kepastian operasi pengangkatan kanker payudara yang dideritanya. Namun, hingga kini belum ada kejelasan kapan operasi tersebut dilaksanakan. “Satu minggu sekali saya menelepon ke Surabaya (RS dr. Soetomo). Tapi petugas selalu mengatakan istri saya belum waktunya dioperasi,” kata Sudirman. Sudirman mengaku khawatir terhadap keselamatan jiwa perempuan yang dinikahi 15 tahun lalu tersebut. “Kankernya terus membesar. Sudah enam

bulan ini dia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Makan dan minum harus saya suapi. Ke kamar mandi juga harus saya papah,” ujar pria yang sampai saat ini belum dikaruniai momongan tersebut. Sudirman berharap, pemerintah mau memfasilitasi istrinya agar segera menjalani operasi pengangkatan kanker payudara tersebut. “Kalau harus saya biayai sendiri, saya tidak mampu. Bahkan, biaya transportasi dan akomodasi se lama istri saya berobat di Surabaya beberapa bulan lalu, saya utang tetangga. Sampai sekarang belum lunas,” pungkas Sudirman. (sgt/c1/bay)

Belasan Perahu Nelayan Rusak n PULUHAN... Sambungan dari Hal 29

“Jumlah pasti kerusakan akibat banjir bandang dan banjir rob itu masih kita data. Saat banjir, saya berada di Dusun Ranurejo.

Airnya setinggi pinggang saya. Di hilir, ketinggian air diperkirakan ber tambah,” terang Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Zainul Arifin. Data yang berhasil dikumpulkan, banjir bandang itu juga

merusak sebuah musala dan 12 perahu nelayan. Selain itu, tangkis sungai juga banyak yang ambrol. “Air sudah surut, dan warga dibenahi rumah masingmasing,” ujar Tikno, warga lain. Wa r ga b e rha ra p, b a n j i r

bandang yang disertai banjir rob itu tidak terulang lagi, “Kami hanya bisa berharap kejadian itu tidak terulang lagi,” kata Bu Ati, warga Desa Sumberanyar, k e p a d a Ja w a Po s R a d a r Banyuwangi. (rri/c1/bay)

Terlalu Memberatkan Konsumen n HARGA... Sambungan dari Hal 29

Padahal, sebelumnya, harga bawang putih sudah mengalami kenaikan dari Rp 18 ribu per Kg menjadi Rp 24 ribu per Kg. Harga ranti dan tomat juga tetap tinggi. Di pasaran, para pedagang melego ranti seharga Rp 16 ribu per Kg dan tomat Rp 8 ribu per Kg. “Kenaikan harga

beberapa jenis bumbu masakan tersebut diakibatkan pasokan menipis,” ujar Sugiono, 34, pedagang di Pasar Banyuwangi. Lantaran kenaikan harga sangat signifikan, imbuh Sugiono, tingkat pembelian konsumen mengalami penurunan. “Tentu saja tingkat pembelian konsumen berkurang. Jika biasanya mereka beli setengah kilo, kini hanya beli seperempat

kilo,” imbuhnya. Misriah, seorang pedagang yang lain, mengaku resah dengan kenaikan harga bumbu itu. Pasalnya, peningkatan harga yang sangat signifikan itu mempengaruhi jumlah pembelian konsumen. “Bumbu mahal karena stok tipis,” tuturnya. Sementara itu, Fatmi, 65, konsumen asal Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyu-

wangi mengatakan, dia harus tetap membeli bumbu masakan meskipun harganya mahal. “Walau harga (bumbu)-nya ma hal, saya tetap harus beli karena memang kebutuhan,” kata dia. Namun demikian, Fatmi mengaku terpaksa mengurangi jumlah pembelian.“Kenaikanhargabumbu tentu memberatkan konsumen,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Disuruh Mengubur Piring n INGIN... Sambungan dari Hal 29

Praktik itu terus berlanjut hingga beberapa hari kemudian. Kali ini, pelaku meminta korban membeli ayam jenis Pelung senilai Rp 3 juta. Tidak hanya itu, korban juga diminta memberikan beras senilai Rp 9 juta kepada Sairi. Rentetan peristiwa itu masih belum usai. Sebab, pela ku kembali datang di hari

berikutnya. Untuk kali ke sekian, pelaku membawa kotak. Sekilas, di dalam kotak itu ada beberapa tumpukan uang kertas ratusan ribu. Selanjutnya, korban diminta mengubur kotak tersebut dalam tanah. Kotak tersebut dilarang dibuka. Namun, beberapa hari kemudian, korban nekat membuka kotak tersebut. Ternyata, ko tak tersebut kosong alias tidak ada isinya.

Merasa tertipu, korban mendatangi rumah tersangka untuk menagih janji. Tetapi, pelaku tidak bisa mewujudkan janji tersebut. Selanjutnya, korban melaporkan kasus tersebut ke polisi. Kapolsek Muncar Kompol Ary Mur tini mengatakan, korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah. ‘’Totalnya Rp 50 juta,” jelasnya kemarin. Polisi juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti,

antara lain sebuah piring, lilin, uang Rp 100 ribu, kain taplak warna biru, dua lepek cangkir dan dua cangkir, satu buah piring porselen, sebuah kotak, dan dupa merek Istimewa. Selain itu, polisi juga menyita 18 lembar uang kertas pecahan seratus rupiah. “Kasus ini terus kita dalami, barang kali ada korban lain,” imbuh Kasi Humas Polsek Muncar Aiptu Putu Ardhana. (ton/c1/bay)

Barang-barang di Rumah Dijual n DIPAKSA... Sambungan dari Hal 27

Cuaca memaksa para nelayan di sekitar Pelabuhan Kalbut dan sekitarnya cuti atau tidak melaut. “Angin kencang dan hujan itu yang membuat kami tidak melaut,” kata Abdullah, seorang nelayan Kalbut. Lantaran tidak bisa melaut, sebagian nelayan ada yang beralih profesi menjadi kuli bangunan. Itu dilakukan agar dapur mereka terus ngebul. Namun, tidak sedikit para nelayan yang

memilih membenahi perahunya, jaring ikan, mesin perahu, dan sebagainya. “Bagaimana lagi, cuacanya masih buruk. Jadi, kami menunggu sampai cuaca membaik,” kata Abdullah, seorang nelayan. Cuaca seperti inilah yang bisa membuat para nelayan mengalami paceklik. Demi mempertahankan hidup selama cuaca ekstrem, para nelayan terpaksa mencari pekerjaan lain. Tidak sedikit pula yang terpaksa menjual barang-barangnya demi menyambung hidup. Banjir rob yang sesekali terjadi membuat para nelayan mengelus dada di sela-sela tidak bisa

mencari ikan. “Bayangkan saja, nyari ikan tidak bisa, kerjaan lain belum tentu ada, terkadang ada banjir rob, jadi tambah susah. Semoga saja kami sabar,” ujar Dedi, warga Panarukan. Sementara itu, angin kencang disertai hujan terjadi hampir setiap tahun sekali. Warga berharap pada tahun ini tidak ada bencana alam, seperti banjir rob, yang lebih besar. Selain itu, para nelayan juga berharap cuaca buruk yang terjadi sekitar dua pekan terakhir segera usai. “Semoga saja cuaca seperti ini tidak berkepanjangan dan banjir rob tidak semakin besar,” imbuh Dedi. (c1/bay)

Pancer-Rajegwesi Dihajar Ombak Perahu Nelayan Bergeser hingga Lima Meter PESANGGARAN - Cuaca ekstrem kembali melanda kawasan Pantai Pancer, Desa Sumberagung, dan Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Jumat malam kemarin (11/1). Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, tan-

da-tanda ombak laut selatan kurang bersahabat itu mulai terlihat pukul 16.30 Jumat sore. Semakin malam, ombak semakin tinggi. Begitu juga dengan angin, semakin lama semakin kencang. Pukul 20.00 Jumat malam, ombak di tepi Pantai Pancer mencapai lima meter. Ombak tinggi dan angin ken cang itu membuat banyak perahu nelayan yang ditambatkan di tepi pantai diterjang ombak. Perahu-perahu tersebut bergeser sampai lima

meter dari tempat semula. Malam itu juga, nelayan mengamankan perahunya dengan cara menjauhkan dari bi bir pantai. Komandan Pos TNI Angkatan Laut Pancer, Po niman, membenarkan informasi tersebut. ‘’Ketinggian ombak di pantai mencapai sekitar lima meter,” ujar Poniman saat dihubungi kemarin (12/1). Meski demikian, lanjut Poniman, ombak tinggi tersebut tidak sampai mengakibatkan korban jiwa. Hanya saja,

perahu milik para nelayan bergeser sekitar lima meter dari tempat semula. Poniman menjelaskan, ombak tinggi bukan hanya terjadi di Pantai Pancer. Kondisi sama juga terjadi di Pantai Rajegwesi. “Kemarin kita langsung cek, ternyata di Rajegwesi juga terjadi ombak tinggi sama-sama sekitar lima meter,” ujarnya. Ombak tinggi tersebut ber lang sung sampai pukul 22.00. “Setelah itu normal lagi sampai sekarang,” pungkas Poniman. (azi/c1/bay)

pendidikan NU berbasis keislaman. Minimal  di tingkat SMP diajarkan membaca kitab kuning dan bahasa Arab. Yang

tidak kalah penting, siapa pun yang terpilih menjadi rais syuriah dan ketua tanfidziah hendaknya merawat jaringan sam-

pai tingkat ranting, sehingga program-program NU bisa dilaksanakan dengan baik. (azi/ c1/bay)

Melayangkan Surat Klarifikasi n PPT-KKTPA... Sambungan dari Hal 27

“Ancaman pidananya bisa lima tahun seperti yang tertuang dalam UU Perlindungan Anak dan UU HAM. Saya menyayangkan pihak Kemenag yang tidak pro-perempuan yang masih di bawah umur, bahkan ada kecenderungan pihak Kemenag justru melindungi pelaku.

EDY SUPRIYONO/RaBa

Jayadi

Kita tidak akan diam,” kata Jay. Diberitakan kemarin, Mawar terancam dikeluarkan dari sekolahnya. Kepala sekolah ngotot ingin mengeluarkan Mawar dari sekolah tersebut dengan alasan mendapat tekanan dari dewan guru dan wali murid. Me reka menilai perbuatan Mawar dan gurunya, NM, itu dilakukan atas dasar suka sama suka. (pri/c1/bay)

Didukung Disbudpar Banyuwangi n PAWAI... Sambungan dari Hal 27

Dua agenda itu merupakan satu rangkaian dalam memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW di Banyuwangi. Itu kerja sama Jawa Pos Radar Banyuwangi dengan UPTD Pendidikan Kecamatan Banyuwangi dan KKGPAI Keca matan Banyuwangi. “Jadi, pawai FEE langsung disambung Zikir Maulid di SDN Kepatihan,“ jelas Mujtahid. Sementara itu, FEE kali ini di dukung Honda, Radio VIS FM, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. Informasi dan pendaftaran, silakan hubungi kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi di Jalan Yos Sudarso 89C Banyuwangi, telepon (0333) 412224, kontak person Benny 082331102936 dan Iwan 081559555572. (*/c1/bay)

BENNY SISWANTO/RaBa

FORMULIR: Ketua KKGPAI Kecamatan Banyuwangi Mujtahid mendaftarkan Guslah 6 di kantor Radar Banyuwangi Sabtu pagi kemarin (12/1).

Termasuk Ikan Asli Indonesia n DUA... Sambungan dari Hal 34

Sehingga, mau tak mau Sunyoto harus membiayai sendiri evennya itu. “Sudah saya tawarkan ke sejumlah pihak, tak ada yang tertarik. Bahkan, dinas terkait di Pemkab Situbondo

saya undang juga tidak ada yang datang,” cetusnya. Menurut Sunyoto, dirinya sengaja memilih kontes ikan cupang hias, karena jika kontes aduan akan sangat rentan dengan prasangka negatif. Kontes ikan cupang aduan akan diidentikkan dengan taruhan, bahkan perjudian.

Kata dia, dirinya tertarik menggelar kontes ikan cupang sama sekali tak ada orientasi bisnis. “Saya ingin menyosialisasikan ikan cupang kepada khalayak, khususnya masyarakat Situbondo, sehingga kita sama-sama memperkenalkan ikan asli Indonesia ini,” ujarnya. (pri/c1/bay)

Daun Ketapang Penjernih Air n JENIS... Sambungan dari Hal 34

“Ikan cupang adalah salah satu ikan yang bisa bertahan hidup dalam waktu lama. Meski ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit dan tanpa ada sirkulasi udara, ikan ini dapat bertahan hidup,” terang Sunyoto kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Jika memelihara ikan cupang jenis hias, selain lebih mahal juga memerlukan perawatan

khusus. Sebab, ini menyangkut keindahan warna dan bentuk ikan cupang. “Ada beberapa tips yang harus diperhatikan. Tidak bisa serampangan memelihara ikan cupang jenis hias. Ya bisa juga sebenarnya, hanya hasilnya tidak akan maksimal,” terang bapak empat anak itu. Salah satu yang harus diperhatikan saat memelihara ikan cupang hias adalah pemberian makan yang jangan sampai melebihi dosis. Terlalu banyak memberikan

pakan, akan membuat ikan cepat membesar. Sehingga, ukurannya sangat tidak p ro p o r s i o na l . S e l a i n i t u , terlalu banyak makan akan membuat ikan menjadi malas. “Perhatikan kadar air tempat ikan hidup. Hindari memakai air yang berkadar zat besi tinggi, karena itu bisa merusak sirip ikan. Ganti air maksimal tiga hari sekali. Jangan lupa beri daun Ketapang di air agar air jernih dan bebas penyakit,” imbuhnya. (pri/c1/bay)

Optimistis 2013 Lebih Baik Harapan Politisi dan LSM Banyuwangi BANYUWANGI-Kalangan po litisi dan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Banyuwangi mengaku optimistis kondisi ekonomi tahun 2013 akan lebih baik. Sebab, pencapaian pembangunan ekonomi pada tahun 2012 dinilai cukup baik, sehingga hanya butuh peningkatan kinerja. Untuk itu, mereka siap memberikan dukungan terhadap jajaran Pemkab Banyuwangi dalam melaksanakan kebijakan pembangunan. Optimisme itu disampaikan Ketua LSM Aliansi Masyarakat Antikorupsi Banyuwangi (Aman Korban) Toeloes Soedjianto, Ketua LSM Gerak Sulaiman Sabang, dan politisi M. Eko Sukartono. Meski sepakat men dukung pembangunan, tapi mereka tetap berpesan jangan sampai terjadi korupsi di tahun 2013. Sebab, mereka tak ingin ada pejabat Pemkab Ba nyuwangi yang berakhir di penjara. “Saya cukup puas dengan pencapaian kinerja Bupati Abdullah Azwar Anas di tahun 2012, tapi saya tetap akan mengkritisi kalau ada indikasi korupsi,” tegas Sulaiman dalam acara bertema “Suara Harapan 2013” yang digelar di depan kantor Tabloid Suksesi Memorandum Jalan Badung No. 1A, Banyuwangi,

IRWAN/RaBa

SINERGI: Abdullah menyampaikan kata sambutan dalam acara Tabloid Suksesi kemarin sore.

kemarin sore (12/1). Choiri Kurnianto, kepala biro Suksesi Banyuwangi sekaligus ketua panitia mengatakan, acara tersebut bertujuan mendengarkan pemikiran tentang harapan baru tahun 2013. Pihaknya sengaja menggunakan konsep 3S, yakni setia, sehati, dan sejalan sebagai sebuah pedoman kehidupan. “Acara ini mengundang para politisi, wartawan, aktivis LSM, seniman, pejabat pemkab, dan para tokoh masyarakat,” ungkapnya. Dalam sambutan mewakili Bupati Anas yang berhalangan hadir, Asisten Pemerintahan Pemkab Abdullah berharap ada dukungan semua pihak terhadap pelaksanaan pembangunan. Termasuk dukungan

dari kalangan media massa. “Silakan konfirmasi kepada bupati ketika ada berita minor agar ada balancing, sehingga pembaca mempunyai pembanding,” pesan Abdullah. Acara yang dikemas apik itu dimeriahkan hiburan artis ken dang kempul dari Jingga Event Organizer. Selain itu, ada aksi orang pinggiran dan Nocturno, serta kelompok OI (Orang Indonesia) yang menampilkan lagu-lagu Iwan Fals. Tak ketinggalan, pembacaan puisi oleh seniman Iqbal Baraas. Acara gayeng yang dipandu Hari Suharto itu diakhiri dengan atraksi magic show yang menegangkan oleh Ki Joko Umbaran. (c1/irw)

MINGGU l 13 JANUARI 2013 l HALAMAN 34

MUDAH: Untuk memelihara ikan cupang aduan, penggemar hanya butuh botol atau toples kecil. FOTO-FOTO: EDY SUPRIYONO/RaBa

Dua Kali Kontes SEBAGAI warga yang memiliki kecintaan yang luar biasa terhadap dunia ikan hias, Sunyoto sudah dua kali menggelar Kontes Ikan Cupang Hias. Sayang, peminatnya masih belum seberapa. Mungkin akan berbeda jika yang digelar adalah Kontes Tarung Ikan Cupang. Sunyoto mengungkapkan, Kontes Ikan Cupang Hias pernah digelar di Kecamatan Situbondo dan Asembagus. “Pesertanya tidak terlalu sedikit, cuma pihak-pihak yang tertarik kepada event semacam ini sangat kecil. Ini kaitannya dengan ke-sponsor-an,” paparnya n  Baca Dua...Hal 33

Jenis Aduan Lebih Mudah Dipelihara PENGGEMAR Ikan cupang di Kabupaten Situbondo sebagian besar merupakan penggemar jenis aduan. Salah satu penyebabnya, ikan jenis ini memang lebih murah dibanding cupang jenis hias. Perawatannya pun jauh lebih mudah. Untuk mendapatkan ikan cupang aduan, penggemar hanya perlu mengeluarkan uang Rp 1.000 atau paling mahal Rp 10 ribu. Sedangkan cupang jenis hias, penggemar minimal harus memiliki uang Rp 5.000 sampai ratusan ribu rupiah. Sunyoto, pemilik Istana Koi di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji mengungkapkan, untuk memelihara cupang aduan, penggemar hanya cukup menyediakan botol kecil yang cukup untuk tempat ikan cupang aduan itu n  Baca Jenis...Hal 33

Ikan Petarung Eksotik SITUBONDO - Di kalangan penggemar, ikan cupang secara umum hanya terbagi atas dua golongan, yaitu cupang hias dan cupang aduan. Cupang Hias adalah ikan cupang yang dipelihara atau diternak untuk dinikmati keindahan tubuhnya. Ikan cupang aduan adalah ikan cupang yang dipelihara untuk diadu. Di Kabupaten Situbondo, jenis terakhir lebih mendominasi. Pe minatnya kebanyakan kalangan anak-anak dan remaja. “Padahal, di kota-kota besar, peminat cupang juga bisa dari kalangan orang tua, baik dari kalangan ekonomi bawah, menengah, maupun atas. Kalaupun di Situbondo ada, sangat sedikit,” terang Chandra, salah seorang penggemar ikan cupang di Situbondo. Menurut remaja yang baru tamat SMA tersebut, dirinya mencintai ikan cupang sejak SD. Maklum, rumahnya dekat dengan penjual ikan. “Waktu itu, sebenarnya mau

MURAH: Penggemar ikan cupang di Situbondo banyak yang memilih jenis aduan.

beli ikan yang harganya murah, karena tak punya uang. Lamalama saya suka bentuk dan keindahan warnanya,” kata pria yang berdomisili di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Situbondo, itu. Sejak itu, Chandra terus de-

kat dengan ikan cupang. Kemudian, dia bermain dengan sejumlah teman yang juga menggandrungi ikan cupang. Mereka pun sering mengadu cupang untuk menghabiskan waktu luang sepulang sekolah atau

saat libur. “Asyik kalau mengadu cupang. Kadang sampai tidak tahu waktu. Sampai dimarahi orang tua waktu itu,” kenangnya. Ramli, penggemar ikan cupang lain mengungkapkan, hobi mengadu ikan cupang sebenarnya

tak ubahnya orang yang gemar mengadu ayam. “Namun, kita tidak pernah taruhan. Hanya sebatas kebanggaan saja kalau punya ikan cupang yang menjadi juara,” ujarnya. Yang mengasyikkan, kata dia, jika pertarungan ikan cupang itu ditonton ramai-ramai. Itu akan semakin membuat penonton penasaran. Kepuasan akan didapat jika ikan cupang jagoannya memenangkan pertarungan. “Jalannya per tarungan, gaya bertarung, dan cara merawat cupang aduan atau pun melatih, akan menjadi topik menarik,” terangnya. Dia mengungkapkan, ikan cupang aduan memang sangat agresif. Sehingga, jika dua ekor ikan cupang jantan dimasukkan ke satu wadah, maka dua ikan itu akan bertarung sampai salah satunya kalah, bahkan mati. “Saya baca di literatur. Ikan cupang bertarung karena samasama mempertahankan wilayah,” terangnya. (pri/c1/bay)


Radar Banyuwangi | 13 Januari 2013