Issuu on Google+

PENGERTIAN PSIKOLOGI AGAMA Psikologi besaral dari bahasa Yunani yaitu Psyche yang berarti jiwa. Dan logi berasal dari kata logos yang berarti ilmu Pengetahuan. Menurut istilahPsikologi adalah ilmu yang mempelajari tentag jiwa, baik macammacam, gejala-gejala, proses maupun latar belakang. Nyawa: daya jasmaniyah yang keberadaannya sangat tergantung pada hidup jasmani dan menimbulkan perbuatan badaniyah. Jasmani mati maka nyawa juga mati. Jiwa adalah daya hidup rohaniyah yang bersifat abstraks yang menjadi penggerak dan pengatur setiap perbuatan individu, mulai dari hewan tingkat tinggi sampai manusia. Jadi jiwa mengandung pengertian nilai-nilai kebudayaan dan kecakapan. Ilmu jiwa serba kurang tegas, karena sifatnya yang abstraks, dan mengalami perubahan, pertumbuhan, perkembangan dan lain-lain.

 

AGAMA W.H.Clark: tidak ada yang lebih sukar daripada mencari kata-kata yang dapat digunakan untuk menbuat definisi untuk untuk agama, karena beberapa hal :  Pengalaman agama selalu subyektif, intern dan individual  Kecenderungan seseorang lebih pada pengakuan, ketimbang melaksanakan.  defenisi agama yang dibuat para ahli cenderung subyektifitas( sudut pandang keyakinan sosial, pengalaman individual, dll). Bagi kita yang penting pengertian agama di sini adalah agama yang dirasakan dengan hati, pikiran, dan dilaksanakan dalam tindakan serta memantul dalam sikap dan cara menghadapi hidup pada umumnya.

PENGERTIAN AGAMA MENURUT AHLI

 William James : perasaan dan pengalaman bani insan secara individual, yang menganggap bahwa mereka berhubungan dengan apa yang dipandangnya sebagai Tuhan.  Fluornoy : kumpulan keadaan emosi, perasaan dan keinginan yang mempunyai sumbersumber atau dasar-dasar khusus.

 Jadi psikologi agama adalah ilmu yang mempelajari tentang proses kejiwaan terhadap agama dan pengaruhnya dalam hidup pada umumnya.  WILAYAH PENELITIAN ILMU JIWA AGAMA  Kesadaran agama ( religious counsciosness) : bagian/segi yang hadir (terasa) dalam pikiran dan dapat diuji mmelalui instrosfeksi, atau dapat dikatakan bahwa ia adalah aspek mental dan aktifitas agama.  Pengalaman agama ( Religious experience) : unsur perasaan dalam kesadaran agama yaitu perasaan yang membawa kepada keyakinan yang dihasilkan oleh tindakan ( amaliyah).contoh : perasaan seorang ahli sufi yang diawali dengan membiasakan berjikir

 Ilmu jiwa agama tidak akan mencampuri dasar-dasar keyakinan suatu agama, apakah keyakinan itu benar atau salah, yang paling penting di sini adalah bagaimana perasaan dan pengalaman keagamaan seseorang terhadap tuhan tersebut.  Demikian juga pengertian seseorang tentang akhirat, bagaimana bentuk akhirat itu menurut berbagai agama bukanlah urusan dari psikologi agama, namun akhirat dapat dipelajri, diteliti, dianalisa pengaruhnya kepercayaan akan hidup sesudah mati (akhirat) pada tiap-tiap orang.  Bidang penelitian ilmu jiwa agama :mempelajari kesadaran dan pengalaman agama pada orang, dan pengaruhnya terhadap tindakan agama (amaliyah) orang dalam hidupnya.

METODE PENELITIAN ILMU JIWA AGAMA  Angket  Auto biografi/meneliti diri sendiri.  Dapat diambil dari bahan riwayat hidup, baik yang ditulisnya sendiri maupun yang ditulis para ahli. Wiliyan james : pengalaman orang-orang terkemuka dikumpulkan dan di analisa. ww.h. Clark : dokumen pribadi, angket dan wawancara. SEJARAH SINGKAT ILMU JIWA AGAMA Untul menentukan dengan pasti kapan agama itu mulai diteliti secara psikologis sangat sukar, mungkin karena dalam agama itu sendiri sudah terkandung ilmu jiwa, bahkan sebagian besar ajaran agama itu

sudah merupakan bimbingan yang tidak dapat dilepaskan dari kejiwaan. Ilmu jiwa bukanlah ilmu yang pertama meneliti asfek agama secara obyektif, tetapi telah banyak ilmu-ilmu lain yang meneliti masalah tersebut. Orang yang pertama berani mengemukakan hasil penelitiannya secara ilmiyah tentang agama ialah frazer dan taylor. Kemudian :  Edwin diller starbuck th. 1899.  George albert coe th. 1900-the spritual life  James H. leuba th. 1912 – a psychological study of religion.  Stanley hall th. 1904

 Willian James th. 1904 (the jounal of religious psychologi)  Fluornoy th. 1901, diantara prinsip-prinsip pokok yg telah digunakan oleh para ahli sebelumnya, yg oleh fluornoy dipandang penting guna meneliti fakta-fakta agamis pada seseorang secara psikologis ialah :  Menjauhkan penelitian dari transcendance  Prinsip-prinsip mempelajari perkembangan  Prinsip perbandingan  Prinsip dinamika  Sigmund freud th. 1919 ( psiko-analisa), teori psikoanalisa tentang agama dalam unsur-unsur :  Sesungguhnya kepercayaan agama seperti 2e*ercayaan akan keabadian surga, neraka tak lain dari hasil pemikiran

mempercayai adanya kekuatan mutlak bagi pemikiranpemikiran.  Sikap seseorang terhadap Allah adalah pengelihan dari sikapnya terhadap bapak, yaitu sikap oedip yang bercampur antara takut dan butuh akan kesayangannya.  Do’a-do’a dan lainya (dari penenang agama) adalag cara-cara yang tidak disadari ( obsession) untuk mengurangkkan rasa dosa, yaitu perasaan yang ditekan akibat pengalaman-pengalaman sexual , yang kembali kepada mmasa bertumbuhkan kompleks oedip.  Dr. abdul mu’in abdul azis al malighy th.1950tatawwur asy-syu’ur addinyinda al thift wal murahiq.

AGAMA DAN KESEHATAN MENTAL  Terhindarnya seseorang dari gejala-gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala-gejala pen yakit jiwa (psychos).  Kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan di mana ia hidup.  Terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problema-problema yang biasa terjadi, dan merasakan secara positif kebahagian dan kemampuan dirinya. Singkatnya: kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gangguan dan penyakit jiwa, mampu menyesuaikan diri, dapat memanfaatkan segala potensi dan kemampuan yang ada semaksimal mungkin dan membawa kepada kebahagiaan bersama serta tercapainya keharmonisan jiwa dalam hidup. Perlu diingat bahwa kesehatan mental itu adalah relatif, di mana keharmonisan yang sempurna antara fungsi-fungsi tubuh itu tidak ada. Yang dapat diketahui adalah seberapa jauh jaraknya seseorang dari kesehatan mental yang normal.

KESEHATAN MENTAL DAN KETENANGAN HIDUP

 Satu hal yang pasti, bahwa tidak ada satu orang pun di dunia ini yang tidak ingin menikmati ketenangan dan kebahagian dalam hidup, meskikpun banyak juga yang tidak dapat mencapainya. Karena beberapa sebab, sehingga banyak yang ia alami.  Setiap orang pasti pernah mengalami kesukaran hidup dalam berbagai bentuk. Yang pasti semakin maju seseorang maka semakin banyak komplikasi hidup yang dialami.  Sesungguhnya ketenangan hidup, ketenangan jiwa, dan kebahagiaan batin, tidak banyak tergantung kepada faktor luar, akan tetapi sangat tergantung kepada cara dan sikap seseorang dalam menghadapi faktor-faktor luar tersebut.      

Pengaruh kesehatan mental terhadap perasaan: Rasa cemas Iri hati Rasa sedih Rasa rendah diri dan hilangnya kepercayaan kepada diri. pemarah

Pengaruh kesehatan mental terhadap pikiran/kecerdasan: ď ś Ada hasil penelitian mengungkapkan bahwa banyak orang yang tidak mampu menggunakan kecerdasanya bukan karena ia bodoh, akan tetapi karena tidak ada ketenangan jiwa dalam hidupnya. Terganggunya ketenangan jiwa seseorang disebabkan banyak faktor. ď ą Penmgaruh kesehatan mental terhadap tingkah laku. Ketidaktentraman hati, atau kurang sehatnya mental, sangat mempengaruhi tingkah laku dan tindakan seseorang. Misalnya orang yang merasa tertekan akan berusaha mengatasi perasaan yang tidak enak tersebut dengan jalan mengungkapkannya ke luar. Akan tetapi tidak selamanya orang mendapat kesempatan un tuk itu, mungkin karena tidak berani, akhirnya mengungkapkannya dengan tidak rasional/dengan tingkah laku yang aneh. ď ą Pengaruh kesehatan mental terhadap kesehatan badan. kalau dulu orang mengatakan bahwa mental yang sehat terletak dalam badan yang sehat, akan tetapi sekarang terbukti kesehatan mental akan menentukan kesehatan badan. Seperti sekarang ada penyakit yang namanya psychosomatic penyakit pada badan yang disebabkan oleh penyakit mental. Seperti : darah tinggi, darah rendah, excim, seszak napas dan sebagainya.

PENYESUAIAN DIRI DAN KESEHATAN MENTAL    

   

Gangguan jiwa (neurose) dan penyakit jiwa (psychose) adalah akibat dari tidak mampunya orang menghadapi kesukaran-kesukarannya dengan wajar, atau tidak mampu ia menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapinya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang dalam menyesuaikan diri : Frustasi (tekanan perasaan) : adalah suatu proses yang menyebabkan seseorang merasa akan adanya hambatan terhadap terpenuhinya kebutuhan-kebutuhannya, atau menyangka bahwa akan terjadi sesuatu hal yang menghalangi keinginannya. Komplik (pertentangan batin) : adalah terdapatnya dua macam dorongan atau lebih, yang berlawanan atau bertentangan satu sama lain, dan tidak mungkin dapat dipenuhi dalam waktu yang bersamaan. Komplik ini dapat dibagi beberapa macam : Pertentangan antara dua hal yang diingini. Pertentangan antara dua hal, yang pertama diingini sedang yang kedua tidak diingini. Pertentangan antara dua hal yang sama-sama tidak diingini. Kecemasan (anciety) : adalah manifestasi dari berbagai proses emosi yang bercampur baur, yang terjadi ketika orang sedang mengalami tekanan perasaan (frustasi) dan pertentangan batin (komplik). kecemasan ini mempunyai segi yang disadari, seperti rasa takut, terkejut, tidak berdaya, rasa bersalah. Ada segi yang di luar kesadaran, ia terdapat dalam semua gangguan dan penyakit jiwa, diantaranya :

ď ś Rasa cemas yang timbul akibat melihat dan mengetahui ada bahaya yang mengancam dirinya. ď ś Rasa cemas yang berupa penyakit dan terlihat dalam beberapa bentuk. Yang paling sederhana ialah cemas yang umum, di mana orang yang merasa cemas (takut) yang kurang jelas, tidak tertentu dan tidak ada hubungannya dengan apa-apa, serta takut itu mempengaruhi keseluruhan diri pribadi. ď ś Cemas karena merasa bersalah, karena melakukan hal yang berlawanan dengan keyakinan atau hati nurani. Ada cara-cara terbaik untuk menghilangkan ketegangan batin tetapi tidak disadari, ialah dengan cara menghilangkan sebab-sebabnya. Tetapi tidak semua orang sanggup mengatasinya dengan jalan tersebut, yaitu mencari jalan lain yang kurang sehat, yaitu cara-cara yang tidak disadari. Cara-cara yang tidak disadari tersebut adalah : ď ś Pembelaan :usaha yang dilakukan untuk mencari alasan-alasan yang masuk akal bagi tindakan yang sesungguhnya tidak masuk akal. misalnya tidak puasa karena sakit mah. ď ś Proyeksi : menimpakan sesuatu yang terasa dalam dirinya kepada orang lain, terutama tindakan, pikiran, atau dorongan-dorongan yang tidak masuk akal sehingga dapat diterima dan kelihatannnya masuk akal. ď ś Identifikasi : kebalikan dari proyeksi, di mana orang turut merasakan sebagian dari tindakan atau sukses yang dicapai oleh orang lain.

 Putus hubungan (disasosiasi) : seperti seseorang yang lempar batu sembunyi tangan. Ia melepaskan diri dari kejadian yang telah dilakukannya (pura-pura tidak tahu), agar dia terlepas dari masalah yang ditimbulkan perbuatannya sendiri.  Represi : tekanan untuk melupakan hal-hal, dan keinginankeinginan yang tidak disetujui oleh hati nuraninya. Dalam represi orang boleh mengingkari kenyataan atau faktor-faktor yang menyebabkan ia merasa berdosa jika keadaan itu disadarinya.  Substitusi : cara pembelaan diri yang paling baik, sebab orang melakukan sesuatu, karena tujuan-tujuan yang baik, yang berbeda sama sekali dari tujuan asli yang mudah dapat diterima, dan berusaha mencapai sukses dalam hal itu. Substitusi dibagi dua :  Sublimasi : pengungkapan dari dorongan yang tidak dapat diterima dalam masyarakat dengan cara yang dapat diterima.misalnya orang yang tidak dapat memenuhi dorongan sexualnya dengan cara yang wajar, mencari penggantinya dengan cara mengarang sajak, membuat lukisan dan lain-lain.  Konpensasi : usaha untuk mencapai sukses dalam suatu lapangan, setelah gagal dalam lapangan lain.

GANGGUAN-GANGGUAN KEJIWAAN  Gangguan kejiawaan adalah kumpulan dari keadaan-keadaan yang tidak normal, baik yang berhubungan dengan fisik maupun dengan mental.  Orang yang kena gangguan jiwa masih mengetahui dan merasakan kesukarannya, tetapi bagi orang yang kena sakit jiwa tidak lagi mengetahui dan merasakan kesukaran.  Ada beberapa jenis gangguan jiwa :  Neurasthenia : adalah penyakit payah, orang yang diserangnya akan merasa : seluruh badan letih, tidak bersemangat, lekas merasa payah, walaupun sedikit tenaga yang dikeluarkan. Perasaan tidak enak, sebentar-sebentar ingin marah, menggerutu dan sebagainya. Dan terkadang tidak dapat tidur, kepala pusing, rasa menekan, retak dan sebagainya.  Hysteria : terjadi akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi kesukaran-kesukaran, tekanan perasaan, kegelisahan, kecemasan, dan pertentangan batin. Tidak mampu menghadpinya dengan wajar, lalu melepaskan tanggung jawab dan lari secara tidak sadar kepada gejala-gejala hysteria yang tidak wajar. Gejala Hysteria ada yang berhubungan dengan fisik ada yang berhubungan dengan mental. Yang berhubungan dengan fisik adalah :

 Lumpuh hysteria : lumpuhnya salah satu anggota fisik akibat tekanan atau pertentangan batin yang tidak dapat diatasi.  Cramp hysteria : cramp yang terjadi pada jari-jarinya akibat kegalisahan dan kecemasan yang dirasakan akibat kebosanan menghadapi pekerjaan-pekerjaan.  Kejang hysteria : badan seluruhnya menjadi kaku,tidak sadar akan diri, kadang-kadang sangat keras, disertai dengan teriakan-teriakan dan keluhan-keluhan, tetapi air mata tidak keluar. Biasanya terjadi pada siang hari selama beberapa menit, tetapi ada yang beberapa hari.  Mutism : ada dua : 1. tak sanggup berbicara dengan suara keras 2. tak dapat berbicara sama sekali. Tidak dapat berbicara bukan karena kerusakan pada alat-alat percakapan seperti lidah, kerongkongan dan pernapasaan, akan tetapi karena tekanan perasaan,kecemasan, putus asa, merasa hina, gagal, dll. yang termasuk dalam gejala mental :  Hilang ingatan (amnesia) : hilang ingatan atau lupa akan kejadian-kejadian tertentu dalam hidup sangat erat hubunganya dengan emosi .  Kepribadian kembar (double personality) :sakit yang disebabkan oleh kegelisahan yang amat sangat,dan dijadikan cara untuk menghukum dirinya atau melepaskan diri ketegangan batin, kecemasan atau konflik yang di rasakannya.  Mengelana secara tidak sadar:orang pergi mengelana berjalan tanpa tujuan, tidak tahu kenapa dia pergi dan kemana dia pergi.  Jalan-jalan sedang tidur (somnabulism): gejala ini akibat dikuasai oleh sejumlah pikiran dan kenang – kenangan yang berhubungan satu sama lain.

 Psychasthenia: kurangnya kemampuan jiwa untuk tetap dsalam keadaan integrasi yang normal. Gejala-gejalanya antara lain :  Phobia : rasa takut yang yang tidak masuk akal, atau rasa takut tidak seimbang dengan yang ditakuti.  Obsesi : di mana si sakit dikuasai oleh suatu pikiran yang tidak bisa dihindarinya. Misalnya seorang gadis yang merasa bahwa ia akan sengsara saja.  Kompulsi : gangguan jiwa yang menyebabkan orang terpaksa melakukan sesuatu baik masuk akal maupun tidak . Gejalanya :  Paksaan mengulangi pekerjaan.  Paksaan mengikuti urutan-urutan tertentu.  Paksaan atas aturan-aturan tertentu.  compulsive : terpaksa membaca kalimat-kalimat tertentu sebelum melakukan sesuatu pekerjaan.  Anti sosial compulsive : terpaksa melakukan perbuatan-perbuatan yang sifatnya anti sosial/ merugikan orang banyak. Misalnya : 1. mencuri terpaksa (kleptomania), 2. fitishism (terpaksa mengumpulkan dan menyimpan barangbarang kepunyaan orang lain yang berlainan seks), 3. kompulsive yang berhubungan dengan seksuil. Ada dua : -ingin tau tentang kelamin dari orang yang berlainan seks, - ingin memamerkan kelamin sendiri.

 Gagap berbicara (stuttering) : gejala ini biasanya dimulai umur 2-6 tahun. Dan biasanya terjadi pada anak laki-laki.  Ngompol (buang air yang tidak disadari)  Kepriabadian psychopathi. psychopath adalah ketidaksanggupan menyesuaikan diri yang mendalam dan kronis, biasanya menimpakan kesalahan yang dibuatnya kepada orang lain. Ia bersifat agresif egois, tidak peduli kepada orang lain. ciri-ciri psychopathi antara lain : tidak bisa diberi tanggung jawab, tidak bisa diberi kepercayaan karena ia tidak jujur, kurang mempunyai rasa malu, kelakuannya anti sosial, kurang mempunyai pertimbangan dan tidak mempunyai rasa kasih sayang, sangat egois, hubungannya dengan orang lain tidak hangat, dll. Gejala ini biasanya mulai timbul pada masa-masa puber (13 – 21) dan berlansung seumur hidup.  Keabnormalan seksuil, gejala yang sering dialami :  Onani (masturbasi) : Mencari kepuasan  Homo seksui/lesbianl  Sadism

Sakit jiwa 

Seorang yang diserang penyakit jiwa kepribadiannya terganggu, tidak mampu menyesuaikan diri dengan wajar, tidak sanggup memahami problemnya. Sering kali orang yang diserang tidak merasa bahwa ia sakit, bahkan ia menganggap dirinya normal-normal saja, bahkan ia merasa lebih baik dari orang normal.

 Sakit jiwa dibagi dua : 1. Disebabkan oleh adanya kerusakan oleh anggota tubuh. Misalnya hilang berbagai kelenjar syaraf. Dll. 2. Disebabkan oleh gangguan jiwa yang berlarut-larut, sehingga mencapai puncaknya tanpa suatu penyelesaian secara wajar. Atau hilangnya keseimbangan mental secara menyeluruh, akibat suasana lingkungan yang sangat menekan, ketegangan batin dan sebagainya. Diantara penyakit jiwa yang terkenal adalah: 1. Schizophrenia : penyakit jiwa yang paling banyak terjadi, penyakit jiwa jenis ini sering mengakibatkan kemunduran kepribadian pada umumnya. Gejala-gejalanya : a. Dingin perasaan tak ada perhatian pada apa yang terjadi di sekitarnya. b. Banyak tenggelam dalam lamunan yang jauh dari kenyataan, sangat sukar bagi orang lain untuk memahami pikiranya. c. Mempunyai prasangka2 tidak benar dan tidak beralasan.

d. e. f. g. 2.

a.

b. c.

Sering terjadi salah tanggapan atau terhentinya pikiran. Misalnya orang berbicara tiba-tiba terhenti pembicaraannya karena lupa apa yang akan dibicarakannya. Hallusinasi pendengaran penciuman, atau penglihatan di mana sipenderita seolah-oleh mendengar, mencium atau melihat. Si sakit banyak putus asa bahwa ia adalah korban kejahatan orang banyak atau masyarakat. Keinginan menjauhkan diri dari masyarakat. Tidak mau bertemu dengan orang lain, dsb. PARANOIA: gila kebesaran, atau gila menuduh orang. Diantara ciri-ciri penyakit ini adalah pikiran yang salah yang menguasai orang yang diserangnya. Delusi ini berbeda bentuk dan macamnya sesuai dengan suasana dan kepribadian si sakit, misalnya : Si sakit mempunyai satu pendapat/keyakinan yang salah, segala perhatianya ditujukan ke sana dan yang satu itu pula yang menjadi buah tuturnya, sehingga setiap orang yang ditemuinya akan diyakinkannya pula akan kebenaran pendapatnya itu. Si sakit merasa bahwa ada orang yang jahat kepadanya dan selalu berusaha untuk menjatuhkan atau menganiayanya. Si sakit merasa bahwa dirinya orang besar, hebat tiada bandingannya, dia meyakini bahwa dirinya adalah seorang pemimpin yang terbesar atau mungkin ia mengaku nabi.



  a. b. c. d. e.

  a. b.

Delusi atau pikiran yang salah. Pada awalnya orang menyangka bahwa pikirannya logis dan benar. Biasanya orang yang diserang paranoia itu cerdas, ingatanya kuat, emosinya terlihat berimbang dan cocok dengan pikrannya. Hanya saja ia mempunyai suatu kepercayaan salah dan segala perhatiannya dan perkataanya dalam hidup dikendalikan oleh pikiran yang salah itu. Dapat dibedakan bahwa antara sakit paranoia yang sungguh-sungguh dengan prilaku paranoid, yang juga abnormal. Ciri-ciri paranoid : Ia egois, keras kepala dan sangat berkeras atas pendirian dan pendapatnya. Tidak mau mengakui kesalahan dan kekurangannya, selalu melemparkan kesalahan pada orang lain, dan segala kegagalannya disangkanya akibat dari segala campur tangan orang lain. Ia berkeyakinan bahwa ia mempunyai kemampuan dan kecerdasan yang luar biasa istimewanya. Dalam persaudaran ia tidak setia. Ia tidak dapat bekerja yang membutuhkan kepatuhan kepada pemimpin, karena ia suka membantah dan melawan dan mempunyai pendapat sendiri. Delusi atau pikiran yang salah. Pada awalnya orang menyangka bahwa pikirannya logis dan benar. Biasanya orang yang diserang paranoia itu cerdas, ingatanya kuat, emosinya terlihat berimbang dan cocok dengan pikrannya. Hanya saja ia mempunyai suatu kepercayaan salah dan segala perhatiannya dan perkataanya dalam hidup dikendalikan oleh pikiran yang salah itu. Dapat dibedakan bahwa antara sakit paranoia yang sungguh-sungguh dengan prilaku paranoid, yang juga abnormal. Ciri-ciri paranoid : Ia egois, keras kepala dan sangat berkeras atas pendirian dan pendapatnya. Tidak mau mengakui kesalahan dan kekurangannya, selalu melemparkan kesalahan pada orang lain, dan segala kegagalannya disangkanya akibat dari segala campur

MANIC DEPRESSIVE  Penderitanya mengalami rasa besar / gembira yang kemudian berubah menjadi sedih/tertekan.  Gejalanaya ada dua : 1. Mania : ada tiga tinglkatan yaitu ringan, berat dan sangat berat. mania ringan terlihat aktif, tidakn kenal payah, suka menguasai pembicaraan, pantang ditegur perkataan atau perbuatannya, tidak tahan mendengar kecaman terhadap dirinya. Biasanya orang ini suka mencampuri urusan orang lain yang tak ada hubungan dengan dirinya. Mania berat biasanya diserang oleh delusi-delusi pada waktu2 tgertentu sehingga sukar baginya untuk melakukan suatu pekerjaan dengan teratur. Dia mengungkap rasa bahagiaanya secara berlebihan. Kadang diserang lamunan yang mendalam. mania sangat berat orang yang diserang biasanya membahayakan dirinya dan orang lain dalam sikap dan perbuatannya. Penyakit ini juga disebut penyakit gila kumat-kumatan. 2. Melancolia (rasa tertekan) : penderitanya selalu terlihat muram, sedih dan putus asa. Ini juga bertingkat, yaitu ringan, berat dan involusi (hilangnya kesuburan).

 Ringan : bahwa kegiatan pikiran dan fisiknya beransur kurang, sering mengeluhkan nasibnya, akhirnya dia merasa tidak ada gunanya hidup.  Berat : menjauhkan dirinya sama sekali dari masyarakat, tidak mau menjawab berbagai pertanyaan.  Involusi : umur putus asa, orang yang diserangnya sudah mencapai umur putus asa karena hilang masa kesuburannya.

PERKEMBANGAN AGAMA PADA ANAK 1. ďƒ˜

ďƒ˜

Bagaimana anak mengenal Tuhan Pd awalnya tuhan bagi anak merupakan hal yg asing, apalagi anak belum dapat mengenar hal-hal yg abstrak. Di kala dikenalkan nama Allah bagi mereka sangat sulit, karena Allah merupakan hal yg gaib/abstrak. Tahap awal dikala dikenalkan nama Allah mereka memberontaknya. Walaupun demikian,kata Freud : mengingkari kenyataan yang menyakitkan hati, adalah satu fase pertengahan, antara menekan dan menerimanya.( sesungguhnya tantangan yang dilancarkan terhadap sesuatu yang tidak disukai, bukanlah menekan atau menerimanya, akan tetapi adalah langkah untuk menuju kepada menerimanya.

 Umur 3-4 th anak mulai mempertanyakan tentang agama, misalnya : siapa tuhan, dimana surga, bagaimana cara pergi kesana, dsb. Yang jelas apa yang dipercayai oleh anak sangat tergantung kepada apa yang diajarkan kepadanya oleh orang tuanya. Hadisnya : …  Oleh karena itu betapa pentingnya hubungan anak dengan orang tuanya, kemudian lingkungannya. Jadi kepercayaan anak tumbuh melalui latihan-latihan dan didikan yang diterima dalam “lingkungannya”.  Sebelum umur 7 th. Perasaan anak terhadap tuhan pada dasarnya adalah negatif. Artinya kalau anak mau percaya ada tuhan, bentuk dan tempat tuhan bukan karena dia menerima, tetapi karena rasa takut. Pada usia ini, anak-anak tidak membutuhkan tuhan yg sangat

 Perkasa bagi lam ini, tetapi ia lebih membutuhkan seorang bapak yang baik yang menjadi temannya.  KELAHIRAN DAN KEMATIAN  Bagi anak kelahiran itu masih difahami sebagai sebuah menjadikan/menciptakan. Pemikiran ini berakhir setelah anak dapat memahami pengertian kejadian dengan kelahiran manusia-mansia lain ( 8-9 th.).  Makna kematian bagi anak ada bebara hal :  Mati adalah hukuman, yitu hanya orang yang jahat saja yang mati, karena ia menyangka bahwa mati itu adalah sekedar perasaan sakit akibat hukuman.  Mati adalah penyakit, disangka oleh anak bahwa mati adalah terhalangnya dari sebagaian orang untuk menjalankan tugasnya, maka mati selalu berhubungan dengan pemikiran anak tentang dokter, ambulance, rumah sakit, dll.

ďƒź Di samping itu anak-anak menyangka mati itu adalah kecelakaan yang tiba-tiba.baginya mati bukanlah peristiwa yang umum dan bukan akhir dari setiap yang hidup. ďƒź Tingkat terakhir yang dapat dicapai oleh pengertian anak tentang mati adalah tidur ďƒ˜ Singkat kata, anak mulai mengenal tuhan melalui orang tua dan lingkungan keluarga, melalui kata-kata, sikap, dan prilaku orang tuanya. ďƒ˜ Oleh karena itu para guru dan orang tua harus menyadari betul bahwa anak adalah anak dalam arti keseluruhannya, baik tubuh, pikiran dan perasaanya. Dia bukan orang dewasa kecil, artinya bukan hanya tubuhnya saja yang masih kecil, tetapi juga kecerdasannya, perasaan, pikiran dan keadaan jiwanya juga masih kecil.

   

  

PEMBIASAAN PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK. Beberapa hal yang perlu diingat oleh guru : Setiap guru harus sadar bahwa ia adalah unsur terpenting dalam pendidikan di sekolah. Guru juga tidak boleh lupa bahwa anak datang kesekolah untuk belajar belum tentu atas kemauannya sendiri, Juga harus tetap selalu meningkatkan pengetahuannya, seiring dinamika dan perkembangan zaman. Juga tidak kalah pentingnya adalah guru mengajar harus ikhlas. Harus difahami juga bahwa hubungan murid dan guru tidak banyak ditentukan oleh faktor-faktor seperti sikap,

pengertian, kesadaran dan keterampilan guru semata, tetapi juga adalah pengaruh keadaan yang telah dan sedang dihadapi oleh masing-masing guru dan murid. Singkat kata : ďƒź Guru agama adalah pembina pribadi, sikap dan pandangan hidup anak, karena itu setiap guru agama harus selalu berusaha membekali dirinya dengan segala persyaratan sebagai guru, pembina dan pendidik hari depan anak. ďƒź Guru agama harus memahami betul perkembangan jiwa anak, agar dapat membina anak dengan cara yang cocok dan sesuai dengan umur anak. ďƒź Pendidikan agama pada usia SD harus lebih banyak ketauladanan dan pembiasaan.

ďƒź Guru harus memahami latar belakang anak yang menimbulkan sikap tertentu pada anak. KEBUTUHAN-KEBUTUHAN ANAK MENURUT SUDUT KEJIWAAN :

2. KEBUTUHAN ANAK DLM SUDUT KEJIWAAN Kebutuhan akan rasa kasih sayang. Kasih sayang tdk akan dirasakan oleh si anak apabila dlm hidupnya mengalami hal-hal : 1) kehilagan pemeliharaan ibu 2) si anak merasa tidak diperhatikan/kurang disayangi. anak merasa ia tdk disenangi atau tdk diperhatikan karena :

   

Mengabaikan pemeliharaan anak Sering berpisah dgn si ibu. Mengancamnya dgn berbagai hukuman. Terlalu banyak peringatan dan nasehat terhadap anak.  Menghina /mengolok-olok si anak dgn bermacam-macam cara.  Ibu yg sering marah/menggerutu waktu menolong si anak.  Kurang memperhatikan keadaan si anak (tdk menjawab pertanyaannya, lupa hari lahirnya, tdk mengomentari rapornya, tdk memujinya waktu ia menerima hadiah.

 Akibat yg mungkin terjadi dari anak yg kurang/tdk diperhatikan:

 Suka memperhatikan gerak gerik orang tua.  Sering melakukan hal-hal yg menerik perhatian utk memperoleh kasih sayang.  Suka melukai/menyakiti dirinya sendiri.  Prilakunya menunjukkan bahwa ia benci kpd orang tuanya.

3). Toleransi orang tua yg berlebih-lebihan. 4). Orang tua terlalu keras. 5). Orang tua yg terlalu ambisius. 6). Sikap orang tua yg berlawanan. 2. Kebutuhan akan rasa aman 3. Kebutuhan akan harga diri. 4. Kebutuhan akan rasa kebebasan. 5. Kebutuhan akan rasa sukses. 6. Kebutuhan akan mengenal.

 Kenakalan anak pengertian:

 Perbuatan-perbuatan yg mengganggu ketenangan dan kepentingan orang lain dan kadang2 dirinya sendiri. HAL-HAL YANG MENYEBABKAN KENAKALAN ANAK :

Kurang didikan agama Kurang pengertian orang tua tentang pendidika. Kurang teraturnya pengisian waktu.

Tdk stabilnya keadaan sosial, politik dan ekonomi. Kemorosatan mental dan moral orang dewasa. Banyaknya buku2 dan film yg tdk mendidik. Pendidikan dlm sekolah yg tdk baik. Kurang perhatian masy. Terhadap pend. Anak-anak.

 Beberapa usaha utk menenggulangi kenakalan anak:  Pendidikan agama.  Orang tua harus mengerti dasar2 pendidikan.  Pengisian waktu terluang dgn teratur.  Membentuk markas2 bimbingan dan penyuluhan.  Pengertian dan pengalaman ajaran agama.  Penyaringan buku-buku cerita, komik, film, dsb.

 Pendidikan agama di sekolah harus ditujukan utk menimbulkan kesadaran pada anak didik hal-hal :  Kepercayaan dan taqwa kepada Allah SWT.  Membentuk sopan santun/ akhlakul karimah.  Mencintai agama dan bangsanya.  Penghargaan kepada pendapat orang lain.  Rasa keadilan, kebenaran, kejujuran, dan suka menolong.

PERKEMBANGAN AGAMA PADA REMAJA  Masa remaja adalah masa peralihan yang ditempuh seseorang dari kanak-kanak menuju dewasa. Atau perpanjangan masa kanak-kanak sebelum mencapai masa dewasa.  Prof.DR.Zakiyah Darajat membagi masa remaja menjadi dua :  Remaja pertama – 12 s.d 15. (SMP)  Remaja terakhir - 16 s.d 9/20 ( SMA & kuliyah smtr 2). Ciri-ciri masa remaja pertama :  Secara fisik, organ-organ belum dapat menjalankan fungsinya secara sempurna, kecerdasan, emosi.  Hubungan sosial belum belum selesai pertumbuhannya.  Belum dapat diberi tanggung jawab.  Kecerdasan sedang mengalami pertumbuhan.

ďƒ˜ Mereka ingin berdiri sendiri, tanpa tergantung dengan orang dewasa, tetapi secara mental mereka belum mampu. ďƒ˜ Diawali dengan kegoncangan, yang ditandai dengan datang hait, mimpi pada pria.atau masa berada diatas jembatan goyang, yang menghubungkan masa kanakkanak yang penuh ketergantungan, dengan mada dewasa yang matang dan berdiri sendiri. PERTUMBUHAN MENTAL REJAMA Alfred Binet-perancis- 1857-1911: kemampuan untuk mengerti masalah-masalah yang abstrak, tidak sempurna perkembangannya sebelum sebelum mencapai usia 12 tahun.dan kemampuan untuk mengambil kesimpulan yg abstrak dari fakta-fakta yg ada baru tanpak pd usia 14 th.

 Ada ungkapan seorang remaja : “ kalaupun saya harus dihukum oleh tuhan karena durhaka kepada orang tua, apa boleh buat; tetapi saya akan protes kepada tuhan, karena saya durhaka bukan atas keinginan saya, tetapi karena perlakuan merekalah yang menyebabkan saya durhaka, mereka kejam, kasar, dan sering menyakiti hati saya.â€? remaja yang merasa sakit hati dan tidak senang atas perlakuan orang tuanya yang tidak bijaksana itu, merasa bahwa tidak adillah tuhan, apabila kedurhakaanya kepada orang tuanya itu akan menyebabkannya dihukum di akhirat kelak. Jadi jelas bahwa pengertian remaja akan pokok-pokok keyakinan dalam agama sangat dipengaruhi oleh perkembangan pikiranya pada usia remaja.

 Pemahaman remaja tentang mati telah meluas dan mendalam, sehingga ia memandangnya sebagai panomena yang umum dan wajar terjadi. Namun demikian ia tidak dapat melepaskan rasa kegelisahannya, yang mengambil bentuk :  Takut berpisah dengan keluarga.  Takut dirinya akan mati, karena :  Berpisah dengan orang-orng yang disayangi dan dikhawatirkan akan meninggalkan mereka  Rasa dosa, takut bertemu dengan Allah, seolah-olah takut dengan mati itu sebenarnya adalah takut akan hukuman akhirat.  Takut mati karena ambisinya.

 Pengaruh emosi remaja terhadap kepercayaan agama.  Tdk ada satu sikap atau tindak agama seseorang yg dpt dipahami tanpa mengindahkan emosinya. Oleh karena itu, dalam meneliti atau mempelajari perkembangan jiwa agama seseorang, perlu diperhatikan seluruh fungsifungsi jiwanya sebagai kebulatan.  Masa remaja adalah masa bergejolaknya bermacammacam perasaan yang kadang-kadang bertentangan satu sama lain. Diantara sebabnya adalah komplik/pertentangan-pertentangan yang terjadi pada remaja tersebut, maupun pertentangan yang ada pada masyarakat.  Kalau agama ingin mempunyai arti bagi remaja maka ajarkan nilai-nilai agama sesuai dengan gejolak emosinya.

 Salah satu contoh komplik/pertentangan dalam diri remaja adalah, disatu sisi gejolak keinginan bergaul bebas dengan lawan jenis( pree seks), di sisi lain agama dan norma sosial melarang. Oleh karena itu ada yang mengambil jalan aman dengan melakukan onani.  Hasil penelitian kinsey-Psikolog amerika : bahwa dorongan-dorongan sek itu telah menyebabkan sekitar 90 % dari remaja amerika telah melakukan onani.  SIKAP REMAJA PADA AGAMA:  Percaya turut-turutan  Percaya dengan kesadaran  Percaya tetapi agak ragu-ragu  Tdk percaya sama sekali/cenderung atheis.

Biasanya semangat agamaitu tidak terjadi sebelum umur 17 tahun atau 18 tahun, semangat agama itu mempunyai dua bentuk yaitu :  Semangat positif  Semangat khurafi Semangat agama yang positif itu  menjauhkan bid’ah dan khurafat-khurafat dari agama. Dan menghindari gambaran terhadap beberapa objek agama sensual, seperti neraka, surga, malaikat, syaithan, tidak lagi dibayangkan secara yang dapat dirasa atau dilihat, akan tetapi sudah dapat memikirkannya secara abstrak.  Melihat agama dengan pandangan yang kritis.  Mereka ingin membersihkan agama dari segala macam hal yang mengurangkan kemurnian agama. Tindakan dan sikap agama seperti ini akan terlihat perbedaan-perbedaannya sesuai dengan kepribadiannya, hal ini dapat kita bagi menjadi dua:

 Extravert: kepribadian terbuka, yaitu orang yang dengan mudah mengungkapkan perasaan keagamaannya kepada orang lain, :  Akan menunjukkan aktifitas agamanya keluar.  Biasanya tentang aktifitas sosial, menginginkan perbaikan sosial  Suka bekerja sama dan bergaul termasuk dengan yang beragama lain.  Biasanya semangat agama remaja semacam ini yang dapat membentengi mereka dari kerusakan moral dan gangguan jiwa.  Ada keinginan bagi sebagian remaja seperti ini yang ingin mengembangkan agama terus menerus, sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang dialaminya.  Intravert : remaja yang mempunyai kecenderungan menyembunyikan perasaan agamanya.:  Senang menyendiri  Tidak begitu aktif dengan kegiatan sosial  Kurang kecenderungan untuk mengembangkan agama secara terus menerus  Kecenderungan pada tasauf sangat tinggi

ďƒ˜ Semangat agama khurafi Bagi remaja yang kecenderungan pikiran kekanak-kanakan, agama dan keyakinannya biasanya lebih cenderung pada mengambil unsur-unsur luar yang bercampur ke dalam agama, misalnya khurafat, bid’ah- bid’ad, jin, seithan, makam wali-wali, ayat-ayat yang digunakan untuk jimat-jimat, remaja yang kecenderungannya seperti ini, akan merasa lega apabila hal-hal tersebut dilakukannya. ia sering datang ke dukun-dukun, sering mendatangi lembagalembaga kebatinan, orang menjadi mkanan empuk para dukun yang senang mencari uang. ďƒ˜ Kebimbangan beraga kebimbangan terhadap ajaran agama yg pernah diterimanya pada waktu kecil, merupakan pertanda bahwa kesadaran beragama telah tumbuh dalam diri remaja. pada masa remaja terakhir keyakinan beragama lebih dikuasai pikiran, pada masa permulaan remaja (remaja pertama) keyakinan agama lebih dikuasai perasaannya.

 Oleh karena itu masa remaja terakhir agama sering dikritisi dan diteliti.  Dari hasil penelitian Dr.Al-Malighi terbukti bahwa sebelum umur 17 th. Kebimbangan agama jarang terjadi, puncak kebimbangan itu terjadi antara usia 17 – 20 th.  Kendatipun banyak faktor yg menyebabkan kebimbangan beragama pada remaja, namun hal itu dapat dihindarkan dengan cara-cara :  Hubungan kasih sayang antara dia dan ortu, atau orang yg dicintainya.  Ketekunan menjalankan syari’at agama (terutama dalam kelompokkelompok (jama’ah).  Apabila remaja tersebut bimbang sampai meragukan sifat-sifat Allah (misalnya keadilan dan kekuasaan Allah), maka ia akan berjuang mengatasi perasaan tersenut.

 Tidak percaya kepada tuhan  Ketidak percayaan yang sungguh-sungguh itu tidak terjadi sebelum usia 20 th. Perkembangan remaja ke arah tidak percaya adanya tuhan itu, sebenarnya mempunyai akar dari masa kecilnya. Kecuali pengalaman pahit di masa kecilnya itu ikut mempengaruhinya juga keadaan dan peristiwa yang sedang dialaminya terutama kebudayaan dan filsafat yang melingkunginya.  Kita tidak boleh menyangka bahwa perkembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan akan otomatis dapat meromak keyakinan yang ada, sebab yang pertama diserang oleh kebudayaan dan ilmu pengetahuan adalah pikiran, sedangkan keyakinan agama adalah pikiran dan perasaan yang masuk ke dalam pribadi.  Kendatipun remaja telah mulai cenderung menggunakan pikiran, meneliti dan mencari arti yang logis, rasional tentang sesuatu, namun ia tetap memandang alam ini dari celah-celah perasaan dan khayalanya. Pikiran obyektif baru dapat dilaksanakan setelah masa kegoncangan benar-benar terlewati.  Tidak banyak kalangan remaja merasa cemas disaat melihat ilmu pengetahuan merong-rong keyakinannya. Remaja yang mengalami seperti ini lambat laun akan menjauh dari agama.

  

MASA REMAJA TERAKHIR 17-21 th. Cirinya: Pertumbuhan jasmani cepat telah selesai, mereka secara jasmani telah matang. Segala fungsi jasmaniyah akan mulai atau telah dapat bekerja, sudah dapat dikatakan sama dengan orang dewasa. Pertumbuhan kecerdasan hampir selesai. Mereka telah mampu memahami hal-hal yang abstrak, serta mampu pula mengambil kesimpulan abstrak dari kenyataan yang dilihatnya. Pertumbuhan pribadi belum selesai.artinya mereka belum mampu berdiri sendiri, belum sanggup mencari nafkah untuk membiayai diri dan untuk memenuhi segala kebutuhannya. Bahkan perhatian dari jenis lain masih sangat diharapkan. Pertumbuhan jiwa sosial masih berjalan, pada usia ini bagi mereka betapa pentingnya adanya pengakuan sosial. Perhatian dan minatnya terhadap kepentingan masyarakat sangat besar. Keadaan jiwa agama yang tidak stabil,

 PROBLEMA REMAJA  Masalah hari depan, ia ingin mendapat kepastian, puncaknya pada saat-saat dibangku kuliyah. Kecemasan terhadap ketidakpastian hari depan, menimbulkan berbagai problema, mungkin menambah suramnya masa depan, efeknya yang tanpak adalah semangat belajar menurun, kemampuan berpikir berkurang.  Masalah hubungan dengan orang tua, sering terjadi pertentangan pendapat dengan orang tua.  Masalah moral dan agama, karena pengaruh budaya asing memalui berbagai media. Cara mengatasi problema tersebut :  Tunjukkanlah bahwa kita memahami mereka  Pembinaan secara konsultasi  Dekatkan agama kepada hidup mereka

 PERKEMBANGAN AGAMA ďƒ˜ Masalah kehidupan moral dan agama generasi muda dewasa ini, masalah pokok yang sangat menonjol saat ini, kaburnya nilai-nilai di mata generasi muda. Sikap orang dewasa yang mengejar kemajuan lahiriyah tanpa mengindahkan nilai-nilai moral yang dianutnya, menyebabkan generasi muda kebingungan bergaul, karena apa yang dipelajarinya di sekolah/kampus bertentangan satu sama lain. Kecenderungan. Kecenderungan kepada materialisme dan kehidupan serba mesin telah menimbulkan tekanan pada jiwa manusia. Itulah sebabnya, manusia dalam kondisi seperti itu akan berada dalam tekanan mental dan depresi, yang lama kelamaan akan berkembang menjadi penyakit kejiawaan yang serius ( demikian hasil penelitian universitas malaya, kuala lumpur November 1997). ďƒ˜ Bahaya yang mungkin terjadi, secara nasional akan terhambatnya tujuan pembangunan, secara pribadi dan keluarga akan kehilangan kebahagiaan, atau mereka akan mencari obat penenang, sebagai jalan pintas untuk mengatasi berbagai problem yang mereka hadapi itu.

  

Cara mengatasi masalah itu : filterisasi terhadap budaya asing yang masuk. Pendidikan agama di dalam keluarga dan sekolah perlu di intensifkan.  Diadakan pendidikan khusus untuk orang dewasa dalam bidang kesehatan jiwa.  Perlu adanya biro-biro konsultasi.  Pemerintah perlu mengambil tindakan dan langkah yang tegas, dengan mengikutsertakan lembaga, para ulama dan pimpinan/tokoh masyarakat.

PERKEMBANGAN JIWA AGAMA PADA MASA DEWASA •

Sikap agama pada orang dewasa memiliki persfektif yang luas didasarkan atas nilai-nilai yang dipilihnya. Ia memiliki pendalaman, dan luas pengertian dalam agama. • Saat menginjak usia dewasa terlihat adanya kematangan jiwa mereka, “saya hidup dan saya tahu untuk apa”. Orang dewasa sudah memiliki tanggung jawab serta sudah menyadari makna hidup. Dengan kata lain, nilai-nilai yang dipilihnya dan berusaha untuk mempertahankan nilai-nilai yang dipilihnya. • Menurut Elizabeth B.Hurlock membagi masa dewasa pada :  Masa dewasa awal (masa dewasa dini/young adult:21-40 th.) masa menacri kemantapan dan reproduktif yaitu suatu masa yang penuh dengan masalah dan ketegangan emosional, isolasi sosial, kometmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreatifitas dan penyesuaian diri pada pola hidup yang baru

 Masa dewasa madya (middle adulthood : 40-60 th.) masa transisi, antra pri dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani, dan prilaku yang baru, perhatian terhadap agama lebih besar, minat dan perhatian terhadap agama dilandasi oleh kebutuhan pribadi dan sosial.  Masa usia lanjut (masa tua/older adult: 60 tahun keatas) priode penutup dalam rentang hidup seseorang, pisik dan psikis mulai menurun kembali. KARAKTERISTIK SIKAP KEBERAGAMAAN PADA MASA DEWASA :  Menerima kebenaran agama berdasarkan pertimbangan pemikiran yang matang, bukan sekedar ikut-ikutan.  Bersifat realistis, sehingga norma-norma agama yang diwujudkan dalam sikap dan tingkah laku.  Bersikap positif terhadap ajaran dan norma agama, dan berusaha untuk mempelajari dan memperdalam pemahamannya.

 Tingkat ketaatan beragama berdasarkan atas pertimbangan dan tanggung jawab diri hingga sikap keberagamaan merupakan realisasi dari sikap hidup.  Bersifat lebih terbuka dan berwawasan luas.  Bersifat kritis berdasarkan pertimbangan akal juga hati nurani.  Sikap keberagamaan lebih berkarakter ke bawaan pribadi.  Terlihat adanya hubungan antara sikap keberagamaan dengan kehidupan sosial. Jadi orang yang matang sikap keberagamaannya terlihat dari kemampuan seseorang untuk memahami, menghayati dan mengaflikasikan nilai-nilai luhur agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari-hari.

MASALAH KEBERAGAMAAN PADA MASA DEWASA •

Mmenurut Lewis Sherril membagi masalah-masalah keberagamaan pada masa dewasa sbb:  Masa dewasa awal: memeilih arah hidup yg akan diambil dgn menghadapi godaan berbagai kemungkinan pilihan.  Masa dewasa tengah, mencapai pandangan hidup yg matang dan utuh dan dapat menjadi dasar dalam membuat keputusan secara konsisten.  Mada dewasa akhir , pasrah, minat dan keinginan kurang beragam, kesederhanaan, hidup kurang rumit dan lebih berpusat pada hal-hal yang sungguh-sungguh berarti. Faktor ekstern yg diperkirakan penyebab dari timbulnya sikap keberagamaan yang tidak lazim :  Temperamen  Gangguan jiwa  Konplik dan keraguan

 Jauh dari tuhan Mereka ini umunya cenderung menampilkan sikap :  Pesimis  Introvert  Menyayangi faham yang ortodok  Mengalami pproses keagamaan yang nogradasi. Faktor eksternal yg diperkirakan turut mempengaruhi sikap keagamaan secara mendadak :  Musibah  Kejahatan  Optimis dan gembira  Ekstrovert dan tak mendalam

Sikap keberagamaan orang yg berjiwa ektrovert :       

Menyayangi ajaran agama yang liberal Menyenangi theologi yang luwes dan tidak kaku Menunjukkan tingkah laku keagamaan yang lebih bebas Menekankan ajaran cinta kasih dari pada kemurkaan dan dosa Bersifat liberal dalam menafsirkan pengertian ajaran Islam Selalu berpandangan positif. Berkembang secara graduasi.

MISTISISME DAN PSIKOLOGI AGAMA


psikologi agama