Issuu on Google+

War ta Ge re j a Mas ehi Adve nt Har i Ke t ujuh

0 1 - 2013

Wajah

ADRA 12

Menemukan Terang

dalam

Sudut Gelap

20

Menemukan

yang

Baik

Tanah

26

Dapatkah Tulang-

tulang ini Hidup?

01 - 2 013

The International Paper for Seventh-day Adventists

Fof aces

ADRA

12

Discovering Light in

20

DarkCorners

Finding

Good Soil

C E R I TA

16

Ja nu a r y 2 013

26

S A M P U L

Wajah ADRA

Oleh Sandra Blackmer

Adventist Development and Relief Agency memiliki cerita untuk disampaikan; dan kami menyampaikannya.

Can These

BonesLive?

 P A N O R A M A S E D U N I A Jangan Ragu: Tuhan Kendalikan, Bagian 1

8

Oleh Ted N. C. Wilson

Melangkah maju itu mudah jika kita percaya kepada Dia yang menuntun kita.

RENUNGAN Menemukan Terang Dalam Sudut Gelap

12

Oleh Michael Doernbrack

Pelajaran-pelajaran tentang Allah dari Kejadian 3.

K E P E R C AYA A N DA S A R Dituliskan ke Dalam Hati Kita

1 4 Oleh Clifford Owusu-Gyamfi

Perbedaan antara mengenal hukum Allah dan menuruti hukum Allah.

T A M P I L A N K H U S U S Menemukan Tanah yang Baik Oleh James Park

20

 Bagaimanakah kita mengidentifikasi mereka yang mau menerima Injil?

WARISAN ADVENT Menyalakan Kembali Api Kebangunan Rohani

24

Oleh Alejo Aguilar Apa yang dipelajari oleh orang-orang Advent yang tabah, dari malapetaka besar.

D E PA R T E M E N TA L 3

LAPORAN SEDUNIA

3 Sekilas Berita 6 Fitur Berita

11 K E S E H A T A N S E D U N I A Vitamin B12 Direvisi

R O H N U B UAT 23  27 P E L A J A R A N A L K I T A B Melayani Jiwa dan Tubuh Menyegarkan Iman Anda P E R T A N YA A N 26 

DAN

28

PERTUKARAN IDE

JAWA B A N A L K I TA B

Dapatkah Tulang-tulang . 32-40 D A R I I N D O N E S I A ini Hidup? Warta Gereja Advent

www.adventistworld.org Tersedia dalam 13 bahasa secara online

(WGA)

Pada sampul: Anak-anak cantik ini tinggal di kamp pengungsian yang diurus oleh ADRA di Yemen. P h o t o

2

Adventist World | 01 - 2013

c o u r t e s y

o f

A D R A

Mempraktikkan Belas Kasih

LAPORAN SEDUNIA

t e d N e w s

Pada dasarnya kita adalah pria dan wanita dengan maksud dan kemauan baik. Perjanjian kita dengan Yesus sebagai Tuhan dan bersama gereja-Nya di akhir zaman memberi kesaksian kepada keinginan tulus kita untuk mempercayai kebenaran Alkitab dan menjalani pola hidup Juruselamat. Kita membuat komitmen ini pertama kali pada baptisan, dan sejak saat itu beberapa kali melalui dorongan Roh Kudus. Tetapi bagaimanakah maksud baik menjadi perbuatan baik? Bagaimanakah kepercayaan saya dalam kebenaran Sabat hari ketujuh menjadi satu kehidupan yang diperbarui oleh sukacita dan perhentian Sabat hari ketujuh? Bagaimanakah keyakinan saya bahwa Allah mendengar semua doa yang tulus, menjadi satu kebiasaan pemujaan, pengakuan, ucapan syukur, dan permohonan sehari-hari? Jawabannya tentu saja, adalah mempraktikkan. Setiap kali kita mendengar dan menuruti perintah Kristus, keyakinan kita di dalam Dia diperkuat, dan pemahaman kita tentang Firman-Nya diperdalam. Ada saatnya berbulanbulan—mungkin bahkan bertahun-tahun— dimana latihan kita tidak sempurna, sesekali, atau setengah hati. Kita kurang bersungguhsungguh untuk hidup sebagaimana Yesus hidup dan peduli sebagaimana Yesus peduli. Tetapi ini tidak berarti bahwa perbuatan kebajikan yang tidak utuh, tidak memiliki nilai, atau bahwa Allah tidak dapat menggunakan roti setengah matang dari kita. Dalam perhitungan surga, tidak ada tindakan kebaikan yang pernah disia-siakan. Secangkir air dingin yang diberikan atas nama Yesus masih diterima kerajaan itu, apalagi kalau kita bisa melakukan lebih banyak. Anakanak yang kita berikan pakaian, janda-janda yang kita beri makan, dan sumur-sumur yang kita gali cukup nyata: Dan pelatihan yang kita lakukan menegaskan dalam diri kita, janji untuk “menjadi seperti Yesus” bagi anak-anak kecil-Nya. Sementara Anda membaca cerita sampul bulan ini, tentang pelayanan International Adventist Development and Relief Agency (ADRA), berdoalah meminta kesempatan mempraktikkan kebaikan yang pernah diperlihatkan kepada Anda. Biarlah pemberian kasih karunia Allah kepada Anda menjadi pemberian kemurahan Allah melalui Anda.

p h o t o

“Perjalanan terpanjang dalam kehidupan orang Kristen adalah jarak dari kepala menuju tangan.”

BERHENTI MEROKOK: Para peserta dalam sebuah program pelatihan anti merokok di Belgrade, Serbia, disponsori oleh gereja Advent.

Orang Advent Membawa

Pesan Stop Merokok ke Belgrade

■■ Departemen Kesehatan, Uni Konferens Eropa Tenggara (SEEUC), bersama-sama dengan organisasi non pemerintah Life and Health, mengadakan dua hari seminar bagi para pendeta dan pemimpin klub kesehatan di Belgrade, Serbia, pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 2012. Rokok merupakan masalah kesehatan utama di Serbia. Pemerintah dan kementerian kesehatan telah mengadakan berbagai kampanye sukses sejak tahun 2003, dan angka perokok berkurang 7 persen dari tahun 2000 sampai 2006. Tetapi gambarannya masih tinggi, terutama di tengah kaum wanita. Tujuan seminar itu adalah mengajarkan setiap gereja Advent bagaimana menjadi satu tempat bagi para perokok yang ingin berhenti, bisa mendapatkan nasihat, dukungan, dan bantuan. Tiap gereja yang memiliki klub kesehatan dapat mengadakan seminar-seminar berhenti merokok berdasarkan kepada program Quit Now! 7 Steps to Freedom. Seminar itu, dengan kehadiran 150 peserta, dibuka oleh Dorde Traj­ kovski, Ketua SEEUC. Pembicara tamu adalah Richard Willis, Direktur Eksekutif United Kingdom National Committee for Prevention of Alcohol and Drug Dependence, berpusat di Washington, D.C. Ia membagikan pengetahuan dan pengalamannya dalam melaksanakan program berhenti merokok. Willis juga menantang dan mengilhami para peserta, meskipun mereka bukan dokter, teknisi medis, atau perawat, untuk bekerja bersama para perokok. Selama lokakarya itu ia memberikan nasihat praktis tentang bagaimana mengatasi stres dan penyelesaian krisis. Di antara narasumber lainnya ada: Dr. Zorica Plavšić, yang menyajikan tentang pandemik rokok, situasi di Serbia, dan mengisap tembakau sebagai satu faktor risiko untuk gangguan kesehatan: Dr. Branislav Hačko, yang berbicara mengenai klub-klub kesehatan dan komunitas lokal; dan Dr. Petar Borović, yang mengadakan penyajian tentang efek positif dari berhenti

Bersambung ke halaman berikutnya

01 - 2013 | Adventist World

3

Di Brazil, Daerah Pinggiran Kota yang Makmur Mendirikan Gereja Baru ■■ Penekanan tahun 2013 tentang menginjil ke kota-kota besar mengambil satu langkah penting di Amerika Selatan pada tanggal 27 Oktober, 2012. Dengan dihadiri lebih dari 120 pemimpin Advent dari delapan negara Amerika Selatan, batu pertama diletakkan untuk satu jemaat Advent masa depan di daerah yang dikenal sebagai Lago Sul, di ibukota fede­ ral Brasilia. Menurut Human Development Index (HDI) tahun 2011 dari PBB, sekitar 30.000 orang tinggal di lingkungan itu, yang memiliki indeks pengembangan manusia (HDI) 0,945, yang tertinggi di dunia. Sebagai perbandingan, Norway yang tertinggi kedua yakni 0,943. Brazil berada di urutan kedelapan puluh lima pada daftar, dengan HDI 0,718. Lokasi Lago Sul menghadirkan salah satu tantangan Advent untuk tahun 2013— membangun gereja-gereja baru di daerah dengan golongan kelas atas dari 79 kotakota besar di Amerika Serikat. Edison Choque, koordinator proyek umum dari proyek penginjilan kota besar di Amerika Serikat, menjelaskan bahwa

4

Adventist World | 01 - 2013

peluncuran ini merupakan satu contoh bagi wilayah lain. “Selain membentuk jemaat di daerah-daerah kota yang makmur, kami ingin mendirikan pusat-pusat pengaruh dengan akvititas-aktivitas yang akan menguntungkan keluarga, kesehatan, dan pendidikan masyarakat itu dan yang akan memperlihatkan bahwa orang Advent prihatin dengan kehidupan yang berubah-ubah,” ujar Choque. Bersama dengan para pemimpin dari wilayah administrasi Advent dari delapan negara, ia mengatur upacara peletakan batu landasan memperlihatkan keikutsertaan dalam pembangunan. Tanah berukuran 161.000 kaki persegi (15.000 meter persegi) dan bernilai 17 juta mata uang Brazil (8,5 juta dolar AS). Investasi itu dibuat untuk bangunan gereja Advent dengan kapasitas 380 anggota dan kantor pusat administrasi West Central Brazil Union Mission. Meskipun tanggal mulai belum ditentukan, harapannya juga adalah membangun sebuah sekolah sebagai bagian dari jaringan pendidikan Advent di daerah itu. Jáder Carvalho, salah seorang pemimpin gereja Advent Central Brazilia, mengutarakan impian yang diharap terwujud dari upacara ini, karena sudah ada banyak kelompok kecil di daerah ini, dengan orang-orangnya yang sudah mengambil keputusan menerima Kristus. Ia percaya pekerjaan penginjilan memerlukan satu struktur seperti ini. Selama upacara itu, ketua divisi Erton Köhler menegaskan bahwa “penginjilan di kota-kota besar selalu ada di tengah upaya Advent. Tetapi pada tahun 2013 penekanan kita adalah mendirikan jemaat-jemaat baru di tempat-tempat dimana perolehan kekuasaan dan sekularisasi telah menyulitkan minat komunitas dalam membantu gereja.” Köhler; Magdiel Pérez, sekretaris gereja Advent di Amerika Selatan; Marlon Lopes, direktur keuangan; dan Ella Simmons, Wakil Ketua GC, mengisi bagian

A S N

merokok. Vlado Havran, Direktur Kesehatan SEEUC, menghadirkan pengalamanpengalaman terbaru dari klub-klub kesehatan. Selama lokakarya itu para peserta mendapatkan instruksi praktis tentang bagaimana melaksanakan program Quit Now! di gereja-gereja dan klub-klub kesehatan mereka. Masing-masing peserta menerima satu CD dengan bahan pendidikan dan buku Enjoy Without Tobacco Smoke, ditulis oleh Plavšić. —dilaporkan oleh tedNews

p h o t o

LAPORAN SEDUNIA JANGKAUAN LUAR PINGGIRAN KOTA: Ketua Divisi Amerika Selatan, Erton Köhler, sekretaris eksekutif Magdiel Pérez, direktur keuangan Marlon Lopes, dan wakil ketua umum General Conference, Ella Simmons berpose dengan buku-buku ditaruh di batu pertama gereja Advent yang baru di Lago Sul, sebuah daerah pinggiran kota yang makmur di Ibu Kota Federal Brazil, Brasilia.

tengah batu pertama dengan buku-buku dan majalah yang berbicara tentang keyakinan dan nilai-nilai Alkitabiah dari gereja Advent. Pesannya jelas: bangunan yang akan berdiri di sana dilandaskan pada Alkitab dan buku-buku yang meninggikan ajaran Yesus Kristus. —dilaporkan oleh Felipe Lemos, ASN

Kisah tentang Seorang Pionir Advent Australia yang Belajar Kedokteran, Disampaikan ■■ Kisah yang sebelumnya belum pernah diberitahu tentang orang Advent pertama yang belajar kedokteran di Australia kini dihadirkan dalam satu buku baru oleh seorang anggota staf Avondale College. Rose-lee Power menggambarkan Dr. Margherita Freeman, peran utama dalam buku Born to Serve, sebagai yang “berani dan bertekad kuat.” “Bagi seorang wanita mengambil jalur kedokteran... sungguh menghadapi banyak rintangan—karena dulu, itu adalah dunia lelaki,” kata Power, yang meneliti kisah itu selama tiga tahun dalam perannya sebagai pimpinan Adventist Heritage Center. Freeman, seorang lulusan Universitas Sydney pada tahun 1911, memainkan peran penting dalam akreditasi tempat yang

P h o t o

JURU CERITA: Penulis Born to Serve Rose-lee Power, dari Avondale College milik gereja, merinci kehidupan orang Advent pertama di Australia yang belajar kedokteran dan menjadi seorang dokter.

c o u r t e s y

o f

M e l i s s a

P r e s t o n

Percetakan Advent Filipina Mendapatkan Penghargaan dalam Hal Kualitas The Philippine Publishing House (PPH), salah satu dari 63 percetakan di seluruh dunia yang dikelola gereja Advent, menerima penghargaan World Quality Commitment Award kategori Emas dari Business Initiative Directions

p h o t o

menyertakan “begitu banyak kisah-kisah keberanian, komitmen dan iman yang tak terceritakan. Syukurlah, Rose-lee... tidak mau membiarkan kisah menakjubkan ini... pudar ke dalam tumpukan arsip terlupakan.” Freeman adalah ‘”contoh peran bagi wanita di mana saja dan sepanjang masa,” tulis Carole Ferch-Johnson dalam kata pendahuluan. Seorang associate director bagi wanita dalam pelayanan kependetaan di Australia’s Ministerial Association mengenang Freeman sebagai “orang hebat” yang banyak mengundang “rasa salut.” Rod dan Nita Ellison, yang adalah sahabat-sahabat Freeman, memulai proyek menuliskan kisahnya. “Ia telah melakukan begitu banyak bagi gereja kita sebagaimana seorang wanita dalam pelayanan... kami mengasihi dia,” kata Nita. Ia mengenang kesukaan Freeman bercanda gurau. “Kami menghabiskan banyak waktu tertawa bersamanya sewaktu kami berkunjung.” Ellison mendekati Power untuk menyelesaikan pekerjaan menulis kisahnya, tetapi karena Freeman tidak memiliki anak, Power kesulitan menemukan sumber akurat. Akan tetapi, sekumpulan dokumen dan foto tersedia dari Freeman Nursing Home di Rossmoyne, persis sebelum dicetak. Dokumen itu menegaskan fakta dan menyediakan gambar-gambar Freeman dalam masa akhir hidupnya.

PENGHARGAAN KUALITAS: Florante P. Ty, pemimpin Philippine Publishing House, dan Ronaldo B. Dumapig, wakil ketua untuk keuangan, menerima penghargaan World Quality Commitment Award di Concorde La Fayette of Paris dari Jose E. Prieto, Ketua Business Initiative Directions.

P P H

dahulu dikenal sebagai Sydney Sanitarium. Pada satu masa di mana wanita senantiasa ditemani bila keluar di hadapan umum, Freeman justru mengelola klinik dan setelah suaminya tiada, mendirikan sebuah pusat bersalin, mengadakan pelatihan perawat dan hadir di berbagai kongres. Apa yang sekarang ini adalah Rumah Sakit Advent Sydney, hubungannya dengan komunitas, dan reputasinya karena telah menyediakan pelayanan berkualitas, “tidak sedikit andil dari pekerjaan Dr. Freeman dan tokoh-tokoh lain seperti dia, yang memiliki satu visi dan roh pelayanan sehingga banyak orang berusaha ikuti,” kata Barry Oliver, ketua gereja Advent di Pasifik Selatan dan mengetuai dewan rumah sakit tersebut. Oliver menghadiri peluncuran Born to Serve sebagai bagian dari kongres wanita Advent di Watson Park Convention Centre sebelah Utara Brisbane. Ia mencatat bagaimana sejarah gereja di Australia

(BID). Upacara pemberian penghargaan itu diadakan selama BID World Quality Commitment Convention—Paris 2012, di mana 54 negara di seluruh dunia diakui atas pencapaiannya dalam bidang “kualitas dan mutu.” Jose E. Prieto, ketua dan CEO dari BID, berkata, “Perusahaan-perusahaan yang diberikan penghargaan merupakan simbol komitmen kepada kepemimpinan, teknologi, dan inovasi, membuat mereka menjadi contoh bagi orang lain di bidang mereka.” Mewakili PPH selama upacara tersebut, yang diadakan di Hotel Concorde La Fayette di Paris pada tanggal 29 Oktober 2012, ada Florante P. Ty, ketua, dan Ronaldo B. Dumapig, bendahara dan wakil ketua keuangan. Berbicara kepada para pegawai PPH setelah acara Paris, Ty berkata, “Kita puji Tuhan, bahwa setelah mengelola hampir 100 tahun, Philippine Publishing House telah diakui kualitasnya, inovasi, mutunya, dan komitmennya. Saya percaya organisasi di balik penghargaan ini melihat kelayakannya untuk menganugerahkan kita penghargaan World Quality Commitment karena program penyebarluasan perorangan, yang dilakukan oleh para penginjil literatur kita dan para pemimpin percetakan di seluruh Filipina.”

01 - 2013 | Adventist World

5

LAPORAN SEDUNIA

G

ereja Advent di Inter-Amerika secara resmi meluncurkan inisiatifnya yang luas untuk Tahun Kaum Awam 2013 selama program online langsung di gereja Advent Comayaguela di Tegucigalpa, Honduras, 27 Oktober 2012. Puluhan anggota eksekutif komite bergabung dalam acara bersejarah itu, sementara ribuan anggota dewan gereja di seluruh wilayah tersebut dihubungkan dengan internet untuk menyaksikan dan mengadopsi inisiatif dan aktivitas tersebut. “Gereja telah diperkaya oleh kerja keras dari para pendeta kita dan anggota awam dalam menyebarkan injil di InterAmerika. Itulah sebabnya mengapa kami mencanangkan tahun 2013 sebagai Tahun Kaum Awam, membiarkan pekerjaan gereja lebih dirasakan di seluruh komunitas,” kata Israel Leito, ketua gereja di Inter-Amerika. “Acara online kita adalah tentang, secara langsung melibatkan dewan gereja kita dalam melihat, bergabung, bekerja sama, dan mengadopsi inisiatif yang akan terus mendorong gereja lebih banyak menceritakan Kristus selama tahun 2013,” tambah Leito.

PELUNCURAN TAHUN KAUM AWAM: Para pemimpin Advent di Inter-Amerika berpartisipasi dalam peluncuran inisiatif gereja 2013 mengenai Tahun Kaum Awam selama siaran langsung Webcast yang diadakan di gereja Advent Comayaguela, Tegucigalpa, Honduras, pada tanggal 27 Oktober 2012. Acara online itu menghubungkan ribuan dewan gereja setempat di seluruh wilayah selama program dua jam.

Oleh Libna Stevens, Divisi Inter-Amerika

Acara Online

Meluncurkan

Luar

Upaya Jangkauan

Inter Amerika 2013

Rencana Tahun Awam muncul pada pertemuan Honduras Itu adalah acara yang telah disusun rapi dan menyediakan waktu bagi dua jam pembukaan pertemuan komite eksekutif dua tahunan dalam upaya mengumpulkan dukungan anggota dewan setempat bersatu padu melaksanakan upaya penginjilan di seluruh komunitas mereka sambil merayakan pekerjaan kaum awam. Acara dan aktivitas yang telah dijadwalkan seperti perayaan rohani, dewandewan, perkumpulan, baptisan, upaya penginjilan, dan acara yang memberi

6

Adventist World | 01 - 2013

dampak pada komunitas direncanakan sementara gereja dan berbagai usaha pelayanannya bersama bersatu padu pada tahun 2013, kata Melchor Ferreyra, direktur pelayanan perorangan untuk gereja di Inter-Amerika. “Kami senang mendapatkan partisipasi penuh dari para anggota awam kami, yang termasuk para profesional, pria, wanita, kaum muda, dan anak-anak dalam mengabarkan injil,” tambah Ferreyra.

Sudah hampir 1 juta anggota awam dilatih selama inisiatif yang dilaksanakan oleh gereja di Inter-Amerika sebagai Vision One Mission. Insiatif itu berusaha melatih 1 juta murid pada salah satu dari lima bidang berikut: berkhotbah, pelajaran Alkitab, bersaksi, memimpin kelompok kecil, dan pionir Misi Global. Lebih dari 8.000 koneksi yang terdaftar menyaksikan Webcast itu, dan ratusan komentar masuk. Inisiatif seluas divisi tersebut menyo-

PEMIMPIN BERBICARA: Israel Leito, Ketua Divisi Inter-Amerika, berbicara kepada para pemimpin gereja dan para penonton online pada inisiatif tahun 2013 adalah Tahun Kaum Awam.

roti Tahun Kaum Awam termasuk pertemuan-pertemuan kebangunan, satu hari berpuasa dan berdoa, rapat bagi para ketua gereja, penyebarluasan penginjilan di seluruh wilayah, perayaan Vision One Mission, upacara pembaptisan oleh para ketua gereja dan dampak komunitas melalui aktivitas kesehatan. Ana Aceituno Ortiz dari gereja Advent Tepeyac di Tegucigalpa, Honduras, merupakan salah seorang dari 30 dewan gereja yang berkumpul pada acara langsung di gereja Advent Comayaguela. Dewan gerejanya memutuskan untuk mengadopsi inisiatif yang disajikan selama program. Sebagai direktur pelayanan anakanak di gerejanya, Ortiz senang mendengar tentang aktivitas khusus, terutama yang berhubungan dengan masyarakat. “Program ini merupakan inspirasi bagus karena menunjukkan bagaimana semua pelayanan bekerja bersama-sama untuk mendapatkan dampak yang lebih besar,” kata Ortiz. “Kita harus terus bekerja bagi Kristus dan menceritakan kepada mereka yang masih belum menge-

P h o t o s

c o u r t e s y

o f

L i b na

MENJANGKAU ANAK-ANAK: Direktur pelayanan anak-anak bagi gereja di Inter-Amerika, Dinorah Rivera (ketiga dari kiri) menyampaikan aktivitas-aktivitas yang direncanakan bagi anak-anak selama tahun mendatang pada program itu. Benjamin Carballo (tengah), direktur pelayanan pemuda, dan Cecilia Iglesias (kanan), direktur pelayanan wanita, menanti giliran mereka untuk berbagi selama acara online itu. nal Yesus.” Ortiz sudah mengatur aktivitas dengan 65 anak di gerejanya dalam festival musik, laskar kesehatan, dan aktivitasaktivitas di rumah yatim piatu dan pantipanti di komunitasnya.” Tahun depan akan mengilhami kita untuk melakukan lebih banyak dan menjangkau lebih banyak,” tambah Ortiz. Bagi Ricardo Barrantes, seorang ketua gereja dan direktur penatalayanan di gereja Advent Kennedy beranggotakan 250 orang di Tegucigalpa, menonton dan mendengarkan berita-berita tentang delapan peristiwa penting yang dijadwalkan pada tahun 2013 itu menyenangkan. “Ini adalah rencana-rencana dan aktivitas yang bagus, yang artinya kita harus bekerja lebih keras dan lebih sigap untuk terus melayani Allah dan mempersiapkan orang lain untuk bertemu Yesus, “ kata Barrantes. Mempersiapkan dan melatih orang lain selama ini telah dilaksanakan di Chiapas Mexican Union dan di seluruh InterAmerika. Ignacio Navarro, ketua gereja di Chi-

S t e v e n s / I A D

apas, Mexico, berdiri di samping sesama pengurus wilayah gereja Inter-Amerika dalam komitmen bersama yang direncanakan untuk Tahun Kaum Awam. Sejauh ini hampir 67.000 orang awam telah dilatih untuk bersaksi di bagian selatan Mexico, kata Navarro. “Program online ini membantu terjadinya usa­ha-usaha yang diperbarui untuk kaum awam di wilayah kita,” ia menambahkan. Gereja itu berencana mengadakan upacara baptisan massal di sebuah stadion dengan kapasitas 35.000 kursi pada bulan Februari sebagai hasil dari pekerjaan kaum awam. Hal ini tentang menggerakkan kaum awam untuk bersaksi, berkhotbah, membagi-bagikan literatur, dan melakukan lebih banyak aktivitas untuk menjangkau jiwa-jiwa yang tersesat selama Tahun Kaum Awam yang istimewa, kata Edgar Redondo, ketua gereja di Kolombia Utara, yang menambahkan bahwa lebih dari 50.000 anggota awam yang bersemangat telah dilatih untuk mendapatkan dampak yang lebih besar. “Inisiatif ini hanya akan memperkaya gereja, membantu anggota gereja individu untuk menemukan karunia dan talenta mereka, dan fokus untuk membagikan cinta dan kasih karunia Allah,” kata Redondo. Anggota gereja di Kolombia Utara selama ini telah mengadakan penyebaran 200.000 salinan The Great Controversy kepada para pejabat, pegawai pemerintahan, dan seluruh komunitas, menurut Redondo. Di tempat lain di Inter-Amerika, gereja bersiap mengalami Tahun Kaum Awam bersejarah dan merayakan kemenangan yang dicapai, kata para pemimpin. “Tanpa kaum awam, gereja tidak ada. Jadi kami yakin bahwa Allah akan terus memberkati,” kata Leito. Untuk informasi lebih lanjut tentang inisiatif tersebut, dan sumber bagi inisiatif Tahun Kaum Awam 2013, kunjungi 2013.interamerica.org. n

01 - 2013 | Adventist World

7

PA N O R A M A

SEDUNIA

Artikel berikut ini diadaptasi dari sebuah khotbah yang diberikan selama Dewan Tahunan pada hari Sabat tanggal 13 Oktober 2012, dan yang disampaikan adalah pekabaran pertama. Artikel kedua dalam Adventist World bulan Februari 2013 akan menyelesaikan pekabaran tersebut. Gaya bicara secara lisan dipertahankan—Editor.

A

yat Kitab Suci kita—Matius 14— menghadirkan satu pekabaran kuat dan praktis yang ditempatkan pada latar belakang pengalaman menarik dalam kehidupan Kristus, muridmurid-Nya, dan gereja-Nya. Ayat ini juga

Jangan

Mari kita lihat pada dua beban penting Yesus, yang dalam Matius 14. Hal itu amat berkaitan dengan pengalaman kita sebagai gereja umat sisa-Nya yang disiapkan bagi proklamasi seruan nyaring: Beban 1: Kebutuhan kita untuk sepenuhnya mengerti tentang pekerjaan mi­

Oleh Ted N. C. Wilson

agu: R Tuhan Kendalikan Bagian 1

mengandung penerapan kuat bagi kita sekarang ini. Yesus baru saja mendengar kabar tentang pemenggalan kepala dari sepupuNya dan pendahulu dalam pelayanan, Yohanes Pembaptis, dan memerlukan waktu sendirian. Matius 14:13 mencatat: “Menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kotakota mereka.” Bahkan di tengah kesedihan pribadiNya terhadap kematian Yohanes, hati Yesus tertuju kepada mereka yang membutuhkan. Misi-Nya senantiasa ada di hadapan-Nya, bahkan selama masa-masa paling sulit, begitu pula seharusnya dengan kita. Menangis dan bekerja bersama Yesus bagi orang-orang di kota haruslah menjadi hasrat kita.

8

Adventist World | 01 - 2013

sio­naris medis dan reformasi kesehatan sebagai satu bagian integral dari Misi ke kota-kota. Beban 2: Kebutuhan besar kita terhadap persatuan yang tidak mementingkan diri di dalam Kristus sementara kita mengabarkan pekabaran malaikat ketiga. Metode Kristus akan Memberikan Kesuksesan

Yesus tadinya menginginkan satu tempat tenang dari tuntutan terus menerus mereka yang mencari-cari kehadiranNya dan kebenaran yang Ia sampaikan. Sementara kita berusaha melayani orang lain sebagaimana yang Yesus lakukan, adalah penting agar kita mengambil waktu untuk membiarkan Roh Kudus memperbaiki dan meremajakan jiwa kita sendiri bagi pelayanan kepada orang lain. Akan tetapi, ketika Yesus mencari tempat tenang, orang-orang kehilangan

Dia dan bertanya ke mana Dia. Beberapa orang memperhatikan arah mana Yesus pergi dan mengikuti Dia di darat dan di laut. Ribuan orang berkumpul dari kotakota untuk melihat Dia. Dalam buku The Ministry of Healing kita diberitahu tentang metode Kristus dalam menjangkau orang ini: “Metode Kristus sajalah yang akan memberikan kesuksesan sejati dalam menjangkau orang. Juruselamat bergaul di tengah orang-orang sebagai orang yang menginginkan kebaikan mereka. Ia memperlihatkan simpati-Nya bagi mereka, melayani kebutuhan mereka, dan memenangkan keyakinan mereka. Kemudian Ia mengajak mereka, ‘Ikutlah Aku.’ Ada kebutuhan untuk datang dekat kepada orang dengan upaya pribadi. Jika lebih sedikit waktu diberikan untuk berkhotbah, dan lebih banyak waktu digunakan dalam pelayanan pribadi, maka hasil yang lebih besar akan terlihat” (hlm. 143). Bagaimanakah Kristus memperlihatkan pelayanan kesehatan yang meliputi banyak hal ini? Ellen White berkata bahwa “Dia terganggu, dan waktu istirahatNya direnggut, tetapi Dia tetap sabar. Ia melihat keperluan yang lebih besar yang menuntut perhatian-Nya saat Ia menyaksikan orang datang dan terus datang” (The Desire of Ages, hlm. 364). Betapa simpati dan pedulinya kita bila mau memberikan waktu pribadi kita untuk melayani kebutuhan orang lain dengan penuh kasih? Pelayanan Kristus harus menjadi pelayanan kita. Satu Pelayanan Kesehatan yang Meliputi Banyak Hal

Saya mendapat kehormatan mengunjungi Israel untuk pertama kalinya pada bulan Juni yang lalu mengikuti Kongres Alkitab Internasional Ketiga yang diatur oleh Bible Institute Research kita (lihat “International Bible Conference Opens in Israel,” tersedia online di www.adventistworld.org/article/1264/resources/english/ issue-2012-1006/ibc-1). Selama sebagian dari kongres, kami tinggal di Laut Galilea, tidak jauh dari kemungkinan terjadinya peristiwa dalam Matius 14. Senang sekali membayangkan suasana di sisi perbukitan itu sementara Yesus memenuhi kebutuhan orang-orang. Hati-Nya rindu

membantu orang banyak menemukan kesembuhan rohani dan fisik yang mereka perlukan. Ia memaparkan di hadapan mereka pelayanan kesehatan yang luas di mana kita semua dipanggil untuk ikut serta, sebagaimana telah menjadi bagian integral pekabaran tiga malaikat. Dalam 3 Yohanes 2 kita membaca: “Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.” Sebagai orang Advent kita mempercayai konsep melayani seutuhnya kepada mereka yang ada di sekeliling kita melalui banyak cara. Allah, Pencipta kita, menyatakan bahwa Ia ingin agar kita terbangunkan dan terbarui, dan dalam kesehatan seutuhnya—baik fisik, mental, sosial, maupun rohani. Mengikuti Teladan Kristus

Penebus kita yang hebat ingin kita sejahtera, melalui hubungan kita dengan Dia dan pelayanan kita kepada orang lain. Selagi berada di bumi, “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan” (Mat. 9:35). Pelayanan Yesus ini harus menjadi beban dari setiap orang Advent. Di setiap kota, orang Advent harus melayani banyak orang, bukan hanya dari gereja setempat, tetapi juga dari berbagai pusat yang berpengaruh seperti klinik kesehatan, restoran vegetaris, ruang baca, pusat penyuluhan, dan pusat layanan masyarakat. Ceramah kesehatan, penginjilan literatur, jangkauan luar kelompok kecil, pekerjaan misi dari pintu ke pintu, penginjilan media yang inovatif, dan pekerjaan sosial yang mengikuti metode Kristus akan efektif. Belajar Alkitab sendiri atau berkelompok, penginjilan umum, pelayanan kesehatan yang luas, dan banyak inisiatif jangkauan luar kreatif lain yang masih bisa dikembangkan melalui tuntunan Roh Kudus, harus menjadi tanda dari pekerjaan kita di kota-kota. Pekerjaan ini akan membutuhkan keterlibatan anggota awam, serta pelayanan denominasi yang sudah terbentuk, termasuk Adventist Community Service,

P h o t o

b y

Sand r a

B l a c k m e r

ADRA, Adventist World Radio, Hope Channel, Adventist Book Center, dan banyak lainnya. Bekerja Dengan Cara Bersatu

Dalam pekerjaan penting memenangkan jiwa-jiwa di kota-kota besar, Allah sedang memanggil kita untuk menyegarkan kembali penggunaan pelayanan kesehatan yang komprehensif yang seimbang dan mempersatukan upaya organisasi denominasi kita dengan pelayananpelayanan pendukung. Dalam nasihat yang masih berlaku sekarang ini, Ellen White menulis: “Setiap pelayan injil harus disiapkan untuk melakukan pekerjaan misionaris medis. Pekerjaan misionaris medis harus erat bertalian dengan pelayanan Injil sebagaimana tangan bersatu dengan tubuh... di kota-kota besar kita, pekerjaan misionaris medis harus bergandengan tangan dengan pelayanan Injil. Itu akan membuka pintu-pintu untuk masuknya kebenaran” (Manuscript 117, 1901). Ellen White menasihatkan kita untuk mendirikan berbagai pusat di pinggiran kota atau lembaga kecil di pedesaan tepat di luar kota di mana para pekerja kota dapat tinggal atau berkunjung untuk disegarkan, di mana pusat pola hidup sehat yang sederhana bisa merawat para tamu yang ingin belajar satu pendekatan baru kepada kehidupan, dan satu tempat di mana orang muda dapat dilatih untuk penginjilan kota. Kita memerlukan perencanaan strategis yang diilhami Roh Kudus, oleh para pengurus, pendeta, dan profesional kesehatan untuk setiap kota di seluruh dunia yang akan menghasilkan semacam “sarang lebah” penginjilan luas, kesehatan, dan aktivitas komunitas yang Ellen White gambarkan terjadi di San Fransisco pada tahun 1906 (lihat “Bzzing About Beehive,” tersedia online di www.adventistreview. org/issue.php?issue=2011-1511&page= 18). Menjangkau Banyak Orang di Kota-kota Besar

Ini adalah jenis pekerjaan yang harus dilakukan di New York sementara kita merencanakan jangkauan luar raksasa

pada tahun 2013. Para pemimpin dan penginjil dari General Conference dan di seluruh dunia, bersama dengan para pendeta setempat, profesional kesehatan, dan anggota-anggota awam, akan berpartisipasi pada sekitar 350 pertemuan penginjilan di daerah metropolitan New York, New Jersey, dan Connecticut. Istri saya, Nancy, bersama saya akan mengadakan salah satu pertemuan penginjilan itu selama tiga minggu di tempat di mana saya memulai pelayanan—di gereja Advent Manhattan di West 11th Street di

Greenwich Village. Semua ini akan didahului dan diikuti oleh jangkauan luar komunitas dan pelayanan kesehatan yang luas untuk menjangkau New York dan banyak kota besar lain di dunia. Doakan jangkauan luar ini agar dengan kuasa Roh Kudus, pelayanan ini akan menjangkau sekitar 650 kota terbesar di dunia pada tahun 2015. Saya memohon kepada masing-masing Anda, terutama kaum muda, untuk belajar, berencana, berdoa, dan terlibat dalam rencana besar Allah bagi penginjilan kota yang luas. Ia sedang memanggil kalian untuk menjadi bagian dari tim campuran, para pendeta, profesional kesehatan, para pekerja gereja, dan anggota gereja untuk memperlihatkan belas kasih kepada mereka yang letih, terlantar, dan terluka dalam tubuh dan roh, dan membawa mereka ke dalam hubungan dengan Kristus.

01 - 2013 | Adventist World

9

W O R L D

V I S T A

Belas Kasih yang Nyata

Pelayanan kesehatan yang luas yakni memenuhi kebutuhan orang-orang dalam cara praktis yang memperlihatkan kasih Yesus kepada mereka, entah itu membagikan selembar roti utuh kepada seorang tetangga atau memperlakukan seorang pasien dengan kebaikan seperti Kristus pada salah satu lembaga kesehatan kita yang maju teknologinya. “Pekerjaan misionaris medis diperkenalkan sebagai jalan masuk kebenaran,” tulis Ellen White. “Oleh pekerjaan inilah hati dijangkau, dan mereka yang pernah berprasangka dilembutkan dan ditaklukkan” (Letter 110, 1902). Kita bisa memperlihatkan kasih dan belas kasihan Kristus dengan mengubah gereja setempat menjadi pusat kehidupan dan kesehatan. Sumber materi yang diproduksi oleh departemen pelayanan kesehatan dan kesatuan kesehatan lain dapat digunakan untuk kesaksian Kristen yang praktis—menyampaikan manfaat kebiasaan sehat, strategi pencegahan, dan prosedur kesehatan di rumah yang murah. “Setiap gereja adalah pusat kesehatan masyarakat” merupakan salah satu pendekatan layanan kesehatan pencegahan yang paling efektif sementara kita “menceritakan kepada dunia” tentang rencana lengkap Allah memulihkan keseluruhan diri. Seruan Nyaring

Pelayanan kesehatan yang luas harus memainkan peran penting dalam seruan nyaring. Sambil menekankan pentingnya pekerjaan ini kita membaca: “Reformasi kesehatan amat berkaitan dengan pekabaran malaikat ketiga sebagaimana tangan dengan tubuh; tetapi tangan tidak bisa menggantikan tubuh. Proklamasi pekabaran malaikat ketiga, perintah Allah dan kesaksian Yesus, adalah beban pekerjaan kita. Pekabarannya harus dinyatakan dengan seruan nyaring dan harus disampaikan ke seluruh dunia” (Counsels on Diet and Foods, hlm. 75). Orang Advent merupakan satu-satunya yang menyatakan pekabaran malaikat ketiga, dan mereka akan memproklamasikan seruan nyaring. Perubahan-per­

10

Adventist World | 01 - 2013

ubahan harus terjadi dalam diri kita dan melalui kita untuk mencapai pekerjaan yang diarahkan dari surga ini. Seruan nyaring akan diberikan di tengah badai penganiayaan yang akan memberi efek pada kita semua. Karena hubungan dekat antara reformasi kesehatan dan pekabaran malaikat ketiga, maka ada tugas yang harus dilakukan dalam kesehatan pribadi sebelum para pendeta dan kaum awam diberikan kuasa untuk menyatakan pekabaran malaikat ketiga sebagai seruan nyaring. “Umat Allah... memiliki pekerjaan yang harus dilakukan oleh mereka sendiri, dan tidak bisa membiarkan Allah melakukannya bagi mereka... itu adalah pekerjaan individual, seorang tidak bisa melakukannya untuk orang lain” (idem, hlm. 32). Para pemimpin dan anggota gereja, apakah kita telah menjadi enggan menyatakan dengan teguh dan dengan tekad kuat menghidupkan pertalian yang jelas antara kebenaran alkitabiah dan kesejahteraan fisik kita? Apakah kita benarbenar percaya bahwa Allah telah memberikan terang unik kepada orang Advent untuk mengenal gaya hidup sehat dan menyuruh kita untuk “menceritakan kepada dunia?” Tentu saja, kita memerlukan hikmat, bukan fanatisme, dalam penyajian kita tentang pekabaran kesehatan. “Reformasi kesehatan, yang dengan bijak dilakukan, akan terbukti merupakan jalan masuk di mana kebenaran bisa diikuti dengan kesuksesan nyata. Tetapi menyampaikan reformasi kesehatan dengan tidak bijak... menciptakan prasangka pada diri orangorang yang tidak percaya... meninggalkan kesan bahwa kita adalah para ekstrimis” (Selected Messages, buku 3, hlm. 285). Mari kita dengan bijak memperluas pekerjaan perpaduan pelayanan fisik dan rohani—tanpa fanatisme. Jawaban kepada Penipuan Iblis

Pelayanana kesehatan komprehensif—penyajian praktis prinsip-prinsip kesehatan Allah—adalah satu jawaban kepada pasca modern, gerakan Zaman Ba-

ru, ilmu kebatinan, dan filosofis kafir yang menjadi bagian dari penipuan akhir iblis. Jangan menjadi mangsa kepada “api aneh” dari keyakinan dan praktik mistik entah itu dalam kesehatan maupun dalam kehidupan rohani. Tetap dekat dengan Alkitab, Roh Nubuat, dan hubungan doa pribadi dengan surga agar Roh Kudus membantu Anda melihat kebenaran dan menghindari kesalahan dan ekstremitas. Allah memanggil kita untuk kebangunan dan reformasi baik secara rohani maupun fisik. Berpartisipasilah dalam “Revived by His Word” sementara kita membaca setidaknya satu pasal sehari dalam Alkitab (lihat revivedbyhisword.org). Kita tidak boleh puas dengan hanya warisan kaya pelayanan kesehatan Advent, tetapi memperbarui komitmen kita kepada pendekatan inovatif praktik kesehatan, promosi kesehatan, dan pelayanan kesehatan yang luas. Saya memohon kepada para pendeta kita dan para profesional kesehatan untuk bersatu di bawah kuasa Roh Kudus. Saya berterima kasih kepada Allah atas hal-hal indah yang sedang terjadi di banyak gereja kita, lembaga layanan kesehatan, sekolah, dan pelayanan pendukung. Saya memohon kepada seminari dan perguruan tinggi kita untuk memiliki mata pelajaran kesehatan pada jurus­ an teologi dan semua mahasiswa. Mari kita menyadari kuasa dari pendekatan yang bersatu padu karena Kristuslah sumber segala kehidupan dan kesehatan. “Sekarang ini dunia memerlukan apa yang diperlukan seribu sembilan ratus tahun yang lalu—wahyu Kristus. Satu pekerjaan besar reformasi dituntut, dan hanya melalui kasih karunia Kristus, pekerjaan pemulihan, fisik, mental,dan rohani, dapat dicapai” (The Ministry of Healing, hlm. 143).

Ted N. C. Wilson adalah Ketua GMAHK General Conference dengan kantor di Silver Spring, Maryland, AS.

Vitamin B irevisi D

K E S E H ATA N S E D U N I A

12

Oleh Allan R. Handysides dan Peter N. Landless

Saya seorang peneliti dan fokus pada vitamin B12. Dalam kolom Kesehatan Sedunia terbitan bulan Agustus 2012 Adventist World, Anda mengatakan bahwa lactoovo vegetarian bisa lebih baik daripada mereka yang makan diet total berbasis tanaman. Baru-baru ini saya meneliti literatur, dan penemuan saya adalah bahwa semua jenis vegetaris kemungkinan besar kekurangan vitamin B12. Maukah Anda memberi komentar?

K

ami telah menghubungi para peneliti yang mempelajari sekitar 95.000 orang Advent di Amerika Utara, termasuk kelompok diet total berbasis tanaman, lacto-ovo vegetarian (masih makan telur dan susu), omnivora (makan daging dan tumbuhan), dan kelompok-kelompok di tengahnya (Adventist Health Study II). Anda benar mengatakan bahwa vitamin B12 merupakan masalah bagi semua mereka yang vegetaris—dan mungkin terlebih lagi bagi mereka yang tinggal di mana banyak dari makanannya tidak diperkaya B12. Vitamin B12 adalah vitamin larut air yang penting dalam memudahkan fungsi asam folat. Juga diperlukan untuk pembentukan darah dan fungsi jaringan saraf. Itu ditemukan secara alamiah hanya pada makanan bersumber dari hewani, dan sebagai akibatnya, kecukupannya amat penting bagi semua vegetaris. Gejala-gejala kekurangannya lambat terlihat. Kelompok orang Advent dalam Adventist Health Study pada awalnya tidak memperlihatkan angka kekurangan vitamin B12 yang menonjol, barangkali karena sudah sadar dalam menggunakan makanan yang sudah diperkaya vitamin B12 atau suplemen B12 tertentu. Penemuanpenemuan yang dilaporkan kepada kami tentang vitamin B12 dalam Adventist

Health Study merupakan pendahuluan dan tidak boleh ditafsirkan sebagai hal yang pasti. Harus tetap ada kewaspadaan di tengah kaum vegetaris dan bahkan beberapa orang yang kadang-kadang makan daging. Ada satu kondisi yang disebut anemia pernicious, di mana seorang individu kekurangan apa yang disebut “faktor intrinsik.” Ini menuntun kepada gangguan penyerapan vitamin B12. Orang-orang dengan anemia pernicious biasanya memerlukan suntikan vitamin B12 sebanyak 1.000 mikrogram sebulan, atau sebutir tablet setiap harinya yang larut dalam mulut. Satu artikel baru-baru ini dalam Canadian Medical Association Journal melaporkan tentang kekurangan vitamin B12 pada dua bayi. Bayi-bayi ini diberi ASI; yang satu anak dari seorang ibu vegan, dan yang lain dari seorang ibu yang mengidap anemia pernicious. Bila ibu itu sendiri memiliki kadar B12 yang rendah, air susunya akan mengandung kekurangan B12 juga. Bayi-bayi ini menjadi anemia, dan menderita kegagalan perkembangan saraf. Mereka memperlihatkan gejala-gejala kelesuan, kekuatan otot yang rendah, apati, dan kelemahan secara umum. Penyelidikan gambar memperlihatkan pengecilan otak. Entah mereka akan pulih seutuhnya tetap tak bisa dilihat. Tampaknya ini mengindikasikan bahwa semua vegetaris—barangkali semua orang—perlu waspada terhadap kebutuhan vitamin B12. Salah satu kekhawatiran utama kita adalah penggunaan minuman kedelai “buatan sendiri” atau yang tidak diperkaya sebagai pengganti susu sapi. Produkproduk ini tidak mengandung penambahan vitamin B12 yang diperlukan. Penting memeriksa kandungan gizi dari semua pengganti produk hewani untuk memastikan makanan tersebut ditambahkan vitamin B12. Jika tidak, kami merekomendasikan agar vegetaris seperti itu mengkonsumsi suplemen vitamin B12 .

Kami terutama menganjurkan sebaiknya ibu-ibu vegan yang sedang menyusui mengkonsumsi suplemen vitamin B12 dan terhadap bayi-bayi mereka dilakukan pemeriksaan teliti atas kekurangannya. Kerusakan otak atau saraf akibat kekurangan vitamin B12 seringkali tak dapat diperbaiki. Asupan minimum yang direkomendasikan 2,5 mikrogram sehari harus dipandang seperti: tingkat minimal. Artikel The Canadian Medical Association Journal (merujuk kepada beberapa penelitian) melaporkan satu dari 20 wanita usia memiliki anak di Kanada memiliki kadar vitamin B12 yang tidak memadai . The Canadian Health Measures Survey mendapati sekitar 5 persen wanita berusia 20 sampai 45 tahun kekurangan, dan 20 persen memiliki simpanan tipis. Pada skala global, kekurangan vitamin B12 secara nyata berisiko lebih besar di sub-benua India dan di Mexico, Amerika Tengah, dan wilayah-wilayah tertentu Afrika. Memang ada manfaat kesehatan yang nyata dari diet vegetaris. Sejauh ini, bukan Adventist Health Study ataupun penelitian ilmiah sah lainnya memperbolehkan pemilihan satu atau jenis diet vegetaris lain sebagai yang nyata lebih unggul dari yang lain, tetapi jelas bahwa semua vegetarian harus waspada dengan pemenuhan vitamin B12. n 1 Nadia Ronmeliotis, David Dix, dan Alisa Lipson, di Canadian Medical Association Journal 184, no. 14 (2 Okt. 2012). 2 Idem.

Allan R. Handysides, seorang ahli ginekologi, Direktur Departemen Kesehatan General Conference.

Peter N. Landless, seorang ahli cardiologi nuklir,

adalah Asociate Direktur Departemen Pelayanan Kesehatan General Conference.

01 - 2013 | Adventist World

11

R E N U N G A N

B

ila orang memikirkan tentang Kejadian 3, mereka secara khas berpikir, Oh, ya, itu pasal dimana Allah mengusir Adam dan Hawa keluar dari firdaus. Tak diragukan itu memang benar. Pasal itu menceritakan kisah menyedihkan tentang umat manusia yang jatuh ke dalam dosa dan harus meninggalkan Firdaus. Tetapi jika kita melihat lebih dekat, kita sebenarnya akan melihat satu wahyu mengejutkan tentang karakter Allah dan Injil.

Mengenal Allah

Kita dapat membangun satu hubungan hanya dengan seseorang yang kita benar-benar kenal. Jika kita memiliki gambaran keliru tentang seseorang, itu akan secara negatif mempengaruhi hubungan kita dengan orang tersebut. Hal yang sama berlaku dalam hubungan kita dengan Allah. Agar memiliki hubungan mengasihi dengan Dia, maka kita harus benar-benar paham karakter-Nya. Itulah sebabnya Yesus berkata: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau” (Yoh. 17:3). Ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa, mereka mengenal Allah muka dengan muka. Mereka mengasihi Dia. Mereka mendapati kebahagiaan terbesar dalam menghabiskan waktu bersama dengan Allah. Tetapi ketika Setan menipu Hawa, ia menanamkan satu gambaran yang salah tentang Allah dalam pikirannya. Ia menuntun Hawa untuk mempercayai bahwa Allah itu mementingkan diri dan tidak adil dan tidak mengutamakan kepentingan mereka (bandingkan Kej. 3:1-5). Dengan demikian hubungan dengan Allah telah amat dirusak, dan mereka bersembunyi dari hadirat-Nya. Ini penting dipahami: Dosa tidak mulai dengan satu perbuatan. Tetapi mulai dengan menerima satu gambaran yang salah tentang karakter Allah! Perbuatan mengambil buah terlarang itu hanyalah akibat dari konsep keliru ini tentang Allah. Konsep Keliru Tentang Allah

Ini bukanlah sekadar cerita kuno. Hal yang sama berlaku sekarang ini! Berapa banyak orang, bahkan dalam gereja, memiliki gambaran yang salah tentang Allah? “Allah mengasihi saya bila saya cukup baik!” “Allah tidak akan mengampuni saya; saya sudah terlalu jauh menyim-

12

Adventist World | 01 - 2013

Oleh Michael Doernbrack

Menemukan

Terang

Dalam

Sudut Gelap

Injil berdasarkan Kejadian 3 pang.” “Allah begitu mengasihi saya sehingga Ia akan menyelamatkan saya apa pun yang saya perbuat.” Konsep-konsep salah tentang Allah melimpah dalam banyak bentuk dan warna, yang pada akhirnya menuntun orang-orang jauh dari Allah. Itu tragis! Ketika kita memiliki gambaran yang salah tentang Allah, kita tidak bisa memiliki hubungan yang benar dengan Dia, karena kita percaya kepada allah yang tidak ada! Itulah alasannya mengapa iblis begitu semangat menyebarkan kebohongan tentang karakter Allah! Itu juga alasan mengapa Allah menggerakkan langit dan bumi untuk memperlihatkan kepada kita bagaimana Dia itu sebenarnya! Ia memiliki banyak cara untuk membantu kita mengerti bahwa Dia itu kasih dan adil. Tetapi wahyu terbaik dari Allah kita temukan di dalam Yesus Kristus. “Meskipun semua bukti ini telah diberikan, musuh kebajikan membutakan pikiran manusia, agar mereka melihat Allah dengan rasa takut; mereka menganggap Dia sebagai yang kejam dan tak mengampuni. Setan menuntun manusia membayangkan Allah sebagai makhluk yang sifat utamanya adalah keadilan yang

keras—yang adalah hakim kejam, seorang yang menuntut. Ia menggambarkan Pencipta sebagai yang mengamati dengan mata tajam untuk melihat kesalahan dan kekeliruan manusia, agar Ia dapat menjatuhkan hukuman ke atas mereka. Untuk menghilangkan bayangan gelap inilah, dengan menyatakan kepada dunia kasih kekal dari Allah, maka Yesus datang untuk hidup di tengah manusia.” Karakter Allah dalam Kejadian Pasal 3

Wahyu tentang Allah melalui Yesus Kristus ini tidak dimulai ketika Yesus hidup di bumi. Akan tetapi, mulai dalam Kejadian 3. Segera setelah ada dosa, Allah menyatakan diri-Nya Sendiri sebagai Juruselamat manusia. Saat itu juga dan di sana! Bagaimanakah Allah merespons setelah Adam dan Hawa berdosa? Ia bahkan tidak mencoba menemukan argumen untuk membuktikan bahwa Iblis itu salah. Akan tetapi, Ia memperlihatkan bahwa Ia sama sekali berbeda dari apa yang disebut Setan. Mari kita lihat lebih dekat tentang bagaimana Allah mencapai itu!

Dosa tidak mulai dengan satu perbuatan. 1. Setelah Kejatuhan, Allah bisa saja mengirimkan para malaikat untuk menawan Adam dan Hawa dan menggiring mereka ke ruang pengadilan surga. Tetapi Ia tidak melakukan itu. Akan tetapi Allah memilih untuk meninggalkan surga dan turun ke tempat di mana dosa terjadi, menemui umat manusia di mana mereka berada. Bertahun-tahun kemudian Allah melakukan hal yang sama ketika Ia meninggalkan surga dan menjadi seorang manusia untuk menyelamatkan kita. 2. Ketika Adam dan Hawa menyembunyikan diri dari hadirat Allah, Ia mencari mereka dan bertanya. Ia datang kepada Adam dan bertanya:”Di manakah engkau?” “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” (ayat 9, 11). Ketika Adam menyalahkan Hawa, akibatnya Allah bertanya: “Apakah yang telah kau perbuat ini?” (ayat 13). Hawa menyalahkan ular, dengan demikian telah menyalahkan Allah, lagipula, siapa yang telah menciptakan ular? Pikirkan ini baik-baik! Mengapa Allah bertanya-tanya! Bukankah Ia menge-

tahui segala sesuatunya? Tentu saja. Ketika Allah mengajukan pertanyaan dalam Alkitab, tidak pernah disebabkan oleh kurangnya pengetahuan pada pihak-Nya. Sewaktu Elia melarikan diri dari Izebel, Allah bertanya kepadanya dua kali: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?” (ayat 9, 13). Ketika orang-orang membawa Bartimeus yang buta kepada Yesus, Ia bertanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” (Mar. 10:51). Sebelum Yesus menyembuhkan orang di kolam Betesda, Ia bertanya kepadanya: “Maukah engkau sembuh?” (Yoh. 5:6). Ketika Allah mengajukan pertanyaanpertanyaan, itu karena Ia menginginkan orang-orang melihat kebutuhan mereka terhadap Dia. Ia ingin menuntun mereka kepada pertobatan dan keselamatan. Ini penting: Allah yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan adalah Allah yang ingin menyelamatkan. Ketika Allah datang ke taman setelah Kejatuhan, Ia datang sebagai Juruselamat yang berbelas kasih yang sangat ingin menyelamatkan Adam dan Hawa. Sewaktu Allah datang kepada Setan, Ia tidak mengajukan pertanyaan. Mengapa? Karena Iblis telah menyim-

pang terlalu jauh. Allah tidak datang sebagai Juruselamat tetapi sebagai Hakim. 3. Allah juga memperlihatkan keadilan-Nya dan kebencian-Nya terhadap dosa. Adam dan Hawa harus meninggalkan firdaus dan mengalami akibat dosa mereka. Tetapi Allah tidak mengusir mereka keluar dari firdaus tanpa harapan. Dalam kalimat yang diberikan kepada Setan, Allah menempatkan satu janji tentang datangnya Juruselamat yang akan menghancurkan Setan dan menyelamatkan umat manusia. 4. Allah menyatakan diri-Nya Sendiri sebagai Allah yang peduli. Ia melihat umat manusia dengan pakaian daun yang menyedihkan dan mengetahui bahwa mereka tidak akan bisa menghadapi dunia yang akan mereka masuki. Jadi Ia membuatkan mereka jubah dari kulit untuk menyelubungi tubuh mereka. Darah yang tak berdosa tercurah. Allah Sendirilah yang menyediakan korban ini. Allah Sendirilah yang membuat pakaian itu. Allah yang mengenakan mereka pakaian. Penting mencatat bahwa sampai pada titik itu tidak ada satu tanda pertobatan pada pihak Adam dan Hawa. Pakaian itu bukanlah reaksi Allah atas pertobatan mereka. Itu merupakan pemberian kasih karunia! Sungguh satu gambaran yang indah tentang keselamatan yang Ia berikan kepada kita sebagai satu hadiah, melalui kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus. Kejadian pasal 3 bukan hanya satu pasal yang memperlihatkan bagaimana Allah mengusir Adam dan Hawa keluar dari firdaus. Itu adalah satu pasal yang membuat satu gambaran indah tentang karakter Allah dan pada akhirnya menyatakan injil. Lain kali Anda membaca pasal ini, ingatlah bahwa kasih karunia Allah yang menyelamatkan lebih besar daripada dosa! 1 Ellen G. White, Steps to Christ (Mountain View Calif.: Pacific Press Pub. Assn., 1956), hlm. 10, 11.

Michael Doernbrack

adalah pendeta dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Isny di Jerman. Ia juga adalah pendiri dan direktur dari Josiah Mission School di Isny yang melatih orang muda Advent, yang bersedia memberikan sembilan bulan kehidupan mereka, untuk menjadi murid-murid yang menyampaikan Injil secara efektif.

01 - 2013 | Adventist World

13

K E P E R C AYA A N

DASAR

B

eberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah karikatur tentang seorang pria turun dari sebuah gunung, dengan dua loh batu di tangannya. Ia tampak lelah dan kusam dan diperkenalkan sebagai Musa modern. Melihat dirinya sendiri dikelilingi dan terdesak oleh personil media yang sangat ingin tahu, ia memulai pernyataannya dengan kata-kata berikut: “Karena sifat sensitif dari masalah ini, sumber saya berharap agar namanya tetap tak diketahui.” Bagaimanakah kita berpikir tentang hukum Allah dan Sepuluh Perintah sekarang ini? Apakah ini memang permasalahan (doktrin) yang “sensitif” yang lebih suka kita sampaikan dengan diam-diam?

para pendosa dan memerlukan seorang Juruselamat. Keallahan membuat satu rencana—dan nama-Nya adalah Yesus. Kasih karunia-Nya yang menyelamatkan adalah satu-satunya pengharapan kita, dan itu untuk mengubahkan kita. Alkitab memperjelasnya: “Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia” (1 Yoh. 3:6). Sebelumnya, dalam ayat 4, Yohanes sudah mendefinisikan dosa: “Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah.” Kita berdosa dengan melanggar hukum, yang berarti bahwa kita menghancurkan hubungan kita dengan Pemberi Hukum. Bahkan dari definisinya, pelanggaran hukum itu berarti tidak

PASAL 19

Terukir dalam

Oleh Clifford Owusu-Gyamfi

Hati

Kita

Penurutan-Nya mengilhami kasih kita Sang Penulis

Berbeda dengan karikatur Musa ini, Musa yang sesungguhnya di masa lalu, memulai pekabarannya dengan segera menyebutkan sumber yang sebenarnya: “Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: ‘Akulah Tuhan Allahmu’” (Kel. 20:1, 2). Allah secara jelas membedakan diri-Nya Sendiri (dari allah yang lain) sebagai penulis dari Sepuluh Hukum. Agak mudah mengatakan bahwa “Sepuluh Hukum tidak lagi mengikat.” Tetapi berapa banyak orang Kristen bisa berkata, “Sepuluh Hukum yang diilhami Ilahi tidak lagi mengikat?” Sumber ayat itu menceritakan kepada kita sesuatu tentang isi dari ayat itu dan amat dekat berkaitan dengan otoritasnya. Bila kita mengabaikan sumber tertinggi dari hukum itu, maka kita secara gegabah menyangkal otoritas mereka (Kel. 31:18). Poin Utama

Keselamatan berpusat di dalam Kristus saja. Jika tidak ada orang berdosa, maka sama sekali tidak diperlukan seorang Juruselamat. Tetapi rencana keselamatan dibuat karena umat manusia melanggar perintah Allah. Konsekuensinya, kita menjadi

14

Adventist World | 01 - 2013

menghormati atau menghargai hukum. Jika kita percaya bahwa Yesus telah menyelamatkan kita dari dosa, kita juga harus percaya bahwa di dalam Dia ada kuasa untuk menuruti perintah Allah karena di dalam Dia tidak ada dosa (ayat 5). Penurutan ini tidak didasarkan pada legalisme, tetapi dibentuk oleh kasih karunia yang menghasilkan kasih di dalam diri kita (1 Yoh. 5:3). Satu Pengingat

Roma 3:20 terbaca: “oleh Hukum Taurat orang mengenal dosa”. Paulus lebih lanjut merinci ini dengan mengatakan: “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: ‘Jangan mengingini!’” (Rm. 7:7). Ia melanjutkan: “Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa” (ayat 13).

Saat kita membuka Firman itu, Roh Allah meyakinkan kita tentang dosa dan menyatakan kepada kita tentang akibatnya yang mengerikan. Sebagai satu pengingat, hukum Allah membawa kita fokus kepada Kristus. Menggerakkan kita untuk merindukan seorang Juruselamat. Karena itu kita bersyukur kepada Allah bahwa Ia menuliskan hukum itu pada loh batu hati kita dan pikiran kita (Yer. 31:31-33; Ibr. 8:10). Kesaksian tentang Kasih

Seorang ahli taurat pernah bertanya kepada Yesus tentang hukum yang utama, dan inilah jawaban Yesus: “Jawab Yesus: ‘Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini’” (Mrk. 12:29-31). Tidak seorang pun mengisyaratkan bahwa ini adalah satu perintah baru dari Perjanjian Baru. Yesus mengutip secara langsung dari Pentateuch (Lima kitab Musa)—sesuatu yang sering dilakukan-Nya selagi mengajar (Ul. 6:4,5; Im. 19:18). Umat Allah mengetahui hukum kasih ini sejak semula—hanya saja mereka telah mengabaikannya. Saya bisa membayangkan si ahli Taurat mengangguk-angguk dengan senyuman, sambil berkata, “Tepat sekali Guru!” (Mrk. 12:32), sementara Yesus melanjutkan: “Engkau tidak jauh dari kerajaan Allah” (ayat 34). Kita juga tidak jauh dari kerajaan Allah ketika kita mulai menyadari sifat sesungguhnya dari hukum Allah, dan lebih spesifik lagi, Sepuluh Hukum. Melalui hukum itulah kita bisa belajar bagaimana mengasihi Allah dan sesama kita manusia. Kita menyadari bahwa Allah haruslah menjadi yang pertama dan terutama. Kita memahami pentingnya penurutan dan rasa hormat antara anak dan orang tua. Kita menghargai kasih kudus antara suami dan istri. Hukum Allah, yang dituliskan dalam hati dan pikiran kita, membantu kita menemukan akses kepada kolam tak terbatas dari kasih ilahi, di mana kita pada gilirannya, mampu bagikan kepada mereka yang ada di sekitar kita. Salib dan Hukum

Pada akhirnya penting agar kita menyadari bahwa salib mendefisinikan kasih (Yoh. 3:16) sementara hukum menuntut kasih (Yoh. 14:15; 1 Yoh. 5:2). Kita menyimpan hukum itu (yang muncul berdampingan dengan kesaksian Yesus dalam Why. 12:17). Hanya pemahaman yang benar tentang salib dan hukum yang membuat seorang Kristen itu utuh. Kesaksian Yesus Kristus dan hukum Allah bergandengan dan merupakan tanda dari umat Allah di akhir zaman. Allah telah memberikan kepada kita perintah-Nya untuk menuntun perilaku moral kita. Hukum itu adalah satu-satunya prinsip sah yang Allah sediakan untuk mengatur kehidupan kita. Hukum itu dimaksudkan untuk menguasai pikiran dan kata

Hukum Allah

Prinsip-prinsip besar hukum Allah dicakup dalam Sepuluh Hukum dan diwujudkan dalam kehidupan Kristus. Hukum itu mengekspresikan kasih, kehendak, dan maksud-maksud Allah terhadap perilaku dan hubungan manusia dan mengikat semua orang pada setiap usia. Ajaran ini adalah dasar dari perjanjian Allah dengan umatNya dan merupakan standar dalam penghakiman Allah. Melalui pertolongan Roh Kudus, hukum menunjukkan dosa dan menyadarkan kebutuhan terhadap seorang Juruselamat. Keselamatan diperoleh dari kasih karunia bukan karena perbuatan, tetapi buah-buahnya adalah penurutan kepada hukum. Penurutan ini mengembangkan karakter Kristen dan menghasilkan satu pemahaman tentang kesejahteraan. Itu adalah satu bukti kasih kita kepada Tuhan dan kepedulian kita kepada sesama manusia. Penurutan dari iman memperlihatkan kuasa Kristus untuk mengubahkan hidup, dan oleh sebab itu memperkuat kesaksian Kristen. (Kel. 20:1-17; Mzm. 40:7, 8; Mat. 22:36-40; Ul. 28:1-14; Mat. 5:17-20; Ibr. 8:8-10; Yoh. 15:7-10; Ef. 2:8-10; 1 Yoh. 5:3; Rm. 8:3, 4; Mzm. 19:7-14).

hati kita; dan bila hukum itu menguasai bangsa-bangsa kita maka itu merupakan satu berkat. Ya, kadang-kadang kita bisa tersandung, tetapi kasih karunia-Nya senantiasa cukup bagi kita melalui Tuhan kita Yesus Kristus. Kita menurut karena kita mengasihi. Itulah yang Ia jalani dalam kehidupan-Nya, dan itu sajalah yang Ia tuntut dari kita juga. n

Clifford Owusu-Gyamfi, berasal dari Ghana, adalah mahasiswa pascasarjana dalam bidang teologi di Universitas Lausanne, Switzerland. 01 - 2013 | Adventist World

15

C E R I TA S A M P U L

M

obil van itu tersentak berhenti, dan seorang penumpang berwajah asing dengan rambut abu-abu dan kaca mata bingkai hitam menengok keluar jendela untuk melihat lebih jelas iring-iringan kendaraan yang berbaris di depan. Truk-truk, bus, mobil, dan pengangkut hewan berjejer sekitar enam mil (10 kilometer) di antara dia—bersama para pekerja Adventist Development and Relief (ADRA) yang menyertainya—dan sebuah jembatan yang baru hancur kena ledakan. Sebuah kapal penyeberang sederhana tampaknya merupakan satu-satunya jalan yang tersedia untuk menyeberangi sungai, dan karena diperlengkapi dengan kemampuan seadanya, hanya bisa membawa beberapa kendaraan sekali menyeberang, Robert L. Rawson, yang pada saat itu menjabat Bendahara General Conference dan Asisten Dewan Ketua ADRA, mendapati diri dalam antrean panjang. Rawson sedang menuju Ibukota Bosnia, Sarajevo. Sekitar 18 bulan sebelumnya, dalam bulan Februari 1996, campur tangan militer NATO yang gencar akhirnya menyudahi serangan terusmenerus selama empat tahun dari Serbia ke kota itu, dan Rawson sedang menuju ke sana untuk mengamati pekerjaan tindak lanjut dari para pegawai dan relawan ADRA di wilayah tersebut. Ia telah mendengar banyak kisah berani dari pihak para pekerja ADRA di Sarajevo. Seorang wanita terus menempatkan hidupnya dalam ancaman bahaya dengan berjalan kaki lima mil dari rumahnya menuju gudang ADRA setiap hari, berlari-lari mencari tempat perlindungan dan menghindar di balik bangunanbangunan untuk menjauhi tembakan di sekelilingnya, untuk memilah-milah surat dan paket yang diselundupkan ke kota oleh ADRA Jerman. Ia bertahan hidup, tetapi putri relawan ADRA yang lain, salah seorang pembawa surat, tidak seberuntung itu. Ia tewas selagi mencoba menolong orang lain. Rawson ingin sekali bertemu dan berbicara dengan orang-

orang yang telah membahayakan hidup dan banyak berkorban, tetapi sekarang, sementara ia melihat antrean panjang kendaraan di depannya, ia berpikir, kami akan berada di sini beberapa waktu. Tetapi ia terkejut, dalam hitungan menit seorang agen militer berseragam berjalan menuju van itu dan mengisyaratkan pengemudinya untuk keluar menuju baris depan. Rawson dan kelompoknya kemudian naik ke kapal ferry untuk penyeberangan pertama hari itu melintasi sungai. “Apa yang baru saja terjadi!” Rawson bertanya kepada pengemudinya. “Logo ADRA di sisi van,” sang pengemudi menjelaskan. “Sudah secara luas dikenal dan sangat dihargai di sini. Banyak orang menghargai apa yang kita lakukan.” Hampir dua dasawarsa kemudian, Rawson, yang keluar dari masa pensiunan pada bulan Juli 2012 untuk melayani sebagai ketua sementara bagi agen yang berusia 29 tahun itu, menceritakan ulang pengalamannya untuk memperlihatkan komitmen ADRA kepada pelayanan kemanusiaan. “ADRA adalah kaki dan tangan Yesus,” Rawson memberitahu Adventist World. “Misinya adalah memberi makan yang lapar, memberi pakaian kepada yang telanjang, mengunjungi yang di penjara, dan membantu orang-orang yang merasa tak berdaya untuk melihat visi Yesus.... Ini adalah tugas paling mulia yang dapat diberikan Allah kepada seseorang—membantu orang lain.” Bagaimana Dimulainya

Awalnya ADRA mulai dari tahun 1956, ketika gereja meluncurkan salah satu organisasi bantuan kemanusiaan dan kesejahteraannya yang disebut Seventhday Adventist Welfare Service

Wajah Oleh Sandra Blackmer

ADRA

Wadah pelayanan kemanusiaan gereja yang menyediakan pengharapan dan penyembuhan. 16

Adventist World | 01 - 2013

(SAWS). Dalam waktu dua tahun SAWS secara aktif membantu 22 negara dengan menyediakan bantuan seperti makanan, air, dan pakaian, dengan nilai total hampir 500.000 dolar. Pada tahun 1973 namanya diubah menjadi Seventh-day Adventist World Service, dan misi organisasi meluas untuk menyertakan program-program jangka panjang juga bantuan bencana. Untuk memantulkan penekanan luas ini lebih akurat, sebuah organisasi intrinsik baru yang disebut Adventist Development and Relief Agency diciptakan dan menggantikan World Service pada tahun 1983. Kini ADRA memiliki sekitar 6.000 pegawai—69 orang di kantor pusat internasional di Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat—melaksanakan program pada lebih dari 120 negara. Dengan basis finansial yang terdiri dari dana pemerintah dan sumbangan-sumbangan pribadi, ADRA membantu jutaan orang di seluruh dunia setiap tahunnya. “Bila Anda menjumpai orang yang kami layani dan melihat bagaimana ADRA membawa pengharapan dan bantuan kepada orang yang tampaknya tak berdaya, itu adalah satu peristiwa yang mengubahkan hidup,” kata Rawson, “Orang Advent harus merasa bangga dengan pekerjaan yang dilakukan ADRA.” Sektor-sektor di ADRA

ADRA memandang misinya memperkenalkan karakter Allah yang mengasihi, adil, murah hati melalui pelayanan kemanusiaan. Prinsip-prinsipnya mencakup hak yang dimiliki semua orang untuk keperluan dasar, pelayanan dan kepedulian, juga kepada kesempatan hidup dan kebebasan memilih masa depan seseorang. Untuk mencapai tujuan ini, ADRA menyediakan lima sektor pelayanan yang utama: bantuan darurat, pertanian, hak asasi manusia, kesehatan dasar, dan pendidikan dasar.

Di Masa Krisis

ADRA adalah salah satu yang pertama kali menanggapi banyak bencana internasional, seringkali tiba 24 jam setelah terjadinya. Emanuel da Costa, seorang direktur manajemen kedaruratan ADRA Internasional, berkata bahwa ini karena satu jaringan kerja yang luas di kantor-kantor lokal dan daerah dan rencana-rencana respons darurat yang diperbarui. Untuk bencana dengan skala kecil, direktur daerah dan tim ADRA setempat mengkaji kerusakan dan kemudian memberitahu ADRA Internasional tentang respons tersedia manakah yang paling baik disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan. Bencana-bencana skala besar memerlukan respons jaringan kerja bukan hanya dari ADRA Internasional tetapi juga kantor-kantor di tempat-tempat seperti Jerman, Australia, dan Kanada. Dalam bencana yang amat besar seperti gempa bumi tahun 2010 di Haiti, ADRA Internasional, kantor-kantor daerah dan negara, dan organisasi-organisasi rekanan bergotong royong dalam upaya mereka. “Tujuan ADRA adalah mengubah hidup orang-orang dengan cara dramatis ke arah yang lebih baik sama dengan cara dramatis bencana tersebut mengubah ke arah yang lebih buruk,” kata da Costa. Da Costa, seorang pegawai ADRA selama 12 tahun, sudah melayani di 3 negara Afrika. Penderitaan dan kemiskinan yang ia telah saksikan menghancurkan hati, katanya, tetapi menambahkan bahwa ia “tidak akan mengganti pekerjaan dengan apa pun.” Ia juga tidak berharap perlunya bantuan bencana itu berakhir dalam waktu dekat. “Kami melihat bertambahnya masa kekeringan diikuti dengan hujan deras menyebabkan banjir parah yang terjadi di banyak tempat di dunia. Ini menjadi kenyataan baru bagi banyak populasi yang tidak dapat mengatasi perubahan cuaca yang la-

ZIMBABWE: (Kiri) Tonderai, yang orangtuanya meninggalkan dunia akibat AIDS, kini memiliki akses menuju air bersih, dan segar dari sebuah sumur yang digali ADRA. BRAZIL: (Atas) Pelatihan ADRA meningkatkan teknik pertanian dan menambah produktivitas panen. BANGLADESH: (Kanan) Gambar -gambar, sederhana tetapi merupakan alat efektif mengajarkan kesehatan dan gizi. P h o t o s

C o u r t e s y

o f

A D R A

C E R I TA S A M P U L ma, dan seringkali berlebihan,” da Costa menjelaskan. “Bencana yang dapat dikaitkan dengan perubahan iklim dan konflik secara nyata bertambah dalam jumlah dan dampaknya.” Ia dengan cepat menambahkan bahwa kebutuhan yang semakin meningkat menambah tekanan kepada penggunaan sumber daya. “Allah telah menempatkan satu tanggung jawab besar pada orang-orang dalam organisasi ini,” kata da Costa. “Kita harus menjadi saluran-saluran bantu yang tepat. Ini adalah misi kita, dan kita harus melakukannya dengan benar.” Ikut Dalam Bantuan Jangka Panjang

ADRA tidak saja menyediakan bantuan darurat; juga memberi bantuan jangka panjang di negara-negara berkembang, setidaknya tiga sampai lima tahun atau seringkali lebih lama lagi. Wakil ketua ADRA untuk keuangan, Robyn Mordeno, menjelaskan bahwa mengubahkan hidup untuk yang lebih baik itu memerlukan waktu, terutama jika itu hendak membuat perbedaan jangka panjang. “Kita memerlukan waktu untuk mengembangkan seseorang, satu komunitas, agar perubahan itu bisa bertahan,” katanya. “Dengan cara ini kita jadi dikenal di wilayah tersebut dan dalam industri kita, dan karena kita sudah ada di sini, maka ketika keda­ruratan terjadi kita dapat bergerak dengan cepat.” Mordeno mengutip Vietnam sebagai satu contoh mengembangkan kemampuan bertahan. ADRA mendirikan dan memperlengkapi fasilitas medis di sana, menyuruh para dokter dan perawat tentang bagaimana menggunakan peralatan itu, dan kemudian membiayai perjalanan mereka dan pelatihan mereka di rumah sakit lain yang sudah berdiri di negara yang berbeda. “Mereka diajarkan teknik-teknik dan teknologi modern, dan membawa kembali apa yang telah mereka pelajari untuk disesuaikan dengan kebiasaan dan konteks lokal mereka sendiri,” ujar Mordeno. Pertanian

ADRA secara ekologi sadar dan telah menekankan ketahanan lingkungan lama sebelum “menjadi hijau” menjadi trend. Dalam proyek-proyek pertanian berbasis komunitas di wilayah-wilayah berkembang seperti Bolivia, Chad, Republik Demokrasi Kongo, Nikaragua, Mozambik, dan Peru, ADRA menyediakan para petani dengan alternatif organik menggantikan pestisida dan penyubur kimia dan mempromosikan perlindungan alam. Menggunakan produk-produk dan teknik ramah lingkungan dengan hasil yang lebih tinggi, produk berkualitas lebih tinggi, dan peningkatan dalam kesuburan tanah, kata Jozimo Santos Rocha, penasihat tehnik senior ADRA untuk pertanian dan perkembangan ekonomi selama lima tahun terakhir. “Sebagian besar kami ada di sini karena kami mengasihi Allah kami, gereja kami, dan misi gereja,” kata Rocha. “Kami percaya dengan apa yang dilakukan gereja untuk membantu orang lain.” Melihat perubahan-perubahan positif dalam kehidupan individu-individu dan komunitas—mengalihkan orang-orang dari metode pertanian yang tidak efisien dan tidak menguntungkan kepada teknik-teknik sederhana dengan biaya efektif yang mengurangi beban kerja dan meningkatkan produktivitas panen—adalah apa yang memperkuat komitmennya, kata Rocha. Rocha menemui seorang petani yang seperti itu di Mozambik yang memproduksi jagung, bahan pokok di wilayah itu. Hasil panennya rendah, dan ia berjalan enam mil ke pasar untuk menjual apa yang ia miliki. Ha-

18

Adventist World | 01 - 2013

BOLIVIA DAN GHANA: (Di atas dan kanan) ADRA melaksanakan proyek-proyek pertanian yang ditujukan untuk keamanan makanan di wilayah dunia yang rentan seperti Bolivia dan Ghana. NIGER: (Bawah) Ribuan anak perempuan di Niger kini bersekolah karena program ADRA “Goats for Girls.”

silnya hampir tidak mencukupi kebutuhan keluarganya. Tiga tahun setelah ADRA tiba dan menyediakan bantuan teknis dan pelatihan, petani itu tidak hanya menanam dan menjual kuantitas jagung yang lebih besar tetapi juga hasil panen berharga lebih tinggi lain seperti kacang tanah dan kacang polong. Kini ia bagian dari komunitas organisasi petani, dan produknya dikumpulkan dengan produk petani lain dan dikirim ke pasar lewat sebuah truk. Standar hidup keluarganya telah bertambah sampai ia bisa membeli barang lain, termasuk sebuah sepeda. “Ketika Anda melihat usaha dan uang yang diinvestasikan dalam sesuatu yang benar-benar mengubah kehidupan individu dan komunitas, itu sangat menguntungkan,” kata Rocha. Inisiatif Sehat

Sonya Funna Evelyn, penasihat kesehatan teknis senior di organisasi tersebut, menggambarkan fokus kesehatan ADRA sebagai yang holistik. Ia menjelaskan bahwa fokusnya pada seluruh keluarga—suami, istri, dan anak-anak—menyediakan potensi terbesar bagi kesehatan yang baik. “Di negara-negara seperti Sudan, ketika seorang wanita hamil kita memastikan ia mendapatkan dukungan yang diperlukan dari suami, dan nutrisi yang ia perlukan bagi dirinya sendiri dan bayinya,” Evelyn menjelaskan. “Ketika bayi itu dilahirkan, kita kembali memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang baik dan bahwa si bayi divaksinasi. Kami mendidik sang suami untuk mengetahui kebutuhan keluarga—sehingga ketika ia pergi bekerja maka ia menggunakan penghasilan tersebut untuk kesehatan atau pendidikan atau apa pun yang diperlukan.” Dengan menggunakan perangkat sederhana seperti gambar-gambar (flipchart), staf ADRA sering pergi ke rumahrumah di seluruh desa mendidik keluarga tentang nutrisi dan kesehatan. Orang-orang itu kemudian membagikan pengetahuan yang baru mereka peroleh kepada orang lain di desa-desa sekitar. “Efek dari memperbanyak usaha ini sangat besar,” kata Evelyn. “Kita mulai dengan beberapa ratus wanita, dan akhirnya kita sudah menjangkau ratusan. Dan tidak lama kita sudah melihat dampaknya. Anak-anak tidak sakit sesering sebelumnya; lebih sedikit anak-anak yang mati; wanita menjadi lebih sehat—dan mereka mau menerima dan menghargai apa yang kami lakukan.” Bukan untuk Hati yang Redup

Para pekerja ADRA di wilayah-wilayah yang tidak stabil secara politik seringkali menempatkan kehidupannya dalam bahaya, dan beberapa orang telah membayar dengan harga tinggi. Yang lain meninggalkan rumah dan keluarga untuk kondisi hidup yang kurang ideal dan iklim ekstrem, membahayakan kesehatan mereka. Jason Brooks, manajer dana pribadi ADRA sekarang ini, melayani sebagai direktur negara Niger selama lima tahun. Hanya sekitar 100 anggota aktif gereja Advent yang bertempat tinggal di negara yang didominasi Muslim tersebut. Suhu di sana bisa naik sampai 130° F (54°C), dan meskipun orang-orangnya adalah para pekerja keras, mereka tak dapat menambah penghasilan dari tanah yang keras dan berpasir itu. “Niger adalah tempat yang amat membutuhkan, amat kurang berkembang,” kata Brooks, “dan dengan panas dan debu yang berat dan kurangnya sanitasi bagi sebagian besar penduP h o t o s

C o u r t e s y

A D R A

duk, itu bukanlah satu tempat yang mudah untuk hidup. Tetapi ADRA benar-benar membuat satu perbedaan di sana, dan Muslim melihat orang-orang Advent sebagai orang-orang baik karena banyaknya cara kita membantu mereka.” Pengaruh ADRA dalam pendidikan anak perempuan di Niger terutama giat. Kemiskinan memaksa orang tua untuk membuat anak-anak perempuan tetap di rumah membantu tugas rumah bukannya menyekolahkan mereka, jadi Brooks dan rekan-rekannya membuat satu program yang disebut “Goats for Girls.” Para orangtua yang mau mendaftarkan putri mereka di sekolah diberikan seekor kambing untuk membantu penghasilan mereka. Akibatnya, “ribuan anak perempuan kini bersekolah,” kata Brooks. “Hasilnya tak disangka ketika anak-anak perempuan itu sudah terdidik,” katanya. “Kesejahteraan keluarga, bagaimana anak-anak perempuan itu merawat anak-anak mereka di kemudian hari—segala sesuatu naik satu derajat bila seorang anak perempuan dididik; bahkan beberapa derajat.” Menceritakan Yesus

Karena ADRA menggunakan uang pemerintah untuk mendanai banyak proyeknya, para pegawainya dilarang terangterangan menarik masuk ke dalam agama, “tetapi kami memang memberitahu siapa kami,” kata Rawson. “Kami adalah NGO [agen non pemerintah] berbasis keyakinan; kami menjelaskan itu, dan setiap orang mengerti itu. Tetapi komunitas tersebut, di mana ADRA telah melayani adalah tanah subur untuk penginjilan, tindak lanjut oleh organisasi lain di dalam gereja. ADRA menabur benihnya dan meletakkan satu fondasi di mana orang lain bisa bangun.” “Kita mungkin tidak menggunakan kata-kata untuk mengabarkan Injil,” tambah Brooks, “tetapi kita sedang menyatakannya dengan tindakan. Kami memperlihatkan bahwa Yesus mengasihi orang-orang dengan mengasihi dan peduli kepada mereka juga.” Pada tanggal 10 Oktober 2012, para direktur Adventist Development and Relief (ADRA) Internasional menunjuk Jonathan Duffy, CEO ADRA Australia, untuk melayani sebagai ketua agen kemanusiaan gereja Advent tersebut, Duffy telah menjadi CEO ADRA Australia sejak tahun 2008. Untuk membaca kisah sepenuhnya, lihat terbitan Desember, Adventist World atau kunjungi www.adventistworld.org. Meskipun mereka kadang-kadang bekerja sama, ADRA kebanyakan melayani negara-negara di luar Amerika Serikat, dan Adventist Community Services (www.sommunityservices.org) adalah kesatuan gereja yang merespons pada bencana dan kebutuhan kemanusiaan lain di Amerika Serikat. Untuk mengetahui lebih banyak tentang ADRA, kunjungi www.adra.org. Anda juga bisa mengikuti ADRA International di Facebook (www.facebook.com/joinADRA) dan di Twitter (https:// twitter.com/ADRAIntl). n

Sandra Blackmer adalah seorang asisten

editor Adventist World dan tinggal di Silver Spring, Maryland, AS.

01 - 2013 | Adventist World

19

TA M P I L A N K H U S U S

Menemukan S Oleh James Park

Tanah yang Baik

ebagian besar dari kita telah melihat gambarnya, menonton videonya, dan membaca laporan-laporan tentang sejumlah besar orang dibaptiskan di negeri-negeri jauh. Berbeda dengan laporan-laporan cemerlang ini, gereja di sebagian besar negara-negara berkembang, bertumbuh jauh lebih pelan dan bahkan bisa mengalami beberapa penurunan. Meskipun secara umum di atas mengandung kebenaran, saya rasa bahwa beberapa anggota gereja akan terkejut mengetahui bahwa ada banyak tempat di seluruh dunia yang lebih sulit bertumbuh daripada Amerika Utara. Dalam artikel ini saya tertarik melukiskan satu

Memahami bagaimana banyak orang mer gambaran singkat tentang pertumbuhan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di seluruh dunia dan bagaimana kemungkinannya berkaitan dengan prinsip penting kesediaan menerima (receptivity). Orang Advent per Kapita

P h o t o

20

C o u r t e s y

o f

A D R A

Adventist World | 01 - 2013

Data statistik dasar yang saya akan gunakan adalah jumlah orang Advent di sebuah negara per 10.000 populasi, berdasarkan pada YearBook online General Conference.1 Dengan menggunakan rasio dasar ini, kita melihat di situ ada perbedaan yang amat luas dalam gerakan gereja Advent di dunia. Mencatat dua yang berlebihan, di negara Turki, rasio orang Advent kepada populasi adalah sekitar 0,01 anggota per 10.000 populasi. Di sisi lain, Zimbabwe memiliki rasio yang amat tinggi yakni 473 anggota per 10.000 populasi. Di Amerika Utara, ada 32 orang Advent per 10.000 populasi, yang sebenarnya cukup tinggi bagi negara berkembang. Sebaliknya, British Union Confe足 rence memiliki 4,5 dan Italia memiliki 1,4 per 10.000 populasi. Angka ini di Eropa Barat mendekati beberapa ladang paling sulit di Asia. Negara-negara modern Budha, Thailand dan Taiwan memiliki sekitar 2 per 10.000 dan Jepang yang sekular memiliki 1,2 per 10.000 populasi. Salah satu faktor penting yang membantu kita mengerti alasan bagi perbedaan luas ini

dapat ditemukan dalam prinsip kunci penerimaan. Kesediaan Menerima—Satu Faktor Utama

Banyak contoh dalam Kitab Suci dan kehidupan sehari-hari mengilustrasikan bahwa seorang individu atau keterbukaan sebuah negara kepada Injil sangat dipengaruhi oleh jumlah perubahan atau pencobaan yang mereka sedang hadapi. Penahanan Manasye (2 Taw. 33:10-13), penyakit lepra Naaman (2 Raj. 5), dan pekabaran penghakiman terhadap Niniwe (Yunus 3) membukakan bagi jiwa-jiwa ini, suatu kuasa penyembuhan dari

espons pada Injil Injil. Perubahan-perubahan negatif, seperti kehilangan pekerjaan, perceraian, kematian, pindah, bencana alam, dll., cenderung meningkatkan kesediaan menerima Injil, yang menawarkan jawabanjawaban kepada satu kehidupan yang ditantang sampai kepada intinya. Ellen White menyatakan dalam The Desire of Ages bahwa keterbukaan terhadap Injil ini dapat terjadi pada seorang individu (Rasul Yohanes adalah yang “paling berterima”)2 atau di daerah geografis ([penduduk Galilea] lebih terbuka kepada penerimaan kebenaran”).3 Stan Guthrie mengatakan bahwa “Negara-negara yang menghadapi ketidakstabilan politik dan bencana alam terutama sudah matang, apalagi bila orang-orang Kristen memadukan bantuan praktis dan pelayanan pengembangan, dengan kata-kata kesaksian mereka.”4 Dengan kata lain, satu faktor yang harus mempengaruhi perencanaan strategis gereja harus siap merespons dalam satu cara holistik kebidang-bidang spesifik yang sedang mengalami krisis. Kesediaan Menerima, Kekayaan, dan Komunitas

Tetapi bagaimanakah dengan daerahdaerah di dunia di mana mayoritas po­ pu­lasinya entah bagaimana terisolasi dari krisis memanjang? Dalam The Fat Lady

and the Kingdom, George Knight mencoba memahami kesejahteraan dan efeknya pada misi gereja. Knight mengutip John Wesley untuk memperlihatkan pola pertumbuhan, institusionalisasi, dan kerusakan: “Kapan pun kekayaan bertambah, intisari agama berkurang dalam proporsi yang sama. Untuk itu saya tidak melihat bagaimana mungkin, dalam sifat dasar segala sesuatunya, ada kebangunan agama sejati yang berlanjut lama. Karena agama haruslah menghasilkan kerajinan dan penghematan, dan ini mau tak mau menghasilkan kekayaan. Namun seiring bertambahnya kekayaan, begitu juga dengan kesombongan... dan kasih akan dunia dalam segala cabangnya.... Jadi meskipun bentuk agama tetap sama, rohnya dengan cepat menghilang.”5 Kekayaan juga cenderung meningkatkan keleluasan pribadi dan mengurangi komponen penting komunitas atau persekutuan oikos di dalam gereja. Dalam penelitian terbesar dari kelompok-kelompok kecil di Amerika Utara, Robert Wuthnow mendapati bahwa ketika orang-orang bertemu, mereka mencari persekutuan dan komunitas: “Komunitas adalah apa yang kata orang-orang mereka cari ketika mereka bergabung dengan kelompok-kelompok kecil. Namun jenis komunitas yang mereka ciptakan agak berbeda dari komunitas di mana orangorang hidup di masa lalu. Komunitas-komunitas ini lebih cair dan lebih peduli dengan keadaan emosional individu.”6 Karena tempat tinggal yang lebih padat dan lebih kecil di negara-negara berkembang, ada lebih banyak lagi kesempatan bagi orang-orang untuk bersamasama baik secara fisik maupun dari segi sosial. Masyarakat ini lebih dekat kepada cita-cita Perjanjian Baru tentang komunitas; dan gereja-gereja yang terbentuk dalam budaya ini lebih bisa bertumbuh karena kesempatan jaringan kerja alamiah yang dibangun ke dalam struktur sosial. Mari kita lihat bagaimana prinsipprinsip penerimaan ini bekerja di daerah-daerah spesifik dan negara-negara yang ditandai oleh rasio rendah, sedang, dan tinggi dari orang Advent per kapita.

Negara-negara/ Wilayah dengan Rasio Kecil Orang Advent Berbanding Populasi

Turki, Indonesia, dan negara-negara di Euro-Asia dan divisi-divisi Asia Selatan Muslim adalah salah satu dari kelompok agama yang paling sulit dijangkau. Namun di sini sekalipun, prinsip penerimaan membantu menyebarkan pekabaran Injil. Turki dan Indonesia, keduanya negara Muslim, bisa berguna sebagai contoh. Di mana Turki yang kebaratbaratan dan sekular hanya memiliki 77 orang Advent di seluruh negaranya, Indonesia memiliki 8,2 per 10.000 populasi. Tidak diragukan bahwa Turki dan banyak negara Muslim lain yang membatasi pekerjaan Kristen merupakan alasan utama untuk laju pertumbuhan yang amat rendah. Dalam beberapa cara juga bisa diperlihatkan bahwa kekayaan relatif negara-negara Timur Tengah telah mengakibatkan mereka terisolasi tidak mau terbuka kepada pengaruh-pengaruh dan gagasan asing. Sementara itu, standar hidup di Indonesia lebih rendah dari Turki dan ne­ gara-negara lain di Timur Tengah. Meskipun merupakan negara Muslim terbesar di dunia, gereja Advent memiliki pekerjaan yang amat kuat di sana, terutama di tengah suku Batak, Manado, dan Timor. Divisi Euro-Asia, yang termasuk sebagian besar bekas Uni Soviet, memiliki 5 orang Advent per 10.000. Diorganisasi pada tahun 1990 setelah kejatuhan Komunisme, ini merupakan ladang yang relatif baru. Gereja dalam posisi kuat masuk ke ladang itu setelah kejatuhan tirai besi karena penerimaan yang lebih baik pada masa itu. Baru-baru ini Rusia telah menjadi penghasil minyak terbesar, dan kekayaannya yang meningkat membuat penginjilan lebih sulit. Divisi Asia Selatan, yang terdiri sebagian besar dari India, memiliki 12, 1 orang Advent per 10.000. Tantangan India dan ladang sekitar adalah populasi­ nya yang amat besar. Dengan luas kurang dari setengah benua besar Amerika Serikat, ia memiliki tiga kali lipat populasi­ nya. Setelah mengamankan tempat berpijak selama beberapa tahun, buah dari

01 - 2013 | Adventist World

21

TA M P I L A N K H U S U S

kerja keras memperlihatkan satu peningkatan dalam keanggotaan. Seperti Rusia, ekonomi dunia yang sedang terjadi mungkin bisa menjadi lebih sedikit penerimaannya saat penghasilan rata-rata nasionalnya meningkat. Negara-negara/ Wilayah dengan Rasio Medium Orang Advent Berbanding Populasi

Argentina, Australia, dan Korea Selatan Menarik melihat bagaimana negaranegara berkembang di luar Eropa yang amat dipengaruhi oleh budaya barat memiliki gambaran per kapita yang nyaris sama dengan Amerika Utara. Dua dari negara-negara ini adalah Argentina dan Australia, di mana keduanya memiliki rasio sekitar 25 per 10.000 populasi. Ini cenderung memperlihatkan bahwa kekuatan sosiologi yang sama sedang membentuk penerimaan kepada Injil di wilayah lain di luar Amerika Utara. Salah satu negara-negara modern Asia yang memiliki rasio orang Advent yang agak sama seperti Amerika Utara adalah Korea Selatan. Negara Asia yang kaya ini membanggakan 29,7 orang Advent per 10.000, yang berbeda dengan Jepang, yang hanya memiliki 1,2 per 10.000 populasi. Bagaimana ini terjadi? Sebagian mungkin bisa dijelaskan oleh kesuksesan dari para misionaris mula-mula sebelum perluasan ekonomi sekarang ini, ketika negara tersebut masih mengalami banyak kesulitan. Menurut riset, gereja di Korea paling baik pertumbuhannya selama empat periode peperangan di abad kedua puluh. Andrew Roy mencatat bahwa “kesulitan ini telah menurunkan kesombongan dan keangkuhan negara terhadap gagasan-gagasan asing, sehingga menuntun kepada bertambahnya penerimaan kepada Injil.”7 Ini kembali menggaris bawahi bahwa kesulitan meningkatkan penerimaan baik secara individu maupun negara. Negara-negara/ Wilayah dengan Rasio Tinggi Orang Advent Berbanding Populasi

Divisi Inter-Amerika, Papua Nugini, Peru, Filipina, Rwanda, Zimbabwe Gereja terutama telah berhasil dalam wilayah-wilayah dan negara berikut de-

22

Adventist World | 01 - 2013

ngan angka orang Advent per 10.000: Filipina, 70; Divisi Inter-Amerika, 120: Peru, 158; Papua Nugini, 368; Rwanda, 463; dan Zimbabwe, 473. Bukti anekdot di seluruh ladang dunia cenderung memperlihatkan bahwa di mana ada sedikit persiapan tanah sebelum benih Injil ditabur atau pembinaan minat setelah pertemuan, maka akan ada angka pemuridan yang cukup rendah. Prinsip “mudah datang mudah pergi” bisa diterapkan di sini, dan kebutuhan untuk siklus pelatihan pemuridan yang lebih lama tidak diragukan lagi menghasilkan pertumbuhan jangka panjang. Menghadapi kecenderungan ini, Peru telah mengembangkan siklus pemuridan tahunan yang bagus berdasarkan kepada kelompok-kelompok kecil. Apa yang Bisa Kita Pelajari

1. Bagi negara-negara dengan rasio rendah per kapita: Di dalam satu dunia yang seringkali terpengaruh oleh angka besar, akan mengecewakan bekerja di suatu ladang di mana hasilnya tampak kecil. Akan tetapi, semua benih yang ditabur adalah masalah iman dan Kristus telah berjanji bahwa semua pekerja sejati bagi Dia tidak akan tanpa buah. Itu harus diingat bahwa sedikit ragi pada akhirnya akan mempengaruhi seluruh adonan. Seperti Yesus, kita harus fokus pada sedikit orang-orang yang berterima lebih dulu sebelum kita bisa menjangkau banyak orang. Ellen White mendorong kita dengan prinsip bahwa “pekerjaan yang dilakukan sepenuhnya bagi satu jiwa, dilakukan bagi banyak jiwa.” 2. Untuk negara-negara dengan rasio sedang per kapita: Meskipun kekayaan sekarang ini menghambat penerimaan pada tingkat makro di banyak dunia berkembang, lihatlah banyaknya kesempatan pada tingkatan mikro, seperti individu atau daerah-daerah yang sedang mengalami krisis. Kembangkan persahabatan secara saksama cari kesempatan menabur benih Injil ketika pencobaan datang. Ingat juga bahwa Allah sering menyiapkan kita untuk menginjil kepada orang lain yang sedang dalam cobaan dengan terlebih dulu mengarahkan kita kepada kepedihan kehidupan. Memenangkan jiwa lebih dari sekadar teknik; itu merupakan satu proses rohani yang da-

lam di mana individu-individu yang telah ditebus oleh iman sekarang menyanyikan lagu kelepasan mereka kepada orang-orang yang membutuhkan (Mzm. 40:1-3). 3. Untuk negara-negara dengan rasio tinggi per kapita: Di negara-negara di mana baptisan melimpah, ada kebutuhan untuk mempelajari ulang Tugas Besar itu. Tuhan yang telah bangkit menugaskan gereja-Nya untuk “menjadikan murid-murid” dengan membaptiskan dan mengajar mereka segala sesuatu yang Ia telah perintahkan. Kenyataannya, kelangsungan hidup baptisan tidak dapat benar-benar diukur sampai setidaknya satu tahun setelah dibuat komitmen kepada Tuhan dan kepada gereja-Nya. Pada saat itu akan terbukti jika tanaman tersebut telah menumbuhkan akar yang dalam dan menghasilkan buah, atau telah menemui nasib di pinggiran jalan, jalan berbatu, atau para pendengar berduri (Mat. 13:1-8). Sementara kita memberitakan kabar baik Injil keselamatan, kita perlu memperhatikan tanah dan konteks yang berbeda-beda. Tugas ini memerlukan analisis saksama, kerendahan hati, kerja keras, dan—di atas segalanya—kasih dan visi yang sama yang mencirikan pelayanan Yesus. Sudah waktunya menabur! n 1 www.adventistarchives.org/docs/YB/YB2010.pdf. Rasio ini mencerminkan angka yang dilaporkan pada tanggal 30 Juni 2009 2 Ellen G. White, The Desire of Ages (Mountain View, Calif.: Pacific Press Pub. Assn., 1898), hlm. 292. 3 Ibid., hlm. 232. 4 Stan Guthrie, “Doors Into Islam,” Christianity Today 46, no. 10 (9 Sept. 2002): 34. 5 In George Knight, The Fat Lady and the Kingdom (Boise, Idaho: Pacific Press Pub. Assn., 1995), hlm. 32. 6 Robert Wuthnow, Sharing the Journey (New York: Free Press, 1994), hlm. 3. 7 Andrew T. Roy, On Asia’s Rim (New York: Friendship Press, 1962), hlm. 29. 8 Ellen G. White, Testimonies for the Church (Mountain View, Calif.: Pacific Press Pub. Assn., 1948), jld. 5, hlm. 255.

James Park, Ph.D., ada-

lah associate profesor bidang pemuridan dan misi di Adventist International Institute of Advanced Studies, Filipina.

Oleh Ellen G. White

R O H

Melayani

N U B U A T

Jiwa dan Tubuh Pekerjaan Pionir Injil

K

etika Kristus mengutus murid-murid-Nya pada perjalanan misionaris yang pertama, Ia berkata kepada mereka, “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” [Mat. 10:7, 8]. Dan di saat akhir pelayanan-Nya di bumi, Ia memberikan tugas kepada mereka, kataNya, “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh” [Mrk. 16:17, 18] Mengenai murid-murid, setelah kenaikan Kristus kita membaca, “Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya” [ayat 20]. Bagi murid-murid Kristus sekarang ini ada banyak sekali kesempatan melayani jiwa yang sakit karena dosa dan kepada mereka yang memerlukan kesembuhan fisik. Penyembuhan fisik terikat dengan tugas Injil. Pekerjaan misionaris medis adalah pekerjaan injil perintis. Umat Allah haruslah menjadi para misionaris medis yang tulus. Mereka harus belajar melayani kebutuhan jiwa dan tubuh. Mereka harus mengetahui bagaimana memberikan penanganan sederhana yang banyak membantu melegakan rasa sakit dan menghilangkan penyakit. Mereka harus mengetahui dengan baik prinsip-prinsip reformasi kesehatan, agar mereka bisa memperlihatkan kepada orang lain bagaimana, dengan kebiasaan makan yang baik, minum, dan berpakaian, penyakit dapat dicegah dan kesehatan diperoleh kembali. Satu pertunjukkan tentang nilai dari prinsip-prinsip reformasi kesehatan akan ber-

guna sekali menghilangkan prasangka terhadap pekerjaan penginjilan kita. Tabib Agung, pemula pekerjaan misionari medis, akan memberkati setiap orang yang akan pergi dengan rendah hati dan penuh kepercayaan, berusaha menanamkan kebenaran untuk zaman ini. Mendirikan Institusi-institusi Kesehatan Sanitarium-sanitarium harus didirikan di berbagai tempat, sebagai pengingat kepada Allah. Saya tahu bahwa kebenaran akan sampai ke dalam hati banyak orang yang tidak akan pernah dicerahkan oleh kecemerlangan pekabaran Injil kalau bukan karena melalui institusi-institusi ini. Para pekerja yang mau mengorbankan diri, yang memiliki iman penuh kepada Allah, harus dipilih untuk mengurus institusi-institusi ini. Mereka harus mengemban pekerjaan ini, bukan dengan harapan memperoleh keuntungan finansial, tetapi karena hati mereka berat oleh beban pekabaran bagi zaman ini. Mereka harus bersedia mengorbankan harta pribadi dan kenyamanan pribadi demi menyelamatkan jiwa-jiwa. Satu Pekerjaan yang Menuntut Pengorbanan Pekerjaan Allah harus dimajukan dalam penyangkalan diri dan pengorbanan diri. “Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” [2 Kor. 4:17]. Kristus menjadi miskin agar kita bisa ikut mengambil bagian dalam “kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami” [2 Kor. 4:17]. Kita harus mempraktikkan pengorbanan diri yang sama yang menuntun Dia menyerahkan diri-Nya Sendiri menuju kematian di salib agar umat manusia dapat memiliki kehidupan kekal. Dalam segala hal yang kita lakukan atau katakan, dalam segala penggunaan kita terhadap segala sesuatunya, kita harus

berjuang dengan tujuan hati yang tulus memenuhi tujuan dari Dia yang adalah Alfa dan Omega dari pekerjaan misionaris medis. Di samping segala aliran air, kita harus menanamkan benih-benih kebenaran, memenangkan jiwa-jiwa kepada Kristus dengan belas kasih yang lemah lembut dan kepentingan yang tidak memikirkan diri sendiri. Berusaha Memahami Kita harus berusaha mengerti keperluan dari mereka yang dihadapkan kepada kita, dan memperoleh keyakinan mereka. Orang-orang ingin sekali mendengar kebenaran dari mereka yang bibirnya dikuasai oleh hukum kebajikan. Perkataan Ilahi, yang diucapkan oleh utusan semacam itu, akan menjadi musik di telinga mereka. Sehingga banyak dari pikiran-pikiran yang kini dipenuhi dengan prasangka melawan kebenaran yang ada sekarang dapat dimenangkan kepada Kristus. Pekerjaan kita adalah pekerjaan agung dan khidmat, dan memerlukan orangorang yang mengerti apa artinya menyerahkan diri mereka sendiri kepada upaya yang tidak mementingkan diri, untuk keselamatan orang-orang yang sesat. Tetapi tidak perlu pelayanan dari orang-orang yang suam-suam kuku. Pria dan wanita diperlukan, yang hatinya tersentuh dengan kesengsaraan dan penderitaan manusia, pria dan wanita yang telah mendengar satu pekabaran dari surga, dan yang kehidupannya memberikan bukti bahwa mereka sedang menerima dan menanamkan terang dan kehidupan serta kasih karunia. n

Artikel ini dipilih dari artikel, “The Blessing of Service,” aslinya diterbitkan dalam Advent Review and Sabbath Herald, 5 Mei, 1904, oleh Ellen G. White. Orangorang Advent percaya bahwa Ellen G. White (1827-1915) mempraktikkan karunia bernubuat Alkitabiah selama lebih dari 70 tahun pelayanan publik.

01 - 2013 | Adventist World

23

W A R I S A N

A D V E N T

Oleh Alejo Aguilar

MENYALAKAN Kembali Kebangunan pi A Rohani

API YANG MENGHANCURKAN: Sanitarium Battle Creek milik gereja Advent terbakar hangus pada tanggal 18 Februari 1902. PERENCANA: John Harvey Kellogg membuat rencana untuk membangun kembali fasilitas itu setelah kebakaran.

Pelajaran dari satu kebakaran terkenal

K

hotbah seperti apakah yang Anda ingin dengarkan jika gereja yang biasa Anda hadiri terbakar hangus tepat empat hari sebelumnya? Apakah kira-kira topik dari khotbah pendeta Anda jika salah satu dari rumah sakit atau percetakan paling penting dari denominasi Anda telah hancur oleh api? Artikel macam apakah yang Anda harap akan diterbitkan dalam terbitan paling pertama Adventist World setelah bencana hipotesis demikian?

Reaksi Pertama

Pada tanggal 18 Februari 1902, Sanitarium Battle Creek Advent yang terkenal di Michigan, Amerika Serikat terbakar hangus. Peristiwa ini adalah sumber dari rasa cemas umum di tengah para ketua gereja, dan dapat dipahami, suatu referensi jelas dari banyak mimbar dan dalam Advent Review and Sabbath Herald yang diterbitkan tepat satu minggu setelah malapetaka itu. Yang luar biasa di tengah reaksi-reaksi kepada malapetaka itu adalah laporan yang dibuat oleh direktur sanatorium itu, John Harvey Kellogg, yang menjelaskan bahwa ia berencana untuk segera memulai membangun kembali satu sanitarium yang lebih besar dan lebih baik.1 Satu proyek yang ia impikan akan menguras biaya setidaknya 250.000 dolar, tetapi Kellogg sudah membayangkannya. Dengan uang asuransi yang ia harap dapatkan, tambah sumbang­ an-sumbangan oleh beberapa pasien langganan dari lembaga tersebut yang mampu, pemimpin pemimpi itu berharap mencapai tujuannya tanpa jatuh ke dalam utang.2

24

Adventist World | 01 - 2013

Akan tetapi, Kellogg bukanlah satu-satunya yang merasa tergetar oleh rencana-rencananya terhadap fasilitas baru. Khotbah penuh perasaan yang disampaikan oleh W.W. Prescott di tempat ibadah Battle Creek pada Sabat pertama setelah kebakaran itu menjadi satu bukti tentang perasaan menonjol. Dalam khotbahnya, yang didasarkan pada Hagai 2:9, Prescott meyakinkan para pendengarnya bahwa dalam cara yang sama kejayaan dari “bait suci kedua” lebih besar sebagai akibat dari kehadiran Kristus, maka kejayaan dari “sanitarium kedua” tersebut juga akan lebih besar.3 Namun di balik pendapat-pendapat yang terhimpun ini, adakah suara nubuatan menyampaikan sesuatu? Akankah Tuhan mengirim pesan khusus untuk saat-saat seperti ini? Terbitan yang sama dari Review and Herald, yang diterbitkan pada tanggal 25 Februari 1902, menyertakan satu pekabaran ilham yang penting mengenai hal itu. Satu Pandangan Berbeda

Pada awal terbitan, Ellen G. White menulis sebuah artikel “The Need of a Revival and a Reformation,” (Satu kebutuhan untuk adanya kebangunan dan reformasi) yang tentunya menjadi sumber penting ketika mempelajari apa yang ditulis utusan Tuhan tentang topik kebangunan. “Suatu kebangunan dan reformasi harus terjadi, di bawah tuntunan Roh Kudus. Kebangunan dan reformasi adalah dua hal berbeda. Kebangunan menandakan pembaruan kehidupan rohani, perbaikan kuasa pikiran dan hati, satu kebangkitan dari kematian rohani. Reformasi menandakan satu pengaturan ulang, satu perubahan ide dan te-

P h o t o s

C o u r t e s y

C e n t e r

f o r

A d v e n t i s t

R e s e a r c h

Tidak yang lebih penting daripada membiarkan ‘Roh Kudus menyetel kembali kehidupan kita dengan nilai-nilai Alkitabiah. ori, kebiasaan dan praktik. Reformasi tidak akan menghasilkan buah kebenaran yang baik kecuali dikaitkan dengan kebangunan Roh. Kebangunan dan reformasi harus melakukan pekerjaan yang ditugaskan, dan dalam melakukan pekerjaan ini keduanya harus berpadu.”4 Meskipun pernyataan ini sudah dikenal baik dan penting, kemungkinan besar kita tidak menyertakan cerita khusus saat artikel itu ditulis. Jelas menyimpang dari pemikiran banyak pemimpin gereja—terutama Kellogg—pesan yang diberikan Ellen White pada saat menentukan dalam sejarah gereja kita itu tentu saja berarti membuat para pemimpin maupun anggota memikirkan prioritas-prioritas mereka. Sementara bagi beberapa orang hal yang paling penting adalah membangun fasilitas yang lebih besar dan lebih baik, Tuhan menginginkan gereja-Nya untuk berpaling dari hal demikian. Ia menginginkan umat-Nya mengerti bahwa tidak ada bangunan megah mampu melampaui pentingnya pencarian yang sungguh-sungguh terhadap kebangunan sejati dan satu pergerakan yang sungguh-sungguh ke arah reformasi. Kini lebih dari satu abad silam sejak kebakaran tragis tahun 1902,5 apakah yang bisa kita pelajari darinya? Adakah sesuatu yang juga dapat membantu kita mengerti dan menjadikan fokus terpenting dari gereja kita pada kebangunan dan reformasi? Kebakaran Battle Creek dan Kebangunan Advent

Pertumbuhan yang dialami gereja kita sejak masa itu amat luar biasa. Sekarang ini gereja kita tidak hanya memiliki satu sanitarium; sudah mengelola ratusan rumah sakit, klinik, dan balai pengobatan, juga sejumlah sekolah, perusahaan makanan sehat, dan percetakan. Namun meskipun anggaran gereja kita memang—oleh kasih karunia Allah—berada di atas 250.000 dolar yang diperlukan untuk membangun ulang sanitarium yang terbakar tadi, mungkinkah bahwa pertumbuhan finansial dan institusi juga di atas komitmen rohani kita? Sudahkah kita sampai pada satu titik dalam pengalaman rohani kita sehingga kita merasa tidak perlu seruan Roh Nubuat untuk menuntun kita kepada kebangunan dan reformasi? Mungkinkah kalau kita juga membutuhkan semacam “kebakaran” di tengah-tengah kita untuk membantu kita mengatur ulang prioritas kita? Memang, apa yang dituliskan Ellen White dua hari setelah kebakaran Sanitarium Battle Creek termasuk satu pesan bagi kita juga. Ia menulis: “Pencobaan datang kepada kita semua untuk menuntun kita menyelidik hati kita, melihat apakah hati itu telah dimurnikan dari segala kecemaran. Secara konstan Tuhan bekerja bagi kebaikan kita sekarang dan untuk masa ke-

kal. Segala sesuatu yang terjadi dan tampaknya tak dapat dijelaskan, tetapi bilamana kita percaya kepada Tuhan,, dan menunggu Dia dengan sabar, merendahkan hati di hadapan-Nya, Ia tidak akan mengizinkan musuh menang... Tuhan berusaha mendidik umat-Nya untuk bersandar sepenuhnya kepada Dia. Ia menginginkan mereka, melalui pelajaran yang Ia ajarkan kepada mereka, untuk menjadi lebih rohani lagi. Jika Firman-Nya tidak diikuti dalam segala kerendahan hati dan kelemah lembutan, Ia membawa pengalaman kepada mereka, yang bilamana diterima dengan benar, akan membantu menyiapkan mereka bagi pekerjaan yang harus dilakukan atas nama-Nya.”6 Pelajarannya jelas: Sementara kita terus membangun dan membuat anggaran, sementara kita berjuang untuk lembagalembaga terbaik dan berkualitas tertinggi, Allah ingin mengingatkan kita bahwa—meskipun dengan semua itu—tidak ada yang lebih penting daripada membiarkan “Roh Kudus membentuk kehidupan kita dengan nilai-nilai Alkitabiah; berserah kepada kehendak Allah dalam segala bidang kehidupan kita.”7 Itu adalah prioritas pada tahun 1902, dan itu harus menjadi prioritas kita juga. Mark Finley benar ketika ia mengingatkan kita bahwa “roh kebangunan dan reformasi akan menuntun setiap pemimpin lembaga dan komite administratif untuk mengevaluasi ulang kebiasaan institusi yang mereka pimpin dalam terang prinsip-prinsip alkitabiah dan nasihat Roh Nubuat.... Panggilan surga kepada reformasi adalah satu panggilan untuk mengevaluasi ulang setiap kebiasaan pribadi dan kumpulan dalam terang Firman Allah yang menyala. Itu adalah satu seruan mendesak untuk memperbarui komitmen kita melakukan kehendak Kristus dalam setiap bidang kehidupan.”8 Sementara kita melangkah maju untuk mencapai misi kita kepada kesudahannya, semoga Tuhan membantu kita—dengan atau tanpa api yang menghancurkan—mengingat untuk terus membangun dan memperbesar ruang yang harus diisi oleh Yesus saja. n 1 Arthur L. White, Ellen G. White: The Early Elmshaven Years, 1900-1905 (Washington, D.C.: Review and Herald Pub. Assn., 1981), jld. 5, hlm. 200, 201. Lihat juga Advent Review and Sabbath Herald, 25 Feb. 1902. 2 A. L. White, hlm. 200, 201. 3 Advent Review and Sabbath Herald, 25 Feb. 1902. Selama mereka yang berada di Sanitarium menyesuaikan hidup mereka kepada prinsip-prinsip Alkitab. 4 Ellen G. White, Selected Messages (Washington, D.C.: Review and Herald Pub. Assn., 1958), jld. 1, hlm. 128. 5 Fasilitas Review and Herald juga mengalami kebakaran setelah itu pada tahun yang sama. 6 Ellen G. White manuscript 76, 1903, 20 Feb. 1902, “The Burning of the Sanitarium,” dikutip dalam Ellen G. White, The Upward Look (Washington, D.C.: Review and Herald Pub. Assn., 1982), hlm. 65. 7 Mark A. Finley, “Is ‘Reformation’ a Confusing Term?” tersedia online di www.adventistreview. org/issue.php?issue=2011-1514&page=6. 8 Idem.

Alejo Aguilar mengajarkan Perjanjian Lama di Navojoa University, Navojoa, Sonora, Mexico

01 - 2013 | Adventist World

25

P E R TA N YA A N

DAN

JAWABAN

ALKITAB

Dapatkah

Tulang-tulang Ini

Dapatkah Anda menjelaskan mengapa Alkitab kadang-kadang menyebut tulang-tulang “bersukacita”?

Hidup?

Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda dengan mendiskusikan beberapa pasal Alkitab dimana tulang-tulang manusia disebutkan. Aspek anatomi manusia ini memainkan peran penting dalam pemahaman alkitabiah tentang sifat manusia. Menurut Kitab Suci, kita adalah satu kesatuan kehidupan fisik, mental, emosi, dan rohani yang tak terpisahkan. Di dalam pemahaman ini tulang memiliki fungsi berbeda selain menjadi kerangka tubuh. 1. Tulang dan kehidupan: Tulang manusia tersembunyi dengan baik, ditutupi oleh otot dan daging (Yeh. 37:3-10). Tulang merupakan simbol yang tepat bagi kehidupan di dalam, atau tempat kedudukan kehidupan itu sendiri dan emosinya. Kehidupan ini diciptakan oleh Allah (Ayub 10:11), tetapi bisa terancam oleh kekuatan jahat. Emosiemosi seperti teror, rasa takut, dan kesedihan memperlihatkan diri melalui goyahnya tulang-tulang (Yer. 23:9), dan dengan memutuskan sambungannya dan mematahkannya, bukan secara fisik tetapi dalam pengertian meninggalkan seluruh diri orang itu tanpa kekuatan emosi dan fisik (Mzm. 31:10). Ketika berada dalam rasa takut dan rasa sakit emosional, batin—tulang dari seseorang—terenggut kedamaiannya; diibaratkan tulangnya membusuk, tidak sanggup menopang keutuhan hidup (Ayub 30:17; Ams. 12:4). Dosa yang tak diakui menciptakan rasa bersalah dan mengganggu kondisi batin dari orang itu; tulang/diri seseorang hidup dalam kesesakan (Mzm. 32:3) dan tidak memiliki shalom (Mzm. 38:3). Hanya Allah yang dapat memperkuat kehidupan batin kita, dan ini terjadi ketika tulang/orang itu berdoa kepada Tuhan (Mzm. 35:10). 2. Tulang dan Kematian: Tulang-tulang adalah sisa-sisa terakhir dari diri seseorang, dan oleh sebab itu dikaitkan dengan kematian. Dalam hal ini istilah tulang seringkali digunakan dalam pengertian harfiah. Tulang-tulang kering dianggap sebagai perluasan diri seseorang, dan dalam pengertian itu menimbulkan kenangan tentang mereka pada diri orang lain. Dalam contoh-contoh demikian, tulang-tulang itu diperlakukan dengan hormat dengan menguburnya (1 Sam. 31:13; 2 Sam. 21:12). Selama peperangan tidak ada rasa hormat bagi orang mati, dan sebagai akibatnya, tulang-tulang ditinggalkan di medan atau dibawa dari kuburan “diserakkan di depan ma-

26

Adventist World | 01 - 2013

tahari” (Yer. 8:2; lihat juga Amos 2:1; Mzm. 53:5). Ini bukan hanya ekspresi kemenangan atas musuh, tetapi mengenai kejijikan total. Tulang juga bisa menandakan jenazah (Kej. 50:25, 26; Amos 6:10). Sebuah luka mematikan merusak tulang-tulang (Mzm. 42:10); dan ketika tulang-tulang ditutupi hanya dengan kulit dari orang yang sekarat (Ayub 19:20; Mzm. 22:17; 102:5). Tulang-tulang yang dihubungkan dengan kematian adalah juga sumber kenajisan; barangsiapa yang menyentuhnya menjadi najis (Bil.19:16). Sebagai sumber kenajisan, tulang-tulang juga dapat menodai altar dengan ditebarkan di sekelilingnya (Yeh. 6:5) atau dengan membakarnya di altar (1 Raj. 13:2; 2 Raj. 23:14, 16, 20). Seorang yang sakit dan merasa dekat dengan kematian dapat menggambarkan pengalaman itu sebagai singa menyerang yang menghancurkan tulang-tulang korbannya (Yes. 38:13). 3. Tulang-tulang dan kekeluargaan: Semua manusia memiliki tulang, dan ini menuntun kepada gagasan tentang persamaan. Manusia dihubungkan terhadap satu sama lain oleh fakta bahwa mereka semua adalah tulang dan daging. Gagasan ini mulai sejak Adam mengidentifikasi Hawa sebagai “tulang dari tulangku dan daging dari dagingku” (Kej. 2:23)—mereka itu setara. Konsep ini terutama diterapkan untuk sanak keluarga. Daud bertanya kepada Amasa, “Bukankah engkau darah dagingku [Ibrani, ‘etsem, “tulang”?]” (2 Sam.19:13). Suku-suku Israel berkata kepada Daud, “Ketahuilah, kami ini darah dagingmu” [Ibrani, ‘etsem, “tulang”] (2 Sam. 5:1). Karena penekanan ini tentang kesamaan, istilah Ibrani ‘etsem (“tulang”) juga digunakan untuk mengekspresikan waktu (“in the bone of this day” yang berarti “pada hari itu juga” [Kej. 7:13; Ul. 32:48]), atau persetujuan tentang permasalahan (“As the boone of the heaven” berarti “seperti langit yang cerah” [Kel. 24:10]). Ya, tulang-tulang dapat bergembira karena mewakili keseluruhan diri seseorang, yang dalam batinnya ditanamkan oleh apa yang seseorang itu lakukan dan alami. Sukacita itu terancam oleh penyakit, rasa sakit, rasa bersalah, dan kesedihan mengganggu kesejahteraan batin dan akhirnya mengakhiri kehidupan. Kita menantikan saat di mana Allah akan menyebabkan “tulang-tulang” kita hidup kembali dan tidak mati lagi. n

Angel Manuel Rodríguez telah pensiun

setelah sebuah karier dalam melayani gereja sebagai pendeta, profesor, dan administrator.

PELAJARAN

ALKITAB

Menyegarkan

Iman

Anda

Oleh Mark A. Finley

P

ernahkah Anda merasa seolah iman Anda “terkunci dalam posisi netral?” Anda tidak pergi ke manamana. Anda kelihatannya berada dalam keadaan diam atau lamban. Anda rindu memiliki pengalaman Kristen yang lebih dalam, tetapi Anda bertanya-tanya bagaimana itu bisa terjadi. Anda mengetahui ke mana Anda ingin pergi, tetapi Anda tidak mengetahui bagaimana sampai di sana. Dalam pelajaran bulan ini kita akan membahas dasar dari kehidupan rohani yang bersemangat. Bersiaplah menemukan beberapa prinsip mengubahkan hidup yang akan membuat perubahan dramatis dalam kehidupan Anda.

1 Baca Mazmur 119:25, 28, 107, 154. Seruan bersungguh-sungguh apakah yang Daud sampaikan mengenai kebangunan? Firman Allah adalah dasar dari kebangunan. Roh Kudus yang sama yang menggerakkan para penulis Alkitab untuk mencatat Firman Allah mengilhami kita sementara kita membacanya. Merenungkan Firman Allah itu mengubahkan hidup.

2 Baca Mazmur 1:2; 119:11, 15, 16, 81, 97. Apakah tujuan dari renungan Daud? Perenungan Kristen fokus pada Firman Allah, pekerjaan Allah, dan cara-cara Allah. Pengisian prinsip-prinsip kebenaran, kasih karunia, dan kebajikan mengubah proses berpikir kita dan mengusir pikiran jahat kita (lihat Fil. 4:7, 8). Kita diubahkan melalui Firman Allah (lihat Rm. 12:1, 2)

3 Baca Kis. 20:32 dan Yakobus 1:21. Jika kehidupan rohani kita tampak mandek, apakah yang dicapai dengan mempelajari Firman Allah? 4 Nubuatan-nubuatan Kitab Suci meramalkan satu pencurahan agung dari Roh Kudus tepat sebelum kedatangan Yesus. Baca Ef. 5:25-27 dan Yoh.17:17. Bagaimanakah Allah akan menyiapkan gereja-Nya bagi pertunjukan istimewa dari kuasa Roh ini? Roh Kudus akan dicurahkan sebelum kedatangan Kristus kedua kali. Bumi akan “disinari” dengan kemuliaan Allah. Umat Allah akan menyatakan kehidupan mereka dan menyatakan dengan bibir mereka, kasih karunia, kebajikan, dan kebenaran Tuhan kita.

Yan

M o u r a

5 Baca 2 Kor.3:18; Ams. 23:7; dan Rom.12:1,2. Mengapa merenungkan Firman Allah itu merupakan suatu alat penuh kuasa dalam kebangunan? Sementara kita mempelajari Firman Allah dan penuh doa merenungkan ayat-ayatnya, menerapkan kebenaran yang kita temukan bagi kehidupan kita sendiri, pola pikiran kita diubahkan. Kita harus diubahkan ke dalam keserupaan-Nya. Dengan memandang Yesus, kita menjadi seperti Dia. Ellen White menulis: “Itu merupakan aturan baik dari sifat intelektual maupun rohani bahwa dengan memandang kita diubahkan. Pikiran perlahan-lahan menyesuaikan diri kepada subyek yang dibina dalam pikiran. Pikiran jadi terbiasa terhadap apa yang disukai dan dihargai. Manusia tidak akan pernah naik lebih tinggi daripada standar kemurnian atau kebaikan atau kebenarannya” (The Great Controversy, hlm. 555).

6 Baca Kolose 3:1,2. Seruan mendesak apakah yang rasul Paulus sampaikan kepada masing-masing kita mengenai bertumbuh sebagai orang-orang Kristen? Rasul Paulus mendesak kita untuk “menetapkan” atau “mematok” pikiran kita pada hal-hal di atas, bukan hal-hal yang di bawah. Ketika kita menyerahkan kehidupan kita kepada Kristus, maka kita adalah satu “ciptaan baru,” dan segala sesuatu dijadikan baru (2 Kor. 5:17). Bagaimanapun sifat lama kita masih tetap ada. Itu tidak akan dihapuskan secara total sampai Yesus kembali dan kita naik menuju kemuliaan bersama Dia. Selama kita berada dalam tubuh yang “cemar, jahat” sifat alamiah kita tetap ada; tetapi tidak perlu berkuasa. Dosa tidak lagi menguasai kita, karena kasih karunia Allah lebih berkuasa daripada sifat alami kita (lihat Flp. 3:20, 21; 1 Kor. 15:51-54; Rm. 6:11-14). Berikut kunci penting mengatasi dosa dalam kehidupan kita; rahasia tentang apakah dosa atau Kristus yang menang: Sifat apakah yang Anda bina? Dengan apakah Anda mengisi pikiran Anda? Rasa sayang Anda ditujukan kepada apa? Jika pikiran kita dipenuhi dengan hal-hal kekekalan, jika kita menghabiskan waktu bersekutu bersama Yesus dalam Firman-Nya setiap hari, jika kita memiliki hubungan penting bersama Yesus oleh iman dalam kasih karunia-Nya yang menyelamatkan dan kuasa kemenangan, kita akan menjalani kehidupan Kristen yang bersemangat. Kita akan bertumbuh dalam kasih karunia, iman kita akan diperbarui, dan kehidupan rohani kita disegarkan setiap hari. Apakah Anda ingin mengisi pikiran Anda dengan Firman Allah dan hidup dalam kuasa Roh-Nya? Di dalam dan melalui Yesus Anda dapat menjalani kehidupan Kristen penuh kemenangan hari ini. n

01 - 2013 | Adventist World

27

an t Va s

PERTUKARAN IDE

The International Paper for Seventh-day Adventists

e D av

O c tob e r 2 01 2

or

 People by People

20

of

A Halo

Light

26

Bible

Justice

Bagaimana dengan yang Tidak Menikah?

27

It’s Your

Choice

Surat Mari Kita Selesaikan Pekerjaan Ini

Sekitar waktu munculnya cerita sampul “Untuk Sesama oleh Sesama,” oleh Chantal dan Gerald Klingbeil (Oktober 2012), saya pergi ke Portugis untuk memproduksi satu acara dokumentasi TV dari proyek yang menjadi bagian dari satu serial yang disponsori oleh ASI menampilkan institusi OCI di Eropa. Tak perlu dikatakan, lokasinya indah dan orang-orangnya menyenangkan. Namun sejak kunjungan itu ada sesuatu yang terus mengganggu saya. Menarik melihat sisi baik menjadi “hanya lokasi bangunan,” tetapi mengapa tidak terus mendesak untuk menyelesaikannya segera dan membukanya untuk umum? Sederhana saja; mereka memerlukan uang untuk menyelesaikan tempat itu. Dengan beberapa bantuan keuangan pusat ini bisa selesai dalam waktu singkat. Saya memimpikan satu tempat di mana orang sakit datang dan menemukan kesembuhan, satu tempat di mana orang bingung datang dan menemukan pengharapan dan kepastian. Ini sudah dilakukan, tetapi mengapa tidak melipat gandakan mukjizat sebanyak 20 atau 30 sekaligus dalam sebuah bangunan yang sudah selesai?

Adrian Bocaneanu Ilfov, Romania

28

Adventist World | 01 - 2013

Saya baru-baru ini melihat sampul September 2012 dengan berita utama “Keluarga yang Terutama.” Saya tidak menikah karena pilihan, dan ada beberapa orang seperti saya di gereja. Anda baru saja mengasingkan kami ke dalam kelas kedua dari manusia, karena keluarga adalah yang utama! Berapa banyak yang tidak menikah di gereja-gereja lokal, dan berapa banyak pekerjaan yang mereka lakukan? Lihat kembali. Sampul ini sepertinya berkata mereka tidak sepenting itu—karena keluarga adalah yang utama! Apa kira-kira yang Yesus akan katakan?

Mette Kjøller Denmark Kebebasan Hati Nurani

Saya menulis untuk artikel “Kebebasan Hati Nurani” Ted N.C. Wilson (Agustus 2012). Adventist World adalah satu berkat: Memperlihatkan kepada kita keajaiban yang Allah ciptakan dengan umatNya, dan menghubungkan kita dengan gereja global yang menjalankan misi. Artikel Wilson memperlihatkan bahwa kebebasan beragama bukan hanya satu karunia dari Allah, tetapi adalah hak— dan saat ini—suatu pendekatan. Sebagaimana Wilson katakan, kita harus waspada dan bertindak atas nama kebebasan beragama; dan pada setiap kesempatan— entah itu situasi tegang atau krisis aktual—bagikan Injil. Dan, bila diperlukan, bela iman kita dengan keyakinan.

Isaiah Montilla Panama City, Panama

Kesehatan Sedunia

Pada beberapa halaman pertama yang saya buka ketika menerima Adventist World ada bagian dari Dr. Allan R. Handysides dan Peter N. Landless. Terima kasih atas informasi dalam kolom Kesehatan Sedunia, terutama pada kolom bulan Agustus 2012. Saya memang kekurangan beberapa vitamin, termasuk vitamin B12. Kolom Agustus banyak membantu saya; kini saya mengetahui jenis vegetaris seperti apa saya ini.

Apryll Eunice Comison Pagadian City, Provinsi Zamboanga del Sur, Filipina Penggelapan di Gereja

Saya menulis tentang artikel Robert Lemon “Penggelapan dalam Gereja” (Juli 2012). Apa pula yang terjadi pada “iman, pengharapan, dan kasih” sebagai nilai-nilai yang dijalankan di balik pekerjaan Allah? Ekonomi dunia yang berkembang sedang mengarah kepada masyarakat tanpa uang kontan. Kalau begitu apa yang akan kita taruh dalam tempat persembahan, kartu smartcard kita, pengaturan EFT, detil sumbangan online? Yesus memperlihatkan kepada kita caranya dengan mengusir para penukar uang dari rumah Bapa-Nya. Kita harus melakukan hal yang sama. Biarlah Allah mengurus mereka yang jahat. Ia pada akhirnya akan membersihkan bait suci

Kebebasan beragama bukan hanya karunia Allah, tetapi itu adalah hak— dan saat ini—suatu pendekatan. —I saiah Montilla, Panama City, Panama untuk mengembalikannya menjadi rumah doa. Setelah kurang dari 200 tahun berbicara tentang kebangunan rohani baru dan bersiap bagi “akhir zaman” dunia, akan menjadi satu hari menyedihkan jika fokus gereja beralih menjadi “Seventh-day Adventist, Inc.”

Libby Beament Stanhope Gardens, Australia Penghargaan

Saya bukan seorang Advent, tetapi saya seorang Kristen. Saya diberikan terbitan Adventist World bulan Desember 2011 oleh seorang teman. Saya terilhami oleh seluruh karyanya. Saya terutama suka artikel dari Maike Stepanek, “Dikotomi dan Kesetiaan Ilahi.” Terima kasih dan semoga diberkati.

Damaris Ruto, Kenya Tata Cara Kolom Surat: Silakan kirim surat Anda ke editor Adventist World: letters@adventistworld.org. Isi surat itu harus jelas dan langsung pada maksudnya, maksimum 100 kata. Pastikan untuk menuliskan nama artikel yang dimaksud, tanggal diterbitkan dan halaman artikel tersebut. Juga informasikan nama Anda, kota, provinsi dan negara dari mana Anda mengirim surat tersebut. Surat tersebut akan diedit dan disesuaikan dengan kolom yang masih tersedia. Perlu diketahui bahwa tidak semua surat yang masuk akan terbitkan.

117 Tahun Lalu P

ada tanggal 14 Januari 1896, Arthur Stanley Maxwell dilahirkan di London, Inggris. Ia melayani gereja selama 54 tahun sebagai seorang penulis, editor, dan administrator. Meskipun ia melayani 34 tahun di Amerika Serikat sebagai editor dari Signs of the Times, barangkali ia lebih dikenal sebagai “Uncle Arthur” dari buku Uncle Arthur’s Bedtime Stories. Serial itu begitu sukses sehingga pada tahun 1945 ia diminta untuk menulis satu set cerita Alkitab bagi anak-anak yang memerlukan waktu penyelesaian tujuh tahun dan mengisi 10 jilid. Hasilnya adalah The Bible Stories, masih dijual oleh para penginjil literatur di seluruh dunia. Buku Maxwell paling terkenal bagi orang dewasa, Your Bible and You, terjual hampir 2 juta kopi. Selama tahun 1970-an seperlima dari semua terbitan Advent membawa namanya.

Sumber: Robert E. Costa

Biji

Labu

Bila dipanggang, ditumis, atau dikukus, memiliki 9 gram serat, 115 kalori, dan merupakan sumber vitamin A, B6 dan C yang baik. Sumber: Men’s Health

P h o t o

b y

a l e x

c h e e k / D i g i ta l ly

m o d i f i e d

01 - 2013 | Adventist World

29

PERTUKARAN IDE

Prayer

PRAISE Tolong berdoalah kepada Allah agar melepaskan putra saya dari obat-obatan! Dan doakan agar putra saya menyerahkan hatinya kepada Tuhan Denise, Martinique

37.38 kilometer per jam

Kecepatan berlari Usain Bolt dalam perlombaan 100 meter Pertandingan Olimpiade Musim Panas 2012 di London.

Di Belahan

Dunia Manakah ini?

Saya seorang anggota yang baru dibaptiskan. Tolong doakan saya. Keluarga saya ingin agar saya bekerja pada hari Sabat dalam usaha keluarga. Saya memerlukan satu pekerjaan baru agar saya bisa pindah. Timothy, Uganda Tolong mintalah Allah agar melindungi saudara laki-laki saya, yang menderita depresi berat. Menuntun dia untuk mencari Allah dan penyuluhan atau terapi. ELAINE, Amerika Serikat Tolong doakan dua anak saya, berumur 4 dan 2 tahun. Keduanya mengidap penyakit jantung. Vitalijus, Inggris Putra saya dan istrinya, yang tinggal di Jepang, berkata mereka tidak lagi percaya kepada Allah. Mereka telah menolak Yesus dan Roh Kudus, dan menyatakan bahwa mereka memiliki keyakinan sendiri. Tolong bantu saya mendoakan mereka. Laura, via e-mail Tolong doakan agar saya mendapatkan kesempatan untuk belajar di sebuah universitas Advent pilihan saya. Dan doakan para misionaris dan pemuda Advent di seluruh dunia. Hirok, Austria

00 meter, mereka ini inggian lebih dari 3.0 JAWABAN: Pada ket gan kamp Advent di Ancash, di dataran menikmati pemandan tinggi Peru.

30

Adventist World | 01 - 2013

Tolong doakan agar Allah mengirimkan saya seorang suami. Dan tolong doakan agar Allah mendukung iman dan menyediakan biaya dengan memberikan pekerjaan dan kesehatan yang baik. Prudence, Gabon Doa & Pujian: Kirimkan permohonan doa rasa syukur saudara ke: prayer@adventistworld.org. Kirimlah kepada kami permohon足an doa dan rasa syukur saudara (berterima kasih atas jawaban doa). Tuliskan secara singkat dan padat, maksimum 50 kata. Permohonan doa saudara akan diedit untuk maksud yang jelas. Tidak semua yang masuk akan dicetak. Sertakan nama saudara dan negara di mana saudara tinggal. Saudara juga dapat mengirimkan melalui fax: 1-301-680-6638; atau mengirim surat ke Adventist World, 12501 Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600 U.S.A.

“Lihatlah, Aku Datang Segera” Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan.

Kisahkisah GLOW: Giving Light to Our World Giving Light to Our World—GLOW—adalah inisiatif jangkauan luar yang berawal di Kalifornia, Amerika Serikat, tetapi kini meluas ke divisi lain di dunia. Dilandaskan pada konsep anggota gereja yang membagi-bagikan traktat GLOW—gratis—pada setiap kesempatan. Traktat-traktat sekarang ini dicetak dalam 29 bahasa. Berikut ada dua cerita singkat—salah satu dari Jerman dan yang lain dari Kamerun—yang menggambarkan kehidupan yang tersentuh oleh GLOW:

KISAH 1: Seorang pria Jerman yang baru dibaptis bernama Edgar sedang membagi-bagikan traktat GLOW di lingkungannya ketika seorang gadis kecil mendekati dia dan bertanya apa yang sedang ia lakukan. Edgar menjelaskan bahwa ia dari gereja Advent dan sedang membagi-bagikan bahan bacaan yang menarik. Anak perempuan itu bertanya R i c a r d o Cama c h o apakah ia boleh meminta satu, jadi Edgar menyerahkan selembar traktat berjudul “Hadiah Untukmu,” ditulis dalam bahasa Jerman. Traktat ini fokus pada karunia keselamatan. Kemudian ia melihat anak perempuan itu sedang membacakan traktat kepada teman-temannya. Kemudian ia berlari ke arahnya dan berkata, “Ini bagus sekali! Bolehkah aku meminta lagi?” Edgar memberikan dia traktat tambahan dan juga buku Steps to Christ untuk diberikan kepada ibunya. KISAH 2: Seorang misionari Advent dari Kamerun membeli traktat GLOW selama kunjungan ke Amerika Serikat. Ketika ia kembali ke rumah, ia memberikan sebuah traktat GLOW yang mendiskusikan keadaan mati kepada seorang teman yang kemudian memberikannya kepada teman yang lain, dan akhirnya sampai kepada seorang pria dari denominasi gereja lain. Pria tersebut menerjemahkannya ke dalam bahasa Perancis, dan menggunakannya dalam khotbah pemakaman. Setelah pemakaman, orang-orang memberitahu dia, “Kami tidak mengetahui bahwa kita tidak langsung ke sorga atau neraka setelah mati.” Pria itu menjawab, “Saya juga tidak mengetahuinya, tetapi itulah yang dikatakan dalam traktat itu,” Jadi traktat tersebut memunculkan diskusi tentang topik alkitabiah yang penting ini. Cerita-cerita disusun oleh direktur United States’ Central California Conference GLOW, Nelson Ernst. Untuk mengetahui lebih banyak tentang GLOW, kunjungi sdaglow.org.

Penerbit Adventist World adalah majalah periodik internasional milik Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Sedunia. Divisi Asia-Pasifik Utara adalah penerbitnya. Penerbit Eksekutif dan Pemimpin Redaksi Bill Knott Wakil Penerbit Claude Richli Manajer Percetakan Internasional Chun, Pyung Duk Dewan Penerbit Ted N. C. Wilson, ketua; Benjamin D. Schoun, wakil ketua; Bill Knott, sekretaris; Lisa Beardsley; Daniel R. Jackson; Robert Lemon; Geoffrey Mbwana; G. T. Ng; Daisy Orion; Juan Prestol; Michael Ryan; Ella Simmons; Mark Thomas; Karnik Doukmetzian, penasihat hukum Komite Koordinasi Adventist World Lee, Jairyong, ketua; Akeri Suzuki; Kenneth Osborn; Guimo Sung; Chun, Pyung Duk; Han, Suk Hee Redaksi Bertempat di Silver Spring, Maryland Lael Caesar, Gerald A. Klingbeil (associate editors), Sandra Blackmer, Stephen Chavez, Wilona Karimabadi, Mark A. Kellner, Kimberly Luste Maran Redaksi Bertempat di Seoul, Korea Chun, Pyung Duk; Chun, Jung Kwon; Park, Jae Man Editor Online Carlos Medley Koordinator Teknik dan Pelayanan Pembaca Merle Poirier Editor-at-large Mark A. Finley Senior Advisor E. Edward Zinke Manajer Finansial Rachel J. Child Asisten Redaksi Marvene Thorpe-Baptiste Asisten Editor Gina Wahlen Dewan Manajemen Jairyong Lee, ketua; Bill Knott, sekretaris; P. D. Chun, Karnik Doukmetzian, Suk Hee Han, Kenneth Osborn, Juan Prestol, Claude Richli, Akeri Suzuki, Ex-officio: Robert Lemon, G. T. Ng, Ted N. C. Wilson Pengarah Seni dan Desain Jeff Dever, Brett Meliti Para Penasihat Ted N. C. Wilson, Robert E. Lemon, G. T. Ng, Guillermo E. Biaggi, Lowell C. Cooper, Daniel R. Jackson, Geoffrey Mbwana, Armando Miranda, Pardon K. Mwansa, Michael L. Ryan, Blasious M. Ruguri, Benjamin D. Schoun, Ella S. Simmons, Alberto C. Gulfan, Jr., Erton Köhler, Jairyong Lee, Israel Leito, John Rathinaraj, Paul S. Ratsara, Barry Oliver, Bruno Vertallier, Gilbert Wari, Bertil A. Wiklander Kepada para Penulis: Silakan mengirimkan naskah yang siap diterbitkan, melalui alamat redaksi 12501Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904-6600, U.S.A. Atau melalui fax: +1 (301) 680-6638 E-mail: Internet: worldeditor@gc.adventist.org Situs Web: www.adventistworld.org Kecuali diberitahu, semua kutipan ayat Alkitab diambil dari ALkitab Terjemahan Baru. © 1974 Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Digunakan dengan izin. Adventist World diterbitkan setiap bulan dan dicetak secara berkala di Korea, Brasil, Indonesia, Australia, Jerman, Austria, dan Amerika Serikat. Vol. 9, No. 1

01 - 2013 | Adventist World

31

DARI INDONESIA

Berani karena Benar Perkemahan Adventurer dan Pathfinder, Bandar Lampung

S

atu kegiatan penting kembali dilaksanakan oleh Distrik Bandar Lampung Barat. Bertempat di Taman Wisata Wira Garden, telah diadakan acara Perkemahan Adventurer dan Pathfinder pada tanggal 26-28 Oktober 2012. Mengusung Tema “Berani Karena Benar” acara ini melibatkan tiga Jemaat yang tergabung dalam Distrik Bandar Lampung Barat (Jemaat Singosari, Jemaat Way Hui dan Jemaat Kemiling). Pada hari Jumat, 26 Oktober, tepat pukul 15.00 WIB acara dibuka secara resmi. Agar semua kegiatan berjalan dengan baik, seksi acara sudah mengatur kegiatan kelas-kelas kepahaman pada sore hari itu, salah satunya kelas umum Pathfinder: “Camping Skill” dan “Camping Basic” untuk Adventurer. Pada hari Sabat pagi kegiatan perbaktian sudah dimulai sejak subuh dalam doa kelompok dan kebaktian pagi bersamasama. Acara kebaktian dipusatkan di sebuah Aula yang dapat menampung seluruh anggota jemaat yang hadir bergabung dalam perbaktian hari Sabat itu. Khotbah disampaikan dengan tegas dan jelas oleh Pdt. Victor Sinaga, yang mengingatkan umat Tuhan sebagai “surat Kristus yang terbuka dan dapat dibaca oleh semua orang”. Pada siang hari, masih ada kelas kepahaman yang diajarkan, materi P3K oleh MG. Harifson Manik dan Materi Menjaga Alam oleh MG. Lucy L. Antonius.

Maka dengan berkat Tuhan, upacara pelantikan diadakan pada sore harinya, ada 35 siswa dari Klub Adventurer dan 24 siswa dari klub Pathfinder dan 6 orang dilantik Master Guide (MG). Atas nama Departemen Pemuda mengucapkan Selamat kepada semua siswa yang dilantik dan selamat bergabung kepada enam orang MG dalam barisan pelayanan dalam jemaat masing-masing. n —Dilaporkan oleh MG Andreas Jumani, Komunikasi Distrik Bandar Lampung Barat.

Anda Tidak Memiliki Kendali atas Badai Kebaktian Kebangunan Rohani di Jakarta “

A

nda Tidak Memiliki Kendali atas Badai: Itu akan Datang.” Itulah tema pembahasan dengan judul-judul yang sangat menarik yang dibawakan setiap malam. Beliau adalah Pdt. Dr. Saustin Mfune, Wakil Direktur Departemen Pelayanan Anak-anak General Conference dan Dr.Miriam L. Andres, Direktur Departemen Pelayanan Anak-anak dari Divisi Asia Pasifik Selatan. KKR ini dilaksanakan di Aula GPA M.T. Haryono Kav 4-5 Jakarta Selatan, pada tanggal 21-27 Oktober 2012. Pembahasan yang dibawakan oleh kedua pembicara sangat menarik perhatian, karena selalu menghubungkan pelajaran rumah tangga dan pendidikan anak dalam rumah tangga dari segi Alkitabiah. Pembicara juga selalu membawakan pekabaran

32

Adventist World | 01 - 2013

dengan sangat bersemangat dan berkuasa sehingga mudah dimengerti oleh semua yang hadir termasuk tamu-tamu yang hadir di KKR itu. Dan pada siang hari diadakan juga KKR Sekolah di Aula M.T. Haryono dengan pembicara yang sama, dan semua murid yang ada di DKI Jakarta dan sekitarnya hadir selama tiga hari, dan jumlah yang hadir seribu murid yang hadir setiap hari selama tiga hari. Pada hari Sabat, 27 Oktober 2012 diadakan baptisan serentak di setiap jemaat dan baptisan khusus di Jemaat M.T. Haryono dan juga bagi jemaat yang mau bergabung. Maka jumlah baptisan pada hari Sabat itu sebanyak 122 jiwa yang baru dibaptis disetiap jemaat.

Terima kasih kepada para pemimpin kita dari General Conference dan UIKB dan Konferens DKI Jakarta bahkan semua kerja sama dari gembala jemaat yang telah membawa tamutamu yang telah belajar lebih dahulu di KPA di jemaat-jemaat.

Mari kita doakan semua jiwa-jiwa yang baru dibaptiskan itu tetap setia sampai Yesus dantang nanti. n —Dilaporkan oleh Pdt. A. Sagala, Departemen Komunikasi DKI Jakarta dan Sekitarnya.

Pathfinder Leadership Award Ketiga Konferens Jawa Kawasan Timur

U

ntuk meningkatkan kualitas serta profesionalisme Master Guide dalam menjalankan pekerjaan Tuhan di bidang Pathfinder telah diadakan kegiatan Pathfinder Leadership Award (PLA) III pada tanggal 15-18 November 2012 hari Kamis sampai Minggu yang dilaksanakan di tiga tempat yang berbeda. Kegiatan di Sumberwekas, paserta pelatihan mengikuti materi yang sudah disiapkan seperti outdoor activity, temperament, current issue, PBB, backpacking dan recreation. Hari Jumat siang peserta bergeser ke GMAHK Batu, Malang untuk meneruskan pelatihan berikutnya yaitu Pre Adolescent & Adolescent Growth Patterns dan What is Pathfinder Ministry. Pelayanan Sabat mulai Pelajaran Sekolah Sabat dan Khotbah dilaksanakan oleh seluruh Peserta dan Panitia PLA 3. Setelah kebaktian Sabat dilanjutkan kembali materi yang masih belum diselesaikan. Pukul 19.00 WIB kembali kegiatan

bergeser ke Gunung Banyak-Batu-Malang untuk mengikuti hiking, perjalanan malam hari menyusuri jalan di Gunung Ba­ nyak-Batu sangat melelahkan bagi peserta. Selama perjalanan ada peserta yang mengalami kram kaki akibat sulitnya kondisi jalan. Tetapi oleh karena semangat serta ketangguhan para peserta akhirnya sampailah di tempat berkemah di Paralayang Gunung Banyak. Pada hari Minggu dilaksanakan acara rekreasi serta mengadakan pelayanan masyarakat membersihkan sampah-sampah yang ada di sekitar Paralayang Gunung Banyak. Setelah semua acara kegiatan PLA 3 KJKT dilaksanakan upacara penutupan dan penerimaan bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan. Diakhir pelaksanaan hanya 5 orang yang ditamatkan untuk menjadi PLA di KJKT. n —Dilaporkan oleh Johanes Handriadi, Panitia PLA 3 KJKT.

01 - 2013 | Adventist World

33

DARI INDONESIA

Keluarga Bahagia, Kini dan Nanti Kebaktian Kebangunan Rohani di Kotamobagu

K

ebaktian Kebangunan Rohani “Keluarga Bahagia, Kini dan Nanti” yang dilaksanakan pada tanggal 11-17 November 2012 telah selesai dilaksanakan, dan menghasilkan 9 jiwa, dan 2 di antaranya adalah kaum mayoritas. Kebaktian Kebangunan Rohani yang awalnya akan diadakan di perbatasan Desa Tambun dan Kelurahan Imandi, pada akhirnya dipindahkan ke Desa Ponom­piaan, Kec. Dumoga Timur karena alasan keamanan. Sebab menjelang dilaksanakan KKR tersebut, terjadi konflik horizontal antara warga Desa Tambun dan warga Kelurahan Imandi yang mengakibatkan korban jiwa dan puluhan rumah hancur oleh kerusuhan tersebut. Pdt. Novry Kaumpungan yang menjadi pembicara dalam KKR tersebut pada akhirnya memutuskan untuk memindahkan KKR tersebut di Ponompiaan. KKR tersebut mendapat dukungan dari departemen dan staf kantor Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur (UKIKT), yang pada malam pertama berusaha hadir dengan menum-

pangi bus dari Manado yang berjumlah 30 orang beserta dengan keluarga. Dari malam ke malam, khotbah yang bernuansa keluarga, mendapat sambutan dari para keluarga serta tamu yang hadir membawa sukacita dan damai yang bersumber dari Allah. n

—Dilaporkan oleh Maikel J. Makarewa, Kotamobagu.

To Be Like Jesus Pekan Doa Perguruan Advent Purwodadi

F

irman Tuhan tidak pernah kembali dengan sia-sia—sesuai janji-Nya dalam Yesaya 55:11. Sejumlah 15 jiwa telah menerima Yesus Kristus menjadi Juruselamat pribadi mereka dalam Pekan Doa Semester Ganjil tahun ajaran 2012-2013 selama satu minggu, 19-24 November 2012 di Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi yang dilayani oleh Pdt. Abri Santoso, Direktur Sekolah Sabat, Pelayanan Perorangan dan Kesehatan GMAHK KJKT. Dengan semangat angkatan bersenjata menyampaikan kebenaran Firman Tuhan di pagi dan malam hari. Bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena selama satu pekan diberikan cuaca yang baik sekalipun sudah musim hujan. Banyak keajaiban terjadi, sekalipun di beberapa desa di sebelah Kampus SLA Pur-

34

Adventist World | 01 - 2013

wodadi turun hujan lebat, selama kegiatan pekan doa sampai upacara baptisan tidak turun hujan di SLA Purwodadi.

Salah satu siswa yang rindu dibaptis meminta satu tanda kalau hujan datang akan meragukan kebenaran Firman Tuhan yang sudah disampaikan, kalau cuaca tetap baik dan tidak hujan maka siap dibaptis. Puji Tuhan di dalam belas kasihan-Nya pada hari Sabat 24 November 2012 ada 15 Jiwa yang dibaptiskan (14 jiwa dari keluarga bukan Advent dan 1 jiwa dari keluarga Advent). Terima

kasih untuk budaya kolaborasi yang baik yang sudah diberikan oleh guru agama, bapak dan ibu guru dalam dan doa kelompok (Prayer circle), dan semoga kelima belas jiwa tetap dikuatkan dan setia sampai Maranatha. n —Dilaporkan oleh Petrus Souisa, Wakasek Humas Sekolah Lanjutan Advent Purwodadi.

WINNERGIZER

Retret Alkitab Pemuda (RAP) 2012

S

udah bukan saatnya orang muda berkumpul untuk sekadar hura-hura. Setiap orang muda dipanggil untuk menjadi pemenang atas godaan duniawi beserta pergumulan mereka mengalahkan dosa kesayangan. Dan tidak berhenti di situ saja, tiap orang muda juga dipanggil untuk menjadi penyemangat sesamanya dalam menginjil dan melayani. Itulah ide dasar RAP 2012 yang diadakan oleh GMAHK Yosodipuro, Solo dan dihadiri oleh 248 peserta dari seluruh Jawa Tengah, Surabaya, Malang dan Jakarta. Retret Alkitab Pemuda tahun ini mengambil tema “WINNERGIZER—as free as your choice.” RAP ini adalah kelanjutan dari RAP 2011 yang diadakan di Wisma El-Betel Karangpandan pada tanggal 15-18 November 2012. Ada pun dua pembicara utamanya adalah Pendeta Gration Perera dari South East Asian Union Mission dan Jimrod Benggon dari Aenon Health Care yang membawakan tujuh topik pembahasan: urChoice to Fight, urChoice to Surrender, urChoice to Motivate, urChoice to Endure, urChoice to Share, urChoice to Serve, urChoice to be Strong. Selain itu format acara juga dibuat padat dengan lima pilihan kelas workshop yang bisa dipilih oleh tiap peserta, yaitu kelas urTunes (musik gereja) oleh Bp. Paulus Sentana, kelas urLove (courtship & relationship) oleh Frankie Chung, kelas urSight

(penginjilan melalui media) oleh HCBN, kelas urCare (penginjilan melalui kesehatan) oleh Healing Way Indonesia dan kelas urText (penginjilan melalui literatur) oleh Akhir Zaman Ministry. Kelima workshop ini memberikan pilihan bagi tiap peserta untuk dapat melayani pekerjaan Tuhan sesuai dengan talenta yang diberikan Tuhan. Acara yang didukung oleh UIKB dengan hadirnya Pdt. Jimmy Havelaar (Dir. Kesehatan UIKB) dan Pdt. Edwin Sardiana (Dir. Pemuda DJKT). Acara ini mengajak setiap orang muda yang senantiasa dihadapkan pada berbagai pilihan dalam hidup bisa memilih untuk mengalahkan dosa (Fight urSin) keluar sebagai pemenang (be a Winner) dan membagikan iman (Share urFaith) keluar sebagai penyemangat (be an Energizer). Sehingga ketika orang muda ditanya apa pilihan mereka (What’s urChoice)? Mereka akan menjawab ”be a WINNERGIZER.” Semua materi pembahasan dalam acara RAP 2012 ini dapat diunduh di FB group resmi panitia di “Retret Alkitab Pemuda.” n —Dilaporkan oleh Eunike Sabatina R., Dept. Komunikasi GMAHK Yosodipuro Solo.

01 - 2013 | Adventist World

35

DARI INDONESIA

Keluarga Advent Keluarga Bahagia Retret Distrik Manado Selatan

M

engisi hari libur dengan kegiatan rohani keluarga dilaksanakan oleh Distrik Manado Selatan yang terdiri dari 5 Jemaat yaitu Jemaat Pineleng, Jemaat Winangun, Jemaat Batukota, Jemaat Karombasan Selatan, dan Jemaat Aertrang. Retret yang mengambil tema “Keluarga Advent Keluarga Bahagia” ini dilaksanakan pada tanggal 26-28 Oktober 2012 di Pantai Mangatasik Tanawangko. Firman Tuhan disampaikan pada Sabat siang oleh mantan sekretaris Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur Pdt. Chris Manoppo, M.A., dengan penekanan pada rumah tangga. Selesai khotbah, diadakan makan bersama beserta para tamu. Acara-acara menarik pun terus berlangsung sampai Sabat sore dengan seminar keluarga oleh Pdt. Chris Manoppo, seminar untuk para adik-adik Pathfinder yang dibawakan oleh MG. Mercy Manembu dengan materi orang muda dan narkoba, dan dilanjutkan dengan acara-acara menarik dari para officer PA distrik sampai tiba ibadah penutupan Sabat oleh Pdt. Dale Supit, gembala jemaat Batukota dan Aertrang.

Kegiatan pada Sabtu malam diisi dengan rekreasi dan permainan berhadiah menarik yang dibuat oleh panitia di bawah komando gembala jemaat Pineleng,Winangun, dan Karombasan Selatan Pdt. Sompie Sampelan. Acara pada sabtu malam ini penuh dengan canda tawa dan keceriaan baik dari para orangtua, pemuda dan anak-anak yang menambah akan rasa kekeluargaan dari tiap anggota Jemaat Distrik Manado Selatan. Kiranya pertemuan dan persekutuan bahagia antar jemaat ini akan terus dijaga sampai Tuhan datang. n —Dilaporkan oleh Jeffrey Lontoh, Ketua Retret Distrik Manado Selatan.

Rapat Akhir Tahun Konferens Jawa Kawasan Timur (KJKT)

D

engan pertolongan Tuhan rapat akhir tahun Konferens Jawa Kawasan Timur (KJKT) pada hari Kamis 29-30 November 2012 di Kantor KJKT dapat berlangsung baik. Hadir dalam rapat tersebut Ketua Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB), Pdt. Dr. J.S. Peranginangin; Sekretaris Eksekutif UIKB, Pdt. Dr. J.H. Rantung; Bendahara UIKB, Bpk. B.F. Sihotang; Direktur Pelayanan Penatalayanan UIKB, Pdt. Djoko Suwarso; Direktur Komunikasi dan Kebebasan Beragama UIKB, Pdt. Dr. S. Simorangkir dan officers/Dept. KJKT dan Anggota Eksekutif KJKT.

36

Adventist World | 01 - 2013

Dalam khotbah pembukaan Pdt. Dr. J. S. Peranginangin mengangkat Firman Tuhan dalam Matius 16:18 yang berbunyi, “Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Petrus “Petra” “Petros” artinya batu yang terbuang-buang atau terguling-guling tapi akhirnya jadi kuat atau kokoh. Yesus mendirikan gereja-Nya di atas batu karang yang kokoh. Yesus adalah batu karang itu. GMAHK adalah gereja yang memiliki doktrin gerejanya bukan berdasarkan tulisan-tulisan yang lain

tetapi secara Alkitabiah. Menekankan bahwa gereja adalah sekumpulan orang atau kita sebagai umat pilihan. Itulah sebabnya kita memonitor pekerjaan Tuhan sepanjang tahun ini untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Ada ungkapan berkata “Fail to plan it is means plan to fail.” Kita mau sukses merencanakan dan sukses melaksanakan. Dengan demikian program reach Up, reach Out, and reach Across ke depan akan

lebih baik. Ajakan beliau marilah kita pertahankan gereja yang benar ini dengan cara yang benar. Semoga dengan kita adakan rapat akhir tahun ini akan membawa umat-umat Tuhan dan jiwa-jiwa lainnya bersedia bagi kedatangan Yesus yang kedua kali. n —Dilaporkan oleh Pdt. Ranap Situmeang, Departemen Komunikasi Konferens Jawa Kawasan Timur.

World Cafe

Interfaith Study Center (ISC)

D

alam rangka menolong umat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh membangun jembatan pengertian dengan kaum mayoritas, InterFaith Study Center meluncurkan sebuah terobosan baru yang bernama “Trust Building AdventistMuslim Relation.” Program ini untuk pertama kali diluncurkan pada tanggal 13 September 2012 di kantor pusat GMAHK Uni Kawasan Barat. Program “World Cafe” adalah kegiatan pertama dari pertemuan ini di mana ruangan dibentuk seperti ruang cafe yaitu ada meja bundar dan di setiap meja bundar ada 6-7 kursi. Di setiap meja akan terdapat peserta Muslim dan Advent yang sedang berbincang-bincang dengan suasana santai selama 15 menit. Setiap 15 menit peserta akan pindah untuk mencari meja lainnya yang penghuninya belum dikenal. Dalam sesi “World Cafe” ini setiap peserta memiliki kesempatan untuk memperkenalkan diri seperti nama, asal dari mana, agamanya apa. Setelah itu peserta akan diberikan kesempatan untuk menerangkan imannya secara singkat, seperti apa makna Islam bagi pemeluk Islam dan apa makna Advent bagi pemeluk Advent. Peserta juga mendiskusikan di meja masing-masing apa yang mendorong kita untuk saling memahami dan bekerja sama antar umat beragama. Sebagai akhir dari sesi ini setiap meja mempresentasikan hasil diskusi di hadapan seluruh peserta. Ada pernyataan yang menarik dari salah satu meja yaitu “berkelahi kita ketemu di neraka, damai kita ketemu di surga.” Semua peserta tepuk tangan mendengar kesimpulan itu sebagai bentuk apresiasi. Setelah World Cafe usai, dilanjutkan dengan sesi diskusi panelis dengan menghadirkan tokoh-tokoh Muslim dan Advent

sebagai narasumber, seperti: Dr. Agus Mulyana, International Conference of Islamic Scholars Jakarta; Luluk Nurhamidah, Ketua AHIMSA dan Wakil Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa; Maghfirah Hamid, Sekjend Muslimat NU DKI Jakarta; Wati Wardani, Women Activist for Peace Education; Pdt. J.S. Paranginangin, Ketua UIKB; Ibu L. Paranginangin, Ketua BWA UIKB; Bryan Gallant, Direktur Adventist Muslim Relation UIKB; Erik Linkon, penulis Peace Generation. Setiap narasumber dalam waktu 10 menit memiliki kesempatan menyampaikan orasi pesan damai dari sudut iman masing-masing. Selain itu narasumber juga menyampaikan pengalaman masing-masing dalam bekerjasama dengan yang berbeda iman. Hampir setiap narasumber menekankan apa persamaan kita sebagai landasan untuk hidup dengan damai dan bekerjasama dalam membangun kehidupan sosial yang toleran. Dari beberapa orang yang bertanya dan memberi komentar, ada seorang wanita Muslim yang memberikan komentar “jikalau kita makan satu meja maka dinding pemisah akan hancur dengan mudah, oleh sebab itu kita harus sering-sering membuat pertemuan seperti ini,” dan seketika semua peserta tertawa sambil tepuk tangan dan mengaminkan komentar tersebut. Setelah kesaksian, peserta diberikan kesempatan untuk saling mendoakan sahabat baru masing-masing, dan juga memberikan cinderamata kepada Muslim yaitu buku Bani Timur Warisan Rohani Islam dalam Taurat dan Injil. Buku ini mengangkat keturunan Ismail yang dipakai Tuhan dalam sepanjang sejarah untuk bekerja sama dengan keturunan Ishak dalam memuliakan Allah. Sebelum semua peserta berpisah, diadakanlah doa yang disebut “multifaith prayer.” Satu dari Advent dan satu lagi dari Muslim. Pertemuan ini diakhiri dengan haru, dan semua peserta pulang dengan sangat senang dan bergembira. Tetapi seperti dikatakan oleh Bryan Gallant dalam sesi diskusi bahwa pertemuan ini bukanlah akhir, tapi ini hanya sebuah permulaan dalam menghancurkan prasangka dan tembok pemisah yang terjadi selama ini. n —Dilaporkan oleh Ferry Pardosi, InterFaith Study Center.

01 - 2013 | Adventist World

37

DARI INDONESIA

BWA Padangsidimpuan Menjangkau Keluar dan ke Dalam Desa Lobu Tolong, Tapanuli Utara

P

ada tanggal 26-28 Oktober 2012 BWA Padangsidimpuan dengan penuh sukacita mengadakan perjalanan pelayanan ke Desa Lobu Tolong. Sekalipun cuaca pada saat itu tidak bersahabat namun rombongan BWA Padangsidimpuan tidak menyerah untuk melanjutkan perjalanan. Puji Tuhan! Wa-

laupun hujan semua warga Desa Lobu Tolong antusias datang menyambut kedatangan kami. Acara dimulai dengan doa dan kata sambutan dari Ketua Jemaat Lobu Tolong, serta sepatah dua kata dari Ibu F. Simanjuntak sebagai koordinator acara. Dilanjutkan dengan acara seminar kesehatan yang berjudul “Bagaimana Mengatasi Gizi Buruk” yang disampaikan Kepala Bagian Ahli Gizi Puskesmas Labuhan Rasoki, Ibu A. Simanjuntak. Masyarakat Lobu Tolong begitu semangat mendengarkan seminar kesehatan tersebut karena BWA Padangsidimpuan juga menghibur masyarakat dengan permainan musik rohani Angklung. Setelah seminar selesai BWA Padangsidimpuan berbagi kasih dengan pembagian dorkas dan makanan bergizi kepada masyarakat Lobu Tolong. Dalam jangkauan ke dalam ada acara malam vesper sampai dengan acara hari Sabat. Pada sore hari Sabat dilanjutkan acara kuis Alkitab berhadiah dan mempersembahkan drama BWA padangsidimpuan yang berjudul “Daud Jatuh dalam Dosa.” Semoga pelayanan yang kita lakukan bersama menghasilkan persatuan iman yang kuat dan kemuliaan bagi Tuhan. n —Dilaporkan oleh Ibu F. Simanjuntak, Koordinator BWA Padangsidimpuan.

Kami berterima kasih kepada para penulis setia, dari setiap konferens/ daerah/wilayah di seluruh tanah air Indonesia. Kami ingin agar proses redaksi majalah Adventist World Indonesia (AWI) yang setiap bulan diterbitkan, yang mana membutuhkan waktu yang sangat ketat dalam prosesnya, dapat dilaksanakan dengan lancar. Untuk itu kami berharap untuk edisi berikutnya, setiap teKS naskah berita yang kami terima diketik rapi (sesuai misi majalah ini) dalam format ­Microsoft Word/Word Perfect, tanpa ada gambar/foto/image­ di dalam file dokumen tersebut (Karena perlu waktu untuk proses pengeluaran gambar/foto/image dari dalam file teks dokumen tersebut). Gambar/foto/image untuk naskah berita tersebut kami harapkan terpisah dari dalam file dokumen teks naskah berita. Lebih disukai dalam format jpeg tetapi jelas, terang dan jernih serta bere­solusi minimal 640x428 (lebih besar lebih baik). Jika ada keterangan gambar/foto/image yang penulis ingin sertakan, ketiklah keterangannya menjadi file name gambar tersebut (dengan cara rename file name gambar tersebut) atau informasikan keterangan gambar tersebut di dalam teks naskah berita tersebut. Maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan dimuat bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk memasukkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada kemungkinan tidak semua naskah berita yang masuk akan dipublikasikan. Kirimkan ke: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id paling lambat tanggal 15 setiap bulan untuk dimasukkan ke edisi bulan berikutnya. Terima kasih, Tuhan memberkati kita pada waktu kita menyiapkan berita baik yang menguatkan umat Tuhan khususnya di Indonesia.

38

Adventist World | 01 - 2013

Info Penting! bagi Para Penulis Setia Adventist World Indonesia

WARTA

GEREJA ADVENT “Lihatlah, Aku Datang Segera…”

Rapat Akhir Tahun Daerah Misi Nusa Utara (DMNU)

R

evival And The Christian Lifestyle” adalah tema rapat akhir tahun Daerah Misi Nusa Utara (DMNU) yang diadakan di GMAHK Jemaat Tahuna 2 pada tanggal 6-8 Desember 2012. Seluruh pendeta yang melayani di DMNU dan anggota komite eksekutif daerah hadir dalam rapat akhir tahun ini. Pdt. S. Y. Bindosano, Sekretaris Eksekutif GMAHK UKIKT memberikan nasihat Firman Tuhan dalam ibadah pembukaan rapat. Mengambil Pengkhotbah 11:1 sebagai ayat tema khotbah, Bindosano mendorong para pendeta dan anggota komite eksekutif di DMNU untuk terlibat aktif dalam penginjilan. Rapat akhir tahun ini dipimpin Pdt. Edison Takasanakeng didampingi oleh Pdt. Warno Suleh, Sekretaris Eksekutif DMNU dan Stephen Kairupan, Bendahara DMNU. Rapat akhir tahun ini berjalan dengan baik dan penuh dengan kasih persaudaraan. Hari Minggu pagi, 9 Desember 2012, para pendeta DMNU berolahraga badminton bersama di salah satu gedung olahraga di Tahuna. Suasana kekeluargaan tergambar selama acara olahraga bersama ini. Pdt. S. Y. Bindosano dan Pdt. S. Salainti telah meninggalkan Tahuna kembali ke Manado sejak hari kedua karena masih ada pekerjaan pelayanan yang harus dilaksanakan. Hari minggu sore semua pendeta kembali ke tempat pelayanan masing-masing. Kita doakan agar pekerjaan Tuhan akan maju terus di Daerah Misi Nusa Utara ini. n —Dilaporkan oleh Pdt. Brussi Soriton, Gembala Wilayah Essang Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, DMNU.

Misi kami adalah untuk meninggikan Yesus Kristus, mempersatukan umat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di mana saja dalam iman, misi, kehidupan, dan pengharapan. Penerbit Indonesia Publishing House (anggota IKAPI Jawa Barat) Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Ketua Pengarah J. S. Peranginangin Ketua Bidang Usaha A. Ricky Bendahara S. Manueke Pemasaran S.P. Rakmeni Produksi S. M. Simbolon Pemimpin Redaksi Roy M. Hutasoit Redaksi Pelaksana dan Desain Isi J. Pardede Tim Redaksi R.C.A. Raranta, F. Parhusip, J. Wauran Komunikasi Uni S. Simorangkir, Uni Indonesia Kawasan Barat S. Salainti, Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur Komunikasi Konferens/Daerah/Wilayah D. Lingga, Sumatera Kawasan Utara H. Sihaloho, Sumatera Kawasan Tengah V. J. Sinaga, Sumatera Kawasan Selatan A. Sagala, DKI Jakarta dan Sekitarnya S. Nappoe, Jawa Barat W. Siringoringo, Jawa Tengah R. Situmeang, Jawa Kawasan Timur D. Juniarto, Kalimantan Kawasan Timur J. Sihotang, Kalimantan Barat D. Kana Djo, Nusa Tenggara R. Keni, Minahasa Utara Dj. Muntu, Minahasa F. Kasenda, Bolaang Mangondow-Gorontalo Ch. Muaya, Sulawesi Tengah M. Tandilangi, Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara A. J. Uniana, Maluku H. Sandil, Nusa Utara H. Wambrauw, Papua I. Lisupadang, Luwu Toraja Izin

Departemen Penerangan RI No. 1167/SK Ditjen PPG/STT/1987

Alamat Redaksi Jalan Raya Cimindi 72 Bandung, 40184 Telp. (022) 6030392; Fax. (022) 6027784 Email: adventistworld_indonesia@yahoo.co.id Alamat Pemasaran Tlp/Fax: 022-86062842 Email: sirkulasi_iph@yahoo.com (Sirkulasi) www.iphbdg.org

Redaksi menerima naskah berita dan foto sesuai dengan misi majalah ini, maksimal 500 kata. Tim redaksi berhak mengubah tulisan tanpa mengubah isi dan maksud penulis. Berita akan dimuat bilamana dilengkapi dengan nama dan alamat pengirim yang jelas. Naskah tidak akan dikembalikan. Walaupun kami berusaha untuk memasukkan seluruh berita yang masuk, tetapi atas pertimbangan tim redaksi, ada kemungkinan tidak semua naskah berita yang masuk akan dipublikasikan.

01 - 2013 | Adventist World

39

MISI

-

Laporan Misi yang Luar Biasa Kesaksian yang Menginspirasikan Seminar Misi Acara Budaya Penampilan Musikal Konser Golden Angels Arena Pameran mengenai Misi

Tanggal : 28-31 Agustus 2013 Tempat: Jeju International Convention Center, Jeju, Korea Narasumber:

Terinspirasi untuk berkomitmen kembali demi Misi!

Ted N. C. Wilson

G. T. Ng

Jairyong Lee Derek J. Morris Cheryl D. Doss

IMC website (GOIMC.ORG)


AW indonesian 2013-1001